PROSES BELAJAR MENGAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Proses adalah pembentukan ,belajar adalah menambah pengalaman baik akademik

dan non akademik .Jadi proses belajar anak SD adalah pembentukan pola pikir anak sekolah dasar dengan menambah pengalaman baik akademik dan non akademik sehingga akan dihasilkan anak yang cerdas,kreatif,inovatif. Belajar itu merupakan proses terpadu artinya belajar itu saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain jadi dalam prosesnya itu tidak sendiri – sendiri meliputi semua aspek kehidupan baik fisik,social,emosional,intelektual,moral[multidisipliner].Contohnya apabila anak belajar IPS ,maka anak tersebut secara tidak langsung akan mengenal keadaan alam yang ada disekitarnya dan akan menambah nilai positif bagi anak tersebut. Proses Belajar Mengajar merupakan inti proses pada setiap sistem persekolahan. Oleh karena itu, di Sekolah Dasar dapat dikatakan baik bila di dalamnya terjadi proses belajar mengajar yang baik, sehingga proses belajar mengajar harus menjadi perhatian utama dalam setiap upaya peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar. Dengan kata lain, target akhir setiap upaya peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar adalah terciptanya proses belajar mengajar yang baik. Sehubungan dengan peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar, pemerintah telah mengembangkan 3 (tiga) model yang dapat digunakan sebagai pendekatan yang dapat digunakan sebagai pendekatan dalam menentukan baik-tidaknya suatu Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Ketiga model tersebut adalah sebagai beriktu: 1. Model Pencapaian Tujuan Proses belajar mengajar dapat dipandang baik dan bermutu bilamana mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Biasanya tingkat pencapaian ditandai dengan prestasi lulusan sekolah dalam bidang keterampilan dasar yang diukur melalui kompetences (kemampuan). Bilamana standar kompetensi ini digunakan, maka prestasi kemampuan siswa yang ditandai dengan prestasi memainkan peranan penting dalam menerapkan baik-tidaknya sebuah sekolah. Pemerintah menekankan bahwa peningkatan kemampuan Baca, Tulis dan Berhitung hendaknya menjadi prioritas dalam kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar.

. kegiatan belajar mengajar yang bermutu adalah kegiatan belajar mengaja yang berbasis kompetensi yang berorientasi kepada keaktifan. Model Sistem Model sistem dikenal juga dengan pendekatan proses. Sehingga diperlukan kombinasi yang dapat menghasilkan satu konsep tentang proses belajar mengajar yang baik. 3. Perpaduan Model Pencapaian Tujuan dan Model Sistem Kedua model di atas bukan untuk dipertentangkan. kreativitas dan kemandirian siswa. · Dalam menghasilkan lulusan yang dikehendaki tersebut di atas. efisiensi penggunaan semua sumber yang ada dan kesuksesan dalam mekanisme kerjanya. Dengan demikian proses belajar mengajar dapat dikatakan baik apabila: · Menghasilkan lulusan yang terdidik (berbudi pekerti luhur) memiliki kedewasaan mental dan sosial serta memiliki kemampuan baca-tulis-hitung yang membuatnya siap memasuki jenjang selanjutnya. transformasi. melalui proses edukasi. Dengan standar sistem atau proses. sosialisasi dan transformasi yang baik pula dalam bentuk proses belajar mengajar yang bermutu. 2. Model ini memandang sekolah sebagai sistem terbuka yang terdiri dari masukan. Disamping itu.Penguasaan ketiga kemampuan tersebut sangat diperlukan siswa dalam rangka menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi. dn keluaran. kualitas proses belajar mengajar bukan dilihat dari tingkat pencapaian tujuannya. melainkan konsistensi internal. keduanya saling melengkapi satu sama lain.

Kondisi sosioemosional tersebut meliputi beberapa hal-hal berikut ini : 1. kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran. Tipe kepemimpinan guru yang lebih menekankan kepada sikap demokratis lebih memungkinkan terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar saling mempercayai. dan fasilitator. 3. Sikap Guru Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar. Kepemimpinan Peranan guru. tipe kepemimpinan guru atau administrator akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Guru sebagai pengembang adalah guru yang ahli dalam melaksanakan tugas dengan format benar dan tepat. 4. Guru sebagai fasilitator adalah guru yang menyadari bahwa pekerjaannya merespon tujuan para siswa sekalipun tujuan itu bervariasi. Rachman (1997:132) 2. mengatur kelas sebagai tata ruang belajar. Kedua sikap yaitu apatis dan agresif ini merupakan sumber problema manajemen. pembimbing. Suara yang baik menurut Depdikbud ( 1983:25 ) adalah suara yang relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran.Kondisi sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar. Dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal. turut mempunyai pengaruh dalam belajar. Centra (dalam Rachman 1997:132) Guru sebagai model adalah guru yang tidak menuntut banyak disiplin kaku melainkan sebagai model. pengembang. Guru sebagai perencana adalah guru yang ahli dalam bidangnya. Tipe kememimpinan yang paling berat pada otoriter akan menghasilkan sikap siswa yang submissive atau apatis. Dengan kepemimpinan yang otoriter siswa hanya aktif kalau ada guru dan kalau guru tidak mengawasi maka semua aktivitas menjadi menurun. Pembinaan Hubungan Baik . baik yang sifatnya individual maupun kelompok kelas sebagai keseluruhan. perencana. guru harus menempatkan diri sebagai: model. Suara Guru Suara guru walaupun bukan faktor yang besar. dan tetap bersahabat dengan suatu kenyakinan bahwa tiangkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Guru sebagai pembimbing adalah guru yang saling membelajarkan antara dirinya dengan sesama dan siswanya. Tetapi di pihak lain juga menghasilkan sikap yang agresif.

[classical conditioning. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa. bersikap optimis.Pembinaan hubungan baik antara guru dan siswadalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. diharapkan siswa senantiasa gembira. semangat.kemampuan berpikir yang sesuai [tidak dipaksakan sesuai perkembangan] dan menggunakan media baik cetak maupun elektronikyang memadai sehingga akan memperoleh hasil yang baik.Misalnya dengan proses belajar yang baik maka KBM akan berjalan lancer dengan prestasi yang tidak mengecewakan tentunya .Apabila anak itu tidak belajar dia merasakan ada yang kurang pada dirinya .Sehingga proses psykologi belajar pada anak perlu dibentuk sejak kecil agar anak itu terbiasa belajar . Dalam belajar harus menggunakan prinsip 1. Dengan penerapan proses belajar yang bbaik dan benar pada anak SD akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Yang sedang dipelajari hal – hal positif 2.operan conditioning.pembentukan kebiasaan . Pada waktu belajar dengan keadaan sadar 3.serta peniruan ]. Dengan belajar efektif 5. penuh gairah.Yang kedua yaitu dengan cara atau dengan ukuran tingkat kecerdasan [kognitif]. Yang ketiga dilihat dari perkembangan kognitif lalu dengan pemrosesan informasi yang baik .Yang baik dan benar maksudnya sesuai antara isis kurikulum dengan kemampuan berpikir anak . Menggunakan bahasa yang baik dalam proses belajar mengajar Proses psykologi belajar anak dapat dipahami dari tingkah laku. Yang dipelajari adalah hal – hal nyata [pengalaman nyata ] 4. Belajar yang baik akan didukung oleh lingkungan yang baik . dan realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukan serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.

Sebagai pihak formal harus menyediakan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan masyarakat. Proses belajar harus didukung oleh kedua belah pihak baik dari pihak sekolah maupun dari pihak orangtua .Jadi pembelajaran harus sesuai dengan perkembangan anak . Hakikat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar M. Muatan Lokal dan Pengembangan Diri. baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat (Tim Pengembangan MKDK . Bimbingan adalah suatu proses yang terus-menerus untuk membantu perkembangan individu dalam rangka mengembangkan kemampuannya secara maksimal untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Bimbingan ialah penolong individu agar dapat mengenal dirinya dan supaya individu itu dapat mengenal serta dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di dalam kehidupannya (Oemar Hamalik.dan dari pihak orangtua harus member dukungan dan teladan yang baik bagi anaknya. 2000:193). 22 Tahun 2006 tentang Standar isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.dan sebaliknya dengan proses yang kurang baik maka hasilnya sudah dapat ditebak tentunya akan menghambat KBM. dan minat setiap peserta didik sesuai kondisi sekolah. Surya (1988:12) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian atau layanan bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan. bakat.Sehingga proses belajar dapat dikatakan berhasil . Pengembangan Diri bertujuan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. belajar dan pengembangan kirir peserta didik. BIMBINGAN KONSELING SEKOLAH DASAR Berdasarkan Lampiran Permendiknas RI No. Kegiatan Pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Kurikulum SD memuat 8 Mata Pelajaran.

setidaknya ada tiga hal utama yang melatar belakangi perlunya bimbingan yakni tinjauan secara umum. Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik sebuah inti sari bahwa bimbingan merupakan suatu bentuk bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin. 1986:39). latar belakang perlunya bimbingan berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional. sosio kultural dan aspek psikologis. . dan merealisasikan dirinya (self realization). Dari pengertian tersebut.IKIP Semarang. Secara umum. (3) bantuan diberikan kepada individu yang mengalami masalah agar memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah guna memperbaiki tingkah lakunya di masa yang akan datang. yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. berbudi pekerti luhur. dapat dirangkum ciri-ciri pokok konseling. 1990:11). yaitu: (1) adanya bantuan dari seorang ahli. menerima dirinya (self acceptance). Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien (Prayitno. Konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri sendiri. dan membantu siswa agar memahami dirinya (self understanding). (2) proses pemberian bantuan dilakukan dengan wawancara konseling. mengarahkan dirinya (self direction). untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang (Mungin Eddy Wibowo. 1997:106). Perlunya Bimbingan dan Konseling di SD jika ditinjau secara mendalam.

Fungsi penyesuaian (adjustif) Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh . Sugiyo dkk (1987:14) menyatakan bahwa ada tiga fungsi bimbingan dan konseling. yang melatar belakangi perlunya proses bimbingan adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga berdampak disetiap dimensi kehidupan. (2) masalah perbedaan individual. Menurut Tim MKDK IKIP Semarang (1990:5-9) ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah yakni: (1) masalah perkembangan individu. bekerja keras. (3) masalah kebutuhan individu. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.ciri kepribadiannya. sementara laju lapangan pekerjaan relatif menetap.berkepribadian. Fungsi penyaluran (distributif) Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah. dan (5) masalah belajar Fungsi Bimbingan dan Konseling di SD. yaitu: a. Untuk mewujudkan tujuan tersebut sudah barang tentu perlu mengintegrasikan seluruh komponen yang ada dalam pendidikan. memilih jurusan sekolah. bertanggung jawab. Bila dicermati dari sudut sosio kultural. berdisiplin. memilih jenis sekolah lanjutan/sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar. (4) masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku. Hal tersebut semakin diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. citacita dan ciri. dan lain-lain. minat. tangguh. b. mandiri. salah satunya komponen bimbingan.

1997:219). Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan. Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling. c. 1987:14) Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di SD. Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. cita-cita. Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adalah unik dan khas. Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat. siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitankesulitannya. sikap dan tingkah laku seseorang. c. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. b. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya.penyesuaian pribadi yang sehat. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. Berikut ini prinsipprinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber. Fungsi adaptasi (adaptif) Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswasiswa. kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. . sebagai berikut: a. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. kebutuhan dan minat (Sugiyo.

Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. Kegiatan BK dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas/guru lain yang terlibat. mempunyai banyak inisiatif. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (guru bimbingan). j. Prinsip ini. 1997:219). Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing.d. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing. h. f. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. g. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas/guru yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. i. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. Berdasarkan Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling (2004) . e. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.

(5) bidang karir. dan konsultasi. adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan. b. c. dan (9) bidang kehidupan lainnya. (3) bidang sosial. Isi layanan responsif adalah: (1) bidang pendidikan. memelihara dan meningkatkan progam bimbingan secara menyeluruh. dan kehidupan sosial dan pribadinya. Hal itu dilaksanakan . (8) bidang perilaku sosial. Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang membantu seluruh peserta didik dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan. (6) bidang tata tertib SD. Layanan dasar bimbingan Layanan dasar bimbingan adalah bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan keterampilan-keterampilan hidup yang mengacu pada tugas-tugas perkembangan siswa SD. d. Strategi yang digunakan adalah konseling individual. Layanan ini lebih bersifat preventif atau mungkin kuratif. Tujuan utama dari layanan ini untuk membantu siswa. (7) bidang narkotika dan perjudian.dinyatakan bahwa kerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama. konseling kelompok. (4) bidang pribadi. (2) bidang belajar. memantau pertumbuhan dan memahami perkembangan sendiri. karir. Dukungan sistem. yakni: a. Layanan responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini.

(3) layanan penempatan. staf ahli/penasihat. 1990) Kegiatan utama layanan dasar bimbingan yang responsif dan mengandung perencanaan individual serta memiliki dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan BK. (5) layanan referal/melimpahkan ke pihak lain. menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta . yaitu: a. laboratorium. guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa. manajemen program. silabus. Motivator. (4) layanan konseling. Peran Guru Kelas dalam kegiatan BK di SD Implementasi kegiatan BK dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar. b. dan (6) layanan penilaian dan tindak lanjut (Nurihsan. guru sebagai pengelola kegiatan akademik. Informator. dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. jadwal pelajaran dan lain- c. Organisator.melalui pengembangan profesionalitas. lain. Oleh karena itu peranan guru kelas (bagi sekolah tanpa guru bimbingan) dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan. konsultasi dengan guru. (2) layanan informasi. guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif. studi lapangan. yakni: (1) layanan pengumpulan data. Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan BK. 2005:21). masyarakat yang lebih luas. penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis. hubungan masyarakat dan staf.

g. sumber daya pendidikan untuk mencapai tuju an pendidikan. mencerdaskan kehidupan bangsa. Transmitter. Mediator. berbudi pekerti .(kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar. Inisiator. f. guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar. yaitu manusia yang beriman. sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak ADMINISTRASI Administrasi pendidikan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien…. guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. Director. memimpin. mengembangkan manusia seutuhnya. Fasilitator. d. guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan. i. manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumbersumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan. guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya. Evaluator. mengendalikan tenaga pendidikan. Dalam pendidikan. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. peng-organisasian. guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar. h. e.

Angka ini ia perkirakan dari berbagai fenomena yang ada kaitannya dengan administrasi pendidikan. Namun dari uraian berikut ini akan diketahui bahwa pengertian administrasi pendidikan sebenarnya adalah bukan sekedar itu. Kita dapat melihat bagian-bagian tubuhnya. fungsi administrasi pendidikan merupakan alat untuk mengintegrasikan peranan seluruh sumberdaya guna tercapainya tujuan pendidikan dalam suatu konteks sosial tertentu. . memiliki pengetahuan. ini berarti bahwa bidang-bidang yang dikelola mempunyai kekhususan yang berbeda dari manajemen dalam bidang lain. peredaran darahnya. keterampilan. guru. karena ia menyangkut pengertian yang luas.000 masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan administrasi pendidikan. Ia memperkirakan bahwa ada sekitar 50. struktur tulangnya. mandiri. Culberston (1982) mengatakan bahwa Schwab pada tahun enam puluhan telah mendiskusikan bagaimana kompleksnya administrasi pendidikan sebagai ilmu. orang tua dan variabel yang berhubungan dengan itu. seperti masyarakat. mengatur dan mengalokasikan sumber daya yang terdapat dalam dunia pendidikan. murid.yang luhur. kesehatan jasmani dan rohani. serta bertanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan Manajemen pendidikan ialah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama dengan memperhatikan pengertian di atas nampak bahwa manajemen/administrasi pendidikan pada prinsipnya merupakan suatu bentuk penerapan manajemen atau administrasi dalam mengelola. Salah satu cara yang dapat kita tempuh adalah meninjaunya dari keadaan fisik manusia itu. susunan ototototnya. Administrasi pendidikan seringkali di salah artikan sebagai semata-mata ketatausahaan pendidikan. kepribadian yang mantap. Mendefinisikan administrasi pendidikan tidak begitu mudah. sekolah.

Pengarahan diperlukan agar kegiatan yang dilakukan bersama itu tetap melalui “jalur” yang telah ditetapkan. Administrasi pendidikan dari berbagai aspeknya kita dapat memahaminya dengan lebih baik. beberapa lama. Pertama. dengan segala aspek kerumitannya. Kerjasama dalam menyelenggarakan sekolah itu harus dibina sehingga semua yang terlibat dalam urusan sekolah tersebut memberikan sumbangannya secara maksimal. bagaimana mencapai. tergantung lingkup dan tingkat pengertian pendidikan mana yang dimaksud. murid. administrasi pendidikan mempunyai pengertian kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan. Kedua. tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya pemborosan. Untuk mencapai tujuan pendidikan disekolah itu diperlukan kerjasama di antara semua personel sekolah (guru. pemantauan dan penilaian. pengarahan. pengorganisasian. Perencanaan ini dibuat sebelum suatu tindakan dilaksanakan. dokter Puskesmas. beberapa orang yang diperlukan dan beberapa banyak biayanya. Seperti kita ketahui.Dengan menggunakan analogi pengertian administrasi pendidikan akan diterangkan dengan meninjaunya dari berbagai aspeknya. Pengkoordinasian mengandung makna menjaga agar tugas-tugas yang telah dibagi itu tidak dikerjakan menurut kehendak yang mengerjakannya saja. administrasi pendidikan mengandung pengertian proses untuk mencapai tujuan pendidikan. sebagai salah satu bentuk kerjasama dalam mendidikan misalnya. kepala kantor Departemen P dan K. tetapi menuruti aturan sehingga menyumbang terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan atau disepakati. . Proses itu dimulai dari perencanaan. Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan membagi tugas-tugas kepada orang yang terlibat dalam kerjasama pendidikan tadi. staf tata usaha) dan orang di luar sekolah yang ada kaitannya dengan sekolah (orang tua. dan lain-lain). kepala sekolah. Tujuan yang demikian itu tidak dapat dicapai oleh satu orang saja. tujuan pendidikan itu merentang dari tujuan yang sederhana sampai dengan tujuan yang kompleks. Pada tingkat sekolah. terdapat tujuan sekolah. Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai. tetapi harus melalui kerja sama dengan orang lain.

kegiatan pemantauan atau monitoring adalah kegiatan untuk mengumpulkan data tentang penyeleggaraan suatu proses pencapaian tujuan. yakni masukan yang telah „diolah‟ melalui proses tertentu. Sistem adalah keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian itu berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran. suatu kerjasama juga memerlukan proses pemantauan (monitoring). . Dengan perkataan lain. a) masukannya. yaitu bahan mentah yang berasal dari luar sistem (lingkungan) yang akan diolah sistem. latar belakang murid. Sekolah dasar itu merupakan suatu keseluruhan yang memproses murid menjadi lulusan. yaitu suatu kegiatan untuk mengumpulkan data dalam usaha mengetahui sudah sampai seberapa jauh kegiatan pendidikan telah mencapai tujuannya. b) prosesnya. Sumber ini seringkali dinamakan masukan instrumental. Untuk melaksanakan proses ini harus ada sumber. Penilaian ini dapat berubah penilaian proses kegiatan atau penilaian hasil kegiatan itu. dan kalau tidak apakah hambatan-hambatannya. mutu sarana dan prasarana. dalam sistem sekolah dasar masukan ini adalah anak-anak yang masuk sekolah dasar itu. Dengan demikian kemampuan awal murid. serta guru dengan kepala sekolah. dan c) keluaran. baik tenaga.Disamping pengarahan. uang maupun waktu. Proses kerjasama pendidikan itu akhirnya harus dinilai untuk melihat apakah tujuan yang telah ditetapkan tercapai. mutu dan iklim kerjasama diantara guru dengan murid. administrasi pendidikan dapat dilihat dengan kerangka berpikir sistem. dan kesulitan apa yang ditemui dalam pelaksanaan itu. Mutu lulusan akan sangat tergantung kepada mutu masukan. Ketiga. Pemantauan dilakukan untuk mendapatkan bukti-bukti atau data dalam menetapkan apakah tujuan tercapai atau tidak. tetapi sebenarnya tidak demikian. Dalam hal ini berupa lulusan. guru dengan guru. keadaan orang tua murid sebagai sebagai masukan mentah. Dalam melihat sekolah itu sebagai suatu sistem kita harus melihat. masukan instrumental. dan proses itu sendiri. Pengertian ini kelihatannya sulit. sebagai masukan instrumental. Mutu itu juga sangat tergantung kepada mutu guru. saran dan prasarana. yaitu kegiatan sekolah beserta aparatnya untuk mengolah masukan menjadi keluaran.

Kelima. uang. perhatian tertuju kepada usaha untuk melihat apakah pemanfaatan sumbersumber yang ada dalam mencapai tujuan pendidikan itu sudah mencapai sasaran yang ditetapkan dan apakah dalam pencapaian tujuan itu tidak terjadi pemborosan. maka guru harus mempelajari bagaimana mengambil keputusan yang baik. . ing ngarso mangun karso dan ing ngarso sung tulodo” dalam pencapaian tuuan pendidikan. yaitu memilih kemungkinan tindakan yang terbaik dari sejumlah kemungkinan-kemungkinan tindakan yang dapat dilakukan. belum dimanfaatkan secara baik seperti buku paket atau bantuan alat-alat seperti mikroskop di sekolah hanya menjadi pajangan saja. Bagian-bagian itu sering juga disebut dengan komponen.Jika kita melihat administrasi pendidikan sebagai sistem. administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi kepemimpinan. administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari segi manajemen. Administrasi pendidikan merupakan ilmu yang dapat menuntut pengambilan keputusan pendidikan yang baik. Sudah barang tentu administrator yang ingin berhasil harus memahami teori dan praktek kepemimpinan. administrasi pendidikan juga dapat dilihat dari proses pengambilan keputusan. Upaya harus dicari dalam memanfaatkan sumber yang tersedia dengan sebaik-baiknya. Sumber yang dimaksud dapat berupa sumber manusia. Karena mengambil keputusan selalu ada resikonya. sarana dan prasarana maupun waktu. Kita tahu bahwa melakukan yang mudah. Keenam. serta mampu dan mau untuk melaksanakan pengetahuan dan kemauannya itu. Setiap saat administrator dihadapkan kepada bermacam-macam masalah. Keempat. dan ia harus memecahkan masalah itu. Administrasi pendidikan dilihat dari kepemimpinan merupakan usaha untuk menjawab pertanyaan bagaimana dengan kemampuan yang dimiliki administrator pendidikan itu. Dengan perkataan lain bagaimana ia menggerakan dan mengawasi. maka kita berusaha melihat bagianbagian sistem itu serta interaksinya satu sama lain. ia dapat melaksanakan „tut wuri handayani. Jika administrasi dilihat dari sudut lain. Setiap guru harus mengambil keputusan apa yang terbaik bagi muridnya. Seringkali saran dan prasarana yang ada dalam proses belajar mengajar. Setiap saat kegiatan sekelompok orang bukanlah pekerjaan yang mudah. bekerjasamasama dan memberi contoh. Untuk memecahkan masalah tersebut diperlukan kemampuan dalam mengambil keputusan.

Ketujuh. serta mempersiapkan laporan. administrasi seringkali diartikan dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intiny adalah kegiatan rutin catat-mencatat. Bila hal itu terjadi. mendokumentasikan kegiatan. menyelenggarakan surat menyurat dengan segala aspeknya. sebenarnya kerjasama itu tidak ada dan oleh karena itu administrasi pun tidak ada. administrasi pendidikan juga dilihat dari segi komunikasi. Hanya yang perlu diingat. Komunikasi dapat diartikan secara sederhana sebagai usaha untuk membuat orang lain mengerti apa yang kita maksudkan. selalu memerlukan kegiatan pencatatan. dan kita juga mengerti apa yang dimaksudkan orang lain. Kedelapan. kegiatan tata usaha itu tidak seluruhnya mencerminkan pengertian administrasi dalam arti seperti yang dipaparkan pada butir-butir satu sampai tujuh di atas. Jika dalam kerjasama pendidikan tidak ada komunikasi. Pengertian yang demikian tidak terlalu salah. . karena setiap aspek kegiatan administrasi dengan pengertian di atas. maka orang yang bekerjasama itu saling tidak mengetahui apa yang dikerjakan atau apa yang dimaui teman sekerjanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful