P. 1
Tafsiran Kitab Yesaya

Tafsiran Kitab Yesaya

5.0

|Views: 12,863|Likes:
Published by Jonathan Tamonob

More info:

Published by: Jonathan Tamonob on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

Yerusalem dikepung oleh Sanherib.
(2)Raja Asyur mengutus juru minum agung dari Lakhis ke Yerusalem kepada raja Hizkia
disertai suatu tentara yang besar….”
(4)”Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: “Baiklah katakan kepada
Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang
kaupegang ini?”

52

Pencari gara-2 adalah kesukaan iblis untuk memakai orang ini, dalam pelayanan sekalipun.
– saling curiga, saling iri hati.
Kenapa sih ada pencari gara-2
1.karena iri – ini karakter
2.pikiran negative
3.karena hidupnya dikuasai iblis/setan

Tetapi Tuhan mau kita
1.bawa damai dan mengerti kebenaran
2.hadapi segala masallah dan meraih mahkota kemenangan

Bagaimana sikap kita menghadapi orang yang pencari gara-gara
1.kita harus tenang dan berserah pada Tuhan
2.jaga pergaulan dan dengar nasihat yang baik, jangan mendengar nasihat yang
negative.
3.minta hikmat, kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi persoalan
4.jaga agar hubungan dengan Tuhan jangan sampai terganggu

Yesaya 36 : 11-22

Berdiam diri”

(21)”Tetapi orang berdiam diri dan tidak menjawab dia sepatah katapun, sebab ada
perintah raja, bunyinya: “Jangan kamu menjawab dia!”

Ada masalah2 tertentu justru kita dapat berdiam diri. Begitu pula Yesus berada di kayu
salib Dia tetap berdiam diri dan membiarkan Tuhan yang menjadi jawaban atas masalah
kita orang percaya harus hidup dalam berdiam diri

Kapan didalam hidup ini kita harus berdiam diri
1.ketika tuduhan ditujukan kepada kita tidak benar.
2.ketika kita melihat orang yang dikuasai oleh emosi
3.ketika kita dilakukan dengan tidak adil
4.ketika kita tahu Tuhan sedang menguji kita, Tuhan tak pernah mengecewakan dan
menyediakan sorga buat kita.

Yesaya 37 : 1-7

Datang kerumah Tuhan”

(1)”Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakannyalah pakaian dan
diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah Tuhan.”

Gereja tempat kita beribadah. Gereja adalah tempat kita mengalami perjumpaan dengan
Tuhan. Rumah dimana kita merasakan mukjizat yang dahsyat. Sesering kita datang
kerumah Tuhan.

(6)”berkatalah Yesaya kepada mereka:”beginilah kamu katakan kepada tuanmu.
Beginilah firman Tuhan: “Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar
yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku.”

53

(7)”Sesungguhnya, Aku akan menyuruh suatu roh masuk di dalamnya, sehingga ia
mendengar suatu kabar dan pulang ke negerinya; Aku akan membuat dia mati rebah oleh
pedang di negerinya sendiri.”

Hizkia didalam rumah Tuhan mendapat jawaban.
Bagaimana sikap kita datang kerumah Tuhan?
1.Kita harus masuk ke rumah Tuhan dengan kepolosan dan kejujuran hati kepada
Tuhan. Disitu kita melihat anugerah Tuhan.
2.Kita harus datang kerumah Tuhan dengan iman.
3.Kita harus datang bersaksi Tuhan hadir
a.bersaksi bahwa Tuhan itu baik, Dia pulihkan penyakit,
b.bersaksi Tuhan sanggup melakukn segala perkara.
4.Kita harus siap diatur oleh Tuhan
5.Kita harus penuh dengan rasa hormat dan takut akan Tuhan.Karena Dia adalah
besar dan mulia.

Yesaya 37 : 8-20

Seruan dalam keyakinan”

(20)”Maka sekarang, ya Tuhan, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya
segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sndirilah Tuhan.”

Banyak orang percaya melakukan fatal. “Seruan dalam keyakinan”
Doa pada Tuhan tetapi tak ada keyakinan.

-Ada pula banyak orang karena dia merasa yakin, tetapi tak berseru. Tuhan mau kita
berseru pada Tuhan. Dibalik itu ada keyakinan . Allah yang kita sembah adalah Allah tak
pernah terlambat dalam memberi pertolongan.
Allah tak mengecewakan bagi orang berharap kepada-Nya. Kalau kita berseru pada Tuhan
kita harus ada keyakinan
Mengapa harus ada seruan dalam keyakinan?
1.Membuat kita semakin dekat Allah, kita menjadi tenang dan mendengar suara
Allah, Allah kita mampu menolong kita.
2.Membuat kita selalu bersyukur (jangan banyak ber-sungut-2) dengan ucapan
syukur ada kekuatan.
3.membuat kita akan menghancurkan kekuatan2 musuh (iblis).
4.akan menampilkan kekuatan dan keyakinan akan menampilkan mukjizat dan kuasa
Tuhan dalam hidup kita.

Yesaya 37 : 21-32

Menabur dan Menuai”

(30)”Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, hai Hizkia: Dalam tahun ini orang
makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari
tanaman yang pertama, tetapi dalam tahun yang ketiga, menaburlah kamu, menuai,
membuat kebun anggur dan memakan buahnya.”

54

Dalam Kekristenan ada hukum Tabur Tuai. Kadangkala kita sudah menabur tetapi tak
menuai.

1.kita jadi kecewa
2.kita jadi orang apatis
3.kita jadi emosi, labil
4.kita tak menarik akan hal2 rohani

Kalau kita belum menuai tak berarti bukan, justru kita banyak belajar firman. Jika kita tahu
firman, apa yang kita tabur itu yang kita tuai.
Jangan minta sesat. Apa yang ditabur orang itupun akan dituainya.
Mengapa kita menabur dan belum menuai.

1.Kita sedang dalam peperangan, rohani, iblis yang menahan berkat, mukjizat, lawan

iblis.

2.itu berarti kita hidup dalam dosa dan kejahatan, kita harus memeriksa apa ada dosa,
dalam hidup kita, kita harus bertobat.
3.Karena kita masih dalam ujian. Jangan bertindak apa2. bersyukur saja, berserah saja
Tuhan pada waktunya akan, sesudah kesabaran kita, Dia akan menolong.
4.karena kita tidak sedang dalam jalan Tuhan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->