SIFAT-SIFAT LOGAM YANG KHAS

1. Penghantar Listrik yang Baik

Elektron valensi yang mudah bergerak memungkinkan muatan negatif yang berasal dari luar mendorong lautan electron, sehingga listrik dapat mengalir melalui logam.

2. Penghantar Panas Yang Baik Bila bagian tertentu dari logam dipanaskan, maka elektron-elektron pada logam tersebut akan menerima sejumlah energi, sehingga energi kinetiknya bertambah dan gerakannya makin cepat. Elektron yang bergerak cepat itu akan menyerahkan sebagian energi kinetiknya kepada elektron lain sehingga seluruh bagian logam menjadi panas dan naik suhunya. 3. Dapat Ditempa dan Ditarik Elektron valensi yang berada dalam logam mengelilingi ion logam yang bermuatan positif secara simetris karena gaya tarik antar ion logam dan elektron valensi sama ke segala arah. Sehingga bila ditempa, logam tidak akan remuk, tetapi akan menggeser.

4. Mengkilap Jika Digosok atau Terkena Cahaya Bila cahaya tampak jatuh pada permukaan logam, sebagian elektron valensi yang mudah bergerak akan tereksitasi. Ketika elektron yang tereksitasi kembali pada keadaan dasarnya, maka energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu akan dipancarkan kembali.

5. Kecuali Raksa (Hg) Hal ini dikarenakan penataan atom-atom pasa logam. dan Kuat Pada Suhu Kamar. . Keras. seperti pada gambar. Berwujud Padat. Memilki Kerapatan Relatif Tinggi Sifat kerapatan logam menunjukkan struktur logam. Tipe a : struktur kubus sederhana (sc = simple cubic) Tipe b : struktur kubus berpusat tubuh (bcc = body centered cubic) Tipe c : struktur kubus berpusat muka (fcc = face centered cubic) 6.

ketangguhan. Modulus elastisitas yang menunjukkan ukuran kekuatan material. pada bidang teknik mesin umumnya sifat tersebut dibagi menjadi tiga sifat. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak (destructive test). Sifat –sifat itu akan mendasari dalam pemilihan material. Kekuatan yaitu besarnya tegangan untuk mendeformasi material atau kemampuan material untuk menahan deformasi. Keuletan yaitu besar deformasi plastis sampai terjadi patah. kekuatan impak. Pengujian yang tepat hanya didapatkan pada material uji yang memenuhi aspek ketepatan pengukuran. Regangan yaitu besar deformasi persatuan luas. kekerasan. Sifat mekanik dapat diartikan sebagai respon atau perilaku material terhadap pembebanan yang diberikan. dari pengujian tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan dari material tersebut. biasanya dilakukan pengujian mekanik. torsi atau gabungan keduanya. ketahanan aus. kekuatan mulur. keuletan. kemampuan mesin. Untuk mendapatkan sifat mekanik material. Ketangguhan yaitu besar energi yang diperlukan sampai terjadi perpatahan. Perbedaan antara keduanya hanya pada fungsi waktu dimana beban statik tidak dipengaruhi oleh fungsi waktu sedangkan beban dinamik dipengaruhi oleh fungsi waktu. Dalam prakteknya pembebanan pada material terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik. komposisi dan perlakuan yang sama. kelenturan. Kekuatan tarik adalah kekuatan maksimum yang berdasarkan pada ukuran mula. Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau spesimen. Sifat mekanik tersebut meliputi antara lain: kekuatan tarik.Sifat – Sifat Material Secara garis besar material mempunyai sifat-sifat yang mencirikannya. dapat berupa gaya. Kekuatan luluh yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk mendeformasi plastis. Sifat Mekanik Sifat mekanik material. merupakan salah satu faktor terpenting yang mendasari pemilihan bahan dalam suatu perancangan. Kekerasan yaitu kemampuan material menahan deformasi plastis lokal akibat penetrasi pada permukaan. kekeuatan leleh dan sebagainya. Sifar-sifat mekanik material yang perlu diperhatikan:          Tegangan yaitu gaya diserap oleh material selama berdeformasi persatuan luas. sifat tersebut adalah:    Sifat mekanik Sifat fisik Sifat teknologi Dibawah ini akan dijelaskan secara terperinci tentang sifat-sifat material tersebut 1. kualitas atau jumlah cacat pada material dan ketelitian dalam membuat spesimen. Spesimen pengujian dapat mewakili seluruh material apabila berasal dari jenis. .

Pada pengujian kekerasan dengan metoda penekanan. Tetapi nilai kekerasan suatu material adalah homogen dan belum diperlakupanaskan secara teoritik akan sama untuk tiap-tiap titik.2 Kekerasan Kekerasan adalah ukuran ketahanan suatu material terhadap deformasi plastis lokal. 2. Sifat fisik material antara lain : temperatur cair. penekan kecil (identor) ditekankan pada permukaan bahan yang akan diuji dengan penekanan tertentu.1 Metoda Pengujian Kekerasan Pengujian kekerasan sering sekali dilakukan karena mengetahui kekerasan suatu material maka (secara umum) juga dapat diketahui beberapa sifat mekanik lainnya. Sifat-sifat teknologi diantaranya sifat mampu las. Dengan adanya perlakuan fisik akan membawa penyempurnaan dan pengembangan material bahkan penemuan material baru. Kedalaman atau hasil penekanan merupakan fungsi dari nilai kekerasan. Pada uji tarik benda uji diberi beban gaya tarik sesumbu yang bertambah secara kontinu. 3. Sifat Fisik Sifat penting yang kedua dalam pemilihan material adalah sifat fisik. Produk dengan bentuk yang rumit dapat dibuat dengan proses pengecoran. Sifat material terdiri dari sifat mekanik yang merupakan sifat material terhadap pengaruh yang berasal dari luar serta sifat-sifat fisik yang ditentukan oleh komposisi yang dikandung oleh material itu sendiri. Sifat fisik adalah kelakuan atau sifat-sifat material yang bukan disebabkan oleh pembebanan seperti pengaruh pemanasan. Produk dengan kekuatan tinggi dapat dibuat dibuat dengan proses pembentukan. konduktivitas panas dan panas spesifik. seperti kekuatan.2. Nilai kekerasan tersebut dihitung hanya pada tempat dilakukannya pengujian tersebut (lokal).3 Uji Tarik Uji tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. makin lunak suatu bahan makin luas dan makin dalam akibat penekanan tersebut. bersamaan dengan itu dilakukan pengamatan mengenai perpanjang yang dialami benda uji dengan extensometer. sifat mampu mesin dan sifat mampu bentuk. misalnya dengan pengerolan atau penempaan. 2. 2.3. sedangkan pada tempat lain bisa jadi kekerasan suatu material berbeda dengan tempat yang lainnya. sifat mampu cor. . dan makin rendah nilai kekerasannya. Sifat Teknologi Selanjutnya sifat yang sangat berperan dalam pemilihan material adalah sifat teknologi yaitu kemampuan material untuk dibentuk atau diproses.2. seperti terlihat pada Gambar 2. pendinginan dan pengaruh arus listrik yang lebih mengarah pada struktur material. Sifat mekanik dapat diatur dengan serangkaian proses perlakukan fisik. Struktur material sangat erat hubungannya dengan sifat mekanik.

yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan (regangan offset).2.1 Regangan yang didapatkan adalah regangan linear rata-rata. tergantung pada kepekaan pengukuran regangan.2 Karena tegangan dan regangan dipeoleh dengan cara membagi beban dan perpanjangan dengan faktor yang konstan.002 atau 0. 2.1 % ( e = 0.. kurva beban – perpanjangan akan mempunyai bentuk yang sama seperti pada gambar 2. yang diperoleh dengan cara membagi perpanjangan (gage length) benda uji (d atau DL).001 mm/mm) 2. yang berlangsung sedikit demi sedikit dan titik saat deformasi plastis mulai terjadi. e = d/ Lo = DL/ Lo = ( L . Di Amerika Serikat regangan offset ditentukan sebesar 0. Tegangan tersebut diperoleh dengan cara membagi beban dengan luas awal penampang lintang benda uji itu.3.3 Skema pengujian tarik dengan UTM Tegangan yang didapatkan dari kurva tegangan teoritik adalah tegangan yang membujur ratarata dari pengujian tarik. Kedua kurva sering dipergunakan.Lo ) / Lo ……. sukar ditentukan secara teliti.3 Keuletan (e) .Gambar 2. Kekuatan luluh offset ditentukan tegangan pada perpotongan antara kurva tegangan-regangan dengan garis sejajar dengan kemiringan kurva pada regangan tertentu. Sebagian besar material mengalami perubahan sifat dari elastis menjadi plastis.2 Kekuatan Luluh Kekuatan luluh menyatakan besarnya tegangan yang dibutuhkan tegangan yang dibutuhkan untuk berdeformasi plastis material. s = P / Ao ….4.2.2 atau 0. dengan panjang awal.3. Pengukuran besarnya tegangan pada saat mulai terjadi deformasi plastis atau batas luluh. Sehingga kekuatan luluh sering dinyatakan sebagai kekuatan luluh offset.

tanpa terjadi patah. Kedua sifat ini didapat setelah terjadi patah. . q Sebagai petunjuk adanya perubahan kondisi pengolahan. kemudian diukur panjang akhir benda uji (Lf) dan diameter pada patahan (Df). yang biasa disebut perpanjangan dan pengukuran luas penampang pada patahan (q). Cara untuk menentukan keuletan yang diperoleh dari uji tarik adalah regangan teknis pada saat patah (ef). Ukuran keuletan dapat digunakan untuk memperkirakan kualitas suatu bahan.Keuletan logam yang tinggi menunjukkan kemungkinan yang besar untuk berdeformasi secara lokal tanpa terjadi perpatahan. q Menunjukkan kemampuan logam untuk mengalir secara plastis sebelum patah. walaupun tidak ada hubungan langsung antara keuletan dengan perilaku dalam pemakaian bahan. untuk menghitung luas penampang patahan (Af). yang secara umum pengukurannya dilakukan untuk memenuhi tiga kepentingan. seperti pengerolan dan ekstruksi.Keuletan adalah suatu besaran kualitatif dan sifat subyektif suatu bahan. Hal ini penting untuk proses pembentukan logam. dengan cara menaruh benda uji kembali. yaitu: q Menyatakan besarnya deformasi yang mampu dialami suatu material.

Senyawa besi dan karbon (Fe3C) Bersifat keras Pada pendinginan lambat bentuknya lamellar. Karbida . Prinsip Proses Perlakuan Panas adalah setiap proses pada logam tujuannya untuk memperbaiki sifat. Martensit      Merupakan fasa yang terbentuk akibat karbon larut lewat jenuh pada besi alfa. Bainit       Merupakan fasa yang kurang stabil (metastabil) Diperolah dari austenit pada temperatur yang lebih dari temperatur transformasi ke perlit dan lebih tinggi dari temperatur transformasi ke martensit. Kekerasan bervariasi tergantung pada temperatur transformasinya. Proses perlakuan panas yang berbeda akan menghasilkan struktur mikro yang berbeda pula. Tujuan : Untuk mendapatkan sifat-sifat yang di inginkan sesuai dengan yang direncanakan (dalam batasbatasnya). sementit. Terjadi dengan pendinginan yang cepat Sel satuannya Body Center Tetragonal (BCT) Atom karbon dianggap menggeser latis kubus menjadi tetragonal Makin tinggi konsentrasi karbon. martensit dan karbida.Heat Treatment (perlakuan panas) 1 Definisi : Perlakuan Panas adalah suatu proses mengubah sifat logam dengan jalan mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengaturan kecepatan pendinginan dengan tanpa atau merubah komposisi kimia logam yang bersangkutan. Jika terbentuk pada temperatur yang relatif rendah disebut lower bainit (strukturnya menyerupai martensit temper).8% karbon perlit yang tebentuk berupa campuran ferit dan sementit yang tampak seperti pelat-pelat yang tersusun secara bergantian. perlit. Jika terbentuk pada temperatur yang relatif tinggi disebut upper bainit (strukturnya seperti perlit yang sangat halus). bainit. Ferit    Terbentuk dari proses pendinginan yang lambat dari austenit (baja hypoeutectoid) Bersifat lunak dan ulet Mempunyai konduktivitas panas yang tinggi Sementit    Perlit   Campuran antara ferit dan sementti Pada 0. makin banyak posisi interstisi yang terisi sehingga efek tetragonalitasnya makin besar. Hasil transformasi berupa struktur yang terdiri dari ferit dan sementit (tetapi bukan perlit). Struktur mikro yang akan ada pada baja akibat proses perlakuan panas adalah ferit.

bandung 1998 . Diagram fasa tidak dapat memberikan informasi struktur mikro yang terjadi jika kecepatan pendinginan berbeda (dalam kondisi tidak setimbang). cold work tool steel. Untuk itu diperlukan suatu diagram yang dapat memberikan informasi struktur mikro yang terbentuk akibat proses pendinginan yang berbeda-beda yaitu diagram TTT (timetemperature-transformation). Adanya perbedaan kecepatan pendinginan pada proses perlakuan panas menyebabkan perbedaan struktur mikro yang terjadi.M7C3. HSS) Meningkatkan ketahanan aus dan memelihara kestabilan pada temperatur tinggi. sumber : Ir.M23C6. Keberadaan unsur paduan pada baja akan menimbulkan terbentuknya karbida seperti M3C. Jurusan Teknik Metalurgi Unjani. diagram S atau diagram C dan atau I-T diagram (isothermaltransformation). Karbida mempunyai kekerasan yang tinggi Banyaknya karbida yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh persentase karbon dan unsur paduan serta tergantung jenis karbida yang akan terbentuk.M6C.     Unsur-unsur paduan banyak digunakan untuk baja-baja perkakas (misalnya hot work tool steel. Kusharjanto.

5. 6. 2. memberikan ketelitian yang sangat tinggi dan fleksibilitas (keluwesan) yang besar. perlakuan panas (heat treatment).Teknik Pembentukan: Dasar-dasar Pembentukan Logam Tujuan utama Proses Manufacturing adalah untuk membuat komponen dengan mempergunakan material tertentu yang memenuhi persyaratan bentuk dan ukuran. Proses pengecoran (casting) Suatu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Proses pengelasan (welding) Proses penyambungan dua bagian logam dengan jalan pencairan sebagian dari daerah yang akan disambung. 1. Surface treatment Proses surface treatment adalah proses perlakuan yang diterapkan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian permukaan logam dengan cara proses thermokimia. 4. proses pembentukan logam (metal forming). ukuran. Proses pemesinan (machining) Proses pemotongan logam disebut sebagai proses pemesinan adalah proses pembuatan dengan cara membuang material yang tidak diinginkan pada benda kerja sehingga diperoleh produk akhir dengan bentuk. Proses deformasi memanfaatkan sifat beberapa material ( biasanya logam ) yaitu . metal spraying. proses pemesinan (machining). Proses perlakuan panas (heat treatment) Heat treatment adalah proses untuk meningkatkan kekuatan material dengan cara perlakuan panas. proses pengelasan (welding). serta struktur yang mampu melayani kondisi lingkungan tertentu. Ada beberapa metoda atau membuat geometri (bentuk dan ukuran) dari suatu bahan yang dikelompokan menjadi enam kelompok dasar proses pembuatan ( manufacturing proces) yaitu : proses pengecoran ( casting). Namun demikian proses ini cenderung menghasilkan sampah dari proses pembuangan material tersebut secara sia-sia. Melihat faktor-faktor diatas maka faktor membuat suatu bentuk tertentu merupakan faktor utama. dan surface finish yang diinginkan. dan proses perlakuan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian permukaan logam (surface treatment). Proses pembentukan logam (metal forming) Proses metal forming adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis. 3. Adanya pencairan dan pembekuan didaerah tersebut akan menyebabkan terjadinya ikatan sambungan. Proses pemesinan atau lebih spesifik lagi proses pembuangan material (material removal proces).

pelurusan. kotak – kotak dengan dinding tegak atau miring 5. sheet. Tegangan yang diperlukan untuk mendapatkan deformasi tersebut dapat berupa tarikan (tension). Komponen lengkungan tunggal. 2. Cara lain untuk menggolongkan proses pembentukan lembaran logam adalah dengan menggunakan operasi khusus seperti pelengkungan. tergantung pada kontur produk – produk. 3.termasuk komponen dengan flens rentang dan flens susut. pengguntingan. geser sederhana (simple shearing). Ingat dalam proses pengecoran. dan rod. pembentukan lembaran biasanya dilakukan dalam bidang lembaran itu sendiri oleh tegangan . geseran (shear) atau kombinasi dari beberapa jenis tegangan tersebut. komponen ceruk dangkal – termasuk bentuk pinggan. Peralihan dari proses pembentukan dengan tangan ke metode produksi besar – besaran menjadi faktor penting dalam meningkatan standar kehidupan selama periode tersebut. Deformasi yang diberikan dapat berupa aliran curah (bulk flow) dalam 3 dimensi. galur (beaded). surface finish. ekstrusi. Bagian lengkung 4. 1. Kemampuan untuk menghasilkan berbagai bentuk dari lembaran logam datar dengan laju produksi yang tinggi merupakan merupakan kemajuan teknologi yang nyata. Dengan menggerakkan material secara sederhana ke bentuk yang kita inginkan ( sebagai lawan dari membuang bagian yang tidak diperlukan ). bentuk – bentuk timbul dan bentuk – bentuk berkerut. sheet metal forming dan sebagainya. suatu bentuk dihasilkan dari bahan lembaran datar dengan cara peregangan dan penyusutan dimensi elemen volume pada tiga arah utama yang tegak lurus sesamanya. Sachs membagi komponen – komponen lembaran logam menjadi 5 katagori. temperature. mesin-mesin dan perkakas yang diperlukan harganya mahal sehingga jumlah produksi yang besar merupakan alasan pokok untuk membenarkan pemilihan proses ini. maka sedikit atau bahkan tidak ada material yang terbuang sia-sia. toleransi. tekan (compression). Komponen ceruk dalam – termasuk cawan. Kegunaan material logam dalam masyarakat modern ditentukan oleh mudah tidaknya material tersebut dibentuk (forming) kedalam bentuk yang bermanfaat.kemampuannya “mengalir secara plastis “ pada keadaan padat tanpa merusak sifat-sifatnya. penarikan dalam. Pada dasarnya. Di samping itu. Bentuk-bentuk dasar ini kemudian mengalami proses deformasi lebih lanjut sehingga diperoleh kawat (wire) dan myriad ( berjenis – jenis) produk akhir yang dihasilkan melalui tempa (forging). Perlu dicatat berbeda dengan proses deformasi pembentukan benda secara keseluruhan. perentangan. tekuk sederhana atau gabungan (simple or compound bending) atau kombinasi dari beberapa jenis proses tersebut. Bentuk yang diperoleh merupakan hasil penggabungan dari penyusutan dan peregangan lokal elemen volume tersebut. Komponen flens yang diberi kontur. strand dan slabs direduksi ukurannya dan diubah ke dalam bentuk-bentuk dasar seperti plates. Namun demikian biasanya gaya yang diperlukan cukup tinggi. Hampir semua logam mengalami deformasi sampai pada tingkat tertentu selama proses pembuatannya menjadi produk akhir. Usaha telah dilakukan untuk menggolongkan berbagai macam bentuk yang mungkin pada pembentukan logam menjadi beberapa kelompok tertentu. Kecepatan.

daya hantar yang baik dan pengubahan bentuk yang mudah. susut tebal hendaknya dihindarkan karena dapat terjadi penciutan dan akan kegagalan mengakibatkan kegagalan dalam proses pembuatan produk. maka perlu dilakukan proses pemurnian sehingga didapat logam bukan besi murni. Indonesia merupakan negara penghasil bukan besi meliputi: timah putih. Magnesium tahan terhadap korosi dalam lingkungan udara biasa akan tetapi dalam air laut ketahan korosinya dibawah baja biasa. . Secara umum dapat dikatakan bahwa makin berat suatu logam bukan besi makin baik daya tahan korosinya. Logam bukan besi umumnya sulit dilas. Kebayakan logam bukan besi tahan terhadap korosi ( air atau kelembaban ). pada permukaan terbentuk lapisan oksida yang melindungi alumunium dari korosi selanjutnya. Disamping itu warna asli logam bukan besi ialah kuning. Pada proses pembentukan lembaran. PELEBURAN Logam bukan besi ( nonferrous )tidak ditemukan sebagai logam murni dialam bebas biasanya terikat sebagai oksida dengan kotoran-kotoran membentuk bijih-bijih. Proses Pembuatan Logam Non Ferro Kurang lebih 20% dari logam yang diolah menjadi produk industri merupakan logam bukan – besi. SIFAT LOGAM BUKAN BESI Salah satu sifat logam bukan besi yang menjadi ciri khas adalah berat jenis.tarik. Alumunium merupakan pengecualian. sedang kemampuan pengecoran. Ciri logam bukan besi ialah: daya tahan terhadap korosi. Gaya tekan pada bidang lembaran hendaknya dihindari karena ini akan menyebabkan terjadinya pelengkungan. abu-abu perak menambah nilai estetika logam tersebut. tembaga. pemesinan dan pembentukan berbeda-beda. nikel alumunium. pelipatan dan keriput pada lembaran tadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful