P. 1
SISTEM PERPIPAAN

SISTEM PERPIPAAN

|Views: 226|Likes:
Published by Ahcmad Fauzan

More info:

Published by: Ahcmad Fauzan on Jun 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2012

pdf

text

original

SISTEM PERPIPAAN

KELOMPOK 1 NAMA : Abdul Rahman Agung R Abdul Muklis Ahcmad Fauzan Aji abdillah

katup atau kran. sistem distribusi udara pendingin pada suatu gedung. umumnya dari lokasi awal fluida. Untuk sistem perpipaan yang fluidanya liquid. Sistem perpipaan meliputi semua komponen dari lokasi awal sampai dengan lokasi tujuan antara lain. . dipasang saringan untuk menyaring kotoran agar tidak menyumbat aliran fuida.Pendahuluan SISTEM PERPIPAAN FLUIDA Sistem perpipaan dapat ditemukan hampir pada semua jenis industri. sambungan. sistem pengangkutan minyak dari sumur bor ke tandon atau tangki penyimpan. sistem distribusi uap pada proses pengeringan dan lain sebagainya. saringan (strainer). dari sistem pipa tunggal yang sederhana sampai sistem pipa bercabang yang sangat kompleks. Contoh sistem perpipaan adalah. sistem distribusi air minum pada gedung atau kota. nosel dan sebagainya.

Perhitungan head loss untuk pipa tunggal adalah dengan persamaan Darcy-Weisbach yang mengandalkan Diagram Moody untuk penentuan koefisien geseknya. Sedangkan sambungan dapat berupa sambungan penampang tetap. belokan (elbow) atau sambungan bentuk T (Tee).Saringan dilengkapi dengan katup searah ( foot valve) yang fungsinya mencegah aliran kembali ke lokasi awal atau tandon. Untuk keperluan analisa jaringan perpipaan umumnya dipergunakan persamaan Hazen-Williams. . sambungan penampang berubah. Perencanaan maupun perhitungan desain sistem perpipaan melibatkan persamaan energi dan perhitungan head loss serta analisa tanpa dimensi yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

Sistem pipa merupakan bagian utama suatu sistem yang menghubungkan titik dimana fluida disimpan ke titik pengeluaran semua pipa baik untuk memindahkan tenaga atau pemompaan harus dipertimbangkan secara teliti karena keamanan dari sebuah kapal akan tergantung pada susunan perpipaaan seperti halnya pada perlengkapan kapal lainnya. perubahan ketinggian. dan total head loss. perubahan penampang. Penurunan tekanan (pressure drop) pada sistem pipa tunggal adalah merupakan fungsi dari laju aliran. Sedangkan head loss merupakan fungsi dari faktor gesekan. dll .

Gambar 1. Seamless Drawing Stell Pipe (Pipa baja tanpa sambungan) Pipa ini digunakan untuk semua penggunaan dan dibutuhkan untuk pipa tekan pada sistem bahan bakar dan untuk sistem pipa pengeluaran. bahan bakar dari pompa injeksi bahan bakar. Seamless Drawing Steel Pipe .Bahan Pipa Pemilihan bahan pipa untuk sistem perpipaan dalam kapal harus memperhatikan peraturan-peraturan dari Biro Klasifikasi Indonesia antara lain : 1.

Gambar 2. Seamless Drawn Pipe .2. Seamless Brown Pipe (Pipa dari tembaga/kuningan) Pipa jenis ini tidak boleh digunakan pada temperatur lebih dari 406°F dan tidak boleh digunakan pada super heated (uap dan panas lanjut).

Gambar 3.3. Pipa jenis ini tidak diijinkan untuk digunakan dalam sistem di mana tekanan kerja melampaui 350 Psi atau pada temperatur di mana sistem yang dibutuhkan pipa tekanan tanpa sambungan. Lap Welded Electric Resistence Welded Stell Pipe. Lap Welded Steel Pipe Electric Resistence Welded Steel Pipe .

5. Gambar 4. Pipa dari Baja Tempa atau Besi Kuningan (besi tempa) Pipa jenis ini digunakan untuk semua pipa bahan bakar minyak lumas.4. dapat juga untuk saluran sistem bilga. Pipa Galvanis . 6. kecuali dalam ruangan yang kemungkinan mudah terkena api sehingga dapat melebar dan merusak sistem bilga. Pipa dari Timah Hitam Pipa ini dilindungi terhadap kerusakan mekanis maka dapat digunakan untuk supply air laut. Pipa Galvanis Pipa jenis ini digunakan untuk supplai air laut (sistem Ballast dan Bilga).

Ketentuan Umum Sistem Pipa Sistem pipa harus dibuat sepraktis mungkin dengan bengkokan dan sambungan las sedapat mungkin dengan flens/sambungan yang dapat dilepas dan dipisahkan bila perlu. . Demikian pula instalasi pipa harus dilindungi sedemikian rupa sehingga terhindar dari kerusakan mekanis dan harus ditumpu/dijepit sedemikian rupa untuk mengurangi getaran.

. crew. untuk memasukan dan memngeluarkan muatan. Sistem perpipaan merupakan sistem yang kompleks yang di desain se-efektif dan se-efisien mungkin di dalam kapal untuk memenuhi kebutuhan kapal. serta masih banyak lagi fungsi lainnya. memindahkan minyak pada bantalan-bantalan dan juga mentransfer air untuk keperluan pendinginan mesin ataupun untuk kebutuhan sehari-hari diatas kapal. muatan dan menjaga keamana kapal baik saat kapal berjalan maupun berhenti. Misalnya pipa yang dipakai untuk memindahkan minyak dari tangki ke mesin.Sistem Pipa Pada Kapal Sistem pipa kapal merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk mengantarkan atau mengalirkan suatu fluida dari tempat yang lebih rendah ke tujuan yang diinginkan dengan bantuan mesin atau pompa.

Sistem instalasi perpipaan di kapal dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok layanan diatas kapal. sistem pelumasan dan sistem pendingin. 4. sistem ballast untuk stabilitas dan sistem pemadam kebakaran. adalah sistem instalasi yang akan menyuplai kebutuhan untuk menjamin stabilitas dan keperluan kapal meliputi sistem ballast dan sistem pipa cargo (untuk kapal tanker). 3. Main engine and auxilary engine system (untuk layanan Permesinan) yang meliputi sistem-sistem yang akan melayani kebutuhan dari permesinan dikapal (main engine dan auxilliary engine) seperti sistem start. 2. antara lain : 1. Domestic system and accomodation (untuk layanan penumpang & crew). General service system (untuk layanan keamanan) adalah sistem instalasi yang akan menjamin keselamatan kapal selama pelayaran meliputi : sistem bilga. . Cargo oil system for tanker (untuk layanan kebutuhan muatan kapal). sistem bahan bakar. adalah sistem yang akan melayani kebutuhan bagi seluruh penumpang dan crew dari kapal dalam hal untuk kebutuhan air tawar dan sistem sanitary/drainage.

sedangkan fungsi sampingnya yaitu sebagai penampungan air yang jumlahnya relative kecil yang terkumpul pada sumur bilga (bilge well) sekaligus sebagai pengurasannya. sistem pemadan kebakaran (fireman system). Sistem ini antara lain adalah sistem bilga (bilge system). oleh sebab itu sistem harus mampu memindahkan air dengan cepat dari bagian dalam keluar kapal. 1. System ini memiliki fungsi utama yaitu sebagai penguras (drainage) apabila tejadi kebocoran pada kapalyang disebabkan oleh grounding (kandas) atau Collision. sitem ballast (ballast system).General sevice sistem menitik beratkan pada hal keselamatan kapal. Dengan demikian hal ini akan menyebabkan kapasitas pompa menjadi semakin besar seiring dengan bertambah besarnya ruangan. Pada kapal cargo air tersebut dapat berasal dari : . Sistem Bilga (Bilge System) Didalam kapal sistem ini merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk keselamatan kapal.

.1. kebocoran pada shaft tunnel. Perembesan pada sambungan pelat sebagai akibat kurang baiknya sambungan tersebut (karena retak). Pengembunan air laut pada pelat . 2.

animationfactory.com .elements www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->