ASAM BASA

1. LANDASAN TEORI TEORI ASAM-BASA ARRHENIUS a. Asam Teori ini mendasari perhitungan kekuatan asam-basa. Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuan Swiss, Svante Arrehenius pada tahun 1807. Menurut Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. berdasrkan jumlah ion H+ yang dilepaskan, senyawa asam dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu: a. b. c. b. Basa Menurut Arrhenius, senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion -OH. Berdasarkan jumlah gugus –OH yang diikat, senyawa basa dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu: a. Basa monohidriksi, yaitu senyawa basa yang memiliki satu gugus -OH b. Basa dihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki dua gugus -OH c. Basa trihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki tiga gugus –OH PENGENALAN ASAM-BASA Sifat asam atau basa suatu senyawa dapat diketahui dengan mencicipinya. Namun, pengenalan dengan cara ini beresiko tinggi karena ada senyawa kimia yang bersifat racun. Pengenalan senyawa asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus dan indikator asambasa Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan satu ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan dua ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan tiga ion H+

1

Berikut adalah beberapa zat indikator asam-basa beserta perubahan warnanya. yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru. Indikator Metil ungu Metil kuning Metil jingga Bromkeosol hijau Metil merah Bromtimol biru Fenolftalein Trayek pH 0.5 2.3 6.a.2 – 6. Suatu larutan yang telah ditetesi larutan indikator akan mengalami perubahan warna.6 Perubahan warna Kuning .kuning Merah . Kertas Lakmus Ada dua jenis kertas lakmus untuk mengenali baik senyawa asam maupun senyawa basa.biru Merah .0 3.5 – 1. b. Larutan Indikator Indikator asam-basa merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda.6 8.0 – 3.8 – 5.4 3.4 4. Perubahan warna zat atau larutan indikator memiliki rentang (trayek) tertentu yang disebut trayek indikator. Dengan adanya perbedaan warna tersebut.1 – 4. Indikator Asam –Basa Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Selanjutnya warna tersebut dicocokkan dengan tabel warna yang menunjukkan harga pH tertentu sehingga perkiraan harga pH dapat diketahui.kuning Kuning . indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa.biru Tak berwarna .0 – 7. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. Berikut adalah harga trayek beserta perubahan warna zat-zat indikator.violet Merah .merah Warna setelah Ditambahkan Indikator Larutan Asam Larutan Basa Larutan Netral Tidak berwarna Merah Tudak berwarna Kuning Biru Biru Merah Kuning Kuning Merah Kuning Kuning 2 . Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui nilai pH suatu larutan.0 – 9. Indikator Fenolftalein Bromtimol Metil merah Metil jingga PENGUKURAN PH a.kuning Kuning .

Larutan amonia 11. atau netral) dengan menggunakan kertas lakmus.0 Tak berwarna . Pipet tetes 3. Air sumur 7. Air sabun 9. Air abu 10. 2.Kuning alizarin b. basa. 3. basa. Dengan harga pH tersebut. netral (pH = 7).1 – 12. Kertas indikator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan ditentukan nilai pHnya. larutan dapat bersifat asam (pH < 7). Air suling 4. • Eksperimen 12 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. warna-warna pada kertas indikator akan berubah warna. Keempat garis warna yang berubah dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. • Eksperimen 13 Dapat menentukan besarnya pH suatu larutan dengan menggunakan kertas indikator universal. Air kapur 5.ungu Kertas pH dan Kertas Indikator Universal Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. Larutan natrium klorida 3 . Air ledeng 8. atau bersifat basa (pH > 7). Larutan cuka 6. ALAT DAN BAHAN • Eksperimen 11 1. atau netral) dengan menggunakan larutan indikator Asam-Basa baik yang alami (berasal dari tumbuhan) maupun yang sering digunakan dalam laboratorium. TUJUAN • Eksperimen 11 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. Ketika sudah tercelup. Tabung reaksi atau pelat tetes 2. 10.

Pelat tetes 2. Metil merah 7. Larutan alkohol 15. Pipet tetes 3. Larutan garam 0. Larutan deterjen 6.01 M (antara lain: HCl dan CH3COOH) 5. Fenolftalein • Eksperimen 13 1. Tabung reaksi 3. Air suling (botol semprot) 4 .01 M (antara lain: NaOH dan NH3) 6. Bromtimol biru 9. Metil jingga 8.01 M (antara lain: NaCl. Pipet tetes 4. Larutan natrium hidroksida 13. Larutan-larutan tertentu yang pH-nya 14. CH3. Lumpang dan alu 2. Bunga berwarna merah dan biru 5. Larutan basa 0. Kertas indikator universal 8. COONa.12. Larutan asam 0. Larutan gula • Eksperimen 12 1. Rak dan tabung reaksi 4. dan NH4Cl) 7.

2. 2. dan bromtimol biru). Guncangkan tabung. Siapkan 3 tabung reaksi yang bersih. tabung kedua dengan air kapur sedangkan tabung ketiga diisi dengan air suling. 3. Guncangkan tabung dan catat perubahan warnanya. amati perubahan warna dan catat. bandingkan warna kertas itu dengan warna pada kartu pembanding warna. kemudian nyatakan apakah larutan itu bersifat asam (seperti cuka). Eksperimen 13 Tempatkan satu tetes larutan yang akan diperiksa pada pelat tets.4. CARA KERJA • Eksperimen 11 1. Giling beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dengan kira-kira 5 ml air suling dalam lumpang. Lakukan percobaan nomor 3 di atas dengan indikator lain (metil merah. 4. lalu teteskan air suling. Catat pengamatan anda. Guntinglah masing-masing sehelai kertas lakmus merah dan biru sepanjang 1 cm dan taruhlah dalam satu tabung reaksi atau satu lekukan pelat tetes. Lanjutkan percobaan anda dengan menguji larutan lain yang tersedia. Lakukan cara yang sama dengan bunga berwarna biru dan bunga berwarna lainnya. bersifat basa (seperti air kapur). Amati apakah terjadi perubahan pada kertas lakmus. Setelah lebih kurang setengah menit. Celupkan sepotong kertas indikator universal sebentar ke dalam tetes itu. Tempatkan kira-kira 1 ml air bunga ini masing-masing ke dalam dua tabung reaksi. Kemudian tambahkan masing-masing 2-3 tetes larutan fenolftalein. • Eksperimen 12 1. metil jingga. Dengan cara yang sama ujilah larutan cuka dan air kapur. Perkirakan pH larutan sampai setengah satuan. . • 1. atau bersifat netral (seperti air suling). Tabung pertama diisi dengan kira-kira 2 ml larutan cuka. Ke dalam tabung pertama tambahkan larutan cuka sedangkan ke dalam tabung kedua tambahkan beberapa tetes air kapur.

5. dan 1 tetes larutan indikator universal ke dalam suatu tabung reaksi. Larutan Air sumur Air ledeng Air sabun Air jeruk Air abu Larutan amonia Larutan natrium klorida Larutan natrium hidroksida Larutan gula Larutan alkohol Larutan detergen Eksperimen 11 Pengujian dengan kertas lakmus Perubahan warna Lakmus merah Lakmus biru Tetap (merah) Tetap (biru) Merah Merah Biru Biru Pengujian dan Pengelompokkan Larutan Perubahan Warna Lakmus Merah Lakmus Biru Merah Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Merah Biru Biru Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Biru Biru Biru Biru Sifat Larutan Asam Basa Netral            - • 1. Bahan Air suling Larutan cuka Air kapur 2. Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga . HASIL PENGAMATAN • 1. Masukkan 2 ml larutan yang akan diperiksa (dalam eksperimen ini digunakan larutan HCl).2. Catat perubahan warna yang terjadi dan tentukan pH larutan tersebut.

indikator universal Indikator Kuning alizarin Metil jingga Pengujian larutan dengan indikator Larutan cuka Tetap Merah muda Merah Kuning Warna indikator dalam Air kapur Merah Muda Kuning Oranye Biru tua Air suling Tetap Oranye Kuning Biru muda Pengujian dengan larutan X dan Y Warna indikator dalam Larutan X Larutan Y Merah Agak kecoklatan Tetap Coklat kehijauan Kuning Coklat tua Tetap Coklat Oranye Eksperimen 13 Penentuan dengan kertas indikator universal Nama larutan Larutan HCl Larutan CH3COOH Larutan NaOH Larutan NH3 Larutan NaCl Larutan CH3COONa Larutan NH4Cl Besarnya pH Larutan 0 4.Warna bunga Nama bunga Warna air bunga cuka Merah Pacar merah Jingga muda Biru Kembang seribu Coklat Tetap Ijo lumut Kuning Gemitir Kuning Kuning Coklat Tua Ungu Pacar Ungu Merah Tetap Coklat muda Warna air bunga + larutan Pink Warna air bunga + air kapur Agak kecoklatan 2.1 – 4. Indikator Pacar merah Kembang seribu Gemitir Pacar ungu • 1.0 10 10 8.4 Perubahan Warna Tak berwarna Merah muda .5 Penentuan pH larutan HCl yang belum diketahui dengan larutan Trayek pH indikator 10. 7. 4. 5.0 3. 2. 3.5 6.1 – 12.3 8. Indikator Fenolftalein Metil merah Metil jingga Bromtimol biru 3. 1. 6. 2. No.

Pengujian dan pengelompokkan larutan bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. b. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Air kapur : Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2-OH(aq) Air kapur bersifat basa karena mengandung ion -OH. Air sumur dan air ledeng memiliki komponen yang sama seperti air suling. Adanya ion H+ dalam larutan dapat memerahkan kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah atau lakmus merah tidak berubah warna). Untuk mengetahui adanya ion H+ atau ion –OH dalam suatu larutan dapat diuji dengan kertas lakmus. b.6 4. Air sabun a. suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+. Pengujian dengan kertas lakmus Air suling (H2O) : H2O(l) H+(aq) + -OH(aq) Air suling bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH.0 – 9. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Berikut pembahasan mengenai adanya kandungan ion H+ atau ion –OH dalam larutan pada eksperimen 11. Larutan cuka : CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq) Larutan cuka bersifat asam karena mengandung ion H+. yaitu . PEMBAHASAN • Eksperimen 11 8. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah.Fenolftalien Metil merah Bromtimol biru 6.0 – 7. a. c. kertas lakmus merah tetap berwarna merah.2 – 6. Oleh karena itu. 2. Adapun suatu senyawa bersifat basa dalam air karena adanya ion –OH. sedangkan adanya ion –OH dalam larutan dapat membirukan kertas lakmus (lakmus merah berubah menjadi biru atau lakmus biru tidak berubah warna). Oleh karena itu.6 Tak berwarna Merah Kuning Berdasarkan pengertian asam-basa menurut Arrhenius. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. 1.3 6.

sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Larutan natrium klorida NaCl (aq) Na+(aq) + Cl-(aq). h. air abu juga bersifat netral. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. f. kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Larutan gula Seperti halnya air suling. d. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Oleh karena itu. Air jeruk Air jeruk bersifat asam. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. j. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. hal ini dapat diketahui dari rasanya yang asam. Oleh karena itu. g. Oleh karena itu. larutan alkohol bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. larutan gula bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. e. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Larutan natrium hidroksida NaOH(aq) Na+(aq) + –OH(aq) Larutan natrium hidroksida bersifat basa karena mengandung ion -OH. c. Oleh karena itu. kertas lakmus merah yang tetap dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. larutan amonia juga bersifat basa. Oleh karena itu. Larutan amonia Seperti halnya air kapur. kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. Larutan detergen . i. Larutan alkohol Seperti halnya air suling.Air sabun bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. Air abu Seperti halnya air suling. Larutan natrium klorida (NaCl) bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. Oleh karena itu.

hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. merah muda apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. 2.Seperti halnya air sabun. Dan jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa akan berubah menjadi warna coklat muda. Dan akan berubah warna menjadi coklat tua apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. diperoleh hasil bahwa: • a. • 1. Fenolftalein Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Fenolftalein akan mengalami perubahan warna menjadi bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. Dan akan berubah warna menjadi coklat kekuningan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. b. • Pacar Ungu yang menghasilkan air bunga berwarna coklat tua akan tetap berwarna coklat tua jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam. Dan akan berubah warna menjadi kecoklatan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. . bahwa: tetap berwarna merah jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. • Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga Bunga pacar merah yang menghasilkan air bunga berwarna merah akan Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh. • Bunga gemitir yang menghasilkan air bunga berwarna kuning akan tetap berwarna kuning jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. Pengujian larutan dengan indikator Berdasarkan percobaan yang dilakukan terhadap perubahan warna indikator asambasa. larutan detergen juga bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. • Bunga pacar biru yang menghasilkan air bunga berwarna biru akan berubah warna menjadi tetap jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka.

• Eksperimen 13 Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru tua apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Bromtimol biru Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi oranye apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Metil jingga Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi merah bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi oranye bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi kuning apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa . seperti air suling. • a. b. b. c. • a. larutan cuka. seperti air kapur. b.c. seperti air kapur. Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Metil merah Metil merah akan mengalami perubahan warna bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral seperti air suling. c. seperti air suling. seperti air suling. c. menjadi merah muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. seperti air kapur. • a. seperti larutan cuka.

01 M) NaOH tergolong basa kuat.01 M [H+] = √ Ka X Ma [H+] = √(2 X 10-5)(0.5 pH = -log [H+] = -log 1.01 M) a. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya.4 X 10-3. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya.5 – log 1. Larutan NaOH (0. b. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH CH3COOH dengan konsentrasi 0. • a. NaOH 0. .01 M) CH3COOH tergolong asam lemah. • Penentuan dengan kertas indikator universal Larutan HCl (0. b. 01 M pH = -log 0.1. • a.01 M sebesar 4. 01 M pOH = -log [-OH] = -log 0.01) = 1. HCl tergolong asam kuat.354.5 = 3. pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna.01 = 2. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH HCl dengan konsentrasi 0.0. Asam lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna.4 X 10-3. [-OH] = [NaOH] = 0.01 M sebesar 0. Larutan CH3COOH (0.01 = -log 10-2 = 2. [H+] = [HCl] = 0.4 = 3.

01 M dengan α = 0. • a. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. pH b.01 [-OH] = M . Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH NaOH dengan konsentrasi 0.01 M) Seperti penjelasan di atas.01 M) Larutan NH3 tergolong ke dalam basa lemah. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. Basa lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna Larutan NH3 0. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. • Larutan CH3COONa (0. NH4Cl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. Larutan NH3 (0.01 M sebesar 10.01 M sebesar 10. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0.01 M adalah sebesar 6.b.01 M adalah sebesar 8.01 pOH = -log [-OH] = -log 0.0001 = 4. • Larutan NH4Cl (0. = 14 – pOH = 14 – 4 = 10. NaCl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. • Larutan NaCl (0. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0.01 M) Seperti penjelasan di atas.5. .5. 01 M X 0.01 M) Seperti penjelasan di atas. Berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang sama yaitu pH NH3 dengan konsentrasi 0. CH3COONa merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH.3. α = 0.01 M adalah sebesar 8.

• Penentuan pH larutan yang belum diketahui dengan larutan indikator Penentuan dengan indikator kuning alizarin. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 12 • Penentuan dengan indikator fenolftalein. • Penentuan dengan indikator metil merah. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 7. 5.12) atau 12. Penentuan dengan bromtimol biru menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi kuning.2. 4.6 . Penentuan dengan fenolftalein menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. Penentuan dengan metil merah menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah. Oleh karena itu. Senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion – OH. Indikator asam-basa dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan karena merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda. 7.6. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 6.6. Dengan adanya perbedaan warna tersebut. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 4. Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Oleh karena itu. KESIMPULAN 1. Oleh karena itu. Penentuan dengan metil jingga menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah muda. Penentuan dengan kuning universal alizarin menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. Oleh karena itu. • Penentuan dengan indikator bromtimol biru. 2. Dapat disimpulkan larutan yang belum diketahui pH-nya tersebut mempunyai sifat basa. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. . Senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. Sehingga dapat diperoleh pH sebesar (9. 3.3 • Penentuan dengan indikator metil jingga. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 9.4. Oleh karena itu. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa.

dan kembang seribu. pacar ungu. . gemitir. Misalnya bunga yang dalam percobaan ini kami menggunakan. Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. pacar merah. Indikator alami yang dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu larutan.6. Perubahan warna pada keempat garis warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful