P. 1
Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

Pengertian Sejarah Pendidikan Islam

|Views: 193|Likes:
Published by Alfian Faisal

More info:

Published by: Alfian Faisal on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2015

pdf

text

original

PENGERTIAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM Pengertian sejarah secara etimologi yaitu dari bahasa arab “syajara” yang berarti

“terjadi”, atau “syajarah” berarti “pohon” atau “syajarah al nasab” yang berarti pohon silsilah. Dari bahasa latin dan Yunani sejarah beasal dari kata historia, yang berarti orang pandai. Menurut Zuhairini kata sejarah dari bahasa Arab disebut tarikh, secara etimologi berarti ketentuan masa dan perhitungan tahun. Yang dimaksud ilmu tarikh adalah suatu pengetahuan yang gunanya untuk mengetahui keadaankeadaan atau kejadian-kejadian yang telah lampau maupun yang sedang terjadi dikalangan umat. Variabel sejarah ada 3 yaitu peristiwa atau fakta, tersimpan, terjadi dimasa lampau dan adanya efek dimasa sekarang. Definisi sejarah pendidikan islam adalah kata pendidikan. Pendidikan dalam arti luas adalah bimbingan yang dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri, seseorang terhadap orang lain atau oleh lingkungan terhadap seseorang. Pendidikan dalam arti sempit adalah bimbingan yang dilakukan seseorang yang kemudian disebut pendidik, terhadap orang lain yang kemudian disebut peseta didik. Sejarah pendidikan islam adalah proses pewarisan dan pengembangan budaya umat manusia dibawah sinar bimbingan ajaran islam, yaitu yang bersumber dan berpedomankan ajaran islam. OBJEK DAN METODE MEMPELAJARI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM 1. Objek Sejarah Pendidikan Islam Objek sejarah pendidkan islam adalah fakta tentang tujuan pendidikan, materi pendidikan, metode pendidikan, pendidik, peserta didik, media pendidikan, evaluasi, lembaga pendidikan dan lingkungan pendidikan sejak proses pendidikan yang diselengggarakan oleh nabi Muhammad Saw. 2. Metode Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam Metode mempelajari sejarah pendidikan islam ada 2 yaitu metode deskriptif, komparatif, analisis sintesis. Metode deskriptif dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan-keadaan nyata yang ditujukan untuk menggambarkan sifat suatu keadaan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu dan hanya mengukur apa adanya. Tujuan metode deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta , sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Metode komparatif untuk mengidentifikasi atau membedakan fakta yang satu dengan fakta yang lain, berusaha mengidentifikasi hubungan sebab akibat, dan membedakannya antara fakta yang satu dengan fakta yang lain dan kemudian berusaha mengobservasi pengaruh atau akibatnya terhadap atau beberapa fakta selanjutnya.

yang diwarnai dengan berkembangnya ilmu-ilmu haliyah 3. yang diwarnai oleh berkembangnya ilmu aqliyah dan timbulnya madrasah. Periode kejayaan pendidikan islam. memisahkan dan membedakan komponenkomponen atau elemen-elemen suatu fakta. serta memuncaknya perkembangan kebudayaan islam. yaitu sejak jatuhnya Baghdad sampai jatuhnya Mesir ketangan Napoleon. Memilki sikap positif terhadap perubahan-perubahan dan pembaharuan-pemabaharuan sistem pendidikan islam PERIODISASI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM Periodisasi pendidikan islam dibagi menjadi 5 periode. yang ditandai dengan runtuhnya sendi kebudayaan islam dan berpindah pusat pengembangan kebudayaan ke dunia barat 5. Periode kemunduran pendidikan islam. zaman Khulafaur Rasyidin. dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada tidaknya kontradiksi. yaitu: 1. konsep. pendapat. 4. Dengan mempelajari sejarah pendidikan islam . maka dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. yang ditandai dengan gejala kebangkitan kembali umat dan kebudayaan islam. Pendidikan islam di Indonesia pada awalnya masuknya islam ke Indonesia . umat islam dapat meneladani proses pendidikan semenjak zaman kerasulan Muhammad Saw. atau kesimpulan. zaman ulama-ulama besar dan para pemuka pendidikan islam. yang berlangsung pada zaman nabi Muhammad Saw 2. yang berlangsung sejak permulaan daulah Abbasiyah sampai dengan jatuhnya Baghdad.Metode analisis berarti cara untuk mengidentifikasi. Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam sejak zaman lahirnya sampai masa sekarang 2. Periode pembinaan pendidikan islam. Kegunaan studi sejarah pendidikan islam itu adlah untuk : 1. guna memecahkan prblematika pendidikan islam pada masa kini 3. yang berlangsung sejak penduduk Mesir oleh Napoleon sampai masa kini. yang berlangsung sejak nabi Muhammad Saw wafat sampai akhir bani Umayyah. KEGUNAAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM Sejarah pendidikan islam memiliki kegunaan sebagai faktor keteladanan. Periode pembaharuan pendidikan islam. Mengambil manfaat dari proses pendidikan islam. Apabila periodisasi sejarah pendidikan islam di Indonesia didasarkan pada periodisasi sejarah islam di Indonesia. hipotesa. asumsi. Periode pertumbuhan pendidikan islam.

Para pemberontak tersebut . seperti adab masuk rumah orang 4. Pendidikan islam di Indonesia pada masa reformasi MATERI DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN DAN BANI UMAYYAH Intisari ajaran islam adalah apa yang termaktub dalam Alquran . Pendidikan ibadah 3. Mengajarkan Alqur’an Untuk memudahkan pengajaran Alqur’an bagi kaum muslimin yang tidak berbahasa arab. Hal yang berhubungan dengan manusia c. Pendidikan tauhid atau keimanan 2. Pendidikan islam di Indonesia pada masa kemerdekaan 6. Hal yang berhubungan dengan rumah tangga b. Hal yang berhubungan dengan hukum pidana. Belanda dan Jepang 5. Serta timbulnya nabi-nabi palsu pada awal kekhalifahan Abu bakar. sedangkan hadist atau sunnah Rasulullah yang merupakan penjelasan dari apa-apa yang dimaksudkan oleh Alqur’an. Pendidikan akhlak. Pendidikan kesehatan (jasmani) 5. Diantara materi pelajaran yang esensi yang diajarkan oleh mereka sebagaimana yang telah dilakukan oleh nabi Muhammad Saw. yaitu: 1.2. Hal yang berhubungan dengan ekonomi dan pemerintahan 1. ta’zir d. Pendidikan islam di Indonesia pada masa pengembangan 7. Pendidikan islam di Indonesia pada masa berdirinya kerajaan-kerajaan islam 4. PENDIDIK DAN PSERTA DIDIK PADA MASA AL KHULAFAUR RASYIDIN DAN BANI UMAYYAH 1. maka guru Alqur’an telah mengusahakan antara lain: 1) Mengembangkan cara membaca Alqur’an dengan baik 2) Meneliti cara pembacaan Alqur’an yang telah berkembang pada msa itu 3) Memberikan tanda-tanda baca dalam tulisan mushaf sehingga menjadi mudah dibaca dengan benar 4) Memberikan penjelasan tentang maksud dan pengertian yang dikandung oleh ayat-ayat Alquran yang diajarkan yang kemudian berkembang menjadi ilmu tafsir LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM. Latar Historis Suatu peristiwa penting dalam sejarah pendidikan islam dimasa setelah nabi Muhammad Saw wafat adalah peristiwa pemberontakan dari orang-orang murtad yang enggan membayar zakat. Pendidikan syariah yang berhubungan dengan masyarakat Yaitu: a. Pendidikan islam di Indonesia pada masa pengembangan islam di Indonesia 3. seperti Qishash. Pendidikan islam di Indonesia pada masa penjajahan Portugis.

Madrasah 1) Madrasah Mekkah Guru pertama yang mengajar di mekkah ialah Muadz bin Jabal. Diantara guru madrasah Basrah yang terkenal Hasan Al basyri dan Ibnu Sirin. Masjid b. Ubadah dan Abu Al darda. Ali bin Abi Thalib mengurus masalah politik dan urusan pemerintahan sedangkan Abdullah bin Mashud sebagai guru agama. Ali bin Abi thalib. Sedangkan Anas bin Malik termasyur dalam ilmu hadist. Ia mengajarkan Alquran serta hukum-hukum halal dan haram pada masa khlifah Abdul Malik 2) Madrasah Madinah Madrasah madinah ini lebih termashur. Hasan Basryi terkenal sebagai seorang ahli fiqih. Dan disana pula banyak tinggal sahabat-sahabat nabi Muhammad Sw. Ia dianggap sebagai perintis madzhab ahli sunnah dalam lapangan ilmu kalam 4) Madrasah Kuffah Sahabat yang tinggal di Kuffah ialah Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Mashud. Ketiga guru itu mendirikan madrasah di syam. Abu Musa terkenal sebagai ahli fiqih. maka Umar bin Khattab mengirimkan 3 orang guru agama ke negeri itu. Mu’adz bin Jabal di Palestina dan Ubadah di Hinis. Zaaid bin Tsabit dan Abdullah bin Umar.adalah dari kalangan orang-orang baru masuk islam yang belum mantap keislamannya. Umar bin Khattab dan Ustman bin Affan. Yaitu. 6) Madrasah Fustat (mesir) . karena disanalah tempat khalifah Abu bakar . Majlis d. ahli pidato dan kisah dan ahli pikir dan ahli tasawuf. Ibnu Mashud adalah utusan resmi khalifah Umar untuk menjadi guru agama di kuffah 5) Madrasah Damsyik (syam) Setelah negeri syam menjadi sebagian negara islam dan penduduknya banyak memeluk agama islam. Mereka masih perlu mendapatkan bimbingan lebih lanjut dalam melaksanakam ajaran –ajaran islam 2. Mereka mengajarkan Alqur’an dan ilmu agama di negeri syam pada tiga tempat. hadist dan Alqur’an. Pusat-pusat Pendidikan Islam Diantara pusat-pusat pendidikan yang berdiri pada masa Khulafaur Rasyidin dan Bani Umayyah: a. Diantaranya sahabat yang mengajar di madrasah madinah ini adalah Umar bin Khattab. 3) Madrasah Basrah Sahabat yang terkenal di Basrah adalah Abu Musa Al Asy ari dan Anas bin Malik. Kuttab c. Abu Darda di Damsyik. yaitu Mu’adz bin Jabal.

Hadist-hadist yang telah diajarkan oleh guru-guru di mekkah. Melawat kian kemari dan begitulah seterusnya. kadang-kadang tidak dikenal oleh guru di Mesir. Abdullah bin Umar di Madinnah 2. pelajar-pelajar tidak mencukupkan belajar pada seorang ulama di negeri tempat tinggalnya melainkan mereka melawat kekota yang lain untuk melanjutkan ilmunya. Perkembangan Pola Ijtihad Secara umum. Pelajar-pelajar mesir melawat ke Madinah. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN YANG MENGIRINGI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ISLAM PADA AWAL KHULAFAUR RASYIDIN DAN BANI UMAYYAH 1.. Penyempurnaan penulisan Alqur’an 4. Dengan demikian dunia ilmu pengetahuan tersebar keseluruh kota-kota di negeri islam. yaitu hadist yang berisi tentang dialog Raulullah dengan Muadz bin Jabal ketika diutus Rasulullah ke Yaman untuk menyebarkan ajaran islam dan menjadi pemimpin disana Petunjuk nabi Muhammad Saw dalam memberikan keputusan hukum tersebut adalah pertamatama hendaknya dicari ketetapan hukumnya dalam Alqur’an. pelajar madinah melawat ke kuffah. Pola ahlu-al-hadist b. Penulisan Hadist . Dalam hal ini ada hadist nabi Saw yang mashur yang menjadi dasar bahwa Rasulullah telah mengajarkan cara mengambil keputusan. Akibatnya hadisthadist yang diajarkan oleh ulama di Madinah. maka gunakanlah akal pikiran (ijtihad) untuk memberikan ketentuan hukum. Mereka pun mempunyai keahlian ilmiah yang berbeda-beda dan kepribadian yang berlainan. dan jika tidak pula terdapat . Perkembangan Pola Pemikiran Islam a. jika tidak terdapat hendaknya dicari dalam Sunnah atau hadist.Dalam praktek pendidikan pengajaran agama pada awal masa pertumbuhan . Mereka adalah pendiri-pendiri madrasah pada tiap-tiap kota itu. Pola pemikiran yang bersifat skolastik b. misalnya kadang-kadangg tidak dikenal oleh ulama di Kuffah. ulama-ulama sahabat tersebar keseluruh kota-kota di negeri islam yang terus bertambah luas. pelajar Kuffah melawat ke Syam. Abdullah bin Abbas di Mekkah 4. Abdullah bin Amr bin Al Ash di Mesir Empat orang Abdullah ini besar sekali jasanya dalam mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada murid-muridnya. Pola ahlal-ra’yu 2. Oleh karena itu. Abdullah bin Mas’ud di Kuffah 3. Setengah dari mereka pun tidak menghafal semua hadist nabi. Rasulullah sudah memberikan pedoman dan pembelajaran tentang bagaimana cara memberikan keputusan hukum terhadap masalah-masalah baru yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Pola pemikiran yang bersifat rasional c. Para sahabat nabi tidak menghafal semua perkataan nabi Muhammad dan tidak melihat semua perbuatannya. Yang termasyur diantara mereka adalah: 1. a. Pola pemikiran yang bersifat bathiniyah dan intuitif 3.

pelajarannya adalah: 1. Ilmu falak 3. sebelum datangnya islam kuttab telah ada di negeri arab. Pokok-pokok nahwu dan sharaf ala kadarnya b. Membaca Alqur’an dan menghafalnya 2. shalat. Perkembangan ilmu dan sastra 6. puasa. Pokok-pokok agama islam. Bahasa Arab dan kesusastraanya 9. dsb 3. seperti cara berwudhu. Membaca dan menghafal syair-syair atau natsarl (prosa) 6. Diantara penduduk Mekkah yang mula-mula belajar menulis . kebudayaan islam berkembang pesat. Ilmu-ilmu pasti c. Tarikh (sejarah) 4. Hadist 12. termasuk dalam aspek pendidikan islam. kedokteran 6. Jurusan ilmu-ilmu agama dan bahasa serta sastra arab atau disebut ilmu-ilmu naqliyah 2. Ilmu-ilmu alam 5. Kisah atau riwayat orang-orang besar islam 5. Fiqih 10. Nahwu/sharaf/balagoh 13. Perkembangan ilmu pengetahuan TUJUAN DAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYYAH 1. Tujuan kemasyarakatan c. Berhitung 7. yaitu: 1. Menulis 4. atau disebut ilmu aqliyah LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM NON FORMAL PADA MASA BANI ABBASIYYAH Pada masa Abbasiyyah. Tujuan Pendidikan Islam pada Masa Bani Abbasiyyah Pada masa Abbasiyyah tujuan pendidikan ada bermacam-macam. Alqur’an 8. Tujuan kebendaan 2. yaitu: a. Tafsir 11. dibagi 2 jurusan. Lembaga-lembaga pendidikan islam non formal yang berkembang pada masa ini adalah: 1. Kurikulum Pendidikan Islam pada Masa Bani Abbasiyyah a. Jurusan ilmu-ilmu umum. musik 7. Kurikulum pendidkan dasar (kuttab). pelajarannya adalah: 1. Kuttab / Maktab Kuttab adalah tempat belajar menulis. Kurikulum pendidikan tinggi Rencana pelajaran pada perguruan tinggi islam. Kurikulum pendidikan menengah. bahkan pada masa ini merupakan masa kejayaan pendidikan islam. Cinta kepada ilmu pengetahuan serta senang dan merasa lezat memperoleh ilmu d. walaupun belum banyak dikenal. Tujuan keagamaan dan akhlak b.5. mantiq 2.

Badiah Badi’ah adalah dusun-dusun tempat tinggal orang-orang arab (baduy) yang tetap mempertahankan kemurniian bahasa arab. Pendidikan Rendah di Istana Pendidikan rendah di istana didirikan atas pemikiran khalifah dan keluarganya serta para pembesar istana bahwa pendidikan itu diselenggarakan untuk menyiapkan anak didik agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya kelak setelah ia dewasa. 7. Guru yang mengajar pada pendidikan rendah diistana disebut “muaddib” karena berfungsi mendidik budi pekerti dan mewariskan kecerdasan dan pengetahuan-pengetahuan orang-orang dahulu kepada anak-anak pejabat. 2. bahkan sangat memperhatikan kefasihan berbahasa. Ya’kub ibnu Killis. Al Ghozzali. dll. pujangga dan ahli-ahli ilmu pengetahuan lainnya. Diantara rumah ulama terkenal yang menjadi tempat belajar adalah rumah Ibnu Sina. Rumah-rumah para ulama Rumah-rumah para ulama dan para ahli ilmu pengetahuan menjadi tempat belajar dan tempat pengembangan ilmu pengetahuan. Majlis atau saloon kesusastraan Yang dimaksud dengan majlis atau saloon kesusastraan adalah majlis khusus yang diadakan khalifah untuk membahas berbagai macam ilmu pengetahuan. Toko-toko Kitab Pada mulanya toko-toko kitab berfungsi sebagai tempat berjual beli kitab-kitab yang telah ditulis. Ba’diah merupakan sumber bahasa asli dan murni. 5. kemudian bertambah lagi fungsinya sebagai tempat berkumpulnya para ulama. tetapi juga membahas berbagai macam ilmu pengetahuan (majlis ilmu pengetahuan) dan berbagai kesenian (majlis kesenian) 6. Pada majlis ini tidak hanya membahas dan mendiskusikan masalah-masalah kesusastraan saja. Rumah sakit ini fungsinya bukan hanya sebagai tempat merawat dan mengobati orang-orang sakit. untuk berdiskusi. Wazir khalifah Al Aziz billah Al fatimy. . Ali Ibnu Muhammad Al fashih.huruf arab ialah: Sufyan ibnu Umayyah ibnu Abdu Syam dan Abu Qais ibnu Abdi Manaf ibnu Zuhroh Ibnu Kilat. berdebat dan bertukar pikiran dalam berbagai masalah ilmiah. 4. tetapi juga mendidik tenaga-tenaga yang berhubungan dengan perawatan dan pengobatan. 3. Rumah sakit Pada masa ini banyak didirikan rumah sakit untuk mewujudkan kesejahteraan umat islam. disebabkan karena ulama dan para ahli itu tidak mungkin memberikan pelajaran di masjid.

Sebagai pusat komunikasi sesama muslim LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM FORMAL PADA MASA BANI ABBASIYYAH 1. tahap masjid khan dan tahap madrasah . berkembang beberapa teori yang secara sepintas berbeda satu sama lain. diantaranya: a. 9. india. bahkan berbagai buku terjemahan dari bahsa yunani. yaitu: 1. Masjid Pada masa bani abbas masjid dilengkapi berbagai macam sarana dan fasilitas untuk pendidikan. 8. madrasah memegang peranan penting sebagai institusi tempat belajar umat islam selama pertumbuhan dan perkembangannya. selain itu berkembang juga perpustakaan-perpustakaan umum yang diselenggarakan oleh oleh pemerintah. Jadi fungsi masjid disini ada 3. tempat berdiskusi dan munazharah berbagai ilmu pengetahuan. ia mengajukan teori. persia. Pengertian Madrasah Madrasah merupakan isim makan dari fi’il mady “darasa” yang mengandung arti tempat atau wahana untuk mengenyam proses pembelajaran. Perpustakaan Pada zaman ini para ulama dan sarjana memiliki perpustakaan-perpustakaan pribadi. tetapi melalui tahapan perantara. Maksud madrasah disini adalah lembaga pendidikan tinggi yang secara luas berkembang di dunia islam pada masa klasik sebelum era universitas. Merupakan salah satu perpustakaan islam yang lengkap. tempat pendidikan anak. Tempat berkomunikasi dengan tuhan 2. Tempat pengajian para ulama. yaitu tahap masjid. bahwa asal pertumbuhan madrasah adalah hasil perkembangan dari tiap tahap.juga diadakan berbagai penelitian dan percobaan dalam bidang kedokteran dan obat-obatan dan juga merupakan tempat praktikum sekolah kedokteran. Mengenai transformasi dari masjid ke madrasah. yang didalamnya berisi buku-buku ilmu agama islam dan bahasa arab. Latar Belakang Berdirinya Madrasah Sistem pengajaran dan pendidikan yang telah berlangsung di masjid-masjid kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan formal dalam bentuk sekolah-sekolah. Bahkan dalam kajiannya lebih terfokus pada madrasah Nizhamiyah. yaitu masjid-masjid. Sebagai lembaga pendidikan 3. George Maqdisi berpendapat bahwa perpindahan lembaga pendidikan islam dari masjid ke madrasah terjadi secara tidak langsung. Dalam sejarah pendidikan islam. 2. Masjid juga dilengkapi ruang perpustakaan. qibty dan aramy. contohnya Baitul Hikmah di Baghdad yang didirikan oleh khalifah Harun Al Rasyid.

dan juga berharap mendapatkan ampunan dan pahala dari Allah. yaitu:    Abi Ishaq Al Ifriyani (wafat 418 H) adalah orang pertama yang mendirikan madrasah di naisabur (Iran) Abu Hasan Al Baihaqiyah (wafat 414 H) adalah pendiri pertama madrasah Baihaqiyah sekitar tahun 400 H lebih tua dari madrasah yang didirikan Abi Ishaq Al Ifriyani Abi Ishaq bin Ibrahim adalah pendiri madrasah mizan dahiya yang lebih dulu berkembang sekitar dua abad sebelum lahirnya madrasah Nishamiyah . melainkan sesuatu yang baru yaitu setelah 400 tahun sesudah hijriyah dan madrasah juga merupakan prestasi abad ke-5 H. 1999:57) c. Al Maqrizy dalam karyanya Itti’adz Al Hunafa bi Akhbar Al Aimmah Al Fatimiyyin Al khulafa berpendapat bahwa madrasah dalam islam tidak dikenal pada masa sahabat dan tabiin. Faktor-faktor Pendirian Madrasah Diantara faktor-faktor yang menyebabkan berdirinya sekolah-sekolah di luar masjid adalah a. Maksum memandang teori ini menarik karena mempertimbangkan lembaga. Dengan berkembang luasnya ilmu pengetahuan. Khalaqoh-khalaqoh (lingkaran-lingkaran) untuk mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan. diperlukan khalaqoh-khalaqoh yang banyak. 2) Para pembesar negara yang hidup dalam kemewahan. Ada 4 hal yang perlu diklarifikasi tentang kehadiran madrasah sebelum lahirnya madrasah Nizhamiyah. Asal usul Madrasah Muhammad Abdurahman Ghanimah. antara lain yaitu: 1) Pada masa turki dalam pemerintahan Bani Abbasiyyah tujuannya untuk mempertahankan kedudukan dan menarik hati kaum muslimin. yang tidak mungkin seluruhnya tertampung dalam masjid Disamping itu ada faktor-faktor lain yang mendorong para penguasa dan pemegang pemerintahan untuk mendirikan sekolah-sekolah sebagai bangunan yang terpisah dari masjid. masjid khan sebelum lembaga-lembaga madrasah berkembang secara luas pada abad pertengahan (maksum. Namun banyak juga bukti yang nyata bahwa madrasah telah berdiri sejak abad ke-4 H. 4.b. tidak memakai lembaga perantara (ahmad syalabi.19544: 257-259) 3. karena mereka telah membelanjakan dan mewakafkan harta bendanya dijalan Allah. Hal ini terbukti dengan didirikannya madrasah pertama pada abad ke-5 H (11 M) yaitu madrasah Nizhamiyahyang didirikan pada tahun 457 H oleh Nizham Al mulk. Ahmad syalabi mengemukakan bahwa perkembangan dari masjid ke madrasah terjadi secara langsung. baik agama maupun umum. yang didalamnya juga terjadi diskusi dan perbedaan yang ramai yang tidak jarang mengganggu orang-orang beribadah didalam masjid b. mereka mendirikan sekolah untuk mendapatkan simpati rakyat.

Eksistensi dan Pengaruh Madrasah Madrasah mempunyai pengaruh yang luas dan monumental. Madrasah sering disebut sebagai lembaga tradisional. secara historis mengambil banyak keuntungan dari tradisi madrasah (maksum. Pengajar dimadrasah adalah para ulama yang merupakan panutan dan pembela masyarakat dan dalam pemerintahan sebagai penasihat dan pemberi legitimasi Pada era modern. Menandai runtuhnya sendi-sendi pendidikan dan kebudayaan islam. karena posisi madrasah sering disebut sebagai lembaga tradisional. amir-amir) melalaikan dan tidak memberi kesempatan untuk berkembang terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan c. madrasah masih tetap eksis. Al ghozali telah berlebihan dalam memasukan filsafat islam yang bercorak sufistik kedalam alam islami timur dan sisi lain Ibnu Rusyd telah berlebihan dalam memasukan filsafat islamnya yang bersifat rasional ke dunia islam barat b. bahkan Al-dailami sebagaimana yang dikutip oleh maksum dari Abd AlGhani Abud mengemukakan bahwa pendidikan universitas-universitas dibarat adalah sebagai inspirasi dan pengaruh madrasah (nizhamiyah). Ajaran yang diberikan dalam madrasah ialah ajaran sunni c. sultan. Satu sisi. Kemunduran Pendidikan Islam Pikiran islam menurun setelah abad ke XIII dan terus melemah sampai abad ke XVIII M. sebabsebab melemahnya pikiran islam antara lain: a. Musnahnya lembaga pendidikan dan semua buku-buku ilmu pengetahuan dari kedua pusat . 1999: 75) Secara sosial keagamaan. terutama para pemerintahnya (khalifah. madrasah diterima masyarakat muslim pada waktu itu karena dilihat dari beberapa aspek. yaitu: a. eksistensinya menjadi dipertanyakan ketika kerikulumnya masih di monopoli oleh ulum al naqliyah (islamic sciences). Tradisi akademik barat. Umat islam. Materi yang diajarkan adalah fiqih yang mereka anggap merupakan kebutuhan masyarakat dalam rangka hidup dan kehidupan yang sesuai dengan ajaran dan keyakinan mereka b.2004: 61) 5. Sehingga menimbulkan kehancuran yang mengakibatkan berhentinya kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan didunia islam Kehancuran totalnya adalah yang dialami kota Baghdad dan granada sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan islam. KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM DIPENGHUJUNG MASA BANI ABBASIYYAH DAN POLA PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM 1. Terjadinya pemberontakan-pemberontakan yang dibarengi dengan serangan dari luar. Naji Ma’ruf menyatakan bahwa di khurasan telah berkembang 165 tahun sebelum lahirnya madrasah Nizhamiyah (Arma’i Arief. karena posisi madrasah yang menaruh jarak dengan sains modern. namun demikian.

terutama dalam bidang intelektual dan material. baik sistem maupun isi pendidikannya. kemudian dicanangkan kembali oleh Jamaluddin Al Afgani dan Muhammad Abduh (akhir abad 19 M). Pola pembaharuan pendidikan islam yang berorientasi pada kekayaan dan sumber budaya bangsa masing-masing dan yang bersifat nasionalisme Golongan nasionalis ini. Muhammad Ali Pasya di Mesir pada tahun 1805-1848 M b. Sultan Mahmud II di turki Usmani pada tahun 1807-1839 M 2. berusaha untuk memperbaiki kehidupan umat islam.pendidikan di bagian timur dan barat dunia islam. ketiga pola tersebut adalah: a. Usaha pendidikan modern berorientasi pada tiga pola pemikiran (islam murni. Pola pembaharuan ini dirintis oleh Muhammad bin Abd Al wahab. 2. Dengan memperhatikan situasi dan kondisi objektif umat islam. Bukan semata-mata mengambil unsurunsur budaya barat tetapi mengambil unsur-unsur yang berasal dari budaya warisan bangsa 3. Pola pembaharuan pendidikan islam yang berorientasi kepada pola pendidikan modern eropa Usaha pembaharuan pendidikan islam dalam hal ini adalah dengan jalan mendirikan sekolahsekolah dengan pola sekolah barat. Pola pembaharuan ini dipelopori oleh : 1. Pola pembaharuan pendidikan islam yang berorientasi dan bertujuan untuk pemurnian kembali ajaran islam Pola ini brpandangan bahwa sesungguhnya islam itu sendiri merupakan dsumber bagi kemajuan dan perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan modern. pada dasarnya berpandangan bahwa sumber kekuatan dan kesejahteraan hidup yang dialami oleh barat adalah sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern Usaha pembaharuan dapat diklasifikasikan dalam tiga pola pemikiran pembaharuan pendidikan islam. c. Pola Pembaharuan Pendidikan Islam Golongan yang berorientasi pada pola pendidikan modern dibarat. barat dan nasionalisme) . Akibat Pembaharuan Pendidikan Islam Sebagai akibat dari usaha-usaha pembaharuan pendidikan islam yang dilaksanakan dalam rangka untuk mengejar kekurangan dan ketinggalan dunia barat dalam segala aspek kehidupan. Menyebabkan kemunduran pendidikan diseluruh dunia islam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->