PTK

Peningkatan Hasil Belajar Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together Kelas

X Audio Video 1 Di SMKN 5 Jakarta
Anggraeni Indri Hapsari Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan dengan Pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Number Head Together) di kelas X AV (Audio Video) 1 di SMK Negeri 5 Jakarta. Berdasarkan data ulangan kelas X AV 1 pokok bahasan menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif, kapasitif, dan induktif pada rangkaian DC tahun ajaran 2009/2010, rata-rata kelas mendapat nilai 56,62. Dimana nilai tersebut berada di bawah KKM yang seharusnya dicapai, yaitu 70. Setelah terlaksananya ketiga siklus PTK (Penelitian Tindakan Kelas) pada bulan Juli–Agustus 2011 di X AV 1, maka diperoleh peningkatan rata-rata kelas di atas KKM yaitu 86,3. Dan setelah terlaksananya ketiga siklus PTK (Penelitian Tindakan Kelas) juga tampak terjadi perubahan aktivitas belajar siswa, yang semula pasif kemudian menjadi aktif dalam mencari informasi. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) dapat meningkatkan proses dan hasil belajar Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan pada kelas X AV 1 SMK Negeri 5 Jakarta. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif NHT (Number Head Together), mata pelajaran menerapkan dasar-dasar kelistrikan, peningkatan hasil belajar. PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terusmenerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan dimasa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani dan potensi kompetensi siswa. Konsep pendidikan tersebut terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan dimasyarakat dan dunia kerja, karena yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah untuk menghadapi problema yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu usaha perbaikan kualitas pendidikan adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK kelompok teknologi industri sebagai suatu lembaga formal yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyelenggarakan sistem pendidikan yang mengacu pada perkembangan teknologi di dunia industri. Kurikulum SMK menekankan akademis dan life skill terutama vocational skill. Dengan vocational skill, lulusan SMK memiliki kesiapan untuk terjun langsung pada dunia kerja. Bahkan mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMK, antara lain dengan perbaikan mutu pembelajaran. Pembelajaran di SMK merupakan serangkaian kegiatan yang secara sadar telah terencana. Dengan adanya perencanaan yang baik akan mendukung keberhasilan pengajaran. Usaha
1

PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari)

berpikir dan memotivasi diri sendiri (self motivation). hanya terdapat beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan pada guru. dan induktif pada rangkaian DC masih memberikan dominasi guru dan tidak memberikan akses bagi siswa untuk berkembang mandiri melalui penemuan dalam proses berpikirnya.Ketika guru sedang menjelaskan materi dengan metode ceramah.Ketika guru meminta siswa maju mengerjakan soal di papan tulis. cukup menjelaskan konsep-konsep yang ada pada buku ajar atau referensi lain. Jadi. kapasitif. yaitu bagaimana sebenarnya belajar. Salah satu program keahlian tersebut adalah program keahlian Audio Video yang menekankan kemampuan siswanya pada salah satu dasar kompetensi kejuruan menerapkan dasar-dasar kelistrikan. Suasana kelas dalam proses pembelajaran menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. 2. Dengan melihat proses pembelajaran pada standar kompetensi kejuruan Audio Video yaitu menerapkan dasar-dasar kelistrikan khususnya kompetensi dasar menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif.perencanaan pengajaran diupayakan agar siswa memiliki kemampuan maksimal dan meningkatkan motivasi. bahwa proses pembelajaran menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. Akan tetapi. sebab tidak memerlukan alat dan bahan praktik. siswa cenderung ribut dan mengantuk serta berbicara dengan sesama temannya. ketika guru memberikan tugas masih banyak siswa yang bingung dan bertanya kepada temannya. dan induktif pada rangkaian DC guru lebih suka menggunakan metode konvensional. Meskipun demikian.Berdasarkan informasi dari guru Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan yang mengajar di kelas tersebut. ada sebagian besar siswa yang belum paham mengenai materi yang dijelaskan. dan induktif pada rangkaian DC. tidak ada siswa yang berani menjawab ataupun berinisiatif untuk maju ke depan kelas. bahwa pada proses pembelajaran yang terjadi tersebut masih bersifat konvensional dan tidak menyentuh ranah dimensi siswa. 2 PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) . siswa kurang memiliki kemauan untuk belajar. SMK Negeri 5 Jakarta Timur merupakan salah satu sekolah teknik kejuruan yang memiliki beberapa program keahlian yang berkompeten dibidangnya. Siswa tidak diajarkan strategi belajar yang dapat memahami bagaimana belajar. padahal aspek-aspek tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam suatu pembelajaran. Dalam pembelajaran menerapkan dasar-dasar kelistrikan siswa dituntut untuk lebih paham dan mengerti tentang pelajaran menerapkan dasar-dasar kelistrikan. kapasitif. kapasitif. Dalam arti yang lebih substansial. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan yang meliputi observasi kelas. dan induktif pada rangkaian DC cenderung teacher-centered.Ketika guru mempersilahkan siswa untuk bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti. 4. tantangan dan kepuasan sehingga mampu memenuhi harapan baik oleh guru maupun siswa. dan induktif pada rangkaian DC secara umum menunjukkan bahwa : 1. namun siswa enggan bertanya kepada guru. kapasitif. 3. kapasitif. diskusi dan wawancara dengan salah seorang guru bidang studi Menerapkan dasar-dasar kelistrikan di SMKN 5 Jakarta tahun ajaran 2009-2010. dalam pembelajaran menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. sehingga siswa menjadi pasif. hasil belajar siswa kelas XAV 1 dalam pembelajaran menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. karena dasar-dasar kelistrikan merupakan langkah awal yang harus dilewati siswa sebelum mempelajari teori-teori kelistrikan yang tingkatannya lebih tinggi. sehingga guru perlu menunjuk siswa untuk menjawab atau maju ke depan dengan cara memanggil nama siswa.

Pembelajaran kooperatif tipe NHT pada dasarnya merupakan sebuah variasi diskusi kelompok dengan ciri khasnya adalah guru hanya menunjuk seorang siswa 3 PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) . biasanya guru hanya menggunakan metode ceramah dalam kegiatan belajar mengajar yang membuat siswa menjadi pasif dan kemauan siswa untuk belajar cenderung menurun yang berakibat menurunnya hasil belajar siswa. Berdasarkan informasi dari guru Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan yang mengajar di kelas tersebut.Berdasarkan informasi dari guru Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan yang mengajar di kelas tersebut. guru terbiasa menggunakan metode ceramah dalam kegiatan belajar mengajar yang membuat siswa menjadi pasif dan kemauan siswa untuk belajar cenderung menurun sehingga berakibat juga pada menurunnya hasil belajar siswa. atau suku yang berbeda (heterogen). Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan atau tim kecil. jenis kelamin. khususnya masalah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan. Sehingga berdasarkan acuan dari data-data tersebut maka dalam penelitian tindakan kelas diyakini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran yakni dengan melalui strategi pembelajaran Cooperative learning dengan Tipe NHT. Penelitian tindakan tersebut diterapkan dalam bentuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dalam menerapkan pendekatan pembelajaran. dan induktif pada rangkaian DC dalam pembelajaran menerapkan dasar-dasar kelistrikan tahun ajaran 2009/2010 adalah 56. guru harus membimbing siswa. perlu diupayakan suatu penelitian tindakan (action research) yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Untuk mewujudkan peningkatan interaksi dan kerja sama antar siswa dapat menggunakan pembelajaran kooperatif. tetapi harus aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan pemahamannya sendiri. kapasitif. sehingga potensi dan kemampuan siswa dapat tergali dan berkembang dengan baik. ras. komponen utama adalah guru dan siswa. Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. Agar proses pembelajaran berhasil.Berdasarkan data ulangan yang dilakukan pada kelas X AV 1 pokok bahasan menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi pembelajaran yang tepat untuk dapat menggantikan metode ceramah yang selalu guru gunakan dalam pembelajaran. yaitu antara empat sampai lima orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik. karena strategi pembelajaran merupakan sarana interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. sehingga membuat pembelajaran lebih aktif. Dalam proses pembelajaran.62. Untuk mengatasi masalah tersebut di atas. Seharusnya dalam proses pembelajaran siswa tidak boleh pasif. Pembelajaran kooperatif memiliki kemampuan untuk meningkatkan belajar siswa baik dibidang peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok Melalui strategi pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran tipe NHT (Number Head Together) pembelajaran menjadi lebih baik dan setiap siswa dapat belajar untuk saling menghargai satu sama lain.5. Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk meningkatkan kualitas professional guru dan dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran. 6. Pembelajaran kooperatif sebagai salah satu strategi belajar diyakini dapat meningkatkan interaksi antar siswa dan bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang positif. yang sengaja simulasikan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.

PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan.Pisangan Baru Timur VII Jakarta Timur. Pada siklus I terdiri dari 1 indikator. Dalam 4 PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) . peneliti mengambil mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan audio video dan dibatasi pada pembahasan standar kompetensi Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan dengan pokok bahasan menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. Pisangan Baru Timur VII Jakarta Timur 13110 dengan mengambil waktu penelitian selama kurang lebih dua bulan pada tanggal 18 Juli s. maka waktu yang disediakan tidak akan cukup. Cara pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) juga sebagai upaya yang sangat baik untuk meningkatkan tanggung jawab individual dalam diskusi kelompok. Kelas X AV 1 dipilih berdasarkan keterangan dari kolaborator.yang mewakili kelompoknya tanpa memberitahu terlebih dahulu siapa yang akan mewakili kelompoknya tersebut. Pada penelitian tindakan kelas pembelajaran kooperatif tipe NHT diambil subjek siswa kelas X Audio Video 1 di SMKN 5 Jakarta Timur. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 5 Jakarta Timur yang beralamat di Jl. sehingga tidak memungkinkan peneliti dalam melaksanakan 3 siklus sekaligus pada setiap indikator.d 22 Agustus 2011 semester ganjil tahun ajaran 2011-2012. yaitu : perencanaan (planning). Hubungan keempat konsep pokok PTK menurut Kurt Lewin dipandang sebagai satu siklus. pengamatan (observating). Penelitian tindakan menggunakan PTK dengan harapan guru kompetensi kejuruan dapat memperbaiki kinerjanya sebagai guru. yang sengaja simulasikan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. dan induktif pada rangkaian DC. Dalam penelitian tindakan kelas pembelajaran kooperatif tipe NHT. pengamatan (observing). Prosedur penelitian dilaksanakan tiga siklus. masingmasing terdiri dari empat tahapan perencanaan (planning). karena materi pembelajaran harus terus berlanjut dan jika mengulang pada indikator yang sama. siklus II terdiri dari 1 indikator. Selain itu model pembelajaran NHT memberi kesempatan kepada siswa untuk membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat sehingga berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. tindakan (acting). Prosedur/siklus yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah prosedur/siklus PTK (Penelitian Tindakan Kelas) model Kurt Lewin dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together). Kelas yang dipakai sebagai objek penelitian adalah kelas X AV 1 dengan jumlah siswa sebanyak 35 orang. tindakan (acting). disusun dalam 3 (tiga) siklus secara berkelanjutan pada satu indikator ke indikator berikutnya pada mata pelajaran Menerapkan Dasar-Dasar Kelistrikan. menciptakan pembelajaran yang bermutu dan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran. HASIL PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang peneliti laksanakan adalah dalam upaya meningkatkan hasil belajar dan proses belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperarif tipe NHT. dan refleksi (reflecting). kapasitif. Prosedur/siklus yang direncanakan dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Menerapkan Dasar-Dasar Kelistrikan ditingkat SMK yaitu. bahwa kelas X AV 1 adalah kelas khusus dimana pada kelas X AV 1 menurut kolaborator ingin menggunakan suatu strategi pembelajaran baru. Sehingga cara pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) menjamin keterlibatan total semua siswa. Konsep pokok PTK menurut Kurt Lewin terdiri dari empat komponen. dan refleksi (reflecting). METODE Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 5 Jakarta Jl. dan siklus III terdiri dari 1 indikator.

Siklus I merupakan awal dari siklus penelitian. Keberanian siswa dalam bertanya dan mengeluarkan pendapat pada saat diskusi mengalami peningkatan. Secara keseluruhan permasalahan pada pelaksanaan siklus II adalah sebagai berikut: 1. Secara keseluruhan pada pelaksanaan siklus III adalah sebagai berikut: 5 PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) .3. Masih terdapat siswa yang ribut dan kurang memperhatikan penjelasan dari guru.pelaksanaannya. Pada siklus III sudah baik dan sudah dapat dilakukan guru secara konstan. sudah mengalami peningkatan dengan aktifitas belajar siswa 76% pada siklus II dan belum mencapai standar kompetensi yakni sekurangkurangnya 80% dari keseluruhan siswa mencapai nilai 70 sesuai dengan KKM. Kegiatan pendahuluan dilakukan pada bulan Januari–Juni 2011 dengan observasi tentang kondisi sekolah secara umum dan melakukan pengamatan terhadap siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung di kelas X AV 1. Berdasarkan informasi dari kolaborator dan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti. hasil observasi terhadap ketuntasan aktivitas belajar siswa sebesar 66% pada pertemuan pertama dan 70% pada pertemuan kedua. baik dari segi keaktifan dan hasil belajar siswa sudah mengalami kemajuan. aktifitas dan hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan. Pada siklus II guru mulai terbiasa menghadapi situasi dan kondisi dalam kelas. Nilai pre test rata-rata siswa pada siklus I adalah 36. observasi. Pada siklus III kegiatan pembelajaran mengalami kemajuan yang signifikan jika dibandingkan dengan siklus-siklus sebelumnya. Pada siklus I kegiatan penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain yakni: perencanaan. 2. Dari segi aktivitas belajar siswa. tindakan. Nilai rata-rata post test siswa pada siklus II adalah 80. motivasi. Guru masih belum terbiasa menghadapi situasi dalam kelas. Dan pada kelas X AV 1 ingin menggunakan suatu strategi pembelajaran yang berbeda dengan metode konvensional yakni strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together). suasana kelas dalam proses pembelajaranpun sudah mengalami perkembangan yakni kelas sudah dapat berjalan dengan lebih tertib dan kondusif walaupun sebagian kecil masih ada siswa yang mengalami hambatan dalam proses pembelajarannya. Siklus II merupakan tindak lanjut dari siklus sebelumnya. dan jika dibandingkan dengan siklus I pada siklus II semangat. dan semangat dan motivasi siswa pada saat pelajaran meningkat dengan bersemangatnya mereka pada saat melakukan diskusi dan ketika presenatasi di depan kelas. yang masingmasing kelompok terdiri dari 3-4 orang. Secara keseluruhan permasalahan pada pelaksanaan siklus I adalah sebagai berikut: 1. sebagian siswa belum terbiasa dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT.4.3. dan refleksi. sehingga proses pembelajaran dapat lebih merespon siswa-siswa yang bermasalah dalam pembelajaran. diperoleh data bahwa kelas X AV 1 merupakan kelas yang taraf ketuntasan belajarnya pada mata pelajaran menerapkan dasar-dasar kelistrikan masih rendah. guru pamong sebagai kolaborator dan dilakukan di kelas X AV1 (Audio Video 1). suasana dalam proses belajar mengajar belum ada perkembangan yang cukup berarti. siswa terbagi menjadi 9 kelompok belajar kooperatif. Nilai post test rata-rata siswa pada siklus I adalah 70. 2. Perencanaan siklus I dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2011 yang telah didiskusikan terlebih dahulu dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. sehingga dalam proses pembelajaran masih kurang merespon siswa-siswa yang bermasalah dalam pembelajaran. Dari segi aktivitas belajar siswa.

berani bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran yang belum jelas. terbukti dengan nilai rata-rata post test siswa pada tiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus III hasil belajar kognitif siswa dan aktifitas belajar siswa sudah memenuhi indikator yang ditetapkan. dan induktif pada rangkaian DC dapat mewakili peningkatan dalam proses dan hasil belajar mata pelajaran menerapkan dasar-dasar kelistrikan. dan induktif pada rangkaian DC. kapasitif. kapasitif. Pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran 6 PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) . Kompetensi dasar menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. Dengan membandingkan data-data yang telah diperoleh selama penelitian tindakan kelas berlangsung sebanyak 3 siklus dan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran menerapkan dasar-dasar kelistrikan telah mencapai tujuan yang diinginkan. Peneliti menganggap dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT pada kompetensi dasar menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. demikian halnya dengan hasil aktivitas belajar siswa. karena hasil penelitian siklus III sudah sesuai dengan yang diharapkan. Dari segi aktivitas belajar siswa. dan induktif pada rangkaian DC dipilih peneliti untuk mewakili keseluruhan kompetensi dasar menerapkan dasar-dasar kelistrikan karena proses pembelajaran KD menjelaskan sifatsifat beban listrik yang bersifat resistif. maka dipilihlah satu kompetensi dasar yang mewakili keseluruhan kompetensi dasar pada mata pelajaran Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan yaitu kompetensi dasar menjelaskan sifat-sifat beban listrik yang bersifat resistif. sedangkan aktivitas belajar siswa belum memenuhi indikator yang telah ditetapkan. Pada siklus I hasil belajar siswa sudah mencapai indikator yang telah ditetapkan namun belum maksimal. 2. guru kembali dengan cara mengajar konvensional yaitu dengan cara ceramah dan mencatat sehingga membuat siswa menjadi bosan. maka tidak dilanjutkan untuk siklus selanjutnya. kapasitif. kapasitif. pada umumnya aktivitas siswa sampai pada siklus III sudah meningkat.1. Akan tetapi nilai siswa akan kembali menurun jika guru tidak konsisten dalam menjalankan cara mengajar. dapat menerima pendapat orang lain dan menghargai sesama teman. dan induktif. dan induktif pada rangkaian DC sangat menekankan pada pemberian materi mengenai perbedaan rangkaian yang bersifat resistif. Sehingga dilaksanakan siklus II untuk memenuhi indikator yang telah di tetapkan dalam penelitian. Pada siklus II hasil belajar kognitif siswa sudah mulai dapat mencapai indikator yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa maka dipaparkan hasil yang dicapai. kapasitif. untuk mengembangkan kompetensi dasar siswa selanjutnya dibidang kelistrikan. Berdasarkan penelitian tindakan kelas strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa. siswa sudah mulai terbiasa dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT. Siswa aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar yang disampaikan guru dengan baik dan tertib.3 dan telah mencapai standar kompetensi yakni sekurang-kurangnya 75% dari keseluruhan siswa mencapai nilai 70 sesuai dengan KKM. Hasil penelitian tindakan kelas dinyatakan berhasil karena terjadinya perbaikan nilai dan minat siswa untuk mempelajari materi-materi yang telah diberikan pengajar. hasil pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa dengan memperoleh 80% pada pertemuan I dan 84% pada pertemuan ke-II pada siklus III. PEMBAHASAN Dari ke enam kompetensi dasar pada mata pelajaran Menerapkan Dasardasar Kelistrikan. Peningkatan prestasi nampak dengan adanya perubahan-perubahan tingkah laku seperti yang tadinya takut atau ragu-ragu sekarang sudah lebih berani untuk mengemukakan pendapat. Nilai rata-rata post test pada siklus III ialah 86.

Agar hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya sebaiknya guru selalu memperhatikan faktor-faktor tersebut di atas dalam pelaksanaan pembelajaran. mempresentasikan hasil karya dan menanggapi hasil karya siswa dari kelompok lain. Dan peningkatan hasil belajar tersebut terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) yakni: a. Tingkat motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran b. memotivasi siswa untuk memecahkan permasalahan. Sumber belajar yang digunakan d. Namun karena kecekatan guru. Pada siklus II sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan siklus sebelumnya. Penelitian tindakan kelas pembelajaran kooperatif tipe NHT hanya dilakukan terhadap kelas X Audio Video (AV) 1. Pada siklus II guru melaksanakan perbaikan pembelajaran untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada siklus I. Keterampilan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT masih kurang karena strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan strategi pembelajaran yang baru pertama kali diterapkan dalam pembelajaran menerapkan dasar-dasar kelistrikan khususnya bagi guru (peneliti). Siswa berdiskusi dengan anggota kelompok. Hubungan antara siswa dalam satu kelompok. Berdasarkan hasil penelitian guru pada penelitian tindakan kelas pembelajaran kooperatif tipe NHT didapat bahwa hasil belajar siswa mengalami kenaikan pada setiap siklus. mengaktifkan diskusi dalam kelompok. c. maupun mempresentasikan hasil karya di depan kelas. sehingga masih takut dan ragu-ragu dalam mengemukakan pendapatnya. membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan hasil karya. dan juga memberi penguatan terhadap hasil pemecahan masalah. kendalan tersebut tidak berlangsung lama sehingga proses pembelajaran tidak terlalu terganggu. Penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan hasil belajar menerapkan dasar-dasar kelistrikan melalui pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) kelas X Audio Video 1 di SMKN 5 Jakarta” masih mengalami berbagai keterbatasan antara lain: a. karena siswa sudah dapat menyesuaikan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT. sehingga tidak dapat digeneralisasikan pada populasi penelitian tindakan kelas lain yang PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) 7 . Siswa belum terbiasa dengan strategi pembelajaran yang digunakan guru. Dan keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran. Pada siklus III siswa sudah lebih aktif dalam pembelajaran. sehingga tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan dalam pembelajaran dapat tercapai dengan baik mulai dari hasil belajar siswa. Pada siklus III tidak lagi ditemukan kendalakendala yang sangat berarti. motivasi belajar siswa maupun aktivitas belajar siswa.kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan aktivitas belajar siswa. Upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran. Namun masih ada siswa yang belum tuntas dalam penyelesaian tugas yang diberikan oleh guru. dan belum aktif secara optimal dalam diskusi kelompok pada saat proses pembelajaran berlangsung dan siswa belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT. Pelaksanaan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT belum dapat berlangsung secara optimal. Pada siklus I siswa belum terbiasa dengan pembelajaran yang digunakan guru yaitu pembelajaran kooperatif tipe NHT. baik atau tidaknya komunikasi antara siswa dalam satu kelompok.

Nilai rata-rata tes akhir siklus I yang dicapai siswa pada 1 indikator yaitu menjelaskan perbedaan sifat-sifat beban listrik yang bersifat R. nilai rata-rata siswanya adalah 86. Dan pada siklus III rata-rata kepuasan siswa adalah 3. Pada tiap siklus tingkat kepuasan siswa dalam pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) pada mata diklat menerapkan dasar-dasar kelistrikan mengalami peningkatan. Pada siklus III hasil pengamatan untuk kolaborator sebesar 80% dan 82.L. sehingga peningkatan motivasi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang peneliti laksanakan 8 PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) . Pada siklus II hasil pengamatan untuk kolaborator sebesar 75% dan 77. L. Pada siklus I kegiatan yang dirancang adalah pembelajaran dengan penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together). sedangkan banyaknya siswa terdiri dari 35 siswa yang terbagi menjadi 9 kelompok. C pada rangkaian DC adalah 70. Terlihat dari hasil kuisioner yang diberikan kepada setiap siswa.5%. Pada siklus III dengan indikator menunjukkan representasi bilangan kompleks pada suatu rangkaian R.3.3. Pelaksanaan tindakan hanya dilakukan pada satu kompetensi dasar. d. Hasil pengamatan untuk siswa pada siklus III sebesar 80% dan 84%.19 kemudian meningkat pada siklus II menjadi 3. aktivitas dan hasil belajar siswa belum optimal. C .C dalam rangkaian elektronika. Kemungkinan terdapat data yang terlewatkan karena pelaksanaan belajar setiap kelompok tidak dapat diamati secara maksimal. Hasil pengamatan untuk siswa pada siklus I sebesar 66% dan 70%. KESIMPULAN DAN SARAN Penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) pada mata diklat menerapkan dasar-dasar kelistrikan kelas X AV (audio video) 1 di SMK Negeri 5 Jakarta selama pelaksanaan dari siklus I sampai III memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar pada setiap siklus yang di laksanakan. Rata-rata tingkat kepuasan siswa pada siklus I adalah 3. b. e.25.memiliki karakteristik sama dengan karakeristik subjek peneliti.5% dan 72. c. Pada saat kegiatan belajar kelompok.5%.22. setiap siswa menuntut banyak perhatian sehingga dengan banyaknya siswa yang bertanya pada pengamat atau guru selama pelaksanaan pembelajaran kelompok menjadikan pelaksanaan kegiatan observasi menjadi terganggu. Waktu pembelajaran yang dilakukan dalam penelitian terbatas. Pengamatan yang dilakukan terhadap aktivitas belajar siswa belum optimal karena peneliti hanya dibantu oleh seorang pengamat.4. dan penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di kelas X AV 1 SMKN 5 Jakarta. karena pelaksanaan penelitian mendekati jadwal ujian tengah semester sedangkan masih terdapat materi lain pada mata pelajaran menerapkan dasardasar kelistrikan yang belum dituntaskan. Pada siklus II dengan indikator mengidetifikasikan rangkaian frekuensi resonansi R. Hasil pengamatan untuk siswa pada siklus II sebesar 74% dan 78%. L. nilai rata-rata siswa adalah 80.5%. yaitu pada siklus I hasil pengamatan untuk kolaborator sebesar 67. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diperoleh juga dari kerja sama antara guru dan siswa dalam pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together). Berdasarkan hasil prosentase rata-rata hasil belajar mata diklat Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan dan pemantauan proses pembelajaran pada setiap siklusnya dapat disimpulkan bahwa tingkat hasil belajar siswa tergolong tinggi.

e. DAFTAR PUSTAKA PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) 9 . g. guru dan sekolah. sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Sebaiknya guru menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe NHT (Number Head Together) untuk mata pelajaran yang lain. Misalkan dengan menyediakan pusat sumber belajar yang memadai bagi siswa seperti buku perpustakaan yang lengkap dan adanya ruang multimedia bagi siswa dalam mengakses internet. Perlu diadakan perencanaan dan persiapan yang matang baik dari segi kelompok siswa maupun materi pembelajaran dan fasilitas yang akan digunakan. maka seorang guru hendaknya selalu aktif dalam melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. f. sehingga didapatkan hasil yang memuaskan. Guru juga hendaknya dapat menerapkan suatu strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Pihak sekolah perlu memperbanyak guru-guru untuk melakukan penelitian tindakan kelas sehingga guru tersebut mendapatkan variatif model pembelajaran yang lain untuk digunakan pada mata pelajaran yang diajarkan. d. c. karena guru di tuntut untuk mengelola materi pembelajaran menjadi kegiatan pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi lulusan dan tuntutan dunia industri.d 15 menit. j. Agar kegiatan pembelajaran dapat berhasil dengan baik. Durasi penyampaian inti pokok materi dengan pemakaian media power point antara 10 s. Dalam melakukan PTK sebaiknya perlu dilakukan secara kolaboratif sebab peneliti dengan kolaborator perlu berdiskusi untuk langkah selanjutnya yang harus dilakukan. b. Sekolah hendaknya memberikan sarana dan prasarana yang memadai agar dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. karena jika lebih lama akan membuat siswa kurang dalam mengembangkan kemampuan berfikirnya. h. Sebelum diadakannya kegiatan pembelajaran harus diperhatikan terlebih dahulu silabus dan RPP yang akan guru gunakan. sehingga menuntut guru untuk dapat menentukan serta memilih materi yang benar-benar bisa diterapkan dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam proses belajar mengajar. Adapun saran-sarannya sebagai berikut : a. Pembelajaran dengan menggunakan metode cooperative learning NHT memerlukan persiapan yang cukup matang. i.dapat dikemukakan saran-saran yang bermanfaat bagi peneliti selanjutnya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tim Redaksi. Cooperative Learning Teori. Keputusan Direktur Jenderal Manejemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor: 251/C/KEP/MN/2008 tanggal 27 Agustus 2008 Kusumah. Anas. 2007. 2 Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: PT. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. 2009. M. Salvin. Remadja Karya. Modul Menerapkan Dasar-Dasar Kelistrikan. Penelitian Tindakan Kelas. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Evaluasi Hasil Belajar. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta : Kencana. Wina. Jakarta: Erlangga. 1986. Jakarta: PT. Prinsip-prinsip Elektronika Edisi Ketiga. Kencana. Jakarta: PT. Jakarta: Erlangga Purwanto. 13 Sudijono. Teori Belajar dan Pembelajaran. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Bandung: PT. 2005. Riset. Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Jakarta: Bumi Aksara. Malvino. Jakarta: FT UNJ Press. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. E. Jakarta: Balai Pustaka. Indeks. 2008. 2007.” 3 14 Depdikbud. 2010. 1995. dan Praktis. Purwanto. Istiany. 2007.Raja Grafindo Persada. Ari dkk. 15 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PTK Menerapkan Dasar-dasar Kelistrikan di SMK Negeri 5 Jakarta (Anggraeni Indri Hapsari) 10 . Trianto. 1996. Buku Pedoman Skripsi. 2005. Sanjaya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2009. Robert. 2006. “ Permendiknas nomor 22 tahun 2006. Siregar. Bandung: Nusa Media. 2010.1 Arikunto.Ngalim. Evelin dan Nara. Suharsimi. Wijaya. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful