P. 1
ASKEP CA LAMBUNG

ASKEP CA LAMBUNG

|Views: 113|Likes:
Published by Isa Michi

More info:

Published by: Isa Michi on Jun 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2012

pdf

text

original

ASKEP CA LAMBUNG

Label: Perkuliahan PENGERTIAN Ca lambung merupakan neoplasma maligna yang ditemukan dilambung. PENYEBAB • Tidak diketahui pasti • Ada kaitannya dengan : diet, genetic, komposisi tanah, lambung kronis PATOFISIOLOGI • Ca lambung paling sering timbul dari lapisan mucus lambung. Ca lambung menyebar dengan cara : -- Dengan ekstensi langsung ke dalam pancreas -- Melalui limfatik -- Melalui infiltrasi hematogen pada hati, paru dan tulang. PENATALAKSANAAN MEDIKAL • Kemoterapi dan terapi radiasi • Reseksi bedah. • Obat multiple (fluorosil, mitomisin C dan doksorubisin) • Hiperalimentasi (nutrisi intravena). PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN Diagnosa Keperawatan : 1. Ansietas berhubungan dengan penyakit dan pengobatan yang direncanakan. Tujuan : • Ansietas berkurang dan klien dapat memilih cara koping yang efektif. Intervensi Keperawatan : • Berikan relaksasi, suasana yang tidak mengancam. • Dukung tindakan koping positif. • Anjurkan dan diskusikan tentang adanya prosedur dan tindakan. 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. Tujuan : • Klien akan mempertahankan masukan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme. Intervensi Keperawatan : • Dorong pemberian makan sedikit dan sering serta tidak mengiritasi. • Menjamin makanan suplemen tinggi kalori, vitamin A, C dan besi. • Berikan vitamin B12 parenteral secara pasti. • Pantau kecepatan dan frekuensi terapi intravena. • Catat masukan, haluaran dan BB setiap hari. • Tinjau tanda dehidrasi. • Tinjau ulang pemeriksaan laboratorium harian untuk memperhatikan abnormalitas metabolic. • Berikan antiemetik sesuai ketentuan. 3. Nyeri berhubungan dengan adanya sel-sel epitel abnormal. Tujuan :

Begitu juga dalam hal memilih makanan. • Kerja sama dengan klien untuk membantu mengatasi nyeri. Namun dibalik rasa nikmat yang dirasakan. • Berikan dukungan emosional dan libatkan anggota keluarga dan orang terdekat. mereka tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi jika mereka mengkonsumsi makanan tersebut dalam jangka panjang. • Kaji frekuensi. • Berikan pelayanan professional sesuai kebutuhan. hampir sebagian masyarakat lebih memilih mengkonsumsi makanan cepat saji yang mereka sendiri tidak tahu bahan apa saja yang digunakan untuk mengolah makanan tersebut dibandingkan mengolah bahan makanan sendiri dirumah. • Dorong periode istirahat dan relaksasi. Intervensi Keperawatan : • Bantu mengekspresikan rasa takut dan masalah tentang diagnosis. jawab pertanyaan klien dengan jujur. Berduka yang diantisipasi berhubungan dengan diagnosa kanker. ASKEP CA LAMBUNG BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Metode kajian pustaka .2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas timbul permasalahan sebagai berikut: 1. • Beri kebebasan untuk berduka . 2.1 LATAR BELAKANG Di era serba cepat seperti saat ini tidak sulit bagi setiap orang untuk memenuhi keinginannya dalam waktu yang relative singkat. Untuk mengetahui konsep dasar asuhan keperawatan untuk penyakit Ca lambung.4 METODE 1. Bagaimana konsep dasar penyakit Ca Lambung? 2. Sebagian manusia terkadang mengabaikan suatu gejala penyakit yang timbul dalam dirinya.3 TUJUAN 1. 1. Tujuan : • Klien mampu memahami dan mendiskusikan penyakit dan pilihan pengobatan. sehingga penyakit tersebut baru diketahui ketika telah mencapai stadium lanjut. Salah satu contoh kanker akibat kebiasaan buruk ini adalah kanker lambung dimana kanker lambung ini merupakan suatu bentuk neoplasma maligna gastrointestinal. Salah satu penyakit yang mungkin timbul akibat mengkonsumsi berbagai makanan cepat saji dalam jangka panjang adalah kanker. • Dukung ketidakyakinan dan waktu yang diperlukan untuk menerima diagnosis.• Klien mengalami nyeri terkontrol atau mengalami peredaan nyeri. intensitas dan durasi nyeri. Untuk mengetahui konsep dasar penyakit Ca lambung. 4. • Dorong berpartisipasi dalam keputusan pengobatan. Dengan alasan lebih mudah dan efisien. Intervensi Keperawatan : • Berikan analgetik sesuai ketentuan. Berbagai penyakit bisa saja mereka derita akibat mengkonsumsi makanan cepat saji yang menjadi pilihan mereka. Bagaimana konsep dasar asuhan keperawatan untuk penyakit Ca lambung? 1.

Jadi dipercaya bawha pendinginan dan vit C (dalam buah segar dan sayuran) dapat menghambat nitrokarsinogen. hanya 4% dari organ dengan karsinoma lambung mempunyai riwayat keluarga. akan tetapi sejumlah faktor dihubungkan dengan penyakit tsb. rokok.darah A. bakteri H. Ingesti nitrat dan nitrit dalam diet tinggi protein telah memberikan perkembangan dalam teori bahwa senyawa karsinogen seperti nitrosamine dan nitrosamide dapat dibentuk oleh gerak pencernaan. kebanyakan pada individu dengan usia lebih dari 40 tahun dan kadang-kadang pada individu yang lebih muda. 1991) 2. dan keturunan. Kebanyakan kanker lambung terjadi pada kurvatura kecil atau antrum lambung dan adenokarsinoma. Karsinoma lambung merupakan bentuk neoplasma lambung yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2. buah.2 EPIDEMIOLOGI Kanker lambung terus berkurang di Amerika Serikat. garam. anemia pernisiosa.3 ETIOLOGI Penyebab dari kanker lambung masih belum diketahui. Insiden kanker lambung lebih banyak di Jepang. ini masih menjadi masalah serius dengan jumlah 14. Frekuensi lebih besar timbul pada individu dengan gol. Karena lambung mempunyai kontak yang lama dengan makanan. Juga dipercaya bahwa faktor eksogen dalam lingkungan seperti bahan kimia karsinogen. virus onkogenik mungkin mengambil bagian penting dalam karsinoma lambung. Diet tampaknya menjadi faktor yang signifikan. Penurunan kanker lambung di USA pada decade lalu dipercaya sebagai hasil pendinginn yang meningkat yang mnyebabkan terjadinya bermacam-macam makanan segar termasuk susu. KONSEP DASAR PENYAKIT Kanker Lambung ( Ca Lambung ) 2.6% dari semua kematian akibat kanker (Cancer Facts and Figures.4 FAKTOR PREDISPOSISI Adapun faktor predisposisi dari kanker lambung ini yaitu : . dan makanan pedas.2.700 kematian setiap tahunnya. Faktor lain yang berhubungan dengan insiden kanker lambung mencakup inflamasi lambung. Diet tinggi makanan asap dan kurang buah-buahan dan sayuran dapat meningkatkan resiko terhadap kanker lambung. bahan-bahan makanan sudah dikaitkan. aklorhidria ( tidak adanya asam hidroklorida ). dengan penurunan konsumsi makanan yang diawetkan. 2. sayuran. Faktor genetik mungkin memainkan peranan dalam perkembangan kanker lambung. Namun. yang telah menyababkan diadakannya skriningmassa untuk diagnosis awal di negara ini. 2. juice. Riwayat keluarga meningkatkan resiko individu tetapi minimal. pylori. daging sapi dan ikan. ulkus lambung. Metode penelusuran BAB II PEMBAHASAN I.1 DEFINISI Kanker lambung atau kanker lambung merupakan bentuk neoplasma maligna gastrointestinal. Ada yang timbul sebagai hubungan dengan konsumsi gram yang meningkat.

otak dan lambung. Pekerja dalam industri tertentu 6. tampak seperti kembang kol yang menonjol ke dalam lumen dan dapat berasal dari polip adenomatosa 3. kolon transversum dan peritoneum. Karsinoma infiltratif. yaitu : 1. Rasa tidak enak/nyaman pada perut (abdominal discomfort) 3. 3. 2.bawah dari esophagus.7 TANDA DAN GEJALA Pada tahap awal kanker lambung. Karsinoma polipoid. Biasanya nonspesifik (tidak khas) 2. Nausea (perasaan/sensasi sebelum muntah) 4. gejala mungkin tidak ada. 2. karena kanker lambung lebih sering terjadi pada orang bergolongan darah A dari pada golongan darah lainnya. 2. Tumor mungkin menginfiltrasi dan menyebabkan penyempitan lumen yang paling sering di antrum. Lingkungan. Irlandia. Metastase timbul pada paru. dan Kolombia. tetapi kanker lambung mungkin ada bersamaan dengan ulkus lambung dan tidak ditemukan pada pemeriksaan diagnostic awal. dapat menyerupai gejala pada pasien ulkus benigna. Faktor genetik. tetapi hal ini tidak lazim. Infiltrasi dapat melebar keseluruh lambung. prostgastrektomi. makanan yang diasamkan. 2. Status ekonomi yang rendah. karena kanker lambung sangat sering terjadi di Jepang. Gejala penyakit progresif dapat meliputi: 1. dapat menembus seluruh ketebalan dinding lambung dan dapat menyebabkan terbentuknya ” lambbung botol kulit ” (linitis plastica ) yan tidak lentur. menyebabakan kantong tidak dapat meregang dengan hilangnya lipatan normal dan lumen yang sempit. selain itu menginvasi struktur lokal seperti bag. gastritis atrofi kronis dan ulkus lambung.6 KLASIFIKASI Ada 3 bentuk umum karsinoma atau kanker lambung. 4. Finlandia. Vomiting (muntah) . Thailand. dan tinggi nitrat. Kira-kira 75% dari karsinom ditemukan pada 1/3 distal lambung. Kanker lambung adalah adenokarsinoma yang muncul paling sering sebagai massa irregular dengan penonjolan ulserasi sentral yang dalam ke lumen dan menyerang lumen dinding lambung. Kanker lambung mungkin timbul sebagai penyebaran tumor superficial yang hanya melibatkan prmukaan mukosa dan menimbulkan keadaan granuler walupun hal ini jarang. Diyakini bahwa ulkus lambung tidak mempengaruhi individu menderita kanker lambung. Karsinoma ulseratif merupakan jenis yang paling sering dijumpai dan harus dibedakan dari ulkus peptikum jinak. Kebiasaan makan makanan yang mengandung bahan karsinogenik seperti daging asap. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa gejala awal. seperti nyeri yang hilang dengan antasida. hati. anemia pernisiosa.5 PATOFISIOLOGIS Beberapa faktor dipercaya menjadi pemicu kanker yang mungkin yaitu polip. pancreas. Perokok dan pengguna alkohol 5. Desi polipoid juga mungkin timbul dan menyebabkan sukar untuk membedakan dari polip benigna pada X-ray. 2.1. pleura.

Radiasi → efek kurang berhasil 2. dan pemindai hepar dilakukan dalam menentukan luasnya metastasis. paliasi efektif untuk mencegah gejala seperti obstruksi. Pada kebanyakan pasien ini. Stadium lanjut (advanced stage) Catatan: 1. 2. Bila tumor telah menyebar ke area lain yang dapat dieksisi secara bedah.8 PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik dapat membantu diagnosis seperti penurunan berat badan. Rasio pria:wanita = 1. Risiko lebih tinggi 5X pada HIV (Human Immunodeficiency Virus) 4.11 TERAPI/ TINDAKAN PENANGANAN 1. Kemoterapi → kurang berhasil Obat kemoterapi yang sering digunakan mencakup kombinasi 5-fluorourasil (5FU). 2.12 PENATALAKSANAAN Tidak ada pengobatan yang berhasil menangani karsinoma lambung kecuali mengangkat tumornya.7 : 1. teraba massa di epigastrium. penyembuhan tidak dapat dipengaruhi. dan mitomycin-C. Faktor-faktor yang memperburuk penyakit ini antara lain: 1. Adriamycin. 3. Berat badan menurun (weight loss) 7. Kanker Lambung Ganas (malignant gastric cancer) kedua yang paling banyak dijumpai setelah adenocarcinoma. Hanya meliputi 5% dari semua kanker lambung (gastric tumors). 3. pemindai tulang. Ukuran tumor yang besar 3. Berarti lebih banyak dialami oleh pria. Esofago Jeyusutomy (gastrektomi total) 2.10 PROGNOSIS Prognosisnya buruk. Anorexia (kehilangan selera makan) 6. 2. •Pemeriksaan sinar-X terhadap saluran GI atas dengan barium. pasien dapat sembuh. Pembedahan a. jika telah metastasisi ke hati akan terba hati yang irreguler. anemia. 2. kebanyakan pasien telah mengalami metastase pada waktu didiagnosis. dan terkadang terba kelenjar limfe klavikula. Perdarahan (hemorrhage) 2. . Keterlibatan lesser curvature dari lambung 2. Bila tumor dapat diangkat ketika masih terlokalisasi di lambung.5. karena metastase sering terjadi sebelum tanda peringatan ada •Pemindai tomografi komputer. Gasterktomi sub total → Ca Menyebar ke luar lambung b.9 PEMERIKASAAN PENUNJANG •Endoskopi untuk biopsi dan pencucian sitologis adalah pemeriksaan diagnostik umum.

Bila gastrektomi total dilakukan kontinuitas gastrointestinal diperbaiki dengan anastomosis diantara ujung esofagus dan jejunum. R: Rasa takut dapat meningkatkan ansietas dan mengurangi toleransi nyeri.Kekurangan volume cairan b/d syok/hemoragi 6. seperti hepar.Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia 3. PENGKAJIAN Perawat mendapatkan riwayat diet dari pasien yang memfokuskan pada isu seperti masukan tinggi makanan asap atau diasinkan dan masukan buah dan sayuran yang rendah.Ansietas b/d penyakit dan pengobatan yang diantisipasi 5. INTERVENSI Dx1.Kolaborasi dalam pemberian analgesik untuk meningkatkan peredaran nyeri optimal dalam batas . II KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN 1.Tenangkan pasien bahwa anda mengetahui bahwa nyeri yang dirasakan adalah nyata dan bahwa anda kan membantu pasien dalam mengurangi nyeri tsb. lokasi. 2. Bila demikian anggota keluarga dekat atau langsung atau kerabat jauh yang terkena? Apakah status perkawinan pasien? Adakah seseorang yang dapat memberikan dukungan emosional? Selama pemeriksaan fisik ini dimungkinkan untuk melakukan palpasi massa. Bila ada metastasis pada organ vital lian. kualitas frekuensi. Bila gasterktomi subtotal radikal dilakukan. Apakah pasien mengalami penurunan BB. terkontrol.Nyeri b/d adanya sel epitel abnormal 2. Radiasi digunakan untuk paliasi pada kanker lambung. Kriteria hasil : -Pasien tidak tampak meringi -Skala nyeri 0 ( tidak nyeri) -Pasien tampak lebih rileks Intervensi : . .Kaji karakteristik nyeri dan ketidaknyamanan. puntung lambung dianastomosiskan pada jejunum. Nyeri b/d adanya sel epitel abnormal.dapat diperoleh dengan reseksi tumor. Nyeri biasanya gejala yang lambat. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Organ diperiksa untuk nyeri tekan atau massa. R: memberikan dasar untuk mengkaji perubahan tingkat nyeri dan mengevaluasi intervensi. Untuk pasien yang menjalani pembedahan namun tidak menunjukkan perbaikan. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan nyeri berkurang .dsb.Berduka b/d diagnosisi Ca 4. . Apakah pasien perokok? Jika ya seberapa banyak sehari dan berapa lam? Apakah pasien mengeluhkan ketidaknyamanan lambung selama atau setelah merokok? Apakah pasien minum alcohol? Jika ya seberapa banyak? Perawat menanyakan pada pasien bila ada riwayat kleuarga ttg kanker. durasi. Pembedahan paliatif dilakukan untuk menghilangkan gejala obstruksi atau disfagia. pembedahan dilakukan terutama untuk tujuan paliatif dan bukan radikal. jika ya seberapa banyak. 3. seperti pada gastrektomi untuk ulkus.Resiko infeksi b/d insisi bedah. pengobatan dengan kemoterapi dapat memberikan kontrol lanjut terhadap penyakit atau paliasi. Perawat harus mengobservasi adanya ansites.

bunyi-bunyi yang tidak menyenangkan didalam lingkungan selama waktu makan.Nafsu makan meningkat .Dorong pengungkapan ketakutan.Sarankan makan yang disukai dan yang ditoleransi dengan baik oleh pasien. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia.Kolaboratif pemberian diet cair komersial dengan cara pemberian makan enteral melalui selang.Tidak menutup diri . Hormati kesukaan makanan berdasarkan etnik. R: anoreksia dapat distimulasi atau ditingkatkan dengan stimuli noksius.Meningkatkan kadar cairan bersama makanan dapat mengarah pada keadaan kenyang. R: makanan dingin tinggi kandungan protein sering lebih dapat ditoleransi dengan baik dan tidak berbau dibanding makanan yang panas. Pertimbangkan makanan dingin. Kriteria hasil: . diet makanan elemental/makanan yang diblender melalui selang makan silastik sesuai indikasi.Ajarkan pasien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamnan dengan distraksi.resep dokter. . jika diinginkan. . .Klien akan mempertahankan masukan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme . relaksasi. R: tingkat cairan diperlukan untuk menghilangkan produk sampah dan mencegah dehidrasi. pertanyaan mengenai penyakit. R: makanan kesukaan yang dioleransi dengan baik dan tinggi kandungan kalori serta proteinnya akan mempertahankan status nutrisi selama periode kebutuhan metabolic yang meningkat.Berikan dorongan masukan cairan yang adekuat.Berikan dorongan partisipasi aktif dari pasien dan keluarga dalam keputusan perawatan dan pengobatan. R: pemberian makanan melalui selang mungkin diperlukan pada pasien yang sangat lemah yang sistem gastrointestinalnya masih berfungsi. R: Cenderung lebih efektif ketika diberikan dini pada siklus nyeri. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan klien dapat melewati proses berduka dengan baik. imajinasi. bau. R: dasar pengetahuan yang akurat dan meningkat akan mengurangi ansietas dan meluruskan miskonsepsi. Berduka b/d diagnosisi Ca. R: Meningkatkan strategi pereda nyeri alternative secara tepat.Klien sanggup menerima keadaannya . kekhawatiran. .Mengkomunikasikan perasaannya dengan baik Intervensi : . . . Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan kebutuhan nutrisi klien terpenuhi. Dx2. Dx3. lebih baik lagi makanan dengan kandungan tinggi kalori/protein. . pengobatan dan implikasinya dimasa mendatang. Kriteria hasil : .Tidak terjadi penurunan berat badan Intervensi Keperawatan : . tetapi batasi cairan pada waktu makan.Ajarkan pasien hal-hal sbb : hindari pandangan.

. Kriteria hasil : .R: partisipasi aktif akan mempertahankan kemandirian dan control pasien.5. Dx6.Klien lebih rileks . Kriteria hasil : . . . . dan kemungkinan rasa marah akibat diagnosisi dan prognosisi. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan ansietas klien menurun.Nadi normal . Ansietas b/d penyakit dan pengobatan yang diantisipasi. nadi dan frekuensi pernapasan Berikan produk darah sesuai program R: menurunnya volume sirkulasi darah dapat menimbulkan syok hipovolemik. Kekurangan volume cairan b/d syok/hemoragi. R: untuk ekspresi emosional tanpa kehilangan harga diri.Klien tidak tampak lemah . . .Kunjungi keluarga untuk menetapkan dan memelihara hubungan dan kedekatan fisik.Berikan dorongan ventilasi perasan-perasaan negative.Turgor kulit baik .Anjurkan pasien mendiskusikan perasaan pribadi dengan orang pendukung misalnya rohaniawan bila diinginkan.Pantau terhadap tanda-tanda hemoragi: Observasi aspirasi lambung terhadap bukti adanya darah Observasi garis jahitan terhadap adanya perdarahan Berikan produk darah sesuai program R: penurunan vol darah sikulasi dapat menimbulkan syok hipovolemik. termasuk marah yang meluap-meluap.Tidak terjadi peningkatan respirasi Intervensi : .Sisihkan waktu untuk periode menangis dan mengekspresikan kesedihan.Tidak terjadi penurunan berat badan secara mendadak Intervensi : . Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan kebutuhan cairan klien terpenuhi. R: pasien dapat mengekspresikan rasa takut. R: untuk mempertahankan kemandirian dan kontrol pasien. didalam batasan yang dapat diterima. R: meningkatkan rasa saling percaya dan keamanan serta mengurangi perasaan takut.Berikan dorongan partisipasi aktif dari pasien dan keluarganya dalam keputusan perawatan dan pengobatan. Dx. R: perasaan ini diperlukan untuk terjadinya perpisahan dan kerenggangan.Berikan lingkungan yang rileks dan tidak mengancam. masalah.Kaji klien tehadap tanda-tanda syok Evaluasi drainase dari balutan dan penampung drainase Evaluasi tekanan darah. R: menfasilitasi proses berduka dan perawatan spiritual. Dx4. Risiko infeksi b/d insisi bedah .

Tidak terjadi penurunan berat badan Dx3. EVALUASI Dx1. kekakuan.Memperlihatkan peningkatan sikap untuk menerima keadaan diri.Mencapai penurunan ansietas. 4.Tidak timbul kemerahan . Klien terlihat lebih rileks b.Kebutuhan nutrisi tercukupi. Tidak terjadi penurunan berat badan secara mendadak Dx6. Melaporkan peredaan rasa nyeri (skala nyeri 0) b. distensi. a. Nadi normal (60-100 x/mnt untuk dewasa) c. nyeri tekan. Tidak menutup diri c. R: luka harus bersih. Turgor kulit baik c.Tidak adanya pembengkakan . Klien sanggup menerima keadaannya b.Tidak kehilangan fungsi Intervensi : .Mencapai peredaan gangguan rasa nyaman.Tidak ada peningkatan suhu . Mengkomunikasikan perasaannya dengan baik Dx4. Pasien tidak tampak meringis c.Tidak timbul nyeri .Kolaborasi pemberian antibiotic profilaktik sesuai program. demam.Tidak ada gejala infeksi.Kaji luka terhadap tanda dan gejala infeksi seperti kemerahan. . Klien akan mempertahankan masukan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme b. karena jika keadaan luka kotor akan lebih rentan terjadi infeksi. R: peritonitis dapat terjadi sekunder akibat bedah lambung. Nafsu makan meningkat c. nyeri tekan. a.Kaji abdomen terhadap tanda peritonitis. Kriteria hasil : . Respirasi normal(12-20 x/mnt) Dx5. bengkak. Pasien tampak lebih rileks Dx2. . dan kehilangan fungsi. . a. Klien tidak tampak lemah b. a. a. R: antibiotic sering diberikan pada klien setelah bedah abdomen untuk mencegah infeksi.Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan tidak terjadi gejala infeksi.Kebutuhan cairan terpenuhi.

Tidak adanya pembengkakan c. Tidak kehilangan fungsi . Tidak ada peningkatan suhu e. Tidak timbul kemerahan b. Tidak timbul nyeri d.a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->