Amandemen UUD 1945 yang sudah dilakukan empat kali, dalam waktu relatif singkat merupakan salah satu

dampak reformasi di bidang hokum. Semula, UUD 1945 hanya terdiri dari 16 bab dengan 37 pasal. Pada amandemen pertama terjadi perubahan pada sembilan pasal, yaitu pasal 5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 20, dan 21. perubahan terus terjadi pada ketiga amandemen berikutnya. Berikut adalah perbandingan amandemen I UUD 1945 : Pasal 5 ayat 1 • Presiden memegang kekuasaan membentuk Undang – Undang dengan persetujuan DPR.  Presiden berhak mengajukan rancangan Undang – Undang kepada DPR. Pasal 7 • Presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.  Presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan. Pasal 9 • Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agaman atau berjanji dengan sungguh – sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut : Sumpah Presiden (Wakil Presiden) : “Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik – baiknya dan seadil – adilnya, memegang teguh Undang – Undang Dasar dan menjalankan segala undang – undang dan peraturannya dengan selurus – lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa.”

1

” Janji Presiden (Wakil Presiden) : “Saya berjanji dengan sungguh – sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik – baiknya dan seadil – adilnya. saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik – baiknya dan seadil – adilnya. memegang teguh Undang – Undang Dasar dan menjalankan segala undang – undang dan peraturannya dengan selurus – lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa. Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama. Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agaman atau berjanji dengan sungguh – sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut : Sumpah Presiden (Wakil Presiden) : “Demi Allah. atau berjanji dengan sungguh – sungguh di hadapan pemimpin Majelis Permusyawaran Rakyat dengan disaksikan oleh pimpinan Mahkamah Agung. 2) Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat mengadakan sidang. memegang teguh Undang – Undang Dasar dan menjalankan segala undang – undang dan peraturannya dengan selurus – lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa.  (1) Sebelum memangku jabatannya. memegang teguh Undang – Undang Dasar dan menjalankan segala undang – undang dan peraturannya dengan selurus – lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa. 2 .Janji Presiden (Wakil Presiden) : “Saya berjanji dengan sungguh – sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik – baiknya dan seadil – adilnya.

(3) Menteri – menteri itu memimpin departemen pemerintahan. dan lain – lain tanda kehormatan yang diatur dengan undang – undang. Pasal 17 • (1) Presiden dibantu oleh menteri – menteri negara. pertimbangan Dewan 3 . (2) Menteri – menteri itu diangkat dan berhentikan oleh Presiden.  (1) Presiden memberi garasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkaman Agung.  (2) Dalam hal menganggat duta. (2) Presiden menerima duta nugara lain.  Presiden memberi gelar. Pasal 14 • Presiden memberi garasi. Pasal 20 • (1) Tiap – tiap undang – undang menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. abolisi.Pasal 13 • (1) Presiden mengangkat duta dan konsul. dan rehabilitasi. tanda jasa. Pasal 15 • Presiden memberi gelaran. (3) Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan.  (2) Menteri – menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. amnesti. (2) Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden Perwakilan memperhatikan Rakyat. 3) Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. dan lain – lain tanda kehormatan. tanda jasa.

tidak disahkan oleh Presiden. Pasal 21 • (1) Anggota – anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak memakukan rancangan undang – undang. maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.undang itu tidak mendapat persetujuan bersama.  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan undang – undang. 2) Setiap rancangan undang – undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. Naskah perubahan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari naskah Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.  (1) Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang – undang. 3) Jika rancangan undang . (2) Jika rancangan itu. dan mulai berlaku tanggal ditetapkan. 4 .(2) Jika sesuatu rancangan undang – undang tidak mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. 4) Presiden mengesahkan rancangan undang – undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi undang – undang. meskipun disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. rancangan undang – undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. Perubahan tersebut diputuskan dalam Rapat Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-12 tanggal 19 Oktober 1999 Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.

Desi Zidni Azizah (070810251T) (070810255T) (070810256T) (070810257T) (070810779T) (070810780T) Program Studi Teknisi Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNIVERSITAS AIRLANGGA Tahun 2008 5 . Nelly Rusdiana 5. Dwi Prasetyo 3.Tugas Pendidikan Pancasila dan Kewarnagaraan Perbandingan Undang – Undang Dasar 1945 dengan Perubahan Pertama (amandemen) I UUD 1945 Disusun Oleh : 1. Yunita Widayati Sonata 2. Dio Eka Prayitno 6. Elok Novia Putri 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful