DALIL-DALIL PENGOBATAN

:

SEKILAS PENGERTIAN TENTANG RUQYAH SYAR’IYYAH.
Pengertian Ruqyah Ruqyah menurut bahasa adalah bacaan atau mantra. Sedangkan menurut Syariat Islam, ruqyah adalah bacaan yang terdiri dari himpunan ayat-ayat al-Qur‟an dan hadist yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang sakit.

Fungsi Ruqyah dan Jenis Penyakit yang bisa diruqyah
Ruqyah dipakai untuk penjagaan diri dan pengobatan. Setiap muslim harus menjaga dirinya dari gangguan mahkluk Allah: baik manusia, binatang, maupun gangguan jin dan syaitan. Rasulullah Saw lakukan membaca Fatihah, Al-Baqarah:1-5, Al-Baqarah:255-257 (ayat Kursi & 2 ayat sesudahnya), Al Baqarah:285-286, Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan surat An-Naas, dan doa-doa lainnya diwaktu pagi dan petang untuk perlindungan dan pengobatan, dapat dilakukan sendiri maupun orang lain (peruqyah). Semua jenis penyakit bisa disembuhkan dengan metode Ruqyah tentunya bila Allah berkenan menyembuhkannya; baik sakit fisik dan non fisik, medis maupun non medis. Hal ini karena dalam pengobatan metode ruqyah, kita berdoa memohon kepada Allah untuk kesembuhan penyakit,
  

“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku” (QS. AsySyu‟ara:80), “ Dan Kami turunkan dari Al-Qur‟an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Al-Isra‟:82), Sabda Rasulullah SAW: “ Obatilah ia (si sakit) dengan Al-Qur‟an” (HR.Ibnu Hibban, no.1419)

Ada dua jenis ruqyah, yaitu: 1. Ruqyah Syar’iyyah (Ruqyah yang dibolehkan yang sesuai dengan Syari‟at Islam), Yaitu: bacaan yang terdiri dari himpunan ayat-ayat al-Qur‟an, Asma`ul-husna, do`a-do`a yang berasal dari Al-Quran dan hadist yang shahih dengan memohon kepada Allah untuk kesembuhan. Nabi mengizinkan ruqyah dengan Al-quran, dzikir-dzikir dan do`a-do`a selama tidak mengandung syirik atau perkataan yang tidak bisa dimengerti maknanya. Berdasarkan hadist di bawah ini:

Dari `Auf Bin Malik Ia berkata Kami meruqyah di masa jahiliyyah lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?` Beliau menjawab Perlihatkanlah ruqyah kalian kepadaku. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik.”

Allah telah memerintahkan malaikat Jibril untuk menerapi Rasulullah dengan ruqyah saat beliau merasa sakit. Buktinya.” (QS. Ruqyah syar‟iyyah dapat memberikan ketenangan hati dan pikiran yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi setiap permasalahan. dan pahala kita di sisi Allah semakin berlipatlipat. bila beliau sakit. jin dan cara-cara lain seperti benda pusaka. dan DIA mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. Dan saat ada keluarganya yang sakit. Merupakan solusi pengobatan Ilahi. beliau juga meruqyahnya. 116) “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa. serta dosa besar.dan Islam melarang ruqyah dengan bantuan dukun. sihir. hati dan pikiran kita jadi tenang”. sebagai Dzat Penyembuh untuk segala macam penyakit (medis atau non medis). termasuk cobaan berupa penyakit. An-Nisaa: 48. firman Allah:  “Sungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Karena yang kita baca adalah ayat al-Qur‟an dan do‟a yang telah diajarkan Rasulullah secara langsung.” (QS. beliau melakukan ruqyah. (QS. hanya dengan berdzikir kepada Allah. Ath Thabrani dari Abu Hurairah) “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. dan hanya kepada Engkau Ya ALLAH kami meminta (penyembuhan)” (QS Al-Fatihah 1:5) “Dan apabila aku sakit. Ruqyah syar‟iyyah merupakan sunnah (live style) Rasulullah.” [QS Asy-Syua'raa 26:80] “Gunakanlah dua penyembuh. maka menurut syariat Islam hal tersebut diharamkan dan termasuk perbuatan musyrik. jimat. Ruqyah Syirkiyyah (Ruqyah yang diharamkan. Al Qur‟an dan Madu” (HR.        . Ruqyah syar‟iyyah merupakan cara pengobatan yang sarat akan nilai ibadah. demikian pula para sahabat nya turut mencontohnya sebagai sunah nabi Muhammad SAW. bagi siapa yang dikehendaki-NYA” (QS.. Dialah yang akan menyembuhkanku. didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.2. “Ingat. keris. An Nahl 16:69). Ar-Raa‟d 13:28) “Hanya kepada Engkau Ya ALLAH kami beribadah (menyembah). yaitu ruqyah yang mengandung unsur syirik). Karena itu. Itulah contoh nyata beliau (uswah hasanah) dalam memilih cara berobat. Al Kahfi:110)  Berikut alasan mengapa ruqyah syari’yyah sebagai solusi pengobatan:  Ruqyah syar‟iyyah merupakan terapi yang diwahyukan Allah kepada Rasulullah untuk diajarkan kepada ummatnya (merupakan syiar Islam). maka pertahanan dan keyakinan ruhani untuk sembuh semakin kuat. Semakin banyak dzikir yang kita lakukan. batu-batu berkhasiat dan lain sebagainya dan dengan mantra / bacaan yang tidak jelas makna dan dalilnya serta jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Maka Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya.

2. Adapun menggantungkan sesuatu di leher atau mengikatnya di salah satu anggota tubuh seseorang jika bukan berasal dari Al-quran hukumnya haram bahkan syirik. tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu.” Para ulama telah bersepakat membolehkan ruqyah apabila menurut kategori yang disebutkan tadi serta menyakini bahwa ia adalah sebagai sebab tidak ada pengaruh baginya kecuali dengan taqdir Allah. anda tidak akan beruntung selamanya. Bersumber dari hadits-hadaits nabi yang melarang menggantungkan tamimah dan tidak ada dalil yang mengkhususkannya. tapi jangan dengan yang haram. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik. Rabb pemelihara manusia. semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya dan barang siapa menggantung wada`ah semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya.” Dan hadist yang diriwayatkan dari Uqbah bin Nafi` dari Nabi beliau bersabda: “Barang siapa yang menggantung tamimah (jimat). dzikir-dzikir dan do`a-do`a selama tidak menngaundung syirik atau perkataan yang tidak bisa dimengerti maknanya. Maka berobatlah kalian. Menutup jalan karena hal itu bisa membawa kepada menggantungkan yang bukan dari Alquran. lemparkanlah dari anda. dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya.” Dari Ibnu mas`ud saya mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya tama`im dan tiwalah adalah syirik. Engkaulah Yang Maha Penyembuh.” (HR. Fushshilat 41:44) “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya. Al Israa’ 17:82). Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia tidak menambahkan anda selain kelemahan. kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun bekas penyakit” (HR Bukhari) Nabi mengizinkan ruqyah dengan Al-quran. Barang siapa menggantungkan tamimah berarti dia telah berbuat syirik. Sesungguhnya jika anda meninggal dan dia tetap bersama anda. . hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. “Katakanlah: Al-Qur‟an itu adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Abu Dawud) “Ya Allah.    “Dan Kami turunkan dari Al-Qur‟an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Berdasarkan hadits di bawah ini: Dari Imran bin Al Husain bahwa Nabi melihat seseorang di tangannya ada gelang dari kuningan. Berdasarkan hadist di bawah ini: Dari `Auf Bin Malik Ia berkata Kami meruqyah di masa jahiliyyah lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?` Beliau menjawab Perlihatkanlah ruqyah kalian kepadaku.” Jika yang digantungkan adalah dari ayat-ayat Al-Quran maka pendapat yang shahih adalah dilarang pula karena tiga alasan: 1.

Tidak mengambil upah yang berlebihan dari kebutuhannya atas orang yang sakit. Pantasnya orang yang meruqyah adalah seorang yang baik. Orang yang sakit adalah orang yang membutuhkan pertolongan untuk di ruqyah dan menyakini bahwa do‟a-do‟a dalam Al-Quran dan hadist Nabi adalah penawar. Bukhari Muslim). (H. Harus mengikuti ketentuan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Syekh Abdullah Al Jibrin berkata tidak ada halangan mengambil upah atas ruqyah syar`iyyah dengan syarat kesembuhan dari sakit. Dalinya adalah hadits riwayat Abu Sa`id bahwasannya “teman mereka meruqyah pemimpin suku tersebut setelah ada kesepakatan antara mereka atas upah sebanyak 30 ekor kambing lalu mereka pun menepatinya.R. Jika bukan ruqyah syar`iyyah maka tidak boleh. Dan jika memberikan syarat maka janganlah memberikan syarat yang ketat namun sekadar keperluan mendesak. 4. Hukum Mengambil Upah dari Meruqyah boleh saja/tidak diharamkan. diantaranya adalah:  Yaqin dengan amalan Ruqyah syar‟I (Ruqyah yang sesuai dengan Al-Qur‟an dan Sunnah Rasul-Nya) dan penuh pasrah kepada Allah serta tidak menyimpang dari ketentuan Ruqyah syar‟i. Mengenal ruqyah-ruqyah yang dibolehkan dalam syariat. Dan yang utama dalam membaca ruqyah adalah tidak memberi syarat dan melakukan ruqyah untuk manfaat orang-orang beriman serta menghilangkan bahaya dan sakit. 3. Dan tidak disyariatkan melainkan setelah selamat dari sakit (setelah sembuh) dan hilangnya penyakit. istiqamah dalam melaksanakan yang wajib serta sunah serta menghindari yang haram dan syubhat. Dibacakan dan ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan pada anggota badan mulai dari kepala. bagian depan badan dada dan seterusnya. Beliau menetapkan kepada mereka penentuan syarat dan mereka pun memberikan bagian untuk beliau sebagai tanda kebolehannya namun dengan syarat ia melakukan ruqyah syar`iyyah. Syaikh Abdullah Al Jibrin juga mengatakan Kami katakan bahwa sesungguhnya dokter yang mengobati apabila mensyaratkan upah tertentu maka harus disyaratkan sembuh dan selamat dari sakit yang ditanganinya kecuali apabila mereka sepakat untuk memberikan senilai biaya pengobatan dan obat-obatan.3. Nabi bersabda bagilah dan tentukanlah satu bagian untukku bersama kalian”. muka. kemudian ditiupkan pada keduanya sambil  . selama diketahui bahwa bacaan ruqyah tidak akan berguna terhadaap orang yang sakit kecuali dengan beberapa syarat: 1. rahmat dan obat yang berguna untuk penyembuhannya penyakitnya. Jika ia menggantungkan dari yang demikian itu menjadi penghinaan dengan membawa serta di waktu buang air istinja` dan jima` serta yg semisal dengannya. 2. Maka semua itu lebih mendukung kemanjuran ruqyahnya. Hadits dari A‟isyah : “Bahwasanya Nabi saw apabila berbaring ditempat tidur maka Ia gabungkan kedua telapak tangan-nya. shalih. Hadits Abu Sa`id Al Khudry tersebut adalah menunjukkan bolehnya ruqyah dan mengambil upah atasnya. Tidaklah semua orang dapat disembuhkan dengan Ruqyah Al-Qur’an atau doa-doa yang diajarkan oleh Nabi.

Aman dari asusila. Bacaan untuk Me-Ruqyah : 1. alias tidak mengandung syirik yang bisa merusak aqidah sebagai kunci kesalamatan akhirat. Istia’dzah (Mohon perlindungan). Setiap orang yang sakit pasti menginginkan kesembuhan yang aman. Aman dari penipuan. Aman secara finansial. Al Anfal : 11) Didalam Islam bersuci ada dua bagian: Pertama: bersuci yang bersifat lahiriyah yaitu bersuci badan dari hadats dan najis dengan air muthlak. Bukhari-Muslim)  Dibacakan pada ibu jari kemudian ditempelkan pada bumi lalu ibu jari diletakkan pada anggota tubuh yang sakit. alias pengobatan yang dijalani tidak berdampak cacat pada anggota badan. Bukhari dan Muslim) Dibacakan Ruqyah pada bejana yang berisi air dan ditiupkan kedalamnya kemudian menyuruh penderita untuk meminumnya atau mandi dengan air tersebut. alias tidak perlu biaya yang mahal. alias tidak ada pelecehan seksual pada pasien. Al-Falaq dan An-Nas) lalu beliau mengusapkan kedua telapak tangan mulai dari bagian kepala. Aman secara fisik. Beliau kerjakan tiga kali. Aman secara aqidah. A‟isyah berkata : ” Tatkala aku merasa sakit maka beliau menyuruh aku mengerjakan seperti ini” (HR. bagian muka dan bagian depan badan hingga tubuh yang dapat dijangkau. “Hadits dari A‟isyah : Bahwasanya Nabi Saw pernah mendoakan salah satu keluarganya yang sakit dengan meletakkan tangan kanannya (pada tubuh yang sakit) sambil membaca : “Allahumma robbannaas Azhibil baas Isyfi antasysyafii Laa syifaa-a illaa syifaauka Syifaa-an laa yugoodiru saqoman” (HR. “Hadits dari A‟isyah: Bahwasanya Nabi Saw apabila ada seorang merasa tubuhnya ada yang sakit maka beliau meletakkan ibu jari-nya pada tanah kemudian diangkatnya sambil membacakan doa : “ BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba‟dhuna yusyfa saqiimuna bi-izni robbina” (HR. “Hadits dari A‟isyah: Ia pernah membawa air zamzam kemudian ia memberitahu (kepada para shahabat) bahwasanya Rosulullah SAW membacakan doa pada air zamzam yang ada dalam bejana dari kulit lalu beliau menuangkan air itu pada gelas dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” (HR.   “Dan Allah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan Syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mempertaguh dengannya telapak kakimu (pendirianmu)” (QS. Kedua: bersuci yang bersifat bathiniyah yaitu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang buruk yang disebabkan oleh pengaruh Syaitan. Muslim). alias tidak dibohongi. .membaca “Al Muawwidzat” (Al-Ikhlas. Bukhari dan Muslim) Mengusapkan tangan pada anggota yang sakit sambil membaca Ruqyah.

“Dan apabila kamu membaca Al-Qur‟an niscaya kami adakan antara kamu dan antara orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding (pelindung) yang tertutup ” (QS. Al Isra : 45). dan ia (Al-Qur‟an) tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian” (QS. Doa Mohon Kesembuhan.“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al A‟rof : 200). Ayat Al-Qur’an. Secara langsung Al-Qur‟an tidak menjelaskan lafadz-lafadz yang dipakai untuk perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan tetapi kemudian Nabi mengajarkan beberapa lafadz yang dibaca untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaitan antara lain :       A‟udzu biIlahi minasysyaithonir-rojim A‟udzu biIlahis-sami‟il alim minasysyaithonir-rojiim A‟udzu bikalimatIlahit-taammaati minsyarrimaa kholaq A‟udzu bikalimaatIlahit-taammaati min godhobihi waI‟qobihi wasyarri ibadihi wamin hamazaatisy-syayaathini wa-ayyahdhuurun A‟udzu bizzatiIlahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa-uhajiru A‟udzu biIlahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi 2. Al Isra : 82)                  Al Muawwidzatain (An-Naas dan Al-Falaq) Al Fatihah 4 ayat diawal surat Al Baqarah Al Baqarah ayat 163 dan 164 Ayat Kursi dan 2 ayat sesudahnya (Al Baqarah : 255 – 257) 3 ayat diakhir surat Al Baqarah Ayat pertama surat Ali Imran Ali Imran ayat 18 Al A‟raf ayat 54 Al Mu‟min ayat 116 Al Jin ayat 3 10 ayat diawal surat Ash. Pada hakikatnya semua ayat Al-Qur‟an dapat dijadikan sebagai pelindung orang-orang yang beriman dari segala godaan syaitan dan sebagai obat dari segala penyakit akan tetapi ada beberapa ayat atau surat tertentu yang diajarkan Nabi yang dapat dijadikan sebagai Ruqyah untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh pengaruh sihir atau godaan Syaitan dan Jin.Shoffat 3 ayat diakhir surat Al Hijr Yunus : 81 Al Anbiya : 70 Al Furqon : 23 Al A‟rof : 118-119 3. . “Dan kami turunkan dari Al-Qur‟an itu sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang Mukmin.

Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. “Dan mereka (para tukang sihir) tidak bisa memberi madharat (bahaya) dengan sihirnya pada seorangpun kecuali dengan izin Allah. itu merupakan perbuatan zhalim. maka berlindunglah kepada Allah. (QS. Jin itu ada dan dapat merasuk pada tubuh manusia. teluh. bukan cerita bohong atau takhayul.  Jin mengganggu manusia itu adalah mushibah. Amsahil baas Robbannaas Biyadikasy-syifaa Laa kaasyifalahu Illaa anta Selamatkan diri dan keluarga dari gangguan Jin. bercerita. maka obati dengan terapi ruqyah yang syar‟iyah (sesuai tuntunan Rasulullah). Bukhari dan Muslim. Jin Kafir maupun jin muslim ketika dia merasuk/mengganggu kedalam tubuh manusia.Banyak sekali doa untuk perlindungan dari syaitan dan kesembuhan penyakit yang ada didalam Al-Qur‟an atau yang diajarkan oleh Nabi. Al-A‟raf: 200). Ruqyah syar‟iyyah adalah tindakan yang tepat serta aman dari kesyirikan. Maka beliau bersabda: ”Obatilah ia dengan al-Qur‟an”. Gangguan jin pada seseorang itu seperti sakit medis (fisik) yang dialami seseorang. santet dan gangguan makhluk Jin. (Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya). maka terjadilah. al-Baqarah: 102). Ruqyah syar‟iyah adalah tindakan yang tepat serta aman. “Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi. maka tak akan terjadi. „Aisyah ra. disini kami ungkapkan beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi:    BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba‟dhuna yusyfa saqiimuna bi-izni robbina Allahumma Robban-naas Azhibilbaas Isyfi antasysyaafii Laa syifaa-a Illaa syifaa-uka Syifaa-an laayugoodiru saqoman. Orang mukmin yang terkena gangguan jin berarti mushibah yang menjadi ujian dari Allah. para shahabat bertanya : „Ya Rasullallah bagaimana cara menolong orang yang menzhalimi?‟ Jawab Beliau. (HR. “Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”.      . Jika Allah tidak menghendaki gangguan itu terjadi. saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. “Dan jika kamu ditimpa suatu gangguan syetan. maka kita harus membantunya. Jika Dia menghendaki.”. “Hentikan ia dari perbuatan zhalimnya”. Alllah berpesan. Jika ada orang yang terkena gangguan sihir. Dan tindakan zhalim tsb harus di hentikan untuk keselamatan yang dizhalimi dan yang menzhalimi. Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. (QS. guna-guna. ketika Rasulullah masuk rumahnya. Rasulullah bersabda. (HR. Rasulullah bersabda. Muslim).

selain penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun)” (HR. Al Isra : 84). Nabi Saw bersabda: “Apabila sesuatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya” .  Perintah Konsultasi kepada Ahli Pengobatan : 1. yaitu syetan atau jin zhalim. Nabi Saw bersabda : “Obat segala kesulitan adalah bertanya (konsultasi)”   Larangan dalam Berobat : Berobat kepada yang bukan Ahlinya : “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu kedalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. An-Nahl : 43) 2. Karena banyak praktik ruqyah syirik/ ruqyah syar‟iyah gadungan. karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah”.Berjihad membrantas kemusyikan dengan Ruqyah syar’iyah. karena merupakan penentangan kepada para tukang sihir. Ibnu Hibban dan Al-Hakim). sebab itu perangilah kawan-kawan syetan itu. kecuali telah diturunkan pula obatnya. Al Baqarah: 195). kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya. “Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya(propesinya)” (QS. (QS. Ruqyah syari`yyah adalah bagian dari perjuangan fi sabilillah. “Maka pertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai keahlian jika kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Hakim) “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit. pastikan terapi ruqyah yang kita pilih adalah yang syar‟iyah. an-Nisa‟: 76). Perintah dan larangan dalam berobat  Perintah untuk Berobat : “Sesungguhnya Allah Ta‟ala tidaklah menurunkan suatu penyakit. Maka jangan asal ruqyah. 3. Mari kita dukung praktik ruqyah syar‟iyah untuk membrantas praktik perdukunan yang marak di masyarakat. baik obat yang telah diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya. para dukun sesat. Allah berfirman. “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. kecuali mati” (HR. Ahmad. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. serta melawan kejahatan musuh Allah.

Fataawa Lajnah Daaimah. Idhaahu Ad Dalaalah Fii `Umuumi Al risalah. 9. Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. 2. Al Qaul Mufid Fi Kitabut Tauhid Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin 4. Al Baqarah : 173) Wallahu A`lam Bish Shawab. 11. 3. darah. seperti berobat dengan meminum darah atau minuman keras atau berobat dengan meminum air seninya sendiri (air seni adalah Najis) atau memakan makanan yang diharamkan Allah. Dr Yusuf Qardhawi 14. Berobat dengan Sesuatu yang Dilarang Allah : “Sesungguhnya Allah Ta‟ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu pada hal-hal yang diharamkan atasmu” (HR. Bey Arifin . daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah” (QS. Alam Jin dan Manusia Ustadz Abu Umar Abdillah. Jadi tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram menjadi obat. Minhaj Al-Syar`i Fi `Ilaaji Al Massi Wa Al Shura`i. Syarah Kitab Aqidah At Thawiyyah Imam Abil Izz 5. 7. Samudra Al Fatihah. Meskipun berobat itu diperintahkan agama tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal. Fatwa-fatwa terkini Imam Baladul Haram. Zadul Ma`ad Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Aqidah Mukmin Syaikh Abu Bakar Al Jazaairi. Fatwa-fatwa kontemporer. 10. 12. Shahih Muslim Syarah Imam Nawawi. “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. Aththabrani). Fathul Bari Imam Ibnu Hajar. 13. 6. Sumber Bacaan: 1. 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful