P. 1
makalah evolusi

makalah evolusi

|Views: 231|Likes:
Published by zacquee

More info:

Published by: zacquee on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Evolusi merupakan perubahan yang terjadi pada keturunan pada suatu spesies mahluk hidup dalam kurun waktu yang lama menuju ke kesesuaian yang biasanya terbentuk dari suatu populasi (Futuyama, 2005). Perubahan ini termasuk di dalamnya adalah perubahan anatom, materi biokimia, maupun perubahan yang terjadi pada perilaku suatu organisme yang terjadi pada suatu generasi ke generasi jauh di bawahnya. Evolusi juga dapat menyebabkan terjadinya variasi genetik pada suatu populasi yang diawali dengan suatu proses mutasi dan selanjutnya terjadilah suatu proses yang dinamakan dengan seleksi alam (Margulis, 1998). Pencetus teori evolusi yang terkemuka adalah Charles Darwin. Evolusi merupakan suatu bidang dalam keilmuan hayati yang kompleks dikarenakan proses evolusi terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama sehingga tidak dapat diamati secara langsung. Untuk mendukung suatu teori evolusi, diperlukan bukti-bukti yang kuat untuk memperkuat teori tersebut. Namun, setelah proses evolusi terus di[elajari dan dikembangkan, ilmu evolusi dapat dimanfaatkan ke dalam berbagai seperti bidang seperti biologi konservasi, boilogi perkembangan, ekologi, fisiologi, paleontologi, biologi perilaku, pertanian, dan edokteran. Bahkan ilmu evolusi dapat dikembangkan ke dalam bidang lain non-biologi seperti antropologi dan psikologi. Menurut Kutschera dan Niklas (2004), evolusi kerap kali mengalami pertentangan, apalagi setelah dipublikasikannya teori mengenai asalusul mahluk hidup pada tahun 1859 oleh Charles Darwin. Hasil ini banyak diperebatkan dalam bidang sosial, dunia filosof, dan keagamaan tentang apakah evolusi perlu diajarkan atau tidak karena menurut beberapa ahli, ilmu evolusi bertentangan dengan kepercayaan banyak pihak walaupun terus ditemukan bukti-bukti evolusi. Adapun yang menerima ilmu evolusi pada sebagian konteksnya dan menolak konteks yang lain. Koevolusi merupakan salah satu proses evolusi yang menarik karena di dalamnya terjadi hubungan antara dua organisme. Kedua organisme yang berhubungan ini sama-sama mengalami perubahan. Jika perubahan yang terjadi hanya pada salah satu pihak, maka hal tersebut bukanlah merupakan koevolusi. Di dalam makalah ini, akan dipaparkan mengenai koevolusi serta salah satu contohnya yang terjadi pada hubungan antara ngengat Yucca dengan tumbuhan Yucca yang interaksinya terjadi secara mutualisme. Menurut Mayr (2001),

maka di dalamnya akan terjadi suatu proses koevolusi di mana pada akhirnya terjadi kondisi klimaks di mana proses polinasi dapat terjadi dengan berhasil dan sempurna.hubungan mutualisme antara dua spesies di mana salah satu pihak merupakan suatu agen pollinator dan yang lain adalah tumbuhan inang. .

Namun. burung. Perubahan yang terjadi pada suatu spesies di dalam dalam ruang lingkup koevolusi terjadi akibat adanya tekanan selektif pada spesies lain yang berhubungan dengannya. Melalui proses koevolusi. Observasi Darwin mengenai hubungan mutualisme antara anggrek dan inangnya menghasilkan sesuatu yang menarik yang dapat disimpulkan dari hasil penelitian tersebut. koevolusi dapat terjadi akibat adanya hubungan yang terusmenerus. hal ini memperlihatkan dengan sangat jelas bahwa hubungan ini merugikanbagi yang dimangsa. Koevolusi dapat terjadi dalam berbagai ruang lingkup kajian evolusi. Hubungan atara predator dengan mangsanya adalah fenomena di alam yang sudah sering kita temukan. Semua kasus simbiosis mutualisme yang ditemukan di alam terjadi akibat adanya seleksi alam yang pada akhirnya menghasilkan evolusi. Karakter kunci dari koevolusi adalah koevolusi terjadi akibat adanya hubungan antara dua spesies serta koevolusi memperlihatkan keanekaragaman dari adaptasi.BAB II URAIAN II. Pada setiap perubahan yang terjadi.1 Koevolusi Koevolusi merupakan perpanjangan ilmu evolusi yang dapat diartikan sebagai perubahanyang terjadi pada suatu spesies yang disebabkan oleh respon dari interaksi dengan spesies lainnya. atau terjadi secara makroevolusi di mana perubahannya terjadi pada organismenya itu sendiri akibat respon terhadap lingkungannya. pada akhirnya akan membuat keduanya memliki kesintasan yang terus bertambah. hubungan antara parasit dengan inangnya. Mayr (2001) juga memaparkan bahwa hubungan antara tumbuhan benbunga dengan polinatirnya. seperti mikroevolusi yang perubahananya terjadi pada materi genetik yang akhirnya mengacu kepada mutasi. Organisme predator memakan mangsanya untuk memperoleh nutrisi agar ia tetap bertahan hidup. seperti kupu-kupu atau seranga lainnya. karena perubahan terus terjadi hingga mencapai kondisi yang kimaks. seperti hubungan antara predator dengan mangsanya. Menurut Mayr (2001). dari waktu ke waktu. 2008). atau dapat pula hubungan mutualisme antara tumbuhan berbunga dengan polinatornya. atau kelelawar. .. sehingga memengaruhi evolusi dari masing-masing spesies (Patel et al. telah beradaptasi dengan bunga inangnya masing-masing sehingga perubahan yang sedemikian rupa terjadi agar proses polinasi berjalan dengan sempurna.

Siput akan berkoevolusi dengan cangkang yang berkembang mejadi keras. Beberapa organisme dalam suatu populasi memperlihatkan karakteristik tertentu yang menyebabkan kemungkinan untuk dimakan predator menjadi lebih kecil. 2001). Perubahan yang terjadi pada predator dan mangsanya tidak hanya terjadi pada dunia binatang. Dari waktu ke waktu. 2011). Gambar 2. predator akan terus akan mengalami perubahan untuk dapat menangkap mangsanya dengan lebih baik sehingga memperoleh kesintasan tertinggi (Van Thiel. Karakteristik ini memberikan hasil positif pada keturunannya karena semakin lama semakin banyak organisme yang memiliki karakter yang sulit untuk dimakan. Karena perubahan terus terjadi dari tahun ke tahun. 2011). sebagian besar dari variasi genetik tersebut akan terus dipertahankan sepanjang waktu. tetapi juga hubungan herbivore antara hewan dengan tumbuhan di mana koevolusi terjadi pada kedua belah pihak (Anonim 1. Contoh dari kasus koevolusi antara predator dan mangsanya adalah hubungan antara siput dengan predatornya.1 Koevolusi pada hubungan antara predator-mangsa dan parasit-inang (Sumber: Anonim 1. yaitu kepiting pemakan siput. Akan tetapi. Demikian koevolusi terjadi pada predator. Sedangkan. . Hal ini pun terjadi karena proses seleksi alam sehingga timbulah variasi genetic organisme-organisme di dalam suatu populasi.mangsa akan mengalami perubahan sehingga kesintasan mangsa menjadi lebih meningkat. kepiting akan berkoevolusi dengan cara mengembangkan capit yang lebih kuat sehingga memungkinkan untuk dapat menghancurkan cangkang siput (Mayr. ada kalanya sifat yang menguntungkan pada suatu individu dapat merugikan ke generasi berikutnya. Oleh karena itu. karakter individu dalam populasi pun akan bervariasi dari tahun ke tahun. 1994).

Respon tumbuhan akan hal ini adalah membentuk senyawa baru yang bersifat toksin.2 Koevousi yang terjadi pada hubungan mutualisme ngengat Yucca dan tumbuhan Yucca Yucca atau Adam’s Needle merupakan tumbuhan semak yang berasal dari famili Asparagaceae.. kemudian ke daerah barat daya dan negara-negara bagian yang menjadi pusat daerah kering di utara. lalu ke arah timur di semenanjung Meksiko. 2011). Kisaran distribusinya meliputi bagian barat California. 2001). subfamili Agavoideae. organisme herbivor akan mengembangkan suatu enzim yang dapat mendetoksifikasi racun yang dihasilkan oleh tumbuhan. Hubungan timbale balik yang terus terjadi ini dinamakan dengan “evolutionary arm race” (Mayr. Ciri-ciri umum dari tumbuhan ini adalah berwarna hijau.2 Tumbuhan Yucca atau Adam’s Needle (Sumber: Anonim 2.Tumbuhan akan menghasilkan senyawa zat kimia yang bersifat toksik. di padang rumput. Namun. Tumbuhan ini berasal dari daerah yang panas dan kering di Amerika Utara dan Amerika Tengah. kokoh. dengan konsekuensi sang organisme herbivor juga akan mengembangkan enzim baru untuk melawan senyawa toksin baru. bahkan di hutan. . Yucca bersimbiosis mutualisme dengan ngengat Yucca (Chase et al. Hal ini terus-menerus berlangsung. Gambar 2. yang memungkinkan organisme herbivore yang memakannya mengalami keracunan sehingga pada akhirnya tumbuhan tersebut akan survive. berdaun seperti belati dengan ujungnya yang tajam seperti jarum. dapat ditemukan di padang pasir berbatu yang tanahnya tandus. Tumbuhan Yucca telah beradaptasi dengan berbagai macam kondisi iklim dan ekologis. di daerah pegunungan. dan memili bungan yang berwarna putih. seperti alkaloid. II. 2009).

Interaksi mutualisme yang terjadi pada kedua organisme tersebut adalah di mana ngengat Yucca akan membantu polinasi dari tumbuhan Yucca dan ngengat sendiri memperoleh nutrisi dari tumbuhan tersebut. dijadikan suatu gulungan menyerupai bola. Serbuk sari ini sangat lengket sehingga memungkinkannya untuk tetap ada pada pada mulut ngengat. . dan memiliki duri-duri kecil pada sayapnya. ngengat akan terbang ke bunga yang lain. 2011) Hubungan mutualisme yang terjadi antara ngengat Yucca dan tumbuhan Yucca merupakan suatu interaksi mutualisme yang menghasilkan suatu koevolusi. Betinanya akan mengumpulkan serbuk sari dari satu bunga.3 Ngengat Yucca (Sumber: Encyclopedia Brittanica. Seperti telah disebutkan di atas. Masing-masing dari spesies ngengat ini memiliki kesesuaian dengan jenis tumbuhan Yucca tertentu sebagai agen polinatornya. 2004). Larva yang menetas akan memakan sekitar separuh dari sekitar dua ratus bibit yang dihasilkan oleh tanaman. merupakan hewan diurnal. meletakkan empat sampai lima telurnya sambil menyisipkan serbuk sari dalam pembukaan bunga yang dihinggapinya.Ngengat Yucca (genus Tegaticula). (Encyclopedia Brittanica. Bagian yang ditempati telur ngengat merupakan bagian yang tertutup sehingga terhindar dari predator potensialnya. Adaptasi pada kedua spesies akan menghasilkan koevolusi. begitu pun sebaliknya (Hemingway. Tubuhnya kecil. di mana tiap spesies akan mengalami perubahan hingga spesies yang satu bergantung pada spesies lainnya. satu jenis tumbuhan Yucca memiliki satu jenis agen polinator ngengat Yuccanya. 2011). Kemudian. merupakan salah satu dari empat jenis serangga dari famili Prodoxidae. Gambar 2. Kedua belah pihak saling menggantungkan hidup antara yang satu dengan yang lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->