P. 1
TUGAS 10 pertanyaan

TUGAS 10 pertanyaan

|Views: 74|Likes:
Published by Byli A Dumdum

More info:

Published by: Byli A Dumdum on Jun 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2012

pdf

text

original

Asto Legowo 201010110311065 / IV B

TUGAS HUKUM ACARA PIDANA

1. Pengertian hukum? Seperangkat aturan yang dibuat oleh penguasa yang berisi hak atau kewajiban atau larangan- larangan yang mempunyai sanksi tegas guna kesejahteraan hidup masyarakat 2. Pengertian hukum pidana? Hukum pidana termasuk pada ranah hukum publik. Hukum pidana adalah hukum yang mengatur hubungan antar subjek hukum dalam hal perbuatan - perbuatan yang diharuskan dan dilarang oleh peraturan perundang - undangan dan berakibat diterapkannya sanksi berupa pemidanaan dan/atau denda bagi para pelanggarnya. Dalam hukum pidana dikenal 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran. Kejahatan ialah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan peraturan perundang - undangan tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa keadilan masyaraka 3. Pengertian Hukum acara? Hukum acara merupakan ketentuan yang mengatur bagaimana cara dan siapa yang berwenang menegakkan hukum materiil dalam hal terjadi pelanggaran terhadap hukum materiil 4. Pengertian hukum acara pidana? Kumpulan ketentuan-ketentuan hokum yang mengatur bagaimana cara Negara, bila dihadapkan suatu kejadian yang menimbulkan syak wasangka telah terjadi suatu pelanggaran hukum pidana, dengan perantaraan alat-alatnya mencari kebenaran, menetapkan dimuka hakim suatu keputusan mengenai perbuatan yang didakwakan, bagaimana hakim harus memutuskan suatu hal yang telah terbukti, dan bagaimana keputusan itu harus dijalankan. 5. Apa hubungan antara hk pidana materiil dan formil? Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan pidana (sanksi). Di Indonesia, pengaturan hukum pidana materiil diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Hukum pidana formil mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana materiil. Di Indonesia, pengaturan hukum pidana formil telah disahkan dengan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP).

9. 10. dengan tujuan untuk mencari siapakah pelaku yang tepat didakwakan melakukan suatu pelanggaran hukum. Suatu proses peradilan apabila hanya mengandalkan saksi tanpa adanya ilmu bantu maka akan terjadi suatu peradilan sesat.136. Apa peran ilmu pembantu hk acara pidana? Dasar penggunaan ilmu-ilmu bantu dalam Hukum Acara Pidana Psl. bahwa walaupun pelku sudah mengakui kesalahannya namun belum cukup dijadikan alasan untuk menjatuhkan alasan. 7. dan selanjutnya meminta pemeriksaan dan putusan dari pengadilan guna menemukan apakah terbukti bahwa tindak pidana telah dilakukan dan apakah orang yang didakwa itu dapat dipersalahkan. Apa saja yg menjadi asas penting yg terdapat dalam KUHP? 1. Dasar pertimbangan Negara Indonesia membutuhkan KUHAP? Bahwa perlu diadakan pengaturan tentang kekuasaan kehakiman sebagaimana tertuang dalam pasal 24 dan 25 UUD 1945 dan tindakan – tindakan untuk menyelenggerakan kesatuan kesusunan.134.135.133. beda dengan di amerika. Fungsi ilmu-ilmu pembantu ini adalah mencari fakta mengenai halhal yang berkaitan dengan peristiwa pidana. . prinsip ini terlihat dalam proses persidangan.184 KUHAP → Bantuan Ahli Dalam hal ini untuk menunjukkan bahwa tidak ada suatu kejahatanpun yang tidak meninggalkan bekas.Asas-asas umum a. 8.120. ialah kebenaran yang selengkap-lengkapnya dari suatu perkara pidana dengan menerapkan ketentuan hukum acara pidana secara jujur dan tepat. Tujuan hk acara pidana? untuk mencari dan mendapatkan atau setidak-tidaknya mendekati kebenaran materiil. kekuasaan dan kehakiman pengadilan – pengadilan sipil. yakni kebenaran yang sungguh sungguh sesuai dengan kenyataan.179. Apa yg menjadi dasar pertimbangan ditetapkan uu nomor 8 tahun 1981 ? Bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara hukum berdasarkan pancasila dan UUD 194 yang menjunjung tinggi hak asai manusia serta yang menjamin segala waarga negara bersama kedudukannya. Di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjujunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualiannya.6. untuk mencari kebenaran materiil. Asas Kebenaran Materiil bahwa pada pemeriksaan perkara pidana lebih mementingkan kepada penemuan kebenaran materiil.

asas accusatoir menunjukkan bahwa seorang tersangka/tersangka yang diperiksa bukan menjadi obyek tetapi sebagai subyek. seperti Bantuan hukum dan ketemu dengan keluarganya. e. d. 4 tahun 2004 pasal 8 yang mengatkan “ setiap orang yang disangka. Asas lain yang sungguh berbeda dengan asas ini adalah sas praduga bersalah (Presmtion of Qualty) asas ini menjelaskan sebaliknya. asas ini memperlihatkan pemerinsaan dilakukan secara terbuka untuk umum. dimana setiap orang dapat menghadirinya. Asas Praduga Tak Bersalah (Presumtion of inocene) Asas praduga tak bersalah ini menghendaki agar setiap orang yang terlibat dalam perkara pidana harus dianggap belum bersalah sebelum adanya putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap. Sederhana mengandung arti bahwa agar dalam penyelenggaraan peradilan dilakukan dengan cara simple singkat dan tidak berbelit-belit. asas oportunitas adalh memberi wewenang pada penuntut umum untuk menuntut atau tidak menuntut seorang pelaku dengan lasan kepentingan umum. Asas Inquisitoir dan Accusatoir asas Inquisitoir adalah asas yang menjelaskan bahwa setiap pemeriksan yang dilakukan harus dengan cara rahasia dan tertutup. peradilan cepat artinya. inilah yang dianut . karena terdakwa masih menjadi obyek pemeriksaan namun dapt dilakukan secr terbuka dan terdakwa dapat berargumen untuk membela diri sepanjang tidak melanggar undang-undang. c. Asas Legalitas dan sas oportunitas asas legalitas adalah asas yang menghendaki bahw penuntut umum wajib menuntut semua perkara pidana yang terjadi tanpa memandang siapa dn bgimana keadaan pelakunya. dalam melaksanakan peradilan diharapkan dapat diselenggarakann sesederhana mungkin dan dalam waktu yang sesingkat-singktnya. penyelenggaraan peradilan ditekan sedemikian rupaagar terjangkau bagi pencari keadilan hal ini ada didalam Undang-undang Nomor 4 tahun 2004 tentang kekuasaan Kehakiman pada pasal 4 ayat (2). Biaya murah berarti. sederhana dan biaya murah. implementasinya dapat ditunjukan ketika tersangka dihdirkan disidang pengadilan dilakukan dengan tidak diborgol ini dipatuhi karena telah tertunag dalam UU No. dan prinsip ini ada pada asas accusatoir. asas ini menempatkan tersangka sebagai obyek pemeriksaan tanpa memperoleh hak sama sekali. ditahan dituntut dn dihadapkan didepan pengadilan wjib dianggap tidak bersalah sebelum ad putusan yang menyatakan kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap. ditangkap. pada semua tingkatan berlaku hal yang sama. Asas Peradilan Cepat. diIndonesia memakai asas Inquisatoir yang diperlunak atau dapat pula dikatakan Campuran.b.

namun dalam hal ini ada pengecualianyya yaitu dalam hal kasus-kasus kesusilaan dan kasus yang terdakwanya adalah ank dibawah umur. langsung artinya hakim dan terdakwa ataupun para saksi berada dalam sidang yang tidak dibatasi oleh suatu tabir apapun. Asas-asas Khusus asas khusus ini hanya berlaku didalam persidangan saja. asas ini menghendaki bahwa tidak ada sutu jabatan yang berhak untuk melakukan peradilanatau pemeriksaan hingga mengambil putusan kecuali hanya diberikan pada hakim. b.Indonesia contohnya seseorang yang memiliki keahlian khusus. c. Asas sidang terbuka untuk umum maksud dari asas ini adlh bahwa dalam setiap persidangan harus dilakukan dengan terbuka untuk umum artinya siapa saja bisa menyaksikan. . asas-asas yang dimaksud adalah: a. dalam hl ini dapat dilihat dalam pasal 153 (3 dan 4) KUHAP yang mengatakan “ untuk keperluan pemeriksaan hakim ketua sidang membuka sidang dn menytakan terbuka untuk umum kecuali dalam perkara mengenai kesusilaan tau terdakwanya nk-anak”. termasuk pula menghdapkan seluruh saksi-saksi yang ditunjuk. namun dengan perkembangan tegnologi hal ini mungkin saja disimpangi krena sekarang sudah ada telekompren. “tidak dipenuhinya ketentuan ayat (2) dan ayat (3) mengakibatkan putusan batal demi hukum”. Asas Pemeriksaan langsung Prinsip ini menghendaki agar pemeriksaan yang dilakukan itu harus menghadapkan terdakw didepan sidang pengadilan. Peradilan dilakukan oleh hakim oleh karena jabatannya. 2. dan hanya dia satusatunya di negara itu maka dengan alasan ini JPU boleh memilih untuk tidak menuntut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->