TINDAK PIDANA KORUPSI

Dosen Pengampu : Dyah Wijaningsih, SH.MH

Disusun Oleh : Ludia Imanuella 110 10 111 30156 Kelas D Fakultas Hukum Universitas Dipenonegoro

......II II........ III................ PENDAHULUAN I............. Efek-efek dari Korupsi ...............................I II..................................................................................................III II...............................II KESIMPULAN Kesimpulan.................II I............................................................................ Saran ......................................................................... II............. Sifat-sifat Korupsi ....................I III....................................................................................................................III Latar Belakang ..................................I I............. Bentuk-bentuk Korupsi .. II.....................................IV PEMBAHASAN Pengertian Korupsi . Rumusan Masalah ...DAFTAR ISI I.................... DAFTAR PUSTAKA .............................................. . III.............. IV....................................................................................... Tujuan.......................................

Di negara Amerika Serikat sendiri yang sudah begitu maju masih ada praktek-praktek korupsi. terutama di media massa.BAB I PENDAHULUAN A. Pada dasarnya. Sebaliknya. Bentuk korupsi terhadap keuangan negara demikian hampir terjadi diseluruh wilayah di tanah air. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi. Tetapi dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi dan politik serta semakin majunya usaha-usaha pembangunan dengan pembukaan-pembukaan sumber alam yang baru. korupsi relatif jarang terjadi. Latar Belakang Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Persoalannya adalah dapatkah korupsi . Korupsi di Indonesia sudah menjadi patologi sosial (penyakit sosial) yang berbahaya dan mengancam aspek kehidupan bermasyarakat. tak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Kondisi korupsi ini merugikan negara dan dapat merusak sendi-sendi kebersamaan bangsa. dan bernegara. korupsi adalah “benalu sosial” yang dapat merusak struktur pemerintahan dan menjadi penghambat utama jalannya suatu pemerintahan dan pembangunan pada umumnya. maka semakin kuat dorongan individu untuk melakukan praktek korupsi dan usaha-usaha penggelapan. Roma sampai abad pertengahan dan sampai sekarang. Hal ini merupakan cerminan rendahnya moralitas dan rasa malu dan yang menonojol adalah sifat kerakusan. Babilonia. Korupsi terjadi diberbagai negara. Korupsi telah mengakibatkan kerugian materiil keuangan negara yang sangat besar. Korupsi sudah berlangsung lama. berbangsa. sejak zaman Mesir Kuno. pada masyarakat yang primitif dimana ikatan-ikatan sosial masih sangat kuat dan control sosial yang efektif.

2. Tujuan 1. Apa saja bentuk korupsi? 3. Persoalannya adalah dapatkah korupsi diberantas? Tidak ada jawaban lain kalau kita ingin maju adalah korupsi harus diberantas. Untuk mengetahui sifat korupsi. Untuk mengetahui efek dari korupsi. Apa saja sifat korupsi? 4. Karena korupsi membawa dampak negatif yang cukup luas dan dapat membawa negara ke jurang kehancuran.atau paling tidak mengurangi sampai pada titik nadiryang paling rendah maka jangan harap Negara ini akan mampu mengejar ketertinggalannyadibandingkan negara lain untuk menjadi sebuah negara yang maju.diberantas? Tidak ada jawaban lain kalau kita ingin maju. Jika kita tidak berhasil memberantas korupsi. B. 3. . 4. Jika kita tidak berhasil memberantas korupsi. Untuk mengetahui pengertian korupsi.adalah korupsi harus diberantas. Apakah pengertian korupsi? 2.atau paling tidak mengurangi sampai pada titik nadi yang paling rendah maka jangan harap Negara ini akan mampu mengejar ketertinggalannya dibandingkan negara lain untuk menjadi sebuah negara yang maju. Rumusan Masalah 1. Untuk mengetahui bentuk korupsi. Apakah efek dari korupsi? C.

suatu tindakan yang menguntungkan diri sendiri yang dilakukan dengan menggunakan sarana tertentu serta pihak lain dengan terpaksa memberikan apa yang diinginkan. unsur dalam perbuatan korupsi meliputi dua aspek. Syed Hussen Alatas memberi batasan bahwa korupsi merupakan suatu transaksi yang tidak jujur yang dapat menimbulkan kerugianuang.yaitu suatu tindakan melanggar hukum. pemerasan (extortion) dan nepotisme. Pengertian Korupsi Menurut Prof. korupsi adalah suatu tindak pidana yang memperkaya diri yang secara langsung merugikan negara atau perekonomian negara. Jadi. melalui tindakan tersebut si penyuap berharap mendapat perlakuan khusus dari pihak yang disuap. Menyuap dosen agar memperoleh nilai baik. Sarana pemerasan bisa berupa kekuasaan. Korupsi dapat berupa penyuapan(bribery). Agar mudah mengurus KTP menyuap bagian tata pemerintahan. Subekti.BAB II PEMBAHASAN A. Sedangkan nepotisme adalah bentuk kerjasama yang dilakukan atasdasar kekerabatan. Sementara itu. Disitu ada istilah penyuapan. yang bertujuan untuk kepentingan keluarga dalam bentuk kolaborasi dalam merugikan keuangan negara. Seseorang yang menyuap izin agar lebih mudah menyuap pejabat pembuat perizinan. Aspek yang memperkaya diri dengan menggunakan kedudukannya dan aspek penggunaan uang negara untuk kepentingannya. Pejabat tinggi yang memeras bawahannya. Pemerasan. waktu. . dan tenaga dari pihak lain.

.Menurut pasal 1 (UU No. 417. 420. barangsiapa dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu badan menyalahgunakan kewenangan.d. 416. dan 435 KUHP. . . 415.e pasal ini. barangsiapa melakukan kejahatan tercantum dalam pasal-pasal 209. 425.d. . 418. 210. 423.b. barangsiapa memberi hadiah atau janji keapda pegawai negeri seperti dimaksud dalam pasal 2 dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatannya atau kedudukannya atau oleh si pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukan itu.c. 387. 388. Barangsiapa melakukan percobaan atau pemufakatan untuk melakukan tindak pidana-tindak pidana tersebut dalam ayat (1) a. barangsiapa dengan melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan yang secara langsung atau tidak langsung merugikan keuangan Negara dan atau perekonomian Negara atau diketahui patut disangka olehnya bahwa perbuatan tersebut merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara. .e. . barangsiapa tanpa alasan yang wajar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya setelah menerima pemberian atau janji yang diberikan kepadanya seperti yang tersebut dalam pasal-pasal 418. 419. kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang secara langsung atau tidak langsung dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara. 3 tahun 1971) yang diartikan dengan tindak pidana korupsi adalah : 1.b.a.c. dan 429 KUHP tidak melaporkan pemberian atau janji tersebut kepada yang berwajib. 2. 419.

Misalnya izin mendirikanbangunan. 5. Tindakan korupsi mengundang penipuan yang dilakukan oleh badanhukum publik dan masyarakat umum. Senantiasa berusaha mempengaruhi pengambil kebijakan agar berpihak padanya. Koruptor menginginkan keputusan-keputusan yang tegas dan memiliki pengaruh. 6. 3. Yang dimaksud elemen perizinan adalah bidang strategis yang dikuasai oleh negara menyangkut pengembangan usaha tertentu. Meski dilakukan bersama-sama. Badan hukum yang dimaksudsuatu lembaga yang bergerak dalam pelayanan publik atau penyediabarang dan jasa kepentingan publik. Melibatkan lebih dari satu orang.Adapun ciri-ciri korupsi. korupsi dilakukan dalam koridor kerahasiaan yang sangat ketat. 4. Bahkan. pada perkembangannya acapkali dilakukan secara bersama-sama untuk menyulitkan pengusutan. Masing-masing pihak yang terlibat akan berusaha semaksimal mungkin menutupi apa yang telahdilakukan. izin perusahaan.dan lain-lain. Serba kerahasiaan. Melibat elemen perizinan dan keuntungan timbal balik. dia pasti berjanji akanmelakukan hal yang . Setiap tindak korupsi adalah pengkhianatan kepercayaan. Selalu berusaha menyembunyikan perbuatan/maksud tertentu dibalik kebenaran. Mengutamakan kepentingannya dan melindungisegala apa yang diinginkan. 7. 2. Ketika seseorang berjuang meraih kedudukan tertentu. antara lain: 1. pasti melibatkan lebih dari satu orang. Setiap perbuatan korupsi tidak mungkin dilakukan sendiri.

Bentuk-bentuk Korupsi Perbuatan korupsi dari segi bentuknya dapat dibagi sebagai berikut : Pertama. janji jabatan dan sebagainya. Kedua. yang dikategorikan sebagai political corruption. intimidasi. Memperhatikan materi dan pengertian korupsi seperti yang diuraikan. manipulasi dibidang ekonomi (termasuk penyelundupan). B. komersiliasi pemungutan suara pada lembaga legislatif atau pada keputusan yang bersifat administratif. Di satu pihak sang koruptor menunjukkan perilaku menyembunyikan tujuanuntuk menyeret semua pihak untuk ikut bertanggung jawab. Sikap dermawan dari koruptor yang acap ditampilkandi hadapan publik adalah bentuk fungsi ganda yang kontradiktif. berupa perbuatan memanipulasi pemungutan suara dengan cara penyuapan. 8.terbaik untuk kepentingan semua pihak. paksaan. dan/atau campur tangan yang dapat mempengaruhi kebebasan memilih. dan selanjutnya membandingkan dengan Undang-Undang No. Tetapisetelah mendapat kepercayaan kedudukan tidak pernah melakukan apayang telah dijanjikan. yaitu menyangkut penyuapan (termasuk pemberian/penerimaan komisi).3 Tahun 1971 jelaslah bahwa UU ini umumnya memuat ketentuan yang berkaitan dengan material corruption. Setiap bentuk korupsi melibatkan fungsi ganda yang kontradiktif dari koruptor sendiri. dan manipulasi . di pihak lain dia menggunakan perilaku tadi untuk meningkatkan posisi tawarannya. yang lebih banyak menyangkut penyelewengan di bidang materi (uang) yang dikategorikan material corruption.

000 (disesuaikan dengan UU no. yaitu : . 15. C. Sifat-sifat Korupsi Korupsi dapat dibagi menurut sifatnya (motifnya). 30 juta. Khusus political corruption. dengan ancaman pidana setinggi-tingginya hukuman penjara seumur hidup dan/atau denda Rp. Hal ini dapat dilihat. 4 tahun 1975 yang dalam pasal 26 sampai dengan pasal 29 dari UU No. 4 tahun 1975). Meskipun UU ini umumnya menyangkut material corruption.lain yang merugikan kesejateraan umum. serta yang semacamnya. dalam kerangka perundang-undangan nasional di Indonesia. Jadi tidak perlu harus sudah terjadi kerugia negara. semuanya sudah dianggap telah melakukan perbuatan korupsi. materinya diatur dalam UU tentang Pemilihan Umum No. 15 tahun 1969 yang telah disempurnakan dengan Undang-Undang No. antara lain seseorang yang menyalahgunakan jatah untuk rakyat atau menyalahgunakan kekuasaannya. sehingga dapat merugikan negara. 15 tahun 1969 tersebut. Disamping bagi orang yang melalaikan kewajibannya dalam penyelenggaraan pemilihan umum dipidana dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau pidana denda setinggi-tingginya Rp.ditetapkan ancaman pidananya setinggi-tingginya lima tahun penjara. namun jangkauan sasarannya cukup luas. disamping dapat dikenakan hukuman tambahan berupa penyitaan kekayaan yang diperoleh melalui perbuatan korupsi tersebut. Demikian pula pemufakatan saja untuk melakukan korupsi.

Contohnya. ia berusaha mendapatkan kesempatan melakukan korupsi dengan tujuan. Yang pokok ialah ia mendapatkan uang tersebut. korupsi menciptakan 4 efek negatif yang telah melanda kehidupan sosial ekonomi. D. Contoh. berkembangnya naluri konsumtif keseluruh lapisan masyarakat yang ditimbulkan oleh pelemparan uang panas atau pembelanjaan pendapatan gelap (black income) oleh para pelaku korupsi dan demonstration effect yang menyertainya. yaitu : Pertama. korupsi bermotif terselubung. Kedua. tetapi sesungguhnya mempunyai motif lain. Tetapi kenyataannya setelah ia menerima suap. seorang pejabat menerima suap dengan janji akan berusaha agar si pemberi suap berhasil dipilih menjadi anggota DPR atau dapat memegang suatu jabatan tertentu. uang (kekayaan) yang dikorupsinya itu akan digunakan juga untuk memudahkan mendapatkan suatu jabatan/fasilitas yang lebih penting lagi. korupsi bermotif ganda.Pertama. . seorang oknum atau pejabat/pengusaha pada saat ia masih aktif. Korupsi seperti ini ialah seseorang melakukan korupsi secara lahiriah kelihatannya hanya bermotifkan uang saja. Efek dari Korupsi Menurut Sritua Arief. Korupsi seperti ini ialah korupsi yang secara sepintas keliatan bermotif mendapatkan uang semata-mata. yakni motif kepentingan politik. ia tidak mempedulikan lagi janjinya kepada orang yang memberi suap.

yang bersifat terselubung dan diselubungkan . bukannya rakyat luas. Dalam Kongres PBB ke-6 mengenai the Prevention of Crime and the Treatment of Offenders pada tahun 1980. Korupsi merupakan tantangan serius. pengalihan sumber-sumber nasional ke luat negeri oleh pelaku-pelaku korupsi disebabkan adanya kekhawatiran timbulnya gejolak sosial yang eksplosif di dalam negeri. karena dua alasan. korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum. Ini terjadi sebagai akibat berlangsungnya suatu proses penentuan harga barang dan jasa tidak wajar dalam masyarakat yang timbul dari adanya ketidakwajaran disegi penyediaan dan permintaan. pergeseran pendapatan yang bersifat semakin regresif setelah memperhitungkan pendapatan dari hasil korupsi yang tidak tercatat: pendapatan dari hasil korupsi dan penyimpangan-penyimpangan lain. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan.Kedua. didunia politik korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok. Ketiga. Keempat. Ini membuat kemampuan ekonomis negara-negara dengan pemerintahan yang korup sangat lemah dalam memenuhi tuntutan-tuntutan masyarakat dalam proses pembangunan. yaitu : . penyempitan sosial dalam pemanfaatan jasa harta-harta sosial atau barang-barang dan jasa-jasa umum. maka tinda pidana korupsi diklasifikasikan sebagai jenis tindak pidana yang sukar dijangkau oleh hukum (offences beyond th reach of the law). Hal ini terjadi karena aparat penegak hukum relatif tidak berdaya atau tidak mempunyai kekuatan menghadapi jenis tindak pidana ini.

1. 2. Kedudukan ekonomi atau politik yang kuat dari si pelaku ( the high economic or political status of their perpetrators). . Keadaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga mengurangi kemungkinan mereka dilaporkan atau dituntut ( the circumstances under which they had been committed were such as to decrease the likehood of their being reported and prosecuted).

SARAN Bagi banyak orang korupsi bukanlah suatu pelanggaran hukum melainkan adalah suatu kebiasan.BAB III PENUTUP I. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia. politik. II. . dan sistem pengadilan. Namun hingga kini pmberantasan terhadap tindak pidana korupsi masih belum menunjukkan titik terang. Selain itu juga mempunyai dari 2 sifat/motif yaitu bermotif terselubung dan bermotif ganda Korupsi juga menimbulkan efek diberbagai bidang seperti dalam bidang sosial ekonomi. Untuk itu pemberantasan korupsi harus dijalankan secara tegas dan diberi hukuman yang berat agar para pelaku korupsi tersebut jera dan tidak melakukan korupsi lagi. KESIMPULAN Korupsi merupkan suatu tindakan pidana yang memperkaya diri dan mengakibatkan kerugian bagi perekonomian negara. Korupsi juga dapat diklasifikasikan dalam 2 bentuk yaitu material corruption dan political corruption.

O.DAFTAR PUSTAKA Loppa. Bandung: Penerbit Alumni . 2001.2006. R. Baharuddin. Jakarta: Kompas Media Nusantara Wiyono.C. Pengawasan Terhadap Jaksa Selaku Penyidik Tindak Pidana Khusus dalam Pemberantasan Korupsi. Bandung: Penerbit Alumni Kaligis. Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia. Kejahatan Korupsi dan Penegakkan Hukum. 1974.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful