ASAM BASA

1. LANDASAN TEORI TEORI ASAM-BASA ARRHENIUS a. Asam Teori ini mendasari perhitungan kekuatan asam-basa. Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuan Swiss, Svante Arrehenius pada tahun 1807. Menurut Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. berdasrkan jumlah ion H+ yang dilepaskan, senyawa asam dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu: a. b. c. b. Basa Menurut Arrhenius, senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion -OH. Berdasarkan jumlah gugus –OH yang diikat, senyawa basa dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu: a. Basa monohidriksi, yaitu senyawa basa yang memiliki satu gugus -OH b. Basa dihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki dua gugus -OH c. Basa trihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki tiga gugus –OH PENGENALAN ASAM-BASA Sifat asam atau basa suatu senyawa dapat diketahui dengan mencicipinya. Namun, pengenalan dengan cara ini beresiko tinggi karena ada senyawa kimia yang bersifat racun. Pengenalan senyawa asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus dan indikator asambasa Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan satu ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan dua ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan tiga ion H+

1

0 – 3.3 6.4 4. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui nilai pH suatu larutan.2 – 6.biru Merah . Kertas Lakmus Ada dua jenis kertas lakmus untuk mengenali baik senyawa asam maupun senyawa basa.kuning Merah .4 3. Indikator Fenolftalein Bromtimol Metil merah Metil jingga PENGUKURAN PH a. Berikut adalah harga trayek beserta perubahan warna zat-zat indikator.0 3.merah Warna setelah Ditambahkan Indikator Larutan Asam Larutan Basa Larutan Netral Tidak berwarna Merah Tudak berwarna Kuning Biru Biru Merah Kuning Kuning Merah Kuning Kuning 2 . Indikator Asam –Basa Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. Dengan adanya perbedaan warna tersebut.biru Tak berwarna .6 Perubahan warna Kuning .0 – 7. b.6 8.5 – 1.kuning Kuning . Indikator Metil ungu Metil kuning Metil jingga Bromkeosol hijau Metil merah Bromtimol biru Fenolftalein Trayek pH 0. Perubahan warna zat atau larutan indikator memiliki rentang (trayek) tertentu yang disebut trayek indikator.0 – 9.8 – 5. Selanjutnya warna tersebut dicocokkan dengan tabel warna yang menunjukkan harga pH tertentu sehingga perkiraan harga pH dapat diketahui. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa.1 – 4. Larutan Indikator Indikator asam-basa merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda.violet Merah . yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.kuning Kuning .a. Berikut adalah beberapa zat indikator asam-basa beserta perubahan warnanya. Suatu larutan yang telah ditetesi larutan indikator akan mengalami perubahan warna.5 2.

Air sumur 7. warna-warna pada kertas indikator akan berubah warna. basa. Kertas indikator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan ditentukan nilai pHnya.0 Tak berwarna . 2. Keempat garis warna yang berubah dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator.1 – 12. 3.Kuning alizarin b. Tabung reaksi atau pelat tetes 2.ungu Kertas pH dan Kertas Indikator Universal Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. Dengan harga pH tersebut. larutan dapat bersifat asam (pH < 7). Air kapur 5. Air suling 4. basa. • Eksperimen 12 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. ALAT DAN BAHAN • Eksperimen 11 1. Larutan natrium klorida 3 . atau netral) dengan menggunakan kertas lakmus. atau netral) dengan menggunakan larutan indikator Asam-Basa baik yang alami (berasal dari tumbuhan) maupun yang sering digunakan dalam laboratorium. TUJUAN • Eksperimen 11 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. Air ledeng 8. 10. Larutan cuka 6. Pipet tetes 3. Larutan amonia 11. netral (pH = 7). Air abu 10. • Eksperimen 13 Dapat menentukan besarnya pH suatu larutan dengan menggunakan kertas indikator universal. atau bersifat basa (pH > 7). Air sabun 9. Ketika sudah tercelup.

Rak dan tabung reaksi 4. Larutan garam 0. Bromtimol biru 9.01 M (antara lain: NaOH dan NH3) 6. Larutan natrium hidroksida 13. Pipet tetes 4. Fenolftalein • Eksperimen 13 1. Metil jingga 8. Tabung reaksi 3. Bunga berwarna merah dan biru 5. CH3.01 M (antara lain: NaCl. Larutan asam 0. Larutan alkohol 15.12. Larutan gula • Eksperimen 12 1. Pipet tetes 3. Pelat tetes 2. Metil merah 7. Larutan deterjen 6. Lumpang dan alu 2. Larutan basa 0. Air suling (botol semprot) 4 . Kertas indikator universal 8.01 M (antara lain: HCl dan CH3COOH) 5. COONa. dan NH4Cl) 7. Larutan-larutan tertentu yang pH-nya 14.

lalu teteskan air suling. 3. bandingkan warna kertas itu dengan warna pada kartu pembanding warna. Lakukan cara yang sama dengan bunga berwarna biru dan bunga berwarna lainnya. tabung kedua dengan air kapur sedangkan tabung ketiga diisi dengan air suling. Giling beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dengan kira-kira 5 ml air suling dalam lumpang. bersifat basa (seperti air kapur). 2. Amati apakah terjadi perubahan pada kertas lakmus. Lanjutkan percobaan anda dengan menguji larutan lain yang tersedia. Tempatkan kira-kira 1 ml air bunga ini masing-masing ke dalam dua tabung reaksi. Tabung pertama diisi dengan kira-kira 2 ml larutan cuka. Dengan cara yang sama ujilah larutan cuka dan air kapur. Guncangkan tabung dan catat perubahan warnanya. CARA KERJA • Eksperimen 11 1. Lakukan percobaan nomor 3 di atas dengan indikator lain (metil merah. dan bromtimol biru). kemudian nyatakan apakah larutan itu bersifat asam (seperti cuka). Eksperimen 13 Tempatkan satu tetes larutan yang akan diperiksa pada pelat tets. • 1. Guncangkan tabung. amati perubahan warna dan catat. . Ke dalam tabung pertama tambahkan larutan cuka sedangkan ke dalam tabung kedua tambahkan beberapa tetes air kapur. Perkirakan pH larutan sampai setengah satuan.4. Guntinglah masing-masing sehelai kertas lakmus merah dan biru sepanjang 1 cm dan taruhlah dalam satu tabung reaksi atau satu lekukan pelat tetes. Kemudian tambahkan masing-masing 2-3 tetes larutan fenolftalein. Catat pengamatan anda. Siapkan 3 tabung reaksi yang bersih. metil jingga. 4. • Eksperimen 12 1. Celupkan sepotong kertas indikator universal sebentar ke dalam tetes itu. atau bersifat netral (seperti air suling). 2. Setelah lebih kurang setengah menit.

HASIL PENGAMATAN • 1. 5.2. Bahan Air suling Larutan cuka Air kapur 2. Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga . Catat perubahan warna yang terjadi dan tentukan pH larutan tersebut. Masukkan 2 ml larutan yang akan diperiksa (dalam eksperimen ini digunakan larutan HCl). dan 1 tetes larutan indikator universal ke dalam suatu tabung reaksi. Larutan Air sumur Air ledeng Air sabun Air jeruk Air abu Larutan amonia Larutan natrium klorida Larutan natrium hidroksida Larutan gula Larutan alkohol Larutan detergen Eksperimen 11 Pengujian dengan kertas lakmus Perubahan warna Lakmus merah Lakmus biru Tetap (merah) Tetap (biru) Merah Merah Biru Biru Pengujian dan Pengelompokkan Larutan Perubahan Warna Lakmus Merah Lakmus Biru Merah Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Merah Biru Biru Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Biru Biru Biru Biru Sifat Larutan Asam Basa Netral            - • 1.

indikator universal Indikator Kuning alizarin Metil jingga Pengujian larutan dengan indikator Larutan cuka Tetap Merah muda Merah Kuning Warna indikator dalam Air kapur Merah Muda Kuning Oranye Biru tua Air suling Tetap Oranye Kuning Biru muda Pengujian dengan larutan X dan Y Warna indikator dalam Larutan X Larutan Y Merah Agak kecoklatan Tetap Coklat kehijauan Kuning Coklat tua Tetap Coklat Oranye Eksperimen 13 Penentuan dengan kertas indikator universal Nama larutan Larutan HCl Larutan CH3COOH Larutan NaOH Larutan NH3 Larutan NaCl Larutan CH3COONa Larutan NH4Cl Besarnya pH Larutan 0 4. Indikator Pacar merah Kembang seribu Gemitir Pacar ungu • 1. 4. 6.5 6. 5. 7. 1. Indikator Fenolftalein Metil merah Metil jingga Bromtimol biru 3.1 – 12.1 – 4.0 3.5 Penentuan pH larutan HCl yang belum diketahui dengan larutan Trayek pH indikator 10. 2. No. 3.4 Perubahan Warna Tak berwarna Merah muda .3 8.Warna bunga Nama bunga Warna air bunga cuka Merah Pacar merah Jingga muda Biru Kembang seribu Coklat Tetap Ijo lumut Kuning Gemitir Kuning Kuning Coklat Tua Ungu Pacar Ungu Merah Tetap Coklat muda Warna air bunga + larutan Pink Warna air bunga + air kapur Agak kecoklatan 2.0 10 10 8. 2.

Larutan cuka : CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq) Larutan cuka bersifat asam karena mengandung ion H+.2 – 6. Air kapur : Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2-OH(aq) Air kapur bersifat basa karena mengandung ion -OH. Oleh karena itu. c. Air sabun a. 2.6 Tak berwarna Merah Kuning Berdasarkan pengertian asam-basa menurut Arrhenius. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. yaitu . hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+. Pengujian dan pengelompokkan larutan bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH.3 6. b.0 – 7. Untuk mengetahui adanya ion H+ atau ion –OH dalam suatu larutan dapat diuji dengan kertas lakmus. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Pengujian dengan kertas lakmus Air suling (H2O) : H2O(l) H+(aq) + -OH(aq) Air suling bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. 1. Berikut pembahasan mengenai adanya kandungan ion H+ atau ion –OH dalam larutan pada eksperimen 11. Adapun suatu senyawa bersifat basa dalam air karena adanya ion –OH. Adanya ion H+ dalam larutan dapat memerahkan kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah atau lakmus merah tidak berubah warna). Air sumur dan air ledeng memiliki komponen yang sama seperti air suling. Oleh karena itu. a. PEMBAHASAN • Eksperimen 11 8.Fenolftalien Metil merah Bromtimol biru 6. b. sedangkan adanya ion –OH dalam larutan dapat membirukan kertas lakmus (lakmus merah berubah menjadi biru atau lakmus biru tidak berubah warna).6 4.0 – 9. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.

Oleh karena itu. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.Air sabun bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. Larutan natrium klorida (NaCl) bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. Larutan natrium klorida NaCl (aq) Na+(aq) + Cl-(aq). h. kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Larutan amonia Seperti halnya air kapur. Air jeruk Air jeruk bersifat asam. Oleh karena itu. f. Oleh karena itu. Oleh karena itu. kertas lakmus merah yang tetap dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Air abu Seperti halnya air suling. Larutan gula Seperti halnya air suling. larutan amonia juga bersifat basa. Larutan detergen . kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Larutan alkohol Seperti halnya air suling. hal ini dapat diketahui dari rasanya yang asam. larutan alkohol bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. Larutan natrium hidroksida NaOH(aq) Na+(aq) + –OH(aq) Larutan natrium hidroksida bersifat basa karena mengandung ion -OH. air abu juga bersifat netral. d. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Oleh karena itu. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. c. g. Oleh karena itu. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. i. e. j. larutan gula bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH.

hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. . Dan akan berubah warna menjadi coklat kekuningan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. • Pacar Ungu yang menghasilkan air bunga berwarna coklat tua akan tetap berwarna coklat tua jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam. Fenolftalein Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Fenolftalein akan mengalami perubahan warna menjadi bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. Pengujian larutan dengan indikator Berdasarkan percobaan yang dilakukan terhadap perubahan warna indikator asambasa. Dan jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa akan berubah menjadi warna coklat muda. Dan akan berubah warna menjadi kecoklatan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. merah muda apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. b. Dan akan berubah warna menjadi coklat tua apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. • Bunga gemitir yang menghasilkan air bunga berwarna kuning akan tetap berwarna kuning jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. • Bunga pacar biru yang menghasilkan air bunga berwarna biru akan berubah warna menjadi tetap jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. bahwa: tetap berwarna merah jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. • 1. larutan detergen juga bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. 2. diperoleh hasil bahwa: • a. • Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga Bunga pacar merah yang menghasilkan air bunga berwarna merah akan Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh.Seperti halnya air sabun.

b. b. Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Metil merah Metil merah akan mengalami perubahan warna bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral seperti air suling. c.c. • Eksperimen 13 Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru tua apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Bromtimol biru Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi oranye apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Metil jingga Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi merah bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi oranye bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi kuning apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa . seperti air kapur. menjadi merah muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. b. seperti air kapur. seperti air kapur. seperti air suling. c. • a. seperti larutan cuka. larutan cuka. • a. seperti air suling. seperti air suling. c. • a.

01 M) a. Larutan CH3COOH (0.01 M sebesar 0. b. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna. HCl tergolong asam kuat.5 pH = -log [H+] = -log 1. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya. Asam lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna. . [-OH] = [NaOH] = 0.4 = 3.4 X 10-3. NaOH 0. • a.01 M sebesar 4. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna.4 X 10-3.01) = 1.354.1. • Penentuan dengan kertas indikator universal Larutan HCl (0. • a.01 M) CH3COOH tergolong asam lemah.01 M) NaOH tergolong basa kuat. pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12. [H+] = [HCl] = 0. 01 M pH = -log 0. 01 M pOH = -log [-OH] = -log 0.01 M [H+] = √ Ka X Ma [H+] = √(2 X 10-5)(0. b. Larutan NaOH (0. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH HCl dengan konsentrasi 0.01 = -log 10-2 = 2. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya.01 = 2.5 = 3.0. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH CH3COOH dengan konsentrasi 0.5 – log 1.

3.5. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7.01 M dengan α = 0.0001 = 4. 01 M X 0.01 M) Seperti penjelasan di atas. CH3COONa merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. NH4Cl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH.01 M) Seperti penjelasan di atas. Berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang sama yaitu pH NH3 dengan konsentrasi 0.01 M) Seperti penjelasan di atas. pH b. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. α = 0.01 M sebesar 10.b. • a.01 M adalah sebesar 8.01 pOH = -log [-OH] = -log 0.01 M) Larutan NH3 tergolong ke dalam basa lemah.01 M adalah sebesar 6. • Larutan CH3COONa (0.5. = 14 – pOH = 14 – 4 = 10. • Larutan NH4Cl (0.01 M sebesar 10. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. NaCl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. Larutan NH3 (0. Basa lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna Larutan NH3 0.01 M adalah sebesar 8. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH NaOH dengan konsentrasi 0. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. • Larutan NaCl (0. .01 [-OH] = M .

Penentuan dengan bromtimol biru menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi kuning. Dengan adanya perbedaan warna tersebut.3 • Penentuan dengan indikator metil jingga. 2. 5.12) atau 12. 4. • Penentuan dengan indikator metil merah. Penentuan dengan metil merah menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah. • Penentuan dengan indikator bromtimol biru. . Penentuan dengan fenolftalein menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. Senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+.2. Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Dapat disimpulkan larutan yang belum diketahui pH-nya tersebut mempunyai sifat basa. Oleh karena itu. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 12 • Penentuan dengan indikator fenolftalein. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam.4. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 6. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa. Oleh karena itu. Sehingga dapat diperoleh pH sebesar (9. 7. KESIMPULAN 1.6. Senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion – OH. Oleh karena itu. • Penentuan pH larutan yang belum diketahui dengan larutan indikator Penentuan dengan indikator kuning alizarin. Oleh karena itu. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 9. Penentuan dengan kuning universal alizarin menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan.6. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 7. Oleh karena itu. Penentuan dengan metil jingga menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah muda. Indikator asam-basa dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan karena merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 4. 3.6 .

Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. Misalnya bunga yang dalam percobaan ini kami menggunakan. Indikator alami yang dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu larutan. Perubahan warna pada keempat garis warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator.6. . 7. dan kembang seribu. pacar merah. pacar ungu. gemitir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful