P. 1
IKLIM

IKLIM

|Views: 166|Likes:
Published by CHandra Gigan

More info:

Published by: CHandra Gigan on Jun 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2012

pdf

text

original

SMA SETIA BUDI SUNGAILIAT

MAKALAH TENTANG PERUBAHAN IKLIM

DISUSUN OLEH

ZEINITA DESTI A.P
KELAS : XB

SMA SETIA BUDI SUNGAILIAT JALAN JEND. SUDIRMAN SUNGAILIAT BANGKA 2012

Adapun definisi perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup. melainkan ada parameter lain yang terkait seperti presipitasi. LAPAN (2002) mendefinisikan perubahan iklim adalah perubahan rata-rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu. tekanan. Trewartha. Pengertian Iklim Iklim didefinisikan sebagai berikut :  Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang. Pemanasan . yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs. angin kelembaban. 1980). Istilah perubahan iklim sering digunakan secara tertukar dengan istilah ’pemanasan global’. IPCC (2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi rata-rata kondisi iklim suatu tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya dekade atau lebih). angin. antara lain suhu. Sedangkan istilah perubahan iklim skala global adalah perubahan iklim dengan acuan wilayah bumi secara keseluruhan. Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer.  Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer. yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference.IKLIM 1. atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan. yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global. 2001).1987). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal. maupun radiasi matahari. kondisi awan. padahal fenomena pemanasan global hanya merupakan bagian dari perubahan iklim. Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang iklim disebut klimatologi. karena parameter iklim tidak hanya temperatur saja.  Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. 1979). Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang.

dan estimasi kemungkinan iklim di masa yang akan datang (beberapa dekade atau abad ke depan). dalam studi-studi mengenai perubahan iklim dibutuhkan penilaian yang terintegrasi terhadap sistem iklim atau sistem bumi. Naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi menjadikan perubahan iklim global (Budianto. Hal tersebut karena perubahan temperatur akan memperikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas manusia. dan organisme apa yang dapat mengancam. Perubahan temperatur bumi dapat mengubah kondisi lingkungan yang pada tahap selanjutkan akan berdampak pada tempat dimana kita dapat hidup.ncdc. kriosfer. apa tumbuhan yang kita makan dapat tumbuh. Meskipun pemanasan global hanya merupakan 1 bagian dalam fenomena perubahan iklim.gov/paleo/ctl/about1a. bagaimana dan dimana kita dapat menanam bahan makanan. Gambar 1 : Sistem iklim Sumber : http://www. hidrofer (terutama lautan dan sungai). kondisi iklim saat ini. namun pemanasan global menjadi hal yang penting untuk dikaji. Hal ini tidak terlepas juga dari interaksi dinamis antara sejumlah komponen sistem iklim seperti atmosfer. dan pedosfer. 2000).noaa. Studi perubahan iklim melibatkan analisis iklim masa lalu.global terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Dengan demikian.html . terestrial dan biosfer. Ini artinya bahwa pemanasan global akan mengancam kehidupan manusia secara menyeluruh.

maupun keberadaanya. Iklim Musim (Iklim Muson) Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas) Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. yaitu daerah Selatan A. yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). sehingga mempunyai karakteristik iklim yang spesifik. sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. yaitu iklim musim (muson). daerah Utara – Barat B dan daerah Moluccan C. Iklim musim terdiri dari 2 jenis. dan iklim laut. iklim tropica (iklim panas). a. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.2. baik dilihat dari posisi. membagi Indonesia terbagi menjadi 3 (tiga) daerah iklim. Iklim di Indonesia Indonesia mempunyai karakteristik khusus. Iklim Laut Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi. sebagai mana dituangkan pada gambar 1. Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia. b. Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. c. . Edvin Aldrian (2003).

Gambar 1 : Tiga daerah iklim menggunakan metoda korelasi ganda. Pada saat matahari berada di utara ekuator. Unsur iklim yang sering dan menarik untuk dikaji di Indonesia adalah curah hujan. dan daerah C (garis putus-putus). karena tidak semua wilayah Indonesia mempunyai pola hujan yang sama. daerah anti monsun. Matahari tepat berada di ekuator setiap tanggal 23 Maret dan 22 September. Hujan minimum terjadi saat monsun timur sedangkan saat monsun barat terjadi hujan yang berlimpah. Pola hujan tersebut dapat diuraikan berdasarkan pola masing-masing. Pergeseran posisi matahari setiap tahunnya menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mempunyai dua musim. sebagian wilayah Indonesia mengalami musim kemarau. yang membagi Indonesia menjadi daerah A (garis tegas). yaitu musim hujan dan musim kemarau. Distribusi hujan bulanan dengan pola monsun adalah adanya satu kali hujan minimum. matahari berada di utara ekuator dan pada Oktober-Maret matahari berada di selatan. sedangkan saat matahari ada di selatan. daerah B (titik garis putus-putus). sehingga dalam setahun matahari melintasi ekuator sebanyak dua kali. Diantaranya ada yang mempunyai pola munsonal. ekuatorial dan lokal. Wilayah Indonesia terletak di daerah tropis yang dilintasi oleh garis Khatulistiwa. sebagaian besar wilayah Indonesia mengalami musim penghujan. Oleh karena matahari berada di garis balik utara maka udara di atas benua Asia mengalami pemanasan yang intensif sehingga Asia . daerah monsun selatan. Juli dan Agustus yaitu saat matahari berada di garis balik utara. Sekitar April-September. daerah semi-monsun. Monsun timur terjadi pada bulan Juni.

Peningkatan kehangatan ini terjadi dalam semua musim di tahun itu. Januari dan Februari. Iklim di Indonesia telah menjadi lebih hangat selama abad 20. diantaranya untuk Kota Jakarta. Akibat perbedaan tekanan di kedua benua tersebut maka angin bertiup dari tekanan tinggi (Australia) ke tekanan rendah (Asia) yaitu udara bergerak di atas laut yang jaraknya pendek sehingga uap air yang dibawanyapun sedikit. Namun. Untuk mempelajari hal ini diperlukan data curah hujan dalam seri yang panjang. model global dan skenario dengan adanya perubahan curah hujan dan suhu di berbagai lokasi. Beberapa kajian untuk wilayah Indonesia telah dilakukan berdasarkan observasi. intensitas dan durasi hujannya. yang merupakan musim terbasah dalam setahun. . Curah hujan di beberapa bagian di Indonesia dipengaruhi kuat oleh kejadian El Nino dan kekeringan umumnya telah terjadi selama kejadian El Nino terakhir dalam tahun 1082/1983. Atas dasar sebab terjadinya angin munson barat ataupun timur yang mempengaruhi terbentuknya pola hujan munsonal di beberapa wilayah Indonesia dapat dikatakan wilayah yang terkena relatif tetap selama posisi pergeseran semu matahari juga tetap. Suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekiitar 0.3 oC sejak 1900 dengan suhu tahun 1990an merupakan dekade terhangat dalam abad ini dan tahun 1998 merupakan tahun terhangat. Berkebalikan dengan kondisi tersebut di belahan selatan tidak mengalami pemanasanintensif sehingga udara di atas benua Australia mengalami tekanan tinggi.Febuari. 1986/1987 dan 1997/1998. Akibat dari hal ini udara bergerak di atas laut dengan jarak yang cukup jauh sehingga arus udara mampu membawa uap air yang banyak (monsun barat atau barat laut). Dapat diamati bahwa hujan maksimum terjadi antara bulan Desember. hampir 1oC di atas ratarata tahun 1961-1990. Akibat dari hal ini wilayah yang dilalui oleh munson barat akan mengalami hujan yang tinggi.mengalami tekanan rendah. perubahan diperkirakan akan terjadi terhadap jumlah. Curah hujan tahunan telah turun sebesar 2 hingga 3 persen di wilayah Indonesia di abad ini dengan pengurangan tertinggi terjadi selama perioda Desember. Kaimuddin (2000) dengan analisa spasial bahwa curah hujan rata-rata tahunan kebanyakan di daerah selatan adalah berkurang atau menurun sedangkan dibagian Utara adalah bertambah. Pada kondisi ini matahari berada di garis balik selatan sehingga udara di atas Australia mengalami tekanan rendah sedangkan di Asia mengalami tekanan tinggi.

tidak diperhitungkan dalam pengertian perubahan iklim. Hasil yang berbeda pada perubahan musim atas Indonesia yang diungkapkan oleh dua model yang berbeda. coral bleaching dan gelombang badai besar. meningkatnya suhu lautan. Negara kepulauan. Dengan pengertian cenderung mengalami kenaikan 8% (CGCM) dan 2% (CSIRO). Dari hasil Syahbuddin dkk (2007) dengan menggunakan model ARPEGE (Action de Recherche Petite Echelle Grande Echelle) Climat versi 3.Dari rata-rata bulanan terdapat tren kenaikan di lokasi Jakarta dari tahun 1900 hingga tahun 2000 antara observasi dan model. 3. penyebaran wabah penyakit berbahaya. berdasarkan simulasi zonasi curah hujan untuk periode 1950-1979 dan periode 2010-2039. khususnya yang berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih-guna lahan. khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter centenial).yaitu mencairnya tudung es di kutub. Kita sudah mengetahui sebagian dari akibat pemanasan global ini .AS) (Wenhong Li. Hadcm3 (Hadley Pusat Iklim.Negara pesisir pantai. seperti tambahan aerosol dari letusan gunung berapi.yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara.. . kekeringan yang berkepanjangan. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar .0. diperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia pada tahun 2010-2039 yang ditandai dengan anomali positif zona konveksi dan peningkatan temperatur. 2006) gambar 4. Periode 1900-2000 nampak jelas terjadi kenaikan temperatur. Perubahan Iklim Global Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya . UK) dan GISS-ER (Goddard Institut untuk Space/ Studies. 2006 dalam Canadell et al. minyak bumi dan gas bumi. Disamping itu harus dipahami bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic). dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara. NASA. Pengertian perubahan iklim Yang dimaksud dengan perubahan iklim adalah perubahan variabel iklim. banjir besar-besaran. hal ini ditunjukkan dengan tren perubahan bertanda positif. Jadi perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor alami.

dan nitrous oksida (N2O). dan N2O di Indonesia pada tahun 1994 berturut-turut adalah 952. 4. Sementara itu untuk CO2. Peningkatan suhu rata-rata bumi sebesar 0. Namun demikian karena keberadaan (life time) H2O sangat singkat (2-3 hari). 15. tetapi menahan radiasi gelombang-panjang yang bersifat panas seperti terlihat pada Gambar 1. Akibatnya atmosfer bumi makin memanas dengan laju yang setara dengan laju perubahan konsentrasi GRK. CH4. Sementara itu tingkat emisi CO2. metana (CH4). khususnya dalam bentuk karbon dioksida (CO2).5 oC telah dicatat. Gas-gas inilah yang selanjutnya menentukan peningkatan suhu udara. CH4. Udara terasa panas karena radiasi gelombang-panjang tertahan uap air atau mendung yang menggantung di atmosfer. Uap air (H2O) pun sebenarnya merupakan GRK yang dapat dirasakan pengaruhnya ketika menjelang turun hujan.9 menjadi 3. Peningkatan suhu bumi Dalam 100 tahun terakhir suhu bumi terlihat mulai ditentukan oleh peningkatan CO2 di atmosfer. Demikian pula halnya dengan N2O meskipun kecil juga mengalami penurunan dari 3.286. dan 61 Gg. Kegiatan manusia yang dimaksud adalah kegiatan yang telah menyebabkan peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer. dan 115 tahun.8 juta ton/tahun. Pada zaman praindustri (sebelum tahun 1850) konsentrasi CO2 masih sekitar 290 ppm. Sedang CH4 justru mengalami penurunan dari 37 juta ton/tahun pada dekade terdahulu menjadi 22 juta ton/tahun pada dekade terakhir.199. sementara pada dekade sebelumnya adalah sebesar 1400 juta ton/tahun. maka uap air bukanlah GRK yang efektif. maka diperkirakan pada tahun 2100 konsentrasi . Pertumbuhan emisi dan konsentrasi gas rumahkaca Menurut IPCC (2001) dalam dekade terakhir ini pertumbuhan CO2 adalah sebesar 2900 juta ton/tahun. sedang pada tahun 1990 konsentrasinya telah meningkat menjadi 353 ppm. Dengan pola konsumsi energi dan pertumbuhan ekonomi seperti sekarang.Dengan demikian fenomena alam yang menimbulkan kondisi iklim ekstrem seperti siklon yang dapat terjadi di dalam suatu tahun (inter annual) dan El-Nino serta La-Nina yang dapat terjadi di dalam sepuluh tahun (inter decadal) tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan iklim global. karena sifatnya yang seperti kaca. yaitu dapat meneruskan radiasi gelombang-pendek yang tidak bersifat panas. dan N2O keberadaannya di atmosfer berturut-turut adalah 100.

daerah dengan pola hujan lokal.Maret sebagai musim hujan dan April – September sebagai musim kemarau. penurunan areal yang dapat diirigasi dan penurunan efektivitas penyerapan hara serta penyebaran hama dan penyakit. produktivitas tanaman. yaitu Oktober . daerah yang sangat dipengaruhi oleh monsun memiliki pola hujan dengan satu pucak (unimodal). ekuatorial dan lokal. distribusi vegetasi alami dan keanekaragaman hayati. Pertama. 1994). sehingga akan menimbulkan berbagai perubahan lingkungan global yang terkait dengan pencairan es di kutub.7-4. Sedang DAS di daerah monsun seperti Jawa. Ketiga. distribusi hama dan penyakit tanaman dan manusia. Peningkatan yang besar terjadi pada daerah lintang tinggi. Di beberapa tempat di negara maju (lintang tinggi) peningkatan konsentrasi CO2 akan meningkatkan . Kedua. Konsekuensi-nya adalah bahwa kelestarian sumberdaya air juga akan terganggu. yaitu pola monsun (monsoonal). yaitu pada bulan Maret dan Oktober saat matahari berada di dekat ekuator. Dalam suatu studi hidrologi daerah aliran sungai (DAS) di daerah ekuatorial seperti Sulawesi. Perubahan pola dan distribusi hujan Pola dan distribusi curah hujan terjadi dengan kecenderungan bahwa daerah kering akan menjadi makin kering dan daerah basah menjadi makin basah.CO2 akan meningkat dua kali lipat dibanding zaman industri. dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodal dengan puncak yang terbalik dibandingkan dengan pola hujan monsun yang disebutkan di atas. daerah yang dekat dengan ekuator dipengaruhi oleh sistem ekuator dengan pola hujan yang memiliki dua puncak (bimodal). Dampak perubahan iklim Sektor pertanian akan terpengaruh melalui penurunan produktivitas pangan yang disebabkan oleh peningkatan sterilitas serealia. Dalam kondisi demikian berbagai model sirkulasi global memperkirakan peningkatan suhu bumi antara 1. surplus air hanya sekitar 30% dengan periode defisit yang lebih pendek dibanding jika iklim tidak berubah (Murdiyarso. perubahan iklim (dengan konsentrasi CO2 atmosfer 2 kali lipat dibanding konsentrasi pada zaman pra-industri yang hanya 280 ppm) akan menyebabkan DAS tersebut tidak mengalami defisit sementara surplusnya meningkat dua kali lipat. Di Indonesia dikenal 3 macam pola distribusi hujan. tetapi juga periode daerah itu mengalami surplus atau defisit. yaitu sekitar 580 ppm. Ciri dari pola ini adalah adanya musim hujan dan kemarau yang tajam dan masing-masing berlangsung selama kurang lebih 6 bulan.5 oC (Gambar 2). Perubahan iklim (khususnya suhu dan curah hujan) tidak hanya menyebabkan perubahan volume defisit atau surplus air.

bukan perubahan iklim dalam arti seperti yang diuraikan di atas. 1995). pemberian input (bibit. Saat ini sudah banyak penduduk perkotaan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Jika kebakaran hutan makin sering dijumpai di Indonesia. pupuk. Secara keseluruhan jika adaptasi tidak dilakukan. Namun dengan adaptasi yang tingkatnya lanjut. dunia akan mengalami penurunan produksi pangan hingga 7 persen. Pada tahun 2080 akan terdapat 2 hingga 3. Meningkatnya jumlah penduduk memberikan tekanan pada penyediaan air. terutama pada daerah perkotaan.5 milyar .3 persen jika irigasi dapat dipertahankan. Daerah pegunungan akan kehilangan banyak spesies vegetasi aslinya dan digantikan oleh spesies vegetasi dataran rendah. Tetapi jika sistem irigasi tidak mengalami perbaikan produksi padi akan mengalami penurunan hingga 4.produktivitas karena asimilasi meningkat. artinya biayanya tinggi. Di Indonesia dengan skenario konsentrasi CO2 dua kali lipat dari saat ini produksi padi akan meningkat hingga 2. Bahwa kejadiannya bersamaan dengan kejadian El-Nino karena fenomena ini memberikan kondisi cuaca yang kering yang mempermudah terjadinya kebakaran.. produksi pangan dapat distabilkan. Dengan kata lain stabilisasi produksi pangan pada iklim yang berubah akan memakan biaya yang sangat tinggi. tetapi di daerah tropis yang sebagian besar negara berkembang. Namun seperti diuraikan di atas El-Nino adalah fenomena alam yang terkait dengan peristiwa iklim ekstrem dalam variabilitas iklim. agak sulit menghubungkan antara kejadian tersebut dengan perubahan iklim. air tanah dan bentuk reservoir lainnya.4 persen (Matthews et al. insektisida/pestisida) tambahan. Suhu yang lebih hangat akan menyebabkan pergeseran spesies vegetasi dan ekosistem. sebab sebagian besar (kalau tidak seluruhnya) kejadian kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia yang berkaitan dengan pembukaan lahan. Dampak ini tidak begitu nyata di daerah lintang rendah atau daerah berelevasi rendah. Dampak perubahan iklim yang menyebabkan perubahan suhu dan curah hujan akan memberikan pengaruh terhadap ketersediaan air dari limpasan permukaan. terutama mereka yang berpendapatan dan berpendidikan atau berketerampilan rendah. misalnya dengan meningkatkan sarana irigasi. Bersamaan dengan itu kondisi sumberdaya air yang berasal dari pegunungan juga akan mengalami gangguan. peningkatan asimilasi tersebut tidak signifikan dibanding respirasi yang juga meningkat. Selanjutnya stabilitas tanah di daerah pegunungan juga terganggu dan sulit mempertahankan keberadaan vegetasi aslinya.

Dalam 100 tahun terakhir. Meskipun kenyataannya sangat sulit mengukur perubahan muka-laut. Di DAS Citarum. Di banyak negara tropis penyakit ini merupakanpenyebab kematian utama. IPCC (1998) memperkirakan bahwa dengan makin lebarnya selang suhu di mana vektor dan parasit . Parasit dan vektor penyakit sangat peka terhadap faktor-faktor iklim. Dalam 100 tahun perubahan suhu telah meningkatkan pemuaian volume air laut dan meningkatkan ketinggiannya. Sebagai konsekuensinya kejadian banjir akan meningkat karena menurunnya daya tampung sungai akibat peningkatan limpasan permukaan dan menurunnya daya tampung sungai dan waduk akibat peningkatan erosi dan sedimentasi. 1992). Sulawesi Selatan 132% (Murdiyarso. Dengan panjang pantainya yang lebih dari 80. Penyakit yang tersebar melalui vektor (vector-borne diseases. Demikian juga penambahan volume air laut juga terjadi akibat melelehnya gletser dan es di kedua kutub bumi. demam berdarah (dengeue) dan kaki gajah (schistosomiosis) perlu diwaspadai karena transmisi penyakit seperti ini akan makin meningkat dengan perubahan iklim. Jawa Barat peningkatan tersebut mencapai 32%. Kawasan pesisir merupakan daerah yang paling rentan dari akibat kenaikan muka-laut. Secara global catatan bencana banjir menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 40 tahun terakhir dengan kerugian ekonomis ditaksir sekitar US$ 300 milyar pada dekade terakhir dibanding hanya US$ 50 milyar pada dekade tahun 1960-an. tetapi perubahan tersebut dapat dihubungkan dengan peningkatan suhu yang selama ini terjadi. Pada beberapa daerah aliran sungai (DAS) penting di Indonesia ketersediaan air permukaan diperkirakan akan meningkat karena meningkatnya suplus dan menurunnya defisit. khususnya suhu dan kelembaban. Tetapi hanya dengan kenaikan 1 m dampak sosial-ekonomi terhadap pertanian pantai di beberapa kabupaten di Jawa Barat bagian utara sudah sangat besar (Parry et al. 1994). mukalaut telah naik antara 10-25 cm. di DAS Brantas Jawa Timur 34%. dan di DAS Saadang.5 m dapat berpengaruh terhadap 17 juta penduduk Bangladesh. Kenaikan muka laut hingga 1.orang akan mengalami kekurangan air.VBDs) seperti malaria.000 km. di mana lebih dari 50 persen diantaranya merupakan pantai landai. peningkatan tersebut berkisar antara 13 hingga 94 cm dalam 100 tahun mendatang.Transmisi beberapa penyakit menular sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim. Indonesia cukup rentan terhadap kenaikan muka-laut seperti negara-negara yang berpantai landai seperti Bangladesh. Dari berbagai skenario..

menlh. Di Indonesia daerah-daerah baru yang menjadi semakin hangat juga memberi kesempatan penyebaran vektor dan parasitnya.dirgantaralapan. demam berdarah hingga 47 persen dan kaki gajah hingga 17 persen.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/ http://climatechange.id/index.go.php?option=com_content&view=article&id=85&Itemid=78 .or. Daftar Pustaka: http://www.or.id http://iklim. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang telah menimbulkan daya tahan vektor.greenpeace.dirgantara-lapan.php?option=com_content&view=article&id=79 http://iklim. Disamping itu predator bagi vektor tersebut juga ikut terbasmi.penyakit dapat hidup telah menyebabkan peningkatan jumlah kasus malaria di Asia hingga 27 persen. Penjangkitan VBD bahkan terjadi lagi di daerah-daerah lama yang selama ini sudah dinyatakan bebas.id/index.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->