P. 1
Metabolisme Nitrogen

Metabolisme Nitrogen

|Views: 496|Likes:
Published by Rininta Kesuma Alam

More info:

Published by: Rininta Kesuma Alam on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2013

pdf

text

original

METABOLISME NITROGEN PENDAHULUAN Nitrogen merupakan bagian dari sejumlah besar senyawa-senyawa penting yang ditemukan pada

sel-sel makhluk hidup. Misalnya pada asam amino, protein (enzim), dan asam nukleat (DNA dan RNA), contoh lainnya seperti poliamina, dan klorofil mempunyai peranan penting bagi beberapa organisme. Kebanyakan hewan umumnya tidak memiliki kemampuan untuk mengasimilasi nitrogen organik ataupun mensintesa separuh dari senyawa asam amino yang terdapat dalam protein, kecuali dengan dibantu bakteri-bakteri tertentu (misalnya bakteri rumen pada hewan-hewan ruminansia seperti sapi, domba, dan lain-lain). Walaupun nitrogen tersedia di udara bebas, hanya bakteri-bakteri tertentu (lihat Chapter 6.) yang mempunyai kemampuan untuk memfiksasi nitrogen dan mensintesa ammonia dalam hubungan simbiotik seperti pada bintil akar tanaman legume, ini merupakan proses yang sangat penting. Namun pada mayoritas tumbuh-tumbuhan, nitrat merupakan bahan dasar untuk pembentukan nitrogen dan diambil dari tanah melalui akar. Ammonia terdapat di tanah dalam bentuk NH4+ pada tanah-tanah anaerobik yang ber-pH rendah dan dapat langsung diserap oleh tanaman, misalnya tanaman conifera dan padi. Setelah diambil oleh akar, nitrogen kemudian ditransportasikan menuju bagian-bagian tanaman yang sedang bertumbuh. Pada akhirnya, nitrogen akan disimpan di dalam benih, dan pada beberapa tanaman budidaya yang penting seperti biji-bijian dan legume, hal inilah yang menjadi nilai penting dalam segi ekonomisnya. Gambar 7.1 memperliharkan jalur utama metabolisme nitrogen dalam tanaman secara sederhana. Bab ini akan membahas lebih lanjut mengenai proses metabolisme nitrogen. Selama 5 tahun terakhir, telah terjadi perkembangan besar terhadap pemahaman mengenai tata cara penyandian gen untuk sejumlah enzim yang terlibat dalam metabolisme nitrogen. Penelitian-penelitian l;ebih banyak dikonsentrasikan pada enzim-enzim awal asimilasi nitrat dan amonia. Namun demikian, sekarang, meskipun jalur sintesanya masih belumbenar-benar dipahami, tetapi penelitian terhadap sintasa lisin, prolin, dan histidin telah sampai pada level gen.

PENYERAPAN NITRAT Penelitian mengenai penyerapan nitrat terhambat oleh keterbatasan pengusutan radioaktif yang sesuai. Berbagai percobaan telah dilaksanakan dengan menggunakan 30ClO3-, dan percobaan-percobaan terbaru yang menggunakan isotop berumur pendek 13NO3- telah berhasil dilakukan. Datanya mungkin akan rumit, terutama karena adanya sistem efflux yang mengeluarkan nitrat dari akar. Pada tanaman barley yang dibudidayakan pada lingkungan bernitrat, influx 13NO3memperlihatkan sifat kenetik tipikal Michaelis-Menten (Gambar 7.2) dan telah membatasi afinitas tinggi sistem transportasi (HATS)2. namun bagaimanapun juga, jumlah penyerapan tergantung pada lamanya perlakuan nitrat sebelumnya, dengan anggapan bahwa ada dua bentuk HATS, salah satunya adalah bentuk konstitutif, dan yang satunya lagi disebabkan oleh nitrat. Pada tanaman yang sebelumnya tidak pernah terekspos nitrat, jumlah penyerapan rendah pada tingkat konsentrasi nitrat yang rendah, tapi pada konsentrai 0.2 mM jumlah penyerapan mengalami peningkatan secara linear (Gambar 7.3). proses inilah yang kemudian menentukan sistem transportasi afinitas rendah (Low Affinity Transport System = LATS) dan mengekspresikannya secara konstitutif. Famili yang memiliki gen HATS, protein penstransport nitrat hidropobik dengan 12 bidang transmembran, sekarang telah berhasil di isolasi dari barley. Penyerapan dengan kedua sistem tersebut terjadi berlawanan dengan gradien elektrokimiawi dan diduga berpasangan dengan proton bergerak menyeberangi membran plasma. Konsentrasi nitrat sitoplasmik relatif konstan karena nitrat dapat disimpan di dalam vakuola. REDUKSI NITRAT Nitrat direduksi menjadi amonia dengan proses dua langkah yang dikatalisa oleh enzim nitrat reduktase: NO3- + 2H+ + 2e-  NO2- + H2O Dan nitrit reduktase: NO2- + 8H+ + 6e-  NH4+ + 2H2O Energi untuk mereduksi nitrat disuplai oleh NADH, sedangkan untuk transfer 6 elektron pada reduksi nitrit diperlukan ferredoksin. Reduksi nitrat bisa berlangsung di akar maupun di pucuk, tergantung spesies tanaman, usia

perkembangan tanaman. ataupun ketersediaan nitrat. Mo-pterin. Genetika dan Biologi Molekular Seiring berbagai penelitian terhadap bakteri dan jamur. Ada dua sisi aktif. maka akan terjadi pula peningkatan proporsi transportasi nitrat ke dalam akar. FAD yang mengandung enzim. Pada mutant yang mengalami defisiensi NR yang tergantung NADH (NADH-dependent) memperlihatkan kehadiran enzim bispesifik kedua yang tergantung pada NAD(P)H. sementara di sisi aktif yang kedua. lokasi nitrat reduktase dalam kloroplas tidak berhasil dikonfirmasikan. Mo-pterin. Enzim nitrit reduktase hanya terdapat pada kloroplas atau plastida. Terdapat tiga bagian yang jelas pada protein enzim yang berhubungan dengan bidang pada protein homolog: (i) bidang pengikatan kofaktor Mo-pterin pada enzim sulfit oksidase mamalia. Sistem semacam ini memungkinkan transportasi nitrat secara cepat ke dalam kloroplas dan mencegah potensi timbulnya metabolit toksik. merupakan tempat dimana nitrat direduksi menjadi nitrit. sehingga meningkat pula tingkat reduksi. Pada tanaman lain. seiring dengan peningkatan konsentrasi nitrat di luar sel. telah dipelajari pula mutasi yang terjadi pada penurunan aktivitas enzim NR pada tumbuhan tingkat tinggi. NITRAT REDUKTASE Struktur Nitrat reduktase (NR) yang tergantung pada NADH terdiri dari dua subunit identik sekitar 100kDa. Meskipun pada beberapa penelitian. yang mengandung molybdate. secara umum. Satu gen struktural (narl) pada barley telah berhasil diidentifikasi. ditemukan bukti-bukti bahwa ada setidaknya dua gen yang menyandikan NR NADH-dependent. salah satunya adalah sisi aktif dimana NADH memberikan 1 elektron ke FAD untuk memulai transportasi elektron melalui haem-FE menuju Mo. . haem dan FAD. Diantara tempat atau bidang-bidang ini terdapat ikatan 2 lengan dari sekitar 30 asam amino. Enzim ini terletak di sitoplasma. tetapi ada kemungkinan tidak terlalu dekat dengan membran kloroplas selama reduksi nitrat. (ii) protein haem-Fe pada mamalian dan tanaman Cyt b5 dan (ii) Cyt b5 reduktase pada mamalia.

namun eksistensi dari gen pengatur semacam pada tumbuhan tingkat tinggi ini masih belum dikonfirmasikan. Faktor lain.Sebagai tambahan pada struktur gen mutan. Namun demikian. termasuk cahaya dan karbohidrat meningkatkan sifat-sifat NR. Perbandingan rantai lengkap DNAc Arabidopsis thaliana dengan rantai protein lain telah berhasil mengonfirmasikan bahwa NR mempunyai tiga bidang fungsional seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Peningkatan RNAm NR yang cepat dipacu oleh nitrat yang mengacu pada adanya peningkatan transnkripsi dan elemen els telah dipelajari dengan mendalam. Saat tanaman diekspos nitrat. ada peningkatan aktivitas ektrak-able (yang dapat diekstrak) NR dan protein yang dramatis baik pada akar maupun pada tajuk. ada spesies yang berbeda. NR merupakan enzim pertama yang menjadi bukti jelas adanya sintesa de novo pada tumbuhan tingkat tinggi. beberapa literatur mengungkapkan adanya kebingungan yang muncul akibat kerumitan terhadap tipe-tipe pengujian yang dilakukan dan sifat instabilitas protein. yang juga berkaitan langsung dengan kehadiran enzim proteasi aktif dan inhibitor. Meskipun mutasi gen yang melibatkan pengaturan asimilasi nitrat pada jamur telah berhasil diidentifikasi. Sekarang ini NR telah berhasil diisolasi dari tumbuhan tingkat tinggi dan jamur. aktifitas NR juga mengalami penurunan sebagai akibat dari mutasi gen yang mengendalikan kofaktor Mo-pterin. Mutasi ini telah berhasil diidentifikasi karena juga berpengaruh terhadap penurunan aktifitas enzim xanthine dehidrogenase. Seperti yang sudah diduga. Situasi ini telah dapat diperjelas dengan adanya pengujian DNAc. Aktivitas Aktivitas NR pada berbagai varietas tanaman telah dipelajari. yang memungkinkan pendeteksian NR pada RNAm. Responnya lebih tergantung pada peningkatan flux ke wilayah metabolisme nitrat daripada jumlah penyimpanan nitrat di vakuola. Analisis detail sel mutan pada tembakau dan barley mengindikasikan bahwa paling tidak ada enam yang terlibat dalam sintesa dan fungsi kofaktor molibdenum. sementara . dan sifat gen yang menyandikan NR terlihat berkaitan sangat erat dengan kehadiran nitrat sebagai faktor kunci. Pada kenyataannya. namun ada pola umum yang sangat jelas yang berhasil didapat.

protein akan di-defosforilasi. Diperkirakan ada kesamaan (86%) antara rantai asam amino pada enzim jagung dan bayam. Klon DNAc NiR mulai dari bayam hingga jagung telah berhasil dikarakterisasi. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan sifat toksik alami nitrat. yang mengikat protein target bersama-sama. Pada kondisi adanya cahaya. Genetika dan Biologi Molekular Berlawanan banyaknya mutasi tanaman yang menghambat aktivitas enzim NR. akan menurunkan aktifitas NR. Polipeptidanya mengandung kelompok prostetik sirohaem dan kluster (4Fe-45) pada sisi aktifnya. NITRIT REDUKTASE Nitrit reduktase yang tergantung pada ferredoksin (NiR) meliputi satu subunit dengan massa molekul 60-64kDa. Struktur protein 14-3-3 berbentuk seperti kepingan yang berimpitan. mutasi yang menghambat aktivitas enzim NiR sangat sulit diisolasi. NIP merupakan anggota protein 14-3-3 yang berhasil diisolasi dari organisme Protein-protein ini (yang memiliki banya isoform) kemungkinan memiliki banyak fungsi. dimanan kemungkinan transit peptida lah yang memfasilitasi masuknya ke dalam kloroplas. NIP berdisosiasi dan nitrat reduktase diaktifkan kembali. Residu serin spesifik pada posisi 543 difosforilasi dengan mekanisme yang melibatkan CA2+ dan protein penghambat nitrat reduktase (NIP) yang dapat mengikat dan menghambat enzim. Gennya diuraikan menjadi 32 rantai utama asam amino. eukariotik. yang kemungkinan memiliki efek merusak yang sangat serius terhadap metabolisme. khususnya yang berhubungan dengan fosforilasi (dalam interaksinya dengan protein kinase) dan dalam sinyal jalur transduksi. . khususnya. Tanaman harus dikembangkan dengan sumber nitrogen dari amonia dalam konsentrasi rendah atau glutamin. khususnya dalam keadaan tidakadanya cahaya. namun kesamaan ini tidak banyak (66%) terlihat pada DNAc.menurunan bentuk nitrogen pada glutamin. Beberapa laporan terbaru menyebutkan bahwa tidak bisa dipungkiri adanya mutasi yang menghambat NiR pada barley. NR pada daun akan dinonaktifkan. Untuk mencegah sintesa nitrit toksik.

ASIMILASI AMONIA Pada pembahasan sebelumnya telah kita lihat bahwa asimilasi nitrat akan menghasilkan amonia.Aktivitas Aktivitas NiR juga dipengaruhi oleh nitrat dan cahaya.7) enzim ini mempunyai afinitas . penelitian terbaru terhadap tanaman tembakau transgenik dengan aktivitas NiR yang berlebihan yang diduga bahwa sintesa protein NiR kemungkinan diperlambat oleh ion amonium pada level post-transkripsi. namun aktivitas enzim dan protein tetap ada bahkan pada kondisi tidakadanya nitrat. menghasilkan 2-oksiglutarat untuk metabolisme dalam siklus asam trikarboksilat. pada saat ketersediaan karbohidrat rendah. Peningkatan aktivitas NiR kelihatannya berkaitan dengan sintesa protein de novo. Karbohidrat tidak mempengaruhi transkripsi gen NiR. Secara umum. Tujuh isoenzim GDH seringkali ditemui pada jaringan tanaman dan isolasi mutan pada jagung dan Arabidopsis thaliana mengesankan adanya 2 gen. diduga amonia terikat dengan bentuk organiknya oleh aminasi reduktif 2-oksoglutarat yang dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase (GDH). GLUTAMIN SINTETASE Glutamin sintetase (GS) mengkatalisis konversi glutamat ATP-dependent (tergantung ATP) menjadi glutamin (Gambar 7. Saat ini dianggap bahwa fungsi enzim yang terletak di mitokondria dalam penghancuran glutamat. Banyak bukti-bukti organ tanaman yang memperlihatkan bahwa glutamin sintetase berpasangan dengan glutamat sintase (terbatas pada siklus glutamat sintase) merupakan bahan dasar sintesa amonia menjadi asam amino pada tumbuhan tingkat tinggi. asam amino Penelitianglutamat. namun efeknya tidak sekuat pada NR. yang umumnya diikuti oleh senescence. salah satunya telah berhasil diklon. glutamin dan aspargin mempunyai efek penghambat. Trankripsi RNAm NiR secara cepat dipicu oleh peningkatan nitrat hingga nilai puncak dalam 5 jam dan kemudian menurun ke level yang lebih rendah.

Pada kacang panjang (Phaseolus vulgaris). Model sederhana mekanisme sintesa genetik GS pada P. Pada ukuran dan struktur quaternary sangat mirip dengan enzim yang diisolasi dari mamalia. Peranan dari gen ke-5 gln-ε masih belum diketahui dengan pasti. GSn2 ini sangat mirip dengan enzim akar tanpa nodul.8. GSn1 terbentuk oleh subunit β dan γ. dan kemudian dimodifikasi. Bentuk kloroplastik yang mempunyai satu subunit yang lebih besar dengan massa molekul 43 – 45 kDa ditandai dengan δ. Pembentukan GS di sitoplasma terjadi di sistem vaskular dan kemungkinan berkaitan dengan sintesa glutamin untuk transportasi. dan γ) dengan massa molekul 43 kDa. Struktur GS pada tanaman tingkat tinggi merupakan protein oktamerat dengan massa molekul dasar 350 – 400 kDa. Analisis subunit GS individual memperlihatkan adanya 3 bentuk isoelektrik yang berbeda pada nodul (ditandai dengan α. yang mempunyai 12 subunit.yang sangat tinggi pada amonia (Km = 3 – 5 µM) dan terdapat pada semua jaringan tanaman. Karena rantai GS2 cDNAs dikotil lebih berkaitan erat dengan GS2 barley daripada rantai dikotil . vulgaris CG dikodekan oleh sekelompok kecil gen.vulgaris dapat dilihat pada gambar 7. Polipeptidanya disintesa di ribosom sitoplasma dan ditransport ke dalam kloroplas dengan pemindahan peptida 4 – 5 kDa. Aktivitas dan Biologi Molekular Tidak bisa dipungkiri bahwa pada P. sementara GSn2 terutama terdiri dari subunit β. dan tegantung usia perkembangan jaringan. Relatif ada kesamaan asam amino (74%) antara rantai kloroplas dan sitoplasma. Proporsi bentuk kedua isoenzim ini bervariasi sesuai dengan tanaman tempatnya ditemukan. kemungkinan dissebabkan kedua gen ini berasal dari duplikasi gen inti yang ada sebelumnya. telah berhasil diisolasi dua isoenzim utama yang berada di sitoplasma (GS1) dan kloroplas (GS2). Pada daun. namun jelas berbeda dari enzim bakteri. β. nodul GS dapat dipisahkan menjadi isoenzim GSn1 dan GSn2. GS dengan aktivitas yang sangat kuat telah berhasil diisolasi dari nodul akar yang mampu memfiksasi nitrogen.

kemungkinan melalui fitokrom dan reseptor cahaya biru. GLUTAMAT SINTASE Enzim ini bertanggung jawab untuk transfer kelompok amida glutamin menjadi 2-oksoglutarat untuk menghasilkan dua molekul glutaman (gambar 7. Pada bagian ini. pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat dua bentuk glutamat sintase: bentuk yang pertama memanfaatkan penurunan feredoksin (Ferredoksi-dependent) sebagai sumber reduktan dan bentuk yang kedua menggunakan NADH (NADH-dependent).). Transkripsi RNAm GS1 sitoplasma meningkat selama berlangsungnya senescence dan cekaman kekeringan.GS1. dan ada korelasi yang jelas dengan kapasitas fotosintesis dan fotorespirasi. Pada kacang polong. Aktivitas GS tumbuhan memperlihatkan adanya peningkatan beberapa kali lipat selama proses nodulasi pada banyak spesies kacang-kacangan (legume) (Lihat Chapter 6. Peningkatan ini kelihatannya terjadi hampir bersamaan dengan Peningkatan GS RNAm selama munculnya aktivitas nitrogenase dalam bakteri Rhizobium dan leghaemoglobin diproduksi dalam sitosol pada sel tanaman. perhatian difokuskan pada organisasi gen kacang panjang. (Gambar 7.20). RNAm GS2 kloroplas meningkat sekitar 20 kali lipat selama 72 jam selama illuminasi etiolasi pucuk. Aktiviotas GS sitoplastik di daun dipengaruhi oleh cahaya. alfalfa dan barley. Kedua bentuk ini memperlihatkan perbedaan immunologis yang sangat jelas. kedelai.9). Pada daun gandum aktifitas enzim meningkat seiring dengan menuanya daun. Pola yang konsisten adalah bahwa GS sitoplasmik disandikan oleh sekelompok gen (di atas 6) tetapi GS kloroplas hanya disandikan oleh satu gen. kacang polong. kelihatannya duplikasi dan perbedaan gen GS leluhur akan mempengaruhi perbedaan antara monokotil dan dikotil. namun namun harus ditekankan bahwa ada banyak penelitian yang juga telah dilakukan mengenai gen-gen sejenis pada tumbuhan lainnya seperti jagungjagungan. Struktur nodulasi kacang panjang dapat dihitung melalui induksi gen gln-γ yang kuat .

terletak tersendiri di kloroplas.dependent terdapat dalam konsentrasi rendah di daun. yang kemungkinan salah satu massa molekul subunit enzim terbesar yang pernah diketahui. RNAm yang menyandikan enzim meningkat secara dramatis pada semua tanaman yang diteliti seiring dengan illuminasi etiolasi daun. Enzim ini sendiri merupakan flavoprotein besi-belerang dengan polipeptida tunggal dengan massa molekul 140-165 kDa. Peningkatan RNAm pada nodul yang sedang berkembang bertepatan dengan kemunculan nodul dari akar. pada E. protein dan RNAm yang kedua terjadi seiring dengan fiksasi nitrogen. Glutamat sintase NADH. karena inilah. Rantai asam amino memperlihatkan kesamaan (42%) dengan rantai enzim NADH-dependent asam amino untuk dipindahkan ke dalam kloroplas. Gen yang menyandikan enzim NADH-dependent telah berhasil diisolasi dari nodul alfalfa. enzim ini diduga memainkan peranan utama dalam sintesa asam amino yang diperlukan untuk transport nitrogen.Glutamat sintase ferredoksin sintase yang terdapat dalam konsentrasi tinggi di daun.coli dan mengandung sisi pengikat FMN yang potensial. Glutamat sintase NADH terdapat dalam konsentrasi tinggi pada fiksasi nitrogen nodul akar legum (lihat Bab 6) dan berwujud monomer dengan massa molekul sekitar 200 kDa. dimana berhasil ditemukan dua kopi gen. Terdapat banyak kesamaan (lebih dari 80%) rantai asam amino pada enzim tanaman. Peningkatan dramatis aktifitas enzim glutamat sinbtase NADH-dependent. bersama dengan GS1 sitoplasma. hal ini sesuai dengan hasil penelitianpenelitian sebelimnya. namun peningkatan aktivitas yang tinggi ditemui pada berkas vaskular pada daun yang belum/tidak berkembang. dan Arabidopsis thaliana. Beberapa bagian penting rantai DNA menunjukkan ciri-ciri yang signifikan. AMINOTRANSFERASE . barley. Diperlukan Transit peptida 97 Klon rantai DNAc yang menyandikan enzim ini juga berhasil diisolasi dari tembakau. Aktivitas dan Biologi Molekular Isolasi klon rantai DNAc glutamat sintase ferredoksin-dependent yang pertama kali dilaporkan adalah dari jagung.

foto respirasi. Isoenzim mitokondria sepertinya Mutasi yang menghambat disandikan oleh ASP1 danisoenzim kloroplas oleh ASP5. Dua klon dinamakan ASP2 dan ASP4. DNAc dan klon gen yang menyandikan enzim telah berhasil diisolasi dari daun C4. kloroplas dan peroksisom masingmasing mengandung isoenzimnya sendiri. yang dapat kembali ke siklus GS. sedangkan ASP3 berkaitan dengan plastida atau bentuk peroksimal. Kedua reaksi tersebut yaitu reaksi pembebasan 2-okso glutarat. sintesa metabolit sekunder. melalui aspartat dan alanin.11). memerlukan adanya ikatan piridoksal yang Reaksi dapat balik ini Glutamat kuat koenzim 5-fosfat. transport dan peningkatan stabilitas relatif asam amino. menyandikan isoenzim sitoplasma. jangkauan yang luas. misalnya pada fotorespirasi (Bab 2). tetapi akan dijelaskan beberapa diantaranya. Reaksi dapat balik memungkinkan terjadinya perubahan tiba-tiba dalam kebutuhannya akan asam amino utama. seperti aspartat aminotransferase (AspAT). dan ikut ambil bagian dalam dua reaksi penting (Gambar 7.pada statu asam amino ke 2-okso untuk menghasilkan asam amino baru dan asam okso baru. Model 3 dimensi yang Ada bukti yang meyakinkan bahwa aminotransferase ’menjanjikan’ dan menggunakan substrat asam amino dan asam okso dalam . menjadi segala jenis asam amino. dimana mereka terlibat dalam sinteesa asam amino. mitokondria. enzim tertentu hanya berreaksi satu arah. isoenzim kloroplas dan sitosol juga sudah berhasil diisolasi. Pada A. meskipun dalam jalur yang spesifik.Aminotransferase (dikenal juga dengan transaminase) mengkatalis transefer sekelompok amino dari posisi 2. Sehingga nitrogen dapat segera didistribusikan dari glutamat. dan ada bukti-bukti bahwa sitoplasma. fotosintesa C4. Massa molekul AspAt bervariasi antara 95 hingga 110 kDa dan mengandung 2 subunit.thaliana ditemukan 5 klon DNAc yang berbeda. nodul akar legum dan benih legum. Banyak bentuk isoenzim telah berhasil dideteksi pada tumbuhan tingkat tinggi. pengikatan hidrogen dan karbon. merupakan donor amino utama. namun hanya ASP2 yang bekerja pada tingkatan tinggi. Aminotransferase ditemukan pada semua tumbuhan dan banyak bagian submolekular. Bab ini tidak cukup untuk menjabarkan semua aminotransferase. Aminotransferase mempunyai kapasitas untuk mensintesa semua asam amino protein (kecuali prolin) apabila prekursor asam okso cukup tersedia.

menahan enzim tetap non aktif sampai mencapai tujuan. misalnya: 1. jadi amonia dapat dimasukkan kedalam kelompok amida asparginin melalui dua reaksi ATP-driven (dikendalikan ATP) molekul glutamat dapat didaur ulang untuk dapat mengkatalisa amonia oleh GS. Metabolisme Aspargin Nitrogen amida aspargin diambil langsung dari kelompok amida glutamin. Kotiledon kecambah dan nodul akar legum terbukti merupakan sumber utama AS.aupun floem sebagai senyawa dengan rasio N:C yang tinggi. Fiksasi nitrogen nodul akar ke daun dan buah Dari daun tua ke daun muda dan buah Dari kotiledon dan endoperm benih yang berkecambah ke pucuk dan ujung akar yang sedang berkembang. Dua klon DNAc (AS1 dan AS2) yang mengandung protein Analisis Northern blot homolog dan jelas telah diisolasi dari kacang polong. TRANSPORTASI DAN PENYIMPANAN NITROGEN Ada saat dimana tanaman perlu mentransportasikan nitrogen dari satu organ ke organ lainnya.dibuat dengan komputer mengindikasikan bahwa transit peptida dapat memblok dimerisasi dua subunit. menunjukkan bahwa perlakuan gelam memicu akumulasi RNAm AS1 tingkat .untuk aktivitasnya dan dihambat oleh CA2+. Upaya untuk memurnikan atau menguji enzim di daun terbukti tidak berhasil sebagai akibat adanya penghambat. Pada masa-masa ini ketersediaan karbon biasanya terbatas dan nitrogen ditransportasikan baik melalui xylem m.Gambar 7. sampai mereka sudah menyeberangi membran kloroplas. meskipun beberapa tanaman juga menggunakan glutamin dan arginin. dan glutamin 1: 5. 2. Gen enzim tanaman telah berhasil dikloning dengan menggunakan DNA enzim manusia. 3. disintesa enzim asparginin sintetase (AS.12). Rasio N:C asparganian adalah 2 : 4. Enzim yang memerlukan Cl. Aspargin hampir secara universal digunakan tumbuhan tingkat itnggi sebagai senyawa penyimpanan dan transportasi.

13). yang spesifikasi yang luas dan mampu menggunakan aspargin sebagai substrat. Ureides Ada tiga senyawa utama berdasarkan struktur urea pada tanaman. Enzim yang bertanggung jawab adalah serin: glioksilat aminotranferase. yaitu allantoin. tapi hal ini dapat dicegah dengan penambahan glutamat. kacang tunggak. Suplai sukrosa eksogen menyebabkan penehanan pada gen tumbuhan gelap. Pada rasio N:C yang tinggi sintesa AS dan Asparginin meningkat. Tidak ada bukti yang menyakinkan bahwa ureides disintesa sebagai produknitrogen terfiksasi . Amonia dilepaskan dengan reasimilasi melalui GS dan glutaman sintase.thaliana. Pada pematangan benih legum. selama periode keperluan transport aspargin maksimum. enzim bisa bergantung atau tidak bergantung pada potasium.tinggi di daun kacang polong. tiga gen yang menyandikan AS telah berhasil diisolasi dan aktivitas ASNI dalam sel-sel floem juga mengalami hambatan oleh cahaya. Pada A. AS1 dan AS2 berakumulasi di kotiledon benih yang sedang berkecambah dan di nodul akar yang sedang menfiksasi nitrogen. Produk dari aspargin transaminasi adalah 2-oksosuksinamat.8 kDa. Enzim ini terdapat pada daun muda yang sedang berkembang dan memainkan peranan penting dalam perkembangan pematangan benih legum. dan kacang Phaseolus). tetapi bila rasionya rendah sintesa AS akan terhenti. Gen ini dapat ditemukan pada benih polong dan testa lupin. Massa molekular enzim ini berkisar antara 58 dan 75 kDa dan mengandung dua subunit. yang mengkatalisa hidrolisis menghasilkan aspartat dan amonia (Gambar 7. asam allantoat dan sitrilin (Gambar 7. glutamin dan asparginin. Rute paling sederhana katabolisme aspargin adalah melalui enzim asparginase.14) Allantoin dan asam allantoat merupakan 50-90% nitrogen organik pada banyak legum tropis(kedelai. Dari benih lupin telah behasil diisolasi rantai subunit klon DNAc yang berukuran 32. sementara perlakuan terang menahan efek ini hingga 30 kali lipat. yang bisa didiaminasi secara langsung atau menjadi 2-hidroksisuksinamat. Data berlabel 15N memperlihatkan bahwa aspargin juga memetabolisasi dedaunan hijau selama fotorespirasi dan terlibat dalam sintesa glisin.

Termasuk konversi fenilalanin menjadi cinnamat dalam proses produksi lignin (lihat Chapter 8. Reaksi asam amino spesifik. aspartat dan glisin. Namun.pada nodul akar legum tropis. Amonia dilepaskan selama penguraian aspargin. Pada jalur ini. protein dapat di hidrolisa selama perkecambahan benih atau selama proses Asimilasi awal. dan konversi threonin menjadi 2-oksobutirat dalam biosintesa isoleusin. Jalur sintesa ureida pada nodul akar legum panjang dan kompleks. Amonia merupakan produk reduksi nitrat dan fiksasi . Amonia dibebaskan dalam jumlah yg besar dalam konversi glisin menjadi serin selama fotorespirasi dalam mitokondria.). arginin dan ureida. tanpa perantara urea (Gambar 7. Yang sangat penting adalah bahwa pada saat alantoin dan asam alantonat mencapai benih atau pucuk yang sedang berkembang. 2.16) 1. kebanyakan amonia ini kemudian direasimilasi di kloroplas (Chapter 3. ureida dipotong untuk menghasilkan dua molekul urea dan glioksilat. konversi cystathionin mejadi homosistein dalam sintesa metionin. 4.) 3. dan tidak akan cukup dibahas dalam bab ini. nitrogen. mereka akan dimetabolisme menjadi sumber nitrogen yang sangat penting. Amonia dilepaskan selama resksi metabilis spesifik yang melibatkan asam amino. peranan urea dan metabolisme subsequennya oleh urease menjadi karbon dioksida dan amonia telah dipertanyakan dan jalur kedua telah berhasil ditemukan. Secara umum dianggap bahwa seiring hidrolisis alantoin menjadi asam allantat oleh alantoinase. Fotorespirasi. 5. Allantoin dan asam allantoat dihasilkan dari purin inosin monofosfat. Metabolisme transport senyawa. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Artikel Schubert dan Boland (1990) membahas tuntas mengenai jalur ini. empat atom nitrogen asam alantoat dilepaskan secara langsung sebagai amonia.15) PERANAN AMONIA DALAM METABOLISME TUMBUHAN Yang menarik adalah bahwa amonia secara berkelanjutan dibentuk melalui beragam proses metabolis (Gambar 7. Katabolisme protein. yang disintesa dari ribosa 5-fosfat dan memerlukan nitrogen dari glutamin.

Tanaman mutan tersebut tidak mampu mengasimilasi pelepasan amonia selama konversi glisin menjadi serin dalam fotorespirasi. tetapi beberapa glutamin kemungkinan digunakan untuk transportasi langsung (lihat Gambar 7.at. Fosfinotricin merupakan dasar dari herbisida-herbisida penting yang dinamakan glufosinat atau ’Basta’. Jelas bahwa seiring dengan masuknya nitrogen sebagai nitrat di akar. Pada tanaman C3 (dan beberapa tanaman C4) fotosintesis dihambat oleh keperluan jangka pendek asam amino untuk konversi glioksilat menjadi glisin pada siklus fotorespirasi (lihat Chapter 2).penuaan daun. Tanaman memperlihatkan beberapa simpton stress setelah diekspos ke udara pada 350µl-1 karbon dioksida tetapi tumbuh normal diudara pada tingkat karbondioksida 7000 µl-1. tergantungtimbunan nitrogen yang ada pada protein cadangan benih. dan kacang polong). metionin sulfoksimin dan fosfinotrisin (Gambar 7. amonia mungkin dilepaskan dalam jumlkah yang berbeda. pada saat fotorespirasi ditekan. amonia direasimilasi dengan cepat ke posisi amida glutamin. dikatalisa oleh glutamin sintetase.6). membebaskan asam 2-okso yang dapat di metabolisme untuk menghasilkan energi. Amonia kemungkinan dilepaskan dari operasi glutamat Kelompok amiono dari semua asam amino lainnya dapat diteruskan melalui glutam. Metabolisme perlakuan fotorespirasi dan tanaman yang kekurangan glutamin sintetase`serupa dan memberikan dukungan yang jelas terhadap anggapan bahwa jalur fotorespiratori (lihat Chapter 2) secara Ketahanan terhadap herbisida ini dapat dihasilkan dengan menciptakan tanaman transgenik dengan menintroduksi gen . Arabidopsis. penambahan senyawa ini pada tanaman menimbulkan efek yang dramatis pada metabolisme dan menyebabkan akumulasi amonia di semua jaringan tanaman. Pada setiap kesempatan.17). Mayoritas nitrogen amida ditransfer ke asam amino lain melalui glutamat sintase. untuk enzim dari Streptomyces spp. Bukti kunci mengenai pentingnya fotorespirasi dalam produksi amonia telah didapat dengan menggunakan mutasi tanaman C3 yang menghambat GS kloroplas (barley) dan /atau GS ferredoksin-dependent (barley. konfirmasi siklus daur ulang amonia penting telah dihasilkan dengan menggunakan inhibitor spesifik GS. dehidrogenase.

melalui jalur shikimat. treonin. 2. Percobaan menggunakan aspartat 14C menunjukkan bahwa kloroplas dapat menyintesa lisin. tirosin dan triptofan. treonin. Ribosa 5-fosfat. Glutamat. Penelitian subseluler berikutnya menunjukkan bahwa pada konversi homosistein menjadi metionin terjadi di sitoplasma. prolin dan γ-aminobutirat. Histidin. metionin dan isoleusin. arginin.kuantitatif jauh penting daripada jalur metabolisme yang memerlukan nitrogen lainnya di daun tanaman C3. Asam amino aromatik fenilalanin.18. Bukan . 4. Erytrosa 4 fosfat. berdasarkan jalur biosintesanya. mereka memiliki jalur enzim umum yang sama dengan isoleusin. Aspartat. treonin. KELUARGA ASAM AMINO Asam amino dapat dibagi kedalam kelompok-kelompok. dan fosfoenolpirvat ikut serta dalam sintesa asam amino aromatik melalui jalur shikimat. Biosintesa lisin. isoleusin dan homosistein pada reksi terang yang berarti berlangsung selama fotosintesis. Piruvat menyumbangkan karbon ke lisisn. dan valin. 5. dan glisin. Pyruvat. menentukan lokasi asam amino individual. 1. masing-masing dengan prekursor ’kepala’nya. JALUR ASPARTAT Sumber utama protein tanaman adalah sereal dan biji legum. sistein. Karena inilah ada banyak sekali perhatian yang diarahkan pada jalur aspartat pada sintesa asam amino. leusin. lisin. Glutamin. isoleusin. Derivat dari asam amino prekursor tiga karbon dan paling heterogen. Suplementasi makanan dengan benih tanaman yang kaya akan asam amino sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai gizi makanan. serin. Sangat Pembagian ini sangat artifisial dan ada beberapa situasi dimana keputusan harus diambil untuk disayangkan sereal mungkin tidak mengandung cukup banyak lisin dan treonin dan biji legum tidak mengandung cukup banyak treonin dan metionin. metionin dan isoleusin ditunjukkan pada Gambar 7. Meskipun leusinhj dan valin bukan merupakan derivat karbon dari aspartat. mencakup alanin. Aspargin. 3.

kebetulan apabila semua asam amino esensial yang diperlukan hewan dari makanan mereka disentesa tumbuhan di dalam kloroplas. enzim ini sangat sensitif pada kehadiran lisin. Metionin sendiri tidak memberikan pengaruh langsung terhadap isoenzim aspartat kinase. Dan hewan juga memiliki kemampuan untuk mengonfersi homosistein menjadi metionin.21). tetapi dapat sangat mengurangi konsentrasi apabila bekerja bersama dgn lisisn. Isoenzim pertama (AKI) bertujuan untuk menghambat hasil balik treonin dan hanya ada dalam jumlah yang sedikit pada jaringan yang sedang bertumbuh. yang merupakan inhibitor kompetitif berkenaan dengan aspartat semialdehid. Enzim co-purify dengan treonin sensitif homoserin dehidrogenase dan isolasi klon DNAc mengkonfirmasikan bahwa kedua enzim berada di protein bifungsional yang sama dengan yang ada pada E.18. Enzim aspartat kinase mengkatalis fosforilasi ATP-dependent kelompok aspartat β-karboksil (enzim 1. Dua gen homolog menyandikan subunit 52. lihat gambar 7. enzim lainnya (AKII dan AKIII) serupa satu sama lain dan keduanya menghambat lisin. Proses ini memungkinkan asam amino disintesa secara individual sesuai dengan kebutuhan. Sadenosilmetionin sendiri memiliki kemampuan menghambat yang sangat kecil. AKII dan AKIII bertujuan untuk pernghambatan sinergis S-adenosilmetionin dan lisin. gambar 7. 3. Tiga isoenzim aspartat kinase telah berhasil diisolasi dari jaringan tumbuhan tingkat tinggi. dan nonkompetitif berkenaan dengan piruvat. Dihidrodifikolinat dibentuk dari kombinasi piruvat dan aspartat semialdehid dan dikalasisis oleh dihidrodipikolinat sintase (DHDPS.34) Seiring dgn reduksi aspartil fosfat menjadi aspartat semialdehid (2.coli. Seperti yang akan . namun mampou mempengaruhi jalur karbon melalui aktivasi bentuk S-adenosil metionin. mengkonfirmasi data biokimia awal. tapi mencegah sintesa kelompok. cabang pertama dari jalur ini mengarah pada sintesa lisin. Hal ini dapat dgn mudah dilihat pada gambar 7.20 (lihat juga gambar 7.thaliana.19).22).gambar 7. dan keberadaannya dibuktikan dengan analisis genetik. Sintesa Lisin Sejumlah enzim pada jalur aspartat bertujuan untuk mengakhiri penghambatan produk balik. Gambar 7.5 kDa lisin sensitif AK dgn kloroplas transit peptida yg diisolasi dari A. yang membutuhkan banyak karbon dan nitrogen.

yang dapat dikonversi menjadi treonin oleh treonin sintase (12. dikatalisis oleh sistationin-γ-sintase (13.6diaminopimalat pada tumbuhan tingkat tinggi masih kabur. Bentuk yang kedua merupakan bagian dari protein bifungsional bersama dengan aspaertat kinase.dibahas selanjutnya.24). Gambar 7. bukti-bukti tak langsung tetap mengindikasikan bahwa rute yang ditunjukkan pada Gambar 7. Pada tumbuhan tertentu (misalnya kacang polong) homoserin dapat berakumulasi pada konsentrasi tinggi dan digunakan sebagai nitrogen cadangan dan senyawa transport. DHDPS merupakan enzim utama dalam sintesa lisin pada tumbuhan tingkat tinggi.25). Homoserin difosforilasi oleh homoserin kinase (11) pada reaksi ATPdependent untuk menghasilkan fosfohomoserin (Gambar 7. Sintesa Metionin Fosfohomoserin juga merupakan prekursor metionin dan bereaksi dengan sistein untuk menghasilkan sistationin. jalur yang ada pada jamur. Gen yang menyandikan 35-38 kDa subunit enzim ini telah berhasil diisolasi dari sejumlah tanaman dan telah menunukkan kandungan trasnsit peptida kloroplas. Sintesa Teonin Aspartat semialdehid dikonversi menjadi homoserin oleh homopseri dehidrogenase (HSDH. salah satunya sensitif tidak terhadap penghambatan oleh treonin dan terletak di sitoplasma.10. Meskipun telah diajukan satu enzim memiliki kemampuan untuk membantu reaksi 5-8. Gambar 7.23). Meskipun jalur dari dehidrodipikolinat menuju meso-2. dan yang satunya lagi sensitif terhadap penghambatan oleh treonin dan terletak di kloroplas. . hasilnya masih belum dikonfirmasi.18 benar. Tingkat aktivitas enzim dapat ditekan dengan kehadiran metionin dan meningkat pada kondisi kekurangan metionin (Gambar 7.26). Yang tidak biasa adalah bahwa enzim ini memerlukan s—adenosilmetionin untuk bereaksi.27). enzim ini terdapat dalam dua bentuk isoenzim. Tidak ada bukti bahwa pada tumbuhan tingkat tinggi lisisn dapat disintesa melalui asam α-aminoadipat. Gambar 7.

dapat didaur ulang untuk menyintesa metionin tanpa homosistein sebagai penengah.Sistationin dipotong oleh β-liase untuk menghasilkan homosistein (14. pada tumbuhan tingkat tinggi atom karbon utama dari S-adenosilmetionin juga dapatdigunakan untuk sintesa etilen dan poliamin (Gambar 7. asam nukleat dan senyawasenyawa lain seperti fosfolipid dan lignin. Langkah kunci dalam konversi treonin menjadi isoleusin adalam kombinasi 2-oksobutirat dengan piruvat untujk menghasilkan asetohidroksibutirat (Gambar7. yaitu asam asetohidroksi sintase. dimana sistationin dipotong untuk menghasilkan sistein dan 2-oksobutirat.31). S-adenosilmetionin (AdoMet) merupakan reagen metilasi universal. metiltioadenosin (MTA). Enzim kloroplas daun bertujuan untuk menghalangi penghambatan oleh isoleusin. produk dari kedua reaksi. Reaksi yang terjadi pada tanaman harus lebih mudah dikenali dibandingkan reaksi γ-liase yang terjadi pada hewan. Enzim ini bertujuan untuk membatasi penghambatan oleh . Sekelompok metil derivat dari N- metiltetrahidrofolat diperlukan untuk langkah akhir dalam sintesi metionin (Gambar S-adenosilmetionin dibentuk oleh S-adenosilmetionin sintase yang mengiringi reaksi metionin dengan ATP (16.28). Kedua reaksi ini kelihatannya dikatalisis oleh enzim yang sama.30).32). Kedua enzim tersebut berada di sitoplasma. Sintesa Isoleusin Langkah pertama dalam sintes isoleusin adalah deaminasi treonin oleh treonin dehidratase (deaminase) menjadi 2-oksobutirat dan amonia. 7. Produk S-adenosilhgomosistein dpt direkonversi menjadi metionin. yang kemungkinan juga mencakup katabolisme treonin. menyumbangkan sekelompok metil untuk protein. Namun. bentuk enzim ke-dua yang tidak sensitif isoleusin dpat beraksi pada tingkat tinggi pada bunga dan daun yang menua. Analisis klon DNAc menyanbdikan kedua enzim metabolisme sistationin mengindikasikan bahwa keduanya mempunyai rantai transit kloroplas. Gambar 7. Reaksi ini sangat erat hubunannya dengan sintesa valin dan leusin dimana dua molekul α-piruvat bereaksi untuk membentuk asetolaktat (Gambar 7. Gambar 7.29).28). Rangka metionin C4 merupakan derivat dari kelompok ribosol ATP. dan tidak seperti semua enzim lain di jalur aspartat pada biosintesa asam amino.

sinergis dihambat oleh Sadenosilmetionin S-adenosilmetionin mampu mengaktifkan treonin sintase. Lisin menghambnat dua isoenzim aspartat kinase dan enzim pertama khusus untuk sintesanya sendiri. Pengaturan Menyeluruh Jalur Aspartat Skema sederhana jalur sintesa menyeluruh ditunjukkan pada Gambar 7. Sejumlah kecil subunit kode gen enzim yang memiliki massa molekul yang berkisar antara 58 – 66 kDa telah berhasil dideteksi pada tumbuhan tingkat tinggi. yaitu α-isopropil-malat Ensim asam asetohidroksi sintase tyelah banyak diteliti. dapat menghasilkan ketahanan.34. 2. leusin dgn unik mampu mengaktifkan enzim pertama untuk sintesanya sendiri. seiring dgn penemuan bahwa enzim ini merupakan zat aktif pada dua kelas herbisida utamasulfonilureas dan imidazolinon (Gambar 7.isoleusin. Sebagai tambahan. Isoleusin menghambat enzim pertama yang khusus untuk sintesanya sendiri. Tanaman transegenik yang mengandung mutan dari asam asetohidroksi sintase juga tahan terhadap herbisida. treonin dehidratase. Metionin muncul dan bekerja melalui aktivasi bentuk S-adenosilmetionin. sedangkan amidazolinon berkisar antara 2 – 60 µM. Afinitas enzim yang tinggi memastikan bahwa herbisida hanya perlu diaplikasikan pada tanaman pada dosis yang sangat rendah. nilai K1 herbisida sulfonilurea berkisar antara 5-20 nM.33). prosesnya dapat diringkas sebagai berikut: 1. Mekanisme berikutnya belum terlihat berkerja pada kondisi in vivo. Dua isoenzim aspartat karena kinase adanya secara lisin. Ada bukti bahwa metionin dan/atau S- adenosilmetionin dapat menekan sintesa sistationin-γ-sintase. dan analisis rantai DNA gen asam asetohidroksi insensitif herbisida sintase menunjukkan bahwa mutasi pada satu poin yang mengubah satu asam amino. 3. dihidrodipikolinat sintase Teonin menghambat salah satu isoenzim aspartat kinase dan saru isoenzim homosistein dehidrogenase. . 4. leusin dan valin. sintase. Mutasi tumbuhan mutasi yang tahan herbisida telah berhasil diisolasi.

Produksi Berlebihan Lisin dan Treonin Pada Gambar 7.34 menunjukkan bahwa apanila lisin dan treonin ditambahkan bersama-sama mereka akan secara total mencegah aliran karbon ke metionin. Upaya menigkatkan konsentrasi lisin pada tembakau dengan induksi penghentiad jalur lisin tidak berhasil. khususnya saat enzim diarahkan ke kloroplas. tumb mutasi seperti ini mmperlihatkan peningkatan konsentrasi treonin di daun. telah menghasilkan hasil yang dramatis. Baris mutan pada barley. Penambahan metionin dgn konsentrasi rendah secara total melepaskan penghambatan pertumb ini. Hipotesis ini dapat diuji pada tan yg ditumbuhkan pada media steril. Tan mutan menperlihatkan peningkatan 28 kali lipat larutan lisisn di daun. Kedelai . Baris ketahanan individu barley memperlihatkan kemampuan memutasi bentuk AKII atau AKIII yg tidak lagi bertujuan untuk menghambat lisin (Gambar 7. Banyak upaya dilakukan untuk meningkatklan kandungan lisin dan treonin dengan rekayasa genetic. Namun percobaan dgn menggunakan canola dan kedelai transgenik menggunakan gen dari bakteri Corynebacterium glutamicum. tembakau dan jamung yg tahan terhadap reaksi toksik lisin dan treonin telah diisolasi. dengan penghambatan aspartat kinase. dimana total kandungan lisin meningkat lebih dari 5 kali lipat dari 5. dan enzim DHDPS tidak lagi sensitif terhadap hambatbalik lisin. Data yang mengkonfirmasikan bahwa DHDPS mempunyai kapasitas untuk mendesak pengendalian yang kuat terhadap njalur aspartat dan dapat menyebabkan kekurangan aspartat semialdehid pada lisin saat enzim di deregulasi. yang menyandikan DHDPS insensitif-lisin. Falco et al menghitung bahwa kebutuhan lisin dalam makanan hewan adalah s1. Transformasi tanaman tembakau dengan sandi enzim bakteri AK insensitive dan DHDPS menyebabkan peningkatan yang dramatis konsentrasi larutan treonin dan lisin di daun.20 per lbs (52. dimana kombinasi 2 mM lisin dan treonin menghambar pertumbuhan. namun treonin dalam konsentrtasi yang dibawah normal.60 per kg). kenurunannya mengandung lisin dalam konsentrasi yg jauh lebih tinggi. Saat mutan dengan tahan AEC yg tinggi disilangkan dgn mutan lisin dan treonin (treonin tinggi).4 menjadi 34% dari total asam amino pada benih. Tembakau mutan yg telah berhasil diisolasi tahan terhadap toksisitas analog lisin S-amonietilsistein (AEC).35).

37).trasngenik yang mempunyai kandungan lisin dua kali lipat yaitu sekitar 3 lb tambahan lisin per 100 ld biji yang dimakan. yang menghambat aktivitas γ-glutamil kinase dan glutamate semialdehid dehidrogenase (Gambar 7. Klon DNAc telah diisolasi dari nodul Vigna acontifolia yang menyandikan enzim bifungsi Δ’-prolin-5-karboksilat sintase. penelitian menunjukkan bahwa akumulasi prolin mengacu pada peningkatan 10 kali lipat peningkatan sintesa dan reduksi degradasi secara bersamaan. yang .36. aktivitas enzim ini terhadap cekaman kekeringan tidak pada level RNAm. Glutamate semialdehid diubah secara nonenzim menjadi bentuk Δ’-prolin-5karboksilat yang menurunkan hasil prolin dengan Δ’-prolin-5-karboksilat reduktase (Gambar 7. Contoh akumulasi prolin pada barley yang mengalami secakam kekeringan ditunjukkan pada Gambar 7. Tanaman transgenik memiliki aktivitas Δ’-prolin-5-karboksilat reduktase yang tidak meningkatkan konsentrasi prolin 50 kali lipat lebih tinggi. yang memiliki 29 kDa subunit protein. akan memberikat peningkatan hasil sebanyak 35%. Gen yang menyandikan prolin dehidrogenase yang bertanggungjawab terhadap oksidasi prolin Jadi kedlai transgenik sama berharganya dgn tambahan 53. mengalami kemunduran seiring dengan cekaman kekeringan.37). prolin juga diduga memiliki kemampuan sebagai pelindung osmotik pada tanaman yang mengalami cekaman kekeringan atau salinitas.coli dan aktivitas γ-glutamil kinase memperlihatkan reaksi balik oleh prolin. ASAM AMINO GLUTAMAT Prolin Seperti juga kebanyakan protein yang terdapat dalam biji-bijian.60 per 100 lb diatas biji komoditas normal. tetapi protein menunjukkan reaksi berlebihan pada E. sebelumnya terbukti musthil menguji aktivitas enzim pada tumbuhan normal. Tembakau transgenic y mengandung gen berlebih Δ’-prolin-5-karboksilat sintase mengakumulasi prolin dan menjadi lebih tahan terhadap cekaman kekeringan. mengindikasikan bahwa enzim ini tidak mengontrol jalur. Glutamate dikonversi menjadi glutamate semi aldehyd dalam dua reaksi yang serupa dengan yang sudah kita lihat pada aspartat.

40. Sentesa arginin diproses melalui ornitin. GABA disintesa oleh α-dekarboksilasi glutamat oleh glutamat dekarboksilase dgn membebasjkan CO2 dan konsumsi proton.Arginin Arginin adalah senyawa penyimpan nitrogen utama pada tumbuhan. suhu rendah. jalur sintesa arginion ditunjukkan pada Gambar 7. dikatalisis oleh karbamoil fosfat sintase (Fambar 7. sintesa γ-aminobutirat (GABA) dalam jumlah besar sebagai akibat dari beragam cekaman lingkungan. Secara khusus. kejut panas.39). Namun. yang dapat dimetabolis lebin lanjut melalui karbamoil fosfat menjadi amonia dan CO2. enzim ini kelihatanhya diaktifkan oleh kalsium dan kalmodulin dan dapar berekasi pada pH 7. Ornitin karbamoiltransferase mengkatalisis sintesa citrulin dari ornitin dan karbamoil . fosfat. γ-Aminobutirat meskipun asam amino non protein. Nitrogen dari karbamoil fosfat merupakan derivat dari nitrogen amida glutamin. arginin didegradasi oleh arginase menjadi ortinin dan urea.38). yang merupakan derivat dari karbonil fosfat dan aspartat. dimana arginin dapat membentuk 40% nitrogen pada protein benih dan 50-90% nitrogen terlarut pada pohon-pohonan. yang secara subsekuen dapat dimetabolis oleh eurease menjadi amonia dan CO2. mekanisme seperti ini memungkinkan transport CO2 dan ammonia ke dalam kloroplas. yang merupakan derivat glutamat pada jalur asetilasi (Gambar 7. seiring dgn isolasi dan penerjemahan rantai DNAc glutamat dekarboksilase. Arginin dan ornitin juga dapat menjadi precursor untuk metabolit sekunder poliamin. juga ada bukti bahwa arginin dapat dimetabolis di dalam kloroplas untuk menghasilkan amonia dan citrulin. seiring dengan masuknya dua kelompok amino tambahan. telah seringkali direkam. namun diaktifkan oleh ornitin. termasuk hipoksia. pH rendah dan kerusakan kimiawi. Namun kehadiran kelompok N-asetil pencegah reaksi siklus nonenzim yang memungkinkan reaksi transaminasi sintesis ornitin.0. Peda kotiledon kecambah legum. Ornitin dikonversi menjadi arginin. grape vines dan umbi bunga. enzim ini juga diperlukan untuk sintesa pirimidin dan dihambat oleh UMP. enzim hanya aktif pada pH tertentu pada sitoplasma. ingat bahwa formasi semi aldehid serupa dgn tahapan utama sintesa prolin.

telah berhasil diisolasi dari tanaman. Ketiga asam amino tersebut dan beberapa penengah merupakan precursor dari produk sekunder Secara ringkasnya jalur ini dapat tanaman. Dua rantai DNAc enzim ini telah berhasil diisolasi. salah satunya memerlukan Mn2+ dan yang satunya lagi memerlukan Co2+ untuik aktivitasnya. Korismat mutase-1 bertujuan untuk memfeedback penghambatan oleh tirosin dab fenilalanin dan aktivasi oleh triptofan. Ada bukti yang kuat bahwa jalur shikimat komplek dapat berlangsung dikloroplas. Pada beberapa tanaman. Sintesis korismat sangat umum untuk ketiga asam amino aromatik ini. namun keberadaan jalur sitoplasmik kedua masih diperdebatkan. Di atas korismat. seperti alfalfa. dimana keduanya menampakkan perbedaan dalam jaringan tanaman dan mempunyai respon yang berbeda terhadap luka dan serangan patogen. Struktur dan nama dari mayoritas penengah tidak bisa dibahas di bagian ini. dan pada beberapa lingkup triptofan dapat mengaktifkan kembali enzim ini.41.3-deoksi-arabinoheptulosonat-7P (DAHP) sintase. Jalur shikimat dapat dibagi menjadi tiga bagian. Aktivitas DAHP sintase meningkat seiring dengan adanya luka. Awalnya dianggap prepenat dikonversi menjadi bentuk lain fenilpiruvat (14) atau hidroksi fenilpurivat (16) dengan transaminasi rantai (15) untuk menghasilkan fenilalanin dan tirosin. yang dibahas pada Chapter 8. Dua bentuk isoenzimdari enzim pertama (1). digambarkan seperti yang terlihat pada Gambar 7. tirosin dan triptofan sangat panjang dan kompleks. tirosin dan satu cabang lain menuju triptofan. Korismat mutase (13) mengkatalis konversi korismat menjadi prepenat dan juga terdapat dlm dua bentuk isoenzim. yang dapat menghambat metabolit sekunder. ada cabang yang menuju fenilalanin. berkorelasi dengan peningkatan sintesa metabolit sekunder. sedangkan isoenzim yang kedua insensitif terhadap asam amino aromarik.ASAM AMINO AROMATIK Jalur biosintesa ( melalui jalur shikimat) sintesis tiga asam amino aromatik fenilalanin. Arogenat dan prepenat menghambat enzim Mn-dependent. terdapat tiga isoenzim. Namun sekarang terbukti bahwa pada kebanyakan tumbuhan tingkat tinggi fenilalanin disintesa oleh dan diatur oleh .

sementara tirosin disintesa oleh dan diatur oleh arogenat dehidrogenase (19). Tanaman yang tahan herbisida telah dihasilkan dari penambahan gen bakteri yang menyandikan EPSP sintase yang insensitive tehaap penghambatan oleh glifosfat. Sulfat diserap . Namun seiring dengan identifikasi kelas herbisida baru yang menghambat sintesa histidin. Enzim ini berhasil dimurnikan dari kubis. terdapat dalam bentuk α2β2. Herbisida yang menyebabkan shikimat dan shikimat 3-fosfat. sehingga penting sekali untuk mempertimbangkan asimilasi sulfat. Protein enzim mengandung dua subunit yang berbeda ditandai dengan α dan β dan kemungkinan pada A. tirosin dan triptofan. Satu enzim yang tidak begitu penbting dalam sintedsa korismat adalah 5enol-piruvylshikimat 3-fosfat (Gambar 7. Histidin disintesa dalam jalur lurus yang terpisah dari fosforibosil pirofosfat yang memerlukan 10 langkah enzim termasuk penengah imidazol kemplek.arogenat dehidratse (18). ASIMILASI SULFAT Sulphur merupakan bagian penting dalam sistein.thalianan. Tanaman ini sekarang penting dalam dunia pertanian komersil. Antranilat sintase (8) bertujuan untuk mem-feedback aktivitas triptofan. Enzim ini awalnya disintesa sebagai precursor 55 kDa pada ribosom sitoplasma dan ditranportasikan ke kloroplas dengan memindahkan 7 kDa peptide transit. salah satunya yang memiliki aktivitas tinggi pada kelopak bunga petunia.42). dan munculnya sifat racun dapat dilawan menambahkan fenilalanin. Reaksi akhir pada jalur ini dikatalisa oleh histidinol dehidrogenase dan menghasilkan langkah reduksi 4 elektron dari histidonol menjadi histidin. glufosfat merupakan penghambat yang potensial dan terikat pada sisi aktif PEP. metionin dan glutionin. namun tidak mem-feedback antivitas tirosin atau fenilalanin. dua sandi gen yang memiliki subunit α dan 3 sandi gen subunit β telah berhasil diisolasi dan dapat dibedakan. imidazolgliserol fosfat dehidratese telah berhasil dimurnikan dan rantai gen DNAnya yang mengandung 25 kDa subunit berhasil diisolasi. Informasi mengenai bagaimana jalur ini berkerja pada tumbuhan tingkat tinggi masih sangat sedikit. Dua gen yang menyandikan EPSP sintase telah berhasil ditemukan dari beragam tanaman.

43). enzim ini diketahui berada di kloroplas. dan sitoplasma.oleh akar dengan sistem proton sulfat ko-transport. S2APS reduktase. Hipotesa sebelumnya menyimpulkan: (i) eksistensi ikatan intermediate glutationin tiosulfat melibatkan enzim APS-sulfotransferase. kemingkinan karena ketidakmampuan sistein untuk menembus membrane. Reduksi Sulfonat Sifat kimia sulfat sangat stabil dan memerlukan masukan energi sebelum dapar di reduksi. yang juga terdapat di kloroplas. (ii) langkah aktivasi ATP ke-dua menjadi 3-fosfoadenosin 5-fosfosulfat (PAPS). 6 elektron yang diperlukan untuk reduksi sulfit menjadi sulfida merupakan derivate dari ferredoksin yang tereduksi. Sulfit bebas dikonversi menjadi sistein. dalam reaksi yang dikatalisa ATP sulfurilase. . suatu enzim yang dominant berada di kloroplas: Langkah enzim antara APS dan sistein. Pengiriman dengan afinitas tinggi telah berhasil diklon dengan komplementasi mutasi ragi dan transkripsi gen yang dipicu oleh difisiensi sulfat. dalam kombinasi dengan Oasetilserin dalam reaksi yang dikatalisis oleh enzim O-asetilserin (tiol) liase (Gambar 7. Aktivasi terjadi pada saat ATP diubah menjadi APS. bentuk organik pertama sulfur diketahiu dapat disintesa dengan memerlukan 8 elektron dan hal ini sudah cukup lama menjadi kontroversi. mengkatalisa konversi APS menjadi sulfit dan mempunyai struktur seperti tioredoksin pada ujung karboksil. yang dapat terjadi dengan cara yang serupa dengan transport nitrat. Reaksi ini dikatalisis oleh sulfit reduktase. baik pada afinitas rendah maupun tinggi. mitokondria. Sekarang diketahui enzim APS reduktase memainkan peranan penting dalam jalur: APS  SO32. yang dibentuk langsung melalui fotosistem I dalam kloroplas. diikuti oleh reduksi oleh PAPS reduktase dan sulfit reduktase. menggunakan asetil koA sebagai substrat dan enzim serin asetiltransferase. Diperkirakan rantai protein memiliki 12 titik trans-membran. mengikuti reduksi oleh tiosulfonat reduktase. O-asetilserin disintesa oleh asetilasi serin. yang mengandung sirohaem dan kluster 4FE-4S yang sama seperti pada nitrat eduktase.

sistein sintase. Fitokelatin merupakan polimer dari γ-glutamilsistein. namun ada kemungkinan tripeptida juga mempunyai peranan penting dalam pertahanan tanaman terhadap berbagai cekamam lingkungan. Glutationin Konsentrasi sistein bebas pada tumb tingkat tinggi normalnya sangat rendah. kekeringan. Aktivitas enzim yang diekstraksi dari jaringan tanaman lebih rendah dari pada O-asetilserin (tiol) liase dan dapat ikut serta dalam mengendalikan jalur asimilasi. Koordinasi penting antara asimilasi nitrat dan sulfat telah ditemukan. Glutationin dan askorbat memainkan peranan khusus yang penting di kloroplas dalam mendetoksifikasi spesies yang diaktifkan oksigen yang kemungkinan terbentuk pada saat jumlah electron transport melalui PSI melampaui jumlah reduksi karbon dioksida. serangan jamur. Sistein juga bereaksi dengan fosfomoserin dalam biosintesa metionin atau di konversi menjadi tripeptida glutationin: Glutationin terdapat dalam bentuk tereduksi sebagai GHS atau bentuk teroksidasi sebagai GSSG. misalnya dingin. pasan. yang terlibat dalam kelasi logam toksik tertentu seperti cadmium. Glutationin dapat bersifat sebagai senyawa sulphur simpanan atau pun senyawa sulphur yang ditransportasikan.). terbentuk oleh reduksi oksigen yang dengan cepat dikonversi menjadi peroksida melalui operasi dismutasi superoksida: Dua enzi Oasetilserin (tiol) liase dan serin asetiltransferase dapat berasosiasi bersama dengan .Penelitian terhadap pembelahan sel dan molecular mengindikasikan bahwa serin asetiltransferase terdapat di sitoplasma dan organel-organel. cahaya tinggi. misalnya pada cahaya tinggi dan suhu rendah. dan barlaku sebaliknya. sama seperti yang ditemukan pada strukjtur tersier pada beberapa protein. Glutationin dapat mengikat herbisidan dan senobiotik lannya melalui enzim glutationin –Stransferase. Bentuk nitrogen tereduksi menstimulasi reduksi fosdat. dikarenakan adanya aktivitas sekelompok tiol bebas. dll. Superoksida (O2. di mana dua moleku terikat dengan ikatan sulfida.

mulai dari asam amino hingga . Kloroplas memiliki kapasitas untuk mengkonversi aspartat. FOTOSINTESIS YANG MELIBATKAN METABOLISME NITROGEN DAN SULFUR Secara singkat sering diajarkan bajhwa fotosintesis adalah asimilasi karbondioksida menjadi karbohidrat yang dilakukan kloroplas dengan bantuan cahaya. treonin. alanin. lipid: 1. Pada tumbuhan C4. tetapi rantai DNAc yang menyandikan enzim-enzim tersebut sekarang telah berhasil diisolasi. GSSG kemungkinan terlibat dalam mekanisme penyinalan intra selular untuk toleransi terhadap cekaman. γglutamilsistein sintase dan glutationin sintetase terbukti sangat sulit diuji pada jaringan tanaman. transaminasi glioksilat.tan transgenic (termasuk poplar) mengandung enzim-enzim ini dalam tingkatan yang ditinggikan dan sekarang sedang diuji ketahanannya terhadap berbegai cekaman lingkungan. isoleusin dan homosistein (tapi bukan metionin) dalam reaksi terang. Kedua enzim ATP-dep[endent yang terlibat dalam sintesis glutationin. 4. Kloroplas NADPH dan ATP yang dibentuk melalui dua fotosistem dapat digunakan untuk mnyintesa sejumlah besar senyawa. dan glutamate terlibat secara ekstensif dalam transport metabolit antara seludang berkas dan mesofil sel selama proses fotosintesis (lihan bab 3). Tapi pernyataan ini tidaklah mampu menggambarkan keseluruhan proses fotosintesis.44).Hydrogen peroksida didetoksifikasi melalui serangkaian reaksi pada siklus glutationin/askorbat yang tergantung pada NADPH yang dibentuk pada reaksi terang fotosintesis sebagai sumber reduktan (Gambar 7. 2. bagian utama glutamin sintetase dan glutamat sintase Jalur reaksi terang fotorespirasi mencakup sintesa glisin oleh menjadi glutamin dan glutaman terletak di dalam kloroplas. Pelepasan amonia mengikuti konversi glisin menjadi serin direasimilasi dalam kloroplas 10 kali lebih cepat dari pada asimilasi njitrat (Chapter 2). Nitrit (bukan nitrat) dapat direduksi oleh kloroplas pada reaksi terang Nitrit reduktase. 3. 5. Telah dikemukakan bahwa konsentrasi hydrogen peroksida sdan rasio GSH . aspartat.

.3. Gambar 7. isoleusin. Direproduksi dengan izin dari N. meskipun sintesis sistein terjadi di ruang antara sel. Gambar 7.1.5. dengan izin dari American Society of Plant Physiologists (Perhimpunan Fisiologi Tumbuhan Amerika). aliran 13NO3. Reduksi glutationin sebagai mekanisme detoksifikasi superoksida juga merupakan reaksi terang yang terjadi dalam kloroplas. beberapa enzim yang terlibat dalam sintesis argininb dan prolin juga terletak di kloroplas. Gambar 7.selama 1 hari (●). Kloroplas mempunyai kapasitas untuk menyintesa protein-protein ini masukan asam amino radioaktif dalam reaksi terang. dan tirosin terletak di kloroplas. Sejumlah protein (misalnya subunit besar rubisco. Sebagai tambahan. analisis RNAm yang menyandikan nitrat reduktase dari A. valin.ke dalam akar barley yang tidak diberi perlakuan. subunit ATP saat mendapat sintase dan sitokrom tertentu) disandikan oleh DNA kloroplas. Dari Siddiqi et al. aliran 13NO3. kloroplas mempunyai kapasitas untuk menyintesis sejumlah asam lemak jenuh. Kloroplas memiliki kapasitas untuk mereduksi sulfat menjadi sistein.Crawford et al. Pada jaringan yang tidak hijau.J.thaliana yang diberi perlakuan nitrogen dari berbagai sumber seperti yang diperlihatkan. 7.1 mM NO3. asam nukleat dan klorofil yang menggunakan NADPH dan ATP yang dibentuk secara langsung dengan fotosistem. triptofan. Plastida tetap merupakan tempat penting untuk metabolisme nitrogen.juga mempunyai kapasitas untuk mengkonversi piruvat menjadi leusin. Aktivitas nitrat reduktase (NRA) diukur pada jaringan yang sama. 6. Sebagai tambahan . walaupun energi yang diperlukan harus di dapat dari katabolisme gula yang ditransfer dari daun. sejumlah proses yang digambarkan diatas masih bisa berlangsung pada tingkatan yang lebih rendah.Miflin. 8. isoleusin dan valin dan menyintesa asam amino aromatik. Gambar 7. Konversi NR pada reaksi gelap ke bentuk aktivitas rendah . 1990.2.. leusin. gambaran sederhana jalur yang dilalui nitrogen mulai dari penyerapan di akar hingga deposisi akhir sebagai protein dalam benih menurut B. Gambar 7. 4 hari (X) atau dengan 10 mM NO3selama 4 hari (○). fenilalanin. model spekulasi mekanisme pengendalian aktivitas dapat balik NR pada daun abaym.ke dalam akar barley pada tanaman yang diberi perlakuan 0. isoleusin.4. homosistein. pada daerah akar. Bagian utama (jika tidak semua) enzim yang diperlukan untuk fotosintesis asam amino esensial lisin. 1998. treonin. dan enzim yang terlibat dalam jalur ini terletak di kloroplas.M.

. metionin.18. vulgaris.44.. Direproduksi dengan izin dari Mackintosh et al. Gambar 7. pengaruh berbagai asam amino terhadap tingkan ekstraktabel sistionin sintase. potensi air. . 2-OG = 2oksogutarat. (+) aktivasi enzim. Gambar 7.■). perhambatan sinergis aspartat kinase barley.16.. tanaman yang diairi ( ) .9. dan isoleusin pada tumb tingkat tinggi.). Gambar 7. konsentrasi prolin. Gambar 37.34. Berdasarkan diagram dari K. oleh lisin dan lisin ditambah ketahanan treonin yang didapat dari mutasi induk R2501 (Ltla/Ltla) dan tumbuhan heterozigot (Ltla+). reaksi metabolisme yang memproduksi amonia pada tanaman. hubungan antara potensi air dan kandungan prolin pada daun barley terhadap cekaman kekeringan oleh pengurangan pasokan air.45. Perlu diingat akumulasi bersar-besaran prolin di daun sebagai akibat dari cekaman yang dialami tanaman. konsentrasi prolin.memerlukan NR kinase dan protein penghambat 14-3-3-nitrat reduktase (NIP). Gambar 7. tanaman yang diairi (. (Δ) hanya Sadenosilmetionin. Gambar 7. asimilasi nitrogen dalam kloroplas. pengaturan biosintesis asam amino derivat aspartat. (-) penghambatan enzim. siklus glutation/askorbat yang memperlihatkan detoksifikasi hidrogen peroksida pada kloroplas. kontrol genetik isoenzim GS pada P.vulgaris pada nodul akar dan daun. Pada reaksi terang NR diaktifkan dengan pelepasan kelompok fosfat oleh NR fosfatase (PP2A). Peningkatan RNAm yang berkaitan dengan 4 gen GS P..Joy (1988). tanaman yang mendapat cekaman (.36. Gambar 7. (○) hanya lisin. penahanan enzim. Gambar 7. Dari Rognes et al (1980) Gambar 7. Gambar 7. Jalur 1-5 digambarkan pada teks. diisolasi dari benih barley yang dikecambahkan pada kondisi steril. Enzim 1-6 dijelaskan dalam teks. Potensi Air. jalur metabolisme yang diperlukan untuk sintesa asam amino derivat aspartat lisin. treonin. dengan konsentrasi molar yang sama.20. (■) lisin tambah S-adenosilmetionin. Gambar 7.W. .34. menunjukkan interaksi ATP dan regenerasi NADPH serta metabolisme fotosintetis nitrogen.8.-... asimilasi ammonia pada tumbuhan tingkat tinggi melalui siklus glutamat sintetase/glutamin sintase. inhibisi feedback isoenzim aspartat kinase yang diekstrak dari tumb liar (+/+). NADPH di bentuk dari fotosistem.27.6. tanaman yang mendapat cekaman (■). yang memiliki kapasitas untuk mengikat dua protein sasaran. Gambar 7.(1995). GDH = Glutamat dehidrogenase...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->