P. 1
kebijakan_hutang

kebijakan_hutang

|Views: 57|Likes:

More info:

Published by: Bagus Irawan OmenXtreme on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

Ekonomi & Bisnis Vol. 11, No.

2, Juni 2007 : 50 - 55

KEBIJAKAN HUTANG, KEBIJAKAN DIVIDEN, KINERJA DAN NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA DILIHAT DARI KEPEMILIKAN MANAJERIAL 2004-2006
Erwin Dyah Astawinetu Fakultas Ekonomi Untag Surabaya Abstract
This study covered 24 manufacturing company listed at Jakarta Stock Exchange with difference range of insider ownership and has complete data for this study during 2004 – 2006. There are three companies have insider ownership below 50%, and twenty one companies have insider ownership above 50%. In this study, insider ownership means as the ratio of managers, directors, commissioners, institution shareholding to the total shares outstanding. The aim of this study is to know there are differences among debt policy, dividend policy, performance and value of the firm between company with insider ownership below 50% and above 50%. The result of this study is there are no differences of debt policy, dividend policy, performance and value of the firm between companies with insider ownership below 50% and above 50%. Key word: Debt policy, dividend policy, performance, value of the firm

Pendahuluan Karakteristik dasar dari perusahaan yang go public adalah struktur kepemilikan yang secara efektif memisahkan kepemilikan klaim residual dari pengawasan terhadap keputusan perusahaan, yang dalam hal ini akan menimbulkan hubungan keagenan. Hubungan keagenan timbul ketika satu atau lebih individu, yang disebut sebagai principle (pemilik perusahaan) menggaji orang lain, yaitu agen untuk bertindak atas namanya, mendelegasikan kekuasaan untuk membuat keputusan kepada agen tersebut (Scott Besley, Brigham, 2005:21). Hubungan keagenan dijelaskan oleh Jensen dan Meckling (1976:308) sebagai ”a contract under which on or more persons (the principals) engage another person (the agent) to perform same service on their behalf which involves delegating decision making authority to the agent”. Seperti yang sudah kita pahami bersama bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan pemegang saham atau memaksimumkan nilai perusahaan yang dicerminkan oleh harga pasar sahamnya (stock price maximization). Apabila dalam menjalankan tugasnya sebagai pengelola perusahaan para manajer (agen) tidak sejalan dengan tujuan para pemegang saham (stockholders), maka akan timbul apa yang disebut dengan konflik keagenan (agency conflict). Dalam perusahaan hubungan keagenan (agency relationship) terjadi diantara (1) pemegang saham (stockholders) dengan manajer dan (2) pemegang saham (stockholders) dengan kreditur (debtholders). Dalam hal hubungan keagenan antara pemegang saham dengan manajer, problem potensial akan muncul manakala manajer sebuah perusahaan memiliki kurang dari 100% dari saham perusahaan. Manajer pemilik yang semula menerima seluruh kesejahteraan dari perusahaan, ketika perusahaan dimiliki oleh pihak luar perusahaan mungkin tidak akan fokus lagi pada stock price maximization,

karena ia merasa kesejahteraannya dibagikan kepada pemegang saham dari luar perusahaan. Dalam hal ini manajer mungkin akan bertindak yang menguntungkan dirinya sendiri. Perilaku manajer dalam kaitannya dengan kepemilikan manajerial atas saham perusahaan ini menjadi menarik untuk diteliti untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kebijakan hutang perusahaan, kebijakan dividen, kinerja perusahaan maupun nilai perusahaan yang dalam hal ini dicerminkan oleh harga pasar saham perusahaan pada perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial yang berbeda. Yulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (2006), menemukan bahwa terdapat perbedaan kebijakan hutang dan nilai perusahaan antara perusahaan tanpa kepemilikan manajerial dengan perusahaan dengan kepemilikan manajerial. Eduardus Tandelilin meneliti mengenai “Can Debt and Dividend Policies Substitute Insider Ownership In Controlling Equity Agency Conflict?” dalam Bunga Rampai Kajian Teori Keuangan (Suad Husnan dkk, 2002:166), menemukan bahwa penggunaan debt ratio yang tinggi menggantikan penggunaan insider ownership dalam memecahkan konflik diantara pemegang saham eksternal dengan manajer, namun sebaliknya insider ownnership yang tinggi menyebabkan dividend payout ratio (DPR) yang rendah. Intitutional ownership menunjukkan sebagai faktor utama diantara levels of insider ownership dan dividend policy yang mempunyai hubungan non monotonic yang mempunyai hubungan negatip dan positip. Teori keagenan menjelaskan beberapa mekanisme untuk mengontrol equity agency conflict, termasuk peningkatan insider ownership, debt policy dan dividend policy. Yang lain meningkatkan institutional atau block holders, menggunakan outside directors, managerial labor market dan market untuk mengawasi perusahaan (Agrawal and Knoeber, 1996).

50

Chen and Steiner (1999). mendelegasikan kekuasaan untuk membuat keputusan kepada agen tersebut (Scott Besley. dan providers of new capital (Crutchley and Hansen 1989). hubungan antara manajer dengan pemegang saham digambarkan sebagai hubungan antara agent (manager) dan principal. Kepemilikan manajerial ini ditunjukkan dalam laporan keuangan sebagai rasio dari kepemilikan saham oleh manajer. and ownership structure”. Intitutional ownership menunjukkan sebagai faktor utama diantara levels of insider ownership dan dividend policy yang mempunyai hubungan non monotonic yang mempunyai hubungan negatif dan positif. mereka menemukan bahwa peningkatan managerial stock ownership mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kepentingan manajer sebagai pemegang saham demikian pula para pemegang saham lain (Jensen and Meckling. sedangkan penelitian Jogi Christiawan dan Josua Tarigan menggunakan dua kelompok perusahaan yaitu perusahaan dengan insider ownership dan perusahaan tanpa insider ownership. Dalam agency theory. Mereka menemukan bahwa dengan meningkatkan DPR berarti perusahan meningkatkan kemungkinan untuk meningkatkan external equity capital. Kepemikilan manajerial ini bila dikaitkan dengan teori keagenan (agency theory) merupakan hal yang menarik untuk diteliti. yaitu agen untuk bertindak atas namanya. maka penelitian ini ingin menguji ulang kebijakan hutang. adalah bahwa peneliti menggunakan dua kelompok perusahaan dengan rentang insider ownership yang berbeda. Jensen and Meckling. Erwin Dyah Astawinetu Jensen and Meckling (1976). and providers of new capital. Jika keputusan bisnis yang . Crutchley and Hansen (1989). Penggunaan kebijakan hutang. Penggunaan kebijakan hutang. Kepemilikan Manajerial Kepemilikan manajerial adalah suatu situasi dimana manajer memiliki saham perusahaan (manajer sekaligus sebagai pemegang saham perusahaan). Peningkatan managerial stock ownership mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kepentingan manajer sebagai pemegang saham demikian pula para pemegang saham lain (Jensen and Meckling 1976). namun sebaliknya insider ownnership yang tinggi menyebabkan DPR yang rendah. Peningkatan DPR berarti perusahaan memungkinkan meningkatkan external equity capital. menemukan bahwa kepemilikan saham oleh manajer mempunyai pengaruh yang signifikan dan berhubungan negatif dengan debt ratio.51 . Ini mempunyai pengaruh terhadap peningkatan external monitoring oleh Security and exchange commission. Hubungan keagenan timbul ketika satu atau lebih individu. corporate leverage. Penggunaan hutang yang lebih banyak mempunyai keuntungan dalam mengurangi equity financing (pendanaan dengan ekuitas) sehingga mengurangi konflik diantara managers dengan stockholders (Jensen and Meckling. namun para peneliti menemukan hasil yang berbeda beda. Brigham. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Yulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (2006). Chen and Steiner. 1976). 2005:21). Berdasarkan pada penelitian terdahulu yang dijelaskan diatas. direktur dan komisioner terhadap total saham beredar. yang disebut sebagai principle (pemilik perusahaan) menggaji orang lain.1976. melakukan penelitian dengan judul “A test of agency theory of managerial ownership. Kinerja dan Nilai Perusahaan. investment bankers. Moh’d (1988) dalam Wahidahwati 2002. 1999). kinerja dan harga saham perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Jakarta dilihat dari kepemilikan manajerial dengan rentang kepemilikan yang berbeda. Eduardus Tandelilin meneliti mengenai “Can Debt and Dividend Policies Subtitute Insider Ownership In Controlling Equity Agency Conflict?” dalam Bunga Rampai Kajian Teori Keuangan (Suad Husnan dkk. Dalam penelitian ini penulis menambahkan saru variabel yang berbeda yaitu kebijakan dividen. Dalam hal ini agent (manager) diberi mandat untuk menjalankan perusahaan (bisnis) demi kepentingan principal (para pemegang saham). Penelitianpenelitian tersebut adalah sebagai berikut: Yulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (2006). melakukan penelitian yang berjudul “Theory of the firm. Tinjauan Pustaka Penelitian terdahulu Penelitian mengenai hubungan kepemilikan manajerial dengan keputusan bisnis manajer telah banyak dilakukan oleh para peneliti. and corporate dividends”. menemukan bahwa terdapat perbedaan kebijakan hutang dan nilai perusahaan antara perusahaan tanpa kepemilikan manajerial dengan perusahaan dengan kepemilikan manajerial. 1989. managerial behavior. kebijakan dividen. menemukan bahwa penggunaan debt ratio yang tinggi menggantikan penggunaan insider ownership dalam memecahkan konflik diantara pemegang saham eksternal dengan manajer. investment bankers.55 Peningkatan managerial ownership. 2002:166). Ini mempunyai pengaruh terhadap peningkatan external monitoring oleh Security and exchange commission. Manajer dan pemegang saham emiliki kepentingan sendiri-sendiri. agency cost. Crutchley and Hansen. dalam penelitiannya yang berjudul Kepemilikan Manajerial: Kebijakan Hutang. penggunaan hutang yang lebih banyak mempunyai keuntungan dalam mengurangi equity financing (pendanaan dengan ekuitas) sehingga mengurangi konflik diantara managers dengan stockholders Crutchley and Hansen (1989). Informasi mengenai kepemilikan manajerial ini adalah merupakan hal penting bagi para pengguna laporan keuangan sehingga biasanya diungkapkan dalam catatan laporan keuangan perusahaan. Keputusan bisnis yang diambil oleh para manajer adalah keputusan untuk memaksimalkan sumberdaya perusahaan.

Beberapa peneliti menemukan hubungan positip antara kepemilikan manajerial dengan debt ratio perusahaan (Kim dan Sorensen. Jika nilai pasar hutang dipegang konstan maka nilai perusahaan akan sama dengan nilai pasar saham perusahaan (Husnan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan dengan nilai perusahaan adalah nilai pasar saham perusahaan. 52 . Penelitian lain yang dilakukan oleh Kumar (2004) dan Coles (2002) menunjukkan terdapat hubungan antara kepemilikan manajerial dan kinerja perusahaan. Arah hubungan akan berbeda untuk setiap rentang persentase kepemilikan. mengingat dividen juga mengandung isi informasi bagi investor (pemegang saham) terhadap kinerja perusahaan.55 Dalam penelitian ini kinerja diukur dengan Return On Assets (ROA). 1999) Sementara peneliti lain menemukan bahwa kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh dan berhubungan negatif terhadap debt ratio (Moh’d 1998 dalam Wahidahwati 2002. Mahadwartha 2003). 1987. 2002. . kebijakan dividen. Bahkan penelitian ini berhasil menunjukkan arah hubungan yang tidak selalu sama (non-monotonic). nilai buku dan nilai likuidasi. Masingmasing pihak dalam hal ini menghadapi risiko terkait dengan pemisahan fungsi diantara pemegang saham dengan manajer. Dari penelitian terdahulu tersebut dapat disimpulkan bahwa kebijakan hutang pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial berbeda dengan p e r u s a h a a n ta n pa k e p e m i l i k a n m a n a j e r i a l . Kepemilikan Manajerial dan Kebijakan Hutang Kepemilikan manajerial menunjukkan situasi dimana manajer memerankan peran ganda yaitu sebagai manajer sekaligus sebagai pemegang saham perusahaan.1994:328). 1986. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan kebijakan hutang. Kepemilikan Manajerial dan Kinerja Perusahaan Kinerja perusahaan merupakan hasil dari kegiatan operasional perusahaan. Cara untuk menurunkan risiko ini adalah dengan dengan menurunkan tingkat hutang (debt) yang dimiliki perusahaan (Friend and Lang dalam Brailsford. Situasi ini tentunya akan berbeda jika para manajer juga sebagai pemegang saham atau pemilik perusahaan (perusahaan dengan kepemilikan manajerial). Agrawal dan Mendleker.1999). sebab para manajer tidak hanya berfungsi sebagai tenaga professional yang digaji namun ia sekaligus juga sebagai pemilik perusahaan. nilai intrinsik. Dalam perusahaan dengan kepemilikan manajerial. Sebagai manajer ia tidak ingin kehilangan insentif dan sebagai pemegang saham ia tidak ingin kehilangan return dari dana yang diinvestasikan. para manajer tentunya akan berusaha menyelaraskan kepentingannya dengan kepentingannya sebagai pemegang saham. Kinerja perusahaan akan lebih baik jika saham perusahaan juga dimiliki oleh manajer. Penelitian yang dilakukan oleh Mudambi (1995) menunjukkan hasil bahwa kepemilikan saham oleh manajer mempengaruhi kinerja perusahaan. Dalam konsep nilai yang menjelaskan nilai suatu perusahaan adalah nilai nominal. Brailsford. Data diambil dari Indonesian Capital Maket Directory 2007. Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa terhadap perbedaan antara perusahaan dengan kepemilikan manajerial dengan perusahaan tanpa kepemilikan manajerial dalam hal kebijakan dividennya. yang didalam laporan keuangan ditunjukkan oleh pencapaian laba bersih. Para manajer menghadapi risiko untuk disingkirkan jika gagal menjalankan fungsinya dan para pemegang saham akan menghadapi risiko kehilangan modalnya apabila salah dalam memilih manajer. 1998 dalam Wahidahwati 2002. Peningkatan revenue. Kepemilikan Manajerial dan Nilai Perusahaan Nilai perusahaan adalah sama dengan nilai pasar hutang ditambah nilai pasar saham. jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat keputusan bisnis yang diambilnya. demikian juga dengan perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial yang berbeda. Penelitian mengenai hubungan antara kepemilikan manajerial dengan debt ratio yang menggambarkan keputusan pendanaan yang dilakukan oleh manajer menunjukkan hasil yang berbeda-beda diantara para peneliti.Kebijakan Hutang. dalam hal ini adalah memaksimalkan nilai perusahaan maka akan menimbulkan konflik kepentingan diantara manajer dengan para pemegang saham perusahaan. tentunya akan berdampak pada peningkatan kemampuan perusahaan dalam membayarkan dividen kepada pemegang saham. nilai pasar. Mehran. Perusahaan dengan kepemilikan manajerial tentu akan memiliki keputusan bisnis yang berbeda dengan perusahaan tanpa kepemilikan manajerial. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keputusan investor mengenai investasinya di pasar modal. Para manajer dalam mengelola perusahaan akan berusaha untuk menekan expenses (meningkatkan efisiensi) dan meningkatkan revenue (meningkatkan profitabilitas). kinerja dan nilai perusahaann pada kelompok perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial yang berbeda Metode Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufakur yang telah terdaftar di BEJ dengan periode pengamatan selama 3 tahun yaitu tahun 2004-2006. Kebijakan Diveden diambil oleh para manajer tidak sejalan dengan kepentingan para pemegang saham. Soliha dan Taswan. Kepemilikan Manajerial dan Kebijakan Dividen Kepemilikan manajerial seperti apa yang telah dijelaskan diatas akan berpengaruh terhadap keputusan bisnis yang diambil oleh manajer yang sekaligus sebagai pemilik perusahaan yaitu melakukan efisiensi dengan menekan expenses dan meningkatkan revenue atau meningkatkan profitabilitas.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar aktiva perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini didanai dari hutang atau dana dari luar perusahaan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Dari data yang telah dikumpulkan dan kemudian diuji dengan uji beda dua sampel independen maka diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1 Group Statistic INSIDER OWNERSHIP TOTAL DEBT TO TOTAL ASSETS KECIL BESAR DIVIDEN PAYOUT RATIO KECIL BESAR RETURN ON ASSSETS KECIL BESAR HARGA SAHAM KECIL BESAR N 9 63 Mean .89% .538 1377. kinerja.615 10933.4589 .6900 9.86226 5836.02184 7.69% sedangkan pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% diperoleh rata-rata ROA 9.17334 22. kinerja perusahaan yang ditunjukkan dengan ROA (Return On Assets). 5. namun dalam hal ini perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50%. Perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% menggunakan hutang sedikit lebih banyak dibanding dengan perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50%. dividend payout ratio. kinerja perusahaan maupun nilai perusahaan yang dalam hal ini dicerminkan oleh harga pasar saham perusahaan pada perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial 9 27.86456 1945.4200 63 27. Jika dilihat dari prosentase TD/TA memang tidak terlalu materiil. yaitu dengan melihat kelengkapan data dalam laporan keuangan yang memuat data yang dibutuhkan dan selain itu juga dilihat apakah perusahaan itu tidak delisting di tahun 2006.42% sedangkan pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% DPR-nya = 27.81.410.42949 4.08580 . Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif yang merupakan data sekunder yang terdiri dari data kepemilikan manajerial.55 Adapun pemilihan sampel dalam hal ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. total hutang. dimana semakin besar ratio ini menunjukkan bahwa semakin besar aktiva perusahaan didanai dari sumber dari luar perusahaan.56 sedangkan harga saham rata-rata untuk perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% adalah Rp.68% untuk perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50%. Deskripsi Kinerja Perusahaan Kinerja perusahaan dalam hal ini dilihat dari Return On Assets (ROA). Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji beda rata-rata sampel independen. Pada perusahaan dengan kepemilikan manajeral dibawah 50% ditemukan rata-rata DPR (dividend Payout Ratio) = 27.02860 . Dalam hal ini penulis membedakan rentang kepemilikan manajerial 50% kebawah.33%.28846 37. Dari hasil pendataan perusahaan yang memenuhi kriteria yang disyaratkan terdapat tiga perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% dan 21 perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% pada tahun 2004-2006 yang datanya lengkap. Pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% diperoleh rata-rata ROA = 5. dan harga saham yang digunakan adalah closing price. berkaitan dengan harga saham ditahun 2006.81 Sumber: Data diolah Deskripsi Kebijakan Hutang Perusahaan Kebijakan hutang dalam hal ini dilihat dari Total Debt To Total Assets Ratio (TD/TA). 4. Nilai perusahaan dalam hal ini dilihat dari harga pasar saham perusahaan menunjukkan hasil bahwa rata-rata harga saham perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% adalah Rp.56 63 5993. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa nilai perusahaan dari perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% adalah lebih besar daripada nilai perusahaan pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50%. dari hasil penelitian menunjukkan hasil yang cukup berbeda.0037 9 4410.61016 6. dan nilai perusahaan pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial dengan rentang yang berbeda.53 .500 Erwin Dyah Astawinetu untuk perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% dan 46.993. deviden. Pada periode penelitian ini 2004-2006 ternyata perusahaan yang menjadi sampel penelitian memiliki ROA yang rendah yaitu dibawah 10%. Deskripsi Harga saham Perusahaan.95515 4. Hal ini masih perlu dibuktikan dengan uji t – untuk sampel independen. Deskripsi Kebijakan Dividen Jika dilihat dari kebijakan dividen pada kedua kelompok perusahaan ini juga hasilnya tidak terlalu berbeda. Kepemilikan manajerial yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah sama dengan apa yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian Tandelilin (2002) dan Agrawal and Knoeber (1996) yaitu rasio dari kepemilikan saham oleh manajer.4668 Std. Deviation Std.566 . dan kepemilikan diatas 50%. Error Mean . Seperti telah diuraikan diatas bahwa penelitian ini adalah ingin menguji apakah terdapat perbedaan kebijakan hutang.53672 . Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata TD/TA = 45.3310 9 63 5. direktur dan komisioner dan institutional terhadap total saham beredar.78190 1.0037%.kebijakan dividen. sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kebijakan hutang perusahaan.

Kebijakan Diveden yang berbeda.993. kinerja dan nilai perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% dan diatas 50%.828 Ho diterima Rata-rata Kebijakan hutang tidak ada perbedaan 0. dan nilai perusahaan (harga saham) pada perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial dibawah 50% dengan diatas 50%. Temuan dalam penelitian ini tidak mendukung temuan dari penelitian Mudambi 1995. Keputusan untuk menerima Ho dilakukan jika nilai signifikan > 0. Dari hasil temuan dalam penelitian ini bahwa perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini cukup berhati-hati dalam melakukan pendanaan aktivanya yang ditunjukkan dengan nilai hutang yang digunakan masih dibawah 50% dati total aktivanya.05 yang berarti tidak ada perbedaan kebijakan hutang. kebijakan dividen. Kebijakan dividen (DPR). Jika dilihat dari nilai rata-rata DPR (kebijakan dividen) pada kelompok perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% sama dengan 27. Namun setelah diuji secara statistik hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kinerja diantara kelompok perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial yang berbeda.082 Ho diterima Rata-rata Kinerja perusahaan Tidak ada perbedaan 0. Berarti semakin besar kepemilikan manajerial maka semakin kecil DPR. Tabel 2 Ringkasan Hasil Uji Hipótesis Variable Kebijakan Hutang Kebijakan Dividen Kinerja Perusahaan Nilai Perusahaan Skor Uji Sig-(2-tail) Hipotesis Kesimpulan 54 . kebijakan dividen (DPR). kinerja maupun nilai perusahaan pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% dan diatas 50%.81. Dari hasil uji statsitik untuk nilai perusahaan ini juga memberikan hasil yang tidak ada perbedaan nilai perusahaan pada perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial yang berbeda. Dari hasil nilai rata-rata harga pasar saham ditemukan bahwa rata-rata harga saham untuk perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% sama dengan Rp. Selisih Rp. 0.515 Ho diterima Rata-rata nilai perusahaan Tidak ada perbedaan Dari hasil uji hipótesis yang ditunjukkan pada tabel 2 diatas diperoleh hasil bahwa seluruh variable yaitu TD/TA (Total Debt/Total Assets =kebijakan hutang). 4. ROA dan harga saham selama 2004-2006.89%.992 Ho diterima Rata-rata Kebijkan Dividen Tidak ada perbedaan 0. namun jika dilihat dari selisihnya 0. Hal ini mungkin disebabkan karena dalam kurun waktu penelitian ini kondisi perusahaan yang menjadi sampel penelitian masih belum benar-benar bangkit dari krisis moneter yang lalu sehingga kinerja yang ditunjukkan dengan ROA juga masih sangat rendah yaitu dibawah 10%.05.410.33%. sehingga ketika diuji secara statistik tidak berbeda.2002:166).583. Kinerja (ROA) dan Nilai perusahaan (harga pasar saham) menunjukkan nilai sig 2-tail test adalah diatas 0. kinerja (Return On Assets). Kemudian dilakukan pengujian ada tidaknya perbedaan kebijakan hutang yang dalam hal ini dicerminkan oleh Total Debt to Total Assets ratio (TD/TA). Hasil ini sesuai dengan temuan peneliti sebelumnya yaitu penelitian oleh Yulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan (2006).05. Analisis Pembahasan Dari hasil pengolahan data yang penulis lakukan dalam penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan kebijakan hutang . Pengujian hipotesis menggunakan uji t untuk dua sampel independen dengan tingkat signifikansi 5%. Sebelum dilakukan pengujian terhadap hipotesis data dibedakan menjadi dua kelompok yaitu perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% (µ1) dan perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% (µ2). Artinya dengan semakin besar kepemilikan manajerial akan meningkatkan pendanaan ekuitas sebagai akibatnya akan meningkatkan kontrol dari pemegang saham terhadap perusahaan. DPR. dan sebaliknya Ho akan ditolak jika signifikan < 0. maka para manajer akan lebih fokus untuk meningkatkan nilai perusahaan. Hasil dari nilai rata-rata kinerja yang ditunjukkan oleh Return On Assets (ROA) untuk perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% sama dengan 5. sedangkan rata-rata ROA untuk kelompok perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% sama dengan 9. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mudambi (1995). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan kepemilikan manajerial yang lebih dari 50% mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan dengan kepemilikan manajerial yang dibawah 50%. Temuan ini mendukung temuan pada penelitian sebelumnya yaitu penelitian Tandelilin 2002 dalam Bunga Rampai Kajian Teori Keuangan (Suad Husnan dkk. kebijakan dividen.25 lebih besar pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% menunjukkan bahwa nilai perusahaan pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial yang lebih besar adalah lebih baik.0037%.68% dibanding rasio . Artinya dengan semakin besar kepemilikan manajerial dalam perusahaan. Selanjutnya dilakukan pendataan mengenai variabel yang diteliti selama tiga tahun yaitu TD/TA.56 sedangkan untuk perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% sama dengan Rp. 5.79% memang tidak materiil.42% sedangkan perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% sama dengan 27.69%.1. Hal ini dibuktikan secara statistik dengan uji beda sampel independen dengan dilihat nilai rata-ratanya.55 rata-rata TD/TA (Total Debt/Total Assets) pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial dibawah 50% yaitu 45.Kebijakan Hutang. Dilihat dari nilai mean dari TD/TA (Total Debt/Total Assets) dapat diketahui bahwa rasio rata-rata TD/TA pada perusahaan dengan kepemilikan manajerial diatas 50% sedikit lebih tinggi yaitu sebesar 46.

Theory of The Firm. 2002. Kepemilikan Manajerial:Kebijakan Hutang. kinerja perusahaan dan nilai perusahaan dibuktikan secara statistik tidak berbeda. Agency Theory and Firm Value in India. 2006. Managerial Behavior.5.E. 2002. Financial Management Vol. http://ssrn. A Test of Agency Theory of Managerial Ownership. Suad dkk. Coles. Lemmon and J. Corporate Leverage. Journal of Finance Economics. Bagi investor dalam melakukan investasi tidak perlu merisaukan rentang kepemilikan manajerial pada perusahaan. Wahidahwati. A. Yogyakarta: BPFE. Josesh. No. September 2002. And Agency Conflicts: A Nonlinear Simultaneous Equation Analysis of Managerial Ownership. H.com/abstract=181888. Essentials of Managerial Finance. 3: 305-366. kebijakan dividen.id/journals/accounting Jensen. Timoty J. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Yulius Jogi Christiawan dan Josua Tarigan. 2002. And Corporate Dividends. 1996. Hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan kebijakan hutang.H. Theory and Evidence on The Relationship between Ownership Structure and Capital Structure. and T.R. Vol. Can Debt and Dividend Policies substitute Insider Ownership In Controlling Equity Agency Conflict? Bunga Rampai Kajian Teori Keuangan.com/abstract=423510 Brailsford. Rata-rata nilai variabel kebijakan hutang. 2004. Pua.. Vol. Chen. C.petra. Thomson-South-Western Crutchley C. Fakultas Ekonomi-Universitas Kristen Petra. and R. 34: 119-137. kinerja dan nilai perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial yang berbeda. http://puslit. . and Knoeber C. Bunga Rampai Kajian Teori Keuangan. Eugene F Brigham. http://ssrn.. 1999. kebijakan dividen. Kumar. Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institutional pada Kebijakan Hutang Perusahaan: Sebuah Perspektif Theory Agency..1999.com/abstract=501802 Soliha. 31:377397 Besley Scott. Jurnal Bisnis dan Ekonomi. Financial Review Vol. kinerja dan nilai perusahaann pada perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial yang berbeda. Semarang:STIE STIKUBANK. Risk Taking. Mechaell. Agency Cost. Firm Performance and Mechanisms to Control Agency Problems between Managers and Shareholders. 2002.55 . Sandra L. Jeffrey L. Meckling.. and Ownership Structure.2005. kebijakan dividen. Kinerja dan Nilai Perusahaan. And Dividend Policy. Yogyakarta:IAI-Kompartemen Akuntan Pendidik. Eduardus dan Wilberforce T.55 Kesimpulan dan Saran Penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan kebijakan hutang. and W.S.1. Structural Model and Endogeinety in Corporate Finance: The Link between Managerial Ownership and Corporate Performance.R. Euis. 18: 34-46. Yogyakarta: BPFE. Journal of Financial and Quantitative Analysis.Taswan. kinerja dan nilai perusahaann pada kelompok perusahaan dengan rentang kepemilikan manajerial yang berbeda tidak terbukti. Husnan.ac. M. Felix Erwin Dyah Astawinetu Meschke. Daftar Pustaka Agrawal. Steiner. http://ssrn. Barry R Oliver. kebijakan dividen. Jurnal Ekonomi Akuntansi. 1989. Tandelilin. 1976. sebab secara statistik telah dibuktikan bahwa tidak ada perbedaan kebijakan hutang.. Managerial Ownership. Hansen. Vol.L. Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan serta Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya. Debt Policy.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->