P. 1
Cara Ruqyah

Cara Ruqyah

|Views: 72|Likes:
Published by Deewy Kurnia

More info:

Published by: Deewy Kurnia on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2012

pdf

text

original

DALIL-DALIL PENGOBATAN

:

SEKILAS PENGERTIAN TENTANG RUQYAH SYAR’IYYAH.
Pengertian Ruqyah Ruqyah menurut bahasa adalah bacaan atau mantra. Sedangkan menurut Syariat Islam, ruqyah adalah bacaan yang terdiri dari himpunan ayat-ayat al-Qur‟an dan hadist yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang sakit.

Fungsi Ruqyah dan Jenis Penyakit yang bisa diruqyah
Ruqyah dipakai untuk penjagaan diri dan pengobatan. Setiap muslim harus menjaga dirinya dari gangguan mahkluk Allah: baik manusia, binatang, maupun gangguan jin dan syaitan. Rasulullah Saw lakukan membaca Fatihah, Al-Baqarah:1-5, Al-Baqarah:255-257 (ayat Kursi & 2 ayat sesudahnya), Al Baqarah:285-286, Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan surat An-Naas, dan doa-doa lainnya diwaktu pagi dan petang untuk perlindungan dan pengobatan, dapat dilakukan sendiri maupun orang lain (peruqyah). Semua jenis penyakit bisa disembuhkan dengan metode Ruqyah tentunya bila Allah berkenan menyembuhkannya; baik sakit fisik dan non fisik, medis maupun non medis. Hal ini karena dalam pengobatan metode ruqyah, kita berdoa memohon kepada Allah untuk kesembuhan penyakit,
  

“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku” (QS. AsySyu‟ara:80), “ Dan Kami turunkan dari Al-Qur‟an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Al-Isra‟:82), Sabda Rasulullah SAW: “ Obatilah ia (si sakit) dengan Al-Qur‟an” (HR.Ibnu Hibban, no.1419)

Ada dua jenis ruqyah, yaitu: 1. Ruqyah Syar’iyyah (Ruqyah yang dibolehkan yang sesuai dengan Syari‟at Islam), Yaitu: bacaan yang terdiri dari himpunan ayat-ayat al-Qur‟an, Asma`ul-husna, do`a-do`a yang berasal dari Al-Quran dan hadist yang shahih dengan memohon kepada Allah untuk kesembuhan. Nabi mengizinkan ruqyah dengan Al-quran, dzikir-dzikir dan do`a-do`a selama tidak mengandung syirik atau perkataan yang tidak bisa dimengerti maknanya. Berdasarkan hadist di bawah ini:

Dari `Auf Bin Malik Ia berkata Kami meruqyah di masa jahiliyyah lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?` Beliau menjawab Perlihatkanlah ruqyah kalian kepadaku. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik.”

firman Allah:  “Sungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Al Qur‟an dan Madu” (HR.” (QS. batu-batu berkhasiat dan lain sebagainya dan dengan mantra / bacaan yang tidak jelas makna dan dalilnya serta jelas-jelas bertentangan dengan Islam.dan Islam melarang ruqyah dengan bantuan dukun.. Maka Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya.” [QS Asy-Syua'raa 26:80] “Gunakanlah dua penyembuh. bila beliau sakit. Ar-Raa‟d 13:28) “Hanya kepada Engkau Ya ALLAH kami beribadah (menyembah). jin dan cara-cara lain seperti benda pusaka. Ath Thabrani dari Abu Hurairah) “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. maka menurut syariat Islam hal tersebut diharamkan dan termasuk perbuatan musyrik. Allah telah memerintahkan malaikat Jibril untuk menerapi Rasulullah dengan ruqyah saat beliau merasa sakit. Buktinya. 116) “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa. termasuk cobaan berupa penyakit. sebagai Dzat Penyembuh untuk segala macam penyakit (medis atau non medis). Itulah contoh nyata beliau (uswah hasanah) dalam memilih cara berobat. An Nahl 16:69). Dan saat ada keluarganya yang sakit. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. serta dosa besar. dan pahala kita di sisi Allah semakin berlipatlipat. didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. dan DIA mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. Merupakan solusi pengobatan Ilahi. hati dan pikiran kita jadi tenang”.2. An-Nisaa: 48. beliau melakukan ruqyah. hanya dengan berdzikir kepada Allah. jimat. keris. demikian pula para sahabat nya turut mencontohnya sebagai sunah nabi Muhammad SAW. beliau juga meruqyahnya. Karena yang kita baca adalah ayat al-Qur‟an dan do‟a yang telah diajarkan Rasulullah secara langsung. Ruqyah syar‟iyyah dapat memberikan ketenangan hati dan pikiran yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi setiap permasalahan. Dialah yang akan menyembuhkanku. yaitu ruqyah yang mengandung unsur syirik). Ruqyah syar‟iyyah merupakan cara pengobatan yang sarat akan nilai ibadah. “Ingat. Ruqyah Syirkiyyah (Ruqyah yang diharamkan. Karena itu. Al Kahfi:110)  Berikut alasan mengapa ruqyah syari’yyah sebagai solusi pengobatan:  Ruqyah syar‟iyyah merupakan terapi yang diwahyukan Allah kepada Rasulullah untuk diajarkan kepada ummatnya (merupakan syiar Islam). Ruqyah syar‟iyyah merupakan sunnah (live style) Rasulullah. Semakin banyak dzikir yang kita lakukan. bagi siapa yang dikehendaki-NYA” (QS. sihir.        . maka pertahanan dan keyakinan ruhani untuk sembuh semakin kuat. (QS. dan hanya kepada Engkau Ya ALLAH kami meminta (penyembuhan)” (QS Al-Fatihah 1:5) “Dan apabila aku sakit.

Berdasarkan hadits di bawah ini: Dari Imran bin Al Husain bahwa Nabi melihat seseorang di tangannya ada gelang dari kuningan.” Para ulama telah bersepakat membolehkan ruqyah apabila menurut kategori yang disebutkan tadi serta menyakini bahwa ia adalah sebagai sebab tidak ada pengaruh baginya kecuali dengan taqdir Allah. Fushshilat 41:44) “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya.” Jika yang digantungkan adalah dari ayat-ayat Al-Quran maka pendapat yang shahih adalah dilarang pula karena tiga alasan: 1. Al Israa’ 17:82). Rabb pemelihara manusia. Maka berobatlah kalian.” (HR. Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Barang siapa menggantungkan tamimah berarti dia telah berbuat syirik.    “Dan Kami turunkan dari Al-Qur‟an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik. semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya dan barang siapa menggantung wada`ah semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. Menutup jalan karena hal itu bisa membawa kepada menggantungkan yang bukan dari Alquran. Abu Dawud) “Ya Allah. 2. Bersumber dari hadits-hadaits nabi yang melarang menggantungkan tamimah dan tidak ada dalil yang mengkhususkannya. hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia tidak menambahkan anda selain kelemahan. “Katakanlah: Al-Qur‟an itu adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman” (QS. kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun bekas penyakit” (HR Bukhari) Nabi mengizinkan ruqyah dengan Al-quran. Berdasarkan hadist di bawah ini: Dari `Auf Bin Malik Ia berkata Kami meruqyah di masa jahiliyyah lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?` Beliau menjawab Perlihatkanlah ruqyah kalian kepadaku. Sesungguhnya jika anda meninggal dan dia tetap bersama anda. . Adapun menggantungkan sesuatu di leher atau mengikatnya di salah satu anggota tubuh seseorang jika bukan berasal dari Al-quran hukumnya haram bahkan syirik.” Dan hadist yang diriwayatkan dari Uqbah bin Nafi` dari Nabi beliau bersabda: “Barang siapa yang menggantung tamimah (jimat). tapi jangan dengan yang haram. anda tidak akan beruntung selamanya. dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. lemparkanlah dari anda.” Dari Ibnu mas`ud saya mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya tama`im dan tiwalah adalah syirik. tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu. dzikir-dzikir dan do`a-do`a selama tidak menngaundung syirik atau perkataan yang tidak bisa dimengerti maknanya.

(H. Pantasnya orang yang meruqyah adalah seorang yang baik. Hadits Abu Sa`id Al Khudry tersebut adalah menunjukkan bolehnya ruqyah dan mengambil upah atasnya. muka.3. selama diketahui bahwa bacaan ruqyah tidak akan berguna terhadaap orang yang sakit kecuali dengan beberapa syarat: 1. Nabi bersabda bagilah dan tentukanlah satu bagian untukku bersama kalian”. Harus mengikuti ketentuan yang dicontohkan Rasulullah SAW. 3. Dan tidak disyariatkan melainkan setelah selamat dari sakit (setelah sembuh) dan hilangnya penyakit. Jika bukan ruqyah syar`iyyah maka tidak boleh. Maka semua itu lebih mendukung kemanjuran ruqyahnya. diantaranya adalah:  Yaqin dengan amalan Ruqyah syar‟I (Ruqyah yang sesuai dengan Al-Qur‟an dan Sunnah Rasul-Nya) dan penuh pasrah kepada Allah serta tidak menyimpang dari ketentuan Ruqyah syar‟i. Dan yang utama dalam membaca ruqyah adalah tidak memberi syarat dan melakukan ruqyah untuk manfaat orang-orang beriman serta menghilangkan bahaya dan sakit. Jika ia menggantungkan dari yang demikian itu menjadi penghinaan dengan membawa serta di waktu buang air istinja` dan jima` serta yg semisal dengannya. Dan jika memberikan syarat maka janganlah memberikan syarat yang ketat namun sekadar keperluan mendesak.R. Dalinya adalah hadits riwayat Abu Sa`id bahwasannya “teman mereka meruqyah pemimpin suku tersebut setelah ada kesepakatan antara mereka atas upah sebanyak 30 ekor kambing lalu mereka pun menepatinya. Mengenal ruqyah-ruqyah yang dibolehkan dalam syariat. Tidak mengambil upah yang berlebihan dari kebutuhannya atas orang yang sakit. 2. Dibacakan dan ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan pada anggota badan mulai dari kepala. 4. Syekh Abdullah Al Jibrin berkata tidak ada halangan mengambil upah atas ruqyah syar`iyyah dengan syarat kesembuhan dari sakit. Hukum Mengambil Upah dari Meruqyah boleh saja/tidak diharamkan. Hadits dari A‟isyah : “Bahwasanya Nabi saw apabila berbaring ditempat tidur maka Ia gabungkan kedua telapak tangan-nya. Bukhari Muslim). rahmat dan obat yang berguna untuk penyembuhannya penyakitnya. Orang yang sakit adalah orang yang membutuhkan pertolongan untuk di ruqyah dan menyakini bahwa do‟a-do‟a dalam Al-Quran dan hadist Nabi adalah penawar. istiqamah dalam melaksanakan yang wajib serta sunah serta menghindari yang haram dan syubhat. Beliau menetapkan kepada mereka penentuan syarat dan mereka pun memberikan bagian untuk beliau sebagai tanda kebolehannya namun dengan syarat ia melakukan ruqyah syar`iyyah. Syaikh Abdullah Al Jibrin juga mengatakan Kami katakan bahwa sesungguhnya dokter yang mengobati apabila mensyaratkan upah tertentu maka harus disyaratkan sembuh dan selamat dari sakit yang ditanganinya kecuali apabila mereka sepakat untuk memberikan senilai biaya pengobatan dan obat-obatan. Tidaklah semua orang dapat disembuhkan dengan Ruqyah Al-Qur’an atau doa-doa yang diajarkan oleh Nabi. kemudian ditiupkan pada keduanya sambil  . shalih. bagian depan badan dada dan seterusnya.

Aman dari asusila. A‟isyah berkata : ” Tatkala aku merasa sakit maka beliau menyuruh aku mengerjakan seperti ini” (HR. Kedua: bersuci yang bersifat bathiniyah yaitu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang buruk yang disebabkan oleh pengaruh Syaitan. Aman secara fisik. “Hadits dari A‟isyah : Bahwasanya Nabi Saw pernah mendoakan salah satu keluarganya yang sakit dengan meletakkan tangan kanannya (pada tubuh yang sakit) sambil membaca : “Allahumma robbannaas Azhibil baas Isyfi antasysyafii Laa syifaa-a illaa syifaauka Syifaa-an laa yugoodiru saqoman” (HR.membaca “Al Muawwidzat” (Al-Ikhlas. alias pengobatan yang dijalani tidak berdampak cacat pada anggota badan. Bukhari dan Muslim) Mengusapkan tangan pada anggota yang sakit sambil membaca Ruqyah. Aman dari penipuan. Bukhari dan Muslim) Dibacakan Ruqyah pada bejana yang berisi air dan ditiupkan kedalamnya kemudian menyuruh penderita untuk meminumnya atau mandi dengan air tersebut. Muslim). Aman secara finansial. Aman secara aqidah. “Hadits dari A‟isyah: Ia pernah membawa air zamzam kemudian ia memberitahu (kepada para shahabat) bahwasanya Rosulullah SAW membacakan doa pada air zamzam yang ada dalam bejana dari kulit lalu beliau menuangkan air itu pada gelas dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” (HR. Beliau kerjakan tiga kali. alias tidak perlu biaya yang mahal. alias tidak dibohongi. alias tidak ada pelecehan seksual pada pasien. Bacaan untuk Me-Ruqyah : 1. “Hadits dari A‟isyah: Bahwasanya Nabi Saw apabila ada seorang merasa tubuhnya ada yang sakit maka beliau meletakkan ibu jari-nya pada tanah kemudian diangkatnya sambil membacakan doa : “ BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba‟dhuna yusyfa saqiimuna bi-izni robbina” (HR. alias tidak mengandung syirik yang bisa merusak aqidah sebagai kunci kesalamatan akhirat. bagian muka dan bagian depan badan hingga tubuh yang dapat dijangkau. Al-Falaq dan An-Nas) lalu beliau mengusapkan kedua telapak tangan mulai dari bagian kepala. Bukhari-Muslim)  Dibacakan pada ibu jari kemudian ditempelkan pada bumi lalu ibu jari diletakkan pada anggota tubuh yang sakit. . Setiap orang yang sakit pasti menginginkan kesembuhan yang aman. Al Anfal : 11) Didalam Islam bersuci ada dua bagian: Pertama: bersuci yang bersifat lahiriyah yaitu bersuci badan dari hadats dan najis dengan air muthlak.   “Dan Allah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan Syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mempertaguh dengannya telapak kakimu (pendirianmu)” (QS. Istia’dzah (Mohon perlindungan).

dan ia (Al-Qur‟an) tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian” (QS. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. “Dan apabila kamu membaca Al-Qur‟an niscaya kami adakan antara kamu dan antara orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding (pelindung) yang tertutup ” (QS. Doa Mohon Kesembuhan. Secara langsung Al-Qur‟an tidak menjelaskan lafadz-lafadz yang dipakai untuk perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan tetapi kemudian Nabi mengajarkan beberapa lafadz yang dibaca untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaitan antara lain :       A‟udzu biIlahi minasysyaithonir-rojim A‟udzu biIlahis-sami‟il alim minasysyaithonir-rojiim A‟udzu bikalimatIlahit-taammaati minsyarrimaa kholaq A‟udzu bikalimaatIlahit-taammaati min godhobihi waI‟qobihi wasyarri ibadihi wamin hamazaatisy-syayaathini wa-ayyahdhuurun A‟udzu bizzatiIlahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa-uhajiru A‟udzu biIlahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi 2. Pada hakikatnya semua ayat Al-Qur‟an dapat dijadikan sebagai pelindung orang-orang yang beriman dari segala godaan syaitan dan sebagai obat dari segala penyakit akan tetapi ada beberapa ayat atau surat tertentu yang diajarkan Nabi yang dapat dijadikan sebagai Ruqyah untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh pengaruh sihir atau godaan Syaitan dan Jin. Ayat Al-Qur’an. Al A‟rof : 200).Shoffat 3 ayat diakhir surat Al Hijr Yunus : 81 Al Anbiya : 70 Al Furqon : 23 Al A‟rof : 118-119 3. “Dan kami turunkan dari Al-Qur‟an itu sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang Mukmin. . Al Isra : 45). Al Isra : 82)                  Al Muawwidzatain (An-Naas dan Al-Falaq) Al Fatihah 4 ayat diawal surat Al Baqarah Al Baqarah ayat 163 dan 164 Ayat Kursi dan 2 ayat sesudahnya (Al Baqarah : 255 – 257) 3 ayat diakhir surat Al Baqarah Ayat pertama surat Ali Imran Ali Imran ayat 18 Al A‟raf ayat 54 Al Mu‟min ayat 116 Al Jin ayat 3 10 ayat diawal surat Ash.“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.

Banyak sekali doa untuk perlindungan dari syaitan dan kesembuhan penyakit yang ada didalam Al-Qur‟an atau yang diajarkan oleh Nabi. Jika ada orang yang terkena gangguan sihir. saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Gangguan jin pada seseorang itu seperti sakit medis (fisik) yang dialami seseorang. maka tak akan terjadi. maka berlindunglah kepada Allah. (Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya). “Dan jika kamu ditimpa suatu gangguan syetan. (HR. Dan tindakan zhalim tsb harus di hentikan untuk keselamatan yang dizhalimi dan yang menzhalimi.”. “Dan mereka (para tukang sihir) tidak bisa memberi madharat (bahaya) dengan sihirnya pada seorangpun kecuali dengan izin Allah. “Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi. Al-A‟raf: 200). Alllah berpesan. Bukhari dan Muslim. itu merupakan perbuatan zhalim. ketika Rasulullah masuk rumahnya. Muslim). “Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. santet dan gangguan makhluk Jin. disini kami ungkapkan beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi:    BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba‟dhuna yusyfa saqiimuna bi-izni robbina Allahumma Robban-naas Azhibilbaas Isyfi antasysyaafii Laa syifaa-a Illaa syifaa-uka Syifaa-an laayugoodiru saqoman. Ruqyah syar‟iyah adalah tindakan yang tepat serta aman.  Jin mengganggu manusia itu adalah mushibah. Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. Ruqyah syar‟iyyah adalah tindakan yang tepat serta aman dari kesyirikan. teluh. maka terjadilah. Jin Kafir maupun jin muslim ketika dia merasuk/mengganggu kedalam tubuh manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Maka beliau bersabda: ”Obatilah ia dengan al-Qur‟an”. maka obati dengan terapi ruqyah yang syar‟iyah (sesuai tuntunan Rasulullah). “Hentikan ia dari perbuatan zhalimnya”. bukan cerita bohong atau takhayul. Jika Dia menghendaki. (QS. Orang mukmin yang terkena gangguan jin berarti mushibah yang menjadi ujian dari Allah. Jin itu ada dan dapat merasuk pada tubuh manusia. al-Baqarah: 102). (QS. para shahabat bertanya : „Ya Rasullallah bagaimana cara menolong orang yang menzhalimi?‟ Jawab Beliau. Amsahil baas Robbannaas Biyadikasy-syifaa Laa kaasyifalahu Illaa anta Selamatkan diri dan keluarga dari gangguan Jin. (HR. Jika Allah tidak menghendaki gangguan itu terjadi. guna-guna. bercerita. „Aisyah ra.      . Rasulullah bersabda. maka kita harus membantunya. Rasulullah bersabda.

Al Baqarah: 195). Perintah dan larangan dalam berobat  Perintah untuk Berobat : “Sesungguhnya Allah Ta‟ala tidaklah menurunkan suatu penyakit. yaitu syetan atau jin zhalim. Al Isra : 84). kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya. “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. Ibnu Hibban dan Al-Hakim). karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah”. Maka jangan asal ruqyah.Berjihad membrantas kemusyikan dengan Ruqyah syar’iyah. Nabi Saw bersabda: “Apabila sesuatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya” . kecuali telah diturunkan pula obatnya. serta melawan kejahatan musuh Allah. Mari kita dukung praktik ruqyah syar‟iyah untuk membrantas praktik perdukunan yang marak di masyarakat. Allah berfirman. para dukun sesat. An-Nahl : 43) 2. Ahmad. Nabi Saw bersabda : “Obat segala kesulitan adalah bertanya (konsultasi)”   Larangan dalam Berobat : Berobat kepada yang bukan Ahlinya : “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu kedalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. pastikan terapi ruqyah yang kita pilih adalah yang syar‟iyah. Ruqyah syari`yyah adalah bagian dari perjuangan fi sabilillah. Al-Hakim) “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit. “Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya(propesinya)” (QS. an-Nisa‟: 76). dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. (QS.  Perintah Konsultasi kepada Ahli Pengobatan : 1. sebab itu perangilah kawan-kawan syetan itu. selain penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun)” (HR. kecuali mati” (HR. Karena banyak praktik ruqyah syirik/ ruqyah syar‟iyah gadungan. “Maka pertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai keahlian jika kamu tidak mengetahui” (QS. 3. baik obat yang telah diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya. karena merupakan penentangan kepada para tukang sihir.

10. Fataawa Lajnah Daaimah. “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. Sumber Bacaan: 1. Samudra Al Fatihah. Aththabrani). Bey Arifin . Shahih Muslim Syarah Imam Nawawi. Jadi tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram menjadi obat. Alam Jin dan Manusia Ustadz Abu Umar Abdillah. darah. Fathul Bari Imam Ibnu Hajar. 7. Fatwa-fatwa kontemporer. 3. Zadul Ma`ad Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Idhaahu Ad Dalaalah Fii `Umuumi Al risalah. Meskipun berobat itu diperintahkan agama tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal. 11. Al Qaul Mufid Fi Kitabut Tauhid Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin 4. 6. 2. Dr Yusuf Qardhawi 14. Syarah Kitab Aqidah At Thawiyyah Imam Abil Izz 5. Al Baqarah : 173) Wallahu A`lam Bish Shawab. 9. 13. Berobat dengan Sesuatu yang Dilarang Allah : “Sesungguhnya Allah Ta‟ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu pada hal-hal yang diharamkan atasmu” (HR. daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah” (QS. Minhaj Al-Syar`i Fi `Ilaaji Al Massi Wa Al Shura`i. Fatwa-fatwa terkini Imam Baladul Haram. seperti berobat dengan meminum darah atau minuman keras atau berobat dengan meminum air seninya sendiri (air seni adalah Najis) atau memakan makanan yang diharamkan Allah. 12. Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Aqidah Mukmin Syaikh Abu Bakar Al Jazaairi. 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->