TUGAS SEJARAH

Masa Demokrasi Terpimpin

DISUSUN OLEH : 1. NOVIA PERMATASARI 2. NUGRAHENI KURNIA P XI IPA 6 11 XI IPA 6 12

SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Penerapan sistem Demokrasi Parlementer model Barat tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia. Kabinet Gotong Royong perlu segera dibentuk untuk melaksanakan demokrasi terpimpin. dan PKI). Kabinet Gotong Royong beranggotakan semua partai politik ditambah golongan fungsional (golongan karya) berdasarkan perimbangan kekuatan dalam masyarakat. Kedua dibentuknya DPR-GR yang terdiri dari perwakilan partai NasAKom dan golongan fungsional yang dirasa belum diwakili oleh partai. konflik kepentingan antarpartai politik. KONSEPSI PRESIDEN Sistem Demokrasi Liberal ternyata membawa akibat yang kurang menguntungkan bagi stabilitas politik. . Konsepsi Presiden 21 Februari 1957 adalah kritik pedas sekaligus ultimatum Soekarno terhadap demokrasi Liberal. b. konflik antarkelompok dan daerah. a. NU. Berbagai konflik muncul ke permukaan. Berikut ini isi Konsepsi Presiden. a. sehingga sistem demokrasi parlementer harus diganti dengan Demokrasi Terpimpin. c. Dewan Nasional beranggotakan wakil dari semua partai politik dan golongan fungsional dan masyarakat bertugas sebagai pemberi nasihat kepada kabinet.1. Hal ini mendorong Presiden Soekarno untuk mengemukakan Konsepsi Presiden pada tanggal 21 Februari 1957. Misalnya konflik ideologis. PNI. termasuk di dalamnya militer. Pertama Soekarno mendesak pembentukan suatu kabinet berkaki empat (Masyumi. Segera dibentuk Dewan Nasional.

waktu itu NU partai terpisah dengan Masyumi yg lebih banyak berbasis di Sumatra. “Biarlah.Pada waktu sistem perlementer dihapuskan.Kabinet Ali II pin meletakkan jabatan sampai pada akhirnya presiden menunjuk dirinya sendiri sebagai formatur kabinet lalu mengangkat. Pada 1963 Bung Hatta pernah berkata lagi di sebuah kesempatan. Sikap Bung Hatta terhadap ketidaknyamananya dengan komunis bisa ditraceback sejak 1930 dimana ia tidak setuju dengan keputusan Stalin/Komintern thd pandanganya ttg komunisme di asia. Natsir dari Masyumi. yang mana Hatta kemudian dikeluarkan dari perhimpoenan Indonesia seperti keterangan diatas dimana Abdul Madjid adalah salah satu pelakunya. Beliau kemudian ingin menjadi presiden in interim pada saat itu . Perlu diingat kembali bahwa apa yang dimaksudkan pada ajaran BungHatta mengenai Daulat Ra‟Jat dan sosial-demokrat pada lapis masyrakat terkecil-kecilnya tidak lain dan tidak bukan adalah sistem Parlementer. Sistem Parlementer inilah yang menjadi sumber asli pemikiran Bung Hatta sebagai fungsi demokrasi asli masyrakat Indonesia (yang kalau di trace berasal dari sosialisme yang tercipta di „nagari‟ dari Alam Minangkabau‟. Ini yang membuat Bung Hatta sedih sekali dan kemudian mengganggap Sukarno dengan Demokrasi Terpimpinya sebagai sebuah Otoriter Kediktatoran. Sidang konstituante berhasil merumuskan pasal-pasal tentang HAM namun tidak mengenai dasar Negara Soekarno dengan dukungan militer. Ide kabinet berkaki empatlah yang membuat Dwitunggal menjadi Dwitanggal. apapun yang terjadi dia (Bung Karno) tetap Presiden saya yang dipilih secara demokratis). yaitu ajaran Bung Hatta yang mengatakan bahwa Komunis itu bukan sesuatu yang bisa diterapkan di Indonesia karena komunis merupakan paham “foreign-dominated” . Pandangan Hatta ini diamini oleh Masyumi dan PSI untuk mendukung para Warlords luar Jawa untuk melancarkan PRRI dan Permesta.Sedangkan Hatta yang telah berpengalaman dengan pengkhianatan komunis baik pada masa pergerakan nasional (tikaman oleh Abdul Majid dan Maruto di PI) maupun masa revolusi fisik peristiwa Madiun 1948. oleh sebab itu tidak ada salahnya diberi kekuasaan agar ikut bertanggung jawab atas situasi yang ada. Bung Hatta tidak mau mengingkari demokrasi/konstitusi (istilahnya biarlah orang lain bisa mengingkari konstitutasi. NU banyak berbasis di Jawa. saya akan mengikuti dia. tapi tidak bagi seorang Hatta). artinya hanya memaksakan apa yang terjadi di Russia jaman Bolshevik kepada Indonesia. Kabinet Djuanda yang naik atas restu Presiden pun akhinya meletakkan jabatan mengembalikan mandatnya. tapi kita tahu kekuatan politik militer suharto tidak menginginkan beliau kembali lagi (the rest is history). Ini pandangan Hatta yang menjadi kenyataan pada 1966an. pada 1960an pun Bung Hatta menganggap Nasakom-nya bung karno itu mengada-ada . Djuanda sebagai PM yang membuat partai-partai kehilangan muka. penolakan itu muncul dari Bung Hatta sebagai wakil Presiden dan M. Sebaliknya Hatta yang mengecam Soekarno juga mengecam para pemberontak. Soekarno menganggap kaum komunis mempunyai saham juga dalam sejarah Indonesia. Hatta yang diharapkan oleh pemberontak PRRI dan Permesta mendukung tidak Mendukung walaupun Munas gagal. maka PKI akan berusaha memonopoli kekuasaan tersebut yang mengakibatkan demokrasi akan mati di Indonesia. Selanjutnya. tidak mungkin minyak dan air bisa bersatu katanya . Ada alasan lain . Hatta menganggap bahwa sekali saja PKI diberi kekuasaan. PKI den beberapa partai pragmatis akhirnya mendengungkan Dekrit pada 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945 dan pembubaran konstituant .

sangat kuat gerakan dalam demontrasi dan petisi untuk menuntut diberlakukannya kembali UUD 1945. Sementara itu. Pemilu ini dilaksanakan berdasarkan Konstitusi RIS dan UUD 1945 yang dirancang dan disusun oleh pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia waktu itu. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Peristiwa yang mendorong keluarnya dekrit presiden adalah tidak berhasilnya Sidang Konstituante menetapkan Undang-Undang Dasar. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan suatu putusan.b. Konstituante memutuskan reses (masa perhentian sidang parlemen. Untuk meredam kemacetan. di kalangan masyarakat pendapatpendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat. . Anggota DPR yang terdiri dari puluhan wakil partai terpecah-pecah dalam berbagai ideologi yang sukar disatukan. karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. di kalangan masyarakat. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. majelis. Penyelenggaraan Pemilu I tanggal 29 September 1955 (untuk memilih anggota DPR) dan tanggal 15 Desember 1955 (untuk memilih anggota konstituante) tidak dapat mengatasi kondisi Negara yang labil akibat pergolakan di daerah-daerah. Pada 30 Mei 1959 Konstituantemelaksanakan pemungutan suara. DEKRIT PRESIDEN Dekrit Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Dalam menanggapi hal itu. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota yg harus hadir di rapat. masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir dari upaya penyusunan UUD. Sementara.

Sidang yang dilaksanakan 30 Mei 1959. Dalam keadaaan yang masih tak menentu. mayoritas menghendaki kembali kepada UUD 1945. tanggal 3 Juni 1959. Sidang selanjutnya tanggal 1 dan 2 Juni 1959 juga gagal mencapai dua pertiga. menjaga persatuan dan keselamatan Negara. Dengan tujuan untuk menciptakan ketatanegaraan. Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit . Nusa dan Bangsa.Menyikapi keadaan. Penguasa Perang Pusat melarang kegiatan politik. Dampak dari larangan ini. beberapa fraksi menyatakan tidak akan menghadiri siding selanjutnya. Presiden Soekarno pada tanggal 25 April 1959 menyampaikan amanat kepada Konstituante yang isinya anjuran kepala Negara dan kepala pemerintahan untuk kembali ke UUD 1945. jumlah suara ini tidak memenuhi ketentuan dua pertiga dari jumlah suara yang masuk sebagaimana ketentuan UUDS 1950. Larangan ini tertuang dalam peraturan Nomor PRT/PEPERLU/040/1959. Situasi keamanan Negara dalam kondisi gawat. Dalam keadaan yang demikian. pemberontakan-pemberontakan daerah terus terjadi. Sidang Konstituante yang menyikapi amanat presiden tersebut menyepakati untuk melaksanakan pemungutan suara untuk menetapkan UUU1945 menjadi UU Republik Indonesia. Namun. Konstituante menjadi reses. serta keberlangsungan pembangunan semesta menuju mnasyarakat adil dan makmur.

kami terpaksa menempuh satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Negara Proklamasi. Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adlah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut. dan Bangsa. Bahwa hal yang demikian menimbulkan keadaan keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan keselamatan Negara. Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagfi bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia terhitung mulai hari tanggal penetapan dekrit ini dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara. Konstituante tidak mungkin lagi menyelesaikan tugas yang dipercayakan oleh rakyat kepadanya. Maka atas dasar-dasar tersebut di atas. KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG Menetapkan pembubaran Konstituante. Bahwa berhubung dengan pernyataan sebagian besar anggota-anggota Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar untuk tidak lagi menghadiri siding. Bahwa dengan dukungan bagian terbesar rakyat Indonesia dan didorong oleh keyakinan kami sendiri.Dekrit Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG Dengan ini menyatakan dengan khidmat : Bahwa anjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada UndangUndang Dasar 1945 yang disampaikan kepada segenap rakyat Indonesia dengan amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959 tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Sementara. yang terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat ditambah dengan utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara akan diselenggarakan dalam waktu sesingkatsingkatnya Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 5 Juli 1959 Atas nama Rakyat Indonesia Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang SOEKARNO . serta merintangi pembangunan semesta untuk mencapai masyarakat yang adil makmur. Nusa. Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959. hanya bisa menduga apa yang dimaksudkan naskah . Tidak banyak yang tahu. Kabinet ini mempunyai tiga tugas pokok yaitu program sandang. apalagi yang lahir di masa sesudah Proklamasi Kemerdekaan.Membentuk DPR sementara dan DPA sementara. dibentuk kabinet baru yang perdana menterinya adalah presiden. pada tanggal 10 Juli 1959. pangan. 2. keamanan dan penyelesaian Irian Barat c. 3. Kabinet Djuanda dibubarkan. Selanjutnya.Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945. terdiri dari: 1. Pembubaran Badan Konstitusional. Dengan keluarnya dekrit presiden ini. MANIPOL Pidato presiden tanggal 17 agustus 1959 berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” dikenal dengan Manipol (Manifesto Politik Republik Indonesia) atas usulan DPA yang bersidang tanggal 23 – 25 September 1958 agar manipol RI itu dijadikan GBHN (Garis Garis Besar Haluan Negara). Sebagian besar warga negara. apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh para Bapak Pendiri republik ini dengan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang disebut dalam UndangUndang Dasar 1945 (UUD 1945).

Sosialisme Indonesia. yaitu Roeslan Abdulgani. Pelita I (1969-1974) berlangsung tanpa dukungan GBHN. Ketika muncul rezim baru tahun 1966. Sesudah itu. mengajukan penafsirannya sendiri mengenai isi GBHN.konstitusi zaman revolusi itu. naskah itu kemudian diolok-olok sebagai "Buku Putih Nasution". Sekalipun begitu. Suatu badan pekerja dalam MPRS. seringkali banyak orang berjuang mati-matian untuk memasukkan gagasannya di dalam dokumen itu. dan Kepribadian Indonesia (Manipol-USDEK). yaitu UUD 1945. Bahkan. harus diakomodasi demi dukungan politik. Ekonomi Terpimpin. Yang disebut Manifesto Politik (Manipol) adalah isi pidato kenegaraannya pada peringatan 17 Agustus 1959. Isi Manifesto Politik tersebut adalah USDEK (UUD 1945. sesudah mengeluarkan Dekrit kembali ke UUD 1945. tidak terlalu diperhatikan. yang disebut GBHN itu tidak pernah terwujud. apa fungsi GBHN itu? Sebagai ungkapan visi dan misi bangsa ini? Sebagai tuntunan bagi pemerintah dan rakyat demi mencapai tujuan bersama? Sebagai landasan bagi pembuatan rencana pembangunan? Ketidakjelasan ini diperburuk oleh praktik yang berlaku di zaman Orde Baru. Juga. Konflik antara Ketua MPRS dengan Presiden Soeharto. Sosialisme Indonesia. seringkali tidak cukup jelas. walaupun seringkali tidak bisa dipertemukan. di bawah arahan Jenderal AH Nasution sebagai Ketua MPRS dan Mayor Jenderal Abdul Kadir Besar sebagai Sekretaris Jenderalnya. pada tahun 1959. tetapi tidak pernah diperhatikan oleh para pemimpin di . membuat GBHN itu ditolak oleh Soeharto dan para pembantunya. Demokrasi Terpimpin. Bahkan kata ManipolUSDEK ditabukan. ditugasi merumuskan GBHN baru. ia berhasil membuat MPRS (yang para anggotanya ditunjuk oleh Presiden) mengesahkan Manifesto Politik-nya sebagai GBHN. Mereka cukup puas dengan melihat bahwa argumennya diakomodasi dalam GBHN itu. Dokumen penting itu tidak dengan tegas mendefinisikan sosok dan fungsi dari GBHN itu. Apalagi sampai kira-kira lima belas tahun sejak lahirnya UUD 1945. dan Kepribadian Indonesia). GBHN itu dibatalkan. Yaitu. semua Pelita didasarkan pada GBHN yang seringkali cukup rinci. Apakah gagasan itu betul-betul diterapkan ke dalam kebijakan pemerintah atau tidak. Dengan bantuan juru bicara khususnya. GBHN menjadi dokumen yang seolah-olah sakral. Ekonomi Terpimpin. Salah seorang yang terlibat dalam perumusan konstitusi itu. Mereka akan cukup puas kalau rumusannya bisa ditampung dalam GBHN. Presiden Soekarno. yang berisi lima prinsip. Akibatnya. GBHN menjadi semacam "shopping list" yang memuat titipan dari berbagai kelompok yang. Ini makin parah ketika GBHN dan UUD 1945 diselimuti oleh upaya mistifikasi dari kaum konservatif yang tidak menginginkan perubahan struktur kekuasaan. Demokrasi Terpimpin. yang memuat analisis mengenai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dan program yang perlu dijalankan untuk menangani persoalan itu. Para pendukung kekuatan baru ini mencoba merumuskan GBHN baru. pada masa Orde Baru. yang waktu itu adalah Wakil Ketua DPA.

dalam upaya pembangunan ekonomi itu. Namun. kebudayaan. sosial. produsen utama. ke mana bangsa dan negara ini hendak dibawa. Berkembangnya konsepsi seperti itu tidak mengherankan. negara diperlakukan sebagai pelaku utama dalam proses pembangunan masyarakatnya. daftar belanjaan di masa Orde Baru itu lebih pragmatis dan sebagian besar mengenai persoalan pencapaian tujuan materiil. para Bapak Pendiri itu tampaknya berkeyakinan bahwa negara yang hendak dibentuk dengan proklamasi kemerdekaan mesti berperan aktif dalam mengusahakan kemajuan bagi rakyatnya. dari ketiadaan. Pemerintah yang diberi wewenang menjalankan kekuasaan negara itu harus memimpin rakyatnya untuk membangun di segala bidang kehidupan. Pemerintah Indonesia bukan hanya menjadi perencana. Itu juga masa kejayaan "Social Welfarism" dan "Welfare State" di berbagai negara Eropa Barat dan Amerika Utara. Untuk menjamin akuntabilitas. "petunjuk" itu dirumuskan melalui persidangan yang melibatkan wakil dari sebanyak mungkin golongan dalam masyarakat. Negara menunjukkan arah dan menuntun para pelaku ekonomi di pasar.cabang eksekutif. hukum. Kalau fungsinya dan efektivitasnya tidak jelas. termasuk para birokratnya. Seperti yang terjadi pada masa Demokrasi Terpimpin. dan bidang-bidang lain yang relevan. Sementara Eropa hanya perlu melakukan rekonstruksi untuk memperbaiki sarana produksi yang rusak akibat perang. Bedanya. termasuk ekonomi. Terutama mengingat bahwa gagasan John Maynard Keynes pada kurun waktu itu sangat berpengaruh. para pemimpin negara baru ini umumnya harus mulai membangun dari awal. Negara menjadi "penuntun" dan "panutan" bagi beroperasinya pasar. Inilah mungkin yang membuat mereka harus dengan tegas menyebutkan bahwa pemerintah harus menjadi pemimpin utama dalam upaya perubahan sosial di berbagai bidang itu. tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin negara baru ini jauh lebih besar daripada mereka yang ada di negara-negara maju itu. upaya itu memerlukan suatu "arahan" yang jelas. GBHN masa Orde Baru adalah pernyataan politik. . politik. tetapi juga investor utama. Keynes menganjurkan pemanfaatan peran pemerintah yang aktif untuk mendorong akumulasi kapital. (Suatu waktu. Konsekuensinya. Itulah mungkin yang dimaksudkan dengan GBHN. aparat negara itu harus berinisiatif dan menemukan cara dan sarana untuk merealisasikan inisiatifnya itu. Dengan kata lain. Negara menjadi penjamin bahwa proses perubahan itu tidak akan menimbulkan ketimpangan yang menyengsarakan masyarakat umumnya. Untuk itu. distributor utama. tidak begitu halnya dengan sebabsebab kelahirannya atau pendorong munculnya gagasan pembuatan GBHN itu. Sebagai pemimpin pergerakan yang sejak lama memahami kesengsaraan masyarakatnya. bahkan juga konsumen utama dari proses produksi itu).

Bebas berarti tidak memihak salah satu blok (barat/timur). sikap. sedangkan aktif berarti ikut memelihara perdamaian dunia. Pengertian Politik Luar Negeri Indonesia terdapat dalam UU No. 37 tahun 1999 Pasal 1 ayat (2) tentang hubungan luar negeri yang menjelaskan bahwa Politik Luar Negeri Indonesia adalah “Kebijakan. seperti Uni Soviet. dan keadilan sosial”. Pada masa demokrasi terpimpin. perdamaian abadi. Politik Luar Negeri Indonesia dilaksanakan berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.6. Arah politik luar negeri indonesia 1) Politik konfrontasi Nefo-Oldefo 2) Politik Konfrontasi Malaysia 3) Politik Mercusuar 4) Politik Gerakan non -blok . Kamboja. Aktif menunjukkan adanya kewajiban pemerintah menunaikan instruksi UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. b. dan langkah pemerintah RI yang diambil dalam melakukan hubungan dengan Negara lain. Pelaksanaan politik luar negeri indonesia pada masa demokrasi terpimpin Pada awalnya. Perubahan arah ini disebabkan oleh : 1) Faktor dalam negeri : dominasi PKI dalam kehidupan politik 2) Faktor luar negeri : sikap negara-negara Barat yang kurang simpati dan tidak mendukung terhadap perjuangan bangsa Indonesia. pelaksanaan politik luar negeri condong mendekati negara-negara blok timur dan konfrontasi terhadap negara-negara blok barat. RRC. Politik Luar Negeri Indonesia a. maupun Vietnam. Indonesia banyak melakukan kerja sama dengan negara-negara blok komunis. Pembukaan UUD 1945 khususnya alinea II dan IV menegaskan bahwa Negara Indonesia sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat berhak menentukan nasibnya sendiri serta berhak mengatur hubungan kerja sama dengan Negara lain. Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif 1) Bebas berarti “Bebas menentukan sikap dan pandangan terhadap masalahmasalah Internasional dan terlepas dari kekuatan raksasa dunia”. Organisasi Internasional dan subyek hukum Internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah Internasional guna mencapai tujuan Nasional”. politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif sesuai yang mengabdi pada kepentingan nasional. Konsep politik luar negeri indonesia sesuai UUD 1945. 2) Aktif berarti “Ikut memberikan sumbangan baik dalam bentuk pemikiran maupun menyelesaikan bebagai konflik dan permasalahan dunia”.

Baru kalau lembaga OLDEFO ini puas dengan garis kebijakan pemerintah Soeharto. Dalam konsep Bung Karno dulu negara dan rakyat Indonesia merupakan bagian dari NEFO. Untuk mewujudkan Nefo maka dibentuk poros Jakarta-Phnom Penh-HanoiPeking-Pyong Yang. Oldefo merupakan kekuatan lama yang telah mapan yakni negara-negara kapitalis yang neokolonialis dan imperialis (Nekolim). CGI dan WB mengambil posisi kedua. c. WB dan investasi asing adalah satu-satunya cara membangun Indonesia. 3) Menyelenggarakan Ganefo (Games of the New Emerging Forces) yang sebagian besar pesertanya adalah Negara-negara komunis. dalam 40 tahun terakhir ini situasi sudah berubah. Nefo – Oldefo Terjadi penyimpangan dari politik luar negeri bebas aktif yang menjadi cenderung condong pada salah satu poros. Jembatan Ampera). Namun. pinjaman disalurkan ke Indonesia. Lembaga ini merupakan kumpulan dari semua negara industri maju imperialis serta IMF dan WB. IMF sendiri yang ambil alih kontrol OLDEFO terhadap Indonesia. 4) Membentuk Poros Jakarta-Peking.Penyimpangan politik luar negeri 1) Politik konfrontasi dengan pembagian dunia menjadi 2 bagian. Politik Konfrontasi tersebut dilandasi oleh pandangan tentang Nefo (New Emerging Forces) dan Oldefo (Old Established Forces) Nefo merupakan kekuatan baru yang sedang muncul yaitu negara-negara progresif revolusioner (termasuk Indonesia dan negara-negara komunis umumnya) yang anti imperialisme dan kolonialisme. hanya sejak krismon. Sistem ini terus berlangsung sampai sekarang. 2) Melaksanakan politik Mercu Suar (pembangunan proyek-proyek raksasa. Pemerintah Orde Baru yang mengikuti strategi pembangunan yang menggantungkan diri pada utang luar negeri dan investasi asing harus melaporkan hasil kerjanya setiap tahun pada IGGI/CGI. yaitu Oldefo (Old Establishes Forces/Negara-negara kapitalis imperialis) dan Nefo (New Emerging Forces/Negara-negara progresif revolusioner). Selama periode 40 tahun ini juga kesadaran tentang proses eksploitasi dan kontrol asing terhadap ekonomi Indonesia sangat berkurang. Orde Baru dengan beking Barat terus berpropaganda bahwa intergrasi ekonomi Indonesia dengan ekonomi dunia. . Jakarta by pass. Saat itu Indonesia memberlakukan politik konfrontasi yang lebih mengarah pada negara-negara kapitalis seperti negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Kekuatan OLDEFO sudah berhasil merebut pengaruh dominan dalam pemerintahan dan negara Indonesia. komplek olahraga senayan. IMF. Ini mulai ketika Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI) yang sekarang bernama Consultative Group on Indonesia. Dampaknya ruang gerak Indonesia di forum internasional menjadi sempit sebab hanya berpedoman ke negara-negara komunis. melalui kerja sama dengan IGGI. Monumen Nasional. didirikan pada tahun 1967.

kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam membangun karakter bangsa. tetapi dari kekuatan OLDEFO asing. Sebenarnya proses ini sudah mulai tahun 1989 dengan gerakan melawan proyek Bank Dunia untuk membangun bendungan Kedungombo. dan mengabdi kepada bangsa dan Negara. Sebuah kongres rakyat Indonesia akan sekaligus menghidupkan kembali semangat revolusi nasional Indonesia sebagai penerusan ide Konferensi NEFO Indonesia dan membantu rakyat Indonesia bergabung dengan kekuatan NEFO internasional yang sedang bangkit melalu proses World Social Forum. Perlawanan tersebut sebenarnya berfokus pada perlawanan terhadap kediktatoran Soeharto dan militerisme. Pembangunan karakter bangsa berangkat dari hermeneutika Soekarno yang sangat terkenal yaitu radikal. Namun. Kesadaran antiimperialisme. Strategi ini juga tidak menyiapkan Indonesia untuk menghadapi era sekarang di mana investasi modal untuk produksi justru semakin terpusat di negara-negara industri dengan makin sedikit investasi yang mengalir ke dunia sedang berkembang. mengabdi kepada kepentingan umum. Radikal dimaknainya sebagai mencabut sampai ke akar-akarnya tentang apa yang diwariskan kolonial. Menurut soekarno “ bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter yang tegas dan menonjol”. Sesungguhnya ini pun merupakan penerusan konsep revolusi nasional Indonesia: machtsvorming dan massa actie. progresif. Progresif artinya bahwa kita semua haruslah mengabdi kepada kepentingan rakyat banyak.Strategi ini membawa Indonesia ke krismon 1997. Trisakti oleh Soekarno disebut sebagai survival theory. meskipun semua angka-angka menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan investasi asing di Indonesia. kontrol OLDEFO terhadap Indonesia. saat ini mulai bangkit lagi. Yaitu sebuah proses pendidikan karakter untuk mewujudkan bangsa yang berdaulat di bidang politik. Revolusioner diambil dari “samen bundeling van ale revolutionare khrachten” . kita membangun oleh karena itu kita menjebol. Kesadaran ini juga sedang melahirkan kembali kekuatan NEFO dalam negeri. Tetap juga pemerintah Indonesia sekarang berpropaganda bahwa IMF dan investasi asing adalah jalan keluar krisis. Kebudayaan dan karakter adalah suatu jati diri atau suatu kepribadian bangsa. kesadaran menolak kontrol asing di bidang ekonomi. Sedangkan bangsa yang kurang baik adalah bangsa yang hanya bisa meniru (ikut-ikutan) suatu budaya bangsa lain tanpa memfilter. berdaulat di bidang ekonomi. revolusioner. dan berkepribadian di bidang budaya. Soekarno berpendapat bahwa “Bangsa Indonesia Harus memiliki karakter” Membangun karakter bangsa adalah sebuah usaha mewujudkan Trisakti yang digagas Soekarno pasca kemerdekaan. bagaimanapun juga itu merupakan perlawanan terhadap mekanisme kontrol Barat. Terus berkembang sebuah gerakan perlawanan terhadap Orde Baru. reject tomorrow-full down yesterday. memilah-milah antara yang bauk dengan yang buruk sehingga bangsa tersebut terkesan tidak memiliki karakter. Kita menjebol untuk membangun. Memang Orde Baru adalah alat bukan saja dari keluarga diktator dan konglomerat. 7. yang dimaksudkan adalah bangsa yang tidak suka meniru kebudayaan bangsa lain dan membanggakan kebudayaannya sendiri. Dalam proses World Social Forum yang diutamakan ialah gerakan-gerakan sosial yang berakar ke massa dan mampu memobilisasikan massa.

Dari awal. Keadaan yang tua adalah keadaan dimana masih bercokol imperialisme dan kolonialisme. karena dianggap cengeng. dll 2. Pertama. gagasan cerdas tersebut tidak memiliki fondasi dan konstruksi yang kokoh secara sosio-kultural. dll Inilah sekelumit gagasan seorang Soekarno tentang model karakter bangsa Indonesia. atau menurut menurut istilah Soekarno disebut “BERDIKARI” (berdiri di atas kaki sendiri). Mengecat rambut. Soekarno sangat yakni bahwa dengan kekeyaan alam yang melimpah ruah. Contohnya : Dilarang memperdagangkan hamburger dan diajurkan memperdagangkan tiwul. kemandirian (selfrelience). para founding father telah menanamkan apa yang disebut nation and characte building (pembangunan karakter bangsa) kepada seluruh anak bangsa. Keadaan yang baru adalah sebuah tatanan masyarakat yang tidak mengijinkan seorangpun menghisap darah orang lain. Lagu-lagu daerah. Melalui pembanguan karakter inilah bangsa Indonesia mulai disegani. gatot.yang artinya mengubah keadaan yang tua menjadi keadaan yang baru. Dilarang mendengakan lagu-lagu asing. Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri dan mampu mewujudkan apa yang disebut dengan kemakmuran dan kesejahteraan. soekarno menempuh beberapa upaya yakni. Selain itu timbullah chouvinisme yaitu nasionalisme yang sempit dan menganggap hanya bangsanya sendirilah yang terbaik dan terlalu membanggakan diri (merasa besar). 1. Dianjurkan untuk tidak memperdagangkan makanan asing dan menjual makanan tradisional. karena dianggap kurang sesuai dengan kepribadian bangsa dan dianjurkan mendengarkan lagu-lagu daerah dan lagu lagu nasional Contohnya : Dilarang mendengarkan lagu yang mellow. gandrung terhadap budaya luar. padahal karakter yang sebenarya tidak terlalu baik. mungkin saja menjadi variabel penghambat terwujudnya mimpi Soekarno. Menghindari budaya bangsa lain karena dianggap kurang positif Contohnya : Menggunakan rok mini dan celana ketat. Diawal kemerdekaan Indonesia. Mewujudkan budaya Daerah dan Tradisional Contohnya : Tarian adat. Oleh karena itu. dll 3. Upacara Adat. . Menghimbau masyarakat agar mengenakan pakaian adat atau pakaian tradisonal Contohnya : Memakai baju kebaya dalam kehidupan sehari-hari. Problem kultur negara pasca kolonial yang cenderung bersifat xenophobia (ketakutan pada budaya asing). Sayangnya. Ada empat gagasan awal pembangunan karakter bangsa ketika itu. dll 5.dll 4.