PENGERTIAN SISTEM KOLOID

Oleh: Afni

maupun gas dapat dibuat dalam keadaan koloid. Ukuran zat yang didispersikan: 1 nm – 1 mikrometer atau 1 nm – 100 nm. Semua zat. baik padat. . cair. Koloid dapat didefinisikan sebagai sistem heterogen. dimana suatu zat “didispersikan” ke dalan suatu media yang homogen.Pendahuluan     Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar).

sedangkan oid berarti seperti. Partikel koloid dapat dipisahkan dari molekul lainnya dengan cara dialisis menggunakan membran semipermeabel sehingga partikel koloid akan tertahan teapi molekul lainnya yang lebih kecil dapat melewati membran. Kolla berarti lem. yaitu “kolla” dan “oid”.  Nama koloid diberikan oleh Thomas Graham pada tahun 1861 yang berasal dari bahasa Yunani. .

. melainkan sistem dua fase yang terdiri dari air (bersifat kontinu) dan minyak (bersifat diskontinu/terputus-putus). Sedangkan fase diskontinu disebut fase terdispersi. Pengertian Sistem Koloid    Salah satu contoh koloid: santan. Santan bukan sistem satu fase seperti halnya larutan. Fase kontinu disebut medium dispersi.1.

. Asap bukanlah gas. melainkan campuran zat padat dengan gas. dalam hal ini partikel karbon dalam udara. yaitu campuran titik-titik air dengan udara.   Contoh koloid yang lain: asap dan kabut. Sedangkan kabut adalah campuran cairan dengan gas.

Larutan bersifat kontinu dan merupakan satu fase (homogen).Perbandingan 3 jenis campuran: campuran gula dengan air. . campuran tepung terigu dengan air dan campuran susu dengan air. Larutan bersifat stabil (tidak memisah) dan tidak dapat disaring. gula akan larut dan diperoleh larutan gula. Ukuran partikel zat terlarut <1 nm.  Campuran gula dengan air: Jika gula dicampur dengan air. zat terlarut tersebar dalam bentuk partikel yang sangat kecil. Dalam larutan.

Campuran seperti ini disebut suspensi. tepung terigu akan memisah (mengalami sedimentasi). Ukuran partikel tersuspensi >100 nm. Campuran tepung terigu dengan air Ternyata tepung terigu tidak larut dalam air. Walau campuran ini diaduk. . Suspensi dapat dipisahkan dengan penyaringan. Suspensi bersifat heterogen dan tidak bersifat kontinu sehingga merupakan sistem dua fase.

Campuran susu dengan air Ternyata susu larut tetapi larutan itu tidak bening. Fase terdispersi (zat yang didispersikan) yang bersifat diskontinu (terputus-putus). Jika didiamkan. Medium dispersi bersifat kontinu. yaitu: 1. Contohnya pada campuran susu dengan air: lemak. campuran itu tidak memisah dan tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan (hasil penyaringan tetap keruh). Medium dispersi (medium yang digunakan untuk mendispersikan zat). Jadi koloid tergolong campuran heterogen dan merupakan sistem dua fase. 2. partikel-partikel susu yang tersebar dalam air masih dapat dibedakan. tetapi jika diamati dengan mikroskop ultra. Contoh: air. Secara makroskopis campuran ini tampak homogen. Campuran inilah yang disebut koloid.  .

Dua fase 4. Tidak stabil 5. Salah satu atau semua antara 1 nm-100 nm dimensi partikelnya atau 1 nm-1 mikrometer. Dapat disaring. 3. Dua fase 4. Stabil 5. Partikel berdimensi 2. Larutan (dispersi molekuler) Contoh: larutan gula dalam air 1. Semua partikel berdimensi (kurang dari 1nm) 3. Bersifat heterogen 2. 5. Pada umumnya stabil. . tak dapat dibedakan walau menggunakan mikroskop ultra 2. 3. dan suspensi. Tidak dapat disaring Koloid (dispersi koloid) Contoh: campuran susu dengan air 1. Satu fase 4.Perbandingan sifat larutan. Bersifat homogen. Suspensi (dispersi kasar) Contoh: campuran tepung dengan air 1. Tidak dapat disaring kecuali dengan penyaring ultra. lebih besar dari 100 nm. koloid. Secara makroskopis bersifat homogen tetapi bersifat heterogen jika diamatid dengan mikroskop ulra.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful