Riya

Riya‟ merupakan suatu jenis penyakit hati yang sangat berbahaya karena bersifat lembut (samar-samar) tapi

berdampak luar biasa. Bersifat lembut karena masuk dalam hati secara halus sehingga kebanyakan orang tak merasa kalau telah terserang penyakit ini. Dan berdampak luar biasa, karena bila suatu amalan dijangkiti penyakit riya‟ maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata‟ala dan pelakunya mendapat ancaman keras dari Allah subhanahu wata‟ala. Oleh karena itu Nabi shalallahu „alaihi wasallam sangat khawatir bila penyakit ini menimpa umatnya. Nabi shalallahu „alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu „alaihi wasallam menjawab: “Ar Riya‟.” (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742) Arriya‟ (‫ )ءايرلا‬berasal dari kata kerja raâ ( ‫ )ىءار‬yang bermakna memperlihatkan. Sedangkan yang dimaksud dengan riya‟ adalah memperlihatkan (memperbagus) suatu amalan ibadah tertentu seperti shalat, shaum (puasa), atau lainnya dengan tujuan agar mendapat perhatian dan pujian manusia. Semakna dengan riya‟ adalah Sum‟ah yaitu memperdengarkan suatu amalan ibadah tertentu yang sama tujuannya dengan riya‟ yaitu supaya mendapat perhatian dan pujian manusia. Perlu diketahui bahwa segala amalan itu tergantung pada niatnya. Bila suatu amalan itu diniatkan ikhlas karena Allah subhanahu wata‟ala maka amalan itu akan diterima oleh Allah subhanahu wata‟ala. Begitu juga sebaliknya, bila amalan itu diniatkan agar mendapat perhatian, pujian, atau ingin meraih sesuatu dari urusan duniawi, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wata‟ala. Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya amalan seseorang itu akan dibalas sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (Muttafaqun „alaihi) Ibadah merupakan hak Allah subhanahu wata‟ala yang bersifat mutlak. Bahwa ibadah itu murni untuk Allah subhanahu wata‟ala, tidak boleh dicampuri dengan niatan lain selain untuk-Nya. Sebagaimana peringatan Allah subhanahu wata‟ala dalam firman-Nya (artinya): “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan (ikhlas) ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang

lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (Al Bayyinah: 5)

1. Hasud Salah satu penyakit hati yang sangat besar adalah hasud. Hasud ( dengki ) adalah sikap batin tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya dari orang tersebut. Imam Ghazali mengatakan bahwa hasud itu adalah cabang dari syukh ( ‫ )خشلا‬yaitu sikap batin yang bakhil berbuat baik. Kata hasud berasal dari bahasa Arab, yaitu “hasadun” yang berarti dengki, benci. Dengki merupakan suatu sikap atau perbuatan yang mencerminkan rasa marah, tidak suka karena iri. Dalam kamus Bahasa Indonesia kata “hasud” diartikan membangkitkan hati seseorang supaya marah (melawan, memberontak, dan sebagainya). Dengan demikian yang dimaksud dengan hasud pada hakikatnya sama dengan hasad, yakni suatu perbuatan tercela sebagai akibat adanya rasa iri hati dalam hati seseorang. Rasululloh s.a.w. bersabda : ‫ا‬ (‫ي‬ ‫)ر ا‬

Artinya : “Telah masuk ke dalam tubuhmu penyakit-penyakit umat terdahulu (yaitu) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut”. (H.R. Ahmad dan Tirmidzi) Lebih jauh para ulama mengemukakan pengertian hasud atau hasad sebagai berikut : 1. Menurut Al Jurjani Al Hanafi dalam kitabnya “Al Ta‟rifaat”, hasad ialah menginginkan atau mengharapkan hilangnya nikmat dari orang yang didengki (mahsud) supaya berpindah kepadanya (orang yang mendengki). 2. Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab “Ihya Ulumuddin”, hasad ialah membenci nikmat Allah S.W.T. yang ada pada diri orang lain, serta menyukai hilangnya nikmat tersebut. 3. Menurut Sayyid Qutub dalam tafsir “Al Manar”, hasad ialah kerja emosional yang berhubungan dengan keinginan agar nimat yang diberikan Allah S.W.T. kepada seseorang dari hamba-Nya hilang dari padanya. Baik cara yang dipergunakan oleh orang yang dengki itu dengan tindakan supaya nikmat itu lenyap dari padanya atas dasar iri hati, ataau cukup dengan keinginan saja. Yang jelas motif dari tindakan itu adalah kejahatan. Hal inilah, seperti yang dijelaskan Al Qur‟an sebagai berikut : ( ۵4 : ‫..… ) ء‬ ‫ا‬

Ketika Abdullah mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah telah bersabda begini dan begitu. An Nisa : 54) Jadi hasud/hasad menurut istilah membenci nikmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada orang lain. Bahkan hampir saja Abdullah meremehkan amalannya. kecuali jika berbalik dari tempat tidurnya ia menyebut Allah. hanya saja aku tidak punya rasa benci dan dengki kepada salah seorang pun dari kaum muslimin yang dikaruniai Allah kebaikan”.S. ia tidak bangun kecuali untuk shalat subuh. ia berkata :”Itulah rupanya yang membuatmu mencapai tingkatan itu. karena sesungguhnya kedengkian adalah membenci nikmat dan menginginkan lenyapnya nikmat itu dari orang yang mendapatkannya. Demikianlah nikmatnya jika kita dapat menghidarkan diri dari berlaku hasad pada orang lain yakni surga. ia tidak pernah melihat amalan orang tersebut yang berlebihan. Di sinilah Abdullah menemukan jawaban itu. Rasulullah saw menggambarkan betapa tercelanya kedengkian itu dengan sabdanya: ‫ر‬ ( ‫ر‬ ‫ا‬ ‫)ر ا‬ ”Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR. dengan keinginan agar nikmat yang didapat orang tersebut segera hilang atau terhapus. bahkan orang itu juga tidak bangun malam. dan tidak pernah mendengarnya berkata kecuali kebaikan. Cukuplah menjadi renungan kita bersama bahwasanya penyebab pembunuhan pertama kali di muka bumi ini terjadi yaitu anak Adam membunuh saudaranya adalah disebabkan oleh kedengkiannya pada saudaranya atas nikmat yang dimilikinya lalu kita bertanya masihkah kita harus mendengki? .Abu Daud dari Abu Hurairah). Pantaslah jika Rasulullah saw pernah menyebut seseorang sebagai penghuni surga akan lewat di depan sahabat-sahabatnya. dan ketika ditelusuri oleh Abdullah bin Amer bin al-Ash dengan bermalam di rumah orang tersebut selama tiga malam. yang sesungguhnya terlihat sangatlah sepele persoalannya meskipun sesungguhnya berat dalam pengamalannya. Ketika seseorang mengharapkan lenyapnya nikmat dari orang yang didengki maka saat itu ia telah berlaku hasad. yang ketika kejadian itu berulang tiga kali dalam tiga hari Rasulullah menyebutnya sebagai seorang dari penghuni surga. dan itulah yang tidak mampu kami lakukan”.Artinya : “ Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang telah Allah berikan kepadanya …. (Q. kemudian ia bertanya : ”Apakah gerangan yang membuatmu mencapai tingkatan tersebut?" Orang tersebut menjawab: ”Tidak ada apa-apa kecuali yang kamu lihat.

Pelit terhadap pemberian Allah SWT. tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu”. Kalaupun orang lain memperolehnya diharapkan di bawah derajat dirinya.R Ad Dailami) .Rasulullah bersabda: ‫باغ ضوا والت داب روا وك ون وا‬ ) ‫) وا وال ت حا سدوا والت قاط عوا والت‬ ‫وانا ك ا رك‬ ‫با‬ ‫وس ب ا‬ Artinya : “Janganlah kamu sekalian saling mendengki. membenci. Membenci nikmat atau anugerah Allah SWT yang diberikan kepada orang lain. Tidak rela menerima pembagian karunia Allah SWT atas dirinya. tak perlu orang lain. kalau bisa semua anugerah Allah dan kebajikan jatuh pada dirinya sendiri.R Bukhari dan Muslim ) Setiap muslim/muslimah wajib hukumnya menjauhi sifat hasud karena hasud termasuk sifat tercela dan merupakan perbuatan dosa. An Nisa‟ [4]: 32 Artinya : ““Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. ‫دا ح د‬ ‫د‬ ‫ان ك ا‬ ‫) وا ا ص بر اال‬ ‫اع‬ ‫) د‬ Artinya : “Hasud itu dapat merusak iman sebagaimana jadam merusak madu” (H. : 1. ( H. 3. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” Dalam kitab Tanbihul Ghafilin yang dinyatakan Imam Abu Laits Samarqandi. 2. dan saling belakangmembelakangi. Simaklah QS. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan. dijelaskan bahwa orang hasud itu telah menentang Allah SWT dalam beberapa hal. dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan. 4. Mengikuti pengaruh Ibnlis/syetan yang sebetulnya sangat merugikan dan menghinakan dirinya sendiri Bahaya-bahaya sifat hasud antara lain sebagai berikut : 1) Merusak iman orang yang hasud.

R Bukhari ) 4) Mengarah pada perbuatan maksiat. Ia tidak pernah merasa bahagia selama ada orang lain yang melebihinya 11) Dapat memutuskan hubungan silaturrahim dan persaudaraan 12) Berpotensi akan menjadi provokator yang dapat menimbulkan bencana atau kerugian. . mencela. atau harta benda sementara dia selalu diliputi rasa dengki terus menerus. pangkat. 5) Jauh dari rahmat Allah SWT dan sesama manusia 6) Menghancurkan persatuan dan kesatuan 7) Menyakiti orang lain atau dapat mencelakakan orang lain 8) Terkena hinaan dan kegelisahan apalagi ia menyadari bahwa orang lain telah memahami hasutannya. ( H. baik untuk dirinya ataupun orang lain 13) Menjerumuskan pelakunya masuk neraka. berdusta. 9) Kerisauan dan kegelisahan akibat kebencian tak terputus-putus 10) Akan selalu menderita di atas kesenangan orang lain.R Abu Dawud ) 3) Tersiksa batinnya untuk selama-lamanya. maka ia akan dipandang rendah dan pasti dijauhi. Seorang yang diberi oleh Allah SWT harta kekayaan maka dipergunakan untuk mempertahankan hak ( kebenaran ) dan 2.2) Menghanguskan segala macam kebaikan yang pernah dilakukan. sebab di dunia ini tidak sepi dari orang-orang yang mendapat nikmat dari Allah baik berupa ilmu. Seorang yang diberi Allah SWT ilmu hikmah. Rasulullah bersabda ‫و قض ب ا و ع ا ) وا‬ ‫) ب ا‬ ‫اح‬ ‫تا‬ ‫اح و‬ ‫اال‬ ‫تا‬ : ‫ا‬ ‫د ال‬ ‫ال‬ Artinya : “Tidak boleh iri hati kecuali dalam 2 hal : 1. ‫ر‬ ( ‫) وا وبا او‬ Artinya : “Jauhilah darimu dari hasud karena sesungguhnya hasud itu memakan kebaikankebaikan seperti api memakan kayu bakar”. Ada 2 macam hasud yang dibolehkn. dengan berlaku hasud otomatis seseorang pasti melakukan hal-hal lain seperti ghibah (mengumpat/menggosip orang). maka ia pergunakan dan ia ajarkan”. bahkan mengadu domba. ( H.

Kebiasaan-kebiasaan yang harus dilatih agar terhindar dari sifat hasud a. atau ingin memperlihatkan yang bukan sebenarnya. 16 :128) c. memperlihatkan. Riya‟ sebagai salah satu sifat orang munafik yang seharusnya dijauhi oleh orang mukmin. dengan harapan agar mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain. Riya‟ dan sum‟ah merupakan perbuatan tercela dan merupakan syirik kecil yang hukumnya haram. memahami dan memperaktikkan ayat-ayat Allah f. sedang menurut istilah yaitu memperlihatkan suatu ibadah dan amal shalih kepada orang lain.Cara menghindari sifat hasud : a) Selalu meningkatkan iman kepada Allah SWT b) Berupaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT c) Mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepadanya d) Meningkatkan sifat Qana‟ah (menerima dengan ridlo setiap anugerah Allah SWT) e) Menyadari kedudukan harta dan jabatan dalam kehidupan manusia di dunia. Membiasakan diri senang dan bersyukur serta memberikan selamat atas keberhasilan/kebahagiaan orang lain d. Membiasakan diri mensyukuri nikmat/pemberian Allah sekecil apapun 2.S. Membiasakan diri mempelajari. memamerkan. Membiasakan diri memelihara hubungan baik/silaturrahim e. An Nisa‟ [4] 142! . Sedang memperdengarkan ucapan tentang ibadah dan amal salehnya kepada orang lain disebut sum‟ah (ingin didengar). Membiasakan diri melakukan perbuatan baik. karena Allah bersama orang yang berbuat baik (Q. Membiasakan diri menghormati pendapat orang lain agar terhibdar dari konflik b. Riya‟ Menurut bahasa artinya pamer. Simak QS. bukan karena Allah tetapi karena sesuatu selain Allah. Kemitmen untuk selalu meningkatkan ke-Islaman terutama salat lima waktu g.

Dan. Meskipun kadarnya berbeda-beda antara satu dan lainnya. ”Takutlah kamu kepada syirik kecil.” Para shahabat bertanya. aku ini telah mati syahid dalam perjuangan membela agama-Mu. Al-Furqan [25] : 23 Artinya : ”Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan.” Meskipun riya sangat berbahaya. maka itulah sebagai balasan dari perjuanganmu‟. baik dalam masalah ibadah. ”Apabila kamu melakukan suatu amal yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya kepadamu. namun akibatnya sangat fatal. apabila pujian itu telah dikatakan oleh mereka.” Orang yang berjuang atau beribadah demi sesuatu yang bukan ikhlas karena Allah SWT. lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” Orang tersebut bertanya lagi. Secara tegas Rasulullah pernah bersabda. hingga ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah. „Kamu berdusta dalam berjuang. Sifat riya dapat memberangus seluruh amal kebaikan. ”Bagaimana menipu Allah itu?” Rasulullah menjawab. dan Allah akan membalas tipuan mereka.” Begitu dahsyatnya penyakit riya ini. Lalu orang itu melakukan protes. ”Di hari kiamat nanti ada orang yang mati syahid diperintahkan oleh Allah untuk masuk ke neraka.” Abu Hurairah RA juga pernah mendengar Rasulullah bersabda. sifat riya merupakan perkara yang sepele. dalam agama disebut riya. muamalah. Sepintas. agar dirimu dikatakan sebagai pemberani. Allah mengatakan kepada mereka yang memiliki . Kelak di hari pembalasan. ”Wahai Rasulullah. ”Banyak orang yang berpuasa.” Dalam sebuah hadis. namun tidak memperoleh sesuatu dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga. tidak sedikit di antara kita yang teperdaya oleh penyakit hati ini. Dan jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Allah SWT berfirman QS.Artinya : “Sesungguhnya orang-rang munafik itu menipu Allah. bagaikan air hujan yang menimpa debu di atas bebatuan. Kamu hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain. ”Apakah keselamatan itu?” Jawab Rasulullah. tujuannya tetap sama: ingin menunjukkan amaliyahnya. ibadah. ”Yaitu sifat riya. Kini tidak mudah untuk menemukan orang yang benar-benar ikhlas beribadah kepada Allah tanpa adanya pamrih dari manusia atau tujuan lainnya. dan segala aktivitasnya di hadapan manusia. „Wahai Tuhanku. apa yang dimaksud dengan syirik kecil?” Rasulullah berkata. Rasulullah bercerita. ataupun perjuangan. dan tidaklah mereka dzkiri kepada Allah kecuali sedikit sekali. ”Apabila kamu tidak menipu Allah. mereka bermaksud riya‟ ( dengan shalat itu ) dihadapan manusia. maka kamu menghendaki amal itu untuk selain Allah. dan banyak pula orang yang melakukan shalat malam yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali tidak tidur semalaman. mengapa aku dimasukkan ke neraka?‟ Allah menjawab.

ria dapat digolongkan 2 macam. „aku mendengar Rasulullah s.a. Sesuai dengan kemampuan d. Niat karena Allah b. Mengada-ada d. Ikhlas c. Tidak pilih kasih e. yaitu sejak awal perbuatan bahkan yang dilakukannya tidak didasari ikhlas sebelumnya sudah didasari ria. Niat bukan karena Allah b. Pilih kasih e. Ria dalam niat Ria yang berkaitan dengan hati.w. dan . Mengharap imbalan Dilihat dari bentuknya. Rahmat bagi seluruh alam Amal perbuatan ria a.sifat riya. Apabila seseorang ingin melakukan amal perbuatan baik atau tidak tergantung pada niat. yaitu : a. bersabda : “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya. Yang mengetahui hanya Allah SWT dan dirinya saja. Ingin dipuji f. bersabda : ‫ا‬ ( ‫ل‬ ‫فق‬ ‫ل‬ ) ‫ر‬ ‫ل‬ ‫ى‬ ‫ا‬ ‫ل‬ Artinya : “aku mendengar Umar bin al Khaththab berkata di atas mimbar.aw. maksud ria dalam niat. Lihatlah apakah kalian memperoleh imbalan pahala dari mereka‟ Amal perbuatan yang diridlai Allah a. Rasulullah s. Tidak ikhlas c. di mana kalian pernah memperlihatkan amal kalian kepada mereka semasa di dunia. „pergilah kalian kepada mereka.

S. Al Ma‟un (107) : 4-6).S. paling tinggi dan paling mampu. diperhatikan.sesungguhnya bagi setiap orang memperoleh sesuai apa yang ia niatkan …” (H. Ria dalam perbuatan Yaitu memamerkan atau menunjukkan perbuatan di depan orang banyak. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Al Baqarah (2) : 264) c) Allah melarang pergi berperang didasari riya‟ dan menghalangi (orang) lain menempuh jalan Allah (sabilillah). d. orang-orang yang berbuat riya”. Ucapannya selalu menunjukkan bahwa dia yang paling hebat. Tampak rajin penuh semangat jika amal perbuatannya dilihat atau dipuji-puji orang. Bukhari Muslim) b.S. Al Ma‟un: 4-6) b) Bersedekah didasari riya laksana riya‟ batu licin yang di atasnya ada tanah.S. Dan dia melakukan hal itu kepada orang tuanya hanya karena ingin mendapatkan apa yang dia minta dari orang tuanya cepat-cepat terkabul. Melakukan amal saleh tanpa dasar. popularitas di masyarakat. dan disanjung orang lain. (Q. lalu menjadilah ia bersih.R. agar perbuatan tersebut dipuji. bila seorang pelajar terlihat belajar dengan sungguhsungguh hanya karena ingin mendapat nilai yang bagus.S. Tidak akan berbuat baik jika tidak dilihat orang lain atau tidak ada imbalan baginya b. Bahaya-bahaya yang ditimbulkan dari sikap riya a. hanya ikut-ikutan (Q. dan Q. An Nisa (4) : 142. Artinya : “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat. (Q. Beberapa penjelasan Allah SWT dalam Al Qur‟an sehubungan dengan riya‟ dalam perbuatan antara lain : a) Melakukan ibadah shalat tidak untuk mencapai keridlaan Allah SWT. Al Anfaal (8) : 47) Beberapa ciri orang yang mempunyai sifat ria dalam perbuatan a.S. 17 : 36) c. Di antara contoh riya dalam perbuatan. Bahaya riya yang merugikan diri sendiri . kemudian batu itu ditimpa hujan lebat. (Q. (Q. tetapi mengaharapkan pujian.

bahwa Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya hal yang paling aku takuti menimpamu ialah syirik kecil: yaitu riya. 9) Allah tidak akan menerima dan memberi pahala atas perbuatan ria (terhapusnya pahala yang sudah diperbuat) 10) Di akhirat akan dicampakkan ke dalam api neraka. b. karena ia mengungkit apa yang yang diberikannya kepada orang lain." Riwayat Ahmad dengan sanad hasan. sehingga orang lain menjadi benci dan tidak senang terhadapnya 3) Sikap dan perilakunya yang ria akan berpotensi menimbulkan pertikaian dan akhirnya menimbulkan pengrusakan Tanda-tanda riya‟ .1) Selalu tidak ada puasnya. 4) Sombong dan membanggakan diri 5) Tidak dapat bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah maupun berinteraksi dengan sesama manusia. sekalipun hidupnya sudah berkecukupan sehingga berpotensi untuk korupsi dan mengambil hak orang lain 2) Selalu ingin dipuji dan dihormati 3) Ketidakpuasan.a. 2) Memamerkan amalnya kepada orang lain. dan penyesalan ketika orang lain tidak menghargainya. sakit hati. Bahaya riya yang merugikan orang lain 1) Berpotensi saling bermusuhan. 6) Menyesal jika telah melakukan perbuatan baik hanya karena tidak ada orang lain yang melihatnya atau tidak ada imbalannya 7) Jiwanya akan terganggu karena kegelisahan/keluh kesah yang tiada henti 8) Perbuatan ria termasuk syirik kecil ‫ل‬ (‫ء‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ل: ل ر‬ ) ‫ر‬ Artinya : Dari Mahmud Ibnu Labid r.

Saling menasehati untuk kebaikan dan kesabaran dalam beribadah i. tatkala Tuhanmu memaklumkan. ”Orang yang riya itu memiliki tiga ciri.S. artinya melampaui batas. menambah amaliyahnya ketika dirinya dipuji. Ibrahim (14) : 7) 3.Tanda-tanda penyakit hati ini pernah dinyatakan oleh Ali bin Abi Thalib. Dalam hal ini sepadan dengan kata “al-Jawr”. Dalam bahasa Indonesia. Tidak memamerkan sesuatu karena pada dasarnya semua yang dimiliki adalah dari Allah dan akan kembali kepada-Nya j. yaitu malas beramal ketika sendirian dan giat beramal ketika berada di tengah-tengah orang ramai. Membiasakan diri membaca basmallah sebelum memulai pekerjaan c. Memfokuskan niat ibadah (ikhlas) hanya semata-mata karena Allah SWT b. keterlaluan. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur. Tidak membuat kecemburuan kepada orang lain h. dan mengurangi amaliyahnya ketika dirinya dicela. zalim biasa disebut dengan istilah “aniaya”. pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Membiasakan menjaga lisan saat bekerja d. Membiasakan bersedekah atau mengeluarkan infaknya setiap mendapat rezeki atau kesenangan f. gelap. dan jika kamu mengingkari (nikmatKu). Aniaya (adh-Dhulm) Kata “adh-dhulm” berasal dari fi‟l (kata kerja) “dhalama – yadhlimu” artinya : ”rugi. atau tindakan/perbuatan yang melampaui batas yang dapat . Kata beliau. maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Kebiasaan yang dapat menghindari perbuatan riya a. Membiasakan diri untuk bersyukur kepada Allah SWT Allah SWT berfirman : Artinya : “Dan (ingatlah juga). Tidak mudah tergiur atau terpengaruh dengan kemewahan orang lain g. Membiasakan diri menolong atau membantu pekerjaan orang lain tanpa harus disuruh dan meminta imbalan e." (Q. aniaya” atau yang berarti “Menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya”.

mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lain. Dalam hal ini. Siapakah orang yang dhalim itu? Q. Oleh karena itu. yaitu ia akan menjadi kegelapan yang berlipat di hari Kiamat kelak. Dan jauhilah kebakhilan/kekikiran karena kekikiran itu telah mencelakakan umat sebelum kamu”.dia berkata: Rasulullah Shallallâhu „alaihi wasallam bersabda: “Kezhaliman adalah kegelapan (yang berlipat) di hari Kiamat”. hadits diatas memperingatkan manusia dari perbuatan zhalim. sebab kezhaliman adalah kegelapan (yang berlipat) di hari Kiamat. menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan ketentuan Allah. Menganiaya berarti menyiksa. (Muttafaqun „alaih) Dari Jâbir bin „Abdillah bahwasanya Rasulullah Shallallâhu „alaihi wasallam bersabda: “berhatihatilah terhadap kezhaliman. memerintahkan mereka agar menghindari dan menjauhinya karena akibatnya amat berbahaya. harta atau kehormatan mereka. Ayat-ayat dan hadits-hadits serta atsar-atsar tentang keharaman perbuatan dhalim dan penjelasan tentang keburukannya banyak sekali.” Dari Ibnu „Umar -radhiallaahu „anhuma. Ketika itu. Sedangkan orang-orang yang berbuat zhalim terhadap Rabb mereka dengan perbuatan syirik. menyakitidan berbagai bentuk kesewenangan lainnya seperti menindas. Di dalam hadits Qudsiy.R. Dengan demikian yang dimaksud dengan aniaya (dhulm) adalah meletakkan. (H. ia adalah lawan dari kata al-„Adl (keadilan). Klasifikasi Kezhaliman . Demikian juga definisi yang dinukil oleh Syaikh Ibnu Rajab dari kebanyakan para ulama. Allah Ta‟âla berfirman: “Wahai hamba-hambaku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman terhadap diriku dan menjadikannya diharamkan antara kalian”. maka mereka itu akan berjalan di tengah kegelapan yang teramat sangat sehingga tidak dapat melihat arah jalan sama sekali. maka mereka itulah orangorang yang dhalim.Muslim) Hadits diatas dan semisalnya merupakan dalil atas keharaman perbuatan zhalim dan mencakup semua bentuk kezhaliman. kaum Mukminin berjalan dengan dipancari oleh sinar keimanan sembari berkata: “Wahai Rabb kami! Sempurnakanlah cahaya bagi kami”. terhadap diri mereka dengan perbuatanperbuatan maksiat atau terhadap selain mereka dengan bertindak sewenang-wenang terhadap darah.merugikan dirinya dan orang lain. yang paling besarnya adalah syirik kepada Allah Ta‟âla sebagaimana di dalam firman-Nya: “Sesungguhnya syirik itu merupakan kedhaliman yang besar”.S Al Baqarah [2]: 229 menjawab : Artinya : “…Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah.

Ciri-ciri orang zalim berdasarkan Al Qur‟an Al Qur‟an memberikan informasi banyak sekali tentang identitas atau cirri orang zalim yang sikap perilakunya atau cara memimpinnya dinisbatkan kepada firman di antaranya sebagai berikut : a. Dengan demikian. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallâhu „alaihi wasallam. arogan. di bulan haram kalian ini dan di negeri (tanah) haram kalian ini”. Kaki tangannya (anak buahnya) sebagai perpanjangan kekuasaannya menindas dan menggusur si lemah. dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina. Akan lebih berbuat sadis. c. Merencanakan pembunuhan/menghilangkan nyawa kepada golongan tertentu agar keinginan (nafsu) memimpin lebih lama lagi terus berlangsung. bila intimidasi yang pertama tidak mampu menimbulkan rasa gentar terhadap pihak lawannya. sok kuasa. beliau bersabda: “Barangsiapa yang pernah terzhalimi oleh saudaranya. sewenangwenang. e. mentang-mentang dan mengklaim bahwa (seolah-olah) semua kesuksesan. Senantiasa rakus terhadap kekuasaan. Bila dia tidak memiliki kebaikan.Syaikh Ibn Rajab berkata: “Kezhaliman terbagi kepada dua jenis: Pertama. . ‫ع ون‬ ‫وك‬ ‫ا‬ ‫دو ا و ع وا‬ ‫وا ر‬ ‫ا‬ ‫نا و‬ ‫ا‬ Artinya : Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri. Rasulullah Shallallâhu „alaihi wasallam telah bersabda ketika berkhuthbah di haji Wada‟ : “Sesungguhnya darah. (Q. baik terkait dengan jiwa. kezhaliman seorang hamba terhadap diri sendiri. congkak. dialah penggagasnya. kezhaliman yang dilakukan oleh seorang hamba terhadap orang lain. Sikap zalim dapat juga diketahui dari sifat-sifat sombong. Kedua. niscaya mereka membinasakannya. dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. harta dan kehormatan kalian diharamkan atas kalian sebagaimana keharaman hari kalian ini. maka hendaklah memintakan penghalalan (ma‟af) atasnya sebelum kebaikan-kebaikannya (kelak) akan diambil (dikurangi).S. Bentuk paling besar dan berbahaya dari jenis ini adalah syirik sebab orang yang berbuat kesyirikan menjadikan makhluk sederajat dengan Khaliq. besar maupun kecil. harta atau kehormatan. Jenis berikutnya adalah perbuatanperbuatan maksiat dengan berbagai macamnya. An Naml : 34) b. maka kejelekan-kejelekan saudaranya tersebut akan diambil lantas dilimpahkan (diberikan) kepadanya”. dia telah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. d.

d. puasa. Zalim kepada diri sendiri. miskin. mengado domba. contohnya : membiarkan diri sendiri tetap bodoh. Kebiasaan membolos sekolah . dan lain-lain. memfitnah. Zalim kepada makhluk lain atau alam sekitarnya. zakat dan ibadah lainnya. bunuh diri dan lain-lain. sihir dan perbuatan terlarang lainnya. pembunuhan. dengan cara tidak mau melaksanakan perintah allah dan melaksanakan laranganNya. dan menentang Rabb dengan melanggar ajaran-Nya… Ia juga terjadi akibat kegelapan hati seseorang sebab bila hatinya dipenuhi oleh cahaya hidayah tentu akan mudah mengambil i‟tibar (pelajaran)”. penyiksaan. contohnya : menebang pohon tanpa aturan. membuang sampah sembarangan. c. minum-minuman keras. mencuri. Zalim kepada orang lain (sesama manusia). merampok. menyembelih binatang dengan senjata tumpul. Penyebab terjadinya Ibnu al-Jauziy menyatakan: “kedhaliman mengandung dua kemaksiatan: mengambil milik orang lain tanpa hak. dan lain-lain. Zalim kepada Allah. Dan hal ini terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama sehingga tidak mengetahui bahwa : § Hal itu amat dilarang bahkan diharamkan § Ketidakadilan akan menyebabkan adanya pihak yang terzhalimi § Orang yang memiliki sifat sombong dan angkuh akan menyepelekan dan merendahkan orang lain serta tidak peduli dengan hak atau perasaannya § Orang yang memiliki sifat serakah selalu merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya sehingga membuatnya lupa diri dan mengambil sesuatu yang bukan haknya § Orang yang memiliki sifat iri dan dengki selalu bercita-cita agar kenikmatan yang dirasakan oleh orang lain segera berakhir atau mencari celah-celah bagaimana menjatuhkan harga diri orang yang didengkinya tersebut dengan cara apapun Kebiasaan perbuatan pelajar yang berpotensi menjadi zalim a. Contoh : meninggalkan ibadah shalat. bahkan berbuat syirik. contohnya : mengumpat. Penyebab kedhaliman juga dapat dikembalikan kepada definisinya sendiri. yaitu tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya.Macam-macam sifat zalim/aniaya Pada dasarnya secara umum zalim atau perbuatan aniaya dapat diklasifikasi 4 macam : a. b. malas.

dan persaudaraan kepada antarsesama · Menyadari bahwa setiap perbuatan mempunyai sebab akibat sesuai dengan sunnatullah · Menyadari do‟a orang yang teraniaya itu makbul · Mengamalkan ajaran agama dengan memperbanyak berbuat kebaikan sehingga tak ada waktu untuk berbuat aniaya · Membiasakan diri bersyukur kepada Allah SWT · Berhati-hati dalam bertindak. Kebiasaan merokok/ mabuk f. 5 : 78-80) o Akan memperoleh siksaan allah di akhirat (Q.S. Kebiasaan mencuri. Sering tidur di kelas dan sering mengerjakan pekerjaan (PR) di sekolah. i. Kebiasaan telat masuk sekolah dengan sengaja karena malas g.S. 5 : 33) o Amal perbuatannnya akan menjadi sia-sia di sisi Allah (Q. Memprovokasi teman-temannya dalam pelanggaran sekolah Bahaya sifat zalim o Akan merugikan kehidupan diri sendiri baik di dunia maupun akhirat o Akan memperoleh adzab /laknat dari Allah (Q. c. 18 : 103 – 105) Cara-cara menghindari dari sikap aniaya/zalim · Selalu waspada dan hati-hati dalam setiap menghadapi masalah · Jangan membuka aib atau cacat orang lain · Menumbuhkan rasa persaudaraan. Kebiasaan mengobrol/tidak memperhatikan saat guru menerangkan pelajaran h.b.S. atau menyembunyikan harta milik teman-teman sekelasnya. Berkelahi antar pelajar (tawuran) e. Kebiasaan usil / jahil yang berpotensi menimbulkan permusuhan d. Kebiasaan malas mencatat dan belajar. kasih sayang. berbicara dan dalam menerima setiap informasi yang ada .

Islam tidak memandang kemuliaan seseorang atas dasar penampakan lahiriyah dan segala unsur SARA. Ada kelompok warga berwarna kulit hitam dan putih. Menurut Kamus Bahasa Indonesia karangan Purwodarminto. 27) · Akan mendapatkan siksaan di neraka selama-lamanya. 5 . Memang kemajemukan umat adalah hal yang sangat wajar dan semestinya. Awal munculnya istilah ini memang dari adanya pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara atas dasar warna kulit.S. . 6) · Akan mendapatkan siksaan yang besar. (Q. (Q.· Meluruskan / memahami ketauhidan · Membiasakan menjaga amanah. yaitu memberikan hak orang lain · Membiasakan bersikap adil dalam memutuskan suatu perkara Hukuman Allah terhadap pemimpin yang zalim · Akan dipertanggungjawabkan segenap perbuatannya. dan sebagainya) Istilah diskriminasi kemudian meluas maknanya kepada segala bentuk pembedaan atas warga negara atas dasar suku bangsa dan ras antar negara (SARA). Agar kita mampu menghindari sikap deskriminatif tersebut.S. Kemajemukan bukan untuk diperselisihkan atau dipertentangkan. 10 . 45 . 98 . dibunuh dan disalib (Q. ekonomi. 33) 4. Al Hujurat [49] : 10-13 .S. perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara karena perbedaan warna kulit. sebaiknya kita mengambil hikmah dari firman Allah SWT dalam QS. Diskriminasi Diskriminasi adalah istilah populer yang seringkali kita dengar seiring dengan gencarnya istilah demokrasi disebut. diskriminasi artinya adalah perbedaan perlakuan terhadap sesama warga Negara (berdasarkan warna kulit.S. golongan. 65. 88. karena memang kemajemukan ini adalah takdir Allah SWT. memahami dan mempelajari agar tampak mana siapa yang paling bertaqwa di sisi Allah SWT. Kemajemukan seyogyanya dijadikan media untuk saling mengenal. Diskriminasi bermakna perbedaan warna kulit. 16 . 36 . suku. agama. (Q. Islam sangat mengecam perbuatan diskriminatif. 15) · Akan mendapatkan balasan setimpal dengan apa yang telah dikerjakannya.

Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya. 11. Oleh karena itu kita dilarang untuk: . 13. janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain. 12. 6. supaya kamu mendapat rahmat. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah. kita bisa mengambil pelajaran untuk menghindari sikap diskriminatif sebagai berikut: 4. maka mereka itulah orang-orang yang zalim. 5. Dan bertakwalah kepada Allah. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat. Hai orang-orang yang beriman. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Yang membedakan mereka di sisi Allah adalah kualitas ketaqwaan mereka. Berdasarkan ayat-ayat di atas. Sesama orang yang beriman dan beragama Islam adalah saudara yang saling menyayangi dan menghormati. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan).Artinya : 10. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Hai orang-orang yang beriman. boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Hai manusia. karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.

(Umar bin Khaththab). Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku. 8. mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini.§ Saling merendahkan § Saling mencela § Saling memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan § Saling berperasangka jelek (saling curiga) § Saling mencari-cari kejelekan orang lain § Saling menggunjingkan 7. Allah tidak melihat kemuliaan seseorang dari penampilan luar. pernah berkata : ‫ﹷ‬ ‫ى‬ ‫ﹷ‬ ‫ﹹ‬ ‫ﹷ‬ Artinya : “Sesungguhnya Islam itu menghimpun di antara kamu satu sama lain dan memandang sama antara raja dan rakyat dari segi hukum (sama-sama mempunyai hak dan kewajiban yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah)”. an Nisa’: 32) Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya. bangsa dan suku adalah sesuatu yang wajar dan niscaya. Dalam ajaran Islam keadilan ditegakkan tanpa memandang bulu/diskriminasi baik rakyat jelata ataupun raja harus tunduk kepada hukum dan ajaran Allah SWT. 9. Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah ialah orang yang paling taqwa. lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? ” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang . Keragaman ciptaan.a. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. Khalifah Umar bin al Khaththab r. Hasad (QS. sebab itu dibunuhnyalah. jika ia melanggar harus menerima konsekuensinya. Allah paling tahu siapa yang paling bertaqwa dan siapa yang hanya berpura-pura bertaqwa. 10.

QS. sebab sifat hasud memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar. Dewasa ini banyak sekali perilaku aniaya bahkan telah menjadi trend dikalangan orang yang memiliki kedudukan tinggi. bukan tidak mungkin ia akan berbuat seenaknya sendiri. Bila seorang pejabat telah menilai seseorang itu jauh lebih rendah dari status sosial yang di jabatnya. Memenuhi tugas PAI semester II tentang bab “Perilaku Tercela” 2. Sungguh moral manusia sudah sangat rusak akibat perilaku tercela tersebut. Bab II Isi . (yaitu) benci dan dengki. Al-Maidah[5]: 27-31). Mereka selalu menilai seseorang dan memperlakukan seseorang sesuai dengan status sosialnya. Tujuan Pembuatan Makalah ini bertujuan untuk : 1. menyakiti dan berbagai bentuk ketidak sewengan seperti menindas. B. Berbuat Aniaya berarti berbuat dosa.Oleh karena itu. Al-Falaq [113] ayat 5 ‫ال ب ال ن ار ت أك ل ك م اال حس ن ات ي أك ل ال حس د ف ان .” (HR Ahmad dan Turmidzi) A. aniaya akan mendatangkan akibat-akibat buruk yang akan diterima oleh pelakunya. Latar Belakang Aniaya adalah perbuatan bengis seperti penyiksaan atau penindasan terhadap orang lain di luar batas kemanusiaan. 3. Aniaya termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah SWT bahkan sesama manusia.yang menyesal (QS. itulah yang membinasakan agama.ال حس د و اي اك م ص هللا رسول ق ال : ق ال هري ر ة اب ى عن‬ ‫م‬ ‫حط‬ (‫)داو د اب ر روا ه‬ rtinya: “Dari Abu Hurairah katanya: Telah bersabda rasullah SAW : Hendaklah engkau menjauhkan diri dari sifat hasud.” (HR Abu Daud ‫دبَّ اِلَيكم داء االُمم قَبلَكم البَغضاء و الحسََ د هي حالِقَةُ الديْن الَ حالِقَةُ الشعْز‬ َ َ َ َ ِ ُ َ َ َ ُ َ ْ ُْ ْ َِ ُ َ ُْْ ِ ِّ ِ َّ )‫(رواه احمد و تزمذى‬ Artinya: “Telah masuk ke tubuhmu penyakit-penyakit umat tedahulu. Memberikan referensi mengenai “Aniaya” dalam proses belajar-mengajar. mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya. Memberikan referensi bacaan mengenai perilaku tercela. sehingga kami berharap makalah ini dapat memberikan cahaya terang dalam menggapai ridhlo Allah SWT dan dapat membentuk Akhlakul karimah umat manusia. Menganiaya berarti menyiksa. bukan dengki mencukur rambut.

Isi Aniaya adalah perbuatan bengis seperti penyiksaan atau penindasan Menganiaya berarti menyiksa. hanyalah mereka dibunuh atau disalib. bengis. dengan huruf “za la ma” yang bermaksud gelap. kemusnahan harta benda. Aniaya atau bengis yaitu suatu tindakan yang tidak manusiawi yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Perbuatan itu sama dosanya dengan mencuri. Jenis-jenis perbuatan aniaya 1) Aniaya kepada Allah SWT Aniaya kepada Allah SWT mengandung arti tidak menjalankan perintah Allah dan tidak menjauhi . yaitu sebagai berikut. melakukan kemungkaran. Yang dimaksud dengan aniaya ialah tidak adil (tidak menempatkan sesuatu dengan semestinya atau sesuai dengan ketentuan Allah SWT). 3. Firman Allah SWT: Artinya: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi. Kata zalim berasal dari bahasa Arab. karena didalamnya terdapat unsur kekerasan. mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya Pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa penganiayan merupakan kejahatan yang bersifat mengancam harta dan jiwa. penganiaya dihukum dibunuh dan disalib 2. penganiayaan. Aniaya juga bisa disebut zalim. Jika sampai membunuh korbannya maka jelas perbuatan itu termasuk salah satu dosa besar. bahkan lebih besar. Jika menganiaya dan membunuh korban serta mengambil hartanya. dan ketidak adilan. dinyatakan bahwa hukuman bagi penganiaya diberlakukan sesuai dengan jenis perbuatan yang dilakukannya. tidak berperikemanusiaan. dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). 1. atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414].” (QS Al Maidah : 33) Dari ayat tersebut. A. Jika ia hanya mengambil harta tanpa membunuh korbannya maka hukumannya dihukum potong tangan dan kakinya dengan cara silang. Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia. Jika ia tidak mengambil harta dan membunuh karena tetangkap sebelum sempat melakukan sesuatu atau hanya menakui0nakuti saja maka hukumannya adalah dipenjara. penyiksaan atau zalim.I. Kalimat ini digunakan untuk melambangkan sifat kejam. II. suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan. Pengertian Perkataan aniaya berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya perbuatan bengis. menyakiti dan berbagai bentuk ketidak sewengan seperti menindas.

misalnya menjadikan binatang sebagai sasaran latihan memanah atau menembak. menyakiti. seperti pencemaran air. Dampak negatif dari perbuatan aniaya terhadap diri sendiri : • Merasa tidak nyaman dengan keberuntungan orang lain (ujungnya adalah iri hati dan merendahkan kemampuan orang lain) • Selalu menganggap orang lain lebih beruntung • Selalu melihat sisi buruk dari sebuah situasi atau keadaan (dan berujung pada mencari pembenaran terhadap kesalahan dan kegagalan). Akibat Perbuatan Aniaya i. dan perbuatan lainnya secara tidak manusiawi. Contoh. menelantarkan binatang peliharaan dan menyembelih hewan dengan senjata tumpul 5) Aniaya kepada Alam Aniaya kepada alam mengandung pengertian melakukan perbuatan yang dapat merusak alam. melaksanakan aktifitas hidup dengan tidak dilandasi niat dan mencari ridhlo Allah SWT. Ciri-ciri orang yang melakukan aniaya terhadap dirinya sendiri : Sering bicara tentang nasibnya yang malang dan tidak beruntung. 2) Aniaya kepada diri sendiri Aniaya kepada diri sendiri mengandung arti melakukan perbuatan dosa. penebangan liar dan lain sebagainya. harta benda ataupun berbuat semena-mena kepada orang lain 4) Aniaya kepada binatang Aniaya kepada binatang mengandung arti memperlakukan binatang dengan seenaknya. Ingatlah. perbuatan merintangi jalan beraura negatif dan akan kembali kepada diri sendiri sebagai gelombang negatif juga. Tidak menyukai semangat orang lain dan berusaha menahannya. baik dengan sengaja ataupun tidak. Menyadari kekurangan adalah awal yang baik – bagian dari instrospeksi untuk mengubah kekurangan menjadi kelebihan. keji. 3) Aniaya kepada orang lain Aniaya kepada orang lain mengandung arti memperkosa kehormatan. karena dibayangi rasa takut Mencemarkan nama baik dirinya dan keluarga Orang yang berbuat aniaya seperti merampok dan membunuh. udara dan lingkungan. Orang yang menghambat orang lain sebenarnya sedang menganiaya diri sendiri.laranganNya. apabilaperbuatannya diketahui oleh . baik kecil ataupun besar. Bagi penganiaya : Tidak akan disenangi bahkan akan dibenci masyarakat Hidupnya tidak akan tenang. B. Tetapi mengekspos nasib malang dan kekurangan tak ubahnya pengemis di lampu merah yang mengekspos cacat untuk kepentingan diri sendiri.

karena mereka dibayangi rasa takut terhadap perbuatan-perbuatan jahat orang zalim Jika dalam suatu masyarakat atau negerijumlah orang-orang yang zalimnya mayoritas dan mereka tidak bertobat maka tidak mustahil Allah SWT akan menurunkan adzab-Nya C. Bab III Penutup Makalah dengan judul “Aniaya” akan lebih mudah dimengerti dan dipahami khususnya bagi siswa.alat negara lalu ditangkap dan diadili. Para pelaku aniaya itu. alam. Dan ingatlah kekuasaan tertinggi hanya ada pada Allah!! Jadi kita jangan pernah merasa paling berkuasa sehingga dapat berbuat semena-mena kepada orang lain. misalnya dipenjarakan. dan sebagainya. hak orang lain. apabila pembelajaran lebih diorientasikan pada realita kehidupan dan aplikasi dalam kehidupan seharihari untuk tidak berbuat aniaya. Cara menghindari aniaya Dalam upaya menghindari perbuatan aniaya ini hendaknya kita memperhatikan hak-hak diri sendiri. . misalnya kehilangan harta benda. menderita sakit fisik dan mental bahkan sampai kehilangan jiwa Bila penganiaayaan itu terjadi dimana-mana maka masyarakat tidak akan memperoleh kedamaian dan ketentraman. maka tentu ia akan dijatuhi hukuman. jika tidak bertobat dengan tobat sesungguh-sungguhnya. Dengan mengetahui dampak-dampak negatif dari aniaya diharapkan akhlak para para pelajar sebagai generasi muda pada khususnya dan seluruh umat manusia lambat laun akan lebih baik. maka di alam akhiratnya ia akan dicampakan ke dalam api neraka ii. Semangat dan gairah kerja masyarakat akan menurun. Bagi orang yang dianiaya : Orang yang dianiaya akan mengalami kerugian dan bencana sesuai dengan jenis penganiayaan terhadap dirinya. hak binatang. Selain itu pula kita hendaknya takut kepada dosa. atau berbuat kerusakan di muka bumi ini. karena Allah swt telah melarang kita berbuat aniaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful