P. 1
Manajeen_pengaruh Modal Sendiri

Manajeen_pengaruh Modal Sendiri

|Views: 572|Likes:
Published by Bagas Armstrong

More info:

Published by: Bagas Armstrong on Jun 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2014

pdf

text

original

PENGARUH MODAL SENDIRI DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP TINGKAT RENTABILITAS PADA KOPERASI SERBA USAHA (KSU) DI KABUPATEN

BLORA

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana S1 pada Universitas Negeri Semarang

Oleh: EKA NOVI ANDRIANI. S 3352402038 MANAJEMEN KEUANGAN

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada: Hari Tanggal : Selasa : 17 Maret 2009

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Drs. Fachrurozie,MSi. NIP. 131 813 667

Drs. Sugiharto,MSi. NIP. 131 286 682

Mengetahui, Ketua Jurusan Manajemen

Drs. Sugiharto,M.Si NIP. 131 286 682

ii

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan didepan Sidang Panitia Ujian Skripsi Faklutas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : Selasa : 17 Maret 2009

Penguji Utama

Dwi Cahyaningdyah, SE.M.Si NIP. 132 319 136

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Drs. Fachrurozie, M.Si NIP. 131 813 667

Drs. Sugiharto, M.Si NIP. 131 286 682

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si NIP. 131 658 236

iii

3352402038 iv . Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.S NIM. 2009 Eka Novi A.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi atau tugas akhir ini benar-benar hasil karya sendiri. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. baik sercara sebagaian maupun keseluruhan.

Allah SWT yang telah memberikan akal dan pikiran dalam penyelesaian karya tulis ini. terima kasih untuk Do’a dan semua pengorbanmu yang ikhlas. 2. Bapak.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : “Hilangkan tindakan atau kata malas dalam melakukan suatu pekerjaan untuk menuju kesuksesan” “Tiap-tiap usaha manusia kemanfaatannya kembali kepada dirinya sendiri (Al ‘Ankabuut. Mama dan Adikku. v . 6) PERSEMBAHAN Karya ini aku persembahkan kepada : 1.

7. motivasi dari berbagai pihak. 3. selaku Pembimbing II atas petunjuk..Si.Si. Sugiharto.Si. 4. Sugiharto. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. namun itu semua tidak lepas dari ridho Allah SWT. 6. Hambatan-hambatan maupun kesulitan yang merintangi penyusunan skripsi ini dapat diatasi berkat bantuan bimbingan. Drs. M. Drs. 2. M. 5. sehingga penulisan skripsi ini dapat selesai sesuai harapan yang dinginkan yang merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Negeri Semarang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Blora. bimbingan dan pengarahan sehingga terselesaikannya skripsi ini. bimbingan dan pengarahan sehingga terselesaikannya skripsi ini. yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya. vi . Dr. Oleh karena itulah. M. Agus Wahyudin. M. selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.Si. Semua pihak yang telah membantu demi terselesaikannya skripsi ini. pada kesempatan ini peneliti menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada : 1. Drs.KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Allah SWT. selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. selaku Pembimbing I atas petunjuk. Drs. sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.Si. Fachrurozie. Prof. Sudijono Sastroatmodjo. M.

Dengan segala kerendahan hati. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan. penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini. Penulis vii . Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat berguna bagi ilmu pengetahuan.

SARI Novi Andriani, Eka. 2009. Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Tingkat Rentabilitas Pada Koperasi Serba Usaha di Kabupaten Blora. Skripsi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing : I. Drs. Fachrurozie,M.Si., II. Drs. Sugiharto,M.Si. Kata Kunci : Rentabilitas, Modal Sendiri, Modal Pinjaman Dalam pengoperasian usaha, koperasi bertujuan untuk menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU). Oleh karena itu perlu adanya prediksi kemampuan koperasi dalam menghasilkan laba dari modal yang digunakan yang disebut rentabilitas. Perolehan nilai rentabilitas besarnya modal sendiri sangat berpengaruh terhadap besarnya keuntungan yang akan diperoleh, dengan semakin besar keuntungan maka didapat nilai rentabilitas semakin besar. Setiap pemakaian modal sendiri dalam operasional koperasi maka keuntungan yang diperoleh akan lebih besar (Amidipradja, 2005:117). Namun berdasar penelitian Pieter Lienenpun (2002) penggunaan modal sendiri yang besar tidak selalu memperoleh keuntungan yang besar. Sehingga rumusan masalahnya adakah pengaruh antara modal sendiri dan modal pinjaman terhadap rentabilitas baik secara parsial maupun simultan. Objek yang diteliti adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kabupaten Blora sebanyak 50 koperasi, sampel yang diambil adalah 30 KSU dengan teknik purposive sampling. Adapun syarat yang digunakan yaitu: berdiri lebih dari 7 tahun, memiliki usaha lebih dari dua jenis usaha, mempunyai modal sendiri dan modal pinjaman dari luar, beranggotakan minimal 30 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan model regresi linear berganda Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sendiri dan modal pinjaman berpengaruh terhadap rentabilitas secara simultan. Secara parsial modal sendiri (X1) dan modal pinjaman (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rentabilitas. Besarnya pengaruh modal sendiri dan modal pinjaman terhadap rentabilitas dapat dilihat dari koefisien determinasi (R2) secara simultan adalah 17,60% sedangkan sisanya sebesar 82,40% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah secara simultan modal sendiri dan modal pinjaman mempengaruhi rentabilitas. Secara parsial modal sendiri dan modal pinjaman berpengaruh negatif terhadap rentabilitas, karena kurangnya perencanaan dalam memprediksi penjualan, kesalahan perhitungan persediaan dan tidak mengelola modal dengan baik dan banyak dana yang menganggur di kas yang tidak menghasilkan pendapatan. Saran yang diberikan kepada koperasi agar dalam pengoperasian usaha perlu adanya rencana yang matang dan perlu adanya pertimbangan seberapa besar penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman dalam menjalankan usahanya. Selain itu koperasi juga perlu memperhatikan aktiva lancar pada kas tidak perlu terlalu banyak karena akan mengakibatkan dana menjadi beku.

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................... ii PENGESAHAN KELULUSAN ....................................................................... iii PERNYATAAN ................................................................................................. iv MOTO DAN PERSEMBAHAN ....................................................................... v KATA PENGANTAR ....................................................................................... vi SARI .................................................................................................................. viii DAFTAR ISI .................................................................................................... ix DAFTAR TABEL ............................................................................................ xi DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xii DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... xiii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ............................................................................................. 1 1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................ 5 1.3. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 6 1.4. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 7 1.5. Penegasan Istilah .......................................................................................... 7 1.6. Sistematika Skripsi .......................................................................................9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kajian Teori ................................................................................................. 11 2.1.1. Koperasi ................................................................................................. 11 2.1.2. Rentabilitas.............................................................................................. 12 2.1.3. Modal ..................................................................................................... 16 2.1.4. Sisa Hasil Usaha....................................................................................... 22 2.2 2.3 Kerangka Berpikir........................................................................................22 Hipotesis...................................................................................................... 25

ix

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian .......................................................................................... 27 3.2. Populasi dan Sampel Penelitian ................................................................... 28 3.2.1 3.2.2 Populasi.................................................................................................... 28 Sampel...................................................................................................... 28

3.3. Variabel Penelitian ....................................................................................... 30 3.4. Metode Pengumpulan Data .......................................................................... 30 3.5. Metode Analisis Data ................................................................................... 31 3.5.1 3.5.2 3.5.3 Analisis Rentabilitas................................................................................. 31 Analisis Standar Rentabilitas Koperasi.................................................... 31 Analisis Statistik....................................................................................... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum ......................................................................................... 36 4.2. Deskriptif Variabel Penelitian ...................................................................... 37 4.2.1 4.2.2 4.2.3 Rentabilitas............................................................................................... 38 Modal Sendiri........................................................................................... 41 Modal Pinjaman....................................................................................... 44

4.3. Analisis Data ................................................................................................ 47 4.3.1 4.3.2 4.3.3 Analisis Rentabilitas................................................................................. 47 Analisis Standar Rentabilitas Koperasi.................................................... 49 Analisis Statistik...................................................................................... 50

4.4. Pembahasan .................................................................................................. 59 4.4.1 4.4.2 4.4.3 Pengaruh Modal Sendiri Terhadap Rentabilitas...................................... 60 Pengaruh Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas................................... 62 Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas.... 64

BAB V PENUTUP 5.1. Simpulan ..................................................................................................... 66 5.2. Saran ........................................................................................................... 67 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 68 LAMPIRAN ...................................................................................................... 70

x

....................................DAFTAR TABEL Tabel................................ 10 Anova........ 29 Tabel....... 15 Uji Heteroskedastisitas Glejser........................ 14 Nilai Multikolinearitas........... 12 Durbin Watson..................................... 5 Rekapitulasi Rentabilitas KSU Kabupaten Blora Tahun 2004–2006 .............................. 57 Tabel........................... 45 Tabel............................. 51 Tabel............ ....................... 11 Nilai t............................................................ 52 Tabel............................................. 55 Tabel............................................................ 51 Tabel........................ 42 Tabel.................. 60 xi ................ 1 Daftar Koperasi Serba Usaha yang menjadi Sampel Penelitian ............................ 9 Nilai r dan r² ... 3 Modal Sendiri KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 – 2006 ............................................ 49 Tabel................................................................ 56 Tabel......................................................................... 54 Tabel............................. 8 Model Summary.......... 4 Modal Pinjaman KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 – 2006 .................................................. 7 Coefficients........................... 13 Kolmogorov-Smiron...... 53 Tabel..... 39 Tabel.................................................. 58 Tabel.................... 2 Rentabilitas KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 – 2006.................. 6 Deskriptive Statistics ........

24 Gambar.............................. 5 Chart Normalitas........................................... 3 Grafik Modal Sendiri KSU Kabupaten Blora Tahun 2004-2006.................. 4 Grafik Modal Pinjaman KSU Kabupaten Blora Tahun 2004-2006.... 54 Gambar. 40 Gambar............................DAFTAR GAMBAR Gambar...... 1 Kerangka Berpikir..... 2 Grafik rentabilitas KSU Kabupaten Blora Tahun 2004-2006. 46 Gambar..... 6 Chart Heteroskedastisitas.......................... 56 xii ........................................................................ 43 Gambar....................

. 2 Tabulasi Data Modal Sendiri KSU Tahun 2004.. 3 Tabulasi Data Modal Pinjaman KSU Tahun 2004... 4 Hasil Perhitungan SPSS.................. 1 Tabulasi Data Rentabilitas KSU Tahun 2004. 74 xiii ...... 2005 dan 2006.. 73 Lampiran...............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran....2005 dan 2006.............................. 2005 dan 2006... 69 Lampiran. 72 Lampiran.

Peranan modal didalam operasional koperasi mempunyai konstribusi yang sangat penting karena tanpa modal yang cukup maka usaha koperasi tidak akan berjalan lancar. Schwiedland dalam Pieter Lienenpun (2002) memberikan pengertian ”Modal dalam arti luas dimana modal itu meliputi dalam bentuk uang maupun bentuk barang”.1 Latar Belakang Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian menyebutkan bahwa koperasi Indonesia adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seseorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. koperasi memerlukan adanya modal.BAB I PENDAHULUAN 1. karena koperasi merupakan suatu badan usaha yang sedikit banyak berkecimpung dalam lapangan ekonomi maka dalam mencari pemecahan suatu persoalan manajemen akan dibutuhkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip ekonomi”. dana cadangan dan hibah. simpanan wajib. Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok. Khusus dalam bidang usaha. Sedangkan menurut Hadiwidajaja (2001:7) menjelaskan bahwa ”dalam pembagiannya modal usaha koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Sedangkan modal xiv . Dalam menyelenggarakan usaha sebagai organisasi ekonomi. Partadiredja (1995:2) menjelaskan bahwa ”Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang sekaligus merupakan pranata ekonomi Indonesia yang umumnya didirikan dengan harapan dapat mengatasi persoalan anggotanya.

bank dan lembaga keuangan lainya. terutama modal pinjaman harus diperhitungkan dengan benar antara beban bunga yang harus dibayar dengan perolehan keuntungan dari pinjaman tersebut. prestasi operasi dalam suatu rentang waktu. serta informasi-informasi lainnya. penerbitan obligasi dan surat hutang lainya”. Dalam pengelolaan modal atau keuangan. Untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi xv . maka pihak koperasi harus mampu mengalokasikan sumber daya keuangan yang dimilikinya secara efisien untuk meningkatkan laba atau yang sering disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). laporan keuangan merupakan media untuk mengkomunikasikan performance keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. koperasi lain. Sedangkan ditinjau dari sudut pandang pemakai laporan keuangan diharapkan dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang rasional dalam praktek bisnis yang sehat. sehingga koperasi harus dapat memanfaatkan modalnya dengan sebaik-baiknya yang artinya dalam pengelolaan modal tersebut koperasi harus memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk pemenuhan kebutuhan anggotanya.pinjaman dapat berasal dari anggotanya. Ditinjau dari sudut pandang manajemen. Pemanfaatan modal sendiri dan modal pinjaman salah satunya yaitu pembiayaan operasional usaha untuk memperoleh profit (keuntungan). Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Hal ini dapat dilihat secara langsung dalam laporan keuangan koperasi. Laporan keuangan memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan pada saat tertentu. Jadi setiap modal koperasi yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan koperasi harus diarahkan untuk memperoleh laba.

untuk kemudian menunjukkan peluang dan risiko yang akan terjadi. Munawir (1993) menjelaskan bahwa ”besar kecilnya nilai rentabilitas tergantung dari keuntungan yang diperoleh dan modal yang dimiliki dalam menjalankan usaha koperasi”. Dengan memanfaatkan modal sendiri secara baik dalam menjalankan usaha koperasi berarti keuntungan yang diperoleh koperasi cenderung meningkat. Analisis rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan kondisi keuangan atau prestasi operasi di masa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut.koperasi diperlukan beberapa tolok ukur. Amidipradja (2005:117) menyatakan bahwa ”perolehan nilai rentabilitas. dikarenakan dengan penggunaan modal sendiri tidak terdapat beban bunga yang xvi . besarnya modal sendiri sangat berpengaruh terhadap besarnya keuntungan yang akan diperoleh dengan semakin besar keuntungan yang diperoleh maka didapat nilai rentabilitas semakin besar”. Makna dan kegunaan rasio keuangan dalam praktek bisnis pada kenyataannya bersifat subjektif tergantung kepada dan untuk apa suatu analisis dilakukan serta dalam konteks apa analisis tersebut diaplikasikan. salah satunya yaitu analisis rasio keuangan yang menghubungkan data-data keuangan yang satu dengan lainnya. Rasio yang digunakan pada dasarnya adalah untuk mempelajari bagian relatif antara modal pinjaman yang diberikan kreditor dan modal sendiri dari pemegang saham. Rasio yang digunakan untuk mengukur profit yang diperoleh dari modalmodal yang digunakan dalam operasi disebut rasio rentabilitas.

koperasi ini disebut dengan Koperasi Serba Usaha (KSU). ini menunjukkan bahwa koperasi semakin efektif dalam memanfaatkan modal untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak. Koperasi Serba Usaha ini menjalankan berbagai macam usaha untuk memenuhi kebutuhan anggotanya dari kebutuhan primer.79 %. dan lain-lain. Dengan diperoleh keuntungan setelah pajak yang tinggi maka nilai rentabilitas yang dihasilkan juga semakin tinggi. Dengan melihat banyaknya xvii .harus ditanggung seperti halnya dalam modal pinjaman.4%. simpan-pinjam. terlihat hasil perolehan rata-rata sisa hasil usaha KUD mandiri sebesar 94.96%. Tetapi dalam pengamatan Lienenpun (2002) yang dituliskan dalam Jurnal Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Maluku di kota Ambon koperasi diklasifikasikan menurut kemandirianya. umumnya koperasi ini beranggotakan penduduk desa yang mempunyai kepentingan sama. Kabupaten Blora mempunyai 50 Koperasi yang tersebar di berbagai kecamatan. kebutuhan pertanian. Kabupaten Blora terdapat koperasi yang beranggotakan beberapa masyarakat yang menjalankan aneka usaha dalam suatu lingkungan sesuai dengan keperluan masyarakat dan lingkungan.40%. dan KUD calon mandiri sebesar 36. Ang dalam Lienenpun (2002) menjelaskan bahwa ”semakin tinggi rentabilitas maka kinerja perusahaan semakin efektif”. sedangkan KUD calon mandiri sebesar 83. Indikasi yang diperoleh dari kondisi seperti ini bahwa dalam penggunaan modal sendiri yang besar tidak selalu menjamin akan perolehan keutungan atau sisa hasil usaha yang besar. Pada sisi lain modal sendiri yang digunakan dalam usaha KUD mandiri sebesar 30.

Berdasarkan “PENGARUH uraian tersebut. Umumya masalah rentabilitas adalah lebih penting daripada masalah laba. 1995 :37). Dengan adanya hal tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : xviii . 2005:117).2 Rumusan Masalah Besar kecilnya rentabilitas ini tergantung dari besarnya keuntungan yang diperoleh dan modal yang dimiliki dalam menjalankan usaha koperasi.usaha yang dijalankan oleh Koperasi Serba Usaha. Tetapi dalam pengamatan Lienenpun (2002) terhadap KUD di kota Ambon diperoleh kondisi bahwa dalam penggunaan modal sendiri yang besar tidak selalu menjamin perolehan keuntungan atau sisa hasil usaha yang tinggi. Perolehan nilai rentabilitas besarnya modal sendiri sangat berpengaruh terhadap besarnya keuntungan yang akan diperoleh dengan semakin besar keuntungan yang diperoleh maka didapat nilai rentabilitas yang besar. 1. penggunaan modal sendiri dalam operasional koperasi maka keuntungan yang diperoleh akan lebih besar (Amidipradja. Dengan adanya modal yang tinggi diharapkan pencapaian laba (profit) tinggi serta dicapainya tingkat rentabilitas yang efisien. Hal ini karena tidak ada beban bunga seperti pada penggunaan modal pinjaman.2006”. maka koperasi tersebut membutuhkan banyak modal untuk menjalankan usahanya. karena laba yang besar saja belum merupakan ukuran telah bekerja secara efisien dalam menggunakan modal (Riyanto. maka diadakan DAN penelitian tentang MODAL SENDIRI MODAL PINJAMAN TERHADAP TINGKAT RENTABILITAS PADA KOPERASI SERBA USAHA (KSU) DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2004 .

Pengaruh dari modal sendiri yang digunakan dalam menyelenggarakan usaha koperasi terhadap nilai rentabilitas yang dihasilkan pada masing-masing Koperasi Serba Usaha . Adakah pengaruh modal sendiri terhadap tingkat rentabilitas yang diperoleh pada masing-masing Koperasi Serba Usaha? b.3 Tujuan Penelitian Sesuai rumusan masalah tersebut.a. maka variabel-variabel penelitian ini akan diuji secara empirik dengan maksud untuk mengetahui: a. xix . Pengaruh dari modal pinjaman yang digunakan dalam menyelenggarakan usaha koperasi terhadap nilai rentabilitas pada masing-masing Koperasi Serba Usaha. c. b. Adakah pengaruh antara modal sendiri dan modal pinjaman terhadap tingkat rentabilitas yang diperoleh pada masing-masing Koperasi Serba Usaha secara simultan? 1. Adakah pengaruh modal pinjaman terhadap tingkat rentabilitas yang diperoleh pada masing-masing Koperasi Serba Usaha? c. Pengaruh modal pinjaman dan modal sendiri secara bersamaan terhadap rentabilitas pada masing-masing koperasi.

Modal koperasi dapat dilihat dari dua segi yaitu : xx .5. benda) yang ikut membentuk watak.5.1 Pengaruh Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang.5 Penegasan Istilah Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kekeliruan dalam menafsirkan pengertian atau makna dan judul penelitian ini. kepercayaan atau perbuatan seseorang (Depdikbud.4 Manfaat Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah: a.1. 1996:747). maka ada beberapa istilah yang perlu dipahami sebagai berikut : 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan pertimbangan bagi Koperasi Serba Usaha (KSU) dalam hal seberapa besar pengaruh modal sendiri dan modal pinjaman terhadap nilai rentabilitas yang dihasilkan untuk perkembangan usaha koperasi. b.2 Modal Menurut Gilarso (1993:81) mengemukakan bahwa ”modal merupakan sarana atau bekal untuk melaksanakan usaha. 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi almamater dalam menambah hasanah perpustakaan serta sebagai masukan dalam penelitian selanjutnya. 1.

25 tahun 1992 modal pinjaman koperasi terdiri dari Anggota. 25/92.2. Menurut UU No.1 Modal Sendiri Yang dimaksud dengan modal sendiri adalah modal yang menaggung resiko atau ekuiliti (penjelasan UU No. modal donasi dan cadangan. Dana Cadangan. dengan catatan bahwa pinjaman harus dikembalikan dan atau diangsur disertai dengan bunga. Simpanan wajib. xxi . simpanan wajib.5.a. 1. Bentuk kongkritnya.2 Modal Pinjaman Modal pinjaman adalah sejumlah modal yang digunakan oleh koperasi yang berasal dari luar koperasi (Sukamdiyo. Sehingga apabila dalam suatu tahun buku koperasi menderita kerugian maka yang harus menanggung kerugian tersebut adalah komponen-komponen modal sendiri. 41:2). Koperasi atau anggota lain. Sedangkan menurut Undang-Undang No.2. Bank dan lembaga keuangan lainnya. 1997 dalam Lienenpun (2002).5. 1. yaitu yang disebut harta yang tampak dineraca pada sisi debet atau aktiva”. Sumbernya. dan Hibah. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya. b. yang tampak dari neraca pada sisi kredit atau pasiva. Modal sendiri meliputi: simpanan pokok. Pada hakikatnya modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman (luar). simpanan khusus.25/92. 41:2 modal sendiri dapat berasal dari Simpanan pokok. Pinjaman atau kredit ini digunakan sebagai tambahan modal bagi usaha koperasi.

Pada penelitian ini yang dimaksud adalah Koperasi Serba Usaha yang berada di Kabupaten Blora. xxii .6 Sistematika Skripsi Dalam penulisan skripsi atau penelitian ini dibuat sesuai dengan sistematika dalam panduan penulisan karya ilmiah.5.1 Prawacana Prawacana terdiri dari sampul. motto dan persembahan.3 Rentabilitas Rentabilitas merupakan angka pengukur efektifitas penggunaan modal dalam menghasilkan profit. dan daftar lampiran. Hadiwidjaja (2001:32) menjelaskan bahwa ”rentabilitas digunakan untuk mengetahui kemampuan Perusahaan atau Badan atau Koperasi dalam menciptakan Laba atau Sisa Hasil Usaha dibanding dengan modal yang digunakan”.6.4 Koperasi Serba Usaha Purwanto (2002:163) menjelaskan bahwa “Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari penduduk desa atau masyarakat setempat yang mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama. lembar pengesahan. pernyataan. yang mengusahakan bermacam-macam usaha.5. 1. daftar gambar. daftar isi. daftar table. Tujuan dari koperasi ini adalah untuk mempertinggi kesejahteraan segolongan masyarakat tertentu dan memenuhi kebutuhan anggota-anggotanya”. sari. kata pengantar. 1. Adapun sistematika penulisan skripsi sebagai berikut : 1.1.

Bab I Pendahuluan Bab ini berisikan tentang alasan pemilihan judul atau latar belakang.6.6 Bab V Penutup Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran dalam penelitian. 1. 1. 1. 1. xxiii . penegasan istilah.6. tujuan penelitian.2. dan sitematika skripsi. disertai dengan hipotesis atau dugaan (jawaban sementara) dan dilengkapi dengan kerangka berpikir. variabel penelitian .1.5 Bab IV Hasil Penelitian Dalam bab ini berisi pelaporan hasil penelitian dan pembahasannya dengan kerangka teori dan penelitian yang pernah dilakukan.6.6.6. permasalahan.7 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi semua bahan kepustakaan yang digunakan sebagai rujukan langsung dalam penulisan skripsi.6. sampel penelitian. manfaat penelitian. teknik pengumpulan data dan analisis data penelitian.3 Bab II Landasan Teori Bab ini berisikan tentang teori-teori yang mendukung penelitian yang akan dilakukan atau permasalahan yang akan dibahas.4 Bab III Metode Penelitian Bab ini berisikan tentang pupolasi penelitian. 1.

Berdasarkan definisi tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa. istilah koperasi berasal dari bahasa inggris “cooperation” yang berarti usaha bersama.1 Koperasi 2.1.1. Dengan arti lain adalah segala bentuk pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama sebenarnya dapat dikatakan sebagai koperasi.1.BAB II LANDASAN TEORI 2. Koperasi bekerja sama berdasarkan persamaan derajat. koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badanbadan. Tetapi yang dimaksud koperasi dalam hal ini bukanlah segala bentuk pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama dalam arti yang sangat umum tersebut. untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.2 Ciri-ciri Koperasi Indonesia : Koperasi Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a.25 Tahun 1992 Pasal 1 mengatakan bahwa “koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan”. xxiv . yang bekerja sama secara kekeluargaan dalam menjalankan usahanya. Menurut UU No.1 Kajian Teori 2.1. 2.1 Diskriptif Koperasi Dilihat asal katanya.1. hak dan kewajiban (wadah demokrasi ekonomi dan sosial ).

Besarnya rentabilitas tergantung dari besar kecilnya untung dan modal (Amidipradja. Neraca yang didalamnya memuat harta milik.1. 2005:117). serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju. d. Tujuan koperasi adalah untuk kepentingan bersama. Kegiatan koperasi harus berdasarkan kesadaran tidak boleh ada ancaman dan pengaturan dari luar.1. 2.1. Menurut Hadiwidjaja (2001:32) menjelaskan “Pengukuran dengan ratio rentabilitas ialah untuk mengetahui xxv .2. utang. e.3 Tujuan Koperasi Menurut UU No. dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 45.b. 2.1. Koperasi merupakan kumpulan orang-orang. 25 Tahun 1992 pasal 3 koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. adil. Karena dasar ekonomi maka harus dijamin bahwa koperasi milik anggota dan diurus sesuai dengan keinginan anggota. pengaruh modal dan penggunaan modal tak boleh mengurangi makna koperasi sebagai kumpulan orang-orang. Apabila koperasi mengalami keuntungan maka koperasi mempunyai rentabilitas. dan modal dibuat untuk dinilai oleh yang berkepentingan. Dari neraca dapat dinilai apakah koperasi mengalami keuntungan atau kerugian.1 Pengertian Rentabilitas Koperasi tiap tahun diharuskan oleh undang-undang hukum dagang membuat neraca yang harus selesai dalam waktu 6 (enam) bulan pertama.2 Rentabilitas 2. c.

2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rentabilitas Menurut Wasis (1993:86) faktor-faktor yang mempengaruhi rate of return adalah: a. Wasis(1993:77) menyatakan ”rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dengan modal yang ditanamkan”. Volume penjualan Salah satu indikator untuk mengetahui kemajuan suatu perusahaan adalah penjualan. Pada umumnya masalah rentabilitas adalah lebih penting dari pada masalah laba. Menurut Nitisemito 1998 dalam Lienenpun 2002”rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan modal yang digunakan dan dinyatakan dalam persen”. Efisien baru dapat dikatahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut atau dengan kata lainnya ialah menghitung rentabilitasnya (Riyanto. tetapi yang lebih penting ialah usaha untuk mempertinggi rentabilitasnya.2.1. karena laba yang besar saja belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan atau koperasi telah dapat bekerja dengan efisien. 2000:37).kemampuan koperasi dalam menciptakan laba atau sisa hasil usaha dibandingkan dengan modal yang digunakan”. Dengan semakin bertambahnya penjualan maka akan menaikan xxvi . Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Maka baik perusahaan maupun koperasi tidak hanya berusaha untuk memperbesar laba. Rentabilitas adalah perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.

saham preferen atau prioritas dan modal saham biasa. Dengan kata lain penggunaan modal harus digunakan untuk usaha yang tepat dengan pengeluaran yang hemat sehingga keberhasilan usaha akan tercapai secara tidak langsung pula akan mempengaruhi tingkat rentabilitas.volume pendapatan yang diperoleh perusahaan sehingga biaya-biaya akan tertutup juga. 2. Profit margin Profit margin adalah laba yang diperbandingkan dengan penjualan. Efisiensi penggunaan biaya Modal yang diperoleh perusahaan untuk mengembangkan usahanya harus dipelihara dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.1. Rentabilitas Ekonomi Menurut Riyanto(2000:36) ”rentabilitas ekonomi adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase”. Sedangkan xxvii . tetapi tidak termasuk hutang jangka pendek. Hal ini mendorong perusahaan untuk mengefektifkan modal untuk mengembangkan usahanya.2. Profit margin digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan berkaitan dengan penjualan perusahaan d. b. 2001:174). (Brigham. c. Struktur modal perusahaan Struktur modal adalah pembiayaan pembelanjaan permanen perusahaan yang terutama pada hutang jangka panjang.3 Macam-macam Rentabilitas a.

2000:44). Dalam perhitungan rentabilitas ekonomi laba yang dihitung hanyalah laba yang berasal dari operasi perusahaan yang biasa disebut laba usaha (net operating income). Dalam perhitungan rentabilitas modal sendiri hal ini yang harus dicari ialah besarnya untung bersih dan jumlah modal sendiri. coupon) tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomi. Dengan demikian maka laba yang diperoleh dari usaha-usaha diluar perusahaan (misalnya dividen.Munawir(2001:33) menyatakan bahwa ”rentabilitas ekonomi adalah perbandingan antara laba usaha dengan seluruh modal yang digunakan ( modal asing dan modal sendiri )”. Munawir (2001:33) menyatakan bahwa “rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara laba yang tersedia untuk pemilik perusahaan dengan jumlah modal sendiri yang dimasukan oleh pemilik perusahaan tersebut”. Rentabilitas Modal Sendiri Rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri disatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dilain pihak (Riyanto. Rentabilitas ekonomi dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Rentabilitas = Profit Margin = x Operating Assets Turnover Laba Usaha Penjualan Bersih x x 100 % Penjualan Bersih Modal Usaha Laba Usaha x 100% Modal Usaha = b. Jadi rumusan dari rentabilitas modal sendiri ialah: xxviii .

2.Rentabilitas = Laba Bersih x 100 % Jumlah Modal Sendiri Dalam penelitian ini yang digunakan adalah rentabilitas modal sendiri. Menurut Amidipradja (2005:117) dalam bukunya berjudul Neraca Koperasi menjelaskan bahwa “setiap pemakaian modal sendiri dalam operasional koperasi maka keuntungan yang diperoleh akan lebih besar dibanding dengan pemakaian modal asing atau modal luar dalam operasional koperasi dikarenakan adanya beban bunga yang harus dibayarkan”. Dalam perhitungan rentabilitas modal sendiri besar kecilnya rentabilitas dipengaruhi oleh modal dan SHU.3 Modal 2. b) Bentuk kongkritnya. Modal koperasi dapat dilihat dari dua segi yaitu: a) Sumbernya. Dimana dari rumusan tersebut akan menghasilkan rasio dalam bentuk prosentase.1 Deskriptif Modal Menurut Gilarso (1993:81) mengemukakan bahwa ”modal merupakan sarana atau bekal untuk melaksanakan usaha. yang tampak dari neraca pada sisi kredit atau pasiva. Tetapi sebaliknya apabila angka ratio yang dihasilkan lebih kecil dari standar yang telah ditentukan maka koperasi tersebut selama periode itu tidak dapat memanfaatkan modalnya dengan baik.1. 2.1. Apabila ratio yang dihasilkan dari analisis tersebut menunjukkan prosentase yang lebih besar dari standar yang ditentukan maka usaha dari koperasi tersebut selama periode tersebut berjalan dengan baik. xxix . yaitu yang disebut harta yang tampak di neraca pada sisi debet atau pasiva”.

Modal sangat menentukan berjalan tidaknya xxx . maka perlu dilakukan perencanaan yang matang. 2. Agar koperasi dapat mempergunakan modal baik itu modal sendiri dan modal pinjaman dengan sebaik-baiknya. Sedangkan modal pinjaman dapat dipergunakan untuk menambah modal apabila koperasi tidak cukup memiliki modal sendiri. Begitu juga dengan koperasi.3 Peranan Modal Pada hakikatnya modal merupakan nominal yang harus selalu ada untuk menopang kegiatan usaha perusahaan atau badan usaha. pinjaman-pinjaman. dan penggunaan dana-dana kreditur. atau dengan kata lain selisih positif antara harta dan utang”. menutup kerugian yang diderita koperasi.2.1. memberikan kredit khusus. penyisihan-penyisihan dari hasil usahanya termasuk cadangan serta sumbersumber lain”. Modal sendiri dapat dipergunakan antara lain untuk mempertahankan likuiditas.2 Kegunaan Modal Modal dalam koperasi pada dasarnya dipergunakan untuk kesejahteraan anggota dan bukan sekedar mencari keuntungan. dalam menjalankan usahanya koperasi memerlukan modal baik modal sendiri maupun modal pinjaman. Biasanya perencanaan dilakukan oleh pengurus koperasi. 2. Hadiwidjaja (2001:7) menjelaskan ”Modal Koperasi terdiri dan dipupuk dari simpanan-simpanan. dan menimbulkan kepercayaan bagi para pemberi kredit. pembelian gedung-gedung kantor.1.Menurut Amidipradja (2005:2) menjelaskan bahwa ”Modal Koperasi adalah kelebihan jumlah harta terhadap jumlah utang dari koperasi.2.

Sehingga apabila dalam suatu tahun buku koperasi menderita kerugian maka yang harus menanggung kerugian tersebut adalah komponen-komponen modal sendiri. 2. Modal sendiri meliputi: simpanan pokok. Sedangkan menurut undang-undang No. 25/92. dan hibah”. simpanan wajib. 25 tahun 1992 menjelaskan tentang maksud modal sendiri ”modal sendiri adalah modal yang menagggung resiko atau ekuiliti”. simpanan wajib. b. Menutup dana operasional atau pengeluaran tetap dan dana yang tidak berhubungan secara langsung dengan produksi dan penjualan.1. modal donasi dan cadangan. Modal Sendiri Penjelasan UU No. simpanan khusus. 41:2 ”modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok. Menurut Komarudin (1997:6) menjelaskan bahwa peranan modal bagi perusahaan atau koperasi antara lain: a. a. Dijelaskan dalam Pasal 33 ayat 2 bahwa xxxi . dana cadangan.4 Jenis Modal Modal dalam pembagiannya dibagi menjadi dua yaitu modal sendiri dan modal pinjaman.usaha atau kegiatan koperasi.2. a) Simpanan Pokok Undang-undang koperasi menyatakan dalam pasal 33 ayat 1 bahwa “Simpanan pokok tidak dapat diambil selama anggotanya yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi ”. Menopang kegiatan produksi dan penjualan atau sebagai jembatan saat pengeluaran pembelian persediaan dengan penjualan dan penerimaan kembali hasil pembayaran.

Simpanan wajib ini. Jumlah simpanan pokok sama untuk semua anggota yang telah ditentukan oleh AD/ART. b) Simpanan Wajib Dalam Pasal 33 ayat 2 menyatakan bahwa “Simpanan wajib dapat diambil kembali dengan cara-cara yang dapat diatur lebih lanjut di dalam Anggaran Dasar. Anggaran Rumah Tangga. maka simpanan pokok tergolong kepada kelompok modal pemilik koperasi atau modal sendiri koperasi”. tidaklah modal permanen koperasi sesuai yang diatur Undang-undang koperasi bahwa simpanan wajib dapat diambil kembali setelah jangka waktu yang telah ditentukan. Modal sendiri ini dapat dilihat secara langsung pada neraca keuangan dan laporan rugi-laba koperasi. Sedangkan cadangan itu sendiri ada atau timbul karena penyisihan dari Sisa Hasil Usaha koperasi yang bersangkutan.“Simpanan pokok adalah jumlah nilai uang tertentu yang sama banyaknya yang diwajibkan kepada anggota untuk menyerahkan kepada koperasi pada waktu masuk menjadi anggota”. sehingga tidak dibagikan di antara anggota. c) Cadangan Cadangan dinyatakannya sebagai kekayaan koperasi yang dicadangkan untuk menutupi kerugian. Hadiwidjaja (2001:22) memberikan kriteria cadangan dalam koperasi itu sebagai berikut: xxxii . dan Keputusan-keputusan Rapat Anggota dengan mengutamakan kepentingan koperasi”. Menurut Hadiwidjaja (2001:9) menyatakan “Simpanan pokok selama seseorang atau badan hukum koperasi menjadi anggota koperasi yang bersangkutan tidak boleh diambil.

Apabila koperasi mengalami kerugian.a. 25 tahun 1992 pasal 41 ayat 3 menyebutkan “dalam mengembangkan usaha. 25 tahun 1992 modal pinjaman koperasi terdiri dari: a. Mengenai modal pinjaman dijelaskan dalam UU No. Anggota b. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya. b. maka yang menaggung kerugian itu adalah modal sendiri. koperasi dapat mempergunakan modal pinjaman dengan memperhatikan kelayakan atau kelangsungan usahanya. Sehingga meskipun koperasi menderita kerugian pemilik modal pinjaman ini tetap berhak untuk mendapatkan modalnya sesuai dengan perjanjian. koperasi dapat mempergunakan modal pinjaman dengan memperhatikan kelayakan dan kelangsungan usahanya sebagai berikut : xxxiii . Menurut UU No. Modal pinjaman adalah sejumlah uang atau barang dengan nilai tertentu yang diperoleh dari luar koperasi atas dasar perjanjian hutang antara koperasi dan pihak yang bersangkutan. Koperasi atau anggota lain c. Diperuntukkan untuk menutup kerugian-kerugian yang mungkin timbul. Berasal dari penyisihan Sisa Hasil Usaha b. Bank dan lembaga keuangan lainnya d. Modal Pinjaman Untuk mengembangkan usaha. dengan catatan bahwa pinjaman harus dikembalikan dan atau diangsur disertai bunga. c. Pinjaman atau kredit ini digunakan sebagai tambahan modal bagi usaha koperasi. Tidak boleh dibagikan ke anggota.

faktor tertentu. xxxiv . Dalam pengambilan modal pinjaman harus mempertimbangkan faktor. b.a. d. Modal pinjaman diperoleh dari anggota. didasari dengan perjanjian kerjasama antar koperasi. Modal yang diperoleh dari koperasi lainnya. Modal pinjaman diperoleh dari penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya dilakukan berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku.resiko yang dapat menghancurkan koperasi. Pertimbangan ini harus memikirkan dengan matang resiko. c. Pinjaman harus sesuai dengan kebutuhan. c. Pentingnya adanya prediksi penjualan. Dalam melakukan pinjaman harus dipertimbangkan kebutuhan-kebutuhan yang ada pada koperasi tersebut. termasuk calon anggota yang memenuhi syarat. agar tidak terjadi kesalahan yang menimbulkan kerugian. d. Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam mengambil pinjaman adalah: a. Hindarkan pinjaman yang penuh resiko. b. Tingkat rentabilitas harus lebih tinggi dari tingkat suku bunga. dilakukan berdasarkan ketentuan perundanngan yang berlaku. Modal pinjaman yang diperoleh dari bank dan lembaga keuangan. Modal pinjaman yang diperoleh dari sumber lain yang sah adalah pinjaman dari bukan anggota yang dilakukan tidak melalui penawaran secara umum. Untuk usaha yang penuh resiko sebaiknya tidak menggunakan modal pinjaman. karena jika terjadi kerugian maka yang menanggung resiko adalah modal sendiri dari pemilik atau anggota koperasi. e.

dan seterusnya”. 2. Sisa Hasil Usaha (SHU) ini dipengaruhi oleh besarnya modal sendiri dan modal pinjaman.e. g. Apabila terdapat penggunaan modal sendiri lebih besar dibanding modal pinjaman maka secara lazim laba bersih (SHU) yang diperoleh lebih besar daripada penggunaan modal pinjaman yang lebih besar daripada penggunaan modal sendiri. 2. dibagi untuk cadangan koperasi anggota sebanding dengan jasa diberikan. Hindarkan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Usaha yang dijalankan harus stabil dimana sudah mempunyai langganan atau nasabah yang telah mempunyai hubungan tetap dengan koperasi. Pada koperasi laba disebut sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU). Koperasi termasuk salah satu badan usaha yang sesuai dengan UUD 1945 yaitu perekonomian Indonesia yang disusun sebagai xxxv . Dalam pasal 3 menjelaskan bahwa “Sisa Hasil Usaha yang berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota.12 tahun 1967 dalam Bab IX pasal 34 ayat 1 menjalaskan “Sisa Hasil Usaha koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku yang bersangkutan. Undang-undang No. Ini karena tidak ada beban bunga pada penggunaan modal sendiri.2 Kerangka Berpikir Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang sekaligus merupakan pranata ekonomi Indonesia yang umumnya didirikan dengan harapan dapat mengatasi persoalan anggotanya.1.”. Kemampuan menyusun rencana pembayaran bunga atau cicilan setiap menggunakan pinjaman atau modal luar. f.4 Sisa Hasil Usaha Laba netto seperti lazimnya dalam dunia usaha dilaporkan pada akhir periode.

Rentabilitas mempunyai arti yang penting bagi koperasi yaitu dapat mencerminkan kemampuan koperasi dalam memanfaatkan modal untuk menghasilkan laba. Pada umumnya masalah rentabilitas lebih penting daripada masalah laba. Dalam pengelolaan modal atau keuangan maka pihak koperasi harus mampu mengalokasikan sumber daya keuangan yang dimilikinya secara efisien untuk meningkatkan laba atau SHU. Rentabilitas digunakan untuk mengetahui kemampuan Perusahaan atau Badan atau Koperasi dalam menciptakan Laba atau Sisa Hasil Usaha dibanding dengan modal yang digunakan” (Hadiwidjaja. karena laba yang besar saja belum merupakan ukuran bahwa koperasi itu dapat bekerja dengan efisien. sehingga koperasi perlu memanfaatkan modal sebaik-baiknya yang artinya dalam pengelolaan modal tersebut koperasi harus memberi manfaat yang sebesarbesarnya untuk pemenuhan kebutuhan anggotanya. Dalam menyelenggarakan usahanya sebagai organisasi ekonomi koperasi memerlukan adanya modal.usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. yang nantinya berpengaruh terhadap nilai rentabilitas. Modal koperasi adalah jumlah harta terhadap jumlah utang dari koperasi atau dengan kata lain selisih positif antara harta dan utang.). Peranan modal didalam operasional koperasi mempunyai kontribusi yang sangat penting karena tanpa modal yang cukup maka usaha koperasi tidak akan berjalan lancar. Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. 2001:32. Efisien xxxvi . Hal ini dikarena koperasi didirikan berdasar atas asas kekeluargaan. Sehingga partisipasi anggota mempunyai peran penting dalam mengembangkan usaha koperasi.

Apabila dalam menjalankan usahanya koperasi menggunakan modal sendiri maka keuntungan yang diperoleh cenderung lebih tinggi daripada koperasi menggunakan modal pinjaman karena tidak adanya beban bunga yang harus ditangggung seperti pada penggunaan modal pinjaman. dan 2 (dua) variabel bebas yaitu modal sendiri dan modal pinjaman yang selanjutnya dapat digambarkan dalam bentuk gambar sebagai berikut : Modal Sendiri (X 1 ) Rentabilitas (Y) Modal Pinjaman (X 2 ) Gambar. Dari uraian diatas. Pada Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kabupaten Blora modal usaha terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. 1 Kerangka Berpikir xxxvii . sehingga nilai rentabilitas yang diperoleh diharapkan juga semakin tinggi.baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh itu dengan kekayaan atau modal yang dihasilkan laba tersebut. maka terdapat 1 (satu) variabel terikat yaitu rentabilitas. Pengelolaan modal sendiri dan modal pinjaman sangat berpengaruh terhadap laba atau SHU yang dihasilkan dan hal ini akan berpengaruh terhadap besarnya nilai rentabilitas yang dihasilkan pada masing-masing Koperasi Serba Usaha.

Ini sesuai dengan hasil penelitian Sri Wara Handayani (2003) ”Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Rentablitas Modal Sendiri pada KUD-KUD di Kabupaten Karanganyar”. Hal ini dikarenakan tidak adanya beban bunga seperti pada penggunaan modal pinjaman. Dengan menggunakan modal sendiri dalam operasional koperasi maka keuntungan yang diperoleh akan lebih besar sehingga akan didapat nilai rentabilitas yang besar pula. xxxviii .Keterangan : X1 X2 Y = Modal Sendiri = Modal Pinjaman = Rentabilitas (Rasio Rentabilitas) 2. 1996:135). Sedangkan penggunaan modal pinjaman pada operasional koperasi akan mengurangi besarnya keuntungan sehinngga rentabilitas yang diperoleh akan lebil kecil. Bentuk pengaruh dari modal sendiri terhadap rentabilitas adalah positif 8.6%. Pengertian tersebut dikaitkan dengan masalah rentabilitas adalah kemampuan koperasi dalam meghasilkan laba dari penggunaan modal sendiri.3 Hipotesis Hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya (Arikunto.9% sedangkan pengaruh modal pinjaman terhadap rentabilitas modal sendiri adalah negatif 2. Jadi besar kecilnya nilai rentabilitas dipengaruhi oleh laba(Sisa Hasil Usaha) dan modal sendiri. Amidipradja 2005:117 menyatakan ”perolehan nilai rentabilitas besarnya modal sendiri sangat berpengaruh terhadap besarnya keuntungan”.

Dari penjelasan tersebut maka dapat diajukan hipotesis dalam penelitian ini adalah : H1 : Adanya pengaruh antara modal sendiri dan modal pinjaman terhadap tingkat rentabilitas pada Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kabupaten Blora dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 baik secara parsial maupun secara simultan. xxxix .

yaitu tahapan pertama melakukan studi pustaka untuk memperoleh landasan teori dengan maksud untuk digunakan dalam analisis.1 Desain Penelitian Sebagaimana diketahui bahwa koperasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kabupaten Blora. Tahapan kedua ini dibagi dalam dua bagian.BAB III METODE PENELITIAN 3. Dipilihnya Koperasi Serba Usaha (KSU) sebagai obyek penelitian karena prioritas dan sasaran pengembangan koperasi ini sangat pesat di pedesaan-pedesaaan maupun perkotaan. Data awal dan gambaran lokasi/obyek penelitian diperoleh dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blora melalui wawancara dengan pimpinan kantor menyangkut jumlah KSU yang ada di Kabupaten Blora beserta aktivitasnya. Tahapan kedua melakukan studi lapangan untuk menjaring data yang diperlukan. Tahapan ketiga. xl . mengolah data dan menganilisis data yang telah dikumpulkan untuk disusun dalam suatu laporan penelitian. (2) penelitian pokok dengan tujuan mengumpulkan data KSU yang ada dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blora. Dasar teori ini diperoleh dari berbagai literatur yang relevan dengan masalah yang ingin diteliti. Proses penelitian ini dibagi dalam tiga tahapan. yaitu (1) penelitian pendahuluan yang diperlukan untuk memperoleh data awal dan gambaran tentang lokasi/obyek penelitian.

3.2 Populasi, dan Sampel Penelitian 3.2.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan dikenai generalisasi dari penelitian tersebut (Arikunto, 1997:108). Dengan demikian populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian yang akan dikenai generalisasi dari hasil suatu penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah Koperasi Serba Usaha di Kabupaten Blora yang berjumlah 50 koperasi.

3.2.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 1991:102). Dalam penelitian ini digunakan Purposive Sample atau sample bertujuan. Pengambilan sampel didasarkan atas adanya kesamaan karakteristik diantaranya : a. Mempunyai modal sendiri dan modal pinjaman dari luar karena modal sendiri dan modal pinjaman merupakan variabel penelitian ini; b. Memiliki usaha lebih dari dua jenis usaha karena ada beberapa koperasi yang hanya mempunyai satu jenis usaha padahal seharusnya Koperasi Serba Usaha mengusahakan bermacam-mcam usaha (lebih dari satu); c. Melakukan RAT selama 3 tahun terakhir berturut-turut karena dalam penelitian ini dibutuhkan laporan keuangan selama 3 tahun terakhir yang biasanya dilaporkan dalam RAT. Dengan penggunaan Purposive Sample maka terdapat 30 koperasi yang dapat memenuhi kriteria-kriteria sebagai sampel penelitian, Koperasi Serba Usaha yang memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian adalah sebagai berikut:

xli

Tabel. 1 Daftar Koperasi Serba Usaha yang menjadi Sampel Penelitian
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong-royong Kenanga Dumadi Setia Mitra Dhrama Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul Alamat Jl. Ahmad Yani Jl. Raya Kunduran Jl. Mustika Desa Jepon Desa Geneng Jl. Mr Iskandar No.25 J.l Gatot Subroto Desa Japah Jl. Reksodiputro Desa Kedung Jenar Jl. Gunandar No. 33 Jl. Kolonel Sunandar no. 25 Jl. Sumodarsono No. 31c Kelurahan Karangjati Alun-alun Barat Kaliwangan Jl. Ahmad Yani Perumnas Jl. Meliwis No. 22 Desa Medang Jl. Nusantara No. 9 Desa Kunduran Desa Balun, Cepu Desa Kutukan Jl. Raya Kunduran Blora Todanan Doplang, Jati Ngawen Tunjungan Desa Ngelo

xlii

3.3 Variabel Penelitian
Menurut Arikunto (1997:94) variabel adalah obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Dalam penelitian ini variable penelitiannya yaitu : a. Modal Sendiri sebagai (X1) merupakan modal yang berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib dan dana cadangan pada Koperasi Serba Usaha di Kabupaten Blora pada tahun 2004, 2005, 2006. b. Modal Pinjaman sebagai (X2) adalah sejumlah modal tambahan yang berasal dari anggota (simpanan sukarela) dan pinjaman dari bank pada Koperasi Serba Usaha, yang dikembalikan dan disertai dengan bunga pada tahun 2004, 2005, dan 2006.

c. Rentabilitas (Y) atau variabel terikat adalah kemampuan koperasi dalam
menghasilkan laba dari penggunaan modal sendiri pada Koperasi Serba Usaha di Kabupaten Blora tahun 2004, 2005, dan 2006. Untuk menghitung rentabilitas digunakan rumus: Rentabilitas Modal Sendiri = Laba Bersih x 100 % Jumlah Modal Sendiri

3.4 Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan maka penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi yaitu mencari data atau hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Jenis data yang diperlukan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan serta arsip-arsip catatan perusahaan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dianalisis atau dengan kata lain data

xliii

1 Analisis Rentabilitas Adapun rumusan Rentabilitas sebagai berikut: Laba Bersih(SHU) Rentabilitas Modal Sendiri = Modal Sendiri a. b. Modal sendiri merupakan jumlah total modal sendiri yang digunakan dalam usaha koperasi.5.5 Metode Analisis Data Untuk menganalisis permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini digunakan langkah-langkah sebagai berikut : 3. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai rentabilitas koperasi serba usaha pada tahun 2004 sampai 2006.tersebut sudah ada dan tinggal mengambil untuk dijadikan bahan penulisan skripsi yaitu laporan keuangan. Jenis data yang digunakan dari sumber tersebut berupa laporan keuangan (neraca dan laba-rugi) yang dilaporkan oleh setiap KSU di Kabupaten Blora selama tahun 2004-2006.2 Analisis Standar Rentabilitas Koperasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UKM pada tahun 1997 telah menetapkan standar tingkat rentabilitas sebagai berikut : xliv .5. Laba bersih pada koperasi sering disebut sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU) merupakan hasil yang diperoleh dari pendapatan yang diperoleh dikurangi dengan pengeluaran atau biaya-biaya yang ditanggung. 3. x 100% 3. Dengan demikian yang menjadi sumber data adalah Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blora.

pada umumnya jumlah variabel bebas berkisar dua sampai empat variabel. b2. Jika suatu variabel dependen bergantung pada lebih dari satu variabel independen. = Bilangan koefisien predictor. Y dimana : = Variabel Terikat ( Dependent Variable) X1.3. 3. (Dep. Nilai rentabilitas < 14 % maka Badan usaha atau Koperasi tersebut dianggap kurang baik dalam mengelola dalam pemanfaatan modal. X2 = Variabel Bebas (Independent Variabel) a = Bilangan konstanta b1.5.Kop. 1997).3 Analisis Statistik Dalam banyak kasus bisnis yang menggunakan regresi berganda. persamaan yang digunakan adalah: Y = a + b1 X1 + b2 X2.a. b. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah Koperasi Serba Usaha sudah memenuhi standar atau belum memenuhi standar yang telah ditetapkan terhadap rentabilitas yang dihasilkan pada tahun pengamatan.1 Analisis Regresi Linear Berganda Untuk mengetahui persamaan linier berganda. Apabila nilai rentabilitas > 14 % maka Badan usaha atau Koperasi tersebut mampu memanfaatkan atau mengelola modal dengan baik. maka perlu adanya perbaikan dalam manajemen.PK dan M. hubungan antara variabel disebut analisis regresi berganda (multiple regression) (Sulaiman. 2004:80). xlv . 3.5.

maka pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika : nilai Sig. < α nilai Sig.2 Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi varibel yang terikat. Hasil perhitungan (R²) untuk mengetahui konstribusi modal sendiri dan modal pinjaman usaha koperasi terhadap rentabilitas digunakan rumus uji hubungan kadar konstribusi X terhadap Y.3.3 Uji Hipotesis a.5.3.3. Apabila perhitungan menggunakan software SPSS. Semakin besar nilai r 2 berarti semakin besar variasi sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai determinasi interval antara 0 sampai 1 (0≤R2≤1). maka variabel independen secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variable dependen. ≥ α Terima H1 Terima H0 xlvi . Hasil perhitungan r 2 digunakan untuk mengetahui sejauhmana sumbangan dari variabel bebas. Uji F (Uji Simultan) Menurut Sulaiman (2004:86) “Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh variabel-variabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen. a. Koefisien determinasi (r 2 ) parsialnya untuk masing-masing variabel bebas. Semakin besar R2 (mendekati 1) berarti semakin baik hasil untuk model regresi tersebut dan sebaliknya semakin R2 mendekati 0.5. 3. jika variabel lainnya konstan terhadap variabel terikat. b.

b. Apabila penggunaan perhitungan dengan SPSS.35 < DW < 2. masing-masing nilai pengamatan dipasangkan dengan nilai harapan dari distribusi normal.79 ( Wahid Sulaiman.b.79 DW <1. dan apabila titik-titik (data) terkumpul disekitar garis lurus maka asumsi normalitas terpenuhi (Sulaiman.05.5.35 tidak terjadi autokorelasi tidak dapat disimpulkan 1. Uji t (Uji Parsial) Uji t dipakai untuk melihat signifikansi dari pengaruh independen secara individu terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel lain konstan.21 < DW < 1. 2004:89). Uji normalitas akan terpenuhi apabila nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0. Autokorelasi Untuk mendeteksi terjadi atau tidaknya autokorelasi dilakukan pengujian Durbin Watson (DW).65 atau 2. maka pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika : nilai Sig.4 Pengujian Model (Ekonometrika) a. 2004:89).3. < α nilai Sig. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Melalui plot ini.21 atau DW> 2. Selain itu uji normalitas dapat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. ≥ α Terima H1 Terima H0 3. Normalitas terjadi autokorelasi Salah satu cara mengecek normalitas adalah dengan plot probabilitas normal. xlvii .65 < DW < 2.

Adapun cara pendeteksianannya adalah dalam perolehan nilai VIF. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. dan apabila nilai VIF < 5 maka variabel tersebut tidak mengandung multikolinieritas (Singgih. xlviii . Apabila hasil yang didapat signifikan dari variabel bebas. maka model regresi tersebut bebas dari masalah heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan scatterplot maupun uji Glejser. 2003:378). 2005:105). Ada tidaknya heteroskedastisitas ditunjukan dengan pengujian hbungan variabel bebas dengan nilai mutlak residual yang memiliki signifikansi kurag dari 0.05. apabila nilai VIF > 5 maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinieritas. d. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali.c. Multikolineritas Multikolinearitas berarti ada hubungan linear yang sempurna di antara beberapa atau semua variabel independen dari model regresi. Uji Glejser dilakukan dengan meregresi semua variabel bebas dari model rergresi dengan nilai mutlak residualnya.

yang mengusahakan bermacammacam usaha. (5) Simpan Pinjam. (4) Transportasi. (3) Kebutuhan sehari-hari. (6) Kerajinan. Di Kabupaten Blora terdapat bebarapa jenis koperasi salah satunya adalah Koperasi Serba Usaha (KSU).BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Blora dan mempunyai kekuatan hukum (PPAT). Tujuan dari Koperasi Serba Usaha ini adalah untuk mempertinggi kesejahteraan segolongan masyarakat tertentu dan memenuhi kebutuhan anggotaanggotanya. Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari penduduk desa atau masyarakat setempat yang mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama.1 Gambaran Umum Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kehidupan perekonomian bangsa atau rakyat yaitu dengan mencanangkan adanya pendirian koperasi. Yang menjadi sampel dalam xlix . Selain itu KSU juga dilengkapi dengan Surat Ijin Perdagangan (SIUP) yang digunakan KSU untuk dasar perijinan dalam usaha berdagang. (2) Penjualan Pupuk. dan lain-lain. Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kabupaten Blora berjumlah 50 koperasi yang badan hukum dari Dinas Perindustrian. Usaha-usaha tersebut antara lain: (1) Penjualan Alat-alat Pertanian. Dimana KSU di Kabupaten Blora mempunyai badan hukum. dikarenakan adanya bermacam-macam kebutuhan anggota dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu KSU menyelenggarakan usaha lebih dari satu macam usaha.

digunakan dua variabel bebas yaitu modal sendiri dan modal pinjaman.penelitian ini adalah 30 koperasi yang memiliki usaha lebih dari dua jenis usaha selama tahun 2004 sampai 2006.2 Deskriptif Variabel Penelitian Dalam penelitian ini. Untuk pembentukan modal koperasi maka pihak koperasi menghimpun modal yang diambil dari anggotanya yang disebut sebagai modal sendiri. Untuk mendapatkan gambaran tentang data hasil penelitian yang dilakukan. sehingga perlu adanya modal pinjaman. koperasi menggunakan modal sendiri dan modal pinjaman sehingga koperasi perlu memperhatikan SHU yang dihasilkan. Modal koperasi merupakan salah satu unsur penting dalam pendirian koperasi. l . dan Modal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bidang yang diambil. Anggota. Dalam melaksanakan usahanya. Sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah rentabilitas modal sendiri. yang menjadi sampel adalah 30 koperasi selama tahun 2004 – 2006. SHU merupakan salah satu indikator nilai rentabilitas. Dalam melaksanakan usaha dimungkinkan adanya kekurangan modal yang dipakai. Lokasi Perusahaan. Dalam pembentukan KSU terdapat beberapa unsur yang harus dipenuhi antara lain adanya Pengurus. 4. maka berikut disajikan mengenai diskripsi data tiap variabel penelitian pada Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kabupaten Blora. Dengan adanya rentabilitas dapat diketahui kemampuan koperasi dalam menghasilkan keuntungan dengan membandingkan modal yang digunakan.

Sisa hasil usaha dalam koperasi dipengaruhi langsung oleh total penjualan dengan modal pinjaman. Besarnya rentabilitas modal sendiri pada KSU di Kabupaten Blora selama tahun 2004 sampai 2006 dapat dilihat pada tabel dibawah ini: li .4. 2000:44). dimana rentabilitas dipengaruhi oleh modal sendiri dan sisa hasil usaha. Sedangkan menurut Munawir (2001:33) ”rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara laba yang tersedia untuk pemilik perusahaan dengan jumlah modal sendiri yang dimasukan oleh pemilik perusahaan tersebut”.2. Rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri disatu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dilain pihak (Riyanto.1 Rentabilitas Hadiwidjaja (2001:32) menjelaskan bahwa ”rentabilitas digunakan untuk mengetahui kemampuan Perusahaan atau Badan atau Koperasi dalam menciptakan Laba atau Sisa Hasil Usaha dibanding dengan modal yang digunakan”. Dalam neraca sudah diketahui jumlah sisa hasil usaha yang dihasilkan koperasi dalam tiap tahunnya. Dalam penelitian ini rentabilitas yang digunakan adalah rentabilitas modal sendiri.

17 31.84 21.93 12.53 817.92 24.82 32.00 20.56 20.00 35.38 41.77 21.05 38.79 24.23 31.06 21.73 24.99 18.87 24.52 19.21 22.56 19.60 22.29 21.19 21.61 31.62 15.38 37.36 42.53 23.89 23.17 25.44 22.37 31.34 33.96 31.79 26.02 19.13 34.14 33.49 22.67 22.28 783.87 Rentabilitas (%) Tahun 2005 18.Tabel.25 46.83 15.44 25.24 43.43 34.84 19.81 18.69 37.72 35.21 30.47 34.13 30.09 32.70 20.83 20.00 33.63 17.11 2006 15.07 30.11 13.65 27.48 22. 2 Rentabilitas KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 – 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong .49 18.92 43.61 25.67 13.38 40.85 21.63 31.70 19.25 Sumber: Pengolaha Data Neraca Tahunan Dari Tabel. 2 rentabilitas modal sendiri pada KSU di Kabupaten Blora mengalami perubahan gambar berikut ini : pada tiap tahunnya yang dapat digambarkan dalam lii .51 37.76 18.Royong Kenanga Setia Mitra Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul Total Rata-rata 2004 16.22 35.91 27.05 29.35 27.87 30.08 19.09 22.07 38.39 23.36 26.27 21.21 20.23 18.33 18.92 22.29 38.50 776.17 24.47 25.64 26.

00 5.00 35.00 35.00 30.RENTABILITAS (% 25.00 5.00 15.00 20.00 40.00 30.00 - D ha M rm ad i D um Bi na Ka wu lo A li t Su KSU KSU Gambar.00 50. 2 Grafik Rentabilitas KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 – 2006 liii 2006 2005 2004 a ek Aji G aw ar S e a M ri ak m Ba ur ro Se k t Ar ia K ah M t itr ha aw an a K e U sa nc h a an M a an d Pe iri rin tis Si N do u M sa Xe akm u Bi la G r na ro Be up r M sam itr a a Se ja U ti ng gu l ng Mi a t ra 2004 2005 2006 .00 20.00 10.00 40.00 25.00 15.00 45.00 10.00 Ma nu ng ga lK a re p te ra a r ah mu ja h Us M Ha ra pa n Ba ng s ga t ik a ina Sr iR Se Ka M Me ga Go us to n rt i k a tik a geje jah Bu Ju Ro te an s ti ki ra a ce yo n Ke na Se t ia an us ad rj u aM rm Pe ry Nu ak Se itr a ry a M Su R E N T A B IL IT A S (% ) 50.00 45.

hal ini disebabkan karena adanya beban operasional yang terlalu besar sehingga akan mengurangi pendapatan. 2005. Sesuai dengan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Blora berupa neraca tahunan.25% atau mengalami kenaikan 1.25/92. modal sendiri pada Koperasi Serba Usaha Kabupaten Blora tahun 2004. dan cadangan. Sehingga apabila dalam suatu tahun buku koperasi menderita kerugian maka yang harus menanggung kerugian tersebut adalah komponen-komponen modal sendiri.2 Modal Sendiri Yang dimaksud dengan modal sendiri adalah modal yang menaggung resiko atau ekuiliti (penjelasan UU No. dan pada tahun 2005 sebesar 26. Modal sendiri pada KSU di Kabupaten Blora berasal dari simpanan pokok.2.87%. 4. 2 dapat diketahui bahwa rata-rata rentabilitas modal sendiri pada KSU di Kabupaten Blora pada tahun 2004 sebesar 25. Jumlah pendapatan yang menurun akan mempengaruhi besarnya SHU. Ada beberapa yang mengalami kenaikan namun ada pula yang mengalami penurunan nilai rentabilitas.14%. simpanan wajib.11% atau mengalami kenaikan sebesar 0. sehingga hal ini berakibat Sisa Hasil Usaha yang dibagikan juga akan menurun atau cenderung lebih kecil.Berdasarkan Tabel. hal ini akan berpengaruh pada besarnya nilai rentabilitas modal sendiri. dan 2006 sebagai berikut : liv . dan pada tahun 2006 rata-rata rentabilitas modal sendiri seberas 27.24%. Kondisi rata-rata rentabilitas modal sendiri pada masing-masing KSU di Kabupaten Blora cenderung fluktuatif. 41:2).

000.650.500.000.00 105.500.880.404.00 115.00 105.000.00 90.500.385.000.000.000.00 130.00 3.000.000.000.000.650.000.042.000.00 95.00 110.000.00 101.000.000.00 105.000.000.00 140.500.000.000.00 96.000.650.00 120.000.100.000.750.000.500.000.000.710.000.00 104.421.000.00 99.00 92.000.00 94.000.000.00 112.000.000.000.500.000.00 112.00 102.00 112.000.00 99.00 142.500.000.00 95.00 90.00 112.500.000.000.00 3.000.000.800.100.000.00 102.00 100.000.00 125.00 106.000.00 114.000.00 3.500.000.000.000.500.000.000.000.000.150.000.600.000.00 110.000.000.000.000.00 96.00 91.500.00 125.000.650.000.000.700.500.00 104.00 109.000.000.000.00 101.000.000.000.500.00 125.00 92.260.500.000.000.000.00 165.00 113.000.000.00 104.00 116.00 120.000.000.00 109.000.00 107.00 105.000.000.000.00 161.00 100.00 109.000.00 113.00 161.00 215.00 106. 3 Modal Sendiri KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 – 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong .333.000.000.00 119.000.00 110.00 140.860.000.00 109.000.00 112.000.000.000.830.00 99.000.500.000.00 106.830.33 2006 122.490.000.00 114.000.250.000.000.000.000.Tabel.000.000.000.000.00 120.000. 3 modal sendiri pada KSU di Kabupaten Blora mengalami perubahan pada tiap tahunnya yang dapat digambarkan dalam gambar berikut ini: lv .650.00 110.000.000.00 111.500.000.00 Sumber : Neraca Tahun 2004 – 2006 KSU Kabupaten Blora Dari Tabel.00 101.000.00 109.500.000.500.000.00 90.000.000.00 110.00 105.00 104.00 101.000.000.00 127.500.) Tahun 2004 2005 111.000.00 113.000.000.00 108.000.00 81.000.000.000.000.000.650.500.00 85.000.00 213.00 112.500.00 115.00 111.500.000.000.00 102.000.000.000.500.000.Royong Kenanga Setia Mitra Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul Total Modal Sendiri Rata-rata Modal Sendiri (Rp.00 95.00 103.500.00 98.000.00 127.000.650.000.00 213.150.00 120.880.500.000.00 100.00 110.00 109.500.000.000.000.000.500.000.000.000.000.000.500.

000.000.000.00 60. 3 Grafik Modal Sendiri KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 .00 150.00 80.000.000.2006 lvi .00 M o d a l S e n d iri 200.000.000.00 40.000.000.000.000.00 50.00 100.000.000.000.00 120.000.00 20.000.000.00 Dumadi Dharma Mekar Gawe Barokah Setia Artha Mitra Perintis Nusa Sido Xela Bina Mitra Unggul Aji Sari Makmur Kawan Kencana Usaha Makmur Group Bersama Sejati Mandiri KSU 2004 2005 2006 Gambar.000.00 140.000.180.000.000.000.000.000.00 100.000.000.000.000.00 160.00 M anunggal K a re p S ri R e je k i B in a H a ra p a n B angsa K a w u lo A lit P e rju a n g a n M u s t ik a J u s t ic e M ega G o to n g Royong M akm ur S u ry a M u s t ik a K a rt ik a B uana S e t ia M it ra S u ry a S e ja h t e ra N u rm a d in a S e ja h t e ra M it ra Usaha K enanga M o d a l S e n d iri 2004 2005 2006 KSU 250.

551.860. 114. 113.000.00 atau mengalami kenaikan Rp.33.333. Kondisi rata-rata modal sendiri pada masing-masing KSU di Kabupaten Blora cenderung fluktuatif. Pinjaman atau kredit ini digunakan sebagai tambahan modal bagi usaha koperasi. Bank dan lembaga keuangan lainnya.67. Besarnya modal pinjaman KSU Kabupaten Blora dapat dilihat pada tabel berikut ini : lvii . Dan pada tahun 2006 rata-rata modal sendiri seberas Rp.2.33 atau rata-rata mengalami kenaikan sebesar Rp.3 Modal Pinjaman Modal pinjaman adalah sejumlah modal yang digunakan oleh koperasi yang berasal dari luar koperasi (Sukamdiyo dalam Lienenpun 2002).333.630. Menurut UU No. dengan catatan bahwa pinjaman harus dikembalikan dan atau diangsur disertai dengan bunga.666.042.Berdasarkan Tabel.000. 4. 112.490. Koperasi atau anggota lain. hal ini disebabkan karena adanya perubahan jumlah anggota dan perubahan besarnya modal sendiri yang berupa cadangan serta adanya tambahan modal dari anggota. 25 tahun 1992 modal pinjaman koperasi terdiri dari Anggota.00 dan pada tahun 2005 sebesar Rp. 3 dapat diketahui bahwa rata-rata modal sendiri pada KSU di Kabupaten Blora pada tahun 2004 sebesar Rp. Ada beberapa yang mengalami kenaikan namun ada pula yang mengalami penurunan besarnya modal sendiri. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya.

000.500.500.00 12.00 7.000.00 20.000.250.00 34.000.00 26.000.000.000.150.500.500.600.00 10.000.000.00 5.000.000.Tabel.500.000.500.000.00 37.00 30.660.600.00 19.500.00 16.00 34.00 16.33 Modal Pinjaman (Rp.000.950.200.00 27.500.00 29.00 41.500.000.00 42.000.000.250.000.500.500.00 20.00 32.000.000.00 7.000.00 6.000.00 31.00 9.500.000.00 16.000.00 50.000.00 43.000.000.000.Royong Kenanga Setia Mitra Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul Total Modal Pinjaman Rata-rata 2004 50.00 24.00 17.000.250.00 17.500.00 656.00 7.000.000.000.000.00 32.00 35.000.00 42.00 18.000.67 21.00 48.450.000.250.00 26.000.000.000.00 8.450.000.000.00 22.00 27.000.000.000.000.680.100.00 17.000.000.500.00 19.000.000.889.000.000.000.00 15.00 15.000.700.00 27.00 20.000.100.100.080.000.00 7.000.000.650.100.00 7.150.000.500.000.000.000.560.000.000.00 22.750.00 51.266.00 10.500.000.000.00 17.000.00 17.000.250.000.100.000.00 20.00 6.000.00 10.450.00 742.000.500.00 24.00 6.00 50.000.000.000.00 12.450.500.300.000.00 22.000.550.000.950.) Tahun 2005 2006 41.000.00 20.000.00 33.500.333.00 7.00 5.500.000.000.500.000.000.00 34.000.000.000.00 20.00 7.00 10.33 Sumber : Neraca Tahun 2004 – 2006 KSU Kabupaten Blora Dari Tabel.600.00 10.000. 4 modal sendiri pada KSU di Kabupaten Blora mengalami perubahan pada tiap tahunnya yang dapat digambarkan dalam grafik berikut ini: lviii .550.000.100.000.00 43.000.000.100.00 15.00 5.000.000.00 11.333.00 32.00 10.100.00 7.000.00 668.450.00 10.000.000.000.000.00 6.000.00 30.000.00 49.000.000.000.000.000.000.000.000.450.000. 4 Modal Pinjaman KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 – 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong .00 40.00 24.00 31.500.000.000.750.00 47.000.00 20.000.755.000.00 44.500.00 10.000.000.00 27.000.000.00 22.00 31.000.000.666.000.500.000.000.500.

000.000.000.00 20.00 40.00 30.60. 4 Grafik Modal Pinjaman KSU Kabupaten Blora Tahun 2004-2006 2004 2005 2006 Nusa Sido Xela Group Bina Mitra Sejati Unggul Makmur Bersama lix .000.000.000.00 10.000.00 M O D A L P IN J A M A N 50.000.000.000.000.00 30.000.000.000.00 10.000.00 Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Barokah Setia Kawan Artha Mitra Usaha Perintis Makmur Kencana Mandiri KSU Gambar.00 Manunggal Surya Mitra Usaha Makmur Bina Kawulo Alit Surya Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Mustika Mega Kenanga Setia Mitra Karep Sejahtera Harapan Perjuangan Mustika Buana Justice Gotong Bangsa Royong KSU 2004 2005 2006 60.000.000.000.000.000.000.00 40.00 M O D A L P IN J A M A N 50.000.00 20.000.000.

00 Rentabilitas = 111. dan Koperasi Kabupaten Blora yaitu berupa Neraca Koperasi Serba Usaha dari tahun 2004.3 Analisis Data Dalam menganalisis data digunakan analisis yaitu analisis rentabilitas koperasi.889. analisis standar rentabilitas koperasi.666. 21.67.3. Perdagangan.333. Dengan adanya data tersebut maka dapat diolah atau dicari besarnya nilai rentabilitas dengan menggunakan rumusan sebagai berikut : Laba Bersih(SHU) Rentabilitas Modal Sendiri = Modal Sendiri Dengan menggunakan rumusan tersebut dapat dicari besarnya nilai rentabilitas modal sendiri pada Koperasi Serba Usaha pada tiap tahunnya.2. Dan pada tahun 2006 rata-rata modal pinjaman sebesar Rp.500.33 atau mengalami penurunan sebesar Rp.333. 22. 4.67 atau rata-rata mengalami penurunan sebesar Rp. Perhitungan rentabilitas dapat dilihat dibawah ini. dan analisis statistik.000. 4 dapat diketahui bahwa rata-rata modal pinjaman pada KSU di Kabupaten Blora pada tahun 2004 sebesar Rp. 24.000.33. 377.755.488.666.333.62 % x 100% lx . 2005 dan 2006 sebanyak 30 Koperasi Serba Usaha. Sebagai contoh KSU Manunggal Karep : Tahun 2004 perhitungan sebagai berikut : 18.Berdasarkan Tabel.33 dan pada tahun 2005 sebesar Rp. 4.266.1 Analisis Rentabilitas Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari Dinas Perindustrian.00 x 100% = 16.530.

000.450.830.000.00 Dan seterusnya perhitungan tersebut dilakukan pada masing-masing KSU dari tahun 2004-2006 hingga didapat hasil rekapitulasi nilai rentabilitas KSU Kabupaten Blora dari tahun 2004 sampai 2006 sebagai berikut : x 100% = 15.83 % x 100% = 18.000.00 Tahun 2006 perhitungannya sebagai berikut : 19.000.00 Rentabilitas = 119.880.Tahun 2005 perhitungan sebagai berikut : 21.23 % lxi .00 Rentabilitas = 122.850.

36 42.53 23.2 Analisis Standar Rentabilitas Koperasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UKM pada tahun 1997 telah menetapkan standar tingkat rentabilitas modal sendiri adalah sebesar 14 % (Dep.79 24.49 18.17 31.13 30.81 18.50 Rentabilitas (%) Tahun 2005 18.22 35.93 12.61 25.89 23.24 43.69 37.51 37.61 31.Kop.21 20.33 18.56 19.29 38.67 13.05 38.83 15.91 27.27 21.34 33.63 17.72 35.07 30.49 22.60 22.23 18. 1997).29 21.44 25.56 20.70 19.77 21.13 34.62 15.02 19.39 23.52 19.82 32.87 24.00 20.00 35. lxii .43 34.19 21.67 22.48 22.37 31.47 34. Apabila rentabilitas < 14% maka koperasi tersebut belum memenuhi syarat standar rentabilitas koperasi.21 30.PK dan M.05 29.09 32.06 21.14 33.63 31. sedangkan apabila nilai rentabilitasnya > 14% maka koperasi tersebut sudah memenuhi standar rentabilitas koperasi yang telah ditentukan.92 24.85 21.28 2006 15.79 26.70 20.44 22.87 30.07 38.23 31.84 21.92 22.73 24.76 18.96 31.38 37.47 25. 5 Rekapitulasi Rentabilitas KSU Kabupaten Blora Tahun 2004 – 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong .17 24.65 27.92 43.Tabel.83 20.53 4.84 19.00 33.09 22.21 22.08 19.64 26.38 40.25 46.3.11 13.38 41.99 18.Royong Kenanga Setia Mitra Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul 2004 16.

92 %.27 %. walaupun dari tahun kemarin nilai rentabilitas naik tetapi masih dibawah 14%. Pada Tahun 2006 KSU Mekar Sari nilai rentabilitasnya sebesar 13.21 %. Pada tahun 2004 KSU Mekar Sari nilai rentabilitasnya sebesar 13. 2005. jadi pada tahun 2004 KSU Mekar Sari belum memenuhi standar rentabilitas.3. 5 Koperasi Mekar Sari pada tahun 2004. dan 2006 belum memenuhi standar rentabilitas koperasi. Berdasarkan perhitungan statistik SPSS diperoleh hasil analisis yang diperoleh sebagai berikut: lxiii .3 Analisis Statistik Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. berarti pada tahun 2004 – 2006 KSU Mekar Sari belum memenuhi standar rentabilitas koperasi. berarti masih dibawah 14 %. c. berarti pada tahun 2005 KSU Mekar Sari belum memenuhi standar rentabilitas dan nilai rentabilitasnya menurun. Pada Tahun 2005 KSU Mekar Sari nilai rentabilitasnya sebesar 12. 4. b. Pada tahap selanjutnya dilakukan evaluasi ekonometrika atau uji asumsi klasik untuk menguji model regresi yang dihasilkan. masih juga dibawah 14%.Berdasarkan Tabel. Hal ini dapat di lihat pada penjelasan berikut ini: a.

379 .4.4098% dengan standar deviasi 7. 1 (Constant) Modal_Sendiri_ Jutaan_Rupiah Modal_Pinjama n_Jutaan -.3.435 – 0.464juta dengan standar deviasi Rp. 6 Descriptive Statistics Mean Rentabilitas_% Modal_Sendiri_Jutaan_Rupiah Modal_Pinjaman_Jutaan Rupiah 26. diperoleh persamaan regresi berganda selama rata-rata tahun 2004-2006 sebagai berikut: Y = 38. Deviation 7.02927 13.1 Deskriptive Statistics Tabel. 24. c.912 -.113.98165 24.042 t Sig.2 Persamaan Regresi Linier Berganda Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS diperoleh data sebagai berikut : Tabel. B Error 38. 7 Coefficients(a) Mod Unstandardized Coefficients Std.9616 Std. Rata-rata modal pinjaman (dengan jumlah 90) adalah Rp.029 juta.368 -.000 .059 Standardized Coefficients Beta 8.081 Rupiah a Dependent Variable: Rentabilitas_% Sumber : Pengolahan Data SPSS Dari data SPSS.3.3. 4.50747 N 90 90 90 Sumber: Pengolahan Data SPSS Bagian ini menjelaskan statistik singkat masing-masing variabel a.4098 113.000 .122 X1 – 0. Rata-rata rentabilitas (dengan jumlah data 90) adalah 26. b.962juta dengan standar deviasi Rp.137 -3.982%.703 -1. 13.3.122 .313 -.033 . 22. Rata-rata modal sendiri (dengan jumlah data 90) adalah Rp.507juta.081 X2 lxiv .435 4.4641 22.

Analisis persamaan regresi berganda tersebut adalah sebagai berikut: 1..3 Koefisien Determinasi Dalam regresi linier berganda dilakukan dianalisis koefisien regresi (R²). 2002:45). 1. Apabila R² mendekati satu maka dapat dikatakan semakin kuat kemampuan variabel bebas dalam model regresi tersebut dalam menerangkan variabel terikat. 1.3. 4. 8 Model Summary(b) Model 1 R . Konstanta sebesar 38..32943 Sumber : Pengolahan Data SPSS Pada kolom R Square.sementara modal sendiri tetap.435 menyatakan jika tidak ada modal sendiri dan modal pinjaman. koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh modal sendiri dan modal pinjaman secara simultan terhadap lxv .3. 3.419(a) R Square .sementara modal pinjaman tetap. Koefisien regresi X1 sebesar -0.122 artinya jika modal sendiri mengalami peningkatan sebesar Rp. Error of the Estimate 7. 2. maka akan menyebabkan penurunan rentabilitas sebesar 0.081 %.122 %. R² pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel dependen atau variabel terikat (Ghozali. Besarnya nilai koefisien determinasi R² dapat dilihat pada table berikut ini: maka akan Tabel. maka nilai rentabilitas sebesar 38. Koefisien regresi X2 sebesar -0.081 artinya jika modal pinjaman mengalami peningkatan sebesar Rp.435%. menyebabkan penurunan rentabilitas sebesar 0. dan sebaliknya apabila R² mendekati nol maka semakin lemah variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat.176 Adjusted R Square .157 Std.

185 r2 0. Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan SPSS. koefisien determinasi parsial (r²) dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel. Koefisien determinasi parsial (r²) dapat ditentukan dari besarnya kuadrat koefisien (r). Selain melakukkan analisis koefisien determinasi secara simultan (R²).256 -0.034225 : Data sekunder yang diolah Berdasarkan Tabel. juga perlu dilakukan analisis besarnya koefisioen determinasi secara parsial(r²) untuk masing-masing variabel bebas.065536 0. sedangkan sisanya sebesar 82.56 % untuk modal sendiri dan 3. Besarnya koefisien determinasi selama rata-rata tahun 2004-2006 adalah 0.rentabilitas. 9 menunjukkan bahwa sumbangan masing-masing variabel independen terhadap rentabilitas modal sendiri adalah 6.176. Hal ini berarti bahwa 17.40% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.60% rentabilitas dipengaruhi oleh modal sendiri dan modal pinjaman. lxvi .42% untuk modal pinjaman. 9 Nilai r dan r2 Variabel Modal Sendiri Modal Pinjaman Sumber r -0.

.05 maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi rentabilitas.3. Karena probabilitas yang diperoleh (0. Modal_Pinjaman_Jutaan Rupiah.690 5669. namun apabila probabilitas yang diperoleh > 5% maka berarti variabel bebas secara bersama-sama tidak mampu menjelaskan variabel terikatnya.4 Uji Hipotesis a.272 dengan tingkat signifikansi 0. Sehingga bisa dikatakan modal sendiri dan modal pinjaman secara bersama-sama berpengaruh terhadap rentabilitas pada KSU di Kabupaten Blora. Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel. namun apabila tingkat signifikan yang diperoleh > 5% maka lxvii .903 df 2 87 89 Mean Square 498.4.213 4673.000) kurang dari 0. didapat F hitung sebesar 9.3.721 F 9. Apabila tingkat signifikan yang diperoleh < 5% maka berarti variabel bebas mampu menerangkan variabel terikat.000. 10 Annova Model 1 Sum of Squares Regressio n Residual Total 996. Modal_Sendiri_Jutaan_Rupiah b Dependent Variable: Rentabilitas_% Sumber : Pengolahan Data SPSS Berdasarkan hasil uji ANOVA.000(a) a Predictors: (Constant). b. Uji Simultan (Uji F) Apabila probabilitas yang diperoleh < 5% maka berarti variabel bebas mampu menjelaskan variabel terikat secara simultan.272 Sig. Uji Parsial (Uji t) Uji t menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.106 53.

11 Nilai t Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) Std.703 dengan signifikansi 0.000 .042 Sumber: Pengolahan Data SPSS Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel.033 -. Untuk variabel modal pinjaman diperoleh nilai thitung sebesar -1.05 atau dengan kata lain probabilitas di bawah 0.000.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel modal sendiri berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas sehingga H1 diterima.122 i_Jutaan_Rup iah Modal_Pinja man_Jutaan -.379 .042.05 sehingga H1 diterima. Dengan demikian tingkat signifikansi adalah di bawah 0.11 menunjukkan bahwa untuk variabel modal sendiri diperoleh yaitu thitung sebesar -3.703 Sig.379 dengan signifikansi 0. . Dari hasil pengolahan data dengan SPSS diperoleh nilai t sebagai berikut : Tabel.059 -. Error 4. atau dengan kata lain modal pinjaman berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas.368 Standardized Coefficients Beta t 8.081 Rupiah a Dependent Variable: Rentabilitas_% .137 -1. lxviii .435 Modal_Sendir -.912 -3. Dengan demikian terlihat bahwa tingkat signifikansi adalah di bawah 0.313 .000 38.berarti variabel bebas tidak mampu menjelaskan variabel terikatnya.05 atau dengan kata lain probabilitas di bawah 0.

Berdasarkan pengolahan data menggunakan SPSS memberikan hasil sebagai berikut : Tabel.35.157 Std.655 Sumber : Pengolahan Data SPSS Hasil pengujian autokorelasi pada Tabel. Dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terjadi Autokorelasi atau Uji Non Autokorelasi terpenuhi.4.5 Pengujian Model (Ekonometrika) a.65 < 1. 10 menunjukan nilai Durbin-Watson yang diperoleh dari pengolahan data SPSS adalah 1.3. Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji model yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Ini menunjukkan bahwa 1.32943 Durbin-Watson 1. b.419(a) R Square .3.176 Adjusted R Square . 12 Hasil Pengolahan Durbin Watson Model 1 R . Autokorelasi Uji Durbin-Watson dapat dipergunakan untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dalam suatu model regresi. Error of the Estimate 7. Dari hasil pengolahan data SPSS diperoleh hasil output sebagai berikut : lxix .655.655 < 2.

187 -. Test distribution is normal b.0 0. Tabel.0 0.8 1. Sig. 6 Menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai dalam penelitian. Calculated from data lxx .487 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.6 0.0 0. (2-tailed) a. 2 Chart Normalitas 0. Deviation Absolute Positive Negative 90 202. 5 Chart Normalitas Berdasarkan Gambar.6 Gambar. Ini karena plot tersebut menunjukkan bahwa titik-titiknya tersebar disekitar garis lurus.4 Expected Cum Prob 0.4 0.187 .8 : 0. 13 Nilai Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual N b Normal Parametersª· Most Extreme Differences Mean Std.2 0.148 .836 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa asumsi kenormalan terpenuhi.9100 2.2 0.Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Rentabilitas_% 1.0 Observed Cum Prob Sumber: Pengolahan Data SPSS Gambar.6895 .

000 .957 dan VIF untuk variabel modal sendiri dan modal pinjaman sebesar 1.045.059 -.05 sehingga uji normalitas terpenuhi.045 1.081 Std.703 1.368 -. Konsekuensi adanya multikolinearitas adalah koefisien regresi variabel tidak tertentu dan kesalahan menjadi tidak terhingga. Dengan demikian model regresi dalam penelitian ini tidak terdapat multikolinieritas dikarenakan nilai VIF < 5.122 -.957 . 11 diperoleh nilai tolerance sebesar 0.042 .033 .912 -3. 14 Nilai Multikolinearitas Unstandardized Coefficients B 1 (Constant) Modal_Sendiri_J utaan_Rupiah Modal_Pinjaman _Jutaan Rupiah 38.045 t Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF Model a Dependent Variable: Rentabilitas_% Sumber : Pengolahan Data SPSS Berdasarkan perhitungan SPSS pada Tabel. Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lxxi .957 1. c. Error 4.313 . Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dapat diketahui dengan melihat besaran VIF dan tolerance. Hal ini ditujukkan dari nilai signifikansi KolmogorovSmirnov tersebut lebih besar dari 0.379 .000 . Multikolinearitas Multikolinearitas mempunyai arti ada hubungan linear yang sempurna atau pasti diantara beberapa variabel atau semua variabel bebas dalam regresi. d.435 -.137 Standardized Coefficients Beta 8. Dari pengolahan data dengan SPSS diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel.Berdasarkan hasil uji normalitas data menunjukan bahwa seluruh variabel sudah berdistribusi normal.

Selain dengan scatterplot uji heteroskedastisitas juga bisa dilakukan dengan uji Glejser. Scatterplot Dependent Variable: Rentabilitas_% e2 u l a V d e t c i0 d e r P d e z i -2 d r a d n a t S -4 n o i s s e r g e-6 R 10. Hal itu dibuktika pada titik-titik yang menyebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y yang tidak teratur dan tidak membentuk pola tertentu. Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan scatterplot.00 Sumber: Pengolahan Data SPSS Rentabilitas_% Gambar.00 20. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali. 6 Chart Heteroskedastisitas Berdasarkan gambar tersebut maka tidak terjadi heteroskedastisitas pada model rergresi. 2005:105).00 50.00 40.yang lain.00 30. Apabila titik-titik membentuk suatu pola tertentu maka diindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. lxxii .

463 Sumber: Pengolahan Data SPSS Berdasarkan hasil uji Glejser juga menunjukkan bahwa tidak satupun variabel bebas yang memiliki tingkat signifikan kurang dari 0.126 -1.Tabel.321 (Constant) Modal_Sendir i_Jutaan_Rup iah Modal_Pinja man_Jutaan Rupiah a Dependent Variable: I e I -. memenuhi asumsi non multikolinearitas. 15 Uji Heteroskedastisitas Glejser Unstandardized Coefficients Model 1 B 33. Berdasarkan pengujian model (Ekonometrika) menunjukkan bahwa persamaan model regresi linear berganda memenuhi pengujian antara lain persamaan regresi memenuhi asumsi linearitas. Pembahasan 4. ini berarti tidak terjadi gangguan model yang signifikan.941 -.004 .025 Standardized Coefficients Beta t 9.143 -2.846 Sig. Error 3.1 Pengaruh Modal Sendiri terhadap Rentabilitas Modal sendiri merupakan modal yang mempunyai resiko.036 Std. Modal sendiri juga merupakan salah satu aspek pokok untuk mengukur tingkat rentabilitas. memenuhi asumsi non autokorelasi.000 . Sehingga model regresi ini tidak mempunyai masalah heteroskedastisitas.104 . Sehingga persamaan regresi linear berganda tersebut sudah termasuk BLUE (Best Liniear Unbiased Estimator).4.526 .4. dan memenuhi kriteria normalitas.05.074 -. yang berasal dari anggota koperasi. 4.490 -. Modal sendiri menunjukan besarnya modal yang tidak mempunyai beban bunga dalam mengoperasionalkan usahanya. . lxxiii .

042. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pertama.87%. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa modal sendiri yang cenderung naik menyebabkan rentabilitas yang dihasilkan semakin berkurang.113. Apabila modal sendiri meningkat 1 (satu) rupiah maka rentabilitas mengalami penurunan 0.333.000.122%.33 nilai rentabilitas rata-rata menunjukkan sebesar 26.11% serta pada tahun 2006 sebesar Rp.114.490.860.112.000. Dalam hasil uji t menunjukkan bahwa modal sendiri berpengaruh terhadap rentabilitas dikarenakan sig. Hal ini sesuai dengan hasil Penelitian Pieter Lienenpun (2002) yang memperoleh kondisi bahwa penggunaan modal sendiri yang besar tidak selalu menjamin akan perolehan sisa hasil usaha dan nilai rentabilitas yang besar pula. Dengan demikian dapat diprediksikan bahwa modal sendiri mempunyai pengaruh terhadap nilai rentabilitas.. Pada beberapa koperasi menggunakan modal sendiri untuk pengoperasian usaha namun tingkat lxxiv . Berdasarkan data yang diperoleh ini menunjukan bahwa besarnya modal sendiri pada KSU Kabupaten Blora tahun 2004-2006 rata-rata tinggi. sehingga anggota harus mempertimbangakan modal sendiri dalam menganalisis rentabilitas atau kemampuan koperasi dalam memperoleh laba yang besar dalam memanfaatkan modalnya.05.25% pada tahun 2005 Rp. < 0.00 dan nilai rentabilitas rata-rata sebesar 25.Dari hasil SPSS yang diperoleh menunjukan bahwa korelasi antara modal sendiri dengan rentabilitas adalah negatif dan signifikan.00 nilai rentabilitas rata-rata pada tahun 2004 sebesar 27. semakin tinggi penggunaan modal sendiri menyebabkan resiko yang ditanggung semakin tinggi pula. Modal sendiri rata-rata pada tahun 2004 sebesar Rp.

Modal pinjaman berpengaruh secara lxxv . Berdasarkan hasil penelitian dan hasil olah data SPSS menunjukan bahwa korelasi antara modal pinjaman dan nilai rentabilitas modal sendiri adalah negatif dan signifikan. juga berarti jumlah anggota yang sedikit. penggunaan beban operasional yang terlalu besar sehingga mengurangi pendapatan dan hal ini berpengaruh pada perolehan nilai rentabilitas. Keempat. Ketiga.081%.penjualannya tidak sesuai dengan perencanaan. sehingga kerugian yang diakibatkan ditanggung sepenuhnya oleh modal sendiri. Kedua. 4. bank.2. maupun koperasi yang lain. Modal pinjaman yang semakin meningkat setiap tahun merupakan indikator bahwa perusahaan memiliki modal sendiri yang belum cukup untuk digunakan mengoperasikan usahanya. Dimana besarnya modal pinjaman berpengaruh negatif terhadap rentabilitas. atau usaha yang dijalankan membutuhkan modal yang besar.4. Apabila modal pinjaman meningkat 1 (satu) rupiah maka rentabilitas mengalami penurunan 0. sindikat. umumnya koperasi melakukan kesalahan perhitungan manajemen persediaan yang mengakibatkan menumpuknya persediaan barang sehingga ada beberapa barang yang rusak dan terciptanya biaya penyimpanan dan perawatan. Selain itu modal pinjaman yang tinggi berarti bahwa modal sendiri yang belum cukup.. banyak dana yang menganggur di kas dan tidak menghasilkan pendapatan yang maksimal sehingga pendapatannya menjadi rendah dan akan menurunkan nilai rentabilitas serta pengembalian atas modal koperasi yang tidak tepat waktu. Pengaruh Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas Modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pinjaman-pinjaman seperti utang dagang.

lxxvi .67. 22.333.666. Hal ini disebabkan karena penggunaan modal pinjaman terdapat beban bunga yang akan mengurangi pendapatan.33.266. Dengan demikian dapat diprediksikan bahwa modal pinjaman mempunyai pengaruh terhadap rentabilitas. sehingga penggunaan modal pinjaman dalam operasional koperasi akan menurunkan rentabititas 72. dan tahun 2006 Rp.33. 21.333.889.05 yang berarti H1 diterima. Tahun 2004 Rp. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa korelasi antara modal pinjaman terhadap rentabilitas signifikan hal ini ditunjukkan dengan nilai sig. Hasil penelitian ini sesuai dengan pengamatan Umi Mukholifah (2005) yang berjudul Pengaruh Modal Pinjaman terhadap Rentabilitas pada KPRI Bhakti Praja Propinsi Jawa Tengah 1998-2003 yang menyatakan ada pengaruh antara modal pinjaman terhadap rentabilitas.5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya modal pinjaman pada KSU di Kabupaten Blora rata-rata tiap tahunnya mengalami penurunan.755.negatif terhadap rentabilitas modal sendiri berarti bahwa semakin besar penggunaan modal pinjaman maka semakin kecil laba bersih yang dihasilkan karena adanya beban bunga sehingga nilai rentabilitas modal sendiri yang dihasilkan juga semakin menurun. sebesar 0.5%. sehingga nilai rentabilitas modal sendiri yang diperoleh semakin kecil. Bentuk pegaruh tersebut adalah negatif 72.042 < 0. begitu juga sebaliknya semakin kecil penggunaan modal pinjaman maka semakin besar rentabilitas modal sendirinya. 24. tahun 2005 rata-rata sebesar Rp.

Koperasi hanya berusaha mengembangkan modal sendiri tetapi tidak dibarengi dengan langkah – langkah mengembangkan usaha. menunjukkan bahwa modal sendiri dan modal pinjaman secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap rentabilitas modal sendiri pada Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kabupaten Blora pada tahun 2004-2006.4.3. Hal ini ditunjukkan pada uji simultan dengan tingkat signifikansi 0. dengan kata lain secara simultan atau bersama-sama modal sendiri dan modal pinjaman berpengaruh terhadap rentabilitas. Hal ini disebabkan karena pengurus koperasi kurang memperhitungkan dan memanfaatkan modalnya baik modal sendiri maupun modal pinjaman dengan baik.000 berarti H0 ditolak.4. Para anggota koperasi meyakini bahwa modal sendiri yang tinggi dapat meningkatkan lxxvii . maksudnya apabila kedua variabel tersebut (modal sendiri dan modal pinjaman) naik maka dapat menyebabkan nilai rentabilitas akan menurun. Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas Berdasarkan hasil penelitian dan hasil olah data SPSS. Dimana kedua variabel tersebut berpengaruh terhadap rentabilitas yang arah hubungannya berlawanan. Sehingga pada Koperasi Serba Usaha(KSU) di Kabupaten Blora mempunyai modal yang sangat besar namun modalnya tidak berkembang atau modalnya banyak yang menganggur di kas dan tidak menghasilkan pendapatan yang maksimal. Ini disebabkan karena koperasi sadar akan adanya beban bunga dan cicilan yang harus dibayar yang besarnya tidak sebanding dengan pendapatan operasional yang dihasilkan dari modal pinjaman. Sedangkan penggunaan modal pinjaman pada Koperasi Serba Usaha di Kabupaten Blora rata – rata mengurangi jumlah modal pinjamannya.

hendaknya para anggota koperasi atau seluruh pengurus koperasi dan yang bersangkutan juga jangan berpedoman pada modal sendiri dalam menganalisis rentabilitas. lxxviii . efisiensi biaya operasional. dan struktur modal koperasi. harus benar-benar mempertimbangkan penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman dalam mengoperasikan usaha koperasi dan mempertimbangkan jenis usaha koperasi tersebut serta dilihat dari tingkat penjualannya.SHU yang dihasilkan. Walaupun berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sendiri berpangaruh signifikan terhadap rentabilitas. profit margin. Namun modal sendiri dalam penelitian ini juga menunjukkan efek negatif.

40% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dari hasil SPSS menunjukkan koefisien 0. c. Besarnya pengaruh tersebut adalah 17. Modal sendiri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rentabilitas pada KSU di Kabupaten Blora secara parsial.042. b. lxxix .1.122 dengan tingkat signifikasi 0. Modal Pinjaman berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas pada KSU di Kabupaten Blora secara parsial. kesalahan perhitungan persediaan dan tidak memanfaatkan modal sendiri dengan baik sehingga banyak modal yang tidak berjalan. d. Dari hasil penelitian ini dari sampel 30 KSU terdapat 1 (satu) KSU yang belum memenuhi standar rentabilitas yaitu KSU Mekar Sari.000. Ditunjukkan dari hasil pengolahan SPSS koefisien sebesar 0.081 dengan arah berlawanan dan tingkat signifikasi 0. Modal sendiri dan modal pinjaman berpengaruh signifikan secara bersamasama terhadap rentabilitas secara simultan.2006. dapat disimpulkan sebagai berikut: a.BAB V PENUTUP 5. Terdapat 3% Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kabupaten Blora yang belum dapat memenuhi standar rentabilitas koperasi yang telah ditentukan. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada KSU di Kabupaten Blora tahun 2004 . Hal ini disebabkan karena kurangnya perencanaan dalam memprediksi penjualan sehingga menyebabkan kerugiaan.60% sedangkan sisanya sebesar 82.

oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya diharapkan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi rentabilitas selain modal sendiri dan modal pinjaman. b.5. lxxx . maka KSU harus memperhatikan Aktiva lancar pada kas yang tidak perlu terlalu banyak karena banyaknya aktiva lancar pada kas berarti banyak dana yang beku dan tidak menghasilkan pendapatan. Dalam pengoperasian usaha koperasi perlu adanya rencana yang matang untuk memperoleh laba bersih yang besar. maka peneliti memberikan saran sebagai berikut : a. Perlu adanya pertimbangan seberapa besar penggunaan modal sendiri dan modal pinjaman dalam menjalankan usahanya. sehingga pendapatan akan meningkat dan SHU yang diterima anggota semakin meningkat. Biaya operasional harus selalu ditekan seminimal mungkin dengan mengurangi biaya yang tidak diperlukan. c. Saran Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian di atas yang menunjukkan bahwa modal sendiri memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan modal pinjaman. Penelitian ini masih terdapat keterbatasan pengukuran. d. Agar rentabilitas modal sendiri yang diperoleh KSU meningkat atau menjadi efisien yaitu memenuhi standar dari Perkoperasian.2.

5. Bandung: Alumni. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Bambang.T. Vo. Prosedur Penelitian. Edisi Kesembilan. Arikunto. Lienenpun. lxxxi . Jakarta: Erlangga. Partadiredja. Analisa Manajemen Permodalan Modern. Ace. 1995.Damodar. Prinsip –prinsip Manajemen Keuangan. Hadiwidjaja. Ghozali. 2005. Yogyakarta: Rineka Cipta. 2 . Pieter. Analisis Regresi. 1997.U. Yogyakarta: Liberty. Profitabilitas Ekuitas dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Studi pada Beberapa KUD di Kota Ambon). Umi. 2000. 1997 .. Modal Koperasi. 1999. 2002. No. Bringham. Yogyakarta: BPFE. Bandung: CV.H. Mukholifah. Ekonometrika Dasar. Yogyakarta: BPFE. Bandung: Pionir Jaya.Rivai. Amidipradja. Pengelolaan Koperasi. 1997. Manajemen Koperasi. Gilarso. Petunjuk Praktis tentang Cara Mendirikan dan Mengelola Koperasi di Indonesia. Yogyakarta: BPFE. Journal of Accounting Research.M. Pionir Jaya. 2001. Analisa Laporan Keuangan. (Buku Satu: Alih Bahasa Heru Sutojo). 2005. 2002. Yogyakarta: Kanisius. Cetakan Keempat. 2005. Semarang: Badan Penerbit Unversitas Diponegoro. Komarudin.DAFTAR PUSTAKA Algifari. Purwanto. Neraca Koperasi. dan Jhon. Universitas Kristen Indonesia Maluku. Gurajati.F dan Joel. 2001. Semarang: UNNES Munawir.C.E. Riyanto. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan.Talman dan Wirasasmita. Jakarta: Salemba Empat. Horn. Imam. 1995. 1993.Suharsimi.Wachowich. Semarang: Aneka Ilmu.F. Manajemen Keuangan.James. Jakarta: Bhratara. Pengaruh Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas Pada KPRI Bhakti Praja Propinsi Jawa Tengah. 1993.

2003. lxxxii . 1993. Wahid. Sulaiman. 2003. Perkoperasian. Semarang: UNNES.Singgih. Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas Modal Sendiri pada KUD-KUD di Kabupaten Karanganyar.5. Wasis. Jakarta: Elex Media Komputindo. Masalah Statistik dengan SPSS versi 11.Santoso. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 1992. Salatiga:UKSW. Pembelanjaan Perusahaan. Sri Handayani. 2004. Analisis Regresi Menggunakan SPSS. Semarang: Aneka Ilmu. tentang Wara. Yogyakarta: Andi Offset. Cetakan Pertama.

00 140.00 85.500.000.00 25.000.000.000.000.600.500.000.00 104.00 44.00 120.24 43.000.00 92.000.650.000.000.85 21.000.000.00 32.000.000.000.00 32.450.00 21.000.00 109.00 19.000.00 33.000.000.630.00 215.00 17.500.00 110.44 22.000.000.000.14 33.000.00 20.00 115.79 26.000.00 100.000.150.00 21.000.00 35.00 109.05 38.000.00 25.000.500.84 19.62 15.000.000.00 101.000.00 99.500.09 32.500.27 21.130.930.000.000.000.84 21.00 110.980.00 40.950.00 105.81 18.530.00 42.49 18.00 21.500.LAMPIRAN 1 TABULASI DATA RENTABILITAS KSU KABUPATEN BLORA TAHUN 2004 NO Nama Koperasi Modal Sendiri 111.000.000.000.560.87 30.580.000.00 SHU 18.000.000.00 101.000.000.500.00 35.500.000.Royong 14 Kenanga 15 Setia Mitra 16 Dumadi 17 Dharma Aji 18 Mekar Sari 19 Gawe Makmur 20 Barokah 21 Setia Kawan 22 Artha Kencana 23 Mitra Usaha Mandiri 24 Perintis 25 Nusa 26 Sido Makmur 27 Xela Group 28 Bina Bersama 29 Mitra Sejati 30 Unggul lxxxiii .00 28.00 106.00 Rentabilitas(%) (SHU/Modal Sendiri) x 100% 16.050.82 32.000.00 27.120.00 113.620.000.000.355.00 106.65 27.00 20.00 101.00 105.000.00 21.250.00 125.000.630.000.100.52 19.000.00 34.000.00 23.650.00 100.00 112.00 27.650.00 20.350.000.00 21.00 127.00 34.000.64 26.13 30.000.29 21.00 96.00 37.11 13.000.700.100.70 19.000.000.36 42.000.500.000.000.000.500.00 19.000.000.130.00 165.05 29.250.00 32.000.000.500.00 28.000.000.000.000.50 1 Manunggal Karep 2 Surya Sejahtera 3 Mitra Usaha 4 Makmur 5 Bina Harapan Bangsa 6 Kawulo Alit Perjuangan 7 Surya Mustika 8 Nurmadina 9 Sri Rejeki 10 Sejahtera 11 Kartika Buana 12 Mustika Justice 13 Mega Gotong .000.000.530.000.00 102.000.00 42.63 17.000.000.530.000.000.000.92 22.51 37.650.00 95.650.

000.000.00 29.000.000.61 25.500.99 18.00 22.000.000.630.Royong Kenanga Setia Mitra Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul Modal Sendiri 119.00 25.350.00 120.000.19 21.080.270.105.000.000.250.00 107.00 26.000.850.750.000.500.650.700.000.250.000.00 23.00 32.350.500.500.000.07 30.680.000.000.00 20.500.72 35.13 34.000.29 38.830.00 98.00 20.000.00 26.900.000.780.00 109.00 33.70 20.230.830.180.000.000.000.000.77 21.00 30.750.96 31.00 38.00 110.000.000.06 21.00 34.33 18.000.00 37.000.00 31.00 99.TABULASI DATA RENTABILITAS KSU KABUPATEN BLORA TAHUN 2005 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong .000.000.00 103.00 22.00 125.000.000.000.00 95.150.000.00 90.000.87 24.000.000.00 115.000.17 24.000.00 112.02 19.000.00 34.000.00 100.00 Rentabilitas(%) (SHU/Modal Sendiri) x 100% 18.000.000.000.000.38 41.00 39.21 20.000.500.00 19.000.00 91.89 23.000.00 104.000.500.000.000.000.480.000.500.000.00 20.00 45.700.00 43.000.00 20.00 105.00 SHU 21.00 33.600.00 213.000.00 96.00 19.650.500.00 109.500.00 109.000.250.23 31.000.000.000.28 lxxxiv .93 12.350.56 19.21 30.000.000.00 22.380.21 22.250.00 33.00 112.000.00 105.37 31.00 109.000.000.000.000.000.000.00 113.000.000.000.850.000.48 22.980.00 26.00 161.640.00 42.500.43 34.00 127.00 92.000.23 18.00 23.07 38.000.000.00 140.780.850.00 108.

000.00 23.000.000.000.53 lxxxv .000.34 33.500.500.00 90.500.000.000.000.00 104.69 37.00 102.00 37.000.000.350.000.09 22.700.000.000.000.000.00 29.44 25.000.000.00 99.60 22.00 95.47 34.750.00 130.47 25.000.00 39.000.000.000.000.330.000.000.250.22 35.000.000.00 33.00 111.000.000.00 94.200.49 22.000.630.000.000.00 125.92 24.000.00 116.00 41.000.230.00 112.000.00 161.00 101.Royong Kenanga Setia Mitra Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul Modal Sendiri 122.00 30.650.880.00 110.00 39.880.050.150.00 120.67 22.500.500.00 114.500.000.970.000.00 22.000.000.500.000.00 28.17 31.000.250.000.56 20.00 102.00 110.355.100.000.38 37.00 41.73 24.000.00 35.79 24.00 30.000.000.000.67 13.750.500.000.91 27.000.500.200.63 31.000.00 23.630.000.TABULASI DATA RENTABILITAS KSU KABUPATEN BLORA TAHUN 2006 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong .000.25 46.08 19.000.00 18.00 26.00 37.00 142.000.000.00 110.92 43.00 48.000.000.000.000.080.61 31.000.00 213.000.000.000.00 42.980.00 23.000.00 SHU 19.000.000.00 45.00 21.00 25.180.450.000.650.650.00 105.000.000.000.530.00 112.38 40.00 28.460.83 20.00 90.00 120.000.00 81.53 23.500.00 111.39 23.000.00 22.00 104.00 21.250.76 18.000.83 15.000.000.500.00 26.000.500.000.000.00 Rentabilitas(%) (SHU/Modal Sendiri) x 100% 15.00 29.00 18.000.100.00 106.

00 95.000.000.000.000.500.00 2006 122.00 99.00 110.000.000.830.00 105.000.000.500.000.00 91.000.000.00 101.000.Royong Kenanga Setia Mitra Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul 2004 111.000.000.650.000.00 114.00 110.00 99.500.000.000.000.000.00 125.000.500.000.000.000.00 111.000.700.00 105.00 105.000.830.00 113.000.000.000.000.880.000.000.000.000.00 102.000.000.00 112.000.000.500.000.000.000.00 130.00 109.00 95.000.000.00 104.00 100.00 108.00 105.000.000.000.500.000.000.500.500.000.00 98.00 109.00 109.000.000.00 165.00 110.000.000.100.000.000.000.000.650.000.00 106.00 102.000.00 109.100.000.00 112.00 125.00 215.00 116.000.000.00 161.000.500.500.00 120.00 115.500.000.000.000.150.000.00 213.000.00 81.000.000.00 112.00 106.000.000.500.500.000.00 96.650.00 112.00 213.000.000.00 142.000.500.000.00 100.000.500.000.650.000.00 105.000.000.000.000.250.000.00 90.000.000.00 120.500.500.00 125.00 92.00 109.500.500.500.000.000.000.000.000.000.00 113.00 Modal Sendiri (Rp.00 110.750.000.500.000.00 120.00 94.000.000.00 90.000.000.00 110.000.00 102.880.000.000.00 92.000.000.650.000.00 95.000.000.00 112.000.00 127.00 127.00 90.00 lxxxvi .000.000.00 101.00 100.000.150.000.500.00 85.00 115.500.000.00 140.000.00 101.000.00 107.00 110.00 140.00 101.000.000.000.00 109.00 103.650.000.000.00 106.000.500.000.000.500.000.000.000.00 120.650.000.500.000.00 96.LAMPIRAN 2 TABULASI DATA MODAL SENDIRI KSU KABPATEN BLORA TAHUN 2004 – 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong .00 111.000.00 99.00 104.600.000.00 161.000.000.000.00 104.500.) Tahun 2005 119.000.500.00 104.

000.00 42.000.00 31.000.000.000.00 7.000.000.000.00 19.500.000.500.00 6.000.000.00 18.000.000.150.000.000.500.00 27.000.000.00 Modal Pinjaman (Rp.000.500.750.000.000.00 15.000.00 10.500.000.00 7.950.00 43.00 33.00 6.00 17.500.550.00 5.000.00 17.000.00 22.250.000.000.00 10.000.000.00 22.000.000.000.00 43.00 20.00 27.000.00 31.00 20.00 10.000.000.00 29.00 37.500.250.000.00 47.150.500.000.000.00 34.450.500.000.000.600.500.000.000.00 32.000.00 34.000.00 20.000.000.00 9.000.00 35.250.000.500.00 51.00 50.000.00 20.080.00 15.950.000.500.000.00 31.100.000.000.000.500.000.Royong Kenanga Setia Mitra Dumadi Dharma Aji Mekar Sari Gawe Makmur Barokah Setia Kawan Artha Kencana Mitra Usaha Mandiri Perintis Nusa Sido Makmur Xela Group Bina Bersama Mitra Sejati Unggul 2004 50.00 20.000.00 6.00 41.00 26.00 19.200.00 24.450.00 42.000.100.00 2006 44.00 6.000.500.) Tahun 2005 41.550.000.500.000.000.100.00 40.00 7.100.000.000.00 12.000.000.00 32.000.00 16.00 17.500.000.00 50.00 10.000.000.00 7.500.000.00 15.000.000.00 27.00 10.00 20.560.000.600.000.000.000.000.300.000.00 lxxxvii .000.00 7.000.000.00 22.000.00 10.500.00 48.00 32.000.00 8.650.500.000.000.000.00 16.000.00 7.250.00 16.000.000.600.450.000.00 10.000.000.00 5.00 5.00 49.00 17.500.750.100.00 30.100.00 27.000.000.000.00 34.450.00 12.00 20.100.000.000.00 10.100.00 26.500.450.000.700.000.500.000.000.00 7.500.500.000.LAMPIRAN 3 TABULASI DATA MODAL PINJAMAN KSU KABPATEN BLORA TAHUN 2004 – 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Koperasi Manunggal Karep Surya Sejahtera Mitra Usaha Makmur Bina Harapan Bangsa Kawulo Alit Perjuangan Surya Mustika Nurmadina Sri Rejeki Sejahtera Kartika Buana Mustika Justice Mega Gotong .000.000.000.000.000.00 30.000.000.000.000.000.000.000.000.00 17.500.000.000.000.00 7.450.000.250.000.00 24.00 11.

397 -. b Dependent Variable: Rentabilitas_% lxxxviii .9616 Std.000 90 90 90 Modal_Sendiri_J utaan_Rupiah -. .000 . .98165 24.024 90 90 90 Modal_Pinjaman_ Jutaan Rupiah -.397 1.4098 113.208 .000 -.LAMPIRAN 4 Regression Descriptive Statistics Mean 26.02927 13.024 . Modal_Sen diri_Jutaan_ Rupiah(a) Variables Removed Model 1 Method . 90 90 90 Sig.50747 N 90 90 90 Rentabilitas_% Modal_Sendiri_Jutaan_Rupiah Modal_Pinjaman_Jutaan Rupiah Correlations Pearson Correlation Rentabilitas_% Modal_Sendiri_Jutaan_ Rupiah Modal_Pinjaman_Jutaa n Rupiah Rentabilitas_ % 1. Enter a All requested variables entered. (1-tailed) Rentabilitas_% Modal_Sendiri_Jutaan_ Rupiah Modal_Pinjaman_Jutaa n Rupiah N Rentabilitas_% Modal_Sendiri_Jutaan_ Rupiah Modal_Pinjaman_Jutaa n Rupiah Variables Entered/Removed(b) Variables Entered Modal_Pinja man_Jutaan Rupiah.214 -.000 -.000 .000 .4641 22.208 1.214 .000 . Deviation 7.

Predicted Value Std.9001 -12.256 -.28266 1.042 -. Modal_Pinjaman_Jutaan Rupiah. Modal_Sendiri_Jutaan_Rupiah b Dependent Variable: Rentabilitas_% Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Std.137 -3.721 F 9.690 5669.081 .106 53. Deviation 3. correlation Partial part 1 (Constant) Modal_Sendiri_J utaan_Rupiah Modal_Pinjaman _Jutaan Rupiah -.033 .5686 19.368 -.176 a Predictors: (Constant).34565 7.000 .00000 .059 -. Residual a Dependent Variable: Rentabilitas_% lxxxix .23144 -4.379 .24661 1.912 .205 -.122 -.4098 . Modal_Sendiri_Jutaan_Rupiah b Dependent Variable: Rentabilitas_% ANOVA(b) Sum of Squares Regressio n Residual Total 996.038 -1. B Error 38.000 Model t Sig.000(a) a Predictors: (Constant).313 Standardized Coefficients Beta 8.157 Std.669 Maximum 30. .435 4.903 Model 1 df 2 87 89 Mean Square 498.243 2.000 . Error of the Estimate 7.32943 Model 1 R . Modal_Pinjaman_Jutaan Rupiah.185 -.185 a Dependent Variable: Rentabilitas_% Residuals Statistics(a) Minimum 12.000 Std.631 Mean 26.000 .703 -1.272 Sig.989 N 90 90 90 90 Predicted Value Residual Std.213 4673.Model Summary(b) Adjusted R Square .419(a) R Square .

419(a) R Square .157 Std. Error of the Estimate 7.655 xc .32943 Durbin-Watson 1.UJI AUTOKORELASI Model 1 R .176 Adjusted R Square .

137 -3.703 1. Collinearity Statistics Tolerance VIF xci .957 .059 Standardized Coefficients Beta 8.045 1. Error 4.UJI MUTIKOLINEARITAS Unstandardized Coefficients B 38.379 .042 .081 Std.313 .368 -.122 -.033 .045 Model 1 (Constant) Modal_Sendiri_J utaan_Rupiah Modal_Pinjaman _Jutaan Rupiah t Sig.957 1.912 -.000 .435 -.000 .

490 -.104 .526 .143 -2.UJI HETEROSKEDASTISITAS Unstandardized Coefficients Model 1 B 33.074 -.004 .126 -1.00 Su Rentabilitas_% xcii .00 30.00 20.321 (Constant) Modal_Sendir i_Jutaan_Rup iah Modal_Pinja man_Jutaan Rupiah a Dependent Variable: I e I -.941 -.000 .036 Std.00 50. .00 40.025 Standardized Coefficients Beta t 9. Error 3.463 Scatterplot Dependent Variable: Rentabilitas_% e2 u l a V d e t c0 i d e r P d e z-2 i d r a d n a t S -4 n o i s s e r g e-6 R 10.846 Sig.

Calculated from data Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Rentabilitas_% 1.6895 . Test distribution is normal d.187 -.6 0.8 0. Deviation Absolute Positive Negative 90 202.0 Observed Cum Prob xciii .0 0.836 . Sig.187 .4 0.4 Expected Cum Prob 0.148 .0 0.2 0. (2-tailed) c.6 0.487 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.8 1.0 0.2 0.9100 2.UJI NORMALITAS One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual N Normal Parametersª·b Most Extreme Differences Mean Std.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->