LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDU

Judul Praktikum Mata kuliah / kode Semester / SKS Nama mahasiswa NIM Kelompok Tanggal Praktikum Tanggal Penyerahan Dosen Pengampu Nilai

: Operasi Generator AC 3 fasa (Alternator) : Praktikum Mesin Listrik Lanjut ( DTE 202 ) : Empat (4) / (2) SKS : Muhammad Yusuf : 5311310002 : 1 (satu) : Kamis, 24 Mei 2012 : Jum’at, 01 Juni 2012 : SUTARNO :……………………………………………………...

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI DIPLOMA TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011 - 2012

B. . Dapat mengoperasikan alternator. baik seimbang maupun tidak seimbang terhadap operasi (tegangan / arus) alternator. atau generator sinkron. Konstruksi generator arus bolak-balik. Dapat membuat analisis serta kesimpulan tentang operasi generator ac 3 fasa tersebut. Mengetahui prinsip kerja generator ac 3 fasa (alternator). Generator arus bolak-balik 1 fasa Generator arus bolak-balik 3 fasa Gambar 1. e. generator AC (alternating current). TUJUAN PRAKTIKUM a. Generator arus bolak-balik dibagi menjadi dua jenis. b. yaitu: i. Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga seabagai alternator. Mengetahui perbedaan antara karakteristik hubungan Y/Δ pada stator.FAKULTAS TEKNIK UNNES SEMARANG Laboratorium Elektro E8 Operasi Generator AC Smstr 4 Praktikum ke-3 3 fasa (Alternator) Jurusan : Teknik Elektro Waktu : 2 SKS A. c. ii. baik tanpa beban maupun dalam keadaan berbeban. Mengerti dampak pembebanan. TEORI DASAR Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus bolak-balik. d.

masing fasa seperti ditunjukkan pada Gambar 2. akan tetapi pada generator tiga fasa memiliki tiga lilitan yang sama dan tiga tegangan outputnya berbeda fasa 120o pada masing. Prinsip kerja generator arus bolak-balik tiga fasa (alternator) pada dasarnya sama dengan generator arus bolak-balik satu fasa. dirumuskan sebagai berikut : Dimana. jumlah kutub dan kecepatan putar. Besar tegangan yang dibangkitkan generator bergantung pada : * kecepatan putaran (N) * jumlah kawat pada kumparan yang memotong fluks (Z) * banyaknya fluks magnet yang dibangkitkan oleh medan magnet Hubungan antara frekuensi. maka pada penghantar tersebut akan terbentuk gaya gerak listrik.Prinsip dasar generator arus bolak-balik menggunakan hukum Faraday yang menyatakan jika sebatang penghantar berada pada medan magnet yang berubah-ubah. Gambar 2. Skema lilitan stator generator tiga fasa. f = frekuensi (Hz) P = jumlah pasang kutub pada stator n = kecepatan putar rotor (rpm) .

Gambar 4. Karakteristik berbeban. Gambar 5. sedangkan prinsip hubungan Δ adalah ujung-ujung yang tidak sejenis dihubungkan. Konfigurasi pengawatan Y dan Δ. . Prinsip hubungan Y adalah ujung-ujung yang sejenis dihubungkan. Hubungan dan karakteristik generator tanpa beban.Gambar 3.

Gambar 6. Tujuan dihubung bintang adalah untuk mendapat dua besaran tegangan yang berbeda dimana tegangan line lebih besar dari pada fasa. namun arus line sama dengan arus fasa. Gambar 7. Tujuan dihubung bintang adalah untuk mendapat dua besaran tegangan yang berbeda dimana tegangan line lebih besar dari pada fasa. Hubungan segitiga pada stator. namun arus line sama dengan arus fasa. . Hubungan bintang pada stator. Persamaan tegangan dan arus beban : . Persamaan tegangan dan arus beban : .

terjadi pertambahan “potensial” dalam sistem C. Beban tidak seimbang : beban yang nilai/besar maupun sifatnya tidak sama. Resistif (contoh : lampu) * se-fasa (faktor daya = 1) * pertambahannya menyebabkan drop tegangan (relatif kecil) 2.Definisi. . terjadi pertambahan “arus” dalam sistem 3. Sifat-sifat beban : (murni / pure) 1. RANGKAIAN PERCOBAAN Rangkaian 1. Perubahan arus tiba-tiba dengan beban seimbang. Beban seimbang : beban yang memiliki nilai/besar dan sifat yang sama persis. Induktif (contoh : balast dan motor listrik) * bersifat lagging (arus terhadap tegangan) * menyimpan energi dalam bentuk beda potensial (dengan menarik arus besar) * melepas energi. Kapasitif (contoh : kapasitor) * bersifat leading (arus terhadap tegangan) * menyimpan energi dalam bentuk charge / muatan * melepas energi.

RPM meter linier BU 1800 rpm .Voltmeter linier BU 300 volt . Perubahan arus tiba-tiba dengan beban tidak seimbang.TPDT  Unit uji beban R dan C .Kapasitor tabung 3.Amperemeter linier BU 3 .SPST switch .Rangkaian 2.Lampu Bohlam 150 watt (Rlampu = ? Ω) . ALAT & BAHAN Alat  Digital Chronograph  Multimeter analog  Obeng plus (+)  Obeng minus (-)  Tang kombinasi Bahan  Generator set 3 fasa  Modul instrumen ukur & kendali .25 µF 250 VA  Motor induksi 3 fasa 1 PK (L) 3 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 2 buah 1 set 1 set 1 set 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah .Unit penguat magnet . D.linier (logaritmis) .Amperemeter non.

Perubahan tegangan tiba-tiba (Suddenly Load) : (variabel pada tabel 1) 1) S1 = ON–OFF–ON 5x dengan durasi waktu cepat dan mencatat perubahan tegangan dan arus pada pada tabel. S3. S2. S1 ON dan S2 ON – OFF – ON. S2 ON – OFF – ON. 15 detik. mencatat perubahan pada tabel. S3 . Variabel 3 : S01 ON dan S1 . 15 detik. Variabel 6 : S01 ON. Tanpa beban : S1 off dan S0 On dan Mengatur If hinga tegangan sistem mencapai 220 V 50 Hz. 4) Proses 1. S1. S1 ON dan S2 ON – OFF 5x dengan perubahan waktu 2. 10 dan 15 detik. h. Mencatat perubahan arus. Variabel 8 : S01 ON – OFF – ON dan S3 . S2 ON – OFF 5x dengan perubahan waktu 2. i. S2. Variabel 1 : S01 ON. OFF dan S0 ON . e. b. Perubahan arus beban berubah tiba-tiba dengan beban tidak seimbang. LANGKAH KERJA 1. S2 ON. S2 ON – OFF – ON. OFF dan S1 ON – OFF – ON. 2. 10. Variabel 4 : S01 ON – OFF – ON dan S3 . 2. b. Variabel 2 : S01 ON. g. d. j. 2) S1 = ON–OFF 5x dengan durasi waktu agak lambat. 10. mengatur If sehingga tegangan sistem mencapai 220 V 50 Hz. c. Variabel 5 : S01 ON. OFF dan S1 ON – OFF 5x dengan perubahan waktu 2. S3 ON – OFF – ON. Perubahan arus beban berubah tiba-tiba dengan beban seimbang. mencatat perubahan arus dan tegangan pada tabel. 15 detik. Variabel 7 : S01 ON dan S1 . S1 . S3 . S3 OFF. S3 OFF. a. f. 10. tegangan dan kecepatan generator pada tabel 2. S1 . 3) S1 = ON–OFF 5x dengan durasi waktu lambat. 5x dengan perubahan waktu 2.E. a. S3 ON – OFF – ON. S2. 3 di ulangi 3x dan memasukan datanya dalam tabel 1. . Tanpa beban S01 .

2 1 1.2 3 1 1 1 1 1 1.2 1 1.5 Ampere.6 3. DATA PENGUKURAN Operasi tanpa beban : Stator terhubung “ Y “ Ephase = 220 volt tercapai pada kondisi : kecepatan rotor + 1500 rpm Operasi dengan berbeban : Tabel 1.5 3.8 3.5 3.8 3 0 3.F.2 1 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 1500 RPM 2 1475 1475 1400 1400 1475 1500 1425 1400 . Beban seimbang suddenly load.5 3.8 3.2 Arus (ampere) 2 1 1 1 1 1 1. Variabel 1 2 3 4 Tegangan (volt) 1 220 205 205 205 2 220 205 205 205 3 220 205 205 205 1 0 3.6 Arus (ampere) 2 0 3.4 1 1500 1500 1500 1500 RPM 2 1500 1425 1425 1425 If = 1. Variabel 1 2 3 4 5 6 7 8 Tegangan (volt) 1 225 225 210 210 220 230 220 215 2 225 225 210 210 220 230 220 215 3 225 225 210 215 220 230 220 215 1 1 1 1 1 1 1.2 1 1. Beban tidak seimbang suddenly load. f = 50 Hz I = 0 ampere Tabel 2.

61 ampere. Pada daya yang sama arus akan sedikit lebih kecil. dan itu re latif cukup menguntungkan. Itu dimaksudkan untuk mendapat tegangan yang besar dimana Vline adalah Vphase .5 Hz.G. diketahui bahwa tegangan fasa yang terukur saat itu adalah sama. Dan praktikum yang dilakukan adalah dengan mengkonfigurasikan belitan stator menjadi hubungan bintang dengan sistem 4 saluran/kawat/kabel (fasa R. S. sedangkan perubahan frekuensi output akan berakibat secara nyata dan langsung terhadap nilai impedansi (reaktansi induktif maupun reaktansi kapasitif). Tegangan 220 volt adalah besar tegangan setiap fasa pada generator. Sesuai dengan data yang telah diperoleh bahwa syarat tegangan 220 volt dan frekuensi 50 Hz tercapai ketika kecepatan rotor 1500 rpm dengan penguatan magnet sebesar 1. Ketika itu belum ada arus terukur atau mengalir karena belum menjadi loop tertutup atau belum diberi beban. Hal itu . Langkah berikutnya adalah merangkai beban yang sifatnya seimbang. T. Perubahan tegangan terhadap tegangan standar akan berakibat tidak optimalnya fungsi beban (< 220 volt) atau bahkan terjadi kerusakan (> 220 volt). Beban yang dipakai ialah tiga buah motor induksi 3 fasa berdaya 1 PK yang terhubung segitiga pada terminal-terminalnya. Data pada tabel 1 memberi informasi bahwa tegangan setiap fasa turun dari 220 volt menjadi 205 volt dan arus rata-rata sebesar 3. ingin dihubung bintang atau segitiga.5 ampere. terutama untuk mensuplai daya pada motor sebagai beban induktif. beban berubah tiba-tiba namun kondisi akhir merupakan beban seimbang. Tegangan standar harus mencapai + 220 volt dengan toleransi 200 – 240 volt dan frekuensi standar harus 50 Hz. Kemudian harus mengatur tegangan serta frekuensi output standar yang dianut di seluruh wilayah Indonesia. PEMBAHASAN Langkah paling awal yang perlu dilakukan adalah membuat hubungan pada stator. dan saluran netral). dilain pihak justru arus pada setiap fasa besarnya sedikit berbeda dan putaran generator menurun sebesar 75 rpm dari 1500 rpm menjadi 1425 rpm yang berarti frekuensi output sebesar 47. Sesuai dengan data yang diperoleh dalam tabel 1.

Langkah selanjutnya adalah merangkai beban yang sifatnya tidak seimbang. Beban yang dipakai ialah tiga buah lampu bohlam 150 watt dan kapasitor 3. arus terukur cenderung besarnya. Akibat dari drop tegangan adalah menurunnya kecepatan rotor hingga menjadi 1425 rpm. beban tidak seimbang dan berubah tiba-tiba.menunjukkan bahwa beban yang cukup besar dapat mengakibatkan drop tegangan pada sistem yang dalam hal ini adalah stator generator.linier sehingga sulit untuk membaca penunjukan instrumen ukur tersebut. diketahui bahwa tegangan fasa yang terukur saat itu adalah relatif sama.25 µF 250 VA serta motor induksi 3 fasa. Sesuai dengan data yang diperoleh dalam tabel 2. namun justru arus pada setiap fasa besarnya sama dan putaran generator menurun secara bervariasi dari 1500 rpm menjadi 1475 rpm. Sebenarnya itu terjadi akibat ampere meter yang digunakan adalah non. __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ . Data pada tabel 2 memberi informasi bahwa tegangan setiap fasa berubah secara variatif dari 220 volt menjadi 225 volt. 1425 rpm bahkan hingga 1400 rpm. Sedangkan walaupun sifatnya tidak seimbang. itu mungkin dikarenakan antara beban satu dengan yang lain tidak memiliki s ifat dan karakteristik yang persis sama. arus terukur relatif sedikit berbeda besarnya. 230 volt saat beban mengandung unsur bersifat kapasitif (kapasitor). pada nilai impedansi yang sama. tegangan akan sedikit naik/bertambah (tentu saja bergantung pada kapasitasnya sendiri dan frekuensi sistem). Sedangkan walaupun sifatnya seimbang. 250 volt hingga 210 volt saat beban mengandung unsur resistif serta induktif namun arus cenderung sama. Hal itu menunjukkan bahwa beban kapasitor sebenarnya dapat mengkompensasi (kompensator) terjadinya drop tegangan dengan cara menyimpan energi dalam waktu tertentu dan melepasnya kemudian dalam bentuk muatan.

karena pada daya yang sama. tegangan maupun arus pada setiap fasa adalah sama. beda potensial antara kedua ujungnya serta kapasitasnya sendiri) ia menyimpan energi listrik (dalam bentuk charge / muatan) kemudian muatan listrik tersebut dilepas (discharge). 2. Karena impedansi dalam loop tertutup tetap/sama/tidak berubah maka akan terjadi “penambahan potensial” sebesar beberapa volt. . 7. Dan perubahan kecepatan rotor akan berpengaruh pada frekuensi output. Frekuensi output harus diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan frekuensi standar yang dipakai di Indonesia. itu mengakibatkan lebih aman bagi sistem pada KHA (kemampuan hantar arus) kawat lilitan yang sama.5 ampere dan kecepatan rotor 1500 rpm. 6. arusnya sedikit lebih kecil dari pada saat dihubung “Δ”. Berbeda dengan beban R maupun L yang menyebabkan drop tegangan. Drop tegangan yang semakin bertambah dapat berpengaruh menurunnya kecepatan putaran. Pada waktu tertentu (tergantung frekuensi sumber yang dikenakan padanya. 8. Tegangan output bergantung pada kecepatan rotor dan besar arus penguat magnet. Tegangan tercapai 220 volt pada saat If = 1. Saat beban seimbang dan beban tidak berubah tiba-tiba. tujuan stator dihubung “Y” adalah untuk mendapat tegangan yang lebih besar (Eline > Ephase) sedangkan dihubung “Δ” bertujuan untuk mendapat suplai arus yang lebih besar (Iline > Iphase). Namun pada umumnya pada stator (alternator) dihubungkan “Y”.H. Pada prinsipnya. dengan mengatur kecepatan rotor hingga sebesar 1500 rpm karena terdapat 4 pasang kutub pada rotor. 3. yakni 50 Hz. 5. beban C justru sebaliknya. KESIMPULAN HASIL PRAKTIKUM 1. Pertambahan beban akan menyebabkan pertambahan drop tegangan pada sistem (stator alternator). 4.

4. Menjauhkan peralatan maupun barang-barang lain yang tidak dipakai dalam praktikum. Mengisolasi atau setidaknya menjauhkan bagian bertegangan maupun bagian bergerak (poros motor) terhadap bahaya sentuhan. TUGAS 1. J. Mengapa alternator pada umumnya di stator dihubung bintang ? Jawab : karena untuk mendapatkan tegangan yang besar (Vline > Vphase) serta titik netral dari sistem tersebut dapat dibumikan sehingga sistem lebih aman dan tegangan sistem relatif jauh lebih stabil. Gambarkan diagram vektor untuk masing. 2. 3. Tidak bercanda saat praktikum dan selalu bersikap waspada / hati-hati. Bekerja dengan posisi yang aman serta nyaman. DOKUMENTASI Gambar 8. 5.1.masing beban ? 2. K. .I.masing beban ! 3. Berapa regulasi untuk masing. Generator AC 3 fasa dengan motor induksi 3 fasa sebagai prime mover yang dikopel menggunakan belt. KESELAMATAN KERJA 1. Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.

Gambar 8. .5 ampere Gambar 8. lampu bohlam sebagai “R” dan motor induksi 3 fasa sebagai “L”. Output tercapai. 220 volt ac dengan frekuensi 50 Hz pada 1500 rpm dan If = 1. Instrumen kendali dan instrumen ukur.2.3.4.Gambar 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful