contoh makalah Aspek perlindungan hukum bidan di komunitas

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sejarah menunjukkan bahwa bidan adalah salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban umat manusia. Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati, mendampingi, serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Sejak zaman pra sejarah, dalam naskah kuno sudah tercatat bidan dari Mesir yang berani ambil resiko membela keselamatan bayi-bayi laki-laki bangsa Yahudi yang diperintahkan oleh Firaun untuk di bunuh. Mereka sudah menunjukkan sikap etika moral yang tinggi dan takwa kepada Tuhan dalam membela orang-orang yang berada dalam posisi yang lemah, yang pada zaman modern ini, kita sebut peran advokasi. Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan prakteknya, bekerja berdasarkan pandangan filosofis yang dianut, keilmuan, metode kerja, standar praktik pelayanan serta kode etik yang dimilikinya Keberadaan bidan di Indonesia sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ibu dan janinnya, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah mendekatkan pelayanan kebidanan kepada setiap ibu yang membutuhkannya. Pada tahun 1993 WHO merekomendasikan agar bidan di bekali pengetahuan dan ketrampilan penanganan kegawatdaruratan kebidanan yang relevan. Untuk itu pada tahun 1996 Depkes telah menerbitkan Permenkes No.572/PER/Menkes/VI/96 yang memberikan wewenang dan perlindungan bagi bidan dalam melaksanakan tindakan penyelamatan jiwa ibu dan bayi baru lahir. Pada pertemuan pengelola program Safe Mother Hood dari negara-negara di wilayah Asia Tenggara pada tahun 1995, disepakati bahwa kualitas pelayanan kebidanan diupayakan agar dapat memenuhi standar tertentu agar aman dan efektif. Sebagai tindak lanjutnya WHO mengembangkan Standar Pelayanan Kebidanan. Standar ini kemudian diadaptasikan untuk pemakaian di Indonesia, khususnya untuk tingkat pelayanan dasar, sebagai acuan pelayanan di tingkatmasyarakat. Dengan adanya standar pelayanan, masyarakat akan memiliki rasa kepercayaan yang lebih baik terhadap pelaksana pelayanan. Suatu standar akan lebih efektif apabila dapat diobservasi dan diukur, realistis, mudah dilakukan dan dibutuhkan. Pelayanan kebidanan merupakan pelayanan profesional yang menjadi bagian integral dari pelayanan kesehatan sehingga standar pelayanan kebidanan dapat pula digunakan untuk menentukan 1.2 Ruang Lingkup Masalah

Ruang lingkup pembahasan yang akan dibahas yaitu mengenai Spek hukum dalam praktek kebidanan 1.3 Tujuan dan Maksud Penulisan 1. Mahasiswa mampu mempelajari dan melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi lahir dengan trauma lahir. 2. Untuk mengingatkan kita kembali, untuk semaksimal mungkin melakukan penatalaksanaan perioperatif pada obstuksi usus untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak 1.4 Metodologi Penulisan Metodologi penulisan merupakan cara untuk memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan atau pemecahan suatu masalah yang pada dasarnya menggunakan metode ilmiah, dalam penyusunan makalah ini kami menggunakan metode studi pustaka melalui referensireferensi yang ada di perpustakaan kampus maupun internet. 1.5 Sistematika Penulisan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Ruang Lingkup Masalah 1.3 Tujuan dan Maksud Penulisan 1.4 Metodologi Penulisan 1.5 Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Bidan 2.2 Standar Asuhan Kebidanan 2.3 Registrasi Praktik Bidan 2.4 Kewenangan Bidan di Komunitas 2.5 Aspek Hukum Perdata memiliki 2 bentuk pertanggung jawaban hokum Sanksi dari timbulnya gugatan adanya Wanprestasi maupun adanya PMH, secara hukum perdata, dapat kita teliti pasal –pasal BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran DAFTAR PUSTAKA

yang terakreditasi. dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan. kata Midwife (Bidan) berarti “with woman”(bersama wanita. memenuhi kualifikasi untuk diregister.BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Bidan Dalam bahasa inggris. mid = together. wife = a woman. bermitra dengan perempuan dalam memberikan dukungan. bidan adalah ” a health worker who may or may not formally trained and is a physician. memfasilitasi kelahiran atas tanggung jawabnya sendiri serta memberikan asuhan kepada bayi baru lahir dan anak. Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan. persalinan dan nifas. that delivers babies and provides associated maternal care” (seorang petugas kesehatan yang terlatih secara formal ataupun tidak dan bukan seorang dokter. cum-mater (Bidan) bearti ”berkaitan dengan wanita”.sedangkan dalam bahasa latin. asuhan dan nasehat yang diperlukan selama kehamilan. sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk praktek kebidanan. Menurut churchill. Definisi Bidan (ICM) : bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh negara tempat ia tinggal. KEPMENKES NOMOR 900/ MENKES/SK/ VII/2002 bab I pasal 1: Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai persyaratan yang berlaku Menurut WHO bidan adalah seseorang yang telah diakui secara regular dalam program pendidikan kebidanan sebagaimana yang telah diakui skala yuridis. Bidan merupakan salah satu profesi tertua didunia sejak adanya peradaban umat manusia. yang membantu pelahiran bayi serta memberi perawatan maternal terkait). Dalam bahasa Perancis. Yang diakui sebagai seorang profesional yang bertanggungjawab. dimana ia ditempatkan dan telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan memperoleh izin melaksanakan praktek kebidanan. sage femme (Bidan) berarti “ wanita bijaksana”. .

Kode etik merupakan ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal dari suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian kepada profesinya baik yang berhubungan dengan klien. salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah mendekatkan pelayanan kebidanan kepada setiap ibu yang membutuhkannya. Standar ini kemudian diadaptasikan untuk pemakaian di Indonesia. misalnya kebutuhan pengorganisasian. Pada tahun 1993 WHO merekomendasikan agar bidan di bekali pengetahuan dan ketrampilan penanganan kegawatdaruratan kebidanan yang relevan. serta meningkatkan mutu profesi. . menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya.INTERNATIONAL CONFEDERATION of MIDWIFE bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk melaksanakan praktek kebidanan di negara itu. Kode etik bidan Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 yang disahkan dalam Kongres Nasional Ikatan Bidan Indonesia X. sebagai acuan pelayanan di tingkatmasyarakat. Sebagai tindak lanjutnya WHO mengembangkan Standar Pelayanan Kebidanan. realistis. Pelayanan kebidanan merupakan pelayanan profesional yang menjadi bagian integral dari pelayanan kesehatan sehingga standar pelayanan kebidanan dapat pula digunakan untuk menentukan kompetensi yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktek sehari-hari. Keberadaan bidan di Indonesia sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ibu dan janinnya. profesi dan dirinya sendiri. Secara umum tujuan menciptakan suatu kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi. teman sejawat. Suatu standar akan lebih efektif apabila dapat diobservasi dan diukur. peralatan dan obat yang diperlukan serta ketrampilan bidan. yaitu : 1. kemudian disempurnakan dan disahkan dalam Kongres Nasional IBI XII pada tahun 1998. Dengan adanya standar pelayanan.572/PER/Menkes/VI/96 yang memberikan wewenang dan perlindungan bagi bidan dalam melaksanakan tindakan penyelamatan jiwa ibu dan bayi baru lahir. Untuk itu pada tahun 1996 Depkes telah menerbitkan Permenkes No. disepakati bahwa kualitas pelayanan kebidanan diupayakan agar dapat memenuhi standar tertentu agar aman dan efektif. khususnya untuk tingkat pelayanan dasar. menyusun rencana pelatihan dan pengembangan kurikulum pendidikan serta dapat membantu dalam penentuan kebutuhan operasional untuk penerapannya. mekanisme. keluarga. masyarakat akan memiliki rasa kepercayaan yang lebih baik terhadap pelaksana pelayanan. Pada pertemuan pengelola program Safe Mother Hood dari negara-negara di wilayah Asia Tenggara pada tahun 1995. Standar ini dapat juga digunakan sebagai dasar untuk menilai pelayanan. masyarakat. Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. Secara umum kode etik tersebut berisi 7 bab yang dapat dibedakan menjadi tujuh bagian. mudah dilakukan dan dibutuhkan. menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. petunjuk pelaksanaannya disahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IBI tahun 1991. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) a.

nusa bangsa dan tanah air (2 butir) a. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang didapat dan/atau dipercayakan kepadanya. Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. Setiap bidan wajib memelihara kepribadian dan penampilan diri. khususnya dalam pelayananan Kesehatan Reproduksi. c. Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien. Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal 2. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir) a. c. Setiap bidan wajib menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesi dengan menampilkan kepribadian yang bermartabat dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat b. Setiap bidan wajib memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik b. keluarga dan masyarakat b. Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra profesinya. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikiran kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. Setiap bidan wajib senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. menghormati hak klien dan nilai-nilai yang dianut oleh klien. 5. Setiap bidan berkewajiaban memberikan pertolongan sesuai dengan kewenangan dalam mengambil keputusan termasuk mengadakan konsultasi dan/atau rujukan. Kewajiban bidan terhadap pemerintah. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga b. c. 3. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya. d. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna kepada klien. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien. 6. kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan dengan kepentingan klien.b. senantiasa melaksanakan ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. 4. Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir) a. b. . Kewajiban bidan terhadap rekan sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) a. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran. keluarga dan masyarakat. e. Setiap bidan wajib meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi c. Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir) a.

analisa data. Data yang diperoleh dicatat dan dianalisis.2 Standar Asuhan Kebidanan Standar asuhan kebidanan sangat penting di dalam menentukan apakah seorang bidan telah melanggar kewajibannya dalam menjalankan tugas profesinya. Standar VIII : Evaluasi Evaluasi asuhan kebidanan dilaksanakan secara terus menerus seiring dengan tindakan kebidanan yang dilaksanakan dan evaluasi dari rencana yang telah dirumuskan. 2. penentuan diagnosa. pelaksanaan. Standar III : Diagnosa Kebidanan Diagnosa Kebidanan dirumuskan dengan padat.7. Standar VII : Pengawasan Monitoring atau pengawasan terhadap klien dilaksanakan secara terus menerus dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan klien. perencanaan. Standar IV : Rencana Asuhan Rencana asuhan kebidanan dibuat berdasarkan diagnosa kebidanan. Penutup (1 butir). Standar VI : Partisipasi klien Tindakan kebidanan dilaksanakan bersama-sama/pertisipasi klien dan keluarga dalam rangka peningkatan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan. Adapun standar asuhan kebidanan terdiri dari : Standar I : Metode Asuhan Merupakan asuhan kebidanan yang dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan tujuh langkah. Standar V : Tindakan Tindakan kebidanan dilaksanakan berdasarkan rencana dan perkembangan keadaan klien dan dilanjutkan dengan evaluasi keadaan klien. Standar II : Pengkajian Pengumpulan data mengenai status kesehatan klien yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Sesuai dengan wewenang dan peraturan kebijaksanaan yang berlaku bagi bidan.3 Registrasi Praktik Bidan . kode etik merupakan pedoman dalam tata cara keselarasan dalam pelaksanaan pelayanan kebidanan profesional. jelas dan sistematis mengarah pada asuhan kebidanan yang diperlukan oleh klien sesuai dengan wewenang bidan berdasarkan analisa data yang telah dikumpulkan. 2. evaluasi dan dokumentasi. Standar IX : Dokumentasi Asuhan kebidanan didokumentasikan sesuai dengan standar dokumentasi asuhan kebidanan yang diberikan. yaitu : pengumpulan data.

khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Surat keterangan sehat dari dokter. setelah bidan dinyatakan memenuhi kompetensi inti atau standar tampilan minimal yang ditetapkan. peralatan praktek. dengan melampirkan persyaratan yang meliputi : . Penyebaran dan pendistribusian bidan yang melaksanakan Praktek pelayanan bidan perorangan (swasta). seorang bidan harus memiliki kualifiksi agar mendapatkan lisensi untuk praktek . khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. ruangan. Pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan organisasi Ikatan Bidan memiliki kewenangan untuk pengawasan dan pembinaan kepada bidan yang melaksanakan praktek perlu melaksanakan tugasnya dengan baik. Pas foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak dua lembar. Supaya masyarakat pengguna jasa layanan bidan memperoleh akses pelayanan yang bermutu dari pelayanan bidan. sehingga secara fisik dan mental bidan mampu melaksanakan praktek profesinya. merupakan penyedia layanan kesehatan. seperti perizinan. Praktek pelayanan bidan perorangan (swasta). yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan. perlu adanya regulasi pelayanan praktek bidan secara jelas. dan kelengkapan administrasi semuanya harus sesuai dengan standar1. merupakan penyedia layanan kesehatan. Dalam hal ini pemerintah telah menetapkan peraturan mengenai registrasi dan praktik bidan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 900/MENKES/SK/VII/2002 (Revisi dari Permenkes No. Supaya masyarakat pengguna jasa layanan bidan memperoleh akses pelayanan yang bermutu dari pelayanan bidan.Bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional maupun intenasional oleh International Confederation of Midwives (ICM). persiapan sebelum bidan melaksanakan pelayanan praktek. peralatan praktek. tempat. pendokumentasian dan pengakuan terhadap bidan. persiapan sebelum bidan melaksanakan pelayanan praktek. perlu adanya regulasi pelayanan praktek bidan secara jelas. untuk menjaga kualitas dan keamanan dari layanan bidan. Dalam menjalankan tugasnya. seperti perizinan. dalam memberikan pelayanan harus sesuai dengan kewenangannya1. Bidan yang baru lulus dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh SIB dengan mengirimkan kelengkapan registrasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dimana institusi pendidikan berada selambat-lambatnya satu bulan setelah menerima ijazah bidan. ruangan. Setelah bidan melaksanakan pelayanan dilapangan. Registrasi adalah proses pendaftaran. setelah dinyatakan memenuhi minimal kompetensi inti atau standar tampilan minimal yang ditetapkan. Kelengkapan registrasi meliputi : Fotokopi ijazah bidan. dan kelengkapan administrasi semuanya harus sesuai dengan standar1. Bukti tertulis seorang bidan telah mendapatkan kewenangan untuk menjalankan pelayanan asuhan kebidanan di seluruh wilayah Indonesia disebut dengan Surat Izin Bidan (SIB). Bidan yang menjalankan praktek pada sarana kesehatan atau dan perorangan harus memiliki SIPB dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat.572/MENKES/PER/VI/1996). Fotokopi transkrip nilai akademik. yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan. tempat.

bila dalam pelaksanaan masa bakti atau sebagai pegawai negeri atau pegawai pada sarana kesehatan. Paradigma sehat tahun 2010. Melaksanakan penggerakan dan pembinaan peran serta masyarakat untuk mendukung upaya kesehatan ibu dan anak. Pas foto 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar. kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat. SIPB berlaku sepanjang SIB belum habis masa berlakunya dan dapat diperbaharui kembali. yang meliputi : Pengetahuan dasar Konsep dasar dan sasaran kebidanan komunitas. Upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak dalam keluarga dan masyarakat. Pendekatan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga.4 Kewenangan Bidan Di Komunitas Bidan dalam menjalankan praktiknya di komunitas berwenang untuk memberikan pelayanan sesuai dengan kompetensi 8 yaitu bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada keluarga. . Melakukan pertolongan persalinan dirumah dan polindes. Melaksanakan pelatihan dan pembinaan dukun bayi. Keterampilan dasar Melakukan pengelolaan pelayanan ibu hamil. Pengetahuan tambahan Kepemimpinan untuk semua (Kesuma) Pemasaran social Peran serta masyarakat Audit maternal perinatal Perilaku kesehatan masyarakat Program – program pemerintah yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak (Safe Mother Hood dan Gerakan Sa g.Fotokopi SIB yang masih berlaku. Rekomendasi dari organisasi profesi. bayi. nifas laktasi. Melaksanakan penyuluhan dan konseling kesehatan. Masalah kebidanan komunitas. Faktor – faktor yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Surat persetujuan atasan. 2. kelompok dan masyarakat. Surat keterangan sehat dari dokter. Mengidentifikasi status kesehatan ibu dan anak. Fotokopi ijazah bidan. Strategi pelayanan kebidanan komunitas. Mengelola dan memberikan obat – obatan sesuai dengan kewenangannya. Melakukan pencatatan dan pelaporan Keterampilan tambahan Melakukan pemantauan KIA dengan menggunakan PWS KIA. Sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak. balita dan KB di masyarakat.

Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi. tetapi juga karena kelalaian atau kurang berhatihati(pasal 366BW) 3. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi.hasil tidak sesuai 2. Contoh profesi adalah pada bidang hukum. keuangan. Seseorang harus bertanggungjawab tidak hanya karena kerugian yg dilakukanya dengan sengaja . Setiap tindakan yg menimbulkan kerugian atas diri orang lain berarti orang yg melakukanya harus membayar kompensasi kerugian(pasal 1365 BW ). militer. kedokteran.baik moril atau materil bagi keluarga ps/ps. Perilaku Profesional Bidan 1.Menggunakan tehnologi tepat guna. yaitu pertanggungjawaban hukum atas kerugian yang disebabkannya. yaitu: Selalu mengedepankan fungsi ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Mengenal batas kemampuan 9. Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. sehingga menimbulkan kerugian. Terampil berkomunikasi 8. Mengembangkan kemitraan 7. kode etik. Wanprestasi. Mengadvokasi pilihan ibu Organisasi Bidan 2. bidan mempunyai ciri khas yang khusus. Bersifat jujur 4. Bidan Sebagai Profesi Sebagai anggota profesi. Sebagaii pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Prinsip pertanggungjawaban dalam hukum perdata/BW : 1. yaitu pertanggungjawaban atas kerugian yang disebabkan perbuatanya. Pengertian Profesi Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Mempunyai moral yang tinggi 3. Bertindak sesuai keahliannya 2. serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Seseorang harus memberikan pertanggungjawabaan tidak hanya . dan teknik. Tidak melakukan coba-coba 5. Tidak memberikan janji yang berlebihan 6. 2.5 Aspek Hukum Perdata memiliki 2 bentuk pertanggung jawaban hukum yaitu : 1. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik. Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

mewakili urusan orang lain dengan atau tanpa pengetahuan orang ini. tidak melakukan yang disanggupi akan dilakukan’ 2. dapat kita teliti pasal –pasal berikut ini : 1. contoh pekerjaan wanprestasi adalah : 1. biasanya sampai disitu karena hakekatnya gugatan adalah ganti rugi materi. 3. Dalam aspek hukum. secara hukum perdata. melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan. Pasal 1354 KUH Perdata: “ jika seorang dengan sukarela.• – – – – – – – – – karena kerugian atas tindakan pelayanannya akan tetapi juga bertanggung jawab atas kelalaian orang lain dibawah pengawasanya. Secara Aspek hukum. tututan ganti rugi PMH berdasarkan Tanggungjawab Perdata dapat diajukan berdasarkan pasal 1365 KUHPerdata. 4. terlambat melakukan apa yang dijanjikan akan dilakukan. Tuntutan perdata pada dasarnya bertujuan utuk memperoleh kompensasi atas kerugian yg diderita . oleh karena itu sebagai dasar dalam menuntut seorang tenaga kesehatan termasuk bidan dalam menjalankan profesinya adalah adanya wanprestasi atau adanya perbuatan melawan hukum. melaksanakan apa yang dilakukan . wanprestasi adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak memenuhi kewajibanya yang didasarkan adanya perikatan atau perjannjian/kontrak kerja. 4. maka ia secara diam-diam mengikat dirinya untuk meneruskan serta menyelesaikan urusan tersebut. 3. karena dalam PMH tidak harus ditemui adanya perikatan/perjanjian. Pasien/keluarga melaporkan ke lembaga/ organisasi tenaga kesehatan. Perbuatan Melawan Hukum ( orechtmatige daad): Berbeda dengan tututan ganti rugi wanprestasi.(pasal 1367 KUHPerdata). Ia memikul segala kewajiban .6 Sanksi dari timbulnya gugatan adanya Wanprestasi maupun adanya PMH. akan tetapi ada prinsip dasar yang dapat dijadikan tuntutan adanya PMH tersebut yaitu : Ada perbuatan melawan hukum Ada kerugian Ada hubungan kausalitas antara perbuatan melawan hukum dan kerugian Ada kesalahan Melanggar hak orang lain Bertentangan dengan kewajiban hukum diri sendiri Menyalahi pandangan etika yg umumnya diaanut (adat istiadat) Berlawanan dg sikap hati-hati yg seharusnya diindahkan. tetapi tidak sesuai dengan yang dijanjikan. 2. sebagaimana yang telah dijanjikan. Jelas bertentangan dgn standar profesi bidan. hingga orang yang diwakili kepentinganya dapat mengerjakan sendiri urusan itu. Pasien/keluarga pasien harus mempunyai bukti-bukti kerugian sebagai akibat tidak dipenuhinya kewajiban seorang tenaga kesehatan terhadap dirinya. 2. Tehnik Gugatan Wanprestasi : 1. seperti terurai diatas. dengan tidak mendapat perintah untuk itu.

Karena luasnya Ilmu hukum. Hal-hal yang dapat merubah tuntutan: Jika terbukti dalam pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsur kesalahan. sehingga ilmu hukum masuk kedalam bidang kesehatan yang kita pelajari sekarang tentang Hukum Kesehatan/Perundang-undangan kesehatan. Pemberian ganti rugi kepada pasien . Demikian luasnya masalah –masalah yang dicakup oleh ilmu hukum. Atau sampai ps mampu untuk meneruskan atau keluarganya. bidang sosial.maka ia akan dituntut sesuai pasal 1354 KUHPerdata.8/1999 Tentang Perlindungan Konsumen. karena ps bukan produksi. sekarang beralih kekomersial. Sebagai konsumen dalam pelayanan kesehatan. Keadaan ini telah merubah paradigma. PERUNDANG_UNDANGAN KESEHATAN Ilmu Hukum. mempelajari apakah keadilan dimata hukum umum. hrs dilakukan sp selesai jangan ditinggal begitu saja. 3. yang benar bisa salah. Klinik. RB. apa-apa yang menjadi daftar masalah/isu yang berkembang. yang mengatakan pelayanan kesehatan adlah sosial . Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi. Ganti rugi yg dimaksud dalam ayat (1) adalah dapat berupa pengembalian uang/barang yang setara nilainya/perawatan kesehatan yang sesuai dg ketentuan perundang-undangan. kepengadilan. pasien dapat dikatagorikan sebagai konsumen akhir.yang harus dipikulnya. maka kita batasi dengan bidang kesehatan. mempelajari asas-asas hukum pokok 2. Jika terjadi “penanganan “ resusitasi ditinggalkan . Seorang Pakar hukum menyebut ilmu hukum adalah “ Jurisprudence”. Daftar Masalah Aspek hukum kesehatan : 1. 3. mencakup dan membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum. bidang kesehatan • • • • • • • • • . bahkan dapat meningkat dari tuntutan perdata menjadi tuntutan pidana. dimana setiap tempat pelayanan kesehatan Rumah Sakit. akibat mengkonsumsi barang atau/ jasa/ barang/obat yang diperdagangkan. seperti tercantum dalam pasal 19 ayat (4). pencemaran. akhirnya pasien harus mengeluarkan biaya cukup tinggi dalam hak dan kewajiban sebagai seorang pasien. Dalam UU No. seandainya ia kuasakan dengan suatu pemberian kuasa yang dinyatakan dengan tegas “ Contoh kasus seorang tenaga kesehatan memberikan pertolongan pernafasan/Resusitasi pada ps.8/1999: Pasal 19 ayat (1): Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan. sehingga banyak pendapat yang mengatakan bahwa hukum batas-batasnya tidak jelas. Atau tuntutan menjadi tidak berlaku. apabila pelaku usaha kesehatan dapat membuktikan bahwa kesalahan ada pada konsumen atau ps. Analog ini tertuang dalam UU Konsumen No. mempelajari arti dan fungsi hukum dalam masyarakat 3. tetap dapat memberi peluang jika pasien tidak puas dengan yang digantikannya. yang salah bisa benar. mempelajari kepentingan apa yang dapat dilindungi untuk masyarakat oleh peraturan hukum 4.

tanggungjawab resiko terdapat pada bidan tersebut. adalah peraturan-peraturan tertulis dan tidak tertulis. Hukum tertulis lebih dikenal dengan sebutan Perundang-undangan Hukum tertulis lebih menjadi ciri dari hukum modern. Ini berkaitan dengan tingkat kemampuan/kompetensi seorang tenaga kesehatan . yaitu dengan sengaja melalaikan pekerjaanya. yang normal/normatif. hukum. dapat melindungi keApeAntingan denAgan cara mengalokasikan suatu kekuasaan kepadanya untuk bertindak dlm rangka kepentingan itu. sehingga apapun alasanya tidak menutup kemungkinan bidan akan kena sanksi hukum. yang tetap. serta masyarakat yang lebih tersusun secara organisatori. jika terjadi sesuatu atas tindakan yang dilakukan asistenya maka . antara anggota masyarakat pada umumnya. 5. keadilan dalam masyarakat. . dengan tujuan tercipta ketertiban. 3. dimana kehidupan semakin kompleks. peraturan-peraturan harus disusun dalam rumusan yang harus mudah dimengerti peraturan-peraturan tidak boleh mengandung peraturan yang bertentangan satu sama lain . Hukum Tertulis dan Hukum Tidak Tertulis. 7. Kepastian hukum. hubungan. karena ia meninggalkan waktu pertolongan persalinan padahal secara legitimasi bahwa kewenangan untuk menolong persalinan tersebut ada pada nya. teratur. Kebiasaan adalah tatanan yang terdiri dari norma-norma yang dekat sekali dengan kenyataan. yang dapat menciptakan suasana. karena sesuatu ada pada kekeuasaanya. oleh karena apabila yg demikian itu tidak bisa dipakai dgn untuk menjadi pedoman tingkah laku. dalam masyarakat dan tenaga kesehatan. dan kesusilaan. Kehadiran Hukum. penguasaan adalah hubungan yang nyata antara seseorang dengan sesuatu yang berada dalam kekeuasaanya. harus ada kecoccokan dariperaturan dg pelaksanaan sehari2.• 5. Kekuasaan mengandung arti hak seseorang. Termasuk dalam tatanan masyarakat adalah : Kebiasaan. apabila dalam keadaan tertentu seorang bidan meninggalkan saat pertolongan persalinan kepada asistenya. Hukum.Menurut Fuller ada prinsip legal dari hukum yaitu : suatu sistim hukum harus mengandung peraturan-peraturan. Normatif terkandung arti apa yang harus kita lakukan. menjadi tujuan dari resiko pelayanan kesehatan bagi masyarakat. pada keadaan ini ia tidak perlu legitimasi. 6. dan hubungan antar manusia yang dinamis dan kompleks ini • 1. mempelajari bagaimana sesungguhnya hukum kedudukan hukum itu dalam masyarakat. bagaimana hubungan atas perikatan/perjanjian yang berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan. 2. • • . yang dibuat oleh lembaga tertentu. 6. Tatanan dalam konsep hukum Kalau kita mendengar kata Tatanan . tidak boleh ada kebiasaan yang sering ingin mengubah peraturan-peraturan yang berlaku . Penguasaan kebijikan melekat pada bidan tersebut. peraturan-peraturan yang di buat harus diumumkan tidak boleh ada peraturan yang berlaku surut. 4. yang ada dalam pemahaman kita adalah suatu keadaan dalam masyarakat . lebih dapat diterima dalam kehidupan modern masa kini. melalui perundang-undangan yang berlaku.

misal masyarakat menganggap belakangan ini telah ada tindakan-tindakan tenaga kesehatan yang berakibat merugikan masyarakat. Hukum sebagai pijakan keadilan dalam masyarakatMembicarakan hukum adalah membicarakan antar hidup manusia. kebiasaan. Fungsi Hadirnya Hukum Kebidanan : Adanya kebutuhan tenagakesehatan akan perlindungan hukum Adanya kebutuhan pasien akan perlindungan hukum Adanya pihak ketiga akan perlindungan hukum Adanya kebutuhan dan kebebasan warga masyarakat untuk menentukan kepentinganya serta identifikasi kewajiban dari pemerintah Adanya kebutuhan akan keterarahan Adanya kebutuhan tingkat kwalitas pelayanan kesehatan Adanya kebutuhan akan pengendalian biaya kesehatan • • • • • • • . meskipun sampai kini masih ada diskriminasi antar penduduk. Hukum itu berlaku untuk seluruh wilayah negara. Sehingga kalau berbicara hukum kita akan berbicara keadilan Keadilan merupakan salah satu kebutuhan dalam masyarakat. 1. Tahap terbentuknya hukum tertulis: Pembuatan hukum atau pembuatan Perundang-undangan dilakukan oleh lembaga yang membidangi dan juga pendapat para ahli serta publik atau masyarakat dapat memberikan saran atau masukan melalui instansi yang berwenang. Mempunyai bentuk tertulis dalam bentuk Perundang-undangan 2. Memungkinkan untuk merevisi UU yang sdh ada dgn yang baru. Hukum adalah sebagai instrumen yang dapat dipakai secara sadar untuk mewujudkan keputusan-keputusan masyarakatnya. Ciri-ciri Hukum Modern. maka kehadiran hukum sangat dituntut untuk dapat tercipta keadilan dan stabilitas kehidupan. kepercayaan. dengan adanya tulisan/cetakan perundang-undangan mulai UU Kesehatan. UU konsumen. maka perlu kelengkapan dari beberapa step berikut yaitu :stabilitas. atau budaya semata. antar kekuasaan dan antar bangsa 3. tahayul. membicarakan antar hidup manusia adalah membicarakan keadilan. Kelebihan hukum tertulis dibanding tidak tertulis adalah apa yang diatur dengan mudah dapat diketahui orang/masyarakat Pengetahuan tentang hukum mulai meningkat di masyarakat. contoh: gagasan ini muncul dari masyarakat dalam bentuk ada permasalahan pelayanan kesehatan yang harus diatur oleh hukum. Bahan Hukum : Bahan pembuatan hukum dimulai dari gagasan atau ide yang kemudian diproses lebih lanjut sehingga pada akhirnya benar-benar menjadi bahan yang siap dipakai untuk dijadikan sanksi hukum. dalam pembukaan UUD 45 jelas tertuang bahwa keadilan adalah hak setiap warga negara. Agar keadilan dapat seiring dengan keteraturan dan ketaatan dalam dinamika kehidupan dan seluruh bidang termasuk bidang kesehatan. UU Praktik Kedokteran. UU Politik dsb.• • • • • • • sudah tidak bisa lagi mengatur dengan tradisi.

kadang hanya masalah sepele dapat diangkat kemeja hijau. menguatkan potensi diri maupun potensi nasional. dimana dalam melaksanakan kegiatan kita tidak membeda-bedakan golongan. AZAS-AZAS UU KEBIDANAN NOMOR. agama dan bangsa 1. sebagai acuan bagi penyelesaian sengketa yang terjadi.harmonis antara sesama pelayan kesehatan . sesuai UU. Misal jika sakit datang ke tenakes Melakukan tuntutan hukum datang ke Advokat Membuat wasiat/surat tanah datang kenotaris • • • • • . Azas manfaat. serta pengaturan. Dalam situasi seperti ini Hukum Kesehatan sangat diperlukan. lebih-lebih kita Negara Indonesia mengaut asas Legalitas. Azaz usaha bersama dan kekeluargaan 2. No 23 Tentang Kesehatan : Setiap orang yang meminta pertolongan pada umunya berada dalam posisi ketergantungan.23 TAHUN 1992 Azaz perikemanusiaan yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. harus dapat memberikan manfaat yang sebenarnya sesuai dengan tujuan kita menolong adalah ikhtiar. berkemauan untuk hidup sehat dan kemampuan untuk dapat membantu agar terciptanya kondisi masyarakat yang memiliki derajat kesehatan yang optimal. tidak untuk menipu atau menggandakan tujuan bagi masyarakat 1.adil. perlu peran dari masyarakat itu sendiri untuk dapat membantu terciptanya suatu masyarakat yang memiliki kesadaran akan hukum. Jaman ini tidak ada lagi. sejahtera. artinya ada tujuan tertentu. Syarat syah Pelayanan Kesehatan. Pemerintah dalam hal ini lebih berperan untuk memusatkan perhatian . . seimbang . Azas perikemenusiaan dalam keseimbangan 4. upaya pembinaan. kepentingan. karena sebagai Negara Hukum Dapat menjaga ketertiban dalam masyarakat Dapat membantu merekayasa masyarakat. pengawasan. PERUNDANG_UNDANGAN YANG MELANDASI BIDANG KEBIDANAN Dalam upaya melaksanakan pelayanan kesehatan/kebidanan. Azas adil dan merata 3.• • • Adanya kebutuhan pengaturan biaya jasa pelayanan kesehatan dan keahlian Tujuan adanya Hukum Kebidanan Dapat menyelesaikan sengketa yang timbul antara tenaga kesehatan terhadap pasien atau keluarga pasien sebagai pihak ketiga. . dalam hal pandangan bahwa sebenarnya tenakes juga adalah manusia biasa dan meluruskan pandangan serta sikap bagi para tenakes yang kerap merasa kebal hukum. Azas kepercayaan dan kemempuan diri sendiri. sebagaimana kita ketahui akhir-akhir ini banyak tuduhan terhadap para tenakes dalam melaksanakan profesinya. dan tidak dapat disentuh pengadilan. sehingga tidak ragu dalam melaksanakan profesi karena akan terlindung dari sanksi hukum. agar tercipta pemerataan pelayanan kesehatan serta tercipta suatu kondisi yang serasi.

. baik yang timbul dari perundang-undangan yang berlaku maupun dari kebiasaan dan kepatutan. LANDASAN HUKUM KEBIDANAN Dari sudut pandang hukum perdata.tenaga kefarmasian. Sifat pekerjaan kesehatan bukan harga mati. harus melalukan yang terbaik. diantara kedua belah pihak. Pasal 1365 ayat (1) KUHP tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian.• • Setiap orang yang meminta pertolongan pada seorang profesi kesehatan. Jika tindakan medik tanpa persetujuan . Pasal 1 ayat (3) UU Kesehatan No. persetujuan selanjutnya di sebut Informent concern. Pasal 53 UU 23/92. tenaga kesehatan masyarakat. tenaga terapi fisik. bersifat rahasia. dan perikatan ini terikat dengan asas iktiar ). wajib memberikan prestasinya dalam bentuk layanan medik yang layak berdasarkan keilmuan yang telah teruji. tentang hak-hak pasien. tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan dirinya dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan atau ketrampilan melalui pendidikan yang untuk Bidang tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan pelayanan kesehatan. • . tenaga teknis medis. jika tidak terpenuhi ini dianggap tindakan wanprestasi( ingkar janji) dan ini termasuk perbuatan melawan hukum (PMH). tdk dalam pengampuan(anak-anak). dewasa. berikutnya dapat digugat bahkan sampai pengadilan. hubungan antara health care provider dan health care receiver . Yang termasuk Tenakes sesuai UU 23/92 dan PP 32/96 adalah : tenaga medis. termasuk pelanggaran hukum. dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum kesehatan.23/92. tidak gila. diantaranya adalah hak atas informasi dan hak untuk mendapatkan persetujuan tindakan medik yang akan dilakukan terhadapnya. begitu pula jika kerugian pasien yang dilakukan oleh tenakes dibawah pengawasanya. ayat (3). wanita dalam keadaan inpartu. asisten bidan . jika seseorang tidak dapat melakukan dan tidak dapat memenuhi kewajibanya yang didasari adanya perjanjian ( perikatan antara tenakes dengan pasien. tenaga gizi. maka wajib bertanggung jawab mengganti kerugian/timbulnya gugutan. sehingga dari masing-masing pihak akan muncul antara hak dan kewajiban. merupakan hubungan perikatan /kontraktual. dalam hal ini tenakes yang memiliki kewenangan kompetensi yang bertanggung jawab. Health care provider. bebas. dan otonomi profesi.tenaga keperawatan. perawat.Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan wajib memperhatikan hak-hak lain dari pasien. bidan. Syarat syah suatu Kesepakatan/Perjanjian hukum : Pasal 1320 KUHPerdata menyatakan bahwa suatu perjanjian adalah jika terpenuhi hal –hal berikut ini : adanya kesepakatan adanya kecakapan. sesuai kompetensi. tapi berupa ikhtiar. termasuk hubungan antara pasien dengan tenakesnya Setiap orang yg menjalani profesi kesehatan bersifat rahasia. Pasal 1239 KUHPerdata. apabila kemudian menimbulkan kerugian baik materl maupun moril selanjutnya dapat digugat sebagai tindakan malpraktek.

tetapi sekarang telah mencakup beberapa aspek. maka terkena sanksi hukum baik perdata maupun pidana. demikian dalam UU 23/92 tentang kesehatan. yang mana apabila apa yang telah dilakukan bidan diduga ada kesalahan atau mengakibatkan cacat . ASPEK HUKUM DAN KETERKAITANNYA DG PRAKTEK BIDAN Praktek bidan selain bertujuan menjalani profesi sebagai bidan. politik.5 bulan sesudah melahirkan. dan tidak bertentangan dengan norma kesusilaan yag berlaku di masyarakat. masa haid bagi wanita tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua. budaya. maka akan mengarah kepada penyimpangan prilaku.Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. lingkungan fisik. dulu batasan tentang keadaan sehat hanya mencakup kondisi tidak sakit. Pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. Hak dan kewajiban berdasarkan pasal 4 dan 5 UU kesehatan mengatakan bahwa: setiap orang mempunyai hak yg sama dalam memperoleh derajat kesehatan yg optimal setiap orang berkewajiban ikut serta dalam pemeliharaan kes perorang. keluarga juga masyarakat. tidak menyenangkan Undang-undang Nomor 13. pelaksanaan diatur dengan perjanjian Pasal 82 ayat(1). Pasal 81 ayat(1) . dengan ketertiban umum. ayat (2) . setiap pekerja berhak mendapatkan upah/gaji yang sesuai atau dengan kesepakatan. Jika tidak sesuai dengan kreteria di atas apalagi dengan norma-norma. yang mengalami keguguran berhak mendapat cuti 1. bukan saja sebagai kewajiban moral akan tetapi melekat sebagai kewajiban hukum. siapapun keadaan klien kita tidak boleh meremehkan dan lupa akan norma kesusilaan yang berlaku pada saat tersebut di masyarakat. Perlu diketahui dan diingat bahwa klien yang datang ke praktek bidan .eh beberapa faktor yaitu : Lingkungan. artinya yang tidak bertentangan dengan UU dan hukum. Kesehatan Menurut Teori BLUM ( 1974 ). namun senantiasa wajib merahasiakan keadaan penyakit klien yang ditangani. ekonomi Perilaku. baik pemerintah maupun warga masyarakatnya. HAK DAN KEWAJIBAN PROFESI Setiap undang-undang selalu mengatur hak dan ewajiban. bahwa kesehatan sangat dipengaruhi o. KESEHATAN ( HEALTH ) Menurut Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ). ada 4 aspek yang termasuk kedalam kesehatan yaitu : * Fisik *Mental * Sosial * Ekonomi. ayat (2). Menurut UU Nomor 23/1992.Legal. ada perbuatan yang tidak sesuai . atas dasar tersebut norma susila yang telah ada lebih dikuatkan dengan undang-undang. Pasal 84 . • • • • • • . itu karena ia sangat membutuhkan pertolongan.5 bulan sebelum melahirkan dan 1. dengan publik/masyarakat.5 bulan atau sesuai dengan surat sakit dari dokter. sosial. Buruh wanita berhak dapat cuti 1.

Ingat selain persetujuan pasien. maka dibenarkan untuk melakukan sesuatu demi keselaman yang mendasar dari klien tersebut. implant/susuk kontraseosi ini diperbolehkan tidak ada persetujuan dari suami. Semua mahasiswa pendidikan kesehatan 3. Bukan merupakan informed concern. TENAKES LAIN YG HARUS MERAHASIAKAN PS : 1. juga informasi yang benar.abortus. seperti IUD. misalnya tata usaha pegawai laboratorium yang mengurus/pegawai rekam medik. MOP. seorang yang berpacu dengan nyawa. Pasal 53 UU Kesehatan 1992. manakala bidan diluar ruang praktek sedang membicarakan akibat pemerkosaan. termasuk informasi lain yang memungkinkan harus menjadi bagian wajib bidan kepada klien. SAnksi pidana pada pasal 322 KUHP. kondom. selain sanksi moral tentunya ada sanksi hukum yang dapat diterapkan jika bidan melanggar ketentuan yang berlaku. kecuali untuk kontrasepsi yang tidak menetap/reversible seperti : Pil. jika pasien telah memberi ijin kepada bidan . terhadap setiap tindakan yang akan dilakukan oleh bidan. memerlukan persetujuan dalam pelasanaanya. harus ada persetujuan kedua belah pihak. dan dijamin oleh undang-undang kesehatan no. berbunyi : “Barang siapa dengan sengaja membuka rahasia yang ia wajib menyimpanya oleh karena jabatan atau pekerjaanya.• • • • Di Indonesia telah dikeluarkan mengenai Peraturan Pemerintah. Secara hukum hak persetujuan tersebut. Semua tenaga kesehatan 2. tertuang pada penjabaran dari hak asasi manusia. beserta penjelasanya menyatakan dengan tegas bahwa rahasia pasien merupakan hak yang perlu dihormati. KONTRASEPSI Setiap tindakan medik. dimintakan dulu persetujuan dari suami klien . baik sekarang maupun dulu. Bidan tidak terkena sanksi hukum dalam pembocoran kerahasiaan . 23/92. Orang-orang yang ditetapkan oleh peraturan Menteri Kesehatan. Sebaiknya sebelum bidan menawarkan kontrasepsi kepada klien. Sedangkan kontrasepsi yang tetap/irreversible. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT BIDAN DALAM PRAKTEK • • • • • • • • . termasuk kontrasepsi. Steril. seorang tenaga kesehatan tidak ada waktu untuk menjelaskan kepada keluarga klien. dan Undang-undang Kesehatan. apabila suatu keadaan ada yang bertanya tentang keadaanya.HAK KLIEN. HAK. Akan tetapi dalam keadaan gawat darurat atau kritis. suntik. PERSETUJUAN UNTUK BIDAN BERTINDAK Perlu diketehui bahwa pasien/klien mempunyai hak untuk menyampaikan persetujuan/ informed concern . tissue. dihukum dg hukuman penjara selamaselamanya 6 bulan atau denda 600 jt rupiah” SELAIN BIDAN .

PERATURAN PERUNDANG_UNDANGAN YG MELANDASI PRAKTIK BIDAN Peraturan perundang-undangan yang melandasi bidan . sehingga diperlukan kehati-hatian yang tinggi .• Kurang kehati-hatian atau kesalahan dalam melaksanakan tindakan medik yang terjadi. atau perawat. dan profesi lain diluar medik misal. hakim dan jaksa juga memiliki status profesi. dan bersifat mandiri. advokat. Perundang-undangan sbg landasan praktik bidan : • • • • • • • • • . Kesalahan tersebut diatas dapat dianggap sebagai PMH( perbuatan melawan hukum ). TANGGUNG GUGAT Dalam pasal 1367 ayat(3) KUHPerdata. dan apabila keadaan tersebut dijadikan suatu gugatan maka selain bidan/tenaga kesehatan yang pertama melakukan tindakan. sementara ia masih dibawah pengawasanya. STANDAR PRAKTEK BIDAN Pengertian profesi memiliki arti sebagai ukuran. Begitu juga apabila bidan mempunyai Klinik Bersalin.23/92 Tentang Kesehatan. bidan yang diberi delegasi. melakukanya. menunjukan adanya perilaku tenaga kesahatan yang tidak sesuai dengan standar profesi yang telah di atur dalam perundang-undangan. teliti. yang kini sebagai payung hukum tenaga kesehatan adalah hukum kesehatan. dimana sebagai penanggung jawab adalah seorang dokter kandungan. didalam pekerjaanya senantiasa bersinggungan dengan nyawa/jiwa manusia. dan untuk profesi medik . akan tetapi ia tidak sebagai dokter tetap. jurnalis. Tindakan bidan adalah sebagai subjek hukum. berupa hubungan “keterikatan” antara klien dan bidan. meskipun memiliki kemandiririan tetap . apabila bukan menyandang profesi bidan maka tidak termasuk perikatan secara hukum. jika dilakukan berkaitan dengan profesi bidan. kemudian ada perawat yang juga melakukan perawatan. bidan. menjelaskan bahwa standar profesi adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesinya dengan baik dan benar. penuh kehati-hatian dan harus ingat perundang-undangan. guru. akan tetapi dalam hal profesi medik. ini akan terkena sanksi hukum tangung renteng. Pasal 53 ayat(2) UU No. tanggung gugat. dan ini yang dapat dijadikan bahan gugatan oleh keluarga klien atau pihak lain. secara hukum kesehatan keterikatan adalah mengabdung pengertian hak dan kewajiban. akan tetapi juga apabila terjadi kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya. Syarat adanya dugaan kesalahan tindakan apabila : ada kerugian ada sebab akibat dari apa yang dilaksanakan masih dalam hubungan perikatan antara bidan dan klien tsb. seorang tenaga kesehatan harus memberikan pertanggung jawaban tidak hanya atas kerugian ang ditimbulkan dari tindakan diri sendiri .

43/MenKes/SK/X/1983 tentang KODEKI. memuat segala sesuatu tanggung jawab terhadap ketentuan profesi.23 /1992 Tentang Kesehatan dan UUPK No.29/2004 Tentang Praktik Kedokteran. diajukan ke kepala dinas kesehatan kesehatan provinsi untuk diterbitkannya SIB. pada saat membuat registrasi ulang .900/MenKes/SK/VII/2002. seorang bidan harus menyertakan surat sehat jasmani dan mental ( surat keterangan tsb harus ditandatangi oleh dokter yang memiliki SIP ). UU 13/2003 Ketenagakerjaan UU Aborsi. Kewajiban mengurus STR dan SIB ( Surat izin Bidan ). mengikuti pendidikan dan pelatihan. dan adalah kewajiban Bidan untuk melaksanakan nya antara lain : 1. UU. memuat ketentuan perdata dan pidana. dengan mengisi formulir permohonan . Adopsi. bayi tabung dan transplantasi. MenKes No.No. ini menjadi bagian tanggung jawab tenaga kesehatan. 2. MASA BAKTI DAN PERIZINAN Masa bakti bidan dilaksanakan ssuai dengan ketentuan yang berlaku. SURAT IZIN PRAKTIK BIDAN Merupakan bukti tertulis yang wajib dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan yang berprofesi yang berhak mengeluarkan adalah pejabat yang berwenang di Provinsi dimana seseai tempat praktik bidan (SIPB ) Praktik bidan juga telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. SYARAT-SYARAT REGISTRASI Memiliki ijasah Mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji Memiliki surat keterangan fisik sehat dan mental sehat Memiliki sertifikat kompetensi ( surat ini dikeluarkan oleh kolegium yang bersangkutan ) Membuat pernyataan akan memenuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi Masa berlaku surat tanda Registrasi adalah maksimal 5 tahun dan kemudian di ulanh tiap 5 tahun berikut. ini tercantum dalam pasal 28 ayat (1) dan pasal 52 e. • • • • • • • • • • • .572/MenKes/per/VI/1996. PERMENKES TENTANG REGISTRASI Seperti tercantum dalam UU. yang merupakan revisi dari Permenkes No. yang diselenggarakan oleh organisasi profesi dan lembaga lain yang terakreditasi. No 23/92 Tentang Kesehatan dan adanya UUPK No29/2004 Tentang Praktik Kedokteran.Kep. Dan dapat dikaji dalam melaksanakan praktik bidan sesuai : KepMenkes 900/MenKes/SK/VII/2002 tentang registrasi praktik bidan standar pelayanan kebidanan UU Kesehatan 23/92 PP 32/1996 Tentang otonomi Daerah.

Apabila bidan menjadi pegawai tidak tetap dalam rangka menjalankan masa bakti. melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh bidan misal melakukan tindakan curretge pada kasus abortus ( kewenangan mutlak ada pada dokter spesialis ). maupun pemberian obat. • • • SANKSI HUKUM BAGI BIDAN Sanksi Hukum Perdata : Berupa Wanprestasi ( pasal 1239 KUHP ). ada tenaga medis/dokter/dokter spesialis. kegiatan ilmiah. perlu diwaspai apabila dalam keadaan pelayanan kadang klien ingin langsung dengan pengobatan. Pelayanan kebidanan . PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Organisasi profesi bidan.SIPB dan berkewajiban meningkatkan keilmuan dan/atau ketrampilanya melalui pendidikan formal dan pelatihan. Untuk anak. Sebaliknya bagi bidan lulus pendidikan dan merencanakan menjadi pegawai tetap baik negeri atau swasta. Pasal 17. ) KECUALI diwilayah tersebut tidak ada dokter. sebaiknya pemberian obat-obatan dapat diberikan oleh yang memiliki kewenangan ( dalam hal penulisan resep.masa kehamilan. Organisasi profesi berkewajiban membibing dan mendorong para anggotanya untuk dapat mencapai jumlah anggka kredit yang telah ditentukan. akan tetapi sebagai tenaga kesehatan profesional. terhadap ibu dan anak Pelayanan ibu: pada masa pranikah. dalam praktik bidan.• • Perizinan Bidan : harus memiliki SIB SIB berlaku selama 5 tahun dan harus diperbarui sesuai uji kompetensi. yang dikumpulkan melalui pendidikan . pengabdian kepada masyarakat. Contoh kasus atas gugatan wanprestasi : . BENTUK PELAYANAN PRAKTIK BIDAN 1. jika melakukan : tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukan terlambat melakukan apa yang dijanjikan melaksanakan apa yang dijanjikan tetapi tidak sesuai hasil yang dijanjikan. 2. Pimpinan sarana kesehatan wajib elaporkan bidan yang praktek maupun sudah tidak praktek kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dengan surat tembusan kepada ketua organisasi profesi setempat. masa nifas. prahamil. masa bayi. menetapkan kepada seluruh anggotanya untuk mengumpulkan angka kredit selama pelayanan kebidanan. maka tidak memerlukan SIB.( selama praktek bidan wajib mentaati aturan perundang-undangan yg berlaku ). masa baru lahir. wajib mengurus STR. masa balita dan masa prasekolah. masa menyusui dapat eksklusif sampai 6 bulan.

ADA DUA TANGGUNG JAWAB HUKUM TERHADAP DUGAAN MALPRAKTIK Tanggung jawab terhadap ketentuan-ketentuan profesional yaitu : KODEKI. Pengambilan tindakan atas sanksi hukum terhadap bidan yang diduga telah melakukan kesalahan . mulai diagnostik. maupun penjara sesuai ketentuan perundangan yg berlaku. keterangan terdakwa dapat menerangkan akan Rekam medik ( sebagai alat bukti di persidangan ).• • Pada papan nama bidan. yang telah ditetapkan oleh ikatan profesinya. Sanksi hukum Pidana atas PMH Bentuk Perbuatan Melawan Hukum oleh bidan adalah : akibat asuhan kebidanan yang dilakukan menimbulkan cacat tubuh. mencantumkan praktik dari jam 17 wib-19 wib. KETENTUAN PERALIHAN Dengan telah terbitnya ketentuan Registrasi dan Surat izin Bidan .184. pasal 183.PIMBINAAN KODE ETIK MEDIK SULITNYA MEMBUKTIKAN ADANYA DUGAAN MALPRAKTIK: Didalamnya melaksanakan pelayanan kesehatan.900/MenKes/SK/VII/2002. padahal tenakes juga manusia. Dugaan dpt dibuktikan dg pengaduan keaparat hukum. maupun perbuatan melawan hukum. diatur melalui Keputusan MenKes Nomor. tertulis. namun hasilnya terkadang tidak sesuai dengan persetujuan. pengawasan dan pembinaan dilakukan oleh MPKETM (Majelis Pengawasan Kode Etik Tenaga Medik ) • • • • • . merusak kepercayaan dan keagamaan . sampai meningal dunia.adalah dengan itikad baik. harus melakukannya secara “LEGE ARTIS”. timbul rasa sakit yang terus menerus. denda. Niat seorang medik menolong klien . bahkan sampai klien meninggal dunia. adanya kerugian materi yang berlebih. maka Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 572/MenKes/VI/1996. Dalam buku KUHPidana . akan tetapi setiap datang bidan tersebut jam 18 wib.baik suatu wanprestasi. anamnestik. keterangan ahli. dapat teguran lisan. sampai tidak dapat melakukan aktfitas klien sebagai ibu rt atau tidak dapat bekerja. KOMITE PENGAWASAN. untuk pembuktian dari suatu keadaan. surat yg dibuat menurut ketentuan perundang-undangan oleh pejabat. luka berat. adanya petunjuk sesuai kebijakan hakim. bahkan bisa terjadi cacat. Surat Izin Bidan dan Surat Izin Praktik Bidan berlaku selama 5 tahun dan apabila telah habis masa berlakunya dapat diperbaharui sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan harus mengacu kepada prosedur operasional. ini pelanggaran krn tidak sesuai dg apa yg dijanjikan. tentang registrasi dan praktek bidan sudah tidak berlaku lagi. hakim harus memiliki alat bukti yang syah dari gugatan pidana dengan syarat bahwa alat bukti tersebut terpenuhi : adanya keterangan saksi.analitik sampai melakukan tindakan tertentu kepada klien. Oleh pihak lain ini serin dianggap adanya dugaan malpraktik.

Masa bakti 5 thn dan dapat diangkat 1 kali pemilihan MKDP. keanggotaan harus ada dokter.sehat. SIB. TIGA PRINSIP UMUM DLM MELAKUKAN PROFESI TENAKES: Kewenangan.dan waktu kejadian. ( Registrasi. pencabutan SIPB. dan baik.cacat Adanya hubungan kausal antara kelalaian dg wujud perbt sp terjadi kematian orang/klien. KETUA MKDP dapat menerima Aduan: Syarat pengaduan dugaan malpraktik harus memuat : identitas pengadu/penggugat.360. Dalam rangka terselenggaranya praktik medik yang sesuai dg peraturan. KUHP.mati: Adanya kelalaian Adanya wujud perbuatan Adanya luka berat.Pidana. wajib mengikuti pendidikan . Perdata. nama dan alamat praktik tergugat. dedikasi tinggi. Bersifat independen Majelis kehormatan tingkat kab/kota dibentuk oleh KKI pusat &Prov Keanggotaan majelis kehormatan tdd: satu orang ketua. melalui bidang hukum Administrasi. satu orang sekretaris. profesi kesehatan lain.berkelakuan baik.pasal 359 .SIPB) Kemampuan Rata-rata (Bidan yang baru lulus beda dengan senior) Ketelitian yang umum ( berkaitan dg knowledge. mengatakan unsur yg menyebabkan cacat. satu orang wakil ketua. memiliki STR. • • • • • • • • • • • • • • • • . tidak cacat hukum. dan sarjana hukum kesehatan. jujur. skill.profesional attitude/prilaku baik). maka perlu pengawasan dilakukan oleh organisasi profesi keehatan. MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN PROFESI Merupakan lembaga otonom dari KKI ( Konsil Kedokteran Indonesia). Termasuk tanggung jawab lain diluar hukum. untuk menjatuhkan keputusan : dapat dinyatakan tidak bersalah atau ada kesalahn etik sehingga terkena sanksi Disiplin: peringatan tertulis. pengalaman dibidangnya 10 tahun. Pengaduan ke MKDP dapat dilanjutkan kepada organisasi profesi.• Tanggung jawab hukum terhadap ketentuan-ketentuan hukum yg berlaku di Indonesia.pembinaan dilakukan oleh Konsil pusat bekerja sama dengan organisasi profesi di tempat bertugas.alasan pengaduan Gugatan dapt juga dikirimkan ke polisi. dokter gigi. pidana. sarjana hukum ( diusakan 3 orang tiap disiplin ) Syarat menjadi anggota MKDP: warga negara ina. untuk menempuh jalur pengadilan dan ada proses hukum baik perdata.usia minimal 40 tahun maksimal 65 thn.

Saran Agar pemerintah terus berupaya mendukung profesi bidan dengan cara meningkatkan kwalitas SDM bidan melalui penyediaan fasilitas pendidikan bagi bidan.1. 3.2. Sebagai pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Kebidanan sebagai profesi merupakan komponen yang paling penting dalam meningkatkan kesehatan perempuan. bidan mempunyai ciri khas yangkhusus. Bagi organisasi diharapkan agar terus berupaya mengembangkan pelayanan dan pengetahuan bagi semua bidan secara adil dan merata. dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan.Kesimpulan Bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh negara tempat ia tinggal.Sebagai anggota profesi.• • FUNGSI MKDP : Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Melindungi masyarakat atas tindakan medik Memberikan kepastian hu BAB III PENUTUP 3. Bidan sebagai tenaga profesional diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif dalam organisasi dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan etika profesi .

(2006) Modul Manajemen Terpadu Balita Sakit. kerugian. pasien/klien dengan penuh kepercayaan dan keyakinan. Jakarta. (2006). Jakarta. Manajemen BBLR untuk Bidan. Pelatihan Konseling Pasca Keguguran. Standar Pelayanan Kebidanan. (2007) Rumah Tangga Sehat Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Depkes RI. (2002). Jakarta. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. dalam berikhtiar dapat timbul kelalaian/kesalahan menimbulkan cacat. Jakarta. dengan sifat ikhtiar. Depkes. (2006). Depkes RI. Standar Profesi Kebidanan. Depkes RI. Jakarta. Direktorat Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Bidan Menyongsong Masa Depan. Dan itu adalah syarat mutlak untuk memperoleh hasil yang terbaik. Jakarta. Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWSKIA). Kurikulum dan Modul Pelatihan Bidan Poskesdes dan Pengembangan Desa Siaga. EGC. Jujur profesi medis penuh dengan resiko. Depkes. Jakarta. Depkes. Depkes RI. Jakarta . Depkes RI. PP IBI. (2003). Arvin. Ilmu Kesehatan Anak (Nelson Textbook of Pediatrics). Behrman. Depkes RI. (2002). Kompetensi Bidan Indonesia. Depkes RI. Pusat Promosi Kesehatan. Direktorat Bina Kesehatan Anak. Depkes. bahkan kematian. Direktorat Bina Kesehatan Masyarakat. (2000). Jakarta. Depkes RI.Dari ciri-ciri tsb dapat disimpulkan pelayanan kesehatan memberikan pelayanan. pasrah akan penderitaanya. (2002). Resiko ini oleh orang-orang/pihak-pihak lain diartikan sebagai kesalahan profesi dan tudingan adl: MALPRAKTIK. Jakarta. Direktorat Bina Kesehatan Anak. (2007). (2002). Depkes RI. Kliegman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful