P. 1
ASAM-BASA

ASAM-BASA

|Views: 177|Likes:
Published by Rai Hambarsika

More info:

Published by: Rai Hambarsika on Jun 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2015

pdf

text

original

ASAM BASA

1. LANDASAN TEORI TEORI ASAM-BASA ARRHENIUS a. Asam Teori ini mendasari perhitungan kekuatan asam-basa. Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuan Swiss, Svante Arrehenius pada tahun 1807. Menurut Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. berdasrkan jumlah ion H+ yang dilepaskan, senyawa asam dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu: a. b. c. b. Basa Menurut Arrhenius, senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion -OH. Berdasarkan jumlah gugus –OH yang diikat, senyawa basa dikelompokkan dalam beberapa jenis, yaitu: a. Basa monohidriksi, yaitu senyawa basa yang memiliki satu gugus -OH b. Basa dihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki dua gugus -OH c. Basa trihidrodiksi, yaitu senyawa basa yang memiliki tiga gugus –OH PENGENALAN ASAM-BASA Sifat asam atau basa suatu senyawa dapat diketahui dengan mencicipinya. Namun, pengenalan dengan cara ini beresiko tinggi karena ada senyawa kimia yang bersifat racun. Pengenalan senyawa asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus dan indikator asambasa Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan satu ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan dua ion H+ Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan tiga ion H+

1

yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.6 Perubahan warna Kuning .2 – 6. Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui nilai pH suatu larutan.violet Merah .biru Tak berwarna . Perubahan warna zat atau larutan indikator memiliki rentang (trayek) tertentu yang disebut trayek indikator. Suatu larutan yang telah ditetesi larutan indikator akan mengalami perubahan warna.0 – 7.a.5 2.merah Warna setelah Ditambahkan Indikator Larutan Asam Larutan Basa Larutan Netral Tidak berwarna Merah Tudak berwarna Kuning Biru Biru Merah Kuning Kuning Merah Kuning Kuning 2 .biru Merah . b. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. Dengan adanya perbedaan warna tersebut.5 – 1.8 – 5.1 – 4.6 8. Indikator Metil ungu Metil kuning Metil jingga Bromkeosol hijau Metil merah Bromtimol biru Fenolftalein Trayek pH 0. Selanjutnya warna tersebut dicocokkan dengan tabel warna yang menunjukkan harga pH tertentu sehingga perkiraan harga pH dapat diketahui. Berikut adalah harga trayek beserta perubahan warna zat-zat indikator. Berikut adalah beberapa zat indikator asam-basa beserta perubahan warnanya. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa.kuning Merah .0 – 3.kuning Kuning .4 3. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Indikator Asam –Basa Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Larutan Indikator Indikator asam-basa merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda.0 3. Kertas Lakmus Ada dua jenis kertas lakmus untuk mengenali baik senyawa asam maupun senyawa basa.0 – 9.4 4.3 6.kuning Kuning . Indikator Fenolftalein Bromtimol Metil merah Metil jingga PENGUKURAN PH a.

ungu Kertas pH dan Kertas Indikator Universal Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. Tabung reaksi atau pelat tetes 2. netral (pH = 7). Pipet tetes 3. Air sabun 9. warna-warna pada kertas indikator akan berubah warna. TUJUAN • Eksperimen 11 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. Larutan natrium klorida 3 . Air ledeng 8. larutan dapat bersifat asam (pH < 7). Keempat garis warna yang berubah dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. atau bersifat basa (pH > 7). Dengan harga pH tersebut. Larutan cuka 6. • Eksperimen 12 Mengetahui jenis suatu larutan (asam. atau netral) dengan menggunakan kertas lakmus. Air abu 10. • Eksperimen 13 Dapat menentukan besarnya pH suatu larutan dengan menggunakan kertas indikator universal. basa. Ketika sudah tercelup. Larutan amonia 11.0 Tak berwarna . Air kapur 5. ALAT DAN BAHAN • Eksperimen 11 1. 3. Air suling 4. 2. Kertas indikator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan ditentukan nilai pHnya. Air sumur 7. atau netral) dengan menggunakan larutan indikator Asam-Basa baik yang alami (berasal dari tumbuhan) maupun yang sering digunakan dalam laboratorium.Kuning alizarin b.1 – 12. basa. 10.

Pipet tetes 4. dan NH4Cl) 7. Pelat tetes 2. Metil jingga 8. Bunga berwarna merah dan biru 5. Metil merah 7. Lumpang dan alu 2. Larutan-larutan tertentu yang pH-nya 14.01 M (antara lain: HCl dan CH3COOH) 5. Kertas indikator universal 8. Tabung reaksi 3. Pipet tetes 3.01 M (antara lain: NaOH dan NH3) 6.01 M (antara lain: NaCl. Larutan natrium hidroksida 13. Larutan gula • Eksperimen 12 1. CH3. COONa. Larutan garam 0. Larutan deterjen 6. Larutan asam 0. Bromtimol biru 9. Larutan alkohol 15. Rak dan tabung reaksi 4. Air suling (botol semprot) 4 . Larutan basa 0.12. Fenolftalein • Eksperimen 13 1.

4. Lakukan cara yang sama dengan bunga berwarna biru dan bunga berwarna lainnya. atau bersifat netral (seperti air suling). Guncangkan tabung. Celupkan sepotong kertas indikator universal sebentar ke dalam tetes itu. kemudian nyatakan apakah larutan itu bersifat asam (seperti cuka).4. dan bromtimol biru). bandingkan warna kertas itu dengan warna pada kartu pembanding warna. Guntinglah masing-masing sehelai kertas lakmus merah dan biru sepanjang 1 cm dan taruhlah dalam satu tabung reaksi atau satu lekukan pelat tetes. • 1. Lanjutkan percobaan anda dengan menguji larutan lain yang tersedia. Guncangkan tabung dan catat perubahan warnanya. Tabung pertama diisi dengan kira-kira 2 ml larutan cuka. 2. CARA KERJA • Eksperimen 11 1. . amati perubahan warna dan catat. 2. Siapkan 3 tabung reaksi yang bersih. Giling beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dengan kira-kira 5 ml air suling dalam lumpang. Perkirakan pH larutan sampai setengah satuan. bersifat basa (seperti air kapur). • Eksperimen 12 1. Eksperimen 13 Tempatkan satu tetes larutan yang akan diperiksa pada pelat tets. Amati apakah terjadi perubahan pada kertas lakmus. Dengan cara yang sama ujilah larutan cuka dan air kapur. Ke dalam tabung pertama tambahkan larutan cuka sedangkan ke dalam tabung kedua tambahkan beberapa tetes air kapur. Kemudian tambahkan masing-masing 2-3 tetes larutan fenolftalein. Tempatkan kira-kira 1 ml air bunga ini masing-masing ke dalam dua tabung reaksi. metil jingga. tabung kedua dengan air kapur sedangkan tabung ketiga diisi dengan air suling. lalu teteskan air suling. Catat pengamatan anda. Setelah lebih kurang setengah menit. Lakukan percobaan nomor 3 di atas dengan indikator lain (metil merah. 3.

Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga . dan 1 tetes larutan indikator universal ke dalam suatu tabung reaksi. Catat perubahan warna yang terjadi dan tentukan pH larutan tersebut. Bahan Air suling Larutan cuka Air kapur 2. Masukkan 2 ml larutan yang akan diperiksa (dalam eksperimen ini digunakan larutan HCl). Larutan Air sumur Air ledeng Air sabun Air jeruk Air abu Larutan amonia Larutan natrium klorida Larutan natrium hidroksida Larutan gula Larutan alkohol Larutan detergen Eksperimen 11 Pengujian dengan kertas lakmus Perubahan warna Lakmus merah Lakmus biru Tetap (merah) Tetap (biru) Merah Merah Biru Biru Pengujian dan Pengelompokkan Larutan Perubahan Warna Lakmus Merah Lakmus Biru Merah Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Merah Biru Biru Biru Merah Biru Biru Biru Merah Merah Biru Biru Biru Biru Sifat Larutan Asam Basa Netral            - • 1. 5.2. HASIL PENGAMATAN • 1.

1 – 4.5 6.5 Penentuan pH larutan HCl yang belum diketahui dengan larutan Trayek pH indikator 10. 7. 3. indikator universal Indikator Kuning alizarin Metil jingga Pengujian larutan dengan indikator Larutan cuka Tetap Merah muda Merah Kuning Warna indikator dalam Air kapur Merah Muda Kuning Oranye Biru tua Air suling Tetap Oranye Kuning Biru muda Pengujian dengan larutan X dan Y Warna indikator dalam Larutan X Larutan Y Merah Agak kecoklatan Tetap Coklat kehijauan Kuning Coklat tua Tetap Coklat Oranye Eksperimen 13 Penentuan dengan kertas indikator universal Nama larutan Larutan HCl Larutan CH3COOH Larutan NaOH Larutan NH3 Larutan NaCl Larutan CH3COONa Larutan NH4Cl Besarnya pH Larutan 0 4. 6.0 10 10 8. Indikator Pacar merah Kembang seribu Gemitir Pacar ungu • 1.0 3. 4.Warna bunga Nama bunga Warna air bunga cuka Merah Pacar merah Jingga muda Biru Kembang seribu Coklat Tetap Ijo lumut Kuning Gemitir Kuning Kuning Coklat Tua Ungu Pacar Ungu Merah Tetap Coklat muda Warna air bunga + larutan Pink Warna air bunga + air kapur Agak kecoklatan 2.3 8. 2.1 – 12. No. 2. 1. 5.4 Perubahan Warna Tak berwarna Merah muda . Indikator Fenolftalein Metil merah Metil jingga Bromtimol biru 3.

0 – 7. Air sabun a. Adapun suatu senyawa bersifat basa dalam air karena adanya ion –OH.3 6. Berikut pembahasan mengenai adanya kandungan ion H+ atau ion –OH dalam larutan pada eksperimen 11. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. a.Fenolftalien Metil merah Bromtimol biru 6. Air kapur : Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2-OH(aq) Air kapur bersifat basa karena mengandung ion -OH. Air sumur dan air ledeng memiliki komponen yang sama seperti air suling. sedangkan adanya ion –OH dalam larutan dapat membirukan kertas lakmus (lakmus merah berubah menjadi biru atau lakmus biru tidak berubah warna).6 4. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Oleh karena itu. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. b. 1. Oleh karena itu. Untuk mengetahui adanya ion H+ atau ion –OH dalam suatu larutan dapat diuji dengan kertas lakmus. yaitu . PEMBAHASAN • Eksperimen 11 8. Pengujian dan pengelompokkan larutan bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. c.2 – 6.6 Tak berwarna Merah Kuning Berdasarkan pengertian asam-basa menurut Arrhenius. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru.0 – 9. 2. b. Larutan cuka : CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq) Larutan cuka bersifat asam karena mengandung ion H+. Pengujian dengan kertas lakmus Air suling (H2O) : H2O(l) H+(aq) + -OH(aq) Air suling bersifat netral karena mengandung ion H+ dan –OH. suatu senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+. Adanya ion H+ dalam larutan dapat memerahkan kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah atau lakmus merah tidak berubah warna). sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru.

g. j. h. Oleh karena itu. e. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Larutan alkohol Seperti halnya air suling. f. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Larutan gula Seperti halnya air suling. air abu juga bersifat netral. c. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Larutan detergen . kertas lakmus merah yang tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru yang berubah warna menjadi merah. d. kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Oleh karena itu. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. i. Larutan natrium klorida NaCl (aq) Na+(aq) + Cl-(aq). Oleh karena itu.Air sabun bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. larutan alkohol bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. Oleh karena itu. kertas lakmus merah yang tetap dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Larutan natrium hidroksida NaOH(aq) Na+(aq) + –OH(aq) Larutan natrium hidroksida bersifat basa karena mengandung ion -OH. Oleh karena itu. sedangkan kertas lakmus biru tetap berwarna biru. Oleh karena itu. larutan amonia juga bersifat basa. hal ini dapat diketahui dari rasanya yang asam. Air jeruk Air jeruk bersifat asam. Larutan natrium klorida (NaCl) bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. Larutan amonia Seperti halnya air kapur. larutan gula bersifat netral karena tidak mengandung ion H+ maupun ion –OH. kertas lakmus merah tetap berwarna merah. Air abu Seperti halnya air suling.

diperoleh hasil bahwa: • a. • Bunga gemitir yang menghasilkan air bunga berwarna kuning akan tetap berwarna kuning jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. 2. bahwa: tetap berwarna merah jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. merah muda apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. Dan akan berubah warna menjadi coklat kekuningan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. • Eksperimen 12 Pengujian dengan air bunga Bunga pacar merah yang menghasilkan air bunga berwarna merah akan Berdasarkan percobaan yang dilakukan diperoleh. Fenolftalein Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Fenolftalein akan mengalami perubahan warna menjadi bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. Dan akan berubah warna menjadi kecoklatan apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. • Pacar Ungu yang menghasilkan air bunga berwarna coklat tua akan tetap berwarna coklat tua jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam. • 1. Pengujian larutan dengan indikator Berdasarkan percobaan yang dilakukan terhadap perubahan warna indikator asambasa.Seperti halnya air sabun. Dan akan berubah warna menjadi coklat tua apabila dicampur dengan larutan yang bersifat basa seperti air kapur. . b. larutan detergen juga bersifat basa karena dapat melarutkan lemak. • Bunga pacar biru yang menghasilkan air bunga berwarna biru akan berubah warna menjadi tetap jika dicampur dengan larutan yang bersifat asam seperti air cuka. hal ini ditunjukkan oleh kertas lakmus merah yang berubah warna menjadi biru dan kertas lakmus biru yang tetap berwarna biru. Dan jika dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa akan berubah menjadi warna coklat muda.

• Eksperimen 13 Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi biru tua apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Bromtimol biru Bromtimol biru akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi kuning bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi oranye apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa Metil jingga Metil jingga akan mengalami perubahan warna menjadi merah bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi oranye bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral Metil merah akan mengalami perubahan warna menjadi kuning apabila dicampurkan dengan larutan yang bersifat basa . larutan cuka. seperti air suling. menjadi merah muda bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam seperti larutan cuka. seperti air suling. seperti air kapur. c. c. • a. b.c. seperti air suling. seperti larutan cuka. b. seperti air kapur. b. • a. c. Fenolftalein akan tetap (tidak mengalami perubahan warna) Metil merah Metil merah akan mengalami perubahan warna bila dicampurkan dengan larutan yang bersifat netral seperti air suling. seperti air kapur. • a.

01) = 1.4 X 10-3. • a. [-OH] = [NaOH] = 0.354.4 = 3. • a. Larutan NaOH (0. Asam lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna. 01 M pH = -log 0.01 = 2. HCl tergolong asam kuat.1. Larutan CH3COOH (0.01 M sebesar 4.01 M) NaOH tergolong basa kuat.01 M) a. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH HCl dengan konsentrasi 0. • Penentuan dengan kertas indikator universal Larutan HCl (0.5 – log 1.5 = 3. [H+] = [HCl] = 0. pH = 14 – pOH = 14 – 2 = 12. b. . 01 M pOH = -log [-OH] = -log 0. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya.5 pH = -log [H+] = -log 1.01 M sebesar 0. sehingga konsentrasi ion H+ dalam larutan dapat dikaitkan dengan konsentrasi asamnya.01 M) CH3COOH tergolong asam lemah. NaOH 0. b.0.01 = -log 10-2 = 2.4 X 10-3. Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH CH3COOH dengan konsentrasi 0. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna.01 M [H+] = √ Ka X Ma [H+] = √(2 X 10-5)(0. Asam kuat dalam air mengalami ionisasi sempurna.

NaCl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. • a. • Larutan NH4Cl (0.01 M sebesar 10. 01 M X 0. Larutan NH3 (0.b.01 M adalah sebesar 6. Berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang sama yaitu pH NH3 dengan konsentrasi 0. . Namun berdasarkan eksperimen penentuan dengan kertas indikator universal diperoleh hasil yang berbeda yaitu pH NaOH dengan konsentrasi 0.01 M) Seperti penjelasan di atas.01 M adalah sebesar 8.01 M dengan α = 0. NH4Cl merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH.01 M sebesar 10. pH b. CH3COONa merupakan senyawa garam yang memiliki sifat netral karena tidak mengandung baik ion H+ maupun ion –OH. α = 0.01 M) Seperti penjelasan di atas. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7.5. • Larutan NaCl (0.5. Senyawa yang bersifat netral memiliki harga pH = 7. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0.01 [-OH] = M . • Larutan CH3COONa (0.01 M adalah sebesar 8. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0.01 pOH = -log [-OH] = -log 0.01 M) Larutan NH3 tergolong ke dalam basa lemah.0001 = 4.3.01 M) Seperti penjelasan di atas. Namun dalam percobaan penentuan harga pH dengan kertas indikator universal memperoleh hasil pH larutan NaCl dengan konsentrasi 0. Basa lemah dalam air mengalami ionisasi yang tidak sempurna Larutan NH3 0. = 14 – pOH = 14 – 4 = 10.

Oleh karena itu. Oleh karena itu. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 6. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 7. Penentuan dengan metil merah menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah.6. Oleh karena itu. 7. 5. Senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+. Indikator asam-basa dapat digunakan untuk menentukan pH suatu larutan karena merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda-beda. Oleh karena itu. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 9.6 . Penentuan dengan kuning universal alizarin menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. • Penentuan pH larutan yang belum diketahui dengan larutan indikator Penentuan dengan indikator kuning alizarin. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru bila bereaksi dengan senyawa basa. Penentuan dengan fenolftalein menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan warna pada larutan. Sehingga dapat diperoleh pH sebesar (9. Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 4. KESIMPULAN 1. Oleh karena itu. harga pH larutan tersebut diperkirakan lebih dari 12 • Penentuan dengan indikator fenolftalein. Penentuan dengan metil jingga menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi merah muda. Dapat disimpulkan larutan yang belum diketahui pH-nya tersebut mempunyai sifat basa. indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa.6. sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah bila bereaksi dengan senyawa asam. Senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion – OH.12) atau 12. Dengan adanya perbedaan warna tersebut.3 • Penentuan dengan indikator metil jingga. • Penentuan dengan indikator metil merah. 4. . • Penentuan dengan indikator bromtimol biru.4.2. Penentuan dengan bromtimol biru menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna pada larutan menjadi kuning. 3. 2.

6. Indikator alami yang dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu larutan. pacar merah. Perubahan warna pada keempat garis warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat dalam kemasan indikator. Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. pacar ungu. 7. gemitir. dan kembang seribu. Misalnya bunga yang dalam percobaan ini kami menggunakan. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->