P. 1
Cara Kerja Dinamo Starter

Cara Kerja Dinamo Starter

|Views: 78|Likes:

More info:

Published by: Aditya Barcelona Prasetya on Jun 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2012

pdf

text

original

Cara Kerja Dinamo Starter

Pada sebuah mobil terdapat sebuah mesin. Nah, taukah anda saat anda mulai menyalakan mesin mobil anda, komponen mana yang berkerja sebagai penggerak untuk menyalakan mesin mobil ?.. Stater , stater pada kendaraan berfungsi untuk memutar mesin pertama kalinya, dengan ditemukan nya stater maka anda tidak perlu lagi menghidupkan mesin mobil anda dengan engkol atau mendorong nya. Pada saat mulai menyalakan mesin atau menghidupkan stater mobil , hendaknya dengan menginjak pedal kopling, hal ini di maksudkan untuk mengingatkan kita sebagai pengendara agar tidak lupa memastikan bahwa sebelum stater mesin, gigi persneleng harus netral. Supaya mobil tidak langsung jalan pada saat stater dalam kondisi gigi persneleng atau transmisi sedang masuk. System diatas di maksudkan untuk anda pengendara yang punya kebiasaan parkir kendaraan dalam kondisi gigi persneleng dimasukan. Untuk membantu pengereman, kebiasaan yang tidak perlu di lakukan, sebab telah ada hand rem. Cara Kerja Dinamo Stater

Pada saat starter switch atau kunci kontak dalam posisi start, arah aliran arus, pull-in-coil akan menarik kontak untuk menghubungkan terminal “30” dengan terminal “C”, jika arus listrik sampai ke ground. Tidak ada jalur yang terputus antara Pull-in-coil sampai ke ground, tapi jika arus listrik terputus mungkin disebabkan karbon brush habis ” karbon brush terletak sebelum dan sesudah armature”, pull-in-coil tidak akan bekerja dan motor stater tidak akan berkerja. Tanda untuk mobil dengan relay stater, hanya akan terdengar kontak relay stater terhubung saat stater tetapi dinamo stater atau motor starter tidak bekerja, ini kalau karbon brush habis. Pada kondisi normal setelah Pull-in-coil menarik kontak sekaligus plunger dan shift lever mendorong pinion untuk menghubungkan putaran motor stater dengan roda gila atau flywheel, secara elektrikal berikut arah aliran arus listriknya. Setelah kontak selenoid atau terminal “30″ dan terminal “C” terhubung, pull-in-coil tidak bekerja lagi karena tegangan atau voltase antara terminal “50″ dengan terminal “C” hampir sama. Pada saat motor stater memutar roda gila, Hold-in-coil memegang peranan utama untuk menahan kontak untuk menghubungkan terminal “30″ dan terminal “C” dan menahan gigi pinion yang memutar flywheel atau roda gila, sampai mesin hidup. (suk.016)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->