P. 1
Riya

Riya

|Views: 81|Likes:
Published by Bryan Jackson

More info:

Published by: Bryan Jackson on Jun 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Riya‟ merupakan suatu jenis penyakit hati yang sangat berbahaya karena bersifat lembut (samar-samar) tapi

berdampak luar biasa. Bersifat lembut karena masuk dalam hati secara halus sehingga kebanyakan orang tak merasa kalau telah terserang penyakit ini. Dan berdampak luar biasa, karena bila suatu amalan dijangkiti penyakit riya‟ maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata‟ala dan pelakunya mendapat ancaman keras dari Allah subhanahu wata‟ala. Oleh karena itu Nabi shalallahu „alaihi wasallam sangat khawatir bila penyakit ini menimpa umatnya. Nabi shalallahu „alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu „alaihi wasallam menjawab: “Ar Riya‟.” (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742) Arriya‟ (‫ )ءايرلا‬berasal dari kata kerja raâ ( ‫ )ىءار‬yang bermakna memperlihatkan. Sedangkan yang dimaksud dengan riya‟ adalah memperlihatkan (memperbagus) suatu amalan ibadah tertentu seperti shalat, shaum (puasa), atau lainnya dengan tujuan agar mendapat perhatian dan pujian manusia. Semakna dengan riya‟ adalah Sum‟ah yaitu memperdengarkan suatu amalan ibadah tertentu yang sama tujuannya dengan riya‟ yaitu supaya mendapat perhatian dan pujian manusia. Perlu diketahui bahwa segala amalan itu tergantung pada niatnya. Bila suatu amalan itu diniatkan ikhlas karena Allah subhanahu wata‟ala maka amalan itu akan diterima oleh Allah subhanahu wata‟ala. Begitu juga sebaliknya, bila amalan itu diniatkan agar mendapat perhatian, pujian, atau ingin meraih sesuatu dari urusan duniawi, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata‟ala. Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya amalan seseorang itu akan dibalas sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (Muttafaqun „alaihi) Ibadah merupakan hak Allah subhanahu wata‟ala yang bersifat mutlak. Bahwa ibadah itu murni untuk Allah subhanahu wata‟ala, tidak boleh dicampuri dengan niatan lain selain untuk-Nya. Sebagaimana peringatan Allah subhanahu wata‟ala dalam firman-Nya (artinya): “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan (ikhlas) ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang

lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (Al Bayyinah: 5)

1. Hasud Salah satu penyakit hati yang sangat besar adalah hasud. Hasud ( dengki ) adalah sikap batin tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya dari orang tersebut. Imam Ghazali mengatakan bahwa hasud itu adalah cabang dari syukh ( ‫ )خشلا‬yaitu sikap batin yang bakhil berbuat baik. Kata hasud berasal dari bahasa Arab, yaitu “hasadun” yang berarti dengki, benci. Dengki merupakan suatu sikap atau perbuatan yang mencerminkan rasa marah, tidak suka karena iri. Dalam kamus Bahasa Indonesia kata “hasud” diartikan membangkitkan hati seseorang supaya marah (melawan, memberontak, dan sebagainya). Dengan demikian yang dimaksud dengan hasud pada hakikatnya sama dengan hasad, yakni suatu perbuatan tercela sebagai akibat adanya rasa iri hati dalam hati seseorang. Rasululloh s.a.w. bersabda : ‫ا‬ (‫ي‬ ‫)ر ا‬

Artinya : “Telah masuk ke dalam tubuhmu penyakit-penyakit umat terdahulu (yaitu) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut”. (H.R. Ahmad dan Tirmidzi) Lebih jauh para ulama mengemukakan pengertian hasud atau hasad sebagai berikut : 1. Menurut Al Jurjani Al Hanafi dalam kitabnya “Al Ta‟rifaat”, hasad ialah menginginkan atau mengharapkan hilangnya nikmat dari orang yang didengki (mahsud) supaya berpindah kepadanya (orang yang mendengki). 2. Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab “Ihya Ulumuddin”, hasad ialah membenci nikmat Allah S.W.T. yang ada pada diri orang lain, serta menyukai hilangnya nikmat tersebut. 3. Menurut Sayyid Qutub dalam tafsir “Al Manar”, hasad ialah kerja emosional yang berhubungan dengan keinginan agar nimat yang diberikan Allah S.W.T. kepada seseorang dari hamba-Nya hilang dari padanya. Baik cara yang dipergunakan oleh orang yang dengki itu dengan tindakan supaya nikmat itu lenyap dari padanya atas dasar iri hati, ataau cukup dengan keinginan saja. Yang jelas motif dari tindakan itu adalah kejahatan. Hal inilah, seperti yang dijelaskan Al Qur‟an sebagai berikut : ( ۵4 : ‫..… ) ء‬ ‫ا‬

dan tidak pernah mendengarnya berkata kecuali kebaikan. Pantaslah jika Rasulullah saw pernah menyebut seseorang sebagai penghuni surga akan lewat di depan sahabat-sahabatnya. dan itulah yang tidak mampu kami lakukan”. hanya saja aku tidak punya rasa benci dan dengki kepada salah seorang pun dari kaum muslimin yang dikaruniai Allah kebaikan”. ia berkata :”Itulah rupanya yang membuatmu mencapai tingkatan itu. ia tidak bangun kecuali untuk shalat subuh. (Q. ia tidak pernah melihat amalan orang tersebut yang berlebihan. yang ketika kejadian itu berulang tiga kali dalam tiga hari Rasulullah menyebutnya sebagai seorang dari penghuni surga.Artinya : “ Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang telah Allah berikan kepadanya …. Bahkan hampir saja Abdullah meremehkan amalannya.Abu Daud dari Abu Hurairah). karena sesungguhnya kedengkian adalah membenci nikmat dan menginginkan lenyapnya nikmat itu dari orang yang mendapatkannya. Di sinilah Abdullah menemukan jawaban itu. Ketika Abdullah mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah telah bersabda begini dan begitu. dan ketika ditelusuri oleh Abdullah bin Amer bin al-Ash dengan bermalam di rumah orang tersebut selama tiga malam. kemudian ia bertanya : ”Apakah gerangan yang membuatmu mencapai tingkatan tersebut?" Orang tersebut menjawab: ”Tidak ada apa-apa kecuali yang kamu lihat. yang sesungguhnya terlihat sangatlah sepele persoalannya meskipun sesungguhnya berat dalam pengamalannya. Cukuplah menjadi renungan kita bersama bahwasanya penyebab pembunuhan pertama kali di muka bumi ini terjadi yaitu anak Adam membunuh saudaranya adalah disebabkan oleh kedengkiannya pada saudaranya atas nikmat yang dimilikinya lalu kita bertanya masihkah kita harus mendengki? .S. Ketika seseorang mengharapkan lenyapnya nikmat dari orang yang didengki maka saat itu ia telah berlaku hasad. dengan keinginan agar nikmat yang didapat orang tersebut segera hilang atau terhapus. kecuali jika berbalik dari tempat tidurnya ia menyebut Allah. Demikianlah nikmatnya jika kita dapat menghidarkan diri dari berlaku hasad pada orang lain yakni surga. An Nisa : 54) Jadi hasud/hasad menurut istilah membenci nikmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada orang lain. bahkan orang itu juga tidak bangun malam. Rasulullah saw menggambarkan betapa tercelanya kedengkian itu dengan sabdanya: ‫ر‬ ( ‫ر‬ ‫ا‬ ‫)ر ا‬ ”Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR.

‫دا ح د‬ ‫د‬ ‫ان ك ا‬ ‫) وا ا ص بر اال‬ ‫اع‬ ‫) د‬ Artinya : “Hasud itu dapat merusak iman sebagaimana jadam merusak madu” (H. dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. 4. tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu”. : 1. Membenci nikmat atau anugerah Allah SWT yang diberikan kepada orang lain.” Dalam kitab Tanbihul Ghafilin yang dinyatakan Imam Abu Laits Samarqandi. Tidak rela menerima pembagian karunia Allah SWT atas dirinya. Simaklah QS. Mengikuti pengaruh Ibnlis/syetan yang sebetulnya sangat merugikan dan menghinakan dirinya sendiri Bahaya-bahaya sifat hasud antara lain sebagai berikut : 1) Merusak iman orang yang hasud. Kalaupun orang lain memperolehnya diharapkan di bawah derajat dirinya. dijelaskan bahwa orang hasud itu telah menentang Allah SWT dalam beberapa hal. membenci. An Nisa‟ [4]: 32 Artinya : ““Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.R Ad Dailami) . ( H. Pelit terhadap pemberian Allah SWT. kalau bisa semua anugerah Allah dan kebajikan jatuh pada dirinya sendiri. 2. dan saling belakangmembelakangi. 3. tak perlu orang lain.R Bukhari dan Muslim ) Setiap muslim/muslimah wajib hukumnya menjauhi sifat hasud karena hasud termasuk sifat tercela dan merupakan perbuatan dosa. dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan.Rasulullah bersabda: ‫باغ ضوا والت داب روا وك ون وا‬ ) ‫) وا وال ت حا سدوا والت قاط عوا والت‬ ‫وانا ك ا رك‬ ‫با‬ ‫وس ب ا‬ Artinya : “Janganlah kamu sekalian saling mendengki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan.

berdusta. mencela. bahkan mengadu domba. Ada 2 macam hasud yang dibolehkn. dengan berlaku hasud otomatis seseorang pasti melakukan hal-hal lain seperti ghibah (mengumpat/menggosip orang).R Abu Dawud ) 3) Tersiksa batinnya untuk selama-lamanya. atau harta benda sementara dia selalu diliputi rasa dengki terus menerus. maka ia akan dipandang rendah dan pasti dijauhi. pangkat.R Bukhari ) 4) Mengarah pada perbuatan maksiat. . Rasulullah bersabda ‫و قض ب ا و ع ا ) وا‬ ‫) ب ا‬ ‫اح‬ ‫تا‬ ‫اح و‬ ‫اال‬ ‫تا‬ : ‫ا‬ ‫د ال‬ ‫ال‬ Artinya : “Tidak boleh iri hati kecuali dalam 2 hal : 1. maka ia pergunakan dan ia ajarkan”. 5) Jauh dari rahmat Allah SWT dan sesama manusia 6) Menghancurkan persatuan dan kesatuan 7) Menyakiti orang lain atau dapat mencelakakan orang lain 8) Terkena hinaan dan kegelisahan apalagi ia menyadari bahwa orang lain telah memahami hasutannya. 9) Kerisauan dan kegelisahan akibat kebencian tak terputus-putus 10) Akan selalu menderita di atas kesenangan orang lain. Seorang yang diberi Allah SWT ilmu hikmah. Seorang yang diberi oleh Allah SWT harta kekayaan maka dipergunakan untuk mempertahankan hak ( kebenaran ) dan 2. sebab di dunia ini tidak sepi dari orang-orang yang mendapat nikmat dari Allah baik berupa ilmu. baik untuk dirinya ataupun orang lain 13) Menjerumuskan pelakunya masuk neraka. ‫ر‬ ( ‫) وا وبا او‬ Artinya : “Jauhilah darimu dari hasud karena sesungguhnya hasud itu memakan kebaikankebaikan seperti api memakan kayu bakar”. ( H. Ia tidak pernah merasa bahagia selama ada orang lain yang melebihinya 11) Dapat memutuskan hubungan silaturrahim dan persaudaraan 12) Berpotensi akan menjadi provokator yang dapat menimbulkan bencana atau kerugian.2) Menghanguskan segala macam kebaikan yang pernah dilakukan. ( H.

S.Cara menghindari sifat hasud : a) Selalu meningkatkan iman kepada Allah SWT b) Berupaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT c) Mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadanya d) Meningkatkan sifat Qana‟ah (menerima dengan ridlo setiap anugerah Allah SWT) e) Menyadari kedudukan harta dan jabatan dalam kehidupan manusia di dunia. Kemitmen untuk selalu meningkatkan ke-Islaman terutama salat lima waktu g. Membiasakan diri melakukan perbuatan baik. memperlihatkan. Membiasakan diri memelihara hubungan baik/silaturrahim e. Simak QS. Membiasakan diri mensyukuri nikmat/pemberian Allah sekecil apapun 2. Riya‟ sebagai salah satu sifat orang munafik yang seharusnya dijauhi oleh orang mukmin. atau ingin memperlihatkan yang bukan sebenarnya. An Nisa‟ [4] 142! . dengan harapan agar mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain. 16 :128) c. sedang menurut istilah yaitu memperlihatkan suatu ibadah dan amal shalih kepada orang lain. memahami dan memperaktikkan ayat-ayat Allah f. Sedang memperdengarkan ucapan tentang ibadah dan amal salehnya kepada orang lain disebut sum‟ah (ingin didengar). memamerkan. Riya‟ dan sum‟ah merupakan perbuatan tercela dan merupakan syirik kecil yang hukumnya haram. Membiasakan diri senang dan bersyukur serta memberikan selamat atas keberhasilan/kebahagiaan orang lain d. karena Allah bersama orang yang berbuat baik (Q. Membiasakan diri mempelajari. Riya‟ Menurut bahasa artinya pamer. bukan karena Allah tetapi karena sesuatu selain Allah. Kebiasaan-kebiasaan yang harus dilatih agar terhindar dari sifat hasud a. Membiasakan diri menghormati pendapat orang lain agar terhibdar dari konflik b.

tidak sedikit di antara kita yang teperdaya oleh penyakit hati ini. ”Apabila kamu tidak menipu Allah. ”Di hari kiamat nanti ada orang yang mati syahid diperintahkan oleh Allah untuk masuk ke neraka.” Begitu dahsyatnya penyakit riya ini. Dan.” Orang yang berjuang atau beribadah demi sesuatu yang bukan ikhlas karena Allah SWT.” Abu Hurairah RA juga pernah mendengar Rasulullah bersabda. dan Allah akan membalas tipuan mereka. mereka bermaksud riya‟ ( dengan shalat itu ) dihadapan manusia. Secara tegas Rasulullah pernah bersabda. Sepintas. Al-Furqan [25] : 23 Artinya : ”Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan. Kini tidak mudah untuk menemukan orang yang benar-benar ikhlas beribadah kepada Allah tanpa adanya pamrih dari manusia atau tujuan lainnya. ”Wahai Rasulullah.” Orang tersebut bertanya lagi. agar dirimu dikatakan sebagai pemberani. dan tidaklah mereka dzkiri kepada Allah kecuali sedikit sekali. maka kamu menghendaki amal itu untuk selain Allah. Dan jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas.” Para shahabat bertanya. Kamu hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain. „Wahai Tuhanku. ”Banyak orang yang berpuasa. apabila pujian itu telah dikatakan oleh mereka. Lalu orang itu melakukan protes. Meskipun kadarnya berbeda-beda antara satu dan lainnya. apa yang dimaksud dengan syirik kecil?” Rasulullah berkata. ”Apabila kamu melakukan suatu amal yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya kepadamu. dalam agama disebut riya. ”Bagaimana menipu Allah itu?” Rasulullah menjawab. ”Apakah keselamatan itu?” Jawab Rasulullah. aku ini telah mati syahid dalam perjuangan membela agama-Mu. Allah mengatakan kepada mereka yang memiliki . maka itulah sebagai balasan dari perjuanganmu‟.” Dalam sebuah hadis. namun tidak memperoleh sesuatu dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga. dan banyak pula orang yang melakukan shalat malam yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali tidak tidur semalaman.” Meskipun riya sangat berbahaya. ataupun perjuangan. Rasulullah bercerita. ibadah. ”Takutlah kamu kepada syirik kecil. sifat riya merupakan perkara yang sepele.Artinya : “Sesungguhnya orang-rang munafik itu menipu Allah. hingga ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah. Allah SWT berfirman QS. „Kamu berdusta dalam berjuang. Sifat riya dapat memberangus seluruh amal kebaikan. lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. bagaikan air hujan yang menimpa debu di atas bebatuan. baik dalam masalah ibadah. muamalah. mengapa aku dimasukkan ke neraka?‟ Allah menjawab. tujuannya tetap sama: ingin menunjukkan amaliyahnya. namun akibatnya sangat fatal. Kelak di hari pembalasan. dan segala aktivitasnya di hadapan manusia. ”Yaitu sifat riya.

Niat karena Allah b. di mana kalian pernah memperlihatkan amal kalian kepada mereka semasa di dunia. dan . bersabda : ‫ا‬ ( ‫ل‬ ‫فق‬ ‫ل‬ ) ‫ر‬ ‫ل‬ ‫ى‬ ‫ا‬ ‫ل‬ Artinya : “aku mendengar Umar bin al Khaththab berkata di atas mimbar. Sesuai dengan kemampuan d. Yang mengetahui hanya Allah SWT dan dirinya saja. Mengharap imbalan Dilihat dari bentuknya. Ria dalam niat Ria yang berkaitan dengan hati. bersabda : “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya. Pilih kasih e. Lihatlah apakah kalian memperoleh imbalan pahala dari mereka‟ Amal perbuatan yang diridlai Allah a. yaitu : a. maksud ria dalam niat. „pergilah kalian kepada mereka. ria dapat digolongkan 2 macam. Rasulullah s.sifat riya. „aku mendengar Rasulullah s.w.aw. Tidak ikhlas c. Mengada-ada d. Rahmat bagi seluruh alam Amal perbuatan ria a. Tidak pilih kasih e. Ingin dipuji f. yaitu sejak awal perbuatan bahkan yang dilakukannya tidak didasari ikhlas sebelumnya sudah didasari ria. Niat bukan karena Allah b. Ikhlas c. Apabila seseorang ingin melakukan amal perbuatan baik atau tidak tergantung pada niat.a.

diperhatikan.S. lalu menjadilah ia bersih. orang-orang yang berbuat riya”.S. Al Ma‟un: 4-6) b) Bersedekah didasari riya laksana riya‟ batu licin yang di atasnya ada tanah.S. Di antara contoh riya dalam perbuatan. Melakukan amal saleh tanpa dasar. d.sesungguhnya bagi setiap orang memperoleh sesuai apa yang ia niatkan …” (H. agar perbuatan tersebut dipuji.S. popularitas di masyarakat. (Q. Dan dia melakukan hal itu kepada orang tuanya hanya karena ingin mendapatkan apa yang dia minta dari orang tuanya cepat-cepat terkabul.S. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Bahaya riya yang merugikan diri sendiri . bila seorang pelajar terlihat belajar dengan sungguhsungguh hanya karena ingin mendapat nilai yang bagus. dan Q. tetapi mengaharapkan pujian. Beberapa penjelasan Allah SWT dalam Al Qur‟an sehubungan dengan riya‟ dalam perbuatan antara lain : a) Melakukan ibadah shalat tidak untuk mencapai keridlaan Allah SWT. (Q. Ria dalam perbuatan Yaitu memamerkan atau menunjukkan perbuatan di depan orang banyak. kemudian batu itu ditimpa hujan lebat. Bahaya-bahaya yang ditimbulkan dari sikap riya a. An Nisa (4) : 142. Al Baqarah (2) : 264) c) Allah melarang pergi berperang didasari riya‟ dan menghalangi (orang) lain menempuh jalan Allah (sabilillah). Tampak rajin penuh semangat jika amal perbuatannya dilihat atau dipuji-puji orang.R. Tidak akan berbuat baik jika tidak dilihat orang lain atau tidak ada imbalan baginya b. (Q. paling tinggi dan paling mampu. Al Ma‟un (107) : 4-6). 17 : 36) c. Al Anfaal (8) : 47) Beberapa ciri orang yang mempunyai sifat ria dalam perbuatan a. (Q. Artinya : “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat.S. Bukhari Muslim) b. dan disanjung orang lain. Ucapannya selalu menunjukkan bahwa dia yang paling hebat. hanya ikut-ikutan (Q.

6) Menyesal jika telah melakukan perbuatan baik hanya karena tidak ada orang lain yang melihatnya atau tidak ada imbalannya 7) Jiwanya akan terganggu karena kegelisahan/keluh kesah yang tiada henti 8) Perbuatan ria termasuk syirik kecil ‫ل‬ (‫ء‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ل: ل ر‬ ) ‫ر‬ Artinya : Dari Mahmud Ibnu Labid r. b. 2) Memamerkan amalnya kepada orang lain. karena ia mengungkit apa yang yang diberikannya kepada orang lain. 4) Sombong dan membanggakan diri 5) Tidak dapat bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah maupun berinteraksi dengan sesama manusia. Bahaya riya yang merugikan orang lain 1) Berpotensi saling bermusuhan. bahwa Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya hal yang paling aku takuti menimpamu ialah syirik kecil: yaitu riya. sakit hati.1) Selalu tidak ada puasnya. 9) Allah tidak akan menerima dan memberi pahala atas perbuatan ria (terhapusnya pahala yang sudah diperbuat) 10) Di akhirat akan dicampakkan ke dalam api neraka.a. sekalipun hidupnya sudah berkecukupan sehingga berpotensi untuk korupsi dan mengambil hak orang lain 2) Selalu ingin dipuji dan dihormati 3) Ketidakpuasan." Riwayat Ahmad dengan sanad hasan. sehingga orang lain menjadi benci dan tidak senang terhadapnya 3) Sikap dan perilakunya yang ria akan berpotensi menimbulkan pertikaian dan akhirnya menimbulkan pengrusakan Tanda-tanda riya‟ . dan penyesalan ketika orang lain tidak menghargainya.

dan mengurangi amaliyahnya ketika dirinya dicela. artinya melampaui batas. Membiasakan diri menolong atau membantu pekerjaan orang lain tanpa harus disuruh dan meminta imbalan e. Membiasakan menjaga lisan saat bekerja d. tatkala Tuhanmu memaklumkan. Saling menasehati untuk kebaikan dan kesabaran dalam beribadah i. menambah amaliyahnya ketika dirinya dipuji. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur. zalim biasa disebut dengan istilah “aniaya”. Memfokuskan niat ibadah (ikhlas) hanya semata-mata karena Allah SWT b. ”Orang yang riya itu memiliki tiga ciri. Ibrahim (14) : 7) 3. Tidak mudah tergiur atau terpengaruh dengan kemewahan orang lain g. Membiasakan diri membaca basmallah sebelum memulai pekerjaan c. atau tindakan/perbuatan yang melampaui batas yang dapat . Dalam hal ini sepadan dengan kata “al-Jawr”. Tidak membuat kecemburuan kepada orang lain h. Dalam bahasa Indonesia.” Kebiasaan yang dapat menghindari perbuatan riya a. Membiasakan bersedekah atau mengeluarkan infaknya setiap mendapat rezeki atau kesenangan f. Kata beliau. gelap.Tanda-tanda penyakit hati ini pernah dinyatakan oleh Ali bin Abi Thalib.S. maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Membiasakan diri untuk bersyukur kepada Allah SWT Allah SWT berfirman : Artinya : “Dan (ingatlah juga)." (Q. dan jika kamu mengingkari (nikmatKu). yaitu malas beramal ketika sendirian dan giat beramal ketika berada di tengah-tengah orang ramai. Aniaya (adh-Dhulm) Kata “adh-dhulm” berasal dari fi‟l (kata kerja) “dhalama – yadhlimu” artinya : ”rugi. aniaya” atau yang berarti “Menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya”. Tidak memamerkan sesuatu karena pada dasarnya semua yang dimiliki adalah dari Allah dan akan kembali kepada-Nya j. pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. keterlaluan.

ia adalah lawan dari kata al-„Adl (keadilan). Sedangkan orang-orang yang berbuat zhalim terhadap Rabb mereka dengan perbuatan syirik.” Dari Ibnu „Umar -radhiallaahu „anhuma. kaum Mukminin berjalan dengan dipancari oleh sinar keimanan sembari berkata: “Wahai Rabb kami! Sempurnakanlah cahaya bagi kami”. Dan jauhilah kebakhilan/kekikiran karena kekikiran itu telah mencelakakan umat sebelum kamu”.R. terhadap diri mereka dengan perbuatanperbuatan maksiat atau terhadap selain mereka dengan bertindak sewenang-wenang terhadap darah.Muslim) Hadits diatas dan semisalnya merupakan dalil atas keharaman perbuatan zhalim dan mencakup semua bentuk kezhaliman. menyakitidan berbagai bentuk kesewenangan lainnya seperti menindas. Klasifikasi Kezhaliman . maka mereka itulah orangorang yang dhalim. Menganiaya berarti menyiksa. Ketika itu. sebab kezhaliman adalah kegelapan (yang berlipat) di hari Kiamat. (H. mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lain. yaitu ia akan menjadi kegelapan yang berlipat di hari Kiamat kelak. Demikian juga definisi yang dinukil oleh Syaikh Ibnu Rajab dari kebanyakan para ulama. menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan ketentuan Allah. Siapakah orang yang dhalim itu? Q.merugikan dirinya dan orang lain. yang paling besarnya adalah syirik kepada Allah Ta‟âla sebagaimana di dalam firman-Nya: “Sesungguhnya syirik itu merupakan kedhaliman yang besar”. Ayat-ayat dan hadits-hadits serta atsar-atsar tentang keharaman perbuatan dhalim dan penjelasan tentang keburukannya banyak sekali.dia berkata: Rasulullah Shallallâhu „alaihi wasallam bersabda: “Kezhaliman adalah kegelapan (yang berlipat) di hari Kiamat”. maka mereka itu akan berjalan di tengah kegelapan yang teramat sangat sehingga tidak dapat melihat arah jalan sama sekali. memerintahkan mereka agar menghindari dan menjauhinya karena akibatnya amat berbahaya. hadits diatas memperingatkan manusia dari perbuatan zhalim. Oleh karena itu. Dalam hal ini.S Al Baqarah [2]: 229 menjawab : Artinya : “…Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah. Allah Ta‟âla berfirman: “Wahai hamba-hambaku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman terhadap diriku dan menjadikannya diharamkan antara kalian”. Dengan demikian yang dimaksud dengan aniaya (dhulm) adalah meletakkan. harta atau kehormatan mereka. Di dalam hadits Qudsiy. (Muttafaqun „alaih) Dari Jâbir bin „Abdillah bahwasanya Rasulullah Shallallâhu „alaihi wasallam bersabda: “berhatihatilah terhadap kezhaliman.

dia telah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Rasulullah Shallallâhu „alaihi wasallam telah bersabda ketika berkhuthbah di haji Wada‟ : “Sesungguhnya darah. niscaya mereka membinasakannya. beliau bersabda: “Barangsiapa yang pernah terzhalimi oleh saudaranya. (Q. Bentuk paling besar dan berbahaya dari jenis ini adalah syirik sebab orang yang berbuat kesyirikan menjadikan makhluk sederajat dengan Khaliq. maka hendaklah memintakan penghalalan (ma‟af) atasnya sebelum kebaikan-kebaikannya (kelak) akan diambil (dikurangi). Kedua. Sikap zalim dapat juga diketahui dari sifat-sifat sombong. c. di bulan haram kalian ini dan di negeri (tanah) haram kalian ini”. sok kuasa. kezhaliman yang dilakukan oleh seorang hamba terhadap orang lain. Kaki tangannya (anak buahnya) sebagai perpanjangan kekuasaannya menindas dan menggusur si lemah. Ciri-ciri orang zalim berdasarkan Al Qur‟an Al Qur‟an memberikan informasi banyak sekali tentang identitas atau cirri orang zalim yang sikap perilakunya atau cara memimpinnya dinisbatkan kepada firman di antaranya sebagai berikut : a. dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. baik terkait dengan jiwa. dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina. maka kejelekan-kejelekan saudaranya tersebut akan diambil lantas dilimpahkan (diberikan) kepadanya”. besar maupun kecil. mentang-mentang dan mengklaim bahwa (seolah-olah) semua kesuksesan. bila intimidasi yang pertama tidak mampu menimbulkan rasa gentar terhadap pihak lawannya. sewenangwenang. dialah penggagasnya. kezhaliman seorang hamba terhadap diri sendiri. harta dan kehormatan kalian diharamkan atas kalian sebagaimana keharaman hari kalian ini. Merencanakan pembunuhan/menghilangkan nyawa kepada golongan tertentu agar keinginan (nafsu) memimpin lebih lama lagi terus berlangsung. d. e. Akan lebih berbuat sadis. harta atau kehormatan. . arogan. Bila dia tidak memiliki kebaikan. ‫ع ون‬ ‫وك‬ ‫ا‬ ‫دو ا و ع وا‬ ‫وا ر‬ ‫ا‬ ‫نا و‬ ‫ا‬ Artinya : Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri. Senantiasa rakus terhadap kekuasaan. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallâhu „alaihi wasallam. An Naml : 34) b.S. Dengan demikian.Syaikh Ibn Rajab berkata: “Kezhaliman terbagi kepada dua jenis: Pertama. congkak. Jenis berikutnya adalah perbuatanperbuatan maksiat dengan berbagai macamnya.

contohnya : membiarkan diri sendiri tetap bodoh. penyiksaan. merampok. contohnya : menebang pohon tanpa aturan. mencuri. minum-minuman keras. puasa. yaitu tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. zakat dan ibadah lainnya. Penyebab terjadinya Ibnu al-Jauziy menyatakan: “kedhaliman mengandung dua kemaksiatan: mengambil milik orang lain tanpa hak.Macam-macam sifat zalim/aniaya Pada dasarnya secara umum zalim atau perbuatan aniaya dapat diklasifikasi 4 macam : a. Zalim kepada orang lain (sesama manusia). dan lain-lain. Dan hal ini terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama sehingga tidak mengetahui bahwa : § Hal itu amat dilarang bahkan diharamkan § Ketidakadilan akan menyebabkan adanya pihak yang terzhalimi § Orang yang memiliki sifat sombong dan angkuh akan menyepelekan dan merendahkan orang lain serta tidak peduli dengan hak atau perasaannya § Orang yang memiliki sifat serakah selalu merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya sehingga membuatnya lupa diri dan mengambil sesuatu yang bukan haknya § Orang yang memiliki sifat iri dan dengki selalu bercita-cita agar kenikmatan yang dirasakan oleh orang lain segera berakhir atau mencari celah-celah bagaimana menjatuhkan harga diri orang yang didengkinya tersebut dengan cara apapun Kebiasaan perbuatan pelajar yang berpotensi menjadi zalim a. bunuh diri dan lain-lain. Penyebab kedhaliman juga dapat dikembalikan kepada definisinya sendiri. dan menentang Rabb dengan melanggar ajaran-Nya… Ia juga terjadi akibat kegelapan hati seseorang sebab bila hatinya dipenuhi oleh cahaya hidayah tentu akan mudah mengambil i‟tibar (pelajaran)”. b. Zalim kepada Allah. Zalim kepada makhluk lain atau alam sekitarnya. memfitnah. Contoh : meninggalkan ibadah shalat. Kebiasaan membolos sekolah . dengan cara tidak mau melaksanakan perintah allah dan melaksanakan laranganNya. Zalim kepada diri sendiri. sihir dan perbuatan terlarang lainnya. bahkan berbuat syirik. menyembelih binatang dengan senjata tumpul. c. miskin. d. dan lain-lain. contohnya : mengumpat. membuang sampah sembarangan. pembunuhan. mengado domba. malas.

dan persaudaraan kepada antarsesama · Menyadari bahwa setiap perbuatan mempunyai sebab akibat sesuai dengan sunnatullah · Menyadari do‟a orang yang teraniaya itu makbul · Mengamalkan ajaran agama dengan memperbanyak berbuat kebaikan sehingga tak ada waktu untuk berbuat aniaya · Membiasakan diri bersyukur kepada Allah SWT · Berhati-hati dalam bertindak. Sering tidur di kelas dan sering mengerjakan pekerjaan (PR) di sekolah. Kebiasaan malas mencatat dan belajar.b. 5 : 33) o Amal perbuatannnya akan menjadi sia-sia di sisi Allah (Q. Kebiasaan merokok/ mabuk f. Memprovokasi teman-temannya dalam pelanggaran sekolah Bahaya sifat zalim o Akan merugikan kehidupan diri sendiri baik di dunia maupun akhirat o Akan memperoleh adzab /laknat dari Allah (Q. kasih sayang.S. Kebiasaan mencuri. i. Kebiasaan usil / jahil yang berpotensi menimbulkan permusuhan d. 18 : 103 – 105) Cara-cara menghindari dari sikap aniaya/zalim · Selalu waspada dan hati-hati dalam setiap menghadapi masalah · Jangan membuka aib atau cacat orang lain · Menumbuhkan rasa persaudaraan. Berkelahi antar pelajar (tawuran) e. Kebiasaan telat masuk sekolah dengan sengaja karena malas g. atau menyembunyikan harta milik teman-teman sekelasnya. Kebiasaan mengobrol/tidak memperhatikan saat guru menerangkan pelajaran h.S. berbicara dan dalam menerima setiap informasi yang ada . c. 5 : 78-80) o Akan memperoleh siksaan allah di akhirat (Q.S.

S. Kemajemukan bukan untuk diperselisihkan atau dipertentangkan. golongan. dibunuh dan disalib (Q. . dan sebagainya) Istilah diskriminasi kemudian meluas maknanya kepada segala bentuk pembedaan atas warga negara atas dasar suku bangsa dan ras antar negara (SARA). 5 . yaitu memberikan hak orang lain · Membiasakan bersikap adil dalam memutuskan suatu perkara Hukuman Allah terhadap pemimpin yang zalim · Akan dipertanggungjawabkan segenap perbuatannya. suku.· Meluruskan / memahami ketauhidan · Membiasakan menjaga amanah. 27) · Akan mendapatkan siksaan di neraka selama-lamanya. Ada kelompok warga berwarna kulit hitam dan putih. memahami dan mempelajari agar tampak mana siapa yang paling bertaqwa di sisi Allah SWT. Menurut Kamus Bahasa Indonesia karangan Purwodarminto. Islam sangat mengecam perbuatan diskriminatif. Diskriminasi Diskriminasi adalah istilah populer yang seringkali kita dengar seiring dengan gencarnya istilah demokrasi disebut. 10 . diskriminasi artinya adalah perbedaan perlakuan terhadap sesama warga Negara (berdasarkan warna kulit. (Q. ekonomi. (Q. Islam tidak memandang kemuliaan seseorang atas dasar penampakan lahiriyah dan segala unsur SARA. 88. Kemajemukan seyogyanya dijadikan media untuk saling mengenal.S. (Q.S. Al Hujurat [49] : 10-13 . 6) · Akan mendapatkan siksaan yang besar. perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara karena perbedaan warna kulit. 33) 4. Diskriminasi bermakna perbedaan warna kulit. 45 . sebaiknya kita mengambil hikmah dari firman Allah SWT dalam QS. Memang kemajemukan umat adalah hal yang sangat wajar dan semestinya. Agar kita mampu menghindari sikap deskriminatif tersebut. karena memang kemajemukan ini adalah takdir Allah SWT. 36 . agama. 15) · Akan mendapatkan balasan setimpal dengan apa yang telah dikerjakannya. 98 . 65.S. 16 . Awal munculnya istilah ini memang dari adanya pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara atas dasar warna kulit.

Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya. janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain. Berdasarkan ayat-ayat di atas. Sesama orang yang beriman dan beragama Islam adalah saudara yang saling menyayangi dan menghormati. kita bisa mengambil pelajaran untuk menghindari sikap diskriminatif sebagai berikut: 4. Hai orang-orang yang beriman. 11. supaya kamu mendapat rahmat. jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan). 13.Artinya : 10. Yang membedakan mereka di sisi Allah adalah kualitas ketaqwaan mereka. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. 6. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 12. 5. Hai manusia. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman. Oleh karena itu kita dilarang untuk: . Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Dan bertakwalah kepada Allah. karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.

an Nisa’: 32) Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya. lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? ” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang .§ Saling merendahkan § Saling mencela § Saling memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan § Saling berperasangka jelek (saling curiga) § Saling mencari-cari kejelekan orang lain § Saling menggunjingkan 7. pernah berkata : ‫ﹷ‬ ‫ى‬ ‫ﹷ‬ ‫ﹹ‬ ‫ﹷ‬ Artinya : “Sesungguhnya Islam itu menghimpun di antara kamu satu sama lain dan memandang sama antara raja dan rakyat dari segi hukum (sama-sama mempunyai hak dan kewajiban yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah)”. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Allah tidak melihat kemuliaan seseorang dari penampilan luar. mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini. jika ia melanggar harus menerima konsekuensinya. Keragaman ciptaan. sebab itu dibunuhnyalah. Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah ialah orang yang paling taqwa. bangsa dan suku adalah sesuatu yang wajar dan niscaya. Allah paling tahu siapa yang paling bertaqwa dan siapa yang hanya berpura-pura bertaqwa. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku. 10. (Umar bin Khaththab).a. maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. Hasad (QS. 9. Khalifah Umar bin al Khaththab r. 8. Dalam ajaran Islam keadilan ditegakkan tanpa memandang bulu/diskriminasi baik rakyat jelata ataupun raja harus tunduk kepada hukum dan ajaran Allah SWT.

Memberikan referensi bacaan mengenai perilaku tercela. 3. bukan dengki mencukur rambut.Oleh karena itu. Al-Maidah[5]: 27-31). Sungguh moral manusia sudah sangat rusak akibat perilaku tercela tersebut. QS. Memenuhi tugas PAI semester II tentang bab “Perilaku Tercela” 2. Berbuat Aniaya berarti berbuat dosa.” (HR Ahmad dan Turmidzi) A.yang menyesal (QS. Aniaya termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah SWT bahkan sesama manusia. sebab sifat hasud memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar. itulah yang membinasakan agama. Bila seorang pejabat telah menilai seseorang itu jauh lebih rendah dari status sosial yang di jabatnya. Latar Belakang Aniaya adalah perbuatan bengis seperti penyiksaan atau penindasan terhadap orang lain di luar batas kemanusiaan. mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya. B. Bab II Isi .” (HR Abu Daud ‫دبَّ اِلَيكم داء االُمم قَبلَكم البَغضاء و الحسََ د هي حالِقَةُ الديْن الَ حالِقَةُ الشعْز‬ َ َ َ َ ِ ُ َ َ َ ُ َ ْ ُْ ْ َِ ُ َ ُْْ ِ ِّ ِ َّ )‫(رواه احمد و تزمذى‬ Artinya: “Telah masuk ke tubuhmu penyakit-penyakit umat tedahulu. Dewasa ini banyak sekali perilaku aniaya bahkan telah menjadi trend dikalangan orang yang memiliki kedudukan tinggi. aniaya akan mendatangkan akibat-akibat buruk yang akan diterima oleh pelakunya. Menganiaya berarti menyiksa. Al-Falaq [113] ayat 5 ‫ال ب ال ن ار ت أك ل ك م اال حس ن ات ي أك ل ال حس د ف ان .ال حس د و اي اك م ص هللا رسول ق ال : ق ال هري ر ة اب ى عن‬ ‫م‬ ‫حط‬ (‫)داو د اب ر روا ه‬ rtinya: “Dari Abu Hurairah katanya: Telah bersabda rasullah SAW : Hendaklah engkau menjauhkan diri dari sifat hasud. Tujuan Pembuatan Makalah ini bertujuan untuk : 1. Mereka selalu menilai seseorang dan memperlakukan seseorang sesuai dengan status sosialnya. sehingga kami berharap makalah ini dapat memberikan cahaya terang dalam menggapai ridhlo Allah SWT dan dapat membentuk Akhlakul karimah umat manusia. Memberikan referensi mengenai “Aniaya” dalam proses belajar-mengajar. menyakiti dan berbagai bentuk ketidak sewengan seperti menindas. (yaitu) benci dan dengki. bukan tidak mungkin ia akan berbuat seenaknya sendiri.

” (QS Al Maidah : 33) Dari ayat tersebut. 3. bahkan lebih besar. Kata zalim berasal dari bahasa Arab. A. Jika sampai membunuh korbannya maka jelas perbuatan itu termasuk salah satu dosa besar. Pengertian Perkataan aniaya berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya perbuatan bengis. dan ketidak adilan. Jika ia hanya mengambil harta tanpa membunuh korbannya maka hukumannya dihukum potong tangan dan kakinya dengan cara silang. II. penyiksaan atau zalim. Aniaya juga bisa disebut zalim. Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia. mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya Pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa penganiayan merupakan kejahatan yang bersifat mengancam harta dan jiwa. yaitu sebagai berikut. karena didalamnya terdapat unsur kekerasan. dinyatakan bahwa hukuman bagi penganiaya diberlakukan sesuai dengan jenis perbuatan yang dilakukannya. Kalimat ini digunakan untuk melambangkan sifat kejam.I. dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. Perbuatan itu sama dosanya dengan mencuri. tidak berperikemanusiaan. 1. menyakiti dan berbagai bentuk ketidak sewengan seperti menindas. Jika ia tidak mengambil harta dan membunuh karena tetangkap sebelum sempat melakukan sesuatu atau hanya menakui0nakuti saja maka hukumannya adalah dipenjara. Jenis-jenis perbuatan aniaya 1) Aniaya kepada Allah SWT Aniaya kepada Allah SWT mengandung arti tidak menjalankan perintah Allah dan tidak menjauhi . atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414]. Aniaya atau bengis yaitu suatu tindakan yang tidak manusiawi yang bertentangan dengan hak asasi manusia. penganiayaan. bengis. hanyalah mereka dibunuh atau disalib. Jika menganiaya dan membunuh korban serta mengambil hartanya. dengan huruf “za la ma” yang bermaksud gelap. Isi Aniaya adalah perbuatan bengis seperti penyiksaan atau penindasan Menganiaya berarti menyiksa. Yang dimaksud dengan aniaya ialah tidak adil (tidak menempatkan sesuatu dengan semestinya atau sesuai dengan ketentuan Allah SWT). melakukan kemungkaran. penganiaya dihukum dibunuh dan disalib 2. kemusnahan harta benda. Firman Allah SWT: Artinya: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi. suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan.

menelantarkan binatang peliharaan dan menyembelih hewan dengan senjata tumpul 5) Aniaya kepada Alam Aniaya kepada alam mengandung pengertian melakukan perbuatan yang dapat merusak alam. menyakiti. Akibat Perbuatan Aniaya i.laranganNya. udara dan lingkungan. 3) Aniaya kepada orang lain Aniaya kepada orang lain mengandung arti memperkosa kehormatan. Bagi penganiaya : Tidak akan disenangi bahkan akan dibenci masyarakat Hidupnya tidak akan tenang. Contoh. perbuatan merintangi jalan beraura negatif dan akan kembali kepada diri sendiri sebagai gelombang negatif juga. harta benda ataupun berbuat semena-mena kepada orang lain 4) Aniaya kepada binatang Aniaya kepada binatang mengandung arti memperlakukan binatang dengan seenaknya. B. Menyadari kekurangan adalah awal yang baik – bagian dari instrospeksi untuk mengubah kekurangan menjadi kelebihan. 2) Aniaya kepada diri sendiri Aniaya kepada diri sendiri mengandung arti melakukan perbuatan dosa. baik dengan sengaja ataupun tidak. dan perbuatan lainnya secara tidak manusiawi. penebangan liar dan lain sebagainya. karena dibayangi rasa takut Mencemarkan nama baik dirinya dan keluarga Orang yang berbuat aniaya seperti merampok dan membunuh. misalnya menjadikan binatang sebagai sasaran latihan memanah atau menembak. baik kecil ataupun besar. Dampak negatif dari perbuatan aniaya terhadap diri sendiri : • Merasa tidak nyaman dengan keberuntungan orang lain (ujungnya adalah iri hati dan merendahkan kemampuan orang lain) • Selalu menganggap orang lain lebih beruntung • Selalu melihat sisi buruk dari sebuah situasi atau keadaan (dan berujung pada mencari pembenaran terhadap kesalahan dan kegagalan). melaksanakan aktifitas hidup dengan tidak dilandasi niat dan mencari ridhlo Allah SWT. seperti pencemaran air. apabilaperbuatannya diketahui oleh . Ciri-ciri orang yang melakukan aniaya terhadap dirinya sendiri : Sering bicara tentang nasibnya yang malang dan tidak beruntung. keji. Tetapi mengekspos nasib malang dan kekurangan tak ubahnya pengemis di lampu merah yang mengekspos cacat untuk kepentingan diri sendiri. Orang yang menghambat orang lain sebenarnya sedang menganiaya diri sendiri. Ingatlah. Tidak menyukai semangat orang lain dan berusaha menahannya.

menderita sakit fisik dan mental bahkan sampai kehilangan jiwa Bila penganiaayaan itu terjadi dimana-mana maka masyarakat tidak akan memperoleh kedamaian dan ketentraman. Bagi orang yang dianiaya : Orang yang dianiaya akan mengalami kerugian dan bencana sesuai dengan jenis penganiayaan terhadap dirinya. Cara menghindari aniaya Dalam upaya menghindari perbuatan aniaya ini hendaknya kita memperhatikan hak-hak diri sendiri. maka tentu ia akan dijatuhi hukuman. Dengan mengetahui dampak-dampak negatif dari aniaya diharapkan akhlak para para pelajar sebagai generasi muda pada khususnya dan seluruh umat manusia lambat laun akan lebih baik. apabila pembelajaran lebih diorientasikan pada realita kehidupan dan aplikasi dalam kehidupan seharihari untuk tidak berbuat aniaya. Bab III Penutup Makalah dengan judul “Aniaya” akan lebih mudah dimengerti dan dipahami khususnya bagi siswa. karena Allah swt telah melarang kita berbuat aniaya. Selain itu pula kita hendaknya takut kepada dosa. maka di alam akhiratnya ia akan dicampakan ke dalam api neraka ii. misalnya dipenjarakan. Para pelaku aniaya itu. hak binatang.alat negara lalu ditangkap dan diadili. jika tidak bertobat dengan tobat sesungguh-sungguhnya. . alam. Semangat dan gairah kerja masyarakat akan menurun. misalnya kehilangan harta benda. atau berbuat kerusakan di muka bumi ini. Dan ingatlah kekuasaan tertinggi hanya ada pada Allah!! Jadi kita jangan pernah merasa paling berkuasa sehingga dapat berbuat semena-mena kepada orang lain. karena mereka dibayangi rasa takut terhadap perbuatan-perbuatan jahat orang zalim Jika dalam suatu masyarakat atau negerijumlah orang-orang yang zalimnya mayoritas dan mereka tidak bertobat maka tidak mustahil Allah SWT akan menurunkan adzab-Nya C. hak orang lain. dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->