PROGRAM MONITORING DAN AKUNTABILITAS

Latar Belakang
• Monitoring bagian integral dalam kebijakan pendidikan • monitoring akan menuju pada akuntabilitas sebuah lembaga pendidikan • Monitoring menuju pada pendidikan yang bermutu

Pengertian Monitoring dan Akuntabilitas
Monitoring dan akuntabilitas merupakan satu kesatuan yang integral dalam evaluasi pendidikan

Monitoring
• manajemen perencanaan yang bertanggung jawab untuk mengelola sebuah rancangan dengan cara tertentu agar tujuan rancangan tercapai. Monitoring adalah kegiatan proyek internal yang menyediakan umpan balik terhadap manajemen rancangan untuk kemajuan proyek, masalah yang dihadapi, dan efisiensi implementasinya ( Bamberger dan Hewitt, 1986)

Int. cited in Richards.1992. dan yang paling penting dalam monitoring adalah bahwa hasil dari evaluasi dalam kebijakan sebuah lembaga (Kiesler dan Sproull.Printed in Great Britain . 1982.No. monitoring perlu mengevaluasi informasi tersebut. J. 1988) .12.Monitoring • Monitoring adalah sebuah sistem kegiatan dengan tiga komponen penting: Monitoring memerlukan pengumpulan data informasi reguler .1 hal 65-73. Educational Development. vol.

ElemenProgress Expected monitoring. + Criteria and Standard Adjusment Collection of Information Evaluation Of Information Action by Project Management .

Kesatuan yang dimonitor dianggap sebuah sistem dalam satu konteks: input. . sistem penyimpanan informasi dan pengambilan informasi. yang disebut sebagai keseluruhan pengumpulan data dan instrument. proses dan model output. Monitoring itu sendiri dianggap sebagai sebuah sistem. Hopkins (1985) dan Posavac dan carey (1989) sebuah pendekatan sistem yang mendasari monitoring. dan prosedur tentang pelaporan dan evaluasi informasi. seperti casey dan Kumar (1987).Monitoring • Penulis lain.

Poin Yang sama dalam Definisi Monitoring •Koleksi Data / Informasi •Pelaporan Informasi •Evaluasi Informasi .

Akuntabilitas • Seorang Pimpinan Secara Terus Menerus “Berada dalam Todongan Senjata” .

tanggungjawab.Akuntabilitas Dimensi. kewenangan. evaluasi dan kontrol .

1995: Akuntabilitas adalah tanggungjawab yang diemban oleh pihak berwenang untuk melakukan sesuatu. Tanggung jawab untuk menggunakan kewenangan dengan benar dan terpercaya.Akuntabilitas Heim. .

meliputi tanggung jawab terhadap akibat dan hasil tindakan seseorang baik positif atau negatif dan apakah disengaja atau tidak. .Akuntabilitas • Akuntabilitas prosedural tampaknya mencakup definisi akuntabilitas yang disampaikan oleh Brown (1990). McDonell (1990) dan Scriven (tanpa tahun) • Akuntabilitas konsekuensi . darling Hammond (1992).

. ”responsibility”. .... hasil yang tak terselesaikan (1977)..Akuntabilitas • Definisi lain : Foundation Program Assesment and Improvement Sytem (FPAIS): menentukan dan menerima tanggungjawab....

providing supplies & classroom classroom materials students.Who Is Akuntabilitas (“Pertanyaan”) Whom? For What? To Responsible? education officials accounting for use of BOE. Legislature. public program funds (& federal government for federal monies) school principal. BOE. parents. school attendance principal . education officials. parents teachers.. Legislature.g. books) maintaining grade records & student students. public classroom teacher (e.

keselamatan dalam proses) layanan langsung layanan pendukung layanan administratif lain manajemen organisasi .Akuntabilitas (“Pertanyaan”) Cakupan : • • • • • • • • Keuangan personil fasilitas perlindungan dari klien utama (contoh.

Akuntabilitas Konsekuensi (Tepat) .

Akuntabilitas Sekolah (instruksi kelas) .

PENGEMBANGAN PELAYANAN MONITORING DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENDIDIKAN • Pada awal tahun 2006 sebuah strategi komprehensif untuk memonitor pendidikan di Jerman. • pusat penilaian silang antar negara bagian untuk mengevaluasi performan siswa di Jerman dengan mengacu pada standar pendidikan • Komparasi penilaian performan siswa dengan mengacu pada standar pendidikan untuk mengevaluasi performan sekolah dalam skala nasional • gabungan laporan pendidikan pada tingkat federal dan state . Komponen utamanya adalah . • partisipasi dalam penilaian internasional terhadap performan siswa.

dan UNESCO .menyusun standar penting dalam laporan pendidikan. . Komisi Eropa untuk Pendidikan. OECD mempublikasikan tiap tahun Education at a Glance dan Education Policy Analysis dan Komisi Eropa Key Data on Educationan in Europe.PENGEMBANGAN PELAYANAN MONITORING DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENDIDIKAN Laporan internasional khususnya yang dipublikasikan oleh OECD. dengan kombinasi indikator dalam serangkaian waktu dan analisis mendalam tentang topic tertentu.

dan c. tetapi secara prinsip ada tiga jenis laporan pendidikan. Swiss. French.Temuan dalam analisis laporan pendidikan nasional dan internasional • Ada kesepakatan internasional secara luas tentang kebutuhan data atau laporan pendidikan berbasis indikator • Tetapi ada banyak variasi bentuk dan struktur dalam laporan pendidikan negara . a. Japan). Swedia). laporan tertulis yang ditulis ilmuwan yang utamanya didasarkan pada data yang dikemoentari dan temuan penelitian (Jerman. dan sebagian Amerika) • Titik berat diberikan pada domain tertentu dalam sistem pendidikan yang berbeda. tetapi fokus cenderung pada pendidikan sekolah . Inggris. b. laporan yang didasarkan pada inspeksi (Belanda. laporan yang utamanya didasarkan pada statistik pendidikan (Canada.

kecendrungannya jelas pada terget kerjasama antara statistik dan ilmu pengetahuan . beberapa mempublikasikan dengan sangat detil dalam sejumlah domain dan sistem • Cakupan pendidikan luar sekolah berbeda. • Relatif apa yang dipraktekan dari data temuan penelitian dan hasil komparasi internasional tentangperforman siswa.Temuan dalam analisis laporan pendidikan nasional dan internasional • Semua laporan didasarkan pada model evaluasi contektinput-proses-produk • Tidak semua negara menyajikan “tinjauan yang lengkap” tentang kebijakan informasi yang relevan dalam sistem pendidikan.

PENGEMBANGAN PELAYANAN MONITORING DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENDIDIKAN INDONESIA: •EDS •MSPD .

EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) DAN MONITORING SEKOLAH oleh PEMERINTAH DAERAH (MSPD) DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) Permendiknas no 63/2009 6/4/2012 23 .

24 .PARADIGMA BARU SPMP SPMP memperkenalkan sebuah pergeseran dari paradigma yang bertumpu kepada inspeksi eksternal menuju paradigma yang bertumpu kepada tanggung jawab tiap pemangku kepentingan pendidikan untuk menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan.

dan evaluasi kinerja masing-masing (PP no. 19/2005 pasal 49) • Satuan Pendidikan mengembangkan visi dan misi…. dan akuntabilitas (PP no. partisipasi. kemitraan. keterbukaan. 19/2005 pasal 65) • Satuan Pendidikan wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan untuk memenuhi atau melampaui SNP (PP no.19/2005 pasal 91) .PENJAMINAN MUTU INTERNAL OLEH SATUAN PENDIDIKAN • Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang dikdasmen menerapkan manajemen berbasis sekolah : kemandirian.

Hakikat Penjaminan Mutu Pendidikan Peningkatan mutu pendidikan Analisis data dan Pelaporan (Rekomendasi) SPM dan SNP Pengumpulan data Penjaminan mutu pendidikan 26 .

not a Destination)  Mutu adalah tanggung jawab bersama (Quality is everybody’s business) .FILSAFAT PENJAMINAN MUTU  Mutu berproses dan bukan tujuan akhir (Quality is a Journey.

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Beberapa strategi dan program terkoordinasi yang dirancang dan dilaksanakan di semua tingkatan dalam sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan hasil pembelajaran semua peserta didik 2 8 .

STRATEGI PENGKAJIAN MUTU PENDIDIKAN SPM DAN SNP SERTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL PTK (Tahunan) EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) (Tahunan) SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROGRAM AKREDITASI SEKOLAH OLEH BAN (5Tahunan) SURVEI TAHUNAN PENDIDIKAN OLEH BALITBANG (Tahunan) ar270509 MONITORING SEKOLAH OLEH PEMERIMNTAH DAERAH (MSPD) (Tahunan) UJIAN NASIONAL (Tahunan) 29 .

3 0 .Konsep EDS EDS adalah proses evaluasi diri sekolah yamg bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan RPS/RKS dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kab/kota.

Sekolah mengetahui tingkat pencapaian dalam SPM dan SNP sebagai dasar perbaikan. Sekolah dapat menyusun RPS/RKS sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. 3. 3 1 . 2.Tujuan EDS 1. Sekolah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP.

LINGKUP EDS EDS menjawab 3 pertanyaan utama : 1. Bagaimana kita mengetahuinya? 3. Seberapa baik kinerja sekolah kita ? 2. Bagaimana kita memperbaikinya? 32 .

Instrument EDS  Identifikasi indikator esensial (SPM dan SNP)  Rumusan spesifikasi empirik  Deskripsi kinerja pencapaian  Dukungan bukti fisik  Posisi pencapaian kinerja 33 .

34 .Tingkat Pencapaian SPM dan SNP Tiap Standar ada 4 tingkat pencapaian: 1. Tingkat 4 – memenuhi dan melampaui SNP. Tingkat 2 – memenuhi SPM. Tingkat 3 – memenuhi SNP. 3. 2. 4. Tingkat 1 – belum memenuhi SPM-SNP.

Informasi kualitatif (yang pokok): Wawancara dengan pendidik.Bukti Fisik dalam EDS 1. peserta didik. Silabus. Data kuantitatif: Jumlah siswa. notulen rapat guru/komisi sekolah dsb. Buku laporan ke orang tua. kuesioner. absendi. hasil ujian. Kumpulan soal. orang tua. prestasi akademik/non akademik. 35 . 2. 3. observasi dll. RPP. dsb. Dokumen yang tersedia: KTSP.

3. 4. Wakil orang tua siswa. Kepala Sekolah. Pengawas – sebagai fasilitator/pembimbing 36 . 5.Siapa yang Melaksanakan EDS EDS dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri atas: 1. 2. Wakil Komite Sekolah. Wakil unsur guru.

2. 3.Apa yang perlu dalam EDS 1. 37 . Perlu kejujuran dalam menilai diri sendiri – tak perlu mengada ada sebab semuanya adalah dasar untuk mengembangkan sekolah. Memakai Instrumen EDS dalam menilai Kinerja: Menilai SPM dan SNP dalam 4 tingkat ketercapaian. Memasukkan hasilnya dalam Format Laporan: Dasar penyusunan RPS dan pengisian format MSPD.

Tingkat kab/kota: Hasil EDS sebagai masukan dan dasar perencanaan investasi pendidikan dan dukungan sumber daya kepada sekolah (MSPD). 38 . 2. Tingkat Sekolah: Mengevaluasi dan melaporkan ketercapaian SPM dan SNP dan hasilnya sebagai dasar RPS.Manfaat EDS 1.

Apa MSPD? Monitoring yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah (terutama Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama) terhadap kinerja sekolah secara menyeluruh dalam mencapai SPM dan SNP dan hasilnya menjadi dasar perencanaan dan tindakan selanjutnya dalam upaya penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. 39 .

40 . kepala sekolah dan guru dalam pencapaian SPM dan SNP yang akan menjadi dasar untuk perencanaan dan tindakan perbaikan kinerja selanjutnya secara umum.Apa Tujuan MSPD Agar instansi tingkat kab/kota dapat memperoleh data secara menyeluruh tentang kinerja sekolah.

Pengembangan profesional yang berkelanjutan 5.Pengembangan kebijakan 4.Penggunaan Hasil MSPD 1.Peningkatan sekolah 41 .Pembiyaan dan aloksi sumberdaya dan dana 3.Perencanaan 2.

MSPD kab/kota MSPD sekolah binaan(agregasi) MSPD Sekolah Binaan (Agregasi) MSPD sekolah/individual MSPD Sekolah individual MSPD Sekolah individual MSPD Sekolah individual 42 Evaluasi Diri Sekolah .

pilot program pada 17 kota/kabupaten (Oktober 2009 – Februari 2010) • Monev piloting (November 2009 – Februari 2010) • Revisi Panduan Teknis EDS dan MSPD (Maret 2010) • Mulai dilaksanakan lebih luas lagi secara nasional (April 2010) 43 .EDS-MSPD Program Piloting di 17 Provinsi • Pelaksanaan Program Rintisan .

Kemenag) MSPD Instrument sosialisasi August 2009 (Arya Duta) Revisi MSPD=> EDS – MSPD (Sept 2009) MSPD 3 kab/kota EDS – MSPD Oktober 2009 44 .revisi EDS akhir 2008 – 3 kab/kota MSPD awal Mei 2009 (Kemendiknas.

now Piloting EDSMSPD 14 kab/kota Nov-Dec 2009 MONEV EDSMSPD 17 kab/kota Des-Jan 2010 Working group & National workshop – Feb 2010 Penulisan akhir EDS – MSPD Mar 2010 Penyerahan EDS – MSPD ke Kemendiknas & Kemenag Maret 2010 45 .

ADA PIRING ADA GELAS JUGA ADA CANGKIR MONITORING & AKUNTABILITAS SAMPAI JUGA PADA AKHIR .

ADA IKAN ADA PENYU SEKIAN THANK YOU .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful