BAB I PENDAHULUAN Pada awalnya, hidup kerohanian hanya semata-mata merupakan kendali jiwa dalam menempuh hidup

mencari keridhaan Allah SWT. Akan tetapi lamakelamaan hidup kerohanin tersebut menjadi satu alat untuk mencapai tujuan yang lebih murni yaitu hendak melihat wajah Allah dan menyaksikan keindahan yang azali. Kemudian meningkat lagi kepada derajat yang lebih tinggi lagi yaitu sampai pada maqam fana’a al-nafsi (meniadakan diri) dan bersatu dengan Tuhan (ittihad) dengan melakukan berbagai mujahadah dan riyadhah. Sejak itu tinbullah bentuk hidup kerohanian dengan tata cara (sistem) atau filsafat keagamaan yang bertiang kepada unsur-unsur jiwa semata. Itulah yang dikenal dengan tasawuf. Sehingga hidup kerohanian tersebut menjadi pokok pertama bagi seorang muslim dalam memandang segala permasalahan yang berliku-liku dalam kehidupan fana ini mulai dari urusan ekonomi, politik, sosial dan lainnya hingga sampai pada soal-soal yang terkecil sekalipun. Tasawuf merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari cara dan jalan bagaimana seorang Islam dapat berada dekat dengan Allah SWT. Dalam bidang ilmu Tasawuf yang menjadi objeknya adalah ajaran-ajaran ulama sufi masa lampau, disamping itu juga membahas tentang cara-cara pembersihan diri menuju Allah SWT. Tujuan utama ajaran Tasawuf dalam Islam ialah memberikan pemahaman dan membudayakan pengalaman sesuai dengan tingkat dan perkembangan ajaran Islam. Melalui ajaran Tasawuf ini diharapkan dapat mengetahui dan pandai mengendalikan dirinya pada saat ini berinterakrsi dengan orang lain atau pada saat melakukan berbagai aktivitas dunia yang menuntut kejujuran, keikhlasan, tanggungjawab, kepercayaan, dan sebagainya.

1

1998). 9-10.3 Dan sufi yaitu bersih dan suci. Pengertian Ilmu Tasawuf Dari segi kebahasaan (linguistik) terdapat sejumlah istilah tasawuf yaiu sebagai berikut: (1) Kata saff yang artinya barisan dalam shalat berjama′ ah. 1999). Abu Bakar Muhammad bin Ishaq al-Kalabazi. (Beirut: Dar Kutub al-Ilmiyah. (Jakarta: Bulan Bintang. Ada pula yang mengartikan saffah suatu kamar di samping masjid Nabawi yang disediakan untuk orang yang ikut pindah beserta Nabi dari Mekkah ke Madinah dan penghuni saffah ini disebut ahli suffah. dan kedekatan dengan Tuhan. Mareka mempunyai pendirian yang teguh dan tekun beribadah. jiwa yang bersih dan selalu memilih saf yang terdepan dalam shalat berjama′ ah. Islam Aktual. Tanpa unsur iman dan keinginan yang kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka rela meninggalkan kampung halamannya dan segala harta benda yagn ada di Mekkah da turut hijrah ke Madinah bersama Nabi. 1993).BAB II PEMBAHASAN A. hlm. Alasanya karena iman yang kuat. (Bandung: Mizan. X. 2 Abd al-Qadir. hlm.1 (2) Kata saffah artinya pelana yang dipergunakan oleh para sahabat Nabi yang miskin untuk bantal tidur di atas bangku batu di samping masjid Nabawi. sophos (bahasa Yunani: hikmah) dan suf (kain wol kasar). (Maktabah Madinah anNabawiyah 1409 H/ 1990 M).4 Jika diperhatikan secara seksama nampak dari istilah-istilah tersebut bertemakan tentang sifat-sifat dan keadaan yang terpuji. tidaklah mungkin hal demikian mereka lakukan. 1 2 . kesederhanaan. hlm. Filsafat dan Mistisisme dalam Isalm. 32. Cet. 163 4 Harun Nasution. hlm. 57. At-Ta’arruf Li Mazhab ahl at-Tasawuf. 3 Jalaluddin Rakhmat.2 Menurut Jalaluddin Rakhmat Shuffah adalah tempat darurat yang disediakan Nabi sebagai penampung sementara para Muhajirin yang tidak mempunyai rumah. Kata ahl suffah misalnya menggambarkan orang-orang yang mencurahkan segala jiwa dan raganya. harta benda dan lainnya hanya untuk Allah. at-Tasawuf fi Mizani al-Bahsi wa at-Tahqiq.

tidak mau diperbudak oleh harta yanng dapat menjerumuskan dirinya dan membawa ia lupa akan tujuan hidupnya. I (Jakarta: Raja Grafindo Persada. tidak mengutamakan kepentingan dunia. M. mengutamakan pengorbanan segala jiwa raganya demi untuk mencapai tujuan-tujuan yanng lebih mulia disisi Allah. 178.Kata sufi yang berarti bersih. meningkatkan Akhlak dan membangun kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kehidupan yang abadi. yakni beribadah kepada Allah. Dasar-dasar Qur’ani dan Hadis tentang Tasawuf Bila memperhatikan permulaan tumbuhnya tasawuf dan perjalanan perkembangannya. 3 . Cet. suci dan murni menggambarkan orang yang selalu memelihara dirinya dari perbuatan dosa yang dilaranng oleh Allah dan Rasul-Nya . Menurut Zakaria Al-Ansari memberikan pengertian tasawuf cara untuk mensucikan diri. B. Tasawuf dalam Al-M. Unsur utama tasawuf adalah pensucian diri dan tujuan akhirnya mencapai kebahagiaan yang abadi. berpola hidup dengan sederhana. mencontoh perilaku Nabi bersama para sahabatnya. (Jakarta: Pustaka Firdaus. 1996). hlm.6 Jadi pengertian tasawuf merupakan upaya untuk melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan diri manusia dari pengaruh kemewahan kehidupan dunia. Yaliluddin. selalu dekat dengan Tuhan. 1987). maka dapat diketahui bahwa tumbuhnya tasawuf adalah akibat pengaruh ajaran Al-qur’an dan sunnah Nabi serelah mereka membaca ayat-ayat dan hadist Nabi. Akhlak Tasawuf. Di antara ayat tersebut adalah: 5 6 Abuddin Nata. Dengan demikian dari segi kebahasaan tasawuf menggambarkan keadaan yang selalu berorientasi kepada kesucian mengutamakan panggilan Tuhan. serta pengaruh tuntunan agama Islam pada umumnya. 3-4.selanjutnya kata sophos yang berarti hikmah juga menggambarkan keadaan orang yang jiwanya senantiasa cendrung kepada kebenaran. hlm.5 Demikian pula kata suf yang berarti kain wol yang kasar menggambarkan orang yang hidup serba sederhana. YalQur’an.

7 (Q. berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. 80 Ibid. hal. Dengan kata lain: carilah Tuhan dalam dirimu sendiri.                “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku.9 2. Paham mahabbah sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an bahwa antara hamba antara manusia dan Tuhan saling mencintaimu. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. S Ali-Imran : 31) Ayat di atas menginspirasikan pada sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah karena cinta seperti yang dilakukan oleh Rabi’ah al-Adawiyah sebagai tokoh mahabbah dalam ajaran tasawuf. Hadist Nabi: “Barang siapa yang mengetahui dirinya. Hadist qudsi yang sangat dipegang oleh kaum sufi yaitu: “Aku pada mulanya adalah harta yang tersembunyi kemudian Aku ingin dikenal. dzikir yang sebanyak-banyaknya. Adapun sumber tasawuf dari hadist diantaranya adalah : 1. hal. niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu.8 (Q. 1989. Cit. 4 . 674 9 Harun Nasution. maka sungguh ia telah mengetahui Tuhannya”. Ayat di atas merupakan suatu landasan bagi kaum sufi untuk melakukan berbagai ajaran dalam bertasawuf.             “Hai orang-orang yang beriman.S Al-Ahzab : 41-42). Loc. Al-qur’an dan Terjemahannya. Pemahaman sufi mengenai ayat di atas bahwa hal-hal yang bersifat duniawi tidak begitu penting karena harus mengingat Allah siang dan malam dalam arti hari-hari harus diisi dengan ibadah. Menurut hadist 7 8 Departemen Agama RI. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. maka kuciptakanlah makhluk dan melalui Aku mereka mengenalKu”. Semarang. Toha Putra.

Andaikata ia menyabut-Ku pada suatu perkumpulan. Sumber lain yang diacu oleh para sufi adalah kehidupan para sahabat Nabi yang berkaitan dengan keteduhan iman. Selanjutnya jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta. Oleh sebab itu setiap orang yang meneliti kehidupan kerohanian dalam Islam tidak dapat mengabaikan kehidupan kerohanian para sahabat yang menumbuhkan kehidupan sufi di abad-abad sesudahnya.ini Tuhan dapat dikenal melalui makhluknya tetapi pengetahuan yang lebih tinggi ialah mengetahui Tuhan melalui dirinya. berhari-hari ia berkhalwat di gua Hira terutama pada bulan Ramadhan. Dan andaikata ia dekat kepada-ku sejengkal. 74 Ali Usman dkk. ibadah dan pribadi Nabi Muhammad SAW. (Bandung: Diponegoro. Pengasingan diri Nabi di gua Hira ini merupakan acuan utama para sufi dalam melakukan khalwat. Hadist qudsi: “Aku adalah menurut prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku dan Aku besertanya dikala ia menyebut nama-nama-Ku. kezuhudan dan budi pekerti luhur. Di sana Nabi banyak berdzikir bertafakur dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. maka Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila ia menyebut-Ku pada dirinya secara sirri. 1991).R Muslim). maka Aku pun akan menyebutnya pada suatu perkumpulan yang lebih baik. 87 5 . ketaqwaan. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan. maka Akupun akan menyebutnya dengan pahala dan rahmat secara rahasia.10 3. Hal. maka Aku akan menyebutnya satu hasta. 10 11 Ibid. Sebelum diangkat menjadi Rasul.” (H. C.11 Demikianlah sebagian ayat-ayat dan hadis-hadis yang menguatkan keterangan bahwa tasawuf Islam tumbuh dan berkembang dari pengaruh dan pancaran agama Islam sendiri. Hal ini dapat dilihat dalam perilaku dan peristiwa dalam hidup. Hadis Qudsi. maka Aku akan mendatanginya dengan berlari. Tasawuf di Zaman Rasul Benih-benih tasawuf sudah ada sejak dalam kehidupan Nabi SAW. hlm.

Mereka menyebut kelompoknya itu dengan Tawwabun (kaum Tawabin). Puncak kekejaman mereka terlihat jelas pada peristiwa terbunuhnya Husein bin Alibin Abi Thalib di Karbala. Konflik politik tersebut ternyata mempunyai dampak terhadap kehidupan beragama. muncul pula periode tabi’in (sekitar abad ke I dan ke II H). Pada masa itu kondisi sosial-politik sudah mulai berubah dari masa sebelumnya. Gerakan kaumTawabin itu dipimpin oleh Mukhtar bin Ubaid as-Saqafi yang terbunuh di Kufah pada tahun 68 H. Ensiklopedi Islam. mereka mengisi kehidupan sepenuhnya dengan beribadah. terutama terhadap kelompok Syiah. dan Murjiah. yakni munculnya kelompok kelompok Bani Umayyah. Mu’awiyah bin Abi Sufyan sebagai khalifah tampak semakin jauh dari tradisi kehidupan Nabi SAW serta sahabat utama dan semakin dekat dengan tradisi kehidupan raja-raja Romawi. Khawarij. Halini mempunyai pengaruh yang besar dalam pertumbuhan kehidupan beragama masyarakat Islam. perubahan kondisi sosialpun terjadi. secara umum kaum muslimin hidup dalam keadaan sederhana.12 Di samping gejolak politik yang berkepanjangan. khalifah-khalifah BaniUmayyah secara bebas berbuat kezaliman-kezaliman. Konflik-konflik sosial politik yang bermula dari masa Usman bin Affan berkepanjangan sampai masa-masa sesudahnya. 1993). Kekejaman Bani Umayyah yang tak henti-hentinya itu membuat sekelompok penduduk Kufah merasa menyesal karena mereka telah mengkhianati Husein dan memberikan dukungan kepada pihak yang melawan Husein. hlm. Untuk membersihkan diri dari apa yang telah dilakukan. Ketika Bani Umayyah memegang tampuk kekuasaan. Dengan sistem pemerintahan monarki. terutama terjadi di kalangan istana. Pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah. kehidupan politik berubah total. Kasus pembunuhan itu ternyata mempunyai pengaruh yang besar dalam masyarakat Islam ketika itu. (Jakarta: Ichtiar Baru Van Joeve. hidup mewah mulai meracuni masyarakat. Syiah. 12 6 . Kemudian Dewan Redaksi Endiklopedi Islam. 80-81. yakni kelompok lawan politiknya yang paling gencar menentangnya.Setelah periode sahabat berlalu.

2002).. 25. Yazid (memerintah 61 H/680 M – 64 H / 683M). dan tidak tenggelam dalam buaian hawa nafsu. Dari perubahan-perubahan kondisi sosial tersebut sebagian masyarakat mulai melihat kembali pada kesederhanaan kehidupan Nabi SAW para sahabatnya. Para pelaku zuhud itu disebut zahid (jamak: zuhhad) atau karena ketekunan mereka beribadah. Di antara para penyeru tersebut ialah Abu Dzar al-Ghiffari. Yazid dikenal sebagai seorang pemabuk. Mereka mulai merenggangkan diri dari kehidupan mewah. Maqam diterjemahkan sebagai kedudukan spiritual. Dialog Antara Tasawuf dan Psikologi. ash-Shabr.Sejak saat itu kehidupan zuhud menyebar luas dikalangan masyarakat. yaitu at-Taubah. Lahirnya Maqamat dan al-Ahwal 1.14 Pandangan Dzu An-Nun Al-Mishri tentang maqamat. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.13 D. Dalam situasi demikian kaum muslimin yang saleh merasa berkewajiban menyerukan kepada masyarakat untuk hidup zuhud. sederhana. Maqamat Maqamat adalah jamak dari maqam. hlm. dan ar-Rida. maka disebut abid (jamak: abidin atau ubbad) atau nasik (jamak : nussak). Dalam sufi terminology: The Mistical Language of Islamic. saleh. 14 13 7 .anaknya. yang berarti tempat atau kedudukan (stations). dikenal sebagai seorang pemabuk. hlm. Namun sesungguhnya perolehan tersebut tidak lepas dari karunia yang diberikan oleh Allah SWT. Dia melancarkan kritik tajam kepada Bani Umayyah yang sedang tenggelam dalam kemewahan dan menyerukan agar diterapkan keadilan sosial dalam Islam. at-Tawakal. Dalam sejarah. Karena sebuah maqam diperoleh melalui daya upaya (mujahadah) dan ketulusan dalam menempuh perjalanan spiritual. Kendatipun Ibid. mencintai kefakiran. Dalam Dairat al-Ma’rifat al-Islamiyat terdapat keterangan yang berasal dari alMishri bahwa simbol-simbol Zuhud adalah sedikit cita-cita. 82 Hasyim Muhammad. dikemukakan pada beberapa hal saja. dan memiliki rasa cukup yang disertai dengan kesabaran.

193-194. hal merupakan keadaan mental. al-Mahabbah. 8 . bukan diperoleh atas usaha manusia.17 Al-Ahwal timbul sebenarnya merupakan manifestasi dari maqam yang sudah mereka lalui. al-Wara’. 2002). Terkadang para ahli Tasawuf menyebutnya sebagai hal dan ihtihad (tercapainya kesatuan wujud rohaniah dengan Tuhan. hlm. 2004). Secara terminology ahlwal berarti keadaan spiritual yang menguasai hati. tetapi diperdapat sebagai anugerah dan rahmat dari Tuhan. oleh karena itu sulit dilukiskan secara informative. sedih. 17 Abudin Nata. datang pergi bagi seorang sufi dalam perjalanannya mendekati Tuhan. al-Ma’rifah oleh mereka tidak disepakati sebagai maqamat. al-Ridla. yang tidak dapat dilihat tapi dapat dirasakan oleh orang yang mengalaminya. (Bandung: Pustaka Setia. Ilmu Tasawuf. al-Tawakkal. Abudin Nata. hlm. 128. al-Shabr. Al-Ahwal Ahwal adalah bentuk jamak dari hal yang berarti keadaan mental. takut dan sebagainya. 205. Jadi kalau maqam adalah merupakan tingkatan sikap hidup yang dapat dilihat dari tingkah laku seseorang. dapat dikatakan jumlah maqam yang disebut al-Mishri lebih sedikit dibandingkan dengan penulis sesudahnya. bahwa kondisi mental yang mereka rasakan itu sebagai hasil dari amalan yang telah mereka lakukan.Cit. Namun pada garis besarnya mereka menyepakati tingkatan maqamat yang terdiri dari al-Taubah.15 Di kalangan para sufi berbeda dalam menetapkan berapa jumlah maqamat yang harus ditempuh oleh seorang sufi sampai menuju Allah. sedangkan al-Tawadlu. hlm. al-Zuhud. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Maka orang yang ingin mendapatkannya harus selalu meningkatkan kualitas amalannya. Menurut Harun Nasution sebagaimana dikutip oleh Abudin Nata.demikian. Tetapi karena orang Sufi selalu bersikap hati-hati dan berserah diri kepada Allah. datang pergi. al-Faqr. hal bersifat sementara. Hal berlainan dengan maqam. 15 16 Rosihan Anwar. Dan berlainan pula dengan maqam. sedangkan al-ahwal adalah kondisi mental yang sifatnya abstrak yakni subjektif.16 2. Akhlak Tasawuf. seperti perasaan senang. Op.

hlm. Dalam hal ini Dzu al-Nun an-Mushri mengatakan: “Taubatnya orang-orang awam taubat dari dosa-dosa.E. Ibid. Al-Taubah berasal dari bahasa Arab taba. Manurut sufi yang menyebabkan manusia jauh dari Allah adalah karena dosa. b. Terus-menerus bertaubat walaupun tidak pernah lagi berbuat dosa. Namun yang membedakan antara taubat dalam syari’at biasa dengan maqam taubat awam dengan taubatnya orang khawas. Al-Taubah. Fungsi taubat bukan hanya penghapus dosa. 197. oleh karena itu apabila seseorang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan ia harus terlebih dahulu membersihkan diri dari segala dosa dengan jalan bertaubat dalam arti yang sebenarnya. 49 19 18 9 . Taubat ialah dari kejahatan kepada ketaatan karena takut kepada kemurkaan Allah. Simuh. taubatnya orang khawas taubat dari ghaflah (lalai mengingat Tuhan)”. Taubat dalam arti meninggalkan segala kemaksiatan dan melakukan kebaikan secara terus-menerus. sedangkan Allah Maha Suci dan menyukai yang suci pula. Oleh karena itu para sufi menetapkan istiqhfar sebagai salah satu amalan yang harus dilakukan berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali dalam sehari agar ia bersih dari dosa. Raja Grapindo Persada. 1996) h.18 Dalam ajaran Tasawuf konsep taubat dikembangkan dan mendapat berbagai macam pengertian. Tasawuf dan Perkembangan dalam Islam. Aktualisasi Ajaran Maqamat 1. c. sebab dosa sesuatu yang kotor. taubatan yang artinya kembali. (Jakarta : PT. yatubu. lebih dari itu sebagai syarat mutlak dan syarat yang pertama agar dapat dekat kepada Allah. Dalam mengartikan taubat para sufi berbeda pendapat tetapi secara garis besar dapat disimpulkan kepada tiga katagori yaitu:19 a.

20 Zuhud merupakan meninggalkan kehidupan dunia serta kesenangan materil karena dorongan kecintaan kepada Allah bukan karena takut akan masuk Neraka di akhirat. 20 21 Wara’ yang bersifat lahiriyah: meninggalkan segala hal yang tidak diridhai oleh Allah SWT. 62. Al-Faqr.2. hlm.. 3. yaitu:22 a.Cit. Op.cit. hlm. 197. b. zuhud yaitu segala apa yang dilakukannya dalam kehidupan tidak lain hanyalah dalam rangka mendekatkan diri para Tuhan. Labih lanjut lagi para ahli Tasawuf juga membagi wara’ pada dua bagian. 22 Abudin Nata. Sebelum menjadi sufi. Dan dalam pengertian sufi al-Wara’ adalah meninggalkan segala yang didalamnya terdapat keragu-raguan antara halal dan haram (syubhat). Op. Secara harfiah al-Wara’ artinya shaleh. Harun Nasution. hlm. Sedangkan secara terminology sufi. 94. Dengan demikian tiap sufi adalah zahid.dari aplikasi kezuhudan itu ia akan memalingkan kemewahan dan kesenangan dunia karena kesenangan dunia akan melahirkan kegelapan hati. Abudin Nata.cit. Al-Wara’. menjauhkan diri dari perbuatan dosa. 10 . Op. Wara’ yang bersifat bathiniyah: tidak mengisi atau menempatkan sesuatu dihatinya kecuali Allah SWT. Kata ini mengandung arti menjauhi hal-hal yang tidak baik. Secara harfiah al-Zuhud berarti tidak ingin kepada sesuatu yang bersifat keduniawian. Al-Zuhud. 4. seorang yang melakukan kezuhudan memijakkan amal perbuatan pada landasan yang tangguh dan kokoh yakni kehendak Allah.21 Untuk menjauhi kemewahan dunia yang bersifat materil dan menginginkan kebahagiaan kehidupan akhirat. seorang harus terlebih dahulu zahid.

Hal ini lakukan selama dalam perjalanan rohani menuju makrifat makrifatpada zat Tuhan. Secara harfiah. Yang tujuannya memutuskan segala persangkutan dengan dunia. kalau diberi diterima. Menurut Harun Nasution tawakkal adalah menyerahkan diri kepada qadha dan keputusan Allah. 5. Secara harfiah tawal (tawakkal) berarti menyerahkan diri. sabar untuk meninggalkan kemaksiatan untuk Allah. jika mendapat apa-apa bersikap sabar dan menyerah kepada qadha dan pada Tuhan. Ibid. dan sabar terhadap ujian dari Allah. tidak meminta tetapi tidak menolak. Sabar dalam menunggu datangnya pertolongan Allah. Dan disisi lain ia juga menyatakan bahwa sabar adalah fana′ didalam bala bencana tanpa ada keluhan. dalam segala menjauhi segala larangan-Nya. Tidak meminta sesungguhnya tidak ada pada diri kita. Sabar dalam menjalani cobaan. Ibnu Qoyim menyatakan bahwa ada tiga kesabaran. Al-Tawal.24 Sabar dalam tasawuf adalah menerima segala sesuatu yang menimpa dirinya dengan sopan dan rela. Sedangkan dalam pandangan sufi fakir adalah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada diri kita.23 Maqam fakir merupakan perwujudan upaya pensucian hati dan membelakangi kehidupan dunia. 11 .Secara harfiah Faqr (Fakir) biasanya diartikan sebagai orang yang berhajat. Selamanya dalam keadaan tentram. jika mendapat pemberian berterima kasih. sehingga hatinya terisi dengan penghayatan 23 24 Ibid. Al-Shabr. Sabar untuk senantiasa taat kepada Allah SWT.. Dikalangan para sufi sabar diartikan sabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah. 6. butuh atau orang miskin. shabr (sabar) berarti tabah hati..

(cobaan yang berat).29 Jadi dengan maqam ridha segala derita dan cobaan ditanggapinya sebagai rahmad dan nikmat dari Allah.Cit. digerakkan oleh Allah. Ira M. Malahan perasaan cinta yang berkelora di waktu ditimpakan bala. II. maka ia harus melangkah ke maqam ar-radha. hlm.25 Dalam hal ini sang sufi memandang dirinya sebagai orang yang meninggal. 28 Hasyim Muhammad. 312. atau mengetahui melainkan semua itu adalah kehendak Allah.28 Setelah mencapai maqam tawakkal yaitu membelakangi dan meninggalkan segala apa saja selain Allah. artinya bahwa dirinya tidak bisa bergerak atau berkehendak. Ridha secara harfiah artinya rela. Cet. Sejarah Sosial Umat Islam. (Jakarta: Rajawali Prees 2000). hlm. (Semarang: Ramadhani 1979). Ia akan senantiasa merasa senang dalam setiap situasi yang meliputinya.26 Dalam keadaan seperti ini sang Sufi mempercayakan secara bulat-bulat bahwa dirinya akan diberi oleh Allah penghidupan dan ia tidak akan berteriak seperti anak kecil yang akhirnya tidak ada lagi wajah pucat lantaran cemas dan takkut. Al-Ridha. Percaya kepada janji Allah. Op. pengantar Ilmu Tasawuf..27 Ridha disebut juga dengan kondisi kejiwaan atau sikap mental yang senantiasa menerima dengan lapang dada atas segala karunia yang diberikan atau bala yang ditimpakan kepadanya. 200. 89 12 .qadhar Tuhan. Maqam ar-ridha adalah ajaran menanggapi penderitaan. hlm. menyerah kepada Allah dengan Allah dan karena Allah. suka dan senang. 7. Lapidus. 29 Abubakar Aceh. 27 Ibid. 46. dan kesusahan mengubahnya menjadi kekembiraan dan kenikmatan. Sikap mental semacam ini adalah merupakan maqamat tertinggi yang dicapai oleh seorang sufi. hlm. 25 26 Ibid.

sikap muraqabah ini sikap yang memandang Allah dengan mata hatinya (vision of the hear). Al-Khauf adalah sikap mental takut dan Khawatir jika Allah tidak senang padanya. (Surabaya: Bina Ilmu. 32 Zakiah Daradjat.31 2. hlm. hlm. 30 31 13 . hlm. Oleh karena itu ia selalu berusaha agar sikap dan perbuatan tidak menyimpang dari kehendak Allah. (Medan: IAIN SU. 1982). Al-Muqarabah adalah sikap seseorang yang merasa dirinya selalu diawasi oleh sang Khalid-Nya. sebaliknya ia pun sadar bahwa Allah selalu memandang kepadanya dengan penuh perhatian.F.30 1.cit. Ar-Raja’ adalah sikap mental yang optimis senantiasa berkeyakinan bahwa Allah akan memberikan pengampunan dan pertolongan kepada hambahamba-Nya yang shaleh. 1979). Muhasabatul Ahwal (Instropeksi) Sebagaimana halnya dengan al-maqamat.32 Dari berbagai ajaran ahwal di atas bahwa dalam diri sufi ada berbagai keyakinan yang menghantarkannya pada tujuan tertentu sesuai dengan ajarannya masing-masing. 3. Mustafa Zuhri. Kunci Memahami Ilmu Tasawuf . al-Khauf. Op. 41. Hasyim Muhammad. Biarpun demikian. di antara sufi mengandung berbagai pemahaman yang berbeda-beda seputar ahwal tersebut. Pengantar Ilmu Tasawuf. al-ahwal juga mempunyai perbedaan pendapat dikalangan ahli Sufi namun di antara sekian banyak nama dan sifat al-ahwal yang terpenting dan populer adalah: al Muraqarabah. 48. 150-151. arRaja.

Mulanya tasawuf di kalangan Umat Islam berawal dari kehidupan sederhana “makan hanya sekedar untuk melangsungkan kehidupannya saja. Jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah tidak begitu mudah. tentunya mempunyai proses yang disebut dalam istilah Tasawuf maqamat (kedudukan). Bahkan memalingkan kehidupan dunia dan mencintai kehidupan akhirat dengan bayak beribadah kapada Allah karena ingin mendekatkan diri kepada-Nya. 14 .BAB III KESIMPULAN Tasawuf merupakan salah satu bidang ilmu dalam Islam yang memusatkan perhatian kepada pembersihan jiwa yang menimbulkan akhlak mulia bagi setiap orang. melalui beberapa tingkatan mujahadah (sungguh-sungguh) yaitu dari satu tingkatan prilaku batin menuju tingkatan (maqam) yang berikut nya. menunjukkan arti nilai etika yang akan diperjuangkan oleh seorang shalih (seorang penambah kebenaran spritual dalam praktek ibadah).

1993. Abd. Al-Ahwal datang dari Allah merupakan karunia dari-Nya. II. Bandung: Pustaka Setia. 15 . Sejarah Sosial Umat Islam. Semarang: Toha Putra. Al-qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Ichtiar Baru Van Joeve. 1989. nilai atau yang hadir di dalam hati secara otomatis (dengan sendirinya) tanpa unsur kesengajaan upaya. Ilmu Tasawuf. Al-Qadir. Yaliluddin. Lapidus. DAFTAR KEPUSTAKAAN Aceh. Ishaq al-Kalabazi. Beirut: Dar Kutub al-Ilmiyah. At-Tasawuf fi Mizani al-Bahsi wa at-Tahqiq. Abu Bakar Muhammad bin. Jakarta: Rajawali Prees 2000. Tasawuf dalam Al-Qur’an. 1993. latihan dan paksaan.Al-Ahkam (keadaan) menurut Ahli Sufi adalah makna. Dewan Redaksi Endiklopedi Islam. Departemen Agama RI. 1987. At-Ta’arruf Li Mazhab ahl atTasawuf. Rosihan. M. Abu Bakar. Semarang: Ramadhani 1979. 2004. Cet. (Maktabah Madinah an-Nabawiyah 1409 H/ 1990 M. Pengantar Ilmu Tasawuf. Anwar. Ensiklopedi Islam. Ira M. (Jakarta: Pustaka Firdaus.

1999. hlm. Cet. Simuh. Daradjat. 1982). Hasyim. 1998. Akhlak Tasawuf. Zuhri.Muhammad. (Medan: IAIN SU. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Cet. Jakarta: Raja Grapindo Persada. 150151. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Hadis Qudsi. 1996. Ali dkk. Nasution. Bandung: Mizan. Kunci Memahami Ilmu Tasawuf . X. (Jakarta: Bulan Bintang. Rakhmat. Jalaluddin Islam Aktual. Filsafat dan Mistisisme dalam Isalm. Zakiah. 16 . 1991. Surabaya: Bina Ilmu. Mustafa. Dialog Antara Tasawuf dan Psikologi. 2002. I Jakarta: Raja Grafindo Persada. Nata. 1996. . Pengantar Ilmu Tasawuf. Akhlak Tasawuf. Abuddin. Harun. Usman. 1979. 2002. Bandung: Diponegoro. Tasawuf dan Perkembangan dalam Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful