LAPORAN TETAP PENGETAHUAN BAHAN “ KAYU”

OLEH : M. SELPAN MAHERIYONO 05101002046 TEKNIK PERTANIAN

JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2011

I.
A. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya. Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang. Ilmu perkayuan (dendrologi) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat kimia, fisika, dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu, kayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Kita sebagai pengguna dari kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan. Berikut ini diuraikan sifat-sifat kayu (fisik dan mekanik) serta macam penggunaannya. Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat ini penting sekali dalam industri pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat secara kontinyu atau terlalu mahal.

Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda. Bahkan dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbedabeda. Dari sekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain. Kayu merupakan salah satu material konstruksi yang paling banyak terdapat di alam dan pertama kali digunakan dalam sejarah umat manusia. Kayu sampai saat ini masih banyak digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan untuk rumah tinggal, gedung, jembatan, bantalan kereta api dan lain – lain. Kayu dipilih sebagai bahan konstruksi selain karena alasan mudah didapat, harganya relatif murah dan memiliki nilai estetika yang tinggi. ( Frick,1981 ) juga menyatakan bahwa material kayu akan selalu dibutuhkan manusia karena sifat utama yang dimiliki yaitu kayu merupakan kekayaan alam ( natural resources )yang tidak akan pernah habis, mudah dalam pemrosesan serta memiliki sifat – sifat spesifik yang tidak dimiliki oleh bahan lain. Selain keuntungan kayu seperti yang telah disebutkan di atas kayu juga mempunyai kekuatan yang tinggi ( tekan sejajar atau tegak lurus serat) dan berat yang rendah dibandingkan dengan konstuksi yang lainnya, mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap pengaruh kimia ( Chemical Attack ), dan bersifat isolator. Namun demikian kayu juga memiliki kekurangan antara lain sifat kurang homogen dengan adanya cacat kayu, mata kayu, beberapa bersifat kurang awet, dapat memuai dan menyusut dengan perubahan kelembaban meski tetap elastis dan yang terutama adalah kayu mudah terbakar. Tidak semua jenis kayu dapat dijadikan bahan konstruksi. Penilaian terhadap kayu di bedakan atas kelas kuat dan kelas awetnya. Ditinjau dari perencanaan mekanika, konstruksi kayu memiliki perbedaan dengan konstruksi lain, seperti pada beton bertulang atau baja. Pada konstruksi kayu akan ditemukan kondisi sambungan yang tidak mungkin rigid seperti pada beton bertulang atau pada konstruksi baja. Pada konstruksi kayu terdapat batasan deformasi atau displacement pada sambungannya dimana batasan displacement sambungan yang diizinkan adalah sampai dengan 1,5 mm (Felix, 1992). Untuk alat sambung sendiri ada beberapa macam yaitu alat sambung perekat (epoxy), pasak, paku dan baut. Efektifitas masing – masing alat sambung

berbeda – beda tergantung dari karakterisatik masing – masing sambungan dimana keefektifitasan lat sambung perekat dapat mencapai 100%, pasak 60%, paku 50% dan baut 30% (Felix,1992). Untuk penelitian ini, material digunakan kayu Mangga, Sawo, Jambu, Gelam, dan Nangka. Kayu saat ini menjadi salah satu alternatif yang bisa dijadikan sebagai bahan konstruksi karena lebih mudah ditemukan dipasaran dan harganya jauh lebih murah dibanding dengan kayu Damar laut, Jati dan lain – lain yang dikenal sebagai bahan konstruksi berkualitas baik. Berdasarkan pemikiran diatas dan karena penelitan – penelitian sebelumnya hanya meneliti sambungan dengan satu jenis alat penyambung saja maka dilakukan penelitian terhadap sambungan kayu meranti dengan menggunakan alat sambung paku dan baut di uji untuk masing – masing alat sambung tersebut dan kombinasi keduanya. Pembebanan yang diberikan adalah pembebanan aksial tekan sejajar serat. Sumberdaya alam hayati didefinisikan sebagai unsur-unsur di alam yang terdiri dari sumber-sumber alam nabati dan hewani yang bersama dengan unsur non hayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk suatu ekosistem (Poolock, 1991). Salah satu bentuk-bentuk sumberdaya alam adalah kekayaan hutan yang dimiliki bangsa Indonesia. Pengelolaan sumberdaya hutan bertujuan untuk mendapatkan manfaatmanfaat penting dari hutan, diantaranya sebagai penghasil kayu dan vegetasi lainnya, satwa liar, tempat rekreasi, mencegah banjir dan erosi, mempertahankan kesuburan tanah, dan mengatur kondisi iklim dan lingkungan hidup (Worrel, 1970). Hutan mempunyai banyak manfaat (multiple use) yang merupakan karakteristik sumberdaya alam yang berbeda dengan sumberdaya alam lainnya, sebab selain sebagai produksi kayu, hutan juga mempunyai berbagai fungsi penting lainnya, sehingga dalam pengambilan keputusan mengenai macam penggunaan hutan, perlu diperhatikan bahwa tidak semua hutan cocok untuk semua bentuk pemanfaatan (Suparmoko, 1989).

Hutan di Indonesia merupakan 75 % dari seluruh wilayah Indonesia atau 50% dari hutan tropika di Asia Tenggara dan 10 % dari seluruh wilayah hutan tropika dunia. Hutan di Indonesia berdasarkan Tata Guna Lahan Kesepakatan (TGHK) secara nasional seluas 144 juta hektar yang tersebar di berbagai pulau utama di Indonesia. Kawasan hutan seluas 144 juta hektar tersebut dalam pembulatan presentase dibagi menjadi beberapa fungsi, yaitu 20 % sebagai hutan konversi, 27 % sebagai hutan lindung, 9,8 % sebagai hutan suaka alam dan wisata hutan, 17 % sebagai hutan produksi tetap, 16,1 % sebagai hutan produksi terbatas (Arief, 2001). B. Tujuan Pratikum ini bertujuan untuk : Mengetahui sifat fisik dari beberapa jenis kayu Mengetahui kadar air dalam beberapa jenis kayu

Setiap jenis kayu mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda sehingga dalam pengolahannyapun memerlukan penanganan yang berbeda pula. diperdagangkan secara bebas dengan menggunakan nama lain. namun amat penting artinya bagi semua pihak baik bagi pemerintah. Metoda Pengenalan Jenis Kayu Untuk mengenal/menentukan suatu jenis kayu. Penentuan jenis kayu dalam . Sedangkan bagi konsumen. pihak produsen maupun pihak konsumen. selain untuk memenuhi kewajiban dalam membayar pungutan yang dibebankan pemerintah. Disamping secara langsung terkait dengan kepentingan pemerintah. penentuan jenis kayu berperan penting dalam menentukan besarnya pungutan negara (PSDH dan DR) yang dikenakan. Penentuan jenis kayu pada hakekatnya bukan hanya sekedar untuk memenuhi persyaratan dalam pelaksanaan pengujian saja. Terkait dengan kepentingan pemerintah. akan lebih memudahkan untuk memilih kayu-kayu yang cocok untuk kepentingannya. kepastian suatu jenis kayu juga penting artinya dalam proses produksi dan pemasaran. mengukur dimensi kayu untuk mendapatkan volume serta menetapkan mutu. tetapi dapat dilakukan dengan memeriksa sepotong kecil kayu. tidak selalu dilakukan dengan cara memeriksa kayu dalam bentuk log (kayu bundar). dengan adanya kepastian jenis kayu.II. Di pihak produsen. Pungutan pemerintah tersebut selain didasarkan atas wilayah asal kayu. TINJAUAN PUSTAKA Kegiatan penentuan jenis kayu (identifikasi jenis kayu) merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pengujian dalam arti luas yaitu menentukan jenis kayu. juga didasarkan atas jenis kayu. penentuan jenis kayu memegang peranan penting dalam upaya ikut serta mencegah penyimpangan dimana suatu jenis kayu yang dilarang untuk ditebang/dipasarkan.

bentuk log. dan sebagainya) masih mudah dilakukan dengan hanya memperhatikan sifat-sifat kasar yang mudah dilihat. moulding. cara yang lebih lazim dipakai dalam penentuan je-nis kayu adalah dengan memeriksa sifat anatominya (sifat struktur). warna. sifat struktur atau mikroskopis lebih dapat diandalkan dari pada sifat fisik atau makroskopis dalam mengenal atau menentukan suatu jenis kayu. yaitu penampilan sifat struktur pada bidang lintang. Pada dasarnya terdapat 2 (dua) sifat utama kayu yang dapat dipergunakan untuk mengenal kayu. baik dengan penglihatan. arah serat. dimana antar jenis kayu sukar untuk dibedakan. Sebagai contoh. Namun apabila kayu tersebut diamati dalam bentuk barang jadi dimana sifat-sifat fisik asli tidak dapat dikenali lagi karena sudah dilapisi dengan cat. b. yaitu sifat fisik (disebut juga sifat kasar atau sifat makroskopis) dan sifat struktur (disebut juga sifat mikroskopis). umumnya yang digunakan adalah warna kayu teras. yaitu arah umum dari sel-sel pembentuk kayu. Demikian juga untuk kebanyakan kayu di Indonesia. perabaan dan sebagainya tanpa menggunakan alat bantu. Secara obyektif. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih dapat dipercaya. c. akan lebih baik bila kedua sifat ini dapat dipergunakan secara bersama-sama. pada umumnya dengan cara memperhatikan sifat-sifat kayu yang mudah dilihat seperti penampakan kulit. kayu jati (Tectona grandis) memiliki gambar lingkaran tumbuh yang jelas). . karena sifat fisik akan mendukung sifat struktur dalam menentukan jenis. warna kayu teras. pen-ciuman. tekstur. Sifat-sifat kayu yang termasuk dalam sifat kasar antara lain adalah : a. arah serat. Penentuan beberapa jenis kayu dalam bentuk olahan (kayu gergajian. Sifat fisik/kasar atau makroskopis adalah sifat yang dapat diketahui secara jelas melalui panca indera. ada tidaknya getah dan sebagainya. maka satu-satunya cara yang dapat dipergunakan untuk menentukan jenisnya adalah dengan cara memeriksa sifat anatomi/strukturnya.

d. susunan. umumnya dengan menggunakan berat jenis f. Jari-jari (Rays) adalah parenkim dengan arah horizontal. gambar. Dengan mempergunakan loupe. h. Saluran interseluler ini tidak selalu ada pada setiap jenis kayu. Pori (vessel) adalah sel yang berbentuk pembuluh dengan arah longitudinal. isi. b. ukuran. c. Jari-jari dapat dibedakan berdasarkan ukuran lebarnya dan keseragaman ukurannya. g. pori terlihat sebagai lubang-lubang beraturan maupun tidak. Sifat struktur yang diamati adalah : a. Sifat struktur/mikroskopis adalah sifat yang dapat kita ketahui dengan mempergunakan alat bantu. dan sebagainya. d. Pori dapat dibedakan berdasarkan penyebaran. Parenkim (Parenchyma) adalah sel yang berdinding tipis dengan bentuk batu bata dengan arah longitudinal. jari-jari terlihat seperti garisgaris yang sejajar dengan warna yang lebih cerah dibanding warna sekelilingnya. pada bidang lintang. tetapi hanya terdapat pada jenis-jenis tertentu. misalnya beberapa jenis kayu dalam famili Dipterocarpaceae. yaitu parenkim paratrakeal (berhubungan dengan pori) dan apotrakeral (tidak berhubungan dengan pori). pada bidang lintang. parenkim (jaringan parenkim) terlihat mempunyai warna yang lebih cerah dibanding dengan warna sel sekelilingnya. jumlah dan bidang perforasi). yaitu kesan yang diperoleh saat meraba kayu. kesan raba. pada bidang lintang. bau. ukuran kecil maupun besar. Saluran interseluler adalah saluran yang berada di antara sel-sel kayu yang berfungsi sebagai saluran khusus. baik yang terlihat pada bidang radial maupun tangensial e. yaitu kaca pembesar (loupe) dengan pembesaran 10 kali. Parenkim dapat dibedakan berdasarkan atas hubungannya dengan pori. antara lain . Dengan mempergunakan loupe. Dengan mempergunakan loupe. lingkaran tumbuh. berat.

) f. misalnya jelutung (Dyera spp. kegiatan pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kayu tersebut dengan memeriksa sifat kasarnya. Pada bidang lintang. Saluran getah adalah saluran yang berada dalam batang kayu. tapi hanya pada jenis-jenis tertentu seperti kempas (Koompasia malaccensis) dan sonokembang (Pterocarpus indicus). Gelam tersisip juga tidak selalu ada pada setiap jenis kayu. Saluran getah ini tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu. Jenisjenis kayu yang sering memiliki gelam tersisip adalah karas (Aquilaria spp). tapi hanya terdapat pada kayu-kayu tertentu. Gelam tersisip atau kulit tersisip adalah kulit yang berada di antara kayu. Terdapat perbedaan yang mendasar antara sifat struktur kayu daun lebar dan sifat struktur kayu daun jarum. dan bentuknya seperti lensa. . yang terbentuk sebagai akibat kesalahan kambium dalam membentuk kulit. mersawa (Anisoptera spp).meranti (Shorea spp). Berdasarkan arahnya. g. maka terhadap kayu tersebut dilakukan pemeriksaan sifat strukturnya dengan mempergunakan loupe. Tanda kerinyut juga tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu. saluran interseluler dibedakan atas saluran interseluler aksial (arah longitudinal) dan saluran interseluler radial (arah sejajar jari-jari). Kayu-kayu daun jarum tidak mempunyai pori-pori kayu seperti halnya kayu-kayu daun lebar. dan sebagainya. Apabila dengan cara tersebut belum dapat ditetapkan jenis kayunya. dengan mempergunakan loupe. pada umumnya saluran interseluler aksial terlihat sebagai lubang-lubang yang terletak diantara selsel kayu dengan ukuran yang jauh lebih kecil. jati (Tectona grandis) dan api-api (Avicennia spp). e. Untuk menentukan jenis sepotong kayu. kapur (Dryobalanops spp). Tanda kerinyut adalah penampilan ujung jari-jari yang bertingkat-tingkat dan biasanya terlihat pada bidang tangensial. keruing (Dipterocarpus spp).

Dikotom berarti percabangan. dibuat kartu dengan ukuran tertentu (misalnya ukuran kartu pos). Sebagai contoh. Sifat-sifat tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk kartu (sistim kartu) atau dalam bentuk percabangan dua (sistem dikotom). kita dapat mempergunakan kunci pengenalan jenis kayu. dan pada bagian tengahnya tertera nama jenis kayu. Pada sistem kartu. baik sistem kartu maupun dengan sistem dikotom. dan kemudian dengan mempergunakan kunci dikotom.Untuk memudahkan dalam menentukan suatu jenis kayu. Kesulitan tersebut adalah apabila kayu yang akan ditentukan jenisnya tidak termasuk ke dalam koleksi. baik sifat struktur maupun sifat kasarnya. Walaupun sistem kartu ataupun sistem dikotom digunakan untuk menetapkan jenis kayu. keduanya mempunyai kelemahan. nama jenis yang tertera pada kartu terakhir tersebut merupakan nama jenis kayu yang diidentifikasi. Kayu yang akan ditentukan jenisnya diperiksa sifat-sifatnya. dilakukan penelusuran sesuai dengan sifat yang diamati sampai diperolehnya nama jenis kayu yang dimaksud. Kunci cara pengenalan jenis kayu di atas. keduanya tidak akan dapat membantu mendapatkan nama jenis kayu yang dimaksud. diperiksa sifat-sifatnya. semakin banyak koleksi kayu yang dimiliki disertai dengan pengumpulan mengumpulkan sifat-sifatnya ke dalam . pembagian atau pengelompokan dua-dua atas dasar persamaan sifat-sifat kayu yang diamati. Berdasarkan sifat-sifati tersebut. Dengan demikian. dengan cara yang sama kartu-kartu itu kemudian ditusuk pada sifat lain sesuai dengan hasil pemeriksaan sampai akhirnya tersisa satu kartu. Apabila kartu yang jatuh lebih dari satu kartu. sifat kayu yang tertulis pada kartu ditusuk dengan sebatang kawat dan digoyang sampai ada kartu yang jatuh. Disekeliling kartu tersebut dicantunkan keterangan sifat-sifat kayu. kayu yang akan ditentukan jenisnya. Sebagai hasilnya. Kunci pengenalan jenis kayu pada dasarnya merupakan suatu kumpulan keterangan tentang sifat-sifat kayu yang telah dikenal.

Arah sumbu panjang ini diacu sebagai arah serat kayu dan penting untuk dikenal. Perubahannya menjadi kayuteras terjadi secara perlahan-lahan. Kayu teras sebelumnya adalah kayu gubal. akan semakin mudah dalam menentukan suatu jenis kayu. Kulit Luar (outer bark ) Bagian ini kering dan bersifat sebagai pelindung. bubuk kayu. Bagian ini mengangkut air dan zat makanan dari tanah ke daun.sistem kartu atau sistem dikotom. Kayu Gobal ( sapwood ) Biasanya berwarna keputih-putihan. jamur. c. b. karena sifat kayu yang sejajar serat sangat berbeda dengan yang tegak lurus terhadap serat. Dibading kayu gubal. Penampang pohon yang dipotong melintang dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Stuktur Kayu Kayu sebagian besar terdiri dari sel-sel pembuluh yang sumbu panjangnya sejajar dengan sumbu panjang batang. d. kayu . Sel-sel ini tersusun atas selulosadan diikat menjadi satu oleh bahan penyemen yang disebut lignin. Kayu Teras ( heartwood ) Bagian ini warnanya lebih gelap dari kayu gubal. dan sebagainya. Kambium Berada di dalam kulit dalam. Kulit Dalam ( bast ) Bagian ini lunak dan basah. Bagian ini yang membuat sel-sel kulit dan sel-sel kayu. e. untuk mengangkut bahan makanan dari daun ke bagiandari tumbuhan. Dibandingkan kayu gubal. kayu teras umunya lebih tahan terhadap serangan serangga.

Berat Jenis Adalah perbandingan berat dan volume kayu dalam keadaan kering udara dengan kadar air sekitar 15%. kayu yang berat sekali. juga disebut kuat sekali. b. damar pilau ). Kekuatan. kayu cina. g. f. .terasinilah yang diambil dan dimanfaatkan sebagai „kayu‟ untuk keperluan bangunan. Jari-jari Teras ( rays ) Bagian ini yang menghubungkan berbagaian-bagian dari pohon untuk menyimpan dan peralihan bahan makanan Kepadatan Kayu Kepadatan kayu terkait erat dengan berat jenis kayu dan kekuatan kayu. semakin kurang pula kekuatannya. Kayu Berdaun Jarum ( Konifer ) Yang termasuk dalam kategori kayu berdaun jarum seperti Kayu Agatis ( damar. kayu melur (kayu putri. a. Hati ( pith ) Bagian lingkaran kecil yang berada paling tengah dari batang kayu. kekerasan dan sifat teknis lain pada kayu berbanding lurus dengan berat jenisnya. Semakin ringan kayu semakinkurang kepadatannya. mebelair. Walaupun demikian ada factor lain yang mempengaruhi kekuatan kayu. yaitu susunan dari kayu tersebut. dan lain sebagainya. Sifat dan Jenis Kayu Menurut jenisnya kayu di bagi menjadi dua yaitu: a. Begitu juga sebaliknya. Kekuatan Kayu Pada umumnya dapat dikatakan.

jamuju ). Kelas Kayu Istimewa Kelas Kayu Awet Kelas Kayu Cukup Awet Kelas Kayu Agak Awet dan Tidak Awet Kelas Kayu Istimewa : Yang termasuk kayu jenis kelas awet antara lain : 1. Kayu Berdaun Lebar Yang termasuk kayu yang berdaun lebar antara lain: Kayu balsa. Kayu Balsa Kayu Jati Kayu Ebony kayu Cendana Kayu Salimuli. b. Kelas Kayu Awet : Yang termasuk jenis kayu kelas awet antara lain : . markus. dsb. 5. 3. 4. Sifat-sifat Kayu Menurut sifatnya kayu dibagi menjadi empat : a. sumatera pine ) b. kayu jatu. 2. pine. Tusam ( hujam. kayu cendana.kayu embun. pinus. dan sebagainya. c. bungur. d.

4. 4. dsb Kelas Kayu Agak Awet dan Tidak Awet : Yang termasuk jenis kayu kelas agak awet dan tidak awet antara lain : 1.1. 5. 3. dsb Kelas Kayu Cukup Awet Yang termasuk jenis kayu kelas cukup awet antara lain : 1. dsb . Kayu Rengas Kayu Cempaka Kayu Gofasa Kayu Sono Kembang Kayu Ulin Kayu Bungur. 2. 2. 3. Kayu Mahoni Kayu Sindur Kayu Sungkai Kayu Meranti Merah. Kayu Jelutung Kayu Medang Kayu Surian Kayu Durian. 3. 4. 2. 6.

seratnya lurus. namun karena sifat kayunya yang mudah retak dan kembang susutnya yang cukup tinggi maka perlu penanganan yang lebih ekstra. c. Jenis kayu yang baik untuk pekerjaan mengukir adalah jenis kayu yang memiliki serat yang halus dan padat. Berikut adalah jenis kayu yang biasa di gunakan untuk Pekerjaan mengukir atau mebel. serat kayulurus bergelombang atau berpadu dengan tekstur yang sangat halus. Sifat kayu ini sedang dalam pengerjaanya. Kayu ini berwarna hitam kelabu diselang-seling warna lebih muda. Kayu Ebony : Sebenarnya kayu ini juga bagus untuk pekerjaan mengukir. karena sifatnya yang renyah ( mudah dikerjakan ) seratnya padat dan tidak mudah di serang hama kayu. Kayu jati apabila sudah tua berwarna coklat muda. tekstur dan daya retaknya sedang. Sifatnya kayunya agak keras dan cukup liat. kembang susutnya sedang. Kayu Jati : Kayu jati ini banyak di gunakan untuk perabot rumah tangga danpekerjaan mengukir. d. dan kembang susutnya sedikit. Warna kayu coklat kehitam-hitaman. . a. pengerjaannya mudah karena tidak terlalu keras.kayu mahoni juga bagus untuk pekerjaan perabot rumah tangga dan kerajinan ukir. jika telah lama terkena sinar matahari dan udara warnanya menjadi sawo matang.Jenis-jenis Kayu yang Baik Untuk Pekerjaan Mengukir. b. serat kayunya padat. tidak banyak mata kayunya. Kayu Sono keling : Kayu sono keling juga bagus untuk kerajinan ukir. Kayu Mahoni : Jenis kayu ini juga memiliki serat yang padat dan jarang mata kayunya. Kayu Balsa : Warna kayu putih keabu-abuan. maka kayu ini cocok untuk seni ukir. e.

berpadu. kembang susutnya kecil tapi kelemahan kayu ini daya retaknya terlalu tinggi. Pengetian kayu disini ialah sesuatu bahan. yang merupakan bagian dari pohon tersebut. bergelombang dengan tekstur agak halus i. .f. seratnya lurus dan teksturnya agak halus dan merata.1 Pengertian kayu Kayu merupakan hasil hutan dari sumber kekayaan alam. kembang susutnya kecil. Sifat kayu ini sedang sampai keras sehingga agak sulit dalam pengerjaannya. Kayu memiliki beberapa sifat sekaligus. h. Kayu ini berwarna coklat merah darah kekuning-kuningan dengan garis-garis gelap atau kuning. mudah dikerjakandaya kembang susutnya kecil dan daya retaknya kecil teksturnya halus sampai dengan agak kasar dan seratnya lurus. kayu industri maupun kayu bakar. mudah dikerjakan. Kayu Jelutung : Kayu ini berwarna putih atau kekuning-kuningan. jingah. setelah diperhitungkan bagian-bagian mana yang lebih banyak dapat dimanfaatkan untuk sesuatu tujuan penggunaan. atau bergelombang. 2. umpah. yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. serat lurus terpadu sementara teksturnya agak kasar. Kayu Sono Kembang : Warna kayu ini kuning / coklat tua. merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu Surian : Warna kayu merah daging mudah dikerjakan kelemahan kayu ini adalah daya retak dan kembang susutnya besar. Baik berbentuk kayu pertukangan. seratnya lurus. yang diperoleh dari hasil pemungutan pohon-pohon di hutan. g. Kayu Rengas : Istilah lain kayu ingas.

poliosa (hemiselulosa) dan lignin. Bahkan kayu berasal dari satu pohon memiliki sifat agak berbeda. ( Dumanauw. J. b.2 Sifat-sifat umum kayu Kayu yang berasal dari berbagai jenis pohon memiliki sifat yang berbedabeda.2. F. e. dan komponenkomponen minor dengan berat molekul kecil (ekstraktif dan zat-zat mineral).3 Komposisi Kimia Kayu Sepanjang menyangkut komponen kimia kayu. tangensial dan radial ). bentuk memanjang sel-sel kayu dan pengaturan sel terhadap sumbu vertikal dan horisontal pada batang pohon. c. d. . Semua kayu bersifat anisotropik. yaitu dapat kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat perubahan kelembaban dan suhu udara disekitarnya. Disamping sekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain. maka perlu dibedakan antara komponen-komponen makromolekul utama dinding sel selulosa. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa-senyawa kimia berupa selulosa dan hemiselulosa ( unsur karbohidrat) serta berupa lignin ( non-karbohidrat ). Semua batang pohon mempunyai pengaturan vetrtikal dan sifat simetri radial. 1990 ). Hal ini disebabkan oleh struktur dan orientasi selulosa dalam dinding sel. dapat juga terbakar terutama jika kayu dalam keadaan kering. yang biasanya lebih berkaitan dengan jenis kayu tertentu dalam jenis dan jumlahnya. jika dibandingkan bagian ujung dan pangkalnya. Kayu dapat diserang makhluk hidup perusak kayu. yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya ( longitudinal. 2. ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua kayu yaitu : a. Bersifat higroskopik.. yang terdapat pada semua kayu .

bagian senyawa polimer tinggi yang menyusun dinding sel mencapai 97-99% dari zat kayu. Karena sifat-sifat kimia dan fisikanya maupun struktur utama dinding sel tumbuhan.1 Zat-zat makromolekul a. Selulosa Merupakan komponen kayu yang terbesar yang dalam kayu lunak dan kayu keras jumlahnya mencapai hampir setengahnya. Selulosa merupakan polimer linier dengan berat molekul tinggi yang tersusun seluruhnya atas β-D-glukosa. Untuk kayu tropika. manosa.3.Perbandingan dan komposisi kimia lignin dan poliosa berbeda pada kayu lunak dan kayu keras. Kayu terdiri atas 65-75% polisakarida. sedangkan selulosa merupakan komponen yang seragam pada semua kayu. Lima gula netral. b. 2. angka tersebut dapat turun hingga angka rerata 90%. yaitu heksosa-heksosa glukosa. Pengenalan singkat tentang komponen kimia kayu mengikuti bagan umum seperti berikut : Dalam kayu dari daerah iklim sedang. galaktosa dan pentosa- . Poliosa (hemiselulosa) Poliosa sangat dekat asosiasinya dengan selulosa dalam dinding sel.

Dari segi morfologi. Struktur molekul lignin sangat berbeda bila dibandingkan dengan polisakarida karena terdiri atas sistem aromatik yang tersusun atas unit-unit fenilpropana. 2. yaitu kambium dan kulit bagian dalam. Selama perkembangan sel. Sejumlah poliosa mengandung senyawa tambahan asam uronat. lignin merupakan senyawa amorf yang terdapat dalam lamela tengah majemuk maupun dalam dinding sekunder. dan dalam beberapa senyawa mempunyai rantai-cabang.pentosa xilosa dan arabinosa merupakan konstituen utama poliosa. Dalam hal analisis . d. c. Kandungan poliosa dalam kayu keras lebih besar daripada dalam kayu lunak dan komposisi gulanya berbeda. Meskipun komponenkomponen tersebut hanya memberikan saham beberapa persen pada massa kayu. Rantai molekulnya jauh lebih pendek bila dibandingkan dengan selulosa. Klasifikasi yang mudah dapat dibuat dengan membaginya kedalam zat organik dan zat anorganik secara ringkas disebut abu. Lignin Merupakan komponen makromolekul kayu ketiga. tetapi terutama terdapat dalam bagian batang bukan kayu.3. Dalam kayu lunak kandungan lignin lebih banyak bila dibandingkan dalam kayu keras dan juga terdapat beberapa perbedaan struktur lignin dalam kayu lunak dan dalam kayu keras. Senyawa polimer minor Terdapat dalam kayu dalam jumlah sedikit sebagai pati dan senyawa pektin. bahkan sangat penting untuk kehidupan pohon. Beberap komponen. mereka dapat memberikan pengaruh yang besar pada sifat-sifat dan kualitas pengolahan kayu. seperti ion-ion logam tertentu. Sel parenkim kayu mengandung protein sekitar 1%.2 Zat-zat berat molekul rendah Disamping komponen-komponen dinding sel. terdapat juga sejumlah zatzat yang disebut bahan tambahan atau ekstraktif kayu. lignin dimasukkan sebagai komponen terakhir didalam dinding sel. menembus diantara fibril-fibril sehingga memperkuat dinding sel. Zat-zat berat molekul rendah berasal dari golongan senyawa kimia yang sangat berbeda hingga sukar untuk membuat sistem klasifikasi yang jelas tetapi komprehensif.

seskui-. e. misalnya silikon. tetra-. dan politerpena. Asam di. Berikut ini adalah gugus-gugus utama senyawa kimia yang merupakan komponen kayu dengan berat molekul rendah. kalsium dan magnesium. a.dan hidroksi karboksilat terutama terdapat sebagai garam kalsium. Dua satuan isoprena atau lebih membentuk mono-. Terpena Merupakan kelompok senyawa alami yang tersebar luas. b. termasuk dalam steroid.adalah lebih tepat untuk membedakan antara zat-zat berdasar kelarutan dalam air dan dalam pelarut organik. Secara kimia. d. sedangkan sterol aromatik. Senyawa sederhana yang ditrurunkan dari metabolisme lignin juga termasuk dalam kelompok kimia ini. Alkohol Kebanyakan alkohol alifatik dalam kayu terdapat sebagai komponen ester. Asam alifatik Asam alifatik adalah asam lemak jenuh dan tak jenuh tinggi terdapat dalam kayu terutama dalam bentuk esternya dengan gliserol (lemak dan minyak) atau dengan alkohol tinggi (lilin). Senyawa Anorganik Komponen mineral kayu dari daerah iklim sedang terutama adalah unsurunsur kalium. Senyawa fenolat lain adalah misalnya stibena. dan turunannya. terutama terdapat sebagai glikosida. Asam asetat dihubungkan dengan poliosa sebagai ester. dapat merupakan komponen anorganik utama. c. di-. lignan dan flavonoid. Senyawa aromatik (fenolat) Senyawa yang paling penting dari kelompok ini adalah tannin yang dapat dibagi menjadi tanin yang dapat dihidrolisis dan senyawa flobafen terkondensasi. zat-zat ini dapat diturunkan dari isoprena. tri-. . Unsur-unsur lain dalam kayu tropika.

Kertas umumnya tersusun atas campuran kayu keras dan kayu lunak untuk mencapai kekuatan dan permukaan cetak yang diinginkan pembeli.G.4 Pemilihan Jenis Kayu Jenis kayu yang banyak digunakan dalam pembuatan kertas adalah: a. 2. d. Kayu keras lebih halus dan kompak sehingga menghasilkan permukaan kertas yang halus. Kayu keras (hard wood). termasuk peningkatan proses pemulihan bahan-bahan kimia. Bowyer. Cara mekanis.5 Proses Pembuatan Pulp Perbedaan utama diantara berbagai proses pembuatan kertas ialah metode yang digunakan untuk menyelesaikan langkah pertama – pembuatan pulp. adalah kayu dari tumbuhan konifer contohnya pohon pinus.f. meningkatkan rendemen pulp b. mengurangi jumlah bahan kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan pulp dan pengelantangan. D. 1996 ) Kualitas pulp dan pengendalian kualitas yang penting dalam peningkatan teknologi pembuatan pulp adalah : a. mengurangi kebutuhan energi c. 1985 ) 2. dan G. J. Jumlah sedikit amina dan etena juga terdapat dalam kayu. (Fengel. Kayu keras juga lebih mudah diputihkan hingga warnanya lebih terang karena memiliki lebih sedikit lignin. adalah kayu dari tumbuhan yang menggugurkan daunnya setiap tahun. atau energi panas atau kombinasi-kombinasinya digunakan dalam memproduksi pulp. Kayu lunak (soft wood). Kayu lunak yang memiliki panjang dan kekasaran lebih besar digunakan untuk memberi kekuatan pada kertas. dan Jim L. cara kimia.dan disakarida terdapat dalam kayu hanya dalam jumlah yang sedikit tetapi mereka terdapat dalam persentase yang tinggi dalam kambium dan dalam kulit bagian dalam. mengurangi pencemaran udara dan air .Komponen lain Mono. Bentuk energi yang digunakan sebagian besar menentukan hasil dan sifat-sifat pulp. Wegener. (Haygreen. b.

Ini dan tujuan-tujuan lain merupakan latar belakang untuk menaikkan diversifikasi proses-proses pembuatan pulp. Meskipun di kemudian hari diharapkan ada kenaikan pasaran pembuatan pulp yang lebih canggih. f. a. (Fengel. fleksibilitas tinggi mengenai rendemen.e. unit-unit produksi lebih kecil yang menguntungkan yang membutuhkan biaya lebih rendah untuk mendirikan pabrik-pabrik baru dan menurunkan kebutuhan bahan baku. Modifikasi-modifikasi proses yang penting adalah pembuatan pulp alkalis dengan aditif memodifikasi pembuatan pulp mekanik digiling ( misal pembuatan pulp secara kimia termomekanik) atau pembuatan pulp bebas-belerang ( misal pembuatan pulp soda-oksigen ). dan G. atau . h. D. kualitas dan kemungkinan pengelantangan pulp. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa dikemudian hari prosedur pembuatan pulp dan pengelantangan akan dimodifikasi dan digabung terutama untuk menghadapi kenaikan biaya yang besar sekali dan peraturan-peraturan hukum pencemaran yang keras di banyak negara. 1985) 2. Suatu pengoyakan mekanis merobek serat-serat individual. bagian-bagian serat.2%) atau hampir tiga per empat pulp-pulp kimia (73. Batu asah Tepatnya adalah sebuah batu besar yang diputar pada sumbunya sedang permukaan tangensial kayu batang ditekan terhadap permukaannya. peranan utama pulp kraft akan msih tetap. Pulp jenis ini meliputi lebih dari setengah produksi total pulp kimia dan pulp mekanik (58. pengembangan proses pembuatan pulp bebas-belerang dan serangkaian pengelantangan yang bebas klor. Pentingnya pulp mekanik dan pulp rendemen tinggi semakin meningkat.1 Pembuatan pulp secara mekanis Dua metode yang lazim digunakan untuk memproduksi pulp mekanis ialah proses kayu asah batu dan kayu asah mesin penghalus. g.5%). Wegener.5. kondisi-kondisi proses yang memungkinkan penyiapan hasil samping pembuatan .

hemiselulosa dan lignin yang menyusun kayu semuanya menjadi bagian dari pulp yang dihasilkan. Karena pemisahan serat dicapai dengan hanya menarik lepas atau mengoyak tatal kayu. Lignin yang berfungsi untuk memperkuat kayu utuh lewat pengkakuan terhadap serat-serat. ) Pada kedua tipe mesin penghalus. Kertas yang terbentuk karenanya memiliki kekuatan yang rendah dan kualitas permukaan yang jelek. Karena sedikit yang hilang dalam pemisahan. dan sesudah itu suatu aliran air membawa pergi serat-serat yang terkumpul tersebut. Kehadiran lignin dalam pulp mekanis juga menyebabkan masalah yang lain. satu hal yang berhubungan dengan ketahanan jangka lamanya. sedikit saja bahan yang hilang dalam proses pembuatan pulp sepanjang serat cukup lentur untuk menghindari penghancuran dan terjadinya debu. inilah sebab warna kuning yang umum terlihat pada kertas-kertas koran yang tua. Mesin Penghalus Suatu metode pembuatan pulp mekanis yang lebih baru dan lebih populer melibatkan penggunaan mesin penghalus ( disebut penghalus berlempeng rangkap ) yang terdiri atas dua lempeng logam beralur yang dapat dirapatkan dan diputar pada arah yang berlawanan. Lignin dan karbohidratkarbohidrat tertentu menjadi kuning dalam jangka lama. b. suatu kenyataan yang secara relatif berarti pulp biaya rendah. proporsi bahan baku kayu yang menjadi serat berguna pada umumnya pada tingkat antara 95-99%. gerak mekanis yang dihasilkan mengubah tatal-tatal menjadi serat. terutama apabila terpajankan pada sinar ultra ungu sinar matahari. terus memberi kekakuan pada serat-serat pulp mekanis. mesin yang digambarkan secara ini disebut penghalus lempeng tunggal. Serat-serat yang kaku ini memiliki potensi ikatan serat – ke – serat yang kecil dan membentuk lembaran yang kasar dan tebal. ( Variasi pengaturan ini ialah satu lempeng dan yang lain berputar. tatal-tatal kayu digerakkan oleh suatu mekanisme pengumpanan sekrup kedalam pusat mesin dengan tatal-tatal yang harus lewat diantara dua lempeng yang diletakkan secara rapat. Pada pemisahan mekanis. selulosa.berkas-berkas serat dari permukaan kayu. .

dan keduanya berbeda pada tipe bahan kimia penyusun cairan pemasak. Dua proses pembuatan pulp kimia yang berbeda digunakan orang. magnesium. melibatkan penggunaan bahan kimia dan energi panas. Yang paling berat adalah pemulihan cairan pemasak dan proses panasnya secara teknis sukar dan secara ekonomis tidak menguntungkan. Panas berfungsi melunakkan lignin. yang akhirnya paling sering pemecahannya dengan membuang residu tersebut pada aliran air yang terdekat. atau natrium bisulfit. Senyawa bisulfit dengan dasar kalsium ternyata menjadi paling umum digunakan bersama-sama asam sulfit. Akibatnya ialah pabrik-pabrik sulfit secara tetap mempunyai masalah pembuangan cairan pemasak yang telah dipakai. 2. Kekuatan dan peresapannya keduanya meningkat.5. Masalah lain ialah bahwa proses . Dikukuhkan dalam tahun 1974-1975.Suatu variasi cara pembuatan pulp mekanis islah proses termomekanis. yang pada waktu yang sama menghilangkan lignin yang menyusahkan. proses sulfit ternyata menghasilkan tipe pulp berkualitas tinggi yang diinginkan untuk kertas tulis halus. kalsium. Senyawa kalsium sangat murah dan memberikan hasil yang cukup baik dalam pembuatan pulp spesies berserat panjang seperti spruce. hemlock dan fir asli. Tatal kayu ditempatkan didalam suatu larutan kimia (yang disebut cairan pemasak) dan dipanaskan didalam tangki tekan (disebut tangki pemasak). Pulp termomekanis umumnya disebut TMP. Disini tatal – tatal dikenakan uap yang sangat panas pada suhu 1200 – 1350C saat bergerak melewati mesin penghalus (berarti bahwa penghalusab dilakukan dibawah tekanan). menyebabkan pemisahan serat yang lebih rendah daripada yang terjadi dalam pembuatan pulp mekanis secara murni. proses-proses ini ialah proses sulfit dan proses sulfat. Proses Sulfit Proses sulfit menggunakan campuran asam sulfit dan ammonium.2 Pembuatan pulp kimia Suatu cara yang digunakan untuk mencapai pemisahan serat . Pemisahan serat terjadi saat lignin pengikat sel-ke-sel terlarut. a. Tetapi terdapat beberapa masalah yang berhubungan dengan penggunaaan proses dengan dasar kalsium bisulfit.

menerangkan popularitas proses kraft atau sulfat yang besar sekali. efektif dalam pembuatan pulp segala spesies. lebih lanjut.3 Pembuatan pulp semi-kimia Kayu dapat pula dipulp dengan cara menggabungkan kebaikan hasil tinggi pada proses mekanis dan sebagian dari kebaikan proses kimia yang berkualitas tinggi. tatal kayu dikenakan cairan kimia pemasak pulp dalam jangka pendek dan kemudian dilewatkan melalui mesin penghalus mekanis untuk memisahkan serat-serat penyusunnya. Karenanya. Dengan menggunakan teknik-teknik yang dikenal dengan pembuatan pulp semi-kimia atau kimia-mekanis. Faktor-faktor ini apabila ditambahkan pada hasil pulpnya yang berkekuatan tinggi. Sejak awal 1960-an hanya sedikit terjadi perluasan yang terbatas dari semua bentuk kapasitas pabrik pulp sulfit. b.5. pertumbuhan sistem kalsium bisulfit-asam sulfit berhenti pada kira-kira tahun 1940 dan instalasi sulfit baru dirancang untuk menggunakan ammonium atau magnesium bisulfit. 2. termasuk spesies-spesies dengan kandungan resin tinggi. Dapat dipulihkannya cairan pemasak berarti bahwa proses sulfat secara perbandingan bebas dari masalah pembuangan residu. Proses Sulfat Proses sulfat dilaporkan telah ada sejak 1884. . Proses ini. yairtu ketika sebuah paten dari Jerman mendapatkan penghargaan dalam teknik pembuatan pulp kimia pH tinggi (alkalis) yang baru. sedangkan penggunaan proses sulfat telah tumbuh dengan cepat. Satu sifat negatif adalah suatu sifat bau kobis busuk yang khas yang disebabkan oleh senyawa-senyawa belerang yang lebih sederhana yang mudah menguap. Cairan pemasak tersebut menyebabkan kerusakan sebagian dari ikatan lignin dan pada dasarnya memberikan fungsi yang sama sebagaimana panas dalam proses termomekanis. Proses tersebut berdasar atas penggunaan cairan pemasak yang dibuat terutama dari natrium hidroksida dan natrium sulfidadan memperoleh namanya dari penggunaan natrium sulfat sebagai bahan kimia pembantu dalam proses pemulihan cairan pemasak yang telah digunakan.tersebut tidak baik hasilnya dalam pembuatan pulp kayu-lunak beresin tinggi seperti pinus.

campuran serat kayu-cairan pemasak dikeluarkan dari tangki pemasak kedalam apa yang disebut sebagai ruang hembusan. pulp kayu berwarna coklat sampai coklat kemerahmerahan. pengaruhnya sedikit pada hasil. Pemutihan menyerang lignin sisa dan dapat dilakukan sampai titik bahwa lignin secara total dihilangkan atau hanya dimudakan warnanya. penggunaan airnya tinggi dan hasil pulp secara nyata berkurang.G. Disini serat dikumpulkan dan pertama kali dipisahkan dari cairan pemasak yang telah digunakan dan gas-gas yang mungkin telah terjadi. J. tetapi hasilnya hanya keputihan yang sementara. Tanpa perlakuan. Jadi apabila membuat kertas tulis atau buku atau produk-produk lain yang mementingkan keputihannya. khlorinasi (C) : reaksi dengan elemen khlorin dalam suatu media asam . Pencucian yang pada dasarnya untuk mencapai penghilangan semua lignin benar-benar memberikan keputihan yang tetap. Teknik pemutihan dengan oksigen juga telah dikembangkan . Ini biasanya dilakukan dengan mengenakannya pada senyawa dasar klor yang kuat. Tingkat perlakuan yang terakhir ini adalah yang paling tidak mahal.6 Pencucian dan Pemutihan Adalah perlu untuk membersihkan pulp setelah pembentukannya untuk menghilangkan cairan pemasak dan/atau kotoran-kotoran. Setelah pemasakan pulp secara kimia. Pada umumnya digunakan perlakuan kimia dan secara singkat ditunjukkan dengan urutan sebagai berikut: a. Hasil 65 – 75% adalah umum dan kadang-kadang dapat lebih tinggi. 2. disebabkan terutama karena adanya lignin atau ekstraktif-ekstraktif kayu teras. tetapi mahal. Serat kemudian dibersihkan pada proses pencucian bertingkat banyak untuk menghilangkan setiap cairan sisa. (Haygreen. serta harus diputihkan. Proses kimia-mekanis dapat digunakan untuk pembuatan kayu-keras yang terlalu rapat untuk dipulpkan secara memadai dengan cara yang sepenuhnya mekanis. Dalam hal ini.Energi mekanis yang dibutuhkan untuk pemisahan serat sangat berkurang dan kerusakan serat menurun. 1996 ) Pemutihan yang sudah modern biasanya dilaksanakan secara bertahap dengan memanfaatkan bahan-bahan kimia dan kondisi-kondisi yang berbeda-beda pada setiap tahap.

Untuk memberikan potensi ikatan maksimum. ekstraksi oksidasi (E/O) : ekstraksi oksidasi yang diperkuat dengan peroksida EOP d.7 Penggilingan dan penghalusan Sebagian besar kekuatan pulp adalah akibat dari ikatan hidrogen molekulmolekul selulosa yang menyusun serat-serat berdampingan. oksigen (O) : reaksi dengan elemen O2 yang bertekanan dalam suasana alkali 2. Ini diukur dengan melarutkan sejumlah tertentu serat dalam air dan kemudian mengukur kecepatan habisnya air yang mengalir melalui kasa tempat bertautnya serat-serat. Di Amerika Utara. Karena kecepatan habisnya air ini berbanding terbalik . Dalam mesin ini yang berputar menggerakkan larutan pulp keliling suatu bak. potensi ikatan biasanyadinyatakan dengan istilah pelulusan standar Kanada (CSF). Pemipihan dan penguraian serat secara mekanis disebut penggilingan dan diselesaikan pada berbagai tipe mesin penghalus. maka diperlukan suatu ukuran kualitas tentang potensi ikatan pulp. Prinsipnya mungkin paling baik digambarkan dengan memeriksa suatu tipe mesin penghalus yang lebih tua tetapi kadang-kadang masih digunakan yang dikenal sebagai mesin giling Hollander. luas permukaan serat bertambah besar oleh tingkat pemipihan dan penguraian yang kecil sekalipun. ekstraksi alkali (E) : pemisahan hasil reaksi deengan caustic c. serat ditumbuk atau digiling untuk memipihkannya dan secara sebagian menguraikan mikrofibril dari dinding-dinding sel. khlorin dioksida (D) : reaksi dengan khlorin dioksida dalam suasana asam f. serta terkena suatu gerakan gesekan mekanis saat melewati celah ini. memaksanya lewat diantara bilah-bilah roda dan lempengan alas yang lebih rendah.b. Apabila celah antara bilah dan lempengan alas itu sempit. hypoklorit (H) : reaksi dengan hypoklorit dalam suasana alkali e. Karena ikatan serat-ke-serat banyak berpengaruh pada sifat-sifat kertas.

G.8 Pembentukan Lembaran Setelah penggilingan. Bahan-bahan tambahan seperti pati (untuk menaikkan kekuatan ikatan) atau resin kekuatan basah sering ditambahkan pula pada campuran tersebut pada titik ini. Kekuatan jebol dan tarik cenderung untuk lebih tinggi dengan lebih panjangnya waktu giling. lalu dilewatkan diatas suatu seri silinder yang dipanaskan dengan uap. suatu lembaran serat yang tergiling baik sangat tahan terhadap pengaliran air. 2. dan pemecahan gulungan-gulungan besar menjadi lembaran-lembaran yang lebih adalah pekerjaan-pekerjaan berikutnya yang mungkin. 1996 ) 2. Pelulusan dalam semua hal turun dengan bertambahnya waktu giling. air terkuras keluar dengan bantuan kotak-kotak penghisap dan alat-alat yang mempercepat pengurasan yang dipasang dibawah kasa.9 Penguningan pulp-pulp rendemen tinggi Pulp rendemen tinggi dapat dikelantang hingga derajat putih yang relatif tinggi. Adalah sangat umum untuk mencampur tipe-tipe pulp yang berbeda ( yaitu mekanis dan kimia ) pada tahap ini. dan dalam beberapa hal penghalusan sekunder. yaitu kecenderungan “penguningan” adalah sifaat yang melekat pada pulp-pulp yang kaya lignin. Lembaran tersebut kemudian di press basah. Saat pulp mengalir diatas saringan. Pelulusan serat yang tergiling baik jadinya rendah. J. pekerjaan mengkilapkan lembaran (dikenal dengan pekerjaan super kalender). dan . Kehilangan derajat putih. dengan proporsi masing-masing tergantung pada jenis kertas yang akan dibuat. Tipe-tipe mesin kertas lain membentuk lembaran kertas pada silinder kasa yang berputar. Mesin ini pada dasarnya adalah suatu saringan (kasa) horisontal yang bergerak yang dipasang suatu alat untuk mengukur secara tepat campuran pulp yang lewat diatasnya. tetapi tidak permanen. dan tinggallah lembaran seratnya. ( Haygreen.dengan luas permukaan serat dan luas permukaan berbanding langsung dengan banyaknya penggilingan dan penghalusan. Pemberian pelapisan. kemudian dipress lagi sampai ketebalan yang dikehendaki. Campuran ini kemudian dibentuk kedalam lembaran serat disebut fourdrinier.. serat dicampur dengan air sampai konsistensi kira-kira 1% serat per berat.

Seperti penguningan dalam gelap.banyak penelitian telah dicurahkan untuk meningkatkan stabilitas derajat putih. tetapi jelas bahwa struktur-struktur dalam lignin yang menyerap cahaya pada 300 – 400 nm sangat berperan terhadap penguningan yang disebabkan oleh cahaya. Terdapat banyak sifat-sifat fisik kayu diantaranya : 1.dan CTMP. tetapi kurang tergantung pada variasi kelembaban. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya zat ekstraktif didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu. Sejauh ini belum ditemukan cara yang memuaskan dan praktis untuk mencegah penguningan ini yang merupakan cacat yang paling serius dan membatasi penggunaan pulp-pulp rendemen tinggi. 2. Gejala kompleks penguningan pulp sejauh ini belum dimengerti sepenuhnya. yang sangat dipercepat oleh atmosfer yang lembab. penguningan dalam keadaan terang dipercepat oleh oksigen. sebab utama adalah karena komponen lignin. tidak seperti penguningan dalam gelap. 3. Zat ekstraktif tersebut terbentuk pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal. rayap. adalah lebih penting. Meskipun karbohidrat dan ekstraktif berperan dalam penguningan. Penguningan pulp dapat terjadi dengan tidak adanya cahaya. tetapi penguningan dalam cahaya. TMP. seperti GW. Warna Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda. yang disebabkan oleh panjang gelombang pada daerah dekat UV dibawah 400 nm. Tekstur . Keawetan Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur. bubuk dll.

dan pemunculan riap-riap tumbuh dalam pola-pola tertentu. Arah serat dapat dibedakan menjadi serat lurus. berminyak dll). Tekstur Raba Tekstur raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar. arah serat. dingin. 7. serat berombak. bau kamper (kapur) dsb. kadar zat ekstraktif dalam kayu. halus. Higroskopis Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau melepaskan air. kadar air.Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar (contoh: kempas. serta terpilin dan serat diagonal (serat miring). bau zat penyamak (jati). Nilai Dekoratif Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna. Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda tergantung dari tekstur kayu. sering digunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal misalnya bau bawang (kulim). tekstur. Pola gambar ini yang membuat sesuatu jenis kayu mempunyai nilai dekoratif. serat berpadu. Makin lembab udara disekitarnya makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya. Bau dan Rasa Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara terbuka. kayu digolongkan kedalam kayu bertekstur halus (contoh: giam. 4. licin. kayu bertekstur sedang (contoh: jati. kulim dll). 6. meranti dll). 8. Berdasarkan teksturnya. Arah Serat Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang pohon. Beberapa jenis kayu mempunyai bau yang merangsang dan untuk menyatakan bau kayu tersebut. 5. Dalam kondisi .

kelembaban kayu sama dengan kelembaban udara disekelilingnya disebut kandungan air keseimbangan (EMC = Equilibrium Moisture Content). b. sehingga kayu banyak dipakai untuk bahan pembuatan alat musik (kulintang. yang terdiri dari : a. Pada kadar air 0 %. Sifat Mekanik Kayu 1. Keteguhan tarik tegak lurus arah serat. sebaliknya apabila kayu mengandung air maksimum (kayu basah). 10. Sifat akustik. 11. yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan erat dengan elastisitas kayu. Daya Hantar Listrik Pada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliran listrik. . maka daya hantarnya boleh dikatakan sama dengan daya hantar air. 9. Sifat resonansi. Sifat Kayu terhadap Suara. Daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh kadar air kayu. gitar. Daya Hantar Panas Sifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untuk membuat barang-barang yang berhubungan langsung dengan sumber panas. Keteguhan Tarik Keteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu. Keteguhan tarik sejajar arah serat dan 2. Kualitas nada yang dikeluarkan kayu sangat baik. biola dll). Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tarik yaitu : 1. kayu akan menjadi bahan sekat listrik yang baik sekali. yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombang suara.

Keteguhan tekan tegak lurus arah serat. keteguhan tegak lurus serat lebih kecil daripada keteguhan kompresi sejajar arah serat. Keteguhan tekan / Kompresi Keteguhan tekan/kompresi adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan/beban. 4. Keteguhan geser sejajar arah serat 2. 3. Terdapa t 3 (tiga) macam keteguhan yaitu : 1. Keteguhan Geser Keteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang membuat suatu bagian kayu tersebut turut bergeser dari bagian lain di dekatnya. T erdapat 2 (dua) macam keteguhan tekan yaitu : 1. Kekuatan tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat. Pada semua kayu. Keteguhan lengkung (lentur) Keteguhan lengkung/lentur adalah kekuatan untuk menaha n gaya-gaya yang berusaha melengkungkan kayu atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban pukulan.Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah keteguhan tarik sejajar arah serat. Keteguhan geser miring Keteguhan geser tegak lurus serat jauh lebih besar dari pada keteguhan geser sejajar arah serat. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan yaitu : . Keteguhan tekan sejajar arah serat dan 2. 2. Keteguhan geser tegak lurus arah serat dan 3.

yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara perlahan-lahan. 6. 5. Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas. Kekakuan Kekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau lengkungan. Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam pembuatan sirap dan kayu bakar. 8. Kekerasan Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau lekukan atau kikisan (abrasi). Keuletan Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relatif besar atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang yang melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen dan kerusakan sebagian. Keteguhan lengkung statik. kekerasan merupakan suatu ukuran tentang ketahanan terhadap pengausan kayu. Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat keku-atan kayu atau sifat mekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2.1. Faktor-faktor yang . Keteguhan Belah Keteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha membelah kayu. 2. Bersama-sama dengan keuletan. Pada umumnya kayu mudah dibelah sepanjang jari-jari (arah radial) dari pada arah tangensial. Sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk pembuatan ukir-ukiran (patung). yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara mendadak. Keteguhan lengkung pukul. 7.

Parenkim aksial aliform membentuk pita setebal lebih dari 3 lapisan sel. batas lingkar tumbuh tidak jelas. Genus : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Mangnoliopsida : Rosidae : Sapindales : Anacardiaceae : Mangifera . Warna kulit yang sudah tua biasanya coklat keabuan. Faktor luar (eksternal): pengawetan kayu. tidak ditemukan tilosis dan serat-serat berdinding tipis sampai tebal. cacat mata kayu. Sub Kelas 6. Kulit pohon tebal dan kasar dengan celah-celah kecil dan bersisik bekas tangkai daun. Kayu mangga memiliki pori-pori > 10 mikron. Ordo 7. Kingdom 2. tajuknya berbentuk kubah. bercabang dan warnanya selalu hijau. kelembaban lingkungan. Berat jenis kayu mangga adalah 0. Taksonomi dari mangga: 1. Diviso 3. umumnya bisa mencapai 100 tahun atau lebih.60-0. serat miring dsb. memiliki batang perforasi sederhana. Kayu teras dan kayu gubal pada pohon muda sukar untuk dibedakan. pembebanan dan cacat yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusak kayu. Kelas 5. Pada pohon tua warna teras merah sampai kecoklatan.75 adalah termasuk dalam kelas sedang. 2. Lebar jari-jari 1-3 set.67 dan termasuk kedalam kelas sedang (agak berat) karean berat jenis 0. Kayu Mangga Tanaman mangga pohonnya tegak. tekstur agak kasar sampai kasar. Famili 8. tingginya bisa mencapai 10-40 m. Sub Diviso 4. Faktor dalam kayu (internal): BJ. bulat panjang (oval) atau memanjang.mempengaruhi sifat mekanik kayu secara garis besar digolongkan menjadi dua kelompok : 1. kelabu tua sampai hampit hitam.

sehingga banyak diminati baik untuk digunakan sebagai bahan konstruksi maupun bahan meubel-furnitur. yang berarti mampu menahan lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650 kg/cm2.9. yang berarti mampu bertahan sampai 25 tahun keatas. bila diolah dengan baik. Berdasarkan sifat kembang susut kayu kecil. Spesies : Mangifera indica Kayu Sawo Kayu Sawo Kecik atau Sawo Jawa atau Sabua K. mempunyai berat jenis rata-rata 1. Kayu Nangka Kayu Nangka atau Naoka (artocarpus heterophyllus lamk & artocarpus spp). yang berarti mampu menahan lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650 kg/cm2. Kelas awetnya II. Timbudo(manilkara kauki dub). maka kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah.03 berarti pori-pori dan seratnya sangat rapat sehingga daya serap airnya sangat kecil dan kalau dimasukkan air kayu ini akan cenderung tenggelam. kekerasannya tinggi bertekstur halus. maka kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah. mempunyai berat jenis rata-rata 0. kekerasannya sedang dan bertekstur agak kasar. sehingga banyak diminati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi. serta berserat lurus agak bergelombangberpadu. yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas. daya retaknya rendah. . Kelas awetnya I.75 berarti pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya kecil. Kelas kuatnya II-I. Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang kecil. bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II. daya retaknya rendah. serta berserat lurus berpadu.

Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit. tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial.Kayu Jambu Air Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantarum Sub Kingdom : Kormophyta Super Divisio : Kormophyta biji Divisio Sub Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Dycotyledoneae : Myrtales : Myrtaceae : Syzygium : Eugenia aquea . tetapi memiliki keragaman dalam penampilan. sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah.

maka %penyusutan = pengurangan dalam dimensi atau volume/dimensi atau volume awal x 100% %pengembangan = pertambahan dalam dimensi atau volume/dimensi atau volume awal x 100% Kadar merupakan banyaknya air yang terdapat dalam kayu yang dinyatakan dalam persen terhadap berat kering tanurnya. Sebaliknya jika air memasuki struktur dinding sel kayu mengembang (Haygreen.Kayu Gelam Kayu gelam meyediakan material kayu jenis gelam dalam jumlah besar dengan harga bersaing. Jika kayu kehilangan air di bawah titik jenuh serat . Kayu ini juga dapat dibuat arang atau arang aktif untuk bahan penyerap. 1995). atau tiang tiang sementara. kayu menyusut. Pada . Kayu bakar. pagar. hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur dan komponen kimia. dinamakan kondisi kadar air pada titik jenuh serat. sedangkan yang berdiameter besar biasa dipakai untuk cerucuk pada pekerjaan sungai dan jembatan. perahu. Air dalam kayu terdapat dalam dua bentuk yaitu air bebas yang terdapat dalam rongga sel dan air terikat (imbibisi) yang terdapat dalam dinding sel. Kondisi dimana dinging sel jenuh dengan air sedangkan rongga sel kosong. 1995). Penyusutan dan pengembangan dinyatakan sebagai persen dimensi sebelum perubahan terjadi. Kayu gelam dengan diameter kecil umumnya dikenal dan dipakai sebagai steger pada konstruksi beton. Kayu gelam sering digunakan pada bagian perumahan. yaitu kehilangan air terikat. Kadar Air Kayu Titik dimana semua air di dalam rongga sel telah dikeluarkan tetapi dinding sel masih jenuh disebut titik jenuh serat (Haygreen. Kadar air titik jenuh serat besarnya tidak sama untuk setiap jenis kayu.

umumnya kadar air titik jenuh serat besarnya berkisar antara 25-30%. Tsoumis mengemukakan bahwa besarnya titik jenuh serat berkisar antara 20-40 % .

- Kemudian hitung kadar air setiap sampel .d. Hari Tanggal Pukul 2. Oven 3. Neraca atau timbangan digital 3. Tempat dan Waktu Tempat dilakukannya percobaan mortar ini dilaksanakan di Laboratorium Pasca Panen Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya pada hari selasa dan kamis jam 08:00 WIB s. Jika oven sudah cukup panas. : Selasa & Kamis : 14 Desember 2010 & 16 Desember 2010 : 08. - Siapkan oven untuk mengurangi kadar air dalam sampel kayu. - Jika pengeringan sudah 24 jam. METODOLOGI 1.30 WIB s. 1. hitung massa akhir sampel dan perhatikan bau dan warna visual sampel. Cara Kerja - Siapkan sampel kayu dan timbang massa awal sampel kayu tersebut. selesai Alat dan Bahan Sampel potongan kayu (ukuran (2 x 2 x2)cm)  Kayu Mangga  Kayu Nangka  Kayu Sawo  Kayu Gelam  Kayu Jambu Air 2.III.d selesai. masukkan sampel kayu ke dalam oven selama 24 jam.

HASIL DAN PEMBAHASAN 1.165 50. Hasil Berat Awal (g) 65.05% x 100% x 100%  Persentase Kadar Air Nangka = = = 35.55% x 100% x 100%  Persentase Kadar Air Jambu Air = = = 66.53% x 100% x 100%  Persentase Kadar Air Gelam = x 100% .924 7.173 26.606 22.433 Berat Akhir (g) 37.014 36. 1 2 3 4 5 Nama Kayu Kayu Mangga Kayu Nangka Kayu Jambu Air Kayu Gelam Kayu Sawo Bau Harum Harum Harum Asam Harum Warna Kekuningan Coklat keabuabuan Coklat keabuabuan Kecoklatan Kecoklatan x 100% Persentase Kadar Air =  Persentase Kadar Air Mangga = = = 76.051 12.171 No.176 22.667 26.IV.

= = 18.53 18.02%  x 100% Persentase Kadar Air Sawo = = = 19.22 .55 66. 1 2 3 4 5 Nama Kayu Kayu Mangga Kayu Nangka Kayu Jambu Air Kayu Gelam Kayu Sawo Kadar Air (%) 76.05 35.22% x 100% x 100% No.02 19.

artinya. Pembahasan Pada proses pengeringan dikenal ada 2 macam proses pengeringan berdasarkan panasnya. kering udara dan kering tanur. finir atau serpih kayu. yaitu pengeringan alami dan pengeringan buatan. akan mempengaruhi dimensi dan sifat sifat kayu tsb. Kayu pada kondisi basah paling rawan terhadap serangan organisme perusak misalnya serangga dan jamur. bahan akan berubah warna. Kadar air kayu berturut-turut dimulai dari kondisi segar. Kadar air dari beberapa sampel kayu yang digunakan ada yang memiliki kadar air sedikit dan juga ada yang memiliki kadar air yang banyak. volume akan menyusut. bahan menjadi awet atau tahan lama karena dengan kadar air yang rendah sehingga mikroba tidak tumbuh dan berkembang.42% memiliki spesifikasi yang sering digunakan pada tiang listrik. Kerugiannya yaitu bahan keriput atau berubah bentuk. air (lengas) umumnya berjumlah lebih dari separuh berat total.2. Dalam bagian xilem. siap pakai atau stabil) sangat penting untuk diterapkan di . Kedua metode tersebut sama-sama bertujuan untuk mengurangi kadar air bahan atau menguapkan air. berat air dalam kayu segar umumnya sama atau lebih besar daripada berat bahan kayu kering. Keadaan yang demikian bila berlangsung cukup lama. kadar air tertentu. titik jenuh serat. sedangkan kayu kering udara (disebut juga kering angin. Serta ada kayu yang memiliki kadar air 15. Sejumlah air akan segera hilang apabila pohon mati atau suatu kayu glondongan diolah menjadi kayu gergajian. Kondisi kadar air tertentu (di bawah titik jenuh serat) kayu rawan terhadap efek penyusutan yang tidak terkendali.0% yang menyebabkan kayu mudah lapuk dan tidak awet. basah. Kayu yang memiliki persentase 12. Air adalah unsur alami semua bagian suatu pohon yang hidup. Keuntungan yang diperoleh dengan metode pengeringan terhadap bahan volume bahan menyusut sehingga memperudah dalam pengangkutan. Kayu ini memiliki kadar air tinggi namun memiliki kekuatan dan serat yang keras sehingga kayu ini lebih tahan lama dan kuat yang tentu struktur dalamnya lebih berongga dan serat kayu yang dimiliki kayu lebih halus. seimbang.

Kenapa sih disebut titik jenuh? Karena pada keadaan ini kayu dapat terganggu oleh perubahan-perubahan dalam besarnya fluktuasi kandungan air. Untuk berbagai macam kegunaan dengan kondisi udara tertentu kayu memerlukan batas kandungan kadar air. . Di dalam ruangan ber AC atau pemanas/heater kadar air kayu/produk kayu harus di bawah 10%. Apabila kayu atau produk kayu digunakan di daerah sub tropis (Jepang. titik dimana keadaan semua air cair di dalam rongga sel telah dikeluarkan tetapi dinding sel masih jenuh. yang biasa disebut titik jenuh serat (TJS). Kayu mengalami kondisi kritis untuk stabilitas dimensinya adalah pada kisaran 25-30%. pemanas/heater) harus lebih rendah lagi. maka sifat kembang susut ini akan dapat teratasi. melalui teknik pengeringan yang tepat tentunya. Yaitu. bahwa kadar air kayu memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pemakaian kayu. Kadar air kayu siap pakai di Indonesia untuk penggunaan kayu (produk kayu) di dalam ruangan sebaiknya kurang dari 15% dan di luar ruangan bisa sampai 18%. Eropa. kadar air di dalam ruangan berkisar 6 – 10% dan di luar ruangan di atas 18%. bahkan dapat diabaikan  Menambah kekuatan kayu. Kadar air kayu ini sebetulnya bisa kita atur dan kita hitung. Oleh karena itu masalah pengeringan merupakan factor yang penting pada kayu. Amerika). Sebaliknya bila kayu dikeringkan sampai mendekati kadar air lingkungan. Sebab di bawah titik jenuh serat. Telah diutarakan di muka. perubahan kadar air dapat mengakibatkan kembang susut pada kayu. sedangkan di dalam ruangan (AC. Makin rendah kadar air kayu yang dikandung. Banyaknya air yang terdapat di dalam kayu apabila digunakan di dalam kondisi lingkungan yang tidak berhubungan langsung dengan air akan selalu lebih rendah daripada TJS. Dengan adanya pengeringan akan diperoleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut:  Menjamin kestabilan dimensi kayu. Pengeringan kayu adalah proses untuk mengeluarkan air yang terdapat di dalam kayu. akan semakin kuat kayu tersebut.dalam penggunaan kayu sebagai bahan baku produk tertentu.

finishing. Perubahan kadar air yang dialami kayu pada keadaan di atas titik jenuh serat ini tidak mempengaruhi bentuk dan ukuran kayu. pengawetan serta proses-proses kelanjutan lainnya. Oleh sebab itu perubahan-perubahan kadar air di bawahtitik ini sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik dan mekanik kayu.  Mencegah serangan jamur dan bubuk kayu. Proses keluarnya air dalam proses pengeringan disebut proses evaporasi. Keadaan titik air bebas telah habis keluar. Dengan kata lain permukaan kayu lebih cepat mengering daripada bagian dalamnya. Kayu akan mongering dan bagian luar ke dalam kayu. yang terlebih dahulu keluar adalah air bebas yang terdapat dalam rongga sel. Selama proses pengeringan kayu berlangsung. Membuat kayu menjadi ringan. perekatan. Sebab umumnya jasad renik perusak kayu atau jamur tak dapat hidup di bawah persentase kadar air + 20%. antara lain: pengetaman. tetapi air terikat masih dalam keadaan jenuh. PROSES PENGERINGAN KAYU Pergerakan air di dalam kayu terjadi dari daerah berkelembapan tinggi ke daerah yang berkelembapan lebih rendah. Setelah itu menyusul air yang terikat pada dinding-dinding sel.  Memudahkan pengerjaan selanjutnya. Pada setiap usaha pengeringan kayu hal ini harus mendapat perhatian yang khusus. Dengan demikian ongkos angkutan berkurang. Macam .Macam Pengeringan Kita mengenal dua cara pengeringan yang umum dipergunakan yaitu:   Pengeringan alam-udara Pengeringan buatan . Tetapi segala perubahan bentuk dan ukuran kayu. dinamakan keadaan pada titik jenuh serat (FSP=Fiber Saturation Point). Evaporasi akan terjadi bila kadar air di dalam kayu lebih besar dari kadar air keseimbangan (EMC).

makin lama pula proses pengeringannya.memerlukan persediaan kayu lebih banyak .pengeringan dengan tenaga alam / udara (matahari) . intensitas penyinaran matahari.memerlukan areal / lapangan yang cukup luas . Suhu: Didalam keadaan udara yang tetap. makin tinggi suhu. makin cepat proses pengeringan. Kadar air awal : Makin basah kayu itu pada awalnya.kadar air akhir umumnya masih cukup tinggi Cepat atau lambatnya kayu mengering tergantung dari beberapa faktor yaitu : 1. tanpa peralatan yang mahal .biaya relative murah.kapasitas dan sortimen kayu tidak terbatas Kerugian: . 5. Cara penyusunannya dengan menggunakan ganjal/sticker . Peredaran udara : Berfungsi mengganti udara yang basah dengan udara yang kering sehingga pengeringan dipercepat.cacat – cacat yang timbul sulit diperbaiki kembali . makin cepat kayu mengering. Letak kayu : Umumnya kayu gubal lebih cepat mengering daripada kayu teras. Pengeringan Kayu dengan Alam atau Udara Keuntungan : . 9. Kelembaban udara : Dalam keadaan suhu yang tetap. Ukuran kayu : Tebal tipisnya kayu yang akan dikeringkan. Jenis kayu : Beberapa jenis kayu akan lebih cepat mengering.pelaksanaannya lebih mudah. 3. Iklim: yaitu besar/kecilnya curah huja. 4. 6. 8.waktu yang dipergunakan cukup lama (tergantung cuaca) . 7. tanpa memerlukan tenaga ahli . ada/tidaknya kabut 2. makin rendah kelembaban udara. umumnya kayu lunak akan lebih cepat mongering daripada kayu yang lebih keras.1.

maka timbul usaha pengeringan buatan yang lebih efektif dan lebih efisien daripada pengeringan buatan yang lebih efektif dan lebih efisien daripada pengeringan udara Keuntungan:   Waktu pengeringan sangat singkat Kadar air akhir dapat diatur sesuai dengan keinginan.2. meningkatkan permintaan akan kayu berkualitas tinggi. Pengeringan Kayu dengan Cara Buatan (Kiln Drying) Pengeringan ini merupakan lanjutan hasil perkembangan pengeringan udara. Dengan kemajuan dan perkembangan teknologi modern. disesuaikan dengan tujuan penggunaan  Kelembaban udara (RH). Compartment Kiln     Tingkat kekeringan kayu sama Pintu masuk lori sama dengan pintu keluar Arah pergerakan udara melintang kiln Tidak membutuhkan ruang yang besar . temperature dan sirkulasi udara dapat diatur sesuai dengan jadwal pengeringan  Terjadinya cacat kayu dapat dihindari dan beberapa jenis kayu dapat diperbaiki  Kontinuitas produksi tidak terganggu dan tidak diperlukan persediaan kayu yang banyak   Tidak membutuhkan tempat yang luas Kualitas hasil jauh lebih baik Kerugian:    Memerlukan investasi/modal yang besar Memerlukan tenaga ahli pengalaman Sortimen kayu yang akan dikeringkan tertentu Jenis Dry Kiln a.

Tahap penyediaan alat – alat 2. Tahap pekerjaan selama pengeringan berlangsung yang mencakup : penggunaan jadwal pengeringan. Progessive Kiln     Tingkat kekeringan kayu berbeda Pintu masuk dan keluar tidak sama Arah pergerakan udara berlawanan dengan arah lori Merupakan bentuk terowongan Pekerjaan pengeringan kayu dengan kiln dapat dibagi dalam 4 tahap yaitu : 1. Tahap penumpukan/penyusunan kayu 3.b. pengaturan dan pengawasan suhu serta kelembaban udara di dalam kiln. . Tahap pengambilan contoh – contoh kayu pengamatan 4.

Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi. 6. Terdapat banyak sifat-sifat fisik kayu diantaranya keawetan. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemiselulosa (karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat). 3. tekstur serat kayu. warna. .KESIMPULAN Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan yaitu. 5. 2. mengukur dimensi kayu untuk mendapatkan volume serta menetapkan mutu. Kayu memiliki kadar air yang berbeda-beda dan dapat mempengarui sifat fisik kayu itu sendiri. bau. tekstur permukaan kayu. Kegiatan penentuan jenis kayu (identifikasi jenis kayu) merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pengujian dalam arti luas yaitu menentukan jenis kayu. dan kekerasan kayu serta ketahanan kayu ketika dipotong. Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda. 1. 4.

org/wiki/Kayu id..DAFTAR PUSTAKA id./III_III01.htm .go..id/Halaman/../INFO..org/wiki/Daftar_kayu www.dephut.wikipedia.wikipedia.

LAMPIRAN GAMBAR .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful