Peranan Kelembagaan Desa Dalam Menyusun dan Menyetujui APBDes

A. Tinjauan tentang Peranan Kelembagaan Desa dalam Menyusun dan Melaksanakan APBDes

1. Tinjaun Tentang APBDes Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) adalah peraturan desa yang memuat sumbersumber penerimaan dan alokasi pengeluaran desa dalam kurun waktu satu tahun. APB Desa terdiri atas bagian pendapatan Desa, belanja Desa dan pembiayaan. Rancangan APB Desa dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa. Kepala Desa bersama BPD menetapkan APB Desa setiap tahun dengan Peraturan Desa. Menurut UU 32/2004 dan PP 72/2005 disebutkan sumber-sumber pendapatan desa meliputi: a. pendapatan asli desa, terdiri dari hasil usaha desa, hasil kekayaan desa, hasil swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli desa yang sah b. bagi hasil pajak daerah Kabupaten/Kota paling sedikit 1.0% (sepuluh per seratus) untuk desa dan dari retribusi Kabupaten/Kota sebagian diperuntukkan bagi desa c. bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota untuk Desa paling sedikit 10% (sepuluh per seratus), yang pembagiannya untuk setiap Desa secara proporsional yang merupakan alokasi dana desa d. bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan e. hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat. Sedangkan kekayaan desa meliputi tanah kas desa, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan yang dikelola oleh desa, dll. Sumber pendapatan daerah yang berada di desa baik pajak maupun retribusi yang sudah dipungut oleh Provinsi atau Kabupaten/Kota tidak dibenarkan adanya pungutan tambahan oleh Pemerintah Desa. Pungutan retribusi dan pajak lainnya yang telah dipungut oleh Desa tidak dibenarkan dipungut atau diambil alih oleh Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten/Kota. Pemberian hibah dan sumbangan tidak mengurangi kewajiban¬-kewajiban pihak penyumbang kepada desa. Sumbangan yang berbentuk barang, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak dicatat sebagai barang inventaris kekayaan milik desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. sumbangan yang berbentuk uang dicantumkan di dalam APBDesa. Kepala Desa adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa. Dalam melaksanakan kekuasaannya Kepala Desa dapat melimpahkan sebagian atau seluruh kekuasaannya yang berupa perencanaan,. pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan kepada perangkat desa. Dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan Desa, Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Pernbentukan Badan Usaha Milik Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Alokasi pengeluaran dalam APBDes meliputi belanja pembangunan dan pos pengeluaran rutin. Belanja pembangunan meliputi pos sarana pemerintahan desa, pos prasarana perhubungan, pos prasarana pemasaran, dan pos prasarana sosial. Sedangkan belanja rutin meliputi pos belanja pegawai, pos belanja barang, pos biaya pemeliharaan, pos biaya perjalanan dinas, pos belanja lain-lain, dan pos pengeluaran tak terduga. 2. Penyusunan dan Pelaksanaan APBDes

manfaat. dan kepala wilayah (UU No. badan permusyawaratan desa (BPD). kewenangan. atau institusi yang berada di desa yang berasal dari unsur eksekutif. dan lembaga kemasyarakatan desa. Kepala Desa dapat menetapkan Rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa menjadi Peraturan Desa. lembaga kemasyarakatan. Kelembagaan desa ini meliputi pemerintah desa. Peraturan Desa dibentuk dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Desa. 32 Tahun 2004). dan pengawasan APBDes. fungsi. Apabila hasil evaluasi sebagaimana dimaksud melampaui batas waktu dimaksud. dan efektifitas. Hasil evaluasi Bupati/Walikota terhadap Rancangan Peraturan Desa disampaikan paling lama 20 (dua puluh) hari kepada Kepala Desa. Peraturan Desa dilarang bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Pelaksanaan APBDes ini dlakukan oleh kepala desa. sekretaris desa. dapat dijelaskan bahwa peraturan Desa. kaur-kaur. legislatif. atau person. Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa dimuat dalam Berita Daerah. akuntablitas. termasuk APBDes. khususnya yang berkaitan dengan penyusun dan pelaksanaan APBDes. Peraturan Desa merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat desa setempat. penegakan hukum. Peran Kelembagaan Desa dalam Menyusun dan Melaksanakan APBDes • Lingkup Kelembagaan Desa Kelembagaan desa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah lembaga. efisiensi. dan tokoh masyarakat. namun masyarakat luas pun dapat melakukan pengawasan sebagaimana dijamin dalam PP 72/2005.Secara garis besar. Perangkat desa terdiri dari sekretaris desa. Rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa yang telah disetujui bersama sebelum ditetapkan oleh Kepala Desa paling lama 3 (tiga) hari disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati/Walikota untuk dievaluasi. 3. ditetapkan oleh Kepala Desa bersama BPD. seperti partisipatif. Pengawasan APBDes ini secara formal dilakukan oleh BPD. shareholders. Kepala desa. transparansi. selaku unsur pelaksana pemerintah desa memilki peran strategis sebagai berikut: (a) menyusun rancangan peraturan desa mengenai APBDesa (b) mengajukan rancangan peraturan desa mengenai APB Desa untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD (c) menyampaikan rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa yang telah disetujui bersama BPD sebelum ditetapkan oleh Kepala Desa paling lama 3 (tiga) hari kepada Bupati/Walikota untuk dievaluasi . pihak. sesuai dengan UU 32/2004 dan PP 72/2005. dan masyakat yang terlibat dalam penyusunan. • Peran Pemerintah Desa dalam Menyusun dan Melaksanakan APBDes Pemerintah desa terdiri atas kepala desa dan perangkat desa. Peraturan Desa dibentuk berdasarkan pada asas pembentukan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa selanjutnya disebarluaskan oleh Pemerintah Desa. hak. Perananan pemerintah desa dalam menyusun dan melaksankan APBDes adalah pelaksanaan dari tugas. dan kewajiban yang dimiliki pemerintah desa dalam hal pelaksanaan pembangunan di desa. Masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan Rancangan Peraturan Desa. Pemuatan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa dilakukan oleh Sekretaris Daerah. Peraturan Desa disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati/Walikota melalui Camat sebagai bahan pengawasan dan pembinaan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah ditetapkan. aktor. BPD.

mengevaluasi hasil pengawasan APBDes tahun lalu dengan melibatkan kelembagaan desa serta masyarakat 2. dan kepedulian dalam pemberdayaan masyarakat. Faktor Internal dan Eksternal Penghambat Pengembangan Peranan Kelembagaan Desa Menyusun dan Melaksanakan Kebijakan Desa Menurut Prof. memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. berdasarkan PP 72/2005 adalah sebagai berikut: 1. Sadu Wasistiono (2006). menumbuhkembangan dan menggerakan prakarsa. yaitu hambatan eksternal dan hambatan internal. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. dan apirasi kepada kepala desa atau forum BPD (b) melaksanakan pengawasan personal terhadap pelaksanaan APBDes (c) menumbuhkembangkan semangat memanfaatkan. saran. melaksanakan. dan kemasyarakatan (PP 72/2005). termasuk yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. gotong royong dan swadaya masyarakat. kelembagaan di tingkat desa belum sepenuhnya tertata dengan baik. • Peran Anggota Masyarakat Desa dalam Menyusun dan Melaksanakan APBDes Peran anggota masyarakat desa dalam menyusun dan melaksanakan APBDes di desa. menumbuhkembangkan kondisi dinamis masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat. lembaga pemberdayaan masyarakat atau sebutan lain. konsultatif dan koordinatif. dan mengembangkan hasilhasil pembangunan di desa. partisipasi. Peran lembaga kemasyarakatan dalam penyusunan dan pelaksanaan APBDes meliputi menyusun rencana pembangunan secara partisipatif. kemampuan. ada beberapa hal yang menjadi faktor penghambat kelembagaan desa dalam menyusun dan mengimplementasikan berbagai program dan kebijakan desa. Rukun Warga. Pengurus lembaga kemasyarakatan dipilih secara musyawarah dari anggota masyarakat yang mempunyai kemauan. • Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Menyusun dan Melaksanakan APBDes Peran BPD dalam menyusun dan melaksanakan APBDes. adalah sebagai berikut: (a) mengajukan usul. dan masukan masyarakat berkaitan dengan peraturan desa khususnya rancangan APBDes 3. B. memelihara dan mengembangkan pembangunan secara partisipatif. memanfaatkan. menggerakkan dan mengembangkan partisipasi.meliputi rendahnya kualitas sdm di perdesaan yang sebagian besar berketerampilan rendah. pembangunan. serta memberdayakan hak politik masyarakat. saran.(d) melaksanakan APBDes melalui penetapan keputusan desa atau keputusan kepala desa (e) mengordinasikan pembangunan desa secara partisipatif (f) menyelenggarakan urusan pemerintahan. 1) Hambatan Internal. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan Pemerintahan Desa bersifat kemitraan. Karang Taruna. menampung aspirasi. melaksanakan pengawasan terhadap jalannya APBDes • Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa dalam Menyusun dan Melaksanakan APBDes Lembaga kemasyarakatan meliputi Rukun Tetangga. membahas rancangan peraturan desa mengenai APB Desa yang disampaikan oleh kepala desa 4. menjurut PP 72/2005. mengendalikan. serta swadaya gotongroyong masyarakat. Lembaga kemasyarakatan mempunyai tugas membantu Pemerintah Desa dan merupakan mitra dalam memberdayakan masyarakat desa. memelihara. pemahaman tugas pokok .

2) Hambatan Eksternal. lemahnya keterkaitan kegiatan ekonomi baik secara sektoral maupun spasial. kepemilikan lahan yang makin sempit. meningkatnya konversi lahan pertanian subur dan beririgasi teknis bagi peruntukan lain. lemahnya kemampuan perencanaan di tingkat desa dan masih bersifat parsial. dinamika masyarakat yang selalu berubah.dan fungsi dari aparatur desa yang masih rendah. sarana dan pra sarana penunjang mobilitas operasional terbatas. pengelolaan administrasi dan pendokumentasian yang masih minim. meningkatnya degradasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. serta rendahnya tingkat pelayanan prasarana dan sarana perdesaan. yang berkaibat terbatasnya operasional program/kegiatan. . masih rendahnya pemanfaatan iptek dan tekonologi tepat guna dalam usaha ekonomi perdesaan. timbulnya hambatan (barrier) distribusi dan perdagangan antardaerah. meliputi lemahnya koordinasi lintas bidang dalam pengembangan kawasan perdesaan. serta lemahnya kelembagaan dan organisasi berbasis masyarakat. terbatasnya alokasi anggaran/dana. masih lemahnya koordinasi antarsektor. termasuk tingginya dinamika sektor ekonomi. rendahnya aset yang dikuasai masyarakat perdesaan. terbatasnya alternatif lapangan kerja berkualitas. tingginya resiko kerentanan yang dihadapi petani dan pelaku usaha di perdesaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful