Menghitung Dosis Obat

Obat untuk anak biasanya dihitung menurut berat badan. Ada yang dihitung kebutuhan sehari dibagi 3 dosis, ada yang dihitung per kali, lalu diberikan tiga dosis. Sayangnya kemasan obat sering tidak seragam. Kapsul A dan B dari obat yang sama berisi dosis yang lain. Satu sendok dapat berisi miligram obat yang berbeda. Penurun demam Obat standar biasanya parasetamol (generik) yang dijual dengan nama dagang Tempra, Panadol, Sanmol, Bodrexin dll. Dosis parasetamol adalah 10-15 mg/kgBB/kali. Misalnya anak dengan berat badan 10 kg memerlukan parasetamol 100-150 mg setiap kali pemberian. Sayangnya, takaran parasetamol berbeda-beda. Satu sendok 5 ml dapat berisi parasetamol 125 mg, 160 mg, atau 250 mg (bentuk Forte). Setiap 0,1 ml drops berisi parasetamol 10 mg. Masa kerja parasetamol agak pendek, sehingga sering memerlukan 4 kali pemberian/hari. Parasetamol tidak merangsang lambung, tetapi pemberian terlalu banyak dan terlalu lama menyebabkan gangguan fungsi hati. Obat standar lain misalnya ibuprofen (Proris). Dosis adalah 10 mg/kgBB/kali. Setiap sendok obat 5 ml dari Proris Suspensi berisi 100 mg, sedangkan Proris Forte berisi 200 mg. Proris sebaiknya diberikan setelah makan untuk menghindari iritasi lambung. Obat pilek Yang paling sering adalah pseudo-ephedrin, misalnya Alco, Actifed, Neo-Triaminic. Kemasan dalam bentuk drops memudahkan pemberian untuk anak kecil. Untuk bayi kurang dari 1 tahun diberikan 0,2-0,4 ml setiap kali, boleh diulang 3 kali sehari. Obat ini menyebabkan mengantuk. Obat batuk Obat batuk hitam masih menjadi standar. Boleh diberikan. Selain itu sering digunakan Bisolvon atau Mucopect untuk mengencerkan lendir. Obat diare Sebenarnya sebagian besar diare disebabkan oleh virus dan akan sembuh sendiri dalam 3-4 hari. Obat terpenting adalah menjaga agar tidak terjadi kekurangan cairan tubuh. Pemberian larutan gula-garam merupakan hal paling penting. Pedialyte merupakan cairan gula-garam yang komposisinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak. Berikan sebanyak jumlah feses yang keluar, kira-kira 30-50 cc setiapo mencret. Bila menggunakan oralit, harus di encerkan karena komposisi oralit dirancang untuk orang dewasa. Oralit untuk 200 ml diencerkan sampai 300 ml. Takaran obat sering menyusahkan. Drops. Sering digunakan untuk memberikan obat berbentuk cair untuk bayi. Ada pipet dengan ukuran, misalnya 0,4 ml; 0,3 ml. Ada pula pipet yang digunakan untuk menghtung tetesan, misalnya 3 x 10 tetes. Obat berbentuk tetesan jangan diberikan langsung ke mulut

bayi karena bisa kelebihan bila obat menetes dengan cepat.Pipet juga jangan langsung, karena pipet menjadi kotor bila tersentuh mulut. Sendok obat. Satu sendok the dimaksudkan sama dengan satu sendok obat, yang berkuran 5 ml. Biasanya ada gars di tengah menunjukkan 2,5 ml. Satu sendok makan artinya 15 ml. Puyer. Dokter di Indonesia masih suka memberi puyer. Biasakan untuk meminta copy resep sehingga kita tahu apa yang diberikan kepada bayi. Buka puyer dan tuangkan isinya ke dalam sendok kecil. Lalu berikan air, di aduk dengan sendok kecil lain sampai larut. Pemberian puyer agak repot karena seringkali rasanya pahit, obat sulit larut dan lain-lain. Puyer yang terkena udara sering menjadi basah karena sifatnya menarik air, jangan digunakan lagi. PENENTUAN DOSIS OBAT AWAS OVER D0SIS ! DOSIS OBAT Teori Y, dosis obat diukur dr Miligram per Kilogram berat badan pasien (mg/kg). Contoh : INH (isoniazid) obat TBC (tuberculosis) diberikan kpd anak dgn dosis antara 5-10 mg. Bila berat badan anak 10 kg, maka dosisY berkisar 50-100 mg, atau bisa diambil dosis tengahY 75 mg. Pd praktikY, dosis jg ditentukan brdasarkn pertimbangan : Usia, Kondisi pasien, Riwayat kesehatan pasien & keluargaY, AdaY obat penyerta, dll. KETERBATASAN & KESALAHAN TAKARAN Hal ini biasa terjadi pd jenis obat cair/sirup. Disebabkan krn tdk ada ukuran tepat pd alat penakar atau pemahaman singkatan takaran dosis yg salah serta pemahaman satuan ukuran dosis yg kurang. Contoh : 1. Sirup mesti diminum 3 x sehari 0,5 cc. Namun dlm pipet takaran tdk trcantum ukuran tsb. Atau dipipet yg tertulis malah 2,5 ml & 5 ml 2. Obat diminum 1,5 sdt. Yg salah, "sdt" diartikan sbg "sendok teh", padahal yg dimaksud adlh "sendok takar". Walhasil yg trjadi adlh, obat ditakar dgn sendok teh.

Satuan takar "cc" (centimeter cubic) = "ml" (mililiter). Jadi bila dlm resep trtulis 5 cc = 5ml. Solusi trbaik utk alat takar obat cair adlh Gelas Takar, yg memiliki ukuran takar dari 2,5 ml - 10 ml. Sebab, sendok takar sirop hanya memiliki 2 ukuran, yaitu 2,5 ml & 5 ml Sbg alat takar obat cair, Pipet memiliki ukuran sndiri2. 1. Ukuran pd Pipet sirop vitamin = 0,3 ml - 0,6 ml. 2. Ukuran pd Pipet obat penurun panas = 0,4 ml - 0,8 ml 3. Ukuran pd Pipet obat anti jamur = 0,5 ml - 1 ml Apotik wajib mmberikan pipet sesuai dgn dosis obat yg diresepkan dokter agar bs dipakai kalangan awam. Jika ukuran pipet tdk sesuai, boleh ditukar. DAMPAK SALAH TAKAR A. Bila takaran dosis kurang 1. Penderita lama sembuhY. Kalaupun sembuh hanya smentara 2. BiasaY kuman penyakit dlm tubuh menjadi lbh kuat B. Bila takaran dosis brlebihan Bila yg dikonsumsi adlh obat keras, keadaan ginjal & lever terganggu/tdk sehat akan menyebabkan keracunan dan over dosis; krn obat tsb tdk bisa dinetralkan oleh ginjal & lever

Menghitung Dosis Obat
admin Dec 12 |00:00

Obat untuk anak biasanya dihitung menurut berat badan. Ada yang dihitung kebutuhan sehari dibagi 3 dosis, ada yang dihitung per kali,

lalu diberikan tiga dosis. Sayangnya ekmasan obat sering tidak seragam. Kapsul A dan B dari obat yang sama berisi dosis yang lain. Satu sendok dapat berisi miligram obat yang berbeda.

Penurun demam
Obat standar biasanya parasetamol (generik) yang dijual dengan nama dagang Tempra, Panadol, Sanmol, Bodrexin dll. Dosis parasetamol adalah 10-15 mg/kgBB/kali. Misalnya anak dengan berat badan 10 kg memerlukan parasetamol 100-150 mg setiap kali pemberian. Sayangnya, takaran parasetamol berbeda-beda. Satu sendok 5 ml dapat berisi parasetamol 125 mg, 160 mg, atau 250 mg (bentuk Forte). Setiap 0,1 ml drops berisi parasetamol 10 mg. Masa kerja parasetamol agak pendek, sehingga sering memerlukan 4 kali pemberian/hari. Parasetamol tidak merangsang lambung, tetapi pemberian terlalu banyak dan terlalu lama menyebabkan gangguan fungsi hati. Obat standar lain misalnya ibuprofen (Proris). Dosis adalah 10 mg/kgBB/kali. Setiap sendok obat 5 ml dari Proris Suspensi berisi 100 mg, sedangkan Proris Forte berisi 200 mg. Proris sebaiknya diberikan setelah makan untuk menghindari iritasi lambung.

Obat pilek
Yang paling sering adalah pseudo-ephedrin, misalnya Alco, Actifed, Neo-Triaminic. Kemasan dalam bentuk drops memudahkan pemberian untuk anak kecil. Untuk bayi kurang dari 1 tahun diberikan 0,2-0,4 ml setiap kali, boleh diulang 3 kali sehari. Obat ini menyebabkan mengantuk.

Obat batuk
Obat batuk hitam masih menjadi standar. Boleh diberikan. Selain itu sering digunakan Bisolvon atau Mucopect untuk mengencerkan lendir.

Obat diare
Sebenarnya sebagian besar diare disebabkan oleh virus dan akan sembuh sendiri dalam 3-4 hari. Obat terpenting adalah menjaga agar tidak terjadi kekurangan cairan tubuh. Pemberian larutan gula-garam merupakan hal paling penting. Pedialyte merupakan cairan gula-garam yang komposisinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak. Berikan sebanyak jumlah feses yang keluar, kira-kira 30-50 cc setiapo mencret. Bila menggunakan oralit, harus di encerkan karena komposisi oralit dirancang untuk orang dewasa. Oralit untuk 200 ml diencerkan sampai 300 ml.

Satu sendok makan artinya 15 ml.Dosis max = 8 mg • ANAK .2 mg/kgBB (4x/hari) . Ada pipet dengan ukuran. misalnya 3 x 10 tetes. di aduk dengan sendok kecil lain sampai larut. Drops.Takaran obat sering menyusahkan. karena pipet menjadi kotor bila tersentuh mulut. Dokter di Indonesia masih suka memberi puyer.2-6 thn : 1-2 mg . Puyer yang terkena udara sering menjadi basah karena sifatnya menarik air. Golongan obat : ADRENEGIK SELEKTIF Beta-2 SALBUTAMOL Dosis : • DEWASA . Biasanya ada gars di tengah menunjukkan 2.5 ml.Dosis lazim th/ = < 2 thn : 0. Obat berbentuk tetesan jangan diberikan langsung ke mulut bayi karena bisa kelebihan bila obat menetes dengan cepat.4 ml. Sendok obat. 0. yang berkuran 5 ml. Pemberian puyer agak repot karena seringkali rasanya pahit.Dosis lazim th/ = 2-4 mg/x . misalnya 0.6-12 thn : 2 mg Pemakaian : 3 – 4 x / hari . Buka puyer dan tuangkan isinya ke dalam sendok kecil. Puyer. Ada pula pipet yang digunakan untuk menghtung tetesan. Biasakan untuk meminta copy resep sehingga kita tahu apa yang diberikan kepada bayi. obat sulit larut dan lain-lain. Satu sendok the dimaksudkan sama dengan satu sendok obat. jangan digunakan lagi. Sering digunakan untuk memberikan obat berbentuk cair untuk bayi.Pipet juga jangan langsung.3 ml. KUMPULAN DOSIS OBAT ANTIASMA & BRONKHODILATOR 1. Lalu berikan air.

4 x / hari Sediaan : Inj 24 mg/ml – amp 10 ml.Dosis lazim th/ = < 7 thn : 0. Tab 2.5 mg Pemakaian : 2 – 3 x / hari Sediaan : BRASMATIC. Golongan obat : XANTIN AMINOFILIN Dosis : • DEWASA .Dosis lazim th/ = 100-300 mg .7 – 15 thn : 2.Sediaan : Tab 2 mg. Syrup 1.Dosis lazim th/ = 2.5 mg .075 mg .5 mg/5 ml 2. 4 mg TERBUTALIN (sulfat) Dosis : • DEWASA .Dosis max = 300-600 mg • ANAK: Dosis lazim th/ = 5 mg/kgBB Pemakaian : 3. Tab 200 mg TEOFILIN Dosis : • DEWASA .5 mg .Dosis max = 5 mg • ANAK .

Dosis lazim th/ = 130 – 150 mg . Kapsul 200 mg.. BISOLVON Inj 2mg/ml. Kapsul 8 mg. NITRASMA KapTab 150 mg MUKOLITIK 3. Fluimucil Pediatric Granula 100 mg /kantong KARBOSISTEIN .Dosis max = 500 mg • ANAK .6 -12 thn : 65 -150 mg Pemakaian : 3 – 4x / hari Sediaan : AMILEX Syrup 130 mg/15 ml. Eliksir 4 mg/5 ml. Syrup 10mg/5 ml ASETILSISTEIN Dosis : • • DEWASA: Dosis lazim th/ = 200 mg ANAK: Dosis lazim th/ = 100 mg Pemakaian : 3 x / hari Sediaan : Fluimucil Granula 200 mg/kantong. Tab 150 mg. Tablet Eff. Golongan obat : MUKOLITIK BROMHEKSIN Dosis : • • DEWASA: Dosis lazim th/ = 4-8 mg ANAK: unknown Pemakaian : 3 x / hari Sediaan : BRONEX Tab 8 mg.Dosis lazim th/ = < 1 thn : 65 – 75 mg . 600 mg.

Dosis lazim th/ = 2 – 5 thn : 62.Dosis lazim th/ = 500 – 1000 mg . Golongan obat : PARA AMINO FENOL PARACETAMOL Dosis : • DEWASA .5 – 125 mg (4x) . MUCOS Syrup 30 mg/ml ANALGETIK – ANTIPIRETIK 4.6 – 12 thn : 250 mg Pemakaian : 3 – 4 x / hari Sediaan : MUCOTAB Syrup 250 mg / 5 ml. MUCOPRONT Syrup 300 mg / 5 ml. Tab 375 mg. Tab 30 mg.3 bln – 1 thn : 60 – 120 mg .Dosis : • • DEWASA: Dosis lazim th/ = 750 mg ANAK . MUCICLAR Syrup 100 mg / 5 ml AMBROKSOL Dosis : • • DEWASA: Dosis lazim th/ = 15 – 30 mg ANAK: unknown Pemakaian : 3 x / hari Sediaan : Syrup 15 mg/ml.Dosis max = 4000 mg/hari • ANAK .

Dosis max = 4 gram / hari • ANAK: kontraindikasi: REYE SYNDROME Pemakaian : 4 x / hari (tiap 4-6 jam /hari ) Sediaan : Tab 100 mg. Syrup 120 / 5 ml 5.1 – 5 thn : 120 – 250 mg .Dosis max = 2.6 – 1..c) ASETOSAL / ASPIRIN Dosis : • DEWASA . Golongan obat : AINS (p.8 g/hari .Dosis lazim th/ = 300 – 900 mg .Dosis lazim th/ = 0.6 – 12 thn : 250 – 500 mg (maksimum 4 dosis / 24 jam) Pemakaian : 4 x / hari ( tiap 4-6 jam /hari ) Sediaan : Tab 500 mg.2 – 1.Dosis lazim th/ = 1. 500 mg 6. Golongan obat : SALISILAT (p.c) IBUPROFEN Dosis : • DEWASA ANTI INFLAMASI .2 g / hari (terbagi dlm 3 – 4 dosis) .4 gram / hari (terbagi dlm 3 – 4 dosis) ANALGETIK .

400 mg FENOPROFEN Dosis : • DEWASA . KapTab Ss. p.Dosis max = 3 gram / hari • ANAK: Tidak boleh Pemakaian : 3 – 4 x / hari Sediaan : NALFON Kapsul 300 mg.Dosis lazim th/ = 75 – 150 mg/hari . JUVENIL ARTHRITS.• ANAK: 20 – 40 mg/kgBB/hari (dosis terbagi) à JUVENIL ARTHRITIS ( TIDAK DIANJURKAN Untuk ANAK BB < 7 kg ) Pemakaian : 3 – 4 x / hari Sediaan : Tab 200 mg.1-12 tahun. 600 mg NATRIUM DIKLOFENAK Dosis : • DEWASA . .1 – 3 mg/kgBB/hari (dalam dosis terbagi) Pemakaian : 2 – 3 x / hari Sediaan : Tab 25 mg.rect.Dosis lazim th/ = 200 – 600 mg .Dosis max = 150 mg / hari • ANAK . 50 mg INDOMETASIN .o / p.

Dosis max = 6 mg/hari .2 – 5 thn : 1 mg tiap 4 – 6 jam.1 – 2 thn : 1 mg 2 x/hari . tergantung kebutuhan) Sediaan : Tab 4 mg DIFENHIDRAMIN KLORIDA Dosis : • • DEWASA: 25 – 50 mg ANAK: 5 mg/kgBB/hari .Dosis : • • DEWASA: 50 – 200 mg/hari (dalam dosis terbagi) ANAK : Tidak dianjurkan Pemakaian : 2 – 4 x / hari Sediaan : Kapsul 25 mg ANTIHISTAMIN 7.6 – 12 thn : 2 mg tiap 4 – 6 jam. Golongan obat : ANTI HISTAMIN (AH-1) KLORFENIRAMIN MALEAT ( CTM ) Dosis : • DEWASA .< 1 thn : tidak dianjurkan . Dosis max = 12 mg/hari Pemakaian : 4 x / hari ( realtif.Dosis lazim th/ = 4 mg .Dosis max = 24 mg/hari • ANAK .

Syrup 12.5 mg/5 ml DEKSKLORFENIRAMIN MALEAT Dosis : • • DEWASA: 2 mg ANAK . Syrup 5 mg/5 ml ASTEMIZOL Dosis : • DEWASA: 10 mg/hari .2-12 thn (dibawah 30 kg) : 5 mg/hari .Pemakaian : 3 x / hari Sediaan : Inj 10 mg/ml. Syrup 2 mg/5 ml 8.6 – 12 thn : 1 mg Pemakaian : 3 – 4 x / hari Sediaan : POLARAMINE Tab 2 mg.2 – 6 thn : 0.Lebih dari 30 kg : 10 mg/hari Pemakaian : 1 x / hari Sediaan : Tab 10 mg. Golongan obat : ANTI HISTAMIN (AH-1) NON SEDATIF LORATADIN Dosis : • • DEWASA: 10 mg / hari ANAK . CLARITIN Tab 10 mg.5 mg .

• ANAK: 6 – 12 thn : 5 mg/hari Pemakaian : 1 x / hari Sediaan : PROALERT Syrup 5 mg/5 ml. Tab 10 mg TERFENADIN Dosis : • • DEWASA: 60 – 120 mg / hari ANAK . Tab Forte 120 mg. Suspensi 30 mg / 5 ml 9.Dosis max = 2.Dosis lazim th/ = 400 – 800 mg (2x) .4 g / hari • ANAK: > 1 thn : 25 – 30 mg/kgBB/hari Pemakaian : 2 x / hari Sediaan : Tab 200 mg RANITIDIN Dosis : • DEWASA: 150 – 300 mg (2x) .6 – 12 thn : 30 mg 2x / hari Pemakaian : 1 – 2 x / hari Sediaan : NADANE Tab 60 mg. Golongan obat : ANTI HISTAMIN (AH-2) SIMETIDIN Dosis : • DEWASA .3 – 6 thn : 15 mg 2x / hari .

Dosis lazim th/ = 250 – 500 mg (tiap 6 jam) ATAU . Syrup 200 mg / 5 ml . Max 300 mg/hari Pemakaian : 2 x / hari Sediaan : Tab 150 mg.500 – 1000 mg (tiap 12 jam) .> 8 Thn : sama dgn Dosis Dewasa Pemakaian : 2 – 4 x / hari Sediaan : Kapsul 250 mg.• ANAK: 2 – 4 mg/kgBB/hari (2x). Golongan obat : MAKROLID ERITROMISIN Dosis : • DEWASA . ZANTADIN Tab 300 mg FAMOTIDIN Dosis : • • DEWASA: 20 – 40 mg ANAK: Tidak Dianjurkan Pemakaian : 1 x / hari (sebelum tidur malam) Sediaan : Tab 20mg. 40 mg ANTIBIOTIKA 10.Dosis max = 4 g/ hari • ANAK .Dosisi lazim th/ = < 2 thn : 125 mg (tiap 6 jam) . 500 mg.2-8 thn : 250 mg (tiap 6 jam) .

5 mg – 2x/hari . .8 – 11 kg (1-2 thn) : 62.> 6 bulan : 10 mg/kgBB. (selama 3 hari) ANAK . 1x / hari ( u/ 3 hari ) . 1x / hari ( u/ 3 hari ) .250 mg – tiap 12 jam ( selama 7 hari ) .30 – 40 kg (10 – 12 thn) : 250 mg – 2x/hari Pemakaian : 2 x / hari Sediaan : ABBOTIC KapTab 250 mg.BB 36 – 45 kg : 400 mg. 500 mg.KLARITROMISIN Dosis : • DEWASA . 500 mg.BB < 8 kg : 7. Dry Syrup 125 mg/ 5 ml AZITROMISIN Dosis : • • DEWASA: 500 mg – 1 x / hari.BB 26 – 35 kg : 300 mg.5 mg – 2x/hari .5 mg – 2x/hari .20 – 29 kg (7 – 9 thn) : 187.12 – 19 kg (3 – 6 thn) : 125 mg – 2x/hari . 1x / hari ( u/ 3 hari ) Pemakaian : 1x / hari Sediaan : ZITHROMAX KapTab 250 mg.500 mg – tiap 12 jam ( selama 14 hari ) à Inf BERAT • ANAK .

jangka panjang : 30 mg/kgBB/hari Pemakaian : 2 x/ hari Sediaan : Tab Se. 900 mg/22.> 3 bulan. slm 3 hari) • ANAK: TIDAK DIANJURKAN Pemakaian : 2x / hari Sediaan : Tab 250 mg. Dry Syrup 600 mg/15 ml.(untuk kasus akut: 250 mg – 2x/hari. Golongan obat : TETRASIKLIN TETRASIKLIN . 500 mg 12.ISK : 250 – 500 mg .5 ml 11.Inj 276 mg/vial. 50 mg/kgBB/hari .Infeksi kronis : 500 mg – tiap 6 jam • ANAK .1 g – tiap 6 jam (selama 7 hari) . Golongan obat : KUINOLON SIPROFLOKSASIN Dosis : • DEWASA . 500 mg ASAM NALIDIKSAT Dosis : • DEWASA .ISPA : 250 – 750 mg .

Golongan obat : PENISILIN (a.100-200 mg .Dosis : • • DEWASA: 250 – 500 mg – tiap 6 jam ANAK: Tidak Dianjurkan ! Pemakaian : 2 x / hari Sediaan : Kapsul 250 mg. Salep 3% @ tube 5 gr 13.c) AMPISILIN Dosis : .Acne : 50 mg/hari selama 6-12 minggu • ANAK: Tidak Dianjurkan ! Pemakaian : 1 x / hari Sediaan : Kapsul 100 mg OKSITETRASIKLIN Dosis : • • DEWASA: 250 – 500 mg tiap 6 jam ANAK: Tidak Dianjurkan ! Pemakaian : 2x / hari Sediaan : Inj 50 mg/vial. Salep Mata 1%. 500 mg DOKSISIKLIN Dosis : • DEWASA .

KapTab 500 mg.5 mg .6 – 12 thn : 250 mg Pemakaian : 4 x / hari (tiap 6 jam) Sediaan : Tab 250 mg. 1000 mg/ vial AMOKSISILIN Dosis : • • DEWASA: 250 – 500 mg – tiap 8 jam ANAK: < 10 tahun : 125 – 250 mg – tiap 8 jam Pemakaian : 3 x / hari Sediaan : Kapsul 250 mg. Dry Syrup 125 mg/5 ml.< 1 thn : 62. 250 mg/ 5 ml FENOKSIMETIL PENISILIN ( Penc-V) Dosis : • • DEWASA: 500 – 750 mg – tiap 6 jam ANAK . 500 mg . Serbuk Inj.• DEWASA .250 – 1000 mg – tiap 6 jam .ISK : 500 mg – tiap 8 jam • ANAK: Setengah Dosis Dewasa Pemakaian : 3-4 x / hari Sediaan : KapTab 250 mg.1 – 5 thn : 125 mg . 500 mg. 500 mg/vial. Dry Syrup 125 mg/5 ml. 250 mg/ 5 ml.

Golongan obat : KLORAMFENIKOL KLORAMFENIKOL Dosis : • DEWASA .14.Dibawah 2 tahun & ibu hamil TIDAK dianjurkan .50 mg/kgBB/hari • ANAK: 50 – 100 mg/kgBB/ hari Pemakaian : 4 x / hari Sediaan : Kapsul 250 mg. Suspensi 125 mg/5 ml (60 ml) . 120 mg 15.44 g – tiap 12 jam • ANAK .Dosis lazim th/ = 960 mg – tiap 12 jam .6 minggu – 5 bulan : 120 mg Pemakaian : 2x / hari (tiap 12 jam) Sediaan : Suspensi 240 mg/5ml fl = 60 ml. Tab 480 mg.6 bulan – 5 thn : 240 mg . Golongan obat : SULFONAMID-TRIMETOPRIM KOTRIMOKSAZOL Dosis : • DEWASA .500 mg .6 – 12 tahun 480 mg .Dosis Max = 1.

3 – 7 thn : 200 mg – tiap 6 jam . 500 mg AMUBISID 16.7 – 10 thn : 200 – 400 tiap 8 jam Pemakaian : 3 – 4 x / hari Sediaan : Tab 250 mg.Administrator @ 2:36 am . 500 mg TINIDAZOL Dosis : • • DEWASA: 2 g/ hari – selama 2-3 hari ANAK: 50-60 mg/kgBB/hari – selama 3 hari OBAT.TIAMFENIKOL Dosis : • • DEWASA: 1 g/kgBB/hari – bagi 4 dosis ANAK: 25 mg/kgBB/ hari – bagi 4 dosis Pemakaian : 4 x / hari Sediaan : Kapsul 250 mg. Golongan obat : METRONIDAZOL METRONIDAZOL Dosis : • • DEWASA: 800 mg – tiap 8 jam – selama 5 hari ANAK .1 – 3 thn : 200 mg – tiap 8 jam . DOSIS & JADWAL PEMBERIAN DLM PRESKRIPSI DOKTER Filed under: farmasi kedokteran .

Bila indeks terapinya sempit. kuliah farmasi kali ini bertujuan agar kita dapat memahami pengetahuan obat sebagai penunjang keberhasilan penatalaksanaan kesehatan. OBAT JADI: merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi/menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis. dosis obat. Kegunaan obat. dan cara pemberian obat. Yang membedakan adalah cara pemberian dan dosisnya. obat identik dengan racun. Pencegahan . antara lain: Diagnosis Contohnya barium sulfat (BaSO4) yang digunakan sebagai cairan kontras dalam pemeriksaan radiology untuk melihat fungsi organ tertentu.OBAT. pencegahan. Berdasarkan Permenkes RI No. peningkatan kesehatan dan kontrasepsi. derivate obat. pemulihan. I. Materi yang akan dibahas meliputi batasan obat. DOSIS & JADWAL PEMBERIAN DLM PRESKRIPSI DOKTER Kuliah Ibu Mae Sri Hartati Wahyuningsih tgl 6 dan 7 September 2004 Sebagai calon dokter. seperti digoksin dan xantine. BATASAN OBAT Sebagai bahan kimia. kategori obat. tingkat toksisitasnya akan semakin tinggi. penyembuhan. 242/1990.

II. Memperelok tubuh Obat jerawat. MENURUT UU FARMASI Obat Bebas Obat ini dijual bebas biasanya bertanda lingkaran hijau.dll. jenis ini dapat diperoleh tanpa resep dokter namun ada pembatasan aturan minum yang biasanya dicantumin di kemasan. Obat Narkotika Kemasannya bertanda lingkaran putih dengan palang merah di tengahnya.Misalnya Vaksin yang diberikan pada adik bayi. Obat Bebas Terbatas Tandanya lingkaran biru. . pemutih kulit. bertanda lingkaran merah dengan huruf K di tengahnya. Menyembuhkan penyakit Diantaranya antibiotic. KATEGORI OBAT 1. Obat Keras Harus dengan resep dokter. procold. yang harus kita tegaskan aturan minumnya agar tak terjadi resistensi.dll. Paracetamol. Mengurangi/menghilangkan gejala Untuk menghilangkan gejala simtomatis ada golongan analgetika yang udah kita kenal seperti Antalgin. Contohnya: antimo.

dll.semangat !) Obat Baru (belum diketahui khasiat dan keamanan) Jangan sekali-kali meresepkan ini..sp. dll. anti hipertensi kapsol yang berasal dari Kapsus. ya.:Obat dengan komposisi dan nama teknis standar seperti dalam buku Farmakope Indonesia atau buku resmi lain yang ditetapkan pemerintah. Obat Jadi (Obat standart/generik)_ Formula officinalis. Banyak tanaman asli Indonesia yang terbukti berkhasiat secara klinis misalnya.. vincristin. kenapa yang mematenkan justru orang asingL ayo. Obat ini masih butuh uji klinik untuk dapat beredar di masyarakat. MENURUT CARA PEMBERIAN Obat dalam : Obat ini masuk ke dalam sirkulasi sistemik. Obat luar : Biasanya dimasukkan ke tubuh melalui kulit (dioleskanàtopical). istilahnya ‘reservoir’. i.. (hiks. Obat Asli (Obat tradisional) :Merupakan obat-obat yang didapat lansung dari bahan-bahan alami.e’ = usus externus .v. Diistilahkan formula magistralis. Obat ini terdaftar dengan nama pabrik atau yang dikuasakan. 3. MENURUT BENTUK FISIK Obat Baku (bahan baku) Merupakan substansi yang belum dicampur dengan bahan lain. digoxin dari digitalis purpurea. i. vinblastine dari tapak dara.m. dalam resep ditulis ‘u.2. Obat Paten (Obat jadi dengan nama dagang)_ Formula spesialistis. baik per oral.

Barbital. Vitamin C —> Acetosal. Papaverin HCl —> NaCl. Codein HCl —> Ampicillin trihidrat. Vitamin C —> Acetosal. Contoh: Phenobarbital Tempat kerja dalam tubuh à Bekerja pada SSP Aktivitas terapeutik/penerapannya à Sedatif-hipnotikMekanisme kerja farmakologi à Depresan SSP Sumber asal atau sifat obat à Turunan asam berbiturat 5. Codein HCl . Glyceril guayacolat § KRISTAL MENGANDUNG AIR —> Ampicillin trihidrat. Bisacodil. Papaverin HCl § ESTER —> Kloramfenikol palmitat. Barbital. HCT § GARAM —> NaCl. Papaverin HCl—> NaCl. BERDASARKAN SIFAT KIMIA OBAT § ASAM —> Acetosal. HCT —> Alukol. MENURUT KHASIAT/EFEK OBAT Berdasarkan efek farmakologinya obat-obatan diklasifikasikan mejadi kelas terapi menurut DOEN (Daftar Obat Essensial Nasional).4. HCT —> Alukol. Glyceril guayacolat—> Kloramfenikol palmitat. Barbital. Vitamin C § BASA —> Alukol. Bisacodil. Glyceril guayacolat —> Kloramfenikol palmitat. Bisacodil.

metampiron NAMA GENERIK : Asetosal. Bisacodil. IV. Contoh : sulfanilamidum yang merupakan anti infeksi. dapat diturunkan menjadi: 1. dan efek samping obat lebih kecil. sulfisimidinum yang merupakan anti infeksi dengan penambahan PABA 2. Parasetamol. Glyceril guayacolat —> Ampicillin trihidrat. DERIVAT OBAT Sekelompok/segolongan obat yang diturunkan/ berasal dari senyawa yang sama (senyawa induk) masing-masing mempunyai struktur/rumus kimia yang berbeda. penicillin à ampicillin efek berbeda à Obat lain. DOSIS OBAT . HCT—> NaCl. carbonic anhydrase inhibitor. chlorpropamidum yang merupakan antidiabetikum oral. Acetaminophenum. Barbital. Methampyronum NAMA INDONESIA : Asam asetil salisilat. Antalgin (Sesuai monografi FI_ Farmakope Indonesia) III. Codein HCl —> Acetosal. dengan potensi lebih tinggi. Tujuan dibuat derivate adal.ah untuk mendapatkan obat baru dengan: efek sama. Codein HCl TATANAMA OBAT (Sesuai monografi FI_ Farmakope Indonesia) NAMA LATIN : Acidum acetyl salicylicum. chlortiazide ( saluric) lalu fursemide yang merupakan diuretik kuat 3. Turunan ini didapatkan dari hasil "manipulasi molekuler" suatu senyawa induk dengan struktur kimia tertentu. Contohnya. Umumnya digunakan untuk sekelompok obat yang mempunyai khasiat sama. Vitamin C —> Alukol. Asetaminofen. Papaverin HCl —> Kloramfenikol palmitat.—> Ampicillin trihidrat.

~ dosis terapeutik adalah range dosis yang masih aman untuk terapi. tapi blm bersifat toksik serius : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DOSIS 1. FAKTOR OBAT: Sifat Fisika : Kelarutan obat (air/lipid).Adalah sejumlah obat dalam satuan berat/isi/ unit yang memberikan efek terapetik pada penderita dewasa. Dosis yang lain: : Dosis toksik : dosis di atas dosis terapi sehingga dapat menimbulkan toksisitas Dosis letalis : dosis toksik yang bila diberikan dapat mengakibatkan kematian Dosis permulaan : dosis permulaan yang diberikan kepada penderita (initial dose) Dosis pemeliharaan : dosis obat yang berfungsi untuk menjaga agar kadar obat dalam darah tetap berada dalam dosis terapeutik (maintenance dose) Dosis maksimum : dosis di antara dosis terapeutik & dosis toksik. Bentuk (Kristal/Amorf) : . MACAM-MACAM DOSIS ~ dosis lazim adalah dosis yang biasa diberikan untuk suatu obat.

FAKTOR PENDERITA: o Umur : Anak. iv : : o Rektal. FAKTOR CARA PEMBERIAN: o Oral : Dimakan / Diminum : : o Parenteral : Subkutan.Sifat Kimia : Asam. geriatrik o BB : Normal. Vaginal. Ester. im. Topikal 3. INDIKASI DAN PATOFISIOLOGI PENYAKIT: Penyebab penyakit Keadaan patofisiologis DOSIS OBAT UNTUK ANAK(Pediatrik) . Basa. obesitas o Ras : Metabolisme obat o Sensitivitas individual 4. dewasa. Garam. Uretral o Lokal. PH : Toksisitas 2.

Organ (hepar. >5. SSP) belum berfungsi secara sempurna. ada beberapa masalah yang harus kita perhatikan. metabolisme obat belum maksimal Distribusi cairan tubuh berbeda dengan orang dewasa § Neonatus >29.KATEGORI ANAK: Anak premature : lahir kurang 35 minggu Anak baru lahir : Neonatus s/d 28 hari Bayi : infant s/d 1 tahun Balita : 1-5 tahun Anak : 6-12 tahun PENENTUAN DOSIS ANAK Dalam menentuklan dosis anak.7% dari dewasa § Anak s/d 7 th.7% dari dewasa § Bayi 6 bulan >20.5% dari dewasa Faktor lain yang perlu diperhatikan § Farmakokinetika obat (ADME) · Perbedaan absorpsi (perbedaan kepadatan sel) · Perbedaan distribusi (% cairan ekstrasel & cairan tubuh total · Perbedaan metabolisme (ensimatik yang belum sempurna) · Perbedaan ekskresi (glomerulus belum berkembang lengkap) . ginjal.

73 . DASAR PERBANDINGAN DENGAN DOSIS DEWASA a. Sesuai dengan berat badan anak (Kg) b. 1.73 cm2) LPT (anak) Rumus (Crawford-Terry-Rourke) =——————–Dd (mg) 1. yaitu: a. Sesuai dengan LPTa (m2) 2.CARA MENGHITUNG DOSIS ANAK (PEDIATRIC THERAPEUTIC Ada lebih dari 30 rumus untuk menghitung dosis yang akan diberikan pada anak. DASAR PERBANDINGAN ATAS UKURAN FISIK ANAK SECARA INDIVIDUAL Ada 2 cara. Di antaranya sbb. Perbandingan berat badan (dewasa 70 kg) BBa Rumus Clark = ——–Dd (mg) 70 Keterangan: Bba = berat badan anak (kg) c.Perbandingan umur (dewasa 20-24tahun) n Rumus Young (anak<12 th) Da =————Dd (mg) n+12 n Rumus Dilling Da=———– Dd (mg) 20 Keterangan: Da = Dosis obat untuk anak Dd = Dosis obat untuk dewasa n = Umur anak dalam tahun b. Perbandingan luas permukaan tubuh (LPT) (Dewasa = 1.

Mis. Streptomycin Daya larut obat dalam lemak besar. Benzodiazepin Daya larut obat dalam lemak kecil. Perhitungan dosis didasarkan Berat badan nyata (BBN). Mis. BB ideal = (T-100) x 0. Perhitungan dosis menggunakan dasar perbandingan dengan dosis dewasa punya kelemahan sbb. terjadi perubahan fisiologi dan patologi tubuh yang menentukan perubahan konsentrasi obat di dalam tubuh karena perubahan fase farmakokinetika = ADME.Catatan: Perhitungan dosis menggunakan dasar perbandingan dengan dosis dewasa punya kelemahan sbb. Mis. kanamycin. Umur—-Tidak tepat (variasi BB & LPT) BB ——-Tidak dapat bagi semua obat LPT —– Tidak praktis DOSIS OBAT UNTUK OBESITAS Definisis obesitas adalah berat badan > 20% BB ideal. Perhitungan dosis didasarkan pada Berat badan tanpa lemak (BBTL). Digitoxin. T = Tinggi (cm) Yang harus diperhatikan dalam penghitungan dosis: Lipofilisitas obat Jika suatu obat bersifat lipofilik maka distribusi obat naik . .9 (Kg) . akibatnya ada perbedaan komposisi komponen tubuh dengan BB normal. Thiopental DOSIS UNTUK GERIATRIK (Umur > 65 tahun) Ketika umur bertambah. T 1/2 eliminasi lebih lama. Menurut Rische.

Ex:Phenobarbital Sedative-hipnotik:30mg/3-4dd. V. 50-150 mg/kgbb/ hari. Dasar: Clearance individual DOSIS LAZIM/TERAPEUTIK (tertulis dalam pustaka) Dosis sekali : Bisacodyl. Dosis/kgbb/hari :Ampisilin. Sifat fisika-kimia obat – Stabilitas – Iritasi . Dasar : à Pola MIC à Pola kurva log dosis respon 2. 1. 0. Tujuan terapi / Indikasi penyakit – sistemik / lokal – onset dan durasi 2.5-2 mg/hari. Antikonvulsan:30-60mg/2-3 dd. 3.5-30 mg dalam dosis terbagi. Kondisi pasien – menerima / menyenangkan – aman.Penentuan dosis obat: 1. Dosis/kgbb/kal :Etambutol. Antikonvulsan:30-60mg/2-3 dd. Dexamethason. dapat menelan dll. Dalam dosis terbagi tiap 6 jam Dosis untuk efek berbeda :Ex:Phenobarbital Sedative-hipnotik:30mg/3-4dd. JADWAL PEMBERIAN OBAT Hal-hal yang harus kita pertimbangkan adalah sbb. 5-10 mg/dosis tunggal Dosis sehari : Diazepam. 15-25 mg/kgbb/ dosis tunggal.

dan juga menghindarkan pasien dari pendarahan yang parah. dapat membantu mencegah pembekuan darah yang berbahaya. Teri Klein dari Stanford University di California.MACAM-MACAM CARA PEMBERIAN OBAT OR A L PARENTERAL INHALASI MEMBRAN MUKOSA KULIT/TOPIKAL Farmakogenetika. karena obat ini pada hakikatnya adalah racun tikus. Dosis yang terlalu tinggi akan menyebabkan pasien mengalami pendarahan hingga meninggal. memeriksa informasi klinik dan genetik dari 4043 pasien guna . Sebuah sistem baru yang digunakan untuk menentukan dosis warfarin. yang dipimpin oleh Dr. dan dapat mencegah pembekuan darah. Beberapa pasien membutuhkan lebih dari dua kali dosis mingguan daripada pasien lainnya. sehingga metode baru penentuan dosis ini akan membantu memperkirakan dengan lebih baik tentang siapa yang memerlukan lebih banyak dosis dan siapa yang memerlukan lebih sedikit. Penelitian ini. sementara dosis yang terlalu rendah akan menyebabkan stroke atau serangan jantung akibat bekuan darah. Dosis warfarin yang tepat adalah penting. Metode Baru Penentu Dosis Obat Boston (23 Feb.'09). yakni obat pengencer darah.

baik dosisnya maupun lama pemberiannya. Para ilmuwan mengatakan bahwa algoritma tersebut dengan akurat mengidentifikasikan sejumlah besar pasien yang memerlukan dosis warfarin sebesar 21 mg atau kurang per minggunya. Yang termasuk golongan obat dengan efek adiksi adalah NARKOTIKA (morfin). bisa membuat orang yang mengkonsumsinya menjadi ‘ketagihan’ atau ketegantungan. Makin ‘pendek’ jarak dosis lethal suatu obat makin berbahaya. kata Dr. nyeri pada kanker. PSIKOTROPIKA dan Zat Adiktif lainnya. "Farmakogenetika memiliki peran yang potensial untuk meningkatkan manfaat dan mengurangi bahaya bagi orang yang tanggapan terhadap obatnya tidak tergolong 'rata-rata' ". Kelompok obat ini digolongkan sebagai OBAT BERBAHAYA. yang menggunakan informasi genetika pasien untuk memperkirakan tanggapan tubuh para pasien terhadap obat-obatan. Contohnya. merusak organ hati (hepatotoksik). Memahami Obat Obat tidak hanya memiliki efek terapi tetapi juga efek samping yang tidak diharapkan. dan juga sejumlah pasien yang memerlukan dosis sebesar 49 mg atau lebih per minggunya. merusak ginjal (neprotoksik) atau berpotensi menimbulkan sel cancer (carcinogenic). Dokter akan memilihkan obat dengan efek samping minimal yang aman bagi pasiennya. Efek samping obat ini bisa ringan (pusing. Rokok (Nikotin) dan kopi (Cafein) termasuk memiliki efek adiksi yang ringan. obat tidur. obat hipertensi. Setiap obat mempunyai DOSIS TERAPI (dosis yang memberikan efek perbaikan/menyembuhkan). DOSIS MAKSIMAL (batas dosis yang masih dibolehkan/aman bagi pasien) dan DOSIS LETHAL (dosis yang membuat pasien mati). . obat anti diabetes. Dokter hanya memberikan obat ini untuk kasus tertentu (misalnya nyeri hebat pada pasien patah tulang. Janet Woodcock dan Lawrence Lesko dari US FDA. mual atau gatal) dan bisa sangat berbahaya. Disamping itu ada sejumlah obat/tanaman obat yang memiliki efek khas yaitu EFEK ADIKSI. Itupun dalam pengawasan yang ketat. kesulitan tidur). Pendekatan baru ini dinamakan "farmakogenetika".menghasilkan sebuah algoritma komputer yang dapat memperkirakan pasien mana yang membutuhkan dosis yang lebih tinggi atau yang lebih rendah.

peringatan bahaya apapun yang ditulis dibungkus rokok. Dosis ini akan meningkat terus. kuliah selama 6-7 tahun agar bisa memakai obat untuk kebaikan dan kesembuhan penyakit pasien. orang tetap membeli rokok dan tetap asyik merokok! • Ketergantungan fisik dan psikis • Peningkatan dosis • Gejala putus obat • Over dosis Ketergantungan Fisik Zat obat ini dianggap oleh tubuh sebagai salah satu unsur yang ‘harus ada’. Yang berbahaya adalah jika peningkatan dosis ini mendekati atau mencapai DOSIS LETHAL! Ini tidak disadari oleh penderita. 4 tablet akhirnya belasan tablet harus diminum. ketakutan dan sulit tidur. bayangan indah) penderita membutuhkan sejumlah dosis. sesuai dosisnya dan mempertimbangkan efek samping obat terhadap kondisi fisik organ dari setiap pasien. 2 butir obat. obat itu bisa BERMANFAAT. Dan. Tanpa adanya obat ini dalam darah. berdebar-debar. Sakit kepala. pekerjaan. jika dipakai sesuai indikasinya (tujuan spesifik dari efek obat). Narkoba? Hanya butuh beberapa tablet! Bahkan narkoba ‘generasi baru’ memiliki efek adiksi yang sangat kuat. enzym. Tidak ada lagi sekolah. oksigen dan zat makanan. Coba lihat. Setiap hari yang dipikirkan lebih dahulu adalah obat. Sahabat. Gejala yang muncul adalah ‘unjuk rasa’ dari setiap organ. Jika sudah ‘ketagihan’ orang akan sulit untuk keluar. Hanya minum sekali atau dua kali sudah langsung ketagihan. pacar.Jadi. mimpi indah. Yang paling penting adalah obat! Peningkatan Dosis Untuk menimbulkan efek yang diinginkan (halusinasi. keluarga bahkan orang tua tidak lagi penting. Adiksi/Ketergantungan Orang akan mengalami ketergantungan jika minum obat dalam jangka waktu tertentu. Sesak nafas. mual-muntah-bahkan mencret tidak terkendali. . Gejala Putus Obat Penderita akan mengalami kondisi ini jika obat menghilang dalam darah dan penderita tidak mendapatkan obat. Butuh ratusan batang rokok dan puluhan gelas kopi serta waktu yang lama untuk membuat seseorang ‘ketagihan’ terhadap rokok dan kopi. sistem organ-organ tubuh menjadi kacau balau. Nyeri hebat disetiap titik ditubuhnya. obat akan SANGAT BERBAHAYA jika dipakai oleh para remaja dan orang-orang yang tidak memahami obat. disamping hormon. cita-cita bahkan masa depan. Dokterpun butuh waktu yang panjang. Gelisah. Ketergantungan Psikis Memori otak penderita terhadap obat sangat dominan.

Jika tidak di’obati’. untuk menghindarkan dirinya dari gejala putus obat.Anehnya sakit yang ‘ribuan volt’ ini langsung lenyap begitu penderita ‘mendapatkan’ obat. Efeknya bisa berbeda. Setiap pemakai obat kronis pasti pernah mengalami episode ini. Dalam dosis toksik (over dosis) obatobatan ini menekan pusat nafas di otak. Efek Buruk dan Komplikasi Narkoba • Gangguan/kegagalan hati • Gangguan/kegagalan ginjal • HIV-AIDS Pemakaian jarum suntik bergantian. 160 mg/sendok teh. 125 mg. semua pemakai narkoba akan FINISH dan ‘game over’ dititik ini. 600 mg . Asetaminofen bisa ditemukan dalam beberapa obat berikut:  Tylenol  Anacin-3  Liquiprin  Panadol  Tempra. Peningkatan dosis yang terjadi secara perlahan-lahan atau mencoba memakai jenis narkoba ‘edisi baru’ dengan dosis yang biasa dipakai.Kekuatan normal : 325 mg . Pemberian oksigen atau nafas buatan dalam kondisi emergensi tidak akan menolong.Tablet kunyah : 80 mg . tanpa resep dokter. sebab masalahnya ada di pusat pernafasan di otak. 120 mg/ sendok teh . Over dosis sering kali terjadi dan ini tidak disadari oleh penderita. Sediaan untuk anak-anak tersedia dalam bentuk sirup.Kekuatan ekstra : 500 mg . 300 mg. Padahal setiap obat dosisnya tidak sama. tablet dan kapsul. Gejala putus obat adalah pengalaman yang menakutkan bagi penderita. tidak steril • Hepatitis • Cita-cita dan masa depan anak hilang Keracunan DEFINISI KERACUNAN ASETAMINOFEN Lebih dari 100 jenis produk yang mengandung asetaminofen bisa dibeli secara bebas.Elixir: 325 mg/sendok teh. Kandungan asetaminofenn dalam beberapa jenis sediaan obat dan kekuatannya: Supositoria (tablet/kapsul yang dimasukkan ke dalam anus atau vagina) : 120 mg. Ini menjadi satu alasan penderita melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan obat. Kematian terjadi oleh karena depresi pusat pernafasan. bukan diparu-parunya. Over Dosis Para pengguna Narkoba yang kronis sesungguhnya berada ‘sangat dekat’ dengan area ini.

Gejala keracunan asetaminofen terjadi melalui 4 tahapan: 1. Sejumlah besar asetaminofen akan melebihi kapasitas kerja hati.mual dan/atau muntah . terbentuk suatu zat racun yang dapat merusak hati. muncul gejala kegagalan hati 4. Keracunan asetaminofen pada anak-anak yang belum mencapai masa puber.diare . Mungkin perlu diberikan transfusi plasma segar atau faktor pembekuan. Jika anak telah menelan sejumlah besar asetaminofen (terutama jika kadarnya dalam darah sangat tinggi). Kadar asetaminofen dalam darah diukur 4-6 jam kemudian.nafsu makan berkurang .nyeri atau pembengkakan di perut bagian atas .. Stadium II (setelah 24 jam) : mual dan muntah. Tindakan darurat yang dapat dilakukan di rumah adalah segera memberikan sirup ipekak untuk merangsang muntah dan mengosongkan lambung. Kegagalan hati bisa mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku. Akibatnya. pemeriksaan menunjukkan bahwa hati hampir tidak berfungsi. Di rumah sakit. Untuk menyerap asetaminofen yang tersisa.koma.5 mL Asetaminofen adalah obat yang sangat aman. .Obat tetes : 100 mg/mL.kejang . tetapi bukan berarti tidak berbahaya.rewel . yang diberikan setelah arang dikeluarkan.berkeringat . biasanya diserikan asetilsistein untuk mengurangi efek racun dari asetaminofen. Stadium III (3-5 hari kemudian) : muntah terus berlanjut.nyeri atau pembengkakan di daerah lambung . dimasukkan selang ke dalam lambung melalui hidung untuk menguras lambung dengan air. 120 mg/2. 130 mg/sendok teh . Pada anak-anak yang berumur lebih dari 12 tahun. bisa diberikan arang aktif melalui selang ini. jarang berakibat fatal. hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hati tidak berfungsi secara normal 3. Stadium IV (setelah 5 hari) : penderita membaik atau meninggal akibat gagal hati. Gejala mungkin baru timbul 12 jam atau lebih setelah mengkonsumsi asetaminofen. sehingga hati tidak lagi dapat menguraikannya menjadi bahan yang tidak berbahaya. Gejalanya lainnya yang mungkin ditemukan: . Stadium I (beberapa jam pertama) : belum tampak gejala 2. overdosis asetaminofen bisa menyebabkan kerusakan hati.Sirup : 160 mg/sendok teh. karena itu diberikan suntikan vitamin K1 (fitonadion).

Demam diatasi dengan kompres hangat. Untuk dehidrasi yang lebih berat. Jika pengobatan dimulai dalam waktu 8 jam setelah keracunan.Prognosis tergantung kepada jumlah asetaminofen yang tertelan dan tindakan pengobatan. Seorang anak dapat meninggal karena menelan kurang dari 1 sendok teh metil salisilat murni. Kadar Aspirin yang tinggi dalam darah menyebabkan anak menjadi sering berkemih. Tetapi pada penyakit tertentu (misalnya artritis rematoid juvenil) pemberian Aspirin kepada anak-anak/remaja dibenarkan/diperlukan. Untuk mengatasi perdarahan bisa diberikan vitamin K1. mengalami kesulitan dalam bernafas dan pingsan. yang merupakan komponen dari obat gosok dan larutan penghangat. Gejala awal dari salisilisme adalah mual dan muntah. diberikan cairan melalui infus. . diberikan arang aktif melalui mulut atau melalui selang yang dimasukkan ke dalam lambung. Aspirin ditemukan pada:  Aspirin  Ecotrin  Anacin (kaplet dan tablet)  Alka Seltzer  Bufferin. maka prognosisnya sangat baik. dan hal ini bisa menyebabkan dehidrasi. Prognosis tergantung kepada kadar salisilat dalam darah. KERACUNAN ASPIRIN Aspirin atau obat yang mirip dengan Aspirin (salisilat) biasanya tidak dianjurkan diberikan kepada anak-anak dan remaja karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye. diikuti dengan pernafasan yang cepat. anak diharuskan minum sebanyak mungkin (susu maupun jus buah). Kadar yang bisa menimbulkan keracunan adalah 150-300 mg/kg berat badan. Overdosis Aspirin (salisilisme) pada anak yang telah meminum Aspirin dosis tinggi selama beberapa hari biasanya lebih berat. hiperaktivitas. Dilakukan pengurasan lambung sesegera mungkin. atau dosis yang tertelan masih dibawah dosis racun. Bentuk salisilat yang paling beracun adalah minyak wintergreen (metil salisilat). Anak menjadi mengantuk. Jika anak dalam keadaan sadar. peningkatan suhu tubuh dan kadang kejang. Untuk mengatasi dehidrasi ringan.

Pernafasan menjadi dangkal. yang kemungkinan disebabkan oleh muntah maupun batuk. 1 minggu atau lebih setelah keracunan. Sebaiknya tidak dilakukan perangsangan muntah dan pengurasan lambung karena bisa . Sedangkan sediaan cair tidak menempel. rasa panas yang ditimbulkan menempel pada permukaan yang lembab sehingga anak segera berhenti memakannya. Segera timbul nyeri dan sifatnya bisa berat. sebaiknya anak diberik minum sebanyak mungkin. tetapi beberapa minggu kemudian bisa terjadi penyempitan pada kerongkongan. Susu tidak hanya bersifat melindungi dan melembutkan selaput lendir. lebih mudah ditelan dan bisa menyebabkan kerusakan pada seluruh bagian kerongkongan. Anak yang berhasil melalui masa awal kerusakan pada akhirnya bisa meninggal akibat infeksi karena bahan kaustik dari kerongkongan merembes ke dalam rongga dada. Untuk melarutkan bahan kaustik. yaitu natrium hidroksida dan asam sulfat.peradangan paru-paru. kematian terjadi akibat: . Kadang pembengkakan menyebabkan tersumbatnya saluran udara. Beberapa keperluan rumah tangga yang mengandung bahan kaustik adalah pembersih jamban dan sabun pencuci piring. Bahan tersebut terdapat dalam bentuk padat maupun cair. Dengan bantuan endoskopi bisa diketahui beratnya kerusakan yang telah terjadi pada kerongkongan sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus segera diambil. Pada sediaan padat. beberapa diantaranya mengandung bahan kaustik yang paling berbahaya. pada dinding kerongkongan maupun lambung yang mengalami kerusakan bisa terjadi perforasi (pembentukan lubang).penyumbatan saluran pernafasan . Sering terjadi syok (tekanan darah sangat rendah).perforasi kerongkongan . kerongkongan serta lambung. Meskipun pada awalnya hanya menimbulkan gejala yang rignan. Bahan kaustik (jika tertelan) bisa menyebabkan luka bakar dan secara langsung menyebabkan kerusakan pada mulut. Daerah yang terbakar menjadi bengkak dan menelan menimbulkan nyeri.KERACUNAN BAHAN KAUSTIK Yang dimaksud dengan bahan kaustik adalah asam dan alkali kuat. Baju yang terkena bahan kaustik segera dilepas dan kulit yang terkena segera dicuci bersih. Bahan kaustik menyebabkan keruskan pada dinding kerongkongan atau lambung. Pada kasus berat dengan bahan kaustik yang sangat kuat. yang terbaik adalah minum susu.tekanan darah yang sangat rendah . tetapi juga merupakan pengganti dari protein jaringan yang merupakan target dari bahan kaustik. dengan denyut nadi yang cepat dan lemah.kerusakan jaringan .

Kerusakan yang terjadi bisa bersifat permanen (misalnya gangguan kecerdasan pada anakanak dan penyakit ginjal progresif pada dewasa). Jika terjadi penyempitan. KERACUNAN TIMAH HITAM Keracunan timah hitam (plumbisme) biasanya merupakan suatu keadaan kronis (menahun) dan kadang gejalanya kambuh secara periodik. Pemaparan oleh timah hitam dalam jumlah relatif besar bisa terjadi melalui beberapa cara:  Menelan serpihan cat yang mengandung timah hitam  Membiarkan alat logam yang mengandung timah hitam (misalnya peluru. cairan bisa diberikan melalui infus. pemberat alat pancing atau perhiasan) tetap berada dalam lambung atau persendian. minuman berkola. ventilasi maupun penekan debu). tomat. pemberat tirai. Pada kasus yang ringan. anggur. Jika anak tidak mau minum. anak didorong untuk minum sebanyak mungkin cairan. dimana secara perlahan timah hitam akan larut  Meminum minuman asam atau memakan makanan asam yang telah terkontaminasi karena disimpan di dalam alat keramik yang dilapisi oleh timah hitam (misalnya buah. Antibiotik diberikan jika anak mengalami demam atau terdapat tanda-tanda perforasi kerongkongan. . jus apel)  Membakar kayu yang dicat dengan cat yang mengandung timah hitam atau batere di dapur atau perapian  Mengkonsumsi obat tradisional yang mengandung senyawa timah hitam  Menggunakan perabotan keramik atau kaca yang dilapisi timah hitam untuk menyimpan atau menyajikan makanan  Minum wiski atau anggur yang terkontaminasi oleh timah hitam  Menghirup asap dari bensin yang mengandung timah hitam  Bekerja di tempat pengolahan timah hitam tanpa menggunakan alat pelindung (seperti respirator.memperburuk kerusakan yang telah terjadi. Untuk mengurangi peradangan. mungkin perlu dilakukan trakeostomi (pembuatan lubang pada trakea). jus tomat. bisa diberikan kortikosteroid. terapi dilatasi bisa dilakukan beberapa bulan kemudian. jus buah. Timah hitam ditemukan pada  Pelapis keramik  Cat  Batere  Solder  Mainan. dilakukan pembedahan untuk memasukkan sebuah selang ke dalam kerongkongan agar kerongkongan tidak menutup sepenuhnya. Jika saluran pernafasan tersumbat oleh pembengkakan kerongkongan.

kejang yang tak terkendali dan koma. gejalanya diawali dengan rewel dan berkurangnya aktivitas bermain selama beberapa minggu. sembelit serta nyeri kram perut. maka penderita segera dirawat. Dimercaprol seringkali menyebabkan muntah. Pengobatan dilakukan selama 5-7 hari untuk menghindari berkurangnya cadangan logam yang penting dalam tubuh (terutama seng). Gejala kerusakan otak tersebut terutama terjadi akibat pembengkakan otak. analisa contoh sumsum tulang serta rontgen perut dan tulang panjang. Baik pada anak-anak maupun dewasa bisa terjadi anemia. Kapsul succimer akan berikatan dengan timah hitam dan membantu melarutkannya di dalam cairan tubuh sehingga dapat dibuang ke dalam air kemih. bisa meningkatkan kadar timah hitam pada anak-anak. yaitu berupa perubahan kepribadian. Untuk memperkuat diagnosis. penisilamin per-oral diberikan 2 hari setelah pemberian kalsium . Setelah pengobatan dihentikan. karena itu perlu diberikan pengobatan meskipun tidak ditemukan gejala.berjalan goyah/limbung . Efek sampingnya adalah ruam kulit. Dimercaprol dan kalsium dinatrium edetat diberikan melalui serangkaian suntikan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan kadar timah hitam di dalam darah.muntah menyembur yang berlangsung terus menerus . Beberapa gejala bisa menghilang secara spontan. diare. yaitu berupa: . nafsu makan berkurang dan nyeri perut samar-samar yang berakhir dengan muntah. dilakukan pengukuran jumlah timah hitam yang dibuang melalui air kemih. gejalanya akan kembali memburuk. terasa logam di mulut dan kelainan pada fungsi hati (kadar transaminase). Kemudian gejala yang serius timbul secara mendadak dan dalam waktu 1-5 hari menjadi semakin memburuk. Pada anak-anak. nafsu makan berkurang. serangkaian gejala yang khas bisa timbul dalam waktu beberapa minggu atau lebih. Resiko tinggi ditemukan pada anak-anak yang tinggal di rumah tua/lama yang dicat dengan cat yang mengandung timah hitam.linglung .kejang . Pada dewasa.mengantuk . muntah. Pengobatan ini mungkin perlu diulangi dengan selang waktu tertentu. kadar timah hitam dalam darah biasanya kembali meningkat karena timah hitam yang tersisa di dalam jaringan tubuh dilepaskan. Jika kadar timah hitam cukup tinggi sehingga kemungkinan akan terjadi kerusakan otak. mual. di dalam mulut terasa logam. terutama melalui debu atau tanah yang telah terkontaminasi oleh timah hitam. tetapi jika kembali terjadi pemaparan oleh timah hitam. Pada dewasa jarang terjadi kerusakan otak. Untuk membantu membuangnya. sakit kepala. karena itu diberikan cairan infus.Pemaparan timah hitam dalam jumlah yang lebih kecil.

dimercaprol bisa menyebabkan hemolisis (penghancuran sel darah merah). karena dapat meningkatkan penyerapan timah hitam.muntah . Setelah mengalami keracunan timah hitam. Kerusakan ginjal biasanya bersifat sementara. Yang terpenting adalah mengurangi pemaparan oleh timah hitam.dinatrium edetat. Stadium 1 (dalam waktu 6 jam) . Penisilamin bisa menyebabkan ruam kulit. kadar kalsium darah yang tinggi. maka sebaiknya pemaparan oleh timah hitam dikurangi. seringkali diberikan suplemen zat besi. KERACUNAN ZAT BESI Sejumlah besar zat besi bisa menyebabkan diare. Anak yang bertahan hidup bisa mengalami kerusakan otak yang permanen. Pada beberapa penderita. Zat besi ditemukan pada:  Fero-sulfat (Feosol. demam serta diare. dan kemungkinan akan meninggalkan efek saraf yang permanen. Jika anak-anak memiliki kadar timah hitam sebesar 10 mikrogram/dL atau lebih. sistem saraf dan otot bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk menggantikan hilangnya logam lain selama pemakaian penisilamin. peningkatan jumlah sel darah putih dan kadar gula darah yang tinggi. seng dan tembaga. Gejala overdosis zat besi biasanya terjadi melalui beberapa tahap: 1. Obat-obat tersebut tidak digunakan sebagai tindakan pencegahan pada pekerja timah hitam atau siapapun yang terpapar oleh kadar timah hitam yang tinggi. Jika dalam waktu 6 jam pertama tidak timbul gejala dan kadar zat besi di dalam darah rendah. Feostat)  Suplemen mineral  Suplemen vitamin. Slow Fe)  Fero-glukonat (Fergon)  Fero-fumarat (Femiron. yaitu berupa kerusakan ginjal. proteinuria (protein dalam air kemih) dan penurunan jumlah sel darah putih. maka kecil kemungkinan terjadinya keracunan. Efek samping dari kalsium dinatrium edetat kemungkinan terjadi akibat berkurangnya seng.rewel . muntah. Pemulihan sempurna mungkin memerlukan waktu beberapa bulan sampai beberapa tahun. Efek tersebut bersifat sementara dan akan menghilang pada saat pemakaian penisilamin dihentikan. Sistem pembuluh darah dan ginjal juga bisa mengalami gangguan.

3.disorientasi . Stadium 3 (antara 12-48 jam). aliran darah ke jaringan berkurang dan kadar gula darah turun. Gejala lainnya adalah: .perdarahan lambung (gastritis hemoragika) akibat iritasi saluran pencernaan. Jika hasil pemeriksaa darah menunjukkan kadar zat besi yang rendah. juga bisa terjadi: . terjadi perbaikan semu yang berlangsung selama 24 jam.peningkatan keasaman darah.kejang . Di rumah sakit dilakukan pengurasan lambung.kelainan konduksi listrik di jantung .penurunan kesadaran. 2.pernafasan dan denyut nadi cepat .penurunan kesadaran .demam ..diare . .mengantuk .tekanan darah rendah . dilakukan observasi selama 6 jam dan jika tidak timbul gejala. Jika kadar zat besi tinggi atau timbul gejala.peningkatan jumlah sel darah putih .kelainan perdarahan . Tekanan darah yang sangat rendah atau penurunan kesadaran selama 6 jam pertama menunjukkan bahwa keadaannya sangat serius. Suntikan deferoksamin (yang akan mengikat zat besi di dalam darah) diberikan kepada anak yang memiliki kadar zat besi tinggi atau menunjukkan gejala.mengantuk . Mungkin perlu dilakukan pencucian usus untuk membuang zat besi. maka anak perlu dirawat. untuk mengetahui adanya penyempitan organ akbiat iritasi lapisan saluran pencernaan. Rontgen lambung atau usus bagian atas dilakukan 6 minggu atau lebih setelah keracunan. anak tidak perlu dirawat. Kadar zat besi dalam darah mungkin normal.gelisah . Stadium 4 (setelah 2-5 minggu) : bisa terjadi komplikasi seperti penyumbatan usus. tetapi pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan hati.nyeri perut . Bisa terjadi syok (tekanan darah sangat rendah). Bisa terjadi kematian. 4. sirosis atau kerusakan otak. Stadium 2 (dalam waktu 10-14 jam). Kekurangan zat besi akibat pengobatan dan perdarahan bisa menyebabkan anemia. meskipun tidak banyak menyerap zat besi. Jika kadar zat besi di dalam darah tinggi.kejang . Digunakan arang aktif.

Gejala neurologis meliputi mengantuk. minayk tanah. Kematian bisa terjadi bahkan dalam waktu 1 minggu setelah keracunan. Pada kasus yang berat. pneumonia dapat dilihat pada rontgen dada dalam waktu 2 jam setelah keracunan. pengencer cat dan hidrokarbon terhalogenasi (misalnya karbon tetraklorida yang banyak ditemukan di dalam larutan dan pencair dry-cleaning atau etilen diklorida). Gejalanya terutama menyerang paru-paru dan usus. Pemulihan pneumonia berlangsung dalam waktu 1 minggu. KERACUNAN HIDROKARBON Hidrokarbon adalah senyawa organik yang hanya terdiri dari hidrogen dan karbon. terjadi pembesaran jantung. Peradangan paru-paru yang cukup berat biasanya menyebabkan kematian dalam waktu 24 jam. Kulitnya tampak kebiruan karena berkurangnya kadar oksigen dalam darah. pada 90% kasus. Resiko kematian pada anak yang mengalami syok dan kesadarannya menurun adalah sebesar 10%.Prognosis biasanya baik. denyut jantung yang tidak teratur dan henti jantung. Bisa terjadi kerusakan pada ginjal dan sumsum tulang. pneumonia bisa terlihat pada rontgen dada dalam . Pada kasus yang berat. masa pemulihan biasanya memerlukan waktu 5-6 minggu. gas alam dan batubara. hanya sekitar 1% yang meninggal. yang digunakan pada semir furnitur. mereka mengeluh merasa terbakar/panas di lambung. sangat berbahaya karena bisa menyebabkan iritasi dan pneumonia aspirasi yang berat. Pada awalnya anak mengalami batuk dan tersedak. Sejumlah kecil bahan tersebut (terutama dalam bentuk cairan yang mudah mengalir) bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Selanjutnya terjadi muntah dan batuk yang menetap disertai megap-megap. kemudian pernafasan menjadi cepat. Hidrokarbon banyak ditemukan di dalam minyak bumi. Kematian banyak terjadi pada remaja yang dengan sengaja menghirup atsiri. pada kasus yang sangat berat juga menyerang otak. tetapi jika penyebabnya adalah karena menelan minyal anjing laut mineral. seperti bensin. minyak anjing laut mineral atau h idrokarbon halogenasi (misalnya karbon tetraklorida). Cairan yang lebih kental. maka akan terjadi pemulihan sempurna. Gejala yang lebih berat ditemukan pada anak yang telah menelan cairan yang lebih encer. Keracunan hidrokarbon biasanya terjadi karena anak menelan hasil penyulingan minyak bumi. sebelum terjadinya muntah. koma dan kejang. Pada anak yang lebih besar. tetapi jika dalam waktu 48 jam gejala-gejalanya telah hilang.

waktu 6-8 jam. dilakukan pengukuran kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah arteri. Jika terjadi pneumonia diberikan terapi oksigen. Hal ini disebabkan perbedaan kesempurnaan pembentukan organ-organ tubuh terutama hati dalam tiga jenis manusia tersebut. ANTIDOTUM & ZAT ANTITOKSIK Antidotum adalah penawar racun. . cairan infus dan pengawasan ketat. Umumnya akan timbul efek sampingnya. Obat yang sama dapat diberikan dalam dosis yang berbeda kepada bayi. Jika dalam waktu 24 jam tidak tidak timbul gejala pneumonia. Obat dapat menjadi racun bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan. anak-anak. Selain itu. Jika terdapat tanda-tanda pneumonia (misalnya pernafasan cepat. perbedaan metabolisme tubuh setiap orang terhadap dosis obat juga mempengaruhi. Setelah bilas lambung. anak harus dibawa ke rumah sakit. obat tidak akan menyembuhkan melainkan berbahaya. sedangkan antitoksik adalah penawar terhadap zat yang beracun (toksik) terhadap tubuh. Kerusakan atau infeksi ginjal bisa terlihat dari hasil penghitungan sel darah putih dan analisa air kemih. Pengobatan terhadap keracunan obat yang umum untuk keracunan yang terjadi kurang dari 24 jam yaitu dengan membilas lambung bila obat baru ditelan. ventilator. ANTIDOTUM Antidotum lebih difokuskan terhadap over dosis atau dosis toksik dari suatu obat. memuntahkan obat sampai tindakan khusus untuk mempercepat pengeluaran obat dari tubuh. maka tidak akan terjadi pneumonia. denyut jantung cepat atau batuk). Praktisi kesehatan seperti dokter dan apoteker harus berhati-hati dalam memilih dosis obat yang sesuai dengan kondisi penderita. karbon aktif dan suatu pencahar perlu diberikan. Jika anak berada dalam keadaan sadar. Kondisi suatu obat dapat menimbulkan keracunan bila digunakan melebihi dosis amannya. dewasa dan usia lanjut. Dalam hal ini. Untuk memperkuat diagnosis dan membantu menentukan rencana pengobatan. segera minum segelas susu untuk melarutkan bahan yang tertelan dan mengurangi peradangan lambung.

atasi keracunan. Untungnya. hati (liver) memiliki kemampuan mendetoksifikasi zat-zat toksik tersebut sehingga dapat dikeluarkan melalui urine. arsenik. dan inipun hanya untuk menjaga fungsi vital tubuh. air kelapa juga dapat digunakan untuk mengatasi keracunan obat. yaitu pernafasan dan sirkulasi darah. Tergantung dari sifat yang dimiliki oleh zat toksik tersebut. dll. syok Air kelapa selain mengandung berbagai ion yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. demam. Racun akan didetoksikasi oleh hepar secara alamiah dan racun atau metabolitnya akan diekskresi melalui ginjal dan hati. empedu dan udara. manfaat air kelapa. metilen biru merupakan antidotum spesifik yang sangat ampuh dan sering menimbulkan reaksi pengobatan yang dramatis. air dan lingkungan. Untuk itu. anafilaktik. chelating agent. logam berat dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan efek keracunan. Namun. mengatasi keracunan. Selama keracunan hanya perlu dipertahankan pernapasan dan sistem kardiovaskuler (fungsi vital).Pada keracunan yang parah dibutuhkan antidotum yang memang terbukti menolong terhadap efek keracunan obat tertentu. Air Kelapa Atasi Keracunan Obat Tags: air kelapa. Namun. Nalokson. ZAT ANTITOKSIK Saat ini manusia sering terkena zat-zat toksik baik dari makanan. Di rumah pun bukan berarti tidak berbahaya karena masih ada kemungkinan keracunan insektisida maupun herbisida. zat toksik itu akan menumpuk dalam konsentrasi kritis dan mengakibatkan munculnya efek toksik dari zat tersebut. dibutuhkan zat antitoksik seperti Desferrioksamin Metansulfonat untuk keracunan besi akut. Di mana pada keadaan ini timbulnya berbagai . keracunan obat. Selain itu. sebagian terbesar kasus keracunan harus dipuaskan dengan pengobatan gejalanya saja. Zat-zat tosik seperti sulfida. usus. misal asam Folinat untuk keracunan metotrexat. apabila kecepatan penyerapan melebihi kecepatan ekskresinya. paru-paru dan atau kulit. mulai dari urtikaria. Air kelapa ini sudah lama digunakan oleh nenek moyang untuk mengobati berbagai penyakit seperti: panas dalam. atropin. juga memiliki kemampuan untuk menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Keracunan obat ini dapat menimbulkan berbagai gejala dan tanda (symptom and sign). sehingga bisa terserap melalui lambung. kekurangan cairan. Syndrom Steven Johnson (SJS). natrium tiosulfat.

penggunaan Air Kelapa untuk mengatasi keracunan obat ini layak untuk digunakan. bila hal di atas tidak mungkin dilakukan cara yang terbaik adalah dengan meletakkan penderita pada posisi kepala lebih rendah dari anggota badan (posisi trendelenburg). tekanan darah menurun. Selain itu gejala keracunan obat lainnya pada keadaan lebih berat dapat menimbulkan Syok Anafilaktik (=shock anafilactic) yang dapat membahayakan keselamatan jiwa penderita. Akan tetapi. Di fasilitas kesehatan biasanya sudah disediakan berbagai obat yang dapat digunakan untuk mengatasi syok anafilaktik ini. Bila kita mengalami hal tersebut atau ada orang lain yang mengalami keracunan obat. denyut nadi cepat sampai menimbulkan hilangnya kesadaran. baik itu obat yang dibeli di warung atau di toko obat oleh penderita maupun dari petugas kesehatan. cara yang terbaik adalah dengan membawa orang tersebut ke Rumah Sakit segera. Tindakan selanjutnya adalah dengan memberi minum orang tersebut dengan Air Kelapa. . Posisi ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan perfusi di dalam jaringan otak (cerebral). Gejala mulai dari ringan sampai berat seperti: penglihatan terasa gelap. Bila Anda berobat dengan petugas kesehatan atau di Rumah Sakit. biasanya dilakukan uji kulit (skin test) terlebih dahulu untuk menguji apakah seseorang alergi terhadap obat tersebut atau tidak. Anda tidak tahu apakah alergi atau tidak terhadap obat yang dikonsumsi.kelainan pada kulit yaitu keluarnya bintik-bintik kemerahan dan terasa gatal. Berdasarkan pengalaman saya sendiri. Namun. semakin baik. penggunaan air kelapa ini sangat manjur untuk mengatasi berbagai keracunan yang disebabkan oleh obat. Dan bila tidak ditangani segera akan menimbulkan kematian. Semakin cepat. bila Anda membeli obat di warung atau toko obat. Keracunan obat ini dapat terjadi di mana saja. Oleh karena itu.