P. 1
Konsep Sehat Sakit Menurut Who

Konsep Sehat Sakit Menurut Who

|Views: 250|Likes:
Published by Hida Nur Aini

More info:

Published by: Hida Nur Aini on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2014

pdf

text

original

KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT WHO

Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).

Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994) :

1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh. 2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal. 3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

SEHAT MENURUT DEPKES RI

Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor faktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. Banyak ahli filsafat, biologi, antropologi, sosiologi, kedokteran, dan lainlain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradap -tasi dengan lingkungan baik secara biologis, psikologis maupun sosio budaya.

UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa :

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit(2).

Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, social budaya, perilaku, populasi penduduk, g enetika, dan sebagainya. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being , merupakan resultante dari 4 faktor(3)yaitu:

1. Environment atau lingkungan. 2. Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua d ihubungkan dengan ecological balance. 3. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya. 4. Health care service berupa program kesehatan yang 5. bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.

Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Tingkah

laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor seperti kelas sosial, perbedaan suku bangsa dan budaya. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis), ergantung dari variabel-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien. Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik, yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia. Pernyataan tentang pengetahuan ini dalam tradisi klasik Yunani, India, Cina, menunjukkan model keseimbangan (equilibrium model) seseoran dianggap sehat apabila unsur - unsur utama yaitu panas dingin dalam tubuhnya berada dalam keadaan yang seimbang. Unsur-unsur utama ini tercakup dalam konsep tentang humors, ayurveda dosha, yin dan yang. Departemen Kesehatan RI telah mencanangkan kebijakan baru berdasarkan paradigma sehat (4).

Paradigma sehat adalah cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, proaktif antisipatif, dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan per - lindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit.

Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan, memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun teta p mengupayakan yang sakit segera sehat. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan daripada mengobati penyakit. Telah dikembangkan pengertian tentang penyakit yang mempunyai konotasi biomedik dan sosio kultural.

Dalam konteks kultural. interpersonal. . dan kultural terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman (1). Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease. Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu.Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa Indonesia. dengan illness dimaksud reaksi personal. sedangkan pasien mengalami illness yang dapat disebabkan oleh disease illness tidak selalu disertai kelainan organic maupun fungsional tubuh. kedua pengertian itu dinamakan penyakit. serta khusus pada interaksi antara beberapa aspek ini yang mempunyai pengaruh pada kesehatan dan penyakit. Di sini tidak dapat diabaikan adanya faktor penilaian atau faktor yang erat hubungannya dengan sistem nilai. Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang membahas pengetahuan sehatsakit pada aspek sosial budaya dan perilaku manusia. apa yang disebut sehat dalam suatu kebudayaan belum tentu disebut sehat pula d alam kebudayaan lain. Dilihat dari segi sosio cultural terdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut.

EPIDEMIOLOGI Rabu. . Namun demikian dalam teori tidak dijelaskan bagaimana kedudukan manusia dalam interaksi tersebut. Latar Belakang Penyakit merupakan salah satu gangguan kehidupan manusia yang telah dikenal orang sejak dahulu. Hippocrates telah mengembangkan teori bahwa timbulnya penyakit disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang meliputi air. maupun proses kejadian. akan menimbulkan penyakit tertentu. dan hitam. Pada kehidupan masyarakat Cina dikenal pula teori terjadinya penyakit yang timbul karena adanya gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh manusia (teori humoral). keseimbangan tersebut. Pada mulanya. Bila terjadi gangguan. 05 Desember 2007 KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI DAN TIMBULNYA PENYAKIT BAB I PENDAHULUAN 1. Icon tersebut masih merupakan dasar dalam sistem pengobatan Cina tradisional. serta tidak dijelaskan tentang faktor lingkungan bagaimana yang dapat menimbulkan penyakit. tanah. yakni cairan putih. Hingga saat ml. Dalam teori ini dikatakan bahwa dalam tubuh manusia ada empat macam cairan. cuaca. masih banyak kelompok masyarakat di negara berkembang yang meng anut konsep tersebut. merah. konsep terjadinya didasarkan pada adanya gangguan makhluk halus atau karena kemurkaan dan yang maha pencipta. Di bin pihak masih ada gangguan kesehatan/ penyakit yang belum jelas penyebabnya. (tergantung pada jenis cairan mania yang bersifat dominan. dan lain sebagainya. Hingga hunt ml. kuning. Pada tahap berikutnya. udara.

Teori ini terutama pada abad pertengahan dan pada waktu itu lebih mengarah pada kebersihan lingkungan terhadap sisa-sisa peninggalan makhluk hidup. Dan pada saat ini. dan pada umumnya terdiri dari berbagai faktor yang saling kiat mengkait. sehingga konsep penyebab penyakit beralih ke jasad renik Perkembangan selanjutnya mengantar para ahli ke arah hormonal yang semakin berkembang. Contoh pengaruh teori tersebut adalah timbulnya penyakit malaria yang di kira karena sisa-sisa pembusukan binatang dan tumbuhan yang ada di rawa-rawa (malaria artinya daerah yang jelek) dan masih ada masyarakat yang tetap menganut teori tersebut. terjadi perubahan yang cukup besar dalam konsep terjadinya penyakit. sehingga meninggalkan pengotoran udara dun lingkungan sekitarnya. teori tentang faktor penyebab penyakit tidak dapat dipisahkan dengan berbagai faktor yang berperan dalam proses kejadian penyakit yang dikembangkan melalui teori ekologi lingkungan yang didasarkan pada konsep bahwa manusia berinteraksi dengan berbagai faktor penyebab dalam lingkungan tertentu dan pada keadaan tertentu akan menimbulkan penyakit yang tertentu pula. . orang mulai optimis dalam menghadapi berbagai penyakit dengan antibiotika. Ternyata setelah penyakit menular mulai dapat di atasi pada negara-negara maju. dan lain sebagainya. muncullah masalah berbagai penyakit menahan/tidak menular yang unsur dan faktor penyebabnya sangat berkaitan erat dengan faal tubuh. sistem imunitas. Akhirnya pada abad-abad selanjutnya. dengan didapatkannya mikroskop. Pada saat itu. mutasi dan sifat resistensi tubuh.Kemudian berkembang teori terjadinya penyakit karena sisa makhluk hidup yang mengalami pembusukan. Keadaan ini sangat erat hubungannya dengan berbagai pengamatan epidemiologi terhadap gangguan kesehatan.

Tujuan 1. Khusus       Untuk mengetahui perkembangan teori terjadi penyakit Untuk mengetahui konsep penyebab dan proses awal terjadinya.2. Manfaat Praktis  Dapat digunakan sebagai panduan di dalam konsep timbul awal mulanya penyakit . Umum Untuk mengetahui konsep dasar timbulnya penyakit di dalam lingkungan masyarakat. Manfaat Ilmiah  Merupakan manfaat bagi ilmu kesehatan sebagai data dasar konsep timbul penyakit 2. Untuk mengetahui riwayat alamiah suatu penyakit Untuk mengetahui pola penyebaran penyakit Untuk mengetahui penyebab majemuk Untuk mengetahui manfaat riwayat alamiah riwayat 3. Manfaat 1. 1.

. Psikologis.Dasar epidemiologi. Untuk memprediksi penyakit. (Nur nasry noor.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Konsep penyebab dan proses terjadinya penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat kesuatu proses kejadian penyakit yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis. model segitiga epidemiologi menggambarkan interaksi tiga komponen penyakit yaitu Manusia (Host). penyebab (Agent) dan lingkungan (Enviromet). Model ini lebih di kenal dengan model triangle epidemiologi atau triad epidemilogi dan cocok untuk menerangkan penyebab penyakit infeksi sebab peran agent (yakni mikroba) mudah di isolasikan dengan jelas dari lingkungan. Sosiologis dan antropologis) dengan penyebab (agent) serta dengan lingkungan (Enviroment).Rineka cipta.Jakarta) Menurut John Bordon.2000. Fisiologis. Penyakit dapat terjadi karena adanya ketidak seimbangan antar ketiga komponen tersebut. model ini menekankan perlunya analis dan pemahaman masing-masing komponen.

memang bisa menimbulkan resiko memberikan proteksi dan perlindungan. kelompok etmik (suku) hubungan keluarga 2. ras. Pekerjaan. dll. Bentuk anatomis tubuh 3. secara dan kebiasaan tertentu.dkk.// Konsep dasar perjalanan penyakit. muda. Contoh kongkrit wanita lebih rentan terhadap serangan berbagai penyakit-usahapun demikian karena usia yang amat tua dan amat muda akan mudah jatuh sakit. Dan faktor yang sangat penting orang perilaku kebiasaan untuk faktor perilaku dan kebiasaan menurut hari.Yogyakarta.Media presindo.(http. Manusia sebagai makhluk biologis memiliki sekat biologis tertentu seperti . Dan semata-mata karya menyoroti kebiasaan hidup. yang bisa dikatakan memberikan perlindungan atau memberikan kecenderungan terjadi penyakit. Dalam manusia juga memiliki karakteristik yang sangat berpengaruh seperti jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). dll. Keadaan kuantitas dan respon monitors 6. Misalnya penyakit keturunan talasemia. Hal.2004.Manajemen epidemiologi.15-16) Menurut Hari Purnomo yang paling berkepentingan dan berperan untuk membuat terjadinya suatu penyakit atau tidak justru manusia? Mengapa karena dia yang diberi rahmat untuk mengendalikan. Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial 7.) Unsur pejamu secara umum dapat dibagi dalam doa kelompok yaitu : 1. Jika ada plasmodium melawan ditukarkan pada orang tersebar oleh nyamuk. Status kesehatan. jenis kelamin. Kemudian faktor keturunan juga berpengaruh. antara lain : 1. Semua itu berpengaruh terhadap timbulnya penyakit. katanya jelas. Tetapi kebiasaan hidup yang mana. usia (tua. anak-anak). termasuk status gizi 5. Umur.Pejamu (Host) : hal-hal yang berkaitan dengan terjadinya penyakit pada manusia. Fungsi fisiologis atau faal tubuh 4. karena sel darah merah yang ada tidak menguntungkan untuk pertumbuhan plasmodium. (Heru subari. penyakit itu tidak akan terjangkit pada penderita talasemia.

unsur ini dijumpai sebagai unsur penyebab kausal. ras dan keturunan Bentuk anatomis tubuh serta 2. agama dan hubungan keluarga sehubungan sosial kemasyarakatan. protozoa. Unsur penyebab. Unsur penyebab kausul ini dapat dibagi dalam 6 kelompok yaitu : 1. Pada penyakit tertentu. nutrisi yakni semua unsur penyebab yang termasuk golongan zat nutrisi dan dapat menimbulkan penyakit tertentu karena . namun demikian.Universitas Hasanuddin. 1. belum tentu terjadi penyakit. kelompok cacing. pada umumnya kejadian penyakit di sebabkan oleh berbagai unsur yang secara bersama-sama mendorong terjadinya penyakit.27) pada dasarnya. dengan ketentuan bahwa walaupun unsur ini ada. Unsur penyebab ini pada umumnya di jumpai pada penyakit infeksi menular 2.  Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial sehari-hari termasuk kebiasaan hidup sehat.Makassar. unsur penyebab penyakit dapat di bagi dalam dua bagian utama yakni : 1. jamur.2002. Penyebab kausal sekunder. jenis kelamin.o o Umur. kebiasaan. (Nur nasry noor. bakteri.Hal. tidak satu pun penyakit yang dapat timbul hanya di sebabkan oleh satu faktor tunggal semata. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai berbagai sifat khusus seperti  Kelompok etnik termasuk adat. Penyebab kausal primer. Unsur „penyebab biologis yakni semua unsur penyebab yang tergolong makhluk hidup termasuk kelompok mikro organisme seperti Virus.Epidemiologi. secara dasar. dan 2. Penyebab kausal primer Unsur ini dianggap sebagai faktor kausal Terjadinya penyakit. dan insekta. tetapi sebaliknya.

obat-obatan keras. lemak. hidrat arang. mineral. Unsur penyebab psikis yakni semua unsur yang pertalian dengan kejadian penyakit gangguan jiwa serta gangguan tingkah laku sosial. irisan. 2. kolesterol. maupun gas.kekurangan maupun kelebihan zat nutrisi tertentu seperti protein. 5. dan lain-lain 4. tetapi harus memperhatikan semua unsur lain di luar unsur penyebab kausal primer. vitamin. Penyebab non kausal (sekunder) Penyebab sekunder merupakan unsur pembantu/penambah dalam proses kejadian penyakit dan ikut dalam hubungan sebab akibat terjadinya penyakit. unsur penyebab fisika yakni semua unsur yang dapat menimbulkan penyakit melalui proses fisika umpamanya panas (luka bakar). radiasi dan lain-lain. maka dalam setiap analis penyebab penyakit dan hubungan sebab akibat terjadinya penyakit. pukulan (rudapaksa). 3. cair. racun. Hal ini di dasarkan pada ketentuan bahwa pada umumnya kejadian setiap penyakit sangat di pengaruhi oleh . tikaman. Ada pula senyawaan kimiawi sebagai hasil produk tubuh (dari dalam) yang dapat menimbulkan penyakit tertentu seperti ureum. berbagai senyawaan kimia ini dapat berbentuk padat. Dengan demikian. uap. Unsur ini pada umumnya berasal dari luar tubuh termasuk berbagai jenis zat. Dalam hal ini kita harus berhati-0hati terhadap faktor kehidupan sosial yang bersifat non kausal serta lebih menampakkan diri dalam hubungannya dengan proses kejadian penyakit maupun gangguan kejiawaan. bahkan sekelompok ahli lebih menitik beratkan kejadian penyakit pada unsur penyebab genetika. Unsur penyebab ini belum jelas proses dan mekanisme kejadian dalam timbulnya penyakit. unsur penyebab kimiawi yakni semua unsur dalam bentuk senyawaan kimia yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan/penyakit tertentu. kita tidak hanya berpusat pada penyebab kausal primer semata. Proses kejadian penyakit dalam hal ini terutama melalui proses fisika yang dapat menimbulkan kelainan dan gangguan kesehatan. dan air.

kardiasi.25-27) Dan penyebab agent menurut model segitiga epidemilogi terdiri dari biotis dan abiotis. Psychis Agent. tuberkulosis. mineral. 1. misalnya kekurangan /kelebihan gizi (karbohididrat. Biotis khususnya pada penyakit menular yaitu terjadi dari 5 golongan 1. Nutrient Agent. lemak. misalnya gangguan genetik. Hal. benturan. helminthes 3. misalnya gangguan phisikologis stress depresi 6. Chemical Agent. dan getaran 5. obat-obatan 3. Virus misalnya dengue.Dasar epidemiologi. 4. meningitis 4. kebisingan.Jakarta. Physilogigis Agent. terdiri dari 1. dan lain sebagainya. kecelakaan lalu lintas. Bakteri misalnya Salmonella. hystoples osis 1. misalnya suhu. Abiotis. Sebagai contoh pada penyakit kardiovaskuler. measies. amodea 2.berbagai unsur yang berinteraksi dengan unsur penyebab dan ikut dalam proses sebab akibat. . kelembaban panas. Physical Agent. (Nur nasry noor. Jamur Misalnya : candida. protein dan vitamin) 2.2000. polio. Metazoa : misalnyaarthopoda . tetapi harus di analisis dalam bentuk suatu rantai sebab akibat di mana peranan unsur penyebab sekunder sangat kuat dalam mendorong penyebab kausal primer untuk dapat secara bersama-sama menimbulkan penyakit. lorona 5. tinia algae.Rineka cipta. Kejadiannya tidak di batasi hanya pada penyebab kausal saja. gesekan. Protozoa : misalnya Plasmodum. misalnya pestisida. logam berat. Mechanical Agent misalnya pukulan tangan kecelakaan.

16-17. 1.Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial sehari-hari termasuk kehidupan sehat.(Heru subari. Lingkungan fisik .28-29) 2.Media pressindo.Manajemen epidemiologi.Univesutas Hasanuddin Makassar.2002. dan  Fauna sekitar manusia yang berfungsi sebagai vektor penyakit tertentu terutama penyakit menular. Lingkungan Biologis Segala flora dan fauna yang berada di sekitar manusia yang antara . baik sebagai unsur lingkungan yang menguntungkan manusia (senbagai sumber kehidupan) maupun yang mengancam kehidupan / kesehatan manusia (Nur nasri noor. baik sebagai sumber kehidupan (bahan makanan dan obat-obatan). Lingkungan biologis tersebut sangat berpengaruh dan memegang peranan yang penting dalam interaksi antara manusia sebagai pejamu dengan unsur penyebab. Vektor pembawa infeksi Berbagai binatang dan tumbuhan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. maupun sebagai reservoir/sumber penyakit atau pejamu antara (host intermedia) .) Unsur lingkungan (Enviroment) Unsur lingkungan memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan terjadinya sifat karakteristik individu sebagai pejamu dan iku memegang peranan dalam proses kejadian penyakit. Hal.Epidemiologi.ain meliputi :    Beberapa mikroorganisme patogen dan tidak patogen.Hal.dkk.Yogyakarta.2004.

  Bentuk organisasi masyarakat yang berlaku setempat Sistem pelayanan kesehatan serta kebiasaan hidup sehat masyarakat setempat. baik pada perorangan. politik. Dari keseluruhan unsur tersebut di atas. radiasi dan lain sebagainya. sistem organisasi. Lingkungan sosial ini meliputi :  Sistem hukum. baik sebagai sumber kehidupan maupun sebagai bentuk pemencaran pada air.) 3. Lingkungan fisik (termasuk unsur kimiawi serta radiasi) meliputi :   Udara keadaan cuaca.28. dan  Unsur kimiawi lainnya pencemaran udara. geografis. Lingkungan fisik ini ada yang termasuk secara alamiah tetapi banyak pula yang timbul akibat manusia sendiri (Nur nasri noor. Dengan demikian maka terjadinya suatu penyakit tidak hanya di tentukan oleh unsur penyebab . Lingkungan sosial Semua bentuk kehidupan sosial budaya. ekonomi. maupun terhadap lingkungan biologis dan lingkungan sosial manusia.Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh terhadap manusia baik secara langsung. dan   Kebiasaan hidup masyarakat Kepadatan penduduk. serta sistem ekonomi yang berlaku. dan golongan Air. maupun dalam masyarakat. tanah dan air. serta berbagai sistem kehidupan sosial lainnya.2000.Jakarta. administrasi dan lingkungan sosial politik.Dasar epidemiologi.Rinika cipta. Serta instusi/peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang membentuk masyarakat tersebut. Kepadatan rumah tangga. di mana hubungan interaksi antara satu dengan yang lainnya akan menentukan proses dan arah dari proses kejadian penyakit. Hal.

Hal ini berjalan seiring dengan berjalannya daya dukung. Karena usaha tersebut hanya akan memberikan hasil yang di harapkan bila dalam perencanaannya memperhitungkan berbagai unsur di atas. di Hentikan.(http. tetapi itu tidak cukup sebab masih ada beberapa pertimbangan penting lainnya yakni pertimbangan perjalanan alamiah penyakit. Di tengah kecenderungan meningkatnya penyakit akibat pola perilaku gaya hidup yang tidak sehat instabilities lingkungan yang tidak ramah.(Nur nasry noor. maka dalam setiap proses terjadinya penyakit. Namun satu hal yang lebih penting adalah pencegahan terjadinya penyakit yang dapat dilakukan dengan dukungan gizi yang optimal. proses terjadinya penyakit dapat di hambat. .Hal.id) Menurut peran pakar. Hal ini sangat mempengaruhi dalam menetapkan program pencegahan maupun penanggulangan penyakit tertentu.//portal tiens.29) Dari penyesalan model segitiga epidemiologi sangat berhubungan erat dan saling terkait. kebijakan . Oleh sebab itu. faktor gizi terhadap proses terjadi penyakit seiring dengan bertambahnya perlu mendapat perhatian. dan berkepihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat. Selain itu untuk pencegahan dini.www.(http. tetapi yang utama adalah bagaimana rantai penyebab dan hubungan sebab akibat di pengaruhi oleh berbagai faktor maupun unsur lainnya.Universitas Hasanuddin. dan keseimbangan itulah yang menentukan terjadi atau tidaknya suatu penyakit.semata.Makassar. maka faktor-faktor penentu terjadinya suatu penyakit perlu kita kenali dan pahami. Dengan dukungan gizi yang seimbang.Epidemiologi. bahkan di sembuhkan.com/portal) Menyadari bahwa mencegah berbagai penyakit lebih baik dan lebih ekonomis dari pada mengobati penyakit.republika. perilaku manusia dan pencemaran lingkungan merupakan dua faktor penyebab tidak langsung berbagai penyakit yang perlu di atasi penanggulangannya. Dan pertimbangan ini menerapkan pertimbangan mendasar yang sangat terpisah.2002. tuntutan masyarakat atas layanan kesehatan yang layak terus meningkat.//.co. selalu kita memikirkan adanya penyebab jamak (multiple causational).

com. Pada umunya peralihan dari suatu keadaan sehat. kita harus menentukan batas-batas antara sehat dan tidak sehat (sakit). Sedangkan penyakit merupakan suatu proses gangguan fisiologis (faal tubuh).) KETERPAPARAN ADAN KERENTANAN Dari proses terjadinya penyakit. sehat adalah keadaan kesempurnaan fisik. tetapi melalui suatu proses yang pada umumnya didahului dengan kondisi keterpaduan (Exporused) terhadap unsur tertentu untuk menjadi sakit.yahoo. maka sejak 1995 Departemen kesehatan bersama dengan sektor terkait mengeluarkan pedoman.(http. Menurut WHO. mental dan keadaan sosial dan bukan berarti hanya bebas dari penyakit atau kelainan/cacat. serta/atau gangguan psikologis /mental maupun suatu gangguan tingkah laku (hehaviour). Aman gizi seimbang (PUGS) yang berisi pesan Dasar Gizi seimbang. Dengan demikian maka sakit dapat di artikan sebagai.//www. ke keadaan sakit hanya pada batas yang tidak jelas. Dengan pengembangan dan penyempurnaan 4 sehat 5 sempurna yang di sesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi gizi serta masalah gizi yang ada saat ini.Sejak 1950-an kita mengenal pedoman empat sehat lima sempurna yang masih sering di gunakan sampai saat ini. . suatu penyimpangan dari suatu penampilan yang optimal.

Rinika cipta.Dasar epidemiologi. Untuk membuat diagnosis. Dalam mengetahui keberadaan (diagnosis) penyakit.Rineka cipta. keadaan ini harus betul-betul disadari.2006. untuk tercetusnya suatu penyakit. perlu waktu. Oleh sebab itu. dalam epidemiologi terapan.Jakarta.) . tepat waktu ataupun secepatnya. diinginkan untuk melakukan diagnosis benar.Pengantar epidemiologi. Bagaimanapun mendadaknya. terutama tingkat kuanlitas maupun kualitas/derajat serta sifat dan bentuk dari unsur yang menimbulkan keterpaparan. yang memang mungkin singkat.2000. Untuk setiap penyakit. diperlukan perhatian dan perhitungan terhadap faktor waktu perlangsungan penyakit. Kedua faktor keterpaparan dan kerentangan sangat dipengaruhi pula oleh berbagai unsur terutama unsur lingkungan dan unsur pejamu. salah satu hal yang perlu diketahui adalah riwayat alamiah penyakit (natural history of disease).) Kejadian penyakit.Hubungan antara derajat keterpaparan dengan kondisi kerentanan dalam proses terjadinya penyakit KONDISI KETERPAPARAN POSITIF NEGATIF KEADAAN KEKEBALAN RENTAN SAKIT TIDAK SAKIT KEBAL TIDAK SAKIT TIDAK SAKIT Dengan memperhatikan gambar di atas maka jelas baik kita bahwa. Riwayat alamiah suatu penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara alamiah (Fletcher.Jakarta. tidak terkecuali penyakit akibat (mendadak) mempunyai masa perlangsungan tersendiri. (Nur nasry noor.22) (Bustam. (primer maupun sekunder) dan dilain pihak orang tersebut sekaligus berada pada tingkat kerentangan tertentu. seorang dapat menjadi sakit apabila orang tersebut mengalami keterpaparan terhadap unsur penyebab tertentu.

Tahap Patogenesis Tahap ini meliputi 4 sub-tahap yaitu:. Tahap prepatogensis 2.Riwayat alamiah suatu penyakit pada umumnya melalui tahap sebagai berikut : 1.Tahap Inkubasi.  Tahap Inkubasi . Penyakit akan melanjutkan perjalanannya memasuki fase berikutnya. Tahap PatogenesiTahap Uraian masing-masing tahap itu adalah sebagai berikut : a.Tahap Lanjut. tahap patogenesis. dan -Tahap Akhir. Pada tahap ini belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh daya tahan tubuh penjamu masih kuat. Tetapi interaksi ini masih terjadi di luar tubuh. dalam arti bibit penyakit masih ada diluar tubuh pejamu dimana para kuman mengembangkan potensi infektifitas. Namun begitu penjamunva „lengah‟ ataupun memang bibit penyakit menjadi lebih ganas ditambah dengan kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan pejamu.Tahap Dini. Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit. siap menyerang peniamu. b. . maka keadaan segera dapat berubah. Tahap Prepatogensis Pada tahap ini individu berada dalam keadaan normal/sehat tetapi mereka pada dasarnya peka terhadap kemungkinan terganggu oleh serangan agen penyakit (stage of suseptibility). .

Saatnya pula.  Tahap Dini Tahap ini mulai dengan munculnya gejala penyakit yang Kelihatannya ringan. Sembuh sempurna.  Tahap Akhir/ pasca patogenesis. sehat kembali. Tahap ini sudah mulai menjadi masalah kesehatan karena sudah ada gangguan patologis (pathologic changes). sehingga diagnosis sudah relatif mudah ditegakkan.  Tahap Lanjut Merupakan tahap di mana penyakit bertambah jelas dan mungkin tambah berat dengan segala kelainan patologis dan gejalanya (stage of clinical disease). Seandainya memungkinkan. tidak sekadar sebagai pengetahuan riwayat penyakit. walaupun penyakit masih dalam masa subklinik (stage of subclinical disease). diperlukan pengobatan yang tepat untuk menghindari akibat lanjut yang kurang baik. pada tahap ini sudah diharapkan diagnosis dapat ditegakkan secara dini. Dan pengetahuan tentang lamanya masa inkubasi ini sangat penting. yaitu: 1. Masa inkubasi ini bervariasi antara satu penyakit dengan penyakit lainnya.Tahap inkubasi merupakan tenggang diwaktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit. Berakhirnya perjalanan penyakit dapat berada dalam lima pilihan keadaan. setelah diagnosis ditegakkan. dan pengetahuan masa inkubasi dapat dipakai untuk identifikasi jenis penyakitnya. . sampai timbulnya gejala penyakit. Setiap penyakit mempunyai masa inkubasi tersendiri. yakni bibit penyakit menghilang dan tubuh menjadi pulih. Pada tahap ini penyakit sudah menunjukkan gejala dan kelainan klinik yang jelas. tetapi berguna untuk informasi diagnosis.

Kuman penyakit tidak masuk dan ke luar begitu saja tetapi harus melalui “pintu” tubuh tertentu sesuai dengan jenis masing-masing penyakit misalnya melalui: kulit.Pengantar epidemiologi.) POLA PENYEBAB PENYAKIT Sutu penyakit (menular) tidak hanya selesai setelah membuat seseorang sakit. 3. penyakit sudah tidak ada. meninggalkan bekas gangguan yang permanen berupa cacat. yakni bibit penyakit menghilang.2.(Bustam. Namun ada pula yang masuk melalui kulit tetapi ke luar melalui dubur. Sembuh dengan cacat. 4. Dalam memilih pintu masuk-keluar ini setiap jenis kuman mempunyai jalan masuk dan ke luar tersendiri dan tubuh manusia. kuman memulai aksinya dengan memasuki pintu masuk tertentu (portal of entry) calon penderita baru dan kemudian jika ingin berpindah ke penderita baru lagi akan ke luar melalui pintu tertentu (portal of exit). saluran pernapasan. di mana tubuh penderita pulih kembali. misalnya cacing Ankylostoma.Jakarta. .2002. Penyakit tetap berlangsung secara kronik. kejadian sehingga seseorang jatuh sakit. saluran pencernaan. tetapi tubuh tidak pulih sepenuhnya. atau saluran kemih. namun penyakit masih tetap ada dalam tubuh tanpa memperlihatkan gangguan penyakit. Berakhir dengan kematian. 5. Dalam proses perjalanan penyakit. Ada yang masuk melalui mulut (oral) dan ke luar melalui dubur (sistem pencernaan). seperti yang dilakukan oleh kebanyakan cacing. pada saat yang sama penyakit bersama dengan kumannva dapat berpindah dan menyebar kepada orang lain/masyarakat.Rinika cipta. Karier. tetapi cenderung untuk menyebar setelah menyelesaikan riwayat pada suatu rangkaian.

pada makanan hewan. Zat penawar racun. 3.(http.yahoo..//www. dsb. Sisa-sisa pestisida dan pupuk pada buah-buahan. Bahan tambahan. sayur-sayuran-sayuran makanan lainnya 2.) PENYEBAB TIMBULNYA PENYAKIT SEKARANG INI Pencemaran makanan 1. dan penyedap rasa pada makanan dibekukan. zat pewarna. Pencemaran lingkungan dan udara 1) Gas limbah industri. hormon. 4.Pengetahuan tentang jalan masuk mi penting untuk epidemiologi karena dengan pengetahuan itu dapat dilakukan „penghadangan‟ perjalanan kuman masuk ke dalam tubuh manusia. Pencemaran sumber air 1) Air limbah industri. 2) Pencemaran rumah tempat tinggal sebagai akibat dan berbagai interior. 2) Penimbunan mikro organisme dalam air: .com. Cacing yang ingin masuk melalui mulut dicegah dengan upaya cuci tangan sebelum makan. Sedangkan pengetahuan tentang jalan keluar bermanfaat untuk menemukan kuman itu untuk tujuan identifikasi atau diagnosis. Kerusakan bahan gizi selama proses memasak. Misalnya kuman TBC keluar melalui batuk maka penemuan kuman TBC dilakukan dengan penangkapan kumannya dibatuk/dahak.

. bersikap ketat terhadap din sendiri namun lembut terhadap orang lain. dan radiasi frekuensi rendah. pestisida. semua berpengaruh. 4. pemantul cahaya yang kuat. 3. Kemampuan untuk bertahan terhadap cuaca dingin yang normal dan penyakit menular. Berbadan yang kuat. 2. Memiliki rasa optimis dengan sikap yang positif. latihan memiliki jiwa yang sehat. Orang sehat memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. komputer. Polusi suara Suara yang ditimbulkan oleh mobil. kebersediaan untuk bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan. sepeda motor. dan mampu untuk melakukan segala sesuatu yang dibutuhkan. Pencemaran yang disebabkan oleh fasilitas modern Televisi.3) Pupuk. radio. Standar Kesehatan Kesehatan memerlukan diet yang seimbang. suara orang seseorang menjadi cepat marah dan sukar untuk berkonsentrasi. microwave. Kemampuan untuk menangani berbagai keadaan yang bersifat darurat dan mampu untuk beradaptasi terhadap adanya perubahan. sampah putih:(4) Pencemaran pada proses pemanasan air ledeng : 5) Air minum yang tidak diproses menurut aturan. kabel tegangan tinggi. memiliki kemampuan untuk dengan mudah menangani tekanan dan kehidupan sehari-hari tanpa mengalami stress. tidur yang cukup. mesin.

dan dengan gusi yang sehat. bila berjalan dengan langkah yang gesit. orang harus mengkonsumsi bahan-bahan gizi yang diperlukan sehari-hari. Memiliki kemampuan untuk beristirahat dan tidur dengan baik. Memiliki berat badan yang normal dan bentuk tubuh yang sebanding terhadap semua bagian dan tubuh ketika berada pada posisi berdiri yang layak. Konsep dasar mengenai gizi Gizi: dengan gizi. mineral. dan juga proses fisiologi dengan memanfaatkan makanan untuk memenuhi kebutuhan fisiologi dan organisme. gula. hidrogen dan oksigen). Gizi yang layak: dengan melakukan diet yang wajar dan memasak serta memproses makanan secara sehat dapat memberikan jumlah yang cukup berkenaan dengan tenaga panas dan berbagai bahan gizi untuk tubuh manusia. dan selulosa (senyawa karbon. . 6. vitamin. air. dan tanpa adanya iritasi 7. Bahan gizi ini dapat dibagi menjadi tujuh kategori : protein. lemak. sambil menjaga keseimbangan antara semua bahan gizi sehingga dapat memenuhi kebutuhan fisiologi yang normal dan tubuh dan menjaga badan tetap sehat. 8. Memiliki rambut yang bercahaya dengan sedikit atau tanpa adanya ketombe. Memiliki gigi yang bersih tanpa adanya gigi berlubang atau yang terasa sakit. metabolisme dan bekerja.5. Bahan gizi: Untuk menjaga fungsi phisiologi yang normal dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh untuk keperluan pertumbuhan. cekatan dalam bertindak. Mata bersinar. 9. Kondisi otot dan kulit yang elastis. 10. tubuh melakukan proses asimilasi dan mengambil manfaat dan makanan atau bahan gizi.

//www. Faktor-faktor penyebab mi dikelompokkan dalam 4 kelompok. maka perlu untuk melakukan penjagaan terhadap penyakit. pemupukan dan pemeliharaan agar menjadi mampu untuk melakukan pertumbuhan secara kuat. dilakukan pencegahan terhadap penyakit adalah sebagai masalah yang sangat mendasar dalam huhungannya dengan pemeliharaan kesehatan. Demikianlah pentingnya gizi untuk kehidupan manusia. Gizi yang sehat dan seimbang dan gaya hidup yang diperbaiki akan dapat mengatur dan meningkatkan ketubuh “Buatlah hidup ini menjadi bahagia dengan memelihara kesehatan” dengan melakukan diet secara aktif untuk perawatan kesehatan dalam rangka melakukan pencegahan terhadap penyakit maka akan dapat diperoleh kondisi kesehatan dan gizi(http. Selama masa penambahan gizi.tiens. Kehidupan manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah pohon kayu yang kecil yang memerlukan siraman air secara terus menerus.bila seseorang berada dalam keadaan sehat. Pada sepanjang kehidupan kita.) PENYEBAB MAJEMUK Telah banyak bukti empirik dan keyakinan teoritik bahwa pada umumnya penyakit memiliki Lebih dan satu penyebab. maka diperlukan untuk memperoleh pengobatan . yaitu : . bukan bersifat tunggal. Oleh sebab itu. gizi adalah sebagai unsur dasar yang dapat mempertahankan kehidupan dan menyediakan tenaga yang dibutuhkan oleh sel-sel sehingga berbagai jaringan dan organ-organ tubuh dapat melakukan berbagai tindakan yang terkoordinasi.Gizi dan kesehatan Orang menganggap bahwa makanan adalah sebagai kepentingan yang sangat vital. hanya ii yang seimbang yang dapat mencegah tubuh dan keadaan yang tidak seimbang antara Yin dan Yang selanjutnya dapat mengarah kepada timbulnya penyakit Pemberian tambahan gizi hendaklah secara wajar dan menurut ilmu pengetahuan ilmiah. Bila seseorang jatuh sakit.com/portal.

Faktor Pendorong.12-13. seperti: umur.Media presindo. Kecenderungan lokasi geografis serangan penyakit sehingga dapat dengan mudah di deteksi lokasi kejadian penyakit.manajemen epidemiologi. masa atau waktu yang diperlukan selama perjalanan suatu penyakit untuk menyebabkan seseorang jatuh sakit.Hal.(Heru subaris dkk. 5.Yogyakarta. Faktor Predisposisi. seperti: pemaparan oleh agen penyakit yang spesifiK. seperti: paparan yang berulang. kondisi perumahan. 4. 2. Faktor Pencetus. Riwayat penyakit terdahulu. jenis kelamin. dlL.) Manfaat riwayat alamiah dari penyakit diperoleh beberapa informasi penting yaitu : 1. jadi. dlL 2. Lamanya dan beratnya keluhan dialami oleh penderita. status gizi. . tetapi tidak sufficient (keadaan yang dibutuhkan untuk terjadinya penyakit di sebut necessary condition sedangkan keadaan yang cukup membuat terjadinya penyakit di sebut sufficient condition).1. seperti: pendapatan rendah.2004. Faktor Pemberat. Peran faktor-faktor penyebab dalam model kualitas majemuk dicontohkan pada penyakit TBC bersifat kumulatif. masing-masing faktor merupakan necessary couse. 4. di mana keadaan yang mencukupi terjadinya TBC klinik hanya bisa diciptakan secara bersama-sama. 3. beban kerja yang berat. Kelengkapan keluhan (symptom) yang menjadi bahan informasi dalam menegakkan diagnosis. Masa inkubasi atau masa latent. Kejadian penyakit menurut musim (season) kapan penyakit itu Lebih frekuan kejadiannya. 3.

Lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan. khususnya untuk pembunuhan kuman penyebab. Keterlambatan diagnosa akan berkaitan dengan keterlambatan terapi.Rineka Cipta. Pada tahap perjalanan awal penyakit itu terapi tepat sudah perlu diberikan. 3. Tentu berbeda upaya pencegahan yang diperlukan untuk penyakit yang akut dibanding dengan kronik. Untuk pencegahan : dengan mengetahui kuman patogen penyebab dan rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit. Untuk diagnostik : masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman penentuan jenis penyakit.2006.6.(Bustam. 2.Jakarta. misalnya jika terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Pengetahuan tentang riwayat alamiah penyakit merupakan langkah awal yang perlu dilakukan untuk mengetahui aspek-aspek lain yang terkait dengan penyakit.41-42).Hal.Pengantar epidemiologi. . Sifat-sifat biologis kuman patogen sehingga menjadi bahan informasi untuk pencegahan penyakit. Dengan mengetahui riwayat penyakit dapat terlihat apakah penyakit itu perlangsungannya akut ataukah kronik. Untuk terapi: intervensi atau terapi hendaknya biasanya diarahkan ke fase paling awal. Dengan mengetahui riwayat alamiah dapat ditarik beberapa manfaat seperti: 1.

Terhadap suatu infeksi kuman tertentu. Jika interaksinya seimbarig. Perubahan unsur trias yang potensial menyebabkan kesakitan tergantung pada karakteristik dan ketiganya dan interaksi antara ketiganya. 3. yang bisa berupa: 1. Karakteristik Penjamu Manusia mempunyai karakteristik tersendiri dalam menghadapi ancaman penyakit. Pada keadaan sakit maupun sehat. Selain mempertahankan diri. muncul penyakit. pada jenis-jenis penyakit tertentu mekanisme pertahanan tubuh dapat menciptakan kekebalan tersendiri. sehingga seusai kena campak sekali maka akan kebal seumur hidup. dapat secara alamiah maupun perolehan (non-alamiah). manusia mempunyai mekanisme pertahanan tersendiri dalam menghadapinya. 1. kuman yang berada dalam tubuh manusia dapat berpindah kepada manusia dan sekitarnya. Resistensi. Imunitas: kesanggupan host untuk mengembangkan suatu respon imunologis. sehingga tubuh kebal terhadap suatu penyakit tertentu. 2. Terjadinya gangguan keseimbangan bermula dan perubahan unsur-unsur trias itu. lnfektifnes (infectiousness): potensi penjamu yang terinfeksi untuk menularkan penyakit kepada orang lain. Begitu terjadi gangguan keseimbangan.: kemampuan dan penjamu untuk bertahan terhadap suatu infeksi. . terciptalah keadaan sehat.Karakteristik Segitiga Utama Ketiga faktor dalam trias epidemiologi terus menerus dalam keadaan berinterkasi satu sama lain. manusia mempunyai kekebalan seumur hidup. mendapat munitas yang tinggi setelah terserang campak. Misalnya campak.

jumlah ini berbeda antara berbagai spesies mikroba dan antara individu. jumlah penderita dibagi dengan jumlah orang yang terinfeksi. Dalam upaya merusak jaringan untuk menyebabkan penyakit berbagai kuman mengeluarkan zat toksis. sedangkan orang yang terinfeksi poliovirus tidak semua jatuh sakit (low pathogenicity). Virulensi: kesanggupan organisma tertentu untuk menghasilkan reaksi patologis yang berat yang selanjutnya mungkin menyebabkan kematian. Dengan perkataan lain. 5. Toksisitas: kesanggupan organisma untuk memproduksi reaksi kimia yang toksis dan substansi kimia yang dibuatnya. Invasitas: kemampuan organisme untuk melakukan penetrasi dan menyebar setelah memasuki jaringan 6. Antigenisitas: kesanggupan organisma untuk merangsang reaksi imunologis dalam penjamu. 3. Umumnya diperlukan jumlah tertentu dan suatu mikroorganisma untuk mampu menimbukan infeksi terhadap penjamunya. Beberapa organisma mempunyai antigenisitas Iebih kuat dibanding yang lain. 2. Infektivitas: kesanggupan dan organisma untuk beradaptasi sendiri terhadap lingkungan dan penjamu untuk mampu tinggal dan berkembang biak (multiply) dalam jaringan penjamu. 4. Karakteristik Agen 1. Jika menyerang pada aliran darah (virus measles) akan lebih merangsang immunoresponse dan yang hanya menyerang permukaan membrane (gonococcus). Patogenesitas: kesanggupan organisma untuk menimbulkan suatu reaksi klinik khusus yang patologis setelah terjadinya infeksi pada penjamu yang diserang. Hampir semua orang yang terinfeksi dengan virus smallpox menderita penyakit (high pathogenicthy).2. . Dosis infektivitas minimum (minimum infectious dose) adalah jumlah minimal organisma yang dibutuhkan untuk menyebabkan infeksi. Virulensi kuman menunjukkan beratnya (severity) penyakit.

udara. 4. Topografi: situasi lokasi tertentu. penyakit timbul karena sisa dari mahkluk hidup yang mati membusuk. Perkembangan Teori Terjadinya Penyakit 1.3. Geograuis: keadaan yang berhubungan dengan struktur geologi dan bumi yang berhubungan dengan kejadian penyakit. dimana dikatakan bahwa penyakit timbul karena gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh. Teori Ekologi lingkungan. Teori jasad renik (teori Germ). bahwa manusia berinteraksi dengan penyebab dalam Iingkungan tertentu dapat menimbulkan penyakit. Teori Miasma. 3. 2. terutama setelah ditemukannya mikroskop dan dilengkapi teori imunitas. 5. bahwa penyakit timbul karena pengaruh Iingkungan terutama: air. 2. Teori nutrisi dan Resistensi. tanah. baik yang natural maupun buatan manusia yang mungkin mempengaruhi terjadinya dan penyebaran suatu penyakit tertentu. cuaca (tidak dijeIaskan kedudukan manusia dalam Iingkungan). 6. hasil pengamatan pelbagai pengamatan epidemiologis. Karakteristik Lingkungan 1. Diposkan oleh ProMKes di 07:34 1 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) . meninggalkan pengotoran udara dan Iingkungan. Teen Hypocrates. Teori Humoral. Penyakit timbul karena gangguan makhluk halus.

Arsip Blog  ▼ 2007 (1) o ▼ Desember (1)  KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI DAN TIMBULNYA PENYAKIT Mengenai Saya ProMKes Lihat profil lengkapku .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->