ASAM BASA

1. LANDASAN TEORI TEORI ASAM-BASA ARRHENIUS a. Asam Teori ini mendasari perhitungan kekuatan asam-basa. Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuan Swiss, Svante Arrehenius pada tahun 1807. Menurut Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. berdasrkan jumlah ion H+ yang dilepaskan, senyawa asam dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu: a. b. c. b. Basa Menurut Arrhenius, senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion -OH. Berdasarkan jumlah gugus –OH yang diikat, senyawa basa dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu: a. Basa monohidriksi, yaitu senyawa basa yang memiliki satu gugus -OH b. Basa dihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki dua gugus -OH c. Basa trihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki tiga gugus –OH PENGENALAN ASAM-BASA Sifat asam atau basa suatu senyawa dapat diketahui dengan mencicipinya. Namun, pengenalan dengan cara ini beresiko tinggi karena ada senyawa kimia yang bersifat racun. Pengenalan senyawa asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus dan indikator asambasa Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan satu ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan dua ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan tiga ion H+

1

b. Indikator Metil ungu Metil kuning Metil jingga Bromkeosol hijau Metil merah Bromtimol biru Fenolftalein Trayek pH 0.0 – 9. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. Dengan adanya perbedaan warna tersebut.4 4.5 – 1. Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui nilai pH suatu larutan.2 – 6.3 6.6 Perubahan warna Kuning .merah Warna setelah Ditambahkan Indikator Larutan Asam Larutan Basa Larutan Netral Tidak berwarna Merah Tudak berwarna Kuning Biru Biru Merah Kuning Kuning Merah Kuning Kuning 2 . indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa.biru Tak berwarna . Berikut adalah harga trayek beserta perubahan warna zat-zat indikator.1 – 4.8 – 5.violet Merah .kuning Merah . Berikut adalah beberapa zat indikator asam-basa beserta perubahan warnanya.4 3.0 – 7.a. Indikator Asam –Basa Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa.6 8. Perubahan warna zat atau larutan indikator memiliki rentang (trayek) tertentu yang disebut trayek indikator. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa. Kertas Lakmus Ada dua jenis kertas lakmus untuk mengenali baik senyawa asam maupun senyawa basa.0 3. Larutan Indikator Indikator asam-basa merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda.kuning Kuning .kuning Kuning . Indikator Fenolftalein Bromtimol Metil merah Metil jingga PENGUKURAN PH a.biru Merah . yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.5 2. Selanjutnya warna tersebut dicocokkan dengan tabel warna yang menunjukkan harga pH tertentu sehingga perkiraan harga pH dapat diketahui. Suatu larutan yang telah ditetesi larutan indikator akan mengalami perubahan warna.0 – 3.

larutan dapat bersifat asam (pH < 7).1 – 12. Larutan natrium klorida 3 . warna-warna pada kertas indikator akan berubah warna. TUJUAN • Eksperimen 11 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. atau bersifat basa (pH > 7). Keempat garis warna yang berubah dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. Larutan cuka 6. 2. 10.0 Tak berwarna . netral (pH = 7). Pipet tetes 3. Air sumur 7. Air abu 10. Dengan harga pH tersebut. • Eksperimen 13 Dapat menentukan besarnya pH suatu larutan dengan menggunakan kertas indikator universal. Air sabun 9. Air suling 4. Kertas indikator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan ditentukan nilai pHnya. atau netral) dengan menggunakan kertas lakmus. 3. Ketika sudah tercelup. atau netral) dengan menggunakan larutan indikator Asam-Basa baik yang alami (berasal dari tumbuhan) maupun yang sering digunakan dalam laboratorium. Tabung reaksi atau pelat tetes 2. ALAT DAN BAHAN • Eksperimen 11 1. Larutan amonia 11.ungu Kertas pH dan Kertas Indikator Universal Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. • Eksperimen 12 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. basa.Kuning alizarin b. basa. Air ledeng 8. Air kapur 5.

Metil jingga 8. Air suling (botol semprot) 4 . dan NH4Cl) 7. Tabung reaksi 3.01 M (antara lain: NaOH dan NH3) 6. Bunga berwarna merah dan biru 5. Metil merah 7. Larutan asam 0. Bromtimol biru 9. Larutan basa 0. Pipet tetes 3. COONa.01 M (antara lain: HCl dan CH3COOH) 5. Larutan garam 0. Larutan gula • Eksperimen 12 1. Larutan natrium hidroksida 13. CH3.01 M (antara lain: NaCl. Kertas indikator universal 8. Rak dan tabung reaksi 4. Fenolftalein • Eksperimen 13 1. Larutan deterjen 6. Larutan alkohol 15. Larutan-larutan tertentu yang pH-nya 14. Pipet tetes 4.12. Pelat tetes 2. Lumpang dan alu 2.

bersifat basa (seperti air kapur). atau bersifat netral (seperti air suling). amati perubahan warna dan catat. . Setelah lebih kurang setengah menit. Tempatkan kira-kira 1 ml air bunga ini masing-masing ke dalam dua tabung reaksi. Siapkan 3 tabung reaksi yang bersih. Celupkan sepotong kertas indikator universal sebentar ke dalam tetes itu. 4. Giling beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dengan kira-kira 5 ml air suling dalam lumpang. Lanjutkan percobaan anda dengan menguji larutan lain yang tersedia. 2. Amati apakah terjadi perubahan pada kertas lakmus. Kemudian tambahkan masing-masing 2-3 tetes larutan fenolftalein. Tabung pertama diisi dengan kira-kira 2 ml larutan cuka. Dengan cara yang sama ujilah larutan cuka dan air kapur. 3. metil jingga. lalu teteskan air suling. 2. dan bromtimol biru). Guntinglah masing-masing sehelai kertas lakmus merah dan biru sepanjang 1 cm dan taruhlah dalam satu tabung reaksi atau satu lekukan pelat tetes. Ke dalam tabung pertama tambahkan larutan cuka sedangkan ke dalam tabung kedua tambahkan beberapa tetes air kapur. kemudian nyatakan apakah larutan itu bersifat asam (seperti cuka). Eksperimen 13 Tempatkan satu tetes larutan yang akan diperiksa pada pelat tets. tabung kedua dengan air kapur sedangkan tabung ketiga diisi dengan air suling. Lakukan percobaan nomor 3 di atas dengan indikator lain (metil merah. CARA KERJA • Eksperimen 11 1. Perkirakan pH larutan sampai setengah satuan. Guncangkan tabung dan catat perubahan warnanya. Catat pengamatan anda. Lakukan cara yang sama dengan bunga berwarna biru dan bunga berwarna lainnya. bandingkan warna kertas itu dengan warna pada kartu pembanding warna.4. • 1. Guncangkan tabung. • Eksperimen 12 1.

HASIL PENGAMATAN • 1. Bahan Air suling Larutan cuka Air kapur 2. 5.2. Catat perubahan warna yang terjadi dan tentukan pH larutan tersebut. Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga . dan 1 tetes larutan indikator universal ke dalam suatu tabung reaksi. Larutan Air sumur Air ledeng Air sabun Air jeruk Air abu Larutan amonia Larutan natrium klorida Larutan natrium hidroksida Larutan gula Larutan alkohol Larutan detergen Eksperimen 11 Pengujian dengan kertas lakmus Perubahan warna Lakmus merah Lakmus biru Tetap (merah) Tetap (biru) Merah Merah Biru Biru Pengujian dan Pengelompokkan Larutan Perubahan Warna Lakmus Merah Lakmus Biru Merah Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Merah Biru Biru Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Biru Biru Biru Biru Sifat Larutan Asam Basa Netral            - • 1. Masukkan 2 ml larutan yang akan diperiksa (dalam eksperimen ini digunakan larutan HCl).

6. No.0 10 10 8. Indikator Pacar merah Kembang seribu Gemitir Pacar ungu • 1. 4. 2. 5. indikator universal Indikator Kuning alizarin Metil jingga Pengujian larutan dengan indikator Larutan cuka Tetap Merah muda Merah Kuning Warna indikator dalam Air kapur Merah Muda Kuning Oranye Biru tua Air suling Tetap Oranye Kuning Biru muda Pengujian dengan larutan X dan Y Warna indikator dalam Larutan X Larutan Y Merah Agak kecoklatan Tetap Coklat kehijauan Kuning Coklat tua Tetap Coklat Oranye Eksperimen 13 Penentuan dengan kertas indikator universal Nama larutan Larutan HCl Larutan CH3COOH Larutan NaOH Larutan NH3 Larutan NaCl Larutan CH3COONa Larutan NH4Cl Besarnya pH Larutan 0 4.5 Penentuan pH larutan HCl yang belum diketahui dengan larutan Trayek pH indikator 10. 1. Indikator Fenolftalein Metil merah Metil jingga Bromtimol biru 3.5 6. 2.3 8.4 Perubahan Warna Tak berwarna Merah muda .1 – 4.0 3.Warna bunga Nama bunga Warna air bunga cuka Merah Pacar merah Jingga muda Biru Kembang seribu Coklat Tetap Ijo lumut Kuning Gemitir Kuning Kuning Coklat Tua Ungu Pacar Ungu Merah Tetap Coklat muda Warna air bunga + larutan Pink Warna air bunga + air kapur Agak kecoklatan 2. 3. 7.1 – 12.

hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. kertas lakmus merah tetap berwarna merah.6 Tak berwarna Merah Kuning Berdasarkan pengertian asam-basa menurut Arrhenius. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.2 – 6.3 6. b. 1. a. Adanya ion H+ dalam larutan dapat memerahkan kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah atau lakmus merah tidak berubah warna). Air sumur dan air ledeng memiliki komponen yang sama seperti air suling. suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+.Fenolftalien Metil merah Bromtimol biru 6. b. Oleh karena itu. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. Air kapur : Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2-OH(aq) Air kapur bersifat basa karena mengandung ion -OH. Pengujian dengan kertas lakmus Air suling (H2O) : H2O(l) H+(aq) + -OH(aq) Air suling bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Adapun suatu senyawa bersifat basa dalam air karena adanya ion –OH. Untuk mengetahui adanya ion H+ atau ion –OH dalam suatu larutan dapat diuji dengan kertas lakmus. Pengujian dan pengelompokkan larutan bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. yaitu . Air sabun a. PEMBAHASAN • Eksperimen 11 8. Oleh karena itu. Berikut pembahasan mengenai adanya kandungan ion H+ atau ion –OH dalam larutan pada eksperimen 11.0 – 9.0 – 7. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.6 4. Larutan cuka : CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq) Larutan cuka bersifat asam karena mengandung ion H+. c. 2. sedangkan adanya ion –OH dalam larutan dapat membirukan kertas lakmus (lakmus merah berubah menjadi biru atau lakmus biru tidak berubah warna).

c. air abu juga bersifat netral. Air abu Seperti halnya air suling. Oleh karena itu. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. g. hal ini dapat diketahui dari rasanya yang asam. Oleh karena itu. Larutan amonia Seperti halnya air kapur. larutan gula bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Larutan natrium klorida (NaCl) bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. kertas lakmus merah tetap berwarna merah.Air sabun bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. Larutan natrium hidroksida NaOH(aq) Na+(aq) + –OH(aq) Larutan natrium hidroksida bersifat basa karena mengandung ion -OH. h. Larutan natrium klorida NaCl (aq) Na+(aq) + Cl-(aq). d. Oleh karena itu. kertas lakmus merah yang tetap dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Oleh karena itu. i. e. Larutan gula Seperti halnya air suling. Oleh karena itu. larutan alkohol bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. f. Larutan alkohol Seperti halnya air suling. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Larutan detergen . j. Air jeruk Air jeruk bersifat asam. larutan amonia juga bersifat basa. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Oleh karena itu. kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. kertas lakmus merah tetap berwarna merah.

Seperti halnya air sabun. . Fenolftalein Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Fenolftalein akan mengalami perubahan warna menjadi bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. • Bunga gemitir yang menghasilkan air bunga berwarna kuning akan tetap berwarna kuning jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. • Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga Bunga pacar merah yang menghasilkan air bunga berwarna merah akan Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh. Dan jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa akan berubah menjadi warna coklat muda. • 1. Dan akan berubah warna menjadi coklat tua apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. • Pacar Ungu yang menghasilkan air bunga berwarna coklat tua akan tetap berwarna coklat tua jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam. Dan akan berubah warna menjadi coklat kekuningan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. b. diperoleh hasil bahwa: • a. Pengujian larutan dengan indikator Berdasarkan percobaan yang dilakukan terhadap perubahan warna indikator asambasa. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. larutan detergen juga bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. 2. bahwa: tetap berwarna merah jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. merah muda apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. Dan akan berubah warna menjadi kecoklatan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. • Bunga pacar biru yang menghasilkan air bunga berwarna biru akan berubah warna menjadi tetap jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka.

seperti air kapur. b.c. seperti air suling. seperti air kapur. b. seperti larutan cuka. seperti air suling. • a. Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Metil merah Metil merah akan mengalami perubahan warna bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral seperti air suling. c. • a. larutan cuka. seperti air kapur. menjadi merah muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. b. • Eksperimen 13 Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru tua apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Bromtimol biru Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi oranye apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Metil jingga Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi merah bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi oranye bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi kuning apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa . seperti air suling. c. • a. c.

sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna.01 M sebesar 4.01 = -log 10-2 = 2.01 M) NaOH tergolong basa kuat. Larutan CH3COOH (0. [H+] = [HCl] = 0.1.01 M [H+] = √ Ka X Ma [H+] = √(2 X 10-5)(0.01) = 1. • Penentuan dengan kertas indikator universal Larutan HCl (0. Larutan NaOH (0.01 M sebesar 0.01 = 2.5 pH = -log [H+] = -log 1.5 = 3.01 M) CH3COOH tergolong asam lemah. b.01 M) a. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH CH3COOH dengan konsentrasi 0. NaOH 0. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna.4 X 10-3. • a.0. • a. b.5 – log 1. [-OH] = [NaOH] = 0.4 X 10-3. 01 M pOH = -log [-OH] = -log 0. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH HCl dengan konsentrasi 0.354.4 = 3. . HCl tergolong asam kuat. 01 M pH = -log 0. pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya. Asam lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna.

Berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang sama yaitu pH NH3 dengan konsentrasi 0. CH3COONa merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. pH b. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. • Larutan NH4Cl (0. α = 0.0001 = 4. Basa lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna Larutan NH3 0.01 M) Seperti penjelasan di atas. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. NH4Cl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH.01 M) Larutan NH3 tergolong ke dalam basa lemah.5. • a. Larutan NH3 (0.01 M) Seperti penjelasan di atas.5. = 14 – pOH = 14 – 4 = 10. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7.01 M adalah sebesar 8. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0.01 M dengan α = 0. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH NaOH dengan konsentrasi 0.3. • Larutan CH3COONa (0.01 pOH = -log [-OH] = -log 0. NaCl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH.01 M sebesar 10. • Larutan NaCl (0. .b.01 M sebesar 10.01 M adalah sebesar 8.01 M) Seperti penjelasan di atas. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7.01 [-OH] = M . 01 M X 0.01 M adalah sebesar 6.

• Penentuan pH larutan yang belum diketahui dengan larutan indikator Penentuan dengan indikator kuning alizarin. 2.6. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 6. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 7. 7.6. Penentuan dengan metil merah menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah. Penentuan dengan fenolftalein menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan.2. . Dapat disimpulkan larutan yang belum diketahui pH-nya tersebut mempunyai sifat basa.3 • Penentuan dengan indikator metil jingga.12) atau 12. Indikator asam-basa dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan karena merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda. Oleh karena itu. 5. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Penentuan dengan bromtimol biru menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi kuning.6 . harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 9. 4. • Penentuan dengan indikator metil merah. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 12 • Penentuan dengan indikator fenolftalein. Oleh karena itu. Oleh karena itu. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. 3. • Penentuan dengan indikator bromtimol biru. Sehingga dapat diperoleh pH sebesar (9. Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa.4. Penentuan dengan metil jingga menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah muda. Oleh karena itu. Oleh karena itu. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 4. Senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. Penentuan dengan kuning universal alizarin menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. KESIMPULAN 1. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa. Senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion – OH. Dengan adanya perbedaan warna tersebut.

dan kembang seribu. Indikator alami yang dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu larutan. . pacar merah. 7. gemitir.6. Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. Misalnya bunga yang dalam percobaan ini kami menggunakan. pacar ungu. Perubahan warna pada keempat garis warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful