ASAM BASA

1. LANDASAN TEORI TEORI ASAM-BASA ARRHENIUS a. Asam Teori ini mendasari perhitungan kekuatan asam-basa. Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuan Swiss, Svante Arrehenius pada tahun 1807. Menurut Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. berdasrkan jumlah ion H+ yang dilepaskan, senyawa asam dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu: a. b. c. b. Basa Menurut Arrhenius, senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion -OH. Berdasarkan jumlah gugus –OH yang diikat, senyawa basa dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu: a. Basa monohidriksi, yaitu senyawa basa yang memiliki satu gugus -OH b. Basa dihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki dua gugus -OH c. Basa trihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki tiga gugus –OH PENGENALAN ASAM-BASA Sifat asam atau basa suatu senyawa dapat diketahui dengan mencicipinya. Namun, pengenalan dengan cara ini beresiko tinggi karena ada senyawa kimia yang bersifat racun. Pengenalan senyawa asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus dan indikator asambasa Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan satu ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan dua ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan tiga ion H+

1

Berikut adalah beberapa zat indikator asam-basa beserta perubahan warnanya.5 2.0 – 7. Kertas Lakmus Ada dua jenis kertas lakmus untuk mengenali baik senyawa asam maupun senyawa basa.0 – 9. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa.4 3.1 – 4.kuning Kuning . Suatu larutan yang telah ditetesi larutan indikator akan mengalami perubahan warna. b.violet Merah . Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui nilai pH suatu larutan.biru Tak berwarna . Perubahan warna zat atau larutan indikator memiliki rentang (trayek) tertentu yang disebut trayek indikator.4 4. Indikator Metil ungu Metil kuning Metil jingga Bromkeosol hijau Metil merah Bromtimol biru Fenolftalein Trayek pH 0. yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.6 8. Indikator Asam –Basa Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. Indikator Fenolftalein Bromtimol Metil merah Metil jingga PENGUKURAN PH a.3 6.6 Perubahan warna Kuning .5 – 1. Larutan Indikator Indikator asam-basa merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda.a.kuning Kuning .merah Warna setelah Ditambahkan Indikator Larutan Asam Larutan Basa Larutan Netral Tidak berwarna Merah Tudak berwarna Kuning Biru Biru Merah Kuning Kuning Merah Kuning Kuning 2 . Selanjutnya warna tersebut dicocokkan dengan tabel warna yang menunjukkan harga pH tertentu sehingga perkiraan harga pH dapat diketahui.kuning Merah .8 – 5.0 – 3. Berikut adalah harga trayek beserta perubahan warna zat-zat indikator. Dengan adanya perbedaan warna tersebut.biru Merah .2 – 6.0 3. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa.

netral (pH = 7). atau bersifat basa (pH > 7). Air ledeng 8. Kertas indikator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan ditentukan nilai pHnya. Air suling 4. Air abu 10. 3. Air sabun 9. Pipet tetes 3. Tabung reaksi atau pelat tetes 2.ungu Kertas pH dan Kertas Indikator Universal Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. ALAT DAN BAHAN • Eksperimen 11 1.1 – 12. 2. • Eksperimen 13 Dapat menentukan besarnya pH suatu larutan dengan menggunakan kertas indikator universal.Kuning alizarin b. Keempat garis warna yang berubah dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. Ketika sudah tercelup. TUJUAN • Eksperimen 11 Mengetahui jenis suatu larutan (asam.0 Tak berwarna . Dengan harga pH tersebut. • Eksperimen 12 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. Air sumur 7. larutan dapat bersifat asam (pH < 7). basa. basa. atau netral) dengan menggunakan kertas lakmus. Air kapur 5. warna-warna pada kertas indikator akan berubah warna. 10. atau netral) dengan menggunakan larutan indikator Asam-Basa baik yang alami (berasal dari tumbuhan) maupun yang sering digunakan dalam laboratorium. Larutan amonia 11. Larutan cuka 6. Larutan natrium klorida 3 .

Lumpang dan alu 2.01 M (antara lain: NaOH dan NH3) 6. Larutan natrium hidroksida 13. Tabung reaksi 3. Pipet tetes 3. Larutan basa 0. Metil merah 7.01 M (antara lain: HCl dan CH3COOH) 5. Rak dan tabung reaksi 4. Bunga berwarna merah dan biru 5. COONa. Pelat tetes 2. Larutan asam 0. CH3. Fenolftalein • Eksperimen 13 1. Larutan alkohol 15. Larutan deterjen 6.12. Larutan garam 0. Air suling (botol semprot) 4 . Pipet tetes 4. Bromtimol biru 9.01 M (antara lain: NaCl. Kertas indikator universal 8. Larutan gula • Eksperimen 12 1. dan NH4Cl) 7. Metil jingga 8. Larutan-larutan tertentu yang pH-nya 14.

Giling beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dengan kira-kira 5 ml air suling dalam lumpang. atau bersifat netral (seperti air suling). Ke dalam tabung pertama tambahkan larutan cuka sedangkan ke dalam tabung kedua tambahkan beberapa tetes air kapur. Lanjutkan percobaan anda dengan menguji larutan lain yang tersedia. bandingkan warna kertas itu dengan warna pada kartu pembanding warna. 2. Celupkan sepotong kertas indikator universal sebentar ke dalam tetes itu. Guncangkan tabung. metil jingga. Catat pengamatan anda. . Tempatkan kira-kira 1 ml air bunga ini masing-masing ke dalam dua tabung reaksi.4. amati perubahan warna dan catat. Lakukan percobaan nomor 3 di atas dengan indikator lain (metil merah. 3. Guntinglah masing-masing sehelai kertas lakmus merah dan biru sepanjang 1 cm dan taruhlah dalam satu tabung reaksi atau satu lekukan pelat tetes. bersifat basa (seperti air kapur). 4. kemudian nyatakan apakah larutan itu bersifat asam (seperti cuka). CARA KERJA • Eksperimen 11 1. Perkirakan pH larutan sampai setengah satuan. Setelah lebih kurang setengah menit. Siapkan 3 tabung reaksi yang bersih. 2. Tabung pertama diisi dengan kira-kira 2 ml larutan cuka. Kemudian tambahkan masing-masing 2-3 tetes larutan fenolftalein. tabung kedua dengan air kapur sedangkan tabung ketiga diisi dengan air suling. Guncangkan tabung dan catat perubahan warnanya. dan bromtimol biru). lalu teteskan air suling. Lakukan cara yang sama dengan bunga berwarna biru dan bunga berwarna lainnya. Dengan cara yang sama ujilah larutan cuka dan air kapur. Amati apakah terjadi perubahan pada kertas lakmus. • 1. • Eksperimen 12 1. Eksperimen 13 Tempatkan satu tetes larutan yang akan diperiksa pada pelat tets.

Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga . dan 1 tetes larutan indikator universal ke dalam suatu tabung reaksi. Bahan Air suling Larutan cuka Air kapur 2. Larutan Air sumur Air ledeng Air sabun Air jeruk Air abu Larutan amonia Larutan natrium klorida Larutan natrium hidroksida Larutan gula Larutan alkohol Larutan detergen Eksperimen 11 Pengujian dengan kertas lakmus Perubahan warna Lakmus merah Lakmus biru Tetap (merah) Tetap (biru) Merah Merah Biru Biru Pengujian dan Pengelompokkan Larutan Perubahan Warna Lakmus Merah Lakmus Biru Merah Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Merah Biru Biru Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Biru Biru Biru Biru Sifat Larutan Asam Basa Netral            - • 1. HASIL PENGAMATAN • 1. Catat perubahan warna yang terjadi dan tentukan pH larutan tersebut.2. Masukkan 2 ml larutan yang akan diperiksa (dalam eksperimen ini digunakan larutan HCl). 5.

0 3. 7.0 10 10 8.Warna bunga Nama bunga Warna air bunga cuka Merah Pacar merah Jingga muda Biru Kembang seribu Coklat Tetap Ijo lumut Kuning Gemitir Kuning Kuning Coklat Tua Ungu Pacar Ungu Merah Tetap Coklat muda Warna air bunga + larutan Pink Warna air bunga + air kapur Agak kecoklatan 2.3 8. indikator universal Indikator Kuning alizarin Metil jingga Pengujian larutan dengan indikator Larutan cuka Tetap Merah muda Merah Kuning Warna indikator dalam Air kapur Merah Muda Kuning Oranye Biru tua Air suling Tetap Oranye Kuning Biru muda Pengujian dengan larutan X dan Y Warna indikator dalam Larutan X Larutan Y Merah Agak kecoklatan Tetap Coklat kehijauan Kuning Coklat tua Tetap Coklat Oranye Eksperimen 13 Penentuan dengan kertas indikator universal Nama larutan Larutan HCl Larutan CH3COOH Larutan NaOH Larutan NH3 Larutan NaCl Larutan CH3COONa Larutan NH4Cl Besarnya pH Larutan 0 4. 2. 5. No. 1. Indikator Pacar merah Kembang seribu Gemitir Pacar ungu • 1.5 6. Indikator Fenolftalein Metil merah Metil jingga Bromtimol biru 3. 3. 6. 2. 4.1 – 12.4 Perubahan Warna Tak berwarna Merah muda .5 Penentuan pH larutan HCl yang belum diketahui dengan larutan Trayek pH indikator 10.1 – 4.

b. c. suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Berikut pembahasan mengenai adanya kandungan ion H+ atau ion –OH dalam larutan pada eksperimen 11. Adanya ion H+ dalam larutan dapat memerahkan kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah atau lakmus merah tidak berubah warna). hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru.0 – 7. yaitu . Air sumur dan air ledeng memiliki komponen yang sama seperti air suling. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Oleh karena itu. 1.6 4. Pengujian dengan kertas lakmus Air suling (H2O) : H2O(l) H+(aq) + -OH(aq) Air suling bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. b.0 – 9. Larutan cuka : CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq) Larutan cuka bersifat asam karena mengandung ion H+. 2.Fenolftalien Metil merah Bromtimol biru 6.6 Tak berwarna Merah Kuning Berdasarkan pengertian asam-basa menurut Arrhenius.3 6. Oleh karena itu. Untuk mengetahui adanya ion H+ atau ion –OH dalam suatu larutan dapat diuji dengan kertas lakmus. Pengujian dan pengelompokkan larutan bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. Adapun suatu senyawa bersifat basa dalam air karena adanya ion –OH. Air sabun a. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.2 – 6. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. PEMBAHASAN • Eksperimen 11 8. Air kapur : Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2-OH(aq) Air kapur bersifat basa karena mengandung ion -OH. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. a. sedangkan adanya ion –OH dalam larutan dapat membirukan kertas lakmus (lakmus merah berubah menjadi biru atau lakmus biru tidak berubah warna).

d. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. j. Oleh karena itu. larutan gula bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. Oleh karena itu.Air sabun bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. Air abu Seperti halnya air suling. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. i. air abu juga bersifat netral. kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Oleh karena itu. Larutan detergen . larutan alkohol bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. f. h. kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. Larutan alkohol Seperti halnya air suling. Oleh karena itu. g. Oleh karena itu. hal ini dapat diketahui dari rasanya yang asam. Larutan amonia Seperti halnya air kapur. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. c. kertas lakmus merah yang tetap dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Air jeruk Air jeruk bersifat asam. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Larutan natrium klorida (NaCl) bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. Larutan natrium klorida NaCl (aq) Na+(aq) + Cl-(aq). larutan amonia juga bersifat basa. Larutan natrium hidroksida NaOH(aq) Na+(aq) + –OH(aq) Larutan natrium hidroksida bersifat basa karena mengandung ion -OH. e. Larutan gula Seperti halnya air suling. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Oleh karena itu. kertas lakmus merah tetap berwarna merah.

hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Dan akan berubah warna menjadi coklat tua apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur.Seperti halnya air sabun. • Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga Bunga pacar merah yang menghasilkan air bunga berwarna merah akan Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh. merah muda apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. 2. • Bunga pacar biru yang menghasilkan air bunga berwarna biru akan berubah warna menjadi tetap jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. bahwa: tetap berwarna merah jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. • Bunga gemitir yang menghasilkan air bunga berwarna kuning akan tetap berwarna kuning jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. • 1. . larutan detergen juga bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. Dan akan berubah warna menjadi coklat kekuningan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. b. Fenolftalein Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Fenolftalein akan mengalami perubahan warna menjadi bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. Dan jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa akan berubah menjadi warna coklat muda. diperoleh hasil bahwa: • a. Dan akan berubah warna menjadi kecoklatan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. • Pacar Ungu yang menghasilkan air bunga berwarna coklat tua akan tetap berwarna coklat tua jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam. Pengujian larutan dengan indikator Berdasarkan percobaan yang dilakukan terhadap perubahan warna indikator asambasa.

b. seperti air kapur. • a. • Eksperimen 13 Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru tua apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Bromtimol biru Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi oranye apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Metil jingga Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi merah bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi oranye bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi kuning apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa . seperti air kapur. seperti air suling. seperti air suling. seperti larutan cuka. seperti air suling. • a. c.c. Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Metil merah Metil merah akan mengalami perubahan warna bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral seperti air suling. menjadi merah muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. larutan cuka. b. • a. b. seperti air kapur. c. c.

354. • Penentuan dengan kertas indikator universal Larutan HCl (0. • a. NaOH 0. 01 M pH = -log 0. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna. [-OH] = [NaOH] = 0. b.5 – log 1.01 M) a. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH HCl dengan konsentrasi 0. pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12. [H+] = [HCl] = 0.01 = -log 10-2 = 2. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH CH3COOH dengan konsentrasi 0.5 pH = -log [H+] = -log 1. Larutan NaOH (0.5 = 3.1.01 M) NaOH tergolong basa kuat. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya.01 M sebesar 4. Asam lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna.4 X 10-3. Larutan CH3COOH (0. • a.01 M [H+] = √ Ka X Ma [H+] = √(2 X 10-5)(0.4 X 10-3.4 = 3. 01 M pOH = -log [-OH] = -log 0.01 = 2. b.01) = 1. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna. . HCl tergolong asam kuat.01 M sebesar 0.0.01 M) CH3COOH tergolong asam lemah.

• a.01 M dengan α = 0.01 M adalah sebesar 8. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. Basa lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna Larutan NH3 0. .01 M adalah sebesar 8.3.01 M sebesar 10.01 M adalah sebesar 6. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. 01 M X 0. = 14 – pOH = 14 – 4 = 10.01 M) Seperti penjelasan di atas. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7.5. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH NaOH dengan konsentrasi 0. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. CH3COONa merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH.b.01 M sebesar 10. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. α = 0. • Larutan NH4Cl (0. Larutan NH3 (0.0001 = 4. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. pH b. • Larutan CH3COONa (0.01 M) Seperti penjelasan di atas. NaCl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. NH4Cl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH.5.01 M) Larutan NH3 tergolong ke dalam basa lemah. Berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang sama yaitu pH NH3 dengan konsentrasi 0.01 M) Seperti penjelasan di atas.01 [-OH] = M .01 pOH = -log [-OH] = -log 0. • Larutan NaCl (0.

Dengan adanya perbedaan warna tersebut. Penentuan dengan bromtimol biru menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi kuning.6. 7. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 7.4. • Penentuan dengan indikator metil merah. Senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion – OH. Penentuan dengan metil merah menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 9. • Penentuan pH larutan yang belum diketahui dengan larutan indikator Penentuan dengan indikator kuning alizarin. Indikator asam-basa dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan karena merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda. Penentuan dengan metil jingga menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah muda. Senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Oleh karena itu. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. Oleh karena itu. Sehingga dapat diperoleh pH sebesar (9.12) atau 12. Dapat disimpulkan larutan yang belum diketahui pH-nya tersebut mempunyai sifat basa. KESIMPULAN 1. 3. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Penentuan dengan kuning universal alizarin menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 4. • Penentuan dengan indikator bromtimol biru.6 . Oleh karena itu. 2. Oleh karena itu.3 • Penentuan dengan indikator metil jingga. Oleh karena itu. 4.2. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 12 • Penentuan dengan indikator fenolftalein.6. . Penentuan dengan fenolftalein menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. 5. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 6.

dan kembang seribu. gemitir. Misalnya bunga yang dalam percobaan ini kami menggunakan. Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. . Indikator alami yang dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu larutan. pacar merah. Perubahan warna pada keempat garis warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. pacar ungu.6. 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful