P. 1
Filsafat-sarana Berpikir Ilmiah

Filsafat-sarana Berpikir Ilmiah

|Views: 46|Likes:
Published by Agina Puspanurani

More info:

Published by: Agina Puspanurani on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuhnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu .

sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan yang memungkinkan kita dapat memecahkan masalah sehari-hari . didapatkan berdasarkan metode ilmiah  Tujuan mempelajari sarana ilmiah memungkinkan kita melakukan penelaahan ilmiah secara baik. Sarana ilmiah bukan ilmu yang dalam pengertian merupakan kumpulan pengetahuan.

Kegunaan bahasa diantaranya:  Membuat manusia berpikir dengan baik  Berkomunikasi dengan baik  Berpikir secara abstrak . manusia dapat mengkomunikasikan segenap pengalaman dan pemikiran mereka.Dengan bahasa. Kemampuan berbahasa adalah salah satu keunikan manusia.

yaitu :   Peranan bahasa yang multifungsi Arti yang tidak jelas dan eksak yang dikandung oleh kata-kata yang membangun bahasa  Bahasa memiliki sifat majemuk (pluralistik) .Bahasa memiliki kekurangan.

yakni logika induktif dan logika deduktif . disebut juga sebagai penalaran Penalaran adalah suatu proses penemuan kebenaran. dan setiap jenis penalaran memiliki kriteria kebenarannya masingmasing Penalaran ilmiah bermacam-macam. namun lebih memusatkan pada dua jenis cara penarikan kesimpulan.Logika adalah jalan pikiran yang masuk akal.

Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin disampaikan Kekurangan dalam bahasa verbal dapat diatasi dengan menggunakan matematika dalam berkomunikasi ilmiah Matematika mengembangkan cara berpikir deduktif artinya dalam melakukan penemuan ilmu dilakukan berdasarkan premis-premis tertentu .

Kebenaran dalam Matematika tidak dibuktikan secara empiris. melainkan secara penalaran deduktif. .Matematika mengembangkan bahasa kuantitatif. Matematika pada dasarnya merupakan pengetahuan yang disusun secara konsisten berdasarkan logika deduktif. karena dapat melakukan pengukuran secara eksak.

Statiska menggunakan penarikan kesimpulan berdasarkan logika induktif. . Statistika membantu melakukan proses generalisasi dan menyimpulkan karakterisrtik suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan terjadi secara kebetulan.Statistika merupakan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk menghitung tingkat peluang ini dengan eksak.

Semakin banyak sampel yang diambil semakin tinggi tingkat ketelitian kesimpulannya . maka kesimpulan itu belum tentu benar. Yang dapat kita katakan adalah bahwa kesimpulan itu mempunyai peluang untuk benar.Logika deduktif berpaling pada matematika dan logika induktif berpaling pada statistika Dalam penalaran deduktif maka kesimpulan yang ditarik adalah benar apabila premis-premis yang dipergunakannya itu benar dan prosedur penarikan kesimpulannya adalah sah Sedangkan dalam penalaran induktif meskipun premis-premisnya adalah benar dan prosedurnya penarikan kesimpulannya adalah sah.

Selama bulan Oktober beberapa tahun lalu selalu turun hujan Tidak bisa dipastikan Oktober tahun ini akan turun hujan Kesimpulan yang dapat ditarik : pengetahuan bahwa tingkat peluang terjadinya hujan pada Oktober tahun ini lebih besar. .

statiska memberikan sifat pragmatis pada penelaahan keilmuan. dimana dalam kesadaran bahwa suatu kebenaran absolut tidak mungkin dapat dicapai.Statiska memang tidak bisa dihindarkan dari kekeliruan Namun. kita berpendirian bahwa suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan dapat diperoleh .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->