DALIL-DALIL PENGOBATAN

:

SEKILAS PENGERTIAN TENTANG RUQYAH SYAR’IYYAH.
Pengertian Ruqyah Ruqyah menurut bahasa adalah bacaan atau mantra. Sedangkan menurut Syariat Islam, ruqyah adalah bacaan yang terdiri dari himpunan ayat-ayat al-Qur‟an dan hadist yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang sakit.

Fungsi Ruqyah dan Jenis Penyakit yang bisa diruqyah
Ruqyah dipakai untuk penjagaan diri dan pengobatan. Setiap muslim harus menjaga dirinya dari gangguan mahkluk Allah: baik manusia, binatang, maupun gangguan jin dan syaitan. Rasulullah Saw lakukan membaca Fatihah, Al-Baqarah:1-5, Al-Baqarah:255-257 (ayat Kursi & 2 ayat sesudahnya), Al Baqarah:285-286, Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan surat An-Naas, dan doa-doa lainnya diwaktu pagi dan petang untuk perlindungan dan pengobatan, dapat dilakukan sendiri maupun orang lain (peruqyah). Semua jenis penyakit bisa disembuhkan dengan metode Ruqyah tentunya bila Allah berkenan menyembuhkannya; baik sakit fisik dan non fisik, medis maupun non medis. Hal ini karena dalam pengobatan metode ruqyah, kita berdoa memohon kepada Allah untuk kesembuhan penyakit,
  

“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku” (QS. AsySyu‟ara:80), “ Dan Kami turunkan dari Al-Qur‟an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Al-Isra‟:82), Sabda Rasulullah SAW: “ Obatilah ia (si sakit) dengan Al-Qur‟an” (HR.Ibnu Hibban, no.1419)

Ada dua jenis ruqyah, yaitu: 1. Ruqyah Syar’iyyah (Ruqyah yang dibolehkan yang sesuai dengan Syari‟at Islam), Yaitu: bacaan yang terdiri dari himpunan ayat-ayat al-Qur‟an, Asma`ul-husna, do`a-do`a yang berasal dari Al-Quran dan hadist yang shahih dengan memohon kepada Allah untuk kesembuhan. Nabi mengizinkan ruqyah dengan Al-quran, dzikir-dzikir dan do`a-do`a selama tidak mengandung syirik atau perkataan yang tidak bisa dimengerti maknanya. Berdasarkan hadist di bawah ini:

Dari `Auf Bin Malik Ia berkata Kami meruqyah di masa jahiliyyah lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?` Beliau menjawab Perlihatkanlah ruqyah kalian kepadaku. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik.”

dan Islam melarang ruqyah dengan bantuan dukun. jin dan cara-cara lain seperti benda pusaka. Ruqyah syar‟iyyah merupakan cara pengobatan yang sarat akan nilai ibadah. termasuk cobaan berupa penyakit. beliau melakukan ruqyah. 116) “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa. Allah telah memerintahkan malaikat Jibril untuk menerapi Rasulullah dengan ruqyah saat beliau merasa sakit. Semakin banyak dzikir yang kita lakukan. Ruqyah Syirkiyyah (Ruqyah yang diharamkan. Al Kahfi:110)  Berikut alasan mengapa ruqyah syari’yyah sebagai solusi pengobatan:  Ruqyah syar‟iyyah merupakan terapi yang diwahyukan Allah kepada Rasulullah untuk diajarkan kepada ummatnya (merupakan syiar Islam). An Nahl 16:69). hanya dengan berdzikir kepada Allah. Ar-Raa‟d 13:28) “Hanya kepada Engkau Ya ALLAH kami beribadah (menyembah). dan hanya kepada Engkau Ya ALLAH kami meminta (penyembuhan)” (QS Al-Fatihah 1:5) “Dan apabila aku sakit. Ruqyah syar‟iyyah merupakan sunnah (live style) Rasulullah. Al Qur‟an dan Madu” (HR. Karena itu. demikian pula para sahabat nya turut mencontohnya sebagai sunah nabi Muhammad SAW.” (QS. Buktinya. bagi siapa yang dikehendaki-NYA” (QS.” (QS. dan pahala kita di sisi Allah semakin berlipatlipat. sihir. bila beliau sakit.        . Dan saat ada keluarganya yang sakit. sebagai Dzat Penyembuh untuk segala macam penyakit (medis atau non medis). serta dosa besar. maka menurut syariat Islam hal tersebut diharamkan dan termasuk perbuatan musyrik. Ath Thabrani dari Abu Hurairah) “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. (QS. beliau juga meruqyahnya. dan DIA mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. batu-batu berkhasiat dan lain sebagainya dan dengan mantra / bacaan yang tidak jelas makna dan dalilnya serta jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Ruqyah syar‟iyyah dapat memberikan ketenangan hati dan pikiran yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi setiap permasalahan. Merupakan solusi pengobatan Ilahi. An-Nisaa: 48. yaitu ruqyah yang mengandung unsur syirik).2. hati dan pikiran kita jadi tenang”. maka pertahanan dan keyakinan ruhani untuk sembuh semakin kuat. Karena yang kita baca adalah ayat al-Qur‟an dan do‟a yang telah diajarkan Rasulullah secara langsung. firman Allah:  “Sungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. jimat. didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. “Ingat. Maka Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. keris. Itulah contoh nyata beliau (uswah hasanah) dalam memilih cara berobat.” [QS Asy-Syua'raa 26:80] “Gunakanlah dua penyembuh. Dialah yang akan menyembuhkanku..

Berdasarkan hadits di bawah ini: Dari Imran bin Al Husain bahwa Nabi melihat seseorang di tangannya ada gelang dari kuningan.” Dari Ibnu mas`ud saya mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya tama`im dan tiwalah adalah syirik. Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia tidak menambahkan anda selain kelemahan. Al Israa’ 17:82). dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. “Katakanlah: Al-Qur‟an itu adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman” (QS.” (HR. Maka berobatlah kalian. Rabb pemelihara manusia. Sesungguhnya jika anda meninggal dan dia tetap bersama anda. tapi jangan dengan yang haram. tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu. dzikir-dzikir dan do`a-do`a selama tidak menngaundung syirik atau perkataan yang tidak bisa dimengerti maknanya. Adapun menggantungkan sesuatu di leher atau mengikatnya di salah satu anggota tubuh seseorang jika bukan berasal dari Al-quran hukumnya haram bahkan syirik.    “Dan Kami turunkan dari Al-Qur‟an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS.” Dan hadist yang diriwayatkan dari Uqbah bin Nafi` dari Nabi beliau bersabda: “Barang siapa yang menggantung tamimah (jimat). . anda tidak akan beruntung selamanya. lemparkanlah dari anda. Berdasarkan hadist di bawah ini: Dari `Auf Bin Malik Ia berkata Kami meruqyah di masa jahiliyyah lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?` Beliau menjawab Perlihatkanlah ruqyah kalian kepadaku.” Jika yang digantungkan adalah dari ayat-ayat Al-Quran maka pendapat yang shahih adalah dilarang pula karena tiga alasan: 1. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik.” Para ulama telah bersepakat membolehkan ruqyah apabila menurut kategori yang disebutkan tadi serta menyakini bahwa ia adalah sebagai sebab tidak ada pengaruh baginya kecuali dengan taqdir Allah. Menutup jalan karena hal itu bisa membawa kepada menggantungkan yang bukan dari Alquran. Abu Dawud) “Ya Allah. Bersumber dari hadits-hadaits nabi yang melarang menggantungkan tamimah dan tidak ada dalil yang mengkhususkannya. 2. Fushshilat 41:44) “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya. Barang siapa menggantungkan tamimah berarti dia telah berbuat syirik. semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya dan barang siapa menggantung wada`ah semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun bekas penyakit” (HR Bukhari) Nabi mengizinkan ruqyah dengan Al-quran. Engkaulah Yang Maha Penyembuh.

Pantasnya orang yang meruqyah adalah seorang yang baik. Nabi bersabda bagilah dan tentukanlah satu bagian untukku bersama kalian”. shalih. Maka semua itu lebih mendukung kemanjuran ruqyahnya. 4. diantaranya adalah:  Yaqin dengan amalan Ruqyah syar‟I (Ruqyah yang sesuai dengan Al-Qur‟an dan Sunnah Rasul-Nya) dan penuh pasrah kepada Allah serta tidak menyimpang dari ketentuan Ruqyah syar‟i. Jika bukan ruqyah syar`iyyah maka tidak boleh. 2. Beliau menetapkan kepada mereka penentuan syarat dan mereka pun memberikan bagian untuk beliau sebagai tanda kebolehannya namun dengan syarat ia melakukan ruqyah syar`iyyah. Mengenal ruqyah-ruqyah yang dibolehkan dalam syariat. muka.3. istiqamah dalam melaksanakan yang wajib serta sunah serta menghindari yang haram dan syubhat. Syekh Abdullah Al Jibrin berkata tidak ada halangan mengambil upah atas ruqyah syar`iyyah dengan syarat kesembuhan dari sakit. Dan tidak disyariatkan melainkan setelah selamat dari sakit (setelah sembuh) dan hilangnya penyakit. Dibacakan dan ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan pada anggota badan mulai dari kepala. Jika ia menggantungkan dari yang demikian itu menjadi penghinaan dengan membawa serta di waktu buang air istinja` dan jima` serta yg semisal dengannya. Dalinya adalah hadits riwayat Abu Sa`id bahwasannya “teman mereka meruqyah pemimpin suku tersebut setelah ada kesepakatan antara mereka atas upah sebanyak 30 ekor kambing lalu mereka pun menepatinya. Harus mengikuti ketentuan yang dicontohkan Rasulullah SAW. rahmat dan obat yang berguna untuk penyembuhannya penyakitnya. Tidaklah semua orang dapat disembuhkan dengan Ruqyah Al-Qur’an atau doa-doa yang diajarkan oleh Nabi. Hadits Abu Sa`id Al Khudry tersebut adalah menunjukkan bolehnya ruqyah dan mengambil upah atasnya. Dan yang utama dalam membaca ruqyah adalah tidak memberi syarat dan melakukan ruqyah untuk manfaat orang-orang beriman serta menghilangkan bahaya dan sakit. Hukum Mengambil Upah dari Meruqyah boleh saja/tidak diharamkan. Syaikh Abdullah Al Jibrin juga mengatakan Kami katakan bahwa sesungguhnya dokter yang mengobati apabila mensyaratkan upah tertentu maka harus disyaratkan sembuh dan selamat dari sakit yang ditanganinya kecuali apabila mereka sepakat untuk memberikan senilai biaya pengobatan dan obat-obatan.R. Tidak mengambil upah yang berlebihan dari kebutuhannya atas orang yang sakit. bagian depan badan dada dan seterusnya. kemudian ditiupkan pada keduanya sambil  . Dan jika memberikan syarat maka janganlah memberikan syarat yang ketat namun sekadar keperluan mendesak. (H. 3. Bukhari Muslim). Hadits dari A‟isyah : “Bahwasanya Nabi saw apabila berbaring ditempat tidur maka Ia gabungkan kedua telapak tangan-nya. selama diketahui bahwa bacaan ruqyah tidak akan berguna terhadaap orang yang sakit kecuali dengan beberapa syarat: 1. Orang yang sakit adalah orang yang membutuhkan pertolongan untuk di ruqyah dan menyakini bahwa do‟a-do‟a dalam Al-Quran dan hadist Nabi adalah penawar.

alias tidak ada pelecehan seksual pada pasien. Bacaan untuk Me-Ruqyah : 1.   “Dan Allah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan Syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mempertaguh dengannya telapak kakimu (pendirianmu)” (QS. . Bukhari-Muslim)  Dibacakan pada ibu jari kemudian ditempelkan pada bumi lalu ibu jari diletakkan pada anggota tubuh yang sakit. Setiap orang yang sakit pasti menginginkan kesembuhan yang aman. Aman dari asusila. alias tidak dibohongi. Bukhari dan Muslim) Mengusapkan tangan pada anggota yang sakit sambil membaca Ruqyah.membaca “Al Muawwidzat” (Al-Ikhlas. “Hadits dari A‟isyah : Bahwasanya Nabi Saw pernah mendoakan salah satu keluarganya yang sakit dengan meletakkan tangan kanannya (pada tubuh yang sakit) sambil membaca : “Allahumma robbannaas Azhibil baas Isyfi antasysyafii Laa syifaa-a illaa syifaauka Syifaa-an laa yugoodiru saqoman” (HR. “Hadits dari A‟isyah: Bahwasanya Nabi Saw apabila ada seorang merasa tubuhnya ada yang sakit maka beliau meletakkan ibu jari-nya pada tanah kemudian diangkatnya sambil membacakan doa : “ BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba‟dhuna yusyfa saqiimuna bi-izni robbina” (HR. alias pengobatan yang dijalani tidak berdampak cacat pada anggota badan. Aman secara aqidah. Al Anfal : 11) Didalam Islam bersuci ada dua bagian: Pertama: bersuci yang bersifat lahiriyah yaitu bersuci badan dari hadats dan najis dengan air muthlak. Kedua: bersuci yang bersifat bathiniyah yaitu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang buruk yang disebabkan oleh pengaruh Syaitan. A‟isyah berkata : ” Tatkala aku merasa sakit maka beliau menyuruh aku mengerjakan seperti ini” (HR. Beliau kerjakan tiga kali. Muslim). bagian muka dan bagian depan badan hingga tubuh yang dapat dijangkau. Aman secara fisik. alias tidak perlu biaya yang mahal. “Hadits dari A‟isyah: Ia pernah membawa air zamzam kemudian ia memberitahu (kepada para shahabat) bahwasanya Rosulullah SAW membacakan doa pada air zamzam yang ada dalam bejana dari kulit lalu beliau menuangkan air itu pada gelas dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” (HR. Al-Falaq dan An-Nas) lalu beliau mengusapkan kedua telapak tangan mulai dari bagian kepala. Istia’dzah (Mohon perlindungan). Bukhari dan Muslim) Dibacakan Ruqyah pada bejana yang berisi air dan ditiupkan kedalamnya kemudian menyuruh penderita untuk meminumnya atau mandi dengan air tersebut. alias tidak mengandung syirik yang bisa merusak aqidah sebagai kunci kesalamatan akhirat. Aman secara finansial. Aman dari penipuan.

Al Isra : 45). “Dan apabila kamu membaca Al-Qur‟an niscaya kami adakan antara kamu dan antara orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding (pelindung) yang tertutup ” (QS.Shoffat 3 ayat diakhir surat Al Hijr Yunus : 81 Al Anbiya : 70 Al Furqon : 23 Al A‟rof : 118-119 3. . Doa Mohon Kesembuhan. Al A‟rof : 200). dan ia (Al-Qur‟an) tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian” (QS. Ayat Al-Qur’an.“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Isra : 82)                  Al Muawwidzatain (An-Naas dan Al-Falaq) Al Fatihah 4 ayat diawal surat Al Baqarah Al Baqarah ayat 163 dan 164 Ayat Kursi dan 2 ayat sesudahnya (Al Baqarah : 255 – 257) 3 ayat diakhir surat Al Baqarah Ayat pertama surat Ali Imran Ali Imran ayat 18 Al A‟raf ayat 54 Al Mu‟min ayat 116 Al Jin ayat 3 10 ayat diawal surat Ash. Pada hakikatnya semua ayat Al-Qur‟an dapat dijadikan sebagai pelindung orang-orang yang beriman dari segala godaan syaitan dan sebagai obat dari segala penyakit akan tetapi ada beberapa ayat atau surat tertentu yang diajarkan Nabi yang dapat dijadikan sebagai Ruqyah untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh pengaruh sihir atau godaan Syaitan dan Jin. Secara langsung Al-Qur‟an tidak menjelaskan lafadz-lafadz yang dipakai untuk perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan tetapi kemudian Nabi mengajarkan beberapa lafadz yang dibaca untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaitan antara lain :       A‟udzu biIlahi minasysyaithonir-rojim A‟udzu biIlahis-sami‟il alim minasysyaithonir-rojiim A‟udzu bikalimatIlahit-taammaati minsyarrimaa kholaq A‟udzu bikalimaatIlahit-taammaati min godhobihi waI‟qobihi wasyarri ibadihi wamin hamazaatisy-syayaathini wa-ayyahdhuurun A‟udzu bizzatiIlahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa-uhajiru A‟udzu biIlahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi 2. “Dan kami turunkan dari Al-Qur‟an itu sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang Mukmin.

maka berlindunglah kepada Allah. al-Baqarah: 102). (QS. “Dan mereka (para tukang sihir) tidak bisa memberi madharat (bahaya) dengan sihirnya pada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Alllah berpesan. Muslim). “Hentikan ia dari perbuatan zhalimnya”. Amsahil baas Robbannaas Biyadikasy-syifaa Laa kaasyifalahu Illaa anta Selamatkan diri dan keluarga dari gangguan Jin. maka terjadilah. disini kami ungkapkan beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi:    BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba‟dhuna yusyfa saqiimuna bi-izni robbina Allahumma Robban-naas Azhibilbaas Isyfi antasysyaafii Laa syifaa-a Illaa syifaa-uka Syifaa-an laayugoodiru saqoman. (Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya). “Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi. Gangguan jin pada seseorang itu seperti sakit medis (fisik) yang dialami seseorang. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. teluh. saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Dan tindakan zhalim tsb harus di hentikan untuk keselamatan yang dizhalimi dan yang menzhalimi. guna-guna. bercerita. Jika Dia menghendaki. maka obati dengan terapi ruqyah yang syar‟iyah (sesuai tuntunan Rasulullah). „Aisyah ra. Maka beliau bersabda: ”Obatilah ia dengan al-Qur‟an”. Ruqyah syar‟iyah adalah tindakan yang tepat serta aman. santet dan gangguan makhluk Jin. para shahabat bertanya : „Ya Rasullallah bagaimana cara menolong orang yang menzhalimi?‟ Jawab Beliau. Jika ada orang yang terkena gangguan sihir. Ruqyah syar‟iyyah adalah tindakan yang tepat serta aman dari kesyirikan. Jin itu ada dan dapat merasuk pada tubuh manusia. itu merupakan perbuatan zhalim. (HR. “Dan jika kamu ditimpa suatu gangguan syetan. “Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. ketika Rasulullah masuk rumahnya. Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. Rasulullah bersabda. Jin Kafir maupun jin muslim ketika dia merasuk/mengganggu kedalam tubuh manusia.  Jin mengganggu manusia itu adalah mushibah.”.      . bukan cerita bohong atau takhayul. Orang mukmin yang terkena gangguan jin berarti mushibah yang menjadi ujian dari Allah.Banyak sekali doa untuk perlindungan dari syaitan dan kesembuhan penyakit yang ada didalam Al-Qur‟an atau yang diajarkan oleh Nabi. maka kita harus membantunya. (HR. maka tak akan terjadi. Jika Allah tidak menghendaki gangguan itu terjadi. (QS. Bukhari dan Muslim. Rasulullah bersabda. Al-A‟raf: 200).

Ahmad. (QS. karena merupakan penentangan kepada para tukang sihir. Karena banyak praktik ruqyah syirik/ ruqyah syar‟iyah gadungan.Berjihad membrantas kemusyikan dengan Ruqyah syar’iyah. Allah berfirman. Nabi Saw bersabda : “Obat segala kesulitan adalah bertanya (konsultasi)”   Larangan dalam Berobat : Berobat kepada yang bukan Ahlinya : “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu kedalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. “Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya(propesinya)” (QS. Al-Hakim) “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit. Mari kita dukung praktik ruqyah syar‟iyah untuk membrantas praktik perdukunan yang marak di masyarakat. Maka jangan asal ruqyah. kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya. para dukun sesat. Ruqyah syari`yyah adalah bagian dari perjuangan fi sabilillah. karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah”. baik obat yang telah diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya. kecuali mati” (HR. selain penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun)” (HR. an-Nisa‟: 76). “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah. sebab itu perangilah kawan-kawan syetan itu. Ibnu Hibban dan Al-Hakim). yaitu syetan atau jin zhalim. kecuali telah diturunkan pula obatnya. serta melawan kejahatan musuh Allah. 3. An-Nahl : 43) 2. “Maka pertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai keahlian jika kamu tidak mengetahui” (QS.  Perintah Konsultasi kepada Ahli Pengobatan : 1. Nabi Saw bersabda: “Apabila sesuatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya” . Perintah dan larangan dalam berobat  Perintah untuk Berobat : “Sesungguhnya Allah Ta‟ala tidaklah menurunkan suatu penyakit. Al Baqarah: 195). Al Isra : 84). pastikan terapi ruqyah yang kita pilih adalah yang syar‟iyah.

Meskipun berobat itu diperintahkan agama tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal. “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. 10. 2. Aqidah Mukmin Syaikh Abu Bakar Al Jazaairi. 11. daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah” (QS. Minhaj Al-Syar`i Fi `Ilaaji Al Massi Wa Al Shura`i. Zadul Ma`ad Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. 9. Al Qaul Mufid Fi Kitabut Tauhid Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin 4. Jadi tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram menjadi obat. Samudra Al Fatihah. Bey Arifin . Alam Jin dan Manusia Ustadz Abu Umar Abdillah. Fatwa-fatwa kontemporer. Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Fataawa Lajnah Daaimah. darah. seperti berobat dengan meminum darah atau minuman keras atau berobat dengan meminum air seninya sendiri (air seni adalah Najis) atau memakan makanan yang diharamkan Allah. 6. Dr Yusuf Qardhawi 14. 12. Aththabrani). Fatwa-fatwa terkini Imam Baladul Haram. 7. 8. Shahih Muslim Syarah Imam Nawawi. Al Baqarah : 173) Wallahu A`lam Bish Shawab. Berobat dengan Sesuatu yang Dilarang Allah : “Sesungguhnya Allah Ta‟ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu pada hal-hal yang diharamkan atasmu” (HR. Syarah Kitab Aqidah At Thawiyyah Imam Abil Izz 5. 13. 3. Idhaahu Ad Dalaalah Fii `Umuumi Al risalah. Sumber Bacaan: 1. Fathul Bari Imam Ibnu Hajar.