ORGANISASI DAN ADMINISTRASI GUGUSDEPAN

I.

PENDAHULUAN

1. Gugusdepan disingkat Gudep adalah kesatuan organik dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah berhimpun anggota Gerakan Pramuka. 2. Anggota putera dan puteri dihimpun dalam Gudep yang terpisah, dan merupakan Gudep yang berdiri sendiri. Gudep mempunyai satuan-satuan berdasarkan kelompok usia yaitu Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Rancana Pandega. 3. Gudep merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka, tempat diselenggarakannya proses pendidikan agar peserta didik menjadi warga Negara yang berkualitas, berkepribadian, berkepemimpinan, berdisiplin dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku, sehat dan kuat mental, moral, dan fisiknya, berjiwa patriot yang dijiwai nilai-nilai kejuangan bangsa, berkemampuan untuk bekerja dengan semangat kebersamaan, kepedulian, bertanggungjawab, berfikir kreatif, inovatif, dapat dipercaya, berani dan mampu menghadapi tugas-tugas, dan mempunyai kesetiaan (komitmen).

II. 1. a. b. c. d. 2.

MATERI POKOK Gugusdepan Lengkap terdiri atas: Satu Perindukan Pramuka Siaga, berusia 7 - 10 tahun Satu Pasukan Pramuka Penggalang, berusia 11 - 15 tahun Satu Ambalan Pramuka Penegak, berusia 16 - 20 tahun Satu Racana Pramuka Pandega, berusia 21 - 25 tahun Gugusdepan Luar Biasa.

Gugusdepan Luar Biasa ialah Gugusdepan yang anggotanya terdiri atas anakanak penyandang cacat jasmani maupun mental, terdiri dari penyandang : a. b. c. d. Tuna Netra (golongan A) Tuna Rungu Wicara (golongan B) Tuna Grahita (golongan C) Tuna Daksa (golongan D)

e. 3. a.

Tuna Laras (golongan E) Pimpinan Gugusdepan dan Pembina Satuan Gugusdepan (Gudep)

1) Gudep dikelola secara kolektif oleh para Pembina gudep yang dipimpin Ketua gudep. 2) Ketua gudep dipilih oleh musyawarah gudep untuk satu kali masa jabatan. Masa bakti Ketua Gudep maksimal dua periode secara berturut-turut. 3) 4) 5) Ketua Gudep mengkoordinasikan Pembina Satuan Pramuka di Gudepnya. Ketua Gudep dapat merangkap sebagai Pembina Satuan Ketua Gudep ex-officio anggota Mabigus.

b. 1) 2) 3)

Tugas tanggung jawab Pembina Gudep Memimpin gudepnya selama masa bakti Gudep (3 tahun) Melaksanakan ketetapan Kwarcab dan Kwarran Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka

4) Membina dan mengembangkan organisasi, perlengkapan dan keuangan Gudep 5) Menyelenggarakan kepramukaan di dalam Gudepnya.

6) Memimpin pembina satuan, dan bekerjasama dengan majelis pembimbing Gudep dan Orang tua peserta didik. 7) Mengadakan kerja sama dengan tokoh - tokoh masyarakat.

8) Menyampaikan laporan tahunan kepada Korsa dan Kwarran dengan tembusan ke kwarcab. 9) Menyampaikan pertanggungjawaban Gudep kepada Musyawarah Gudep.

10)Dalam melaksanakan tugasnya Pembina gudep bertanggungjawab kepada musyawarah Gudep (MUGUS).

c. 1)

Tugas Pembina Satuan Membina para Pramuka dalam satuannya.

2) Membantu Pembina Gudep dalam rangka kerja sama dan hubungan timbal balik antara Gerakan Pramuka dengan Orang tua pramuka.

3)

Memberi laporan kepada Pembina Gudep tentang perkembangan satuannya.

4) Berusaha meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. 5) Bertanggungjawab kepada Pembina Gudep.

4.

Musyawarah Gugusdepan (MUGUS)

a. Di dalam setiap Gudep, kekuasaan tertinggi terletak pada Musyawarah Gudep (MUGUS). b. Pembina Gudep menyelenggarakan MUGUS sekali dalam 3 tahun dan menjabat sebagai pemimpin Mugus. c.Peserta Mugus terdiri dari pada Pembina Pramuka, para Pembantu Pembina, perwakilan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. d. Acara pokok Mugus adalah :

1) pertanggungjawaban pembina Gudep selama masa baktinya termasuk pertanggungjawaban keuangan. 2) 3) rencana kerja Gudep untuk masa bakti berikutnya. pemilikan pembina Gudep baru.

e. Pertanggungjawaban keuangan Gudep selama masa baktinya yang dibuat oleh Pembina Gudep dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan, dan sebelum diajukan ke Mugus diteliti dan disyahkan oleh suatu panitia verifikasi yang dibentuk oleh Mugus yang lalu.

5. a.

Dewan Kehormatan Gudep Dewan Kehormatan dibentuk untuk :

1) Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka di tingkat gudep, yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. 2) Menilai sikap, perilaku, dan jasa seseorang untuk mendapatkan tanda penghargaan. b. 1) 2) 3) Dewan Kehormatan Gudep terdiri atas : Mabigus Pembina Gudep Para Pembina Satuan

4)

Dewan Ambalan/Racana (apabila diperlukan)

6. a. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8)

Administrasi Gudep Buku -buku Administrasi Buku Induk Buku Keuangan Buku Acara Kegiatan Buku Inventaris Buku Agenda dan Ekspedisi Buku Harian Buku/Kartu Data Pribadi Buku Risalah Rapat

7. a. 1)

Ketentuan tiap Satuan dalam Gudep. Satuan Perindukan Pramuka Siaga Peserta didik.

a. Perindukan Siaga idealnya terdiri atas antara 18-24 Pramuka Siaga yang dibagi menjadi 3-4 kelompok kecil disebut Barung. Jumlah anggota Barung yang terbaik terdiri atas 6 Pramuka Siaga. b. Pembentukan barung dilakukan oleh para Pramuka Siaga dengan bantuan Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Siaga. c. Setiap Barung menggunakan nama warna yang dipilih sendiri, seperti: Barung Merah, Barung Biru, Barung Kuning, Barung Hijau, dan lainnya. d. Barung tidak menggunakan bendera barung

2)

Pembina

a) Perindukan Siaga dibina oleh Pembina Siaga dan dibantu oleh Pembantu Pembina Siaga. b) Perindukan Siaga putera dapat dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina putera maupun puteri sedangkan Perindukan Siaga puteri hanya dapat dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina puteri.

serta menjalankan putusan. Acara pertemuan Dewan Siaga adalah membahas hal-hal tertentu seperti memilih kegiatan yang diusulkan Pembina. c) Setiap regu menggunakan nama yang dipilih sendiri oleh anggotanya. Dewan Siaga mengadakan pertemuan tiga bulan sekali atau sesuai kebutuhan aktivitas. 1) Satuan Pasukan Pramuka Penggalang Peserta didik a) Pasukan Penggalang idealnya terdiri atas 24-32 Pramuka Penggalang yang dibagi menjadi 3-4 kelompok yang disebut Regu. Regu putera menggunakan nama hewan/binatang. disingkat Dewan Siaga yang beranggotakan seluruh anggota Perindukan. Setiap kegiatan barung. mengurus dan mengatur kegiatan-kegiatan Perindukan Siaga.3) Pembinaan Kepemimpinan a) Barung secara bergilir dipimpin oleh Pemimpin dan Wakil Pemimpin Barung yang dipilih oleh dan dari para anggota barung. Nama tersebut merupakan identitas regu dan mengandung kiasan dasar yang dapat memberikan motivasi kehidupan regu. c) Untuk melatih kepimpinan para Pramuka Siaga. d) Setiap regu memiliki bendera regu yang bergambar sesuai dengan nama regu yang menjadi identitas regu. Jumlah anggota regu yang terbaik adalah 6-8 Pramuka Penggalang. . Ketua Dewan Siaga adalah Pemimpin Barung Utama. sedangkan regu puteri menggunakan nama bunga atau tumbuh-tumbuhan. b. b) Para pemimpin barung memilih salah satu pemimpin barung untuk melaksanakan tugas di tingkat perindukan. Pemimpin Barung Utama tetap memimpin barungnya. didampingi oleh Pembina dan Pembantu Pembina Siaga.putusan yang diambil oleh Dewan Siaga termasuk pemberian penghargaan. dibentuk Dewan Perindukan Siaga. Bila diperlukan dapat dibantu oleh para Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Penggalang. dipanggil Sulung. b) Pembentukan regu dilakukan oleh para Pramuka Penggalang sendiri. disebut Pemimpin Barung Utama.

sedangkan Pasukan Penggalang Puteri dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina Puteri. · Dewan Penggalang bertugas mengurus dan mengatur kegiatan Pasukan Penggalang. yang terdiri atas Pemimpin Regu Utama. Pembina dan Pembantu Pembina bertindak sebagai . menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Dewan Majelis Penggalang. Dalam rapat Dewan Penggalang.2) a) Pembina Pasukan dibina oleh Pembina Penggalang dibantu Pembantu Pembina. Dewan Kehormatan Penggalang berkewajiban untuk menentukan : . Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Penggalang adalah Pembina Penggalang dan Pembantunya. para Pemimpin Regu. Pembina Penggalang dan para Pembantu Pembina. para Pemimpin Regu. b) Pasukan Penggalang Putera dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina Putera. b) Para Pemimpin Regu memilih salah satu pemimpin regu untuk melaksanakan tugas di tingkat pasukan yang disebut Pemimpin Regu Utama dipanggil Pratama.penasehat pengarah. Hasil Putusan Sidang dilaporkan kepada Pembina Gugusdepan. Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama. Kegiatan Dewan Penggalang sebagai berikut · Dewan Penggalang mengadakan rapat sebulan sekali. Wakil Pemimpin Regu. mengevaluasi program kegiatan. c) Untuk melatih kepemimpinan para Pramuka Penggalang. pembimbing. menyelenggarakan pemilihan Pemimpin dan Wakil pemimpin regu. dibentuk Dewan Kehormatan Pasukan Penggalang yang terdiri atas Pemimpin Regu Utama. 3) Pembinaan Kepemimpinan a) Regu dipimpin secara bergantian oleh seorang Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu yang dipilih oleh dari para anggota regu dalam musyawarah Dewan Regu. Pembina dan Para Pembantu Pembina. merekrut anggota regu baru. sedangkan jabatan Penulis dan Bendahara Dewan Penggalang dipegang secara begilir oleh para anggota Dewan Penggalang. dibentuk Dewan Pasukan Penggalang disingkat Dewan Penggalang. serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir. sedangkan Sekretaris Dewan Kehormatan adalah salah seorang Pemimpin Regu. d) Untuk melatih kepemimpinan dan rasa tanggung jawab Pramuka Penggalang. Dewan Kehormatan Penggalang bersidang dalam hal terjadi peristiwa yang menyangkut tugas Dewan Kehormatan Penggalang. dalam hal-hal yang dinilai membahayakan peserta didik.

Ketua Majelis Penggalang adalah Pramuka Penggalang yang dipilih langsung oleh seluruh anggota. pemberian TKK. tanda penghargaan dll kepada Pramuka Penggalang yang berjasa atau berprestasi. Tindakan terhadap pelanggaraan Kode Kehormatan Rehabilitasi anggota Pasukan Penggalang. Anggota yang dianggap melanggar sebelum diambil tindakan diberi kesempatan untuk membela diri dalam Rapat Dewan Kehormatan. · · · Pelantikan Pemimpin dan Wakil Pemimpin Regu serta Pratama. c) Nama sangga dipilih diantara nama-nama Perintis. 1) Satuan Ambalan Penegak Peserta Didik a) Ambalan Penegak idealnya terdiri atas 12-32 Pramuka Penegak yang dibagi menjadi 3-4 kelompok yang disebut Sangga. . Ketua Majelis memilih Sekretarisnya. dengan tugas: · Menyusun aturan-aturan yang mengikat bagi seluruh anggota · Menetapkan sasaran tahunan untuk diajukan kepada Pembina Pasukan dan diteruskan kepada Pembina Gudep yang selanjutnya dinyatakan dalam rencana gudep · Membahas dan memberikan persetujuan kegiatan bersama kalender kegiatan yang diajukan Dewan Penggalang Pembina dan Pembantu Pembina mempunyai hak bicara tetapi tidak mempunyai hak suara. bukan atas nama regu. e) Untuk mendidik kehidupan demokrasi dan mewujudkan hak semua anggota Pasukan Penggalang. Penegas dan Pelaksana sesuai aspirasi. Setelah Ketua Majelis terpilih. Pencoba. b) Pembentukan sangga dilakukan oleh Pramuka Penegak sendiri. Jumlah anggota Sangga yang terbaik adalah 4-8 Pramuka Penegak.· Pelantikan. dibentuk Majelis Penggalang yang anggotanya terdiri atas seluruh anggota pasukan. Pendobrak. Keikutsertaan mereka sebagai individu. Majelis Penggalang mengadakan pertemuan sekurang-kurangnya 6 bulan sekali atau setiap kali diperlukan. Nama tersebut merupakan identitas Sangga dan mengandung kiasan dasar yang dapat memberikan motivasi kehidupan Sangga. dipandu Pratama di awal pertemuan. c.

melaksanakan. 3) Pembinaan Kepemimpinan a) Sangga dipimpin secara bergantian oleh seorang Pemimpin Sangga yang dipilih oleh dan dari para anggota Sangga. dengan susunan sebagai berikut : Seorang Ketua yang disebut Pradana Seorang Pemangku Adat Seorang Kerani Seorang Bendahara Beberapa orang Anggota Dewan Ambalan dipilih dari pemimpin-pemimpin dan wakil pemimpin Sangga. (3) Menganjurkan Penegak menjadi anggota salah satu Satuan Karya sesuai minatnya. (5) Mendorong dan membimbing agar Penegak berusaha meningkatkan diri (6) Mengikutsertakan Penegak dalam Dewan Satuan di Gudep dan Dewan Kerja di tingkat Kwartirnya. Ambalan Penegak dapat membentuk Sangga Kerja yang anggotanya terdiri dari anggota sangga yang telah ada. Diantara Pemimpin Sangga dipilih salah seorang untuk melaksanakan tugas di tingkat Ambalan yang disebut Pradana. atau Sangga Kerja tanpa melepaskan diri dari satuannya. Sangga kerja bersifat sementara sesuai dengan tugas yang harus dikerjakan 2) Pembina Ambalan Penegak a) Ambalan Penegak dibina oleh seorang Pembina Penegak dibantu oleh Pembantu Pembina Penegak. (4) Mengusahakan kegiatan bakti masyarakat. b) Untuk mengembangkan kepemimpinan di Ambalan dibentuk Dewan Ambalan Penegak disingkat Dewan Penegak. bersidang sekurang-kurangnya tiga bulan sekali untuk merancang. . c) Pembina Ambalan wajib: (1) Mempersiapkan dan memberi kesempatan Penegak untuk membantu Pembina di Satuan Siaga dan Penggalang.d) Untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas. (2) Menyerahkan penyelenggaraan suatu kegiatan secara tut wuri handayani tanpa melepaskan pengawasan yang sewajarnya. b) Satuan Puteri dibina oleh Pembina Puteri dan satuan putera dibina oleh Pembina Putera.

Satuan Racana Pandega 1) Peserta Didik a) b) Racana Pandega terdiri atas paling banyak 30 orang Pramuka Pandega. d) Majelis Penegak mengadakan pertemuan sekurang-kurangnya 6 bulan sekali atau setiap kali diperlukan. Pembina dan Pembantunya bertindak sebagai pengarah dan penasehat. d. dengan tugas: · menyusun aturan-aturan yang mengikat bagi seluruh anggota · menetapkan sasaran tahunan untuk diajukan kepada Pembina Pasukan dan diteruskan kepada Pembina Gudep yang selanjutnya dinyatakan dalam rencana gudep · membahas dan memberikan persetujuan kegiatan bersama kalender kegiatan yang diajukan Dewan Penegak Pembina dan Pembantu Pembina mempunyai hak bicara tetapi tidak mempunyai hak suara. membantu Sangga dalam mengintegrasikan anggota baru. d) Racana Pandega menggunakan nama yang dipilih sendiri sesuai aspirasinya dan mengandung kiasan dasar yang menjadi motivasi kehidupan racana. racana Pandega dapat membentuk sangga kerja atau kelompok kerja yang anggotanya terdiri atas anggota racana. dan menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Majelis Penegak. 2) Pembina Racana Pandega . c) Dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan. c) Untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggungjawab para Pramuka Penegak dibentuk Dewan Kehormatan Penegak yang terdiri atas Anggota Dewan Penegak dan Pembina. Dewan Kehormatan Penegak bersidang untuk membahas : · Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak · Pelantikan.dan mengevaluasi program kegiatan. Racana Pandega tidak dibagi dalam satuan-satuan kecil. penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran terhadap kode kehormatan. merekrut anggota baru.

Dewan tersebut dipilih dari para anggota racana.. 3) Pembinaan Kepemimpinan a) Untuk mengembangkan kepemimpinan di Racana dibentuk Dewan Racana Pandega disingkat Dewan Pandega yang dipimpin oleh seorang Ketua.a) Racana Pandega dibina oleh seorang Pembina Pandega dibantu oleh Pembantu Pembina Pandega. · Pelantikan. b) Satuan Puteri dibina oleh Pembina Puteri dan satuan putera dibina oleh Pembina Putera. Dewan Kehormatan Pandega bersidang untuk membahas · Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Pandega. c) Pembina Racana wajib: (1) Mempersiapkan dan memberi kesempatan kepada Pandega untuk membantu Pembina di Satuan Siaga dan Penggalang. atau Sangga Kerja tanpa melepaskan diri dari satuannya. (2) Menganjurkan Pandega menjadi anggota salah satu Satuan Karya sesuai minatnya. (3) Mengusahakan kegiatan bakti masyarakat. b) Untuk membina kepemimpinan dan tanggungjawab para Pramuka Pandega dibentuk Dewan Kehormatan Pandega yang terdiri atas para anggota racana yang sudah dilantik. (4) Mendorong dan membimbing agar Pandega berusaha meningjatkan diri (5) Mengikutsertakan Pandega dalam Dewan Satuan di Gudep dan Dewan Kerja di tingkat Kwartirnya. penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran terhadap kode kehormatan. dengan susunan sebagai berikut : · · · · · Seorang Ketua Seorang Wakil Ketua Seorang Sekretaris Seorang Bendahara Seorang Anggota. .

Dalam Dewan Kehormatan Pandega. III. Bersama Mabigus dan tokoh masyarakat mengusahakan dukungan fasilitas dan dana kegiatan. PENUTUP Tolok ukur kemajuan dan keberhasilan kepramukaan dapat dilihat dari kegiatan di Gugusdepan. 2. 3. 5. Secara berkala mengadakan pengarahan dan koordinasi dengan Pembina Satuan. Pembina bertindak sebagai konsultan. Oleh karena itu hendaknya Gugusdepan hendaknya: 1. Memiliki Rencana Kerja yang mantap Memiliki Program Kerja yang praktis Didukung Pembina Pramuka yang berkualitas 4. STRUKTUR GUGUSDEPAN .

PROGRAM KEGIATAN PESERTA DIDIK .

Kepribadian Pengetahuan dan keterampilan Keinginan. Program Kegiatan Peserta Didik (Prodik)/Youth Programme ialah keseluruhan (totalitas) dari apa yang dilakukan Peserta Didik dalam kepramukaan (aktivitas). 2. c. pelopor dan mandiri. Bagaimana = Aktivitas itu dilaksanakan dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta Sistem Among. PENDAHULUAN Kegiatan adalah proses memperkenalkan. bagaimana aktivitas itu dilaksanakan (metode) dan alasan mengapa aktivitas itu dilaksanakan (tujuan) Untuk selanjutnya unsur. Mengapa = Merupakan alat untuk mencapai tujuan kepramukaan yang berdasarkan Prinsip Dasar Kepramukaan. b.( PRODIK) I. Pembina Pramuka menghimpun berbagai macam kegiatan yang diinginkan atau dikehendaki oleh peserta didik . merupakan suatu proses progresif pendidikan dan perkembangan pribadi b. MATERI POKOK 1. II. aktivitas tersebut harus menarik dan menantang peserta didik/kaum muda c. menumbuhkan.unsur Prodik terurai sebagai berikut : a. Totalitas = meliputi seluruh kegiatan dan pengalaman peserta didik dalam Gerakan Pramuka. Apa = mencakup semua aktivitas yang diikuti peserta didik. kebutuhan serta kemampuan dalam mencapai tujuan sehingga terbentuk manusia yang kreatif. inovatif. d. membimbing dan mengembangkan : a. Cara menyusun Prodik a.

bermanfaat dan taat pada Kode Kehormatan Pramuka . b. Prinsip Dasar Kepramukaan. Pembina bersama peserta didik menyusun jadwal kegiatan dengan materi yang sudah disepakati (bisa menjadi materi 1 bulan. Prodik bernuansa baru (selalu mengikuti trend dan perkembangan kebutuhan kaum muda dan masyarakat). 2 bulan atau 3 bulan dst) c. c. Pembina menciptakan suasana bekerja secara kemitraan dengan peserta didik dalam melaksanakan Prodik. Pembina meramu materi kegiatan sesuai dengan Sasaran Strategik Gerakan Pramuka. d. 3. Prodik dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan didukung peralatan yang sesuai dan memadai. serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan mendorong kaum muda lainnya untuk berpartisipasi dalam Gerakan Pramuka. Prodik yang bermutu. Cara Pelaksanaan Prodik a. menjadi kegiatan . Metode Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka serta dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Sasaran Srategik Gerakan Pramuka Sikap Moral Pancasila Pengahayatan dan pengamalan Kode kehormatan Pramuka Keterampilan Manajerial Kepemimpinan Manajemen Satuan Sumber insani ( Human relation ) Kehumasan ( Public Relation ) Keterampilan kepramukaan Keterampilan bertahan (Survival) Olah raga Pengembaraan di alam terbuka Pengabdian Keterampilan Tekhnologi. 4. c. a. d. yang siap untuk disajikan.b.kegiatan yang menarik dan menantang. b. menarik peserta didik dan kaum muda.

sehingga program yang tersajikan dilaksanakan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. 2. Masyarakat berasumsi bahwa setiap anggota pramuka pasti memiliki pengetahuan keterampilan yang dapat dipergunakan sebagai bekal mengatasi segala permasalahan dalam hidupnya sehari-hari. Kegiatan kepramukaan selalu menarik menyenangkan dan menantang sejalan dengan kegiatan yang sedang menjadi kegemaran peserta didik. peserta didik diperankan sebagai subjek pendidikan. serta kualitas Pembina Pramuka dalam memberikan materi tersebut. lamanya seorang anggota pramuka mengikuti kegiatan kepramukaan. Keterampilan ini menjadi bekal pengetahuan praktis yang siap dimanfaatkan sewaktu-waktu. c. Penguasaan pengetahuan keterampilan ini disesuaikan dengan golongan usia Pramuka. b. 2.III. PENUTUP Dengan adanya Prodik. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut Pembina Pramuka dituntut memiliki seperangkat pengetahuan kepramukaan yang dapat diterapkan kepada peserta didik. a. Keterlibatan peserta didik dalam kegiatan sangat baik karena kegiatannya bernilai kreatif dan rekreatif. PENDAHULUAN 1. MATERI POKOK 1. Keterampilan kepramukaan merupakan materi yang diperoleh seorang Pramuka dari kegiatan yang diikutinya. Keterampilan kepramukaan merupakan kebutuhan yang harus dimiliki peserta didik. 2. KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN I. Kegiatan kepramukaan selalu mengikuti perkembangan jaman. II. . Dengan melibatkan peserta didik dalam penyusunan PRODIK. berarti . 1.

Belajar dari orang lain. h. c. Keterampilan emosional ialah keterampilan atau kecerdasan menata hati. Pengamalan aturan/hukum agama yang dianutnya Pengamalan Prinsip Dasar Kepramukaan Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka Pengamalan Pancasila 5. Keterampilan spiritual Keterampilan emosional Keterampilan sosial Keterampilan intelektual Keterampilan fisik 4. . b. e. d. d. ialah keterampilan yang membentuk sikap dan perilaku pramuka dalam kesehariannya yang mencerminkan perwujudan dari: a. f. menata emosi sehingga yang bersangkutan menjadi pramuka yang: a. Cermat dalam menghadapi masalah Bijak dalam mengambil keputusan Sabar Tidak tergesa-gesa dalam menentukan sikap Menghormati lawan bicaranya Sopan Santun dalam berbicara dan bertindak Hormat kepada orang-tua dan orang yang lebih tua. d. e. 6. c. g. b. Keterampilan sosial ialah keterampilan dalam bergaul atau berinteraksi dengan orang lain antara lain. Dalam pergaulan tersebut diharapkan seorang anggota pramuka dapat: a. Keterampilan kepramukaan menurut ranah pengembangannya dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. b. Keterampilan spiritual. c.3.

(b) keterampilan pemadam kebakaran. (c) keterampilan evakuasi. (e) perilaku hidup bersih dan sehat di institusi kesehatan. (b) perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Permainan kim b. nusantara-1. Keterampilan intelektual adalah keterampilan kecerdasan otak yang dapat dilatih lewat: a. (d) keterampilan penyelamatan (Search and Rescue – SAR). Keterampilan memberikan pertolongan pada orang lain di antaranya: Pertolongan Pertama pada kecelakaan. Tali-temali. (f) keterampilan melindungi diri/self defense. 8. Keterampilan tentang pengamanan masyarakat: (a) keterampilan tentang tempat kejadian perkara (TKP).b. (b) keterampilan dapur umum. Jenisnya: (1) Simpul ujung tali Untuk menjaga agar tali tidak terurai. 7. simpul anyam dsb. di antaranya: Simpul – ialah iakatan pada tali. (2) Simpul mati Simpul untuk menyambung Dua tali yang sama besar . dll. (d) perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja. (d) keterampilan pengamanan hutan. Keterampilan tentang kesehatan lingkungan: (a) perilaku hidup bersih dan sehat di keluarga. segi empat/tiga berantakan. Keterampilan fisik ialah keterampilan yang secara fisik menjadi kebutuhan peserta didik sebagai bekal mengatasi tantangan dan rintangan. Mengubah perilaku diri yang tidak baik menjadi perilaku yang baik. c. (c) keterampilan konservasi air. penyelamatan presiden. meliputi (a) keterampilan kesehatan lapangan. (c) perilaku hidup bersih dan sehat di tempat umum. c. g. anyaman ketupat. Berbagai permainan untuk memecahkan masalah misalnya jigsaw. d. Perpaduan dengan keterampilan fisik dapat dilakukan melalui tali-temali misalnya membuat woogle. Keterampilan fisik yang hendaknya diberikan kepada pramuka adalah: a. Mempengaruhi orang lain sehingga orang lain menjadi baik. Belajar memimpin dan dipimpin. f. e. (e) keterampilan lalulintas.

(3) Simpul anyam Simpul untuk menyambungDua tali yang Tidak sama besarnya (4) Simpul anyam berganda Simpul untuk menyambung tali yang tidak sama besarnya dalam kondisi basah atau kering (5) Simpul erat Untuk memulai suatu ikatan (6) Simpul pangkal Digunakan untuk permulaan ikatan (7) Simpul tiang Untuk mengikat leher binatang agar tidak terjerat sewaktu binatang bergerak (8) Simpul tarik Digunakan untuk menuruni tebing atau pohon .

(9) Simpul kursi Untuk mengangkat dan menurunkan orang atau barang.dan tidak akan kembali ke atas. atau tali timba Ikatan (1) Ikatan palang Ikatan untuk membentuk Palang yang bersudut 900 . (10) Simpul kembar Untuk menyambung dua tali yang sama besar dalam kondisi licin atau basah (11) Simpul jangkar Untuk membuat tandu darurat.

rumah.(2) Ikatan silang Ikatan untuk membentuk tongkat bersilangan dan talinya membentuk diagonal. d. dll) (2) Menaksir lebar sungai (3) Menaksir arus sungai (4) Menaksir berat. c. Menaksir (1) Menaksir tinggi (menara. Isyarat dan sandi (1) Membaca dan mengirim isyarat dengan semaphore. dan pesawat telegraph. (1) Membaca peta topografi (2) Membuat peta pita (3) Membuat panorama sketsa (4) Memahami kompas dan cara penggunaannya. Memahami peta. Keterampilan mengenal alam . bendera. kompas dan cara penggunaannya. e. (2) Membaca dan mengirim isyarat dengan morse. pohon. senter. dengan menggunakan: peluit. b.

(3) kabut di gunung-gunung pertanda akan turun hujan. (5) Cacing. - Binatang. (2) Matahari terbit berwarna kemerahan yang terang pertanda cuaca baik. dan akan beterbangan bila cuaca cerah. (3) Matahari terbit kemerahan dan dicampuri garis-garis awan kekuning-kuningan pertanda akan hujan lebat. (1) Semut. Mereka akan tetap hinggap di tembok apabila akan turun hujan. Bila pada malam hari menimbun tanah berbutir-butir di kebun pertanda akan datang hujan. Mereka akan tetap di liangnya bila cuaca akan buruk. - Matahari (1) Matahari terbit berwarna kemerah-merahan dan diliputi garis-garis awan hitam pertanda akan ada hujan. dan bila cacing keluar dari liangnya menandakan hujan akan turun lama. Mereka akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan menandakan bahwa hujan tidak akan berlangsung lama. (1) Kabut tipis merata – pertanda cuaca baik. (4) Lalat. (6) Tanda-tanda Cuaca akan buruk. (5) Warna merah pada saat matahari terbenam pertanda akan terjadi angin yang cukup kencang. (2) Terang benderang di pagi hari pertanda cuaca buruk. (3) Ayam.- Kabut. tetapi bila ayam-ayam tersebut berteduh saat hujan maka pertanda bahwa hujan akan berlangsung lama. (4) udara sejuk dan berembun di pagi hari pertanda akan turun hujan di siang hari. tetapi akan keluar dari liangnya dan berjalan mondar-mandir bila cuaca akan tetap baik. . (4) Matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan pertanda akan ada hujan.

Mereka membasahi bulunya dengan paruhnya. dan dikuaasai oleh setiap anggota Pramuka. Pembina Penggalang sudah dapat memberi kepercayaan kepada Pemimpin Regu . Penegak. semangat yang kuat. sebuah lingkaran yang sudah mulai terbuka tetapi tiga sudutnya masih tertutup. Burung-burung Laut. KEPENGGALANGAN I. Pada saat upacara pembukaan dan penutupan latihan. Pada usia tersebut anak-anak memiliki sifat keingintahuan (curiosity) yang tinggi. Hal ini memberi makna bahwa di dalam dunia penggalang. Oleh karena itu titik berat dari latihan Pasukan Penggalang terletak pada kegiatan Regu yang didasari oleh sistem beregu dalam seluruh pelaksanaan kegiatan Pasukan Penggalang. Pembina berdiri di depan pasukan di bagian tengah di sebelah kiri bendera (tiang bendera berada di kanan Pembina). PENUTUP Keterampilan kepramukaan merupakan ciri khas seorang anggota Pramuka yang hendaknya dipelajari. dan suka berkelompok. III. baik dia sebagai Siaga. penggalang. Dunia Penggalang sudah lebih luas dan melebar daripada dunia Siaga yang masih tertutup (formasi lingkaran). · · Burung-burung. Pamong Saka. Formasi barisan barisan pada upacara pembukaan dan penutupan latihan penggalang adalah berupa angkare (setengah lingkaran atau tapal kuda). dibandingkan dengan porsi pembinaan memberi keteladanan (ing ngarsa sung tulada) dan dorongan (tut wuri handayani).· Kucing duduk dengan membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya. Pelatih. maupun Andalan. PENDAHULUAN Penggalang adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 11 – 15 tahun. Pembina memberi porsi lebih besar menggerakkan kemauan (ing madya mangun karsa). dipahami. Pembina. Beterbangan menuju daratan. Simbol bentuk upacara ini juga mengkiaskan bahwa penggalang mulai diperkenankan melihat dunia luar dan Pembina Penggalang sudah dapat melepaskan Penggalangnya dalam pelaksanaan tugas melalui pemimpinpemimpin Regu yang menjadi tulang punggung di dalam pasukan Penggalang. sangat aktif.

Pasukan Penggalang. a. d. yakni tempat pasukan itu berkumpul. Selain sanggar. “Pasukan Mandau Sakti”. “Pasukan Dewi Bulan”. c. seperti “ Pasukan Pasopati”.. Hubungan antara Pembina Pasukan dengan anggota pasukan penggalang seperti hubungan antara kakak dan adik. Pasukan yang ideal memiliki markas pasukan disebut sanggar. dan lainnya. – . Kata “pasukan” berasal dari kata pa–suku-an yakni tempat para suku berkumpul. “Pasukan Puti Serindang Bulan” dan lainnya. dan Pembina pasukan puteri adalah seorang wanita. Pada hakekatnya nama pasukan adalah simbol kebanggaan seluruh anggota pasukan.. maka Pembina pasukan putera adalah seorang pria.Siaap…. . tiang bendera. MATERI POKOK 1.. b. setiap pasukan memiliki bendera Merah Putih. sedangkan hubungan Pembina Pasukan dengan Pembina regu sama seperti hubungan pada anggota dewasa Gerakan Pramuka lainnya yakni hubungan persaudaraan atau kekerabatan. pasukan penggalang putera mengambil nama-nama senjata sebagai nama pasukannya. Panggilan pasukan dengan aba-aba khusus dapat dibuat menurut kesepakatan pasukan dan Pembina pasukannya. Panggilan terhadap pasukan berupa tiupan peluit pendek 8 kali dan tiupan peluit panjang satu kali. “Pasukan Roda Dedali”. Dapat juga menggunakan nama-nama pahlawan seperti pada ambalan penegak. I. bendera Pramuka.Geraaak”. Pasukan Puteri umumnya mengambil nama-nama mitos sebagai nama pasukannya seperti “Pasukan Rara Jonggrang”. bukan seperti hubungan antara atasan dan bawahan. Untuk itulah para Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu diberi latihan tambahan secara berkala dalam bentuk Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru). yang dihasilkan dari musyawarah pasukan. sebagaimana halnya peralatan gugusdepan. Wadah pembinaan Pramuka Penggalang disebut Pasukan Penggalang yang secara filosofis bermakna sebagai pasukan-pasukan di masa perjuangan kemerdekaan bangsa dalam menggalang persatuan dan membangun jiwa patriotisme dan nasionalisme. dan seterusnya. Sesuai dengan metode satuan terpisah. peralatan perkemahan.dan Wakil Pemimpin Regu untuk melatih anggota regunya dengan penuh tanggungjawab. atau dalam aba-aba baris-berbaris: “Trisula Pamungkas….. Pada umumnya.kumpul”. Namun demikian panggilan pasukan dapat bervariasi misalnya dengan menyebutkan nama pasukannya: “Trisula pamungkas…. “Pasukan Chandra Kirana”. “Pasukan Trisula Pamungkas”. Pasukan Cakra Baskara”. Seperti kode morse berikut ini: …….

dan Pembina regu puteri harus seorang wanita. Tiap regu memiliki kode panggilannya sendiri. Nama regu penggalang putera menggunakan lambang binatang. Untuk regu puteri biasanya menggunakan suara peluit. Panggilan bagi tiap-tiap anggota regu adalah sesuatu yang unik. 3. Setiap regu penggalang idealnya memiliki Pembina regu. kemari”. velples (tempat air minum). Kata “Regu” berarti gardu atau pangkalan untuk meronda. disingkat Dewan Penggalang. Wakil Pemimpin Regu. Nama regu dipilih dan diambil dari cerminan sifat-sifat baik yang menonjol yang akan ditiru oleh anggota regu tersebut. Setiap anggota mempunyai nomor regu. Ponco (jas hujan). . Bendera regu merupakan kebanggaan regu. Adapun perlengkapan regu penggalang adalah tenda dan perlengkapan perkemahan lainnya. apabila pemimpin regu atau salah seorang dari mereka memanggil anggota regunya. atau teriakan nama regunya. dibentuk Dewan pasukan Penggalang. dan pada dasarnya adalah merupakan kesepakatan anggota regunya. Nomor regu pemimpin regu adalah 1. kompas. Tiap regu memiliki pemimpin regu dan wakil pemimpin regu yang dipilih dari salah seorang anggota regunya berdasarkan musyawarah regu. dan meneriakkan nomor 8. sedangkan nama regu penggalang puteri menggunakan simbol bunga atau tumbuhan. pisau digunakan biasanya kalau ada kegiatan keluar. yang terdiri atas Pemimpin Regu Utama (Pratama). a. c. Setiap regu memiliki nama regu yang merupakan simbol kebanggaan regu. maka ia akan mengaum…. dan tongkat penggalang berukuran 160 cm. Demikian juga pada regu Singa putra. maka Pembina regu putra harus seorang pria. maka pemimpin regu akan memanggil “Mawar 7……. misalnya akan memanggil anggotanya yang bernama “Bambang” kebetulan ia anggota regu nomor 8. Andaikata Pemimpin regu Mawar akan memanggil “si Ani” yang memiliki nomor 7. Pembina Penggalang dan Para Pembantu Pembina Penggalang. Untuk regu putera biasanya menggunakan panggilan suara binatang. b.2. d. Dewan Penggalang (Dewan Satuan Penggalang) Untuk pendidikan kepemimpinan dan mengikutsertakan dalam pengambilan keputusan para pramuka penggalang. wakil pemimpin regu adalah 2 dan selanjutnya hingga nomor ke 8. Hubungan antara Pembina regu dengan anggota regu seperti hubungan antara kakak dan adik. yang senantiasa dibawa dalam setiap kegiatan penggalang. para Pemimpin Regu. Regu – Pasukan Penggalang idealnya terdiri atas 3 sampai 4 Regu dengan jumlah anggota Regu 6 sampai dengan 8 penggalang. Sesuai dengan metode satuan terpisah. Nama regu tersebut dilukiskan dalam bendera regu. Setiap anggota regu penggalang harus memiliki tali berukuran 10 meter.

Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Penggalang adalah Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang. Dewan Kehormatan Penggalang a. pengarah. para Pemimpin Regu.Pembina Pramuka Penggalang dan Pembantu Pembina Pramuka Penggalang bertindak sebagai penasehat. pembimbing dan mempunyai hak dalam mengambil keputusan terakhir. 2) 3) 4) Pelantikan Pemimpin dan Wakil Peninpin Regu serta Pratama. Dewan Penggalang bertugas : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Mengurus dan mengaturprogram kegiatan-kegiatan Pasukan Penggalang Mengevaluasi program kegiatan Mendukung Regu dalam kegiatan mengintegrasikan anggota baru Menyelenggarakan pemilihan Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu Merekrut anggota regu baru Menyiapkan materi yang akan dibahas dalam Dewan Majelis Penggalang. yang terdiri atas Pemimpin Regu Utama. dibentuk Mejelis Penggalang yang anggotanya terdiri atas seluruh anggota pasukan. tanda penghargaan dan lainnya kepada Pramuka Penggalang yang berjasa atau berprestasi. Majelis Penggalang a. dibentuk Dewan Kehormatan Pasukan Penggalang. sedangkan Sekretaris Dewan Kehormatan adalah salah seorang Pemimpin Regu. 4. Keikutsertaan mereka sebagai individu bukan atas nama regu. . pemberian TKK. Untuk mendidik Pramuka Penggalang dalam kehidupan demokrasi dan mewujudkan hak semua anggota. b. pendorong. c. Tindakan terhadap pelanggaraan Kode Kehormatan Rehabilitasi anggota Pasukan Penggalang 5. Tugas Dewan Kehormatan Penggalang adalah untuk menentukan: 1) Pelantikan. Untuk melatih kepemimpinan dan rasa tanggungjawab para Pramuka Penggalang.

sehingga menjadi keputusan latihan Dewan Penggalang. seorang Penggalang diperkenankan menempuh Pramuka Garuda (SPG) – yang dalam pramuka internasional disebut Eagle Scout. Di dalam latihan. b.b. Sebelum Ketua Majelis terpilih. menantang. c. SKU Penggalang terdiri atas 3 tingkatan. Hasil pendidikan dan pelatihan Pramuka Penggalang dilihat dari SKU . oleh karena itu tidak semua SKK yang tersedia dianjurkan untuk dicapai. Syarat Pramuka Garuda (SPG). yakni: Penggalang Ramu. Kegiatan Penggalang adalah kegiatan yang selalu berkarakter. dan Penggalang Terap. Yang perlu diutarakan lagi adalah materi latihan itu datang dari hasil rapat Dewan Penggalang. Handicraft. Kegiatan Penggalang a. d.SPG yang dicapai dan SKK yang diraih. pertemuan dipandu oleh Pratama. d. Penggalang Rakit. Majelis Penggalang diketuai oleh Pramuka Penggalang yang dipilih langsung langsung oleh seluruh anggota. dinamis. dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Pembina tidak perlu khawatir tentang materi apa yang akan dilatihkan karena pada hakekatnya semua aspek hidup yang normatif dapat dilatihkan kepada Penggalang. Ketua Majelis memilih sekretarisnya. Setelah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Penggalang Terap. namun demikian Pembina bisa menawarkan program-program baru yang menarik. Happiness. Helpfulness. Pembina menjadi kunci pokok di dalam mengemas bahan latihan dan kreativitas Pembina sangat diperlukan. SKU dan SPG merupakan standar nilai-nilai dan keterampilan yang dicapai oleh seorang Pramuka. Sedangkan SKK adalah standar kompetensi Pramuka berdasarkan peminatannya. Pembina dan Pembantu Pembina mempunyai hak bicara tetapi tidak mempunyai hak suara. 6. Semakin akrab hubungan antara Pembina dengan Penggalang maka akan semakin tinggi tingkat ketertarikan Penggalang untuk tetap berlatih. c. yang belum diketahui oleh Dewan Penggalang itu sendiri. 1) 2) Tugas Majelis Penggalang: Menyusun aturan-aturan yang mengikat seluruh anggota Menetapkan sasaran tahunan untuk diajukan kepada Pembina 3) Pasukan dan diteruskan kepada Pembina Gudep yang selanjutnya dinyatakan dalam rencana gudep 4) Membahas dan memberikan persetujuan kegiatan bersama dan kalender kegiatan yang diajukan Dewan Penggalang. Materi latihan perlu dikemas sehingga memenuhi 4 H sebagaimana yang dikemukakan oleh Baden Powell yakni: Health. . dapat dilakukan pemenuhan/pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU). progresif.

Kegiatan diselenggarakan atas dasar keputusan Dewan Penggalang dan Pembinanya. (contohnya: Teknik membuat tandu dan membalut korban. Pada upacara penutupan latihan Pembina Upacara menyampaikan rasa terima-kasih dan titip salam pada keluarga adik-adik Penggalang. swimming. dengan jenis kegiatan yang berbeda dengan kegiatan rutin mingguan. Daerah. 2) Bulanan/ dua bulanan / tiga bulanan/ menurut kesepakatan. dan low element. kegiatan-kegiatan permainan high element. Latihan inti. climbing. dsb. 4) Kegiatan di tingkat Kwartir Cabang. dan menghimbau agar pada latihan mendatang adik-adik penggalang dapat membawa teman-temannya untuk ikut menjadi anggota baru Penggalang. praktek pionering yang sebenarnya. menyanyi. Pemanasan dengan permainan ringan atau ice breaking. Latihan penutup. camping. orientering. mountainering. kerja bakti tetapi menggembirakan. Kegiatan Latihan Rutin 1) Mingguan Kegiatan latihan dimulai dengan: Upacara pembukaan latihan. dan team building. atau lomba-lomba. Berbagai cara untuk menyajikan nilai-nilai dan keterampilan yang dilakukan secara langsung atau dikemas dalam bentuk permainan. dapat diisi dengan hal-hal yang meliputi penanaman nilai-nilai dan sekaligus keterampilan. sehingga terdapat pertukaran pengalaman antara sesama Penggalang. dapat diisi dengan permainan ringan. junggle survival.e. Membuat Woogle atau cincin setangan leher. dinamika kelompok. 3) Latihan Gabungan (Latgab). permainan Sepak Bola Sampah ciptaan kak Joko yang berisikan kepedulian kebersihan. Kegiatan rutin dengan interval waktu tersebut dapat dilakukan di luar pangkalan gugusdepan. atau pembulatan dari materi inti yang telah dilakukan. dan diantara sesama Pembina. first aids. Upacara penutupan latihan. permainan Nusantara-1 ciptaan kak Joko Mursitho yang berisikan wawasan kebangsaan. Pada hakekatnya latihan gabungan ini adalah latihan bersama dengan gugusdepan lain. rowing. Secara garis besar kegiatan Penggalang dibagi menjadi Kegiatan Latihan rutin dan kegiatan insidental. bakti masyarakat. dan Nasional . atau sesuatu yang sifatnya menggembirakan tetapi tetap mengandung pendidikan.). Materi kegiatannya bisa sama dengan kegiatan Bulanan/ dua bulanan / tiga bulanan/ menurut kesepakatan. misalnya hiking.

Regional (Asia Pacific). c) Lomba Tingkat Gudep atau LT I (khusus diselenggarakan oleh Gudep). dan Jambore Dunia (World Scout Jambore).Jenis kegiatan dikategorikan ke dalam kegiatan rutin. dan sebagainya. LT III di tingkat Cabang. III. Pengelolaan Administrasi dan keuangan Gudep 1. Cabang. oleh karena itu pendapatnya. empat tahunan. keinginannya. dua tahunan. d) Kemah Bakti Penggalang. karena diselenggarakan satu tahunan. Administrasi Gudep sebagai pusat gerak dan wadah pembinaan pramuka perlu adanya dukungan administrasi secara tertib namun sederhana. Asean. LT IV di Tingkat Daerah. . Kegiatan Insidental Kegiatan ini merupakan kegiatan partisipasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan lembaga-lembaga Pemerintah atau lembaga non-pemerintah lainnya. seperti kegatan: a) b) Gladian Pemimpin Satuan. Daerah. LT II di Tingkat Ranting. Kegiatan Imunisasi. Misalnya Gerakan Upacara mengikuti kegiatan penghijauan yang dilakukan oleh Departemen Pertanian. PENUTUP Peserta didik pada proses pendidikan dalam Gerakan Pramuka berperan sebagai subjek pendidikan. Dalam membina Penggalang penerapan konsep Ing Madya Mangun Karsa (di tengah-tengah membangun/menggerakkan kemauan) porsinya lebih banyak dibandingkan dengan Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberi teladan) dan Tut Wuri Handayani (dari belakang memberi dorongan). dan LT V di tingkat Nasional. e) Jambore Ranting. tiga tahunan. Kegiatan bakti karena bencana alam. atau lima tahunan yang diputuskan dan diselenggarakan oleh Kwartirnya. Nasional. Gladian Pemimpin Regu. harus kita hargai.

Buku registrasi pesertadidik berisi: 1) Nama Lengkap. 3) Agama. disiplin. Buku catatan pribadi pesertadidik Buku tersebut dipegang oleh Ketua Gudep dan harus selalu dimutahirkan.Agar pelaksanaan administrasi dapat teratur. b. 4) Tanggal masuk mejadi anggota Gerakan Pramuka. pengabdian dan sebagainya). Garuda dan seterusnya). . 2) Tempat dan tanggal lahir. kejujuran. Ramu. misalnya: dilantik menjadi Siaga. 7) Kepemimpinan yang pernah dialami/diikuti.8) Peristiwa-peristiwa penting selama menjadi pesertadidik (sebutkan peristiwa penting. Siaga Mula. 5) Sifat baik yang perlu dikembangkan. 2) Tempat dan tanggal lahir. gotong royong. dilantik menjadi Penggalang. suka menolong/membantu. Bantu. Terap. 9) Observasi terhadap pribadi anggota (kecerdasan. dan sebagainya. kegembiraan. Tata. kepribadian/mentalitas. naik Golongan Penggalang. kreatifitas. 6) Sifat kurang baik yang perlu dikurangi/dihilangkan. 10) Kegiatan kepramukaan atau kegiatan lain yang pernah diikuti 11) Penyakit/ganggunan kesehatan yang pernah dan atau diderita 12) Mutasi anggota. inisiatif. jenis kelamin (putra/putri). tanggal dan tempatnya. 3) Agama. Buku catatan pribadi berisi: 1) Nama Lengkap. tertib dan berkesinambungan diperlukan buku-buku catatan sebagai berikut: a. nama kecil/nama panggilan. loyalitas. Rakit. Garuda.

12) Pengalaman dalam kepramukaan. bahasa yang dikuasai dan lain-lain). 6) Alamat rumah.. 14) Lain-lain. 8) Golongan darah. berisi: 1) Nama 2) Alamat dan nomor telpon. c. 9) Sekolah. . Buku registrasi Pembina dan anggota Mabi. 7) Anak ke…. dari jumlah saudara putra/putri … orang. 10) Bakat dan hobby.4) Nama Orang tua/Wali. 11) Hal-hal yang perlu diperhatikan (kebiasaan.. kesehatan. 13) Bagi pesertadidik penyandang cacat perlu dimasukkan jenis kecacatannya. 5) Pekerjaan Orang tua/Wali.

setiap kegiatan dan pengambilan keputusan yang penting harus tercatat pada buku tersebut. 3) Catatan/notulen rapat dengan Mabigus. d. . 8) Pendidikan formal. 5) Agama. 4) Log book (buku catatan) merupakan catatan peristiwa-peristiwa penting di dalam gudep. tempelan/guntingan berita dan sebagainya). 6) Status Perkawinan. ilustrasi. (Log Book berisi: catatan waktu. gambar. jelas. KPD dan KPL. KML. lengkap dan mutahir. 7) Nomor dan tanggal sertifikat/ijazah kursus-kursus yang pernah diikuti. progja dan sebagainya. setiap pertemuan harus dicatat dan dicek hasil-hasil rapat sebelumnya. KMD.3) Tempat dan tanggal lahir. Catatan/notulen rapat/risalah rapat: 1) Catatan/notulen rapat dengan Pembina Gudep. berisi permasalahan yang dibahas dan keputusan terakhir rapat untuk bahan evaluasi. 4) Jabatan dalam masyarakat/pemerintahan dan jabatan dalam Mabi/Gudep. Pencatatan diupayakan singkat. berisi permasalahan gudep. peristiwa. 2) Catatan/notulen rapat dengan Dewan Kehormatan Gudep.

Arsip surat-surat harus diatur dalam tata naskah (berkas) dan setiap tahun diadakan penilaian dan pemilahan. hal itu akan sangat berguna untuk bahan referensi bagi kegiatan yang akan datang. g. teliti dan berkesinambungan. 3) Kondisi masing-masing perlengkapan. f. Buku Acara Kegiatan Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh gudep maupun satuan harus dicatat dengan baik. . Hal itu penting untuk pemeliharaan dan pengorganisasian secara terus-menerus. sehingga membantu mempermudah ketika akan mengadakan kegiatan dan mempermudah pemeliharaannya. Mengingat hal tersebut sering dilalaikan. 2) Jumlah masing-masing perlengkapan. peralatan atau perlengkapan yang meliputi: 1) Nama benda/alat/perlengkapan. Buku agenda. Semua surat-surat. 4) Asal usul barang tersebut. Buku Inventaris Buku Inventaris merupakan buku catatan sarana pendukung yang berisi catatan alat-alat. baik yang diterima maupun yang dikirimkan harus dicatat dengan teliti. verbal dan expedisi surat menyurat.e. maka hendaknya dijadikan tradisi oleh gudep/pembina/regu untuk melaksanakan pencatatan tersebut secara teratur.

3) Formulir permintaan ijin. j.jumlah anggota. orangtua pesertadidik dan sponsor lain melalui gudep untuk kepentingan operasional satuan. Mabi. i. Satuan diijinkan untuk mendapatkan dana dari gudep. Pencatatan tentang pelaksanaan pelatihan (Program Kegiatan) Berisikan sasaran setiap kegiatan yang dicapai oleh anggota yang merupakan bahan evaluasi sejauh mana berbagai sasaran-sasaran kegiatan telah dicapai. Dana tersebut dicatat secara lengkap. lengkap dan dapat di cek sewaktu-waktu bila diperlukan. Administrasi dana dan keuangan satuan. Buku Program Buku tersebut sangat penting untuk merencanakan dan mengoperasikan program agar dapat sukses. kwitansi-kwaitansi dan tanda terima/pengeluaran uang harus tertib. l. sebaiknya untuk efisiensi dibuat formulirnya. susunlah program secara detail. dan sebagainya. 2) Formulir laporan kekuatan. tulis dan catat. Hal tersebut berguna pula untuk dipelajari guna pengembangan di masa depan. Setiap satuan harus memiliki catatan tersebut untuk mengukur keberhasilannya. Formulir untuk pelaksanaan kegiatan administrasi yang selalu berulang dan sama.h. Salah satu hal yang menarik bagi anggota adalah bila mereka dapat mencapai sasaran. misalnya: 1) Formulir peminjaman alat/perlengkapan. karena berarti ada kemajuan pribadinya. k. Buku catatan pribadi setiap pembina: .

Untuk satuan diatur sebagai berikut: a) Perindukan oleh Pembina Perindukan. boleh mengelola sendiri uang di bank (bank account). 2) Semua uang tersimpan dalam bank. Ketua Gudep dan Mabi. dan perlu mencatat informasi yang berkaitan dengan kemajuan yang dicapai 2. 3) Semua dana melalui bank. setiap pembina perlu memiliki buku catatan pribadi. Prosedurnya adalah: 1) Semua penerimaan/pendapatan dimasukkan dalam rekening bank segera (pada kesempatan pertama).Untuk mengembangkan anggota/pesertadidik secara individu tidak cukup hanya dengan mengandalkan ingatan untuk mengetahui kemajuan individu anggota tersebut. . pada setiap penerimaan/pengeluaran uang ditulis jumlah uangnya dan tanda terima atau kwitansi pembayaran harus disimpan. pengambilan uang harus atas persetujuan Ketua Gudep yang ditandatangani sedikitnya oleh 2 orang anggota Pembina Gudep yang telah ditentukan. hanya ada uang tunai pada kas kecil. 5) Setiap Satuan. 4) Tanda terima atau kwitansi harus dibuat rangkap 2 (dua). ketentuan dan prosedur keuangan harus dilaksanakan secara ketat (disiplin). Oleh karena itu. Administrasi Keuangan Untuk menjamin agar keuangan gudep terorganisasikan dengan baik.

6) Pemeriksaan Setiap akhir tahun diperlukan adanya pemeriksaan keuangan meliputi semua pengoperasian dana di gudep maupun satuan dan di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gudep bila dianggap perlu dibantu auditor yang independen. Kemukakan sejarah tentang . c) Ambalan Penegak oleh Dewan Ambalan. 7) Usaha Dana (Fundrising) Dalam usaha dana perlu ada penjelasan bahwa Gerakan Pramuka memerlukan dukungan bantuan untuk pelaksanaan kegiatannya. Usaha dana bukanlah suatu pelatihan untuk meminta-minta. b) Pastikan bahwa alasan untuk memerlukan dana tambahan cukup kuat. Caranya dengan melakukan pendekatan kepada orang yang akan diminta bantuan dana tersebut yang dilakukan dengan sebaik-baiknya.b) Pasukan Penggalang oleh Dewan Penggalang. Ingat bahwa orang merespon kebutuhan yang nyata. Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam usaha dana: a) Cari identifikasi sumber-sumber dana. Ketua Gudep harus mengawasi dan memeriksa apakah ketentuan administrasi dan prosedur dilaksanakan dengan baik dan benar. d) Racana Pandega oleh Dewan Racana.

c) Pengumpulan dana Semua usaha dana harus dengan meminta. dan kegiatan-kegiatan lain di tingkat kwartir. misalnya untuk mengikuti jambore. lomba tingkat. tergantung dengan siapa yang akan dimintai.keberhasilan Gerakan Pramuka dan harus mampu menunjukkan bahwa dana yang dikumpulkan akan sangat berguna untuk menambah peralatan dan melaksanakan kegiatan yang lebih banyak. yang penting adalah siapa yang akan meminta dan bagaimana cara yang baik untuk meminta. Penghasilan dan Iuran Penghasilan Gudep diperoleh dari: a) Iuran anggota yang besarnya ditentukan oleh Mugus. 2) Harus diingat bahwa uang yang dikelola oleh gudep haruslah uang yang jelas dan halal. . d) Ucapan terima kasih Proses yang terpenting pada usaha dana adalah ucapan terima kasih setelah menerima dana dan menyampaikan informasi tentang penggunaannya. Laporan Keuangan bulanan 1) Bendahara membuat laporan bulanan kepada Ketua Gudep pada setiap akhir bulan. 3. n.

PROGRAM KERJA TAHUNAN I.1510104 PROGRAM KERJA GUDEP 1510103 . Rakit dan Terap 3. c) Bantuan dari masyarakat yang tidak mengikat. Pencapaian SKU 2. d) Lain-lain sumber yang tidak bertentangan dengan Perundang-undangan Negara. 2 macam SKK Agama b. Meningkatkan Latihan Pramuka dari Jenjang Penggalang Ramu. 2 macam SKK Patriotisme dan seni budaya . Pencapaian SKK Berusaha untuk pencapaian SKK 10 macam meliputi: a. b) Gudep wajib membayar iuran bulanan kepada Kwarran PROGRAM KERJA GUDEP 1510103 .b) Bantuan dari Pemerintah. Pembina Pramuka.1510104 PANGKALAN SMP ISLAM RENGASDENGKLOK MASABAKTI 2008-2009 A. Pelaksanaan iuran : a) Para Pramuka. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. sesuai peraturan yang berlaku. dan anggota Mabigus wajib membayar iuran bulanan kepada gudepnya.BIDANG KEGIATAN DAN LATIHAN PESERTA DIDIK 1.

MusyawarahPasukan II. Perkemahan HUT Pramuka 8. Buka Puasa Bersama 1Kali III. KEGIATAN BERSAMA ANTAR GUGUS DEPAN 1. Ketertiban. 2 macam SKK Ketangkasan dan kesehatan d. Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris 12. Mengirimkan Pembina untuk mengikuti pertemuan-pertemuan\ Pembina yang diselenggarakan oleh Kwartir . Prikemanusiaan. Bakti Sosial (Baksos) 2Kali 5. Perkemahan Sabtu Minggu (2 kali) 7. 2 macam SKK sosial. Latihan Gabungan (LATGAB) 2 Kali 6.. 2 macam SKK keterampilan dan tekhnik pembangunan e. Isro Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peringatan Hari-hari Nasional 4. Wide Game/LT-1 10. Masyarakat. Perkemahan Luar Kota 6. Gotong royong. 2. Mengirimkan Pembina untuk Mengikuti Kursus Pembina yang diselenggarakan oleh Kwarcab 2. Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Pelantikan Anggota Baru 9. Orientasi Pramuka 11. Silaturahmi dengan Alumni 3. BIDANG PENDIDIKAN ORANG DEWASA 1.c. Perdamaian dunia dan lingkungan hidup 4. Gladian Pinru 5.

000 . Bintang Tahunan 2. 1. TKK (Tanda Kecakapan Khusus) V. Buku Pegangan Pembina 2. 72. Piagam Penghargaan 3. Perlengkapan Pasukan Penggalang 3. 600. 528. TKU (Tanda Kecakapan Umum) 4. Rencana Pengeluaran a. Surat Perijinan Kegiatan VI. Biaya Kegiatan Gugus Depan Rp.000 2. 1.000 b. BIDANG KEUANGAN 1.000. Stempel Surat dan perangkat-perangkat buku administrasi.000 b. Sanggar Bakti Gugus Depan 4. 1.000. Papan Nama Gugus Depan. BIDANG SARANA DAN ADMINISTRASI Mengusahakan tersedianya: 1. Biaya Kegiatan Penggalang Rp. Iuran Pramuka Rp. Sumbangan Mabigus Rp. 500 x 30 x 40 minggu Rp. 5.600. 200 x 30 x 12 bln Ke Kwarran Rp. Rencana Pemasukan a.600.000 c.IV. BIDANG TANDA PENGHARGAAN 1.000 Jumlah Rp.000 Jumlah Rp. Iuran Pramuka Rp. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful