KONSEP KETATALAKSANAAN DALAM PROSEDUR DAN TATA KERJA Menurut Hartati Sukirman dalam bukunya administrasi dan supervisi

(2009: 33) tata laksana atau tata usaha pendidikan yaitu segenap proses kegiatan pengelolaan surat-menyurat yang dimulai dari menghimpun (menerima), mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan semua bahan keterangan yang diperlukan oleh organisasi. Dan menurut Muljani A. Nurhadi (1983: 91) ketatalaksanaan pendidikan atau tata usaha pendidikan merupakan salah satu kegiatan administrasi pendidikan di sekolah yang meliputi pembuatan surat, pengelolaan surat dan penataan arsip. Sedangkan menurut William Leffingwe dan Edwin Robinson yang telah diterjemahkan oleh The Liang Gie (2006: 10) pekerjaan kantor atau ketatalaksanaan ini pekerjaannya menyangkut segala usaha perbuatan menyangkut pembuatan warkat, pemakaian warkat-warkat dan pemeliharaannya guna dipakai untuk mencari keterangan di kemudian hari. Warkat adalah suatu surat atau dokumen tentang keuangan. Ketatalaksanaan merupakan salah satu elemen pendayagunaan aparatur dalam dalam menggerakkan jalannya organisasi pemerintah daerah disamping bidang sumber daya manuasia, pengawasan dan akuntabilitas, serta pelayanan ruang lingkup ketatalaksanaan meliputi penataan sistem, prosedur, aturan dan tata hubungan kerja, sehingga ketatalaksanaan terkait pula dengan perilaku hemat, kesederhanaan hidup, keteladaan, serta disiplin dan budaya kerja aparatur sendiri sendiri. Dalam sistem ketetalaksanaan mencakup proses pedoman umum standar operasi, mekanisme, tata kerja, hubungan kerja dan prosedur pada tingkat perencanaan dan pembuatan keputusan, pengorganisasian, pengelolaan, administrasi umum, keuangan, perlengkapan, pemantauan dan evaluasi kinerja organisasi serta melaksanakan koordinasi dan pengelolaan kearsipan, kurporalisasi, efesiensi dan tentang pengaturan budaya kerja, namun demikian saat ini kondisi pelaksanaan ketatalaksanaan masih belum mencerminkan penyelenggaraan penataan organisasi yang efesien, efektif pada organisasi pemerintahan daerah saat ini apalagi dalam pelaksanaan otonomi daerah dan perwujudan pemerintahan yang baik dipandang perlu untuk melakukan penyederhanaan sistem, prosedur, metoda dan tata kerja penyelenggara negara agar menjadi makin tertib dan efektif. Untuk mendukung arah kebijakan penyelenggaraan negara mengharuskan bidang Ketatalaksanaan meningkatkan fungsinya. Terutama peningkatan profesionalisme birokrasi, serta penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat disamping tentu juga memperhatikan kesejahteraan bagi penyelenggara tugas kepemerintahan itu sendiri sehingga penataan kembali sistem Ketatalaksanaan yang difokuskan kepada pelaksanaan desentralisasi dan didukung oleh pengelolaan dokumen / arsip yang efektif dan efisien akan dapat diwujudkan dalam peningkatan daya guna dan hasil guna suatu organisasi. Pelaksanaan efisiensi dan peningkatan produktifitas kerja aparatur dalam rangka perbaikan dan pengembangan ketatalaksanaan pemerintah daerah adalah suatu kebijakan yang penting dan kebijakan serta strategi dibidang penyederhanaan ketatalaksanaan meliputi:

Adapun 8 (delapan) faktor tersebut: 1. Dari peningkatan pembinaan. Melaksanakan penyederhanaan penyelenggaraan administrasi. Dalam penyelenggaraan tugas pokok suatu organisasi selalu adanya keadaan yang mempengaruhi dan faktor-faktor keadaan tersebut adalah: a. Mengembangkan dan meningkatkan kinerja aparatur dalam mewujudkan aparatur yang profesional.1. c. oleh karena itu keempat faktor tersebut harus terus dipantau dan dianalisa serta dimanfaatkan agar pengaruh positif dari empat faktor tersebut dapat ditingkatkan serta yang negatif dapat dihindari dan proses pengendalian keempat faktor inilah disebut sebagai perwujudan perkiraan strategis. Kelemahan. Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk pelaksanaan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Kelembagaan merupakan suatu wadah dimana akan bekerja sekelompok orang yang akan mewujudkan tujuan dari suatu organisasi. 5. kelembagaan yang ideal adalah bersifat dinamis dimana dapat dikembangkan sesuai dengan tuntutan kondisi keadaan yang dihadapi. Kelembagaan. Mengupayakan melaksanakan perubahan sikap dan prilaku aparatur untuk mewujudkan budaya kerja yang produktif dan transparan. Kekuatan. Ancaman. Meningkatkan pendayagunaan sumber daya yang dimiliki seoptimal mungkin. b. 4. 2. bermoral dan bertanggungjawab. dari sistem operasional prosedur tatalaksana 3. perkembangan kelembagaan . pengkajian dan pengembangan Ketatalaksanaan yang akan mempengaruhi tugas organisasi secara keseluruhan ada faktor penting sebagai suatu sasaran peningkatan kemampuan organisasi dan tatalaksana. Perkiraan Strategis. d. Dari 4 (empat) faktor diatas akan saling berpengaruh dan menentukan kebijakan dan penetapan program suatu organisasi. 2. Peluang.

Tata Cara Kerja. Dengan adanya tata cara kerja pelaksana tugas . 3. pengaturan tata kerja perlu dibuat terutama bagi unit kerja yang cenderung adanya tumpang tindih pekerjaan atau memang sungguh-sungguh memerlukan kerjasama yang diatur dengan tata hubungan kerja. Pedoman Kerja. 5. Pedoman kerja adalah suatu pengaturan tentang cara melaksanakan pekerjaan secara umum bagi setiap tugas yang dibebankan kepada bagianbagian atau deisi dari suatu organisasi. Tata cara kerja adalah rincian petunjuk kerja yang berupa ketentuan cara melaksanakan suatu pekerjaan. dalam uraian tugas pekerjaan harus adanya tugas pekerjaan yang dapat diketahui.merupakan suatu program yang berusaha meningkatkan efektivitas suatu kelembagaan dengan meningkatkan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan. 4. ruang lingkupnya serta tanggungjawab dan dengan adanya uraian tugas pekerjaan akan dapat untuk mengukur volume tugas. Uraian tugas pekerjaan harus dibuat bagi setiap jabatan. 6. 7. dipahami yang menjadi kewajiban. Petunjuk Pelaksanaan Kerja. Dengan adanya tata hubungan kerja diharapkan akan lebih memperjelas koordinasi antar unit kerja. Tata Hubungan Kerja. Petunjuk pelaksanaan kerja adalah petunjuk lebih lanjut dari pedoman kerja yang akan mengatur dan memberi petunjuk tentang suatu pekerjaan. Tata hubungan kerja adalah suatu pengetahuan hubungan kerja antara satu unit kerja dengan unit kerja lainnya dalam bentuk suatu koordinasi fungsional. Uraian Tugas Pekerjaan.

sistem. Kerjasama antar Instansi dibidang Ketatalaksanaan. Koordinasi. Proses dari suatu pelaksanaan ketatalaksanaan pada suatu organisasi akan mempengaruhi gerakan organisasi secara keseluruhan. dan untuk itu pada pemerintah daerah sebagaimana yang diharapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 dapat memuat kewenangan yang dimiliki menjadi suatu standarisasi pelaksanaan pekerjaan organisasi perangkat daerah. tata hubungan kerja. dan untuk itu unsur manusia juga menuntut terjadinya dinamika organisasi. 8. Membangun Koperasi Mandiri melalui Kemitraan. b. akan tetapi keadaan lingkungan kerja harus menjadi perhatian. pedoman kerja. e. KOPERASI MANDIRI YANG DIKELOLA OLEH MASYARAKAt. . serta dari proses pengaturan itulah nantinya akan dapat dilihat tingkat efektivitas dan kinerja suatu organisasi dapat berjalan dengan baik karena standarisasi tatalaksana dari suatu tugas/pekerjaan organisasi telah dapat mengukurnya. karena pada ketatalaksanaanlah pengaturan dari tugas suatu organisasi ditentukan. Dengan adanya faktor perkiraan strategis dan faktor lainnya seperti uraian tugas pekerjaan. Kunjungan Kerja.tidak perlu mencari sendiri altenatif cara kerja melainkan tinggal melaksanakan sesuai ketentuan. Evaluasi pelaksanaan kegiatan ketatalaksanaan. Percontohan Ketatalaksanaan. maka suatu organisasi telah siap dan dapat melakukan tugasnya. dalam melaksanakan sistem ketatalaksanaan perlu untuk mewujudkan suatu mekanisme pelaksanaan kegiatan yaitu: a. Pembinaan Sistem. petunjuk pelaksanaan kerja serta tata cara kerja. Ketatalaksanaan aparatur pemerintah saat ini perlu untuk disederhanakan yang ditandai oleh adanya perubahan pada mekanisme. d. efisien dan efektif sehingga nantinya akan berpengaruh pada proses perencanaan dan pelaksanaan serta pemantauan. yaitu pengaruh lingkungan organisasi itu sendiri. prosedur dan tata kerja agar dapat tertib. Dari delapan faktor tersebut. disamping kemampuan atau kompetensi dari sumber daya manusia yang ada pada organisasi tersebut dan pengaruh lain yang tidak bisa terlepas dari pergerakan suatu organisasi. c.

" papar pria yang saat ini aktif sebagai Sekretaris Yayasan Damandiri ketika diwawancarai di kampus Stekpi.Koperasi bukan merupakan kegiatan sosial tapi kegiatan bisnis dengan mendayagunakan potensi ekonomi anggotanya. Kalibata. Lalu kenapa dunia koperasi hingga memasuki era globalisasi dan pasar bebas AFTA 2003 belum juga mandiri? Secara normatif. yang bersifat bottom up. koperasi adalah kegiatan bisnis dengan mendayagunakan potensi ekonomi anggotanya. terlihat ada keunikan tersendiri. pengertian secara normatif tersebut mengalami sedikit adaptasi dengan masuknya konsep koperasi sebagai bagian dari pembangunan itu. jika dalam masa awal perkembangan koperasi pada tahun 1967 dikeluarkan juga undang-undang tentang Penanaman Modal Asing (PMA). Mereka miskin secara struktural. Dalam prakteknya di Indonesia. terutama negara-negara maju. seperti modal dan teknologi. Menurut Subijakto. pengelolaan SDM. "Sementara dibanding dengan perkembangan koperasi negara-negara lain. Karena secara internal. memelihara. dan secara berkelanjutan institusi ini akan mewujudkan. sehingga pemerintah melakukannya secara top down. dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin tersebut. globalisasi sudah keburu berjalan. dan kemiskinan jenis ini hanya bisa ditangani secara konstitusional sehingga keberadaan koperasi diharapkan mampu menjadi institusi untuk itu. Lebih lanjut dikatakan. Masuknya konsep ini merupakan konsekuensi dari kondisi Indonesia sebagai negara berkembang dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Potensi-potensi ekonomi anggota ini secara kolektif akan membentuk kekuatan yang besar sehingga bisa mencapai skala ekonomis yang lebih layak dalam berusaha." tandas mantan Menkop era Prsiden Soeharto. "Secara eksternal. perihal dunia koperasi dalam upaya pengentasan kemiskinan. ada satu hal yang perlu dipahami bahwa koperasi tidak mungkin berdiri sendiri tanpa hubungan dengan pihak lain (usaha negara atau swasta). sehingga koperasi perlu menjalin kemitraan dengan pemerintah (BUMN) dan swasta maka dalam berusaha persaingan bebas yang sehat antar pelaku ekonomi tersebut bisa terjamin. sehingga logisnya koperasi Indonesia dengan potensi penduduk miskin tidak akan sanggup jika harus menghadapi persaingan bebas. Potensi-potensi ekonomi anggota koperasi secara kolektif akan membentuk kekuatan yang besar sehingga bisa mencapai skala ekonomis yang lebih layak dalam berusaha. serta sumber-sumber kemampuan lainnya. maka penduduk Indonesia yang miskin tidak layak dikategorikan sebagai potensi. menurut Drs Subijakto Tjakrawerdaya. koperasi sangat membutuhkan kerja sama dengan pihak-pihak lain itu karena keterbatasan kemampuan dalam hal manajemen. . Jakarta Selatan." jelasnya. "Jika kita bicara tentang potensi ekonomi. beberapa waktu lalu. mantan Menteri Koperasi di era kabinet Pembangunan. Pembangunan koperasi merupakan salah satu program atau kegiatan pembangunan.

Alhasil. kami mengambil contoh sebuah koperasi yang bisa dikatakan berhasil dalam pemberdayaan masyarakat. produk partisipasi masyarakat ini telah berhasil memberdayakan daerah pinggir jalan utama Serdang Bedagai dan sekitarnya. Walaupun peran serta pemerintah sangat minim dalam pemberdayaan Koperasi Mandiri Sejahtera ini namun keberadaannya yang dekat dengan masyarakat dan kemampuannya unutk melihat peluang yang dapat dengan mudah ditangkap masyarakat. . beranggotakan 27 industri kecil yang bergerak dalam pengolahan opak singkong. dengan cara mengeringkan kulit singkong. Koperasi ini disebut dengan nama Koperasi Mandiri Sejahtera. limbah kulit singkong serta singkong yang tidak layak olah. yang selanjutnya kami jual ke pabrik pengolahan tepung gaplek. Kreasi Lutfi adalah salah satu bentuk usaha pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh koperasi yang dibina oleh masyarakat itu sendiri. untuk dijadikan gaplek. Kapasitas produksi perharinya masing-masing industri kecil adalah 2 ton singkong sehingga total kapasitas produksi perhari mencapai lebih dari 50 ton singkong per hari yang akan menghasilkan sekitar 15 ton opak. Kami juga mengolah gaplek dari ubi kayu dengan mutu yang lebih rendah. Opak singkong yang dihasilkan berbentuk koin atau persegi dan dipasarkan ke Sumatera dan Jawa. serta mengilah singkong berukuran kecil yang tidak layak olah menjadi gaplek. Koperasi ini adalah koperasi mandiri yang beroperasi di pinggiran jalan dengan nama Kreasi Lutfi. menjadikannya menjadi salah satu koperasi dengan tingkat pemberdayaan masyarakat yang tinggi. Saat ini pemasaran produk kulit singkong dan gaplek masih terbatas pada perusahaan pakan ternak yang ada di Sumatera Utara serta perusahan pengolahan tepung gaplek di Sumatera Barat. Contohnya kami lihat dari keadaaan sekitar dan peluang pemberdayaan masyarakat yang dibuka oleh koperasi ini. Hal ini memungkinkan koperasi seperti ini dapat dijadikan batu loncatan untuk membentuk koperasi yang berdayaguna dan berdampak positif bagi masyarakat.sumber: Hari Setiyowanto vivanews. Kami masih menerima pesanan untuk produk kulit singkong kering dan gaplek dengan jumlah sesuai dengan pesanan dan harga yang layak. Hal ini juga tidak dapat dipungkiri adalah sebab kemampuan koperasi itu untuk menghadapi masalah yang dihadapinya dan prosedur dan tata kerja yang dapat berjalan dengan baik. juga kami manfaatkan untuk bahan baku ternak. Koperasi Mandiri Sejahtera.com Menanggapi artikel tersebut diatas. Selain pengolahan opak. Koperasi Mandiri Sejahtera merupakan koperasi dengan unit usaha utama adalah usaha simpan pinjam untuk anggota koperasi. Untuk pengolahan kulit singkong dan gaplek kami mendapatkan bantuan dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian USU dalam hal peralatan maupun pengawasan mutu produk.

1983. Administrasi Pendidikan di Sekolah.SUMBER PUSTAKA Hartati Sukirman dkk. Yogyakarta: ANDI OFFSET The Liang Gie. 2000. 1998. A Nurhadi. Yogyakarta: Liberty Sumber Internet: Hari Setiyowanto. Vivanews. Administrasi Perkantoran Modern. Membangun Koperasi Mandiri Melalui Kemitraan. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Yogyakarta: UPP IKIP Yogyakarta Mulyani.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful