HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DALAM ISLAM Hak-hak suami antara lain

:

Ditaati dalam seluruh perkara kecuali maksiat. Sabda Rasulullah saw: “Hanyalah ketaatan itu dalam perkara yang ma‟ruf.” (HR. Bukhari dan Muslim). Istri wajib mentaati perintah suami asalkan itu bukanlah perbuatan maksiat dan melanggar hukum agama Islam. Istri juga wajib menolak perintah suami untuk berbuat maksiat kepada Allah swt, karena apabila ia menaati suaminya berarti ia berbuat dosa sebagaimana suaminya berdosa karena telah memerintahkannya bermaksiat. Ketaatan istri kepada suami termasuk memenuhi panggilan suami ke tempat tidur dan tidak boleh menolak suami, kecuali sedang dalam keadaan haid. Istri yang menolak ajakan tersebut akan dilaknat oleh malaikat, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak untuk datang maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dimintai izin oleh istri yang hendak keluar rumah. Istri tidak boleh keluar rumah kecuali seizin suami. Hal ini termasuk ketika istri ingin mengunjungi orangtuanya serta kebutuhan lainnya. Istri yang keluar rumah tanpa seizing suaminya cenderung menimbulkan fitnah hingga maksiat kepada Allah swt. Istri tidak boleh puasa sunnah kecuali dengan izin suaminya, terutama jika suami sedang berada di rumah seharian. Rasulullah saw bersabda: “Tidak boleh seorang istri puasa (sunnah) sementara suaminya ada di tempat kecuali dengan izin suaminya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Suami berhak mendapatkan kesenangan bersama istrinya yang harus segera ditunaikan dan tidak boleh tertunda dikarenakan sang istri sedang puasa sunnah. Oleh sebab itu lah istri bisa berpuasa sunnah hanya atas izin suami. Istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke rumah suami kecuai dengan izinnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw: “Tidak boleh seorang istri mengizinkan seseorang masuk ke rumah suaminya terkecuali dengan izin suaminya.” (HR. Bukhari dan Muslim)„Amr ibnul Ahwash ra meriwayatkan dari Rasulullah saw, sabda beliau: “Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. At- dan Ibnu Majah) Mendapatkan pelayanan dari istrinya.hal ini memang sudah semestinya, sebagai tugas istri di rumah yaitu melayani dan mengurusi segala kebutuhan suami. Seperti yang telah dicontohkan oleh istri sahabat Nabi Muahmmad saw, yaitu Asma‟ istri Abi Bakar AshShiddiq ra. Ia mengurusi hewan tunggangan suaminya, memberi makan dan minum kudanya, menjahit dan menambal embernya, serta mengadon tepung untuk membuat kue. Ia yang memikul biji-bijian dari tanah milik suaminya sementara jarak tempat tinggalnya dengan tanah tersebut cukuplah jauh.” (HR. Bukhari dan Muslim) Disyukuri kebaikan yang diberikannya. Istri harus menysukuri atas setiap pemberian suaminya dan berterima kasih kepadanya.

At-Tirmidzi) Mendapatkan nafkah . Maka suami yang berpoligami wajib memberikan nafkah dan perlakuan yang sama kepada istri-istrinya. At-Tahrim: 6) .” (QS. jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…. Mahar adalah wajib hukumnya. atau empat. tiga. walaupun hanya cincin dari besi.” (QS. dan sebaikbaik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya. serta terjaga dari api neraka. serta anak-anaknya.” (HR. istri pun juga memiliki hak-hak yang harus ditunaikan oleh suami.An-Nisa`: 24) Serta sabda Rasulullah saw yang diucapkan ketika seorang sahabatnya ingin menikah namun ia tidak memiliki harta: “Lihatlah apa yang bisa engkau jadikan mahar dalam pernikahanmu. sebagaiaman firman Allah swt: “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Sesuai denga firman Allah swt: “Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma‟ruf. Namun jika kalian khawatir tidak dapat berbuat adil di antara para istri nantinya maka nikahilah seorang wanita saja atau dengan budak-budak perempuan yang kalian miliki. jika suami memiliki lebih dari satu istri. Firman Allah swt: “…dan kewajiban bagi seorang ayah untuk memberikan nafkah dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma‟ruf. Suami wajib memberikan nafkah dam pakaian yang layak bagi istrinya.” (HR. Tentunya ketika akad nikah seorang lelaki harus menyerahkan mahar kepada wanita yang dinikahinya.Islam memandang tinggi dan mulia Terhadap wanita.” (QS.” (QS. “…maka nikahilah wanita-wanita yang kalian senangi: dua. Yang demikian itu lebih dekat bagi kalian untuk tidak berbuat aniaya. Seperti suami.” (QS. An-Nisa`: 3)Rasulullah bersabda: “Siapa yang memiliki dua istri lalu ia condong (melebihkan secara lahiriah) kepada salah satunya maka ia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan satu sisi tubuhnya miring/lumpuh. Al-Baqarah: 233) Mendapat perlakuan adil. istri pun berhak mendapatkan hak-haknya sebagaimana ia juga memenuhi kewajibannya. Oleh karena itu. Allah swt berfirman: “Bergaullah kalian dengan para istri secara patut. pakaian.” (QS. dan tempat tinggal. Adapun hak-hak istri antara lain:  Mendapat mahar dari suaminya.” (QS. Bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (HR. Bimbingan itu berupa pengajaran/pengetahuan agama. AlBaqarah: 228). An-Nisa`: 4)“…berikanlah kepada mereka (istri-istri kalian) maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban. An-Nisa`: 19)Rasulullah saw pun telah bersabda: “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Bukhari dan Muslim)     Digauli oleh suaminya dengan patut dan akhlak mulia. Ahmad dan Abu Dawud) Mendapatkan bimbingan dari suaminya agar selalu taat kepada Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt: “Wahai orang-orang yang beriman.

(AthThalaq: 7) Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. At-Tahrim : 6.. bimbingan agama kepada istrinya.Kewajiban Suami Kepada Istri  Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. Dalam menyelisihi mereka. (Tirmudzi) Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya. Suami wajib selalu memberikan pengertian. (AI-Ghazali) Jika istri berbuat „Nusyuz‟. Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah. (Baihaqi. dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (At-aubah: 24) Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (Abu Ya‟la) Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Memberi nafkah (makan. ialah: Membayar mahar. maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat. memberinya pakaian. (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Umar bin Khattab ra. (An-Nisa‟: 19) Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan. (AtTaghabun: 14) Hendaknya senantiasa berdo‟a kepada Allah meminta istri yang sholehah. Hasan Bashri) Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. tempat tinggal). Muttafaqun Alaih)             . Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. (AI-Furqan: 74) Diantara kewajiban suami terhadap istri. Menggaulinya dengan baik. tidak menghinanya. (Tirmidzi) Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Dengan penuh kasih sayang. (An-Nisa‟: 34) … „Nusyuz‟ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah. pakaian. tidak memukul wajahnya. dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. tanpa kasar dan zhalim. (AI-Ahzab: 34. (Abu Dawud). Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. ada keberkahan. (b) Pisah kamar.

maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. b. Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukumhukum haidh. Menggauli suami dengan baik. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (An-Nisa‟: 34) Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan. TIrmidzi) Kepentingan istri mentaati suaminya. (Muslim) Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia. (An-Nisa‟: 3) Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami e. c. (Al-Baqarah: 228) Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (Al-Ghazali) Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya. dll. Mentaati suami. telah disabdakan oleh Nabi saw. d.). (AIGhazali) Jika suami hendak meninggal dunia. (AI-Baqarah: 40)     Kewajiban Isteri Kepada Suami     Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa‟: 39) Diantara kewajiban istri terhadap suaminya. (Nasa‟i) Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami). istihadhah. (Tirmidzi) Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Tidak keluar rumah. (Nasa‟ i. Muttafaqun Alaih) Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya. maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada      . mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (AI-Ghazali) Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. walaupun secara paksa. Menyerahkan dirinya. ialah: a. walaupun sedang dalam kesibukan. Allah swt. maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. kecuali dengan ijinnya. (Ibnu Majah. lalu sang istri menolaknya.

bertawakkal kepada-Nya. zakat. . mencintai. bersyukur. berbuat baik kepada anak yatim. yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. takut.suaminya. mengharapkan dan malu kepada-Nya. kepada hewan dan lain-lainnya.. menyampaikan amanat. (Timidzi)       Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya.   . mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (Thabrani) Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani) Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (Muttafaqun Alaih) Wanita dan laki-laki mukmin. meminta pertolongan kepada-Nya. berkata jujur. bertau-bat dan memohon ampun. silaturrahim. (Hasan Al-Bashri) Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. memohon perlindungan kepada Allah. haji. menunaikan janji. menyingkirkan hal-hal yang mengganggu dari jalan. berbakti kepada ibu dan bapak. Termasuk macam ibadah adalah dzikir. seperti shalat. do’a. (An-Nisa‟: 34) Ada empat cobaan berat dalam pernikahan. ibnu sabil. puasa. (An-Nur: 30-31) Macam-macam ibadah:  Macam-macam ibadah itu sangat banyak. orang miskin. rela (ridha). Termasuk juga: sabar.

riya (melakukan sesuatu dengan tujuan ingin menunjukkan kepada orang lain). seorang muslim juga harus menghindari akhlak mazmumah yang meliputi: tergesa-gesa. . syukur. bakhil. bersyukur. jujur. Roja’ (mengharapkan keridhaan Allah). buruk sangka. sabar. tamak dan pemarah. adil. takabbur (membesarkan diri). dengki (hasad). khauf (takut kemurkaan Allah). tawadhu (merendahkan diri sesama muslim). amanah.Akhlak Mahmudah  Akhlak-akhlak baik (mahmudah) meliputi : ikhlas. ujub (kagum dengan diri sendiri). Akhlak Mazmumah  Selain menjaga akhlak mahmudah.

FATIMAH MAMUJU .Oleh: Nama : Fitrawati Kelas C : D3 KEBIDANAN TAHUN AJARAN 2011-2012 STIKES ST.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful