Pengertian Akhlak

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Dalam Bahasa Arab kata akhlak (akhlaq) diartikan sebagai tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama. Meskipun kata akhlak berasal dari Bahasa Arab, tetapi kata akhlak tidak terdapat di dalam Al Qur'an. Kebanyakan kata akhlak dijumpai dalam hadis. Satu-satunya kata yang ditemukan semakna akhlak dalam al Qur'an adalah bentuk tunggal, yaitu khuluq, tercantum dalam surat al Qalam ayat 4: Wa innaka la'ala khuluqin 'adzim, yang artinya: Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung. Sedangkan hadis yang sangat populer menyebut akhlak adalah hadis riwayat Malik, Innama bu'itstu liutammima makarima al akhlagi, yang artinya: Bahwasanya aku (Muhammad) diutus menjadi Rasul tak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia. Perjalanan keilmuan selanjutnya kemudian mengenal istilah-istilah adab (tatakrama), etika, moral, karakter disamping kata akhlak itu sendiri, dan masing-masing mempunyai definisi yang berbeda. Menurut Imam Gazali, akhlak adalah keadaan yang bersifat batin dimana dari sana lahir perbuatan dengan mudah tanpa dipikir dan tanpa dihitung resikonya (al khuluqu haiatun rasikhotun tashduru 'anha al afal bi suhulatin wa yusrin min ghoiri hqjatin act_ fikrin wa ruwiyyatin. Sedangkan ilmu akhlak adalah ilmu yang berbicara tentang baik dan buruk dari suatu perbuatan. Dari definisi itu maka dapat difahami bahwa istilah akhlak adalah netral, artinya ada akhlak yang terpuji (al akhlaq al mahmudah) dan ada akhlak yang tercela (al akhlaq al mazmumah). Ketika berbicara tentang nilai baik buruk maka muncullah persoalan tentang konsep baik buruk. Dari sinilah kemudian terjadi perbedaan konsep antara akhlak dengan etika. Etika (ethica) juga berbicara tentang baik buruk, tetapi konsep baik buruk dalam ethika bersumber kepada kebudayaan, sementara konsep baik buruk dalam ilmu akhlak bertumpu kepada konsep wahyu, meskipun akal juga mempunyai kontribusi dalam menentukannya. Dari segi ini maka dalam ethica dikenal ada ethica Barat, ethika Timur dan sebagainya, sementara al akhlaq al karimah tidak mengenal konsep regional, meskipun perbedaan pendapat juga tak dapat dihindarkan. Etika juga sering diartikan sebagai norma-norma kepantasan (etiket), yakni apa yang dalam bahasa Arab disebut adab atau tatakrama. Sedangkan kata moral meski sering digunakan juga untuk menyebut akhlak, atau etika tetapi tekanannya pada sikap seseorang terhadap nilai, sehingga moral sering dihubungkan dengan kesusilaan atau perilaku susila. Jika etika itu masih ada dalam tataran konsep maka moral sudah ada pada tataran terapan.Melihat akhlak, etika atau moral seseorang, harus dibedakan antara perbuatan yang bersifat temperamental dengan perbuatan yang bersumber dari karakter kepribadiannya. Temperamen merupakan corak reaksi seseorang terhadap berbagai rangsang yang berasal dari lingkungan dan dari dalam diri sendiri. Temperamen berhubungan erat dengan kondisi biopsikologi seseorang, oleh karena itu sulit untuk berubah. Sedangkan karakter berkaitan erat dengan penilaian baik buruknya tingkahlaku seseorang didasari oleh bermacam-macam tolok ukur yang dianut masyarakat. Karakter seseorang terbentuk melalui perjalanan hidupnya, oleh karena itu ia bisa berubah. posted by : Mubarok institute

1. Pengertian Akhlak Dari segi etimologi, akhlak berasal dari bahasa Arab, merupakan bentuk plural (jamak) dari “al-khuluq” yang berarti gambaran batin atau perangai, kebiasaan, atau tabiat/karakter. Dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam ayat 4 Allah berfirman : “Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas pekerti yang agung” Kata akhlak banyak ditemukan dalam hadis-hadis nabi, diantaranya yang paling terkenal adalah :

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. Menurut pengertian sehari-hari, “akhlak” sering dipakai dengan pengertian “budi pekerti”, “sopan santun”, “moral”, dan atau “etika”. Anggapan yang mempersamakan arti “akhlak” dengan “etika” itu tidaklah tepat, sebab ada perbedaan-perbedaan prinsip antara keduanya. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain ditinjau dari segi : a. Sumber yang dipakai Akhlak bersumber pada kebenaran wahyu, sedang etika berdasar pada kebudayaan yang dilandasi oleh hasil pemikiran manusia. b. Obyek yang menjadi sasaran akhlak Akhlak membahas masalah “benar” dan “salah” atau “haq” dan “batil” mana “ma,ruf” dan mana yang “mungkar”. Etika membahas atau membedakan antara “baik” dan “buruk”. Dan apa yang dianggap baik oleh etika, belum mesti dianggap benar oleh akhlak. c. Masa berlakunya Karena berbeda sumber, maka akhlak berlaku umum dan menyeluruh universal, tidak terikat oleh waktu dan tempat, sedang etika terikat oleh waktu dan tempat serta adat kebiasaan yang berlaku, karena itu etika yang berlaku di Barat tidaklah semuanya dapat diterima di Timur. Dari segi terminologi, akhlak antara lain didefinisikan: b. Imam al-Ghazali di dalam Ihya Ulumuddin memberikan pengertian sebagai berikut: Akhlak ialah gejala kejiwaan yang sudah meresap dalam jiwa, yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa mempergunakan pertimbangan pemikiran terlebih dahulu. Apabila yang timbul dari padanya adalah perbuatan yang baik menurut akal dan syara’ maka disebut akhlak yang baik. Sebaliknya bila yang timbul adalah perbuatan yang jelek maka disebut akhlak yang buruk. c. Ibnu Maskawaih memberikan Ta’rif yang lebih simpel namun jelas yaitu : Kedaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan, tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu (masih banyak lagi definisi yang lain). 4. Dasar / Sumber Akhlak. Akhlak itu didasarkan dan bersumber pada Al-Qur’an dan hadis. Perbuatan yang benar adalah perbuatan yang berpijak pada kebenaran yang telah digariskan oleh nash agama yang bersumber pada wahyu. Dan apa yang dinilai oleh Al-Qur’an dan hadis pasti baik dalam esensinya. Aisyah ketika ditanya mengenai akhlak Rasulullah, beliau menjawab “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad). Dalam Al-Qur’an “baik” disebut pula dengan “salih”, “Birr”, “ma’ruf”, “Kahir”, “Khasan”, “toyyib”, dan “Halal”. Sedang “Buruk” disebut pula dengan “Fasad”, “Mungkar”, “Syarr”, “Su”, “Fahsya”, atau “Falhisyah”, “Khobits”, “Haram”,atau “Dosa”. 5. Kedudukan dan Keistimewaan Akhlaq Dalam Islam Dalam keseluruhan ajaran Islam akhlaq menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Hal ini dapat dilihat dalam beberapa nomor berikut ini: a. Rasulullah saw menempatkan penyempurnaan akhlaq yang mulia sebagai misi pokok Risalah Islam. sabdanya: “Sesungguhnya aku diutus untuk meyempurnakan akhlaq yang mulia.” (HR Baihaqi). b. Akhlaq merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam, sehingga Rasulullah saw pernah mendefinisikan agama itu dengan akhlaq yang baik (busn al-khuluq). Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah

ruang lingkup akhlaq meliputi seluruh aspek kehidupan perorangan maupun kemasyarakatan. puasa. apakah agama itu ? Beliau menjawab: (Agama adalah) Akhlaq yang baik. Tawakkal f. Akhlaq pribadi 2. Akhlaq bermasyarakat 4.. zakat dan haji. Islam menjadikan akhlaq yang baik sebagai bukti dan buah dari ibadah kepada Allah SWT. Taqwa kepada Allah b. Taubat 6.saw. Akhlaq keluarga 3.Al-‘Ankabut 29:45). Akhlaq beragama Berangkat dari sistematika di atas dengan melakukan modifikasi. “Haji adalah Wuquf di Arafah” Artinya tidak sah haji seseorang tanpa wuquf dan Arafah. . Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada satupun yang akan lebih memberatkan timbangan (kebaikan) seorang hamba mukmin nanti pada hari kiamat selain dari akhlaq yang baik. Akhlaq yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari kiamat. Akhlaq bernegara 5. Rasulullah saw menjadikan baik buruknya akhlaq seseorang sebagai ukuran kualitas imannya. b. Gerakan Akhlakul Karimah Menurut Muhammad al-Ghazali. Tirmidzi) d. Misalnya shalat. Hal ini dapat kita perhatikan dalam beberapa hadits berikut ini: Rasulullah saw bersabda : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. 5.”(QS. Muroqobah h. Ikhlas d. 3.dan dirikanlah shalat. “Ya Rasulullah. Khauf dan raja e.Tarmidzi). Akhlaq terhadap Rasulullah antara lain. sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Syukur g. c. Akhlaq terhadap Allah antara lain : a. maka Yunahar Ilyas membagi ruang lingkup akhlaq menjadi . Rasulullah saw menyebutkan. Perhatikan nash berikut ini: Firman Allah SWT: “…. Cinta dan ridla c. Dari Muhammad Abdullah Darroz membagi ruang lingkup akhlaq menjadi lima bagian : 1.” Pendefinisian agama (Islam) dengan akhlaq yang baik itu sebanding dengan pendefinisian ibadah haji dengan wuqufdi ‘Arafah.” (HR.” (HR.

Hubungan baik dengan tetangga c. kewajiban dan kasih sayang suami isteri c. keaipan yang terbuka serta kehinaan yang jelas menjauhkan seseorang itu dari berhampiran dengan Allah. Pergaulan muda-mudi e. Justeru itu kedua-dua sifat akhlak ini memerlukan kita mengenainya. Kepada penulis buku ini saya juga berdoa kepada Allah S. bermujahadah untuk mendapatkan akhlak yang balk serta bermuhasabah pula untuk menghindarkan akhlak yang buruk. Hubungan pemimpin dan yang dipim KATA-KATA ALUAN Segala puji-pujian untuk Allah S. Bertamu dan menerima tamu b. Akhlaq bernegara antara lain : a. Akhlak merupakan satu pancaran daripada kemurnian aqidah yang dianuti oleh seseorang insan.W. Hak. Musyawarah b.a. Akhlaq bermasyarakat antara lain : a. akhlak yang balk adalah gambaran daripada aqidah yang benar yang jauh daripada unsur-unsur penyelewengan Akhlak yang buruk pula merupakan racun yang membunuh manusia.W. Birrul waliadain (bakti kepada orang tua) b. Saya berdoa semoga buku kecil ini memberi manfaat kepada para pembaca dalam usaha mengenal akan hati masing-masing. mengenal penyakit-penyakitnya dan terus pula merawatnya demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Hubungan baik dengan masyarakat d. Silaturahim kepada karib kerabat 3. Amar ma’ruf nahi munkar d. Shidiq (jujur) b. d. Mencintai dan memuliakan Rasul b. . 2. Iffah (menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik) d. Amanah (dapat dipercaya) c. baik hambatan yang bersifat internal dan eksternal). Mencintai dan mentaati Rasul c. Akhlaq dalam keluarga antara lain: a. Ukhuwah Islamiyah 4. Akhlaq pribadi antara lain: a. yang merosakkan aka] fikiran. Menegakkan keadilan c. Tuhan semesta alam. agar diberkati usaha beliau dan menerimanya sebagai amalan yang baik lagi mulia. Mujahadah (mencurahkan segala kemampuan untuk melepaskan diri dari segala hal yang menghambat pendekatan diri terhadap Allah SWT. yang menguruskan segala perkara dengan tadbiran-Nya serta menghiaskan manusia dengan ilmu-Nya supaya dengan itu berbezalah antara manusia dengan makhiuk lain yang diciptakan Allah di alam ini. Kasih sayang dan tanggung jawab orang tua terhadap anak.T. Mengucapkan shalawat dan salam 1.T.

Nilai-nilai ini akan mempengaruhi pembentukan sistem akhlak yang mulia. ia akan memancarkan nilai-nilai buruk di dalam diri dan mempengaruhi pembentukan akhlak yang buruk. Sejarah membuktikan bahawa sesebuah masyarakat itu yang inginkan kejayaan bermula daripada pembinaan sistem nilai yahg kukuh yang dipengaruhi oleh unsur-unsur kebaikan yang terpancar daripada aqidah yang benar. kelakuan mereka yang mulia dan gambaran kehidupan mereka yang penuh tertib. bukan pendekatan teoritikal tetapi dalam bentuk konseptual dan penghayatan. Masyarakat itu runtuh dan tamadunnya hancur disebabkan keruntuhan nilai-nilai dan akhlak yang terbentuk daripadanya. akhlak mempunyai peranan yang penting di dalam kehidupan dan dalam memelihara kemuliaan insan serta keluhurannya. Oleh kerana itu Rasulullah s. Kedua-duanya memberi kesan secara langsung kepada kualiti individu dan masyarakat. Sebaliknya. akhlak yang mulia dan akhlak yang buruk digambarkan dalam perwatakan manusia. DATO'ABDUL HAMID BIN HJ. merupakan dua jenis tingkahlaku yang berlawanan dan terpancar daripada dua sistem nilai yang berbeza.a. JEN. Al-Quran menggambarkan bagaimana aqidah orang-orang beriman. bersabda yang bermaksud: 'Sesungguhnya aku diutus untuk melengkapkan akhlak yang mutia. lndividu dan masyarakat yang dikuasai dan dianggotai oleh nilai-nilai dan akhlak yang baik akan melahirkan individu dan masyarakat yang sejahtera. akan memancarkan nilai-nilai benar yang murni di dalam hati. Nilai-nilai dan sikap itu pula terpancar daripada konsepsi dan gambarannya terhadap hidup. al-Ouran diturunkan. akhlak yang buruk menjadi pemusnah yang berkesan dan perosak yang meruntuhkan kemanusiaan serta ketinggian hidup manusia di bumi ini. (Riwayat al-Baihaqi) Para sarjana dan ahli fikir turut mengakui pentingnya akhlak di dalam membina keluhuran peribadi dan tamadun manusia. ZAINALABIDIN) Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia AL-QURAN PEMBINA AKHLAK MULIA AKHLAK ialah tingkahlaku yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang diyakini oleh seseorang dan sikap yang menjadi sebahagian daripada keperibadiannya. kekufuran dan kemunafikan yang cuba menggagalkan tertegaknya dengan kukuh akhlak yang mulia sebagai teras kehidupan yang luhur dan murni itu.(BRIG. Al-Ouran menerusi berbagai-bagai pendekatan yang meletakkan al-Ouran sebagai sumber pengetahuan mengenai nitai dan akhlak yang paling terang dan jelas. Begitulah sebaliknya jika individu dan masyarakat yang dikuasai oleh nilai-nilai dan tingkahlaku yang buruk. dalam sejarah dan dalam realiti kehidupan manusia semasa. Sebaliknya. luhur dan mulia. tidak mungkin dapat membantu tamadun yang murni dan luhur. Al-Quran juga menggambarkan bagaimana perjuangan para rasul untuk menegakkan nilai-niiai mulia dan murni di dalam kehidupan dan bagaimana mereka ditentang oleh kefasikan. Gambaran mengenai akhlak mulia dan akhlak keji begitu jelas dalam perilaku manusia blepanjang sejarah. Aqidah Mencorakkan Akhlak .w. Justeru itu. akan porak peranda dan kacau bilau. Pendekatan al-Quran dalam menerangkan akhlak yang mulia. Kepentingan akhlak dalam kehidupan dinyatakan dengan jelas dalam. Martabat manusia akan menurun setaraf haiwan sekiranya akhlak runtuh dan nilai-nilai murni tidak dihormati dan dihayati. akhlak yang mulia menjadi penggerak kepada kemajuan dan kesempurnaan hidup. Dengan perkataan lain. nilai-nilai dan sikap itu terpancar daripada aqidahnya iaitu gambaran tentang kehidupan yang dipegang dan diyakininya Aqidah yang benar dan gambaran tentang kehidupan yang tepat dan tidak dipengaruhi oleh kepaisuan. adil. jika aqidah yang dianuti dibina di atas kepalsuan dan gambarannya mengenai hidup bercelaru dan dipengaruhi oleh berbagai-bagai fahaman paisu. Akhlak yang baik dan akhlak yang buruk. Berbanding dengan perwatakan orang-orang kafir dan munafiq yang jelek dan merosakkan. Masyarakat kacau bilau. khurafat dan falsafah-falsafah serta ajaran yang paisu.

W. aqidah orang-orang kafir. Kebebasan seorang mu'min sentiasa mendapat panduan dan bimbangan. Lihatiah bagaimana pendirian yang bebas.T. memancarkan nilai-nilai yang murni dalam jiwa orang-orang beriman. maka terdapat berbagai sistem nilai di dalam masyarakat manusia yang mencorakkan berbagai sikap dan tingkahlaku yang membentuk berbagai-bagai kebudayaan. yang bermaksud: 'Allah sesungguhnya mengutus kami untuk membebaskan sesiapa yang dikehendaki-Nya daripada menyembah sesama hamba kepada menyembah hanya kepada Allah. tetapi juga di akhirat. tidak mempeduangkan sesuatu yang dicipta oleh mana-mana kuasa selain dadpada yang ditentukan di dalam agama Allah S.T.W. Wawasannya. seperti malaikat. daripada kesempitan dunia kepada keluasannya dan keluasan akhirat daripada kezaliman agama-agama kepada keadilan Islam.W. bagi mereka adalah Tuhan Yang Maha Sempuma.. Kerana itu.W.T.T bebas mengikut kehendak-Nya. Justeru itu ia tidak berkelana dan hidup tanpa tujuan.W. ia sanggup mengorbankan kurniaan Allah di dunia. Allah S. menjadi tumpuan dan pemusatan setiap aspek kegiatannya. Aqidah ini menyebabkan orang-orang beriman sentiasa bergantung harap kepada Allah S.' Manusia beriman yang sebenarnya.W. Maha berkuasa dan kepada Dialah tumpuan segala ibadah dan segala yang baik sama ada niat dan amalan.T dan tidak bergantung harap kepada yang lain daripada-Nya. Mereka yakin kepada hari akhirat. Al-Quran telah memaparkan berbagai golongan yang memberi jawapan berbeza kepada persoalan-persoalan asasi kehidupan yang membentuk konsepsi dan aqidah mengenai kehidupan ini.' Seorang mu'min berjiwa bebas.W. Terdapat aqidah orangorang beriman.T. Pembentukan nilai-nilai akhlak itu bergantung kepada bagaimana manusia memberikan jawapan kepada pertanyaan-pertanyaan yang asasi dalam hidup. untuk mencipta atau tidak mencipta sesuatu yang ada di dalam ilmu-Nya. dan tidak tunduk beribadah melainkan kepada Allah S.T. tetapi bukan sebagai debu berterbangan di udara.T. dan setiap tindak tanduk dan kelakuan serta tindakannya adalah untuk mendapatkan keredhaan Allah S. Pergantungan semata-mata kepada Allah memberikan kepada seorang mu'min itu kebebasan dan tidak terikat kepada mana-mana kuasa lain daripada Allah S. Seorang mu'min berperasaan halus dan berhati lembut kerana keyakinannya bahawa ia adalah hamba kepada Allah S. neraka dan adanya makhluk-makhiuk Allah yang lain yang tidak diketahui oleh manusia dan pengetahuan manusia tidak menjadi syarat bagi menentukan sesuatu kejadian Allah harus ada atau tidak ada.T. tegas dan berani yang ditunjukkan oleh seorang mu'min yang sejati Rab'i bin Amir ketika berhadapan dengan raja Rum.T. Oleh kerana terdapat berbagai. kepada Rasul-Nya. Segala perbuatannya akan dinilai dan dihitung serta diberikan balasan atau ganjaran dengan adil dan saksama. kepada keagungan Allah yang mencipta dan memiliki alam ini. Aqidah dan pandangan hidup yang asas ini. Kerana itu mereka percaya kepada kejadian Allah yang ghaib.W.T. nilai-nitai akhlak yang dipegang oleh seseorang dan sesuatu kebudayaan itu adalah hasil daripada aqidah dan gambaran tentang kehidupan itu. ganjaran di akhirat adalah lebih baik dahapda di dunia. la sentiasa bergerak bebas dengan memiliki peta yang menunjukkan haluan pergerakan dan perjalanannya.Sebagaimana yang disebutkan sebelum ini. tidak semata-mata untuk mendapatkan habuan dan ganjaran di dunia.W. gyurga. Tujuan hidup manusia di dunia ini ialah untuk beribadah kepada Allah S. Keredhaan Allah dan beribadat kepada Allah S.T adalah merupakan nilai yang agung yang membentuk akhlak yang murni dan jiwa yang luhur dalam . Allah S. Tentunya.bagai jawapan kepada persoalan tersebut.T. yakin bahawa kejadian Allah tidak terbatas kepada alam lahir sahaja dan kejadian Allah itu tidak terbatas dalam lingkungan yang dapat diketahui oleh manusia. Nilai-nilai ikhias untuk Allah S. la sentiasa bertindak mengikut petunjuk Allah dan berpandu kepadanya. Aqidah orang-orang beriman dinyatakan dalam al-Ouran seba^gai orang-orang yang beriman kepada Allah S.T.W. Siapakah yang mencipta alam ini dan apakah tujuannya? Apakah tujuan manusia ditempatkan di bumi dan apakah tujuan dan matiamatnya yang sebenar? Jawapan-jawapan kepada persoalan asas mengenai kehidupan ini akan menentu dan mencorak nilai-nilai akhlak yang dimiliki oleh seseorang atau sesuatu kebudayaan. untuk mendapatkan kurniaan Allah di akhirat.W. aqidah orang-orang fasik dan aqidah orang-or-ang munafiqin.W.W. tidak mungkin menyembah kepada yang lain daripada Allah S. Daripada perasaan inilah tercetusnya pengakuan seorang muslim bahawa 'Tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah S.W.

Allah berfirman mengenai kekufuran Iblis yang bermaksud: 'Dan ketika kami berkata kepada malaikat sujudiah kepada Adam.T.W.T. Justeru itu nilainilai dan akhlak juga berbeza.' (Muhammad: 12) Mereka tidak mempunyai matiamat yang murni dan abadi dalam kehidupan mereka. ltulah sahaja kehidupan mereka. sudah tentu mempengaruhi pembentukan akhlak mereka yang pincang dan bercelaru. fa makan dari apa yang kamu makan dan minum dari apa yang kamu minum '. mencari harta dan berfoya-foya semata-mata untuk di atas dunia ini. la ingkar dan takabur dan ia daripada orang-orang kafir. dan akhlak terhadap sesama manusia. Kerana percaya bahawa tidak ada kehidupan selepas mati. Al-Quranmemaparkan aqidah dan pegangan orang-orang kafir dalam berbagai kategori. dan mereka menafikan kerasulan utusan itu. Dia akan turunkan malaika t Kita tidak mendengar dati bapa -bapa kita yang terdahulu mengenai ini (utusan Allah dari kalangan manusia). ]a hendak menonjoikan diri supaya lebih daripada kamu. Pandangan dan cara hidup mereka ini. ]a membentuk akhlak terhadap Allah S. sepertimana yang ditetapkan didalam al-Ouran yang merupakan ajaran dan wahyu daripada Allah S. Bagi mereka seperti yang dinyatakan oleh al-Quran 'kehidupan ini cuma di dunia'. membentuk nilai-nilai kelakuan dan cara hidup yang menjurus ke arah kehidupan yang tidak berakhlak mulia dan luhur. berfirman yang bermaksud: 'Dan orang-orang yang kafir meni'mati kesenangan didunia serta mereka makan minum sebagaimana binatang-binatang temak makan minum. Selain dadpada itu. mereka tidak dibangkitkan kembali.T. ini tidak lain daripada manusia seperti kamu. sedang nerakalah menjadi tempat tinggal mereka. Apabila mati kita tidak dibangkitkan lagi. Aqidah dan pegangan seorang beriman berbeza dengan aqidah dan pegangan seorang kafir. (al-Mu'minun: 33) Kekufuran juga beriaku disebabkan sifat bongkak dan sombong serta ingkar kepada perintah Allah dan angkuh terhadapnya.T Pergaulan manusia dengan manusia tidak boleh disamakan dengan perhubungan manusia dengan Allah S. Jika Allah hendak turunkan utusan. Mereka pun sujud.T. Antara kekufuran yang beriaku disebabkan mereka menolak ajaran yang benar yang dibawa oleh utusan Allah S.W. . justeru terdapat berbagai bentuk kekufuran yang beriaku di kalangan umat manusia. yang tidak percaya kepada para rasul yang diutus oleh Allah dan ajaran-ajaran yang mereka bawa.W. yang tidak percaya kepada hari akhirat dan tidak patuh kepada hukum-hukum Allah dengan ingkar kepada hukum-hukum itu. Allah S.T dan kelakuannya terhadap Allah S. mereka hidup berfoya-foya di dunia ini tanpa memikirkan seksaan di akhirat. orang ini.T. Manusia dilahirkan dan kemudian mati. seperti kata mereka yang bermaksud: 'Kehidupan kita tidak yang lain daripada kehidupan di dunia.T berfirman yang bermaksud: 'Maka berkata pembesar-pembesar yang kafir itu dari kalangan bangsanya. tiada matiamat yang jauh yang hendak dituju. (al-Mu'minun: 24) Kekufuran juga beriaku kerana tidak percayakan hari akhirat. ditentukan mengikut nilainilai aqidah yang ditetapkan. Allah S. kecuali lblis.W.kehidupan orang-orang beriman. Kehidupan ini bagi mereka mencari makan. Begitu juga akhlak terhadap manusia dicorakkan oleh nilai-nilai aqidah seorang muslim. hanyalah seorang manusia seperti kamu. Maksudnya: 'Dan berkata pembesar-pembesar dari bangsanya yang kafir dan mendustakan kehidupan akhirat dan kamijadikan berfoya-foya dalam kehidupan mereka di dunia. Hubungan manusia dengan Allah S.W.W. Daripada tiada kita ada dan hidup.W.W.W.T. (al-Baqarah: 34) Aqidah orang-orang kafir yang sombong terhadap Allah S.

Perkara haial dan yang haram diterangkan dengan jelas. (al-Bayyinah: 5) Orang-orang kafir musyrik yang beribadah kepada yang lain daripada Allah S. tetapi mereka sebenarnya tidak beriman. Gambaran mengenai aqidah mereka penuh dengan gambaran kepurapuraan. menimbulkan huru hara nilai yang mengakibatkan kepincangan akhlak.W.. Kenisbian nilai-nilai akhlak ini. berbeza dengan nilai-nilai tamadun Barat yang semata-mata bergantung kepada aka] dalam menentukan nilai-nilai baik dan tidak baik.a.w.orang yang beriman dan orang-orang kafir berasaskan kepada perbezaan aqidah mereka. Homoseksual dan Lesbian. maka ia adalah tidak baik untuk selama-lamanya.W.W.w. Mereka memandang rendah kepada ajaran Nabi s.T. Begitu juga yang dipandang buruk pada hari ini. tidak bersifat relatif atau nisbi.a.1 berfirman yang bermaksud: 'Mereka tidak diperintahkan melainkan untuk beribadah kepada Allah dengan ikhias serta mempunyai sistem agama-. Allah S. Namrud dan lain-lain adalah .a.T. Rasuluilah s. Kerana itu.W. Apabila bercakap ia dusta. Allah S. haram dan makruh.w. Mereka mengaku beriman. Nilai-nilai yang baik dan buruk diprogramkan ke dalam hukum-hukum yang menentukan sama ada sesuatu perkara itu boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. sunat. Apa yang dianggap tidak balk. Firaun. yang mesti dilakukan atau mesti dilakukan atau mesti ditinggalkan atau dijauhkan.W.w.a.T. kebanyakan nilai-nilai dalam tamadun barat bersifat relatif.W. dahulu dianggap haram dan tidak baik. dan sering mempertikaikan ajaran itu. Mereka berpura-pura percaya kepada Nabi s. Nilai-nilai asas yang membentuk akhlak Islam. Rasuluilah s.a. (Riwayat Bukhari dan Muslim) Nilai-Nilai Mutlak Dan Relatif Selain daripada memaparkan konsep dan penghayatan akhlak secara konsepsi dan praktikal dan membezakan antara akhlak orang. melahirkan sifat-sifat dan kelakuan-kelakuan keji yang mewakiii akhlak yang buruk. Nilai-nilai akhlak Islam. Nilai-nilai asas ini. lni berasaskan kepada peribadahan yang dilakukannya dengan penuh ikhias mengikut sistem peribadahan yang ditentukan oleh Allah S.Satu lagi aqidah kekufuran yang berbahaya ialah munafiq yang 'pepat di luar rencung di dalam. berkata 'Adapun akhlakbaginda ialah al-Ouran' ' Kerana itu nilai-nilai asas yang membentuk akhlak Islam ialah nilai-nilai mutlak. la tidak hanya baik pada masa yang lalu dan tidak baik untuk masa sekarang.' 'telunjuk lurus kelingking berkait. mereka berdusta. Perkaraperkara yang telah diprogramkan ke dalam hukum-hukum ini adalah mutlak sifatnya. memutar belitkan kebenaran. dikatakan sebagai al-Quran yang berjalan.w. bersabda yang bermaksud: 'Tiga perkara yang sesiapa yang mempunyainya di dalam diri maka ia adalah munafiq. memungkid janji dan mengkhianati amanah. Apa yang diperakukan oleh al-Quran dan al-Sunnah sebagai baik. tidak lagi dianggap demikian pada masa yang lain. yang telah merealisasikan pengertian akhlak al-Quran dalam kehidupan yang realistik.T. adalah manusia yang tidak berakhlak dan beriaku biadab terhadap Allah S. Sebaliknya hari ini perbuatan itu dihalaikan dan dibenarkan sebagai legal serta mendapat hak-hak dan periindungan perundangan. (al-Baqarah : 8) Aqidah munafiqin. Apa yang baik adalah haial dan yang buruk dan tidak baik itu adalah haram. al-Ouran menghuraikan pengertian akhlak Islam yang didokong dan dihayati oleh orangorang beriman.T.a. maka ia adalah baik untuk sepanjang zaman dan tempat.w. Untuk menyembunyikan kekufuran. yang diutus oleh Allah S. Aishah ra.T Abu Lahab. tetapi dalam hati mereka benci dan memusuhi baginda. apabila bedanji tidak dikotakan apabila diberi amanah ia khianat.W. Rasuluilah s. akhlak Islam dijelaskan berdasarkan kepada model insan kamil yang terdapat dalam did Rasuluilah s.' Bahaya kekufuran ini sangat dahsyat kerana sikap pemusuhan dan dendam mereka terhadap orang-orang yang beriman. adalah contoh seorang hamba Allah yang bersyukur iaitu contoh berakhlak mulia dan tinggi dalam hubungan dengan Allah S. Hukum-hukum itu ialah wajib. Akan tetapi perkaraperkara yang termasuk dalam perkara harus adalah relatif sifatnya. Pada hari ini ia difikirkan sebagai baik dan di masa yang lain ia ditolak sebagai baik. tidak berubah-ubah mengikut zaman dan tempat. berfirman yang bermaksud: 'Dan di kalangan manusia ada yang berkata kami beriman dengan Allah dan Hari akhirat Pada hal mereka bukan datipada orang-orang beriman.

Keterangan jelas mengenai konsep akhlak mulia dalam al-Quran.W. Wajah mereka berbekas kesan daripada sujud.T. 21) Rasuluilah s. dan para sahabat yang bedman dengannya.a. seorang mu'min yang terulung.W. adalah para hamba Allah S. Rasuluilah s. ialah RasulAilah dan mereka yang bersama dengannya tegas terhadap orang kafir.T.a. jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabku amatiah keras'.T.T. Allah S. Kesyukuran itu.T.T. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang saleh) terdapat pada muka mereka dari kesan sujud'. Pada waktu siang mereka menjadi pahlawan gagah membela agama Allah S.a.W.W.W. takut dan mengharap kepadaNya. (al-Ahzaab. dan kesyukurannya itu dilafazkan menerusi amalan ibadahnyakepadaallah S. yang bermaksud: 'Tidakkah aku ingin dirinya menjadi hamba yang bersyukur. menambahkan lagi kesayangan Allah dan sentiasa mendapat tambahan ni'mat-ni'mat Allah S.W. sedia mengampuni dosa baginda yang terdahulu dan terkemudian.T berfirman yang bermaksud: 'Dan sesungguhnya engkau memiliki akhlak yang sungguh agung'. untuk dijadikan seorang rasul dan contoh insan kamil yang menjadi ikutan dan teladan sepanjang zaman.T. Sedangkan pada waktu malam air mata mereka berlinang kerana insaf dan memohon keampunan daripada Allah S.a.w. adalah contoh manusia yang bersyukur kepada Allah S. Model Akhlak Al-Quran Akhlak Rasuluilah s. dan sebaliknya bersikap kasih sayang dan belas kasihan sesama sendiri (umat Islam). tsteri baginda Aishah hairan kerana baginda begitu tekun beribadah kepada Allah S.w.w. yang tekun mengerjakan ibadat dan tunduk khusyu' merendah diri kepada Allah S. tetapi untuk dilaksanakan. kezaliman dan kerosakan di bumi akibat daripada kesyirikan mereka terhadap Allah. Kamu melihat mereka ruku'dan sujud dengan mengharapkan limpah kumia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredhaan-Nya.w Rasuluilah s. menjawab.a.W. dengan firman-Nya yang bermaksud: ' Nabi Muhammad s.T. AlQuranmenggambarkan pengabdian mereka kepada Allah S. semata-mata.T. Mereka takbur. Nilai-nilai syirik menjadikan mereka manusia yang tidak bermoral dan makhiuk perosak yang meluas seperti di kalangan generasi baru masyarakat barat.W. paling banyak beribadah dan paling bertaqwa. mengapa baginda begitu tekun dan kuat beribadah. nescaya aku akan tambahi ni'matku kepada kamu dan demi sesungguhnya.T.T.W.W. (Ibrahim: 7) Rasuluilah s.W.a.T. Mereka melakukan kemungkaran.contoh manusia yang tidak berakhlak dan biadab terhadap Allah S. (al-Qalam: 4) Juga firman-Nya yang bermaksud: 'Demi sesungguhnya. lni ditambahi pula dengan ingatan yang tidak putus-putus terhadap Allah dan menjadikan seluruh kehidupannya dalam suasana beribadah kepada Allah S.w.w. kemuncak daripada tujuan beribadah. Allah S.W. (al-Fath: 29) Rasulullah s. untuk dipelihara akhlaknya oleh Allah S.W. bongkak dan sombong. jika kamu bersyukur.w.a.T.' (Riwayat Bukhari dan Muslim) Bersyukur adalah akhlak yang tinggi dan mulia dalam hubungan dengan Allah S. Contoh kepada penghayatan dan kaedah penghayatan itu ialah kehidupan Rasuluilah s.W.W.T. bertawakal serta bersyukur kepada-Nya.T. adalah bagi kamu pada diri Rasuluilah itu contoh ikutan yang baik'. tanpa melupakan tanggungjawab terhadap kewajipan manusia yang lain. mercu kejayaan dalam usaha membentuk insan kamil yang meredhai Allah dan diredhai Allah.W.a. Pada suatu ketika 'Aishah bertanya.w. berfirman yang bermaksud: 'Demi sesungguhnya. adalah model akhlak-akhlak mulia yang dihurai dan dijelaskan dalam al-Quran. .W. Bersyukur di atas ni'mat yang dikurniakan Allah S. Seorang yang telah diasuh dan dipelihara akhlaknya oleh Allah S. pada hal Allah S.W. Membentuk diri menjadi hamba Allah yang bersyukur.T. bukan sahaja untuk difahami.T.

(al-Hujuraat. Seorang berkata. Akhlak Terhadap Sesama Islam Al-Qurran dan al-Sunnah yang menterjemahkan ajaran al-Ouran ke dalam realiti kehidupan. Rasuluilah s.T.w.T menekankan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia seperti yang dinyatakan-Nya dalam al-Ouran yang bermaksud: 'Mereka ditimpakan kehinaan di mana. Akan tetapi aku sembahyang dan aku tidur. menerusi ibadah dan taqwa serta sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Hubungan antara sesama orang beriman itu diasaskan kepada persaudaraan. 10) Persaudaraan itu diikat dengan kasih sayang dan cinta mencintai antara satu sama lain. berpuasa dan amalan-amalan kerohanian yang lain dilakukan tanpa mengurangkan tanggungjawab dalam hubungan antara sesama manusia.Beribadah dalam pengertian bersolat.w..W. diperbaiki dan diperkukuhkan.W. ia bersembahyang sepanjang malam. seperti yang diperintahkan oleh Allah S. mendengar perbualan mereka lantas berkata. adalah seperti jasad apabila satu anggota mengadu sakit.w. (RiwayatAhmad) Dalam hubungan ini. mendengar perbualan beberapa orang sahabat mengenai ibadat mereka. Pada suatu ketika Rasuluilah s. 'kamukah yang berkata demikian.a. Tumpuan kepada ibadah khusus dalam menguatkan hubungan dengan Allah tidak seharusnya mengabaikan tanggungjawab dalam hubungan dengan manusia yang juga merupakan ibadah apabila dilakukan untuk keredhaan Allah serta melaksanakan perintah dan arahannya.a. maka damaikaniah diantara dua saudara kamu'. (a-li'lmraan: 112) Justeru itu al-Quran menggariskan prinsip-prinsip bagi mewujudkan sistem yang mengatur hubungan dengan Allah S.T. secara terperinci. (RiwayatAhmad) Perasaan kasih-sayang terhadap sesama umat islam adalah komponen yang membentuk iman. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya mestilah mengandungi perasaan kasih kepada kedua-duanya. berzikir. Rasuluilah s. kasih kepada orang beriman telah dikaitkan dengan kesempurnaan iman. lni menunjukkan bagaimana pentingnya nilai kasih sayang itu dalam kehidupan dan pergaulan sesama orangorang beriman. bersabda yang bermaksud: 'Tidak beriman seseorang kamu sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih dikasihinya daripada yang lain dari keduanya'. Allah S. Persaudaraan yang sentiasa digerak dan dihidupkan.a.w.a. aku berpuasa dan aku berbuka puasa malah aku mengahwini wanita-wanita'.a. Sistem ini menjamin jalinan hubungan yang berasaskan akhlak yang dapat membebaskan manusia dari kehinaan dan dapat meningkatkan martabat mereka menuju kemuliaan dan kehormatan.W. Akulah orang'yang paling bertaqwa dari kalangan kamu. bersabda yang bermaksud: .T. bersabda yang bermaksud: 'Perumpamaan orang-orang yang beriman itu dari segi saling berkasih sayang dan berkasihan belas.W. Allah S. demikian. berfirman yang bermaksud: 'Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara. membawa seluruh jasad turut berjaga malam dan demam'.sahaja mereka berada kecuali dengan adanya sebab dari Allah dan adanya sebab dari manusia'.w. Rasuluilah s. Rasuluilah s. menggariskan akhlak-akhlak mulia dalam hubungan antara sesama orang-orang beriman. Sahabat yang lain pula berkata ia berpuasa sepanjang hari sementara seorang lagi berkata ia tidak berkahwin untuk menumpukan kepada ibadat.

Bagi memupuk perasaan kasih sayang serta memperkukuhkan keimanan.T. At-Tirmizi dan AI-Hakim) Nilai kasih sayang yang disemai dalam diri para mu'min sebagai menyambut arahan Allah dalam al-Quran dan ajaran Rasuluilah dalam sunnahnya. Pertemuan dan perjumpaan antara sesama Islam hendaklah dalam keadaan wajah yang berseri-seri dan manis. suka melaknat dan mengeluarkan kata-kata buruk dari mulutnya.W. bersabda yang bermaksud: 'Melemparkan senyuman kepada wajah saudaramu adalah sedekah. (Riwayat Muslim.. Begitu juga saksi dan orang yang teraniaya boleh mendedahkan kezaliman yang dilakukan oleh seseorang untuk menegakkan keadilan. menggariskan peraturan-peraturan memberi salam secara terperinci yang boleh dirujukkan kepada kitab-kitab hadis. ia hendaklah diadili di mahkamah dan dihukum jika thabit kesalahan. Ahmad dan Abu Daud) Seterusnya orang-orang yang beriman dilarang berperangai suka menyebarkan berita tanpa dipastikan kebenarannya. Rasuluilah s.a. bersabda yang bermaksud: 'Sesiapa yang menutup keaiban seseorang Islam Allah menutup keaibannya didunia dan diakhirat'. (Riwayat Ahmad.w. Jika keburukan itu berkaitan dengan pencabulan terhadap keadilan. melarang penyebaran maklumat yang berkaitan dengan keburukan yang dilakukan daiam masyarakat.a.'Tidak sempurna iman seseorang kamu sehinggalah ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya. Walau bagaimanapun berita mengenai kesalahan dan hukuman yang dikenakan tidak boleh didedah dan disebarkan untuk dijadikan bahan perbualan orang ramai. (Riwayat Muslim) Seterusnya. Allah S. 148) Keburukan yang dilakukan oleh seseorang mu'min hendaklah disembunyikan.a. (Riwayat Muslim) . Allah S. (al-Nisaa'.W.w.. Walau bagaimanapun Islam memberi kebenaran melakukan pendedahan keburukan yang berkaitan dengan periakuan zalim apabila dibuat di mahkamah semata-mata untuk menegakkan keadilan.T dan Rasul-Nya melarang tindakan-tindakan sama ada dengan perbuatan dan perkataan yang boleh membawa kepada terputusnya hubungan persaudaraan dan silaturrahim di kalangan orang-orang beriman.' (Riwayat At-Tirmizi) lni diikuti dengan mengucap selamat serta memberi salam untuk memulakan hubungan dan pertemuan.. Begitu juga perlakuan yang buruk yang menjatuhkan martabat dan ketinggian orang-orang beriman. yang dijelmakan dalam senyuman.a.w. Rasuluilah s.w. la bertujuan untuk membina dan membentuk akhlak murni di kalangan orang-orang beriman dalam pergaulan antara sesama mereka.Sebarkantah salam di kalangan kamu'. Rasuluilah s.w.a. Allah S. bersabda yang bermaksud: 'Memadai seseorang itu berdusta apabila ia berbicara tentang apa sahaja yang didengarnya'. suka mencela dan mengkritik.W.T berfirman yang bermaksud: 'Allah tidak suka kepada perkataan-perkataan buruk yang dikatakan dengan berterus terang melainkan mereka yang dizalimi'. bersabda yang bermaksud: '. Rasulullah s. Rasulullah s.

Al-Quran menentukan sesuatu yang haial dan haram. Zaki) dan Kembali Kepada Nostalgia (Ariff Mohamad). Al-Quranmelarang manusia minum arak. Al-Quran mengharamkan yang buruk dan keji serta melarang manusia melakukannya.T. setelah dibicarakan dan dithabitkan kesalahannya.T. fitnah dan berbunuhan. Sabdanya 'untukailah dan untuk RasulNya untuk pemimpin orang-orang Islam dan orang ramai di kalangan mereka'. adat. kebiasaan.. Akhlak merujuk kepada perangai. suka melaknat.a. Rasulullah s. mempunyai sangkaan baik terhadap-Nya.W.Mengenai budaya suka mengecam. apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Rasuluilah s.a.W. berjiwa mulia. memakan riba. berkeluarga dan mengukuhkan hubungan silaturrahim. Al-Quran adalah sumber yang kaya dan berkesan untuk manusia memahami akhlak mulia dan menghayatinya. Al-Quran juga menentukan perkara yang baik dan tidak baik. Al-Quranjuga mengajak manusia supaya berhati lembut. Pelarian Sejengkal (Siti Hajar Mohd. Al-Quranmenentukan bagaimana sepatutnya kelakuan manusia. cinta kepada kebenaran. Rasuluilah s. Al-Quran melarang pencerobohan. bersabda yang bermaksud: 'Bukaniah seorang beriman itu seorang yang suka mengecam. suka mengeluarkan kata buruk dan kesat'. MINGGUAN Malaysia Mac 2006 telah menyisipkan empat buah cerpen yang dihasilkan oleh empat cerpenis yang semakin menempa nama dalam bidang penulisan kreatif. menegakkan kebenaran dan kebaikan. tekun. bersikap angkuh dan sombong terhadap Allah. bersabda yang bermaksud: 'Cukup seseorang itu menjadi jahat dengan ia menghina saudara muslimnya (RiwayatAt-Tirmizi) Kewajipan orang Islam terhadap saudara muslimnya yang melakukan kesilapan dan kesalahan ialah memberikan nasihat dan menghukum dengan hukum Allah S. Al-Quran juga mengajak manusia berfikir. Al-Quranmelarang menyebarkan maklumat mengenai perkara-perkara keji.Adayangberkata 'untuksiapa ya Rasulullah. sabar. tabiat. mengerdik dan melaknat. Sultan Alauddin Belajar Tasawuf (Faisal Tehrani).w. Jelaslah bahawa al-Ouran menjadi sumber nilai-nilai dan akhlak mulia.a. Penampilan akhlak mulia dalam alOuran. Malah mengajak manusia supaya berilmu dan berbudaya ilmu. Sebaliknya mereka hendaklah saling hormat menghormati. Cerpen tersebut ialah Imam karya Salina Ibrahim. Al-Quran mengajak manusia supaya bersatupadu.w. . (Riwayat Bukhari dan Ahmad) Orang-orang Islam dilarang menghina sesama orang-orang Islam. maruah dan sebagainya. tidak bersifat teoritikal semata-mata. Justeru itu al-Quran menjadi sumber yang menentukan akhlak dan nilai-nilai kehidupan ini. (Riwayat Bukhari) Al-Quran Sumber Akhlak Mulia Al-Quran sumber bagi hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang menyusun tingkahlaku dan akhlak manusia. berjihad. bertaqwa kepada-Nya.w. bersabda yang bermaksud: 'Agama ituialahnasihat'. Analisis ini akan melihat keempat-empat buah cerpen dari sudut akhlak. bersedia menerima kebenaran. tetapi secara praktikal berdasarkan realiti dalam sejarah manusia sepanjang zaman. Al-Quran mengajak manusia supaya mentauhidkan Allah S. satu-satu kaum menghina kaum yang lain.

Selain daripada konsep doa. sikap dan perbuatan seseorang manusia. Bapa Dhamira yang digambarkan amat mementingkan aspek pendidikan berharap supaya anak gadisnya mendapat tempat untuk melanjutkan pelajaran di peringkat tinggi. akhlak terbahagi kepada tiga bahagian yang utama iaitu akhlak terhadap Allah. Tambahan pula. Kekayaan duniawi digambarkan tiada nilai di sisi Allah melainkan iman dan amal sahaja. Dengan ini. bertakwa kepada-Nya. mentaati segala perintah-Nya. Jelaslah bahawa pengarang berpegang pada konsep kebahagiaan dunia hanyalah sementara berbanding kebahagiaan akhirat. Berdasarkan kepada kewajipan manusia terhadap Allah. Pengarang secara tidak langsung memperlihatkan watak abi (bapa) kepada Dhamira memohon kepada Allah supaya anak gadisnya sentiasa selamat walau di mana jua dan bijak membawa diri di tempat baru. bertaubat. soal hidup dan mati serta orang lain (Rumah Sentosa). akhlak merujuk kepada suatu keadaan kejiwaan yang membentuk pemikiran. serta tidak menyekutu-Nya. Sementara itu. cerpen-cerpen bulan lalu banyak menonjolkan konsep doa sebagai langkah mendekatkan diri kepada Allah. Dia bersyukur apabila memperoleh apa yang diharapkan. Antara kewajipan manusia terhadap Allah termasuklah beriman kepada Allah dan kepada apa yang diwahyu-Nya. dalam cerpen Kembali Kepada Nostalgia. Amri mengucapkan syukur dalam hatinya kerana itulah kali pertama dia bertentang mata dengan orang tua tersebut di rumahnya. Tiga cerpen yang memaparkan konsep doa secara jelas adalah Imam. Jadi. Kajian ini akan memfokuskan kepada dua bahagian iaitu akhlak terhadap Allah dan akhlak terhadap sesama insan. Malah. mensyukuri nikmat-Nya. Aspek kedua dalam kajian ini ialah akhlak terhadap sesama insan. Orang tua itu sebenarnya telah membela Amri sehingga dia berusia sembilan tahun sebelum dia dipelihara oleh keluarga angkatnya. Islam . reda dengan segala ketentuan qadak dan qadar-Nya. Pengarang cerpen Sultan Alauddin Belajar Tasawuf cuba memperlihatkan kecekalan dan ketabahan Raja Husain dalam menghadapi cabaran untuk mempelajari pengajian tasawuf yang ditawarkan oleh Nuh Ha Mim. Masyarakat pekan tersebut digambarkan berdoa kepada Allah supaya diberi perlindungan. Syukur dapat didefinisikan sebagai mengungkapkan pujian kepada Allah atas kebaikan atau kenikmatan yang diperoleh. pengarang juga menonjolkan harapan orang tua supaya anak mereka akan berdoa kesejahteraan roh mereka apabila meninggal kelak. Cerpen ini menggambarkan kehidupan di dunia hanya bersifat sementara. dan Kembali Kepada Nostalgia. keluarga. Allah telah menunjukkan larangan terhadap hal-hal negatif seperti menyakiti hati orang lain. Pelarian Sejengkal menerapkan konsep doa ayah dan doa anak. Sebanyak tujuh syarat diutarakan oleh guru tersebut kepada Raja Husain. Hal-hal ini terkandung dalam surah al-Baqarah ayat 263. Watak ‘Tuan’ secara jelas mengutarakan pelbagai hajat dan keperluannya kepada Allah melalui doa. konsep kesyukuran diperlihatkan dalam watak Amri Abdullah yang bersyukur kerana dapat bertemu dan berinteraksi dengan orang tua yang hanya diperkenalkan sebagai ‘Tuan’. Abuddin Nata (1996: 147). Allah merupakan sumber segala hukum dan nilai hidup. Konsep doa yang diutarakan dalam konteks luas dapat dilihat dalam cerpen Kembali Kepada Nostalgia karya Ariff Mohamad. Selain itu. Hal ini kerana manusia berdoa untuk mendapatkan sesuatu yang individu lain tidak dapat lakukan. bersyukur. Mengikut pengklasifikasian H. Cerpen Pelarian Sejengkal memperlihatkan konsep syukur melalui watak abi iaitu bapa kepada Dhamira. mencintai-Nya. beribadah. Sementara pengarang berjaya mengolah dan mengajak pembaca bertakwa apabila tujuh syarat tersebut dijelaskan satu per satu maksudnya. konsep syukur juga diketengahkan dalam cerpen Pelarian Sejengkal dan Kembali Kepada Nostalgia. apabila Dhamira mendapat tawaran melanjutkan pelajaran ke maktab perguruan maka abi mengucap syukur kepada Allah. Dalam cerpen Imam pula. Berakhlak kepada Allah merupakan tahap akhlak yang paling tinggi. meningkatlah kekhusyukan dan kepatuhan kepada-Nya. Doa membawa pengertian memohon atau meminta kepada Allah. melalui doa manusia secara langsung dapat menyampaikan pelbagai hajat kepada Allah. pengarang memaparkan konsep doa yang menunjukkan definisi doa itu sendiri iaitu memohon atau meminta pelbagai hajat dan keperluan kepada Allah. berdoa. Sementara itu. Pelarian Sejengkal. Ini kerana pengarang menggambarkan watak 'Tuan' yang banyak berdoa untuk diri sendiri. akhlak terhadap sesama insan dan akhlak terhadap alam semesta. Manusia mengakui kelemahan dan kekurangan diri apabila berdoa.Sementara dari segi praktikal pula. mengambil harta tanpa alasan yang munasabah dan membunuh.

Malah bencana. Dalam cerpen Imam. Aspek akhlak diberi perhatian yang serius oleh para pengarang. bapa Dhamira juga amat menitikberatkan status perkahwinan anaknya yang berkahwin di Thailand. pengarang secara tidak langsung telah mengaplikasikan konsep ini apabila menggambarkan watak abi akhirnya menerima perkahwinan tanpa izin anaknya. semakin jauh. dakwah dan akhlak supaya dapat melahirkan seseorang individu yang berguna kepada manusia dan agama. Justeru itu.” Konsep memaafkan kesalahan orang lain juga diterapkan dalam cerpen Imam. Keempat-empat cerpen ini menekankan aspek akhlak terhadap sesama insan secara langsung mahupun secara tidak langsung. Ibu bapa bertanggungjawab memberikan pendidikan akidah. Pokok permasalahannya ialah apabila para isteri cuba mempertahankan hak mereka dan meminta upah untuk mengurus rumah tangga. Pelarian Sejengkal dan Kembali Kepada Nostalgia. Dia banyak berusaha untuk mendapatkan tempat untuk anaknya di pusat pengajian tinggi. cerpen-cerpen yang tersiar di Mingguan Malaysia pada bulan Mac menerapkan pelbagai unsur moral dan agama. Itu malang. Wasim digambarkan tidak memberi nafkah kepada isteri pertamanya: “Dah berbulan dia tidak memberi nafkah kepada kami anak-beranak. dalam cerpen Pelarian Sejengkal pula. Macam mana dia nak menyara Dhamira pula?” ayat wanita itu mendatar. Jika kita berpecah. Watak Wasim digambarkan mementingkan diri sendiri dan menyusahkan orang lain iaitu isteri pertamanya. bapa Dhamira berasa sangsi tentang status perkahwinan anaknya kerana bernikah di Thailand. Bapanya berusaha untuk membongkar kesahihan perkahwinan antara anak gadisnya dengan Wasim. Konsep bersatu teguh bercerai roboh digarap dalam cerpen Imam dan Kembali Kepada Nostalgia. Nilai ini diterapkan dalam cerpen Pelarian Sejengkal melalui watak abi. konsep mementingkan keperluan dan kehendak orang lain sebelum kepentingan sendiri juga diketengahkan dalam cerpen Pelarian Sejengkal dan Kembali Kepada Nostalgia. abi merujuk ke Mahkamah Syariah. Dalam cerpen Kembali Kepada Nostalgia pula. pengarang secara langsung mengutarakan konsep tersebut melalui dialog Amri yang dipaparkan menggunakan kata-kata pemerintah: “Kita perlu bersatu. Harapnya tidak berkecai. tiada marah yang diluah. Pengarang Kembali Kepada Nostalgia pula masih menggunakan teknik secara terus terang dengan mengutarakan konsep tersebut melalui dialog oleh watak Amri. Sementara itu. Salina Ibrahim memperlihatkan konsep ini apabila kedua-dua watak iaitu Datuk Abi dan Haji Walid yang digambarkan bertentangan pendapat dan mempunyai ketegangan dalam perhubungan mereka akhirnya melupakan peristiwa lampau dan saling bekerjasama untuk menyelesaikan masalah yang timbul untuk kepentingan bersama. Angkatan kita kecil. aspek akhlak kepada sesama insan yang ditonjolkan ialah tanggungjawab ibu bapa terhadap anak-anak. Namun begitu. Watak Datuk Abi dan Haji Walid digambarkan berjaya mengendalikan emosi dan masing-masing dapat memaafkan permusuhan mereka untuk kepentingan bersama. Kesimpulannya. Dalam cerpen Imam. Watak ini digambarkan tidak mendahulukan diri sendiri tetapi mendahulukan orang lain dengan beranggapan bahawa dia merupakan utusan untuk menunjuk jalan kepada mereka yang perlu dan akan hidup lebih lama berbanding dirinya. Selain itu. Zaki mengkritik manusia yang mementingkan diri sendiri sehingga menyusahkan orang lain. Hal ini dapat dilihat dengan jelas apabila Amri mengutarakan hujah-hujah yang kukuh supaya Rumah Sentosa tidak dijual sebaliknya ditukar pihak pengurusannya. pengarang secara tidak langsung berjaya menyatukan dua watak yang sebelum ini digambarkan mempunyai ketegangan akhirnya bersatu menyelesaikan masalah yang melanda pekan mereka. Pengarang juga menerapkan konsep mengasihi anak-anak yatim yang merupakan salah satu akhlak terhadap sesama manusia. Seterusnya. Hujahan Amri kepada ‘Tuan’ mengenai kepentingan mengamalkan sikap memaafkan kesalahan orang lain. kemarahan.juga mendidik seseorang itu supaya dapat mengendalikan nafsu. Bapa Dhamira digambarkan seorang yang bertanggungjawab kerana mementingkan pendidikan anak gadisnya. mendahulukan kepentingan orang lain sebelum kepentingan sendiri dan memaafkan orang yang melakukan kemungkaran atau kesalahan. ibadah. . semakin lemah. Siti Hajar Mohd. Seterusnya. Manakala Ariff Mohamad menerapkan konsep ini dalam watak Amri. Cuma pengertian yang diraih.

angkuh lagi membanggakan diri (QS Luqman [31]: 18). Ini yang maknanya adalah tidak membutuhkan --dan bukan kaya materi-. sehingga keduanya harus sama-sama kuat.sehingga esensi sifat itu (kekayaan) adalah kemampuan berdiri sendiri atau tidak menghajatkan pihak lain.. . Jika seorang Muslim meneladani Allah Yang Mahakaya. Dalam konteks ini ditemukan riwayat yang menyatakan. ada tempat untuk keperkasaan dan keangkuhan Allah. bukan digunakan untuk menopang yang salah maupun yang sewenang-wenang. sifat. Kekuatan dan kebesaran itu mesti diarahkan untuk membantu yang kecil dan lemah. "Bersikap angkuh terhadap orang yang angkuh adalah sedekah"." Seseorang yang berusaha meneladani sifat Al-Kibriya' tidak akan meneladaninya kecuali terhadap manusia-manusia yang angkuh. Budi pekerti Nabi Saw. Ketika seorang Muslim berusaha meneladani kekuatan dan kebesaran Ilahi. ia harus ingat bahwa sifat itu tidak akan disandang oleh Tuhan kecuali dalam konteks ancaman terhadap para pembangkang. "Itu adalah cara berjalan yang dibenci Allah. Orang-orang yang tidak tahu. ia sadar bahwa dirinya amat membutuhkan Allah: Wahai seluruh manusia. sehingga tidak perlu membuang air muka untuk meminta-minta. semua sifat memiliki tempatnya masing-masing. harus diingat bahwa sebagai makhluk ia terdiri dan jasad dan ruh. Artinya. Al-Quran juga menegaskan bahwa: Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang. kecuali dalam kondisi semacam ini. juga tempat kasih sayang dan kelemah-lembutan-Nya. Ketika seorang Muslim meneladani sifat Al-Kibriya' (Keangkuhan Allah). terhadap orang yang merasa dirinya superior. adalah Al-Quran (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad).AKHLAK Ketika Aisyah ditanya mengenai akhlak Rasulullah Saw. dan perbuatan-Nya? Karenanya tidak wajar jika sifat-sifat itu dinilai saling bertentangan. menjawab. Ketika Rasul Saw melihat seseorang yang berjalan dengan angkuh di medan perang. Jumlahnya melebihi 99 sifat yang populer disebutkan dalam hadis. Karena ketika Al-Quran mengulang-ulang kebesaran Allah. menduga mereka kaya. beliau bersabda. (2/3) beliau bahkan Sifat-sifat Allah itu merupakan satu kesatuan. Semua sifat Allah tertuang dalam Al-Quran. kamu sekalian adalah orang-orang faqir (butuh) kepada Allah (QS Fathir [35]: 15). karena mereka memelihara diri dari meminta-minta (QS Al-Baqarah [2]: 273) Tetapi dalam kedudukan manusia sebagai makhluk. Bukankah Dia Esa di dalam zat. ia harus menyadari bahwa istilah yang digunakan Al-Quran untuk menunjukkan sifat itu adalah Al-Ghani.

Akhlak terhadap Allah Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji. Wa qul al-hamdulillah (Katakanlah "al-hamdulillah"). yang jangankan manusia. SASARAN AKHLAK Akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika. jika etika dibatasi pada sopan santun antar sesama manusia. hingga kepada sesama makhluk (manusia. Mahasuci engkau --Wahai Allah-. Dan katakanlah. Misalnya yang berkaitan dengan sikap batin maupun pikiran. nabi-nabi tertentu-kepada Allah dengan Dan para malaikat menyucikan sambil memuji Tuhan mereka (QS Asy-Syura [42]: 5). dan benda-benda tak bernyawa). demikian agung sifat itu.kami tidak mampu memuji-Mu. Akhlak lebih luas maknanya daripada yang telah dikemukakan terdahulu serta mencakup pula beberapa hal yang tidak merupakan sifat lahiriah. maka kamu akan mengetahuinya.Demikian seterusnya dengan sifat-sifat Allah yang lain. Akhlak diniah (agama) mencakup berbagai aspek. seperti Maha Mengetahui. Maha Pemaaf. Itulah sebabnya mengapa Al-Quran mengajarkan kepada manusia untuk memuji-Nya. dan lain-lain. binatang. malaikat pun tidak akan mampu menjangkau hakikat-Nya. Adalah merupakan keistimewaan bagi seseorang atau masyarakat jika menjadikan sifat-sifat Allah sebagai tolok ukur. Demikian ucapan para malaikat. Maha Bijaksana. kecuali (dari) hamba-hamba Allah yang terpilih (QS Ash-Shaffat [37]: 159-160). Dalam Al-Quran surat An-Nam1 (27): 93. Berikut upaya Islamiyah. dimulai dari akhlak terhadap Allah. dengan kondisi lainnya. Maha Agung. Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya. . Pujian atas-Mu. bahkan seseorang yang berada dalam kondisi dan situasi tertentu juga bisa berbeda. dan tidak menjadikan kelezatan atau manfaat sesaat sebagai tolok ukur kebaikan. Karena kelezatan dan manfaat dapat berbeda-beda antara seseorang dengan yang 1ain. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan. tumbuh-tumbuhan." Mahasuci Allah dan segala sifat yang mereka sifatkan kepada-Nya. adalah yang Engkau pujikan kepada diri-Mu. yang harus diteladaninya. secara tegas dinyatakan-Nya bahwa. Teramati bahwa semua makhluk --kecuali selalu menyertakan pujian mereka menyucikan-Nya dari segala kekurangan. serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah. "Segala puji bagi Allah. Maha Pengasih. pemaparan sekilas beberapa sasaran akhlak a. Boleh jadi suatu masyarakat yang terjangkiti penyakit akan menilai keburukan sebagai kebaikan.

Kedua sifat ini dapat pula dinisbahkan kepada manusia. dan sempurna. maka ia telah menjadikan orang yang mewakili sebagai dirinya sendiri dalam menangani persoalan tersebut. Apabila seseorang mewakilkan kepada orang lain (untuk suatu persoalan). namun hakikat dan kapasitas rahmat dan kemurahan Tuhan tidak dapat disamakan dengan apa yang dimiliki manusia. Namun.. Misalnya firman-Nya dalam QS Al-Muzzammil (73): 9: (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib. Allah Maha Pengasih (Rahim) dan Maha Pemurah (Karim). Dialah yang berkehendak dan bertindak sesuai dengan kehendak manusia yang menyerahkan perwakilan itu kepada-Nya. Jika demikian "perwakilan"-Nya pun berbeda dengan perwakilan manusia.Guntur menyucikan (Tuhan) sambil memuji-Nya (QS Ar-Ra'd [13]: 13). Menjadikan Allah sebagai wakil sesuai dengan makna yang disebutkan di atas berarti menyerahkan segala persoalan kepada-Nya. Mahabijaksana dan semua maha yang mengandung pujian. yang kepada-Nya diwakilkan segala persoalan adalah Yang Mahakuasa. Tidak sedikit ayat Al-Quran yang memerintahkan manusia untuk menjadikan Allah sebagai "wakil". Jangan sampai pujian yang mereka ucapkan tidak sesuai dengan kebesaran-Nya. Kata "wakil" bisa diterjemahkan sebagai "pelindung". dapat saja orang yang mewakilkan tidak menyetujui atau membatalkan tindakan . Allah Swt. benar. karena mempersamakan hal itu akan berakibat gugurnya makna keesaan. sehingga tidak dapat disamakan dengan perbuatan manusia. Kata tersebut pada hakikatnya terambil dari kata "wakala-yakilu" yang berarti mewakilkan. indah. Manusia sebaliknya. Semua itu menunjukkan bahwa makhluk tidak dapat mengetahui dengan baik dan benar betapa kesempurnaan dan keterpujian Allah Swt. tidak heran kalau Al-Quran memerintahkan manusia untuk berserah diri kepada-Nya. Bertitik tolak dari uraian mengenai kesempurnaan Allah. Makna seperti itu dapat menimbulkan kesalahpahaman jika tidak dijelaskan lebih jauh. Benar bahwa wakil diharapkan dan dituntut untuk memenuhi kehendak yang mewakilkan. tiada Tuhan melainkan Dia. Pertama sekali harus diingat bahwa keyakinan tentang Keesaan Allah antara lain berarti bahwa perbuatan-Nya esa. sehingga sang wakil melaksanakan apa yang dikehendaki oleh orang yang menyerahkan perwakilan kepadanya. walaupun penamaannya sama. maka jadikanlah Allah sebagai wakil (pelindung). Dan tidak ada sesuatu pun kecuali bertasbih (menyucikan Allah) sambil memuji-Nya (QS Al-Isra' [17]: 44). Sebagai contoh. karena segala yang bersumber dari-Nya adalah baik. memiliki keterbatasan pada segala hal. Maha Mengetahui. Itu sebabnya mereka --sebelum memuji-Nya-bertasbih terlebih dahulu dalam arti menyucikan-Nya. karena dalam perwakilan manusia sering terjadi kedudukan maupun pengetahuan orang yang mewakilkan lebih tinggi daripada sang wakil.

akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka (QS Al-Ahzab [33]: 36). tidak pula bagi wanita Mukmin. ia akan menerimanya dengan sepenuh hati.tindakan sang wakil merugikan. Anda pun harus percaya bahwa: Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah. Anda telah menugaskannya untuk melaksanakan ha1 tertentu. Al-Quran memberi contoh bagaimana seharusnya seorang mengekspresikan keyakinan itu dalam ucapan-ucapannya. Jika Anda telah merasa yakin terhadap kesempurnaan Allah. dan dalam bentuk jamak (tawakkalu) sebanyak dua kali. . Ketika menjadikan Allah Swt. niscaya kamu akan menang. Allah mengetahui dan kamu sekalian tidak mengetahui (QS Al-Baqarah: 216). hal serupa tidak akan terjadi. dan menyadari pula Kemahamutlakan Allah Swt. baik mengetahui maupun tidak hikmah suatu perbuatan Tuhan. itu dan (kesalahan) dirimu sendiri (QS An-Nisa' [4]: 79). dan bertawakallah kepada Allah. condonglah kepadanya. Jika seseorang menjadikan Allah sebagai wakil. bila ia merasa --berdasarkan pengetahuan dan keinginannya-. dan segala yang dilakukan-Nya adalah baik serta terpuji. Muslim Perhatikan pengajaran Allah dalam Al-Quran surat Al-Fatihah: Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat. Anda tidak perlu melibatkan diri.terulang dalam bentuk tunggal (tawakkal) sebanyak sembilan kali. lantas disusul dengan perintah bertawakal. Perintah bertawakal kepada Allah --atau perintah menjadikan-Nya sebagai wakil-. adalah dalam keterlibatan orang yang Jika Anda mewakilkan orang lain untuk melaksanakan sesuatu. karena hal itu telah dikerjakan oleh sang wakil. Perbedaan kedua mewakilkan. Yang lebih jelas lagi adalah dalam Al-Quran surat Al-Maidah Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota). Oleh karena itu. sebagai wakil. Semuanya didahului oleh perintah melakukan sesuatu. apabila kamu memasukinya. Demikian salah satu perbedaan antara perwakilan manusia kepada Tuhan dengan perwakilan manusia kepada selain-Nya. Dan tidak wajar bagi lelaki Mukmin. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan.sang waki1 atau menarik kembali perwakilannya. dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman. dan apa saja bencana yang menimpamu. perhatikan misalnya Al-Quran surat Al-Anfal ayat 61: Dan jika mereka condong kepada perdamaian. manusia dituntut untuk melakukan sesuatu yang berada dalam batas kemampuannya. karena sejak semula ia telah menyadari keterbatasan dirinya.

Di sisi lain Al-Quran menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukkan secara wajar. melainkan juga sampai kepada menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang di belakangnya. Perhatikan juga ucapan Nabi Ibrahim a.s. Akhlak terhadap sesama manusia Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Quran berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia. bacalah firman Allah dalam surat Al-Kahf yang mengisahkan perjalanan Nabi Musa a. petunjuk jalan menuju kebaikan dinyatakan bersumber dari Allah yang memberi nikmat.: Dan apabila aku sakit. Ketika Khidhir membunuh seorang bocah dengan maksud agar Tuhan menggantikan dengan bocah yang lebih baik. sehingga tidak wajar disandar kepada Allah.)." tetapi "yang dimurkai. Ketika sang hamba Allah itu membocorkan perahu.s. menyakiti badan. karena di sana amat jelas sisi positif pembangunan itu." karena murka dapat mengandung makna negatif. ini disebabkan karena pembocoran perahu tampak sebagai sesuatu yang buruk.s. kalimat yang digunakan adalah "Maka Tuhanmu menghendaki" (ayat 82). Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negatif seperti membunuh. --misalnya-dinyatakan sebagai manusia seperti manusia yang lain. Tetapi. Sekali lagi. Atas dasar itulah beliau berhak memperoleh penghormatan melebihi manusia 1ain. atau mengambil harta tanpa alasan yang benar. Al-Quran berpesan kepada orang-orang Mukmin: Jangan meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi (saat berdialog). tidak dinyatakan "jalan orang-orang yang Engkau murkai. dinyatakan bahwa "Dia (Allah) yang menyembuhkan". Di sini. Tetapi ketika ia membangun kembali tembok yang hampir rubuh. dia berucap "Aku ingin merusaknya" (ayat 79). Nabi Muhammad Saw. Perhatikan redaksi ayat di atas "yang telah Engkau anugerahi nikmat". dan kehendak Tuhan adalah penggantian anak dengan yang lebih baik. dan jangan pula mengeraskan suaramu . tetapi.bukan jalan orang yang dimurkai. bersama seorang hamba pilihan Allah (Khidir a. Kehendaknya adalah pembunuhan. ketika berbicara tentang jalan orang-orang sesat dan yang akan mendapat murka. Dialah yang menyembuhkanku (QS Asy-Syu'ara' [26]: 80). Karena penyakit merupakan sesuatu yang buruk. b. dan bukan (jalan) mereka yang sesat (QS Al-Fatihah [1]: 7). tidak dinyatakan bahwa ia berasal dari Tuhan. namun dinyatakan pula bahwa beliau adalah Rasul yang memperoleh wahyu dari Allah. redaksi yang digunakannya adalah "Maka kami berkehendak" (ayat 81). walaupun sambil memberikan materi kepada yang disakiti hatinya itu. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima) (QS Al-Baqarah [2]: 263). tidak peduli aib itu benar atau salah. apabila aku sakit kesembuhan yang merupakan sesuatu yang terpuji. Karena itu.

putrinya. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni kamu? Allah Maha Pengampun lagi Maha . Abu Bakar dan banyak orang lain bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah. Yang melakukan kesalahan hendaknya dimaafkan..-menyebarkan berita palsu tentang Aisyah. haruslah ucapan yang baik. Pemaafan ini hendaknya disertai dengan kesadaran bahwa yang memaafkan berpotensi pula melakukan kesalahan. Salam yang diucapkan itu wajib dijawab dengan salam yang serupa. (QS An-Nur [24): 58). ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)-mu di tengah hari. dan menyapa atau memanggilnya dengan sebutan buruk (baca Al-Hujurat [49]: 11-12) . Setiap ucapan memerintahkan. Tidak wajar seseorang mengucilkan seseorang atau kelompok 1ain. tidak wajar pula berprasangka buruk tanpa alasan. bahkan juga dianjurkan agar dijawab dengan salam yang lebih baik (QS An-Nisa' [4]: 86). janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya (QS An-Nur [24]: 27).(di hadapannya saat beliau diam) sebagaimana (kerasnya) suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain. Hai orang-orang yang beriman. atau menceritakan keburukan seseorang. serta berlapang dada.. Al-Quran Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia (QS A1-Baqarah [2]: 83). Bahkan lebih tepat jika kita berbicara sesuai dengan keadaan dan kedudukan mitra bicara. seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain) (QS An-Nur [24]: 63). ketika Misthah --seorang yang selalu dibantu oleh Abu Bakar r. orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah dijalan Allah. Petunjuk ini berlaku kepada setiap orang yang harus dihormati. (QS Al-Hujurat [49]: 2). hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki.. Al-Quran juga menekankan kebebasan pribadi). dan orang-orang yang belum balig di antara kamu meminta izin kepada kamu tiga kali (yaitu waktu) sebelum shalat subuh. Karena itu. perlunya privasi (kekuasaan atau Hai orang-orang yang beriman. Tetapi Al-Quran turun menyatakan: Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat(-nya).. Dan katakanlah perkataan yang benar (QS Al-Ahzab [33]: 70). dan hendaklah mereka memaafkan. dan sesudah shalat isya . serta harus berisi perkataan yang benar. Janganlah kamu jadikan panggilan (nama) Rasul di antara kamu.a.

sehingga ia tidak melakukan perusakan. karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya. dan menjadi milik-Nya. melainkan lebih dari itu. tumbuh-tumbuhan. sesungguhnya Allah senang terhadap orang yang berbuat baik. 671 H) di dalam tafsirnya-. "Setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia sendiri. berucap benar. Pada dasarnya. baik binatang. pemeliharaan. tumbuhan. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman." Binatang."Tidak boleh . maupun benda-benda tak bernyawa. dan memaafkan. sehingga semuanya --seperti ditulis Al-Qurthubi (W. agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya. Di dunia Barat. Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. walaupun mereka amat membutuhkan (QS Al-Hasyr [59]: 9). "Anda hendaknya mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan Anda sendiri. (bahkan) berbuat baik (terhadap mereka yang pernah melakukan kesalahan terhadapnya).Penyayang (QS An-Nur [24]: 22). Keyakinan ini mengantarkan sang Muslim untuk menyadari bahwa semuanya adalah "umat" Tuhan yang harus diperlakukan secara wajar dan baik. dan bersikap lemah lembut {terutama kepada wanita)-seorang Muslim yang mengikuti petunjuk-petunjuk akhlak Al-Quran tidak hanya pantas bergelar demikian. atau memetik bunga sebelum mekar. serta semua memiliki ketergantungan kepada-Nya. dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. c. akhlak yang diajarkan Al-Quran terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah." Mereka mengutamakan orang lain daripada diri mereka sendiri. yaitu: Maksudnya mereka mampu menahan amarahnya. bahwa "Anda boleh melakukan perbuatan apa pun selama tidak bertentangan dengan hak orang lain". dan benda-benda tak bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah Swt. dan orang demikian dalam bahasa Al-Quran disebut al-muhsin. Dalam pandangan akhlak Islam. Jika ada orang yang digelari gentleman --yakni yang memiliki harga diri. Sebagian dari ciri orang bertakwa dijelaskan dalam Quran surat Ali Imran (3): 134. Karena itu dalam Al-Quran surat Al-An'am (6): 38 ditegaskan bahwa binatang melata dan burung-burung pun adalah umat seperti manusia juga. seseorang tidak dibenarkan mengambil buah sebelum matang. Ini berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang berjalan. sering dinyatakan. bahkan dengan kata lain. serta pembimbingan. tetapi dalam Al-Quran ditemukan anjuran. Akhlak terhadap lingkungan Yang dimaksud lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. Yang demikian mengantarkan manusia bertanggung jawab.

"Kamu sekalian pasti akan diminta untuk mempertanggungjawabkan nikmat (yang kamu peroleh). Nabi Muhammad Saw. keselarasan dengan alam. Memang. kecuali kalau terpaksa. atau bangsa. Jangankan terhadap manusia dan binatang. (QS Al-Hasyr [59]: 5). mengantarkan manusia kepada kesadaran bahwa apa pun yang berada di dalam genggaman tangannya. demikian kandungan penjelasan Nabi Saw. yang membawa rahmat untuk seluruh alam (segala sesuatu). tetapi itu pun harus seizin Allah. Al-Quran menekankan agar umat Islam meneladani Nabi Muhammad Saw. Keduanya tunduk kepada sehingga mereka harus dapat bersahabat." Dengan demikian bukan saja dituntut agar tidak alpa dan angkuh terhadap sumber daya yang dimilikinya. dalam saat peperangan pun terdapat petunjuk Al-Quran yang melarang melakukan penganiayaan. istilah penaklukan alam tidak dikenal dalam ajaran Islam. Istilah itu muncul dari pandangan mitos Yunani yang beranggapan bahwa benda-benda alam merupakan dewa-dewa yang memusuhi manusia sehingga harus ditaklukkan.diperlakukan secara aniaya. Pernyataan Tuhan ini mengundang seluruh manusia untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. sedangkan kesan itu mengantarkan kepada kesadaran . Mahasuci Allah yang menjadikan (binatang) ini mudah bagi kami. tetapi Allah. bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang. sedangkan kami sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk itu (QS Az-Zukhruf [43]: 13) Jika demikian. melainkan juga harus berpikir dan bersikap demi kemaslahatan semua pihak. dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar. manusia tidak mencari kemenangan. kelompok. Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh. setiap angin sepoi yang berhembus di udara. dan jenisnya saja. tentang firman-Nya dalam Al-Quran surat At-Takatsur (102): 8 yang berbunyi. sekalipun benda-benda itu tak bernyawa.. bahkan memberi nama semua yang menjadi milik pribadinya. "Nama" memberikan kesan adanya kepribadian. Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta yang berada di antara keduanya. berdiri di atas pokoknya. Manusia tidak sedikit pun mempunyai kemampuan kecuali berkat kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. tidak lain kecuali amanat yang harus dipertanggungjawabkan. Untuk menyebarkan rahmat itu. melainkan juga dituntut untuk memperhatikan apa yang sebenarnya dikehendaki oleh Pemilik (Tuhan) menyangkut apa yang berada di sekitar manusia. kecuali dengan (tujuan) yang hak dan pada waktu yang ditentukan (QS Al-Ahqaf [46]: 3). Bahwa semuanya adalah milik Allah. Yang menundukkan alam menurut Al-Quran adalah Allah. "Setiap jengkal tanah yang terhampar di bumi.." Jangankan dalam masa damai. maka itu semua adalah atas izin Allah . dan setiap tetes hujan yang tercurah dari langit akan dimintakan pertanggungjawaban manusia menyangkut pemeliharaan dan pemanfatannya". Ia tidak boleh bersikap sebagai penakluk alam atau berlaku sewenang-wenang terhadapnya.

A. Di samping prinsip kekhalifahan yang disebutkan di atas. Beliau juga bersabda: Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari kiamat.[] ---------------WAWASAN AL-QURAN Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat Dr. Manusia dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Bandung 40124 Telp. (022) 700931 Fax. Pencinta Binatang Nabi Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang. M. Namun pada saat yang sama. *** Akhirnya kita dapat mengakhiri uraian ini dengan menyatakan bahwa keberagamaan seseorang diukur dari akhlaknya.net . Firman Allah yang menggunakan akar kata itu dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 11 adalah Janganlah ada satu kaum yang merendahkan kaum yang lain. manusia tidak boleh tunduk dan merendahkan diri kepada segala sesuatu yang telah direndahkan Allah untuknya. Sebelum Eropa mengenal Organisasi Muhammad Saw. Nabi bersabda. Quraish Shihab. Agama adalah hubungan interaksi yang baik. bahwa ia boleh meraih apa pun asalkan yang diraihnya serta cara meraihnya tidak mengorbankan kepentingannya di akhirat kelak. M.16. berapa pun harga benda-benda itu. telah mengajarkan. yang berarti penundukan. kendarailah. dan beri makanlah dengan baik. Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda itu. Manusia dalam hal ini dituntut untuk selalu mengingat-ingat. Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda sehingga mengorbankan kepentingannya sendiri. masih ada lagi prinsip taskhir. semua yang ada di langit dan di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya (QS Al-Jatsiyah [45]: 13). (022) 707038 mailto:mizan@ibm. Namun dapat juga berarti "perendahan". melebihi akhlak yang luhur (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).untuk bersahabat dengan pemilik nama. Dan Dia (Allah) menundukkan untuk kamu. Penerbit Mizan Jln. Ini berarti bahwa alam raya telah ditundukkan Allah untuk manusia. Yodkali No.