Tahun-tahun yang penuh dengan peprangan. Penemuan demi penemua dalam bindang persenjataan di lakukan.

Sampai kesejahteraan rakyat di nomer 2 kan, banyak orang yang mati dengan percuma. Permbunhan masal dimana-mana, banyak anak terlantar dan istri-istri menjada karna suaminya di kirim untuk berperang. Keadaan seperti ini membuat banyak orang ketakutan. Sampai di suatu hari di temukan alat yang dapat mengubah elemen menjadi kekuatan yang berwujud dan dapat di kendalikan. Benda tersebut adalah batu elemen, terdapat 7 jenis batu yang melambangkan 7 unsur dan salah satunya adalah unsur inti dari keseluruhan unsur tersebut. Dari unsur-unsur tersebut terbuat batu elemen yang lbih simple dan lebih terbatas penggunaannya. Percobaan demi percobaan di lakukan untuk menggabungkan unsur dasar elemen ke dalam tubuh manusia. Peperangan menjadi berat sebelah. Indonesia sebagai Negara yang menggunakan kekuatan elemen lebih unggul dalam peperangan. 3 tahun penelitian di temukan alat dan zat-zat yang dapat mengkopetibel tubuh manusia dengan elemen dasar. “Alan percobaan kita berhasil” “yah benar, dengan begini kita akhiri peperangan” “tapi bagai mana dengan unsur inti” “ini… q kurang tau tapi kita kehabisan manusia” “apa kita perlu ambil dari masyarakat” “tidak, q punya yang lebih baik” “maksud mu” “Riski” “apa kau gila alan” “sudah banyak korban elemen kita, hanya q dan keluarga ku yang belum” Alan adalah salah satu peneliti batu elemen. Dengan pemikirannya ia menggunakan anaknya sebagai klinci percobaan inti. Di satu malam jalan-jalan sepi hanya hawa dingin yang terasa, jaket tebal melindungi tubuh alan dari dingin. ia pergi menuju rumahnya yang letaknya cukup jauh dari laboratorium. Sampai ia di depan rumah yang tidak terlalu besar dengan peralatan yang canggih, pintu depannya terbuka dengan sendirinya dengan menggunakan kode yang alan miliki. “selamat dating ayah, hari ini kok agak malem” “iya, mana Riski?” “dia sedang tidur ayah”

Alan berjalan menuju kamar riski yang terletak di lantai 2 rumahanya. Ibu yang telah menjadi istri Alan mengerti betul apa yang di lakukan alan. ayah tau apa yang ayah lakukan. api. Alan melihat riski yang tertidur pulas. alan membangunkan riski dari tidur lelapnya.” Riski terbangun dan mengigau. “ayah apa yang kau lakukan. Tolong jaga anak kita” Sambil meneteskan air mata alan memberikan batu biru dengan ukiran katana di dalamnya. karna dia baru bangun dari mimpi indahnya tapi di balik itu semua ialah orang yang akan merubah kenyataan yang pahit yang akan di alami oleh dunia ini. “ini adalah elemen inti. negeri air. dengan sadar dan sengaja ia memasukkan dirinya dalam ini elemen inti. mata ibu tiba-tiba mengelarkan air sehingga mereka berdua salaing bersimbah air mata karna alan tau percobaan ini akan berhasil tapi ia harus berkirban karna ini dan ibu tahu bahwa alan akan tiada. Di lab Ia sendirian. dia anak kita” “ibu. Elemen air mengeluarkan air yang tiada henti elemen api mengeluarkan mahama dan api terus menerus elemen tanah menggetarkan dunia elemen angin membuat bada elemen kegelapan membuat hawa jadi dinign dan mencekam elemen cahaya mengombng ambingkan persaan. cahaya. Semua ini bercampur aduk sampai ke 6 elemen berbenturan dan saling berpencar. Tak di duga percobaannya berhasil tapi keberhasilan itu meminta pengorbanan. Istri alan yang tau hal itu mencoba menyadarkan alan atas perbuatannya. udara. Akibat nya banyak orang mendirikan kerajaan sendiri sesuai elemen yang mereka miliki dan negeri pun menjadi terpecah menjadi 7 bagian. Keesokan harinya alan pergi tanpa pamit menuju ke lab dan melanjutkan percobaan untuk mengaktifkan sel inti. Tolong jaga bumi kita” “ayah aku mengntuk” “tidur lah nak” Alan keluar dari kamar riski sambil meneteskan air mata. karna elemen inti adalah gabungan dari 6 elemen is membutuhkan energy abadi yaitu energy roh dari manusia. “hai pahlawan ayo bangun” “em…. yah mungkin ini akan berat tapi. kau jaga baik-baik ya ayah hanya meminta tolong sedikit padamu. tanah. . Mereka menghabiskan malam-malam terakhir mereka di rumah sambil mengenang masa lalu. “riski ini terimalah” Alan membeli riski sebuah gelang berwarna biru menyala. Keberhasilan ini mengakibatkan dampak lain karna aktifnya elemen inti mengakibatkan ke 6 elemen bereaksi dan saling mengeluarkan kekuatan yang berakibat bencana yang besar. 4 tahun setelah itu batu-batu elemen mulai di temukan oleh kalangan orang banyak dan tiaptiap elemen inti di dapatkan.

Cerita ini akan di awali dari tahun 2012 setelah kehancuran dan pembangunan Negara kembali dengan 6 elemen dan 1 elemen inti. Tetapi elemen inti dari 6 elemen tidak di ketemukan benda ini di anggap musnah sampai riski sang pengguna elemen inti dating. .kegelapan dan yang paling kecil adalah desa. para pengguna yang dapat membentuk elemen ini di katakana Creator dan orang yang hanya mengunakannya tanpa bentuk di namakan Elementl Use atau Eluse. Inilah kisah sang Creator.

“Rsiki oy. jangan-jangan kalian cocok ya” “(berdua) jaga bicaramu Riski (marah)” “ya” Jam pelajaran pun dimulai. Ya deh tapi caranya aja” “na gitu dong” “Dasar lu sukanya minta bantuan” “eh ana” “ah eh eh gundul mu” “heh sudah kalian selalu kayak gini. gimana pr mu” “seperti biasa…” “selesai separoh. Ia memarkir sepedanya dan berjalan menuju kelas. Riski mengayuh sepeda gunungnya menuju sekolahnya. pertemanan mereka di awalai saat bangku smp dan menginjak pada bangku SMA sekarang. sini” “hai Riza. adalah kota kecil yang dihuni penduduk buangan dari kota besar. Mereka adalah 3 sekawan. menyapa teman-temannya dan masuk kedalam kelas.2012 di kota Kediri. Ana mendapat nilai baik dan Riza yang buruk. Kota yang belum terjamah oleh perang dengan keasriannya dan tradisi unik penduduk nya. Seperti biasa riski mendapat nilai sedang. di awalli dengan pengumpulan tugas dari sekolah. Lu temen gua kan” “halah tiap hari omongannya itu-itu aja. “ibu q pergi ke sekolah dulu” “belajar yang rajin ya nak. dasar kamu” “ya di bantu dong ah. se akan ia merasa alan ada disana. Bel sekolah berbunyi 3 kali tanda peajaran selesai dan mereka bertiga pulang ke rumah masing-masing. Lihat lah anak mu sayang” Ibu melihat foto alan sambil tersenyum. q pergi dulu” “ya ampun ayah dan anak sama saja. “baiklah sampai disini ya” . Kan sudah masuk semester 2 kelas 2 kan sebentar lagi kmu lulus kurang 1 tahun lagi ya” “ya ibu.

tidak kayaknya. Taman belakang sekolah yang penuh dengan sampah yang berserakan dimana-mana di mana suhu udara yang panas karna sudah jam 12. aku keceplosan tadi” “kalian bicara apa. “E… riz apa kau merasakan sesuatu” “ee… baiklah” Dengan senyum yang tak tulus Riza berjanji pada Ana tidak memberitahukan kepada siapapun. “wah panas banget” “jangan ngeluh (sinis) Ris ini tolong buang ya. sebenarnya aku juga baru tahu hari ini” “yah ini kejutan buat kalian tapi jagnan bilang siapa-siapa ya” “kenapa ?” Riza mulai memancing kemarahan Ana dengan pertanyaannya walaupun Riza mengucap secara tak sengaja. sampah terkumpul dengan sendirinya. sebenarnya di dalam hati Riski paling dalam ia merasa sangat tertekan karna takut akan ledakan dari Ana. “Waow… aku gak tau kamu punya sihir aneh gitu” “haha… sebenarnya q sudah punya Orbs Angin sejak umur 5 tahun loo…” “hai Ris apa kamu juga tahu ?” “aku. ayo pulang” . Dan suasana pun tiba-tiba berubah jadi tenang.30 siang membuat Riza berkeringat. hamper saja kau membunuh kita” “ma af. tapi tidak dengan Riski dan Ana karna ana adalah pengguna elemen angin dan riski hanya tersenyum. Sampah pun bertebaran antar 2 arah kiri dan kana dan saling berbenturan. “itu bagus” “hai Riz. ah… tinggal itu baiklah” Ana memajukan tangan kanannya dan sedikit mengibasnya kearah kiri dan tang kirinya mengibaskan kearah kanan membuat 2 hembusan angina dari kiri dan kanan.“eh ris mau ke belakang” “eh kalian mau apa” “kalau mau kamu juga boleh ikut” (tersenyum manis) Mereka pergi kebelakang kelas dan apa yan mereka lihat membuat wajah Riza jadi muram.

sampai di depan rumah ana seperti biasa Riski mengucapkan salam erpisahan. Ana asuk kedalam rumah. sebelum sampai di pintu rumah ia merasa ada yang berbeda dengan Orb yang ia miliki. Ia mengeluarkan Orb nya dan terlihat orb itu bersinar terang sekali dan semakin meredup sedikit demi sedikit bersamaan samakin jauhnya Riski. sebelumnya tidak pernah seperti itu semenjak ia mengeluarkan kekuatan penuh nya. di depan pintu gerbang mereka menuju kearah berbeda tapi karn Riski satu arah mereka berdua pergi bersama.Pukul 3 Sore mereka pulang kerumah masing-masing. Di perjalanan mereka hanya terdiam . Ia bengung dan keheranan. .

mereka berencana pergi ke kota angina yang dekan dengan desa mereka untu sekedar berjalan-jalan dan mencari barang-barang yang mereka butuhkan. Seperti biasa 3 serangkai ini selalu bersama. “Ris ayo kita berangkat” “Sebentar aku siapkan motor ku dulu” “hai itu Ana” “hai teman…” .Hari terus berganti sampai hari minggu datang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful