MAKALAH

MAKALAH KOROSI MIKROBIOLOGI

(Disusun untuk memenuhi tugas Bahan Konstruksi Alat Proses dan Korosi)

Disusun oleh: Mawadda Basri Evita Wulandari Eka Purnamasari Laela Ratmawati (09.14.006) (09.14.020) (09.14.023) (09.14.022)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG 2011

Sehingga saat itu.1. Dari fenomena tersebut. dosen dan pendidik secara khususnya dan orang-orang yang berkompeten terhadap bidang.2. Selama tahun 1980 dan berlanjut hingga awal tahun 2000. bagaimana bahayanya korosi bakteri di lingkungan bebas baik air. Korosi pertama diindentifikasi hampir 100 jenis dan telah dideskripsikan awal tahun 1934. Rumusan Masalah:  Apa yang dimaksud korosi mikrobiologi?  Apa Penyebab terjadinya Korosi Mikrobiologi?  Dampak apa saja yang timbul dari korosi mikrobiologi?  Bagaimana cara pencegahan korosi mikrobiologi? . Ketika pengaruh serangan mikroba semakin tinggi.BAB I PENDAHULUAN 1. udara dan tanah di sekitar kita. Penulisan ini ditujukan untuk sebagai bahan perhatian kembali kepada pelaku indutriawan. industri minyak dan gas. bagaimanapun korosi yang disebabkan aktifitas mikroba tidak dipandang serius saat degradasi pemakaian sistem industri modern hingga pertengahan tahun1970-an. sebagai contoh tangki air stainless steel dinding dalam terjadi serangan korosi lubang yang luas pada permukaan sehingga para industriawan menyadari serangan tersebut. 1. banyak institusi mempelajari dan memecahkan masalah ini dengan penelitian-penelitian untuk mengurangi bahaya korosi tersebut. korosi dan ilmu pengetahuan alam pada umumnya. transportasi dan industri kertas pulp. korosi jenis ini merupakan salah satu faktor pertimbangan pada instalasi pembangkit industri. proses kimia. Latar Belakang Korosi dipengaruhi oleh mikroba merupakan suatu inisiasi atau aktifitas korosi akibat aktifitas mikroba dan proses korosi. kimia. fenomena tesebut dimasukkan sebagai bahan perhatian dalam biaya operasi dan pemeriksaan sistem industri.

1.3. Tujuan:  Untuk mengetahui apa yang dimaksud korosi mikrobiologi  Untuk Mengetahui Penyebab Terjadinya korosi mikrobiologi  Untuk mengetahui dampak yang timbul dari korosi mikrobiologi  Untuk mengetahui cara pencegahan korosi mikrobiologi .

2. jamur dan alga. stainless steel. Kasus korosi jenis ini banyak terjadi pada paduan logam. Ciri khas terjadinya MIC adalah adanya endapan yang berlebihan atau terjadi penebalan lapisan (gumpalan) disekitar MIC.BAB II PEMBAHASAN 2. Bakteri. kandungan nitrogen dan fosfor sedikit.5-9. Ketersediaan oksigen menjadi faktor utama dalam korosi logam di lingkungan air asin.0. alga dan protozoa. Jamur terdiri dari struktur miselium. khususnya oleh bakteri. Korosi jenis ini cukup berbahaya karena dapat terjadi pada kondisi range pH disekitar pH netral. Korosi oleh mikrobiologi merupakan korosi yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang mempengaruhi korosi antara lain bakteri. Penyebab Korosi Mikrobiologi Microbiologically influenced corrosion (MIC) adalah korosi yang diakibatkan adanya aktifitas dan metabolisme mikrooganisme. Alga dapat ditemukan di sebagian besar lingkungan air mulai dari air tawar ke terkonsentrasi air asin. maupun biologis. Mikroba merupakan suatu mikroorganisme yang hidup di lingkungan secara luas pada habitat-habitatnya dan membentuk koloni yang pemukaannya kaya dengan air. jamur. Awal kemunculan dari MIC sering kali tidak terduga. yaitu antara pH 4 sampai 9 dengan suhu lingkungan berkisar antara 10° C hingga 50°C. Logam-logam yang dapat terkorosi oleh mikrobiologi antara lain baja karbon. korosi berat dari sejumlah logam terjadi pada temperatur lingkungan normal atau larutan encer dimana laju korosi biasanya rendah. jamur. Korosi jenis ini biasanya terjadi pada tempat-tempat yang terbuat dari logam dengan kondisi konstan/stagnan. Jenis-jenis mikroorganisme dengan spesies disebabkan oleh MIC termasuk ganggang. dan bakteri. 2. Mereka menghasilkan oksigen dengan adanya cahaya (fotosintesis) dan mengkonsumsi oksigen dalam kegelapan. konsentrat serta nutrisinutrisi penunjang lainnya.1. Alga berkembang di suhu 32104 ° F dan tingkat pH 5. kimiawi. Korosi Mikrobiologi Korosi dapat terjadi karena proses fisis. yang merupakan hasil dari . nutrisi dan kondisi fisik yang memungkinkan pertumbuhan mikroba terjadi pada rentang suhu yang panjang biasa ditemukan di sistem air. dan logam paduan aluminium-tembaga. yang disebut juga dengan MIC (Microbiologically Influenced Corrosion).

Lapisan film berupa biodeposit biasanya membentuk diameter beberapa centimeter di permukaan. Pembentukan lapisan tipis saat 2 – 4 jam pencelupan sehingga membentuk lapisan ini terlihat hanya bintik-bintik dibandingkan menyeluruh di permukaan. Jenis-jenis bakteri yang berkembang yaitu : 1. Organisme di dalam lapisan deposit mempunyai efek besar dalam kimia di lingkungan antara permukaan logam/film atau logam/deposit tanpa melihat efek dari sifat bulk electrolyte. dan dapat tumbuh untuk mencapai dimensi makroskopik. pelabuhan. namun terekspos sedikit di permukaan sehingga dapat meyebabkan korosi lokal. banyak bakteri jenis ini berisi enzim hidrogenase yang mengkonsumsi hidrogen. beberapa turunan dapat berfungsi sebagai fermenter menggunakan campuran organik seperti pyruvate untuk memproduksi asetat. Lapisan film tipis atau biofilm. Mikroaerofil. Jenis Aerob. Bakteri ini tumbuh pada oksigen rendah. Mereka sebagian terlihat dalam pipa (khas seperti gundukan 1/2 lingkaran) di atas lubang . Pengaruh inisiasi atau laju korosi di suatu area. 3. Korosi ini bertanggung jawab terhadap degradasi material di lingkungan. daerah air tenang tergantung pada lingkungannya. Jenis anaerob. berkembang biak pada kondisi tidak adanya oksigen 2. biasanya terlihat dari meningkatnya kadar H2S atau Besi sulfida. Jamur paling sering ditemukan di tanah. Bakteri ini mereduksi sulfat menjadi sulfit. Bakteri memperoleh energi dari oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ yang terlihat pada endapan. Bakteri reduksi sulfat Bakteri ini merupakan bakteri jenis anaerob membutuhkan lingkungan bebas oksigen atau lingkungan reduksi.sebuah sel tunggal atau spora. mereka memetabolisme bahan organik serta memproduksi asam organik. meskipun beberapa spesies mampu hidup di lingkungan air. bakteri ini bersirkulasi di dalam air aerasi termasuk larutan klorin dan oksidiser lainnya. Mikroorganisme dikatagorikan berdasarkan kadar oksigen yaitu : 1. Tidak adanya sulfat. 4. hidrogen dan CO2. berkembang biak menggunakan sedikit oksigen Fenomena korosi yang terjadi dapat disebabkan adanya keberadaan dari bakteri. hingga mencapai kondisi ideal untuk mendukung metabolisme. berkembang biak pada dua kondisi. mikroorganisme umumnya berhubungan dengan permukaan korosi kemudian menempel pada permukaan logam dalam bentuk lapisan tipis atau biodeposit. Jenis anaerob fakultatif. Miselia tidak bergerak. Bakteri ini tumbuh pada daerahdaerah kanal. berkembang biak pada kondisi kaya oksigen.

pada pH dibawah 1. Desulfotomaculum dan Desulfomonas. bersifat gram negatif dan thermofil. fakultatif anaerob yang hidupnya tidak tergantung tersedianya zat organik. yang semuanya hidup secara anaerob.Bakteri pereduksi sulfat (SRB) . Bakteri ini ditemukan hampir pada semua tanah dan air. Bakteri ini ditemukan hampir pada semua tanah dan air. Desulfovibrio desulforicans adalah salah satu jenis bakteri pereduksi sulfat yang sangat berperan dalam proses korosi.pada permukaan baja. . tetapi jika ada zat organik peran bakteri ini dalam proses korosi meningkat. tapi cukup gas CO2 yang dijadikan sebagai sumber karbon. dapat mengoksidasi sulfur menjadi asam sulfur. Menurut Dexter bakteri pereduksi sulfat yang sangat berperan dalam proses korosi pada besi dan baja yaitu dari genus Desulfovibrio. Peranan bakteri pereduksi sulfat adalah sebagai aseptor yang akan menghasilkan H2S secara anaerob. merupakan salah satu mikrobia yang turut berperan dalam proses korosi adalah bakteri pereduksi sulfat yang hidup secara anaerob. Dalam suasana anaerob. Clostridium nigrificans. Bakteri pengoksidasi sulfur / sulfid termasuk golongan bakteri aerob yang memperoleh energi dari oksidasi sulfid atau elemen sulfur menghasilkan sulfat. terutama yang banyak mengandung bahan organik. Bakteri pereduksi sulfat diduga kuat dalam proses korosi logam termasuk baja. asam sulfat (H2SO4) akan direduksi oleh bakteri pereduksi sulfat menghasilkan gas H2S dan H2O. Beberapa tipe bakteri aerob. Beberapa termasuk pengoksidasi besi mereka terdapat di dalam sebagai lapisan protein yang panjang atau bentuk filamen. juga berperan sebagai bakteri pereduksi sulfat. Bakteri ini termasuk gram negatif. terutama yang banyak mengandung bahan organik .

beton bertulang. Bakteri oksidasi sulfur-sulfida Bakteri jenis ini merupakan bakteri aerob yang mendapatkan energi dari oksidasi sulfit atau sulfur. tangki-tangki air. kawat las. Bakteri ini hampir selalu ditemukan di Tubercle (gundukan Hemispherikal berlainan ) di atas lubang pit pada permukaan baja. Baja seperti halnya besi bila berada dalam lingkungan yang korosif maka akan larut atau mengalami korosi. . 3. Bebarapa tipe bakteri aerob dapat teroksidasi sulfur menjadi asam sulfurik dan nilai pH menjadi 1. bakteri Thiobaccilus umumnya ditemukan di deposit mineral dan menyebabkan drainase tambang menjadi asam.Hidrogen sulfida yang terbentuk oleh mikrobia pada penguraian secara anaerob. rak. Baja banyak digunakan untuk membuat paku. Bakteri besi mangan oksida Bakteri memperoleh energi dari oksidasi Fe2+ atau Fe3+ dimana deposit berhubungan dengan bakteri korosi. 2. Umumnya oksidaser besi ditemukan di lingkungan dengan filamen yang panjang. ram kawat. penyangga tangki .tangki. pipa-pipa minyak. pipa-pipa gas dan tangki gas. oleh mikrobia lain disintesa menjadi bagian bahan organik atau berubah menjadi senyawa sulfida logam di alam. pagar .

mereka dapat menciptakan lingkungan yang cocok untuk spesies anaerob. Meluasnya korosi ini dapat diamati dalam tangki bahan bakar dari bahan aluminium dalam pesawat yang disebabkan oleh organisme ini. Jamur Penghasil Asam Beberapa jamur menghasilkan asam organik yang dapat menyerang besi dan paduan aluminium.4. . Mirip dengan pembentuk lendir.

.

jika kecepatan alir biofilm rendah akan mudah terganggu sedangkan kecepatan alir tinggi menyebabkan lapisan lebih tipis dan padat 3. larutan produk korosi dan depolarisasi katodik lapisan proteksi hidrogen. umumnya pH bulk air dapat mempengaruhi metabolisme mikroorganisme 4. padatan ini menciptakan keadaan di permukaan untuk tumbuhnya aktifitas mikroba. Temperatur. banyak bakteri membutuhkan O2 untuk tumbuh. dimaksud air yang kadar endapan padatan tinggi. Biofilm bakteri merupakan agen dari proses inisiasi dan propagasi pertumbuhan korosi bakteri terlihat pada Gambar 1.Masalah biokorosi di dalam suatu sistem lingkungan mempunyai beberapa variabel-variabel yaitu : 1. konsentrasi klorida dibawah deposit sulfida. pH. sehingga korosi mikroba tidak . Kadar Oksigen. namun pada Organisme fakultatif jika O2 berkurang maka dengan cepat bakteri ini mengubah metabolismenya menjadi bakteri anaerob 5. Kecepatan alir. Pada korosi bakteri secara umum merupakan gabungan dan pengembangan sel diferensial oksigen. Kebersihan. umumnya kenaikan suhu dapat meningkatkan laju korosi tergantung karakteristik mikroorganisme yang mempunyai suhu optimum untuk tumbuh yang berlainan 2.

Kadar asam serta kadar besi sulfida 2.  Cara identifikasi MIC 1. Secara Kimia . sel diferensial oksigen untuk inisiasi atau propagasi aktifitas korosi.terjadi dengan absennya biofilm. Biologi .Tes pH . Biofilm menyediakan kondisi kondisi local lingkungan misalnya pH yang rendah.

Korosi tersebut dapat terjadi dimana saja dengan kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan mikroba penyebab korosi. Korosi yang terjadi pada peralatan industri perlu dihindari karena dapat mempengaruhi kualitas proses dan dapat menyebabkan kegagalan proses. Biasanya. sampel mengandung setidaknya 1 organisme. 1 mL sampel yang disuntikkan oleh jarum suntik ke dalam botol media untuk pengenceran 10 kali. Interpretasi sederhana hasil tes adalah untuk mempertimbangkan bahwa jika satu botol menghitam. jika dua botol menghitam.Teknik kultur mikroba tes Perhitungan SRB dalam air maupun pada permukaan deposit dengan media cair atau padat dan menggunakan natrium laktat sebagai sumber karbon. termasuk pada berbagai jenis industri. Dampak Akibat Korosi Mikrobiologi Korosi mikrobiologi berbahaya karena dapat terjadi pada rentang pH asam. basa. Ketika terdapat SRB dalam sample. Uji biokimia Secara metalurgi 2. Tes ini cukup akurat karena mampu mendeteksi adanya SRB walaupun dalam jumlah kecil 3. bahkan netral. dan botol diisolasi . Agar-agar miring diinokulasi dapat dengan mencelupkan pembersih pipa ke sampel cair dan memasukkan ke dalam botol tunggal agar-agar padat atau semi-padat. dan diperiksa kehitamannya setiap hari.3. sampel berisi 10 organisme. Hal ini diasumsikan bahwa hanya bakteri hidup tunggal diperlukan untuk menghitamkan botol. sulfat direduksi menjadi sulfida kemudian bereaksi dengan besi dalam larutan menghasilkan besi sulfida berwarna hitam karena hal ini media akan menjadi hitam setelah 28 hari . . diinkubasi selama 5 hari.. Minyak mineral dan tablet penghasil CO2 biasanya ditambahkan untuk menyingkirkan oksigen. Berikut adalah tempat-tempat yang biasanya dapat terjadi korosi mikrobiologi pada beberapa jenis industri.

Jumlah bakteri memberikan informasi yang dapat membantu mengatur kadar biocides yang diberikan pada sistem dengan konsentrasi yang optimal. Pencegahan Terhadap Korosi Mikrobiologi Cara terbaik dalam pencegahan MIC adalah mencegah pertumbuhan biofilm karena. Biaya biosida cukup mahal selain itu biocides juga cukup beracun. Menjaga kebersihan sistem melibatkan pemantauan kualitas air. karena mereka kadang-kadang dapat dapat digunakan sebagai nutrisi. Penggunaan biocide yang efektif dapat mengurangi biaya serta meminimalkan efek yang merusak pada lingkungan. Ini termasuk kandungan air dalam sistem bahan bakar dan pelumasan. akan lebih tahan terhadap biosida. Semua cairan harus dipantau dan untuk partikel yang mengandung solid. disaring untuk mencegah terjadinya kontaminasi.2. setelah biofilm terbentuk. bahan bakar. dan dengan cepat dapat tumbuh jika tidak sepenuhnya dihilangkan. atau pelumas ada dalam sistem. Biocides secara luas digunakan dan efektif dalam membunuh mikroorganisme planktonik. Kontaminan meningkatkan kemungkinan terbentuknya biofilm. .4.

ugm.id/ojs/index.com/ Microbiologically Influenced Corrosion Testing .blogspot.com/2011/12/Tinjauan resiko-Literatur. http://. .com/ Anonymous.php/bimipa/aticle/viewPDVinterstitital/48/76. http://digital_ blogspot.DAFTAR PUSTAKA Anonymous.com/2011/12/penyebab-pipa-berkarat dipermukaan air.html Anonymous.com/2011/12/Document-1-Korosi pada-baja. http:// blogspot.ac. 1994. Jeffrey R.blospot.Dkk. http://pdm-mipa.html Anonymous. Kearns. Html Anonymous.blogspot. http://Avtr-eng-d-24.html Anonymous. American Society For Testing And Materials. http://kimia-campur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful