P. 1
Translasi Mata Uang Asing

Translasi Mata Uang Asing

|Views: 59|Likes:
Published by gebleh

More info:

Published by: gebleh on Jun 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

TRANSLASI MATA UANG ASING

TRANSLASI MATA UANG ASING (Akuntansi Internasional) A) Perbedaan translasi dan konversi antar mata uang asing. Translasi tidak sama dengan konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, seperti halnya sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang kedalam nilai ekuivalen dollar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi. Saldo-saldo dalam mata uang asing ditranslasikan menjadi nilai ekuivalen mata uang domestic berdasarkan kurs nilai tukar valuta asing yaitu harga satu unit suatu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lainnya. Mata uang Negara dagang utama dibeli dan dijual dalam pasar global. Dengan dihubungkan lewat jaringan telekomunikasi yang canggih, para pelaku pasar mencakup bank dan perantara mata uang lainnya, kalangan usaha, para individu, dan pedagang professional. Dengan menyediakan tempat bagi para pembali dan penjual mata uang, pasar mata uang asing memfasilitasi transfer pembayaran internasional (contoh: dari importer kepada eksportir), memungkinkan terjadinya pembelian atau penjualan internasional secara kredit (contoh: letter of credit suatu bank yang memungkinkan barang dikirimkan kepada pembeli yang belum dikenal sebelum dilakukan pembayaran), dan meyediakan alat bagi para individu atau kalangan usaha untuk melindungi diri mereka dari resiko nilai mata uang yang tidak stabil. Transaksi mata uang asing terjadi pada pasar spot, forward, atau swap. Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya, yaitu dalam waktu 2 hari kerja. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak factor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antar Negara, perbedaan suku bunga nasional dan ekspektasi terhadap arah nilai tukar di masa mendatang. Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot. Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu Negara asing, dalam kesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs nilai tukar valuta asing.

B) Istilah dalam translasi mata uang asing. Translasi adalah penjabaran mata uang asing. Translasi merupakan pertukaran mata uang asing (diatur oleh IAD no.21) 1. Translasi terjadi apabila perusahaan anak cabang telah signifikan, dan ada MNC (Multy National Corporete)

solusi-solusi yang masuk akal atas masalah bagaimana memperlakukan “keuntungan atau kerugian” translasi ini sangat dibutuhkan.Kata ‘compile’ dipakai sebagai istilah translasi yang menghasilkan output file . C) Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing. Translasi dari intermediate-code ke executable-code bersifat compile juga (output file ada). Intermediate-code 3. Translasi dari source-code ke intermediate-code bersifat compile (output file ada). 3. Program aplikasi computer (perangkat lunak) yang biasa dikembangkan dapat berada dalam tiga bentuk: 1.Dalam praktek. Mixed. Full-compilation. Executable-code Ada Dua Proses Tahap Translasi : 1. Interpret. 3. Translasi dari intermediate-code ke executable-code bersifat interpret (tidak dihasilkan output file). Karenanya. Translasi merubah satuan yang berbeda-beda menjadi satuan uang.2. bisa berarti apa. Translasi dari intermediate-code ke executable-code Variasi Pendekatan Translasi Pendekatan translasi program komputer dalam bentuk source-code ke executable-code : 1. Translasi dari source-code ke intermediate-code 2. Translasi dari source-code ke intermediate-code bersifat compile (dihasilkan output file). pemakaian kata ini sangat sembarangan. translasi yang bermaun krus Translasi merupakan proses penerjemahan bahasa pemograman ( source code) menjadikan sebuah file atau berupa tampilan lain. Perlakuan-perlakuan akuntansi menyebabkan penyesuaian-penyesuaian intemasional ini sama beragamnya dengan prosedur-prosedur translasi yang melatarbelakanginya. Pendekatan-pendekatan atas akuntansi bagi penyesuaian translasi dimulai dari pendekatan deferral (penundaan) hingga pendekatan yang tidak mengharuskan penundaan sama sekali. . kata compile bermakna ‘translasi dari source-code ke intermediate-code (yang menghasilkan output file)’. 2. dan Link. Proses Transalai meliputi istilah: Compile. dengan perlakuan-perlakuan hibrida diantara keduanya. Translasi dari source-code langsung ke executable-code dengan menggunakan sat tahap saja. Source-code 2. Untuk selanjutnya. Full-interpretation.

memasukkan keuntungan dan kerugian “di atas kertas” semacam itu ke dalam laba yang dilaporkan bisa menyesatkan pembaca laporan keuangan. Jadi. Selain itu. Bagi beberapa pihak. kerugian translasi akan diperlakukan sebagai bagian dari biaya aset yang bersangkutan dan diamortisasikan menjadi beban selama usia produktif aset Tersebut. berarti melibatkan elemen random dalam laba yang bisa mengakibatkan gejolak laba yang signifikan setiap kali nilai tukar berubah. Selain itu. Walaupun bersifat konservatif. Yaitu. Dalam situasi-situasi ini. perubahan-perubahan dalam valuta domestik ekivalen dari aktiva bersih perusahaan anak di luar negeri “belum terealisasi”. karena penyesuianpenyesuaian ini tidak selalu menyediakan informasi yang cocok dengan dampak ekonomi yang diharapkan dari perubahan kurs atas arus kas perusahaan. pendekatan tradisionalnya adalah mengakui kerugian dengan segera tetapi hanya mengakui keuntungan sejauh keuntungan tersebut telah terealisasi. Beberapa pengamat menyukai penundaan keuntungan dan kerugian translasi dan mengamortisasikan penyesuaian-penyesuaian ini selama usia item-item neraca yang bersangkutan. 8(paragraf 199). “Kurs selalu berfluktuasi. yaitu. penundaan keuntungan translasi semata-mata dilakukan karena keuntungan “menolak” bahwa perubahan kurs telah terjadi. Berdasarkan asumsi bahwa biaya dari aset termasuk pengorbanan yang diperlukan untuk mengurangi dan menghapus kewajiban yang terkait. Menurut FAS No.Mayor deferal. perubahan-perubahan kurs merupakan fakta historis dan pemakai-pemalcai laporan keuanganakan terlayani dengan baik jika dampak-dampak fluktuasi nilai tukar dicatat ketika dampak-dampak ini muncul. penyesuaian translasi harus diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi. Pilihan ketiga dalam akuntansi bagi keuntungan dan kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian atau keuntungan tersebut dalam laporan laba-rugi secepatnya. Deferral dan Amortisasi. Penundaaan macam apapun dianggap semu dan menyesatkan. D) Pengaruh metode translasi mata uang asing terhadap laporan keuangan. upaya yang paling susah dalam praktik. Situasi-situasi bisa timbul dimana hasil-hasil operasi mengalami salah saji hanya karena kesalahan peramalan. akan menyesatkan. pendekatan deferral. Memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba berjalan. Apresiasi marka terhadap dolar antar tanggal konsolidasi menghasilkan kerugian translasi. penyesuaian-penyesuaiati deferral atau transaksi akan didasari pada prediksi nilai tukar. dengan demikian. Meskipun begitu. kriteria-kriteria penundaan dianggap tidak mungkin diimplementasikan dan secara internal tidak konsisten. Bahkan jika hal itu terjadi. tidak memiliki efek atas arus kas valuta lokal yang ditimbulkan oleh entitas di luar negeri yang mungkin sedang melakukan investasi ulang atau membayar kembali kepada perusahaan induk. mungkin ditentang dengan alasan bahwa nilai tukar tidak kembali ke keadaan semula dengan sendirinya. . sayangnya. penundaan kerugian atau keuntungan translasi menutupi perilaku perubahan nilai tukar. Memasukkan penyesuaian-penyesuaian semacam itu dalam laba berjalan. akuntansi seharusnya tidak memberi kesan bahwa kurs tersebut stabil”. No deferral.Memasukkan penyesuaian-penyesuaian translasi dalam laba berjalan secara umum umum ditentang dengan alasan bahwa penyesuaian-penyesuaian tersebut hanyalah produk dari proses penyajian ulang.

Misalnya. metode kurs berlaku dipersalahkan oleh sebagian orang karena merusak tujuan dasar dari laporan keuangan konsolidasi. Jika valuta lokal tetap dipertahankan sebagai unit pengukuran. 2. Hat ini jarang benar karena nilai persediaan dan aktiva-aktiva tetap di luar negeri umumnya didukung oleh inflasi lokal. untuk keuntungan pemegang saham perusahaan induk. yang disebabkan oleh fluktuasi kurs translasi berjalan. Kedua.Ketiga nilai tukar berikut ini digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domestic. Cara yang paling baik adalah penggunaan metode kurs berlaku. Jika kurs berubah menjadi VA 5 = $1. rasio-rasio keuangan) dalam laporan konsolidasi dari entitas-entitas individual yang dikonsolidasi. Metode kurs berlaku juga dipersalahkan karena mengasumsikan bahwa semua aktiva-valuta lokal dipengaruhi oleh risiko nilai tukar (yaitu. maka biaya historisnya dari perspektif dolar adalah $1. yaitu karena menyajikan. Kurs nilai tukar histories umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestic. Terakhir. Dalam metode kurs berlaku. kurs histories adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi. nifai aset akan diekspresikan sebesar $200 (translasi kurs berlaku). Pertama. 1. laporan keuangan operasi luar negeri. kurs ini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan. Multiple Rate Methods . suatu cara harus ditemukan agar translasi bisa dilaksanakan dengan distorsi yang minimal. Meskipun menarik dan sederhana secara konseptual. Untuk mempertahankan “rasa” lokal dari laporan valuta. hasil-hasil konsolidasi akan mencerminkan perspekfif-perspektif valuta dari masing-masing negara tempat dimana perusahaan-perusahaan anak berada. yang dianggap oleh perusahaan induk sebagai entitas yang otonom. kurs rata-rata yaitu rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar histories. biaya historis aset tersebut dari perspektif dolar (translas’ biaya historis) tetap $1. mengasumsikan bahwa fluktuasi valuta domestik yang ekivalen.000 ketika kursnya adalah VA 1=$1. Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar histories dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koofisien translasi mata uang asing. mempertahankan valuta pelaporan perusahaan induk sebagai unit pengukuran.000. yang berubah dalam metode kurs berlaku.000. memiliki domisili pelaporan mereka sendiri. hasil-hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan anaknya dari perspektif valuta tunggal yaitu. Ini adalah lingkungan akuntansi lokal tempat dimana perusahaan afiliasi asing tersebut mentraksaksikan urusan bisnisnya. Hanya bentuk perkiraan-perkiraan luar negeri. dari perspektif valuta lokal juga $1. jika sebuah aktiva dip=roleh sebuah perusahaan anak di luar negeri seharga VA 1. Single Rate Method Berdasarkan pendekatan translasi ini. merupakan indikator perubahan nilai intrinsik aktiva-aktiva tersebut).000. bukan hakekatnya. Karena semua laporan keuangan valuta asing sebenarnya dikalikan dengan suatu konstansta. metode translasi ini mempertahankan hasil keuangan dan hubungan asli (misalnya.

Seperti halnya metode berlaku-historis. Metodologi ini. metode ini tidak dapat digunakan untuk mengubah atribut suatu item yang sedang diukur. memiliki sejumlah kelemahan. sayangnya. dan hutang yang diukur pada jumlah yang dijanjikan seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal neraca. Karena item-item moneter diselesaikan dalam kas. ditranslasikan dengan kurs rata-rata masing-masing bulan operasi atau dengan basis rata-rata tertimbang dari seluruh periode yang akan dilaporkan. pemakaian kurs berlaku untuk mentranslasikan item-item valuta asing menghasilkan valuta domestik ekivalen yang mencerminkan nilai realisasi atau nilai penyelesaiannya.Metode-metode kurs berganda mengkombinasikan nilai tukar berjalan dan historis dalam proses translasi. misalnya. Metode Temporal Menurut pendekatan temporal. hanya mengubah (restate) denominasi persediaan. Meskipun begitu. Kewajiban dan aktiva lain diukur pada harga yang berlaku ketika item¬item tersebut diperoleh atau terjadi (harga historis). Menurut Lorensen. tidak penilaian aktualnya. beberapa diantaranya diukur berdasarkan harga yang berlaku pada tanggal laporan keuangan (harga berjalan). Dalam GAAP AS. translasi valuta merupakan suatu proses konversi pengukuran (yaitu. 3 metode semacam itu akan dibahas berikut ini. kecuali beban depresiasi dan amortisasi. yang populer di AS dan ditempat-tempat lain sebelum tahun 1976. Piutang dan hutang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan akan diterima atau dibayar pada saat jatuh tempo. Prinsip temporal dengan demikian menyatakan bahwa uang. Definisi-definisi yang ada mengenai aktiva dan kewajiban lancar dan nonlancar tidak menjelaskan mengapa cara klasifikasi seperti itu menentukan kurs mana yang akan digunakan dalam proses transiasi. Pendek kata. Aktiva dan kewajiban yang diukur pada harga uang seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal yang berkenaan dengan harga uang tersebut. cara terbaik untuk mempertahankan basis-basis akuntansi yang digunakan untuk mengukur item-item valuta asing adalah dengan mentranslasikan jumlah uang luar negerinya dengan kurs yang berlaku pada tanggal pengukuran uang luar negeri berlangsung. penyajian ulang nilai tertentu). Item-item laporan laba-rugi. aktiva lancar dan kewajiban lancar sebuah perusahaan anak di luar negeri ditranslasikan kedalam valuta pelaporan perusahaan induknya dengan menggunakan kurs berlaku. Metode moneter-nonmoneter. Karena itu. Metode berlaku-historis. metode moniternonmoneter memakai pola klasifikasi neraca untuk menentukan kurs translasi yang tepat. ada dimensi waktu yang berkaitan dengan nilai-nilai uang ini. seperti persediaan dibawah aturan biaya atau pasar. Aktiva dan kewajiban non-lancar ditranslasikan dengan kurs historis. piutang. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan dengan memakai kurs historis yang berlaku pada saat aset yang bersangkutan diperoleh. Berdasarkan pendekatan berlaku-historis. . metode ini hanya dapat mengubah unit pengukuran. Misalnya. Translasi saldo valuta asing. aktiva kas diukur berdasarkan jumiah yang dimiliki pada tanggal neraca. metode ini kurang memilik justifikasi konseptual.

Hal ini dapat menghasilkan hasil yang kurang tepat. dan investasi jangka panjang. Sebaliknya bila modal kerja ternyata negative dinilai dalam mata uang local berarti terdapat keuntungan (translation gain) akibat revaluasi dengan metode tersebut. biaya penjualan bisa saja dikonversi dengan kurs yang berlainan dengan kurs yang digunakan untuk mengkonversi penjualan. piutang. Metode Monetary/non monetary Asset moneter (terutama kas. semua asset dan kewajiban lancer dari cabang-cabang perusahaan dikonversikan dalam mata uang Negara asal dengan kurs saat ini. Metode konversi mata uang Diseluruh dunia setidaknya dikenal 4 jenis metode konversi mata uang. Hal ini tentu tidak tepat. cabang perusahaan di luar negeri yang memiliki modal kerja yang dinilai positif dalam mata uang local akan meningkatkan resiko rugi (translation loss) akibat devaluasi dengan metode current/non current. 2. surat-surat berharga.seperti biaya depresiasi. Oleh karena itu. dan piutang jangka panjang) dan kewajiban moneter (terutama utang lancar dan utang jangka panjang) dikonversi pada kurs saat ini. Dengan metode ini. Sedang pos-pos nonmoneter. metode ini tidak mempertimbangkan unsur ekonomis. Perlu diperhatikan bahwa metode moneter-non moneter bergantung pada klasifikasi skema neraca untuk menentukan kurs translasi yang tepat. Metode ini juga akan mendistorsikan marjin laba karena menandingkan penjualan berdasarkan harga dan kurs translasi kini dengan biaya penjualan yang diukur sebesar biaya perolehan dan kurs translasi histories. asset tetap. yaitu : 1. Pos-pos dalam laporan laba/rugi dikonversi pada kurs rata-rata pada periode tersebut. dikonversi pada kurs histories. Sebaliknya. piutang.E) Evaluasi dan pemilihan metode translasi mata uang asing. Biaya depresiasi dan biaya penjualan dikonversi pada kurs yang sama dengan pos dalam neraca. Sedang asset dan kewajiban yang tidak lancar (noncurrent). Metode Current/Non current Metode ini merupakan metode yang paling tua di antara metode konversi mata uang. kecuali untuk pos penerimaan dan biaya yang berkaitan dengan asset dan kewajiban non moneter. Menggunakan kurs akhir tahun untuk mentranslasikan aktiva lancar secara tidak langsung menunjukkan bahwa kas. yaitu kurs pada saat neraca disusun. dikonversikan pada kurs histories. yaitu kurs pada saat asset diperoleh ataupun pada saat kewajiban terjadi. seperti stock barang. Metode temporal . Akibatnya. Namun demikian. dan persediaan dalam mata uang asing sama-sama menghadapi risiko nilai tukar. 3. translasi utang jangka panjang berdasarkan kurs histories mengalihkan pengaruh mata uang yang berfluktuasi kedalam tahun penyelesaian.

persediaan umumnya dikonversi dengan kurs histories. serta secara luas digunakan oleh perusahaan-perusahaan Inggris. Variasi dari metode ini adalah mengkonversi semua asset dan kewajiban. Jadi. 4. transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam satu mata uang. F) Transaksi dengan mata uang asing Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesainnya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Sedang biaya penjualan. bila asset yang didenominasi dalam valas melebihi kewajiban dalam valas. cicilan utang. dalam metode moneter/non moneter. namun bisa saja dikonversi dengan kurs saat ini apabila persediaan tersebut dicatat dalam neraca dengan nilai pasarnya. Metode tidak mengubah atribut suatu pos yang diukur. tetapi bukan penilaian sesungguhnya. Dengan demikian mata uang local (contoh euro untuk anak perusahaandari suatu perusahaan AS yang berada di Belgia) adalah mata uang fungsionalnya. dan Wales. Metode Current rate Metode ini merupakan metode yang paling mudah karena semua pos neraca dan laba/rugi dikonversi dengan kurs saat ini. Metode ini direkomendasi oleh Ikatan Akuntan Inggris. Secara teoritis. persediaan (inventory) selalu dikonversi dengan kurs histories. umumnya akan menghasilkan dan mengeluarkan uang dalam mata uang local (Negara-negara domisili). malainkan hanya mengubah unit pengukuran. Dengan metode ini.Dengan menggunakan metode temporal. Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing menyebabkan pengukuran ulang denominasi pos-pos tersebut. Perbedaannya. dan depresiasi yang berkaitan dengan pos-pos dalam neraca dikonversi dengan kurs histories (harga di masa lalu). Skotlandia. Mata uang fungsional sebuah perusahaan diartikan sebagai mata uang lingkungan ekonomi yang utama dimana perusahaan beroperasi dan menghasilkan arus kas. Pos-pos dalam laporan laba/rugi umumnya dikonversi dengan kurs rata-rata pada periode laporan. tetapi diukur atau dicatat dalam mata uang yang lain. petimbangkanlah pertama-tama istilah mata uang fungsional. Metode ini merupakan modifikasi dari metode moneter/non moneter. Untuk memahami mengapa hal ini terjadi. Sedang dalam metode temporal. . kecuali asset tetap bersih yang dinyatakan dengan kurs saat ini. suatu devalusai akan menghasilkan kerugian. metode temporal lebih menekankan pada evalusai biaya (histories ataukah pasar). Jika suatu operasi anak perusahaan luar negeri relative berdiri sendiri dan terintegrasi dalam Negara asing (yaitu sutau anak perusahaan yang menghasilkan produk untuk distribusi setempat). translasi mata uang merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang nilai tertentu.

Hasil translasi seperti itu dengan mudah dapat lebih menyesatkan pembaca ketika memberikan informasi kepada pembaca. Penilaian dolar yang lebih rendah biasanya merendahkan kekuatan laba akutal dari aktiva luar negeri yang didukung oleh inflasi lokal dan rasio pengembalian atas investasi yang terpengaruh inflasi di suatu operasi luar negeri dapat menciptakan harapan yang palsu atas keuntungan masa depan. tetapi diukur dalam dollar AS. laba yang ditranslasikan akan jauh lebih besar sehubungan dengan beban depresisasi yang juga lebih rendah. karena aktiva tersebut akan ditranslasikan menurut kurs historis. karena penyesuaian tersebut tidak konsisten dengan kerangka dasar penilaian biaya historis yang digunakan dalam laporan keuangan dasar di AS. untuk keperluan konsolidasi G) Hubungan translasi mata uang asing dengan inflasi Penggunaan kurs kini untuk mentranslasikan biaya perolehan aktiva non-moneter yang berlokasi di lingkungan berinflasi pada akhirnya akan menimbulkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang jauh lebih rendah dari pada dasar pengukuran awalnya. Pembebanan kerugian translasi atas aktiva tetap dalam mata uang asing terhadap ekuitas pemegang saham akan menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap rasio keuangan. anak perusahaan akan mengukur transaksi mata uang asing yang berdenominasi dalam renmimbi ke dalam dollar AS. kewajiban anak perusahaan berdenominasi dalam renmimbi. Masalah translasi mata uang asing tidak dapat dipisahkan dari masalah akuntansi untuk inflasi asing. .Untuk menggambarkan perbedaan antara suatu transaksi yang berdenominasi dalam suatu mata uang tetapi diukur dalam mata uang lainnya. Mata uang fungsional anak perusahaan adalah dollar AS. Dalam kasus ini. Dari sudut pandang induk perusahaan. mata uang yang digunakan dalam catatan bukunya. Sebagai solusi FAS No 52 mewajibkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang fungsional untuk operasi luar negeri yang berdomisili dilingkungan dengan hiperinflasi. misalkan sebuah anak perusahaan AS di Hong Kong membeli persediaan barang dagangan dari Republik Rakyat Cina yang dibayarkan dalam renmimbi. FASB menolak penyesuaian inflasi sebelum proses translasi. Prosedur ini akan mempertahankan nilai konstan ekuivalen dolar aktiva dalam mata uang asing. Pada saat yang bersamaan. mata uang fungsionalnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->