FAQ KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

1.1

Umum       Surat Kuasa Khusus Kode Klasifikasi Lapangan Usaha 16 jenis layanan unggulan bidang perpajakan Surat Keterangan Fiskal (SKF) Permohonan Pemindahbukuan (Pbk) Tindak Lanjut Surat Himbauan

1.2 NPWP dan PKP  Non Efektif untuk NPWP  NPWP & PKP 1.3 SPT  Sanksi Keterlambatan Pelaporan SPT 1.4 Pembayaran atau Penyetoran  Pembayaran Pajak (SSP, Pembayaran melalui electronic banking, penyetoran, pelaporan pajak)  Tabel Kode Ketetapan per Jenis Pajak (Kode SKP, STP)  Angsuran Dan Penundaan Pembayaran Pajak  kode MAP SSBP untuk biaya pelaksanaan SP, SPMP, Pengumuman Lelang dan Pembatalan lelang 1.5 Penagihan Pajak
TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/1

 Jadwal Waktu Penagihan Pajak 1.6 Keberatan  Pasal 25 UU KUP : Keberatan 1.7 Banding, Gugatan, dan Peninjauan Kembali  Pasal 16 KUP : Pembetulan STP, Surat Ketetapan/Keputusan Pajak  Pasal 36 UU KUP : Pengurangan/penghapusan sanksi, pengurangan/pembatalan STP/SKP,pembatalan hasil pemeriksaan  Gugatan  Pasal 27 UU KUP : Banding 1.8 Pembukuan  Pembukuan dengan Mata Uang Asing  Perubahan Metode Pembukuan dan atau Tahun Buku 1.9 Pemeriksaan  Pemeriksaan Lapangan  Hak dan Kewajiban Wajib Pajak dan Pemeriksa Pajak dalam Pemeriksaan  Pemeriksaan Kantor  Pemeriksaan Pajak 1.10 Sanksi, Penetapan dan Ketetapan Pajak  Produk Pemeriksaan (SKP)  SKPKB  Surat Tagihan Pajak (STP) 1.11 Restitusi  Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak untuk WP Kriteria Tertentu (WP Patuh)  Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak untuk WP dengan Persyaratan Tertentu

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/2

SURAT KUASA KHUSUS
Dasar Hukum: PMK 22/PMK.03/2008 tentang Persyaratan serta Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Seorang Kuasa SE 16/PJ/2008 tentang Penegasan Sehubungan dengan Penunjukan Seorang Kuasa dengan Surat Kuasa Khusus. Isi & Format Surat Kuasa Khusus: (Lampiran I PMK 22/PMK.03/2008) Surat Kuasa Khusus paling sedikit harus memuat: (Pasal 5 ayat (1) PMK 22/PMK.03/2008) 1. nama, alamat, dan tanda tangan diatas meterai, serta NPWP dari WP pemberi kuasa; 2. nama, alamat, dan tanda tangan, serta NPWP penerima kuasa; dan 3. hak dan/ atau kewajiban perpajakan tertentu yang dikuasakan. Satu surat kuasa khusus hanya untuk 1 (satu) pelaksanaan hak dan/atau kewajiban perpajakan tertentu. (Pasal 5(2) PMK 22/PMK.03/2008). Yang dimaksud dengan: "hanya untuk 1(satu) pelaksanaan hak dan/atau kewajiban perpajakan tertentu" adalah hanya untuk 1 jenis pajak yang dituliskan dalam surat kuasa khusus, untuk masa pajaknya bisa lebih dari 1 masa pajak (tergantung dari isi surat kuasa khusus tersebut). Sumber: Hasil IHT Tanggal 28 Januari 2011 dengan Subdit PPh Badan Dit. Peraturan Perpajakan II. Contoh penggunaan surat kuasa khusus ini adalah untuk penandatanganan SPT Tahunan PPh OP/ Badan. PENEGASAN yang terdapat dalam SE 16/PJ/2008: (angka 11) 1. Pengurus, komisaris, dan pemegang saham mayoritas atau pengendali serta Karyawan WP yang nyata-nyata mempunyai wewenang dalam menentukan kebijakan dan/atau mengambil keputusan dalam rangka menjalankan perusahaan dapat melaksanakan hak dan/kewajiban perpajakan WP Badan tsb tanpa memerlukan Surat Kuasa Khusus. Pengertian Pengurus adalah: orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang dalam menentukan kebijakan dan/atau mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan perusahaan, misalnya berwenang menandatangani kontrak dengan pihak ketiga, menandatangani cek, dan sebagainya walaupun orang tersebut tidak tercantum namanya dalam susunan pengurus yang tertera dalam akte pendirian maupun akte perubahan, termasuk dalam pengertian pengurus. Ketentuan ini berlaku pula bagi komisaris dan pemegang saham mayoritas atau pengendali. (penjelasan Pasal 32 ayat (4)UU KUP dan SE 16/PJ/2008) Tambahan Informasi: (sesuai UU Perseroan Terbatas, UU no. 40 tahun 2007) Didalam UU PT, yang menjalankan pengurusan PT (Pengurus PT) adalah Direksi, dan Komisaris juga dapat melakukan tindakan pengurusan PT, dalam hal: (Pasal 118 UU no. 40 tahun 2007T) o anggota Direksi mempunyai benturan kepentingan dengan Perseroan; (Pasal 99 ayat (2) huruf b UU no. 40 tahun 2007 ) o seluruh anggota Direksi berhalangan atau diberhentikan untuk sementara. (Pasal 107 huruf c UU no. 40 tahun 2007)

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/3

2. Dokumen perpajakan seperti Faktur Pajak dan/ atau Surat Setoran Pajak, dapat ditandatangani oleh pejabat/karyawan yang ditunjuk oleh WP tanpa memerlukan Surat Kuasa Khusus. 3. Penyerahan dokumen yang berdasarkan ketentuan dapat disampaikan melalui Tempat Pelayanan Terpadu, tidak memerlukan Surat Kuasa Khusus atau Surat Penunjukan.

Perbedaan antara seorang kuasa yang merupakan Konsultan Pajak dan Bukan Konsultan Pajak: Konsultan Pajak Persyaratan untuk menjadi seorang Kuasa (Pasal 2 ayat (2) PMK 22/PMK.03/2008) 1. memiliki NPWP; 2. telah menyampaikan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak terakhir; 3. menguasai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (dibuktikan dengan menyerahkan fotokopi Surat Izin Praktek Konsultan Pajak dilengkapi dengan Surat Pernyataan Sebagai Konsultan Pajak sesuai format dalam Lampiran II PMK 22/PMK.03/2008 ;dan Surat Izin Praktek Konsultan diterbitkan oleh Dirjen Pajak atas nama Menkeu. 4. memiliki Surat Kuasa Khusus dari Wajib Pajak yang memberi kuasa sesuai format dalam Lampiran I PMK 22/PMK.03/2008 Bukan Konsultan Pajak (Termasuk Karyawan WP) 1. memiliki NPWP; 2. telah menyampaikan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak terakhir; 3. menguasai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (dibuktikan dengan menyerahkan fotokopi sertifikat brevet atau ijazah pendidikan formal di bidang perpajakan yang diterbitkan oleh Perguruan tinggi negeri atau swasta dengan status terakreditasi A, sekurangkurangnya tingkat Diploma III;dan 4. memiliki Surat Kuasa Khusus dari Wajib Pajak yang memberi kuasa sesuai format dalam Lampiran I PMK 22/PMK.03/2008 5. Jika yang menjadi kuasa adalah karyawan WP tersebut, maka karyawan yang boleh menerima kuasa adalah karyawan tetap yang telah menerima penghasilan dari WP pemberi kuasa yang dibuktikan dengan Surat Pernyataan bermeterai dari WP sesuai format dalam Lampiran III PMK 22/PMK.03/2008. (Pasal 4 ayat (2) PMK 22/PMK.03/2008)

Batasan Penerimaan Kuasa

Konsultan Pajak dapat menerima kuasa Seseorang yang bukan konsultan pajak dari WP manapun. termasuk karyawan Wajib Pajak hanya dapat menerima kuasa dari : (Pasal 4 WP yang wajib menggunakan Konsultan ayat (1) PMK 22/PMK.03/2008) Pajak sebagai Kuasanya adalah: 1. WP OP yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas; 1. WP OP yang menjalankan usaha 2. WP OP yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dengan atau pekerjaan bebas dengan peredaran/penerimaan bruto

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/4

lebih dari Rp 1,8 Miliar dalam 1 (satu) tahun; atau 2. WP Badan dengan peredaran bruto lebih dari Rp 2,4 Miliar dalam 1 (satu) tahun.

peredaran/penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 1,8 Miliar dalam 1 (satu) tahun; atau 3. WP Badan dengan peredaran bruto tidak lebih dari dari Rp 2,4 Miliar dalam 1 (satu) tahun.

Hak dan Kewajiban seorang kuasa: 1. Seorang kuasa tidak dapat melimpahkan kuasa yang diterimanya kepada orang lain. Tetapi seorang kuasa dapat menunjuk orang lain atau karyawannya terbatas untuk menyampaikan dan/atau menerima dokumen-dokumen perpajakan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan hak dan/atau kewajiban perpajakan tertentu yang dikuasakan. Orang lain atau karyawan yang ditunjuk wajib menyerahkan Surat Penunjukan dari kuasa tersebut, sesuai dengan Lampiran IV PMK 22/PMK.03/2008. Untuk dokumen yang dapat disampaikan melalui Tempat Pelayanan Terpadu tidak memerlukan Surat Penunjukan seperti ini. (Pasal 7PMK 22/PMK.03/2008) 2. Seorang kuasa mempunyai hak dan/atau kewajiban yang sama dengan Wajib Pajak, namun terbatas pada pelaksanaan hak dan/atau kewajiban perpajakan tertentu yang dikuasakan dalam surat kuasa khusus. (Pasal 9 ayat (1) dan (2) PMK 22/PMK.03/2008) 3. Seorang kuasa wajib memberi bantuan, penjelasan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan hak dan/atau kewajiban WP yang memberikan kuasa kepadanya, sesuai perundang-undangan perpajakan. (Pasal 9 ayat (3) PMK 22/PMK.03/2008) 4. Seorang kuasa wajib memenuhi ketentuan perundang-undangan perpajakan. (Pasal 10 ayat (1) PMK 22/PMK.03/2008) 5. Seorang kuasa tidak boleh melaksanakan tugasnya sebagai kuasa, jika pada saat melaksanakan hak dan/atau kewajiban perpajakan tertentu: (Pasal 10 ayat (2) PMK 22/PMK.03/2008) o melanggar ketentuan perundang-undangan perpajakan; o menghalang-halangi pelaksanaan peraturan perpajakan; atau o dipidana karena melakukan tindak pidana dibidang perpajakan atau tindak pidana lainnya. Jika seorang kuasa terbukti melakukan perbuatan diatas, maka Wajib Pajak pemberi kuasa wajib melaksanakan sendiri hak dan/atau kewajibannya atau menunjuk seorang kuasa lain dengan surat kuasa khusus. KEP-34/PJ/2003 (ditetapkan pada 14 februari 2003 (dipergunakan pertama kali untuk SPT masa PPN/PPnBM bulan Januari 2003 dan SPT Tahunan 2002))

KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA

KODE KLASIFIKASI USAHA (KLIK DISINI KEP-34/PJ/2003 (TERDIRI DARI 20 LAMPIRAN))
TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/5

Untuk Kategori A = Pertanian, Perburuan, Kehutanan = golongan 01 dan 02 = ADA DI LAMPIRAN 2 Untuk Kategori B = Perikanan = golongan 05 = ADA DI LAMPIRAN 3 Untuk Kategori C = Pertambangan Batubara, Penggalian Gambut, Gasifikasi Batubara dan Pembuatan Briket Batubara = golongan 10 s/d 14 = ADA DI LAMPIRAN 4 Untuk Kategori D = Industri Makanan dan Minuman = golongan 15 s/d 37 = ADA DI LAMPIRAN 5 Untuk Kategori E = Listrik dan Air = golongan 40 dan 41= ADA DI LAMPIRAN 8 Untuk Kategori F = Konstruksi = golongan 45 = ADA DI LAMPIRAN 9 Untuk Kategori G = Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, Sepeda Motor, serta Barang-Barang Keperluan Pribadi dan Rumah Tangga = golongan 50 s/d 54 = ADA DI LAMPIRAN 10 Untuk Kategori H = Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum = golongan 55 = ADA DI LAMPIRAN 12 Untuk Kategori I = Angkutan Darat dan Angkutan dengan Saluran Pipa = golongan 60 s/d 64 = ADA DI LAMPIRAN 13 Untuk Kategori J = Perantara Keuangan Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun = golongan 64 s/d 67 = ADA DI LAMPIRAN 14 Untuk Kategori K = Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan = golongan 70 s/d 74 = ADA DI LAMPIRAN 15 Untuk Kategori L = Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib = golongan 75 = ADA DI LAMPIRAN 16 Untuk Kategori M = Jasa Pendidikan = golongan 80 = ADA DI LAMPIRAN 17 Untuk Kategori N = Jasa Kesehatan, dan Kegiatan Sosial = golongan 85 = ADA DI LAMPIRAN 18 Untuk Kategori O = Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Kegiatan Lainnya = golongan 90 s/d 93 = ADA DI LAMPIRAN 19 Untuk Kategori P = Jasa Perorangan = golongan 95 = ADA DI LAMPIRAN 20 Untuk Kategori Q = Badan Internasioanal, dan Badan Ekstra Internasional Lainnya = golongan 99 = ADA DI LAMPIRAN 20 Untuk Kategori X = Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya = golongan 00 = ADA DI LAMPIRAN 20

KETENTUAN UMUM Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) Wajib Pajak didasarkan kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Badan Pusat Statistik Tahun 2000.

Hal-hal yang mendasar dalam KLU Wajib Pajak 2003 adalah sebagai berikut:

1. KLU 2003 menggunakan kode angka sebanyak 5 (lima) digit, dan satu digit berupa kode alfabet yang disebut kategori. Kode alfabet bukan merupakan bagian dari kode KLU, tetapi kode alfabet ini dicantumkan dengan maksud untuk memudahkan di dalam penyusunan tabulasi sektor atau lapangan usaha utama. 2. Struktur dan pemberian kode untuk KLU 2003 adalah seperti berikut: a. Kategori, menunjukkan garis pokok penggolongan kegiatan ekonomi. Penggolongan ini diberi
TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/6

Golongan Pokok. maka kode angka tiga digit untuk Golongannya adalah 000. Subgolongan. dan satu digit angka terakhir menunjukkan kegiatan ekonomi dari subgolongan bersangkutan. Setiap golongan pokok diberi kode dua digit angka. 1 kehutanan. Kategori-kategori tersebut diberi kode huruf dari A sampai dengan Q. Kategori tersebut diberi kode alfabet "X" yang akan mencakup Kegiatan Yang Belum Jelas Batasannya. Golongan SektorJudul Sektor Pokok 01 dan 02 Pertanian. Setiap kategori diuraikan menjadi satu atau beberapa golongan pokok (sebanyak-banyaknya 5 golongan pokok. Selanjutnya. 3. Gas dan Air Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran.kode satu kode alfabet. seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia digolongkan menjadi 18 kategori.9. Karena Golongan Pokok ini tidak dipilah lebih lanjut. dan Jasa Perusahaan Jasa Kemasyarakatan. Setiap golongan dapat diuraikan lebih lanjut menjadi sebanyak-banyaknya 9 subgolongan. Kode golongan terdiri dari tiga digit angka yaitu dua digit angka pertama menunjukkan golongan pokok dan atau satu digit c. Usaha Persewaan. Penggudangan dan Komunikasi Lembaga Keuangan. Untuk mendapatkan gambaran perbandingan antara Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak 1994 dengan Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak 2003 dapat dilihat dalam tabel berikut: KLU 2003 KategoriJudul Kategori A B C D E F G H I J K L Pertanian Perburuan dan Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. Setiap golongan pokok dapat diuraikan menjadi sebanyak-banyaknya 9 golongan. maka KLU 2003 menambahkan satu kategori. menunjukkan golongan yang berkaitan. dimaksudkan untuk memilah lebih lanjut kegiatan yang tercakup dalam suatu e. merupakan uraian lebih lanjut dari kegiatan ekonomi yang tercakup dalam suatu golongan. industri pengolahan) menurut sifat-sifat masing-masing golongan pokok. subgolongan. kode empat digit dan kode angka lima digit berturut-turut adalah 0000 dan 00000. yaitu kode tiga digit angka pertama d. perkebunan. Sepeda Motor. Usaha Persewaan. perburuan dan 05 perikanan Pertambangan dan 10 s/d 14 2 penggalian 15 s/d 37 3 Industri Pengolahan 40 dan 41 4 Listrik. gas dan air minum 45 5 Konstruksi 50 s/d 54 6 55 60 s/d 64 7 64 s/d 67 70 s/d 74 75 8 9 Perdagangan. serta Barang-barang Keperluan Pribadi dan Rumah Tangga Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Transportasi. Real Estat. Golongan. Sosial KLU 1994 TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dan X untuk kegiatan yang belum jelas batasannya. angka terakhir menunjukkan kegiatan ekonomi dari setiap golongan bersangkutan. Dalam KLU 2003. merupakan uraian lebih lanjut dari kategori.215/tkb/7 . Kode angka dua digit untuk Golongan Pokok yang tercakup dalam kategori ini adalah 00. Rumah Makan dan Jasa Akomodasi Angkutan. Kelompok. kecuali b. menjadi beberapa kegiatan yang lebih homogen. dan Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan. Reparasi Mobil.254. Pergudangan dan Komunikasi Perantara Keuangan Real Estat. Untuk menampung berbagai kegiatan ekonomi yang belum tercakup dalam setiap klasifikasi. merupakan uraian lebih lanjut dari golongan pokok. Kode subgolongan terdiri dari empat digit.

Sosial. dan Kegiatan Lainnya Kategori Jasa Perorangan Kategori Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Kategori Kegiatan Yang Belum Jelas Batasannya 2. Sosial.=Kode Golongan..=Kode Subgolongan.9. adalah dua digit pertama dari KLU xxx. Subgolongan dan Kelompok Kegiatan Ekonomi dengan struktur sebagai berikut: xxxxx=Kode Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak xx.M N O P Q X dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Kemasyarakatan.215/tkb/8 . Sepeda Motor. yaitu: Kode A Kode B Kode C Kode D Kode E Kode F Kode G Kode H Kode I Kode J Kode K Kode L Kode M Kode N Kode O Kode P Kode Q Kode X Kategori Pertanian.=Kode Golongan Pokok. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Kategori Jasa Pendidikan Kategori Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Kategori Jasa Kemasyarakatan. dan Kegiatan Lainnya Jasa Perorangan Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Kegiatan Yang Belum Jelas Batasannya 80 85 90 s/d 93 95 99 00 0 dan Perorangan Kegiatan Yang Belum Jelas Batasannya I. Golongan Pokok Setiap Kategori Kegiatan Ekonomi Wajib Pajak terdiri dari beberapa Golongan Pokok. adalah tiga digit pertama dari KLU xxxx. adalah sama dengan kode KLU 1. Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan Kategori Administrasi Pemerintahan. Golongan.. STRUKTUR KODE KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK Kode Klasifikasi Lapangan Usaha Wajib Pajak terdiri dari 5 (lima) digit yang menunjukkan Golongan Pokok. adalah empat digit pertama dari KLU xxxxx=Kode Kelompok Kegiatan Ekonomi. PERBURUAN DAN KEHUTANAN TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.254. Kategori Lapangan Usaha Wajib Pajak terdiri dari 18 Kategori Kegiatan Ekonomi. Gas dan Air Kategori Konstruksi Kategori Perdagangan Besar dan Eceran. Perburuan dan Kehutanan Kategori Perikanan Kategori Pertambangan dan Penggalian Kategori Industri Pengolahan Kategori Listrik. serta Barang-barang Keperluan Pribadi dan Rumah Tangga Kategori Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Kategori Transportasi.. dengan perincian sebagai berikut: KODE A KATEGORI PERTANIAN. Reparasi Mobil. Pergudangan dan Komunikasi Kategori Perantara Keuangan Kategori Real Estat.

dan Peralatan Komunikasi. dan Air Panas untuk Golongan Pokok Pengadaan dan Penyaluran Air Bersih TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Gasifikasi Batubara dan Pembuatan Briket Batubara untuk Golongan Pokok Pertambangan dan Jasa Pertambangan Minyak dan Gas Bumi untuk Golongan Pokok Pertambangan Bijih Uranium dan Thorium untuk Golongan Pokok Pertambangan Bijih Logam untuk Golongan Pokok Penggalian Batu-batuan.254. dan Barang dari Plastik untuk Golongan Pokok Industri Barang Galian Bukan Logam untuk Golongan Pokok Industri Logam Dasar untuk Golongan Pokok Industri Barang dari Logam. dan Pengolahan Data untuk Golongan Pokok Industri Mesin Listrik Lainnya dan Perlengkapannya untuk Golongan Pokok Industri Radio. Barang-barang dari Kayu (tidak termasuk Furniture). serta Perlengkapannya untuk Golongan Pokok Industri Peralatan Kedokteran. Peralatan Optik.9. Gas. Tanahj Liat dan Pasir. selain Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih untuk Golongan Pokok Industri Furnitur dan Industri Pengolahan Lainnya untuk Daur Ulang KATEGORI LISTRIK. Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman untuk Golongan Pokok Industri Batubara. Barang-barang dari Hasil Pengilangan Minyak Bumi. serta Pertambangan Mineral dan Bahan Kimia KATEGORI INDUSTRI PENGOLAHAN untuk Golongan Pokok Industri Makanan dan Minuman untuk Golongan Pokok Industri Pengolahan Tembakau untuk Golongan Pokok Industri Tekstil untuk Golongan Pokok Industri Pakaian Jadi untuk Golongan Pokok Industri Kulit. Pengilangan Minyak Bumi dan Pengolahan Gas Bumi. Barang dari Kertas.215/tkb/9 . dan Bahan Bakar Nuklir untuk Golongan Pokok Industri Kimia dan Barang-barang dari Bahan Kimia untuk Golongan Pokok Industri Karet. Uap. Alat-alat Ukur. Akuntansi. Barang dari Karet. Televisi.Kode 01 Kode 02 KODE B Kode 05 KODE C Kode 10 Kode 11 Kode 12 Kode 13 Kode 14 KODE D Kode 15 Kode 16 Kode 17 Kode 18 Kode 19 Kode 20 Kode 21 Kode 22 Kode 23 Kode 24 Kode 25 Kode 26 Kode 27 Kode 28 Kode 29 Kode 30 Kode 31 Kode 32 Kode 33 Kode 34 Kode 35 Kode 36 Kode 37 KODE E Kode 40 Kode 41 untuk Golongan Pokok Pertanian dan Perburuan untuk Golongan Pokok Kehutanan KATEGORI PERIKANAN Untuk Golongan Pokok Perikanan KATEGORI PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN untuk Golongan Pokok Pertambangan Batubara. kecuali Mesin dan peralatannya untuk Golongan Pokok Industri Mesin dan Perlengkapannya untuk Golongan Pokok Industri Mesin dan Peralatan Kantor. Bambu dan Sejenisnya untuk Golongan Pokok Industri Kertas. Barang dari Kulit dan Alas Kaki untuk Golongan Pokok Industri Kayu. dan sejenisnya untuk Golongan Pokok Industri Penerbitan. GAS DAN AIR untuk Golongan Pokok Listrik. Jam dan Lonceng untuk Golongan Pokok Industri Kendaraan Bermotor untuk Golongan Pokok Industri Alat Angkutan. Penggalian Gambut. Dan Barang-barang Anyaman dari Rotan. Peralatan Navigasi.

Pemeliharaan. Kecuali Mobil dan Sepeda Motor. dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor. dan Jasa Perjalanan Wisata untuk Golongan Pokok Pos dan Telekomunikasi KATEGORI PERANTARA KEUANGAN untuk Golongan Pokok Perantara Keuangan Kecuali Asuransi dan Dana Pensiun untuk Golongan Pokok Asuransi dan Dana Pensiun untuk Golongan Pokok Jasa Penunjang Perantara Keuangan KATEGORI REAL ESTAT.9. Barangbarang Keperluan Rumah Tangga dan Pribadi untuk Golongan Pokok Jasa Komputer dan Kegiatan Yang Terkait untuk Golongan Pokok Penelitian dan Pengembangan (Swasta) untuk Golongan Pokok Jasa Perusahaan Lainnya KATEGORI ADMINISTRASI PEMERINTAHAN. REPARASI MOBIL. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib KATEGORI JASA PENDIDIKAN untuk Golongan Pokok Jasa Pendidikan KATEGORI JASA KESEHATAN DAN KEGIATAN SOSIAL TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Penjualan Eceran Bahan Bakar Kendaraan untuk Golongan Pokok Perdagangan Besar Dalam Negeri. SEPEDA MOTOR SERTA BARANG-BARANG KEPERLUAN PRIBADI DAN RUMAH TANGGA untuk Golongan Pokok Penjualan.KODE F Kode 45 KODE G Kode 50 Kode 51 Kode 52 Kode 53 Kode 54 KODE H Kode 55 KODE I Kode 60 Kode 61 Kode 62 Kode 63 Kode 64 KODE J Kode 65 Kode 66 Kode 67 KODE K Kode 70 Kode 71 Kode 72 Kode 73 Kode 74 KODE L Kode 75 KODE M Kode 80 KODE N KATEGORI KONSTRUKSI untuk Golongan Pokok Konstruksi KATEGORI PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN. PERTAHANAN DAN JAMINAN SOSIAL WAJIB untuk Golongan Pokok Administrasi Pemerintahan. Kecuali Perdagangan Mobil dan Sepeda Motor untuk Golongan Pokok Perdagangan Impor.254. DAN KOMUNIKASI untuk Golongan Pokok Angkutan Darat dan Angkutan Dengan Saluran Pipa untuk Golongan Pokok Angkutan Air untuk Golongan Pokok Angkutan Udara untuk Golongan Pokok Jasa Penunjang dan Pelengkap Kegiatan Angkutan. DAN JASA PERUSAHAAN untuk Golongan Pokok Real Estat untuk Golongan Pokok Jasa Persewaan Mesin dan Peralatannya (Tanpa Operator). USAHA PERSEWAAN. Reparasi Barang-barang Keperluan Pribadi dan Rumah Tangga untuk Golongan Pokok Perdagangan Ekspor.215/tkb/10 . Kecuali Perdagangan Mobil dan Sepeda Motor Selain Ekspor dan Impor untuk Golongan Pokok Perdagangan Eceran. Kecuali Perdagangan Mobil dan Sepeda Motor KATEGORI PENYEDIAAN AKOMODASI DAN PENYEDIAAN MAKAN MINUM untuk Golongan Pokok Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum KATEGORI TRANSPORTASI. PERGUDANGAN.

DAN KEGIATAN LAINNYA untuk Golongan Pokok Jasa Kebersihan untuk Golongan Pokok Kegiatan Organisasi Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain untuk Golongan Pokok Jasa Rekreasi. Kebudayaan.9.254.215/tkb/11 . dan Olahraga untuk Golongan Pokok Jasa Kegiatan Lainnya KATEGORI JASA PERORANGAN untuk Golongan Pokok Jasa Perorangan KATEGORI BADAN INTERNASIONAL DAN BADAN EKSTRA INTERNASIONAL LAINNYA untuk Golongan Pokok Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya KATEGORI KEGIATAN YANG BELUM JELAS BATASANNYA untuk Golongan Pokok Kegiatan Yang Belum Jelas Batasannya TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. SOSIAL.Kode 85 KODE O Kode 90 Kode 91 Kode 92 Kode 93 KODE P Kode 95 KODE Q Kode 99 KODE X Kode 00 untuk Golongan Pokok Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial KATEGORI JASA KEMASYARAKATAN.

terdapat 16 jenis layanan unggulan bidang perpajakan. 2 Permohonan Pengukuhan PKP 1 (satu) hari kerja sejak permohonan diterima lengkap.16 JENIS LAYANAN UNGGULAN BIDANG PERPAJAKAN Di dalam SE-79/PJ//2010. Surat Keputusan (SK) Keberatan. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)/ Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) diterbitkan. Untuk melihat SOP (Standard Operating Procedure) dari 16 jenis layanan unggulan tersebut silahkan klik link ini. 4 Penerbitan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP). yang menyebabkan terjadinya kelebihan pembayaran pajak. SK Pembetulan. Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali. jika permohonan diajukan oleh Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu (WP Patuh) → Pasal 17C UU KUP (diselesaikan melalui penelitian). yang TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.254. Permohonan Wajib Pajak diterima. d. lengkap. Jenis Layanan yang diselesaikan 1 Permohonan Pendaftaran NPWP Jangka Waktu Penyelesaian 1 (satu) hari kerja sejak permohonan pendaftaran NPWP diterima secara lengkap atau 1(satu) hari kerja sejak informasi pendaftaran melalui eRegistration diterima KPP. (Pengusaha Kena Pajak). c. Jika diajukan oleh WP selain Wajib Pajak tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17C atau Pasal 17D UU KUP yang dilakukan dengan: o Pemeriksaan Kantor paling lama 6 (enam) bulan yang dihitung sejak tanggal WP datang memenuhi surat panggilan dalam rangka Pemeriksaan Kantor sampai dengan tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. diterbitkan. SK Pengurangan Ketetapan Pajak atau SK Pembatalan Ketetapan Pajak. jika permohonan diajukan oleh Wajib Pajak yang memenuhi persyaratan tertentu Pasal → 17D UU KUP (diselesaikan melalui penelitian). SE-79/PJ//2010 SE-79/PJ/2010 ini mulai berlaku sejak 15 Juli 2010 No. 1 (satu) bulan sejak saat diterimanya permohonan secara lengkap. b. 3 Permohonan Pengembalian a. sepanjang permohonan pendaftaranNPWP diisi secara lengkap. o Pemeriksaan Lapangan paling lama 8 (delapan) bulan yang dihitung sejak tanggal Surat Perintah Pemeriksaan sampai dengan tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. 7 (tujuh) hari sejak saat diterimanya permohonan secara Kelebihan Pembayaran PPN. 3 (tiga) minggu sejak : a.9. b. SK Pengurangan Sanksi Administrasi atau SK Penghapusan Sanksi Administrasi.215/tkb/12 . c.

Seluruhnya Obyek dan Subjek PBB 10 Permohonan Surat Keterangan 1 (satu) bulan sejak permohonan Wajib Pajak diterima secara Bebas (SKB) Pemotongan PPh lengkap. dengan Penelitian Kantor. 12 Permohonan Surat Keterangan 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal surat permohonan diterima Bebas (SKB) PPh atas secara lengkap. 5 Permohonan Keberatan Penetapan PPh. 7 Permohonan Pengurangan PBB 9 (sembilan) bulan sejak tanggal surat permohonan diterima. 16 Permohonan Pengurangan 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya berkas lengkap atau Pembatalan Ketetapan permohonan Wajib Pajak. Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan. Kantor Wilayah DJP dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak permohonan pengurangan diterima. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Bebas (SKB) Pemotongan PPh Atas Bunga Deposito dan Tabungan Serta Diskonto SBI yang Diterima atau Diperoleh Dana Pensiun Yang Pendiriannya telah Disahkan oleh Menteri Keuangan. PPN. b. c. diterima kantor Direktorat Jenderal Pajak yang berwenang melaksanakan Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali. a. 9 Penyelesaian Mutasi 5 (lima) hari kerja sejak surat permohonan diterima lengkap. 11 Permohonan Surat Keterangan 7 (tujuh) hari kerja setelah permohonan diterima secara lengkap. 13 Permohonan Surat Keterangan 5 (lima) hari kerja setelah surat permohonan diterima secara Bebas (SKB) PPN atas BKP lengkap.215/tkb/13 . Pajak yang Tidak Benar. Kantor Pusat DJP dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) bulan sejak permohonan pengurangan diterima. 15 Permohonan Pengurangan 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya berkas permohonan atau Penghapusan Sanksi lengkap. 8 Pendaftaran Obyek Pajak Baru 3 (tiga) hari kerja sejak surat permohonan diterima lengkap.menyebabkan terjadinya kelebihan pembayaran pajak. Administrasi.254. Pasal 23. 5 (lima) hari kerja sejak surat permohonan diterima lengkap. Tertentu. dan PPnBM 6 Penyelesaian Surat Keterangan Bebas (SKB) Pemungutan PPh Pasal 22 Impor.9. KPP Pratama dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak permohonan pengurangan diterima. 14 Permohonan Keberatan PBB 9 (sembilan) bulan sejak surat permohonan diterima.

adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dibakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan eksternal dan/atau internal sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk kepentingan masyarakat atau para pemangku kepentingan lainnya atas jasa dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. SOP Layanan Unggulan disusun dan ditetapkan guna memberikan kepastian pelayanan.Standar Prosedur Operasi (Standard Operating Procedure) Layanan Unggulan Bidang Perpajakan yang selanjutnya disebut SOP Layanan Unggulan. dan persyaratan administrasi dan digunakan sebagai acuan pelaksanaan pelayanan publik bagi unit pelaksana teknis.215/tkb/14 . biaya atas jasa pelayanan.9. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.254. antara lain terhadap proses. jangka waktu penyelesaian.

DASAR HUKUM: Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 stdtd Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 stdtd Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 Undang-Undangn Nomor 8 tahun 1983 stdtd Undang-Undang Nomor 42 tahun 2009 KEP-447/PJ/2001 jo. sehingga kegunaan SKF adalah untuk dipakai saat ingin melakukan penawaran barang dan atau jasa untuk keperluan pemerintah. SE-17/PJ/2007 (belaku mulai 9 April 2007) II. PENGERTIAN Surat Keterangan Fiskal adalah surat yang diterbitkan DJP yang berisi data pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak untuk masa dan tahun pajak tertentu.4/2001 jo. Tidak sedang dilakukan penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan. III.SURAT KETERANGAN FISKAL (SKF) I. Melampirkan:  Fotokopi SPT Tahunan PPh beserta tanda terima SPT tersebut  Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang dan Surat Tanda Terima Setoran Pajak Bumi dan Bangunan tahun terakhir. KEGUNAAN SKF Dengan adanya kebijakan dari BAPEPAM-LK yang telah mencabut kewajiban atau persyaratan SKF bagi Wajib Pajak Bursa dalam rangka penjualan saham perusahaan di Bursa Efek atau penjualan obligasi perusahaan melalui atau tanpa melalui Bursa Efek. PER 69/PJ/2007 (berlaku mulai 9 April 2007) SE-33/PJ. maka didalam PER 69/PJ/2007 tidak disebutkan lagi persyaratan untuk wajib pajak bursa. TATA CARA DAN PERSYARATAN Wajib Pajak menyampaikan permohonan SKF kepada KPP tempat WP terdaftar sesuai formulir permohonan (contoh Lampiran I dan II PER 69/PJ/2007) dengan persyaratan: 1.  Fotokopi NPWP (syarat tambahan).254. Mengisi:  Formulir permohonan pada Lampiran I PER 69/PJ/2007  Koreksi Positif dan Negatif untuk penghitungan fiskal pada Lampiran II PER 69/PJ/2007 3.9. dan 2.  Fotokopi Surat Setoran Bea (SSB) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) (khusus Wajib Pajak yang baru memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan)  Surat Pernyataan Bermeterai dari Direktur atas Kesanggupan Melunasi Utang Pajak (syarat tambahan). IV.  Surat Kuasa apabila pengurusan dikuasakan kepada konsultan pajak (syarat tambahan).215/tkb/15 . TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak saat diterimanya permohonan Wajib Pajak secara lengkap. 4. Fotokopi Laporan Keuangan lengkap yang telah diaudit oleh Akuntan Publik untuk 3 (tiga) tahun terakhir (untuk Wajib Pajak Bursa).9. untuk WP Non Bursa → langsung mengajukan permohonan kepada KPP tempat WP terdaftar 2. Tidak menyampaikan/ memasukkan SPT Tahunan PPh tahun terakhir 2. mempunyai tunggakan pajak atas ketetapan PPh. WP harus melengkapi dokumen yang diperlukan. Fotokopi NPWP. Jika tidak. 3. maka Surat Keterangan Fiskal yang dimohon oleh WP tidak dapat diproses lebih lanjut. untuk WP Bursa → mengajukan permohonan melalui BAPEPAM-LK yang selanjutnya diteruskan ke Kantor Pusat DJP untuk diteruskan ke KPP. 3. Fotokopi Surat Setoran Bea (SSB) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) (khusus Wajib Pajak yang baru memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. SPT Tahunan PPh dimaksud adalah untuk tahun terakhir 2. VI. dan atau PBB tahun-tahun sebelumnya. V. Dalam waktu 3 (hari) kerja setelah surat permohonan kelengkapan dari KPP diterima oleh WP. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang dan surat tanda terima setoran Pajak Bumi dan Bangunan tahun terakhir.215/tkb/16 . dan atau PBB Format Surat Penolakan Pemberian SKF ada didalam Lampiran V PER 69/PJ/2007 VII HISTORIS PERATURAN Sebelum berlakunya PER-69/PJ/2007 dan SE-17/PJ/2007 (9 April 2007). berlaku ketentuan mengenai SKF sebagai berikut: o Wajib Pajak menyampaikan permohonan SKF kepada: 1. mempunyai tunggakan pajak tahun berjalan untuk jenis PPh Pasal 21/22/23/25/26/4(2)/Final. o Formulir permohonan sesuai dengan contoh didalam Lampiran I dan II KEP447/PJ/2001) dengan melampirkan: 1. SPT Tahunan PPh dimaksud adalah untuk 3 (tiga) tahun terakhir  Dalam hal Wajib Pajak Non Bursa. 6. jika permohonan Wajib Pajak tidak memenuhi persyaratan kelengkapan dokumen diatas maka KPP harus segera menyampaikan kepada Wajib Pajak untuk melengkapi dokumen-dokumen tersebut. PPN & PPnBM. PPN & PPnBM. HAL-HAL YANG MENGAKIBATKAN SKF DITOLAK: 1. Daftar pemegang saham pendiri (untuk Wajib Pajak Bursa) 5. Pemberitahuan dari KPP kepada Wajib Pajak menggunakan formulir yang ada didalam Lampiran III PER-69/PJ/2007.Setelah diteliti. Fotokopi SPT Tahunan PPh beserta tanda terima SPT tersebut  Dalam hal Wajib Pajak Bursa.254.

215/tkb/17 . 8. 2.7. Untuk Wajib Pajak Non Bursa → digunakan saat ingin melakukan penawaran barang dan atau jasa untuk keperluan pemerintah. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Surat Kuasa apabila pengurusan dikuasakan kepada konsultan pajak (syarat tambahan).254.9. Jangka Waktu: (INI ATURAN LAMA) Paling lambat 10 hari kerja sejak diterimanya permohonan (untuk WP Non Bursa) Paling lambat 10 hari kerja sejak diterimanya surat permohonan WP dari KPP (untuk WP Bursa) B. Untuk Wajib Pajak Bursa → digunakan pada saat ingin menjual saham perusahaan di Bursa Efek atau hendak menjual obligasi perusahaan baik yang melalui Bursa Efek atau yang tanpa melalui Bursa Efek. Surat Pernyataan Bermeterai dari Direktur atas Kesanggupan Melunasi Utang Pajak (syarat tambahan). Kegunaan SKF: (INI ATURAN LAMA) 1. A.

Pajak Pertambahan Nilai dan atau Pajak Penjualan Atas Barang Mewah untuk kegiatan usaha di bidang impor atas dasar inden. melalui perhitungan dengan setoran pajak yang lain atas nama Wajib Pajak yang sama atau Wajib Pajak lain. 7. TATA CARA PEMINDAHBUKUAN (Pbk) Untuk pemindahbukuan (Pbk) yang: 1. 3. 6. UU KUP UU PPh UU PPN KMK 88/KMK.PERMOHONAN PEMINDAHBUKUAN (PBK) DASAR HUKUM 1. Bunga yang dimaksud disini adalah unga yang diperoleh WP dari Pemerintah karena keterlambatan pengembalian pembayaran pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3) UU KUP yang tercantum dalam Surat Keputusan Pemberian Bunga Atas Kelambatan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak (SKPB). yang dilakukan melalui: 1./2002 berlaku mulai 16 Desember 2002 DEFINISI Pemindahbukuan adalah pembayaran utang pajak. 4. dikarenakan adanya kelebihan pembayaran pajak atau telah melakukan pembayaran Pajak yang Seharusnya Tidak Terutang berdasarkan SKKPP atau surat keputusan lainnya. 6. karena adanya pelimpahan PPh Pasal 22 dalam rangka impor atas dasar inden sebelum berlakunya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 539/KMK. Pemindahbukuan meliputi pemindahbukuan yang terjadi: 1. karena salah mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) baik menyangkut Wajib Pajak sendiri maupun Wajib Pajak lain. 2.04/1991 berlaku mulai 24 Januari 1991 KEP 965/PJ. 2. 3.9/1991 KEP 522/PJ. 5. 4. termasuk bunga. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9. karena diperolehnya kejelasan Surat Setoran Pajak (SSP) yang semula diadministrasikan dalam Bermacam-macam Penerimaan Pajak (BPP).215/tkb/18 .254. karena adanya pemecahan setoran pajak yang berasal dari Surat Setoran Pajak.04/ 1990 tentang PPh Pasal 22. perhitungan dengan kelebihan pembayaran pajak atau bunga yang diterima atau 2. 5. karena adanya kelebihan pembayaran pajak atau adanya pembayaran Pajak yang Seharusnya Tidak Terutang berdasarkan Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak (SKKPP) atau surat keputusan lainnya yang menyebabkan timbulnya kelebihan pembayaran pajak.9/1991 berlaku mulai 17 Oktober 1991 SE 26/PJ. karena adanya pemberian bunga kepada WP akibat kelambatan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. denda administrasi dan kenaikan.

adanya pemecahan setoran pajak yang berasal dari Surat Setoran Pajak. o asli PIB (jika Pbk dilakukan untuk pembayaran PPh Pasal 22 atau PPN Impor). PIUD adalah bukti impor. jika pemecahan SSP dilakukan oleh Bendaharawan/ Pemotong/ Pemungut.2. tanpa memerlukan persetujuan dari Kanwil DJP atau Direktur Jenderal Pajak. dikarenakan diperolehnya kejelasan Surat Setoran Pajak (SSP) yang semula diadministrasikan dalam Bermacam-macam Penerimaan Pajak (BPP). SKKPP (Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak). oleh Kepala KPP yang menerbitkan SKP. tanpa permohonan dari WP. STP. Permohonan pemindahbukuan secara tertulis dilampiri dengan: o asli SSP yang dimohonkan untuk dipindahbukukan. sehingga didalam SSP yang dibayar oleh PT A tercantum nama dan NPWP PT B. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Maka untuk mengajukan permohonan Pbk.B dan PT B setuju untuk memindahbukukan pembayaran di dalam SSP tersebut kepada PT A. 3. PT A harus melampirkan surat pernyataan dari PT B yang menyatakan bahwa SSP tersebut bukan pembayaran pajak PT.dan 2. SKPT (Surat Ketetapan Pajak Tambahan). dengan syarat SSP yang dimohonkan Pbk belum diperhitungkan dengan pajak yang terutang dalam SPT. 2.9/1991. o Surat pernyataan dari Wajib Pajak yang nama dan NPWP-nya tercantum dalam SSP. jika nama dan NPWP pemegang asli SSP (yang mengajukan permohonan Pbk) tidak sama dengan nama dan NPWP yang tercantum dalam SSP. maka pemindahbukuan (Pbk) dilaksanakan dengan cara: 1. Pajak Pertambahan Nilai dan atau Pajak Penjualan Atas Barang Mewah untuk kegiatan usaha di bidang impor atas dasar inden. atau dalam PIB. tertulis harus dilampirkan asli PIUD (Pemberitahuan Impor Untuk Dipakai). Didalam SE 26/PJ. untuk saat ini istilah PIUD diganti menjadi PIB (Pemberitahuan Impor Barang). salah mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) baik menyangkut Wajib Pajak sendiri maupun Wajib Pajak lain. SKP. 2. Setelah dilakukan pemindahbukuan (Pbk) maka Kepala KPP akan menerbitkan Bukti Pemindahbukuan (Bukti Pbk) yang terdapat di Lampiran I KEP 965/PJ. o daftar nominatif wajib pajak yang menerima pemindahbukuan. serta 3. surat pernyataan tersebut berisi bahwa SSP yang akan di Pbk sebenarnya bukan pembayaran pajak untuk kepentingannya WP yang nama dan NPWP-nya tercantum dalam SSP dan tidak keberatan untuk dipindahbukukan kepada WP yang mengajukan Pbk. maka pemindahbukuan (Pbk) dilaksanakan: 1. SSP dan Bukti Pbk yang telah dipindahbukukan harus dibubuhi cap dan ditandatangani oleh Kepala KPP.254. Contoh: PT A salah mengisi SSP.9/1991. WP pemegang asli SSP harus mengajukan permohonan pemindahbukuan secara tertulis kepada Kepala KPP tempat WP terdaftar. SPb (Surat Pemberitaan).9. 4.215/tkb/19 . dikarenakan adanya pemberian bunga kepada akibat keterlambatan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. Untuk pemindahbukuan (Pbk) yang: 1.04/ 1990 tentang PPh Pasal 22. adanya pelimpahan PPh Pasal 22 dalam rangka impor atas dasar inden sebelum berlakunyaKeputusan Menteri Keuangan Nomor 539/KMK.

2.9. SSP lembar ke-1 2.215/tkb/20 . maka saat berlakunya Bukti Pbk adalah tanggal yang lebih akhir diantara tanggal timbulnya hak WP atas kelebihan pembayaran pajak atau atas pemberian bunga dengan tanggal saat terhutangnya hutang pajak dimaksud. Bagi Pbk yang terjadi karena alasan selain no. PEMINDAHBUKUAN ATAS KEKELIRUAN PEMBAYARAN PPh DALAM MATA UANG DOLLAR AS Pbk atas kekeliruan pembayaran PPh dalam mata uang Dollar AS dilakukan oleh WP yang diijinkan untuk menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah yang melakukan pembayaran PPh dalam Dollar AS. Jangka Waktu Penyelesaian Pbk Tidak ada diatur jangka waktu penyelesaiannya Saat berlakunya Bukti Pemindahbukuan (Bukti Pbk) 1. Permohonan Pbk diajukan kepada Kepala KPP yang berwenang menatausahakan SSP. maka KPP penerima wajib meneruskan permohonan Pbk tersebut ke KPP dimana SSP ditatausahakan. Tanggal yang lebih akhir diantara tanggal keputusan keberatan/ banding/ peninjauan kembali dan tanggal-tanggal setoran pajak yang melebihi pajak terutang. maka saat berlakunya Bukti Pbk adalah tanggal yang lebih akhir diantara tanggal timbulnya hak WP atas kelebihan pembayaran pajak atau atas pemberian bunga dengan tanggal permohonan WP. Jika dilakukan perhitungan dengan hutang pajak yang akan datang. 3. Tanggal Surat Keputusan Pemberian Bunga atas Kelambatan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak (SKPB) untuk pemberian bunga kepada WP. Bagi Pbk yang terjadi karena adanya kelebihan pembayaran pajak atau pemberian bunga kepada WP: Jika dilakukan penghitungan dengan hutang pajak yang belum dilunasi.tanpa memerlukan persetujuan Kepala Kanwil DJP atasannya dengan melampirkan: 1. Tanggal Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak (SKKPP) untuk kelebihan pembayaran pajak yang diputuskan dengan SKKPP. untuk kelebihan pembayaran pajak yang timbul karena adanya keputusan keberatan/ banding/ peninjauan kembali.Jika KPP menerima permohonan Pbk tetapi SSP yang akan dipindahbukukan ditatausahakan di KPP lain. satu lembar surat pengantar dikirim kepada WP. 1 diatas: Saat berlakunya Bukti Pbk adalah tanggal penyetoran pajak yang dipindahbukukan. 2. Yang dimaksud dengan tanggal timbulnya hak WP atas kelebihan pembayaran pajak atau atas pemberian bunga adalah: 1. bukti transfer asli pembayaran PPh dalam mata uang Dollar AS TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.254.

Pbk dapat dilakukan jika SSP yang dimohonkan untuk di Pbk belum diperhitungkan dengan pajak terhutang dalam SPT.254.3 (Lampiran I KEP 965/PJ. SKPPKP (Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak). 3. PDIP 5.9. SKPKB. Pada Bukti Pbk dicantumkan tanggal saat berlakunya Bukti Pemindahbukuan sebagai tanggal penerimaan SSP oleh kantor penerima pembayaran TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. SKPKBT. Kepala KPP menerbitkan Bukti Pemindahbukuan dengan formulir KP. Setelah dilakukan Pbk. bukti transfer asli pembayaran dan Bukti Pemindahbukuan dibubuhi cap dan ditandatangani oleh Kepala KPP. maka: 1.215/tkb/21 . SSP lembar ke-1.9/1991) 2. STP.

Petugas Konseling adalah Account Representative (AR) yang menangani Wajib Pajak yang bersangkutan atau Koordinator Pelaksana yang ditugaskan oleh Kepala Kantor. terhadap Wajib Pajak tersebut agar diusulkan untuk dilakukan pemeriksaan.TINDAK LANJUT SURAT HIMBAUAN DASAR HUKUM PER-170/PJ/2007 tentang tata cara pelaksanaan konseling terhadap WP sebagai tindak lanjut Surat Himbauan DEFENISI (pasal 1 per-170/pj/2007) Surat Himbauan adalah surat yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan berdasarkan hasil penelitian internal untuk meminta klarifikasi kepada Wajib Pajak terhadap adanya dugaan belum dipenuhinya kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan.9. Apabila jangka waktu 14 hari ini berakhir dan WP/Kuasanya tidak memberikan klarifikasi sebagaimana mestinya. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN KONSELING (pasal 2 per-170/pj/2007) Pelaksanaan Konseling dapat dilakukan dalam jangka waktu paling lama 14 hari sejak berakhirnya jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam surat himbauan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Petugas Konseling harus segera menentukan tindak lanjutnya dengan membuat Berita Acara Pelaksanaan Konseling.215/tkb/22 . DALAM HAL WP/KUASANYA MENGAKUI KEBENARAN DATA DAN BERSEDIA MELAKUKAN PEMBETULAN SPT (pasal 7 per-170/pj/2007) Petugas Konseling wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembetulan tersebut. Dalam hal setelah jangka waktu 14 hari sejak tanggal pelaksaan konseling berakhir Wajib Pajak belum membetulkan Surat Pemberitahuan. Konseling adalah sarana yang disediakan bagi Wajib Pajak untuk melakukan klarifikasi terhadap data yang tercantum dalam Surat Himbauan.254. KEWAJIBAN KEPALA KPP DALAM HAL TELAH MEMBERIKAN SURAT HIMBAUAN KEPADA WP (pasal 2 per-170/pj/2007) Kepala KPP wajib memberikan kesempatan Konseling kepada Wajib Pajak/Kuasanya untuk memberikan klafirikasi terkait dengan Surat Himbauan.

WP NE dapat berubah status menjadi Wajib Pajak efektif apabila : 1. melakukan pembayaran pajak. 3. Surat pernyataan tidak lagi Bendahara tidak melakukan pembayaran lagi membayar pajak dengan Form lampiran II Permohonan WP ybs.NON EFEKTIF UNTUK NPWP DASAR HUKUM SE-89/PJ/2009 SEBAB MENJADI NE (NON EFEKTIF) Pengusul Sebab dapat berstatus NE 3 tahun berturut-turut tidak bayar/Lapor SPT Masa/Tahunan Diusulkan AR Tidak diketahui/ditemukan alamatnya Meninggal tetapi belum ada pemberitahuan tertulis dari ahli waris/belum mengajukan penghapusan NPWP Surat pernyataan sudah tidak berkegiatan usaha dengan Form Lampiran II Syarat Diusulkan AR atau Permohonan WP Secara nyata tidak ada kegiatan usaha ybs. 2. menyampaikan SPT Masa atau SPT Tahunan.9. Badan bubar belum ada akta pembubaran/penyelesaian likuiditas WPOP di luar negeri lebih dari 183 hari dalam 12 bulan Surat keterangan dalam proses bubar /likuidasi dari notaris Fotokopi passpor& kontrak kerja/dokumen yang menyatakan lebih dari 183 hari di luar negeri Permohonan perubahan status menjadi NE harus diselesaikan dalam jangka waktu 10 hari kerja setelah permohonan diterima secara lengkap. 4.254. diketahui alamat WP.215/tkb/23 . atau mengajukan permohonan untuk diaktifkan kembali TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 5. diketahui adanya kegiatan usaha dari Wajib Pajak.

/2008 (berlaku 20 Oktober 2008) Jo PER-41/PJ.03/2003 jo PMK-68/PMK. Gambaran kegiatan usaha. Perbaikan informasi pada formulir pendaftaran PKP berupa penambahan kolom isian mengenai status kepemilikan tempat kegiatan usaha 2. Foto tempat kegiatan usaha./2009 dengan PER 62/PJ/2010: (isi dari SE146/PJ/2010) 1. perubahan data. Peta tempat kegiatan usaha./2009 Jo PER 62/PJ/2010 tentang tata cara pendaftaran.03/2010 (berlaku sejak 1 April 2010) tentang batasan pengusaha kecil PPN SE-146/PJ/2010 tentang penyampaian PER 62/PJ/2010 Perbedaan antara PER-44/PJ./2008 Jo PER-41/PJ. antara lain: 1. 5.9. 2. 3. perubahan tata cara konfirmasi lapangan. Data peredaran usaha. Daftar harta di tempat kegiatan usaha. Perbaikan prosedur konfirmasi lapangan dalam rangka menyakinkan keberadaan dan kebenaran usaha Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak. yang meliputi: 1./2008 tentang Tempat Pendaftaran Wajib Pajak Tertentu PER-24/PJ/2009 (berlaku sejak 16 Maret 2009) tentang Tata Cara Pendaftaran NPWP dan/atau Pengukuhan PKP dan Perubahan Data Wajib Pajak dan/atau PKP dengan Sistem eRegistration. dan  meneliti kelayakan usaha Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak. berupa perbaikan tujuan konfirmasi lapangan yaitu untuk membuktikan kebenaran pengisian formulir pendaftaran dan melakukan penelitian kelayakan usaha. pemindahan WP/PKP PER-35/PJ/2009 (berlaku 8 Juni 2009) tentang perubahan PER-9/PJ. 3.254.215/tkb/24 . yang bertujuan untuk:  membuktikan kebenaran pengisian formulir pendaftaran Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak. 2. YANG WAJIB UNTUK MEMILIKI NPWP Orang pribadi atau badan yang telah memenuhi persyaratan subjektif (sesuai ketentuan pasal 2 ayat 3 UU nomor 36 tahun 2008) dan objektif (menerima atau memperoleh penghasilan sesuai Pasal 4 ayat 1 UU nomor 36 tahun 2008) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. pengukuhan PKP.NPWP & PKP DASAR HUKUM PER-44/PJ. Perubahan formulir Berita Acara Konfirmasi Lapangan. 4. KMK-571/KMK. perubahan jangka waktu pelaksanaan konfirmasi dari 1 tahun menjadi paling lama 6 bulan sejak dikeluarkannya NPWP dan/atau NPPKP.

mengisi form pendaftaran NPWP yang tersedia di KPP (bentuk form pendaftaran NPWP bagi anggota keluarga KLIK disini (ada di lampiran II. Dlm Negeri WP Badan 1. 600 juta.3 PER-44/PJ/2008 surat penunjukan dari kantor pusat untuk BUT. dan fotokopi NPWP salah seorang pimpinan/penanggung jawab badan serta mengisi form permohonan di KPP (bentuk form KLIK disini (ada di NPWP bagi anggota keluarga (termasuk istri yang tidak pisah harta dengan suaminya) (PER-51/PJ. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. BUT 3. 2. dan fotokopi NPWP salah seorang pimpinan/penanggung jawab badan serta mengisi form permohonan di KPP (bentuk form KLIK disini (ada di lampiran II. 3.1 PER-44/PJ/2008) fotokopi NPWP suami atau Penanggung Biaya Hidup fotokopi Kartu Keluarga. atau paspor bagi orang asing. 4. dan mengisi form pendaftaran NPWP yang tersedia di KPP (bentuk form KLIK disini (ada di lampiran II. 2. Dalam hal Pengusaha mempunyai lebih dari satu tempat pajak terutang. dan mengisi form pendaftaran NPWP yang tersedia di KPP (bentuk form KLIK disini (ada di lampiran II./2008) 1.1 PER-44/PJ/2008) fotokopi paspor.2 PER51/PJ.215/tkb/25 . 4. fotokopi KTP (WNI)/paspor (WNA) salah seorang pimpinan/penanggung jawab badan. maka Pengusaha tersebut harus dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak pada setiap tempat pajak terutang. Dalam hal pengusaha telah dikukuhkan sebagai PKP dan jumlah peredaran bruto dan/atau penerimaan brutonya dalam satu tahun buku tidak melebihi Rp 600 juta.1 PER-44/PJ/2008) 1. 3. dan mengisi form pendaftaran NPWP yang tersedia di KPP(bentuk form KLIK disini (ada di lampiran II. 3. 4.03/2010). kecuali dilakukan pemusatan tempat pajak terutang (SE-37/PJ/2010 angka 1) TEMPAT PENDAFTARAN NPWP DAN/ATAU PKP di KPP yang wilayah kerjanya meliputi alamat tempat tinggal yang sebenarnya (bagi WPOP) atau tempat kedudukan (bagi WP Badan) SYARAT PENDAFTARAN NPWP (Per Dirjen nomor 44/PJ/2008) : PENDAFTAR WNI WPOP WNA OPPT (NPWP cabang untuk masing-masing tempat usaha OPPT yang berbeda dengan tempat tinggalnya) PERSYARATAN fotokopi KTP. fotokopi KTP. fotokopi KTP (WNI)/paspor (WNA) salah seorang pimpinan/penanggung jawab badan. Kewajiban melaporkan usaha untuk dikukuhkan sebagai PKP dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah bulan saat peredaran bruto dan/atau penerimaan brutonya melebihi Rp. 1. fotokopi NPWP domisili. Surat Pernyataan Susunan Anggota Keluarga (ada di lampiran II. fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia./2008) fotokopi akte pendirian. 5. 600 juta (pasal 4 PMK68/PMK.1 PER-51/PJ. 2.254. PKP dapat mengajukan permohonan pencabutan pengukuhan sebagai PKP.YANG WAJIB DIKUKUHKAN MENJADI PKP Yaitu pengusaha yang apabila sampai dengan suatu bulan dalam tahun buku jumlah peredaran bruto dan/atau penerimaan brutonya melebihi Rp. baik sebagai pusat maupun sebagai cabang perusahaan. 2./2008).9.

3. Penanaman Modal Asing Tertentu KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan WP 3. Bentuk Usaha Tetap dan Orang Asing Tertentu KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau KPP Badan dan Orang Asing Satu untuk WP BUT yang berkedudukan di DKI Jakarta dan Orang Asing yang TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. KPP BUMN 2. Joint Operation (JO) 1. fotokopi KTP (WNI)/ paspor (WNA) salah seorang pimpinan/penanggung jawab badan. serta mengisi form permohonan di KPP (bentuk form KLIK disini (ada di lampiran II. Makanan dan Kayu (Lampiran PER-9/PJ/2008) KPP PMA Lima untuk Agribisnis dan Jasa (Lampiran PER-9/PJ/2008) KPP PMA Enam untuk Jasa dan Perdagangan (Lampiran PER-9/PJ/2008) No. fotokopi NPWP pusat. Cabang WP Badan 4.termasuk anak perusahaan yang penyertaan modal baik langsung maupun tidak langsung dari BUMN lebih dari 50% Tempat Pendaftaran dan atau Pengukuhan PKP Baru Tempat Pendaftaran dan atau pengukuhan PKP setelah ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Tanpa ditetapkan dengan Keputusan Dirjen Pajak KPP PMA Satu untuk Industri Kimia dan Barang Galian Non Logam (Lampiran PER-9/PJ/2008) KPP PMA Dua untuk Industri Logam dan Mesin (Lampiran PER-9/PJ/2008) KPP PMA Tiga untuk Pertambangan dan Perdagangan (Lampiran PER-9/PJ/2008) KPP PMA Empat untuk Industri Tekstil.254. 2. 2.lampiran II. 2. dan NPWP salah seorang pimpinan/penanggung jawab badan.3 PER-44/PJ/2008 1. dan fotokopi KTP. PENDAFTARAN WAJIB PAJAK TERTENTU (PER-35/PJ/2009) Wajib Pajak dan atau PKP Tertentu Badan Usaha Milik Negara. 3. serta mengisi form permohonan di KPP (bentuk form KLIK disini (ada di lampiran II.9.5 PER-44/PJ/2008 perjanjian kerjasama/ akte pendirian sebagai JO.3 PER-44/PJ/2008 Bendahara Pemerintah 1.3 PER-44/PJ/2008 surat penunjukan sebagai bendahara. 1. serta mengisi form permohonan di KPP (bentuk form KLIK disini (ada di lampiran II. 5. 3. dan NPWP dan KTP (WNI)/ paspor(WNA) pimpinan/penanggung jawab JO.215/tkb/26 . fotokopi akte pendirian/ surat penunjukan dari kantor pusat untuk BUT.

/2008).Cape Verde. Terbatas dalam hal sebagai pemotong dan/atau cabang .perwakilan pemungut Pajak Penghasilan atau kegiatan usaha dilakukan Jangka waktu penyelesaian permohonan pendaftaran NPWP : 1 hari kerja sejak permohonan pendaftaran NPWP diterima secara lengkap atau 1 hari kerja sejak informasi pendaftaran melalui Sistem e-Registration diterima KPP. sepanjang permohonan pendaftaran NPWP diisi secara lengkap (Pasal 4 ayat (2) PER-44/PJ.9. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.Sao Tome dan Principe KPP Badan dan Orang Asing Dua untuk WP BUT yang berkedudukan di DKI Jakarta dan Orang Asing yang bertempat tinggal di DKI Jakarta yang berasal dari negara-negara Selain yang telah ditentukan untuk KPP Badora Satu 4.254.215/tkb/27 . Perusahaan Masuk Bursa Tertentu KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal KPP Perusahaan Masuk Bursa atau tempat kedudukan WP KPP yang wilayah kerjanya KPP Wajib Pajak Besar dan meliputi tempat tinggal KPP Madya atau tempat kedudukan WP 5.Mayote. Saint Helena.Mauritius.Comoros.cabang. Perusahaan Besar Tertentu dan Orang Pribadi Tertentu Tempat pusat.atau kegiatan usaha yang lokasinya di Luar Provinsi DKI Jakarta untuk: WP BUMN yang terdaftar di KPP BUMN WP PMA yang terdaftar di KPP PMA WP BUT dan Orang Asing Tertentu yang terdaftar di KPP Badora WP Perusahaan Masuk Bursa Tertentu yang terdaftar di KPP Perusahaan Masuk Bursa WP Perusahaan Besar tertentu atau Orang Pribadi tertentu yang terdaftar pada KPP WP Besar 6.tempat kedudukan WP bertempat tinggal di DKI Jakarta yang berasal dari negara-negara di Benua Asia dan Afrika. Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat pusat. perwakilan.Seychelles.termasuk Maldives.

/2008). Jangka waktu penghapusan NPWP adalah 12 bulan (WP Badan) sejak tanggal permohonan diterima KPP (Pasal 2 ayat 7 UU Nomor 28 Tahun 2007) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.SYARAT PERMOHONAN PENGUKUHAN PKP Sama dengan persyaratan NPWP di atas dengan tambahan data pelengkap berupa SIUP. PENGAJUAN PERMOHONAN PINDAH WPOP dapat mengajukan permohonan pindah ke KPP baru sesuai tempat tinggal sekarang dengan mengisi form permohonan pindah (bentuk form KLIK disini (ada di lampiran II. Untuk informasi mengenai Tempat Pemusatan PPN klik disini.254.2 PER-44/PJ. pengusaha di Kawasan Bebas tidak perlu dikukuhkan sebagai PKP. WP bendaharawanhanya dapat mengajukan permohonan pindah ke KPP lama. sepanjang permohonan pengukuhan PKP diisi secara lengkap (Pasal 4 ayat (2) PER44/PJ. APABILA WP KEHILANGAN FISIK KARTU NPWP Ajukan cetak ulang kartu ke Seksi Pelayanan KPP tempat NPWP terdaftar dengan melampirkan fotokopi KTP serta nomor NPWP (kalau masih ingat atau masih punya fotokopi kartunya) tanpa perlu melampirkan surat kehilangan dari kepolisian.9. Biasanya KPP memberi kebijakan syarat-syarat tambahan tersebut bisa disusulkan dalam jangka waktu tertentu./2009) PENGAJUAN PERMOHONAN PENGHAPUSAN NPWP DAN PENCABUTAN PKP WPOP dapat mengajukan permohonan penghapusan di antaranya karena meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. dan foto lokasi usaha kalau ada serta mengisi form permohonan di KPP. PENGUSAHA KAWASAN BEBAS TIDAK PERLU JADI PKP Untuk Pengusaha di Kawasan Bebas dicabut pengukuhan PKP-nya secara bertahap paling lama 31 Maret 2010. Jangka waktu penghapusan NPWP adalah 6 bulan sejak permohonan diterima lengkap (Pasal 2 ayat 7 UU Nomor 28 Tahun 2007) WP Badan karena telah dibubarkan secara resmi. WP Badan./2008) dan melampirkan fotokopi KTP baru. TDP (Tanda Daftar Perusahaan). (PER 50/PJ/2009). Jangka waktu penyelesaian permohonan pengukuhan PKP : 1 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap atau 1 hari kerja sejak permohonan PKP melalui Sistem e-Registration diterima KPP.(Pasal 6 ayat (1) Per Dirjen nomor 41/PJ. JO.215/tkb/28 . Dan sejak 1 April 2009.

254.pajak. (kalau sebelumnya WP kirim berkas via pos silakan sarankan WP untuk melacak dulu status kiriman ke web PT. WP langsung daftar ke KPP terkait WP akan memperoleh NPWP dengan 2 digit awal seperti yang biasa kita jumpai. misal 00 (bendaharwan). WP daftar via e-registration (e-Reg) di web www. solusi : tanyakan tanggal terdaftar yang ada di kartu.48.Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus memberikan keputusan atas permohonan pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap.26.14. apabila memang berkas sudah pasti sampai ke KPP kita sarankan kepada WP untuk langsung meminta konfirmasi ke KPP karena yang berwenang memberikan validasi hanyalah pejabat di KPP rujukan (Kasi Pelayanan). Permasalahan yang sering terjadi : o WP sudah mengajukan permohonan validasi ke KPP namun belum diproses juga oleh KPP (sudah lama namun belum aktif juga) solusi: pastikan berkas WP sudah diterima oleh KPP ybs. atau 06. kemudian apabila memang TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. (Pasal 2 ayat 9 UU Nomor 28 Tahun 2007) Spesifikasi digit NPWP dan troubleshootingnya : 1. atau 24.34 (WPOP) NPWP yang diperoleh masih bersifat sementara dan masih harus dimintakan validasi ke KPP rujukan sesuai dengan yang tertera di SKTS. 01. o WP mendapatkan 2 NPWP dengan nomor berbeda (dobel NPWP) solusi : cek dulu kebenaran 2 NPWP tadi ke masterfile.id posisi di web : masuk menu aplikasi >> eRegistration WP akan memperoleh NPWP dengan 2 digit awal 20 (bendahara).59.go.07.68. solusi : kita pastikan dulu NPWP yang benar via cek masterfile nasional kemudian sarankan ke WP untuk minta cetak ulang kartu NPWP ke KPP.02 (Badan). kalau memang sudah lama kita coba bantu kontak ke Dit. kalau iya kita bantu carikan NPWP yang benar. Pos atau jasa pengiriman lain terkait). 2. tidak punya NPWP mau tidak mau kita sarankan kepada WP untuk mengajukan permohonan baru ke KPP.77.215/tkb/29 .57. TIP minta cek status aktivasinya (karena ada kemungkinan gagal setor data dari KPP ke kantor pusat) tapi kalau baru beberapa hari (1-3 hari).87.78.58. KPP salah cetak pada kartu NPWP. tidak terlalu banyak permasalahan NPWP dari hasil pendaftaran dengan datang ke KPP secara langsung. maka kesalahan input data maupun cetak kartu sangat mungkin terjadi solusi : pastikan di masterfile kita NPWP tersebut memang benar atas nama orang lain.69.79. 21 (Badan). tetapi ternyata misal setelah kita cek WP ybs. 3. aktivasi sedang dalam proses.25.9.88 Permasalahan yang sering terjadi : o NPWP tidak aktif sehingga tidak bisa dipakai untuk bayar pajak ke bank kemungkinan yang ada : 1.16 (WPOP) kecuali apabila KPP tersebut menggunakan aplikasi PWPM atau e-registration untuk pendaftarannya.67. kita sarankan agar WP menunggu proses aktivasi yang dilakukan oleh KPP. o NPWP yang tertera di kartu yang dia miliki ternyata atas nama orang lain karena PWPM bersifat massal. 2.49. WP daftar kolektif via pemberi kerja (biasanya dipakai oleh WPOP karyawan) akan diproses KPP menggunakan aplikasi PWPM (Pendaftaran WP Massal) 2 digit awal NPWP >> 47.

254.9.215/tkb/30 . TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.benar2 dobel kita sarankan ke WP untuk mengajukan permohonan penghapusan salah satu NPWP ke KPP.

000. Dalam hal jatuh tempo pembayaran dan atau pelaporan jatuh pada hari libur. Khusus untuk PPh Pasal 25 tidak perlu lapor apabila SSP yang digunakan untuk membayar telah dibubuhi NTPN oleh kantor tempat pembayaran pajak. kalau PPh Pasal 25 Nihil WP tetap wajib lapor ke KPP. maka pembayaran atau pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. Dirjen Nomor 22/PJ/2008).000 2. Sanksi keterlambatan pelaporan SPT : Nomor Jenis SPT 1 2 3 4 SPT Masa PPN SPT Masa lainnya SPT Tahunan OP sebelum 2008 50. Menkeu nomor 184/PMK.215/tkb/31 .go. Tetapi.pajak.000 SPT Tahunan Badan 100. (Pasal 3 dan Pasal 8 Per. 3.000 100.000 100.03/2007) 4. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.000 100. (Per.000 50.id.000 2008 dan seterusnya 500.254.9.SANKSI KETERLAMBATAN PELAPORAN SPT 1. Formulir SPT Masa maupun SPT Tahunan dapat diperoleh di KPP terdekat atau dapat diunduh di menu download web www.000 1.

CARA PEMBAYARAN PAJAK selain PBB dan BPHTB.go. kode MAP. (Pasal 4 ayat (1) PER 22/PJ/2008) Kantor Pos Persepsi o 2. Membayar pajak melalui electronic banking o Jika WP membayar melalui electronic banking. maka SSP yang sudah diterakan NTPN tersebut dianggap sebagai pelaporan SPT Masa PPh Pasal 25. PEMBAYARAN MELALUI ELECTRONIC BANKING. KJS.215/tkb/32 . PENYETORAN. (Pasal 4 ayat (1) PER 22/PJ/2008) o SSP lembar ke-1 dan ke-3 yang yang didalamnya sudah tertera NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTP (Nomor Transaksi Pos) (Pasal 2 ayat (5) PER 148/PJ/2007). o SSP baru dianggap sah jika sudah tercantum NTPN dan NTB (Pasal 2 ayat (5) PER 148/PJ/2007). Pembayaran melalui Bank Persepsi Bukti pembayaran yang diterima oleh WP: o SSP lembar ke-1 dan ke-3 yang didalamnya sudah tertera NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank). ada beberapa cara yaitu: 1. tata cara pembayaran.PEMBAYARAN PAJAK (SSP./2007 dan angka 5 SE-39/PJ/2008).lainnya. serta tata cara pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak. penyetoran dan pelaporan pajak.03/2007 stdd PMK 80/PMK. BPN (Bukti Penerimaan Negara) ini dipersamakan sebagai SSP (Pasal 2 ayat (6) PER-148/PJ. maka dokumen yang akan dilaporkan ke KPP sebagai bukti bahwa WP tersebut sudah melakukan pembayaran adalah BPN (Bukti Penerimaan Negara). jika WP mencetak dari website informasikan untuk membawa kertas karbon sendiri.pajak. penentuan tempat pembayaran./2009 (berlaku sejak 1 Juli 2009) tentang bentuk formulir SPP. Membayar pajak dengan menggunakan SSP o SSP dapat diperoleh di KPP atau www. Untuk WP yang membayar PPh pasal 25. maka SSP yang didalamnya sudah tertera NTPN tersebut dianggap sebagai pelaporan SPT Masa PPh Pasal 25. PER-23/PJ/2010 (berlaku sejak 22 April 2010) tentang perubahan sebagian isi PER38/PJ/2009 SE-54/PJ.38/PJ. o Untuk WP yang membayar PPh pasal 25. Bank biasanya meminta SSP yang berkarbon. sehingga WP tidak perlu lagi melaporkan SSP yang sudah diterakan NTPN tsb ke KPP tempat WP tsb terdaftar. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.id di menu download . sehingga WP tidak perlu lagi melaporkan SSP yang sudah diterakan NTPN tsb ke KPP tempat WP terdaftar. o Bukti Penerimaan Negara (BPN) adalah dokumen terbitan Bank Persepsi/Kantor Pos atas transaksi penerimaan negara yang mencantumkan NTPN dan NTB/NTP. tetapi utk beberapa Bank terkadang validasi NTPN diberikan di lembaran tersendiri yang terpisah dari SSP./2010 tentang pengantar PER-23/PJ/2010 PMK 184/PMK.03/2010 tentang penentuan tanggal jatuh tempo pembayaran dan penyetoran pajak. PELAPORAN PAJAK) DASAR HUKUM PER.

ada beberapa cara yaitu: 1. 2. KJS 101 untuk NOP dan alamat NOP pada SSP. SSP dapat dibuat dalam rangkap 5 (lima) dengan peruntukan lembar ke-5 untuk arsip Wajib Pungut atau pihak lain sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. o Untuk Daftar Bank dan Layanan yang disediakan oleh masing-masing Bank yang berkaitan dengan pembayaran PBB silahkan klik Tempat Pembayaran PBB atau dapat dilihat di S-091/PJ.9.o BPN dari Internet Banking dapat diperlakukan seperti SSP. Tetapi hanya beberapa Bank yang dapat menerima pembayaran PBB melalui Teller Bank. Untuk langkahlangkah cara pembayaran dengan melalui ATM disesuaikan dengan masing-masing Mesin ATM Bank.13/2008. hanya diisi untuk pembayaran PPh atas jual beli tanah/banggunan atau PPN membangun sendiri. kemudian Bank akan memberikan STTS (Surat Tanda Terima Setoran) kepada WP yang bersangkutan.13/2008. SSP terdiri dari 4 lembar : 1. Dirjen Pajak Nomor 38/PJ. CARA PEMBAYARAN PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). o Untuk Daftar Bank dan Layanan yang disediakan oleh masing-masing Bank yang berkaitan dengan pembayaran PBB silahkan klik Tempat Pembayaran PBB atau dapat dilihat di S-091/PJ. 3.. Lembar ke-1 : untuk arsip Wajib Pajak Lembar ke-2 : untuk KPPN Lembar ke-3 : untuk dilaporkan oleh WP ke KPP Lembar ke-4 : untuk bank persepsi atau kantor pos & giro Dalam hal diperlukan. dan dapat dijadikan lampiran dalam SPT. Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran Per. sesuai petunjuk pengisiannya. 4. Membayar pajak melalui Mesin ATM cara nya: memasukkan NOP dan tahun pajak untuk PBB yang akan di bayar. 2.254. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10./2009 Untuk PPh Pasal 15 atas Penerbangan Dalam Negeri : MAP 411129.215/tkb/33 . Membayar pajak melalui teller Bank cara nya: membawa SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) ke Bank.

JATUH TEMPO PEMBAYARAN (PASAL 2) DAN PELAPORAN (PASAL 7) (PMK-80/PMK.03/2010) & (UU KUP)
No Jenis Pajak
1 2 3 4 5 6 7 PPh pasal 4(2) setor sendiri PPh pasal 4(2) pemotongan PPh pasal 15 setor sendiri PPh pasal 15 pemotongan PPh pasal 21 PPh pasal 23/26 PPh pasal 25 PPh pasal 22 impor setor sendiri 8 (dilunasi bersamaan dg bea masuk, PPN, PPnBM) PPh pasal 22 impor yang pemungutan 9 oleh BC PPh pasal 22 pemungutan oleh 10 bendaharawan 11 PPh pasal 22 migas PPh pasal 22 pemungutan oleh WP 12 badan tertentu PPN & PPnBM 13 14 15 16

Batas Pembayaran (paling lambat ...)
tgl 15 bulan berikutnya tgl 10 bulan berikutnya tgl 15 bulan berikutnya tgl 10 bulan berikutnya tgl 10 bulan berikutnya tgl 10 bulan berikutnya tgl 15 bulan berikutnya saat penyelesaian dokumen PIB

Batas Pelaporan
tgl 20 bulan berikutnya tgl 20 bulan berikutnya tgl 20 bulan berikutnya tgl 20 bulan berikutnya tgl 20 bulan berikutnya tgl 20 bulan berikutnya tgl 20 bulan berikutnya

1hari kerja berikutnya

hari kerja terakhir minggu berikutnya

hari yang sama dg pembayaran 14 hari setelah masa pajak berakhir atas penyerahan barang tgl 10 bulan berikutnya tgl 10 bulan berikutnya

tgl 20 bulan berikutnya tgl 20 bulan berikutnya akhir bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. akhir bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir

17

18

19

20

21

akhir bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir & sebelum SPT masa PPN disampaikan tgl 15 bulan berikutnya setelah PPN atas kegiatan membangun sendiri Masa Pajak berakhir PPN atas pemanfaatan BKP tidak tgl 15 bulan berikutnya setelah berwujud dan/atau JKP dari Luar saat terutangnya pajak Daerah Pabean PPN & PPnBM pemungutan tgl 7 bulan berikutnya bendaharawan PPN dan/ atau PPnBM pemungutan harus disetor pada hari yang oleh Pejabat Penandatanganan Surat sama dengan pelaksanaan Perintah Membayar sebagai Pemungut pembayaran kepada PKP PPN Rekanan Pemerintah melalui KPPN PPN & PPnBM pemungutan selain tgl 15 bulan berikutnya setelah bendaharawan Masa Pajak berakhir. PPh 25 WP kriteria tertentu yang dapat harus dibayar paling lama pada melaporkan beberapa Masa Pajak akhir Masa Pajak terakhir. dalam satu SPT Masa. (Pasal 3 ayat (3B) UU KUP) Pembayaran masa selain PPh 25 WP harus dibayar paling lama kriteria tertentu yang dapat sesuai dengan batas waktu melaporkan beberapa Masa Pajak untuk masing-masing jenis dalam satu SPT Masa. (Pasal 3 ayat pajak. (3B) UU KUP) sebelum pelaporan SPT Pembayaran pelunasan pajak yang Tahunan WP OP (Pasal 9 ayat terutang dalam SPT Tahunan WP OP (2) UU KUP)

-

akhir bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir 20 hari setelah berakhirnya Masa Pajak terakhir.

20 hari setelah berakhirnya Masa Pajak terakhir.

3 (tiga) bulan setelah akhir tahun pajak. (Pasal 3 ayat (3) huruf b UU

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/34

KUP) Jika WP menggunakan tahun pajak yang sama dengan tahun kalender, maka batas akhir pelaporan SPT Tahunan WP OP adalah 31 Maret tahun berikutnya. 4 (empat) bulan setelah akhir tahun pajak. (Pasal 3 ayat (3) huruf b UU KUP) Pembayaran pelunasan pajak yang 22 terutang dalam SPT Tahunan WP Badan (PPh Pasal 29) sebelum pelaporan SPT Tahunan WP Badan (Pasal 9 ayat (2) UU KUP) Jika WP menggunakan tahun pajak yang sama dengan tahun kalender, maka batas akhir pelaporan SPT Tahunan WP Badan adalah 30 April tahun berikutnya.

Jika tanggal jatuh tempo pembayaran pajak bertepatan dengan hari libur termasuk hari sabtu atau hari libur nasional, maka pembayaran pajak dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. (Pasal 3 PMK 184/PMK.03/2007) Jika tanggal batas akhir pelaporan bertepatan dengan hari libur termasuk hari sabtu atau hari libur nasional, pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. (Pasal 8 ayat (2) PMK 184/PMK.03/2007) Hari libur nasional termasuk hari yang diliburkan untuk penyelenggaraan Pemilihan umum yang ditetapkan oleh Pemerintah dan cuti bersama secara nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah. (Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 8 ayat (3) PMK 184/PMK.03/2007) SANKSI KETERLAMBATAN PEMBAYARAN sebesar 2 % perbulan dihitung dari tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. ( UU PPh Pasal 9 ayat 2a). Jatuh tempo pelaporan SPT, dapat dilihat pada menu Pembayaran Pajak resume ini. Sanksi keterlambatan pelaporan SPT : Nomor Jenis SPT 1 2 3 4 SPT Masa PPN SPT Masa lainnya SPT Tahunan OP SPT Tahunan Badan sebelum 2008 50.000 50.000 100.000 100.000 2008 dan seterusnya 500.000 100.000 100.000 1.000.000

Formulir SPT Masa maupun SPT Tahunan dapat diperoleh di KPP terdekat atau dapat diunduh di menu download web www.pajak.go.id. Dalam hal jatuh tempo pembayaran dan atau pelaporan jatuh pada hari libur, maka pembayaran atau pelaporan dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. (Pasal 3 dan Pasal 8 Per. Menkeu nomor 184/PMK.03/2007)
TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/35

Khusus untuk PPh Pasal 25 tidak perlu lapor apabila SSP yang digunakan untuk membayar telah dibubuhi NTPN oleh kantor tempat pembayaran pajak. (Per. Dirjen Nomor 22/PJ/2008). Tetapi, kalau PPh Pasal 25 Nihil WP tetap wajib lapor ke KPP.

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/36

d 13 menunjukkan kode KPP Digit 14 s. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor 61/PJ/2010 Nomor Ketetapan didalam STP atau SKP biasanya terdiri dari: XXXXX / XXX/ XX/ XXX / XX Keterangan : Digit 1 s.254.215/tkb/37 . 15 Digit nomor ketetapan inilah yang akan diminta untuk dicantumkan di dalam SSP untuk membayar SKP atau STP.d 8 = ini digit yang paling penting untuk menentukan Kode MAP.d 10 menunjukkan kode tahun pajak yang diperiksa/ yang atasnya diterbitkan SKP atau STP (tahun pajak inilah yang dimasukkan saat pengisian SSP di kolom Tahun Pajaknya) Digit 11 s.d 5 menunjukkan nomor surat.TABEL KODE KETETAPAN PER JENIS PAJAK (KODE SKP. Digit 6 s. PPh Umum 1 PPh Pasal 21 2 PPh Pasal 22 3 PPh Pasal 22 Impor atas Impor/ Perolehan 4 PPh Pasal 23 5 PPh Pasal 26 6 PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi 7 PPh Pasal 25/29 Badan II. UNTUK MELIHAT KODE JENIS SETORANNYA KLIK DISINI PER-23/PJ/2010 TABEL KODE KETETAPAN PER JENIS PAJAK I. STP) DASAR HUKUM Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor 90/PJ/2009 Jo. dan KJS apa yang harus kita isi di SSP karena digit ini menunjukkan kode ketetapan (lihat tabel dibawah) Digit 9 s. KODE KETETAPAN PAJAK PADA UMUMNYA JENIS PAJAK I.d 15 menunjukkan kode tahun terbitnya SKP atau STP.9. PPN 1 PPN 2 PPN yang ditunda/ditanggung pemerintah/tidak seharusnya JENIS SURAT KETETAPAN STP SKPKB SKPKBT SKPLB SKPN 101 201 102 202 122 222 103 203 104 204 105 205 106 206 107 207 117 217 301 302 322 303 304 305 306 307 317 401 402 422 403 404 405 406 407 417 501 502 522 503 504 505 506 507 517 TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.

PPN Membangun Sendiri 157 257 VII.6 Pembayaran kembali Pajak Masukan bagi PKP yang gagal 147 berproduksi III. Pengembalian PPN kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri *) Berlaku untuk masa dan/atau tahun pajak 2006 dan sebelumnya 327 337 367 377 387 427 437 467 477 487 527 537 567 577 587 308 318 328 348 408 418 428 448 508 518 528 548 340 341 342 343 344 345 357 440 441 442 443 444 445 457 411 412 413 414 425 426 490 491 492 493 494 495 447 438 497 807 540 541 542 543 544 545 557 TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Pajak yang seharusnya tidak terutang 1 PPh Pasal 21 2 PPh Pasal 22 3 PPh Pasal 23 4 PPh Pasal 26 5 PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi 6 PPh Pasal 25/29 Badan 7 PPh Final Pasal 4 ayat (2) 8 PPh Final Pasal 15 9 PPh Final Pasal 19 10 PPh Final Pasal 21 11 PPh Final Pasal 22 12 PPh Final Pasal 23/26 13 PPN 14 PPnBM 15 PPN Membangun Sendiri VIII.3 Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud Dari Luar Daerah 167 267 Pabean 3.4 Pemanfaatan JKP Dari Luar Daerah Pabean 177 277 3. PPh Final 1 PPh Final Pasal 4 ayat (2) 140 240 2 PPh Final Pasal 15 141 241 3 PPh Final Pasal 19 142 242 4 PPh Final Pasal 21 143 243 5 PPh Final Pasal 22 144 244 6 PPh Final Pasal 23/26 145 245 VI. PPnBM 1 PPnBM 108 208 PPN yang ditunda/ditanggung pemerintah/tidak seharusnya 2 118 218 ditangguhkan/ tidak dipungut/dibebaskan/dikreditkan 3 PPnBM atas : 3.9.1 Impor 127 227 3.2 Penyerahan Aktiva Pasal 16 D*) 137 237 3.ditangguhkan/ tidak dipungut/dibebaskan/dikreditkan 3 PPN atas : 3. Bunga/Denda Penagihan 1 Bunga Penagihan 109 2 Denda Penagihan 110 V.2 Pemungutan Pajak Oleh Pemungut Pajak 148 248 IV.1 Impor 128 228 3.215/tkb/38 .254.5 Pemungutan Pajak Oleh Pemungut Pajak 187 287 3.

KODE KETETAPAN UNTUK PBB JENIS PAJAK PBB 1 PBB Sektor Pedesaan 2 PBB Sektor Perkotaan 3 PBB Sektor Perkebunan 4 PBB Sektor Perhutanan 5 PBB Sektor Pertambangan 6 PBB Sektor Pabum.Migas STP PBB 170 171 172 173 174 175 SKP PBB 270 271 272 273 274 275 III.II.9. KODE KETETAPAN UNTUK BPHTB JENIS PAJAK BPHTB STB 180 SKBKB 280 SKBKBT 380 SKBLB 480 SKBKBN 580 TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.254.215/tkb/39 .

9. Diajukan paling lama 9 hari kerja sebelum jatuh tempo pembayaran (Apabila ternyata jangka waktu 9 hari kerja tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaan WP. permohonan masih dapat dipertimbangkan DJP sepanjang WP dapat membuktikan kebenaran keadaan diluar kekuasaannya (pasal 2 ayat (2) PER-38/PJ/2010) dan WP tersebut harus memberikan jaminan berupa garansi bank sebesar utang pajak yang dapat dicairkan sesuai dengan jangka waktu pengangsuran atau penundaan (pasal 3 ayat (3) PER38/PJ/2010)).254. Harus memberikan jaminan yang besarnya ditetapkan berdasarkan pertimbangan Kepala KPP.03/2007 jo PMK 80/PMK. 8. 7. sertifikat tanah. penanggungan utang oleh pihak ketiga. masa angsuran.03/2010 (berlaku sejak 1 April 2010) tentang tanggal dan tata cara penyetoran. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Permohonan harus diajukan secara tertulis (dengan menggunakan formulir yang ada di lampiran 1 PER-38/PJ/2008) kepada Kepala KPP tempat WP terdaftar 2. SURAT KEPUTUSAN ATAS PERMOHONAN ANGSURAN DAN PENUNDAAN Setelah mempertimbangkan alasan berikut bukti pendukung yang diajukan oleh WP. pelaporan. 4. Jumlah pembayaran pajak yang dimohon untuk diangsur. kecuali apabila Kepala KPP menganggap tidak perlu. dan Surat Keputusan Persetujuan Angsuran Pembayaran Pajak atau Surat Keputusan Persetujuan Penundaan Pembayaran Pajak harus diterbitkan paling lama 5 hari kerja setelah jangka waktu 7 hari kerja tersebut berakhir). serta tata cara permohonan pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak PER-38/PJ/2008 tentang tata cara pemberian angsuran dan penundaan pembayaran pajak YANG BISA DIAJUKAN PERMOHONAN ANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN PAJAK 1.ANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN PAJAK DASAR HUKUM : PMK 184/PMK. 2. 6. atau sertifikat deposito. STP SKPKB SKPKBT SK Pembetulan SK Keberatan Putusan Banding Putusan Peninjauan Kembali yang menyebabkan jumlah pajak yang terutang bertambah PPh Pasal 29 yang masih harus dibayar dalam SPT Tahunan PPh CARA PENGAJUAN PERMOHONAN 1. Kepala KPP atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan keputusan dalam jangka waktu 7 hari kerja setelah tanggal diterimanya permohonan (Apabila jangka waktu 7 hari kerja ini telah terlampaui dan Kepala KPP tidak menerbitkan suatu keputusan. surat/dokumen bukti kepemilikan barang bergerak. permohonan disetujui sesuai dengan permohonan Wajib Pajak. atau jumlah pembayaran pajak yang dimohon untuk ditunda dan jangka waktu penundaan 5. 3. 3. Jaminan dapat berupa garansi bank. Alasan dan bukti yang mendukung permohonan 4. dan besarnya angsuran. 5.215/tkb/40 .

Keputusan Kepala KPP dapat berupa : 1.9. 2. menolak permohonan Wajib Pajak.215/tkb/41 . TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.254. atau 3. menyetujui jumlah angsuran pajak dan/atau masa angsuran atau lamanya penundaan sesuai dengan pertimbangan Kepala Kantor Pelayanan Pajak. menyetujui jumlah angsuran pajak dan/atau masa angsuran atau lamanya penundaan sesuai dengan permohonan Wajib Pajak.

Pembatalan Lelang. SPMP.9. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Pengumuman Lelang. tambahan biaya penagihan sebesar 1% dari pokok lelang atau dari hasil penjualan sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (1a) dan Pasal 25 ayat (4) UU 19 Tahun 1997 stdtd UU 19 Tahun 2000. SPMP.01/PJ.045/2007 Romawi I angka 4 tentang kebijakan penagihan pajak Isi aturannya : KPP/KPPBB mengupayakan agar semua biaya penagihan pajak termasuk biaya pelaksanaan SP.KODE MAP SSBP UNTUK BIAYA PELAKSANAAN SP. PENGUMUMAN LELANG DAN PEMBATALAN LELANG DASAR HUKUM SE .215/tkb/42 . dan biaya-biaya lainnya sehubungan dengan penagihan pajak dibebankan kepada Wajib Pajak dan disetorkan ke Kas Negara menggunakan formulir Surat Setoran Bukan Pajak dengan kode MAP 423155.254.

JADWAL WAKTU PENAGIHAN PAJAK
DASAR HUKUM KMK 561/KMK.04/2000 PMK 24/PMK.03/2008 jo PMK 85/PMK.03/2010

TANGGAL JATUH TEMPO PELUNASAN SURAT KEPUTUSAN/KETETAPAN PAJAK 1. Tanggal jatuh tempo pelunasan atas STP, SKPKB, SKPKBT, dan Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, serta Putusan Peninjauan Kembali, termasuk STP, SKPKB, SKPKBT yang diterbitkan kembali yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah, adalah 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan. 2. Bagi Wajib Pajak usaha kecil dan Wajib Pajak di daerah tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, jangka waktu pelunasan pajak dapat diperpanjang menjadi paling lama 2 (dua) bulan. 3. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan atas SKPKB atau SKPKBT, jangka waktu pelunasan pajak untuk jumlah pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan keberatan sebesar pajak yang tidak disetujui dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, tertangguh sampai dengan 1 (satu) bulan sejak tanggal penerbitan Surat Keputusan Keberatan. 4. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan banding atas Surat Keputusan Keberatan sehubungan dengan SKPKB atau SKPKBT, jangka waktu pelunasan pajak tertangguh sampai dengan 1 (satu) bulan sejak tanggal penerbitan Putusan Banding.

JADWAL WAKTU PENAGIHAN PAJAK 1. PENERBITAN SURAT TEGURAN Penagihan Pajak dilakukan dengan terlebih dahulu menerbitkan Surat Teguran oleh Kepala KPP Surat Teguran tidak diterbitkan terhadap Penanggung Pajak yang telah disetujui untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak. Jangka waktu penerbitan Surat Teguran : 1. Dalam hal Wajib Pajak tidak menyetujui sebagian atau seluruh jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan dan Wajib Pajak tidak mengajukan keberatan atas SKPKB atau SKPKBT, Kepada Wajib Pajak disampaikan Surat Teguran setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pengajuan keberatan. (Jatuh tempo pengajuan keberatan adalah 3 bulan sejak tanggal dikirimnya SKP kepada WP, berarti Surat Teguran ini akan disampaikan 7 hari setelah 3 bulan sejak tanggal dikirimnya SKP kepada WP ). 2. Dalam hal Wajib Pajak tidak menyetujui sebagian atau seluruh jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, dan Wajib Pajak tidak mengajukan permohonan banding atas keputusan keberatan sehubungan dengan SKPKB, atau SKPKBT, kepada Wajib Pajak disampaikan Surat Teguran setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pengajuan banding. (Jatuh tempo pengajuan banding adalah 3 bulan sejak Surat Keputusan Keberatan diterima,

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/43

berarti Surat Teguran ini akan disampaikan 7 hari setelah 3 bulan sejak Surat Keputusan Keberatan diterima WP). 3. Dalam hal Wajib Pajak tidak menyetujui sebagian atau seluruh jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, dan Wajib Pajak mengajukan permohonan bandingatas keputusan keberatan sehubungan dengan SKPKB, atau SKPKBT, kepada Wajib Pajak disampaikan Surat Teguran setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pelunasan pajak yang masih harus dibayar berdasarkan Putusan Banding. (Jatuh tempo pelunasan pajak berdasarkan putusan banding adalah 1 bulan sejak tanggal putusan banding diterbitkan, berarti Surat Teguran ini akan disampaikan 7 hari setelah 1 bulan sejak tanggal putusan banding diterbitkan) 4. Dalam hal Wajib Pajak menyetujui seluruh jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, kepada Wajib Pajak disampaikan Surat Teguran setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pelunasan pajak atas STP, SKPKB, SKPKBT, dan Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, serta Putusan Peninjauan Kembali. (Jatuh temponya adalah 1 bulan sejak terbit, berarti Surat Teguran ini akan disampaikan 7 hari setelah 1 bulan sejak surat ketetapan/keputusan tersebut diterbitkan) 5. Dalam hal Wajib Pajak mencabut pengajuan keberatan atas SKPKB atau SKPKBT setelah tanggal jatuh tempo pelunasan tetapi sebelum tanggal diterima Surat Pemberitahuan Untuk Hadir oleh Wajib Pajak, kepada Wajib Pajak disampaikan Surat Teguran setelah 7 (tujuh) hari sejak tanggal pencabutan pengajuan keberatan tersebut. Penyampaian Surat Teguran dapat disampaikan secara langsung, melalui pos, atau melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat.

2. PENERBITAN SURAT PAKSA (pasal 12 PMK 24/PMK.03/2008) Apabila jumlah utang pajak tidak dilunasi oleh Penanggung Pajak setelah lewat waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak tanggal disampaikan Surat Teguran, Surat Paksa diterbitkan oleh Pejabat dan diberitahukan secara langsung oleh jurusita Pajak kepada Penanggung Pajak. 3. PENERBITAN SURAT PERINTAH MELAKSANAKAN PENYITAAN Apabila setelah lewat waktu 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam sejak Surat Paksa diberitahukan kepada Penanggung Pajak dan utang pajak tidak dilunasi oleh Penanggung Pajak, Pejabat menerbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan. 4. PENGUMUMAN LELANG Apabila setelah lewat waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal pelaksanaan penyitaan, Penanggung Pajak tidak melunasi utang pajak dan biaya Penagihan Pajak, Pejabat melakukan pengumuman lelang. 5. PELAKSANAAN LELANG Apabila setelah lewat waktu 14 (empat belas) hari sejak Pengumuman Lelang, Penanggung Pajak tidak melunasi utang pajak dan biaya Penagihan Pajak, Pejabat melakukan penjualan barang sitaan Penanggung Pajak melalui kantor lelang negara.

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/44

PASAL 25 UU KUP : KEBERATAN
DASAR HUKUM UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 25 (berlaku sejak 1 Januari 2008) PP-80 Tahun 2007 pasal 19, 20, 21, 36 (berlaku sejak 1 Januari 2008) tentang pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan berdasarkan UU KUP No. 28 Tahun 2007 PMK 194/PMK.03/2007 (berlaku sejak 1 Januari 2008) tentang tata cara pengajuan dan penyelesaian keberatan PER-49/PJ./2009 (berlaku sejak 7 September 2009 s/d 25 November 2010) tentang tata cara pengajuan dan penyelesaian keberatan SE-87/PJ/2009 tentang pengantar PER-49/PJ/2009 (berlaku sejak 7 September 2009 s/d 25 November 2010) PER-52/PJ/2010 (berlaku sejak 26 November 2010) tentang tentang tata cara pengajuan dan penyelesaian keberatan SE-122/PJ/2010 tentang pengantar PER-52/PJ/2010 (berlaku sejak 26 November 2010) KEP-297/PJ./2002 stdtd KEP-183/PJ./2010 tentang pelimpahan wewenang Direktur Jenderal Pajak kepada para pejabat di lingkungan DJP SE-112/PJ/2010 tentang tata cara peminjaman buku, catatan, data, informasi, dan/atau permintaan data terkait penyelesaian permohonan pasal 25,36 UU KUP

YANG BISA DIAJUKAN KEBERATAN (Pasal 1 Per-49/pj./2009) dan Pasal 2 per-52/pj/2010 Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada DJP atas suatu : 1. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), kecuali SKPKB berdasarkan Pasal 13A UU KUP ( Isi pasal 13A UU KUP ini adalah : Wajib Pajak yang karena kealpaannya tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT, tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, tidak dikenai sanksi pidana apabila kealpaan tersebut pertama kali dilakukan oleh WP dan WP tersebut wajib melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang terutang beserta sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 200% dari jumlah pajak yang kurang dibayar yang ditetapkan melalui penerbitan SKPKB). 2. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT); 3. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN); 4. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB); 5. pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

PENGAJUAN KEBERATAN (Pasal 2 Per-49/pj./2009) dan Pasal 4 ayat 1 per-52/pj/2010 Keberatan diajukan kepada Direktur Jenderal Pajak melalui Kepala KPP dengan surat keberatan. Pasal 3 per-52/pj/2010 Untuk mengajukan keberatan, WP dapat menggunakan formulir yang disediakan di lampiran 1 PER-49/PJ/2009 dan lampiran I per-52/pj/2010

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9.254.215/tkb/45

pembatalan surat ketetapan pajak dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa (Pasal 36 ayat (1) huruf d UU KUP) :  penyampaian Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan.atau  pembahasan akhir hasil pemeriksaan dengan Wajib Pajak.215/tkb/46 . diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia. diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal dikirim surat ketetapan pajak atau sejak tanggal pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga. WP telah melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah yang telah disetujui Wajib Pajak dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan dan disertai fotokopi bukti pelunasannya (syarat ini berlaku untuk pengajuan keberatan atas 5. pengurangan atau pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar (Pasal 36 ayat (1) huruf b UU KUP)./2009) dan Pasal 6 dan Pasal 7 per-52/pj/2010 Surat keberatan disampaikan ke KPP tempat WP terdaftar dan/atau tempat PKP dikukuhkan atau ke KP2KP dalam wilayah KPP yang bersangkutan. Pasal 6 ayat (4) per-52/pj/2010 TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dan dalam hal surat keberatan ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak. surat keberatan tersebut harus dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 UU KUP. Bagian Tahun Pajak. Surat keberatan yang tidak disampaikan ke KPP merupakan surat yang tidak disampaikan pada tempatnya dan tidak dipertimbangkan. Tentang penunjukan kuasa WP lihat di PMK 22/PMK. ditandatangani oleh Wajib Pajak. 2. dan kenaikan yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya (Pasal 36 ayat (1) huruf a UU KUP).80 Tahun 2007) 1. (Pasal 6 Per-49/pj.254. bukti pemungutan.SYARAT PENGAJUAN KEBERATAN (Persyaratan ini hanya berlaku untuk pengajuan keberatan atas suatu SKPKB atau SKPKBT yang berkaitan dengan SPT untuk Masa Pajak. KETENTUAN BAGI WP YANG MENGAJUKAN KEBERATAN WP yang mengajukan keberatan tidak boleh mengajukan permohonan : (Pasal 20 Ayat (2) PP NO. 2.9. atau bukti pemotongan 3. 1 surat keberatan diajukan hanya untuk 1 surat ketetapan pajak atau untuk 1 pemotongan atau pemungutan pajak. atau 3. CARA PENGAJUAN KEBERATAN DAN TANGGAL BUKTI PENERIMAAN SURAT KEBERATAN (Pasal 6 dan Pasal 7 Per-49/pj.dan 6. atau Tahun Pajak 2008 dan seterusnya) : 1. sehingga Direktur Jenderal Pajak tidak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan. 4. mengemukakan jumlah pajak yang terutang atau jumlah pajak yang dipotong atau dipungut atau jumlah rugi menurut penghitungan Wajib Pajak dengan disertai alasan-alasan yang menjadi dasar penghitungan dan dilampirkan dengan fotokopi surat ketetapan pajak. atau tahun pajak 2008 dan seterusnya Pasal 4 ayat (2) per-52/pj/2010)).03/2008 SKPKB. bagian tahun pajak. pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga. denda./2009) dan Pasal 3 dan Pasal 1 angka 3 per-52/pj/2010. SKPKBT yang berkaitan dengan SPT untuk masa pajak. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaan Wajib Pajak (force majeur).

tanggal stempel pos yang tercantum pada bukti pengiriman surat.254. Dalam hal surat keberatan tidak memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi ini./2009) dan Pasal 7 per-52/pj/2010 1.9. dalam hal surat keberatan disampaikan secara langsung. tanggal terima yang tercantum pada bukti penerimaan surat yang diberikan oleh KPP. dan DJP harus memberi keterangan secara tertulis yang diminta oleh WP dalam jangka waktu paling lama 15 hari kerja sejak surat permintaan WP diterima. tanggal yang tercantum pada bukti penerimaan elektronik. WP masih dapat meminta keterangan secara tertulis hal-hal yang menjadi DPP atau penghitungan rugi kepada Direktur Jenderal Pajak melalui KPP.215/tkb/47 . keberataan WP tidak dipertimbangkan sehingga DJP tidak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan dan DJP harus memberitahukan secara tertulis kepada WP bahwa surat keberatannya tidak memenuhi persyaratan dengan menggunakan formulir Lampiran II PER-49/PJ. dalam hal surat keberatan disampaikan melalui pos. 2. Atas permintaan WP tersebut. Pasal 9 per-52/pj/2010 KEWAJIBAN WP Memenuhi permintaan peminjaman berkas dan data keberatan. dalam hal surat keberatan disampaikan melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir.Tanggal bukti penerimaan Surat Keberatan adalah :Pasal 7 Per-49/pj.atau 4. Jangka waktu pemberian keterangan oleh DJP ini tidak menunda jangka waktu pengajuan keberatan../2009 Sebelum mengajukan keberatan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dalam hal surat keberatan disampaikan dengan e-Filing melalui Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP) atau fasilitas e-Filing yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. 2 Dalam hal keberatan ditolak/kabulkan sebahagian diberikan Sanksi Administrasi denda sebesar 50% 3 Memberikan tanggapan atau menghadiri undangan pembahasan SPUH. maka tanggal penyampaian perbaikan surat keberatan merupakan tanggal surat keberatan diterima. WP dapat meminta keterangan secara tertulis hal-hal yang menjadi DPP atau penghitungan rugi kepada Direktur Jenderal Pajak melalui KPP paling lama 2 (dua) bulan setelah tanggal pengiriman surat ketetapan pajak. Meskipun jangka waktu 2 (dua) bulan tersebut telah terlampaui. tanggal pengiriman yang tercantum pada bukti pengiriman surat. 3. WP dapat menyampaikan perbaikan surat keberatan dengan melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi sebelum jangka waktu 3 bulan terlampaui. Dan apabila WP menyampaikan perbaikan surat keberatan. Kepala KPP atas nama Direktur Jenderal Pajak dapat memberi keterangan yang diminta oleh Wajib Pajak secara tertulis. HAK DAN KEWAJIBAN WP DALAM MENGAJUKAN KEBERATAN No 1 HAK WP Dalam hal surat keberatan yang disampaikan oleh WP belum memenuhi persyaratan tersebut.

Memperoleh keterangan tertulis hal-hal yang menjadi dasar SK keberatan untuk keperluan Banding PROSES PENYELESAIAN KEBERATAN Untuk keperluan penyelesaian keberatan.9./2009. Data atau dokumen yang berada di pihak ketiga dan belum diperoleh WP pada saat pemeriksaan 2. Data yang dapat dipertimbangkan dalam proses keberatan yang belum diberikan pada saat pemeriksaan adalah : 1. 3./2009) yang dilampiri dengan Daftar Hasil Penelitian Keberatan (bentuk formulirnya ada di Lampiran VI PER49/PJ. catatan. data dan informasi dan/atau belum memberikan keterangan yang diminta. data. Data atau dokumen yang belum diminta pada saat pemeriksaan tetapi diperlukan dan diminta oleh DJP dan diserahkan oleh WP dalam proses keberatan sepanjang memiliki kaitan dengan koreksi yang disengketakan. Apabila sampai dengan batas waktu 15 hari tersebut WP belum meminjamkan sebagian atau seluruh buku. catatan. meminta Wajib Pajak untuk memberikan keterangan dengan menggunakan formulir Lampiran IV PER-49/PJ. dan informasi dalam bentuk hardcopy dan/atau softcopy dengan menggunakan formulir Lampiran III PER-49/PJ. (Pasal 25 ayat (7) UU KUP) Memperoleh Surat Pemberitahuan Untuk Hadir (SPUH) Wajib Pajak dapat mencabut keberatannya sepanjang SPUH belum disampaikan kepada Wajib Pajak.215/tkb/48 ./2009 2.254.4 5 6 7 Jangka waktu pelunasan pajak atas jumlah pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan keberatan. WP harus meminjamkan bukti tambahan Dan apabila WP tidak memenuhi peminjaman/permintaan ini./2009) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. WP harus memenuhi peminjaman dan/atau permintaan tersebut paling lama 15 hari kerja sejak tanggal diterimanya surat peminjaman dan/atau permintaan. Data atau dokumen yang belum diminta pada saat proses pemeriksaan dan keberatan tetapi diserahkan oleh WP dalam proses keberatan sepanjang memiliki kaitan dengan koreksi yang disengketakan YANG HARUS DILAKUKAN DJP SEBELUM MENERBITKAN SURAT KEPUTUSAN KEBERATAN DJP harus meminta WP untuk hadir guna memberikan keterangan atau memperoleh penjelasan mengenai keberatan WP dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Untuk Hadir (bentuk formulirnya ada di Lampiran V PER-49/PJ. maka keberatan diproses berdasarkan data yang diperoleh dalam proses penyelesaian keberatan./2009) : 1. DJP akan melakukan peminjaman dan/atau permintaan kedua paling lama 5 hari kerja sejak batas waktu tersebut berakhir dan WP harus memenuhi peminjaman dan/atau permintaan kedua paling lama 10 hari kerja sejak tanggal diterimanya surat peminjaman dan/atau permintaan kedua. tertangguh sampai dengan 1 (satu) bulan sejak tanggal penerbitan Surat Keputusan Keberatan. meminjam buku. Dalam hal masih diperlukan. DJP secara tertulis dapat (Pasal 8 PER49/PJ.

mengabulkan sebagian (terhadap WP ini akan dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 50% dari jumlah pajak berdasarkan keputusan keberatan dikurangi dengan pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan).9. sanksi administrasi berupa denda sebesar 50% (lima puluh persen) tidak dikenakan (Pasal 25 ayat (10) UU KUP)./2009) Apabila Wajib Pajak tidak memanfaatkan kesempatan untuk hadir ini./2009 TIDAK DAPAT IMBALAN BUNGA TERKAIT KEBERATAN (Ada di Pasal 24 ayat 5 PP 80 Tahun 2007) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Surat Keputusan Keberatan harus diterbitkan dengan mengabulkan seluruh keberatan yang diajukan WP Keputusan atas keberatan dapat berupa : 1. dibuat Berita Acara ketidakhadiran Wajib Pajak (bentuk formulirnya ada di Lampiran VII PER-49/PJ.keterangan dan penjelasan yang telah diberikan WP dituangkan dalam Berita Acara (bentuk formulirnya ada di Lampiran VII PER-49/PJ.atau 4./2009) ./2009) DJP harus memberikan keputusan atas keberatan yang diajukan WP paling lama dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal bukti penerimaan surat keberatan. Apabila jangka waktu 12 bulan tersebut telah terlampaui tetapi DJP tidak memberikan suatu keputusan. menolak (terhadap WP ini akan diikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 50% dari jumlah pajak berdasarkan keputusan keberatan dikurangi dengan pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan) .215/tkb/49 . menambah besarnya jumlah pajak yang masih harus dibayar (terhadap WP ini akan diikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 50% dari jumlah pajak berdasarkan keputusan keberatan dikurangi dengan pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan) Dalam hal Wajib Pajak mengajukan permohonan banding./2009) KEPUTUSAN KEBERATAN DAN SANKSI ATAS KEPUTUSAN KEBERATANNYA (Pasal 13 Per49/pj. proses keberatan tetap dapat diselesaikan.dan 2.254. maka : 1. Keputusan atas keberatan diberikan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan dengan menggunakan formulir yang ada di Lampiran IX PER-49/PJ. 3./2009) WP yang mencabut pengajuan keberatan tidak dapat mengajukan permohonan pengurangan atau pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar sesuai Pasal 36 ayat (1) huruf b UU KUP (tetapi masih bisa mengajukan permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi sesuai Pasal 36 ayat (1) huruf a UU KUP apabila Keberatan atas SKPKB dan SKPKBT dicabut oleh WP (Pasal 11 Per-49/pj. PENCABUTAN PENGAJUAN KEBERATAN WP dapat mencabut pengajuan keberatan sepanjang Surat Pemberitahuan Untuk Hadir (SPUH) belum disampaikan kepada Wajib Pajak (sebelum tanggal diterimanya surat tersebut oleh WP) (Pasal 11 Per-49/pj. mengabulkan seluruhnya 2.

9.28 Tahun 2007 (PP-80 Tahun 2007 Pasal 36 ayat (2) huruf f) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.254.KETENTUAN PERALIHAN Terhadap proses penyelesaian keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan Pasal 26A UU KUP untuk pengajuan keberatan yang diterima setelah tanggal 31 Desember 2007 berlaku ketentuan berdasarkan UU KUP No.215/tkb/50 .

3. Surat Keputusan Keberatan. yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis./2002 stdtd KEP-183/PJ.03/2008 (berlaku sejak 1 Januari 2008) tentang tata cara pembetulan kesalahan tulis. Surat Tagihan Pajak (STP). kesalahan hitung. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). 12.9. Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak. 9. 4. 11. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB). 6. Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak (dapat berupa Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak atas Surat Ketetapan Pajak (SKP) atau Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak atas Surat Tagihan Pajak (STP)). Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). 8. 28 Tahun 2007 PMK 19/PMK./2010 tentang pelimpahan wewenang Direktur Jenderal Pajak kepada para pejabat di lingkungan DJP YANG BISA DIAJUKAN PEMBETULAN (pasal 1 per-48/pj/2009) Direktur Jenderal Pajak karena jabatannya atau atas pemohonan Wajib Pajak dapat membetulkan : 1. Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi. Kesalahan atau kekeliruan tersebut bersifat manusiawi yang tidak mengandung persengketaan atara fiskus dan Wajib Pajak. Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak (dapat berupa Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak atas Surat Ketetapan Pajak (SKP) atau Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak atau Surat Tagihan Pajak (STP)).215/tkb/51 .254. Surat Keputusan Pembetulan.28 Tahun 2007 Pasal 16 PP-80 Tahun 2007 pasal 22 dan pasal 36 ayat (2) huruf d (berlaku sejak 1 Januari 2008) tentang pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan berdasarkan UU KUP No. 7. 13. 10. Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga.PASAL 16 KUP : PEMBETULAN STP.. 5. Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 2. hitung. SURAT KETETAPAN/KEPUTUSAN PAJAK DASAR HUKUM UU KUP No.. dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam Peraturan perundang-undangan perpajakan. penerapan peraturan per-UU-an perpajakan PER 48/PJ/2009 (berlaku sejak 7 September 2009) tentang tata cara pembetulan ketetapan pajak SE-84/PJ/2009 tentang pengantar PER 48/PJ/2009 KEP-297/PJ.

dan kekeliruan dalam pengkreditan pajak. atau 2. permohonan tersebut harus dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 UU KUP. Ketentuan tentang penunjukan kuasa WP lihat di PMK 22/PMK. Masa Pajak atau Tahun Pajak dan tanggal jatuh tempo kesalahan hitung. SKP. dan 2. ditandatangani oleh Wajib Pajak. 1 (satu) permohonan diajukan untuk 1 (satu) surat ketetapan pajak. antara lain kesalahan yang berasal dari penjumlahan dan/atau pengurangan dan/atau perkalian dan/atau pembagian suatu bilangan. yaitu kekeliruan dalam penerapan tarif. jenis pajak. dan surat keputusan lain yang terkait dengan bidang perpajakan untuk tahun sebelumnya kekeliruan dalam penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundangundangan perpajakan. melalui pos dengan bukti pengiriman surat. PENGAJUAN PERMOHONAN PEMBETULAN Permohonan pembetulan dapat diajukan dengan menggunakan formulir Lampiran I PER 48/PJ/2009. diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia disertai dengan alasan yang mendukung permohonannya. SALAH TULIS. kekeliruan penghitungan Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan. kekeliruan penerapan persentase Norma Penghitungan Penghasilan Neto. antara lain kesalahan yang dapat berupa nama. Surat Tagihan Pajak. alamat. secara langsung. SALAH PENERAPAN PERATURAN PER-UU-AN PERPAJAKAN (pasal 2 per-48/pj/2009) kesalahan tulis.254. kekeliruan Penghasilan Tidak Kena Pajak.9. Surat Tagihan Pajak. Dalam hal KPP tempat WP terdaftar atau KPP tempat PKP dikukuhkan berubah. dan/atau tempat PKP dikukuhkan atau KP2KP dalam wilayah KPP yang bersangkutan : (pasal 5 per48/pj/2009) 1. Syarat pengajuan permohonan : (pasal 3 per-48/pj/2009) 1. termasuk kekeliruan perhitungan karena adanya penerbitan surat ketetapan pajak. terdapat perbedaan Pajak Masukan yang menjadi kredit pajak. permohonan pembetulan ditujukan kepada KPP yang baru. kekeliruan penerapan sanksi administrasi. Pembetulan atas kekeliruan dalam pengkreditan pajak yang terkait dengan PPN. atau surat keputusan lain yang terkait dengan bidang perpajakan yang bisa diajukan permohonan pembetulan 2.03/2008 Permohonan diajukan ke pejabat yang menerbitkan STP. dan dalam hal permohonan ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak. nomor surat ketetapan pajak.215/tkb/52 . atau surat keputusan lain yang terkait dengan bidang perpajakan yang bisa diajukan permohonan pembetulan dan disampaikan ke KPP tempat WP terdaftar. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dan 3. Nomor Pokok Wajib Pajak. hanya dapat dilakukan apabila: 1. tidak mengandung persengketaan antara fiskus dan Wajib Pajak.DEFENISI SALAH HITUNG.

atau 3.28 Tahun 2007 (UU KUP yang baru) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.215/tkb/53 . menghapuskan. mengurangkan. permohonan pembetulan yang diajukan oleh WP dianggap dikabulkan. (pasal 8 per-48/pj/2009) Hasil keputusan dapat berupa : (pasal 10 per-48/pj/2009) 1. PENERBITAN KEPUTUSAN PEMBETULAN Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Keputusan Pembetulan secara jabatan setelah melakukan penelitian. Dan Direktur Jenderal Pajak harus memberikan keterangan secara tertulis atas permintaan Wajib Pajak tersebut Direktur Jenderal Pajak harus memberikan keputusan pembetulan paling lama 6 bulan sejak tanggal bukti penerimaan permohonan pembetulan. Apabila jangka waktu 6 bulan tersebut telah lewat. Direktur Jenderal Pajak harus memberikan keputusan pembetulan paling lama dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal bukti penerimaan permohonan pembetulan. 2. atau 5. menghapuskan jumlah pajak yang terutang dan/atau 4. menambahkan jumlah pajak yang terutang.9. Dalam hal permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan Direktur Jenderal Pajak Wajib menerbitkan surat keputusan pembetulan sesuai dengan permohonan WP paling lama 1 bulan sejak berakhirnya jangka waktu 6 bulan tersebut. KETENTUAN PERALIHAN pasal 36 ayat (2) huruf d PP-80 Tahun 2007 Batas waktu bagi Direktur Jenderal Pajak untuk menerbitkan Surat Keputusan Pembetulan atas pengajuan permohonan yang diterima setelah tanggal 31 Desember 2007 berlaku ketentuan berdasarkan Undang-Undang No.HAK DAN KEWAJIBAN WP (Pasal 5 PMK 19/PMK. memperbaiki kesalahan dan kekeliruan lainnya.03/2008) Dalam hal permohonan WP tidak dapat dipertimbangkan. Direktur Jenderal Pajak harus memberitahukan secara tertulis kepada WP. atau menolak permohonan pembetulan yang diajukan oleh WP. tetapi Direktur Jenderal Pajak tidak memberi suatu keputusan. mengurangkan jumlah pajak yang terutang. WP dapat meminta secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak mengenai alasan yang menjadi dasar Direktur Jenderal Pajak menambah.254. menolak permohonan Wajib Pajak.

28 Tahun 2007 Pasal 36 ayat (1) PP-80 Tahun 2007 pasal 23 (berlaku sejak 1 Januari 2008) tentang pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan berdasarkan UU KUP No. pembahasan akhir hasil pemeriksaan dengan Wajib Pajak. mengurangkan atau membatalkan surat ketetapan pajak yang tidak benar. b. c.25.215/tkb/54 .07/2007 tentang prosedur penanganan permohonan terkait Pasal 16. 36 ayat (1) a dan b UU KUP (tetapi yang masih berlaku sampai sekarang adalah hanya atas ketentuan terkait pasal 36 ayat (1) a dan b UU KUP) ISI PASAL 36 AYAT (1) UU NO. PENGURANGAN/PEMBATALAN STP/SKP. dan/atau kenaikan yang dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahan Wajib Pajak. membatalkan hasil pemeriksaan pajak atau surat ketetapan pajak dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa: 1. atau d.03/2008 (berlaku sejak 6 Februari 2008) tentang tata cara permohonan terkait Pasal 36 UU KUP PER-01/PJ. mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga. Yang dapat diajukan permohonan adalah atas sanksi administrasi yang tercantum dalam : TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9. 36 ayat (1) a dan b UU KUP (tetapi yang masih berlaku sampai sekarang adalah hanya atas ketentuan terkait pasal 36 ayat (1) a dan b UU KUP) SE-02/PJ.04/2000 (berlaku sejak 1 Januari 2001 s/d 31 Desember 2007) tentang tata cara permohonan terkait Pasal 36 UU KUP PMK 21/PMK. penyampaian surat pemberitahuan hasil pemeriksaan. atau 2.PEMBATALAN HASIL PEMERIKSAAN DASAR HUKUM UU No. 28 Tahun 2007 KMK 542/KMK. mengurangkan atau membatalkan Surat Tagihan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 yang tidak benar.07/2007 (berlaku sejak 8 Oktober 2007) tentang prosedur pengajuan dan penyelesaian permohonan terkait Pasal 16.PASAL 36 UU KUP : PENGURANGAN/PENGHAPUSAN SANKSI. denda. 28 TAHUN 2007 Direktur Jenderal Pajak karena jabatan atau atas permohonan Wajib Pajak dapat: a.254. denda. PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI Pasal 36 ayat 1 huruf a Sanksi administrasi yang dapat dikurangkan atau dihapuskan meliputi sanksi administrasi berupa bunga. dan kenaikan yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya.25.

3. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). atau 3. pengurangan atau pembatalan SKP yang tidak benar. Surat Tagihan Pajak. permohonan tersebut harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal keputusan Direktur Jenderal Pajak atas permohonan yang pertama dikirim. Dalam hal WP mengajukan permohonan kedua.215/tkb/55 . hanya dapat dilakukan dalam hal surat ketetapan pajak tersebut :  tidak diajukan keberatan. atau 3. (Pembahasan akhir hasil pemeriksaan dianggap telah dilaksanakan apabila pemeriksa pajak telah memberikan kesempatan untuk hadir kepada WP dalam rangka pembahasan akhir dan WP tidak menggunakan hak tersebut sesuai dengan batas waktu yang ditentukan). 4. Pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi yang tercantum dalam SKPKB atau SKPKBT. c. STP dan hasil pemeriksaan yang dapat dikurangkan atau dibatalkan oleh Direktur Jenderal Pajak baik secara jabatan atau berdasarkan permohonan WP meliputi : 1. Wajib Pajak telah melunasi pajak yang terutang. Syarat mengajukan permohonan untuk memperoleh pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga.254. DAN HASIL PEMERIKSAAN Pasal 36 ayat 1 huruf b. dan d SKP. permohonan harus diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan memberikan alasan yang mendukung permohonannya. SKPKB atau SKPKBT. 1. dan kenaikan hanya dapat diajukan oleh WP paling banyak 2 (dua) kali. pengurangan atau pembatalan STP yang tidak benar. tetapi tidak dipertimbangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (4) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2007 permohonan untuk memperoleh pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga. 6. dan kenaikan adalah : (Permohonan yang tidak memenuhi persyaratan ini tidak dapat dipertimbangkan). denda.  diajukan keberatan. denda.1. tetapi telah dicabut oleh Wajib Pajak. 1 (satu) permohonan untuk 1 (satu) Surat Tagihan Pajak. atau  diajukan keberatan. pembatalan SKP dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa:  penyampaian surat pemberitahuan hasil pemeriksaan. 2.9. permohonan harus disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). 2. dan 5. surat permohonan ditandatangani oleh Wajib Pajak. STP. 2. PENGURANGAN ATAU PEMBATALAN SKP. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. atau  pembahasan akhir hasil pemeriksaan. surat permohonan tersebut harus dilampiri dengan surat kuasa khusus. dan dalam hal surat permohonan ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak.

254.215/tkb/56 . tetapi tidak dipertimbangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (4) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007. surat permohonan harus dilampiri dengan surat kuasa khusus. atau  WP mengajukan keberatan.9. dan d UU KUP Direktur Jenderal Pajak harus memberi keputusan atas permohonan WP dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya permohonan Wajib Pajak. mencantumkan jumlah pajak yang seharusnya terutang menurut perhitungan Wajib Pajak disertai dengan alasan yang mendukung permohonannya. b.Syarat mengajukan permohonan untuk memperoleh pengurangan atau pembatalan SKP. STP. permohonan yang diajukan oleh Wajib Pajak dianggap dikabulkan dan Direktur Jenderal Pajak harus menerbitkan keputusan sesuai dengan permohonan yang diajukan. 3. 4. 1 (satu) permohonan untuk 1 (satu) STP atau SKP. Apabila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan tersebut telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberi suaru keputusan. c. termasuk SKP dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa: 1) penyampaian surat pemberitahuan hasil pemeriksaan. disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar. Permohonan untuk memperoleh pengurangan atau pembatalan SKP yang tidak benar dan pembatalan SKP dari hasil pemeriksaan dapat diajukan oleh WP dalam hal :  WP tidak mengajukan keberatan. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan permohonan kedua. 6. sedangkan untuk permohonan untuk memperoleh pembatalan SKP dari hasil pemeriksaan hanya dapat diajukan oleh Wajib Pajak 1 (satu) kali. atau 2) pembahasan akhir hasil pemeriksaan 2. diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia. dan hasil pemeriksaan adalah : 1. permohonan untuk memperoleh pengurangan atau pembatalan SKP yang tidak benar dan pengurangan atau pembatalan STP yang tidak benar hanya dapat diajukan oleh Wajib Pajak paling banyak 2 (dua) kali. dalam hal surat permohonan ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dan 5. tetapi kemudian mencabut pengajuan keberatan tersebut.  WP mengajukan keberatan. permohonan tersebut harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal keputusan Direktur Jenderal Pajak atas permohonan yang pertama dikirim. KEPUTUSAN ATAS PERMOHONAN PASAL 36 AYAT 1 HURUF a.

TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Surat Keputusan pengurangan/Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar. Pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam STP dilakukan apabila diterbitkan Surat Keputusan Pembetulan. diterbitkannya surat ketetapan pajak karena Pengusaha Kena Pajak tidak membuat faktur pajak.PENGURANGAN ATAU PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI PADA STP SECARA JABATAN Direktur Jenderal Pajak secara jabatan dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi dalam STP yang diterbitkan sebagai akibat dari : 1.215/tkb/57 . Putusan Banding.254. atau Putusan Peninjauan Kembali. dan 2. atau Surat Keputusan Keberatan. yang mengakibatkan pajak yang masih harus dibayar berkurang atau dibatalkan. penerapan ketentuan Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007.9.

2. Perpanjangan jangka waktunya adalah 14 (empat belas) hari terhitung sejak berakhirnya keadaan diluar kekuasaan penggugat. pelaksanaan Surat Paksa. 14 Tahun 2002) 1. Gugatan diajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia kepada Pengadilan Pajak. penerbitan surat ketetapan pajak atau Surat Keputusan Keberatan yang dalam penerbitannya tidak sesuai dengan prosedur atau tata cara yang telah diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan SYARAT PENGAJUAN GUGATAN (Pasal 40 UU Pengadilan Pajak No. 4.28 Tahun 2007 Gugatan Wajib Pajak atau Penanggung Pajak hanya dapat diajukan kepada badan peradilan pajak. Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan. Jangka waktu ini tidak mengikat apabila jangka waktu dimaksud tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaan penggugat. atau 4. atau Keputusan yang digugat dan dilampiri salinan dokumen yang digugat.9. 2. Yang dapat diajukan gugatan adalah : 1. 3. Jangka waktu untuk mengajukan Gugatan terhadap Keputusan selain Gugatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diterima keputusan yang digugat. 5.GUGATAN DASAR HUKUM Pasal 23 UU KUP No. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. pelaksanaan penagihan. Terhadap 1 (satu) pelaksanaan penagihan atau 1 (satu) Keputusan diajukan 1 (satu) Surat Gugatan. Jangka waktu ini tidak mengikat apabila jangka waktu dimaksud tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaan penggugat. atau Pengumuman Lelang.254. 3. Jangka waktu untuk mengajukan Gugatan terhadap pelaksanaan penagihan Pajak adalah 14 (empat belas) hari sejak tanggal pelaksanaan penagihan. Gugatan disertai dengan alasan-alasan yang jelas.28 Tahun 2007 Pasal 40. keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan perpajakan. selain yang ditetapkan dalam Pasal 25 ayat (1) dan Pasal 26. Perpanjangan jangka waktunya adalah 14 (empat belas) hari terhitung sejak berakhirnya keadaan diluar kekuasaan penggugat.42.41.43 UU Pengadilan Pajak No. mencantumkan tanggal diterima. keputusan pencegahan dalam rangka penagihan pajak. 14 Tahun 2002 YANG DAPAT DIAJUKAN GUGATAN Pasal 23 UU KUP No.215/tkb/58 .

peleburan. 14 Tahun 2002) 1. pemecahan/pemekaran usaha. Apabila selama proses Gugatan penggugat meninggal dunia. 14 Tahun 2002) 1. atau Keputusan yang digugat dan dilampiri salinan dokumen yang digugat. Terhadap Gugatan dapat diajukan surat pernyataan pencabutan kepada Pengadilan Pajak. Apabila selama proses Gugatan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Permohonan penundaan pelaksanaan penagihan pajak dapat dikabulkan hanya apabila terdapat keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan penggugat sangat dirugikan jika pelaksanaan penagihan Pajak yang digugat itu dilaksanakan.254. ahli warisnya. seorang pengurus. pelaksanaan penagihan. mencantumkan tanggal diterima. Gugatan yang telah dicabut melalui penetapan ketua atau putusan Majelis/Hakim Tunggal tidak dapat diajukan kembali. Gugatan yang dicabut dihapus dari daftar sengketa dengan : o penetapan Ketua dalam hal surat pernyataan pencabutan diajukan sebelum sidang o putusan Majelis/Hakim Tunggal melalui pemeriksaan dalam hal surat pernyataan pencabutan diajukan setelah sidang atas persetujuan tergugat. atau pengampunya dalam hal penggugat pailit. atau kuasa hukumnya dengan disertai alasan-alasan yang jelas.YANG DAPAT MENGAJUKAN GUGATAN (Pasal 41 UU Pengadilan Pajak No. peleburan. 2. Penggugat dapat mengajukan permohonan agar tindak lanjut pelaksanaan penagihan pajak ditunda selama pemeriksaan Sengketa Pajak sedang berjalan. 14 Tahun 2002) 1. Gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya penagihan Pajak atau kewajiban perpajakan. 2. permohonan dimaksud dapat dilanjutkan oleh pihak yang menerima pertanggungjawaban karena penggabungan.9. 3. PENCABUTAN GUGATAN (Pasal 42 UU Pengadilan Pajak No.215/tkb/59 . Permohonan ini dapat diajukan sekaligus dalam Gugatan dan dapat diputus terlebih dahulu dari pokok sengketanya. GUGATAN TIDAK MENUNDA ATAU MENGHALANGI PELAKSANAAN PENAGIHAN (Pasal 43 UU Pengadilan Pajak No. sampai ada putusan Pengadilan Pajak. Gugatan dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya. atau likuidasi dimaksud. 3. Gugatan dapat diajukan oleh penggugat. atau likuidasi. 2. penggugat melakukan penggabungan. pemecahan/pemekaran usaha. kuasa hukum dari ahli warisnya.

harus dilunasi dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan. Permohonan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan alasan yang jelas paling lama 3 (tiga) bulan sejak Surat Keputusan Keberatan diterima dan dilampiri dengan salinan Surat Keputusan Keberatan tersebut. Surat Keputusan Pembetulan.01/2007 tentang persyaratan untuk menjadi kuasa hukum pada pengadilan pajak SYARAT PENGAJUAN BANDING 1. Terhadap 1 (satu) Keputusan diajukan 1 (satu) Surat Banding KETENTUAN BANDING YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENAGIHAN PAJAK (UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 27) 1. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan banding. atau Pasal 25 ayat (7). 2. serta Putusan Peninjauan Kembali. tertangguh sampai dengan 1 (satu) bulan sejak tanggal penerbitan Putusan Banding.PASAL 27 UU KUP : BANDING DASAR HUKUM UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 27 (berlaku sejak 1 Januari 2008) Pasal 35. jangka waktu pelunasan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) atau ayat (3a) atas jumlah pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan keberatan.9. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.38. atas jumlah pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan keberatan. 3. tertangguh sampai dengan 1 (satu) bulan sejak tanggal penerbitan Surat Keputusan Keberatan.37. dan Surat Keputusan Keberatan.254. Jumlah pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan permohonan keberatan tidak termasuk sebagai utang pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dan TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Putusan Banding. ayat (3a).36. o Pasal 25 ayat (7) UU KUP : Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan. yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. jangka waktu pelunasan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diperpanjang paling lama menjadi 2 (dua) bulan yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan banding hanya kepada badan peradilan pajak atas Surat Keputusan Keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) UU KUP 2. 14 Tahun 2002 PMK 06/PMK. jangka waktu pelunasan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3). serta Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. o Pasal 9 ayat (3) UU KUP : Surat Tagihan Pajak.215/tkb/60 .39 UU Pengadilan Pajak No. o Pasal 9 ayat (3a) UU KUP : Bagi Wajib Pajak usaha kecil dan Wajib Pajak di daerah tertentu.

warisnya. atau likuidasi. SANKSI BANDING Dalam hal permohonan banding ditolak atau dikabulkan sebagian. Banding yang dicabut sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dihapus dari daftar sengketa dengan : o penetapan Ketua dalam hal surat pernyataan pencabutan diajukan sebelum sidang dilaksanakan. pemecahan/pemekaran usaha. Banding dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya. 3. Banding yang telah dicabut melalui penetapan atau putusan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).ayat (1a). pemohon Banding meninggal dunia. Apabila selama proses Banding pemohon Banding melakukan penggabungan. atau kuasa hukumnya. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. peleburan.254. (jadi apabila terdapat kelebihan pembayaran pajak. Apabila selama proses Banding. kuasa hukum dari ahli warisnya. permohonan dimaksud dapat dilanjutkan oleh pihak yang menerima pertanggungjawaban karena penggabungan. peleburan. o putusan Majelis/Hakim Tunggal melalui pemeriksaan dalam hal surat pernyataan pencabutan diajukan dalam sidang atas persetujuan terbanding. tidak dapat diajukan kembali. pemecahan/pemekaran usaha. 14 Tahun 2002) 1. Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak. atau pengampunya dalam hal pemohon Banding pailit.9. 3.215/tkb/61 . 2. Jumlah pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan permohonan banding belum merupakan pajak yang terutang sampai dengan Putusan Banding diterbitkan. atau likuidasi dimaksud. seorang pengurus. Terhadap Banding dapat diajukan surat pernyataan pencabutan kepada Pengadilan Pajak. Wajib Pajak dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pajak berdasarkan Putusan Banding dikurangi dengan pembayaran pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan. 2. 14 Tahun 2002) 1. YANG MENGAJUKAN BANDING (Pasal 37 UU Pengadilan Pajak No. PENCABUTAN BANDING (Pasal 39 UU Pengadilan Pajak No. ahli. maka kelebihan pembayaran pajak ini tidak dapat digunakan untuk melunasi Jumlah pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan permohonan keberatan karena tidak termasuk sebagai utang pajak) 3.

9. WP yang mendaftarkan emisi sahamnya baik sebagian maupun seluruhnya di bursa efek luar negeri. (wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke KPP tempat WP terdaftar) 3.254.PEMBUKUAN DENGAN MATA UANG ASING DASAR HUKUM PMK-196/PMK. (Harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Menteri Keuangan) 6. WP Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang beroperasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan pertambangan minyak dan gas bumi. WP dalam rangka Kontrak Karya yang beroperasi berdasarkan kontrak dengan Pemerintah Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan pertambangan selain pertambangan minyak dan gas bumi. (Harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Menteri Keuangan) atau TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10./2010 (berlaku sejak 9 Maret 2010) tentang tata cara permohonan. (Harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Menteri Keuangan) 2.03/2007 (berlaku sejak 1 Januari 2008) tentang tata cara penyelenggaraan pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan satuan mata uang selain rupiahserta kewajiban penyampaian SPT Tahunan PPh Badan PER-11/PJ.03/2007) Bahasa : Bahasa Inggris Satuan mata uang asing selain rupiah : Dollar amerika serikat WAJIB PAJAK YANG DAPAT MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN DENGAN BAHASA INGGRIS DAN MATA UANG DOLLAR AMERIKA SERIKAT (Pasal 1 PER-11/PJ. (wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke KPP tempat WP terdaftar) 4. pemberian. WP dalam rangka PMA yang beroperasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan PMA. Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang menerbitkan reksadana dalam denominasi satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran dari Badan Pengawas Pasar ModalLembaga Keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pasar modal.215/tkb/62 . pemberitahuan. dan pembatalan izin menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa inggris dan satuan mata uang dollar Amerika Serikat JENIS BAHASA ASING DAN SATUAN MATA UANG SELAIN RUPIAH YANG DIPERBOLEHKAN (Pasal 2 PMK-196/PMK. BUT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (5) Undang-Undang PPh atau sebagaimana diatur dalam Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) terkait./2010) 1. (Harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Menteri Keuangan) 5.

yaitu perusahaan anak (subsidiary company) yang dimiliki dan/atau dikuasai oleh perusahaan induk (parent company) di luar negeri yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) huruf a dan huruf b UU PPh (Harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Menteri Keuangan) I.pendapatan. pasiva.00) bahwa transaksi penjualan dan biaya yang dilakukan perusahaan didominasi oleh satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dan pembukuan menggunakan bahasa Inggris serta seluruh aktiva.215/tkb/63 . sejak tanggal pendirian bagi Wajib Pajak baru untuk Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak pertama. pasiva. 2. Surat Pernyataan (bermeterai Rp6000. PERMOHONAN IZIN MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS DAN SATUAN MATA UANG DOLLAR AMERIKA SERIKAT I. Pengajuan surat permohonan (format sesuai dengan Lampiran I PER-11/PJ./2010 paling lambat 3 (tiga) bulan : 1. WP dalam rangka PMA : 1. Surat Pernyataan (bermeterai Rp6000. WP BUT : 1. modal.9. Dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah dengan format sesuai dengan Lampiran I PER-11/PJ. fotokopi Surat Persetujuan Penanaman Modal Asing dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2. sebelum tahun buku yang diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai.pendapatan.00) bahwa transaksi penjualan dan biaya yang dilakukan perusahaan didominasi oleh satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dan pembukuan menggunakan bahasa Inggris serta seluruh aktiva. dan biaya seluruhnya dicatat dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan menggunakan format sesuai dengan Lampiran II PER11/PJ/2010 4. fotokopi akta pendirian perusahaan dan perubahannya atau dokumen lain yang serupa. fotokopi surat keterangan/penunjukan kantor perwakilan Indonesia dari kantor pusat 3./2010) harus dilampiri dengan : 1.254. atau 2. WP yang berafiliasi langsung dengan perusahaan induk di luar negeri. CARA MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI MENTERI KEUANGAN 1.7. modal. dan biaya seluruhnya dicatat dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 2. fotokopi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang terakhir 2.

dengan menggunakan format sesuai dengan Lampiran II PER11/PJ/2010 3. Wajib Pajak Kontrak Investasi Kolektif : 1.9. modal. Surat Pernyataan (bermeterai Rp6000. modal. modal. pasiva. Wajib Pajak yang mendaftarkan emisi sahamnya baik sebagian maupun seluruhnya di bursa efek luar negeri : 1.pendapatan. fotokopi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang terakhir 4.254. dan biaya TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.215/tkb/64 .00) bahwa transaksi penjualan dan biaya yang dilakukan perusahaan didominasi oleh satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dan pembukuan menggunakan bahasa Inggris serta seluruh aktiva.00) bahwa transaksi penjualan dan biaya yang dilakukan perusahaan didominasi oleh satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dan pembukuan menggunakan bahasa Inggris serta seluruh aktiva. pasiva. 2. surat keterangan dari bursa efek luar negeri yang menyatakan bahwa emisi saham Wajib Pajak pemohon didaftarkan di bursa efek tersebut 2. pasiva. fotokopi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang terakhir 3.00) bahwa transaksi penjualan dan biaya yang dilakukan perusahaan didominasi oleh satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dan pembukuan menggunakan bahasa Inggris serta seluruh aktiva. dan biaya seluruhnya dicatat dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan menggunakan format sesuai dengan Lampiran II PER11/PJ/2010 4. Surat Pernyataan (bermeterai Rp6000.pendapatan. Surat Pernyataan (bermeterai Rp6000. surat keterangan/pernyataan dari perusahaan induk (parent company) di luar negeri dan laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial statement) perusahaan induk(parent company) di luar negeri 2. dan biaya seluruhnya dicatat dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan menggunakan format sesuai dengan Lampiran II PER11/PJ/2010 3. fotokopi Surat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atas penerbitan reksadana oleh Kontrak Investasi Kolektif yang bersangkutan. fotokopi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang terakhir 5. fotokopi prospektus penawaran atas reksadana yang diterbitkan dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat 3. Wajib Pajak yang berafiliasi langsung dengan perusahaan induk di luar negeri : 1.pendapatan.

215/tkb/65 . Yaitu dengan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke KPP tempat WP terdaftar paling lambat 3 (tiga) bulan: 1. II./2010) harus dilampiri dengan : 1. Bagi Wajib Pajak dalam rangka Kontrak Karya : fotokopi kontrak karya TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Apabila jangka waktu tersebut telah lewat dan Kepala Kantor Wilayah belum memberikan keputusan maka permohonan dianggap diterima dan Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan harus menerbitkan keputusan paling lama 2 (dua) hari kerja terhitung sejak berakhirnya jangka waktu tersebut dengan menggunakan Lampiran IV PER-11/PJ/2010. KEPUTUSAN DJP Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan harus memberikan keputusan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak permohonan dari Wajib Pajak diterima secara lengkap. atau 2. Sejak tanggal pendirian apabila sejak pendiriannya menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat. fotokopi Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang terakhir 6. Surat Pernyataan (bermeterai Rp6000. Sebelum tahun buku yang diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai bagi yang akan menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat.pendapatan. Pengajuan pemberitahuan (format sesuai dengan Lampiran I PER-11/PJ. dan biaya seluruhnya dicatat dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan menggunakan format sesuai dengan Lampiran II PER11/PJ/2010 II. pasiva. CARA YANG DILAKUKAN WP DALAM RANGKA KONTRAK KARYA DAN WP KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA AGAR DAPAT MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN DENGAN BAHASA INGGRIS DAN MATA UANG DOLLAR AMERIKA SERIKAT 1. 2. PEMBERITAHUAN MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS DAN SATUAN MATA UANG DOLLAR AMERIKA SERIKAT 1. Wajib Pajak baru terdaftar yang belum wajib menyampaikan SPT Tahunan : 1.00) bahwa transaksi penjualan dan biaya yang dilakukan perusahaan didominasi oleh satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dan pembukuan menggunakan bahasa Inggris serta seluruh aktiva. fotokopi Bukti Penyetoran Modal Awal dalam Dollar Amerika Serikat 2.9.seluruhnya dicatat dalam satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dengan menggunakan format sesuai dengan Lampiran II PER11/PJ/2010 3.254. modal.

CARA YANG DILAKUKAN KERJA SAMA OPERASI (KSO) AGAR DAPAT MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN DENGAN BAHASA INGGRIS DAN MATA UANG DOLLAR AMERIKA SERIKAT I. II. Sejak tanggal pendirian apabila sejak pendiriannya menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat. tetapi dipersyaratkan dalam perjanjian kerjasama/akta pendirian KSO untuk menyelenggarakan pembukuan dengan bahasa inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat 1./2010) harus dilampiri dengan : 1. 2.254.2. Bagi KSO yang semua anggota KSO telah mendapatkan izin Menteri Keuangan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dan sepanjang dipersyaratkan dalam perjanjian kerjasama/akta pendirian KSO untuk menyelenggarakan pembukuan dengan bahasa inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat 1. fotokopi perjanjian kerjasama/akta pendirian KSO. sebelum tahun buku yang diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai. Pengajuan surat permohonan (format sesuai dengan Lampiran I PER11/PJ./2010 paling lambat 3 (tiga) bulan : 1. dan TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.215/tkb/66 ./2010)harus dilampiri dengan : 1. atau 2. dan 2. fotokopi perjanjian kerjasama/akta pendirian KSO. Pengajuan pemberitahuan (format sesuai dengan Lampiran I PER11/PJ. Sebelum tahun buku yang diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai bagi yang akan menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat. Yaitu dengan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis ke KPP tempat WP terdaftar paling lambat 3 (tiga) bulan: 1. Bagi KSO yangl tidak semua anggota KSO-nya mendapatkan izin Menteri Keuangan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat. atau 2. sejak tanggal pendirian bagi Wajib Pajak baru untuk Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak pertama.9. fotokopi Surat Keputusan Menteri Keuangan tentang Pemberian Izin Menyelenggarakan Pembukuan dengan Menggunakan Bahasa Inggris dan Satuan Mata Uang Dollar Amerika Serikat atas nama anggotaanggota KSO yang telah mendapatkannya. Bagi Wajib Pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama : fotokopi Kontrak Kerja Sama 2. 2. Yaitu dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah dengan format sesuai dengan Lampiran I PER-11/PJ.

2. WP harus menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dalam jangka waktu paling sedikit 5 (lima) tahun pajak sejak diterbitkan izin atau penyampaian pemberitahuan 2.215/tkb/67 . maka WP wajib : 1. mengajukan permohonan pembatalan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar paling lama 3 (tiga) bulan setelah tahun buku yang diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat tersebut dimulai.254. III. Dalam hal Wajib Pajak tersebut tetap menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satuan mata uang Rupiah. dengan format sesuai dengan Lampiran I PER-11/PJ. dan tidak dapat diberikan izin untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat.9. atau 2. menyampaikan pemberitahuan tertulis dalam hal Tahun Pajak sebagaimana tercantum dalam surat izin belum dimulai dan pemberitahuan tersebut harus sudah diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar sebelum Tahun Pajak tersebut dimulai. akan dicabut izinnya secara jabatan oleh Kepala Kantor Wilayah dengan menerbitkan Keputusan dengan format sesuai dengan Lampiran III PER-11/PJ/2010. fotokopi Surat Keputusan Menteri Keuangan tentang Pemberian Izin Menyelenggarakan Pembukuan dengan Menggunakan Bahasa Inggris dan Satuan Mata Uang Dollar Amerika Serikat atas nama anggotaanggota KSO yang telah mendapatkannya. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Apabila jangka waktu tersebut telah lewat dan Kepala Kantor Wilayah belum memberikan keputusan maka permohonan dianggap diterima dan Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan harus menerbitkan keputusan paling lama 2 (dua) hari kerja terhitung sejak berakhirnya jangka waktu tersebut dengan menggunakan Lampiran IV PER-11/PJ/2010. 3. KETENTUAN SETELAH MEMPEROLEH IZIN ATAU PENYAMPAIAN PEMBERITAHUAN SECARA TERTULIS 1./2010 serta melampirkan fotokopi surat izin. WP YANG TELAH MEMPEROLEH IZIN TETAPI MERENCANAKAN UNTUK TIDAK MEMANFAATKAN IZIN YANG DIMILIKINYA (Pasal 7 ayat (1) PER11/PJ/2010) Dalam hal ini. 4. KEPUTUSAN KANWIL Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan harus memberikan keputusan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak permohonan dari Wajib Pajak diterima secara lengkap.

/2010 serta melampirkan fotokopi surat pemberitahuan Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan harus memberikan keputusan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak permohonan dari Wajib Pajak diterima secara lengkap. Dalam hal permohonan Wajib Pajak dikabulkan. Dalam hal Wajib Pajak ini kemudian bermaksud menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat lagi. Wajib Pajak harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah setelah jangka waktu 5 (lima) tahun terlampaui. ATAU KSO YANG TELAH MEMBERITAHUNAN UNTUK MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN DENGAN BAHASA INGGRIS DAN MATA UANG DOLLAR AMERIKA SERIKAT TETAPI WP TERSEBUT AKAN MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN DENGAN BAHASA INDONESIA DAN MATA UANG RUPIAH (Pasal 7 ayat (2) PER-11/PJ/2010) Dalam hal ini. disampaikan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak melalui Kepala Kantor Wilayah paling lama 3 (tiga) bulan sebelum tahun buku yang TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. PERMOHONAN PENCABUTAN IZIN (Pasal 8) Syarat pengajuan permohonan pencabutan : 1.215/tkb/68 . KONTRAK KARYA. maka Wajib Pajak tersebut tidak diperbolehkan menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak izin tersebut dicabut. maka Wajib Pajak tersebut tidak diperbolehkan menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak izin tersebut dicabut. maka wajib mengajukan permohonan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satuan mata uang Rupiah kepada Kepala Kantor Wilayah paling lama 3 (tiga) bulan sebelum tahun buku yang diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satuan mata uang Rupiah tersebut dimulai. IV.9. KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA. Wajib Pajak harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah setelah jangka waktu 5 (lima) tahun terlampaui. Apabila jangka waktu tersebut telah lewat dan Kepala Kantor Wilayah belum memberikan keputusan maka permohonan dianggap diterima dan Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan harus menerbitkan keputusan paling lama 2 (dua) hari kerja terhitung sejak berakhirnya jangka waktu tersebut dengan menggunakan Lampiran IV PER-11/PJ/2010.Dalam hal permohonan Wajib Pajak dikabulkan.254. dengan format sesuai dengan Lampiran I PER-11/PJ. Dalam hal Wajib Pajak ini kemudian bermaksud menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat lagi. V.

254. Dalam hal Wajib Pajak ini kemudian bermaksud menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat lagi. Apabila jangka waktu tersebut telah lewat dan Kepala Kantor Wilayah belum memberikan keputusan maka permohonan dianggap diterima dan Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan harus menerbitkan keputusan paling lama 2 (dua) hari kerja terhitung sejak berakhirnya jangka waktu tersebut dengan menggunakan Lampiran IV PER-11/PJ/2010. Dalam hal permohonan Wajib Pajak dikabulkan. dan tidak dapat mengajukan permohonan untuk menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak izin tersebut dicabut.diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Inggris dan satuan mata uang Dollar Amerika Serikat berakhir. mengemukakan alasan pencabutan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. permohonan diajukan setelah lewat jangka waktu 5 (lima) tahun pajak sejak diterbitkan izin atau penyampaian pemberitahuan dengan format sesuai dengan Lampiran I PER-11/PJ. Wajib Pajak harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah setelah jangka waktu 5 (lima) tahun terlampaui. 2. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dan 3./2010 Kepala Kantor Wilayah atas nama Menteri Keuangan harus memberikan keputusan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak permohonan dari Wajib Pajak diterima secara lengkap.9. maka Wajib Pajak tersebut wajib menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan satuan mata uang Rupiah pada awal tahun buku berikutnya.215/tkb/69 .

PERUBAHAN METODE PEMBUKUAN DAN ATAU TAHUN BUKU DASAR HUKUM Pasal 28 ayat (6) UU KUP PP 94 Tahun 2010 Pasal 28(berlaku sejak 30 Desember 2010) PP 138 Tahun 2000 Pasal 12 (berlaku sejak 1 Januari 2001 s/d 29 Desember 2010) SE-40/PJ. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. partner usaha. dengan persyaratan : 1.254. pemerintah atau pihak-pihak lainnya. 3. Alasan perubahan periode tahun buku/tahun pajak. o Alasan tersebut harus dituangkan dalam bentuk surat pernyataan dari Wajib Pajak yang bersangkutan. Perubahan metode pembukuan dan/atau tahun buku untuk yang ke berapa.215/tkb/70 . SPT Tahunan PPh tahun terakhir telah dimasukkan. pemberi kredit.313/1991 tentang petunjuk penerbitan keputusan persetujuan/penolakan permohonan perubahan tahun buku/tahun pajak dari WP Perubahan terhadap metode pembukuan dan/atau tahun buku harus mendapat persetujuan dari DJP TATA CARA DAN PERSYARATAN WP menyampaikan surat permohonan perubahan metode pembukuan dan/atau tahun buku kepada Kepala KPP dimana WP terdaftar. o Tidak ada maksud bahwa perusahaan dengan sengaja berusaha untuk melakukan penggeseran laba/rugi guna meringankan beban pajak. maka Kepala KPP meneruskan permohonan tersebut kepada Kanwil selambat-lambatnya 7 hari sejak diterimanya permohonan WP untuk menerbitkan SK Persetujuan atau SK Penolakan. o Permohonan perubahan tahun buku/tahun pajak tersebut baru pertama kali diajukan dan tidak ada niat untuk melakukan perubahan lagi pada tahuntahun yang akan datang. Alasan yang dapat dipertimbangkan untuk disetujuinya permohonan dimaksud harus memenuhi syarat sebagai berikut : o Perubahan tahun buku/tahun pajak dikehendaki oleh pemegang saham. maka utang pajak yang telah jatuh tempo pembayarannya harus sudah dilunasi oleh Wajib Pajak. Apabila ada utang pajak. 2.42/1998 SE-14/PJ. Apabila pengajuan permohonan perubahan tahun buku/tahun pajak tersebut adalah merupakan permohonan kedua dan seterusnya. Keterlambatan pelunasan utang pajak akan mengakibatkan tertundanya penerbitan SK Persetujuan. dimana apabila tahun buku/tahun pajak tidak diubah akan mengakibatkan kesulitan dan atau kerugian bagi perusahaan. dengan menyebutkan Identitas Wajib Pajak.9.

penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam bagian tahun buku yang tidak termasuk dalam tahun buku yang baru harus dilaporkan dengan Surat Pemberitahuan tersendiri dengan melampirkan neraca dan laporan laba-rugi (PP 138 Tahun 2000 Pasal 12) (berlaku sejak 1 Januari 2001 s/d 29 Desember 2010) PP 94 Tahun 2010 Pasal 28 (berlaku sejak 30 Desember 2010) Wajib Pajak yang melakukan perubahan tahun buku dan telah mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (6) Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Sisa rugi fiskal yang masih dapat dikompensasikan yang berasal dari tahun-tahun pajak sebelum perubahan tahun buku dapat dikompensasikan dengan penghasilan untuk Bagian Tahun Pajak dan Tahun Pajak berikutnya.9. harus melaporkan penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam bagian tahun buku yang tidak termasuk dalam tahun buku yang baru dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tersendiri untuk Bagian Tahun Pajak yang bersangkutan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.215/tkb/71 .313/1991 KETENTUAN PERALIHAN Dalam hal WP melakukan perubahan tahun buku dan telah mendapat persetujuan DJP.JANGKA WAKTU PENYELESAIAN Paling lambat 2 bulan setelah permohonan diterima lengkap SURAT KEPUTUSAN PERSETUJUAN ATAU PENOLAKAN ADA DI LAMPIRAN SE14/PJ.254.

2. atau tempat lain yang ditentukan Dirjen Pajak. JENIS PEMERIKSAAN LAPANGAN berdasarkan tujuannya. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Pemeriksaan Lapangan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) adalah surat yang berisi tentang hasil pemeriksaan yang meliputi pos-pos yang dikoreksi.9. tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. perhitungan sementara jumlah pokok pajak.254.04/2008 DEFINISI 1. 3. 4.03/2007 PER-19/PJ/2008 SE-10/PJ. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) adalah laporan yang berisi tentang pelaksanaan dan hasil Pemeriksaan yang disusun oleh Pemeriksa Pajak secara ringkas dan jelas serta sesuai dengan ruang lingkup dan tujuan Pemeriksaan. Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Closing Conference) adalah pembahasan antara Wajib Pajak dan Pemeriksa Pajak atas temuan Pemeriksaan yang hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dan berisi koreksi baik yang disetujui maupun yang tidak disetujui. Pemeriksaan Lapangan adalah pemeriksaan yang dilakukan di tempat kedudukan. tempat tinggal Wajib Pajak. Pemeriksaan Lapangan dibagi menjadi 2 (dua): 1.215/tkb/72 . dasar koreksi. Pemeriksaan Lapangan untuk tujuan lain.PEMERIKSAAN LAPANGAN DASAR HUKUM UU KUP PMK 199/PMK. dan 2. nilai koreksi. dan pemberian hak kepada Wajib Pajak untuk hadir dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan.

SKP harus diterbitkan paling lama 12 (dua belas) bulan sejak surat permohonan diterima secara lengkap). jangka waktu pemeriksaan dapat diperpanjang menjadi paling lama 2 (dua) tahun. seorang atau beberapa anggota tim. Perpanjangan jangka waktu pemeriksaan dilakukan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu Pemeriksaan kepada Kepala Kanwil atau Direktur Pemeriksaan dan Penagihan. Jika ada indikasi yang terkait transfer pricing dan/ atau transaksi khusus lain yang berindikasi rekayasa transaksi keuangan yang memerlukan pengujian yang lebih mendalam. 2. Paling Lama 4 (empat) bulan dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 8 (delapan) bulan yang dihitung sejak tanggal Surat Perintah Pemeriksaan (SP2) sampai dengan tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.9. Pemeriksa Pajak.254. 4. Jangka Waktu Pemeriksaan Lapangan untuk Tujuan Lain 1. Jika Pemeriksaan Lapangan untuk tujuan lain terkait penghapusan NPWP dan pencabutan Pengukuhan PKP.215/tkb/73 .Jangka Waktu Pemeriksaan Lapangan untuk Menguji Kepatuhan WP 1. maka jangka waktu pemeriksaan harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan didalam Pasal 2 ayat (7) dan Pasal 2 ayat (9) UU KUP JENIS DAN BENTUK FORMULIR TERKAIT DENGAN PEMERIKSAAN LAPANGAN ada di dalam Lampiran PER 19/PJ/2008 PEMERIKSAAN LAPANGAN UNTUK MENGUJI KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN Pihak yang melakukan Pemeriksaan: (ditentukan berdasarkan Surat Perintah Pemeriksaan) 1. Paling lama 2 (dua) bulan dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 4 (empat) bulan yang dihitung sejak tanggal Surat Perintah Pemeriksaan sampai dengan tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. atau 2. (dalam Pasal 17B UU KUP. jangka waktu pemeriksaan harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. 2. 3. Untuk Pemeriksaan Lapangan yang dilakukan untuk permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dalam Pasal 17B UU KUP. Tenaga Ahli dari luar DJP yang ditunjuk Dirjen Pajak Susunan Tim Pemeriksa Pajak terdiri dari: seorang supervisor. seorang ketua tim.

Hasil Pemeriksaan Lapangan harus diberitahukan secara tertulis dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan yang dilampiri dengan Daftar Temuan Pemeriksaan. Saat Pemeriksaan: WP harus memenuhi ketentuan dalam Pasal 29 ayat (3) huruf a.215/tkb/74 . Diterbitkan Surat Perintah Pemeriksaan (SP2). 1. untuk : satu atau beberapa Masa Pajak dalam suatu Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang sama. misalnya di bidang teknologi informasi. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. melalui pos dengan bukti pengiriman surat. atau dikirim melalui faksimili. Pemeriksa Pajak harus memperlihatkan Surat Perintah Pemeriksaan dan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak kepada WP yang diperiksa. SP2 dapat diterbitkan terhadap satu Wajib Pajak. Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) dapat disampaikan langsung oleh Pemeriksa Pajak atau melalui kurir. jika WP tidak setuju atas sebagian atau seluruh hasil pemeriksaan. Tetapi jika perubahan susunan tim Pemeriksa Pajak disebabkan pengalihan pelaksanaan pemeriksaan ke Unit Pelaksana Pemeriksaan lain.Tim Pemeriksa Pajak dapat dibantu oleh seorang atau lebih pegawai DJP yang bukan pemeriksa pajak tetapi memiliki kemampuan tertentu. o Surat Sanggahan. 2. atau melalui jasa pengiriman lainnya dengan bukti pengiriman.254. huruf b dan huruf c UU KUP Saat Pemberitahuan dan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. WP dapat memberikan tanggapan tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) dalam bentuk: o Lembar Pernyataan Persetujuan Hasil Pemeriksaan. Sebelum Pemeriksaan: 1. jika WP setuju atas seluruh hasil pemeriksaan. Apabila susunan tim Pemeriksa Pajak perlu diubah.9. 3. Persiapan Pemeriksaan: 1. Tim Pemeriksa Pajak harus menyampaikan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan kepada Wajib Pajak (dapat disampaikan pada saat dimulainya Pemeriksaan Lapangan) 2. maka Kepala Unit Pelaksana pemeriksaan baru harus menerbitkan SP2 sebelum melanjutkan pemeriksaan. atau  satu Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak. maka Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan tidak perlu memperbaharui SP2 tetapi harus menerbitkan Surat Tugas.  2.

WP dapat menyampaikan formulir Kuesioner yang telah diisi oleh WP kepada Direktur Pemeriksaan dan Penagihan. dan WP dapat didampingi oleh Konsultan Pajak dan/ atau Akuntan Publik yang melakukan audit atas Laporan Keuangan WP untuk tahun pajak yang sedang diperiksa. dan hadir dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Closing Conference) sesuai jangka waktu yang ditentukan. maka Risalah Pembahasan digunakan oleh Pemeriksa Pajak untuk membuat Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang dilampiri Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir. maka Pemeriksa Pajak membuat dan menandatangani Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak Dalam Rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. Risalah Pembahasan. atau melalui www. Setelah menandatangani Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. Risalah Pembahasan dan Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan serta Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Hasil Pemeriksaan. tetapi tidak hadir dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Closing Conference) sesuai jangka waktu yang ditentukan. 5. atau di KPP. Formulir Kuesioner bisa didapat melalui Tim Pemeriksa Pajak.id. Jika WP setuju atas seluruh hasil pemeriksaan (WP membuat Lembar Pernyataan Persetujuan Hasil Pemeriksaan): 1.215/tkb/75 . maka Pemeriksa Pajak harus melakukan pembahasan akhir hasil pemeriksaan dengan WP. 2. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari sejak WP menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP). Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan untuk jenis Pemeriksaan Lapangan harus diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 1(satu) bulan. paling lambat pada hari kerja berikutnya sejak tanggal penandatanganan Risalah Pembahasan agar perbedaan pendapat tersebut dapat dibahas terlebih dulu oleh Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang ditandatangani Tim Pemeriksa Pajak dan WP dengan dilampiri Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir. WP berhak hadir untuk melakukan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. WP dapat menyampaikan Surat Permohonan kepada Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan. dan hadir dalam hadir dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Closing Conference) sesuai jangka waktu yang ditentukan.254. 7. dan Ihtisar Pembahasan Akhir. o Jika masih ada perbedaan pendapat dalam Risalah Pembahasan. Jika WP tidak setuju atas sebagian atau seluruh hasil pemeriksaan (WP membuat Surat Sanggahan dan disertai alasan): 1. maka Pemeriksa Pajak membuat dan menandatangani Risalah Pembahasan. o hasil pembahasan akhir digunakan sebagai dasar untuk membuat Risalah Pembahasan yang ditandatangani oleh Tim Pemeriksa Pajak dan WP. (Pasal 19 ayat (6) PER19/PJ/2008) 6. Berdasarkan Risalah Pembahasan.9. o Jika masih ada perbedaan pendapat dalam Risalah Pembahasan dan WP tidak mengajukan permohonan pembahasan oleh tim pembahas.4.pajak.go.

 WP tidak memenuhi panggilan. maka Pemeriksa Pajak membuat catatan tentang penolakan tersebut dalam Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Jika WP tidak menyampaikan tanggapan tertulis dan tidak hadir dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Closing Conference): maka Pemeriksa Pajak membuat dan menandatangani Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak Dalam Rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan Wajib Pajak dianggap menyetujui seluruh hasil pemeriksaan berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. tetapi tidak hadir dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Closing Conference) sesuai jangka waktu yang ditentukan.254. maka Pemeriksa Pajak membuat dan menandatangani Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan serta memberikan catatan mengenai tidak terpenuhinya panggilan.215/tkb/76 .Pemeriksaan yang bersangkutan. merupakan bagian dari Kertas Kerja Pemeriksaan dan digunakan sebagai dasar untuk membuat Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Tim Pemeriksa Pajak dan WP dengan dilampiri Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir. yang dilampiri Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir. o Pemeriksa Pajak mengirimkan Surat Panggilan kepada WP untuk menandatangani Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. Hasil pembahasan ini harus dituangkan dalam Risalah Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan dan disampaikan kepada WP. maka Pemeriksa Pajak membuat dan menandatangani Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak Dalam Rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan serta Risalah Pembahasan. o Risalah Pembahasan dan Risalah Tim Pembahas (tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan maupun tingkat Kantor Wilayah). maka WP dapat menyampaikan Surat Permohonan kepada Kepala Kanwil paling lambat hari kerja berikutnya sejak tanggal diterimanya Risalah Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan.9. o Jika:  WP memenuhi panggilan. Risalah Pembahasan dibuat dengan memperhatikan Surat Sanggahan yang disertai alasan dan digunakan oleh Pemeriksa Pajak sebagai dasar untuk membuat dan menandatangani Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir. agar perbedaan tersebut dibahas lebih lanjut oleh Tim Pembahas Tingkat Kantor Wilayah. o Jika WP masih berbeda pendapat dengan Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan. WP harus memenuhi panggilan dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal diterimanya Surat Panggilan. dan harus diselesaikan paling lama 3 (tiga) hari sejak diterimanya surat permohonan WP. Pembahasan harus diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak diterimanya surat permohonan WP. 2. tetapi menolak menandatangani Berita Acara Pembahsan Akhir Hasil Pemeriksaan.

Setiap prosedur pemeriksaan.Setelah Pemeriksaan Lapangan: 1. maka Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Pemintaan Peminjaman Buku. 2. Jika Buku. b. dan Dokumen yang dipinjam harus dikembalikan kepada WP. Catatan. dan Dokumen yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. 4. (Pasal 24 PER-19/PJ/2008) Peminjaman Dokumen: 1. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Catatan. pengujian yang dilakukan. dan  dilampiri dengan Daftar Buku. dan Dokumen. dan Dokumen yang Belum Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. Catatan. setelah 2 (dua) minggu sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. dan Dokumen yang Belum Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. maka Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan Surat Peringatan I dan dilampiri dengan Daftar Buku. bukti dan keterangan yang dikumpulkan dan simpulan yang diambil sehubungan dengan fakta dan data yang ditemukan dalam pemeriksaan harus dituangkan dalam Kertas Kerja Pemeriksaan. Catatan. setelah 1 (satu) bulan sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) harus disusun berdasarkan Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) yang telah ditelaah oleh Supervisor. 3. setelah 3 (tiga) minggu sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. catatan dan dokumen yang wajib dipinjamkan namun belum diserahkan. Jika WP tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku. Catatan dan Dokumen. 2. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) digunakan oleh tim Pemeriksa Pajak sebagai dasar untuk membuat Nota Penghitungan. Catatan. 3. dan Dokumen disertai daftar buku. Buku. Catatan.9. belum diperoleh/ ditemukan saat pelaksanaan Pemeriksaan Pemeriksa Pajak membuat:  Surat Permintaan Peminjaman Buku. dan/ atau Dokumen yang diperlukan Pemeriksa Pajak: a.254. Paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). diperoleh/ ditemukan saat pelaksanaan Pemeriksaan di tempat WP dan dipinjam saat itu juga Pemeriksa Pajak membuat Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku. catatan dan dokumen yang diminta atau tidak memberikan keterangan yang diminta: 1. Catatan.215/tkb/77 . maka Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan Surat Peringatan II dan dilampiri dengan Daftar Buku.

atau meminta bantuan kepada seorang atau lebih yang memiliki keahlian tertentu yang bukan Pemeriksa Pajak. maka: WP harus membuat Surat Pernyataan bahwa fotokopi dan/ atau data elektronik yang dipinjamkan sesuai dengan aslinya. Catatan. Jika WP tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku. Catatan dan Dokumen.215/tkb/78 .  Jika buku. Catatan dan Dokumen.Jika seluruh buku. Jika tidak dapat melakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya penghasilan kena pajak. 2. dan jika WP yang diperiksa adalah: 1. yang diduga digunakan TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. WP OP. bisa berasal dari DJP atau luar DJP. catatan. maka Pemeriksa Pajak: dapat meminta bantuan kepada WP untuk menyediakan tenaga dan/ atau peralatan atas biaya WP. Penyegelan: (Pasal 11) Penyegelan dapat dilakukan apabila WP atau kuasanya pada saat Pemeriksaan Lapangan. dan/ atau dokumen yang dipinjam berupa fotokopi dan/ atau data elektronik. maka Pemeriksa Pajak mengusulkan Pemeriksaan Bukti Permulaan.  Jika WP memenuhi Surat Permintaan Peminjaman Buku. catatan. catatan dan dokumen atau tidak memberikan keterangan yang diminta. tidak memberi kesempatan kepada Pemeriksa Pajak untuk memasuki tempat atau ruang serta barang bergerak dan/ atau tidak bergerak. WP Badan. maka Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Pemenuhan Seluruh Peminjaman Buku.  Jika untuk mengakses data elektronik memerlukan peralatan dan/ atau keahlian khusus. dengan menggunakan Surat Permintaan Bantuan Tenaga Ahli. maka penghasilan kena pajak dihitung secara jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan. maka: Pemeriksa Pajak membuat Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku. dan/atau dokumen sudah diserahkan oleh WP.9.254. dan Dokumen. Pemeriksa Pajak harus memberikan alasan dan pertimbangannya di dalam Kertas Kerja Pemeriksaan. maka: Pemeriksa Pajak harus menentukan dapat atau tidaknya melakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya penghasilan kena pajak berdasarkan bukti kompeten yang cukup sesuai Standar Pelaksanaan Pemeriksaan. : 1.

yang dapat dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Keterangan Wajib Pajak. maka Pemeriksa Pajak segera menyampaikan Surat Peringatan I. atau objek yang terutang pajak. 2. memperlihatkan dan/ atau meminjamkan buku/ catatan. 3. Dari Wajib Pajak o Pemeriksa dapat memanggil WP untuk memperoleh keterangan dengan menggunakan Surat Panggilan Untuk Memberikan Keterangan. maka Pemeriksa: TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Permintaan Keterangan dan/ atau Penjelasan: (Pasal 12 dan Pasal 13) 1. sehingga diperlukan upaya pengamanan pemeriksaan sebelum pemeriksaan ditunda. maka Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Penolakan Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Pemeriksa Pajak. menolak memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan yang antara lain tidak memberi kesempatan kepada Pemeriksa Pajak untuk mengakses data elektronik atau membuka barang bergerak dan/ atau tidak bergerak. 3. catatan.215/tkb/79 . (Pasal 29 ayat (3) huruf a UU KUP) memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dipandang perlu dan memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan. b dan c UU KUP. Penolakan Pemeriksaan dan Penyegelan: (Pasal 10) 1. maka WP harus menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan. akan diterbitkan Surat Peringatan II. tidak berada di tempat dan Pegawai Wajib Pajak yang mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili WP menolak memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan. dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. Jika WP tidak ada ditempat saat Pemeriksaan Lapangan.9. Jika WP yang diperiksa tidak memenuhi Pasal 29 ayat (3) huruf a. apabila tidak dipenuhi juga maka Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Permintaan Keterangan atau Bukti dari Pihak Ketiga. tidak berada di tempat dan tidak ada pihak yang mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili WP.254. Dari Pihak Ketiga o Pemeriksa dapat meminta keterangan dan/ atau bukti kepada pihak ketiga dengan menggunakan Surat Permintaan Keterangan atau Bukti. pekerjaan bebas WP. dan/ atau (Pasal 29 ayat (3) huruf b UU KUP) memberika keterangan lain yang diperlukan. kegiatan usaha. 2. o Pihak ketiga harus memberikan keterangan paling lama 7 (tujuh) hari sejak diterimanya Surat Permintaan Keterangan atau Bukti atau surat izin dari pihak yang berwenang. (Pasal 29 ayat (3) huruf c UU KUP) 2. atau dokumen dsb yang dapat memberi petunjuk tentang kegiatan usaha atau pekerjaan bebas WP. dan/ atau 4. Jika WP menolak untuk menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan. Apabila melewati jangka waktu 7 hari. apabila Surat Peringatan I tidak dipenuhi.untuk menyimpan buku.

2.254. dan untuk keperluan pengamanan pemeriksaan. atau Surat Pernyataan Penolakan Membantu Kelancaran Pemeriksaan.215/tkb/80 . Pembatalan Hasil Pemeriksaan: Jika hasil pemeriksaan dibatalkan sesuai dengan ketentuan Pasal 36 ayat (1) huruf d UU KUP.tetap dapat dilaksanakan sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk mewakili WP. terbatas untuk hal yang dalam kewenangannya. dapat dilanjutkan setelah dilakukan penundaan. atau Berita Acara Penolakan Membantu Kelancaran Pemeriksaan. laporan tersendiri harus ditandatangani WP dan dilampiri dengan: o penghitungan pajak yang kurang dibayar sesuai keadaan yang sebenarnya dalam format SPT. penyampaian surat pemberitahuan hasil pemeriksaan. 4. atau 2.9. dan apabila WP tidak juga ada di tempat. proses pemeriksaan harus dilanjutkan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan dan/ atau Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan sesuai dengan prosedur dalam PER-19/PJ/2008. Pasal 36 ayat (1) huruf d UU KUP: membatalkan hasil pemeriksaan pajak atau surat ketetapan pajak dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa: 1. Jika pegawai WP tidak mau menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Membantu Kelancaran Pemeriksaan. Pemeriksa Pajak dapat melakukan penyegelan sebelum melakukan penundaan. dapat ditunda. pembahasan akhir hasil pemeriksaan dengan Wajib Pajak. Wajib Pajak dapat mengungkapkan mengenai ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan dalam laporan tersendiri sesuai keadaan yang sebenarnya (Pasal 8 ayat (4) UU KUP). TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. atau tetap dapat dilanjutkan meskipun pegawai WP yang diminta mewakili WP menolak untuk membantu kelancaran pemeriksaan. atau Berita Acara Penolakan Pemeriksaan. Yang dapat dijadikan dasar untuk penetapan pajak secara jabatan atau diusulkan Pemeriksaan Bukti Permulaan adalah: Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan. pemeriksaan tetap dilaksanakan dengan terlebih dahulu meminta pegawai WP untuk mewakili WP guna membantu kelancaran pemeriksaan. Pengungkapan Wajib Pajak Selama Pemeriksaan: 1. sepanjang Pemeriksa Pajak belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. maka Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Penolakan Membantu Kelancaran Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Pemeriksa Pajak. dan selanjutnya Pemeriksaan ditunda untuk dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. dan pegawai tersebut harus menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Membantu Kelancaran Pemeriksaan.

Dan terhadap SPHP dilakukan pembahasan akhir hasil pemeriksaan.9. maka: untuk permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak Pasal 17B UU KUP. maka pelunasan pajak yang kurang dibayar tidak diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam SPHP. o Usulan Pemeriksaan Bukti Permulaan: Pemeriksaan Bukti Permulaan dapat diusulkan bila: 1. maka pelunasan pajak yang kurang dibayar diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan.SSP sebagai bukti pelunasan pajak yang kurang dibayar (dapat diperhitungkan sebagai pembayaran atas SKP berdasarkan permohonan WP). Jika Usulan Pemeriksaan Bukti Permulaan disetujui. dan o SSP sebagai bukti pembayaran sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (dapat diperhitungkan sebagai pembayaran atas SKP berdasarkan permohonan WP). maka pelaksanaan pemeriksaan dihentikan dengan membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Sumir TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Usulan Pemeriksaan Bukti Permulaan untuk permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak Pasal 17B UU KUP. 2. o dilanjutkan dengan penyidikan tetapi tidak dilakukan penuntutan sebagaimana dimaksud Pasal 44A UU KUP.215/tkb/81 . harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. 5. pada saat pemeriksaan ditemukan adanya indikasi tindak pidana di bidang perpajakan. (Pasal 28 ayat (2) PER-19/PJ/2008) untuk pemeriksaan selain permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. Pemeriksaan dilanjutkan bila: o Pemeriksaan Bukti Permulaan diselesaikan dan tidak dilanjutkan dengan penyidikan. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan. 3. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan. WP menolak untuk dilakukan pemeriksaan dan/ atau pegawai Wajib Pajak menolak membantu kelancaran Pemeriksaan (Pasal 10 PER 19/PJ/2008). 3. Pemeriksaan harus tetap dilanjutkan untuk membuktikan kebenaran pengungkapan oleh WP. Pemeriksa Pajak tidak dapat melakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya penghasilan kena pajak (Pasal 8 ayat (4) PER-19/PJ/2008).254. Dan terhadap SPHP dilakukan pembahasan akhir hasil pemeriksaan. penyelesaian pemeriksaan ditangguhkan. 4. Apabila pemeriksaan dilanjutkan. maka jangka waktu pemeriksaan diperpanjang paling lama 3 (tiga) bulan. pengungkapan ketidakbenaran tersebut ternyata tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. pengungkapan ketidakbenaran tersebut adalah sesuai dengan keadaanyang sebenarnya. atau o diterima putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang menyatakan Wajib Pajak bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum.

Tetapi jika perubahan susunan tim Pemeriksa Pajak disebabkan pengalihan pelaksanaan pemeriksaan ke Unit Pelaksana Pemeriksaan lain. Apabila susunan tim Pemeriksa Pajak perlu diubah. atau 2.PEMERIKSAAN LAPANGAN UNTUK TUJUAN LAIN Pihak yang melakukan Pemeriksaan Lapangan untuk Tujuan Lain: (ditentukan berdasarkan Surat Perintah Pemeriksaan) 1. atau satu Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak. maka Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan baru harus menerbitkan SP2 sebelum melanjutkan pemeriksaan. Berkaitan dengan peminjaman dokumen. Saat Pemeriksaan: 1. Pemeriksa Pajak yang adalah fungsional pemeriksa. seorang ketua tim. WP harus memenuhi ketentuan dalam Pasal 6 dan Pasal 7 dan Pasal 24 PER-19/PJ/2008. Tim Pemeriksa Pajak harus menyampaikan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan kepada Wajib Pajak (dapat disampaikan pada saat dimulainya Pemeriksaan Lapangan) 2. yaitu: Jika Buku.254.9.215/tkb/82 . dan/ atau Dokumen yang diperlukan Pemeriksa Pajak:  diperoleh/ ditemukan saat pelaksanaan Pemeriksaan di tempat WP dan dipinjam saat itu juga Pemeriksa Pajak membuat Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku. SP2 dapat diterbitkan terhadap satu Wajib Pajak. Susunan Tim Pemeriksa Pajak terdiri dari: seorang supervisor. Persiapan Pemeriksaan Lapangan untukTujuan Lain: 1. Catatan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. untuk : satu atau beberapa Masa Pajak dalam suatu Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang sama. Pemeriksa Pajak yang bukan pejabat fungsional pemeriksa pajak. 2. seorang atau beberapa anggota tim. maka Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan tidak perlu memperbaharui SP2 tetapi harus menerbitkan Surat Tugas. Diterbitkan Surat Perintah Pemeriksaan (SP2). Pemeriksa Pajak harus memperlihatkan Surat Perintah Pemeriksaan dan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak kepada WP yang diperiksa. Sebelum Pemeriksaan: 1.

dan Dokumen yang Belum Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. setelah 1 (satu) bulan sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman.215/tkb/83 . catatan. Buku. Catatan. bisa berasal dari DJP atau luar DJP. maka WP harus membuat Surat Pernyataan bahwa fotokopi dan/ atau data elektronik yang dipinjamkan sesuai dengan aslinya. Catatan dan Dokumen. maka Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan Surat Peringatan I dan dilampiri dengan Daftar Buku. dan Dokumen yang dipinjam harus dikembalikan kepada WP.  Jika WP memenuhi Surat Permintaan Peminjaman Buku. maka: Pemeriksa Pajak membuat Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku. dan Dokumen disertai daftar buku.  Jika buku. maka Pemeriksa Pajak: a. dan Dokumen. dan Dokumen yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. Paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). dan dilampiri dengan Daftar Buku.Catatan. catatan dan dokumen yang wajib dipinjamkan namun belum diserahkan. dan/atau dokumen sudah diserahkan oleh WP. setelah 2 (dua) minggu sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. dan/ atau dokumen yang dipinjam berupa fotokopi dan/ atau data elektronik. Pemeriksa Pajak membuat: Surat Permintaan Peminjaman Buku. setelah 3 (tiga) minggu sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. maka Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan Surat Peringatan II dan dilampiri dengan Daftar Buku. dan Dokumen yang Belum Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. Catatan. dengan menggunakan Surat Permintaan Bantuan Tenaga Ahli. maka Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Pemenuhan Seluruh Peminjaman Buku.  belum diperoleh/ ditemukan saat pelaksanaan Pemeriksaan. Catatan. dapat meminta bantuan kepada WP untuk menyediakan tenaga dan/ atau peralatan atas biaya WP. Catatan. meminta bantuan kepada seorang atau lebih yang memiliki keahlian tertentu yang bukan Pemeriksa Pajak. catatan. Catatan. Jika seluruh buku.254.  Jika untuk mengakses data elektronik memerlukan peralatan dan/ atau keahlian khusus. 2. atau b. Catatan dan Dokumen. dan Dokumen. maka Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Pemintaan Peminjaman Buku. (Pasal 24 PER19/PJ/2008) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Catatan.9. Catatan dan Dokumen. 3. Jika WP tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku. catatan dan dokumen yang diminta atau tidak memberikan keterangan yang diminta: 1.

Dari Pihak Ketiga o Pemeriksa dapat meminta keterangan dan/ atau bukti kepada pihak ketiga dengan menggunakan Surat Permintaan Keterangan atau Bukti. 3. Permohonan WP tidak dikabulkan. atau WP dianggap menolak untuk diperiksa sebagaimana dalam Pasal 35 ayat (3) UU KUP. Jika WP menolak menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan. Pemeriksa Pajak harus dapat menentukan dapat atau tidaknya melakukan pengujian berdasarkan bukti kompeten yang cukup. Berdasarkan Surat Pernyataan Penolakan atau Berita Acara Penolakan Pemeriksaan: Permohonan WP tidak dapat diproses atau dipertimbangkan. jika Pemeriksaan Lapangan untuk Tujuan Lain dilakukan dalam rangka: o penentuan WP berlokasi di daerah terpencil. Dari Wajib Pajak o Pemeriksa dapat memanggil WP untuk memperoleh keterangan dengan menggunakan Surat Panggilan Untuk Memberikan Keterangan. WP harus menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan. jika Pemeriksaan Lapangan untuk Tujuan Lain dilakukan dalam rangka: o penghapusan NPWP. jika: WP tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat 3 huruf a. catatan dan dokumen atau tidak memberikan keterangan yang diminta. 5. maka Pemeriksa Pajak harus menguraikan alasan dan pertimbangannya dalam Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP). jika Pemeriksaan Lapangan untuk Tujuan Lain dilakukan dalam rangka: o pemberian NPWP secara jabatan.254. dan/ atau o penentuan saat produksi dimulai atau memperpanjang jangka waktu kompensasi kerugian sehubungan dengan pemberian fasilitas perpajakan.2. yang dapat dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Keterangan Wajib Pajak. dan/ atau o Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak secara jabatan. maka Pemeriksa Pajak membuat dan menandatangani Berita Acara Penolakan Pemeriksaan. Pemeriksa Pajak dapat memperoleh penjelasan: 1. Jika Pemeriksa Pajak tidak dapat melakukan pengujian berdasarkan bukti kompeten yang cukup yang disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan. WP diberi NPWP secara jabatan dan/ atau dikukuhkan sebagai PKP secara jabatan. o penentuan satu atau lebih tempat terutang PPN. Dan WP dianggap menolak untuk dilakukan Pemeriksaan Lapangan untuk tujuan lain. huruf b dan huruf c UU KUP.9. Jika WP tidak sepenuhnya meminjamkan buku. 2. 4. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.215/tkb/84 . dan/ atau o pengukuhan atau pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP).

6.9. maka Pemeriksa Pajak segera menyampaikan Surat Peringatan I. harus dituangkan dalam Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP). bukti dan keterangan yang dikumpulkan serta simpulan yang diambil sehubungan dengan fakta dan data yang ditemukan dalam Pemeriksaan Lapangan untuk tujuan lain. apabila tidak dipenuhi juga maka Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Permintaan Keterangan atau Bukti dari Pihak Ketiga.o Pihak ketiga harus memberikan keterangan paling lama 7 (tujuh) hari sejak diterimanya Surat Permintaan Keterangan atau Bukti atau surat izin dari pihak yang berwenang.254. Laporan Hasil Pemeriksaan harus disusun berdasarkan Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) yang telah ditelaah oleh supervisor. Pelaporan Hasil Pemeriksaan: setiap prosedur pemeriksaan yang ditempuh. pengujian yang dilakukan. Laporan Hasil Pemeriksaan digunakan untuk melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang tertentu yang berkaitan dengan tujuan pemeriksaan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. apabila Surat Peringatan I tidak dipenuhi. akan diterbitkan Surat Peringatan II.215/tkb/85 . Apabila melewati jangka waktu 7 hari.

Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Kantor untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. meminta Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang alasan dan tujuan pemeriksaan. 4. Wajib Pajak berhak: 1.254. meminta Pemeriksa Pajak untuk memberikan pemberitahuan secara tertulis sehubungan dengan pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan. 3. 6. 2. dalam hal terdapat perbedaan pendapat antara WP dengan Pemeriksa Pajak dalam Pembahasan Akhir hasil Pemeriksaan (Closing Conference).03/2007 HAK WAJIB PAJAK DALAM PEMERIKSAAN: Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. 4. meminta Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan kepada Wajib Pajak pada waktu Pemeriksaan. meminta Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Tugas apabila susunan Tim Pemeriksa Pajak mengalami perubahan. Wajib Pajak berhak: 1. meminta Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang alasan dan tujuan Pemeriksaan. 2.9. Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan untuk tujuan lain.HAK DAN KEWAJIBAN WAJIB PAJAK DAN PEMERIKSA PAJAK DALAM PEMERIKSAAN DASAR HUKUM PMK 199/PMK. menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. 5. dan/atau 5. memberikan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian formulir kuesioner Pemeriksaan. 3. meminta Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Tugas apabila terdapat perubahan susunan Tim Pemeriksa Pajak. mengajukan permohonan untuk dilakukan pembahasan oleh Tim Pembahas. dan 8. meminta Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan. Wajib Pajak berhak: TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. memberikan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian formulir Kuesioner Pemeriksaan.215/tkb/86 . meminta Pemeriksa Pajak untuk memberikan pemberitahuan secara tertulis sehubungan dengan pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan. 7. menghadiri Pembahasan Akhir hasil Pemeriksaan (Closing Conference) dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

dan/atau barang yang dapat memberi petunjuk tentang penghasilan yang diperoleh. pekerjaan bebas Wajib Pajak. 2.9. 3. memeperlihatkan dan/ atau meminjamkan buku atau catatan. dan 7. 2.215/tkb/87 . kegiatan usaha. memberikan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian formulir Kuesioner Pemeriksaan. Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Kantor untuk tujuan lain. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. dan/atau 4. 4. memberikan kesempatan untuk mengakses dan/ atau mengunduh data elektronik. 4. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. KEWAJIBAN WAJIB PAJAK DALAM PEMERIKSAAN: Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. meminta Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan.254. meminta Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang alasan dan tujuan Pemeriksaan. meminta Pemeriksa Pajak untuk memperIihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan kepada Wajib Pajak pada waktu Pemeriksaan. meminta Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Tugas apabila susunan Pemeriksa Pajak mengalami pergantian. mengajukan permohonan untuk dilakukan pembahasan oleh Tim Pembahas. antara lain berupa :  menyediakan tenaga dan/atau peralatan atas biaya WP apabila dalam mengakses data elektronik memerlukan peralatan dan/atau keahlian khusus. dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. memberikan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian formulir Kuesioner Pemeriksaan. 3. menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. dalam hal terdapat perbedaan pendapat antara Wajib Pajak dengan Pemeriksa Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan.1. 5. memberikan kesempatan untuk memasuki dan memeriksa tempat atau ruang. Wajib Pajak wajib: 1. barang bergerak dan/ atau tidak bergerak yang diduga atau patut diduga digunakan untuk menyimpan buku atau catatan. uang. meminta Pemeriksa Paiak untuk memperlihatkan Surat Tugas apabila terdapat perubahan Susunan Tim Pemeriksa Pajak. atau objek yang terutang pajak. memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan. dokumen lain. 6. atau objek yang terutang pajak serta meminjamkannya kepada Pemeriksa Pajak. kegiatan usaha. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. meminta Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang alasan dan tujuan Pemeriksaan. 3. menghadiri Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. 2. Wajib Pajak berhak: 1. pekerjaan bebas WP.

Wajib Pajak wajib: 1. catatan. kegiatan usaha. 4. dan dokumen lain. dan 6. memberi kesempatan untuk mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik.254. dan/atau 4.9. dokumen lain. atau objek yang terutang pajak. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis yang diperlukan.215/tkb/88 . memperlihatkan dan meminjamkan buku atau catatan. 5. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Kantor untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. dan dokumen sangat banyak sehingga sulit untuk dibawa ke kantor Direktorat Jenderal Pajak. 3. yang berkaitan dengan tujuan Pemeriksaan serta meminjamkannya kepada Pemeriksa Pajak. 5. 2. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis serta memberikan data dan/atau keterangan lain yang diperlukan. pekerjaan bebas Wajib Pajak. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis serta memberikan data dan/atau keterangan lain yang diperlukan. dan dokumen lain. yang berhubungan dengan tujuan Pemeriksaan. Wajib Pajak wajib: 1. Wajib Pajak wajib: 1.memberi kesempatan kepada Pemeriksa Pajak untuk membuka barang bergerak dan/atau tidak bergerak.  Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan untuk tujuan lain. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis yang diperlukan. dan/atau barang. memenuhi panggilan untuk datang menghadiri Pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan. meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh Akuntan Publik. menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. yang berhubungan dengan tujuan Pemeriksaan. dan/atau  menyediakan ruangan khusus tempat dilakukannya Pemeriksaan Lapangan dalam hal jumlah buku. memberi kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang penyimpanan buku atau catatan. dan dokumen lain termasuk data yang dikelola secara elektronik. 3. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. memperlihatkan dan meminjamkan buku atau catatan. Dalam pelaksanaan Pemeriksaan Kantor untuk tujuan lain. yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. dan/atau 2. dan 6. 2. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan.

3. menjelaskan alasan dan tujuan Pemeriksaan kepada Wajib Pajak yang akan diperiksa. merahasiakan kepada pihak lain yang tidak berhak segala sesuatu yang diketahui atau diberitahukan kepadanya oleh Wajib Pajak dalam rangka Pemeriksaan. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. 8. dan dokumen pendukung lainnya yang dipinjam dari Wajib Pajak paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. 3. memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan kepada Wajib Pajak pada waktu Pemeriksaan. melakukan pembinaan kepada Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.9. Dalam Pemeriksaan Lapangan untuk tujuan lain. Pemeriksa Pajak wajib: 1. Pemeriksa Pajak wajib: 1. 6. 2. membuat Kertas Kerja Pemeriksaan sebagai dasar penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan. 7. 4.KEWAJIBAN PEMERIKSA PAJAK DALAM PEMERIKSAAN Dalam Pemeriksaan Lapangan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan.254. menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan kepada Wajib Pajak. menunjukkan Surat Tugas kepada Wajib Pajak apabila susunan Tim Pemeriksa Pajak mengalami perubahan. dan dokumen lainnya yang dipinjam dari Wajib Pajak paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan kepada Wajib Pajak pada waktu melakukan Pemeriksaan. catatan. 5. memberikan hak hadir kepada Wajib Pajak dalam rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dalam batas waktu yang telah ditentukan.215/tkb/89 . mengembalikan buku atau catatan. rnenjelaskan alasan dan tujuan Pemeriksaan kepada Wajib Pajak yang akan diperiksa. dan/atau 7. 4. memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan kepada Wajib Pajak pada waktu Pemeriksaan. merahasiakan kepada pihak lain yang tidak berhak segala sesuatu yang diketahui atau diberitahukan kepadanya oleh Wajib Pajak dalam rangka Pemeriksaan. 5. dan 9. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. menyampaikan pemberitahuan secara tertulis tentang akan dilakukan Pemeriksaan kepada Wajib Pajak. mernberitahukan secara tertulis tentang dilakukannya Pemeriksaan untuk tujuan lain kepada Wajib Pajak. mengembalikan buku. 2. menjelaskan alasan dan tujuan Pemeriksaan kepada Wajib Pajak. Dalam Pemeriksaan Kantor untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. 2. 6. memperlihatkan Surat Tugas kepada Wajib Pajak apabila susunan tim Pemeriksa Pajak mengalami perubahan. Pemeriksa Pajak wajib: 1.

memberi petunjuk kepada Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya agar pemenuhan kewajiban perpajakan dalam tahun-tahun selanjutnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan. mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik. atau objek yang terutang pajak. 6. memperlihatkan Surat Tugas kepada Wajib Pajak apabila terdapat perubahan susunan Tim Pemeriksa Pajak. menjelaskan alasan dan tujuan Pemeriksaan kepada Wajib Pajak yang akan diperiksa. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. Pemeriksa Pajak berwenang: 1. catatan. 4.254. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lainnya yang dipinjam dari Wajib Pajak paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. 6. 3. kegiatan usaha. dan/atau 7. 3. melihat dan/atau meminjam buku atau catatan. 5. 2. membuat Kertas Kerja Pemeriksaan sebagai dasar penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan. mengembalikan buku.3. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Pemeriksa Pajak wajib: 1. merahasiakan kepada pihak lain yang tidak berhak segala sesuatu yang diketahui atau diberitahukan kcpadanya oleh Wajib Pajak dalam rangka Pemeriksaan KEWENANGAN PEMERIKSA PAJAK DALAM PEMERIKSAAN Dalam Pemeriksaan Lapangan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan kepada Wajib Pajak pada waktu Pemeriksaan. 4. dan 8. memasuki dan memeriksa tempat atau ruang.9. memperlihatkan Surat Tugas kepada Wajib Pajak apabila susunan tim Pemeriksa Pajak mengalami perubahan. barang bergerak dan/atau tidak bergerak yang diduga atau patut diduga digunakan untuk menyimpan buku atau catatan.215/tkb/90 . melakukan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan apabila Wajib Pajak hadir dalam batas waktu yang telah ditentukan. 7. menyampaikan surat panggilan tentang dilakukannya Pemeriksaan untuk tujuan lain kepada Wajib Pajak. dan dokumen pendukung lainnya yang dipinjam dari Wajib Pajak paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan. merahasiakan kepada pihak lain yang tidak berhak segala sesuatu yang diketahui atau diberitahukan kepadanya oleh Wajib Pajak dalam rangka Pemeriksaan. dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. pekerjaan bebas Wajib Pajak. mengembalikan buku atau catatan. memberitahukan secara tertulis hasil Pemeriksaan kepada Wajib Pajak. 2. 5. Dalam Pemeriksaan Kantor untuk tujuan lain.

9. yang berhubungan dengan tujuan Pemeriksaan. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain. Pemeriksa Pajak berwenang: 1. dan/atau barang. dokumen lain. pekerjaan bebas WP. yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. catatan. 2. dan dokumen sangat banyak sehingga sulit untuk dibawa ke kantor Direktorat Jenderal Pajak.4. dan/atau  menyediakan ruangan khusus tempat dilakukannya Pemeriksaan Lapangan dalam hal jumlah buku. kegiatan usaha. antara lain berupa :  menyediakan tenaga dan/atau peralatan atas biaya Wajib Pajak apabila dalam mengakses data yang dikelola secara elektronik memerlukan peralatan dan/atau keahlian khusus. barang bergerak dan/atau tidak bergerak yang diduga atau patut diduga digunakan untuk menyimpan buku atau catatan. 4. uang dan/atau barang yang dapat memberi petunjuk tentang penghasilan yang diperoleh. meminta keterangan lisan dan/atau tertulis dari Wajib Pajak. pencatatan. meminta keterangan lisan dan/atau tertulis dari Wajib Pajak. dan/atau 5. Dalam Pemeriksaan Kantor untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. 5. atau objek yang terutang pajak. kegiatan usaha. 2. 3. Pemeriksa Pajak berwenang: 1. melihat dan/atau meminjam buku atau catatan. Dalam Pemeriksaan Lapangan untuk tujuan lain. meminta keterangan dan/atau data yang diperIukan dari pihak ketiga yang mempunyai hubungan dengan Wajib Pajak yang diperiksa melalui kepala unit pelaksana Pemeriksaan. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. meminjam dan memeriksa buku atau catatan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.  memberi kesempatan kepada Pemeriksa Pajak untuk membuka barang bergerak dan/atau tidak bergerak.215/tkb/91 . melakukan penyegelan tempat atau ruang tertentu serta barang bergerak dan/atau tidak bergerak. mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik. memanggil Wajib Pajak untuk datang ke kantor Direktorat Jenderal Pajak dengan menggunakan surat panggilan. 7. meminta keterangan lisan dan/atau tertulis dari Wajib Pajak. dokumen lain. 4. 6. pekerjaan bebas Wajib Pajak.254. meminta kepada Wajib Pajak untuk memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan. meminta kepada Wajib Pajak untuk memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan. memasuki dan memeriksa tempat atau ruang. atau objek yang terutang pajak. 3. yang berkaitan dengan tujuan Pemeriksaan. dan meminta keterangan dan/atau bukti yang diperlukan dari pihak ketiga yang mempunyai hubungan dengan Wajib Pajak yang diperiksa melalui kepala unit pelaksana Pemeriksaan. dan dokumen lain termasuk data yang dikelola secara elektronik.

yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. dan/atau 3. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan.9. meminjam kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh Akuntan Publik melalui Wajib Pajak. meminta keterangan dan/atau data yang diperlukan dari pihak ketiga yang mempunyai hubungan dengan Wajib Pajak yang diperiksa melalui kepala unit pelaksana Pemeriksaan. meminiam dan memeriksa buku atau catatan. Dalam Pemeriksaan Kantor untuk tujuan lain.215/tkb/92 . pekerjaan bebas Wajib Pajak.5. dan dokumen lain termasuk data yang dikelola secara elektronik. meminta keterangan lisan dan/ atau tertulis dari Wajib Pajak. meminta keterangan dan/atau bukti yang diperlukan dari pihak ketiga yang mempunyai hubungan dengan Wajib Pajak yang diperiksa melalui kepala unit pelaksana Pemeriksaan. 2. kegiatan usaha. Pemeriksa Pajak berwenang: 1. atau objek yang terutang pajak.254. dan 6. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.

254. Jika ingin memperpanjang jangka waktu menjadi paling lama 14 (empat belas) hari kerja tsb. 2. JANGKA WAKTU PEMERIKSAAN KANTOR UNTUK MENGUJI KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN 1. harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dalam Pasal 17B UU KUP. maka jangka waktu pemeriksaan.PEMERIKSAAN KANTOR DASAR HUKUM UU KUP PMK 199/PMK. Pemeriksaan Kantor dibagi menjadi 2 (dua): 1. maka Pemeriksaan Kantor diubah menjadi Pemeriksaan Lapangan. Paling lama 3 (tiga) bulan dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 6 (enam) bulan yang dihitung sejak tanggal WP harus memenuhi surat panggilan dalam rangka Pemeriksaan Kantor sampai dengan tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).215/tkb/93 . (dimana didalam Pasal 17B UU KUP. 2.04/2008 tentang Kebijakan Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan SE 116/PJ/2009 tentang Kebijakan Pemeriksaan untuk Tujuan Lain JENIS PEMERIKSAAN KANTOR berdasarkan tujuannya. Jika ingin memperpanjang jangka waktu menjadi paling lama 6 (enam) bulan tsb harus menyampaikan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu Pemeriksaan kepada Kepala Kanwil atau Direktur Pemeriksaan dan Penagihan. paling lama 7 (tujuh) hari kerja dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 14 (empat belas) hari kerja yang dihitung sejak tanggal WP harus datang memenuhi surat panggilan dalam rangka Pemeriksaan Kantor sampai dengan tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). harus menyampaikan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu Pemeriksaan kepada Kepala Kanwil atau Direktur Pemeriksaan dan Penagihan. Jika dalam pemeriksaan kantor ditemukan adanya indikasi terkait transfer pricing dan/atau transaksi khusus lain yang berindikasi adanya rekayasa transaksi keuangan. Pemeriksaan Kantor untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. SKP harus diterbitkan paling lama 12 (dua belas) bulan sejak surat permohonan diterima secara lengkap) 4. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dan 2. JANGKA WAKTU PEMERIKSAAN KANTOR UNTUK TUJUAN LAIN 1. Untuk proses penyelesaian permohonan restitusi. 3. Pemeriksaan Kantor untuk tujuan lain.03/2007 tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak PER 20/PJ/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaan Kantor SE 10/PJ.9.

Tim Pemeriksa Pajak dapat dibantu oleh seorang atau lebih pegawai DJP atau tenaga ahli yang bukan pemeriksa pajak tetapi memiliki kemampuan tertentu. SP2 dapat diterbitkan terhadap satu Wajib Pajak. untuk : satu atau beberapa Masa Pajak dalam suatu Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang sama. KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Susunan Tim Pemeriksa Pajak terdiri dari: seorang supervisor. 2. Apabila susunan tim Pemeriksa Pajak perlu diubah. yaitu: 1. maka Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan tidak perlu memperbaharui SP2 tetapi harus menerbitkan Surat Tugas. misalnya di bidang teknologi informasi . Persiapan Pemeriksaan: 1. 3. dan untuk penghapusan NPWP WP badan → paling lama 12 (dua belas) bulan sejak permohonan diterima langkap) 4.3. Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (sejak modernisasi DJP. Untuk penyelesaian permohonan pencabutan pengukuhan PKP (Pengusaha Kena Pajak). seorang ketua tim.9. Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. atau satu Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak. PEMERIKSAAN KANTOR UNTUK MENGUJI KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN Pihak yang melakukan Pemeriksaan adalah Pemeriksa Pajak di Unit Pelaksana Pemeriksaan. maka jangka waktu pemeriksaan harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian pencabutan pengukuhan PKP yang diatur dalam Pasal 2 ayat (9) UU KUP (Dirjen Pajak harus memberikan keputusan mengenai pencabutan pengukuhan PKP paling lama dalam jangka waktu 6 (enam) bulan) sejak permohonan diterima langkap). Diterbitkan Surat Perintah Pemeriksaan (SP2). maka jangka waktu pemeriksaan harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian yang diatur dalam Pasal 2 ayat (7) UU KUP (penghapusan NPWP untuk WP OP → paling lama 6 (enam) bulan sejak permohonan diterima lengkap. Tetapi jika perubahan susunan tim Pemeriksa Pajak disebabkan pengalihan TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 4. Kantor Wilayah. seorang atau beberapa anggota tim.215/tkb/94 .254. Untuk penyelesaian permohonan penghapusan NPWP. kantor ini sudah tidak ada lagi). 2.

Dan dapat dijadikan dasar untuk penetapan pajak secara jabatan atau diusulkan Pemeriksaan Bukti Permulaan. Catatan. Pemeriksa Pajak memanggil WP dengan menggunakan Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan yang dilampiri dengan Daftar Buku. dan Dokumen untuk buku. catatan. Catatan. Catatan. Saat WP datang memenuhi panggilan. Pemeriksa Pajak membuat Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku. dan Dokumen. maka WP wajib menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan.9. Pelaksanaan Pemeriksaan Melalui Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan. WP memenuhi panggilan. dan dokumen yang dipenuhi harus dibuatkan Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku. Catatan dan Dokumen yang dilampiri dengan Daftar Buku. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dan Dokumen yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. maka pemeriksa pajak harus memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan atau Surat Tugas kepada WP yang diperiksa. 2. maka WP dianggap menolak untuk diperiksa dan Pemeriksa membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Panggilan Pemeriksaan Oleh Wajib Pajak. maka Pemeriksa Pajak dapat membuat Surat Permintaan Peminjaman Buku. catatan dan dokumen termasuk data elektronik serta keterangan lain yang dibawa WP saat memenuhi panggilan.215/tkb/95 . namun menolak untuk dilakukan pemeriksaan. WP tidak datang memenuhi panggilan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan diterima. catatan dan dokumen termasuk data elektronik serta keterangan lain yang wajib dipinjamkan kepada pemeriksa pajak.254. WP wajib memenuhi panggilan sesuai batas waktu dan tempat yang ditentukan dalam Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan dengan membawa buku. Ada beberapa kondisi dalam pelaksanaan pemeriksaan yaitu: 1. maka Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan baru harus menerbitkan SP2 sebelum melanjutkan pemeriksaan. Peminjaman Dokumen: Jika masih ada buku. Dan dapat dijadikan dasar untuk penetapan pajak secara jabatan atau diusulkan Pemeriksaan Bukti Permulaan.pemeriksaan ke Unit Pelaksana Pemeriksaan lain. catatan dan dokumen termasuk data elektronik yang belum terdapat dalam lampiran surat panggilan. Jika WP juga menolak untuk tandatangan Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan. Catatan dan Dokumen Yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. maka Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Penolakan Pemeriksaan yang ditandatangani Pemeriksa. Setiap penyerahan buku. Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan harus dikirimkan kepada WP yang diperiksa paling lama 3 (tiga) hari sejak tanggal Surat Perintah Pemeriksaan (SP2).

maka Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan Surat Peringatan II dan dilampiri dengan Daftar Buku. maka Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Pemintaan Peminjaman Buku. dan Dokumen yang Belum Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. Catatan. Pemeriksa Pajak harus memberikan alasan dan pertimbangannya di dalam Kertas Kerja Pemeriksaan. dan/atau dokumen sudah diserahkan oleh WP. dan Dokumen yang Belum Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. Paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). dan jika WP yang diperiksa adalah: 1. setelah 3 (tiga) minggu sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 2. 2. WP OP. WP Badan. maka Pemeriksa Pajak mengusulkan Pemeriksaan Bukti Permulaan. catatan. Catatan.215/tkb/96 . maka Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Pemenuhan Seluruh Peminjaman Buku.Jika data yang dipinjam berupa fotokopi dan/ atau berupa data elektronik. Jika seluruh buku.9. catatan dan dokumen atau tidak memberikan keterangan sepenuhnya. dan Dokumen disertai daftar buku.254. setelah 1 (satu) bulan sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. dan Dokumen yang dipinjam harus dikembalikan kepada WP. Buku. Jika sudah lewat dari 1 (satu) bulan sejak Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan atau Surat Permintaan Peminjaman diterima. catatan dan dokumen yang diminta atau tidak memberikan keterangan yang diminta: 1. Catatan. maka Pemeriksa harus melakukan: o Pemeriksa Pajak harus menentukan dapat atau tidaknya melakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya penghasilan kena pajak. 3. (Pasal 22 PER20/PJ/2008). setelah 2 (dua) minggu sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. o Jika tidak dapat melakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya penghasilan kena pajak. Jika WP tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku. catatan dan dokumen yang wajib dipinjamkan namun belum diserahkan. maka Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan Surat Peringatan I dan dilampiri dengan Daftar Buku. maka WP yang diperiksa harus membuat Surat Pernyataan bahwa fotokopi dan/atau data elektronik tersebut adalah sesuai dengan aslinya. WP tidak meminjamkan semua buku. 4. Catatan. Catatan dan Dokumen. maka penghasilan kena pajak dihitung secara jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan.

melalui pos dengan bukti pengiriman surat atau melalui jasa pengiriman lainnya dengan bukti pengiriman. atau melalui www. atau di KPP. Hasil pemeriksaan harus diberitahukan secara tertulis kepada WP dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan dilampiri Daftar Temuan Pemeriksaan.9.id. dan apabila perlu keterangan yang diberikan tersebut dapat dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Keterangan Wajib Pajak. WP dapat memberikan tanggapan berbentuk: o Lembar Pernyataan Persetujuan Hasil Pemeriksaan → jika WP menyetujui seluruh hasil pemeriksaan. Pemeriksa segera menyampaikan Surat Peringatan II. Setelah menandatangani Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan.go. atau o Surat Sanggahan → jika WP tidak menyetujui sebagian atau seluruh hasil pemeriksaan. Pembahasan akhir hasil pemeriksaan untuk jenis pemeriksaan kantor harus diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) minggu. Pemeriksa melalui Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan dapat meminta keterangan dan/atau bukti yang berkaitan dengan pemeriksaan kepada pihak ketiga (sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 UU KUP) secara tertulis dengan menggunakan Surat Permintaan Keterangan atau Bukti. WP setuju seluruh hasil pemeriksaan dan hadir. 4. WP dapat menyampaikan formulir Kuesioner yang telah diisi oleh WP kepada Direktur Pemeriksaan dan Penagihan. maka Pemeriksa membuat: o Risalah Pembahasan yang ditandatangani oleh Tim Pemeriksa Pajak dan WP.Pemberian Keterangan Pemeriksa melalui Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan dapat memanggil WP dengan menggunakan Surat Panggilan Untuk Memberikan Keterangan.215/tkb/97 . 6. Pemberitahuan & Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan (Pemeriksaan Kantor untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan) 1.254. Beberapa Kondisi dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan: 1. o dan jika Surat Peringatan II tidak dipenuhi maka Pemeriksa membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Permintaan Keterangan atau Bukti dari Pihak Ketiga. Formulir Kuesioner bisa didapat melalui Tim Pemeriksa Pajak. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. atau jika dianggap tidak efisien maka dapat dikirim melalui faksimile. Dan pihak ketiga harus memberikan jawaban paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya Surat Permintaan Keterangan atau Bukti atau surat izin dari pihak yang berwenang. Paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak WP menerima SPHP. 5. o jika Surat Peringatan I tidak dipenuhi juga.pajak. Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) disampaikan secara langsung oleh Pemeriksa atau melalui kurir. WP berhak hadir untuk melakukan pembahasan akhir hasil pemeriksaan (closing conference). o Apabila tidak dipenuhi dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari tersebut maka akan disampaikan Surat Peringatan I. 3. 2.

215/tkb/98 . Pemeriksa mengirimkan Surat Panggilan kepada WP secara langsung atau lewat kurir atau lewat faksimile.  Risalah Pembahasan dan Risalah Tim Pembahas baik tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan maupun tingkat Kantor Wilayah merupakan bagian dari Kertas Kerja Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Tim Pemeriksa Pajak dan WP dan dilampiri Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir. maka :  WP dapat menyampaikan Surat Permohonan kepada Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan paling lambat pada hari kerja berikutnya sejak tanggal penandatanganan Risalah Pembahasan.  Pembahasan oleh Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan harus selesai paling lama 2 (dua) hari kerja sejak diterimanya permohonan WP dan hasilnya harus dituangkan dalam Risalah Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan. agar perbedaan tsb dibahas oleh Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan.  Jika masih ada perbedaan pendapat dengan Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan maka WP dapat menyampaikan Surat Permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah paling lama pada hari kerja berikutnya sejak tanggal diterimanya Risalah Tim Pembahas Tingkat Unit Pelaksana Pemeriksaan oleh WP. maka Risalah Pembahasan digunakan untuk membuat Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan dilampiri dengan Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir.  Pembahasan oleh Tim Pembahas Tingkat Kantor Wilayah harus selesai paling lama 2 (dua) hari kerja sejak diterimanya permohonan WP dan hasilnya harus dituangkan dalam Risalah Tim Pembahas Tingkat Kantor Wilayah. 3. Untuk menandatangani Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan.9. atau pos.berdasarkan Risalah Pembahasan. WP tidak menyetujui sebagian atau seluruh hasil pemeriksaan tetapi tidak hadir. o Jika masih ada perbedaan pendapat dan WP mengajukan permohonan pembahasan oleh tim pembahas. 2.254. dan o Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir. o kemudian hasil pembahasan akhir digunakan untuk membuat Risalah Pembahasan. maka Pemeriksa membuat: o Berita Acara Ketidakhadiran WP Dalam Rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. WP setuju seluruh hasil pemeriksaan tetapi tidak hadir. o Risalah Pembahasan. maka: o TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. o Jika masih ada perbedaan pendapat tetapi WP tidak mengajukan permohonan pembahasan oleh tim pembahas. 4. maka: o Pemeriksa harus melakuakan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dengan WP (WP dapat didampingi oleh Konsultan Pajak dan/ atau Akuntan Publik yang melakukan audit atas Laporan Keuangan WP). Dan WP harus datang dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal diterimanya Surat Panggilan. WP tidak menyetujui sebagian atau seluruh hasil pemeriksaan dan hadir. pemeriksa membuat Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dengan dilampiri Ihtisar Hasil Pembahsan Akhir. atau melalui jasa pengiriman.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) digunakan oleh tim Pemeriksa Pajak sebagai dasar untuk membuat Nota Penghitungan. maka: o WP dianggap menyetujui seluruh hasil pemeriksaan berdasarkan SPHP (Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan). WP tidak menyampaikan tanggapan tertulis dan tidak hadir dalam jangka waktu yang ditentukan. 2.215/tkb/99 . Pembatalan Hasil Pemeriksaan: Jika hasil pemeriksaan dibatalkan sesuai dengan ketentuan Pasal 36 ayat (1) huruf d UU KUP. proses pemeriksaan harus dilanjutkan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan dan/ atau Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan sesuai dengan prosedur dalam PER-20/PJ/2008. (Pasal 22 PER-20/PJ/2008). 2. dan o Pemeriksa membuat dan menandatangani Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak Dalam Rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan.9. Paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). 3. Isi Pasal 36 ayat (1) huruf d UU KUP: membatalkan hasil pemeriksaan pajak atau surat ketetapan pajak dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa: 1. penyampaian surat pemberitahuan hasil pemeriksaan. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.Pemeriksan membuat Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak Dalam Rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan serta Risalah Pembahasan (Risalah Pembahasan dibuat dengan memperhatikan surat sanggahan WP dan digunakan untuk membuat dan menandatangani Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir) 5. Wajib Pajak dapat mengungkapkan mengenai ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan dalam laporan tersendiri sesuai keadaan yang sebenarnya (Pasal 8 ayat (4) UU KUP).254. Setiap prosedur pemeriksaan. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) harus disusun berdasarkan Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) yang telah ditelaah oleh Supervisor. atau 2. laporan tersendiri harus ditandatangani WP dan dilampiri dengan: o penghitungan pajak yang kurang dibayar sesuai keadaan yang sebenarnya dalam format SPT. dan Dokumen yang dipinjam harus dikembalikan kepada WP. Pengungkapan Wajib Pajak Selama Pemeriksaan: 1. 4. o Setelah Pemeriksaan Kantor: 1. bukti dan keterangan yang dikumpulkan dan simpulan yang diambil sehubungan dengan fakta dan data yang ditemukan dalam pemeriksaan harus dituangkan dalam Kertas Kerja Pemeriksaan. Buku. pembahasan akhir hasil pemeriksaan dengan Wajib Pajak. sepanjang Pemeriksa Pajak belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. pengujian yang dilakukan. Catatan.

maka pelunasan pajak yang kurang dibayar diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan.254. pengungkapan ketidakbenaran tersebut adalah sesuai dengan keadaanyang sebenarnya. Dan terhadap SPHP dilakukan pembahasan akhir hasil pemeriksaan. Pemeriksaan akan dilanjutkan bila: o Pemeriksaan Bukti Permulaan diselesaikan dan tidak dilanjutkan dengan penyidikan.SSP sebagai bukti pelunasan pajak yang kurang dibayar (jika sesuai dengan keadaan sebenarnya maka dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam SPHP. 3. Pemeriksa Pajak tidak dapat melakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya penghasilan kena pajak (Pasal 8 ayat (5) PER-20/PJ/2008). (Pasal 26 ayat (2) PER-20/PJ/2008) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. pengungkapan ketidakbenaran tersebut ternyata tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Jika Usulan Pemeriksaan Bukti Permulaan disetujui. dan o SSP sebagai bukti pembayaran sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% ((jika sesuai dengan keadaan sebenarnya maka dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam SPHP. maka pelunasan pajak yang kurang dibayar tidak diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam SPHP. pada saat pemeriksaan ditemukan ada indikasi tindak pidana di bidang perpajakan. maka: untuk permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak Pasal 17B UU KUP. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan. 3. Pemeriksaan harus tetap dilanjutkan untuk membuktikan kebenaran pengungkapan oleh WP. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan. WP menolak untuk dilakukan pemeriksaan dan/ atau pegawai Wajib Pajak menolak membantu kelancaran Pemeriksaan (Pasal 9 PER 20/PJ/2008). atau o diterima putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang menyatakan Wajib Pajak bebas atau lepas dari segala tuntutan hukum. Apabila pemeriksaan dilanjutkan. tetapi jika tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya maka dapat diperhitungkan sebagai pembayaran atas SKP berdasarkan permohonan WP). harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. o dilanjutkan dengan penyidikan tetapi tidak dilakukan penuntutan sebagaimana dimaksud Pasal 44A UU KUP.215/tkb/100 . 2. tetapi jika tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya maka dapat diperhitungkan sebagai pembayaran atas SKP berdasarkan permohonan WP). maka jangka waktu pemeriksaan diperpanjang paling lama 3 (tiga) bulan. Usulan Pemeriksaan Bukti Permulaan untuk permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak Pasal 17B UU KUP. 5. o Usulan Pemeriksaan Bukti Permulaan Pemeriksaan Bukti Permulaan dapat diusulkan bila: 1.9. 4. penyelesaian pemeriksaan ditangguhkan.

atau Kantor Pelayanan Pajak. Tetapi jika perubahan disebabkan pelaksanaan pemeriksaan dialihkan ke Unit Pelaksana Pemeriksaan yang lain. maka Unit Pelaksana Pemeriksaan (UP2) yang baru harus menerbitkan Surat Perintah Pemeriksaan baru sebelum melanjutkan pemeriksaan. 2.254.Surat Perintah Pemeriksaan (SP2) dapat diterbitkan untuk satu atau beberapa masa pajak dalam suatu Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang sama atau untuk satu Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak terhadap satu WP. yaitu Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak. catatan dan dokumen termasuk data elektronik dan keterangan lain yang dibawa WP saat memenuhi panggilan.untuk pemeriksaan selain permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. dan 3. Dan jika masih ada buku. catatan. WP harus datang memenuhi panggilan sesuai dengan batas waktu dan tempat yang ditentukan.9. dan Dokumen. Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan tidak perlu memperbaharui Surat Perintah Pemeriksaan. seorang supervisor.215/tkb/101 . pemeriksa pajak di Unit Pelaksana Pemeriksaan. maka pelaksanaan pemeriksaan dihentikan dengan membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Sumir. Apabila susunan tim pemeriksa pajak diubah. Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan harus dikirimkan kepada WP paling lama 3 (tiga) hari sejak tanggal Surat Perintah Pemeriksaan (SP2). tetapi cukup menerbitkan Surat Tugas. seorang ketua tim. dalam hal tertentu dapat juga dilakukan oleh pemeriksa pajak yang bukan pejabat fungsional pemeriksa pajak Pemeriksa pajak tersebut tergabung dalam tim pemeriksa pajak yang ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Pemeriksaan. maka Pemeriksa membuat Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku. Susunan tim pemeriksa pajak terdiri dari: 1. Catatan dan Dokumen Yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. 2. seorang atau beberapa anggota tim. Jika ada buku. pemeriksa memanggil WP dengan menggunakan Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan yang dilampiri dengan Daftar Buku. Pelaksanaan Pemeriksaan Melalui Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan. Pemeriksa harus memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan atau Surat Tugas kepada WP. Kantor Wilayah. PEMERIKSAAN KANTOR UNTUK TUJUAN LAIN Pihak yang melakukan Pemeriksaan adalah: 1. Saat WP datang memenuhi panggilan. Catatan. dokumen termasuk data elektronik dan keterangan lain yang TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.

2. Catatan. Ada beberapa kondisi dalam pelaksanaan pemeriksaan yaitu: 1. dan/ atau o penentuan saat produksi dimulai atau memperpanjang jangka waktu kompensasi kerugian sehubungan dengan pemberian fasilitas perpajakan. Jika WP menolak untuk menandandatangani Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan maka Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Penolakan Pemeriksaan yang ditandatangani Pemeriksa. maka Pemeriksa harus dapat menentukan dapat atau tidaknya melakukan pengujian berdasarkan bukti kompeten yang cukup sesuai dengan tujuan pemeriksaan. WP tidak datang memenuhi panggilan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak surat panggilan.254.9. maka WP dianggap menolak untuk diperiksa dan WP harus menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan. Peminjaman Dokumen: Jika masih ada buku. dan Dokumen yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. jika Pemeriksaan Kantor untuk Tujuan Lain dilakukan dalam rangka: o pemberian NPWP secara jabatan. Berdasarkan Surat Pernyataan Penolakan atau Berita Acara Penolakan Pemeriksaan: Permohonan WP tidak dapat diproses atau dipertimbangkan. jika Pemeriksaan Kantor untuk Tujuan Lain dilakukan dalam rangka: o penentuan WP berlokasi di daerah terpencil.215/tkb/102 . maka Pemeriksa Pajak dapat membuat Surat Permintaan Peminjaman Buku. WP diberi NPWP secara jabatan dan/ atau dikukuhkan sebagai PKP secara jabatan. (Pasal 6 ayat (1) PER-20/PJ/2008) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. catatan dan dokumen termasuk data elektronik yang belum terdapat dalam lampiran surat panggilan. dokumen atau tidak memberi keterangan yang diminta. maka WP dianggap menolak untuk diperiksa dan Pemeriksa membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Panggilan Pemeriksaan Oleh Wajib Pajak. dan/ atau o Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak secara jabatan. o penentuan satu atau lebih tempat terutang PPN. catatan. dan/ atau o pengukuhan atau pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Permohonan WP tidak dikabulkan. WP memenuhi panggilan Pemeriksa tetapi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak surat panggilan atau surat permintaan peminjaman WP tidak meminjamkan seluruh buku. maka Pemeriksa dapat membuat Surat Permintaan Peminjaman Buku. Catatan dan Dokumen yang dilampiri dengan Daftar Buku. Catatan. Dokumen yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. Jika pemeriksa merasa tidak dapat melakukan pengujian karena tidak adanya bukti kompeten yang cukup.diperlukan tetapi belum ada di dalam lampiran surat panggilan. Catatan dan Dokumen yang dilampiri Daftar Buku. jika Pemeriksaan Kantor untuk Tujuan Lain dilakukan dalam rangka: o penghapusan NPWP.

maka Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan Surat Peringatan II dan dilampiri dengan Daftar Buku. catatan.9. Buku. Jika seluruh buku. maka Pemeriksa Pajak dapat menyampaikan Surat Peringatan I dan dilampiri dengan Daftar Buku. maka Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Pemintaan Peminjaman Buku. dan Dokumen yang dipinjam harus dikembalikan kepada WP. catatan. Catatan. dan Dokumen yang Belum Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. setelah 2 (dua) minggu sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. catatan dan dokumen yang diminta atau tidak memberikan keterangan yang diminta: (Pasal 7 PER-20/PJ/2008) 1. dan dokumen yang dipenuhi harus dibuatkan Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku.254. dan Dokumen.Setiap penyerahan buku. Paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). maka Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Pemenuhan Seluruh Peminjaman Buku. catatan dan dokumen yang wajib dipinjamkan namun belum diserahkan. Catatan dan Dokumen. 3. setelah 3 (tiga) minggu sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. Pemeriksa melalui Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan dapat meminta keterangan dan/atau bukti yang berkaitan dengan pemeriksaan kepada pihak ketiga (sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 UU KUP) secara tertulis dengan menggunakan Surat Permintaan Keterangan atau Bukti. dan Dokumen yang Belum Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. 2. Catatan.215/tkb/103 . (Pasal 6 ayat (2) PER-20/PJ/2008) Jika data yang dipinjam berupa fotokopi dan/ atau berupa data elektronik. (Pasal 22 PER20/PJ/2008). maka WP yang diperiksa harus membuat Surat Pernyataan bahwa fotokopi dan/atau data elektronik tersebut adalah sesuai dengan aslinya. setelah 1 (satu) bulan sejak tanggal penyampaian Surat Permintaan Peminjaman. Catatan. dan/atau dokumen sudah diserahkan oleh WP. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Catatan. Dan pihak ketiga harus memberikan jawaban paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya Surat Permintaan Keterangan atau Bukti atau surat izin dari pihak yang berwenang. Pemberian Keterangan (Pemeriksaan Kantor untuk Tujuan Lain) Pemeriksa melalui Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan dapat memanggil WP dengan menggunakan Surat Panggilan Untuk Memberikan Keterangan. dan Dokumen disertai daftar buku. dan apabila perlu keterangan yang diberikan tersebut dapat dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Keterangan Wajib Pajak. (Pasal 6 ayat (3) PER-20/PJ/2008) Jika WP tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku. Catatan.

Buku.254. pemeriksaannya tetap dilakukan berdasarkan KEP 142/PJ/2005 sebagaimana telah diubah dengan PER 173/PJ/2006.9. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) digunakan oleh tim Pemeriksa Pajak sebagai dasar untuk melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tertentu yang berkaitan dengan tujuan pemeriksaan. maka KEP 142/PJ/2005 sebagaimana telah diubah dengan PER 173/PJ/2006 dinyatakan tidak berlaku. untuk Surat Perintah Pemeriksaan yang terbit sebelum 1 Januari 2008 dan sampai berlakunya PER-20/PJ/2008 ini belum selesai. Catatan. bukti dan keterangan yang dikumpulkan dan simpulan yang diambil sehubungan dengan fakta dan data yang ditemukan dalam pemeriksaan harus dituangkan dalam Kertas Kerja Pemeriksaan. Dengan berlakunya PER-20/PJ/2008 pada tanggal 2 Mei 2008. dan Dokumen yang dipinjam harus dikembalikan kepada WP. Setiap prosedur pemeriksaan. 3. Setelah Pemeriksaan Kantor: 1. Pemeriksa segera menyampaikan Surat Peringatan II. 3. pengujian yang dilakukan. KETENTUAN PERALIHAN 1. Untuk Surat Perintah Pemeriksaan yang terbit setelah 1 Januari 2008 dan sampai berlakunya PER-20/PJ/2008 ini belum selesai. 2. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 2. (Pasal 22 PER-20/PJ/2008). jika Surat Peringatan I tidak dipenuhi juga. Paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). dan jika Surat Peringatan II tidak dipenuhi maka Pemeriksa membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Permintaan Keterangan atau Bukti dari Pihak Ketiga. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) harus disusun berdasarkan Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) yang telah ditelaah oleh Supervisor.o o o Apabila tidak dipenuhi dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari tersebut maka akan disampaikan Surat Peringatan I. maka prosedur pemeriksaan yang belum selesai dilaksanakan berdasarkan PER-20/PJ/2008.215/tkb/104 . 4.

SE 10/PJ.9. 5. WP Badan Go Public dan Laporan Keuangan hasil audit Akuntan Publik dengan pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang melakukan penggabungan. likuidasi/penutupan. SPT Masa PPN Lebih Bayar dapat dilakukan melalui Pemeriksaan Lapangan atau Pemeriksaan Kantor tergantung analisis risiko. 2. Kecuali jika Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan mempertimbangkan untuk dilakukan Pemeriksaan Lapangan. dan Pemeriksaan Khusus (Risk Based Audit) Pemeriksaan Lapangan 1.04/2008 tentang Kebijakan Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan SE 116/PJ/2009 tentang Kebijakan Pemeriksaan Tujuan Lain Pemeriksaan berdasarkan tujuan: Pelaksanaan Pemeriksaan melalui: Pemeriksaan Kantor Jangka Waktu Pemeriksaan: (3 bulan dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 6 bulan) Pemeriksaan untuk: Pemeriksaan untuk menguji Pemeriksaan kepatuhan pemenuhan Rutin kewajiban perpajakan. Kecuali jika Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan mempertimbangkan untuk dilakukan Pemeriksaan Lapangan. pemekaran. SPT Tahunan WP Badan LB untuk WP TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. pengambilalihan usaha.04/2008 Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan ada 2 (dua) jenis yaitu: 1. pemecahan. SPT Tahunan WP Badan LB untuk WP Badan yang Go Public dan Laporan Keuangan hasil audit Akuntan Publik dengan pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). 2. 4. 6. SPT Tahunan RTLB (Rugi Tanpa Lebih Bayar) untuk WP Badan Go Public dan Laporan Keuangan hasil audit Akuntan Publik dengan pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).254. SPT Tahunan untuk bagian tahun pajak atau tahun pajak sebagai akibat adanya perubahan tahun buku atau metode pembukuan atau karena penilaian kembali aktiva tetap untuk WP Badan yang Go Public dan Laporan Keuangan hasil audit Akuntan Publik dengan pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).PEMERIKSAAN PAJAK DASAR HUKUM: UU KUP (UU 28 tahun 2007 stdtd UU 16 Tahun 2009) PMK 199/PMK. Pemeriksaan Rutin. peleburan. SPT Tahunan WP OP LB untuk WP OP yang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto 3.03/2007 tentang Tata Cara Pemeriksaan PER 19/PJ/2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan PER 20/PJ/2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemeriksaan Kantor SE 10/PJ. 1.215/tkb/105 .

Selain WP Badan Go Public dan Laporan Keuangan hasil audit Akuntan Publik dengan pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang melakukan penggabungan. SPT Masa PPN Lebih Bayar dapat dilakukan melalui Pemeriksaan Lapangan atau Pemeriksaan Kantor tergantung analisis risiko. pengambilalihan usaha. 3. Untuk WP OP yang tidak melakukan usaha atau pekerjaan bebas dilakukan melalui penelitian oleh Seksi Ekstensifikasi. pemecahan. pemekaran. SPT Tahunan RTLB (Rugi Tanpa Lebih Bayar) untuk WP selain WP Badan yang Go Public dan Laporan Keuangan hasil audit Akuntan Publik dengan pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). 4.215/tkb/106 . Penerbitan NPWP dan/atau pengukuhan PKP secara jabatan dilakukan melalui pemeriksaan lapangan untuk WP Badan/BUT atau WP OP yang melakukan usaha/pekerjaan bebas. 2. WP OP yang akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya 7. Pemeriksaan ini dilakukan TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 6. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan PKP dapat dilakukan melalui Pemeriksaan Kantor atau Pemeriksaan Lapangan berdasarkan pertimbangan Kepala KPP. Pemeriksaan dalam rangka WP mengajukan keberatan.254. peleburan. Pemeriksaan Khusus Pemeriksaan untuk Tujuan Lain SE 116/PJ/2009 Biasanya dilakukan melalui Pemeriksaan Lapangan Pemeriksaan Kantor Jangka Waktu Pemeriksaan: (7 hari dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 14 hari) Pemeriksaan Lapangan Jangka Waktu Pemeriksaan: (2 bulan dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 4 bulan) 1. likuidasi/penutupan.9. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan PKP dapat dilakukan melalui Pemeriksaan Kantor atau Pemeriksaan Lapangan berdasarkan pertimbangan Kepala KPP. 1.Jangka Waktu Pemeriksaan: (4 bulan dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 8 bulan) Badan selain yang Go Public dan Laporan Keuangan hasil audit Akuntan Publik dengan pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) 2. 3. SPT Tahunan WP OP LB untuk WP OP yang menggunakan Pembukuan. SPT Tahunan untuk bagian tahun pajak atau tahun pajak sebagai akibat adanya perubahan tahun buku atau metode pembukuan atau karena penilaian kembali aktiva tetap untuk WP Badan selain yang Go Public dan Laporan Keuangan hasil audit Akuntan Publik dengan pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). 5.

215/tkb/107 .254. 9. Pemeriksaan dalam rangka pengumpulan bahan guna menyusun Norma Penghitungan Penghasilan Neto. 4. Pemeriksaan dalam rangka penentuan saat produksi dimulai atau memperpanjang jangka waktu kompensasi kerugian sehubungan dengan pemberian fasilitas perpajakan. 7. 6. Pemeriksaan dalam rangka memenuhi permintaan informasi dari negara mitra P3B. Pemeriksaan dalam rangka penentuan WP berlokasi di daerah terpencil. Pemeriksaan dalam rangka penagihan pajak (Deliquency Audit) 8.9. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Pemeriksaan dalam rangka penentuan satu atau lebih tempat terutang PPN (Pemusatan PPN). 5.apabila terdapat perbedaan pendapat antara WP dengan DJP sehubungan dengan fakta dan data serta penerapan perundangundangan perpajakan yang perlu pengecekan lapangan.

4. (Pasal 36 ayat (1)a UU KUP (lebih lengkap klik disini)) Sengketa Pajak adalah sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara Wajib Pajak atau penanggung Pajak dengan pejabat yang berwenang sebagai akibat dikeluarkannya keputusan yang dapat diajukan Banding atau Gugatan kepada Pengadilan Pajak berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan. Pengurangkan atau penghapuskan sanksi administrasi berupa bunga.215/tkb/108 .PRODUK PEMERIKSAAN (SKP) DASAR HUKUM UU No. atau salah dalam penerapan peraturan per-UU-an perpajakan (Pasal 16 UU KUP (lebih lengkap klik disini)) TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. DALAM HAL TIDAK TERDAPAT SENGKETA PAJAK WP dapat mengjukan permohonan pembetulan akibat salah tulis.03/2008 jo PMK 83/PMK. Keberatan (Pasal 25 UU KUP (lebih lengkap klik disini)) 2. denda. salah hitng.28 Tahun 2007 PMK 23/PMK. Pengurangkan atau pembatalkan surat ketetapan pajak yang tidak benar (Pasal 36 ayat (1)b UU KUP (lebih lengkap klik disini)). Pembatalkan hasil pemeriksaan pajak atau surat ketetapan pajak dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa:  penyampaian surat pemberitahuan hasil pemeriksaan. atau  pembahasan akhir hasil pemeriksaan dengan Wajib Pajak.03/2008 UPAYA HUKUM YANG BISA DILAKUKAN WP DALAM HAL MEMPEROLEH SKP 1. DALAM HAL TERDAPAT SENGKETA PAJAK WP dapat mengjukan permohonan : 1. dan kenaikan yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya (Pasal 36 ayat (1)a UU KUP (lebih lengkap klik disini)). 2.9. 3.254. termasuk Gugatan atas pelaksanaan penagihan berdasarkan Undang-undang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.

tetapi isinya tidak benar atau kealpaan tersebut pertama kali dilakukan (Pasal 13A) tidak lengkap. atau apabila kepada WP diterbitkan NPWP dan/atau Jumlah kekurangan pajak ditambah dikukuhkan sebagai PKP secara jabatan dengan sanksi bunga 2% per bulan paling sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4a). atau Tahun dikukuhkan sebagai PKP secara jabatan dimulai Pajak sampai dengan diterbitkannya sejak saat WP memenuhi persyaratan subjektif SKPKB. dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. bagian Tahun Pajak. 100% dari PPN Barang dan Jasa dikenai tarif 0% (nol persen). (Pasal 13) atau Tahun Pajak. terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya SKPKB. kurang dibayar dalam satu Tahun Pajak. tidak atau keterangan lain mengenai Pajak Pertambahan kurang disetor.254. bagian Tahun Pajak. atau melampirkan keterangan yang isinya oleh WP dan WP tersebut wajib melunasi TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 2. tidak atau apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau kurang dipungut. atau selisih lebih pajak atau tidak seharusnya 3.215/tkb/109 . dihitung sejak saat kurang dibayar. dan PPnBM yang tidak atau kurang dibayar. 100% dari PPh yang tidak atau kurang dipotong. dihitung sejak saat (Isi Pasal 2 ayat (4a) : Kewajiban perpajakan terutangnya pajak atau berakhirnya Masa bagi WP yang diterbitkan NPWP dan/atau yang Pajak. 50% dari PPh yang tidak atau ditentukan dalam Surat Teguran. dan dipotong Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau dipungut tetapi tidak atau ternyata tidak seharusnya dikompensasikan kurang disetor. bagian Tahun Pajak.PRODUK HASIL PEMERIKSAAN HASIL KETERANGAN Surat Ketetapan Pajak Dalam jangka waktu 5 tahun setelah saat terutangnya Kurang Bayar (SKPKB) pajak atau berakhirnya Masa Pajak. apabila SPT tidak disampaikan dalam jangka Jumlah pajak dalam SKPKB ditambah waktu yang telah ditetapkan di Pasal 3 ayat (3) dengan sanksi kenaikan sebesar: UU KUP dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana 1.9. DJP dapat menerbitkan SKPKB dalam hal-hal sebagai berikut: SANKSI / IMBALAN BUNGA apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau Jumlah kekurangan pajak ditambah keterangan lain pajak yang terutang tidak atau dengan sanksi bunga 2% per bulan paling lama 24 bulan. apabila kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 (tentang pembukuan) atau Pasal 29 (tentang pemeriksaan) tidak dipenuhi sehingga tidak dapat diketahui besarnya pajak yang terutang. lama 24 bulan. paling lama 5 (lima) tahun sebelum diterbitkannya Nomor Pokok WP dan/atau dikukuhkannya sebagai PKP) Surat Ketetapan Pajak WP yang karena kealpaannya tidak menyampaikan SPT tidak dikenai sanksi pidana apabila Kurang Bayar (SKPKB) atau menyampaikan SPT.

Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar masih dapat diterbitkan lagi apabila berdasarkan hasil pemeriksaan dan/atau data baru ternyata pajak yang lebih dibayar jumlahnya lebih besar daripada kelebihan pembayaran pajak yang telah ditetapkan. Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Publik atau lembaga pengawasan keuangan pemerintah dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian selama 3 tahun berturut-turut. yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. menerbitkan SKPPKP paling melakukan pemeriksaan.tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada kekurangan pembayaran jumlah pajak pendapatan negara. 2.215/tkb/110 .254. selain 12 bulan DJP tidak memberi suatu permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak keputusan. DJP 17C) untuk PPh. Surat Keputusan DJP setelah melakukan penelitian atas permohonan Apabila setelah melakukan pengembalian Pengembalian pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari WP pendahuluan kelebihan pajak DJP Pendahuluan Kelebihan dengan kriteria tertentu. dan Pajak (SKPPKP) (Pasal lama 3 bulan sejak permohonan diterima secara lengkap berdasarkan hasil pemeriksaan. kecuali tunggakan pajak yang telah memperoleh izin untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak. Surat Ketetapan Pajak DJP. penambahan jumlah pajak yang terutang setelah dilakukan tindakan pemeriksaan dalam rangka penerbitan SKPKBT. tepat waktu dalam menyampaikan SPT.9. jumlah kekurangan diterima secara lengkap untuk PPN. menerbitkan SKPN apabila jumlah kredit pajak atau jumlah Nihil (SKPN) (Pasal 17A) pajak yang dibayar sama dengan jumlah pajak yang terutang. setelah meneliti kebenaran pembayaran pajak. Surat Ketetapan Pajak DJP. bagian Tahun Pajak. Apabila terlambat lengkap. menerbitkan SKPLB apabila jumlah kredit pajak atau jumlah Lebih Bayar (SKPLB) pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang. atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak atau tidak ada pembayaran pajak. 4. setelah melakukan pemeriksaan. permohonan pengembalian dari WP kriteria tertentu Pasal 17C dan WP yang kelebihan pembayaran pajak dianggap (Pasal 17B) memenuhi persyaratan tertentu Pasal 17D. diterbitkan. setelah melakukan pemeriksaan. pajak ditambah dengan sanksi kenaikan 100% dari jumlah kekurangan pembayaran pajak. Surat Ketetapan Pajak DJP setelah melakukan pemeriksaan atas permohonan Apabila setelah melampaui jangka waktu Lebih Bayar (SKPLB) pengembalian kelebihan pembayaran pajak. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. harus dikabulkan dan SKPLB harus diterbitkan menerbitkan surat ketetapan pajak paling lama 12 (dua paling lama 1 bulan setelah jangka waktu belas) bulan sejak surat permohonan diterima secara tersebut berakhir. dan paling lama 1 bulan sejak permohonan menerbitkan SKPKB. menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar apabila terdapat pembayaran pajak yang seharusnya tidak (Pasal 17) terutang. tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak. kepada WP diberikan imbalan bunga sebesar 2% per bulan dihitung sejak berakhirnya jangka waktu 1 bulan setelah 12 bulan sejak permohonan WP diterima lengkap sampai dengan saat diterbitkan SKPLB. atau Tahun Pajak kenaikan 100% dari jumlah kekurangan apabila ditemukan data baru yang mengakibatkan pajak tersebut. dan tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berdasarkan 3. Berdasarkan permohonan WP. WP dengan Kriteria tertentu meliputi: 1. DJP. yang terutang beserta sanksi kenaikan 200% dari jumlah pajak yang kurang dibayar yang ditetapkan melalui penerbitan SKPKB Surat Ketetapan Pajak DJP dapat menerbitkan SKPKBT dalam jangka waktu 5 Jumlah kekurangan pajak yang terutang Kurang Bayar Tambahan tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya dalam SKPKBT ditambah dengan sanksi (SKPKBT) (Pasal 15) Masa Pajak.

jumlah kekurangan permohonan diterima secara lengkap untuk PPN. Wajib Pajak badan dengan jumlah peredaran usaha dan jumlah lebih bayar sampai dengan jumlah tertentu. PER-47/PJ/2010 ayat 13 TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak adalah: 1.9. DJP 17D) secara lengkap untuk PPh. dan Pajak (SKPPKP) (Pasal SKPPKP paling lama 3 bulan sejak permohonan diterima berdasarkan hasil pemeriksaan.putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dalam jangka waktu 5 tahun terakhir.215/tkb/111 . Hasil atau apabila tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana di bidang perpajakan. 4. pajak ditambah dengan sanksi kenaikan 100% dari jumlah kekurangan WP yang memenuhi persyaratan tertentu yang dapat pembayaran pajak.254. menerbitkan melakukan pemeriksaan. Wajib Pajak yang dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan tidak ditemukan. Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dengan jumlah peredaran usaha dan jumlah lebih bayar sampai dengan jumlah tertentu. atau Pengusaha Kena Pajak yang menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai dengan jumlah penyerahan dan jumlah lebih bayar sampai dengan jumlah tertentu. 2. Surat Keputusan DJP setelah melakukan penelitian atas permohonan Apabila setelah melakukan pengembalian Pengembalian pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari WP pendahuluan kelebihan pajak DJP Pendahuluan Kelebihan yang memenuhi persyaratan tertentu. Wajib Pajak orang pribadi yang dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan meninggal dunia. Laporan Pemeriksaan Sumir Tindak lanjut Pemeriksaan Bukti Permulaan dapat berupa pembuatan laporan sumir apabila WP mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (3) UU KUP. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. 3. dan paling lama 1 bulan sejak menerbitkan SKPKB.

000. 100.000.00) Lebih Bayar ini dikompensasikan dengan pajak yang terutang pada masa pajak berikutnya (Mei 2009).000.000.000.000 150.000.000 50.00 Rp.000.000.000.000 70.000.SKPKB DASAR HUKUM CONTOH PENGHITUNGAN SKPKB PPN Wajib Pajak PT A (PKP) mengisi SPT Masa PPN Bulan April 2009 dengan rincian : Pajak Keluaran Pajak Masukan Lebih Bayar Rp.000 200.00 Rp.000.000 30.000 70.215/tkb/112 . 300.000 150.000.000 Jumlah Koreksi 50.000.(200.00 = Rp.000.254. 100.000.000. 200. 100.000. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh KPP ternyata hasilnya adalah : Pajak Keluaran Pajak Masukan Kurang Bayar Rp.000 150.9. 6. 300.000 30.000. 306.000.00 Rp.000.000 PPh Badan Terutang Kredit Pajak PPh 23 PPh 25 PPh 29 yang terutang Jumlah PPh yang dibayar TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.000.000.00 = Rp. 100. 200.000.00 = Rp.00 Rp.00 CONTOH PENGHITUNGAN SKPKB PPH BADAN SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak 2008 diperiksa dan diterbitkan SKPKB tanggal 10 April 2010 SPT Tahunan PPh WP Hasil pemeriksaan Fiskus 250.000.00 Pasal 13 ayat (3) UU KUP Kenaikan 100% karena tidak seharusnya dikompensasi 100% x Rp.000.000 300.000.000. 200.000.10 Juli 2009) 3 x 2% x Rp.000.000.000.000.00 Atas kasus ini dikeluarkan SKPKB pada tanggal 10 Juli 2009 dengan perincian : a Pokok Pajak (Jumlah Kurang Bayar) b Sanksi : Pasal 13 ayat (2) UU KUP Bunga 3 bulan (1 Mei 2009 .000.000.000.00 Jadi jumlah yang tercantum dalam SKPKB adalah sebesar = Rp.000.

000 66.000 50.000 0 0 50.000 23.000 16.000 PPh 23 Kurang Bayar 0 Sanksi Pajak Pasal 13(2) 50.000.000 TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.000.000.000 x 2% x 16 bulan 16 bulan = 1 Januari 2009 s/d 10 April 2010 PPh Badan yang masih harus dibayar 0 50.000.000.000.000.PPh Kurang Bayar Sanksi Pajak Pasal 13(2) 50.000.000.000 50.000 50.000 PPh 23 yang telah dipotong dan disetor 50.000 66.000 73.000.9.000 x 2% x 23 bulan 23 bulan = 1 September 2008 s/d 10 Juli 2010 PPh Pasal 23 yang masih harus dibayar pemeriksaan Jumlah Koreksi 100.000.000.000.000.000 73.000 CONTOH PENGHITUNGAN SKPKB PPH PASAL 23 SPT Masa PPh Pasal 23 Masa Pajak Agustus 2008 diperiksa dan diterbitkan SKPKB tanggal 10 Juli 2010 SPT Tahunan PPh WP Hasil Fiskus PPh Pasal 23 yang terutang 50.000.000.000 50.000 dalam masa Agustus 2008 sebesar Jumlah PPh dibayar 50.000.000 23.254.000.000.000 16.000 50.000.000.215/tkb/113 .

sebesar 2% per bulan untuk paling lama 24 bulan. atau salah dalam penerapan peraturan per-UU-an perpajakan (Pasal 16 UU KUP (lebih lengkap klik disini)) 2.9. Pembetulan akibat salah tulis. Sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga atau denda. Surat Tagihan Pajak mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat ketetapan pajak. B dari hasil penelitian terdapat kekurangan Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam STP pembayaran pajak sebagai akibat salah tulis ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga dan/atau salah hitung.215/tkb/114 . 2. Sanksi administrasi berupa denda Rp 50. atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya STP.jika tidak atau terlambat menyampaikan SPT TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. mengurangkan atau membatalkan Surat Tagihan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 yang tidak benar (Pasal 36 ayat (1)c UU KUP (lebih lengkap klik disini)) SEBAB DIKELUARKANNYA STP DAN SANKSI YANG DIKENAKAN (Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007) NO SEBAB DITERBITKANNYA STP SANKSI A PPh dalam tahun berjalan tidak atau kurang Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam STP dibayar.. ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan untuk paling lama 24 bulan. bagian Tahun Pajak.jika Wajib Pajak tidak atau terlambat penyampaian SPT Masa dan Rp 100. 1. Sarana untuk menagih pajak. UPAYA HUKUM YANG BISA DILAKUKAN WP DALAM HAL MEMPEROLEH STP WP dapat mengjukan permohonan : 1. dihitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. Fungsi STP : 1. Pengurangkan atau penghapuskan sanksi administrasi berupa bunga. denda. C Wajib Pajak dikenai sanksi administrasi berupa Misalnya : denda dan/atau bunga. 3.000. 28 Tahun 2007) STP adalah surat yang digunakan untuk melakukan tagihan pajak dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. bagian Tahun Pajak. Sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak. atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya STP. dihitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak.. salah hitng.000 . dan kenaikan yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya (Pasal 36 ayat (1)a UU KUP (lebih lengkap klik disini)).254. 3.SURAT TAGIHAN PAJAK (STP) PENGERTIAN STP (Pasal 1 UU No.

atau sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak. pajak tidak sesuai dengan masa penerbitan selain wajib menyetor pajak yang terutang. F Pengusaha Kena Pajak melaporkan faktur Terhadap pengusaha atau Pengusaha Kena Pajak. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.254. dikenai faktur pajak atau membuat faktur pajak.215/tkb/115 .Dasar Pengenaan Pajak. dimana hasil pembetulan tersebut menyatakan kurang bayar. atau 2. dengan tanggal penerbitan STP.140. tetapi tidak membuat selain wajib menyetor pajak yang terutang. Dasar Pengenaan Pajak. G Pengusaha Kena Pajak yang gagal berproduksi sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per dan telah diberikan pengembalian Pajak bulan dari jumlah pajak yang ditagih kembali. selain: 1. identitas pembeli serta nama dan tandatangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5) huruf b dan huruf g Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya.000. Pengusaha Kena Pajak yang tidak mengisi selain wajib menyetor pajak yang terutang.000.200. dalam hal penyerahan dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak pedagang eceran. dikenai faktur pajak. identitas pembeli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5) huruf b Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya.000 jatuh tempo tiap tanggal 15. Sanksi administrasi berupa bunga dalam hal Wajib Pajak membetulkan sendiri SPTnya. Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dihitung dari tanggal penerbitan Surat Keputusan ayat (6a) Undang-Undang Pajak Pertambahan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak sampai Nilai 1984 dan perubahannya. Pengusaha Kena Pajak. 2. Contoh Penghitungan Sanksi Administrasi atas STP : PPh dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar o PPh Pasal 25 tahun 2009 setiap bulan sebesar Rp. D pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Terhadap pengusaha atau Pengusaha Kena Pajak. Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya.000. E pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Terhadap pengusaha atau Pengusaha Kena Pajak. PPh Pasal 25 bulan Mei 2009 yang dibayar tepat waktu hanya sebesar Rp. dikenai faktur pajak secara lengkap sebagaimana sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% dari dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5) Undang. tetapi sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% dari tidak tepat waktu.9. Atas kekurangan PPh Pasal 25 tersebut diterbitkan STP pada tangggal 17 Agustus 2009 dengan perhitungan sebagai berikut : TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.Tahunan.

000.200.-(-) Rp 1.000.000.000.Rp 3.000.254.000.000 .600.600.Kekurangan bayar PPh Pasal 25 bulan Mei 2009 (Rp.215/tkb/116 .-.000.000.000.9.000.Jumlah yang harus dibayar Rp 1.- TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.Rp 60.000.000. Atas kekurangan Pajak Penghasilan tersebut diterbitkan Surat Tagihan Pajak tanggal 14 Juni 2010 dengan penghitungan sebagai berikut: Kekurangan bayar pajak Penghasilan Bunga = 3 x 2% x Rp 1.060.Jumlah yang harus dibayar Rp 60.000.- Hasil penelitian Surat Pemberitahuan : Surat Pemberitahuan Tahunan PPh OP tahun 2009 yang disampaikan tanggal 31 Maret 2010 setelah dilakukan penelitian ternyata terdapat salah hitung yang menyebabkan Pajak Penghasilan kurang bayar sebesar Rp 1.140.000) Bunga = 3 x 2% x Rp 60.Rp.-(-) Rp 63.000.000.000.

dan 4. Laporan Keuangan yang diaudit oleh Akuntan Publik atau lembaga pengawasan keuangan pemerintah harus disusun dalam bentuk panjang (long form report) dan menyajikan rekonsiliasi laba rugi komersial dan fiskal bagi WP yang wajib menyampaikan SPT Tahunan .9. tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak. kecuali tunggakan pajak yang telah memperoleh izin mengangsur atau menunda pembayaran pajak.PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK UNTUK WP KRITERIA TERTENTU (WP PATUH) DASAR HUKUM PMK-192/PMK. tepat waktu dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan. PENETAPAN WP PATUH (Pasal 3 Pmk 192/pmk. 3. Tidak mempunyai tunggakan pajak adalah keadaan pada tanggal 31 Desember tahun sebelum penetapan sebagai WP Patuh dan tidak termasuk utang pajak yang belum melewati batas akhir pelunasan.03/2007) 1. penyampaian SPT Masa yang terlambat dalam tahun terakhir untuk Masa Pajak Januari sampai November tidak lebih dari 3 Masa Pajak untuk setiap jenis pajak dan tidak berturut-turut. 2. Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Publik atau lembaga pengawasan keuangan pemerintah dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian selama 3 tahun berturutturut.254. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. 2.03/2007) Penetapan WP Patuh didasarkan atas hasil penelitian DJP atas pemenuhan persyaratan WP patuh paling lambat tanggal 20 Januari Penetapan Wajib Pajak Patuh berlaku untuk jangka waktu 2 tahun kalender. penyampaian SPT Tahunan tepat waktu dalam 3 tahun terakhir. dan 3. Pendapat Akuntan atas Laporan Keuangan yang diaudit oleh Akuntan Publik ini ditandatangani oleh Akuntan Publik yang tidak sedang dalam pembinaan lembaga pemerintah pengawas Akuntan Publik. yang meliputi : 1.215/tkb/117 . tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dalam jangka waktu 5 tahun terakhir. SPT Masa yang terlambat tersebut telah disampaikan tidak lewat dari batas waktu penyampaian SPT Masa Masa Pajak berikutnya.03/2007 (berlaku sejak 1 Januari 2008) tentang tata cara penetapan WP dengan kriteria tertentu dalam rangka pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak PERSYARATAN WP DENGAN KRITERIA TERTENTU (WP PATUH) (Pasal 1 dan Pasal 2 Pmk 192/pmk.

03/2007) 1. WP terlambat menyampaikan SPT Masa tidak lebih 3 Masa Pajak secara berturut-turut dan terdapat penyampaian SPT Masa yang lewat dari batas waktu penyampaian SPT Masa Masa Pajak berikutnya.9. 4. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. Penerbitan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) (Pasal 5 Pmk 192/pmk.03/2007) SKPPKP tidak dapat diterbitkan kepada WP Patuh apabila dalam masa berlakunya jangka waktu sebagai WP Patuh: 1. Kebenaran Kredit Pajak atau Pajak Masukan berdasarkan hasil konfirmasi dalam sistem aplikasi Direktorat Jenderal Pajak atau konfirmasi dengan menggunakan surat. atau 5. 3. lampiran SPT tidak lengkap. kebenaran penulisan dan penghitungan pajak. 4.03/2007) 1. kebenaran alamat yang tercantum dalam SPT tersebut atau dalam surat pemberitahuan perubahan alamat. 2. kepada WP diberitahukan secara tertulis.PENELITIAN ATAS PERMOHONAN PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK BAGI WP PATUH (Pasal 4 Pmk 192/pmk. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN SKPPKP TIDAK DITERBITKAN (Pasal 6 Pmk 192/pmk. kelengkapan SPT dan lampiran-lampirannya. 3. Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan penelitian atas permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari WP Patuh. 2. SKPPKP tidak diterbitkan apabila hasil penelitian menyatakan tidak lebih bayar. WP terlambat menyampaikan SPT Masa untuk suatu jenis Pajak tertentu 3 Masa Pajak tidak berturut-turut dalam 1 tahun kalender. Terhadap WP Patuh. atau alamat tidak sesuai dengan yang tercantum dalam SPT atau dengan pemberitahuan perubahan alamat. diberitahukan secara tertulis bahwa kepada WP yang bersangkutan tidak dapat diterbitkan SKPPKP.254. terhadap WP tersebut dilakukan tindakan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. kebenaran pembayaran pajak yang telah dilakukan oleh WP. WP terlambat menyampaikan SPT Masa untuk suatu jenis pajak tertentu 2 Masa Pajak berturut-turut. menerbitkan SKPPKP paling lama 3 bulan sejak permohonan diterima secara lengkap untuk PPh. dan paling lama 1 bulan sejak permohonan diterima secara lengkap untuk PPN 2. pembayaran pajak tidak benar. WP terlambat menyampaikan SPT Tahunan.215/tkb/118 . Dan Dalam hal SKPPKP tidak diterbitkan. dan 5.

03/2007 (berlaku sejak 1 Januari 2008) jo PMK 54/PMK. jumlah lebih bayar menurut SPT Tahunan PPh kurang dari Rp 10.03/2009 (berlaku sejak 1 Mei 2009) tentang batasan jumlah peredaran usaha. yaitu WP OP yang menyelenggarakan pembukuan dengan : 1. 2.8M).000.000.8M) 3. jumlah peredaran usaha yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh paling banyak sama dengan batasan peredaran usaha WP OP yang diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan norma penghitungan penghasilan neto (kurang dari4.000. dan jumlah LB bagi WP yang memenuhi persyaratan tertentu yang dapat diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak WP YANG MEMENUHI PERSYARATAN TERTENTU PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK YANG DAPAT DIBERIKAN 1. WP OP yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.000.00 (empat ratus juta rupiah). jumlah lebih bayar menurut SPT Tahunan PPh paling banyak 0. dan 2. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10.00 (sepuluh juta rupiah). dan 2.00 (lima miliar rupiah).000.000.5% dari jumlah peredaran usaha WP OP yang diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan norma penghitungan penghasilan neto (kurang dari 4. jumlah penyerahan.215/tkb/119 . yaitu Wajib Pajak badan dengan : 1. Pengusaha Kena Pajak yang menyampaikan SPT Masa PPN dengan Jumlah penyerahan dan jumlah lebih bayar sampai dengan jumlah tertentu. jumlah penyerahan menurut SPT Masa PPN untak suatu Masa Pajak paling banyak Rp 400. 4. jumlah peredaran usaha yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh paling banyak Rp 5.000.00 (dua puluh delapan juta rupiah).254. yaitu PKP yang telah menyampaikan SPT Tahunan PPh dan SPT Masa PPN dengan: 1.9.PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK UNTUK WP DENGAN PERSYARATAN TERTENTU DASAR HUKUM PMK-193/PMK.00 (satu juta rupiah). WP OP yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dengan jumlah peredaran usaha dan jumlah lebih bayar sampai dengan jumlah tertentu.000.000. 2.000. atau 3.000. jumlah lebih bayar menurut SPT Tahunan PPh kurang dari Rp 1. jumlah lebih bayar menurut SPT Masa PPN paling banyak Rp 28. WP badan dengan jumlah peredaran usaha dan jumlah lebih bayar sampai dengan jumlah tertentu.

atau alamat tidak sesuai dengan yang tercantum dalam Surat Pemberitahuan atau dengan surat pemberitahuan perubahan alamat. kepada WP diberitahukan secara tertulis.PENELITIAN TERHADAP PERMOHONAN PENGEMBALIAN PENDAHULUAN KELEBIHAN PAJAK Terhadap permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari WP yang memenuhi persyaratan tertentu dilakukan penelitian atas : kelengkapan SPT dan lampiran-lampirannya.215/tkb/120 . kebenaran pembayaran pajak yang telah dilakukan oleh WP. dan kebenaran alamat yang tercantum dalam SPT atau dalam surat pemberitahuan perubahan alamat.9. Penerbitan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan penelitian atas permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari WP yang memenuhi persyaratan tertentu. menerbitkan SKPPKP paling lama 3 (tiga) bulan sejak permohonan diterima secara lengkap untuk PPh. kebenaran penulisan dan penghitungan pajak.254. pembayaran pajak tidak benar. TAX KNOWLEDGE BASE APRIL 2011 Kompilasi oleh Hendar Iskandar @ http://10. dan paling lama 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima secara lengkap untuk PPN. lampiran SPT tidak lengkap. SKPPKP tidak diterbitkan apabila hasil penelitian menyatakan tidak lebih bayar. Dalam hal SKPPKP tidak diterbitkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful