P. 1
Geografi Hidrosfer Dan Dampaknya

Geografi Hidrosfer Dan Dampaknya

|Views: 127|Likes:
Published by eforjoint

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: eforjoint on Jun 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

Click to edit Master subtitle style

6/3/12

Unsur-unsur Utama dalam Siklus Hidrologi
» Hidrosfer

berasal dari kata hydro yang berarti air dan sphaira yang berarti lapisan. Jadi, hidrosfer berarti lapisan air yang mengelilingi bumi berupa sungai, danau, rawa, gletser, air tanah, hujan, samudera, dan laut. tetap dan senantiasa bergerak dalam satu lingkaran peredaran 6/3/12 yang disebut SIKLUS HIDROLOGI, SIKLUS AIR ATAU DAUR HIDROLOGI

» Air di Bumi memiliki jumlah yang

JENIS AIR
→ Air Fosil (connate water), air laut purba yg

terjebak oleh lapisan sedimen.
→ Air Juvenil (Juvenil water), berasal dari

lapisan bumi yang sangat dalam.
→ Air Vulkanis (Volcanic water), keluar saat

gunung api meletus.
→ Air Meteorit (meteoric water), air yg

berasal dari atmosfer (air hujan, embun, 6/3/12 kabut, dll)

IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR UTAMA SIKLUS HIDROLOGI

Siklus hidrologi, yaitu gerakan dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan dari tanah kembali 6/3/12 ke laut. Air naik ke

Siklus Air Dibedakan Menjadi

6/3/12

1.

Siklus Kecil

Karena pemanasan matahari, terjadi penguapan air laut yang berkumpul menjadi awan. Pada ketinggian tertentu karena kondensasi terjadi titik- titik air yang berkumpul semakin lama semakin besar volumenya, kemudian jatuh sebagai hujan. Selanjutnya air kembali ke laut. 6/3/12

2.

Siklus Sedang

Mula-mula terjadi penguapan air laut sehingga terbentuk awan. Awan terbawa oleh angin ke daratan dan terjadi kondensasi. Karena kondensasi akhirnya awan jatuh sebagai hujan. Sebelum kembali ke laut, air hujan tersebut masuk ke dalam tanah, selokan-selokan, terus mengalir ke sungai- sungai, dan kembali ke laut.
6/3/12

3.

Siklus Panjang

Prosesnya sama dengan siklus sedang. Hanya setelah terjadi kondensasi, titik-titik air terbawa angin ke tempat yang lebih tinggi sehingga menjadi kristal-kristal es. Kristal-kristal es tersebut masih terbawa angin ke puncak gunung kemudian jatuh sebagai 6/3/12 salju, terjadi gletser, mengalir ke sungai, dan akhirnya kembali ke

6/3/12

3

C D E A H

2 D

C B F

1 C D A G

6/3/12

Siklus Hidrologi

A = Evaporasi B = Transpirasi Gabungan A dan B biasa disebut Evapotranspirasi C = Kondensasi F = Run Off Water D = Presipitasi E = Gletsyer G = Laut H = Infiltrasi
6/3/12

1 = Siklus Pendek/kecil 2 = Siklus Sedang 3 = Siklus Panjang/besar

Terjadinya siklus hidrologi didukung prosesproses sebagai berikut:
1.

2. 3. 4. 5.

6. 7.

Evaporasi, yaitu penguapan dari benda-benda abiotik dan merupakan proses perubahan wujud air menjadi gas. Penguapan di bumi paling besar berasal dari penguapan air laut. Transpirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tumbuhtumbuhan melalui mulut daun dan batangnya. Evapotranspirasi, yaitu proses evaporasi dan transpirasi secara bersama - sama. Kondensasi, yaitu proses perubahan wujud dari uap air menjadi titik- titik air yang disebabkan pendinginan. Adveksi, yaitu transportasi air pada pergerakan horizontal seperti dalam transportasi panas dan uap air dari satu tempat ke tempat lain. Presipitasi, yaitu segala bentuk curahan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan, hujan es, dan hujan salju. 6/3/12 Run off, yaitu pergerakan aliran air di permukaan tanah melalui aliran selokan, kanal, sungai, dan anak sungainya.

IDENTIFIKASI BERBAGAI JENIS PERAIRAN

6/3/12

1. Sungai
Adalah air tawar yang mengalir dar sumbernya di daratan menuju dan bermuara di laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar.

6/3/12

Pola sungai di Indonesia mempunyai sifat yang berbeda dengan sungai yang terdapat di negara lain. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Sungainya sungai hujan, pada musim

penghujan volum air besar dan pada musim kemarau kecil. b. Banyak mengandung lumpur karena terdapat di daerah tropis yang banyak hujan. c. Sungai di Pulau Jawa alirannya deras, sungainya pendek, daya erosi besar, banyak mengangkut hasil erosi, dan 6/3/12 tidak berfungsi untuk lalu lintas air. d. Sungai di Sumatera dan Kalimantan

Jenis-jenis Sungai
Menurut Sumber Airnya 1) Sungai gletser, yaitu sungai yang airnya berasal dari salju yang mencair. Contoh: bagian hulu Sungai Membramo (Irian) 2) Sungai hujan, yaitu sungai yang mendapatkan air dari hujan. Sebagian besar sungai-sungai di Indonesia adalah sungai hujan. 3) Sungai campuran, yaitu sungai gletser yang alirannya mendapat campuran air hujan. Contoh: bagian hilir Sungai Membramo dan 6/3/12 Sungai Digul.
a.

b.

Menurut Kesinambungan Aliran Airnya

1) Sungai episodik adalah sungai yang

airnya tetap mengalir sepanjang tahun, antara lain terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Irian (Papua). 2) Sungai periodik adalah sungai yang hanya berair pada musim penghujan. Sungai ini banyak terdapat di Pulau Jawa dan Nusa 6/3/12 Tenggara.

c. 1) 2) 3)

4) 5)

6)

7)

8)

Menurut Struktur Lapisan Batuan Tempat Mengalirnya Air Sungai konsekuen adalah sungai yang mengalir searah dengan kemiringan batuan daerah yang dilaluinya. Sungai subsekuen adalah sungai yang mengalir tegak lurus pada sungai konsekuen. Sungai obsekuen adalah sungai yang alirannya berlawanan dengan kemiringan lapisan batuan daerah itu, merupakan anak sungai subsekuen. Sungai resekuen adalah sungai yang alirannya ke bawah, arahnya sama dengan sungai konsekuen yang asli. Sungai anteseden adalah sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah yang dilaluinya. Setiap terjadi pengangkatan, sungai tersebut berhasil mengikisnya. Sungai superimposed adalah sungai yang mengalir di atas batuan kristalin pada batuan sedimen yang datar atau di atas formasi aluvial. Sungai anaklinal adalah sungai anteseden yang mengalir di permukaan, kemudian diangkat miring berlawanan dengan 6/3/12 arah alirannya. Sungai reserved adalah sungai anaklinal yang sudah

K - Sungai Konsekuen O - Sungai Obsekuen
6/3/12

1.A Pola Aliran Sungai
O Paralel, adalah pola aliran yang terdapat pada

suatu daerah yang luas dan sangat miring, sehingga gradien dari sungai itu besar dan sungainya apat menambil jalan ke tempat yang paling rendah dengan arah yang cukup lurus pada daerah yang mempunyai struktur patahan. Biasa disebut juga pola siku - sikku

O Rectangular, adalah pola aliran yang terdapat

O Angulat,

adalah pola aliran yang tidak membentuk sudut siku – siku tetapii lebih besar atau lebih kecil daripada 90˚. 6/3/12 kerucut gunung berapi atau dome yang baru

O Radial Sentrifugal adalah pola aliran pada

O Radial Sentripetal, adalah pola aliran

pada suatu kawah atau crater dan suatu kaldera dari gunung berapi atau depresi lainnya, yang pola alirannya menuju ke pusat depresi tersebut.
O Trelis, adalah pola aliran seperti tralis O Anular,

adalah variasi dari radial pattern. Terdapat pada suatu dome atau kaldera yang sudah mencapai stadium dewasa dan sudah timbul sungai konsekwen, subsekwen, resekwen, dan obsekwen.
6/3/12

O Dendritik,

adalah pola aliran yang

Contoh pola aliran sungai

6/3/12

1.B Meander Sungai
Meander adalah bentuk kelokan – kelokan aliran sungai. Sering dijumpai di daerah dataran rendah. Terbentuk karena adanya reaksi dari aliran sungai terhadap batu – batuan yang relatif homogen dan kurang resisten terhadap erosi. Disamping meander yang terbantuk pada daerah datar yang luas atau rendah terdapat pula berbagai jenis meander yang berada pada daerah yang 6/3/12 berelief kasar.

Contoh meander

6/3/12

1.C Delta Pada ujung muara di laut atau danau akan terbentuk suatu endapan yang disebut delta. Delta memiliki berbagai bentuk dan ukkuran yang berbeda – beda. Faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebu antara lain adalah :
OJenis batuan
6/3/12

1.D Identifikasi Berbagai Proses Pelapukan / Pengikisan Sungai
Secara alami, sungai mengalir sambil melakukan aktivitas yang satu sama lainnya saling berhubungan, yakni : erosi, pengangkutan, peninmbunan atau pengendapan. Ketiga faktor tersebut bergantung pada faktor – faktor daerah kemiringan daerah aliran sungai, volume air sungai, dan 6/3/12 kecepatan aliran air

Akibat dari proses erosi sungai yang aktif, maka terbentuklah beberapa bentuk lembah sungai. Lembah sungai adalah suatu bentuk permukaan yang lebih rendah daripada bagian lainnya yang dihasilkan oleh pengikisan air.

6/3/12

Lembah Sungai

Ciri lembah sungai :
Pada Stadium Muda
O Penampang lintang dari lembah berbentuk ‘V’ O Sungai mempunyai erosi basis sementara O Adanya angkut aliran sungai masih merupakan

daya angkut yang terbesar

O Lebar

pada bagian bawah dengan lebar saluran sungai

lembah
6/3/12

sama

O Dasar lembah masih belum merata.

Pada Stadium Dewasa
O Gradien sungai menjadi lebih kecil O Erosi yang berperan penting adalah erosi

lateral, sedangkan erosi vertikal praktis sudah tidak terjadi

O Sudah mengalami pendataran dasar sungai O Lembah sungai berbentuk ‘U’ uang ukuran

lebarnya melebihi dalamnya.
O Pada dasar lembah terdapat dataran banjir

(flood plain) dan pada flood plain sungai membentuk kelokan (meander)
O Karena dasar sungai sudah merata, tidak 6/3/12

terdapat lagi erosi dasar sungai.

1.D.a Pendalaman lembah sungai
Di daerah hulu sungai, dan perbedaan keinggian masih cukup besar, sungai memiliki aliran yang cukup kuat. Kecepaan aliran menyebabkan proses erosi. Kekuatan aliran erosi bekerja dengan cara menumbuk dan menggurus dasar sungai. Cara kerja ini disebut pengikisan hidrolik. Lalu masih ada pengikisan mekanik dan kimiawi yang dapat mempercepat pendalaman lembah sungai
6/3/12

1.D.b Pelebaran lembah sungai
Pada daerah datar, proses erosi yang bekerja lebih banyak adalah proses erosi yang menyamping (lateral) hal ini disebabkan karena lambatnya kecepatan arus yang mengalir. Erosi lateral yang dominan bersifat melebarkan saluran dan lembah sungai. Lalu, adapula agradasi yang mempercepat terjadinya pelebaran lembah sungai
6/3/12

1.D.c Pemanjangan lembah sungai
Pemanjangan lembah sungai dapat terjadi karena terjadinya penurunan permukaan laut, sehingga daratan bertambah maju, dan karena pertumbuhan delta, yang berarti menambah pula muka daratan.

6/3/12

1.D.d Kuaitas Fisik Air Sungai dan Pemanfaatan Sungai
Kualitas air ditentukan oleh konsentrasi bahan kimia yang terlarut dalam air. Kualitas air untuk kebutuhan hidup harus memenuhi kesehatan, khususnya untuk air minum. Syarat-syarat air untuk air minum, yaitu harus jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak ada kandungan zat organik yang menimbukan 6/3/12 penyakit.

Kualitas Air Sungai di Pulau Jawa, terutama di kota – kota besaar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Tangerang cenderung menurun. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan kadar parameter tertentu seperti kadar PH, kebutuhan oksigen biologi (BOD), kebutuhan oksigen kimiawi (COD). Parameter BOD dan COD sungai – sungai di seluruh provinsi pulau Jawa telah melampau baku mutu yang dietetapkan. Contohnya Sungai Ciliwung, Danau Sunter, Sungai Citarum, Kali Garang, Sungai Bengawan Solo, dan Kali Surabaya
6/3/12

Pemanfaatan Sungai
Dasar penentuan pemanfaatan sungai adalah dominasi pemanfaatan di wilayah tersebut, berdasarkan kualitas air saat itu. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah upaya prokasih (upaya kali bersih) yang digalakan untuk mengatasi pencemaran sungai. Progam ini bertujuan untuk menurunkan jumlah beban zat pencemar yang masuk ke 6/3/12 sungai.

Pemanfaatan Sungai untuk Berbagai Keperluan
Sungai dapat dimanfaatkan sebagai sarana:
1. 2. 3. 4. 5.

irigasi/pengairan sawah-sawah, pembangkit tenaga listrik (PLTA), lalu lintas air, budi daya perikanan darat, dan rekreasi dan olahraga air.
6/3/12

Peranan sungai yang lain:
O Sungai banyak mengandung bahan bangunan

seperti pasir, batu kali dan kerikil.
O Sungai dapat memberikan mata pencaharian

bagi penduduk, seperti pengambilan pasir, bijih besi, batu – batu, bijih emas, intan, timah aluvial dan dalam bidang perikanan
O Sungai dapat digunakan untuk kepentingan

pengairan, contohnya dibuat waduk.6/3/12
O Untuk menambah kesuburan tanah karena

Menjelaskan Proses dan Hasil Kerja Sungai Erosi, yaitu proses terlepasnya material dari batuan yang disebabkan faktor-faktor eksogen (air dan angin). Erosi dapat terjadi karena faktor-faktor sebagai berikut. a. Material yang diangkut dalam aliran sungai membentuk dan memukul material lain yang dilaluinya sehingga terjadi pengikisan. b. Jika arus aliran sungai semakin besar 6/3/12 maka erosinya juga semakin besar

Proses sedimentasi, yaitu proses terlepasnya material yang berasal dari batuan induk yang dipindahkan oleh aliran sungai kemudian diendapkan lagi di tempat lain. Proses sedimentasi pada aliran sungai disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: A. Berkurangnya Kecepatan Aliran Hal ini disebabkan oleh: 1. perubahan aliran dari daerah yang mempunyai gradien tinggi, 2. bertambahnya belokan-belokan sungai, dan 3. terbentuknya delta dan perluasan dari suatu anak sungai. 
B. 1. 2.

Mengecilnya Aliran Hal ini disebabkan oleh: pada waktu banjir, aliran sungai melebar dan meluap, dan pada waktu sungai meninggalkan lembah-lembah pegunungan yang sempit dan mencapai lembah sungai yang lebar. Berkurangnya Volume Air Hal ini disebabkan oleh: adanya perubahan iklim setempat, adanya pemenggalan alam maupun buatan, peresapan air ke dalam tanah, dan adanya penguapan yang besar.

C. 1. 2. 3. 4.

6/3/12

D.
1. 2.

Berhentinya Aliran
Hal ini disebabkan oleh: mencapai danau atau laut dan mencapai tempat-tempat yang airnya menggenang.

 
E.

Adanya Penghalang-penghalang Aliran Sungai
Macam-macam endapan yang terjadi pada aliran sungai sebagai berikut.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Dataran banjir (floodplain), yaitu endapan pada dasar sungai, di mana sungai tersebut sudah mencapai stadium dewasa. Kerucut aluvial, terjadi karena kurangnya daya angkut yang disebabkan oleh perubahan gradien. Gosong sungai, terjadi pada sungai yang telah mengalami gradasi pada akhir musim hujan. Kipas aluvial (aluvial fan), terjadi karena sungai mengalami perubahan gradien, dari daerah pegunungan tiba-tiba mencapai dataran rendah. Gosong delta, ialah endapan yang dibentuk oleh anak sungai pada waktu bertemu dengan induk sungai. Gosong meander, merupakan endapan yang berupa gisik, 6/3/12 yang terbentuk dari bagian dalam dari meander, garis-garis endapannya disebut scroll. Tanggul alam, ialah pengendapan yang terjadi pada tepian sungai.

2. Danau
Danau, yaitu cekungan atau kubangan di permukaan bumi yang terisi air. Danau mendapat air dari sungai, curah hujan, mata air, dan air tanah, sedangkan pengaliran danau dapat terjadi karena penguapan, perembesan ke dalam tanah, dan pengaliran.

6/3/12

Menurut macam airnya, danau dapat dibedakan menjadi dua :

6/3/12

Danau Air Asin
Pada umunya berada di daerah semi arid dan arid, dimana di daerah tersebut penguapannya terjadi sangat kuat, dan tidak memiliki aliran keluaran. Kalau danau ini kering, akan terlihat lapisan garam didasar danau. Contoh danau dengan kadar garam tinggi :
a. Great Salt Lake, dengan kadar garam

sebesar 18,6% dan sebesar 32%

b. Danau Merah dengan kadar garam

6/3/12

Danau Air Tawar
Pada umumnya terdapat di daerah humid atau basah dimana di daerah tersebut memiliki curah hujan tinggi. Danau ini biasanya memiliki air dari curah hujan lalu mengalirkan airnya kembali ke laut. Jadi, danau ini merupakan danau terbuka. Contoh danau air tawar dari air hujan ini ada di Indonesia. Contoh danau tawar dari air 6/3/12 salju ada di Kanada.

Tipe-tipe danau antara lain sebagai berikut. 1. Danau vulkanik atau danau kawah, merupakan danau yang terbentuk akibat peristiwa vulkanisme. Contoh: Danau Kelimutu di Flores, Danau Segara Anak di NTB, dan Danau Kawah Kelud di Jawa Timur. 2. Danau tektonik, adalah danau yang terjadi karena peristiwa tektonik. Contoh: Danau Poso dan Danau Towuti di Sulawesi, Danau Singkarak di Sumatera. 3. Danau tektovulkanik, terjadi karena tenaga 6/3/12 tektonik dan vulkanik. Contoh: Danau Toba,

5. Danau glasial adalah danau yang

terjadi karena erosi glasial pada zaman es dilluvium. Contoh: Danau Michigan, Danau Superior, dan Danau Ontario, semuanya terdapat di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada. 6. Danau bendungan, terjadi karena terbendungnya aliran sungai oleh lava, akibat letusan gunung api. Contoh: Danau Air Tawar di Aceh, 6/3/12 Danau Tondano di Sulawesi Utara. 7. Danau buatan, merupakan aliran

Faktor-faktor penyebab rusaknya danau antara lain sebagai berikut:
1. 2.

Faktor menghilangnya danau

Terisi endapan hasil erosi sungai yang mengalir ke danau sehingga danau cepat menjadi dangkal. Terjadi penguapan yang lebih besar daripada jumlah air yang mengalir ke dalam danau sehingga airnya menjadi kering. Adanya gerakan tektonik dari dasar danau atau akibat tektonik yang dapat mengubah arah aliranaliran sungai yang masuk ke dalam danau. Rusaknya tanggul dan pintu air pada danau buatan (waduk) sehingga waduk menjadi jebol.
6/3/12

3.

4.

Manfaat danau antara lain sebagai berikut:
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Sebagai pengatur air sehingga tidak terjadi banjir. Sebagai persediaan air yang penting untuk irigasi. Tempat rekreasi dan objek pariwisata. Sebagai sumber tenaga listrik (PLTA). Tempat pemeliharaan ikan air tawar. Sebagai sarana olahraga air.

6/3/12

3. Rawa
Rawa merupakan tanah bawah yang selalu digenangi oleh air karena kekurangan drainase atau letaknya lebih rendah dari daerah sekitarnya. Di Indonesia rawa terdapat di daerah aliran Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Memberamo (Irian Jaya), Sungai Komering, dan Sungai Musi (Sumatera).
6/3/12

Jika dilihat dari genangan airnya, rawa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu..
a.Rawa yang Airnya Selalu Tergenang b.Rawa tang Airnya Tidak Selalu Tergenang

6/3/12

1.

Rawa tergenang, yaitu rawa yang airnya selalu tergenang dan dasar rawa merupakan lapisan gambut yang tebal. Air rawa ini tidak dapat digunakan untuk air minum. Rawa pasang surut, yaitu rawa yang airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

1.

6/3/12

Manfaat rawa sebagai berikut:
1.

Sebagai sumber pembangkit tenaga listrik. 2. Bila rawa dapat mengalami pergantian air maka dapat digunakan untuk lahan persawahan dan perikanan. 3. Rawa yang airnya tidak terlalu asam dapat untuk daerah perikanan. 4. Sebagai objek wisata masyarakat

6/3/12

Daerah Aliran Sungai (DAS)
Kumpulan sungai pada suatu sistem cekungan dengan aliran keluar atau muara tunggal membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS). Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah wilayah tampungan air yang masuk ke dalam wilayah air sungai.
6/3/12

Faktor-faktor yang mempengaruhi DAS, sebagai berikut :
O Iklim O Jenis batuan yang dilalui DAS O Banyak sedikitnya air yang jatuh ke alur pada

waktu hujan

6/3/12

Perhitungan DAS
Batas wilayah DAS diukur dengan cara menghubungkan titik-titik tertinggi diantara wilayah aliran sungai yang satu dengan yang lain. Dengan metode :
O Metode

Isohyet, digunakan jika luas DAS lebih besar dari 5000km2 . Isohyet adalah garis dalam peta yang menghubungkan tempat – tempat yang 6/3/12 mempunyai jumlah curah hujan yang sama selama suatu periode tertentu

Potensi air permukaan dan air tanah
O Air tanah adalah bagian air yang

berada pada lapisan di bawah permukaan tanah kedalaman air tanah tergantung pada tebal tipisnya lapisan permukaan di atasnya dan kedudukan lapisan air tanah tersebut.
O Permukaan yang merupakan bagian

atas dari tubuh air itu disebut permukaan preatik. Volume air yang meresap kedalam tanah bergantung 6/3/12 pada jenis lapisan batuanya, lapisan batuan utama ada dua yaitu lapisan

Lapisan kedap
O Kadar pori lapisan kedap sangat kecil

sehingga kemampuan untuk meneruskan air juga kecil kadar pori adalah jumlah ruang di celah butir butir tanah yang dinyatakan dengan bilangan persen, contoh geluh, napal dan lempung. Permukaan lapisan lempung menghisap air hingga jenuh, tetapi setelah itu air tidak akan terhisap lagi sehingga semua air akan dialirkan atau bahkan tergenang. 6/3/12

Lapisan tak Kedap
O Kadar pori lapisan tak kedap cukup

besar. Lapisan ini merupakan tempat persediaan air yang baik karena merupakan tempat berkumpulnya air sehigga lapisan atas terbentuk tubuh air atau Preatik.
O Batuan kapur sebenarnya hanya

berpori-pori kecil tetapi karena mempunyai celah (diaklas) maka batuan kapur dapat meneruskan dan 6/3/12 menyimpan air

O Diantara lapisan kedap dan tak kedap

ada lapisan peralihan yang merupakan variasi dari keduanya. Keadaan air tanah dan posisinya pada lapisan tak kedap dapat mempengaruhi gerak pada aliran air itu. Jika lapisan yang kurang kedap air terletak di atas dan di bawahsuatu tubuh air maka akan dihasilkan suatu lapisan penyimapan air yang disebut air tanah tak bebas. bebas bergantung pada perbedaan tinggi anatar suatu tempat dengan daerah tangkapan hujan. 6/3/12

O Tekanan air yang timbul dari tanah tak

Penampang Air Tanah
O Air tanah freatik terdapat pada formasi

lapisan batuan porous yang menjadi pengikat air tanah dengan jumlah cukup besar. Kedalaman lapisan freatik tergantung pada lapisan batuan di atasnya.

6/3/12

Upaya menjaga kelestarian air tanah
O Penggunaan air tainah yang

berlebihan oleh pengusaha untuk keperluan industri karena akan mempercepat penurunan volume air tanah. permukiman yang berlebihan karena berkaitan dengan besarnya konsumsi air tanah. pemerintah agar ditaati dalam 6/3/12 pemanfaatan air tanah di daerah pantai agar tidak terjadi perluasan.

O Kepadatan penduduk dan

O Peraturan yang ditetapkan

O Perusakan hutan dan lahan harus di

cegah agar tidak menimbulkan ketimpangan tata air.

O Konversi atau perubahan

penggunaan lahan dalam suatu DAS harus diperhitungkan dampak dan manfaatnya. Dampak Lingkungan (AMDAL) di perketat khususnya terhadap air tanah, terhadap rencana pembangunan. dihindari.

O Pelaksanaan Analisis Mengenai

6/3/12 O Pembuangan limbah air tanah agar

Pemanfaatan Air Tanah
O Secara umum air di alam yang paling

bersih dan paling sehat untuk diminum adalah air tanah hal ini di sebabkan karena dalam peralanan air di serap tanah atau batuan terjadi proses penyaringan pembersihan dan penetralan derajat asam, pemanfaatanya dapat di lakukan dengan mudah yakni dengan menggali lapisan tanah. Untuk pemanfaatan air tanah tertekan dapat di lakukan dengan teknologi 6/3/12 pengeboran sehingga muncul air artesis yang bermanfaat untuk

O Air sungai permanen berasal dari

mata air yang banyak terbentuk di daerah hulu daerah aliran sungai (das) yang lebat hutanya sungai permanen volume airnya relatif tetap sehingga dimanfaatkan untuk pengairan perhubungan dan obyek wisata

6/3/12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->