PROYEK AKHIR

CARA KERJA DAN PERBAIKAN REM DISC BRAKE
Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Diploma III Untuk Mencapai Gelar Ahli Madya

Oleh : Nama Nim Prodi Jurusan : Arif Sugiharto : 5250302509 : Diploma III : Teknik Mesin

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

HALAMAN PENGESAHAN

Proyek akhir dengan judul “ Cara Kerja Dan Perbaikan Rem Disc Brake” telah dipertahankan di hadapan sidang panitia Ujian Proyek Akhir Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : Kamis : 3 Mei 2007

Pembimbing

Penguji II

Drs. Soedartono, MPd NIP : 130354839 Penguji I

Drs. Agus Suharmanto, M.Pd. NIP. 131405827 Ketua Jurusan

Drs. Soedartono, MPd NIP : 130354839 Ka. Prodi D III Teknik Mesin

Drs. Pramono NIP. 131474226

Drs. Wirawan Sumbodo, M.T. NIP. 131876223 Mengetahui, Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Prof. Dr. Susanto NIP. 130875753

ii

ABSTRAK
Arif Sugiharto, 2007. Cara Kerja Dan Perbaikan Rem Disc Brake Laporan Proyek Akhir. Teknik Mesin D III. Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Memasuki era global yang serba praktis, perkembangan ilmu sangat pesat terutama di bidang IPTEK. Perkembangan ini berdampak juga pada perkembangan teknologi tranportasi. Inovasi di bidang otomotif saat ini semakin memanjakan pemakai, dan terobosan teknologi terbaru harus memenuhi tuntunan konsumen yang lebih mudah, aman dan nyaman. Kepuasan konsumen akan tercapai dari segi artistik kendaraan baik eksteterior maupun interor yang bagus dan beberapa peralatan tambahan yang memudahkan pemakai. Selain itu juga mesin memiliki performance yang tinggi, serta perangkat keamananan dan kenyamanan lengkap yang berfungsi optimal. Suatu kendaraan dapat dikatakan baik apabila bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara. Semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat dilengkapi dengan berbagai sistem, salah satu dari sistem itu adalah sistem pengereman. Rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan laju kendaraan. Sistem ini sangat penting karena memiliki fungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendara yang aman. Kendaraan tidak dapat berhenti apabila pengereman hanya dilakukan dengan pengereman mesin, kelemahan ini harus di kurangi agar dapat menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti. Kerja rem di sebabkan adanya gaya gesek pad rem melawan sistem gerak putar piringan (disc).

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto : Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh. Carilah kejujuran walaupun mengira akan celaka tetapi sebenarnya selamat. Dan hindarilah kebohongan itu walaupun kamu mengira selamat, namun sebenarnya celaka. Kesabaran dan kesadaran adalah milik orang yang tidak pernah berbuat, memperbaiki kesalahan adalah milik orang yang banyak berbuat.

Persembahan : Bapak ibu tercinta Kakakku tersayang Yang terkasih Teman-temanku yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu Almamaterku

iv

Drs. Soesanto selaku Dekan Fakultas Teknik UNNES. M. 5. 2. Pramono. oleh karena itu penulis sangat berterima kasih kepada yang terhormat : 1. Akhirnya penulis berharap semoga proyek akhir ini bermanfaat Amin. Drs. 3.Si selaku Rektor UNNES Prof.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia. MPd selaku Dosen Penguji Tugas Akhir. Bapak ibu serta kakak-kakakku yang telah memberikan dorongan dan semangat. Sujono Sastroatmodjo. Drs. Dr. Soedartono. Ketua Jurusan Teknik Mesin UNNES. 6. 4. Dr. Mei 2007 Penulis v . Semarang. sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan proyek akhir berjudul “Cara Kerja Dan Perbaikan Rem Disc Brake” Penulis menyadari dengan keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki tentunya proyek akhir ini tidak akan terwujud tanpa ada bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Widi Widayat. selaku pembimbing lapangan.

.................................. KATA PENGANTAR ..................................... Trouble Shooting ................................................................... DAFTAR TABEL ........................ Gangguan Pada Disc Brake . BAB I... Pemecahan Masalah ........... B........... G.......... ABSTRAK .................................................... PENDAHULUAN A...DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................................................................................................................................................................................... Landasan Teori ............................................. Tujuan ............................................................ Sistematika Penulisan ................... B.................................................... Manfaat ............................................. Perawatan Disk Brake ......... Metode Pengumpulan Data ......................................... C............. G......... Alasan Pemilihan Judul .................................. E............................................. Rumusan Masalah ..................................................... F............... i ii iii iv v vi viii ix x 1 2 3 4 4 5 5 6 9 10 14 16 19 27 vi ........... HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ Disc Brake ........... Prinsip Kerja Disc Brake .......... CARA KERJA DAN PERBAIKAN REM DISC BRAKE A........................................................................................................................................................................................................................................................................ DAFTAR GAMBAR ............... C.............................................................. Komponen Disc Brake ................................. BAB II...................................... DAFTAR ISI .................................. F................................... D..................................................... DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................................................................................. D................ MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........... E...................................................................................................................

....... PENUTUP A........................................................ 30 30 31 32 vii ........................................................................................... Saran ... B............................... DAFTAR PUSTAKA .................................................. Lampiran-Lampiran ...............BAB III...................... Simpulan ................................................................................................

.................................... Komponen Master Silinder .................................. Gambar 5..................... Gambar 11... Konstruksi rem piringan ............ Disc ( piringan ) ....................... Komponen Kaliper ..................... Gambar 9.... Komponen Boster Rem ....... Gambar 4....................................................................... Mengukur Tebal Disc ... Gambar 13................ 7 8 9 11 11 12 13 13 15 15 16 16 17 18 Gambar 10.......................... Gambar 6......... Cara kerja Disc Brake Saat tekanan dibebaskan ....................................................................................................................................... Gambar 2............................................ Pembuangan Udara dari Saluran Rem ..... Gambar 12............ Gambar 14............ Mengukur tebal lining pad ............ Gambar 7..................................................................... Mengukur Run Out Disc ....... Kaliper Jenis floating caliper ........... viii .................................. Gambar 3....................................................................................................................... Gambar 8........................DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Cara Kerja Disc Brake Saat piston ditekan ......................... Kaliper jenis Fixed Caliper ............................ Pad rem Disc Brake ......................

......................... 27 ix ........................................................DAFTAR TABEL Tabel Trouble Shooting .......

Gambar-gambar Chasis Stand. Surat Tugas Dosen Pembimbing Lampiran 3. Lampiran 2.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Tugas Panitia Ujian x .

Rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan laju kendaraan.BAB I PENDAHULUAN A. Kepuasan konsumen akan tercapai dari segi artistik kendaraan baik eksteterior maupun interor yang bagus dan beberapa peralatan tambahan yang memudahkan pemakai. dan terobosan teknologi terbaru harus memenuhi tuntunan konsumen yang lebih mudah. Inovasi di bidang otomotif saat ini semakin memanjakan pemakai. salah satu dari sistem itu adalah sistem pengereman. Sistem ini sangat penting karena memiliki fungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendara yang aman. Selain itu juga mesin memiliki performance yang tinggi. Perkembangan ini berdampak juga pada perkembangan teknologi tranportasi. Suatu kendaraan dapat dikatakan baik apabila bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara. Semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat dilengkapi dengan berbagai sistem. aman dan nyaman. Kendaraan tidak dapat berhenti apabila pengereman hanya dilakukan dengan pengereman mesin. kelemahan ini harus di kurangi agar dapat menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti. perkembangan ilmu sangat pesat terutama di bidang IPTEK. Latar Belakang Pemilihan Judul Memasuki era global yang serba praktis. 1 . Kerja rem di sebabkan adanya gaya gesek pad rem melawan sistem gerak putar piringan ( disc ). serta perangkat keamananan dan kenyamanan lengkap yang berfungsi optimal.

Bagaimana cara memperbaikinya ? C. dan 4. Untuk mengetahui lebih banyak tentang komponen dan cara kerja dari sistem pengereman. tanpa adanya sistem pengereman kendaraan tidak dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara. Apa saja komponen yang terdapat pada rem Disc Brake ? 3. B. Cara kerja rem Disc Brake adalah tekanan hidrolik dari master silinder. kemudian mendorong piston dan selanjutnya menekan pada rotor Disc. Pemecahan Masalah 1. Apa saja indikasi kerusakan rem . Pada saat yang sama tekanan hidrolik menekan sisi pad sehingga menjepit Disc dan terjadilah usaha pengereman. Sistem pengereman merupakan salah satu sistem yang mempunyai fungsi fital. Adapun yang melatar belakangi penulis membahas judul tersebut adalah sebagai berikut : 1. .2 Dari uraian di atas penulis tertarik untuk memilih judul “ Cara kerja dan perbaikan rem Disc Brake ” dengan harapan penulis dapat mempelajari dan memahami topik tersebut. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas terdapat permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana cara kerja rem Disc Brake ? 2. 2.

Komponen yang terdapat pada rem Disc Brake diantaranya adalah : Boster. Indikasi kerusakan dan cara mengatasi kerusakan pada rem Disc Brake diantaranya adalah : Indikasi Kerusakan Batang pendorong boster salah penyetelan Piston berkarat atau macet Pad rem aus Sil pada master silinder retak Pipa rem bocor Piston master silinder luka Cara Mengatasinya Setel batang pendorong booster Bersihkan dan lumasi piston Ganti pad rem Ganti sil master silinder Ganti pipa rem Ganti piston master silinder . Kaliper. Master Silinder. dan piringan ( Disc Brake ) 3.3 2.

Bagaimana cara memperbaikinya ? E.4 D. F. Untuk mengetahui komponen rem Disc Brake. 2. adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengkaji tentang rangkaian rem depan Disc Brake. Metode Interview Yaitu dengan cara mengadakan tanya jawab secara langsung dengan para ahli untuk mendapatkan materi secara langsung. Bermanfaat bagi masyarakat pengguna rem Disc Brake adalah mengetahui kerusakan dan cara memperbaikinya. Untuk mengetahui troouble shooting rem Disc Brake. Metode Observasi Yaitu pengumpulan data pada objek dengan jalan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian. 4. Manfaat Manfaat yang diperoleh dari pembahasan cara kerja dan perbaikan rem Disc Brake adalah sebagai berikut : 1. Metode Pengumpulan Data 1. Memahami pengetahuan tentang rem depan Disc Brake 2. 2. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai pada penulisan proyek akhir tentang cara kerja dan perbaikan rem Disc Brake. 3. Dapat memahami komponen-komponen rem Disc Brake 3. .

Gangguan rem Disc Brake serta. b). Latar belakang pemilihan judul. Manfaat. dan yang terakhir daftar pustaka serta lampiranlampiran. Penutup. Tujuan. Sistematika laporan. BAB II : ISI Bab ini berisi : a). f). d). Komponen-komponen rem Disc Brake. Simpulan. Tempat observasi dan merangkai TA di bengkel Bangkit. BAB III : PENUTUP Pada bab ini di bahas : a). b).5 3. Rumusan masalah. e). 4. b). Sistematika Penulisan Dari data di atas maka penulis akan menulis laporan proyek akhir ini dengan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Pada pendahuluan berisi tentang : a). Cara mengatasinya. Metode pengumpulan data serta. . Dasar teori sistem rem depan Disc Brake. c). c). G. d). Studi Pustaka Yaitu dengan cara mencari data melalui buku-buku literatur yang berhubungan dengan sistem pengereman.

c) Mempunyai daya tahan yang cukup. Syarat rem yang baik adalah : a) Dapat bekerja dengan baik dan cepat b) Apabila beban pada semua roda sama. Rem bekerja disebabkan oleh adanya gaya gesek pad rem melawan sistem gerak putar piringan (disc). untuk kendaraan dapat berhenti di butuhkan rem. Landasan Teori 1. maka daya pengereman harus sama atau gaya pengereman harus sebanding dengan beban yang diterima oleh masing-masing roda. 6 .6 BAB II CARA KERJA DAN PERBAIKAN REM DISC BRAKE A. karena memiliki fungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin keamanan bagi pengendara. d) Mudah disetel dan diperbaiki. Peralatan ini sangat penting. Pengertian Rem Rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan. kendaraan cenderung bergerak sehingga kendaraan sulit untuk dihentikan. Kendaraan tidak dapat berhenti apabila pengereman hanya dilakukan dengan pengereman mesin.

Komponen Boster Rem . dan energi potensial (kecepatan awal). energi kinetik (kecepatan). Boster rem mempunyai membran yang kerjanya disebabkan karena adanya perbedaan antara tekanan dan kevakuman yang dihasilkan dari dalam intake manifold mesin. Gambar 1. Prinsip kerja boster rem menggunakan hukum bernoulli yaitu fluida dalam keadaan mengalir kontinu mempunyai energi tekanan. Mekanisme Penggerak Hidrolik Prinsip kerja rem hidrolik adalah menggunakan hukum pascal yaitu gaya penampang dari fluida akan menghasilkan tekanan yang akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar.7 2. Untuk melipat gandakan daya penekanan pedal digunakan boster rem sehingga daya pengereman yang dihasilkan lebih besar.

maka piston akan bergerak maju. Tekanan minyak rem yang ada dalam master silinder akan semakin besar dan akhirnya minyak menuju ke silinder roda melewati katup pengecek. Gaya penekan pedal rem akan dibuat menjadi tekanan fluida oleh piston dari master silinder.8 Master silinder dihubungkan dengan pedal rem dan membran untuk memperoleh daya pengereman yang besar dari langkah pedal minimum. Cara kerja master silinder adalah apabila pedal ditekan . Piston akan kembali ke posisi semula apabila pedal rem dibebaskan dengan bantuan pegas pengembali. maka diperlukan diameter silinder yang besar. Gambar 2. Untuk memperbesar suatu gaya pengereman. akibatnya minyak rem akan mengalir ke tangki melalui saluran di depan master silinder. Dorongan piston akan menyebabkan tekanan minyak naik. sehingga mendorong katub inlet sampai menutup saluran ke tangki. Pada umumnya kendaraan menggunakan rem yang mempunyai daya pengereman yang berbeda antara rem belakang dan rem depan. dengan daya . Komponen Master Silinder Tekanan ini dipindahkan melalui pipa rem dan bekerja pada sepatu atau pad rem untuk menghasilkan pengereman.

Rem hidrolik lebih terespon lebih cepat dibanding tipe lainnya. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara pad dan cakram. Cylinder 5. Disc Brake Disc brake digunakan sebagai pengganti rem tromol. Pads 2. terdiri dari cakram yang berputar dengan rotor dan bahan gesek yang mendorong dan menjepit cakram. dimana pada dasarnya piringan cakram. Dengan kelebihan tersebut rem hidrolik lebih banyak digunakan pada kendaraan penumpang dan truck ringan. Mounting Gambar 3.9 pengereman untuk roda depan harus lebih besar dari gaya pengereman roda belakang. Besarnya gaya pengereman dapat diatur sesuai dengan perbandingan antara diameter master silinder dan silinder roda. maka untuk memperkuat daya pengereman roda depan silinder roda dibuat lebih besar. Konstruksi Rem Piringan . 1. B. dan konstruksinya lebih sederhana. Piston 4. Ring 3.

b. Berbeda dengan rem tromol maka ekspansi panas tidak dapat menyebabkan adanya perubahan dalam renggangnya seperti terdapat pada rem tromol. Tidak terdapat self energizing effect dan akibatnya tidak diperlukan penambahan tenaga rem. dimana kecenderungan kerenggangan akan bertambah. d. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad. e. Pad Rem Pad tersebut dari campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Karena konstruksi yang sederhana maka pada kanvas rem (brake pad) mudah diganti. maka efek pengereman akan konstan karena air yang menempel pada piringan akan terlempar keluar akibat gaya sentrifugal. Dengan demikian dapat mempermudah dalam pengecekan keausan pad.10 Keuntungan Disc Brake a. penggunaan . c. Bila piringan terkena air. Pada beberapa pad. Tidak menimbulkan bunyi karena piringannya terbuka atau hampir seluruhnya berhubungan dengan udara maka piringan dapat mentransfer panas dengan baik dan juga jarang terjadi gejala fiding. karena itu efek pengereman yang dihasilkan stabil walaupun melakukan pengereman secara berulang-ulang pada kecepatan tinggi. Oleh karena itu perbedaan efek pengereman antara roda kiri dan kanan dapat dieliminir dan kemungkinan kecil terjadi roda menarik ke kiri atau ke kanan pada saat dilakukan pengereman. Komponen Disc Brake Pada umumnya komponen-komponen disc brake adalah sebagai berikut: a. C.

Disc (Piringan) .11 metalic plate dipasangkan pada sisi piston dari pad yang fungsinya untuk mencegah bunyi saat pengereman. Disc (Piringan) Pada umumnya cakram atau piringan terbuat dari besi tuang dan beri lubanglubang yang fungsinya untuk ventilasi serta pendingin. B rake pad Slit Anti-squel shim No. 1 Gambar 4. Pad Rem b. dengan adanya ventilasi umur pad lebih panjang dan tahan lama. 2 Anti-squel shim No. Gambar 5.

Gambar 6. kemudian mendorong piston dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Jenis Fixed Caliper ini sudah jarang digunakan. pada tipe ini piston ditempatkan pada dua sisi kaliper. sistem kerjanya adalah tekanan hidrolis dari master silinder. Untuk itu membutuhkan penambahan komponen yang banyakguna mengatasi hal tersebut. Dalam tipe ini kemampuan pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad sehingga daya . menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Pada disc brake terdapat beberapa jenis kaliper yang diantaranya adalah : 1. Radiasi panas Fixed Caliper terbatas karena silinder rem berada pada cakram dan velg. Tipe Fixed Caliper (Duoble Piston). Pada saat yang sama tekanan hidrolis menekan sisi pad sehingga menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman. Kaliper jenis Fixed Caliper 2. Kaliper Kaliper juga disebut dengan cylinder body. Floating Caliper (Single Piston) pada tipe ini piston ditempatkan pada satu sisi kaliper. memegang piston-piston dan dilengkapi saluran saat minyak rem yang disalurkan ke silinder.12 c.

Ring piston . Tipe ini sering digunakan pada kendaraan penumpang saat ini. Komponen Kaliper Komponen-komponen yang terdapat pada rangkaian kaliper sebagai berikut : a. Hydraulic pressure Floating l Pad Brake disc Piston Steering knuckle Gambar 7. Kaliper Jenis floating caliper Piston Ring piston Karet pelindung Torque plate Gambar 8. Piston b.13 pengereman lebih baik.

Penggunaan rem selanjutnya berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan. Pada kendaraan berjalan mesin berfungsi mengubah energi panas menjadi energi kinetik maka sebaliknya dari prinsip kerja rem yaitu mengubah energi kinetik menjadi energi panas dimana pada saat pengereman akan terjadi gesekan antar pad rem dengan piringan yang akan menghasilkan panas yang selanjutnya panas dilepas ke udara bebas. . maka akan timbul panas karena adanya gesekan antara pad rem dan cakram. Prinsip Kerja Disc Brake Sistem rem piringan bekerja dengan adanya suatu gerak gaya gesek antara pad rem yang diam dengan piringan yang berputar. Sehingga perlu tambahan tekanan hidrolik yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efesien. Cakram yang panas akan mengurangi daya pengereman.14 c. Rem cakram mempunyai batas pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Karena berkaitan dengan aksi self enegizing limited. Selama proses pengereman berlangsung. temperatur pad dan cakram akan naik sehingga akan menyebabkan cakram memuai. Torque plate D. Boster rem mampu melipat gandakan daya penekanan pedal. Komponen tersebut dinamakan boster rem. Karet pelindung d. waktu penekanan pedal lemah mampu diteruskan menjadi daya pengereman yang besar.

Cara Kerja Disc Brake Saat tekanan dibebaskan .15 Piston seal (rubber) deforms as Piston moves Caliper Pad Disc rotor Amount Piston Piston seal (rubber) Of deformetion Gambar 9. Cara Kerja Disc Brake Saat piston ditekan Piston seal returns piston by amount of its deformation Clearance Amount Of return Pad Piston Piston seal Disc rotor Saat tekanan dibebaskan Gambar 10.

Perawatan Disk Brake Perawatan disc brake meliputi: 1. Pemeriksaan komponen disc brake a. Mengukur Tebal Disc . Mengukur Tebal Lining Pad b. Ukur tebal disc mikrometer Bagian yang di ukur Gambar 12. atau bila pad rem sudah mengeras atau ausnya tidak rata. Ukur tebal lining pad Gunakan penggaris. Bagian yang di ukur Gambar 11.16 E. ukur lining pad Tebal Tebal minimum : 20 mm : 10 mm Ganti pad bila tebal adalah minimum atau kurang.

konfirmasikan bahwa gerak bebas bearing depan dalam spesifikasi.000 KM dan apabila . Run out disc maksimal 0.4 mm Ganti disc bila tebal minimum atau kurang. penggantian minyak rem kurang lebih untuk pemakaian 20. ganti disc atau bubut disc. Penggantian minyak rem Pada perawatan berkala pada kilo meter tertentu minyak rem dapat diganti. Mengukur Run Out Disk 2. ukur lining disc Tebal Tebal minimum : 22 mm : 20. dan harus diratakan dengan mesin bubut atau ganti c.17 Gunakan mikrometer. bila piringan tidak rata atau aus. ukur run out disc pada posisi 10 mm dari ujung luar. Center Gauge Disc Brake Gambar 13.06 mm Bila run out lebih besar dari maksimum. Ukur run out disc Gunakan dial indikator. minyak rem memiliki masa pakai tertentu yang harus diganti dengan yang baru. Perlu diperhatikan sebelum mengukur run out.

Minyak rem ada dua macam netral dan biasa. Untuk mobilmobil saat ini biasanya menggunakan jenis netral karena dapat menghasilkan daya pengereman yang bagus.18 masih cukup bagus tetapi dalam reservoir (pada master silinder) menunjukkan batas minimal atau kurang dari tanda F maka perlu untuk ditambah. Gambar 14. Ulangi sampai tidak ada lagi gelembung udara. 3. keluarkan udara dengan jalan tekan pedal rem berulangkali kemudian kendorkan nepel buang udara dengan cara pedal rem masih ditekan. Jika saluran rem kemasukan udara. buanglah udara tersebut. Pemeriksaan pipa dan saluran minyak rem Pemeriksa sistem rem dari kebocoran dan masuknya udara. Jika sistem rem diperbaiki atau ada udara di sistem rem. Minyak rem yang digunakan tipe DOT 3. Pembuangan Udara dari Saluran Rem .

Gangguan-gangguan yang sering terjadi pada Disc brake a.19 4. pada disc juga dilakukan pengamplasan apabila perlu dibersihkan dengan menggunakan tekanan udara kompresor. b. F. Rem macet pada saat terjadi pengereman ( rem tidak bekerja ). Kencangkan baut kaliper sesuai torsinya. rem cakram masih sering mengalami gangguan-gangguan yang bersifat sementara atau bahkan mengalami kerusakan. Pengereman tidak stabil disebabkan disc brake yang digunakan sudah cukup lama dan kondisi yang sudah tidak rata. Gangguan pada Disc brake Pada sistem rem cakram meskipun memiliki keuntungan-keuntungan yang cukup banyak dibandingkan dengan rem tromol. 1. Pada pemasangan pad rem supaya diberi gemuk (fat) di bagian yang bergesekan dengan dudukan pad rem pada kaliper agar gerakan pad rem lancar. Pembersihan pada rem Setiap kelipatan 10. c. Rem berbunyi pada saat melakukan pengereman ataupun pada saat kendaraan berjalan ( terdapat gesekan ) . 000 km pada kendaraan perlu ada pembersihan dan penyetelan rem (clean and adjusting) perlakuan pada disc brake adalah dengan membersihkan pad rem dan disc dengan jalan mengendorkan baut kaliper kemudian melepas pad rem dan diamplas.

Gejala suara yang lama-kelamaan akan mengakibatkan panas pada piringan karena gesekan. Analisis gangguan Setelah mengetahui gejala yang timbul akibat gangguan pada Disc brake selanjutnya dilakukan analisis atas gangguan-gangguan tersebut. Gejala yang sering timbul Beberapa gangguan yang terjadi dapat diketahui gejala-gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut: a. Gejala lain yang sering timbul akibat piringan atau cakram rem mengalami keausan atau tidak rata. c. Gejala yang timbul akibat terjadi kemacetan pada rem cakram adalah pengereman menjadi kurang maksimal atau bahkan rem menjadi tidak bekerja. Analisis dilakukan untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang mengkibatkan gangguan pada disc brake. kemudi akan berbelok pada sisi roda yang macet. saat mobil kecepatan tinggi dan melakukan pengereman maka kemudi akan terasa bergetar. Bunyi rem saat kendaraan berjalan ataupun saat melakukan pengereman. 3. Selain itu apabila kemacetan hanya pada salah satu roda depan pada waktu melakukan pengereman. b. Hasil analisis pada permasalahan pada rem cakram diatas adalah sebagai berikut: .20 2.

yaitu : 1) Kondisi permukaan piringan yang sudah aus dan tidak rata dikerenakan pemakaian yang sudah terlalu lama dan perawatan yang kurang baik. Piringan rem telah aus. E. Hal tersebut diakibatkan oleh : Pad rem telah habis sehingga terjadi gesekan antara pad dengan piringan. Rem macet Kemacetan rem diakibatkan beberapa hal. 2) Kemacetan rem juga disebabkan macetnya piston pada master silinder karena karat B. Hal ini disebabkan karena piringan telah cacat dan berkarat ( telah berumur ) . Hal ini disebabkan kualitas pad yang tidak sesuai. 2) Rem bergetar juga dapat disebabkan karena pad rem yang sudah mulai mengeras dan kualitas pad rem yang tidak bagus. D. Rem terasa bergetar saat terjadi pengereman atau saat pedal rem diinjak. C. Keluarnya bunyi pada saat kendaraan berjalan atau pada saat melakukan pengereman. Hal di atas disebabkan beberapa hal. Korosi juga disebabkan karena rusakanya karet pelindung sehingga memungkinkan air masuk kedalam silinder.: 1) Piston di dalam silinder tidak dapat meluncur ketika pedal rem ditekan.21 A. Pad rem mengeras. hal ini kemungkinan disebabkan karena Piston mengalami korosi sehingga piston rem menjadi lengket dengan silindernya.

Pekerjaan atau langkah-langkah untuk memperbaiki rem yang macet perlu dilakukan antara lain: 1) Membongkar kaliper a) Menguras minyak rem hingga habis dan siapkan bak air serta air bersih. namun apabila mengenai cat body segera disiram dengan air agar menjadi netral. dalam pengurasan minyak rem jangan sampai mengenai cat body karena akan melunturkan cat. Disebabkan penyetelan awal yang kurang tepat. 4. Melemahnya shim anti bunyi yang terdapat pada pad. f) Melepas karet penutup dan klip ring (ring pengunci karet tersebut) . e) Pembongkaran piston rem dilakukan sebaiknya dalam bak air yang dicuci detergen. Kerusakan pada komponen-komponen kaliper yang terdapat pada silinder yang kotor atau piston silinder sudah mulai berkarat sehingga perlu dibersihkan.22 F. b) Melepas roda pada bagian rem yang macet atau kedua roda. G. Rem macet Dari analisis gangguan yang dilakukan menunjukkan adanya kemungkinan bahwa penyebab kemacetan rem adalah tidak berfungsinya kaliper dengan baik. d) Melepas selang dari master silinder dan lepaskan kaliper dari dudukannya dengan sebelumnya melepas pad rem. c) Melepas baut nepel agar minyak rem dalam silinder keluar. Bantalan nap roda yang tidak tepat. Penanganan gangguan A.

c) Memeriksa keadaan karet penutup. Halhal penting yang perlu dilakukan pada waktu melakukan pemeriksaan adalah sebagai berikut: a) Memeriksa komponen-komponen silinder apabila piston telah mengalami korosi maka harus diganti. apabila sobek atau rusak maka harus diganti agar kotoran dan air dari luar tidak masuk ke dalam silinder sehingga tidak menyebabkan korosi dan rem macet. Proses selanjutnya setelah kaliper dan piston kering adalah melakukan pemeriksaan seluruh komponen-komponen kaliper. setelah bersih keringkan dengan kompresor. 2) Memeriksa kaliper dan Piston Setelah piston rem terlepas bersihkan dengan menggunakan amplas halus hingga bersih dan juga bersihkan silinder.23 g) Membongkar piston rem dengan menggunakan tekanan udara kompresor apabila sulit gunakan minyak rem untuk mempermudah proses pelepasan atau menggunakan minyak anti karat sebagai pelicin. pada saat pengamplasan dilakukan dengan menggunakan amplas halus (no : 1) dan dengan air agar tidak terjadi kecacatan atau goresan pada piston maupun silinder. 3) Memasang Piston dan Kaliper a) Memasang piston pada kaliper setelah diketahui bahwa komponenkomponennya dalam keadaan kondisi baik. b) Memeriksa keadaan karet seal apabila telah mengeras atau rusak maka perlu diganti. . hal ini dimaksudkan agar dapat diketahui komponen-komponen mana yang masih baik sehingga bisa digunakan kembali.

Melepaskan piringan (disc) dari poros roda depan. B. a) Melepas roda bagian depan b) Mengendorkan baut pengunci disc dengan cara menginjak rem sehingga pada saat baut dikendorkan.24 b) Memasang seal pada piston. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah: 1. lepaskan saluran minyak. dengan terlebih dahulu minyak remnya. sedangkan untuk kondisi pad rem yang mengeras atau telah habis bentuk penanganannya harus mengganti. Penanganan yang harus dilakukan sama dengan penanganan kondisi rem yang terlalu mengkilap yaitu dengan cara pembubutan. c) Memasang piston pada silinder dengan hati-hati dan pastikan pemasangannya rata sehingga piston dapat masuk dengan mudah. 4) Memeriksa dan membersihkan master silinder Membongkar master silinder dilakukan jika kaliper telah diperbaiki tetapi rem masih mengalami kemacetan. Rem yang bergetar Rem yang bergetar pada disc brake dimungkinkan terjadi karena permukaan disc atau piringan yang tidak rata. kemudian lumasi piston dan silinder dengan minyak rem. . kemudian pasang kaliper dan kelengkapannya seperti semula. apabila dapat terpasang dengan lancar dapat dipastikan rem tidak macet. disc tidak ikut berputar. d) Memasang karet penutup dan klip ring. Jika tidak ada cacat maka master silinder dapat dipasang kembali dan jika ada yang cacat atau rusak maka master silinder harus diganti. kemudian lakukan pembongkaran piston master silinder dan bersihkan dengan air bersih.

d) Memasang kembali rodanya dan kencangkan keempat baut penguncinya. d) Lepaskan disc dengan terlebih dahulu melepas baut penguncinya. Untuk itu maka permukaan piringan harus diratakan. Proses pembongkaran dilakukan untuk mengetahui bahwa kondisi permukaan piringan sudah tidak rata. b) Memasang kembali kaliper dan pad rem kemudian mengencangkan bautbaut penguncinya. 3. 2. Kondisi permukaan piringan akan sangat mempengaruhi proses pengereman. Memasang piringan atau disc a) Memasang disc pada poros roda kemudian mengencangkan baut penguncinya. Gesekan tersebut akan mengakibatkan panas pada piringan dan besi pad sehingga menurunkan kualitas dari piringan. . c) Pastikan seluruh baut sudah terkunci dengan kuat dan tidak ada komponen yang tidak terpasang.25 c) Melepas baut pengunci. gesekan pada piringan akan menjadikan piringan menjadi tipis. Selain menjadikan permukaan piringan tidak rata. Kondisi permukaan yang tidak rata disebabkan oleh kondisi pad yang sudah habis sehingga piringan akan bergesekan terus dengan besi pad. Meratakan permukaan piringan (disc). dan kemudian angkat kaliper untuk kemudian dibersihkan. Proses perataan piringan biasanya dilakukan di bengkel bubut. selang rem.

c) Munculnya suara yang diakibatkan oleh rusak atau ausnya shim anti bunyi. b) Munculnya suara yang diakibatkan penyetelan kedudukan bantalan nap roda yang tidak atau terlalu longgar. langkah yang harus dilakukan adalah dengan cara mengganti pad tersebut. Proses penanganan yang sesuai dengan analisa yang dilakukan akan mampu untuk menghilangkan suara atau bunyi pada rem.26 C. . langkah penanganannya adalah harus melakukan pembongkaran dan kemudian melakukan penyetelan yang sesuai. langkah penanganan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pembongkaran kaliper kemudian mengganti shim anti bunyi dengan yang baru. Rem berbunyi Munculnya suara atau bunyi dari rem dimungkinkan terjadi karena banyak hal. Penanganan rem berbunyi dapat dilakukan sebagai berikut: a) Munculnya suara atau bunyi pada rem diakibatkan oleh pad yang sudah aus atau mengeras.

Bongkar silinder master dan lihat piston apakah ada luka 4. Periksa ban apakah bersinggungan dengan bodi 4. Saluran rem tersumbat 1. Batang pendorong booster salah penyetelan 2. Periksa pipa rem . Kencangkan baut pengunci roda 3. Terjadi pergesekan antara penutup debu dengan rotor 4. Ganti pad rem 2. pad rem aus 2. Tekan pedal berulangkali kemudian kendorkan nepel dengan pedal rem masih di tekan. Ada udara dalam pipa rem Timbul suara gesekan pada saat direm 1. Perbaiki kebocoran 3.27 G. Trouble Shooting Gangguan Pedal rem rendah atau ringan Penyebab 1. Terjadi pergesekan ban terhadap rangka atau bodi 1. Periksa penutup debu 4. Lihat sambungan pipa rem 3. Kebocoran pipa rem 3. Lakukan pembuangan udara Cara mengatasi 1. Pad rem tipis 2. Bongkar kaliper dan lihat pad rem 2. Silinder master rusak Analisis 1. Ganti pad rem 2. Terjadi gesekan antara kaliper dengan rotor atau roda 3. buka ban dan periksa limit pad rem 2. Ganti yang diperlukan Rem macet 1. Setel batang pendorong booster 2. Periksa batang pendorong booster 1.lakukan sampai tidak ada gelembung udara 1. Bubut atau ganti master silinder 4. Ganti penutup debu jika rusak 3. Cek baut pengunci roda 4. Perbaiki seperlunya 2.

Ganti pad rem 1. Perbaiki seperlunya 4. Kesalahan penggunaan pelapis atau pad rem 3. Periksa booster rem 4. Periksa master silinder apakah piston master silinder tergores 5. Bushing peluncur aus 1. Kencangkan 3. Silinder roda atau piston kaliper macet 4. Ganti pad rem 2. Baut pemasang kendor 3. Perbaiki silinder 3. pad rem retak 1. Perbaiki seperlunya 1. Pedal rem atau batang pendorong booster rem salah penyetelan 5. Perbaiki booster rem 4. Periksa baut pemasang 3. Periksa bushing peluncur 1. Periksa pelapis atau pad rem 2.28 3. Setel 1. Periksa pedal atau batang pendorong 1. Plate penahan pad lepas atau kendor 2. Periksa pedal atau batang pendorong 3. Pedal rem atau batang pendorong booster salah penyatelan 1. Bersihkan atau perbaiki 2. Periksa saluran vakum 5. Periksa pipa rem 1.tercemar atau berkaca 2. Periksa plate penahan pad 2. Piston macet di dalam silinder 3. Lepas dan periksa pad rem 3. Booster rem rusak 4. Ganti 3. Setel . Periksa pad rem 1. Ganti bushing peluncur 1. Periksa piston 3. Master silinder rusak 3. Terjadi kebocoran vakum 5. Pelapis atau pad rem kotor. Perbaiki seperlunya 5. Bongkar kaliper dan bersihkan 4. Perbaiki atau ganti seperlunya Timbul suara menggerit Pedal berat tetapi pengereman kurang Timbul suara menderit pada rem Timbul suara menderit walau tidak direm 5. Pad rem aus 2. Periksa pad rem 2. Saluran tersumbat 1. Kencngkan plate penahan 2.

Periksa sil master silinder 2. Periksa rotor jika terjadi gesekan 3. Ganti pipa rem 3. Part kit silinder pada master silinder rusak 2. Ganti 1. Pegas pada booster rem lemah 1. Piston master silinder luka 2. Pipa rem bocor 3. Bongkar master silinder dan periksa piston master silinder 3. Rotor bergesekan dengan rumah rem 5. Ganti part kit 2. Periksa pipa rem 3. Perbaiki atau ganti 3. Ganti piston . Bongkar kaliper dan periksa 4. Setelan tekanan angin master silinder kurang pas 4. Ganti karet booster rem 5. Bersihkan dan lumasi seperlunya 4. Karet pada booster rem rusak 5. Pad rem aus Pengereman harus berulangulang 1. Periksa booster rem 2. Periksa karet booster rem 5. Klem pada pipa rem rusak 3. Ganti klem Minyak rem berkurang sendiri 3. Piston berkarat atau macet 4. Ganti pegas booster 1.29 2. Periksa limit pad rem 1. Sil pada master silinder retak 2. Bongkar silinder master dan periksa part kitnya 2. Periksa klem pipa rem 5. Periksa tekanan angin master silinder 4. Daya kembali booster rem atau silinder master atau silinder roda lemah 3. Setel ulang (menyesuaikan tekanan) 4. Bongkar dan periksa pegas booster rem 1. Ganti sil master silinder 2. Perbaiki 5.

B. Pada rangkaian rem depan Disc Brake terdapat 4 komponen utama. Master Silinder. 3. Perlunya mengetahui cara pemakaian rem yang baik dan benar. diantaranya adalah : Boster. SARAN Dari laporan di atas maka saran yang dapat diambil dan perlu diperhatikan diantaranya adalah sebagai berikut : 1. 30 . Pada jenis rem ini menggunakan satu buah piston sebagai penggerak pada rem. Kaliper. Rem hendaknya dilakukan pemeriksaan secara berkala mengingat fungsi rem yang sangat penting. Kerusakan yang sering terjadi pada sistem rem Disc Brake dengan penggerak hidrolik tidak akan terjadi jika dilakukan perawatan secara teratur dan berkala. perawatan dan pemeriksaan secara rutin akan mampu mendeteksi gangguan pada disc brake. 2. Konsruksi sederhana karena menggunakan rem piringan (disc brake) tipe mengambang.30 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dari penulisan laporan proyek akhir diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. dan piringan ( Disc Brake ) 2.

1997. Jakarta : Depdikbud Toyota.Teori dan Perbaikan Rem Mobil. Bandung :Yrama Widya Moch. Teori Chasis dan Body. “New Step 2 Training Manual” Jakarta : PT. Kasim. Toyota Astra Motor Toyota. Teknik Merawat Mobil Lengkap. 2002. “New Step 1 Training Manual” Jakarta : PT. 1995. 1995. Toyota Astra Motor . Bandung : Yrama Widya Daryanto. 2002. Husni.31 DAFTAR PUSTAKA Daryanto.

Chasis Stand tampak Depan Chasis Stand tampak Samping .

Chasis Stand tampak Belakang Chasis Stand tampak Atas .

Master Silinder Boster Rem .

Rektor Universitas Negeri Semarang. apabila telah selesai. Semarang nomor 45/0/2001 tanggal 14 Juni 2001 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan di UNNES Semarang.Pd NIP : 130354839 Pangkat / Golru : Pembina Utama Madia/IV d Jabatan : Lektor Kepala Untuk membimbing TA mahasiswa : Nama : Arif Sugiarto NIM : 5250302509 Program Studi : D3 Teknik Mesin Kedua Ketiga Keempat : Pelaksanaan tugas mulai 12 Juni 2006 s/d 13 Juni 2007 : Membuat laporan kepada Dekan. akan diperbaiki sebagaimana mestinya. M. 2. Tembusan : Yth. Ketua Jurusan Teknik Mesin . Rektor nomor 73/1995 tanggal 17 Juli 1995 tentang Pedoman. SK. 3. Mengingat Memperhatikan : Usul Ketua Jurusan Teknik Mesin Tentang penetapan Dosen Pembimbing Tugas Akhir mahasiswa MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Menunjuk dan memberi tugas kepada : Nama : Drs. Sudartono. Penyusunan Skripsi / TA mahasiswa Strata Satu IKIP Semarang.50229 KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Nomor : 338 /FT-UNNES/2006 TENTANG PENETAPAN DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR MAHASISWA Menimbang : Bahwa untuk memperlancar para mahasiswa Fakultas Teknik membuat TA maka perlu menunjuk dan memberi tugas kepada Dosen Fakultas Teknik untuk menjadi pembimbing.com Semarang .DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS TEKNIK Gedung E-1 Kampus Sekaran Gunungpati Telp/Fax (024) 8508101-8058009 Email : ft_unnes@yahoo. SK Rektor UNNES nomor 124/P/2003 tanggal 17 Oktober 2003 Tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Teknik UNNES. : Jika dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini. : 1. SK.

Pembantu Dekan II Fakultas Teknik 3. Ketua Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik .Tembusan : 1. Pembantu Dekan I Fakultas Teknik 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful