BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secaraa seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya. Hal ini menuntut perubahan-perubahan dalam mengorganisasikan kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar-mengajar, bertindak sebagai fasilitor yang berusaha mencipatakan kondisi belajar mengajar yang efektif, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai. Untuk memenuhi hal tersebut di atas, guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa, sehingga ia mau belajar karena siswalah subyek utama dalam belajar. Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif. Namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasana kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan

1

cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Pembelajaran Agama Islam tidak lagi mengutamakan pada penyerapan melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktifitas peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas dengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada orang lain. (Hartoyo, 2000:24). Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti ingin mencoba melakukan penelitian dengan judul “ Peningkatan Pembelajaran Agama Islam Melalui metode pemberian tugas belajar dan resitasi Pada Siswa Kelas IV SDN Sentul Jaya II”.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pemberian tugas belajar dan resitasi? 2. Bagaimanakah pengaruh metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi terhadap motivasi belajar siswa?

C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

2

D. Meningkatkan motivasi pada pelajaran agama islam 3. 2. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi agama islam. 2. BAB II KAJIAN PUSTAKA 3 . Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pemberian tugas belajar dan resitasi. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu. E. Penelitian inihanya dikenakan pada siswa Kelas VI SDN Sentul Jaya 2 Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang Tahun Pelajaran 2011/2012. 2. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan “Menceritakan Kisah Nabi”. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi agama islam.1. maka diperlukan pembatasan masalah meliputi: 1. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pemberian tugas belajar dan resitasi. 3. Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat: 1. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012.

Motivasi Belajar 1. sikap dan lain-lain (Soetomo. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. kecakapan. 1993:120) Pasal 1 Undang –undang No. Definisi Pembelajaran Pembelajaran adalah proses. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional menyebutkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. berusaha tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (KBBI. berkembang daya pikir. tetapi perubahan dalam kebiasaan. bertambah. 1996:14) Sependapat dengan pernyataan tersebut Soetomo (1993:68) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang menyebabkan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat fisik. B.A. Jadi pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan siswa belajar pada suatu lingkungan belajar untuk melakukan kegiatan pada siatuasi tertentu. Pengertian Motivasi Menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata 4 .

Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. 2000: 29).untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar. 2000: 29). Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya 5 . yaitu: a. b. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. suruhan. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. 3. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan mateti itu dengan lebih baik. apakah karena adanya ajakan. suruhan. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. apakah karena adanya ajakan. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama dikelasnya (Usman. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman.

Dengan cara tertulis. Pengajaran metode pemberian tugas belajar dan resitasi 1. misalnya adanya persaingan. Nasution ada beberapa batasan istilah belajar a) Belajar adalah perubahan dalam sistem urat saraf. dan lain sebagainya. Belajar. b) Belajar adalah penambahan pengetahuan. DEFINISI Yang dimaksud dengan pemberian tugas belajar dan resitasi ialah suatu cara mengajar di mana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada peserta didik. 6 . sedangkan hasil tersebut di periksa oleh guru dan peserta didik mempertanggung jawabkannya. Banyak sekali perumusan tentang belajar Menurut S.perangsang dari luar. Pertanggungan jawab itu dapat dilaksanakan dengan cara .Dengan menjawab test yang diberikan oleh guru. . Di sekolah biasanya itu datang dari pihak guru atau kepala sekolah atau peserta didik sendiri. 2.Dengan menyampaikan ke muka berupa lisan . Dalam metode ini kita menemukan tiga istilah penting 1. Tugas ini biasanya bersifat educatif dan bukan bersifat dan berunsur pekerjaan. C. untuk mencapai nilai yang tinggi. Tugas: Tugas adalah suatu pekerjaan yang harus dilakukan baik tugas datangnya dari orang lain maupun dari dalam diri kita sendiri.

Giat dan rajin berdakwah. Tuhan memberikan suatu tugas yang berat terhadap Nabi Muhammad sebelum dia melaksanakan tugas keRasulannya.W. Metode ini sering disebut metode pekerjaan rupiah. cara belajar dan sebagainya. pengalaman.T Hai orang yang berselubung. seperti: sifat. hendak besarkan Tuhan-mu. Firman Allah S. Dan bersihkanlah pakaianmu! Tinggallah pekerjaanpekerjaan yang mendatangkan siksaan. Prinsip yang mendasari metode ini ada dalam AI-Quran. Jadi Tuhan memberikan tugas lima macam. keterampilan. diketahui atau dipelajari. 3.c) Belajar adalah perubahan kelakuan berkat pengalaman dan pengertian. Al Mudatatsir: 1-7). pengetahuan. 7 . keadaan jasmaniah dan lain-lain sebagainya. Resitasi Resitasi adalah penyajian kembali atau penimbulan kembali sesuatu yang sudah dimiliki. (Q. dan jugs dipengaruhi pula oleh lingkungan. b. bangunlah dan pertakutilah kaummu. Janganlah engkau memberi kepada orang lain lantaran hendak meminta lebih banyak. Tugas yang diintruksikan itu ialah berupa sifat-sifat kepemimpinan yang harus dimiliki. Ta'at beragama (membesarkan Tuhan). waktu.S. Sabar dan uletlah menurut perintah Tuhan. Hasil belajar dipengaruhi pula oleh motif bahan yang dipelajari dengan mempergunakan alat-alat. Perubahan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh apa yang dimiliki seseorang itu. antara lain: a.

Mendorong peserta didik supaya suka berlomba-lomba untuk mencapai 8 . 3. 2. Meringankan tugas guru yang diberikan. 4. Karena hasil-hasil yang dikerjakan dipertanggung jawabkan dihadapan guru. Memupuk anak agar mereka dapat berdiri sendiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain. Membersihkan diri.c. 5. 2. Dapat mempertebal rasa tanggung jawab. Murid mempertanggung jawabkan hasil. Murid melaksanakan tugas (belajar) cara murid belajar akan terlaksana dengan balk apabila dia belajar sesuai dengan petunjuk yang diberikan guru dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. 3.3> 3. jiwa dari kekotoran lahir dan bathin. KEUNTUNGAN METODE RESITASI 1. Guru memberikan tugas: Tugas yang diberikan oleh guru harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Resitasi itu juga akan wajar apabila sesuai dengan tujuan pemberian tugas. Percaya pada diri sendiri dan tidak mengharapkan sesuatu pada orang lain. PASE-PASE RESITASI Dengan metode Resitasi terdapat 3 fase 1. pekerjaannya (resitasinya). Peserta didik belajar membiasakan untuk mengambil inisiatif sendiri dalam segala tugas yang diberikan. 2. ada pula berbentuk sesuatu yang baik dari berbagai aspek. d. Dalam pelaksanaan tugas itu kemungkinan peserta didik akan menjawab dan penyelesaikan suatu bentuk hitungan dan ada pula berbentuk sesuatu yang harus diselesaikan. e. Tabah dan ulet dalam melaksanakan tugas.

2. -Mencari tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuan setiap individu sulit. Peserta didik yang terlalu bodoh sukar sekali belajar. 3. 4. karena mereka kembali dari sekolah selalu melakukan tugas. Bila tugas terlalu sering dilakukan oleh murid akan menyebabkan . seingga waktu bermain tidak ada. 5. 5. 6.sukses. Kadang-kadang pembahasannya kurang sempurna. 4. Kadang-kadang peserta didik menyalin atau meniru pekerjaan temannya sehingga pengalamannya sendiri tidak ada. LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DIRUMUSKAN TERLEBIH DAHULU DALAM PELAKSANAAN RESITASI 9 .Menyebabkan peserta didik asal mengerjakan saja karena mereka menganggap tugas-tugas tersebut membosankan. Waktu yang dipergunakan tak terbatas sampai pada jam jam 9. -Kalau peserta didik terlalu banyak kadang-kadang guru tak sanggup memeriksa tugas-tugas peserta didik tersebut. KELEMAHAN METODE RESITASI 1.Terganggunya kesehatan peserta didik. 8. sekolah. Dapat memperdalam pengertian dan menambah keaktipan dan kecakapan peserta didik. 7. jalan pelajaran lambat dan memakan waktu yang lama. . Hasil pelajaran akan tahan lama karena pelajaran sesuai dengan minat peserta didik. Kemungkinan tugas yang diberikan tapi dikerjakan oleh orang lain.

1. e. Tujuan yang harus dicapai mestilah dirumuskan terlebih dahulu secara jelas. Tentukan bentuk-bentuk resitasi yang akan dipakai. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). d. 2. sehingga anak mengerti betul apa yang harus dikerjakan. c. Penelitian 10 . a. c. 3) Adakan kontrol yang sistimatis sehingga mendorong anak¬anak bekerja dengan sungguh-sungguh. Hargailah setiap tugas yang di kerjakan murid. f. Terangkan dengan jelas tugas-tugas yang akan dikerjakan murid. 2) Waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup. Selidiki apakah metode resitasi satu-satunya yang terbaik untuk bahan yang akan diajarkan. b. Saran-saran: 1) Tugas yang diberikan harus jelas. Setiap tugas yang diberikan harus di kontrol. Berikan dorongan bagi siswa kurang bergairah. Siswa yang mengalami kegagalan harus dibimbing. Pemberian Tugas Dan Penjelasan a. Pelaksanaan Tugas. karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. b.

penanggung jawab penuh penelitian tindakan adalah praktisi (guru). pengamatan dan refleksi. Tempat Penelitian Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. dan (d) administrasi social ekperimental. 8) mengelompokkan penelitian tindakan menjadi empat macam yaitu (a) guru bertindak sebagai peneliti. A. Menurut Oja dan Sumarjan (dalam Titik Sugiarti. Penelitian ini bertempat di SDN Sentul Jaya 2 Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang Tahun Pelajaran 2011/2012. sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. tindakan. (c) Simultan terintegratif. peneliti tidak tergantung pada jumlah siklus yang harus dilalui. Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentu guru sebagai peneliti. kehadiran peneliti sebagai guru di kelas sebagai pengajar tetap dan dilakukan seperti biasa. Jadi dalam penelitian ini. 11 . Penelitian ini akan dihentikan apabila ketuntasan belajar secara kalasikal telah mencapai 85% atau lebih. Dengan cara ini diharapkan didapatkan data yang seobjektif mungkin demi kevalidan data yang diperlukan. Tempat. Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan. 1997. Dalam penelitian ini peneliti tidak bekerjasama dengan siapapun. Waktu dan Subyek Penelitian 1. sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti.ini juga termasuk penelitian deskriptif. (b) penelitian tindakan kolaboratif.

maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan 12 . Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas 4 SDN Sentul Jaya 2 Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang Tahun Pelajaran 2011/2012. sedangkan tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru (Mukhlis. Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih. serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan (dalam Mukhlis. 2000: 3). 3. B. Waktu Penelitian Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk memperbaiki/meningkatkan pratek pembelajaran secara berkesinambungan. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Sedangkah menurut Mukhlis (2000: 5) PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.2. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. yaitu penelitian tindakan. Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM. 2000: 5). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September semester gasal 2011/2012.

1997: 6). Putar an 1 Refleksi Rencana Rencana awal/rancangan awal/rancangan Putar an 2 Tindakan/ Observasi Refleksi Tindakan/ Observasi Refleksi Tindakan/ Observasi Rencana yang Rencana yang direvisi direvisi Rencana yang Rencana yang direvisi direvisi Putar an 3 Gambar 3.1 Alur PTK Penjelasan alur di atas adalah: 1. sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah. observation (pengamatan). dan refleksi. Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi. dan reflection (refleksi). Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. 13 . tujuan dan membuat rencana tindakan. termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. tindakan. yaitu berbentuk spiral dari sklus yang satu ke siklus yang berikutnya. action (tindakan). Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut. pengamatan.Taggart (dalam Sugiarti. Setiap siklus meliputi planning (rencana). Rancangan/rencana awal.

yaitu putaran 1. melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat. berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya. 14 . dan kegiatan belajar mengajar. Silabus Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolahan kelas. 2. peneliti mengkaji. tujuan pembelajaran khusus. 2 dan 3. Kegiatan dan pengamatan. 3. C. meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran model discovery . Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1. Rancangan/rencana yang direvisi. 4. Refleksi.2. Dibuat dalam tiga putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pengajaran yang telah dilaksanakan. Rencana Pelajaran (RP) Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. dimana masing putaran dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. indicator pencapaian hasil belajar. Masingmasing RP berisi kompetensi dasar. serta penilaian hasil belajar. Observasi dibagi dalam tiga putaran.

Tes formatif Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. b. E. Teknik Analisis Data 15 . Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar a. untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. 4. Bentuk soal yang diberikan adalah pilihan ganda (objektif).3. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Metode Pengumpulan Data Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan metode pemberian tugas belajar dan resitasi. dan tes formatif. Lembar Kegiatan Siswa Lembar kegaian ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses pengumpulan data hasil eksperimen. Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran. observasi aktivitas siswa dan guru. D. 5. Lembar observasi pengolahan metode pemberian tugas belajar dan resitasi. Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 46 .

1994).Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Untuk menilai ulangan atu tes formatif Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu: 1. yaitu seorang siswa telah tuntas belajar 16 . Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud. yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan: X = ∑X ∑N : X = Nilai rata-rata Σ X = Jumlah semua nilai siswa Σ N = Jumlah siswa Dengan 2. Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiata pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Untuk ketuntasan belajar Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal.

Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut: P= ∑ Siswa.tuntas. dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%. yang. data observasi berupa pengamatan pengelolaan metode pemberian tugas belajar dan 17 .bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65.belajar x100% ∑ Siswa BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang diperoleh berupa hasil uji coba item butir soal.

Data hasil uji coba item butir soal digunakan untuk mendapatkan tes yang betul-betul mewakili apa yang diinginka. b. LKS 1. dan alat-alat pengajaran yang mendukung. soal tes formatif 1. Siklus I a. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. dan data tes formatif siswa pada setiap siklus. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran 18 . taraf kesukaran. Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan penglolaan metode pemberian tugas belajar dan resitasi yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi dalam meningkatkan prestasi Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkan metode pemberian tugas belajar dan resitasi. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 10 September 2011 di SDN Sentul Jaya 2 dengan jumlah siswa 22 siswa. Analisis Data Penelitian Persiklus 1. A. Data ini selanjutnya dianalisis tingkat validitas. Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1.resitasi dan pengamatan aktivitas siswa dan guru pada akhir pembelajaran. dan daya pembeda. reliabilitas.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan.09 dan ketuntasan belajar mencapai 19 . Urut Nilai 1 60 2 70 3 70 4 60 5 80 6 80 7 70 8 70 9 60 10 80 11 50 Jumlah 750 Jumlah Skor 1520 Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200 Rata-Rata Skor Tercapai 69.3. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.18 No 1 2 3 Uraian Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi diperoleh nilai ratarata prestasi belajar siswa adalah 69. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus I No.09 15 68.2. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I : Tuntas : Tidak Tuntas : 15 :7 : Belum tuntas Hasil Siklus I 69. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut: Tabel 4. Urut 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Jumlah Nilai 60 80 70 80 70 90 60 60 70 70 60 770 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 3 Keterangan: T TT Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas Klasikal Tabel 4.09 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 7 4 No.yang telah dipersiapkan.

Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. LKS 2. Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2. dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi. Tahap kegiatan dan pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 17 September 2011 di SDN Sentul Jaya 2 dengan jumlah siswa 22 siswa. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa selama proses belajar mengajar yang telah dilakukan.18% atau ada 15 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. 2. Instrument yang 20 . karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 68. Siklus II a. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I.18% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. soal tes formatif II.68. sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. b.

27 No 1 2 3 Uraian Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 76.36 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 3 No. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus II : Tuntas : Tidak Tuntas : 17 :5 : Belum tuntas Hasil Siklus II 76.5. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah megalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I.36 17 77.digunakan adalah tes formatif II. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan 21 . Urut 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Jumlah Nilai 90 80 80 80 80 60 80 70 60 80 80 840 Keterangan T TT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 9 2 Keterangan: T TT Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas Klasikal Tabel 4.36 dan ketuntasan belajar mencapai 77. Tabel 4.27% atau ada 17 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar.4. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II No. Urut Nilai 1 60 2 80 3 80 4 90 5 90 6 60 7 80 8 70 9 60 10 80 11 90 Jumlah 840 Jumlah Skor 1680 Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200 Rata-Rata Skor Tercapai 76.

3.6. sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus III. Siklus III a. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Urut Nilai Keterangan 22 . Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus III No.berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Urut Nilai Keterangan No. Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 3. dan alat-alat pengajaran yang mendukung b. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. soal tes formatif 3. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif III. LKS 3. Tahap kegiatan dan pengamatan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III dilaksanakan pada tanggal 24 September 2011 di SDN Sentul Jaya 2 dengan jumlah siswa 22 siswa. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menerapkan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Adapun data hasil peneitian pada siklus III adalah sebagai berikut: Tabel 4.

36 Tabel 4. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan metode pemberian tugas belajar dan resitasi sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan. Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II.82 TT 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Jumlah 90 90 90 60 90 80 70 70 80 90 80 890 T √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 TT √ √ √ 2 1 Keterangan: T TT Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas Klasikal : Tuntas : Tidak Tuntas : 19 :3 : Tuntas Hasil Siklus III 81. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus III No 1 2 3 Uraian Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 81.36% (termasuk kategori tuntas). Pada siklus 23 .82 19 86.7.82 dan dari 22 siswa yang telah tuntas sebanyak 19 siswa dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar.T 1 90 √ 2 90 √ 3 90 √ 4 80 √ 5 90 √ 6 80 √ 7 90 √ 8 60 9 90 √ 10 90 √ 11 60 Jumlah 910 9 Jumlah Skor 1800 Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200 Rata-Rata Skor Tercapai 81. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 86.

tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mepertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan metode 24 . c. 4) Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan. tetapi persentase pelaksanaannya untuk masingmasing aspek cukup besar. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna. d. 2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung. sehingga penelitian ini hanya sampai pada siklus III. 3) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik. Refleksi Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan metode pemberian tugas belajar dan resitasi.III ini ketuntasan secara klasikal telah tercapai. Dari data-data yang telah diperoleh dapat duraikan sebagai berikut: 1) Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak. Revisi Pelaksanaan Pada siklus III guru telah menerapkan metode pemberian tugas belajar dan resitasi dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik.

B. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Berdasarkan analisis data.pemberian tugas belajar dan resitasi dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Berdasarkan analisis data. diperoleh aktivitas siswa dalam proses metode pemberian tugas belajar dan resitasi dalam setiap siklus mengalami peningkatan. dan 86. dan II) yaitu masing-masing 68. mendengarkan/ memperhatikan penjelasan guru. dan diskusi antar siswa/antara siswa 25 . Ketuntasan Hasil belajar Siswa Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa metode pemberian tugas belajar dan resitasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembahasan 1. 77.36%. 3. II. 2. diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran agama islam pada pokok bahasan mengarang yang paling dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media.27%. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.18%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan kegiatan LKS/menemukan konsep. 26 . menjelaskan/melatih menggunakan alat. Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langah-langkah metode pemberian tugas belajar dan resitasi dengan baik. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.dengan guru. memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.

Kesimpulan Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus. Penerapan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi mempunyai pengaruh positif. Pembelajaran dengan berbasis masalah memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus. rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar. maka disampaikan saran sebagai berikut: 1.BAB V PENUTUP A. yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa. sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik 27 . siklus II (77.36%). Saran Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar agama islam lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa. Untuk melaksanakan model berbasis masalah memerlukan persiapan yang cukup matang. dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. B. 2.27%). yaitu siklus I (68. siklus III (86.18%).

28 . guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran. memperoleh konsep dan keterampilan.yang benar-benar bisa diterapkan dengan model berbasis masalah dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal. 2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa. dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru. sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. karena hasil penelitian ini hanya dilakuakan di SDN Sentul Jaya 2 Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang Tahun Pelajaran 2011/2012. walau dalam taraf yang sederhana. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut. 3.

Bandung: PT. Surabaya. Masriyah. 2002. University Press. Bandung: Sinar Baru Algesindo. (1991). 1972. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Widoko. Hamalik. Marsh. Miskonsepsi agama islam dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Psikologi Belajar dan Mengajar. 1997. Boston: A Liyn dan Bacon. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Bruce dan Weil. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. 2002. Universitas Negeri Surabaya. 2000. Remaja Rosdakarya. Analisis Butir Tes. 2000. Models of Teaching Model. Joyce. 29 . Usman. Suharsimi. 1997. Berg. 1999. Surabaya: Universitas Press. Penelitian Tindakan Kelas. Euwe Vd. Metode Pembelajaran Konsep. Nur. Suryosubroto. Abdul. Oemar. Surabaya. Menjadi Guru Profesional. B. Jakarta: Bumi Aksara. dkk. Soedjadi. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. 2001.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Mukhlis. 2000. Uzer. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Rineksa Cipta. Jakarta: PT. (Ed). Moh. Unesa Universitas Press.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful