Contoh Legal Opinion

Contoh Legal Opinion MEMBUAT LEGAL OPINION

PENDAHULUAN A.1. Defenisi Bahwa pada dasarnya advokat mempergunakan hampir sebagian besar dari waktunya untuk memberikan nasehat hukum, baik secara lisan maupun tertulis dalam membantu para kliennya, baik untuk menghindari timbulnya sengketa-sengketa maupun untuk penyelesaian sengketa-sengketa. Salah satu bentuk dari nasehat hukum yang diberikan oleh seorang advokat bagi kliennya adalah melalui Pendapat Hukum (Legal Opinion). Istilah Legal Opinion dalam bahasa latin disebut dengan Ius Opinio, dimana Ius artinya Hukum dan Opinio artinya pandangan atau pendapat. Legal opinion adalah istilah yang dikenal dalam sistem hukum Common Law (Anglo Saxon), sedangkan dalam sistem hukum Eropa Kontinental (Civil Law) dikenal dengan istilah Legal Critics yang dipelopori oleh aliran Kritikus Hukum. Bahwa sebelum kita lebih jauh membahas tentang Legal Opinion, ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa defenisi dari Legal Opinion. Sampai saat ini tidak ada defenisi yang baku mengenai Legal Opinion di Indonesia. Tetapi apabila mengacu pada literatur yang telah ada sebelumnya dan yang telah berlaku secara internasional, defenisi Legal Opinion adalah: “A written document in which an attorney provides his or her understanding of the law as applied to assumed facts. The attorney may be a private attorney or attorney representing the state or other governmental antity”. A party may entitled to rely on a legal opinion, depending on factors such as the identity of the parties to whom the opinion was addressed and the law governing these opinion” ( Black’s Law Dictionary, Edisi VII, Henry Campbell Black). (Sekumpulan dokumen tertulis yang dijadikan padanan aplikasi bagi para pengacara atau pengertian pendapat hukum yang berkaitan dengan berbagai masalah hukum dari para pihak terkait sesuai dengan fakta-faktanya. Seorang pengacara bisa saja secara pribadi mewakili berbagai aspek peraturan entita hukum yang mengatur tentang hal itu. Salah satu pihak berhak untuk meyakinkan pendapat hukum,

tergantung dari faktor-faktor identitas para pihak terkait yang dibuat oleh seorang pengacara melalui pendapat hukum dan undang-undang yang mengaturnya). Setelah melihat defenisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian Legal Opinion secara umum adalah suatu dokumen tertulis yang dibuat oleh advokat untuk kliennya dimana advokat tersebut memberikan/ menuangkan pandangan atau pendapat hukum sebagaimana yang diterapkannya terhadap suatu fakta hukum tertentu dan untuk tujuan tertentu. A.2. Tujuan Bahwa adapun tujuan dibuatnya suatu Legal opinion adalah untuk memberikan pendapat hukum atas suatu persoalan hukum yang sedang dihadapi oleh klien agar didapat suatu keputusan atau tindakan yang tepat atas persoalan hukum yang ada tersebut. B. PEMBAHASAN Pada dasarnya, advokat adalah profesi yang terhormat (Officum Nobile) sehingga seorang advokat harus memiliki reputasi serta dedikasi tinggi dalam mengemban gelar dan dalam melaksanakan tugasnya. Dengan reputasi dan dedikasi tinggi tersebut, seorang advokat tidak boleh bertindak gegabah dalam memberikan pendapat hukum (Legal Opinion). Agar seorang advokat dapat memberikan pendapat hukum yang baik, pertama kali ia harus mengerti dan memahami apa masalah hukum yang ada dan mengapa masalah itu terjadi. Untuk memahami itu maka seorang advokat harus pula mendapatkan data dan informasi yang lengkap dan akurat disertai dengan bagaimana aturan hukum yang mengaturnya, setelah itu baru dapat menentukan apa yang harus diberikan, dan yang terakhir bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut dengan tuntas secara hukum. Berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai Prinsip-Prinsip dalam pembuatan Legal Opinion, Format Penyusunan Legal Opinion serta Permasalahan yang ditemui advokat dalam membuat Legal Opinion. B.1. Prinsip-Prinsip dalam pembuatan Legal Opinion Bahwa dalam menyusun Legal Opinion, biasanya advokat berpegang pada prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Legal Opinion dibuat dengan mendasarkan pada hukum Indonesia. Advokat yang berpraktek dalam wilayah Republik Indonesia dimana hukum yang dikuasai adalah hukum Indonesia, tidak

Oleh karena itu Legal Opinion harus memberikan penjelasan yang selengkapnya. Dalam Legal Opinion advokat tidak memberikan pendapat yang mengharuskan klien untuk melakukan tindakan tertentu. artinya legal opinion tersebut harus mudah dipahami oleh klien atau bagi pihak yang membacanya. d. Legal Opinion tidak memberikan jaminan terjadinya suatu keadaan. Penjelasan dalam Legal Opinion harus diberikan dengan selengkapnya. Legal Opinion hanya bersifat memberikan pendapat mengenai tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan oleh klien tetapi klien sendiri yang akan memutuskan apakah akan melakukan tindakan tersebut atau tidak. sehingga klien memiliki bahan pertimbangan yang cukup untuk mengambil suatu keputusan.berkompeten untuk menyampaikan pendapat hukum yang didasarkan pada hukum selain hukum Indonesia. e. Hal ini sesuai pula dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 4 butir c Kode Etik Advokat yang berbunyi: “Advokat tidak dibenarkan menjamin kepada kliennya bahwa perkara yang ditanganinya akan menang”. b. jelas dan tegas. Jika berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku keinginan klien tidak dapat terpenuhi. artinya Legal Opinion harus disampaikan kepada klien sebagaimana adanya. maka hal tersebut harus dikemukakan dengan jelas dalam Legal Opinion. Legal Opinion harus diberikan secara jujur dan lengkap. tidak dibuat-buat dan tidak semata-mata memberikan pendapat hanya untuk mengakomodir keinginan klien. Jujur. Dilihat dari isi Kode Etik Advokat tersebut dapat disimpulkan bahwa advokat di dalam Legal Opinionnya tidak dapat memberikan jaminan kepada klien bahwa perkara yang ditanganinya akan menang. Legal Opinion disampaikan secara lugas. advokat tidak boleh memberikan jaminan atau kepastian akan kondisi suatu penyelesaian persoalan dalam praktek. c. tanpa ada yang ditutupi. Dalam Legal opinion. jelas dan tegas dengan tata bahasa yang benar dan sistematis. Legal Opinion tidak mengikat bagi advokat dan bagi klien . Legal Opinion disampaikan secara lugas. Karena disampaikan dengan bahasa yang baik dan sistematis serta tegas maka Legal Opinion tersebut tidak menimbulkan tafsiran berganda (bias) dan diharapkan melalui Legal Opinion tersebut terciptalah suatu kepastian hukum.

data-data dan dokumen-dokumen. Pendahuluan Bagian pendahuluan berisi penjelasan atas dasar apa advokat membuat Legal Opinion. sepenuhnya tergantung dari klien yang bersangkutan dan menjadi tanggung jawab dari pengambil keputusan. Sehubungan dengan tidak adanya format dan standar baku pembuatan Legal Opinion yang mengikat seluruh advokat di Indonesia. yaitu apakah berdasarkan permintaan secara tertulis dari klien melalui surat atau secara lisan yang disampaikan dalam rapat yang dihadiri klien. Dasar hukum dan perundang-undangan yang terkait dengan permasalahan. Pendahuluan 2. Keputusan untuk mengambil atau tidak mengambil tindakan berdasarkan Legal Opinion. Permasalahan yang dimintakan Legal Opinion.1. agar advokat memberikan pendapat hukum atas permasalahan-permasalahan hukum yang sedang .Advokat bertanggung jawab atas isi dan juga bertanggung jawab atas kebenaran dari Legal Opinion yang dibuatnya. 5. Uraian fakta-fakta dan kronologis. Pendapat hukum 8. 4. Legal Opinion yang dibuat oleh advokat yang ditunjuk tersebut tidak mengikat klien atau pihak-pihak yang meminta Legal Opinion untuk melaksanakan sebagian atau seluruh isi dari Legal Opinion. Adapun butir-butir dari hal-hal yang terdapat dalam kerangka dasar tersebut di atas akan diterangkan sebagai berikut: Ad. Bahan-bahan yang berkaitan dengan permasalahan yang ada seperti informasi. tetapi advokat tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban atas kerugian yang timbul akibat klien mengambil tindakan berdasarkan Legal Opinion tersebut. dalam prakteknya bentuk Legal Opinion yang baik setidak-tidaknya mempunyai kerangka dasar yang memuat halhal sebagai berikut: 1. Analisa hukum 7.. Kesimpulan dan saran-saran atau solusi permasalahan. B. 6.2. 3. Format Penyusunan Legal Opinion Sampai saat ini Indonesia belum memiliki format dan standar baku yang mengikat bagi seluruh Advokat Indonesia berkenaan dengan bentuk Legal Opinion.

4. sejak diterima sampai dengan tanggal dikeluarkannya Legal Opinion. Permasalahan yang dimintakan Legal Opinion Pada bagian permasalahan ini dijelaskan masalah pokok yang dihadapi klien yang diminta untuk dibuatkan Legal Opinion. Permasalahan tersebut mengacu pada persoalan hukum yang diuraikan atau yang disampaikan klien dalam suratnya ketika mengajukan permintaan Legal opinion. Bagian ini juga berisi pernyataan dari advokat mengenai sumber fakta yang dipergunakan dalam penyusunan Legal Opinion yaitu bahwa Legal Opinion dapat dibuat berdasarkan dokumen asli dan/ atau dokumen fotokopi dan/atau keterangan-keterangan lisan klien kepada advokat. yaitu bahwa Legal opinion yang dimaksud hanya dapat ditafsirkan menurut ketentuan . Namun apabila ternyata persoalan hukum yang diuraikan klien tidak jelas atau kurang jelas.2. informasi material yang berbentuk tertulis maupun lisan yang diperoleh dari klien itu sendiri maupun dari pihak ketiga lainnya dan juga berisi informasi tambahan yang terkait dengan pokok permasalahan yang dapat ditambahkan pada Legal Opinion untuk mendukung pokok permasalahan. maka advokat akan membantu merumuskan permasalahan klien tersebut. Dasar hukum dan perundang-undangan yang terkait dengan permasalahan Bagian ini berisi uraian tentang ketentuan perundang-undangan dan peraturan terkait lainnya yang dijadikan dasar bagi advokat untuk membuat pendapat hukum.dihadapi klien atau didasarkan karena diperlukan sebelum menangani suatu perkara. data-data dan dokumen-dokumen Bagian ini berisi uraian tentang dokumen-dokumen. Ad. Dokumen-dokumen dan keterangan lisan tersebut menjadi dasar untuk mencari dan menggali fakta-fakta. Bahan-bahan yang berkaitan dengan permasalahan yang ada seperti informasi. Ad. Bahan-bahan ini dapat diketahui dan ditentukan setelah advokat terlebih dahulu melakukan Legal Due Diligence (Legal Audit)[1]. Bila terdapat lebih dari satu persoalan hukum dimana berkaitan satu sama lain maka permasalahan-permasalahan dimaksud harus disampaikan secara jelas dan sistematis. Dalam bagian ini juga dijelaskan batasan penafsiran Legal Opinion yang dibuat oleh advokat. Ad.3.

7. Sangat diharapkan Advokat memberikan lebih dari satu saran dan/atau solusi terhadap masalah yang dimintakan Legal Opinion. B. Ad.3. Adapun beberapa contoh permasalahan yang ditemukan dalam prakteknya tersebut adalah sebagai berikut: . Legal Opinion tersebut tidak dapat ditafsirkan menurut ketentuan hukum dari negara lain selain negara Republik Indonesia. dengan tujuan agar klien atau pihak lain yang berkepentingan dapat memilih salah satu dari saran dan/atau solusi yang terbaik menurut pandangannya. Pendapat hukum Berisi uraian tentang pendapat Advokat atas pokok permasalahan yang didasarkan pada analisa dan pertimbangan hukum atas faktafakta.8. Ad. Ad.hukum Negara Indonesia. advokat lalu memberikan saran-saran dan/atau solusi bagi penyelesaian persoalan hukum yang telah dibahas dalam Legal Opinion tersebut. Analisa hukum Bagian ini menguraikan analisa dan pertimbangan hukum advokat atas pokok permasalahan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pokok permasalahan. sistematis dan tidak berbelit-belit. advokat dapat menemukan beberapa permasalahan. Kesimpulan dan saran-saran atau solusi permasalahan Berisi uraian tentang kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil analisa setelah melakukan seluruh tahap-tahap pembuatan Legal Opinion yang telah dipaparkan sebelumnya. Pendapat hukum disampaikan dengan selalu terfokus pada permasalahan. Ad. Setelah mendapatkan kesimpulan. informasi serta dokumen terkait dengan pokok permasalahan sehingga dapat diketahui jawaban atas permasalahan yang ada.5. Uraian fakta-fakta dan kronologis Bagian ini berisi uraian fakta-fakta yang relevan dengan permasalahan berdasarkan dokumen asli dan/atau fotokopi dan/atau berdasarkan keterangan lisan dari klien sampai dengan tanggal dikeluarkannya Legal Opinion dan disusun secara kronologis dengan maksud agar pembaca memahami asal mula pokok permasalahan dan perkembangannya.6. Permasalahan yang ditemui dalam membuat Legal opinion Bahwa dalam proses pembuatan Legal Opinion.

Advokat tidak dapat memastikan apakah seluruh dokumendokumen yang diberikan dalam bentuk fotokopi sesuai dengan aslinya atau tidak. Apabila klien memberikan informasi/keterangan. Pada dasarnya. Advokat hanya memberikan Legal Opinion didalam yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia Advokat memiliki keterbatasan secara hukum yakni advokat tersebut hanya memiliki kewenangan untuk memberikan Legal Opinion didalam yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan karenanya advokat mengasumsikan bahwa dokumen-dokumen fotokopi tersebut adalah benar sesuai dengan aslinya. klien bertanggung jawab atas kebenaran data-data. maka akibatnya advokat tersebut juga akan salah dalam memberikan opininya melalui Legal Opinion. dimana apabila pasien salah menerangkan keluhan yang dideritanya maka dokter juga akan salah mendiagnosa penyakit pasiennya dan dapat dipastikan akan memberi resep atau obat yang salah pula pada pasien tersebut. maka advokat akan berasumsi bahwa keterangan lisan tersebut adalah benar. Jadi advokat yang berpraktek dalam wilayah Republik Indonesia tidak berkompeten untuk menyampaikan pendapat hukum yang didasarkan pada hukum selain hukum yang berlaku di negara Indonesia. data-data dan dokumen yang salah kepada advokat. maka jika dipergunakan dokumen fotokopi. Untuk mengatasi permasalahan ini. keterangan atau data-data yang diperlukan sebagai bahan dalam pembuatan Legal opinion. advokat harus menyatakan bahwa advokat tersebut tidak meneliti serta memeriksa dokumen asli dari dokumen-dokumen fotokopi tersebut. .a. Dalam hal klien memberikan keterangan lisan. Advokat tidak dapat memastikan apakah keterangan dan informasi yang diberikan oleh klien dan pihak-pihak yang terkait adalah keterangan yang benar dan jujur atau tidak. dokumen-dokumen dan keterangan yang diberikannya kepada advokat yang ditunjuk untuk memberikan Legal Opinion. b. Ini tidak jauh berbeda dengan seorang pasien dan dokter. Keakuratan suatu Legal Opinion tergantung pada jujur atau tidaknya klien memberikan informasi. c.

prinsip-prinsip pembuatan Legal Opinion.2. Bahwa Legal Opinion sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan bagi para pihak yang berkepentingan dan sedang mengalami permasalahan hukum agar dapat membuat dan mengambil suatu keputusan atau tindakan yang tepat berkenaan dengan masalah yang dihadapi. 2. C. sebaiknya sebelum advokat masuk ke dalam pokok permasalahannya. 2. KESIMPULAN DAN SARAN Setelah membahas mengenai Legal Opinion secara keseluruhan yaitu defenisi dan tujuan dari Legal Opinion. Bahwa advokat yang berpraktek dalam wilayah Republik Indonesia hanya memiliki kewenangan untuk memberikan Legal Opinion didalam yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak berkompeten untuk menyampaikan pendapat hukum yang didasarkan pada hukum selain hukum Indonesia. Bahwa untuk memudahkan advokat dalam membuat Legal Opinion sebaiknya ditetapkan standar baku mengenai pokokpokok bahasan yang harus ada dalam pembuatan suatu Legal Opinion. advokat tersebut terlebih dahulu membuat Legal Opinion untuk memudahkan klien mengetahui duduk permasalahan berdasarkan hukum dan juga untuk memudahkan advokat mengetahui batasan-batasan kompetensinya dalam menangani permasalahan hukum tersebut.Hal-hal yang telah dikemukakan di atas merupakan beberapa permasalahan yang dapat ditemui advokat dalam proses pembuatan Legal Opinion. . KESIMPULAN 1.1. Bahwa dalam menghadapi suatu permasalahan hukum. format penyusunan Legal Opinion dan permasalahanpermasalahan yang ditemui dalam membuat Legal opinion. SARAN 1. maka selanjutnya sampailah pada tahap kesimpulan dan saran. Bahwa Indonesia belum mempunyai standar baku yang mengikat bagi seluruh Advokat Indonesia berkenaan dengan bentuk Legal Opinion. Berikut ini adalah kesimpulan dan saran yang diperoleh berdasarkan pembahasanpembahasan tersebut di atas: C. C. 3.

Bahwa sebaiknya kewenangan advokat dalam memberikan Legal Opinion tidak dibatasi hanya dalam yurisdiksi Negara Kesatuan Indonesia. Sebagai panduan praktis sudah barang tentu kesempurnaan bukanlah tujuan utama. Hal ini dapat dimaklumi karena memang dinamika advokasi perkara hukum tidak dapat diprediksi secara tepat dan cepat. Ringkasnya. Penguasaan materi teori dan regulasi merupakan hal yang utama disamping juga penguasaan penafsiran pasal demi pasal hukum. . Sesuai dengan maksud dan tujuannya. Apa & Bagaimana Membuat Legal Opinion Bagi seorang Advokat/ Pengacara � Penasihat Hukum atau bagi mereka yang bekerja di dunia hukum dalam mempelajari suatu kasus hukum membuat Legal Opinion (pendapat hukum) adalah suatu hal yang mutlak karena dengan legal opinion kita dapat menganalisis suatu perkara dengan cepat dalam hal waktu dan biaya tentunya. Apabila seorang advokat memiliki kemampuan untuk memberikan Legal Opinion berdasarkan hukum negara lain maka advokat tersebut seharusnya diberi kesempatan dalam memberikan Legal Opinionnya berdasarkan kepercayaan yang diberikan klien kepadanya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tidak semua penjelasan dalam pasal hukum memuat kalimat penjelasan yang tepat dan ringkas. Adapun prinsip praktis dari pembuatan legal opinion adalah untuk menjadi panduan taktis advokasi dalam suatu perkara hukum. Ingat � ilmu hukum adalah ilmu sosial dimana selalu ada pendapat lain dalam suatu sudut pandang. Walaupun demikian bukan berarti pula kita membuat legal opinion dengan asal-asalan terlebih-lebih dicampuri dengan logika pribadi. Dalam hal ini sudah seharusnya kita berdiskusi dengan mereka yang telah. legal opinion adalah penulisan pendapat seseorang atas suatu permasalahan hukum yang didasarkan pada aturan dan pranata hukum yang berlaku.3. Diharapkan dengan adanya legal opinion. pernah atau yang menguasai suatu perkara hukum. langkah maupun pengembangan advokasi suatu perkara tidak akan terpancing permainan �pihak lawan� atau agar tidak terlalu mengembang keluar dari koridor hukum yang ada. � wajar saja dalam pembuatan legal opinion ada kesalahahan analisa hukum atau penafsiran suatu pranata hukum.

.. Kronologis Kasus/ Perkara... Legal Opinion (dalam rangka ini harus memuat prinsip-prinsip. yakni : a.... .Terkadang si penyusun undang-undang menganggap sudah cukup bahwa kalimat dalam pasal hukum tidak perlu lagi dijelaskan dalam bagian penjelasan undang-undang. b c. who..... when.. why dan how). suatu legal opinion sekurang-kurangnya harus memuat 5 w 1 h (what. teori atau regulasi yang terkait dengan perkara). Secara prinsip. Contoh 1 Legal Opinion Jakarta. where....... Yang keseluruhannya tertuang dalam 3 rangka tulisan.... dan Solusi Hukum (rangka tulisan ini memuat rencana taktis advokasi perkara yang akan dilakukan)...

.: Bahwa Kami PT.. Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan PBB...... Akta Perjanjian Sewa Menyewa No….... cq. tertanggal ……………….... ……… antara ….. 8...... Lurah dan Camat ...... 7.. dihadapan Notaris …… Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Antara PT..................... Jl... selaku Supplier untuk Project........... Berdasarkan Bukti-bukti/ dokumen sehubungan dengan permasalahan Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi antara PT.. 5........... Lurah dan Camat ...... 3.... dengan ……. RKT DISHUB Kotamadya............. selaku Purchaser dengan PT. ..... …. 10. terlebih dahulu kami akan memberikan kronologis permasalahan sehubungan dengan permasalahan Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi antara . 9............. Tgl........... …………….........Tgl ... cq... 4.................... Surat Pernyataan Fisik Bidang Tanah No.. 2........ .... (Purchaser) berdasarkan Pasal .. cq.... Atas Dasar fakta-fakta tersebut diatas..... 6... Surat Keterangan Riwayat Tanah No........ . .. Lurah dan Camat ... cq... Jakarta Hal: Permasalahan Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi antara ............... . .................. Surat Keterangan Tidak Sengketa No.................. Kecamatan ....... ... Surat Keterangan Tanah .. dan PT.. sebelum kami memberikan analisa secara yuridis / Pendapat Hukum. : Adapun Bukti-bukti /Dokumen-dokumen tersebut antara lain : 1................... selaku kuasa (Supllier) yang ditunjuk/ditugaskan oleh PT ....PT.. dalam hal ini untuk melakukan akuisisi lahan untuk penempatan salah satu . Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan Cq.... Surat Kuasa Substitusi No.. untuk Project site... Pernyataan Ijin Warga /Tetangga Kelurahan .............. dengan ................ dari Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi..dengan. Lurah dan Camat ...... ............

.. Bahwa kami/Suplier juga telah mengupayakan dalam penyelesaian keduabelah pihak permasalahan dengan Pihak ke-3 yang menghasilkan kesepakatan berupa kompensasi dan hal tersebut harus dituangkan dalam bentuk perjanjian kerjasama tertulis yang dibuat dibawah tangan namun Pihak Legal (Purchaser)........ Bahwa pada saat dilaksanakannya proses pembangunan menara dan mobilisasi trasportasi material diberhentikan secara sepihak oleh oknum pihak . sebidang tanah seluas kurang lebih .......................... kami telah melakukan sosialisasi / ijin warga yang diketahui dan disetujui oleh Kepala Lingkungan . Seluas kurang lebih . m dan Lebar .) Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Antara PT... Bahwa pada tanggal ..... yang mengklaim lahan yang menjadi obyek sewa tersebut adalah tanah milik (Pihak ke 3 ) tanpa menunjukkan alas hak yang sah secara hukum.... Lurah . tertanggal . ... m2 dengan perincian: a. telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Sewa Menyewa No...................... Camat .. Tanah tersebut merupakan sebagian dari sebidang tanah seluas kurang lebih .... dan dengan (Suplier)... Kelurahan ..........m untuk akses kelokasi menara tersebut......) ....... ( Pihak ke3.. m2 dengan ukuran panjang .)...... Seluas kurang lebih ......... ayat . antara (Owner lahan) ... .......... (Owner) seperti ternyata dalam Surat Keterangan Tanah No....(.... Bahwa dalam mengumpulkan dokumen kepemilikan tanah....... sehingga mengakibatkan lahan/ obyek sewa tersebut mengalami gangguan/hambatan dalam proses pembangunan. di .. dan Kecamatan ......................... Tanggal ......... m dan lebar .. (..m2 dengan ukuran Panjang ..... .. dan PT..... untuk pembangunan...)...infrastruktur telepon seluler milik PT. b.........)..... kepunyaan milik ... dan tanah tersebut tidak pernah silang sengketa dengan pihak manapun maupun mengenai batas-batasnya sesuai dengan (Pasal . tidak dapat melakukan perjanjian Sewa dalam bentuk apapun walaupun di bawah tangan atas satu obyek sewa... QQ / Bertindak untuk dan atas nama PT.. m2 yang terletak di ..... ............ ........ (..........(Purchaser) dihadapan Notaris................. yang dikeluarkan Camat ......... untuk site ... Bahwa pada tanggal ..... pengoperasian dan pemeliharaan Menara dan perlengkapannya..... kami telah melakukan pengecekan mengenai keabsahan dokumen tersebut cq.

..Bahwa Pihak Purchaser (..... dari Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Antara PT... ASPEK PERDATA 1.. Bahwa berdasarkan Pasal . Bahwa secara kontraktual...)........... Kantor Lurah dan Camat .. ..: Dengan ini kami menyampaikan pendapat hukum atas masalah tersebut diatas : PENDAPAT HUKUM I.. Bahwa secara kontraktual..) melalui Surat Kuasa Substitusi No... ...... termasuk dan tidak terbatas pada pengembalian biaya sewa lokasi serta kerugian atas biaya pembangunan yang telah dikeluarkan.. yang bertujuan untuk 2. verifikasi keabsahan Dokumen Kepemilikan Tanah.) dari Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Antara PT.. dengan PT. tertanggal ....(Purchaser).. dan tanah tersebut tidak pernah silang sengketa dengan pihak manapun maupun mengenai batas-batasnya... sudah mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Purchaser (........ Dokumen kepemilikan Lahan milik ... QQ.. ..... dan PT..(Suplier) dan PT..... dalam mengumpulkan dan melakukan tindakantindakan yang dianggap perlu dalam rangka pemeriksaan.... Tanggal ....... a. selaku Pemilik.1.. Bahwa setelah kami menganalisa dari uraian kronologis diatas dan didukung oleh bukti-bukti /dokumen-dokumen yang ada serta dikaitkan dengan fakta-fakta yang terjadi sehubungan dengan permasalahan Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi antara PT./ bertindak untuk dan atas nama PT... ayat... ayat. dan PT.(Purchaser)......... ... ................. untuk Project. dengan Tn..3).. sebagai dasar pembuatan akta perjanjian sewa menyewa No. ........) ingin menarik dan/membatalkan PO (Purchase Order) untuk site tersebut diatas dan meminta pertanggung jawaban kepada Supplier secara penuh seluruh biaya-biaya dan kerugian yang dialami oleh Purchaser (... sesuai dengan (Pasal .... . kami telah melakukan pengecekan mengenai keabsahan dokumen tersebut cq.... bahwa dalam Pelaksanaan Perjanjian ini kedua belah pihak tunduk pada hukum yang berlaku diwilayah Republik Indonesia.. (Suplier)...... (Owner) beserta Dokumen Pendukungnya sebagaimana tersebut dalam Pasal 1 ayat 4 (Lampiran 3 butir a.... 3. . ...... antara ......... . .... Dengai ini kami /Suplier keberatan apabila dibebankan biaya sewa yang telah diterima oleh .2 dan a.... .. sesuai dengan (Pasal 3 ayat 3 dan 5) Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Antara PT.. .

... . maka hal / peristiwa ini timbul diluar kontrak / Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Antara PT. warga setempat tidak mengajukan claim/tuntutan dan tidak keberatan terhadap Pembangunan Menara di lokasi obyek sewa tersebut... kami /suplier telah melakukan sosialisasi/pemberitahuan kepada warga sekitar radius Tower seperti ternyata dalam Pernyataan Ijin Warga/ Tetangga Tanggal . sebagai Dokumen Pendukung Keabsahan Tanah Kepemilikan Owner dalam Pembangunan Menara di lokasi tersebut dari segi Community sesuai (Pasal 1 ayat 4 butir a.. dalam mengakuisisi lahan /obyek sewa tersebut..) dihadapan Pejabat Notaris Juli .. Pada perkembangannya dalam pelaksanaan pembangunan terjadi penghentian sepihak oleh Pihak ke-3 sama sekali diluar dugaan dan kendali kami dan dalam permasalahan yang terjadi sebenarnya kami juga telah melakukan upaya maksimal dan mengeluarkan biaya-biaya yang sangat besar dalam penyelesaian permasalahan dengan Pihak ke-3 dimana Pihak ke-3 tsb tidak dapat menunjukkan alas hak atas Lokasi tersebut Oleh karena keadaan ini.. maka hal mana kerugian akibat musnahnya barang yang dipersewakan dipikul sepenuhnya oleh pihak yang menyewakan karena pada asasnya setiap pemilik barang wajib menanggung segala resiko atas barang miliknya..) yang mengakibatkan kami tidak dapat memenuhi perjanjian/ (Overmacht atau Force Majeure) ... Bahwa secara kontraktual tersebut diatas maka Perbuatan kami selaku Supplier Tidak dapat dikatakan wanprestasi karena kami telah 5./Suplier dan PT. ”diluar kekuasaan para pihak”.....2...... maka berdasarkan Pasal 13 Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Lokasi tidak ada satu pihakpun yang dibebankan tanggung jawab atau resiko untuk setiap kegagalan atau penundaan terhadap pelaksanaan kewajiban sesuai dengan kontrak.. . dan a... 4./Purchaser..3)... ... 2007 yang diketahui dan disetujui oleh Kepala Lingkungan . Bahwa selama proses akuisisi lahan (SITAC) kami tidak pernah mendapat hambatan atau tuntutan dari pihak manapun dan semua dokumen tersebut dibuat sebelum terjadinya masalah. karena adanya paksaan pihak ke tiga (..mengalihkan hak kepemilikan kepada Purchaser (PT. Camat . dimana atas pemberitahuan mengenai perihal Pembangunan Menara pada lahan/objek sewa tersebut........ Bahwa secara kontraktual.. .. oleh karena itu masingmasing pihak tidak dapat menuntut biaya Ganti Rugi atas Peristiwa yang Terjadi Diluar Dugaan/ Kesalahan/ Tidak disengaja Salah Satu Pihak oleh karena tidak dapat dipergunakannya/dinikmatinya obyek sewa tersebut (Pasal 1553 KUHPerdata)....1. di ... a...... 7. Lurah . 6..

...... Bahwa berdasarkan Pasal 6 ayat 3 Lampiran 3 butir b.. Pihak Supplier berhak atas uang jasa Milestone I dan Milestone II yang telah diterimanya......... ../Purchaser.) Contoh 2 Legal Opinion Kepada Yth. apabila objek sewa tersebut dikemudian hari terdapat beban/ dan atau penyitaan (beslag) Pengadilan. PT...1.......melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Prosedur yang tertuang dalam Pasal ... atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.. .. Demikian kami sampaikan. dibuat oleh .... Bahwa berdasarkan Pasal 5 ayat 1 (huruf e) dari Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.... dari Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Antara PT.............. ... serta berdasarkan Pembuktian lampiran Fotocopy Dokumen kepemilikan Lahan milik .(Pasal 5 ayat 1 (huruf e) jo.... ...) sesuai dengan Perjanjian Sewa Menyewa No. . Sembada Perdana ... ..... dan kami mohon pengertian dan pertimbangannya mengenai penggantian biaya pembayaran Lahan agar dibebankan kepada Pihak Owner (..3) yang telah kami kumpulkan dimana dokumen asli dari dokumen-dokumen tersebut telah kami serahkan kepada pihak ............ (.... (Owner) beserta Dokumen Pendukungnya sebagaimana tersebut dalam Pasal 1 ayat 4 (Lampiran 3 butir a....... Tgl..... sengketa dengan pihak lain atau gangguan-gangguan lainnya sehingga menyebabkan Pihak ...2 dan a....... (Pihak kedua) tidak dapat menggunakan obyek sewa tersebut maka ....... kami telah memenuhi semua ketentuan/ prosedur yang tertuang dalam Perjanjian akuisi lahan ..... selaku Pihak Pertama wajib mengembalikan seluruh uang sewa untuk masa sewa yang belum dinikmati kepada Pihak kedua........... a..... Notaris di ..(Suplier) dan PT.(Purchaser) 8... dan PT.. PT .. 9.......(Pasal 11).. karena telah terpenuhinya Persyaratan Kelengkapan Dokumen dan Jangka Waktu Pembayaran sesuai dengan Pasal 6 ayat 3 lampiran 3 butir b dari Perjanjian Jasa Akuisisi Lokasi Antara PT.... Bahwa berdasarkan pertimbangan..

Penawaran umum saham dengan kesanggupan penuh (full commitment) oleh penjamin pelaksana emisi saham untuk menawarkan dan menjual saham baru kepada masyarakat pada pasar perdana dan akan membeli sisa saham baru yang tidak habis terjual pada tanggal penutupan masa penawaran yang ditentukan dalam prospectus penawaran umum saham dan formulir pemesanan saham dengan bagiannya yaitu: PT. dan meminta persetujuan dari para pemegang saham perseroan dalam RUPS. Sembada Perdana berdasarkan suratnya tertanggal 3 Februari 1995 Nomor Register 23/STTD-KH/PM/1993 No. Saya.000 saham dengan presentase 50% Perseroan wajib melaporkan realisasi penggunaan dana secara berkala kepada Bapepam dan LK dan wajib mempertanggung jawabkannya kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.000 (lima juta) sahamnya dengan harga perdana Rp. Perihal: Pendapat Dari Segi Hukum (Legal Opinion) Atas PT.000. Sembada Perdana Dengan hormat. maka perseroan akan melaporkan perubahan tersebut kepada Bapepam dan LK disertai dengan alasan dan pertimbangan.000. . 10.000. Artha Sekuritas dengan bagian penjaminan 5. SH. Advokat/Konsultan Hukum Pasar Modal.(sepuluh ribu rupiah) per saham. Sembada Perdana.. Hany Wulandari. Penawaran dan penjualan saham ini dilakukan dengan cara melaksanakan penawaran umum kepada masayarakat saham baru atas nama yang ditawarkan dalam penawaran umum ini selanjutnya disebut Penawaran Umum Saham. Apabila perseroan bermaksud merubah penggunaan dananya tidak seperti yang diungkapkan dalam prospectus ini. selaku partner pada dan mewakili kantor hukum Arteri Dahlan Associates yang telah ditunjuk oleh PT. 906 untuk memberikan Pendapat Segi Hukum untuk tujuan dalam rangka Perseroan melaksanakan Penawaran Umum Saham Perseroan kepada Masyarakat dengan jumlah sebanyak 5.Jakarta Melalui Direksi PT. Sembada Perdana Dalam Rangka Penawaran Umum Saham PT.

c2-4894. 114 tanggal 22 Februari 1995. perseroan meningkatkan modal dasar menjadi Rp. SH. Anggaran dasar perseroan yang berlaku pada tanggal pendapat hukum ini. 4.000. yang dibuat dihadapan Prisca. Anggaran dasar perseroan yang berlaku pada saat pernyataan pendaftaran penawaran umum.. C2-3595. Y. 1.000. 50.93 tanggal 12 Desember. dilakukan perubahan atas seluruh anggaran dasar perseroan berdasarkan akta No. Pendirian perseroan telah dilakukan secara sah sesuai denga ketentuan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang berlaku pada saat pendirian perseroan. 2..dan telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman RI dengan surat keputusan No. 45. Ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar perseroan yang berlaku pada tanggal pendapat hukum telah memenuhi ketentuan UUPT dan ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar perseroan yang berlaku pada tanggal pernyataan pendaftaran penawaran umum perseroan menjadi efektif telah . 71 tanggal 22 Nopember 1993 yang dibuat dihadapan Notaris Prisca.01.04 TH.04 TH. yang dibuat dihadapan Notaris Prisca. Pendapat Hukum Pendapat Hukum Atas Perseroan 1. perseroan didirikan berdasarkan akta No.Pendapat hukum dibuat dengan memperhatikan standar pendapat hukum yang dikeluarkan oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal yang berlaku. Tambahan No. disahkan oleh Menteri Kehakiman RI berdasarkan surat keputusan No. Notaris di Jakarta. 100. SH.000.HT. 20 tanggal 14 Maret 1978.000.95 tanggal 25 April 1995. 1015 dan diumumkan dalam Berita Negara RI tanggal 25 Januari 1980.dan moda ditempatkan dan disetor sebesar Rp.01. Berdasarkan akta No. Tiap-tiap perubahan anggaran dasar perseroan yang dilakukan perseroan adalah sah sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perseroan dan peraturan perundang-undangan RI yang berlaku pada saat perubahan anggaran dasar perseroan.000.HT.000.5/188/15 tanggal 22 Desember 1978 didaftarkan pada kantor Pengadilan Negeri Jakarta pada tanggal 8 Maret 1979 dengan No.000. 3.dengan nilai nominal Rp. SH dan telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman RI dengan surat Keputusan No.000.A.

000 25. 7. Susunan Pemegang Saham Perseroan yang berlaku pada tanggal pendapat hukum ini berdasarkan Daftar Premegang Saham Perseroan tanggal 9 Mei 1995: Nama Saham Akbar Abdul Masyarakat TOTAL Pemegang Jumlah Saham 2. 8.000.000.000 5.500.500.000.memenuhi ketentuan UUPT dan ketentuan Undang Undang Republik Indonesia No.000 50. 5.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.000. Perseroan telah memenuhi kewajiban memiliki NPWP serta pemenuhan kewajiban penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku dan terdapat bukti adanya tunggakan perpajakan yang telah jatuh tempo pembayarannya.000.000 Nilai Nominal 25.000 % 25 25 50 100 6.000. .000 2. Perseroan telah memiliki izin usaha utama dibidang perdagangan umum dan Surat Izin Usaha Perdagangan.000. Susunan para anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang menjabat pada tanggal pendaoat hukum ini adalah: Komisaris Direktur Utama Direktur Direktur : Akbar : Abdul : Toni : Dina Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memiliki NPWP sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Dewan Komisaris Perseroan akan membentuk Komite Audit sebagaimana yang dipersyaratkan berdasarkan ketentuan peratran perundang-undangan yang berlaku dibidang pasar modal segera setelah dilaksanakan Penawaran Umum Saham dan Direksi Perseroan telah menunjukkan sekretaris perusahaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku dibidang pasar modal.

berupa kantor dan show room yang terletak di jalan kesehatan I.G/1994/PN. 3 Tahun 1992 tentang Wajib Daftar Perusahaan. berupa tanah dan bangunan. 12. Perseroan termasuk sebagai perusahaan yang wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan perusahaan (LKTP) kepada Department Perdagangan Republik Indonesia dan telah dilaksanakan untuk tahun buku 1994.ML/94-08872 tanggal 28 Desember 1994 atas 10 unit Toyota Kijang untuk jumlah total Rp. 11. 10. 13. 1.Sel. pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diajukan oleh PT. Tenaga Kerja dan UU No. Emiten mempunyai aktiva tetap berupa tanah dan bangunan. pemenuhan upah minimum propinsi.7 tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan dan kewajiban keikutsertaan sebagai jaminan social tenaga kerja. Harta kekayaan perseroan.ü PT.9. Perseroan membuat beberapa perjanjian terhadap: ü Bank BNI. Perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan untuk mengubah status menjadi perseroan terbuka dalam rangka penawaran umum saham telah mendapat persetujuan tertulis dahulu dari bank kreditur perseroan yaitu Bank BNI dalam suratnya kepada perseroan No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosia. 35/025/KI/94 tanggal 21 Desember 1994 sebesar Rp. Obor Leasing sebagai lessor dan Sembada Perdana sebagai Lessee terhadap perjanjian sewa guna usaha kendaraan No. .000. 14. Perseroan telah memenuhi kewajiban berdasarkan UU No.JKT. 2. Emiten telah digugat dalam suatu perkara perdata yang terdaftar sebagai perkara No. untuk mendapakan fasilitas kredit dengan perjanjian kredit No. Para Finance sebagai penggugat terhadap Emiten sebagai Tergugat. Jakarta Pusat. Perseroan telah memenuhi kewajiban pendaftaran perusahaan dan memiliki tanda daftar perusahaan yang sesuai dengan UU RI No.ü Kesepakatan kerja bersama antara emiten dengan serikat pekerja seluruh Indonesia pada tanggal 30 Maret 1995.000.000.000. Pada tanggal pendapat hukum ini.600. 10481/GBK/1995 perihal persetujuan terhadap perubahan anggaran dasar. 158/PDT.

Untuk Penawaran umum saham yang dijamin dengan kesanggupan penuh oleh penjamin pelaksana emisi saham untuk menawarkan dan menjual saham baru kepada masyarakat pada pasar perdana dan akan membeli sisa saham baru yang tidak habis terjual pada tanggal penutupan masa penawaran yang ditentukan dalam prospectus penawaran umum saham dan formulir pemesanan saham dengan bagiannya yaitu: PT.000. c2-4894. yang dibuat dihadapan Notaris Prisca. 2. Mengubah nama PT. 10. berdasarkan akta No. Pada tanggal 9 Mei 1995 perseroan telahmengajukan pernyataan pendaftaran emisi saham kepada ketua Bapepam sehubungan dengan rencana perseroan untuk menawarkan 5.000. Anggaran dasar perseroan yang tercantum dalam prospectus merupakan anggaran dasar perseroan yang terakhir dan akan berlaku pada saat perseroan melaksanakan penawaran umum saham. Artha Sekuritas dengan bagian penjaminan 5. Menyetujui status hukum perseroan dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka. Asumsi. 114 tanggal 22 Februari 1995. Informasi aspek hukum yang disajikan dalam preospektus tidak menyesatkan.01.-.000 sahamnya kepada masyarakat.Pendapat Hukum Atas Rencana Penawaran Umum Saham 1.04 TH. . Tbk. Sembada Perdana menjadi PT. Sembada Perdana.HT.95 tanggal 25 April 1995. Anggaran dasar perseroan yang berlaku pada saat pernyataan pendaftaran penawaran umum. Kualifikasi.000 saham dengan presentase 50%.000. Dengan harga perdana Rp. Aspek hukum yang tercantum dalam prospectus penawaran umum saham yang akan diterbitkan perseroan telah diperiksa atas perseroan. dilakukan perubahan atas seluruh anggaran dasar perseroan dengan persetujuan para pemegang saham perseroan yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. SH dan telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman RI dengan surat Keputusan No. 3. dan Pembatasan Pendapat hukum diberikan dengan asumsi dan kualifikasi sebagai berikut: 4.

62/STTD-KH/PM/1991 Anggota HKHPM No. Pendapat hukum hanya meliputi hal-hal yang disebut secara tegas didalamnya dan tidak meliputi hal-hal yang mungkin secara implicit dianggap termasuk didalamnya atau serupa. Kami mewakili kualifikasi dan telah member pendapat hukum dalam rangka penawaran umum saham ini dalam integritas kami sebagai Konsultan Hukum Pasar Modal. Pendapat hukum diberikan denga pembatasan sebagai berikut: 1. Arteri Dahlan Associates Hany Wulandari. kecuali terhadap dokumen atau informasi yang dianggap sama sekali merupakan rahasia perseroan yang tidak diberikan kepada kami. Pendapat hukum diberikan dalam kerangka hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI dan oleh karenanya tidak dimaksudkan untuk berlaku atau ditafsirkan menurut yurisdiksi Negara lain. Demikianlah pendapat hukum kami selaku advokat/konsultan Hukum Pasar Modal yang independen dan tidak terafiliasi dengan perseroan dan kami bertanggung jawab atas pendapat hukum tersebut telah dimuat secara tegas dalam surat ini. SH. Hormat kami. 95010 Anggota PERADI No.96. 2.10878 . STTD Bapepam No. G.1. Pendapat hukum tidak memuat dan tidak dapat dipergunakan untuk member penilaian dari aspek perpajakan dan atau komersial atau financial atas suatu transaksi dimana perseroan menjadi pihak atau mempunyai kepentingan atas asset yang terkait. 3. 2. Pendapat hukum didasarkan atas dokumen-dokumen tertulis dan keterangan-keterangan lisan dan atau tertulis yang di berikan oleh perseroan atau pejabat-pejabat lainnya atau petugas-petugasnya serta keterangan tertulis yang diberikan oleh instansi yang berwenang kepada kami selama dilakukan pemeriksaan.

Pemutakhiran Terakhir (Jumat. 30 Maret 2012 02:53) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful