Motivasi Belajar dan Teori Kebutuhan (Maslow

)
Posted on Mei 15, 2008 by motivasibelajar
Motivasi Belajar dan Teori Kebutuhan (Maslow) Sementara para ahli teori perilaku (Bandura, 1986 ; Skinner, 1953 ) berbicara perihal motivasi belajar untuk mendapatkan penguatan (reinforcement) dan menghindari hukuman (punishment), para ahli teori motivasi yang lain seperti Maslow, 1954, lebih menyukai konsep motivasi belajar untuk memenuhi kebutuhan. Beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh kita semua adalah makanan, rasa aman, cinta, dan pemeliharaan harga diri positif. Manusia berbeda dalam tingkat pentingnya mereka menaruh perhatian terhadap tiap-tiap kebutuhan itu. Sebagian orang terus-menerus membutuhkan kepastian bahwa dirinya dicintai dan dihargai; sementara itu yang lain memiliki kebutuhan lebih besar untuk kenyamanan fisik dan rasa aman. Di samping itu, orang yang sama memiliki kebutuhan berbeda pada waktu yang berbeda; segelas air akan jauh lebih disukai saat ditawarkan setelah lari 5000 meter daripada saat ditawarkan setelah selesai makan makanan ringan. Hierarki Kebutuhan Maslow Karena manusia memiliki banyak kebutuhan, pada waktu tertentu kebutuhan manakah yang mereka coba untuk dipenuhi. Maslow mengemukakan hierarki atau tingkatan kebutuhan yang terdiri atas dua bagian utama yaitu: (1) kebutuhan dasar, berada pada hierarki paling bawah, berturut-turut terdiri dari (a) kebutuhan fisiologis; (b) kebutuhan akan rasa aman; ( lebih banyak dapat menjadi besar.c) kebutuhan untuk dicintai; (d) kebutuhan untuk dihargai ; dan (2) kebutuhan tumbuh, yang berada di atas kebutuhan dasar, berturut-turut dari bawah terdiri dari: (a) kebutuhan untuk mengetahui dan memahami; (b) kebutuhan keindahan; (c) kebutuhan aktualisasi diri. Menurut teori kebutuhan Maslow, kebutuhan yang berada pada hierarki lebih paling bawah tidak harus dipenuhi sebagian sebelum seseorang akan mencoba untuk memiliki kebutuhan yang lebih tinggi tingkatannya. Sebagai misal seorang yang lapar atau seorang yang secara fisik dalam bahaya tidak begitu menghiraukan ntuk mempertahankan konsep diri positip (gambaran terhadap diri sendiri sebagai orang baik) dibandingkan untuk mendapatkan makanan atau keamanan; namun begitu, orang yang tidak lagi lapar atau tidak lagi dicekam rasa takut, kebutuhan akan harga diri menjadi penting. Satu konsep penting yang diperkenalkan Maslow adalah perbedaan antara kebutuhan dasar dan kebutuhan tumbuh. Kebutuhan dasar (fisiologis, rasa aman, cinta, dan penghargaan) adalah kebutuhan yang penting untuk kebutuhan fisik dan psikologis; kebutuhan ini harus dipenuhi. Sekali kebutuhan ini dipenuhi, motivasi seseorang untuk memenuhi kebutuhan ini surut. Sebaliknya kebutuhan tumbuh, sebagai misal kebutuhan untuk mengetahui dan memahami sesuatu, menghargai keindahan, atau menumbuhkan dan mengembangkan apresiasi (penghargaan) dari orang lain, tidak pernah dapat dipenuhi seluruhnya. Dalam kenyataannya, semakin orang dapat memenuhi kebutuhan mereka untuk mengetahui dan memahami dunia di sekeliling mereka, motivasi belajar mereka dapat menjadi semakin besar dan kuat.

http://motivasibelajar.wordpress.com/2008/05/15/post2/

(3) persistensi pada kegiatan. antara lain : (1) teori Abraham H. (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs). mental. (6) Teori penetapan tujuan. M. Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan . (4) ketabahan. (2) frekuensi kegiatan. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya. Teori Abraham H. yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status. dan (9) teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi. (2) Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi). (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs). baik dalam konteks belajar. manajer. (3) teori Clyton Alderfer (Teori ERG). dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik. (4) teori Herzberg (Teori Dua Faktor). seperti : rasa lapar. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu. dan peneliti. (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan. baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).Pd. (2) kebutuhan rasa aman (safety needs). Maslow (Teori Kebutuhan) Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs).183-190. (7) Teori Victor H. (disarikan dari berbagai sumber : Winardi. Siagian. istirahat dan sex. dan (5) aktualisasi diri (self actualization). akan tetapi juga mental. misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer.Posted on 04 Oktober 2008 oleh : Akhmad Sudrajat. (8) teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku. (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan. sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. haus. Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator. 286-294. yang jelas adalah bahwa sifat.140-167)1. diantaranya: (1) durasi kegiatan. jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain.. Vroom (teori Harapan). intelektual dan bahkan juga spiritual. Dalam konteks studi psikologi. keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan. Fred Luthan. (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan. (5) teori Keadilan. kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi. akan tetapi bersifat pskologikal. bekerja maupun dalam kehidupan lainnya. Sondang P. (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan.Teori-Teori Motivasi By akhmadsudrajat . Untuk memahami tentang motivasi. Indriyo Gitosudarmo dan Agus Mulyono. psikologikal dan intelektual. 2001:69-93. Maslow (Teori Kebutuhan). tidak dalam arti fisik semata. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan. terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang.

(2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri. manusia. 3. b. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG) Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” .” Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda. pangan.. Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu. Dalam hubungan ini. demikian pula seterusnya. berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua. seperti kemujuran misalnya. memerlukan teman serta ingin berkembang. yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman. mencapai standar tinggi. Menguasai. atau mengorganisasi obyek-obyek fisik. ketiga dan seterusnya. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi) Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki.sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang.berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka. Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. merasa dihargai. Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat. memanipulasi. sesuai kondisi yang berlaku. sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama. akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang. Atau secara analogi berarti anak tangga. dan bukan karena faktor-faktor lain.dalam hal ini keamanan. teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan. c. dan papan terpenuhi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit.2. terutama kebutuhan fisik. Mengatasi kendala-kendala. namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia. perlu ditekankan bahwa : a.. Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil. Artinya. sambil memuaskan kebutuhan fisik. dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah. seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman. kedua. Akronim “ERG” dalam teori Alderfer . atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin. bahkan dikatakan mengalami “koreksi”.

Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor) Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain. Menurut Herzberg. teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia. makin besar pula keinginan untuk memuaskannya. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik. yaitu : a.merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi). yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. c. Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa : a. Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan. b. Pertama. kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Teori Keadilan Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Kedua. sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. kebijakan organisasi. Artinya. yang berarti bersumber dalam diri seseorang. dua kemungkinan dapat terjadi. Sebaliknya. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang. teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya. apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik. Artinya. kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow. keberhasilan yang diraih. dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan) Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. 5. semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi. 4. kesempatan bertumbuh. semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar. karena menyadari keterbatasannya. hubungan seorang individu dengan atasannya. yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi. Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu. secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar. sistem administrasi dalam organisasi. “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai. hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya. atau .

Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut teori ini. dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya. keterampilan. sifat pekerjaan dan pengalamannya. Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis. apalagi meluas di kalangan para pegawai. dan (d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Teori Victor H. seperti ketidakpuasan. (c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi. seperti pendidikan. Sebaliknya. 6. apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu. Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan caracara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. d. Teori penetapan tujuan (goal setting theory) Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : (a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian. tingkat kemangkiran yang tinggi. jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis. Artinya. Bagan berikut ini menyajikan tentang model instruktif tentang penetapan tujuan 7. yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Dalam menumbuhkan persepsi tertentu. seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing. Vroom. 8. c. sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas. Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana. b. Vroom (Teori Harapan ) Victor H. Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi. Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul. yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya. teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar. seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding. Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi. (b) tujuan-tujuan mengatur upaya. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya. Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri. dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain. yaitu : a. motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku Berbagai teori atau model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang .b. motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah. apalagi cara untuk memperolehnya.

Artinya. cara-cara tersebut ditempuh dengan “gaya” yang manusiawi pula. (b) harga diri. (c) harapan pribadi. Juru tik tersebut mendapat pujian dari atasannya. (e) keinginan. dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Contoh yang sangat sederhana ialah seorang juru tik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam waktu singkat. Padahal dalam kehidupan organisasional disadari dan diakui bahwa kehendak seseorang ditentukan pula oleh berbagai konsekwensi ekstrernal dari perilaku dan tindakannya. Karena juru tik tersebut menyenangi konsekwensi perilakunya itu. akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri. (f) kepuasan kerja. mungkin disertai ancaman akan dikenakan sanksi indisipliner. yaitu datang tepat pada waktunya di tempat tugas. Tampaknya terdapat kesepakan di kalangan para pakar bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu . (c) organisasi tempat bekerja. para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik. Contoh sebaliknya ialah seorang pegawai yang datang terlambat berulangkali mendapat teguran dari atasannya. Pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. (d) kebutuhaan.bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif.psb-psma. yang pada gilirannya diharapkan mempunyai konsekwensi positif lagi di kemudian hari. Menurut model ini. Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang. Teguran dan kemungkinan dikenakan sanksi sebagi konsekwensi negatif perilaku pegawai tersebut berakibat pada modifikasi perilakunya. http://www. Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna. Penting untuk diperhatikan bahwa agar cara-cara yang digunakan untuk modifikasi perilaku tetap memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang harus selalu diakui dan dihormati. Dalam hal ini berlakulah apaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan. dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model. antara lain ialah : (a) jenis dan sifat pekerjaan. 9. ia lalu terdorong bukan hanya bekerja lebih tekun dan lebih teliti. (d) situasi lingkungan pada umumnya. (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.org/content/blog/teori-teori-motivasi . motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut. misalnya dengan belajar menggunakan komputer sehingga kemampuannya semakin bertambah. (g) prestasi kerja yang dihasilkan. (e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya. dari berbagai faktor di luar diri seseorang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku. baik yang bersifat internal maupun eksternal.

ac.http://ebookbrowse.usu.ac.id/bitstream/123456789/17468/3/Chapter%20II.com/teori-teori-motivasi-pdf-d100370575 http://elearning.gunadarma.pdf http://repository.pdf .id/docmodul/pengantar_manajemen_sumber_daya_manusia/bab_6_m otivasi.

Sobry Sutikno - Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Adapun menurut Mc.PERAN GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Oleh M. bukan membuat Anda pusing. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. ditandai dengan adanya feeling. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi. yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Donald. • Motivasi Intrinsik. bukanlah masalah bagi guru. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. tetapi atas dasar kemauan sendiri. suruhan. akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. Motivasi ada dua. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya. motivasi sangat diperlukan. . tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. . Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya.M. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. Dalam kegiatan belajar. apakah karena adanya ajakan. sebagai berikut: 1. Sobry Sutikno Pembelajaran efektif. motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi. dan dirangsang karena adanya tujuan. yaitu motivasi intrinsik. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. • Motivasi Ekstrinsik. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. Dalam kegiatan belajar. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan.

4. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran *Penulis adalah Direktur Eksekutif YNTP for research and Development Kabupaten Sumbawa Barat – NTB (Tode Dasan.Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. 6. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok 9. Kecamatan Jereweh. Di samping itu. KSB) http://www.or.html . Membentuk kebiasaan belajar yang baik 8. 2.bruderfic. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Saingan/kompetisi Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. 7. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. Menggunakan metode yang bervariasi. Hukuman Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Tentunya pujian yang bersifat membangun. dan 10. Pujian Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian.id/h-129/peran-guru-dalam-membangkitkan-motivasi-belajar-siswa. siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. 5. 3. Hadiah Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Desa Dasan Anyar.