P. 1
obat skrg

obat skrg

|Views: 147|Likes:
Published by Tintin Farihati

More info:

Published by: Tintin Farihati on Jun 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2015

pdf

text

original

TERAPI MEDIS PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULAR DAN OBAT-OBATAN PENDAMPING 1.

CEDOCARD Isosorbide dinitrate VASODILATOR KORONER KOMPOSISI : mengandung : 1,4 : 3,6-dianhydrosorbitol 2,5-dinitrate (isosorbide dinitrate) URAIAN : CEDOCARD® 5, melebarkan pembuluh-pembuluh darah jantung dan bila diberikan secara sublingual, kemanjurannya sebanding dengan nitroglycerin, tetapi CEDOCARD* 5 memberikan efek yang lebih lama dengan mulainya daya kerja yang hampir sama. Pemberian nitroglycerin (0,1 - 0,6 mg) secara sublingual akan memberikan daya kerjanya setelah 1-3 menit, tetapi hanya berlangsung selama 20-30 menit. Sedangkan CEDOCARD9 5 yang diberikan secara sublingual, daya kerjanya akan terlihat dalam waktu kira-kira 2 menit dan berlangsung selama 2 sampai 3 jam. Pemberian CEDOCARD® 5 secara oral, daya kerja dimulai dalam waktu 20 sampai 30 menit kemudian dan akan dipertahankan untuk sekurang-kurangnya 4 jam. Cepatnya daya kerja CEDOCARD® 5 yang sebanding dengan nitroglycerin disebabkan oleh karena kelarutannya yang tinggi dalam air, dan daya kerja yang diperpanjang dari CEDOCARD® 5 disebabkan oleh lebih lambatnya proses peruraian oleh enzimenzim dibandingkan dengan nitroglycerin. INDIKASI Untuk pengobatan angina pektoris dan untuk pencegahan terjadinya serangan angina pada penderita penyakit jantung koroner menahun. Untuk pengobatan gangguan angina sesudah infark miokardial. POSOLOGI Untuk serangan angina pektoris, 1 tablet dilarutkan perlahan-lahan dalam mulut dibawah lidah. Untuk pengobatan pencegahan, tergantung dari beratnya penyakit, 1 sampai 2 tablet 3 atau 4 kali sehari. Untuk mencegah serangan pada malam hari, 1 sampai 2 tablet sebelum tidur. PERINGATAN DAN PERHATIAN : Pada umumnya CEDOCARD® 5 tidak memberikan efek samping yang berarti, tetapi pada beberapa penderita mungkin akan menimbulkan sakit kepala yang biasanya terjadi apabila menerima dosis harian sampai 40 mg atau lebih. Tetapi sakit kepala akan berhenti, bila dosis dikurangi hingga 1/2 tablet 3 x sehari, dan tidak akan menimbulkan kembali gangguan sakit kepala, walaupun dosis dinaikkan lagi setelah beberapa hari. Pada pengobatan jangka panjang dengan CEDOCARD® 5 kepekaan terhadap sakit kepala akan hilang tanpa keharusan penyesuaian dosis dan kerja memperlebar pembuluh-pembuluh darah jantung tidak akan berkurang.

.4 ml x 2 biji. ulkus saluran pencernaan akut. obat-obat anti platelet. Dekstran 40. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).  Bisa mempotensiasi efek antikoagulan oral  Antagonis Vitamin K. KONTRA INDIKASI  Riwayat trombositopenia selama terapi dengan Enoksaparin.2. kortikosteroid.  Jangan diberikan secara intramuskular. trombositopenia (jarang). DOSIS  Pencegahan tromboembolisme : 20 mg sehari secara subkutan. Pada bedah umum : suntikan pertama diberikan 2 jam sebelum operasi. KEMASAN Pre-filled syringe 40 mg/0.  Kecenderungan terjadinya perdarahan.  Endokarditis menular yang akut.  Resiko tinggi tromboembolisme selama bedah tulang : 40 mg sehari secara subkutan.  Periode sesudah pembedahan otak & urat saraf tulang belakang. Tiklopidin. penyakit pembuluh darah pada koroid & retina.  Pada bedah tulang : suntikan pertama diberikan 12 jam sebelum pembedahan.  Tiga bulan pertama masa hamil. PERHATIAN  Gagal hati atau ginjal. EFEK SAMPING Gejala-gejala perdarahan. kelainan pembekuan darah. luka organik dengan kecenderungan perdarahan. INDIKASI Pengobatan untuk mencegah kelainan tromboemboli vena. Pengobatan dilanjutkan selama 7-10 hari.  Riwayat trombositopenia yang terjadi bersama dengan heparin lainnya. riwayat ulkus lambung-usus. reaksi alergi kulit atau alergi sistemik. hipertensi arterial yang tidak terkontrol. Interaksi obat :  Meningkatkan resiko pardarahan bila digunakan bersama dengan obat-obat anti inflamasi (anti radang) non steroid. sindroma stroke hemoragik. Pencegahan trombosis pada sirkulasi ekstrakorporeal selama hemodialisis. terutama pada bedah tulang atau bedah umum. LOVENOX KOMPOSISI Enoxaparine Na / Natrium Enoksaparin. lebam & nekrosis (kematian sel atau jeringan) kulit pada tempat penyuntikan.

dosis tambahan dapat diberikan dalam jarak waktu 5-10 menit. Diabetes. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. obat-obat hipertensi. pengobatan gangguan angina setelah infark miokardial. Jika hilangnya nyeri tidak tercapai selama serangan. asites (pengumpulan cairan) pada hati. KONTRA INDIKASI Glaukoma. hipovolemia dengan atau tanpa hipotensi. LASIX AMPUL KANDUNGAN Furosemide. Interaksi obat : alkohol. Pengobatan jangka panjang : 3 atau 4 kali sehari 10-20 mg.5-1 mg/kg berat badan harus langsung diberikan jika cincin fibrin terbentuk. atau sebagai tablet kunyah.  Mencegah serangan di malam hari : 1-2 tablet sebelum tidur. hipokalemia. hipotensi ortostatik. hipotensi dengan tekanan sistolik rendah. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. hiponatremia. koma hepatikum. kehamilan trimester pertama. INDIKASI Edema. diantara pipi dan gusi (intrabukal). refleks takhikardia. hipertensi ringan sampai sedang. 3. Gangguan fungsi ginjal atau hati. perdarahan otak. KONTRA INDIKASI Gagal ginjal akut yang disertai dengan anuria (tidak dibentuknya kemih oleh ginjal). 4. Injeksi sebanyak 0. PERHATIAN Hamil & menyusui. infark miokardial akut dengan tekanan pengisian rendah. KEMASAN Tablet kunyah 5 mg x 10 x 10 butir. ketidakseimbangan cairan & elektrolit. EFEK SAMPING Sakit kepala. ISOSORBIDE DINITRAT TABLET 5 MG DEXA MEDICA KANDUNGAN Isosorbide Dinitrat. pencegahan serangan angina pada pasien dengan penyakit koroner kronis. Gout. obat-obat simpatomimetik. DOSIS  Serangan angina pektoris : 2. kegagalan sirkulasi akut. Interaksi obat : . INDIKASI Pengobatan angina pektoris. Hemodialisis : 1 mg/kg berat badan ke dalam "arterial line" sirkuit dialisis pada permulaan sesi untuk suatu sesi selama 4 jam.5-10 mg diletakkan di bawah lidah (sublingual). PERHATIAN Kardiomiopati. labilitas sirkulatori. Pencegahan : dosis bisa diulangi tiap 2-3 jam. gangguan berkemih.

K.  Terapi dengan “lipid-altering agents” merupakan penunjang pada diet ketat.  Penyakit jantung koroner. gangguan pendengaraan.  antagonisme dengan Indometasin. meningkatkan resiko ototoksisitas jika digunakan dengan aminoglikosida. KEMASAN Ampul 20 mg/2 ml x 5 biji. Indikasi  Terapi dengan “lipid-altering agents” dapat dipertimbangkan penggunaannya pada individu yang mengalami peningkatan resiko “artherosclerosis” vaskuler yang disebabkan oleh hiperkolesterolemia. dan Na. Jarang : syok anafilaktik.  hipokalemia bisa mempercepat toksisitas Digitalis.  potensiasi terjadi jika digunakan dengan Salisilat. dimana enzim ini mengkatalisa perubahan HMG Co-A menjadi asam mevalonat yang merupakan langkah awal dari sintesa kolesterol. Litium. Secara invivo simvastatin akan dihidrolisa menjadi metabolit aktif. Sisplatin serta nefrotoksisitas jika digunakan dengan aminoglikosida. Pada penderita dengan penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia. Edema paru akut : diawali dengan 40 mg secara IV. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. memperparah alkalosis metabolik. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. bila respon terhadap diet dan pengobatan non-farmakologi tunggal lainnya tidak memadai. EFEK SAMPING Gangguan ringan pada saluran cerna. DOSIS Dewasa dan anak berusia lebih dari 15 tahun : 20-40 mg intramuskular (IM) atau intravena (IV). simvastatin diindikasikan untuk : . dan relaksan otot tipe Kurare. Teofilin. diabetes. Bayi dan anak berusia kurang dari 15 tahun : 1 mg/kg berat badan/hari. nefrokalsinosis pada bayi prematur. maksimal 20 mg/hari. 5. depresi sumsum tulang. Sefaloridin. SISMVASTATIN Farmakologi Simvastatin merupakan obat yang menurunkan kadar kolesterol (hipolidemik) dan merupakan hasil sintesa dari hasil fermentasi Aspergillus terreus. Mekanisme kerja dari metabolit aktif tersebut adalah dengan cara menghambat kerja 3-Hidroksi-3-metilglutaril koenzim A reduktase (HMG Co-A reduktase). pakreatitis akut.  ACE inhibitors bisa menyebabkan penurunan tekanan darah secara jelas. Tingkatkan secara bertahap dalam interval 2 jam sebesar 2 mg (1 injeksi). kehabisan Ca. reaksi alergi.

o Mengurangi resiko infark miokardial non fatal. alkoholism). sakit kepala. o Kulit : alopecia. rabdomiolisis. pusing. miopati. o Mengurangi resiko pada pasien yang menjalani prosedur revaskularisasi miokardial. angioedema.  Penyakit hati aktif atau peningkatan transaminase serum yang menetap yang tidak jelas penyebabnya. perhatian khusus berupa pengukuran kadar serum transaminase harus dilakukan jika terjadi peningkatan yang menetap (hingga 3 kali batas normal atas) pengobatan segera dihentikan. o Mata : mempercepat katarak. dan lakukan pengukuran profil kolesterol total. Efek Samping  Abdominal pain.  Terapi dengan simvastatin harus dihentikan sementara atau tidak dilanjutkan pada penderita dengan miopati akut dan parah atau pada penderita dengan o . astenia. optalmoplegia. disfungsi ereksi. leukopenia. anemia hemolitik. agar disingkirkan terlebih dahulu penyebab sekunder dari hiperkolesterolemia (seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol.  Pada penggunaan jangka panjang dianjurkan melakukan tes laboratorium secara periodik tiap 3 bulan untuk menentukan pengobatan selanjutnya. vertigo. kelumpuhan saraf periferal. Pada kasus tertentu terjadi angioneurotik edema. sindrom nefrotik.  Dianjurkan melakukan tes fungsi hati sebelum pengobatan dimulai. 6 dan 12 minggu setelah pengobatan pertama. Menurunkan kadar kolesterol total dan LDL pada penderita hiperkolesterolemia primer (Tipe IIa dan IIb). pruritus. terapi dengan obat lain. Dosis Pasien harus melakukan diet pengurangan kolesterol sebelum dan selama pengobatan dengan simvastatin. kehilangan libido. penyakit hati obstruktif. dan berikutnya secara periodik (misalnya secara semianual).  Hiperkolesterolemia. parestesia. hipotiroid. Peringatan dan Perhatian  Selama terapi dengan simvastatin harus dilakukan pemeriksaan kolesterol secara periodik. muntah.  Wanita hamil dan menyusui. Kontra Indikasi  Hipersensitif terhadap simvastatin atau komponen obat. tremor. trombositopenia. o Gastrointestinal : anoreksia. hilang ingatan. disproteinemia. konstipasi. Rekomendasi umum : Sebelum memulai terapi dengan simvastatin. Pada pasien yang mengalami peningkatan kadar serum transaminase. kolesterol HDL dan trigliserida (TG).  Hati-hati penggunaan pada pasien alkoholism dan / atau yang mempunyai riwayat penyakit hati.  Efek samping lain yang pernah dilaporkan pada golongan obat ini : o Neurologi : disfungsi saraf cranial tertentu.Mengurangi resiko mortalitas total dengan mengurangi kematian akibat penyakit jantung koroner. o Reaksi hipersensitif : anafilaksis. o Reproduksi : ginekomastia. flatulens. neuropati perifer.

mual. VALSARTAN-NI TABLET KANDUNGAN Valsartan. rinitis. gangguan fungsi ginjal berat.  Keamanan dan efektivitas pada anak-anak dan remaja belum pasti. nyeri sendi. niasin dan eritromisin dapat menyebabkan peningkatan pada gangguan otot skelet (rabdomiolisis dan miopati). otot terasa lemas dan lemah. sinusitis.  Simvastatin tidak diindikasikan dimana hipertrigliseridemia merupakan kelainan utama (misalnya hiperlipidemia tipe I. itrakonazol. DOSIS 80 mg sekali sehari. pusing. lemah.  Antipirin. faringitis. dapat ditingkatkan sampai 160 mg/hari atau dapat ditambahkan diuretik jika tekanan darah tidak cukup terkontrol. diare. (Angiotensin II receptor antagonist) KONTRA INDIKASI Wanita hamil. infeksi saluran pernapasan bagian atas. INDIKASI Hipertensi. EFEK SAMPING Sakit kepala. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. PERHATIAN Pasien yang kehilangan volume atau sodium darah. batuk. stenosis arteri renalis. KEMASAN Tablet salut selaput 80 mg x 2 x 14 biji. kerusakan hati.  Penderita agar segera memberitahukan kepada dokter apabila terjadi nyeri otot yang tidak jelas. Bisa mempengaruhi kemampuan untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. IV dan V). ASCARDIA 80 Mg KOMPOSISI : Tiap tablet salut enterik mengandung 80 mg asam asetil salisilat (asetosal) TINJAUAN UMUM : . sirosis. infeksi virus. gemfibrozil. nyeri punggung.  Dengan antikoagulan kumarin dapat memperpanjang waktu protrombin. digoksin 6. penyumbatan kandung empedu. sumbatan saluran empedu. propanolol. nyeri pada perut. 7. Interaksi Obat  Pemakaian bersama-sama dengan immunosupresan.resiko kegagalan ginjal sekunder karena rabdomiolisis atau terjadi kenaikan “creatinin phosphokinase” (CPK).

rasa terbakar. dihancurkan atau diracik sebelum ditelan. INTERAKSI OBAT : Pemberian bersama asetosal dan warfarin dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna dan kadang-kadang perdarahan intraserebral. dengan cara menghambat enzim siklooksigenase yang berfungsi membentuk tromboksan A2 dan prostasiklin. dikunyah. yang merupakan patogenesis MCi (Myocard infarct) dan TIA (Transient Ischemic Attack) INDIKASI : Mengurangi resiko kematian dan atau serangan MCI pada penderita dengan riwayat infark atau angina pektoris yang tidak stabil. disfungsi platelet dan kerentanan individu. Perdarahan saluran cerna: Merupakan akibat efek asetosal pada mukosa lambung. Keadaan tersebut menyebabkan gangguan aliran darah dan terjadi iskemia. sehingga berakibat agregasi platelet. Hipoprotrombinemia : . KONTRA INDIKASI : Tukak lambung aktif. Produk ini dirancang untuk tidak melepaskan zat aktifnya di lambung. Mengurangi resiko serangan ulang TIA atau stroke pada pria dengan riwayat iskemia otak sementara akibat emboli fibrin platelet. misal: penderita ulkus peptikum. Prostasiklin merupakan vasodilator yang akan menghambat agregasi platelet. Sifat ini bermanfaat untuk melindungi lambung dari iritasi oleh asetosai.serta hipersensitivitas. Tromboksan A2 merupakan suatu vasokonstriktor yang akan menginduksi pelepasan granulgranul intraseluier. FARMAKOLOGI : Asetosal merupakan zat berkhasiat yang berfungsi mencegah adhesi dan agregasi platelet. melainkan segera melepaskannya di duodenum. Pada keadaan normal diperlukan keseimbangan antara tromboksan A2 dan prostasiklin. hemofflia dan gangguan perdarahan lainnya. mual dan muntah. Tetapi adanya kerusakan pada sel endotel akan menyebabkan agregasi platelet dan membentuk trombus. Ascardia® tidak disarankan untuk dibelah. atau terjadi adhesi platelet dengan pembuluh darah. platelet yang bersirkulasi tidak akan mengalami adhesi dengan pembuluh darah.ASCARDIA8 Enteric Coated terdiri dari tablet inti yang mengandung asetosal dan bahan penyalut yang tahan terhadap asam lambung. Pada pembuluh darah yang sehat. Efek samping tersebut dapat dikurangi dengan sediaan enteric coated ini. Catatan : Untuk menjaga keutuhan dan manfaat salut enteriknya. EFEK SAMPING : Reaksi gastrointestinal : Dosis 1000 mg/hari asetosal konvensional dapat menyebabkan nyeri lambung.

• Hentikan pengobatan bila terjadi tinitus. Penderita yang masih di bawah pengawasan seorang dokter. tidak ada nafsu makan. karena obat ini dimaksudkan untuk orang dewasa. • Penggunaan bersama asetosal dengan antasida yang dapat terabsorbsi akan meningkatkan klirens asetosal. segera hubungi dokter. • Penggunaan untuk wanita hamil dan menyusui. Penderita-penderita seperti berikut dianjurkan untuk memeriksakan dirinya terlebih dulu pada dokter sebelum makan obat ini: 1. Hipersensitivitas : Spasme bronkus. Perhatian dalam pemakaian dan setelah makan ASPAR* 1 Hentikan pemakaian ASPAR* dan periksakan diri pada dokter bila timbul gejala-gejala misalnya bintik-bintik merah pada . • Jika terjadi gangguan lambung yang menetap atau terjadi keracunan (overdosis). Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian Vitamin K. hipoprotrombinemia atau defisiensi Vitamin K. PERINGATAN DAN PERHATIAN : • Asetosal dapat menyebabkan sindroma Reye. Sebagai penambah gizi pada keadaan berikut : Sewaktu dan masa Penyembuhan. kecuali alas anjuran dokter. Kadar 100 mg Pemberian obat jadi Tablet salut gula berwarna putih INDIKASI Sebagai bahan bergizi dan tonikum. 2. urtikaria dan angioedema. 3. • Penggunaan bersama asetosal dengan antasida yang tidak dapat terabsorbsi dapat mengganggu absorbs! asetosal. Penderita penyakit ginjal yang menerima pengobatan pembatasan pemakaian elektrolit. • Jauhkan dari jangkauan anak-anak 8. kekurangan gizi. Jangan berikan ASPAR* tablet pada anak di bawah umur 15 tahun. terutama pada influenza dan varicella. Kelemahan tubuh (asthenic constitution) untuk orang dewasa. 2. kehamilan dan menyusui.Merupakan akibat pengunaan asetosal dosis besar selama beberapa hari. Ikutilah aturan pemakaian yang telah diberikan. • Sebaiknya asetosal tidak diberikan pada penderita dengan kerusakan hati berat. konsultasikan dulu dengan dokter. ATURAN PAKAI DAN DOSIS satu tablet tiga kali sehari sesudah makan PERHATIAN 1. sehingga sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak dengan panastinggi. ASPAR – K Komposisi : K L-aspartat Mg L-aspartat BESTON*(Bisbentia Vitamin B1. pengeluaran yang berlebihan (demam/febrile) dan penyakit-penyakit yang menghilangkan banyak energi (consumptive diseases). gangguan pendengaran atau pusing.

1 Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.Perasaan Panas pada jantung. INDIKASI : Untuk pengobatan jangka pendek pada gejala ansietas. Waktu paruh bervariasi antara 20 . Sebagai terapi tambahan untuk meringankan spasme otot rangka karena inflamasi atau trauma.4 kali sehari  Premidikasi: dewasa: 10 mg: anak-anak diatas 2 tahun: 0. Kadar puncak dalam darah tercapai setelah 1 . Kerja utama diazepam yaitu potensiasi inhibisi neuron dengan asam gamma-aminobutirat (GABA) sebagai mediator pada sistim syaraf pusat.2 jam pemberian oral. paraplegia). dan simpan dalam wadah yang kedap udara tempat sejuk serta kelembaban rendah. 3 Untuk mencegah penyalahgunaan dan untuk menjaga kwalitas obat hendaknya obat ini tetap disimpan dalam kemasan strip aslinya. DIAZEPAM TABLET KOMPOSISI : Tiap tablet mengandung : Diazepam 2 mg CARA KERJA OBAT : Diazepam merupakan turunan bezodiazepin. 2 Hindarkan obat ini dari sinar matahari langsung. Digunakan juga untuk meringankan gejala-gejala pada penghentian alkohol akut dan premidikasi anestesi. KONTRA INDIKASI : * Penderita hipersensitif * Bayi dibawah 6 bulan * Wanita hamil dan menyusui * Depress pernapasan * Glaucoma sudut sempit * Gangguan pulmoner akut * Keadaan Phobia CARA PENGGUNAAN :  Dewasa  Ansietas 2-10 mg. kulit. 4 Mengingat sifat higroskopiknya. 3 . Dimetabolisme menjadi metabolit aktif yaitu N-desmetildiazepam dan oxazepam. 2-4 kali sehari  Terapi tambahan pada spasme otot rangka : 2 -10 mg.50 jam sedang waktu paruh desmetildiazepam bervariasi hingga 100 jam. kemudian dikurangi menjadi 5 mg. tergantung usia dan fungsi hati. muntah. nipertdnisitairotot (kelaTrian motorik serebral. 3-4 kali sehari dalam dosis bagi  Penghentian alkohol akut 10 mg. Perhatian dalam penyimpanan. tinja yang lembek.diare. 3-4 kali sehari selama 24 jam pertama. makanlah ASPAR* tablet segera setelah kemasan strip dibuka. 2 Bila khasiat obat tidak diperoleh setelah makan ASPAR tablet untuk beberapa waktu lamanva periksakan pada dokter.4.25 mg/kg . 9.

Cimetidin dan Omeprazol mengurangi bersihan benzodiazepin. amnesia. PERINGATAN DAN PERHATIAN : * Jangan mengemudikan kendaraan bermotor atau menjalankan mesin selama minum obat ini. Anak-anak 0. EFEK SAMPING : Mengantuk. penderita fungsi hati dan ginjal kronik.8 mg/kg sehari dibagi dalam 3 atau 4 dosis. incontinence. sakit kepala.Usia lanjut dan pasien yang lemah : 2 . halusinasi dan gangguan tidur. mual dan konstipasi. jaundice dan neutropenia. * Hentikan pengobatan jika terjadi reaksi-reaksi paradoksikal seperti keadaan hiper eksitasi akut.2 kali sehari dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan. * Penggunaan jangka lama dapat menyebabkan ketergantungan pada obat * Pada penderita lemah dan lanjut usia dianjurkan dengan dosis efektif terkecil. perubahan libido. edema. hipotensi. penderita hati dan ginjal kronik dosis dikuTarigT. ansietas.ataksia. . Rifampisin dapat meningkatkan bersihan benzodiazepin.5 mg. 1 . gejalagejala ekstra pirimidal. * Keefektifan dalam pengobatan jangka lama (lebih dari 4 bulan) belum diuji secara klinis sistematik. * Ansietas atau ketegangan karena stress kehidupan sehari-hari biasanya tidak memerlukan pengobatan dengan ansiolitik.2. gangguan visual dan retensi urin. Pada penderita dengan gangguan pulmoner kronik. kelelahan Erupsi pada kulit. * Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan pulmoner kronik. INTERAKSI OBAT : Penggunaan bersama obat-obat depresan Susunan Syaraf Pusat atau alkohol dapat meningkatkan efek depresan.0.12 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->