P. 1
Laporan 6 Pengukuran Arus Dan Tegangan Pada Sistem 3 Fasa Secara Deltasegitiga

Laporan 6 Pengukuran Arus Dan Tegangan Pada Sistem 3 Fasa Secara Deltasegitiga

|Views: 1,641|Likes:
Published by Syaiful Fuad

More info:

Published by: Syaiful Fuad on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR LISTRIK

Pengukuran arus dan tegangan pada sistem 3 fasa secara delta/segitiga dengan beban setimbang

A. TUJUAN
     Mahasiswa dapat membuat rangkaian listrik dengan sistem 3 fasa secara delta/segitiga. Mahasiswa dapat mengetahui dan menggunakan alat power supply,slide regulator, dan R load secara benar. Mahasiswa dapat mengukur besarnya arus line,tegangan fasa dan tegangan line menggunakan alat ukur ampermeter dan voltmeter. Mahasiswa dapat menggunakan dan merangkai voltmeter secara paralel dan amperemeter secara seri. Dapat membandingkan nilai kuat arus line, tegangan fasa, dan tegangan line dengan pengukuran dan nilai arus line, tegangan fasa, dan tegangan line yang telah diketahui sebelumnya menggunakan perhitungan.

B. DASAR TEORI
Pada dasarnya ada dua macam hubungan yang biasa digunakan pada sistem tiga fasa (terutama pada beban yang seimbang). Hubungan tersebut adalah hubungan bintang (Y) dan hubungan delta (∆).Pada sistem tenaga listrik 3 fase, idealnya daya listrik yang dibangkitkan, disalurkan dan diserap oleh beban semuanya seimbang, P pembangkitan = P pemakain, dan juga pada tegangan yang seimbang. Pada tegangan yang seimbang terdiri dari tegangan 1 fase yang mempunyai magnitude dan frekuensi yang sama tetapi antara 1 fase dengan yang lainnya mempunyai beda fase sebesar

1

D) ketiga fase saling dihubungkan sehingga membentuk hubungan segitiga 3 fase. karena tegangan saluran dan tegangan fasa mempunyai besar magnitude yang sama. dan dapat dihubungkan secara bintang (Y. Dengan tidak adanya titik netral. maka: Vline = Vfase Tetapi arus saluran dan arus fasa tidak sama dan hubungan antara kedua arus tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan hukum kirchoff. Hubungan Segitiga (delta. dengan memutar slide kita dapat menentukan berapa besar 2 . sehingga: Iline = √3 Ifase = 1. Δ. sedangkan secara fisik mempunyai perbedaan sebesar 60°. maka besarnya tegangan saluran dihitung antar fase. D). D). Δ. Δ.120°listrik. wye) atau segitiga (delta. Gambar .73Ifase Slide Regulator/Voltage regulator Voltage regulator berfungsi sebagai alat yang mempunyai fungsi sebagai regulator keluaran tegangan sehingga kita dapat mengatur berapa keluaran tegangan yang kita inginkan. Hubungan Segitiga Pada hubungan segitiga (delta.

Cara pemasangan adalah voltage regulator dipasang setelah keluaran sumber utama listrik sebagai contoh jika tegangan yang diinginkan 180VAC dan daya 2200VAC maka gunakan atau siapkan voltage regulator 1 Phase dengan daya 3kVA .Regulator Voltage berguna untuk filter tegangan agar sesuai dengan keinginan. Penggunakan Voltage Regulator Voltage regulator biasanya digunakan untuk mesin – mesin atau alat yang memang memerlukan tegangan yang spesial misalnya 180VAC. Oleh karena itu biasanya dalam rangkaian power supply maka IC Regulator tegangan ini selalu dipakai untuk stabilnya outputan tegangan. pasang voltage regulator setelah MCB PLN atau KWH meter kemudian pasang output voltage regulator di beban yang diinginkan bisa mesin atau alat listrik lainnya Kemudian setelah semua terhubung dengan benar maka atur slide regulator seperti yang diinginkan dan lihat volt meter yang terdapat di voltage regulator. dimungkinkan terjadi sort korsleting pada komponen atau tidak ada tegangan yang keluar. 2kVA. 300VAC dll.tegangan yang kita inginkan namun sama seperti voltage stabilizer . voltage regulator juga mempunyai kapasitas seperti 1kVA.Berikut susunan kaki IC regulator tersebut 78xx untuk regulator positif 78xx untuk regulator negative *Apabila pemasangannya terbalik dalam rangkaian saat menyolder. 3 .

dan ujung sumber tegangan yang memiliki potensial lebih rendah (kutub negatif) harus dihubungkan ke terminal 4 . Voltmeter biasanya disusun secara paralel (sejajar) dengan sumber tegangan atau peralataan listrik. Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik . Cara memasang voltmeter adalah dengan menghubungkan ujung sumber tegangan yang memiliki potensial lebih tinggi (kutub positif) harus dihubungkan ke terminal positif voltmeter.GAMBAR SLIDE REGULATOR/VOLTAGE REGULATOR Dalam percobaan ini kami menggunakan 2 (dua) buah alat ukur yaitu voltmeter dan amperemeter.

resistor eksternal ditambahkan untuk menambah range dari jarum penggerak yang dihubungkan paralel. Cara menghitung hasil pengukuran pada ampermeter : TEGANGAN YANG TERUKUR = x BATAS UKUR VOLTMETER Amperemeter 5 . sedangkan jika pada voltmeter dihubungkan seri. dan kutub positif serta negatif. Dalam konstruksi amperemeter. setup pengatur fungsi. Voltmeter Cara menghitung hasil pengukuran pada voltmeter : TEGANGAN = x BATAS UKUR VOLTMETER Sedangkan amperemeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur arus. Bagian-bagian voltmeter hanya terdiri dari skala penunjuk besarnya tegangan.negatif voltmeter. disebut amperemeter karena menggunakan satuan pengukuran yaitu ampere.

Multimeter Analog 2. b. Ampermeter 4. Mencatat hasil pengukuran keenam step dan ketiga beban. Kabel Spady Panjang 6. Voltmeter 3. d. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.C. Tespen 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 10 buah 5 buah 5 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah D.4. e. Slide Regulator 10.2. 6 . Kabel Spady Pendek 7.3. LANGKAH KERJA a.L2 dan l2. Kabel Colokan ( Banana Plug ) 8. c. ALAT DAN BAHAN 1. dan 6 diketiga beban dengan cara memasukan kabel ujung multimeter (ohm meter) kedalam L1 dan l1.L3 dan l3. kemudian ke slide regulator untukmengatur besarnya tegangan setelah itu volt meter untuk mengetahui nilai tegangan kemudian disambungkan R-load untuk mendapatkan beban 3 phasa setimbang. R-Load ( 6 KW) 5. Mengecek adanya hambatan pada R-load mulai dari step 1.5. Obeng 11. Membuat rangkaian sistem tiga fasa secara delta yang didalamnya sudah terhubung dari power supply. Merangkai di R-load secara rangkain delta. Sumber Tegangan ( Power Supply ) 9.

l.sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam perhitungan. Kemudian mencata Hasil pengukuran. Menentukan 3 nilai tegangan yang kemudian untuk perhitungan nilai kuat arus line.Kemudian mengatur tegangan keluaran yang masuk kedalam R-load melalui slide regulator secara bertahap. Mencatat hasil pengukuran. m o. kemudian mencatat hasil pengukuran l. Mengukur V line yang sudah ditetapkan nilainya. Mengukur besarnya arus phasa dengan memasang ampermeter di L1 ke I3 atau L2 ke I1 atau L3 ke I2. untuk Vphasa beban setimbang sistem 3 fasa secara delta/segitiga dengan cara memasang voltmeter secara parallel di L1 ke I1 atau L2 ke I2 atau L3 ke I3. k. Memutar switch pembebanan/step pada R-load secara bersama-sama (L1. Memasukan pada L1 atau L2 atau L3 . Sesuai perhitungan sebelumnya yang sudah dilakukan terlebih dahulu.3. n. arus fasa.L3 )namun bertahap dengan nilai 1.L2.5. kemudian mencatat hasil pengukuran.f. i. h. j. Menyalakan Power supply. dan 6.2. Melakukan pengukuran berikutnya untuk Vline yang berbeda dengan mengulangi langkah h.4. I. j. k. Mencatat hasil percobaan. Mengukur besarnya arus line dengan memasang kabel ampermeter secara seri. m. dengan cara memasang voltmeter secara parallel di L1 ke L2 atau L2 ke L3 atau L1 ke L3. Kemudian mencatat hasil pengukuran. Mengukur Vphasa. 7 . g.

E. GAMBAR RANGKAIAN POWER SUPPLY N SLIDE REGULATOR INPUT L1 L2 L3 OUTPUT L1 L2 L3 N A R LOAD L1 2 1 0 2 1 0 2 1 0 3 4 5 6 4 5 6 4 5 6 l1 (Pengukuran Iphasa) L2 3 l2 V 3 L3 (Pengukuran Vline) l3 P = 6 kw V (Pengukuran Vphasa) 8 .

90A 0.90A 1.24A 3.97A 1.866A 1.90A 1.55A 1.38A 1.50A 0.99A 4.55A 1.34A 3.18A 1.58A 0.75A 0.30A 5.372A 2.84A 0.25A 1.19A 1.55A 2.87A 2.85A 0.90A 2.63A 0.50A 3A 3.5A 9 .177A 2.06A 2.9A 1.24A 4.75A 1.38A 3.68A 2.87A 2.48A 3.86A 2. HASIL PERCOBAAN TABEL PERCOBAAN No Tegangan R1 R2 R3 Arus Fasa (Ip) Arus Saluran (IL) Saluran Terukur Terhitung Terukur Terhitung Step Step Step (VLine) 50 V 155 155 155 0.6848A 3.88A 1.50A 1.37A 1.57A 1 70 50 40 35 30 2 75 V 155 70 50 40 35 30 3 100 V 155 70 50 40 35 30 70 50 40 35 30 155 70 50 40 35 30 155 70 50 40 35 30 70 50 40 35 30 155 70 50 40 35 30 155 70 50 40 35 30 0.30A 2.06A 2.06A 3.62A 0.25A 4A 4.83A 0.68A 2.29A 1.3A 5.186A 0.68A 1.70A 1.70A 3.3A 6.28A 0.091A 1.25A 4.50A 1A 1.F.18A 2.234A 3.30A 6.56A 2.20A 0.10A 1.90A 1.30A 2.33A 0.

√ Rumus Perhitungan arus line = IL = √ .PERHITUNGAN Rumus perhitungan arus fasa = IP = .√ = 0.63 A IP = . IP A.√ = 0. Perhitungan Arus Fasa Terhitung * IP = untuk V line 50 V Arus fasa terhitungnya adalah .√ = 0.√ = .90 A IP = .√ = .√ = .√ = .33 A IP = .√ 10 .

85 A * IP = untuk V line 75 V Arus fasa terhitungnya adalah .55 A IP = .√ = 1.√ = .37 A 11 .√ = .√ = 0.97 A IP = .√ = 0.√ = 1.19 A IP = .5 A IP = .√ = .√ = .√ = 1.= 1.√ = .

√ = 2.√ = .87 A IP = .3 A IP = .√ = .√ = 0.√ = .√ = 1.IP = .68 A IP = .√ = .√ 12 .√ = .√ = 2.83 A * IP = untuk V line 100 V tegangan fasa terhitungnya adalah .

Perhitungan Arus Line Terhitung * untuk V line 50 V Arus fasa terhitungnya adalah Pada R 155 13 .√ = .= 1.75 A B.√ = 1.48 A IP = .√ = .29 A IP = .√ = 3.√ = 3.√ = .87 A IP = .√ = 2.06 A IP = .√ = .

9 =√ = 1. IP 1. IP 0. IP 1.6846 A Pada R 30 14 .57 A Pada R 70 IL = √ .55 =√ = 2.55 A Pada R 40 IL = √ .IL = √ .091 A Pada R 50 IL = √ .33 =√ = 0.061 A Pada R 35 IL = √ . IP 0.19 =√ = 2. IP 0.63 =√ = 1.

IP 1. IP 0.186 A * untuk V line 75 V Arus fasa terhitungnya adalah Pada R 155 IL = √ .5 =√ = 0.97 =√ = 1. IP 0. IP 1. IP 15 .372 A Pada R 40 IL = √ .866 A Pada R 70 IL = √ .IL = √ .68 A Pada R 50 IL = √ .37 =√ = 2.84 =√ = 3.

87 = 2. IP 16 . IP 2.34 A Pada R 35 IL = √ .3 =√ = 3.99 A Pada R 30 IL = √ .=√ 1.68 =√ = 1. IP 0.83 =√ = 4. IP 2.177 A Pada R 70 IL = √ .9 A * untuk V line 50 V Arus fasa terhitungnya adalah Pada R 155 IL = √ .

IP 1. IP 3.24 A Pada R 40 IL = √ .3 A Pada R 35 IL = √ .5 A 17 .75 =√ = 6. IP 3. IP 2.3 A Pada R 30 IL = √ .48 =√ = 4.=√ 1.234 A Pada R 50 IL = √ .29 = 2.87 =√ = 3.06 =√ = 5.

Usia dari alat yang digunakan. ANALISA Setelah melakukan percobaan dan didapat hasil seperti diatas. Faktor internal :    Tegangan dari sumber tegangan (power supply) yang tidak stabil.sehingga mempengaruhi nilai tegangan.1 ataupun lebih sedikit lagi. teori ternyata terbukti bahwa besar tegangan saluran sama dengan besar tegangan fasanya.Semakin banyak kabel maka bertambah pula tahanannya. Membuktikan teori bahwa besar Vline sama dengan besar Vfasa.  Panjangnya kabel yang digunakan. Kemudian untuk hasil arus fasa dan arus line secara teori dengan rumus perhitungan arus fasa IP = Vp/R . Kemudian tegangan saluran 75 volt sama dengan tegangan fasanya yaitu 75 volt. Tegangan saluran 50 volt sama dengan tegangan fasanya yaitu 50 volt. Dan tegangan saluran 100 volt sama dengan tegangan fasanya yaitu 100 volt. Suhu dari komponen yang bertambah karena semakin panas suhu maka nilai yang dihasilkanpun akan berbeda sehingga mempengaruhi pengukuran tegangan. √3 dan rumus Perhitungan arus line IL = √3 . Pada percobaan pengukuran besarnya arus fasa (Ip) dan arus line (IL) ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan nilai antara pengukuran dan perhitungan adapun faktor yang mempengaruhi yaitu internal dan faktor eksternal.A. 18 . IP menunjukan kebenarannya karena dengan yang terukur hanya terjadi diselisih 0. semakin lama usia alat yang digunakan maka keefektifannya akan menurun.

Faktor eksternal :  Terkadang dalam melihat hasil pada voltmeter atau ampermeter dalam praktikan kurang teliti. KESIMPULAN Setelah melakukan percobaan dan kami analisis. seharusnya memilih batas ukur yang menunjukan nilai ¾ dilayar pembacaan.1 atau lebih kecil dari nilai itu dan dalam pembacaan hasil pengukuran tidak tegak lurus terhadap alat.  Pemutaran pengaturan pada slide regulator kurang tepat. Biasanya terdapat selisih sedikit dengan nilai tegagan yang telah ditentukan sebelumnya B. 19 . 75V dan 100V. dapat kami simpulkan bahwa tegengan fasa sama dengan tegangan line yang besarnya 50V. hal ini yang menyebabkan hasil pengukuran dan hasil perhitungan secara teori terdapat selisih 0. biasanya jarum menunjukan nilai ditengah-tengah dan hasil pembacaan dibulatkan.hanya terpaut enol dibelakang koma.  Waktu pengukuran menggunakan alat voltmeter ataupun ampermeter pemilihan batas ukur range kurang tepat. Arus line dan arus phasa secara teori dan pengukuran sama. karena tingkat sensitifitasnya alat voltmeter ataupun ampermeter adalah ¾ nilai maksimal yang ditunjukan pada layar. hal ini menunjukan kebenaran teori untuk beban setimbang 3 phasa secara delta.sehingga nilai besarnya tegangan yang dikeluarkan tidak sesuai yang ditentukan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->