PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI DESA PLUKARAN KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI

(STUDI KASUS DI DESA PLUKARAN)

Proposal Penelitian

Disusun Oleh: HAMDANAH NIM : 208 151

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS JURUSAN SYARI’AH / EI 2010

perlu disiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. 1999. berbeda dengan orang tua yang keadaan sosial ekonominya rendah. Berkaitan dengan hal-hal yang dikemukakan di atas. IKIP Semarang. Keluarga bertanggung jawab menyediakan dana untuk kebutuhan pendidikan anak. Keluarga merupakan lembaga sosial pertama yang dikenal dengan oleh anak & dalam keluarga ini dapat ditanamkan sikap-sikap yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui jalur pendidikan. Tuntunan masyarakat semakin kompleks dan persaingan juga semakin ketat. Pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi pengembangan sumberdaya manusia. Pengantar Pendidikan. Begitu pula sebaliknya. Latar Belakang Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang di Indonesia. Karena orang tua mereka lebih memusatkan perhatiakn mereka pada bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Press. Untuk itu. Kunaryo. peneliti mengambil judul “PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP 1 Hadikusuma. kurang mendapatkan bimbingan & pengarahan yang cukup dari orang tua mereka. . Keluarga (orang tua) yang keadaan sosial ekonominya tinggi tidak akan banyak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak.1 Lembaga sekolah menampung siswi-siswinya dari berbagai latar belakang atau kondisi sosial yang berbeda-beda umumnya anak berasal dari keluarga menengah keatas lebih banyak mendapatkan pengarahan dan bimbingan yang baik dari orang tua mereka.BAB I PENDAHULUAN A. anak-anak yang berlatarbelakang ekonomirendah. karena pendidikan diyakini mampu meningkatkan sumber daya manusia sehingga dapat menciptakan manusia produktif yang mampu memajukan bangsanya. Apalagi dalam menghadapi era globalisasi & perdagangan bebas.

159 . Kondisi sosial Kondisi sosial adalah keadaan masyarakat suatu negarapada saat tertentu. Bagaimanakah gambaran tentang keadaan sosial ekonomi keluarga siswa di desa Plukaran? 2. maka peneliti dapat mengidentifikaskan permasalahan sebagai berikut: 1. ibu kandung yangdianggap tua. hal. penulis membuat batasan sebagai berikut: 1. Rumusan Masalah Dari berbagai masalah uraian diatas. 3.Martin Andre & VF. Surabaya Ibid. Orang tua siswa Dalam Kamus Bahasa Indonesia. pekerjaan & pendapatan keluarga. orang-orang yang dihormati. 2 3 M. Pengaruh Pengaruh adalah daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu (orang. benda &sebagainya) yang berkuasa / yang memberi kekuatan. B. Bagaimanakah pengaruhnya kondisi sosial ekonomi keluarga yang berbeda terhadap prestasi belajar siswa? C. tenaga & waktu yang berharga. Karina. Ekonomi diartikan sebagai pemanfaatan uang. Kamus Bahasa Indonesia.2 2.PATI”. Dalam penelitian ini yang dimaksud orang tua siswa adalah ayah/ibu yang bertanggung jawa atas pendidikannya. Penegasan Istilah Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penelitian ini. Bhaskara.3 Yang dimaksud dengan kondisi sosial ekonomi dalam penelitian ini adalah keadaan / latar belakang dari sautu keluarga yang berkaitan dengan pendidikan.PRESTASI BELAJAR SISWA DI DESA PLUKARAN KEC. orang tua disebutkan berarti ayah. GEMBONG KAB.

Bagi pemerintahan. Prestasi belajar siswa a) Prestasi belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajaran setelah mengalami aktivitas belajar. b) Siswa-siswi Siswa diartikan pelajar & wanita pada akademi atau perguruan tinggi. yaitu untuk dapat mengetahui prestasi belajar siswa yang dipenagruhi kondisi sosial ekonomi keluarga. Bagi guru. 2. Bagi orang tua. Dalim segi praktis a. mengadakan penelitian yang bersangkutan dengan tema peneliti. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh siswa dalam usaha atau kegiatan menguasai bahan-bahan pembelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. b. Ingin mengetahui bagaimana kondisi sosial ekonomi keluarga di Desa Plukaran & pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Bagi akademik. . D. yaitu dapat menemukan solusi untuk meningkatkan prestasi belajar anak. Kegunaan & Manfaat Kegunaan hasil penelitian ini diharpakan dapat dimanfaatkan dalam segi teoritisnya & dalam segi praktisinya. b. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Dalam segi teoritis a. E. 2. yaitu dapat memberikan bantuan secara tepat. guna meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui besarnya pengaruh layar belakang sosial ekonomi kelaurga yang berbeda terhadap prestasi belajar siswa.4. 1. yaitu untuk dapat digunakan sebagai bahan referensi apabila ada anggota lainnya.

Kondisi Sosial Ekonomi Keadaan sosial ekonomi setiap orang itu berbeda-beda & bertingkat. pendapatan. jenis rumah tinggal & jabatan dalam organisasi.5 Berdasarkan beberapa pendapat di atas. tingkat pendidikan. Ada beberapa faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya ekonomi orang tua di masyarakat. dapat disimpulkan pengertian keadaan sosial ekonomi dalam penelitian ini adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan tingkat pendidikan. Ada yang keadaan sosial ekonomi yang tinggi. manusia dilahirkan memiliki kedudukan yang sama & sederajat. 4 5 Abdu Syani. Jakarta : Bumi Soerjono Soekanto. Akan tetapi. Teori dan Terapan. Suatu masyarakat senantiasa mempunyai status / kedudukan & perananan. prestasinya & hak-hak serta kewajibannya hubungannya dengan sumber daya. kepemilikan kekayaan / fasilitas serta jenis tempat tinggal. 2002. Sosial ekonomi menurut Addulsyani (1994) adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi. Landasan Teori 1. Sosiologi Skematika. Jakarta : Press. sesuai dengan kenyataan setiap manusia yang menjadi warga. tingkat pendapatan. Diantaranya tingkat pendidikan. . Sosiologi Suatu Pengantar. 2. sedang & rendah. tingkat pendapatan & kepemilikan kekayaan atau fasilitas. 1994. 4 sedangkan menurut Soerjono Soekanto (2002) sosial ekonomi adalah posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan orang lain dalamarti lingkungan pergaulan.BAB II LANDASAN TEORI A. Faktor-faktor yang menentukan keadaan ekonomi Berdasarkan kodratnya manusia.

kecerdasan.6 b. Pendidikan adalah aktivitas dan usaha untuk meningkatkan kepribadian dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya yaitu rohami (pikir. 2003. Demikian juga penerimaan barang secara cuma-cuma. 20 Tahun 2003 pasal 1. Semarang : Aneka Ilmu. 6 . UUD RI No. Tingkat Pendidikan Menurut UU RI No. Tahun 2003. serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat. cipta rasa dan hari nurani) serta jasmani (panca indera dan keterampilanketerampilan). Pendidikan menurut UU No. Barang dan jasa yang diterima/diperoleh dinilai dengan harga pasar sekalipun tidak diimbangi ataupun disertai transaksi uang oleh yang menikmati barang dan jasa tersebut. Berdasarkan jenisnya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. biro pusat statistik membedakan pendapatan menjadi 2 yaitu: 1) Pendapatan berupa barang Pendapatan berupa barang merupakan segala penghasilan yang bersifat regular dan biasa akan tetapi tidak selalu berupa balas jasa dan diterimakan dalam bentuk barang atau jasa. Tentang Pendidikan Nasional. bangsa dan negara. tujuan yang akan dicapai. dan kemampuan yang dikembangkan. akhlak mulia. pengendalian diri. pasa dasarnya jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik.a. Depdikbud. pembelian barang dan jasa dengan harta subsidi atau reduksi dari majikan merupakan pendapatan berupa barang. kepribadian. Tingkat pendapatan Pendapatan adalah jumlah suatu pendapatan kepala kelaurga maupun anggota keluarga lainnya yang diwujudkan dalam bentuk uang & barang.

kulkas & lain-lain yang dapat menunjukkan adanya pelapisan dalam masyarakat. Pendapatan sektor informal adalah segala penghasilan baik berupa barang maupun uang yang diterima sebagai balas jasa/kontrasepsi di sektor informal yang terdiri dari pendapatan dari hasil infestasi. Statistik Sosial & Kependudukan.7 Dari penelitian yang dimaksud diatas. 2004. Hal ini karena oleh keadaan penduduk sendiri dalam melakukan berbagai macam kegiatan sehari-hari. pendapatan orang tua adalah penghasilan berupa uang yang diterima sebagai balas jasa dari kegiatan baik dari sektor formal & informal selama satu tahun dalam satuan rupiah. upah & hasil infestasi & pendapatan. pendapatan yang diperoleh dari keuntungan sosial & pendapatan dari usaha sendiri yaitu komisi & penjualan dari hasil kerajinan rumah.2) Pendapatan berupa uang Berdasarkan bidang kegiatannya pendapatan meliputi pendapatan sektor formal & pendapatan sektor informal. 7 Biro Pusat Statistik. Kepemilikan kekayaan atau fasilitas Kepemilikan kekayaan atau fasilitas adalah kekayaan dalam bentuk barang-barang dimana masih bermanfaat dalam menunjang kehidupan ekonominya. televisi. Pendapatan sektor formal adalah segala yang penghasilan baik berupa barang atau uang yang bersifat reguler & diterimakan biasanya balas jasa / kontrasepsi di sektor formal yang terdiri dari pendapatan berupa uang meliputi: gaji. Jawa Tengah. . Besar kecilnya pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk akan berbeda antara yang satu dengan yang lain. c. Fasilitas / kekayaan itu antara lain: 1) Barnag-barang berharga Pemilikan kekayaan yang bernilai ekonomis dalam berbagai bentuk & ukuran seperti perhiasan. Jakarta : Ps.

Menurut Margon et.al. Hampir semua kehidupan manusia diwarnai dengan kegiatan belajar. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. mengenai pengertian belajar yang dikemukakan oleh para ahli. Belajar & Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Prestasi Belajar siswa a. Sedangkan menurut Slameto (1995) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang secara keseluruhan. Oleh karena itu. prestasi belajar anak menjadi lebih baik dibandingkan kondisi sosial ekonomi keluarga yang rendah. Kerangka Berfikir Berdasarkan landasan teori tersebut. Yang didapat anak di sekolah dengan kondisi ekonomi keluarga (X) diharapkan prestasi belajar anak (Y) anak dapat lebih baik. 8 Slameto.8 Dari berbagai pendapat di atas. dapat diambil pengertian bahwa belajar pada dasarnya merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang. Jakarta : Bima Aksara. . Pengertian belajar Beberapa ahli mengemukakan pengertian belajar dalam memberikan gambarang tentang pengertian belajar.2) Jenis kendaraan pribadi Kendaraan pribadi dapat juga digunakan sebagai alat ukur tinggi rendahnya tingkat ekonomi orang tua. 1995. kondisi ekonomi keluarga (indepence) yang dilambangkan (X) mempunyai hubungan dengan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (dependent) yangdilambangkan (Y). B. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relatif permanen dengan lingkungannya. dimungkinkan dengan kondisi sosial ekonomi keluarga. dalam Chatarina (2004) menyatakan bahwa belajar merupakan penambahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktek/pengalaman. 3.

H2 : prestasi belajar siswa diharapkan menjadi lebih baik. . Pengajian Hipotesis Dari uraian di atas maka peneliti mengambil hipotesis.C. H1 : kondisi sosial ekonomi keluarga mempunyai hubungan dengan prestasi belajar siswa.

2004. 2000. BPEE. 147. hal. Statistik Induktif. 1. Iqbal Hasan. Popilasi dan Sampel Populasi adalah jumlah dari keseluruhan objek (satuan-satuan atai individu) yang karakteristiknya hendak diduga. sedang metode yang digunakan peneliti berupa metode penelitian kuantitatif. Metode Penelitian Bisnis. Yogyakarta.10 C. jenis penelitiannya berupa jenis penelitian Asosiatif. 107. Analisis Penelitian dengan Statistik. Bumi Aksara. 10 9 . hal.11 Dalam statistik. hal. data primernya berupa data yang diperoleh dari jawaban sementara (responden) terhadap beberapa pertanyaan yang digunakan & disebabkan oleh peneliti: 2. & data sekunder. 11 Djarwanto & Pangestu Subagyo. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya.BAB III METODE PENELITIAN A. Yogyakarta. 2001. Sumber Data Adapun sumber daya yang digunakan & diperlukan dalam penelitian ini berupa data primer. Jenis dan Metode Penelitian Dalam penelitian yang dilakukan peneliti ini. B. Data Sekunder Data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung yaitu dengan melalui media perantara (diperoleh & dicatat oleh pihak lain). Sedangkan satuan dari populasi dinamakan unsur. Jakarta. kata populasi berarti seluruh objek yang akan diteliti.9 Dalam penelitian yang dilakukan peneliti ini. 19 Nur Indrianto dan Bambang Supomo. BPEF.

BPEF. Angket (kuesioner) Yaitu salah satu bentuk metode pengumpulan data primer yang menggunaan pertanyan lesan atau tertulis. Jakarta. tingkat pendapatan & kepemilikan kekayaan atau fasilitas. Teknik Pengumpulan Data 1. Pengamatan (Observasi) Yaitu penulis dalam rangka memperoleh data dengan melihat & mengamati secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh para orang tua dari pendapatan & pengeluaran yang dikeluarkan oleh orang tua.hal. baik secara langsung maupun dengan tidak langsung dengan sumber data. Moh.152 14 . Gembong Kab. hal.13 Pada penelitian ini peneliti menyebarkan kuesioner kepada pihak-pihak yang telah dipilih dan dianggap dapat dipercaya. D. Galia Indonesia. 2001.234. Nasir. Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki & dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlahnya lebih sedikit dari pada jumlah populasinya). Yogyakarta. hal.1993.12 Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan pada Desa Plukaran Kec. 2. Metode Penelitian. Metode Wawancara Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan sistem tanya jawab.108 Nur Indrianto & Bambang Supama. pengambilan sampel didasarkan atas pertimbangan tingkat pendidikan.Adapun populasi yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah sebagian orang tua berada di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Metode PenelitianBisnis. selain dua metode di atas. 3. 12 13 Ibid.14 Metode ini digunakan peneliti menganggap dengan wawancara peneliti dapat mengambil informasi yang dapat digunakan sebagai bahan penelitian. Pati.

. Uji validitas diuji dengan cara menghitung dengan uji signifikan dengan cara membandingkan thitung dengan Ttabel untuk degre of fredom (df) = n-K. maka dapat digunakan rumus sebagai berikut:15 √ = n' . maka butir atau pertanyaan tersebut valid. Kondisi sosial ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengantingkat pendidikan. tingkat pendapatan kepemilikan kekayaan / fasilitas serta jenis tempat tinggal. n2 15 Sugiyono. Hal. Apabila Thitung lebih dari pada Ttabel dan nilai positif. Uji statistik Untuk menguji hipotesis asosiatif ini digunakan alat uji statistik. Uji Validitas dan Reliabilitas Validitas adalah sejauh mana ketepatan & kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Metode Penelitian Bisnis. yaitu diantaranya dengan menggunakan uji t-test. 2008. Dan karena jumlah n = n2. 2. Alat unsur mempunyai validitas yang tinggi apabila mampu menjalankan fungsi ukurnya sesuai dengan maksud dilakukan pengukuran. F. dalam hal ini n adalah sampel dan k adalah jumlah konstruk.E. Allibeta. Definisi Operasional Telah dikemukakan diatas. Bandung.264. Prestasi belajar adalah merupakan suatu kebutuhan bagi setiap manusia atau suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh satu perubahan tingkah laku yang secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya. 2. bahwa pengertian dari variabel-variabel penelitian ini adalah: 1. Analisis Data 1.

. G.Uji statistik ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen yang digunakan sama peneliti valid atau tidak. Alat Analisis Data Adapun alat analisis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah yang menggunakan program yang dapat dimasukkan ke dalam sistem komputer yaitu yang disebut dengan Program SPSS yang mana dianggap bisa membantu peneliti dalam hal pengukuran valid tidaknya hasil kuesioner yang digunakan.

Abdulsyani. 1999. Moh. Pengantar Pendidikan. Martin Andre dan F. Belajar & Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Teori dan Terapan. UUD RI. Tentang Pendidikan Nasional. Jakarta : Bumi. Tahun 2003.DAFTAR PUSTAKA Hadikusumo. Jawa Tengan. Semarang Press. . Kunaryo. 1995. 2002. 2004. Sosiologi Suatu Pengantar. No. Semarang : Aneka Ilmu. Bhaskara. Biro Pusat Statistik. 1993. 1994. Jakarta Press./ Soerjono Soekanto. M. Jakarta:Press Slameto. Nasir. Jakarta : Bina Aksara.V. Sosiologi Skemaitka. Kamus Bahasa Indonesia. Karina Surabaya. Galia Indonesia. 2003. Depdikbud. Jakarta. Metode Penelitian. Statistik Sosial dan Kependudukan. IKIP.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful