Pengertian Akhlak

Pengertian Akhlak

Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Dalam Bahasa Arab kata akhlak (akhlaq) diartikan sebagai tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama. Meskipun kata akhlak berasal dari Bahasa Arab, tetapi kata akhlak tidak terdapat di dalam Al Qur'an. Kebanyakan kata akhlak dijumpai dalam hadis. Satu-satunya kata yang ditemukan semakna akhlak dalam al Qur'an adalah bentuk tunggal, yaitu khuluq, tercantum dalam surat al Qalam ayat 4: Wa innaka la'ala khuluqin 'adzim, yang artinya: Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung. Sedangkan hadis yang sangat populer menyebut akhlak adalah hadis riwayat Malik, Innama bu'itstu liutammima makarima al akhlagi, yang artinya: Bahwasanya aku (Muhammad) diutus menjadi Rasul tak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia. Perjalanan keilmuan selanjutnya kemudian mengenal istilah-istilah adab (tatakrama), etika, moral, karakter disamping kata akhlak itu sendiri, dan masing-masing mempunyai definisi yang berbeda. Menurut Imam Gazali, akhlak adalah keadaan yang bersifat batin dimana dari sana lahir perbuatan dengan mudah tanpa dipikir dan tanpa dihitung resikonya (al khuluqu haiatun rasikhotun tashduru 'anha al afal bi suhulatin wa yusrin min ghoiri hqjatin act_ fikrin wa ruwiyyatin. Sedangkan ilmu akhlak adalah ilmu yang berbicara tentang baik dan buruk dari suatu perbuatan. Dari definisi itu maka dapat difahami bahwa istilah akhlak adalah netral, artinya ada akhlak yang terpuji (al akhlaq al mahmudah) dan ada akhlak yang tercela (al akhlaq al mazmumah). Ketika berbicara tentang nilai baik buruk maka muncullah persoalan tentang konsep baik buruk. Dari sinilah kemudian terjadi perbedaan konsep antara akhlak dengan etika. Etika (ethica) juga berbicara tentang baik buruk, tetapi konsep baik buruk dalam ethika bersumber kepada kebudayaan, sementara konsep baik buruk dalam ilmu akhlak bertumpu kepada konsep wahyu, meskipun akal juga mempunyai kontribusi dalam menentukannya. Dari segi ini maka dalam ethica dikenal ada ethica Barat, ethika Timur dan sebagainya, sementara al akhlaq al karimah tidak mengenal konsep regional, meskipun perbedaan pendapat juga tak dapat dihindarkan. Etika juga sering diartikan sebagai norma-norma kepantasan (etiket), yakni apa yang dalam bahasa Arab disebut adab atau tatakrama. Sedangkan kata moral meski sering digunakan juga untuk menyebut akhlak, atau etika tetapi tekanannya pada sikap seseorang terhadap nilai, sehingga moral sering dihubungkan dengan kesusilaan atau perilaku susila. Jika etika itu masih ada dalam tataran konsep maka moral sudah ada pada tataran terapan.Melihat akhlak, etika atau moral seseorang, harus dibedakan antara perbuatan yang bersifat temperamental dengan perbuatan yang bersumber dari karakter kepribadiannya. Temperamen merupakan corak reaksi seseorang terhadap berbagai rangsang yang berasal dari lingkungan dan dari dalam diri sendiri. Temperamen berhubungan erat dengan kondisi biopsikologi seseorang, oleh karena itu sulit untuk berubah. Sedangkan karakter berkaitan erat dengan penilaian baik buruknya tingkahlaku seseorang didasari oleh bermacam-macam tolok ukur yang dianut masyarakat. Karakter seseorang terbentuk melalui perjalanan hidupnya, oleh karena itu ia bisa berubah. posted by : Mubarok institute

1. Pengertian Akhlak Dari segi etimologi, akhlak berasal dari bahasa Arab, merupakan bentuk plural (jamak) dari “al-khuluq” yang berarti gambaran batin atau perangai, kebiasaan, atau tabiat/karakter. Dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam ayat 4 Allah berfirman : “Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas pekerti yang agung” Kata akhlak banyak ditemukan dalam hadis-hadis nabi, diantaranya yang paling terkenal adalah :

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. Menurut pengertian sehari-hari, “akhlak” sering dipakai dengan pengertian “budi pekerti”, “sopan santun”, “moral”, dan atau “etika”. Anggapan yang mempersamakan arti “akhlak” dengan “etika” itu tidaklah tepat, sebab ada perbedaan-perbedaan prinsip antara keduanya. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain ditinjau dari segi : a. Sumber yang dipakai Akhlak bersumber pada kebenaran wahyu, sedang etika berdasar pada kebudayaan yang dilandasi oleh hasil pemikiran manusia. b. Obyek yang menjadi sasaran akhlak Akhlak membahas masalah “benar” dan “salah” atau “haq” dan “batil” mana “ma,ruf” dan mana yang “mungkar”. Etika membahas atau membedakan antara “baik” dan “buruk”. Dan apa yang dianggap baik oleh etika, belum mesti dianggap benar oleh akhlak. c. Masa berlakunya Karena berbeda sumber, maka akhlak berlaku umum dan menyeluruh universal, tidak terikat oleh waktu dan tempat, sedang etika terikat oleh waktu dan tempat serta adat kebiasaan yang berlaku, karena itu etika yang berlaku di Barat tidaklah semuanya dapat diterima di Timur. Dari segi terminologi, akhlak antara lain didefinisikan: b. Imam al-Ghazali di dalam Ihya Ulumuddin memberikan pengertian sebagai berikut: Akhlak ialah gejala kejiwaan yang sudah meresap dalam jiwa, yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa mempergunakan pertimbangan pemikiran terlebih dahulu. Apabila yang timbul dari padanya adalah perbuatan yang baik menurut akal dan syara’ maka disebut akhlak yang baik. Sebaliknya bila yang timbul adalah perbuatan yang jelek maka disebut akhlak yang buruk. c. Ibnu Maskawaih memberikan Ta’rif yang lebih simpel namun jelas yaitu : Kedaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan, tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu (masih banyak lagi definisi yang lain). 4. Dasar / Sumber Akhlak. Akhlak itu didasarkan dan bersumber pada Al-Qur’an dan hadis. Perbuatan yang benar adalah perbuatan yang berpijak pada kebenaran yang telah digariskan oleh nash agama yang bersumber pada wahyu. Dan apa yang dinilai oleh Al-Qur’an dan hadis pasti baik dalam esensinya. Aisyah ketika ditanya mengenai akhlak Rasulullah, beliau menjawab “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad). Dalam Al-Qur’an “baik” disebut pula dengan “salih”, “Birr”, “ma’ruf”, “Kahir”, “Khasan”, “toyyib”, dan “Halal”. Sedang “Buruk” disebut pula dengan “Fasad”, “Mungkar”, “Syarr”, “Su”, “Fahsya”, atau “Falhisyah”, “Khobits”, “Haram”,atau “Dosa”. 5. Kedudukan dan Keistimewaan Akhlaq Dalam Islam Dalam keseluruhan ajaran Islam akhlaq menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Hal ini dapat dilihat dalam beberapa nomor berikut ini: a. Rasulullah saw menempatkan penyempurnaan akhlaq yang mulia sebagai misi pokok Risalah Islam. sabdanya: “Sesungguhnya aku diutus untuk meyempurnakan akhlaq yang mulia.” (HR Baihaqi). b. Akhlaq merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam, sehingga Rasulullah saw pernah mendefinisikan agama itu dengan akhlaq yang baik (busn al-khuluq). Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah

Akhlaq bermasyarakat 4. “Haji adalah Wuquf di Arafah” Artinya tidak sah haji seseorang tanpa wuquf dan Arafah. Rasulullah saw menyebutkan. Khauf dan raja e. Dari Muhammad Abdullah Darroz membagi ruang lingkup akhlaq menjadi lima bagian : 1. sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” Pendefinisian agama (Islam) dengan akhlaq yang baik itu sebanding dengan pendefinisian ibadah haji dengan wuqufdi ‘Arafah. Cinta dan ridla c. Akhlaq terhadap Allah antara lain : a. “Ya Rasulullah. Syukur g. ruang lingkup akhlaq meliputi seluruh aspek kehidupan perorangan maupun kemasyarakatan. Akhlaq beragama Berangkat dari sistematika di atas dengan melakukan modifikasi. . zakat dan haji. Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada satupun yang akan lebih memberatkan timbangan (kebaikan) seorang hamba mukmin nanti pada hari kiamat selain dari akhlaq yang baik. Ikhlas d. 3.”(QS.dan dirikanlah shalat. Misalnya shalat. Rasulullah saw menjadikan baik buruknya akhlaq seseorang sebagai ukuran kualitas imannya. maka Yunahar Ilyas membagi ruang lingkup akhlaq menjadi .Tarmidzi). Taqwa kepada Allah b. 5. Akhlaq keluarga 3. Akhlaq yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari kiamat.Al-‘Ankabut 29:45). Tirmidzi) d. Islam menjadikan akhlaq yang baik sebagai bukti dan buah dari ibadah kepada Allah SWT.. Perhatikan nash berikut ini: Firman Allah SWT: “…. Taubat 6. Hal ini dapat kita perhatikan dalam beberapa hadits berikut ini: Rasulullah saw bersabda : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. b. Muroqobah h. Gerakan Akhlakul Karimah Menurut Muhammad al-Ghazali. Tawakkal f. c. Akhlaq terhadap Rasulullah antara lain. Akhlaq pribadi 2.” (HR. puasa. Akhlaq bernegara 5.saw.” (HR. apakah agama itu ? Beliau menjawab: (Agama adalah) Akhlaq yang baik.

. Silaturahim kepada karib kerabat 3.T. Mengucapkan shalawat dan salam 1. Hubungan baik dengan tetangga c. Mencintai dan memuliakan Rasul b. baik hambatan yang bersifat internal dan eksternal). Pergaulan muda-mudi e. Justeru itu kedua-dua sifat akhlak ini memerlukan kita mengenainya.T. bermujahadah untuk mendapatkan akhlak yang balk serta bermuhasabah pula untuk menghindarkan akhlak yang buruk. Birrul waliadain (bakti kepada orang tua) b. Ukhuwah Islamiyah 4. Hubungan baik dengan masyarakat d.W. kewajiban dan kasih sayang suami isteri c. mengenal penyakit-penyakitnya dan terus pula merawatnya demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. agar diberkati usaha beliau dan menerimanya sebagai amalan yang baik lagi mulia. Amar ma’ruf nahi munkar d. Saya berdoa semoga buku kecil ini memberi manfaat kepada para pembaca dalam usaha mengenal akan hati masing-masing. Hak. yang menguruskan segala perkara dengan tadbiran-Nya serta menghiaskan manusia dengan ilmu-Nya supaya dengan itu berbezalah antara manusia dengan makhiuk lain yang diciptakan Allah di alam ini. Akhlaq dalam keluarga antara lain: a. keaipan yang terbuka serta kehinaan yang jelas menjauhkan seseorang itu dari berhampiran dengan Allah. Akhlaq pribadi antara lain: a. Mujahadah (mencurahkan segala kemampuan untuk melepaskan diri dari segala hal yang menghambat pendekatan diri terhadap Allah SWT. Musyawarah b. Tuhan semesta alam. Akhlaq bermasyarakat antara lain : a.a. Kasih sayang dan tanggung jawab orang tua terhadap anak. Akhlak merupakan satu pancaran daripada kemurnian aqidah yang dianuti oleh seseorang insan. akhlak yang balk adalah gambaran daripada aqidah yang benar yang jauh daripada unsur-unsur penyelewengan Akhlak yang buruk pula merupakan racun yang membunuh manusia. yang merosakkan aka] fikiran. d. Kepada penulis buku ini saya juga berdoa kepada Allah S. Bertamu dan menerima tamu b. Hubungan pemimpin dan yang dipim KATA-KATA ALUAN Segala puji-pujian untuk Allah S. Akhlaq bernegara antara lain : a. Iffah (menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik) d. Menegakkan keadilan c. Shidiq (jujur) b. Mencintai dan mentaati Rasul c. 2. Amanah (dapat dipercaya) c.W.

ia akan memancarkan nilai-nilai buruk di dalam diri dan mempengaruhi pembentukan akhlak yang buruk. merupakan dua jenis tingkahlaku yang berlawanan dan terpancar daripada dua sistem nilai yang berbeza. akhlak yang buruk menjadi pemusnah yang berkesan dan perosak yang meruntuhkan kemanusiaan serta ketinggian hidup manusia di bumi ini. luhur dan mulia. Al-Ouran menerusi berbagai-bagai pendekatan yang meletakkan al-Ouran sebagai sumber pengetahuan mengenai nitai dan akhlak yang paling terang dan jelas. kelakuan mereka yang mulia dan gambaran kehidupan mereka yang penuh tertib. Al-Quran menggambarkan bagaimana aqidah orang-orang beriman. Begitulah sebaliknya jika individu dan masyarakat yang dikuasai oleh nilai-nilai dan tingkahlaku yang buruk. Al-Quran juga menggambarkan bagaimana perjuangan para rasul untuk menegakkan nilai-niiai mulia dan murni di dalam kehidupan dan bagaimana mereka ditentang oleh kefasikan. akhlak mempunyai peranan yang penting di dalam kehidupan dan dalam memelihara kemuliaan insan serta keluhurannya. Nilai-nilai dan sikap itu pula terpancar daripada konsepsi dan gambarannya terhadap hidup. ZAINALABIDIN) Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia AL-QURAN PEMBINA AKHLAK MULIA AKHLAK ialah tingkahlaku yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang diyakini oleh seseorang dan sikap yang menjadi sebahagian daripada keperibadiannya. Kedua-duanya memberi kesan secara langsung kepada kualiti individu dan masyarakat. bukan pendekatan teoritikal tetapi dalam bentuk konseptual dan penghayatan. Masyarakat itu runtuh dan tamadunnya hancur disebabkan keruntuhan nilai-nilai dan akhlak yang terbentuk daripadanya. kekufuran dan kemunafikan yang cuba menggagalkan tertegaknya dengan kukuh akhlak yang mulia sebagai teras kehidupan yang luhur dan murni itu.(BRIG.w. DATO'ABDUL HAMID BIN HJ. Gambaran mengenai akhlak mulia dan akhlak keji begitu jelas dalam perilaku manusia blepanjang sejarah. JEN. Pendekatan al-Quran dalam menerangkan akhlak yang mulia. akan porak peranda dan kacau bilau. (Riwayat al-Baihaqi) Para sarjana dan ahli fikir turut mengakui pentingnya akhlak di dalam membina keluhuran peribadi dan tamadun manusia. jika aqidah yang dianuti dibina di atas kepalsuan dan gambarannya mengenai hidup bercelaru dan dipengaruhi oleh berbagai-bagai fahaman paisu. adil. bersabda yang bermaksud: 'Sesungguhnya aku diutus untuk melengkapkan akhlak yang mutia. Sejarah membuktikan bahawa sesebuah masyarakat itu yang inginkan kejayaan bermula daripada pembinaan sistem nilai yahg kukuh yang dipengaruhi oleh unsur-unsur kebaikan yang terpancar daripada aqidah yang benar. akhlak yang mulia dan akhlak yang buruk digambarkan dalam perwatakan manusia. Martabat manusia akan menurun setaraf haiwan sekiranya akhlak runtuh dan nilai-nilai murni tidak dihormati dan dihayati. khurafat dan falsafah-falsafah serta ajaran yang paisu. Dengan perkataan lain. akan memancarkan nilai-nilai benar yang murni di dalam hati. nilai-nilai dan sikap itu terpancar daripada aqidahnya iaitu gambaran tentang kehidupan yang dipegang dan diyakininya Aqidah yang benar dan gambaran tentang kehidupan yang tepat dan tidak dipengaruhi oleh kepaisuan. lndividu dan masyarakat yang dikuasai dan dianggotai oleh nilai-nilai dan akhlak yang baik akan melahirkan individu dan masyarakat yang sejahtera. Aqidah Mencorakkan Akhlak . Sebaliknya. Oleh kerana itu Rasulullah s. tidak mungkin dapat membantu tamadun yang murni dan luhur. Akhlak yang baik dan akhlak yang buruk. Berbanding dengan perwatakan orang-orang kafir dan munafiq yang jelek dan merosakkan. Sebaliknya.a. Nilai-nilai ini akan mempengaruhi pembentukan sistem akhlak yang mulia. al-Ouran diturunkan. Masyarakat kacau bilau. Kepentingan akhlak dalam kehidupan dinyatakan dengan jelas dalam. akhlak yang mulia menjadi penggerak kepada kemajuan dan kesempurnaan hidup. Justeru itu. dalam sejarah dan dalam realiti kehidupan manusia semasa.

dan tidak tunduk beribadah melainkan kepada Allah S. Allah S. tegas dan berani yang ditunjukkan oleh seorang mu'min yang sejati Rab'i bin Amir ketika berhadapan dengan raja Rum. Aqidah ini menyebabkan orang-orang beriman sentiasa bergantung harap kepada Allah S. ganjaran di akhirat adalah lebih baik dahapda di dunia.' Manusia beriman yang sebenarnya. yang bermaksud: 'Allah sesungguhnya mengutus kami untuk membebaskan sesiapa yang dikehendaki-Nya daripada menyembah sesama hamba kepada menyembah hanya kepada Allah. Tujuan hidup manusia di dunia ini ialah untuk beribadah kepada Allah S. dan setiap tindak tanduk dan kelakuan serta tindakannya adalah untuk mendapatkan keredhaan Allah S. tidak semata-mata untuk mendapatkan habuan dan ganjaran di dunia. untuk mencipta atau tidak mencipta sesuatu yang ada di dalam ilmu-Nya.T. Keredhaan Allah dan beribadat kepada Allah S.T.W. Kerana itu. Nilai-nilai ikhias untuk Allah S.W.T. tidak mempeduangkan sesuatu yang dicipta oleh mana-mana kuasa selain dadpada yang ditentukan di dalam agama Allah S. tetapi bukan sebagai debu berterbangan di udara. Wawasannya. Kebebasan seorang mu'min sentiasa mendapat panduan dan bimbangan.W.. ia sanggup mengorbankan kurniaan Allah di dunia.T dan tidak bergantung harap kepada yang lain daripada-Nya.T. Allah S.' Seorang mu'min berjiwa bebas. Seorang mu'min berperasaan halus dan berhati lembut kerana keyakinannya bahawa ia adalah hamba kepada Allah S. Tentunya. untuk mendapatkan kurniaan Allah di akhirat.W. tidak mungkin menyembah kepada yang lain daripada Allah S. la sentiasa bertindak mengikut petunjuk Allah dan berpandu kepadanya. Daripada perasaan inilah tercetusnya pengakuan seorang muslim bahawa 'Tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah S. neraka dan adanya makhluk-makhiuk Allah yang lain yang tidak diketahui oleh manusia dan pengetahuan manusia tidak menjadi syarat bagi menentukan sesuatu kejadian Allah harus ada atau tidak ada.bagai jawapan kepada persoalan tersebut. aqidah orang-orang kafir. menjadi tumpuan dan pemusatan setiap aspek kegiatannya.T adalah merupakan nilai yang agung yang membentuk akhlak yang murni dan jiwa yang luhur dalam . Segala perbuatannya akan dinilai dan dihitung serta diberikan balasan atau ganjaran dengan adil dan saksama.W. Aqidah dan pandangan hidup yang asas ini.W.W.W. Kerana itu mereka percaya kepada kejadian Allah yang ghaib. Justeru itu ia tidak berkelana dan hidup tanpa tujuan. seperti malaikat. la sentiasa bergerak bebas dengan memiliki peta yang menunjukkan haluan pergerakan dan perjalanannya. memancarkan nilai-nilai yang murni dalam jiwa orang-orang beriman.T. maka terdapat berbagai sistem nilai di dalam masyarakat manusia yang mencorakkan berbagai sikap dan tingkahlaku yang membentuk berbagai-bagai kebudayaan. Maha berkuasa dan kepada Dialah tumpuan segala ibadah dan segala yang baik sama ada niat dan amalan.T.T. Pembentukan nilai-nilai akhlak itu bergantung kepada bagaimana manusia memberikan jawapan kepada pertanyaan-pertanyaan yang asasi dalam hidup.T.T. bagi mereka adalah Tuhan Yang Maha Sempuma. daripada kesempitan dunia kepada keluasannya dan keluasan akhirat daripada kezaliman agama-agama kepada keadilan Islam.T bebas mengikut kehendak-Nya.W. tetapi juga di akhirat. yakin bahawa kejadian Allah tidak terbatas kepada alam lahir sahaja dan kejadian Allah itu tidak terbatas dalam lingkungan yang dapat diketahui oleh manusia. Al-Quran telah memaparkan berbagai golongan yang memberi jawapan berbeza kepada persoalan-persoalan asasi kehidupan yang membentuk konsepsi dan aqidah mengenai kehidupan ini.W. Siapakah yang mencipta alam ini dan apakah tujuannya? Apakah tujuan manusia ditempatkan di bumi dan apakah tujuan dan matiamatnya yang sebenar? Jawapan-jawapan kepada persoalan asas mengenai kehidupan ini akan menentu dan mencorak nilai-nilai akhlak yang dimiliki oleh seseorang atau sesuatu kebudayaan. Lihatiah bagaimana pendirian yang bebas. Oleh kerana terdapat berbagai. Pergantungan semata-mata kepada Allah memberikan kepada seorang mu'min itu kebebasan dan tidak terikat kepada mana-mana kuasa lain daripada Allah S. Mereka yakin kepada hari akhirat. Aqidah orang-orang beriman dinyatakan dalam al-Ouran seba^gai orang-orang yang beriman kepada Allah S. nilai-nitai akhlak yang dipegang oleh seseorang dan sesuatu kebudayaan itu adalah hasil daripada aqidah dan gambaran tentang kehidupan itu. Terdapat aqidah orangorang beriman.W. kepada keagungan Allah yang mencipta dan memiliki alam ini. aqidah orang-orang fasik dan aqidah orang-or-ang munafiqin.W. gyurga. kepada Rasul-Nya.T.Sebagaimana yang disebutkan sebelum ini.W.W.T.

W. mereka hidup berfoya-foya di dunia ini tanpa memikirkan seksaan di akhirat. ini tidak lain daripada manusia seperti kamu.W. Aqidah dan pegangan seorang beriman berbeza dengan aqidah dan pegangan seorang kafir. (al-Baqarah: 34) Aqidah orang-orang kafir yang sombong terhadap Allah S.T. fa makan dari apa yang kamu makan dan minum dari apa yang kamu minum '. Begitu juga akhlak terhadap manusia dicorakkan oleh nilai-nilai aqidah seorang muslim. Apabila mati kita tidak dibangkitkan lagi. yang tidak percaya kepada para rasul yang diutus oleh Allah dan ajaran-ajaran yang mereka bawa. kecuali lblis. (al-Mu'minun: 24) Kekufuran juga beriaku kerana tidak percayakan hari akhirat. Dia akan turunkan malaika t Kita tidak mendengar dati bapa -bapa kita yang terdahulu mengenai ini (utusan Allah dari kalangan manusia).W. Hubungan manusia dengan Allah S.W.T berfirman yang bermaksud: 'Maka berkata pembesar-pembesar yang kafir itu dari kalangan bangsanya. Selain dadpada itu.W. ditentukan mengikut nilainilai aqidah yang ditetapkan. Antara kekufuran yang beriaku disebabkan mereka menolak ajaran yang benar yang dibawa oleh utusan Allah S. Kerana percaya bahawa tidak ada kehidupan selepas mati.T. Mereka pun sujud. seperti kata mereka yang bermaksud: 'Kehidupan kita tidak yang lain daripada kehidupan di dunia. berfirman yang bermaksud: 'Dan orang-orang yang kafir meni'mati kesenangan didunia serta mereka makan minum sebagaimana binatang-binatang temak makan minum.T. sedang nerakalah menjadi tempat tinggal mereka. Kehidupan ini bagi mereka mencari makan. la ingkar dan takabur dan ia daripada orang-orang kafir. sepertimana yang ditetapkan didalam al-Ouran yang merupakan ajaran dan wahyu daripada Allah S. tiada matiamat yang jauh yang hendak dituju. hanyalah seorang manusia seperti kamu. Daripada tiada kita ada dan hidup. ]a hendak menonjoikan diri supaya lebih daripada kamu.T. sudah tentu mempengaruhi pembentukan akhlak mereka yang pincang dan bercelaru.T Pergaulan manusia dengan manusia tidak boleh disamakan dengan perhubungan manusia dengan Allah S.T dan kelakuannya terhadap Allah S. Bagi mereka seperti yang dinyatakan oleh al-Quran 'kehidupan ini cuma di dunia'. membentuk nilai-nilai kelakuan dan cara hidup yang menjurus ke arah kehidupan yang tidak berakhlak mulia dan luhur.kehidupan orang-orang beriman. ltulah sahaja kehidupan mereka. Justeru itu nilainilai dan akhlak juga berbeza.W. Pandangan dan cara hidup mereka ini. orang ini. . Allah berfirman mengenai kekufuran Iblis yang bermaksud: 'Dan ketika kami berkata kepada malaikat sujudiah kepada Adam.T. mencari harta dan berfoya-foya semata-mata untuk di atas dunia ini. Al-Quranmemaparkan aqidah dan pegangan orang-orang kafir dalam berbagai kategori.' (Muhammad: 12) Mereka tidak mempunyai matiamat yang murni dan abadi dalam kehidupan mereka.W. justeru terdapat berbagai bentuk kekufuran yang beriaku di kalangan umat manusia. dan mereka menafikan kerasulan utusan itu.T. Allah S.W.W. Manusia dilahirkan dan kemudian mati. (al-Mu'minun: 33) Kekufuran juga beriaku disebabkan sifat bongkak dan sombong serta ingkar kepada perintah Allah dan angkuh terhadapnya. mereka tidak dibangkitkan kembali. yang tidak percaya kepada hari akhirat dan tidak patuh kepada hukum-hukum Allah dengan ingkar kepada hukum-hukum itu. ]a membentuk akhlak terhadap Allah S. Allah S. dan akhlak terhadap sesama manusia. Jika Allah hendak turunkan utusan. Maksudnya: 'Dan berkata pembesar-pembesar dari bangsanya yang kafir dan mendustakan kehidupan akhirat dan kamijadikan berfoya-foya dalam kehidupan mereka di dunia.

Apa yang dianggap tidak balk. la tidak hanya baik pada masa yang lalu dan tidak baik untuk masa sekarang. Aishah ra.T. Apa yang diperakukan oleh al-Quran dan al-Sunnah sebagai baik.' 'telunjuk lurus kelingking berkait. Homoseksual dan Lesbian.w. Nilai-nilai akhlak Islam. (al-Bayyinah: 5) Orang-orang kafir musyrik yang beribadah kepada yang lain daripada Allah S.W. apabila bedanji tidak dikotakan apabila diberi amanah ia khianat. (al-Baqarah : 8) Aqidah munafiqin. mereka berdusta. Perkara haial dan yang haram diterangkan dengan jelas. maka ia adalah baik untuk sepanjang zaman dan tempat. Begitu juga yang dipandang buruk pada hari ini.T.W. melahirkan sifat-sifat dan kelakuan-kelakuan keji yang mewakiii akhlak yang buruk.' Bahaya kekufuran ini sangat dahsyat kerana sikap pemusuhan dan dendam mereka terhadap orang-orang yang beriman. akhlak Islam dijelaskan berdasarkan kepada model insan kamil yang terdapat dalam did Rasuluilah s.orang yang beriman dan orang-orang kafir berasaskan kepada perbezaan aqidah mereka.w. maka ia adalah tidak baik untuk selama-lamanya. berbeza dengan nilai-nilai tamadun Barat yang semata-mata bergantung kepada aka] dalam menentukan nilai-nilai baik dan tidak baik. Perkaraperkara yang telah diprogramkan ke dalam hukum-hukum ini adalah mutlak sifatnya. al-Ouran menghuraikan pengertian akhlak Islam yang didokong dan dihayati oleh orangorang beriman. yang diutus oleh Allah S.W.. (Riwayat Bukhari dan Muslim) Nilai-Nilai Mutlak Dan Relatif Selain daripada memaparkan konsep dan penghayatan akhlak secara konsepsi dan praktikal dan membezakan antara akhlak orang. Apa yang baik adalah haial dan yang buruk dan tidak baik itu adalah haram. dikatakan sebagai al-Quran yang berjalan.T. tetapi dalam hati mereka benci dan memusuhi baginda. Hukum-hukum itu ialah wajib. Pada hari ini ia difikirkan sebagai baik dan di masa yang lain ia ditolak sebagai baik. Rasuluilah s.w. Rasuluilah s. haram dan makruh.W. berkata 'Adapun akhlakbaginda ialah al-Ouran' ' Kerana itu nilai-nilai asas yang membentuk akhlak Islam ialah nilai-nilai mutlak.a.a. yang telah merealisasikan pengertian akhlak al-Quran dalam kehidupan yang realistik. kebanyakan nilai-nilai dalam tamadun barat bersifat relatif. sunat. Untuk menyembunyikan kekufuran.a.a. dan sering mempertikaikan ajaran itu.T Abu Lahab. Mereka berpura-pura percaya kepada Nabi s. Mereka memandang rendah kepada ajaran Nabi s. Kenisbian nilai-nilai akhlak ini. tidak bersifat relatif atau nisbi. Sebaliknya hari ini perbuatan itu dihalaikan dan dibenarkan sebagai legal serta mendapat hak-hak dan periindungan perundangan. Firaun. menimbulkan huru hara nilai yang mengakibatkan kepincangan akhlak.T. dahulu dianggap haram dan tidak baik. Allah S. tetapi mereka sebenarnya tidak beriman. adalah contoh seorang hamba Allah yang bersyukur iaitu contoh berakhlak mulia dan tinggi dalam hubungan dengan Allah S. Akan tetapi perkaraperkara yang termasuk dalam perkara harus adalah relatif sifatnya. Rasuluilah s. adalah manusia yang tidak berakhlak dan beriaku biadab terhadap Allah S. Allah S.W. Kerana itu. bersabda yang bermaksud: 'Tiga perkara yang sesiapa yang mempunyainya di dalam diri maka ia adalah munafiq. Mereka mengaku beriman. Namrud dan lain-lain adalah .1 berfirman yang bermaksud: 'Mereka tidak diperintahkan melainkan untuk beribadah kepada Allah dengan ikhias serta mempunyai sistem agama-. Nilai-nilai asas ini. memungkid janji dan mengkhianati amanah. Gambaran mengenai aqidah mereka penuh dengan gambaran kepurapuraan. Nilai-nilai yang baik dan buruk diprogramkan ke dalam hukum-hukum yang menentukan sama ada sesuatu perkara itu boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. yang mesti dilakukan atau mesti dilakukan atau mesti ditinggalkan atau dijauhkan. tidak lagi dianggap demikian pada masa yang lain. tidak berubah-ubah mengikut zaman dan tempat. Apabila bercakap ia dusta.a.a.w.W.Satu lagi aqidah kekufuran yang berbahaya ialah munafiq yang 'pepat di luar rencung di dalam. berfirman yang bermaksud: 'Dan di kalangan manusia ada yang berkata kami beriman dengan Allah dan Hari akhirat Pada hal mereka bukan datipada orang-orang beriman.T.w.w. lni berasaskan kepada peribadahan yang dilakukannya dengan penuh ikhias mengikut sistem peribadahan yang ditentukan oleh Allah S.W. memutar belitkan kebenaran. Nilai-nilai asas yang membentuk akhlak Islam.

W. Allah S. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang saleh) terdapat pada muka mereka dari kesan sujud'.T.a. Model Akhlak Al-Quran Akhlak Rasuluilah s.T. pada hal Allah S.W.a. (al-Qalam: 4) Juga firman-Nya yang bermaksud: 'Demi sesungguhnya. dan kesyukurannya itu dilafazkan menerusi amalan ibadahnyakepadaallah S.T.' (Riwayat Bukhari dan Muslim) Bersyukur adalah akhlak yang tinggi dan mulia dalam hubungan dengan Allah S. berfirman yang bermaksud: 'Demi sesungguhnya. Sedangkan pada waktu malam air mata mereka berlinang kerana insaf dan memohon keampunan daripada Allah S. Bersyukur di atas ni'mat yang dikurniakan Allah S.T. dan para sahabat yang bedman dengannya. AlQuranmenggambarkan pengabdian mereka kepada Allah S. 21) Rasuluilah s. Mereka melakukan kemungkaran. adalah para hamba Allah S. (al-Fath: 29) Rasulullah s.w. dengan firman-Nya yang bermaksud: ' Nabi Muhammad s.T. yang tekun mengerjakan ibadat dan tunduk khusyu' merendah diri kepada Allah S.a. menjawab. Membentuk diri menjadi hamba Allah yang bersyukur. Pada suatu ketika 'Aishah bertanya.a.w. adalah model akhlak-akhlak mulia yang dihurai dan dijelaskan dalam al-Quran. (al-Ahzaab. bongkak dan sombong.W. mengapa baginda begitu tekun dan kuat beribadah. Mereka takbur. Nilai-nilai syirik menjadikan mereka manusia yang tidak bermoral dan makhiuk perosak yang meluas seperti di kalangan generasi baru masyarakat barat.a.W.T. yang bermaksud: 'Tidakkah aku ingin dirinya menjadi hamba yang bersyukur.T.W.W. Keterangan jelas mengenai konsep akhlak mulia dalam al-Quran. menambahkan lagi kesayangan Allah dan sentiasa mendapat tambahan ni'mat-ni'mat Allah S.a. lni ditambahi pula dengan ingatan yang tidak putus-putus terhadap Allah dan menjadikan seluruh kehidupannya dalam suasana beribadah kepada Allah S. (Ibrahim: 7) Rasuluilah s. untuk dijadikan seorang rasul dan contoh insan kamil yang menjadi ikutan dan teladan sepanjang zaman. adalah bagi kamu pada diri Rasuluilah itu contoh ikutan yang baik'. adalah contoh manusia yang bersyukur kepada Allah S. kezaliman dan kerosakan di bumi akibat daripada kesyirikan mereka terhadap Allah. jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabku amatiah keras'.T.W. Rasuluilah s. sedia mengampuni dosa baginda yang terdahulu dan terkemudian. jika kamu bersyukur.W. nescaya aku akan tambahi ni'matku kepada kamu dan demi sesungguhnya.w. .w.T. Pada waktu siang mereka menjadi pahlawan gagah membela agama Allah S. bertawakal serta bersyukur kepada-Nya. tetapi untuk dilaksanakan. Contoh kepada penghayatan dan kaedah penghayatan itu ialah kehidupan Rasuluilah s. Allah S.W.T. takut dan mengharap kepadaNya. kemuncak daripada tujuan beribadah.w. untuk dipelihara akhlaknya oleh Allah S.w.a.W. mercu kejayaan dalam usaha membentuk insan kamil yang meredhai Allah dan diredhai Allah.W.W. Seorang yang telah diasuh dan dipelihara akhlaknya oleh Allah S. semata-mata. dan sebaliknya bersikap kasih sayang dan belas kasihan sesama sendiri (umat Islam).T. paling banyak beribadah dan paling bertaqwa. bukan sahaja untuk difahami.W.T. ialah RasulAilah dan mereka yang bersama dengannya tegas terhadap orang kafir.T.a.T.W. tanpa melupakan tanggungjawab terhadap kewajipan manusia yang lain.W.contoh manusia yang tidak berakhlak dan biadab terhadap Allah S. tsteri baginda Aishah hairan kerana baginda begitu tekun beribadah kepada Allah S.W.w.W.T.T berfirman yang bermaksud: 'Dan sesungguhnya engkau memiliki akhlak yang sungguh agung'.w Rasuluilah s. seorang mu'min yang terulung. Wajah mereka berbekas kesan daripada sujud. Kesyukuran itu. Kamu melihat mereka ruku'dan sujud dengan mengharapkan limpah kumia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredhaan-Nya.W.T.T.

aku berpuasa dan aku berbuka puasa malah aku mengahwini wanita-wanita'.W. membawa seluruh jasad turut berjaga malam dan demam'. menggariskan akhlak-akhlak mulia dalam hubungan antara sesama orang-orang beriman. Tumpuan kepada ibadah khusus dalam menguatkan hubungan dengan Allah tidak seharusnya mengabaikan tanggungjawab dalam hubungan dengan manusia yang juga merupakan ibadah apabila dilakukan untuk keredhaan Allah serta melaksanakan perintah dan arahannya.W. bersabda yang bermaksud: 'Perumpamaan orang-orang yang beriman itu dari segi saling berkasih sayang dan berkasihan belas. Allah S.w.W.w. Rasuluilah s. demikian.a. bersabda yang bermaksud: 'Tidak beriman seseorang kamu sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih dikasihinya daripada yang lain dari keduanya'. Sahabat yang lain pula berkata ia berpuasa sepanjang hari sementara seorang lagi berkata ia tidak berkahwin untuk menumpukan kepada ibadat.a. seperti yang diperintahkan oleh Allah S.W. ia bersembahyang sepanjang malam. Persaudaraan yang sentiasa digerak dan dihidupkan. Hubungan antara sesama orang beriman itu diasaskan kepada persaudaraan. Akhlak Terhadap Sesama Islam Al-Qurran dan al-Sunnah yang menterjemahkan ajaran al-Ouran ke dalam realiti kehidupan.T.T menekankan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia seperti yang dinyatakan-Nya dalam al-Ouran yang bermaksud: 'Mereka ditimpakan kehinaan di mana. (RiwayatAhmad) Perasaan kasih-sayang terhadap sesama umat islam adalah komponen yang membentuk iman. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya mestilah mengandungi perasaan kasih kepada kedua-duanya. Allah S. (al-Hujuraat. 10) Persaudaraan itu diikat dengan kasih sayang dan cinta mencintai antara satu sama lain.w.w. Rasuluilah s. menerusi ibadah dan taqwa serta sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. mendengar perbualan mereka lantas berkata. adalah seperti jasad apabila satu anggota mengadu sakit. berpuasa dan amalan-amalan kerohanian yang lain dilakukan tanpa mengurangkan tanggungjawab dalam hubungan antara sesama manusia.T. maka damaikaniah diantara dua saudara kamu'. lni menunjukkan bagaimana pentingnya nilai kasih sayang itu dalam kehidupan dan pergaulan sesama orangorang beriman. mendengar perbualan beberapa orang sahabat mengenai ibadat mereka. Pada suatu ketika Rasuluilah s.w.a. secara terperinci. berfirman yang bermaksud: 'Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara. Sistem ini menjamin jalinan hubungan yang berasaskan akhlak yang dapat membebaskan manusia dari kehinaan dan dapat meningkatkan martabat mereka menuju kemuliaan dan kehormatan.a. kasih kepada orang beriman telah dikaitkan dengan kesempurnaan iman. Akulah orang'yang paling bertaqwa dari kalangan kamu. Seorang berkata. diperbaiki dan diperkukuhkan.Beribadah dalam pengertian bersolat. 'kamukah yang berkata demikian. Rasuluilah s. (a-li'lmraan: 112) Justeru itu al-Quran menggariskan prinsip-prinsip bagi mewujudkan sistem yang mengatur hubungan dengan Allah S.sahaja mereka berada kecuali dengan adanya sebab dari Allah dan adanya sebab dari manusia'. (RiwayatAhmad) Dalam hubungan ini. Rasuluilah s. bersabda yang bermaksud: ..T. Akan tetapi aku sembahyang dan aku tidur.a. berzikir.

Begitu juga saksi dan orang yang teraniaya boleh mendedahkan kezaliman yang dilakukan oleh seseorang untuk menegakkan keadilan.T. 148) Keburukan yang dilakukan oleh seseorang mu'min hendaklah disembunyikan.' (Riwayat At-Tirmizi) lni diikuti dengan mengucap selamat serta memberi salam untuk memulakan hubungan dan pertemuan. melarang penyebaran maklumat yang berkaitan dengan keburukan yang dilakukan daiam masyarakat.a... Rasulullah s. Bagi memupuk perasaan kasih sayang serta memperkukuhkan keimanan.T dan Rasul-Nya melarang tindakan-tindakan sama ada dengan perbuatan dan perkataan yang boleh membawa kepada terputusnya hubungan persaudaraan dan silaturrahim di kalangan orang-orang beriman.w. bersabda yang bermaksud: 'Sesiapa yang menutup keaiban seseorang Islam Allah menutup keaibannya didunia dan diakhirat'. suka melaknat dan mengeluarkan kata-kata buruk dari mulutnya.'Tidak sempurna iman seseorang kamu sehinggalah ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya. ia hendaklah diadili di mahkamah dan dihukum jika thabit kesalahan. Allah S.W. Walau bagaimanapun Islam memberi kebenaran melakukan pendedahan keburukan yang berkaitan dengan periakuan zalim apabila dibuat di mahkamah semata-mata untuk menegakkan keadilan.w.. Allah S.w. bersabda yang bermaksud: 'Melemparkan senyuman kepada wajah saudaramu adalah sedekah. bersabda yang bermaksud: '.W.a. la bertujuan untuk membina dan membentuk akhlak murni di kalangan orang-orang beriman dalam pergaulan antara sesama mereka. At-Tirmizi dan AI-Hakim) Nilai kasih sayang yang disemai dalam diri para mu'min sebagai menyambut arahan Allah dalam al-Quran dan ajaran Rasuluilah dalam sunnahnya. (al-Nisaa'. yang dijelmakan dalam senyuman. suka mencela dan mengkritik.w. Rasuluilah s.a. (Riwayat Ahmad.a. menggariskan peraturan-peraturan memberi salam secara terperinci yang boleh dirujukkan kepada kitab-kitab hadis. Ahmad dan Abu Daud) Seterusnya orang-orang yang beriman dilarang berperangai suka menyebarkan berita tanpa dipastikan kebenarannya. (Riwayat Muslim. Jika keburukan itu berkaitan dengan pencabulan terhadap keadilan. Walau bagaimanapun berita mengenai kesalahan dan hukuman yang dikenakan tidak boleh didedah dan disebarkan untuk dijadikan bahan perbualan orang ramai. Rasuluilah s. Pertemuan dan perjumpaan antara sesama Islam hendaklah dalam keadaan wajah yang berseri-seri dan manis. Allah S. (Riwayat Muslim) . Rasuluilah s.T berfirman yang bermaksud: 'Allah tidak suka kepada perkataan-perkataan buruk yang dikatakan dengan berterus terang melainkan mereka yang dizalimi'. Begitu juga perlakuan yang buruk yang menjatuhkan martabat dan ketinggian orang-orang beriman.a.w. bersabda yang bermaksud: 'Memadai seseorang itu berdusta apabila ia berbicara tentang apa sahaja yang didengarnya'.Sebarkantah salam di kalangan kamu'. Rasulullah s. (Riwayat Muslim) Seterusnya.W.

Sabdanya 'untukailah dan untuk RasulNya untuk pemimpin orang-orang Islam dan orang ramai di kalangan mereka'. adat. bersabda yang bermaksud: 'Agama ituialahnasihat'. apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Al-Quranjuga mengajak manusia supaya berhati lembut.W.a. maruah dan sebagainya. . Zaki) dan Kembali Kepada Nostalgia (Ariff Mohamad). bersabda yang bermaksud: 'Bukaniah seorang beriman itu seorang yang suka mengecam.T.a.w. kebiasaan.T. tabiat. suka mengeluarkan kata buruk dan kesat'. bersedia menerima kebenaran. mempunyai sangkaan baik terhadap-Nya. Cerpen tersebut ialah Imam karya Salina Ibrahim. Al-Quran juga mengajak manusia berfikir. Al-Quranmelarang manusia minum arak. Al-Quran juga menentukan perkara yang baik dan tidak baik. Rasuluilah s. Rasuluilah s. Jelaslah bahawa al-Ouran menjadi sumber nilai-nilai dan akhlak mulia.Adayangberkata 'untuksiapa ya Rasulullah. Malah mengajak manusia supaya berilmu dan berbudaya ilmu. Al-Quranmenentukan bagaimana sepatutnya kelakuan manusia. berjihad. bersikap angkuh dan sombong terhadap Allah. tekun. Sebaliknya mereka hendaklah saling hormat menghormati. Justeru itu al-Quran menjadi sumber yang menentukan akhlak dan nilai-nilai kehidupan ini. MINGGUAN Malaysia Mac 2006 telah menyisipkan empat buah cerpen yang dihasilkan oleh empat cerpenis yang semakin menempa nama dalam bidang penulisan kreatif. Al-Quran menentukan sesuatu yang haial dan haram. memakan riba. Al-Quranmelarang menyebarkan maklumat mengenai perkara-perkara keji. Al-Quran mengharamkan yang buruk dan keji serta melarang manusia melakukannya. Al-Quran adalah sumber yang kaya dan berkesan untuk manusia memahami akhlak mulia dan menghayatinya. berkeluarga dan mengukuhkan hubungan silaturrahim. cinta kepada kebenaran. Al-Quran mengajak manusia supaya bersatupadu. Rasulullah s. Akhlak merujuk kepada perangai.Mengenai budaya suka mengecam. tidak bersifat teoritikal semata-mata. suka melaknat. Sultan Alauddin Belajar Tasawuf (Faisal Tehrani). fitnah dan berbunuhan. setelah dibicarakan dan dithabitkan kesalahannya. mengerdik dan melaknat. Pelarian Sejengkal (Siti Hajar Mohd.w. Analisis ini akan melihat keempat-empat buah cerpen dari sudut akhlak.. satu-satu kaum menghina kaum yang lain. Penampilan akhlak mulia dalam alOuran. bertaqwa kepada-Nya. tetapi secara praktikal berdasarkan realiti dalam sejarah manusia sepanjang zaman. Al-Quran melarang pencerobohan. (Riwayat Bukhari) Al-Quran Sumber Akhlak Mulia Al-Quran sumber bagi hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang menyusun tingkahlaku dan akhlak manusia. (Riwayat Bukhari dan Ahmad) Orang-orang Islam dilarang menghina sesama orang-orang Islam. berjiwa mulia. Al-Quran mengajak manusia supaya mentauhidkan Allah S. sabar.W. bersabda yang bermaksud: 'Cukup seseorang itu menjadi jahat dengan ia menghina saudara muslimnya (RiwayatAt-Tirmizi) Kewajipan orang Islam terhadap saudara muslimnya yang melakukan kesilapan dan kesalahan ialah memberikan nasihat dan menghukum dengan hukum Allah S. menegakkan kebenaran dan kebaikan.a.w.

Dalam cerpen Imam pula. mencintai-Nya. dan Kembali Kepada Nostalgia. Pengarang cerpen Sultan Alauddin Belajar Tasawuf cuba memperlihatkan kecekalan dan ketabahan Raja Husain dalam menghadapi cabaran untuk mempelajari pengajian tasawuf yang ditawarkan oleh Nuh Ha Mim. cerpen-cerpen bulan lalu banyak menonjolkan konsep doa sebagai langkah mendekatkan diri kepada Allah. Antara kewajipan manusia terhadap Allah termasuklah beriman kepada Allah dan kepada apa yang diwahyu-Nya. Malah. Kekayaan duniawi digambarkan tiada nilai di sisi Allah melainkan iman dan amal sahaja. Syukur dapat didefinisikan sebagai mengungkapkan pujian kepada Allah atas kebaikan atau kenikmatan yang diperoleh. mensyukuri nikmat-Nya. Bapa Dhamira yang digambarkan amat mementingkan aspek pendidikan berharap supaya anak gadisnya mendapat tempat untuk melanjutkan pelajaran di peringkat tinggi. Watak ‘Tuan’ secara jelas mengutarakan pelbagai hajat dan keperluannya kepada Allah melalui doa. Amri mengucapkan syukur dalam hatinya kerana itulah kali pertama dia bertentang mata dengan orang tua tersebut di rumahnya. bertaubat. konsep kesyukuran diperlihatkan dalam watak Amri Abdullah yang bersyukur kerana dapat bertemu dan berinteraksi dengan orang tua yang hanya diperkenalkan sebagai ‘Tuan’. soal hidup dan mati serta orang lain (Rumah Sentosa). sikap dan perbuatan seseorang manusia. Islam . Masyarakat pekan tersebut digambarkan berdoa kepada Allah supaya diberi perlindungan. mengambil harta tanpa alasan yang munasabah dan membunuh. Berdasarkan kepada kewajipan manusia terhadap Allah. Ini kerana pengarang menggambarkan watak 'Tuan' yang banyak berdoa untuk diri sendiri. Cerpen ini menggambarkan kehidupan di dunia hanya bersifat sementara. Selain itu. Allah merupakan sumber segala hukum dan nilai hidup. Konsep doa yang diutarakan dalam konteks luas dapat dilihat dalam cerpen Kembali Kepada Nostalgia karya Ariff Mohamad. Aspek kedua dalam kajian ini ialah akhlak terhadap sesama insan. Mengikut pengklasifikasian H. keluarga. Pelarian Sejengkal. Jelaslah bahawa pengarang berpegang pada konsep kebahagiaan dunia hanyalah sementara berbanding kebahagiaan akhirat. serta tidak menyekutu-Nya. Abuddin Nata (1996: 147). bertakwa kepada-Nya. Dia bersyukur apabila memperoleh apa yang diharapkan. Pengarang secara tidak langsung memperlihatkan watak abi (bapa) kepada Dhamira memohon kepada Allah supaya anak gadisnya sentiasa selamat walau di mana jua dan bijak membawa diri di tempat baru. Allah telah menunjukkan larangan terhadap hal-hal negatif seperti menyakiti hati orang lain. apabila Dhamira mendapat tawaran melanjutkan pelajaran ke maktab perguruan maka abi mengucap syukur kepada Allah. bersyukur. akhlak merujuk kepada suatu keadaan kejiwaan yang membentuk pemikiran. Berakhlak kepada Allah merupakan tahap akhlak yang paling tinggi. Sementara itu. meningkatlah kekhusyukan dan kepatuhan kepada-Nya. akhlak terbahagi kepada tiga bahagian yang utama iaitu akhlak terhadap Allah. Hal-hal ini terkandung dalam surah al-Baqarah ayat 263. dalam cerpen Kembali Kepada Nostalgia. Kajian ini akan memfokuskan kepada dua bahagian iaitu akhlak terhadap Allah dan akhlak terhadap sesama insan. mentaati segala perintah-Nya. pengarang juga menonjolkan harapan orang tua supaya anak mereka akan berdoa kesejahteraan roh mereka apabila meninggal kelak. berdoa. Tambahan pula. Pelarian Sejengkal menerapkan konsep doa ayah dan doa anak. Sebanyak tujuh syarat diutarakan oleh guru tersebut kepada Raja Husain. Sementara pengarang berjaya mengolah dan mengajak pembaca bertakwa apabila tujuh syarat tersebut dijelaskan satu per satu maksudnya. Doa membawa pengertian memohon atau meminta kepada Allah. konsep syukur juga diketengahkan dalam cerpen Pelarian Sejengkal dan Kembali Kepada Nostalgia. pengarang memaparkan konsep doa yang menunjukkan definisi doa itu sendiri iaitu memohon atau meminta pelbagai hajat dan keperluan kepada Allah. Selain daripada konsep doa. Tiga cerpen yang memaparkan konsep doa secara jelas adalah Imam.Sementara dari segi praktikal pula. melalui doa manusia secara langsung dapat menyampaikan pelbagai hajat kepada Allah. reda dengan segala ketentuan qadak dan qadar-Nya. Sementara itu. Manusia mengakui kelemahan dan kekurangan diri apabila berdoa. Cerpen Pelarian Sejengkal memperlihatkan konsep syukur melalui watak abi iaitu bapa kepada Dhamira. Dengan ini. beribadah. akhlak terhadap sesama insan dan akhlak terhadap alam semesta. Jadi. Orang tua itu sebenarnya telah membela Amri sehingga dia berusia sembilan tahun sebelum dia dipelihara oleh keluarga angkatnya. Hal ini kerana manusia berdoa untuk mendapatkan sesuatu yang individu lain tidak dapat lakukan.

. Bapa Dhamira digambarkan seorang yang bertanggungjawab kerana mementingkan pendidikan anak gadisnya. Namun begitu. Dalam cerpen Imam. aspek akhlak kepada sesama insan yang ditonjolkan ialah tanggungjawab ibu bapa terhadap anak-anak. Sementara itu. Seterusnya. Hujahan Amri kepada ‘Tuan’ mengenai kepentingan mengamalkan sikap memaafkan kesalahan orang lain. Pengarang Kembali Kepada Nostalgia pula masih menggunakan teknik secara terus terang dengan mengutarakan konsep tersebut melalui dialog oleh watak Amri. Harapnya tidak berkecai. Itu malang. Nilai ini diterapkan dalam cerpen Pelarian Sejengkal melalui watak abi. tiada marah yang diluah. Aspek akhlak diberi perhatian yang serius oleh para pengarang.” Konsep memaafkan kesalahan orang lain juga diterapkan dalam cerpen Imam. Zaki mengkritik manusia yang mementingkan diri sendiri sehingga menyusahkan orang lain. Selain itu. abi merujuk ke Mahkamah Syariah. Seterusnya. pengarang secara tidak langsung telah mengaplikasikan konsep ini apabila menggambarkan watak abi akhirnya menerima perkahwinan tanpa izin anaknya. dakwah dan akhlak supaya dapat melahirkan seseorang individu yang berguna kepada manusia dan agama. Pengarang juga menerapkan konsep mengasihi anak-anak yatim yang merupakan salah satu akhlak terhadap sesama manusia. Pelarian Sejengkal dan Kembali Kepada Nostalgia. Cuma pengertian yang diraih. pengarang secara langsung mengutarakan konsep tersebut melalui dialog Amri yang dipaparkan menggunakan kata-kata pemerintah: “Kita perlu bersatu. cerpen-cerpen yang tersiar di Mingguan Malaysia pada bulan Mac menerapkan pelbagai unsur moral dan agama. Kesimpulannya. dalam cerpen Pelarian Sejengkal pula. Malah bencana. mendahulukan kepentingan orang lain sebelum kepentingan sendiri dan memaafkan orang yang melakukan kemungkaran atau kesalahan. Hal ini dapat dilihat dengan jelas apabila Amri mengutarakan hujah-hujah yang kukuh supaya Rumah Sentosa tidak dijual sebaliknya ditukar pihak pengurusannya. konsep mementingkan keperluan dan kehendak orang lain sebelum kepentingan sendiri juga diketengahkan dalam cerpen Pelarian Sejengkal dan Kembali Kepada Nostalgia. Angkatan kita kecil. ibadah. pengarang secara tidak langsung berjaya menyatukan dua watak yang sebelum ini digambarkan mempunyai ketegangan akhirnya bersatu menyelesaikan masalah yang melanda pekan mereka. Jika kita berpecah. Siti Hajar Mohd. Justeru itu. Pokok permasalahannya ialah apabila para isteri cuba mempertahankan hak mereka dan meminta upah untuk mengurus rumah tangga. kemarahan. Watak ini digambarkan tidak mendahulukan diri sendiri tetapi mendahulukan orang lain dengan beranggapan bahawa dia merupakan utusan untuk menunjuk jalan kepada mereka yang perlu dan akan hidup lebih lama berbanding dirinya. Bapanya berusaha untuk membongkar kesahihan perkahwinan antara anak gadisnya dengan Wasim. Wasim digambarkan tidak memberi nafkah kepada isteri pertamanya: “Dah berbulan dia tidak memberi nafkah kepada kami anak-beranak. Konsep bersatu teguh bercerai roboh digarap dalam cerpen Imam dan Kembali Kepada Nostalgia. semakin lemah. Manakala Ariff Mohamad menerapkan konsep ini dalam watak Amri. Dalam cerpen Kembali Kepada Nostalgia pula. Keempat-empat cerpen ini menekankan aspek akhlak terhadap sesama insan secara langsung mahupun secara tidak langsung. Dia banyak berusaha untuk mendapatkan tempat untuk anaknya di pusat pengajian tinggi. Macam mana dia nak menyara Dhamira pula?” ayat wanita itu mendatar. Ibu bapa bertanggungjawab memberikan pendidikan akidah. semakin jauh. bapa Dhamira juga amat menitikberatkan status perkahwinan anaknya yang berkahwin di Thailand. Salina Ibrahim memperlihatkan konsep ini apabila kedua-dua watak iaitu Datuk Abi dan Haji Walid yang digambarkan bertentangan pendapat dan mempunyai ketegangan dalam perhubungan mereka akhirnya melupakan peristiwa lampau dan saling bekerjasama untuk menyelesaikan masalah yang timbul untuk kepentingan bersama.juga mendidik seseorang itu supaya dapat mengendalikan nafsu. Watak Datuk Abi dan Haji Walid digambarkan berjaya mengendalikan emosi dan masing-masing dapat memaafkan permusuhan mereka untuk kepentingan bersama. Dalam cerpen Imam. Watak Wasim digambarkan mementingkan diri sendiri dan menyusahkan orang lain iaitu isteri pertamanya. bapa Dhamira berasa sangsi tentang status perkahwinan anaknya kerana bernikah di Thailand.

beliau bersabda. Jika seorang Muslim meneladani Allah Yang Mahakaya. Ketika seorang Muslim berusaha meneladani kekuatan dan kebesaran Ilahi. ia sadar bahwa dirinya amat membutuhkan Allah: Wahai seluruh manusia. "Itu adalah cara berjalan yang dibenci Allah. sehingga keduanya harus sama-sama kuat. ada tempat untuk keperkasaan dan keangkuhan Allah. semua sifat memiliki tempatnya masing-masing. menduga mereka kaya. dan perbuatan-Nya? Karenanya tidak wajar jika sifat-sifat itu dinilai saling bertentangan. Jumlahnya melebihi 99 sifat yang populer disebutkan dalam hadis. . adalah Al-Quran (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad). sehingga tidak perlu membuang air muka untuk meminta-minta. ia harus menyadari bahwa istilah yang digunakan Al-Quran untuk menunjukkan sifat itu adalah Al-Ghani. Ini yang maknanya adalah tidak membutuhkan --dan bukan kaya materi-. ia harus ingat bahwa sifat itu tidak akan disandang oleh Tuhan kecuali dalam konteks ancaman terhadap para pembangkang. sifat.sehingga esensi sifat itu (kekayaan) adalah kemampuan berdiri sendiri atau tidak menghajatkan pihak lain. "Bersikap angkuh terhadap orang yang angkuh adalah sedekah". (2/3) beliau bahkan Sifat-sifat Allah itu merupakan satu kesatuan. Ketika seorang Muslim meneladani sifat Al-Kibriya' (Keangkuhan Allah). terhadap orang yang merasa dirinya superior.. kamu sekalian adalah orang-orang faqir (butuh) kepada Allah (QS Fathir [35]: 15). Ketika Rasul Saw melihat seseorang yang berjalan dengan angkuh di medan perang. Semua sifat Allah tertuang dalam Al-Quran. juga tempat kasih sayang dan kelemah-lembutan-Nya. Kekuatan dan kebesaran itu mesti diarahkan untuk membantu yang kecil dan lemah. Al-Quran juga menegaskan bahwa: Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang. karena mereka memelihara diri dari meminta-minta (QS Al-Baqarah [2]: 273) Tetapi dalam kedudukan manusia sebagai makhluk. Artinya. bukan digunakan untuk menopang yang salah maupun yang sewenang-wenang. Bukankah Dia Esa di dalam zat." Seseorang yang berusaha meneladani sifat Al-Kibriya' tidak akan meneladaninya kecuali terhadap manusia-manusia yang angkuh. Budi pekerti Nabi Saw.AKHLAK Ketika Aisyah ditanya mengenai akhlak Rasulullah Saw. angkuh lagi membanggakan diri (QS Luqman [31]: 18). Orang-orang yang tidak tahu. harus diingat bahwa sebagai makhluk ia terdiri dan jasad dan ruh. menjawab. kecuali dalam kondisi semacam ini. Karena ketika Al-Quran mengulang-ulang kebesaran Allah. Dalam konteks ini ditemukan riwayat yang menyatakan.

Akhlak terhadap Allah Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan. hingga kepada sesama makhluk (manusia. yang harus diteladaninya. malaikat pun tidak akan mampu menjangkau hakikat-Nya. dan tidak menjadikan kelezatan atau manfaat sesaat sebagai tolok ukur kebaikan. Berikut upaya Islamiyah. binatang. . maka kamu akan mengetahuinya. Maha Bijaksana. Maha Pengasih. tumbuh-tumbuhan. bahkan seseorang yang berada dalam kondisi dan situasi tertentu juga bisa berbeda. "Segala puji bagi Allah. Maha Agung. Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya. Akhlak lebih luas maknanya daripada yang telah dikemukakan terdahulu serta mencakup pula beberapa hal yang tidak merupakan sifat lahiriah. Dalam Al-Quran surat An-Nam1 (27): 93. nabi-nabi tertentu-kepada Allah dengan Dan para malaikat menyucikan sambil memuji Tuhan mereka (QS Asy-Syura [42]: 5). Dan katakanlah. Misalnya yang berkaitan dengan sikap batin maupun pikiran. Akhlak diniah (agama) mencakup berbagai aspek." Mahasuci Allah dan segala sifat yang mereka sifatkan kepada-Nya. dengan kondisi lainnya. demikian agung sifat itu. Pujian atas-Mu. adalah yang Engkau pujikan kepada diri-Mu. Demikian ucapan para malaikat. dimulai dari akhlak terhadap Allah. yang jangankan manusia. Wa qul al-hamdulillah (Katakanlah "al-hamdulillah"). Teramati bahwa semua makhluk --kecuali selalu menyertakan pujian mereka menyucikan-Nya dari segala kekurangan. Dia memiliki sifat-sifat terpuji. seperti Maha Mengetahui. Itulah sebabnya mengapa Al-Quran mengajarkan kepada manusia untuk memuji-Nya. secara tegas dinyatakan-Nya bahwa. kecuali (dari) hamba-hamba Allah yang terpilih (QS Ash-Shaffat [37]: 159-160). SASARAN AKHLAK Akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika. Boleh jadi suatu masyarakat yang terjangkiti penyakit akan menilai keburukan sebagai kebaikan. Adalah merupakan keistimewaan bagi seseorang atau masyarakat jika menjadikan sifat-sifat Allah sebagai tolok ukur. dan lain-lain. jika etika dibatasi pada sopan santun antar sesama manusia. Mahasuci engkau --Wahai Allah-. serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah. pemaparan sekilas beberapa sasaran akhlak a. dan benda-benda tak bernyawa). Karena kelezatan dan manfaat dapat berbeda-beda antara seseorang dengan yang 1ain.kami tidak mampu memuji-Mu.Demikian seterusnya dengan sifat-sifat Allah yang lain. Maha Pemaaf.

. Manusia sebaliknya. Mahabijaksana dan semua maha yang mengandung pujian. maka ia telah menjadikan orang yang mewakili sebagai dirinya sendiri dalam menangani persoalan tersebut. yang kepada-Nya diwakilkan segala persoalan adalah Yang Mahakuasa. Semua itu menunjukkan bahwa makhluk tidak dapat mengetahui dengan baik dan benar betapa kesempurnaan dan keterpujian Allah Swt. Tidak sedikit ayat Al-Quran yang memerintahkan manusia untuk menjadikan Allah sebagai "wakil".Guntur menyucikan (Tuhan) sambil memuji-Nya (QS Ar-Ra'd [13]: 13). Kata tersebut pada hakikatnya terambil dari kata "wakala-yakilu" yang berarti mewakilkan. Pertama sekali harus diingat bahwa keyakinan tentang Keesaan Allah antara lain berarti bahwa perbuatan-Nya esa. maka jadikanlah Allah sebagai wakil (pelindung). Maha Mengetahui. Dan tidak ada sesuatu pun kecuali bertasbih (menyucikan Allah) sambil memuji-Nya (QS Al-Isra' [17]: 44). walaupun penamaannya sama. benar. Sebagai contoh. memiliki keterbatasan pada segala hal. Allah Swt. Allah Maha Pengasih (Rahim) dan Maha Pemurah (Karim). Menjadikan Allah sebagai wakil sesuai dengan makna yang disebutkan di atas berarti menyerahkan segala persoalan kepada-Nya. Apabila seseorang mewakilkan kepada orang lain (untuk suatu persoalan). karena dalam perwakilan manusia sering terjadi kedudukan maupun pengetahuan orang yang mewakilkan lebih tinggi daripada sang wakil. Itu sebabnya mereka --sebelum memuji-Nya-bertasbih terlebih dahulu dalam arti menyucikan-Nya. Dialah yang berkehendak dan bertindak sesuai dengan kehendak manusia yang menyerahkan perwakilan itu kepada-Nya. indah. Misalnya firman-Nya dalam QS Al-Muzzammil (73): 9: (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib. dapat saja orang yang mewakilkan tidak menyetujui atau membatalkan tindakan . karena mempersamakan hal itu akan berakibat gugurnya makna keesaan. sehingga sang wakil melaksanakan apa yang dikehendaki oleh orang yang menyerahkan perwakilan kepadanya. Kedua sifat ini dapat pula dinisbahkan kepada manusia. Namun. Bertitik tolak dari uraian mengenai kesempurnaan Allah. Benar bahwa wakil diharapkan dan dituntut untuk memenuhi kehendak yang mewakilkan. tidak heran kalau Al-Quran memerintahkan manusia untuk berserah diri kepada-Nya. karena segala yang bersumber dari-Nya adalah baik. dan sempurna. Jangan sampai pujian yang mereka ucapkan tidak sesuai dengan kebesaran-Nya. tiada Tuhan melainkan Dia. Kata "wakil" bisa diterjemahkan sebagai "pelindung". Makna seperti itu dapat menimbulkan kesalahpahaman jika tidak dijelaskan lebih jauh. Jika demikian "perwakilan"-Nya pun berbeda dengan perwakilan manusia. namun hakikat dan kapasitas rahmat dan kemurahan Tuhan tidak dapat disamakan dengan apa yang dimiliki manusia. sehingga tidak dapat disamakan dengan perbuatan manusia.

apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. dan menyadari pula Kemahamutlakan Allah Swt. manusia dituntut untuk melakukan sesuatu yang berada dalam batas kemampuannya. dan dalam bentuk jamak (tawakkalu) sebanyak dua kali. dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman. Anda tidak perlu melibatkan diri. tidak pula bagi wanita Mukmin. . Oleh karena itu. baik mengetahui maupun tidak hikmah suatu perbuatan Tuhan. Perintah bertawakal kepada Allah --atau perintah menjadikan-Nya sebagai wakil-. ia akan menerimanya dengan sepenuh hati. apabila kamu memasukinya. Jika seseorang menjadikan Allah sebagai wakil.sang waki1 atau menarik kembali perwakilannya. niscaya kamu akan menang.tindakan sang wakil merugikan. Anda telah menugaskannya untuk melaksanakan ha1 tertentu. Demikian salah satu perbedaan antara perwakilan manusia kepada Tuhan dengan perwakilan manusia kepada selain-Nya. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka (QS Al-Ahzab [33]: 36). perhatikan misalnya Al-Quran surat Al-Anfal ayat 61: Dan jika mereka condong kepada perdamaian. Jika Anda telah merasa yakin terhadap kesempurnaan Allah. dan apa saja bencana yang menimpamu. dan segala yang dilakukan-Nya adalah baik serta terpuji. condonglah kepadanya. karena sejak semula ia telah menyadari keterbatasan dirinya. Yang lebih jelas lagi adalah dalam Al-Quran surat Al-Maidah Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota). dan bertawakallah kepada Allah.terulang dalam bentuk tunggal (tawakkal) sebanyak sembilan kali. sebagai wakil. lantas disusul dengan perintah bertawakal. Perbedaan kedua mewakilkan. Semuanya didahului oleh perintah melakukan sesuatu. Allah mengetahui dan kamu sekalian tidak mengetahui (QS Al-Baqarah: 216). Ketika menjadikan Allah Swt. Muslim Perhatikan pengajaran Allah dalam Al-Quran surat Al-Fatihah: Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat. Al-Quran memberi contoh bagaimana seharusnya seorang mengekspresikan keyakinan itu dalam ucapan-ucapannya. itu dan (kesalahan) dirimu sendiri (QS An-Nisa' [4]: 79). hal serupa tidak akan terjadi. adalah dalam keterlibatan orang yang Jika Anda mewakilkan orang lain untuk melaksanakan sesuatu. bila ia merasa --berdasarkan pengetahuan dan keinginannya-. karena hal itu telah dikerjakan oleh sang wakil. Anda pun harus percaya bahwa: Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah. Dan tidak wajar bagi lelaki Mukmin.

bersama seorang hamba pilihan Allah (Khidir a. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima) (QS Al-Baqarah [2]: 263).: Dan apabila aku sakit. Al-Quran berpesan kepada orang-orang Mukmin: Jangan meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi (saat berdialog). ketika berbicara tentang jalan orang-orang sesat dan yang akan mendapat murka. walaupun sambil memberikan materi kepada yang disakiti hatinya itu. namun dinyatakan pula bahwa beliau adalah Rasul yang memperoleh wahyu dari Allah. karena di sana amat jelas sisi positif pembangunan itu. Atas dasar itulah beliau berhak memperoleh penghormatan melebihi manusia 1ain. --misalnya-dinyatakan sebagai manusia seperti manusia yang lain. tetapi. Tetapi ketika ia membangun kembali tembok yang hampir rubuh. sehingga tidak wajar disandar kepada Allah. Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negatif seperti membunuh. petunjuk jalan menuju kebaikan dinyatakan bersumber dari Allah yang memberi nikmat. menyakiti badan. tidak dinyatakan "jalan orang-orang yang Engkau murkai. bacalah firman Allah dalam surat Al-Kahf yang mengisahkan perjalanan Nabi Musa a. tidak dinyatakan bahwa ia berasal dari Tuhan. dinyatakan bahwa "Dia (Allah) yang menyembuhkan". Perhatikan juga ucapan Nabi Ibrahim a. Karena penyakit merupakan sesuatu yang buruk. Tetapi. Nabi Muhammad Saw. tidak peduli aib itu benar atau salah.s.bukan jalan orang yang dimurkai. atau mengambil harta tanpa alasan yang benar. redaksi yang digunakannya adalah "Maka kami berkehendak" (ayat 81).). Di sisi lain Al-Quran menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukkan secara wajar." tetapi "yang dimurkai. kalimat yang digunakan adalah "Maka Tuhanmu menghendaki" (ayat 82). Ketika sang hamba Allah itu membocorkan perahu. dan bukan (jalan) mereka yang sesat (QS Al-Fatihah [1]: 7). Akhlak terhadap sesama manusia Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Quran berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia. Perhatikan redaksi ayat di atas "yang telah Engkau anugerahi nikmat". Sekali lagi. dan jangan pula mengeraskan suaramu . dia berucap "Aku ingin merusaknya" (ayat 79). Dialah yang menyembuhkanku (QS Asy-Syu'ara' [26]: 80). Ketika Khidhir membunuh seorang bocah dengan maksud agar Tuhan menggantikan dengan bocah yang lebih baik. dan kehendak Tuhan adalah penggantian anak dengan yang lebih baik.s. Kehendaknya adalah pembunuhan. Karena itu. melainkan juga sampai kepada menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang di belakangnya. apabila aku sakit kesembuhan yang merupakan sesuatu yang terpuji. b. ini disebabkan karena pembocoran perahu tampak sebagai sesuatu yang buruk. Di sini.s." karena murka dapat mengandung makna negatif.

Janganlah kamu jadikan panggilan (nama) Rasul di antara kamu. (QS An-Nur [24): 58). haruslah ucapan yang baik. Dan katakanlah perkataan yang benar (QS Al-Ahzab [33]: 70). dan orang-orang yang belum balig di antara kamu meminta izin kepada kamu tiga kali (yaitu waktu) sebelum shalat subuh. dan hendaklah mereka memaafkan. Abu Bakar dan banyak orang lain bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah. tidak wajar pula berprasangka buruk tanpa alasan. Tidak wajar seseorang mengucilkan seseorang atau kelompok 1ain.. Al-Quran juga menekankan kebebasan pribadi). perlunya privasi (kekuasaan atau Hai orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman. atau menceritakan keburukan seseorang. dan sesudah shalat isya . Salam yang diucapkan itu wajib dijawab dengan salam yang serupa. Pemaafan ini hendaknya disertai dengan kesadaran bahwa yang memaafkan berpotensi pula melakukan kesalahan.(di hadapannya saat beliau diam) sebagaimana (kerasnya) suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain.a. bahkan juga dianjurkan agar dijawab dengan salam yang lebih baik (QS An-Nisa' [4]: 86). Yang melakukan kesalahan hendaknya dimaafkan. (QS Al-Hujurat [49]: 2). ketika Misthah --seorang yang selalu dibantu oleh Abu Bakar r. putrinya. Tetapi Al-Quran turun menyatakan: Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat(-nya). janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya (QS An-Nur [24]: 27).. Bahkan lebih tepat jika kita berbicara sesuai dengan keadaan dan kedudukan mitra bicara. Petunjuk ini berlaku kepada setiap orang yang harus dihormati. hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki. Setiap ucapan memerintahkan. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni kamu? Allah Maha Pengampun lagi Maha . ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)-mu di tengah hari.. serta berlapang dada.. orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah dijalan Allah. dan menyapa atau memanggilnya dengan sebutan buruk (baca Al-Hujurat [49]: 11-12) . Al-Quran Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia (QS A1-Baqarah [2]: 83). Karena itu. seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain) (QS An-Nur [24]: 63). serta harus berisi perkataan yang benar.-menyebarkan berita palsu tentang Aisyah.

serta pembimbingan. Sebagian dari ciri orang bertakwa dijelaskan dalam Quran surat Ali Imran (3): 134. c. dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. tumbuhan. "Setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia sendiri. Jika ada orang yang digelari gentleman --yakni yang memiliki harga diri. dan bersikap lemah lembut {terutama kepada wanita)-seorang Muslim yang mengikuti petunjuk-petunjuk akhlak Al-Quran tidak hanya pantas bergelar demikian. berucap benar. sesungguhnya Allah senang terhadap orang yang berbuat baik. dan benda-benda tak bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah Swt. akhlak yang diajarkan Al-Quran terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah. sehingga ia tidak melakukan perusakan. Di dunia Barat."Tidak boleh . sehingga semuanya --seperti ditulis Al-Qurthubi (W. Akhlak terhadap lingkungan Yang dimaksud lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. baik binatang. Pada dasarnya. maupun benda-benda tak bernyawa. Ini berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang berjalan. Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. Keyakinan ini mengantarkan sang Muslim untuk menyadari bahwa semuanya adalah "umat" Tuhan yang harus diperlakukan secara wajar dan baik. sering dinyatakan. dan orang demikian dalam bahasa Al-Quran disebut al-muhsin. (bahkan) berbuat baik (terhadap mereka yang pernah melakukan kesalahan terhadapnya). tumbuh-tumbuhan. 671 H) di dalam tafsirnya-. Karena itu dalam Al-Quran surat Al-An'am (6): 38 ditegaskan bahwa binatang melata dan burung-burung pun adalah umat seperti manusia juga. yaitu: Maksudnya mereka mampu menahan amarahnya. Dalam pandangan akhlak Islam. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman. "Anda hendaknya mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan Anda sendiri.Penyayang (QS An-Nur [24]: 22). Yang demikian mengantarkan manusia bertanggung jawab." Mereka mengutamakan orang lain daripada diri mereka sendiri. melainkan lebih dari itu. bahwa "Anda boleh melakukan perbuatan apa pun selama tidak bertentangan dengan hak orang lain". agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya. serta semua memiliki ketergantungan kepada-Nya." Binatang. karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya. dan menjadi milik-Nya. dan memaafkan. bahkan dengan kata lain. walaupun mereka amat membutuhkan (QS Al-Hasyr [59]: 9). atau memetik bunga sebelum mekar. seseorang tidak dibenarkan mengambil buah sebelum matang. tetapi dalam Al-Quran ditemukan anjuran. pemeliharaan.

Pernyataan Tuhan ini mengundang seluruh manusia untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. tetapi Allah. Manusia tidak sedikit pun mempunyai kemampuan kecuali berkat kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Memang. Jangankan terhadap manusia dan binatang. (QS Al-Hasyr [59]: 5). Nabi Muhammad Saw. Ia tidak boleh bersikap sebagai penakluk alam atau berlaku sewenang-wenang terhadapnya. "Nama" memberikan kesan adanya kepribadian. sedangkan kami sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk itu (QS Az-Zukhruf [43]: 13) Jika demikian. istilah penaklukan alam tidak dikenal dalam ajaran Islam. Keduanya tunduk kepada sehingga mereka harus dapat bersahabat. bahkan memberi nama semua yang menjadi milik pribadinya. kelompok.diperlakukan secara aniaya. dan jenisnya saja. melainkan juga dituntut untuk memperhatikan apa yang sebenarnya dikehendaki oleh Pemilik (Tuhan) menyangkut apa yang berada di sekitar manusia. tetapi itu pun harus seizin Allah. maka itu semua adalah atas izin Allah . sedangkan kesan itu mengantarkan kepada kesadaran . tidak lain kecuali amanat yang harus dipertanggungjawabkan. "Setiap jengkal tanah yang terhampar di bumi. Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh. "Kamu sekalian pasti akan diminta untuk mempertanggungjawabkan nikmat (yang kamu peroleh). Istilah itu muncul dari pandangan mitos Yunani yang beranggapan bahwa benda-benda alam merupakan dewa-dewa yang memusuhi manusia sehingga harus ditaklukkan. kecuali kalau terpaksa. yang membawa rahmat untuk seluruh alam (segala sesuatu). Mahasuci Allah yang menjadikan (binatang) ini mudah bagi kami. dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar. dan setiap tetes hujan yang tercurah dari langit akan dimintakan pertanggungjawaban manusia menyangkut pemeliharaan dan pemanfatannya". tentang firman-Nya dalam Al-Quran surat At-Takatsur (102): 8 yang berbunyi. demikian kandungan penjelasan Nabi Saw. mengantarkan manusia kepada kesadaran bahwa apa pun yang berada di dalam genggaman tangannya. melainkan juga harus berpikir dan bersikap demi kemaslahatan semua pihak. berdiri di atas pokoknya. keselarasan dengan alam. Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta yang berada di antara keduanya... Yang menundukkan alam menurut Al-Quran adalah Allah. Al-Quran menekankan agar umat Islam meneladani Nabi Muhammad Saw. bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang. sekalipun benda-benda itu tak bernyawa. dalam saat peperangan pun terdapat petunjuk Al-Quran yang melarang melakukan penganiayaan. manusia tidak mencari kemenangan. Bahwa semuanya adalah milik Allah. atau bangsa." Jangankan dalam masa damai." Dengan demikian bukan saja dituntut agar tidak alpa dan angkuh terhadap sumber daya yang dimilikinya. Untuk menyebarkan rahmat itu. kecuali dengan (tujuan) yang hak dan pada waktu yang ditentukan (QS Al-Ahqaf [46]: 3). setiap angin sepoi yang berhembus di udara.

telah mengajarkan. dan beri makanlah dengan baik. (022) 707038 mailto:mizan@ibm. yang berarti penundukan. Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda sehingga mengorbankan kepentingannya sendiri. Firman Allah yang menggunakan akar kata itu dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 11 adalah Janganlah ada satu kaum yang merendahkan kaum yang lain. M. Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda itu. Manusia dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. berapa pun harga benda-benda itu. Bandung 40124 Telp. Quraish Shihab. Sebelum Eropa mengenal Organisasi Muhammad Saw.A. Di samping prinsip kekhalifahan yang disebutkan di atas. Dan Dia (Allah) menundukkan untuk kamu. kendarailah. M. (022) 700931 Fax. Penerbit Mizan Jln. bahwa ia boleh meraih apa pun asalkan yang diraihnya serta cara meraihnya tidak mengorbankan kepentingannya di akhirat kelak. Agama adalah hubungan interaksi yang baik.net . Manusia dalam hal ini dituntut untuk selalu mengingat-ingat. Ini berarti bahwa alam raya telah ditundukkan Allah untuk manusia. melebihi akhlak yang luhur (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).untuk bersahabat dengan pemilik nama. Pencinta Binatang Nabi Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang. Yodkali No. Beliau juga bersabda: Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari kiamat. Nabi bersabda.16. manusia tidak boleh tunduk dan merendahkan diri kepada segala sesuatu yang telah direndahkan Allah untuknya. Namun dapat juga berarti "perendahan".[] ---------------WAWASAN AL-QURAN Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat Dr. semua yang ada di langit dan di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya (QS Al-Jatsiyah [45]: 13). Namun pada saat yang sama. masih ada lagi prinsip taskhir. *** Akhirnya kita dapat mengakhiri uraian ini dengan menyatakan bahwa keberagamaan seseorang diukur dari akhlaknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful