ASAM BASA

1. LANDASAN TEORI TEORI ASAM-BASA ARRHENIUS a. Asam Teori ini mendasari perhitungan kekuatan asam-basa. Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuan Swiss, Svante Arrehenius pada tahun 1807. Menurut Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. berdasrkan jumlah ion H+ yang dilepaskan, senyawa asam dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu: a. b. c. b. Basa Menurut Arrhenius, senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion -OH. Berdasarkan jumlah gugus –OH yang diikat, senyawa basa dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu: a. Basa monohidriksi, yaitu senyawa basa yang memiliki satu gugus -OH b. Basa dihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki dua gugus -OH c. Basa trihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki tiga gugus –OH PENGENALAN ASAM-BASA Sifat asam atau basa suatu senyawa dapat diketahui dengan mencicipinya. Namun, pengenalan dengan cara ini beresiko tinggi karena ada senyawa kimia yang bersifat racun. Pengenalan senyawa asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus dan indikator asambasa Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan satu ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan dua ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan tiga ion H+

1

0 – 9.4 3.kuning Merah .0 3. Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui nilai pH suatu larutan.6 Perubahan warna Kuning . Selanjutnya warna tersebut dicocokkan dengan tabel warna yang menunjukkan harga pH tertentu sehingga perkiraan harga pH dapat diketahui. Berikut adalah harga trayek beserta perubahan warna zat-zat indikator. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa.1 – 4. Larutan Indikator Indikator asam-basa merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda. Indikator Fenolftalein Bromtimol Metil merah Metil jingga PENGUKURAN PH a. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa.4 4. Berikut adalah beberapa zat indikator asam-basa beserta perubahan warnanya.kuning Kuning .5 2.0 – 7.biru Merah .2 – 6. b.8 – 5.3 6. Suatu larutan yang telah ditetesi larutan indikator akan mengalami perubahan warna. Indikator Asam –Basa Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa.0 – 3.biru Tak berwarna .a. Perubahan warna zat atau larutan indikator memiliki rentang (trayek) tertentu yang disebut trayek indikator. yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.violet Merah . Dengan adanya perbedaan warna tersebut.merah Warna setelah Ditambahkan Indikator Larutan Asam Larutan Basa Larutan Netral Tidak berwarna Merah Tudak berwarna Kuning Biru Biru Merah Kuning Kuning Merah Kuning Kuning 2 .5 – 1.6 8. Kertas Lakmus Ada dua jenis kertas lakmus untuk mengenali baik senyawa asam maupun senyawa basa.kuning Kuning . sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. Indikator Metil ungu Metil kuning Metil jingga Bromkeosol hijau Metil merah Bromtimol biru Fenolftalein Trayek pH 0.

Air suling 4. ALAT DAN BAHAN • Eksperimen 11 1. Air sumur 7. Keempat garis warna yang berubah dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. basa. atau netral) dengan menggunakan kertas lakmus. netral (pH = 7). warna-warna pada kertas indikator akan berubah warna. Air abu 10. 2. Dengan harga pH tersebut.ungu Kertas pH dan Kertas Indikator Universal Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. atau netral) dengan menggunakan larutan indikator Asam-Basa baik yang alami (berasal dari tumbuhan) maupun yang sering digunakan dalam laboratorium. 3.1 – 12. Larutan natrium klorida 3 . Ketika sudah tercelup. basa. Air ledeng 8. • Eksperimen 12 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. TUJUAN • Eksperimen 11 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. Larutan amonia 11. atau bersifat basa (pH > 7). Air sabun 9. larutan dapat bersifat asam (pH < 7).Kuning alizarin b. Tabung reaksi atau pelat tetes 2.0 Tak berwarna . 10. • Eksperimen 13 Dapat menentukan besarnya pH suatu larutan dengan menggunakan kertas indikator universal. Pipet tetes 3. Air kapur 5. Larutan cuka 6. Kertas indikator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan ditentukan nilai pHnya.

Lumpang dan alu 2. dan NH4Cl) 7. Rak dan tabung reaksi 4. Bunga berwarna merah dan biru 5. Larutan deterjen 6. COONa. Kertas indikator universal 8. Air suling (botol semprot) 4 . Larutan natrium hidroksida 13.12. Pelat tetes 2. Larutan garam 0.01 M (antara lain: HCl dan CH3COOH) 5. Larutan gula • Eksperimen 12 1. Metil merah 7. Pipet tetes 3. Tabung reaksi 3. Larutan-larutan tertentu yang pH-nya 14.01 M (antara lain: NaCl. Larutan asam 0. Pipet tetes 4. Bromtimol biru 9. CH3.01 M (antara lain: NaOH dan NH3) 6. Larutan alkohol 15. Larutan basa 0. Fenolftalein • Eksperimen 13 1. Metil jingga 8.

tabung kedua dengan air kapur sedangkan tabung ketiga diisi dengan air suling. 2. 2. Siapkan 3 tabung reaksi yang bersih. Tabung pertama diisi dengan kira-kira 2 ml larutan cuka. metil jingga. bandingkan warna kertas itu dengan warna pada kartu pembanding warna. • 1. Dengan cara yang sama ujilah larutan cuka dan air kapur. Lakukan cara yang sama dengan bunga berwarna biru dan bunga berwarna lainnya. 4. amati perubahan warna dan catat. lalu teteskan air suling. Catat pengamatan anda.4. Lakukan percobaan nomor 3 di atas dengan indikator lain (metil merah. Setelah lebih kurang setengah menit. . bersifat basa (seperti air kapur). Guncangkan tabung. dan bromtimol biru). Tempatkan kira-kira 1 ml air bunga ini masing-masing ke dalam dua tabung reaksi. 3. Celupkan sepotong kertas indikator universal sebentar ke dalam tetes itu. Amati apakah terjadi perubahan pada kertas lakmus. Giling beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dengan kira-kira 5 ml air suling dalam lumpang. Kemudian tambahkan masing-masing 2-3 tetes larutan fenolftalein. CARA KERJA • Eksperimen 11 1. Guntinglah masing-masing sehelai kertas lakmus merah dan biru sepanjang 1 cm dan taruhlah dalam satu tabung reaksi atau satu lekukan pelat tetes. kemudian nyatakan apakah larutan itu bersifat asam (seperti cuka). • Eksperimen 12 1. Eksperimen 13 Tempatkan satu tetes larutan yang akan diperiksa pada pelat tets. Lanjutkan percobaan anda dengan menguji larutan lain yang tersedia. Ke dalam tabung pertama tambahkan larutan cuka sedangkan ke dalam tabung kedua tambahkan beberapa tetes air kapur. atau bersifat netral (seperti air suling). Guncangkan tabung dan catat perubahan warnanya. Perkirakan pH larutan sampai setengah satuan.

Larutan Air sumur Air ledeng Air sabun Air jeruk Air abu Larutan amonia Larutan natrium klorida Larutan natrium hidroksida Larutan gula Larutan alkohol Larutan detergen Eksperimen 11 Pengujian dengan kertas lakmus Perubahan warna Lakmus merah Lakmus biru Tetap (merah) Tetap (biru) Merah Merah Biru Biru Pengujian dan Pengelompokkan Larutan Perubahan Warna Lakmus Merah Lakmus Biru Merah Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Merah Biru Biru Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Biru Biru Biru Biru Sifat Larutan Asam Basa Netral            - • 1. 5. dan 1 tetes larutan indikator universal ke dalam suatu tabung reaksi. HASIL PENGAMATAN • 1. Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga .2. Bahan Air suling Larutan cuka Air kapur 2. Catat perubahan warna yang terjadi dan tentukan pH larutan tersebut. Masukkan 2 ml larutan yang akan diperiksa (dalam eksperimen ini digunakan larutan HCl).

0 3.0 10 10 8. 6. 1.3 8. 7. 2. Indikator Fenolftalein Metil merah Metil jingga Bromtimol biru 3. 3. 2.1 – 12. 4.5 6. No. 5.Warna bunga Nama bunga Warna air bunga cuka Merah Pacar merah Jingga muda Biru Kembang seribu Coklat Tetap Ijo lumut Kuning Gemitir Kuning Kuning Coklat Tua Ungu Pacar Ungu Merah Tetap Coklat muda Warna air bunga + larutan Pink Warna air bunga + air kapur Agak kecoklatan 2.4 Perubahan Warna Tak berwarna Merah muda .1 – 4.5 Penentuan pH larutan HCl yang belum diketahui dengan larutan Trayek pH indikator 10. indikator universal Indikator Kuning alizarin Metil jingga Pengujian larutan dengan indikator Larutan cuka Tetap Merah muda Merah Kuning Warna indikator dalam Air kapur Merah Muda Kuning Oranye Biru tua Air suling Tetap Oranye Kuning Biru muda Pengujian dengan larutan X dan Y Warna indikator dalam Larutan X Larutan Y Merah Agak kecoklatan Tetap Coklat kehijauan Kuning Coklat tua Tetap Coklat Oranye Eksperimen 13 Penentuan dengan kertas indikator universal Nama larutan Larutan HCl Larutan CH3COOH Larutan NaOH Larutan NH3 Larutan NaCl Larutan CH3COONa Larutan NH4Cl Besarnya pH Larutan 0 4. Indikator Pacar merah Kembang seribu Gemitir Pacar ungu • 1.

Air sumur dan air ledeng memiliki komponen yang sama seperti air suling. sedangkan adanya ion –OH dalam larutan dapat membirukan kertas lakmus (lakmus merah berubah menjadi biru atau lakmus biru tidak berubah warna). Air sabun a. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. a. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. Adanya ion H+ dalam larutan dapat memerahkan kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah atau lakmus merah tidak berubah warna). kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Adapun suatu senyawa bersifat basa dalam air karena adanya ion –OH.0 – 7. 2. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Oleh karena itu. c. 1. Pengujian dan pengelompokkan larutan bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. Pengujian dengan kertas lakmus Air suling (H2O) : H2O(l) H+(aq) + -OH(aq) Air suling bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. Berikut pembahasan mengenai adanya kandungan ion H+ atau ion –OH dalam larutan pada eksperimen 11. Air kapur : Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2-OH(aq) Air kapur bersifat basa karena mengandung ion -OH.Fenolftalien Metil merah Bromtimol biru 6.6 Tak berwarna Merah Kuning Berdasarkan pengertian asam-basa menurut Arrhenius.3 6. yaitu . sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. kertas lakmus merah tetap berwarna merah.2 – 6.0 – 9. Larutan cuka : CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq) Larutan cuka bersifat asam karena mengandung ion H+. PEMBAHASAN • Eksperimen 11 8. Untuk mengetahui adanya ion H+ atau ion –OH dalam suatu larutan dapat diuji dengan kertas lakmus. Oleh karena itu. suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+.6 4. b. b.

air abu juga bersifat netral. e. j. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. kertas lakmus merah yang tetap dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Larutan gula Seperti halnya air suling. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. larutan alkohol bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. Oleh karena itu. Oleh karena itu. h. Larutan natrium hidroksida NaOH(aq) Na+(aq) + –OH(aq) Larutan natrium hidroksida bersifat basa karena mengandung ion -OH. g. Oleh karena itu. larutan gula bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Larutan detergen . Larutan amonia Seperti halnya air kapur. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. f. Larutan alkohol Seperti halnya air suling. Air abu Seperti halnya air suling. Larutan natrium klorida NaCl (aq) Na+(aq) + Cl-(aq). kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. Air jeruk Air jeruk bersifat asam. d. i. Oleh karena itu. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. hal ini dapat diketahui dari rasanya yang asam. Oleh karena itu. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.Air sabun bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. c. Larutan natrium klorida (NaCl) bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. larutan amonia juga bersifat basa. Oleh karena itu. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru.

• 1. merah muda apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. . b.Seperti halnya air sabun. Dan jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa akan berubah menjadi warna coklat muda. • Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga Bunga pacar merah yang menghasilkan air bunga berwarna merah akan Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh. Fenolftalein Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Fenolftalein akan mengalami perubahan warna menjadi bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. • Bunga pacar biru yang menghasilkan air bunga berwarna biru akan berubah warna menjadi tetap jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. • Bunga gemitir yang menghasilkan air bunga berwarna kuning akan tetap berwarna kuning jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. Pengujian larutan dengan indikator Berdasarkan percobaan yang dilakukan terhadap perubahan warna indikator asambasa. • Pacar Ungu yang menghasilkan air bunga berwarna coklat tua akan tetap berwarna coklat tua jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam. Dan akan berubah warna menjadi coklat kekuningan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. Dan akan berubah warna menjadi kecoklatan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. bahwa: tetap berwarna merah jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. diperoleh hasil bahwa: • a. larutan detergen juga bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. Dan akan berubah warna menjadi coklat tua apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. 2. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru.

c. c. b. seperti air suling. menjadi merah muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. seperti larutan cuka. b. • a. seperti air kapur. seperti air suling. • a. • Eksperimen 13 Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru tua apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Bromtimol biru Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi oranye apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Metil jingga Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi merah bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi oranye bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi kuning apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa . seperti air kapur.c. • a. larutan cuka. c. b. seperti air suling. seperti air kapur. Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Metil merah Metil merah akan mengalami perubahan warna bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral seperti air suling.

01 M sebesar 0. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya.1.5 pH = -log [H+] = -log 1. • Penentuan dengan kertas indikator universal Larutan HCl (0. b.01 = 2.01 M sebesar 4. pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12. NaOH 0. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna.01 M) CH3COOH tergolong asam lemah. • a.4 X 10-3. [-OH] = [NaOH] = 0. HCl tergolong asam kuat.4 = 3.01) = 1. 01 M pH = -log 0. .01 M) NaOH tergolong basa kuat. • a. Larutan NaOH (0.01 = -log 10-2 = 2.5 = 3. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH HCl dengan konsentrasi 0.4 X 10-3. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH CH3COOH dengan konsentrasi 0.5 – log 1. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya.354.01 M [H+] = √ Ka X Ma [H+] = √(2 X 10-5)(0. b. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna. Asam lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna. [H+] = [HCl] = 0. 01 M pOH = -log [-OH] = -log 0. Larutan CH3COOH (0.01 M) a.0.

01 M adalah sebesar 8. Larutan NH3 (0. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. CH3COONa merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. NH4Cl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH.3.01 M) Seperti penjelasan di atas. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0.5. . α = 0. • Larutan NaCl (0. • a. Berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang sama yaitu pH NH3 dengan konsentrasi 0.5.01 M dengan α = 0.01 M) Seperti penjelasan di atas. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH NaOH dengan konsentrasi 0. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7.b.01 M) Seperti penjelasan di atas. • Larutan CH3COONa (0. = 14 – pOH = 14 – 4 = 10. • Larutan NH4Cl (0. NaCl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. Basa lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna Larutan NH3 0.01 [-OH] = M .01 M) Larutan NH3 tergolong ke dalam basa lemah.0001 = 4.01 M adalah sebesar 8. 01 M X 0. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7.01 pOH = -log [-OH] = -log 0.01 M sebesar 10. pH b.01 M sebesar 10.01 M adalah sebesar 6. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0.

2. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 4. Oleh karena itu. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Indikator asam-basa dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan karena merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda. Penentuan dengan fenolftalein menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 6. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 7. • Penentuan dengan indikator metil merah.6. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 9. 3. Oleh karena itu. Penentuan dengan kuning universal alizarin menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. Oleh karena itu. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam.3 • Penentuan dengan indikator metil jingga. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 12 • Penentuan dengan indikator fenolftalein. • Penentuan pH larutan yang belum diketahui dengan larutan indikator Penentuan dengan indikator kuning alizarin.2. Dengan adanya perbedaan warna tersebut. 5. Sehingga dapat diperoleh pH sebesar (9. Penentuan dengan bromtimol biru menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi kuning. • Penentuan dengan indikator bromtimol biru.12) atau 12. Senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. Penentuan dengan metil jingga menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah muda.6. Oleh karena itu. KESIMPULAN 1. . Oleh karena itu. Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. 7.6 . Dapat disimpulkan larutan yang belum diketahui pH-nya tersebut mempunyai sifat basa. Penentuan dengan metil merah menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah.4. 4. Senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion – OH.

7. gemitir. Perubahan warna pada keempat garis warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. Indikator alami yang dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu larutan. . pacar merah. Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. dan kembang seribu. pacar ungu. Misalnya bunga yang dalam percobaan ini kami menggunakan.6.