Budaya Organisasi

Sebelum menjelaskan tentang budaya organisasi, terlebih dahulu akan kami jelaskan definisi budaya dan organisasi. Definisi Budaya Menurut Edgar H. Schein (1992:12), budaya adalah suatu pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh kelompok tertentu sebagai pembelajaran untuk mengatasi masalah adaptasi ekstrenal dan integrasi internal yang resmi dan terlaksana dengan baik dan oleh karena itu diajarkan/diwariskan kepada angota-anggota baru sebagai cara yang tepat memahami, memikirkan dan merasakan terkait degan masalah-masalah tersebut. UNSUR-UNSUR BUDAYA 1. Ilmu Pengetahuan 2. Kepercayaan 3. Seni 4. Moral 5. Hukum 6. Adat-istiadat 7. Perilaku/kebiasaan (norma) masyarakat 8. Asumsi dasar 9. Sistem Nilai 10. Pembelajaran/Pewarisan 11. Masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal

Ada tiga sudut pandang berkaitan dengan budaya, sebagai mana dikemukakan Graves, 1986, sebagai berikut : 1. Budaya merupakan produk konteks pasar di tempat organisasi beroperasi, peraturan yang menekan.

2. Definisi Organisasi Menurut Philiph Selznick. dan merasakan terhadap masalah-masalah terkait sepeti di atas. organisasi adalah pengaturan personil guna memudahkan pencapaian beberapa tujuan yang telah ditetapkan melalui alokasi fungsi dan tanggung jawab. Budaya merupakan produk struktur dan fungsi yang ada dalam organisasi. Sumber Daya Organisasi. 3. Sistem Koordinasi 5. UNSUR-UNSUR ORGANISASI 1. hal ini berarti produk perjanjian psikologis antara individu dengan organisasi. antara lain:  Peter F. Tujuan bersama 4. Schein (1992:12) .  Edgar H. Kumpulan orang 2. memikirkan. Pembagian tugas dan tanggung jawab 6. Budaya merupakan produk sikap orang orang dalam pekerjaan mereka. Kerjasama 3. Drucker Budaya Organisasi adalah pokok penyelesaian masalah-masalah ekternal dan internal yang pelaksanaannya dilakukan secara konsisten oleh suatu kelompok yang kemudian mewariskan kepada angota-anggota baru sebagai cara yang tepat untuk memahami. misalnya organisasi yang tersentralisasi berbeda dengan organisasi yang terdesentralisasi. Definisi Budaya Organisasi Definisi budaya organisasi menurut beberapa ahli.

Sistem pemaknaan bersama merupakan seperangkat karakter kunci dari nilai-nilai organisasi. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu. 4. keyakinan dan prinsip-prinsip dasar yang merupakan landasan bagi system dan praktek-praktek manajemen serta perilaku yang meningkatkan dan menguatkan perinsip-perinsip tersebut.  Robbins (1996:289) Budaya Organisasi dimaknai sebagai filosofi dasar yang memberikan arahan bagi kebijakan organisasi dalam pengelolaan karyawan dan nasabah. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut. dianut oleh anggotaanggota yang membedakan organisasi itu terhadap organisasi lain. 6. 2. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik. analisis dan perhatian terhadap detail. Berorientasi pada hasil. Perhatian terhadap detail. Inovasi dan keberanian mengambil resiko. 5. Lebih lanjut Robbins menyatakan bahwa sebuah sistem makna bersama dibentuk oleh para warganya yang sekaligus menjadi pembeda dengan organisasi lain.  Daniel R. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim. Menurut Robbins (1996:289) ada 7 karakteristik budaya organisasi yaitu sebagai berikut : 1. sebagai berikut : .Budaya Organisasi mengacu ke suatu system makna bersama. 3. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan. ukannya individu. Berorientasi kepada manusia. Berorientasi pada tim. Berkaitan dengan agresivitas karyawan. Stabilitas. Denison Budaya Organisasi adalah nilai-nilai. 7. Ahob dkk (1991) mengemukakan 7 dimensi budaya organisasi. Agresivitas.

Kejelasan. Permasalahan yang sering terjadi seperti permasalahan kekompakan dan kesatuan antar anggota organisasi. 7. Tanggungjawab. Masalah eksternal mengacu pada permasalahan organisasi dengan lingkungan sekitar organisasi itu berada. Organisasi harus bisa beradaptasi degan lingkungannya agar organisasi terbut dapat berkembang. 4. Unsur-unsur Budaya Organisasi 1. Berbagai nilai . Kepemimpinan. Pemimpin 4. Asumsi dasar 2. dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya yang dapat menjadikan acuan perilaku masing-masing anggota organisasi dalam menjalankan organisasi yang selalu berorientasi pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan masalah internal mengacu pada permasalah di dalam organisasi itu sendiri. Seperangkat nilai dan Keyakinan yang dianut 3. Selain itu juga berguna untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul. Kehangatan 6. baik itu masalah eksternal maupun masalah internal. 3.1. Nilai dan keyakinan ini dipelajari. Konformitas. Penghargaan. Bakuan mutu. 2. 5. Pedoman mengatasi masalah 5. Dari beberapa definisi tersebut dapat kami simpulkan bahwa budaya organisasi merupakan seperangkat nilai dan keyakinan bersama yang dianut para anggota organisasi yang menjadikan organisasinya berbeda dengan organisasi lain.

fungsi budaya organisasi sebagai berikut : a. Pewarisan 7. menjelaskan. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain. Pola perilaku organisasi pemerintah lebih mengacu pada prosedur yang telah ditetapkan.6. Acuan prilaku 8. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi. e. membenarkan apa yang dikatakannya dan dilakukannya. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan. Adaptasi Indikator budaya organisasi ada 2. c. . antara lain:  Artifact : pola perilaku yang visible atau tangible (dapat dilihat dan diamati). Citra dan Brand yang khas 9. b. Sehingga dalam memberikan pelayanan cenderung kaku dalam menanggapi keluhan masyarakat atau custumer. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan. Fungsi budaya organisasi Menurut Robbins (1996 : 294).  Belief and value (keyakinan dan nilai): nampak dari bagaimana orang berkomunikasi . Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang. d.

sehingga secara nyata dapat memetik hasil yang riil dan memberi kontribusi bagi kemajuan organisasinya. tapi belum tentu menghasilkan kinerja yang produktif. adu prestasi. karyawan senang di lingkungan yang sekompetitif dan seapresiatif ini. efektif juga efisien. Meski terlihat keren. lebih bisa berkomunikasi profesional. juga bangsanya. menebar gosip ke segala penjuru. adu pintar. Sementara. Tidak harus melulu soal menaikkan upah dan benefit. berdebat. berkomunikasi. juga produktif. juga berlomba meningkatkan gelar ke jenjang yang lebih tinggi. Ethos kerja sebenarnya adalah istilah popular untuk “selera bekerja”. berprestasi yang ‘tidak ada matinya’. Kenyataannya. S2 bahkan S3. semangat bukan segala-galanya bila kita merujuk ethos kerja tinggi. Orang dan organisasi yang punya ethos kerja tentunya menunjukkan semangat untuk berkolaborasi. biasanya karyawan merespek kebijakan perusahaan dan membela tindakan perusahaan. Di lingkungan yang ethos kerjanya positif. namun bila individu yang bekerja dalam organisasi merasa tidak nyaman dan tidak bersemangat dengan hubungannya dengan organisasi. adu produktif. Di lingkungan seperti itu. berarti ia sedang bekerja dengan ethos kerja yang rendah.  ‘Semangat’ bukan Segala-galanya. karyawannya mengaku merasa resah. Suasana kerja bisa tampak seolah bersemangat dan bermotivasi tinggi. kita akan merasakan bahwa karyawan umumnya lebih nyaman. lebih sabar. Gaji dan benefit yang diterima karyawan di lembaga itu juga sangat oke. walaupun ketidakpedean ini lebih banyak tersembunyi dibalik sikap arogan.Budaya dan Ethos Kerja Organisasi Di sebuah lembaga yang paling bergengsi di negara ini. semua karyawan di dalamnya tampak sibuk berlomba untuk memperbaiki kinerja. serta tidak adanya inovasi. karyawannya merasa nyaman.  Fokus pada “Self Esteem” Karyawan. Di organisasi dengan ethos kerja yang tinggi. namun perusahaan yang ingin mencapai ethos yang positif sebenarnya bisa . tidak bangga dengan aturan main kantor. absenteeism. Jadi. merasa kapasitasnya belum mumpuni. tidak pede bila bertemu orang luar. Semestinya. tidak membatasi diri. perusahaan dengan ethos kerja rendah dapat segera terlihat dari adanya kesulitan kolaborasi.

Karyawan bisa saja diberi tugas banyak dan diberi upah yang tidak nomor satu di industrinya. tugas. Upaya saling memberi ini kemudian membuat organisasi akan terasa semakin lama semakin kokoh dan berenergi untuk menyulut ethos kerja ke level yang semakin tinggi. jenis tugas bahkan sampai ke pengupahannya.memperhatikan bagaimana karyawan mengerti betul tentang jabatan. Penyadaran ini pun perlu mencapai tingkat di mana individu tahu dan sadar mengenai potensi dan kompetensi sekaligus keterbatasannya. Penyadaran ini akan menyebabkan individu merasa leluasa dan nyaman berprestasi walaupun bekerja keras. meningkatkan keamanan. Dari sinilah karyawan mempunyai semangat lebih untuk menservis. Karyawan perlu tahu persis mengapa ia bekerja dan memangku jabatan yang berbeda dengan rekan kerjanya. juga kesehatan jiwa dan fisik karyawan. Keyakinan perusahaan bahwa karyawan harus mendapatkan kejelasan informasi dan karenanya perusahaan perlu mengupayakan transparansi kepada karyawan akan menyebabkan karyawan merasa dianggap sebagai ‘orang penting’ di perusahaan. menepis gosip. perusahaan pun bisa lebih banyak memikirkan privasi individu. tetapi tetap merasa positif dengan pekerjaan dan jabatannya. .  Trust Dibangun dari Transparansi. Ia juga perlu tahu persis mengapa ia berbeda dengan rekan kerjanya dalam bobot tugas. arah serta image perusahaan tempat ia bekerja. berkreasi dan berinovasi. Sebagai timbal balik dari nilai tambah yang diberikan karyawan. Dan alasan tersebut perlu ia terima secara positif. dihargai dan direspek.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful