Motivasi Belajar dan Teori Kebutuhan (Maslow

)
Posted on Mei 15, 2008 by motivasibelajar
Motivasi Belajar dan Teori Kebutuhan (Maslow) Sementara para ahli teori perilaku (Bandura, 1986 ; Skinner, 1953 ) berbicara perihal motivasi belajar untuk mendapatkan penguatan (reinforcement) dan menghindari hukuman (punishment), para ahli teori motivasi yang lain seperti Maslow, 1954, lebih menyukai konsep motivasi belajar untuk memenuhi kebutuhan. Beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh kita semua adalah makanan, rasa aman, cinta, dan pemeliharaan harga diri positif. Manusia berbeda dalam tingkat pentingnya mereka menaruh perhatian terhadap tiap-tiap kebutuhan itu. Sebagian orang terus-menerus membutuhkan kepastian bahwa dirinya dicintai dan dihargai; sementara itu yang lain memiliki kebutuhan lebih besar untuk kenyamanan fisik dan rasa aman. Di samping itu, orang yang sama memiliki kebutuhan berbeda pada waktu yang berbeda; segelas air akan jauh lebih disukai saat ditawarkan setelah lari 5000 meter daripada saat ditawarkan setelah selesai makan makanan ringan. Hierarki Kebutuhan Maslow Karena manusia memiliki banyak kebutuhan, pada waktu tertentu kebutuhan manakah yang mereka coba untuk dipenuhi. Maslow mengemukakan hierarki atau tingkatan kebutuhan yang terdiri atas dua bagian utama yaitu: (1) kebutuhan dasar, berada pada hierarki paling bawah, berturut-turut terdiri dari (a) kebutuhan fisiologis; (b) kebutuhan akan rasa aman; ( lebih banyak dapat menjadi besar.c) kebutuhan untuk dicintai; (d) kebutuhan untuk dihargai ; dan (2) kebutuhan tumbuh, yang berada di atas kebutuhan dasar, berturut-turut dari bawah terdiri dari: (a) kebutuhan untuk mengetahui dan memahami; (b) kebutuhan keindahan; (c) kebutuhan aktualisasi diri. Menurut teori kebutuhan Maslow, kebutuhan yang berada pada hierarki lebih paling bawah tidak harus dipenuhi sebagian sebelum seseorang akan mencoba untuk memiliki kebutuhan yang lebih tinggi tingkatannya. Sebagai misal seorang yang lapar atau seorang yang secara fisik dalam bahaya tidak begitu menghiraukan ntuk mempertahankan konsep diri positip (gambaran terhadap diri sendiri sebagai orang baik) dibandingkan untuk mendapatkan makanan atau keamanan; namun begitu, orang yang tidak lagi lapar atau tidak lagi dicekam rasa takut, kebutuhan akan harga diri menjadi penting. Satu konsep penting yang diperkenalkan Maslow adalah perbedaan antara kebutuhan dasar dan kebutuhan tumbuh. Kebutuhan dasar (fisiologis, rasa aman, cinta, dan penghargaan) adalah kebutuhan yang penting untuk kebutuhan fisik dan psikologis; kebutuhan ini harus dipenuhi. Sekali kebutuhan ini dipenuhi, motivasi seseorang untuk memenuhi kebutuhan ini surut. Sebaliknya kebutuhan tumbuh, sebagai misal kebutuhan untuk mengetahui dan memahami sesuatu, menghargai keindahan, atau menumbuhkan dan mengembangkan apresiasi (penghargaan) dari orang lain, tidak pernah dapat dipenuhi seluruhnya. Dalam kenyataannya, semakin orang dapat memenuhi kebutuhan mereka untuk mengetahui dan memahami dunia di sekeliling mereka, motivasi belajar mereka dapat menjadi semakin besar dan kuat.

http://motivasibelajar.wordpress.com/2008/05/15/post2/

baik dalam konteks belajar. (6) Teori penetapan tujuan. Untuk memahami tentang motivasi. yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status. tidak dalam arti fisik semata. (2) Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi). haus. jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Sondang P. istirahat dan sex. dan (9) teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi. (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs). (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan. Siagian. Fred Luthan. mental. Vroom (teori Harapan). Indriyo Gitosudarmo dan Agus Mulyono. terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang. 286-294. keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu. (4) teori Herzberg (Teori Dua Faktor). baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). akan tetapi juga mental. diantaranya: (1) durasi kegiatan. dan (5) aktualisasi diri (self actualization).183-190. (4) ketabahan. M. Dalam konteks studi psikologi. (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan. (2) frekuensi kegiatan. (2) kebutuhan rasa aman (safety needs). Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan . antara lain : (1) teori Abraham H.Pd.. 2001:69-93. Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator. (3) persistensi pada kegiatan. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik. manajer.Teori-Teori Motivasi By akhmadsudrajat . misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer. yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs). sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. (7) Teori Victor H. intelektual dan bahkan juga spiritual. (disarikan dari berbagai sumber : Winardi.140-167)1. seperti : rasa lapar. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan). Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi. akan tetapi bersifat pskologikal. psikologikal dan intelektual. Maslow (Teori Kebutuhan) Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan. (8) teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku. (5) teori Keadilan. dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata. bekerja maupun dalam kehidupan lainnya. (3) teori Clyton Alderfer (Teori ERG). Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya. kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang motivasi. yang jelas adalah bahwa sifat. (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan. dan peneliti. Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain. (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan.Posted on 04 Oktober 2008 oleh : Akhmad Sudrajat.

b. sesuai kondisi yang berlaku. bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya. atau mengorganisasi obyek-obyek fisik. Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis.. seperti kemujuran misalnya.berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional. mencapai standar tinggi. sambil memuaskan kebutuhan fisik.2. Atau secara analogi berarti anak tangga. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG) Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . pangan. sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. ketiga dan seterusnya. namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif. teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan. atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin. memanipulasi. perlu ditekankan bahwa : a. memerlukan teman serta ingin berkembang. seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman. akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Mengatasi kendala-kendala. merasa dihargai. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi) Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil. terutama kebutuhan fisik. dan bukan karena faktor-faktor lain. Menguasai. manusia.dalam hal ini keamanan. yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman. Artinya. Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang. berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua. Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia. (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri. Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka. demikian pula seterusnya. bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu. dan papan terpenuhi. c. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda. dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah. 3. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama. Akronim “ERG” dalam teori Alderfer .” Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan.sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang.. kedua. Dalam hubungan ini.

semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi. dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan) Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. keberhasilan yang diraih. yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu. semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi. kesempatan bertumbuh. b. sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. hubungan seorang individu dengan atasannya. “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. yaitu : a. 4. c. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik. Artinya. Artinya. teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia. Teori Keadilan Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain. apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai. secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. makin besar pula keinginan untuk memuaskannya.merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi). Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan. apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik. kebijakan organisasi. Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar. Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor) Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Pertama. sistem administrasi dalam organisasi. karena menyadari keterbatasannya. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi. Sebaliknya. hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya. seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya. kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang. dua kemungkinan dapat terjadi. yang berarti bersumber dalam diri seseorang. teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa : a. atau . Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow. Kedua. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang. Menurut Herzberg. 5.

tingkat kemangkiran yang tinggi. pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain. Artinya. motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah. apalagi meluas di kalangan para pegawai. apalagi cara untuk memperolehnya. Teori Victor H. sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas. keterampilan. (c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi. Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi. Sebaliknya. b. Vroom. seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding. yaitu : a. Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku Berbagai teori atau model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang . apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu. dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya. Menurut teori ini. seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing. Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi. jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis. seperti ketidakpuasan. sifat pekerjaan dan pengalamannya.b. yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya. Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan caracara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. (b) tujuan-tujuan mengatur upaya. dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya. dan (d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Bagan berikut ini menyajikan tentang model instruktif tentang penetapan tujuan 7. motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis. Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul. Vroom (Teori Harapan ) Victor H. 6. Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana. Teori penetapan tujuan (goal setting theory) Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : (a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian. c. 8. Dalam menumbuhkan persepsi tertentu. seperti pendidikan. teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar. d.

(d) situasi lingkungan pada umumnya. Penting untuk diperhatikan bahwa agar cara-cara yang digunakan untuk modifikasi perilaku tetap memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang harus selalu diakui dan dihormati. Teguran dan kemungkinan dikenakan sanksi sebagi konsekwensi negatif perilaku pegawai tersebut berakibat pada modifikasi perilakunya. Contoh yang sangat sederhana ialah seorang juru tik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam waktu singkat. mungkin disertai ancaman akan dikenakan sanksi indisipliner. Artinya. Menurut model ini. Dalam hal ini berlakulah apaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan. (e) keinginan. Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang.bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif. Pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. (c) harapan pribadi. Karena juru tik tersebut menyenangi konsekwensi perilakunya itu. Tampaknya terdapat kesepakan di kalangan para pakar bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu . misalnya dengan belajar menggunakan komputer sehingga kemampuannya semakin bertambah. dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model. cara-cara tersebut ditempuh dengan “gaya” yang manusiawi pula. baik yang bersifat internal maupun eksternal.psb-psma. http://www. (e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.org/content/blog/teori-teori-motivasi . (f) kepuasan kerja. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri. antara lain ialah : (a) jenis dan sifat pekerjaan. (d) kebutuhaan. (c) organisasi tempat bekerja. para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik. (g) prestasi kerja yang dihasilkan. (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung. Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna. Contoh sebaliknya ialah seorang pegawai yang datang terlambat berulangkali mendapat teguran dari atasannya. ia lalu terdorong bukan hanya bekerja lebih tekun dan lebih teliti. yang pada gilirannya diharapkan mempunyai konsekwensi positif lagi di kemudian hari. dari berbagai faktor di luar diri seseorang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut. 9. Padahal dalam kehidupan organisasional disadari dan diakui bahwa kehendak seseorang ditentukan pula oleh berbagai konsekwensi ekstrernal dari perilaku dan tindakannya. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi. dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. (b) harga diri. Juru tik tersebut mendapat pujian dari atasannya. akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya. motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. yaitu datang tepat pada waktunya di tempat tugas.

usu.com/teori-teori-motivasi-pdf-d100370575 http://elearning.pdf .pdf http://repository.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_sumber_daya_manusia/bab_6_m otivasi.http://ebookbrowse.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/17468/3/Chapter%20II.

• Motivasi Ekstrinsik. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu. tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Donald. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. . Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan).PERAN GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Oleh M. Dalam kegiatan belajar. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. yaitu motivasi intrinsik. Motivasi ada dua. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. Dalam kegiatan belajar. . sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Adapun menurut Mc. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Sobry Sutikno - Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik. sebagai berikut: 1. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi. dan dirangsang karena adanya tujuan. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.M. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. ditandai dengan adanya feeling. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Sobry Sutikno Pembelajaran efektif. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan. yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi. apakah karena adanya ajakan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya. tetapi atas dasar kemauan sendiri. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. bukan membuat Anda pusing. • Motivasi Intrinsik. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. motivasi sangat diperlukan. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. suruhan. bukanlah masalah bagi guru.

Desa Dasan Anyar. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Hukuman Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Menggunakan metode yang bervariasi. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok 9.id/h-129/peran-guru-dalam-membangkitkan-motivasi-belajar-siswa. Hadiah Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. 7. 3. Tentunya pujian yang bersifat membangun. 4. KSB) http://www. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran *Penulis adalah Direktur Eksekutif YNTP for research and Development Kabupaten Sumbawa Barat – NTB (Tode Dasan. 6. dan 10.html . 5. 2. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.or. Saingan/kompetisi Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Membentuk kebiasaan belajar yang baik 8. Di samping itu. Pujian Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Kecamatan Jereweh. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.bruderfic.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful