Karakteristik SCR Untuk mengontrol pada tegangan tinggi karena SCR dapat dilewatkan pada tegangan 0 volt sampai

220 volt. Pada saat Arus yang mengalir pada SCR (IT) lebih kecil dari Arus penahan (IH), maka SCR akan off (tidak aktif) kembali. karena sumber tegangan yang diberikan merupakan tegangan AC sehingga karateristik yang terlihat pada osiloskop arus mengalir bolak-balik tetapi karena ada dioda sehingga arus pada sinyal negatif menjadi terpotong. Cara kerja SCR Untuk meng-Onkan SCR jika pada terminal gate diberi pemicuan yang berupa arus dengan tegangan positip dan SCR akan tetap on bila arus yang mengalir pada SCR lebih besar dari arus yang penahan (IH). Untuk meng-offkan SCR adalah dengan mengurangi arus Triger (IT) dibawah arus penahan (IH). Karakteristik Dioda Dioda mempunyai dua elektroda aktif dimana arus listrik dapat mengalir, dan kebanyakan dioda digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Pada dioda bias maju, Lapisan yang melintang antara sisi P dan sisi N diatas disebut sebagai lapisan deplesi (depletion layer), pada lapisan ini terjadi proses keseimbangan hole dan electron. Cara kerja dioda Untuk meng-onkan dioda jika diberi prasikap maju (V>Vy ), resistans Rf sangat kecil Untuk meng-OFFkan dioda jika diberi prasikap balik (V < Vy), resistans Rf sangat besar Karakteristik IGBT IGBT mempunyai sifat kerja yang menggabungkan keunggulan sifat-sifat kedua jenis transistor tersebut. sebagai saluran kendali juga mempunyai struktur bahan penyekat (isolator) cara kerja IGBT untuk meng-onkan IGBT jika saklar mempunyai tahanan menghantar (Ron) yang sekecil mungkin. Ini akan membuat nilai tegangan jatuh (voltage drop) keadaan menghantar juga sekecil mungkin, demikian pula dengan besarnya borosan daya yang terjadi, dan kecepatan pensaklaran yang tinggi. Untuk meng-offkan IGBT jika saklar mempunyai tahanan yang besar sekali, mendekati nilai tak berhingga. Karakteristik Thyristor sering digunakan sebagai saklar daripada penguat arus atau tegangan memiliki kemampuan untuk mensaklar arus searah (DC)

Untuk meng-offkan thyristor dengan lapisan N-P yang berada ditengah akan mendapatkan reverse-bias Karakteristik GTO Mempunyai ketahanan terhadap tegangan lebih dan arus lebih yang tinggi. antara collector dan emitter. Mengendalikannya mudah. ketika BJT dalam keadaan cut off. . sehingga dapat dianggap sebagai saklar tertutup. memutus hubungan antara collector dan ground. Jadi ada jalur yang mempunyai resistansi rendah antara collector dan ground. dengan picu positip akan konduksi dan dengan picu negatip akan padam. Pada daerah jenuh BJT menunjukkan resistansi yang rendah.cara kerja Thyristor untuk meng-onkan thyristor dengan memberi arus trigger lapisan P yang dekat dengan katoda. Yaitu dengan membuat kaki gate pada thyristor PNPN. jadi beraksi seperti saklar terbuka. arus sangat kecil (idealnya nol). Cara kerja GTO Untuk meng-onkan GTO Jika kaki gerbangnya disulut pulsa positif Untuk meng-offkan GTO jika kaki gerbangnya disulut pulsa negatif Karakteristik MOSFET Tipe pengosongan Tipe peningkatan Cara kerja MOSFET Untuk meng-onkan MOSFET Untuk meng-offkan MOSFET keadaan normal dan dapat terjadi pengurangan atau penambahan yang dapat mempengaruhi tegangan pada gate dan dapat dikontrol Karakteristik BJT Sebagai penguat Sebagai saklar - Untuk meng-onkan BJT. Untuk meng-offkan BJT. Mempunyai kecepatan komutasi yang lebih tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful