Ikatan Logam, Sifat-Sifat Logam dan Alloy

Tinggalkan sebuah Komentar Posted by Emel Seran pada 27 Juni 2011

Ikatan Logam dan sifat-sifat Logam Logam atau metal mememiliki beberapa karakter umum yaitu wujud padat, menunjukkan kilap, massa jenis tinggi, titik didih dan titik lebur tinggi, konduktor panas dan listrik yang baik, kuat atau keras namun mudah dibentuk misalnya dapat ditempa (malleable) dan direnggangkan (ductile). Walaupun demikian terdapat beberapa sifat yang menyimpang misalnya raksa pada suhu kamar merupakan satu-satunya logam yang berwujud padat dan hingga saat ini belum diketahui mengapa raksa berwujud cair. Selain itu titik leleh beberapa unsur logam sangat rendah yaitu Hg, Cs dan Rb dengan titik didih berturut-turut adalah 38,83 °C, 29°C dan 39°C dan Li dan K memiliki massa jenis yang rendah yaitu 0,534 dan 0,86 g/mL. Emas, perak dan platina disebut logam mulia, sedangkan emas, tembaga dan perak sering disebut sebagai logam mata uang, karena ketiga unsur ini dipadukan untuk membuat koin-koin mata uang. Dikatakan sebagai logam mulia karena ketiga logam ini sukar teroksidasi dengan sejumlah besar pereaksi. Selain dikenal logam mulia dikenal pula logam berat (heavy metal) adalah logam dengan massa jenis lima atau lebih, dengan nomor atom 22 sampai dengan 92. Raksa, kadmium, kromium dan timbal merupakan beberapa contoh logam berat. Logamlogam berat dalam jumlah yang banyak artinya melebihi kadar maksimum yang ditetapkan, sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogen).

Ikatan Logam Berdasarkan sifat umum logam dapat disimpulkan bahwa ikatan logam ternyata bukan merupakan ikatan ion maupun ikatan kovalen. Ikatan logam didefinisikan berdasarkan model awan elektron atau lautan elektron yang didefinisikan oleh Drude pada tahun 1900 dan disempunakan oleh Lorents pada tahun 1923. Berdasarkan teori ini, logam di anggap terdiri dari ion-ion logam berupa bola-bola keras yang tersusun secara teratur, berulang dan disekitar ion-ion logam terdapat awan atau lautan elektron yang dibentuk dari elektron valensi dari logam terkait.

logam aluminium dapat dianggap terdiri dari ion Al2+ yang tersusun secara teratur. tidak rapuh dan dapat dibengkokkan. Akibatnya elektron-elektron yang ada pada orbitalnya dapat berpindah ke orbital valensi atom tetangganya. Gambar Model awan elektron dari lagom magnesium Logam dapat dapat ditempa. berulang dan disekitarnya terdapat awan atau lautan elektron yang dibentuk dari elektron valensi magnesium. Jadi logam yang memiliki elektron valensi lebih banyak akan menghasilkan kation dengan muatan positif yang lebih besar dan awan elektron dengan jumlah elektron yang lebih banyak atau lebih rapat. Dari teori awan atau lautan elektron ikatan logam didefinisikan sebagai gaya tarik antara muatan positif dari ion-ion logam (kation logam) dengan muatan negatif yang terbentuk dari elektron-elektron valensi dari atom-atom logam. Karena hal inilah elektron-elektron valensi akan terdelokaslisasi pada semua atom yang terdapat pada logam membentuk awan atau lautan elektron yang bersifat mobil atau dapat bergerak. Hal ini menyebabkan logam memiliki ikatan yang lebih kuat dibanding logam yang tersusun dari atom-atom logam dengan jumlah elektron valensi lebih sedikit. karena atom-atom logam tersusun secara teratur dan rapat sehingga ketika diberi . Berdasarkan model awan elektron. Hal ini disebabkan oleh tumpang tindih (ovelap) orbital valensi dari atom-atom logam (orbital valensi = orbital elektron valensi berada). seperti pada Gambar. direntangkan. Misalnya logam magnesium yang memiliki 2 elektron valensi.Awan elektron yang terbentuk berasal dari semua atom-atom logam yang ada.

karena pada logam semua atom sejenis sehingga atom-atom yang bergeser saat diberi tekanan seolah-olah tetap pada kedudukan yang sama. Titik Didih dan Titik Lebur Logam Titik didih dan titik lebur logam berkaitan langsung dengan kekuatan ikatan logamnya. gaya pengikatnya adalah gaya tarik antar ion yang bermuatan positif dengan ion yang bermuatan negatif. . Dalam kristal ionik. Sehingga ketika kristal ionik diberi tekanan akan terjadi pergeseran ion positif dan negatif yang dapat menyebabkan ion positif berdekatan dengan ion positif dan ion negatif dengan ion negatif. Keadaan ini mengakibatkan terjadi gaya tolak antar ionion sejenis sehingga kristal ionik menjadi retak kemudian pecah.tekanan atom-atom tersebut dapat tergelincir di atas lapisan atom yang lain seperti yang ditunjukan pada Gambar. ukuran kation logam dan jari-jari atom logam makin besar. Dalam sistem periodik unsur. Titik didih dan titik lebur logam makin tinggi bila ikatan logam yang dimiliki makin kuat. pada satu golongan dari atas kebawah. Gambar perpindahan atom pada suatu logam ketika diberi tekanan atau ditempa Dari gambar menjelaskan mengapa logam dapat ditempa ataupun direntangkan. Keadaan ini berbeda dengan ikatan ionik.

sehingga gaya tarik elektrostatik antara kation-kation logam dengan awan elektronnya semakin lemah. a Daya Hantar Panas Logam Berdasarkan model awan elektron. apabila salah satu ujung dari logam dipanaskan maka awan elektron ditempat tersebut mendapat tambahan energi termal. Logam Jari-jari atom logam (pm) Li 157 Na 191 K 235 Rb 250 Cs 272 Kation logam Li+ Na+ K+ Rb+ Cs+ Jari-jari kation logam (pm) 106 132 165 175 188 Titik lebur (°C) 180 97.9 29.8 63.Hal ini menyebabkan jarak antara pusat kation-kation logam dengan awan elektronnya semakin jauh. Kilau logam dapat . Hal ini dapat dilihat pada titik didih dan titik lebur logam alkali. maka energi termal tersebut dapat ditransmisikan ke bagian-bagian lain dari logam yang memiliki temperatur lebih rendah sehingga bagian tersebut menjadi panas. Kilau logam berbeda dengan kilau unsur nonlogam. Apabila pada logam diberi beda potensial.7 38. elektron valensi yang membentuk awan elektron bergerak ke segala arah dengan jumlah yang sama banyak. Karena awan elektron bersifat mobil. maka jumlah elektron yang bergerak ke anoda lebih banyak dibandingkan jumlah elektron yang bergerak ke katoda sehingga terjadi hantaran listrik.7 Titik didih (°C) 1330 892 774 688 690 Daya Hantar Listrik Logam Sebelum logam diberi beda potensial. dengan salah satu ujung logam ditempatkan elektroda positif (anoda) dan pada ujung yang lain ditempatkan ujung negatif (katoda). Kilap Logam Permukaan logam yang bersih dan halus akan memberikan kilap atau kilau (luster) tertentu.

Aloi dibagi menjadi dua macam yaitu aloi selitan dan aloi substitusi.dipandang dari segala sudut sedangkan kilau nonlogam hanya dipandang dari sudut tertentu. Eksitasi elektron yaitu perpindahan elektron dari keadaan dasar (tingkat energi terendah) menuju ke keadaan yang lebih tinggi (tingkat energi lebih tinggi). . rangka pesawat maupun maupun bahan lain yang menggunakan logam. misalnya rangka jendela. Hal ini disebabkan sinar tampak akan menyebabkan terjadinya eksitasi elektron-elektron bebas pada permukaan logam. Sedangkan aloi substitusi terbentuk apabila jari-jari unsur yang dipadukan lebih besar dari jari-jari atom logam. Logam akan tampak berkilau apabila sinar tampak mengenai permukaannya. Disebut aloi selitan bila jari-jari atom unsur yang dipadukan sama atau lebih kecil dari jari-jari atom logam. Aloi atau Alloy Logam-logam selalu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. peralatan-peralatan rumuh tangga. Aloi terbentuk apabila leburan dua atau lebih macam logam dicampur atau leburan suatu logam dicampur dengan unsur-unsur nonlogam dan campuran tersebut tidak saling bereaksi serta masih menunjukan sifat sebagai logam setelah didinginkan. Bahan-bahan logam tersebut bukan hanya dibuat dari satu jenis unsur logam tetapi telah dicampur atau ditambah dengan unsur-unsur lain yang disebut aloi atau sering disebut lakur atau paduan. Energi yang dipancarkan inilah yang menyebabkan logam tampak berkilau. Elektron yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasar dengan memantulkan energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful