Struktur tubuh LUMUT

ini adalah contoh struktur tubuh tumbuhan lumut yang secara lebih jelasnya Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri atas: 1. Vaginula , kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium. ' 2. Seta atau tangki. ' 3. Apofisis, yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dan kotak spora. 4. Kaliptra atau tudung berasal dari dinding arkegonium sebelah atas menjadi tudung kotak spora. 5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora.

Struktur tubuh PAKU

g. f. Berukuran makroskopik dengan tinggi rata-rata 1-2 cm. ada yang seperti tumbuhan kecil. d. bryon yang berarti “tumbuhan lumut”. dan yang tertinggi berukuran 40 cm. Bentuk lumut yang sering sebenarnya adalah lumut gametofit (lumut yang menghasilkan sel kerlamin/gamet). Tidak memiliki jaringan pembuluh angkut sehingga air dan mineral diperoleh dengan cara difusi oleh setiap bagian tubuhnya. Tumbuhan lumut tidak memiliki akar yang sebenarnya dan melekat pada perantaraan rhizoid (akar semu). b. walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Ciri-ciri dan karakteristik Lumut a. c. oleh karena itu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan bertalus (tallophyta) dengan tumbuhan berkormus (kormophyta). Lumut sporofit (lumut menghasilkan spora) menumpang pada lumut gametofit. serta hidup pada daun-daun (epifil). o Secara Aseksual : membentuk spora yang bersifat haploid. Sel penyusun tubuh merupakan dinding sel yang terdiri dari selulosa. Ada yang berbentuk lembaran. dan memiliki bagian menyerupai batang dan daun serta bagian akar berupa benang (rhizoid). Lumut merupakan tumbuhan sejati. . Mengalami pergiliran keturunan (dari gametofit – sporofit) h Reproduksi seksual dan aseksual o Secara Seksual : membentuk gamet-gamet pada Anteridium (gametangium jantan)dan Arkegonium (gametangium betina). TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA) Lumut (Bryophyta) berasal dari bahasa Yunani. e Memiliki kloroplas dengan pigmen hijau untuk fotosintesis. Lumut memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri).Tumbuhan Lumut (Bryophyta) dan Tumbuhan Paku (Pteridophyta) A. Ada yang berbentuk seperti terompet memanjang atau kapsul bertangkai panjang.

Struktur tubuh Lumut METAGENESIS LUMUT KLASIFIKASI Lumut (Bryophyta) terbagi dalam tiga kelas yaitu: 1. Lumut Hati (Hepaticopsida) .Gb.

Selnya hanya mempunyai satu kloroplas. Tubuh berupa talus yang terbagi menjadi beberapa lobus seperti bentuk hati hewan dan memiliki rhizoid. Bentuk tubuh seperti talus. fragmentaasi maupun dengan gema atau kuncup (struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit) dan reproduksi seksualnya dengan oogami. dan gametofit berupa talus yang lebar. Lumut Tanduk (Anthoceratopsida) a. Contoh Anthoceratopsida : Anthoceros laevis. b. Reproduksi aseksualnya dengan tunas. . 2.Ciri-ciri: a. Riccia nutans. Pertumbuhan sporofit terbatas karena tidak memiliki jaringan meristematik. sporofit berupa kapsul memanjang. Porella. c. tipis dengan tepi berlekuk. gametofitnya membentuk anteridium dan arkegonium yang berbentuk seperti payung. Contoh Hepaticopsida: Marchantia polymorpha. Lunularia sp. c. Rhizoid berada pada bagian ventral. d. b.

Furaria. Ada bagian seperti akar (rhizoid). (Lumut gambut). Sistem transpor bersifat internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah. 1. Memiliki lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat di sekitar organ reproduksi. Sphagnum sp. Pogonatum cirratum. Lumut Daun/Musci (Bryopsida) a. sampai tumbuhan paku di darat yang mencapai tinggi 5 cm. Contoh Bryopsida: Polytricum juniperinum. batang. b. sumber bahan bakar dan sebagai komponen pokok pembentuk tanah gambut di alam yang merupakan gudang penyimpanan CO2 B. Aerobrycis longgisima. MANFAAT TUMBUHAN LUMUT BAGI MANUSIA: Marchantia polymorpha. Sistem ini sma baiknya seperti pengorganisasian transpor air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi. Reproduksi dengan spora dan membentuk gamet. . 2. tumbuhann berspora. 3. TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) Tumbuhan Paku termasuk golongan tumbuhan yang berkormus dan merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana. 2. Untuk mengbati penyakit hepatitis. Sebagai bahan pembalut. 1. dan daun sejati. Bentuk menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Disamping itu tumbuhan paku disebut juga tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut. dan daunb. Ciri-ciri dan karakteristik tumbuhan paku: Memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari 2 cm seperti tumbuhan paku yang hidup mengapung di air.3. dan sudah memiliki akar. batang. Sphagnum sp.

METAGENESIS TUMBUHAN PAKU .4. Tumbuhan paku memiliki kormus. B. Fungsi: o Sporofil: Penghasil spora o Tropofil: untuk fotosintesis. daun paku dibedakan: A. Berdasarkan bentuk dan fungsinya. bermetagenesis. Bentuk: o Makrofil: daun yang berukuran besar o Mikrofil: daun yang berukuran kecil. dan hidup ditempat lembab (bersifat higrofit).

tumbuhan jenis ini memiliki dikotom dan tidak memiliki akar. . (paku purba berdaun kecil) danm Rhynia ( paku purba tak berdaun) 2. Psilophyta (Paku Purba) o Merupakan tumbuhan paku sederhana dan hanya memiliki dua generasi. o Mempunya rhizoma yang menyerupai rambut-rambut kecil yang disebut rhizoid o Tidak memiliki jaringan pengangkut. dan daun. o Menghasilkan spora tunggal (homospor). Lycophyta (Paku Kawat) o Bersifat tumbuhan tropis dan hidup sebagai epifit dan spesies lain tumbuh di lantai hutan di daerah subtropis. yaitu: 1. batng.KLASIFIKASI Tumbuhan Paku dibagi menjadi empat. o Pada generasi sporofit. Contoh: Psilotum sp. spora ini dapat hidup selama lebih dari sembilan tahun di dalam tanah.

Contoh: Equisetum debile. dan Selaginella sp. 3. batang. seperti rawa. o Generasi sporofit bersifat mencolok. o Bersifat homospor. Contoh: Lycopsida sp.o Lycophyta muda yang haploid tidak melakukan fotosintesis. tetapi dapat melakukan fotosintesisdan hidup secara bebas. . o Memiliki daun cil. tetapi bersimbiosis dengan jamur. Sphenophyta (Paku Ekor Kuda) o Kebanyakan jenis ini hidup di tempat basah. o Gametofitnya berukuran sangat kecilo. peristiwa meiosis terjadi pada sporangium dan akan menghasilkan spora haploid. dan akar sejati.

Contoh: Marsilea crenata. o o o o 2. Platycerum bifurcatum. Azolla pinnata 1. yaitu megafil (sistem percabangan pembuluh) dan mikrofil (daun yang muncul dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut). Contoh: Marsilea crenata dan Salvinia natans. Sebagai sayuran. Sebagai pupuk hijau. Contoh: Alsophilla glauca . Contoh: Gleichenia linearis Sebagai tempat untuk menanam anggrek. contoh: Asipidium filix-mas dan Lycopodium clavatum. 3. Adiantum cuneatum. Pterophyta (Paku Sejati) o Banyak terdapat di hutan subtropis maupun daerah tropis o Memiliki daun-daunan yang lebih besar dibanding divisi lainnya. Manfaat tumbuhan paku bagi manusia: Sebagai tanaman hias Platycerum bifurcatum (paku tanduk rusa) Asplenium nidus (paku sarang burung) Adiantum cuneatum (Suplir) Selaginella wildenowii (paku rane) Sebagai bahan penghasil obat-obatan. 5.4. 6. Contoh: Azolla pinnata bersimbiosis dengan Anabaena azollae Sebagai pelindung tanaman di persemaian. 4.

.

.5 Metagenesis pada tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan generasi gametofit. Sedangkan tumbuhan paku yang sering kita lihat merupakan generasi sporofit. Generasi sporofitnya yaitu protalium. Gambar 1. Biasanya kedua generasi ini berbeda morfologinya.Metagenesis merupakan pergiliran daur hidup antara generasi generatif dan generasi vegetatif. Generasi sporofitnya tergantung pada gametofit untuk memperoleh nutrisi. Metagenesis pada tumbuhan yang bisa kita lihat dengan jelas yaitu pada tumbuhan lumut dan paku. Lumut dan paku memiliki generasi generatif yang disebut gametofit dan generasi vegetatif yang disebut sporofit.